Eps 13 Cerbung ke-8
CINCIN PUTIH
|\/|€+_|_||_+@|~|_4_ ♣ CINCIN PUTIH ♧ @|3|》||\|_|>|_|_|@_|< Eps 13 : Being Alone = Sendirian ×£_ SAMPAI KU TAK LAGI KUAT UNTUK BERDIRI...( Danang pov ) Aku tak sanggup menahan perihnya,aku pingsan.Yang kuingat itu wajah isteriku yang mendekat dengan cemas,"Mas kamu kenapa Mas?Mas ...." Aku senang melihat dia datang,"Lesti,aku minta maaf ya ...aku sering menyakiti kamu...aku...aku.." Aku tak ingat apa2 lagi semua jadi gelap.Tapi aku tenang karena Lesti pasti di sisiku. ÷¥÷ SAMPAI KURASAKAN LEMAH KAKI KANAN DAN KIRI...( LESTI POV ) Ya ampun aku panik banget.Tanganku sampai berkeringat dingin.Aku melangkah cepat di koridor RS dan langsung lemas aku kala melihat suamiku berdarah di pahanya.Namun Mas Danang malah minta maaf sama aku terus dia pingsan.Dia segera ditangani dokter.Perlu dijahit sepertinya.Aku diberitahu atasannya,"Danang kecelakaan kerja saat di area Workshop.Moga saja ga parah.Kita doakan saja." Dari temannya aku dapat kronologi kejadiannya.Aku harap suamiku ga cacat karena kejadian ini. ×£× SAMPAI SELURUH HELAI RAMBUTKU MEMUTIH...( Manager Teknik ) Aku baru kali ini lihat kejadian seperti ini seumur hidupku.Memang kalau kecelakaan kerja bisa fatal akibatnya tapi sekarang keselamatan kerja diterapkan di perusahaan2 bonafid.Untung saja mekanik tadi pakai wearpack kalau ga bisa jadi banci dia.Kasihan isterinya.Aku dengar anaknya dua lagi.Semuda itu sudah punya anak dua kayak aku saja. +€+ SAMPAI HARI TUA KITA CINTAKU KAN TERBUKTI...( Shiha pov ) Aku kesal sama Evi nanya melulu ga tahu apa kalau aku lagi bete.Aku harus bisa merebut Danang dari isterinya.Tapi bagaimana ya?Oh ya aku harus buktikan bahwa aku hamil.Danang ga akan bisa ngelak dari tanggung jawab untuk menikahiku kan dia ayahnya.Benar,aku sebaiknya ke dokter aja.Minta surat keterangan kalau aku benar hamil.Nah surat itu akan kutunjukkan pada isterinya biar kaget dia.Pasti mereka akan bercerai.Yess! ×£× TAK PEDULI KECANTIKAN TAK TERLIHAT MATA...( Evi pov ) Kulihat Shiha tiba2 meminta padaku surat ijin keluar,"Kamu mau kemana Shiha?" Eh malah sinis jawabnya,"Aku kurang enak badan.Mau ke dokter.Kenapa?Ga boleh?Emang cuma kamu yang boleh ijin?" Padahal aku emang berniat mau ambil ijin tapi sepertinya kedahuluan sama Shiha,"Tapi aku juga mau ambil ijin Shiha.Aku kan udah bilang kamu tadi?Katamu ga masalah.Kok malah kamu yang mau ambil ijin pulang?" ×¥× TAK PEDULI TAK LAGI TERDENGAR KATA2.... Dia malah jawab dengan ketusnya,"Aku ga peduli.Yang pasti aku mau ijin pulang.Lihat saja siapa yang diijinin pulang sama Manager kita!" ÷¥÷ TAK PEDULI SARAF TANGANKU TAK TERASA... Tega ya dia bisa santai gitu nyakitin perasaan orang.Perempuan tega.Cantik sih cantik tapi sifatnya ga manis.Kecantikan fisik tanpa kecantikan hati bosenin dilihat.Mudah luntur dan tidak tahan lama. =₩= TAK PEDULI MULUTKU TAK BISA BERBAHASA.... Manager jelas acc ijin Shiha karena dia pinter akting.Bergaya melas dan sok imut depan atasan.Aku batal deh mau melakukan rencanaku.Jam istirahat tiba.Aku duduk aja di ruanganku.Malas makan.Akhir2 ini aku ga peduli kesehatanku.Apalagi kalau denger orang ngomongin aku.Nafsu makan langsung hilang. <%< TAPI HATIKU PASTI AKAN BERBICARA....( Reza pov ) Asyik!Aku kumpul lagi sama cincin pasanganku.Sama tuanku nan wagu poll kami dijadikan satu dalam kalungnya.Gpp deh aku masih bisa kok mengendalikan dia.Dalam arti mempengaruhi atau bicara padanya.Lewat hatinya atau lewat mimpi atau penampakan lainnya.Apalagi cincin satunya sempat kena darah wah kekuatanku makin strong bisa merasakan keadaan jiwa Evi.Dia dalam dilema dan aku merasakan ia ingin mengakhiri hidupnya. >~> TAPI HATIKU PASTI AKAN TUNJUKKAN ARAH.... Aku harus mengarahkan majikanku ini,Si Mr Wagu Poll ini agar selalu dekat dengan Evi.Coba saja Mr Wagu Poll ini adalah Irwannya Evi. {`{ TAPI HATIKU PASTI TETAP RASAKAN...( Irwan pov ) Kusatukan cincinnya dikalungku.Kalau aku taruh dikotaknya lagi resiko dong.Ntar hilang lagi.Aku bisa merasakan bahwa cincin itu sangat penting bagiku.Entah kenapa yang pasti hatiku merasakan demikian. }¤} TAPI HATIKU PASTI KAN TETAP KATAKAN... Istirahat departemen GA dan departemen lain beda jamnya.Aku istirahat 1 jam lebih awal dari departemen lain.Jadi saat departemen lain rehat maka team GA bersih2.Karena aku anak baru,kerjaan yang ga disukai sama orang GA lama diserahin ke aku.Gpp aku nurut aja.Saat aku disuruh bersihin toilet di area distribusi aku jelas ga nolak,"Wan,kamu habis rehat bersihin toilet distribusi ya.Yang bersih lho soale yang staff sana itu kikrik orange.Itu yang namanya mb Shiha.Selingkuhannya Danang.Yang kecelakaan kerja tadi." Wah ternyata Danang itu punya selingkuhan di tempat kerja?Wah attitudenya kayak gitu pantas celaka dalam bekerja.Ngeri lagi kejadiannya iiihhh... [♡[ KAU MENCINTAIKU DAN KU MENCINTAIMU... Aku jelas siap 86 dong suruh bersihin toilet itu kan bisa lihat Evi.Wanita yang aku cintai.Aku ingin sekali segera mengungkap rasa yang terpendam selama bertahun2 ini.Bahwa aku mencintainya.Hanya dia. ]♥] KU INGIN DI SISIMU DI SISA HARI2KU... Akupun segera ke sana dengan membawa alat pembersih toilet seperti sikat,kesut dan yang lainnya.Moga aja dia mampir ke toilet.Aku ingin selalu di dekatnya.Berada di sisinya seperti masa dulu.Selalu bersama.Kapan ya masa itu terulang lagi? €_€ DAN KU HARAP KITA BISA PERGI BERDUA... Dan yang kuharapkan benar terjadi.Saat aku sedang bersihin lantai kamar mandi eh Evi masuk ke area kamar mandi cewek.Aku bilang padanya,"Hati2 licin lantainya..." Dia kaget juga lihat aku,"Kamu disini Wan?Lha mb Harti mana yang biasa bersihin sini?" £_£ TINGGALKAN DUNIA INI DI HARI TUA.... Aku jawab,"Katanya Pak Ngah ga masuk.Jadi aku yang back up kerjaannya.Katanya tetangganya ada yang meninggal." Evi manggut2 dan nampak tergesa ingin pergi,ia kayaknya ga nyangka ketemu aku lagi.Saking groginya ia malah keplese,"Eeiittt!!" Langsung aku menangkap tubuhnya agar ga jatuh ke lantai eh malah jadi meluk dia deh.Ups! Ia terkejut,"Irwan..." Gimana reaksi Reza kala dengar Evi manggil "Irwan" pada tuannya?
***see you next eps***
Eps 14 Cerbung ke-8 CINCIN PUTIH
>>>》》》CINCIN PUTIH EPS 14《《《<<< 》》》A Stranger / Orang Asing 《《《 >>>》》》Tiket V : 15508X-X 《《《<<< >>> CERPEN KE-8 : Vampire In Love Bekerja di sebuah museum memang gajinya ga seberapa namun lumayanlah buat anak kuliahan macam aku.Bisa dapat part time job kan bisa nambah kocek.Lagipula aku sudah tak punya ayah.Tinggal ibu dan seorang adik yang kumiliki.Adikku masih SMA.Namanya Ridwan.Dia anak laki tapi agak clingus gitu pas kecil dulu.Andai saja dia mewarisi sedikit sifat ayahku.Yang penjaga dan pelindung.Aku ingat Ayah selalu menjemputku pulang sekolah di halte.Vespa biru miliknya selalu nangkring di tepi jalan tiap kali aku turun dari bus.Namun kini sudah tinggal kenangan dan tiap kali lewat jalan itu aku selalu teringat ayah.Untuk sampai rumah aku harus jalan agak jauh sekitar 1 km lah.Dan itu melewati tempat yang sepi bahkan ada makam juga.Aku merinding kalau lewat sana diatas jam 6 sore.Tapi gimana lagi adikku ga mau jemput dia lebih memilih main game di rumah atau ngelayap sama teman2nya.Padahal motor yang ia pakai sebenarnya adalah uang buat biaya kuliah aku.Aku pernah coba meminjam sepeda motornya buat aku belajar naik motor tapi ia ga mau mendampingi malah ngomel2 bila ada goresan di body motornya.Belum kalau penyok karena nabrak.Mana berat lagi motornya.Pakai kopling lagi.Aku akhirnya ga minjem lagi.Padahal aku ikut mengangsur cicilan motornya tapi dia tetep susah dimintai tolong buat nganter atau jemput.Bilang ga enak bodylah,ga fitlah,ngantuklah,hujanlah...Intinya satu dia malas kalau buat keluarganya tapi kalau buat temannya dia langsung yes Boss!Bahkan aku pernah mengelus dada melihat dia dah rapi pagi2,"Tumben Ridwan udah rapi pagi2?Biasanya paling susah bangunin dia." Ibu menjawab,"Biasa En,mau ke rumah temannya.Kamu bareng aja sekalian mau kerja ke museum kan?" Namaku Anggraeni tapi Ibu suka manggil Eni aja,"Tapi apa Ridwan mau Bu?Daripada ujung2nya sakit hati mending Eni naik bus aja Bu.Gpp.Dah biasa." Bener kan adikku ga mau,"Ga bisa Bu kalau sekalian ngantar mb Eni.Kan ga searah.Temenku dah nunggu nih." Aku hampir menangis mendengarnya,kenapa ya adik yang begitu kusayang dan kumanja malah begitu sama kakaknya.Apa salahku?Padahal aku selalu kasih uang bensin tiap dia ngantar aku.Bahkan kalau dia butuh apa2 aku selalu usahain buat belike.Butuh helm,jaket bahkan pas dia nabrak orang aku juga yang keluar uang buat biaya pengobatannya.Kenapa ga ada rasa terima kasih sedikitpun ya?Mungkin benar kalau zaman ini akan muncul generasi yang tidak tahu terima kasih.Dulu dia waktu kecil aku juga yang anterin dia sekolah sampai nungguin.Soale dia takut kalau ga ditunggui.Tapi giliran aku minta antar aja dia ga mau.Takut temannya nunggu kelamaanlah macem2lah.Berulang kali aku mencoba menahan hati karena kalau aku marah ibu pasti sedih.Adikku kan kesayangan ibu.Aku memandang kakiku yang dulu kena exim puluhan tahun,'Apa dia malu ya punya kakak penyakitan ya?Tapi kini sudah sembuh sih.Kakiku dah bernanah parah kayak dulu lagi.Udahlah aku harus tetep baik sama dia.Kalau aku kepahitan aku bisa sakit malah.Ikhlaskan aja.' Begitulah hari demi hari aku berangkat naik bus.Jalan dulu sih soalnya ga ada angkot lagi sekarang.Aku kuliah ambil D3 aja.Irit biaya dan cepet kerja.Niatku cuma pingin bantu ibu.Biar beliau ga usah kerja jadi pembantu di rumah orang.Aku sedih lihatnya. Lamunanku buyar kala kudengar rame suara di ruang penyimpanan fosil,"En!Tolong kamu bersihkan ya patung ini.Ini penemuan penting.Jangan sampai besok saat dipamerkan masih terlihat kotor.Saya mau urus barang2 lainnya." Aku segera mendekat,"Siap Paman.Saya akan bersihkan dengan seksama.Ini kayak orang ya Paman.Hasil dari ekspedisi terakhir ya Paman?" Paman Tian menjawab,"Iya.Wah dapatnya susah lho.Konon dia itu bangsawan kerajaan kuno zaman dulu gitu.Ingat bersihin yang seksama ya.Habis itu kamu boleh pulang." Aku mengangguk dan mulai membersihkan patung itu.Paman malah pergi lagi sama teman2 arkeolognya.Tugasku memang hanya mendampingi pengunjung museum dan bersih2 semua benda2 yang ada di museum.Namun entah kenapa aku merasa kasihan dengan patung yang baru datang itu.Wujudnya seperti seorang pria yang menahan sakit.Terus dia itu bertaring gitu.Aneh deh ni patung.Awalnya dia kotor sekali.Tapi begitu kubersihkan dari berbagai kotoran tampaklah dia benar seorang bangsawan sepertinya.Mungkin dia dibuat sebagai replika seorang pembesar kerajaan di zamannya kali.Kasihan dia kenapa buat replika kok posenya kayak orang kesakitan gitu ya?Kuraba mulutnya dengan jariku siapa tahu ada yang masih kotor,"Aduh!" Aku malah kegores taringnya di mulutnya.Ada taring gitu di giginya.Yeah berdarah deh.Aduh netes lagi di rongga mulutnya.Kucoba bersihkan tapi tiba2 Paman ngebel aku,"En,dah jama segini lho kamu pulang aja ntar kemaleman lho.Besok dilanjut lagi gpp soalnya ternyata patung itu mau diteliti ulang.Jadi ga ikut dipamerkan." Aku jawab,"Ya Paman.Eni akan pulang.Lagian dah selesai juga kok." Paman Tian memang sangat baik padaku,dia adalah adik ibuku.Aku segera melihat jam,udah hampir jam setengah enam sore. mending aku pulang.Kan aku masih harus jalan nanti habis dari halte. Aku lihat tetes darahku udah ga ada di mulut patung itu,'Aneh.Padahal kan tadi masih ada kok hilang ya?Sudah deh aku pulang aja keburu malam nih.' Aku lalu menutup museum dan menyapa satpamnya,"Saya pulang ya Pak.Titip museumnya." Pak Satpamnya tersenyum,"Iya Neng Eni.Met pulang.Hati2.Sekarang lagi marak tindak kejahatan lho.Kok ga dijemput pacar atau siapa gitu?" Aku menahan pedih menjawab pertanyaannya,"Mana ada yang mau sama saya Pak.Adik saya lagi ada urusan penting.Ya udah saya pulang dulu.Mari Bapak.." Dia melambaikan tangan sementara aku mengusap air mata di ujung mataku.Ya adikku punya urusan lebih penting daripada merhatiin kakaknya.Aku melangkah menuju halte.Busnya lama baru datang.Setidaknya masih ada syukurlah.Aku sedih bila ditanya kenapa ga naik motor mb...atau kenapa ga kost aja...Gimana mau naik motor,punya motor ya cuma satu itupun atas nama adikku.Motornya dimodif gitu lagi jadi cuma dia yang tahu gimana style motornya.Dah gitu lecet dikit dia marah.Aku mendengar suara dalam hatiku,"Jangan kepahitan En.Jangan sampai kamu benci sama adikmu sendiri." Aku menghembuskan nafas sembari memandang jariku yang tergores tadi.Lukanya agak lebar juga ya.Setidaknya kini aku punya teman di museum.. Patung tadi he..he.. Turun dari bus aku segera jalan menuju rumah namun perasaanku ga enak.Entah kenapa aku berdebar gitu.Rasanya pingin segera sampai rumah.Kubel rumah,"Bu,Ridwan bisa jemput aku ga?" Namun aku harus kembali kecewa kala kudengar ibu menjawab,"Adikmu bilang ga enak badan.Dia capek seharian ngantar temannya tadi muter2 cari barang buat modif motor." Aku menahan air mataku,"Ya udah Bu.Eni akan usahain secepatnya sampai rumah." Ibuku menjawab,"Coba ayahmu masih ada ya.Hati2 ya En." Aku kembali melangkah dengan cepat.Mendekati area makam kulihat ada segerombolan pria asyik nongkrong gitu.Aduh bahaya nih...aku memang dengar kadang ada orang suka mabuk dekat situ.Aku berusaha makin cepat jalannya.Namun tiba2 salah satu dari mereka mencegatku,"Mau kemana neng ?Temeni kita yuk?Teman2 sini!!" Aduh...gawat!Aku berusaha lari tapi salah seorang membekap mulutku.Dia kuat sekali.Teriakku minta tolong tertahan oleh tangannya.Aku dibawa ke dekat makam,pakaianku hendak mereka lucuti.Tuhan tolong aku!!Seseorang tolong aku!!Salah seorang bergerak mendekati,"Giliranku dulu ya?Kalian jaga ya?" Terbayang olehku nasibku selanjutnya.Aku meronta namun mereka kuat sekali memegangiku.Namun tiba2 kudengar jeritan kesakitan.Kubuka mataku.Astaga kulihat orang2 itu tergeletak semua di tanah kering begitu kayak disedot gitu semua darahnya.Dan seseorang berdiri disana dengan mata merah menyala,"Siaaapa kamu?Jangan sakiti saya!!" Dia mendekatiku dan aku terpana melihatnya,"Siapa namamu Nona?" Aku dibantunya berdiri dan ia mengendus leherku,"Aku takkan menyakitimu.Mulai kini aku takkan biarkan siapapun menyakitimu." Aku merasa seperti mengenalnya,"Namaku Anggraeni.Terima kasih sudah menolongku.Terima kasih." Dia memelukku dan tiba2 menggendong tubuhku,"Aku Irwan.Akulah yang harus berterima kasih karena kau sudah membebaskanku dari kutukan.Darahmu...aku menyukai bau darahmu.Katakan dimana rumahmu?Akan kuantar kau pulang.Tempat ini berbahaya untuk seorang gadis." Kukatakan dimana rumahku,"Tak perlu menggendongku.Kakiku gpp." Matanya kembali ke warna biasa dan entah kenapa aku merasa aman bersamanya,"Aku akan menggendongmu ...ini akan lebih mudah buat kita sampai ke rumahmu.Bersiaplah!" Aku bingung apa maksudnya namun kemudian dia membawaku bergerak dengan sangat cepat seperti terbang saja.Wow!Aku memeluk lehernya kuat2.Dia mirip sekali dengan patung yang kulihat di museum.Pakaiannya juga agak aneh.Seperti pakaian zaman dahulu.Aku sudah sampai di depan rumahku,"Disini pasti rumahmu..." Aku turun dari gendongannya,"Bagaimana kau tahu?" Ia mengusap rambutku,"Aku bisa mencium bau tubuhmu di rumah ini.Itu ibumu?" Ibu nampak membuka pintu menyambutku,"Eni!!Syukurlah Nak kamu gpp.Ibu cemas." Aku dipeluk oleh ibu,"Ini siapa En?" Belum sempat aku kenalkan pria asing yang menolongku itu mencium tangan ibuku,"Perkenalkan nama saya Irwan." Aku lihat ibu tersenyum,"Terima kasih sudah mengantar putri saya Nak Irwan.Ayo masuk dulu." Irwan mampir bentar ga tahu tuh ngobrol apa sama ibu namun kulihat ibu cepat akrab sama dia.Aku sendiri segera ganti baju dan mandi.Aku risih dengan bajuku.Inget kejadian tadi.Untung ada Irwan tapi orang2 tadi diapain ya sama dia?Bisa seperti itu.Aku bergidik membayangkannya.Irwan pamitan ga lama kemudian.Namun aku kaget kala mengantarnya sampai depan,"Aku akan menjagamu...aku akan melindungimu mulai dari sekarang..." Dia membelai leherku,"Aku pergi dulu.Tapi aku akan selalu menjagamu..." Aku hanya bisa berucap,"Terima kasih ya...terima kasih juga sudah mengantarku..." Ia melangkah pergi dan aku masuk ke dalam rumah.Ibu menanyaiku,"Nak Irwan pacar kamu ya En?Ibu setuju kamu sama dia.Anaknya baik.Ketemu dimana?" Aku bingung jawabnya,"Eh...dijalan Bu.Dia nolong Eni tadi.Tadi ada pemabuk2 gitu Bu.Eni takut..." Ibu memelukku dan mengusap kepalaku,"Syukurlah kamu ada yang nolong En...Syukurlah..." Adikku keluar dari kamarnya,"Tuh kan Bu bisa pulang sendiri mb Eninya..." Aku mengusap air mataku dan melangkah ke kamar,"Eni capek Bu mau istirahat dulu." Aku ga mau debat sama adikku.Aku masuk ke kamarku yang letaknya di lantai atas dan astaga!!Kulihat di jendela seseorang menungguku,"Irwan?Kamu bagaimana bisa naik ke sini?" Ia menyerahkan setangkai bunga mawar padaku,"Aku melihat bunga ini di jalan dan aku ingin memberikannya padamu.Besok aku akan menjemputmu.Selamat malam kekasihku..." Aku terpana kala dia membelai wajahku dan dia tiba2 melesat pergi lewat jendela.Aku masih terpana,"Dia terbang?Dia manusia apa bukan ya?Aku mungkin mimpi.Sebaiknya aku tidur.Mana mungkin ada pria tampan tiba2 menolong aku dari tindak kejahatan lalu mengantarku pulang secepat kilat.Dan kini tiba2 menyebutku kekasihnya?Aku pasti berhalusinasi.Pasti...kebanyakan nonton Twilight pasti.Ya kayaknya iya...Aku tutup jendela dan pergi membaringkan diri ke atas kasurku.Aku tidur.Aku mimpi bertemu pangeran sebuah kerajaan gitu.Dia dikutuk oleh seorang penyihir karena kearoganannya.Dia diubah menjadi makhluk buas bertaring.Oleh orang tuanya disegel dalam sebuah peti dengan mantra tidur.Dan hanya bisa bangun jika ada yang memberi dia darah seorang gadis suci.Aku terbangun paginya,"Astaga...aku mimpi apa tadi?" Pagi ini aku harus kuliah.Aku segera sarapan lalu bersiap hendak jalan ketika teman cewek adikku datang,"Ridwan ada ga mb?Aku mau minta antar nih...ke sekolah he..he." Aku menjawab,"Ada kok." Aku lihat ibu menyapa gadis itu dan segera membangunkan adikku.Aku meneruskan langkahku menuju halte tapi baru melangkah beberapa meter tiba2 angin berdesir di dekatku,"Selamat pagi kekasihku..." Aku terperangah,"Irwan?" Dia kali ini datang dengan pakaian beda.Lebih stylish gitu.Wow...ganteng banget.Bahkan kulihat temen cewek adikku sampai ga berkedip melihatnya.Aku lihat ibu melambaikan tangan,"Titip Eni ya Nak Irwan..." Irwan mengangguk dan menggandeng tanganku,"Ayo kita pergi.Kemana kali ini?" Tangannya dingin seperti es.Tapi kehadirannya menghangatkan hatiku.Aku kembali digendongnya dan ia melesat seperti flash gordon,"Katakan padaku kau ini manusia atau bukan?" Dia memandangku,"Aku ini vampire.Tapi berada didekatmu membuatku tidak haus darah.Bau darahmu saja sudah memberiku kekuatan yang sangat besar.Kau adalah mempelaiku..." Aku terpana.Aku ternyata bertemu dengan vampire!!Dan ia kini menjagaku senantiasa.Bahkan tak lama kemudian Irwan kuliah juga di kampusku dan menjadi idola di sana.Ia mempesona siapa saja yang melihat dia.Dinginnya tatapannya dan pembawaannya yang cool membuat banyak gadis terpesona.Namun dia hanya memandangku.Siapapun yang mengusik aku akan berhadapan dengan Irwan.Aku kini tak perlu ngemis minta jemput atau antar adik aku lagi.Irwan selalu ada buatku.Entah bagaimana yang pasti dia selalu membuatku tercengang dengan perhatiannya.Dan aku yakin dialah patung itu karena malam dimana aku diganggu orang2 mabuk itu,museum dimana aku kerja kehilangan patung itu.Patung itu raib.Begitu juga dengan orang2 mabuk itu beritanya menghebohkan,"Ada Vampire di kota ini!!Awas hati2!!" Sementara vampirenya tengah menatapku penuh cinta,"Kekasihku...." Aku membelai wajahnya yang tampan,"Irwanku...kekasihku..." ***The End*** >>> HATIKU BERKATA INGIN KATAKAN CINTA...( Reza pov ) Apa?Aku tak salah dengar nih?Evy nyebut Mr.Wagu Poll ini dengan nama 'Irwan'?Aku tak percaya namun hatiku juga sangat lega.Walau agak heran juga sih kok bisa ya Evyku suka cowok model wagu begini?Sampai jadi hantu gini aja aku masih ga percaya.Ah paling sama nama aja kali... NAMUN AKU MALU UNTUK MENGAWALINYA...( IRWAN POV ) Merengkuh tubuh Evy aku berdebar bahagia,andai aku bisa ungkapkan rasa di dada.Aku senang ternyata masih kulihat sinar mata yang sama di matanya kala menyebut namaku dengan bibirnya yang indah,"Irwan?" Ya namaku jelas indah terdengar bila dia yang mengucapkannya.Aku harap semuanya masih sama seperti dulu. >>>JANTUNGKU BERDEBAR SAAT KAU MENATAPKU....( Evy pov ) Memandang dan merasakan kehadiran Irwan kembali membuatku ingin menangis.Sekian lama aku menanti dia kembali.Dan saat aku mulai bisa melupakannya dengan kehadiran Reza di hatiku tiba2 tragedi terjadi.Aku tak sanggup menatap matanya.Matanya masih sama tapi kali ini aku melihat sesuatu yang teduh di sana.Suatu kedamaian dan ketentraman.Aku sungguh tak bisa melupakannya... >>> JADI SALAH TINGKAH BICARA SAMA KAMU.... Aku kikuk kala mau mengucapkan terima kasih,"Eh...aku...eh...kamu..." Irwan membantuku kembali tegak,"Kita ...berkumpul lagi...aku kangen masa itu.." Aku terhenyak mendengarnya,"Kau tidak melupakan kenangan kita?" Ia mengusap kaca matanya yang berembun,"Mana mungkin aku lupa..." <<< BIBIRKU TERBUNGKAM MELIHAT SENYUMMU...( REZA POV ) Bibirku kelu kala aku mendengar percakapan mereka.Benar ternyata dialah Irwan yang selama ini dinantikan Evyku.Cinta pertama Evyku.Untuk pertama kalinya dia mengenal cinta dan itu hanya pada satu nama yaitu Irwan.Aku ga sangka ... 》》AKU TAK KUASA SAAT DI DEPANMU.... Cinta yang kuberi ternyata tak kuasa mengubah tragedi.Aku merenung dalam hati.Lalu aku merasa sangat sedih,'Mengapa aku harus ada didunia jika aku akhirnya alami nasib semerana ini?Kenapa Tuhan tidak adil padaku?Kenapaaaaa????!!!' Tiba2 kilat menyambar,"Zlappp!!" Evy ketakutan dan meraih lengan Irwan,"Apa itu Wan??!" Mendung tiba2 bergulung2 dan bunyi guntur menggelegar.Aku melesat pergi meninggalkan Evyku dengan pria yang ia dambakan.Bukankah aku sudah berhasil mempertemukan mereka?Namun waktu seperti berhenti kala sosok putih bersayap itu muncul lagi.Ia melayang di udara turun bersama petir,"Tuhan itu Maha Adil.Apakah kau tahu kenapa kau begitu sengsara?Mengalami kematian di saat usiamu masih sangat muda.Kau tahu kenapa?Kutuk tanpa alasan tidak akan kena.Akan kuberitahukan padamu.Mari ikutlah denganku.Kuperlihatkan kepadamu...." >>>SEBENARNYA AKU INGIN MENGUNGKAPKAN RASA... Malaikat itu menunjukkan bagaimana leluhurku telah mencelakai orang sehingga satu keluarga terbunuh semua dalam sebuah kecelakaan.Mereka memiliki usaha transportasi tapi mereka melakukan korupsi dan lalai melakukan tugasnya sehingga pernah satu rombongan tewas masuk jurang karena masalah teknis.Malaikat berkata padaku,"Lihatlah berapa nyawa melayang karena ulah mereka?Kini keturunan mereka yang mendapat balasannya.Karma....Siapa menabur dia akan menuai..." Aku ngeri melihat berbagai tragedi yang diperlihatkan padaku oleh ulah leluhurku.Tak sangka...sungguh tak sangka...dibalik hidup mapan dan martabat yang dielu2kan ternyata ada banyak darah orang tak bersalah yang menghiasi tangan keluargaku. >>>TAPI MENGAPA AKU SELALU TAK BISA.... Ini kenapa aku mengalami banyak kemalangan seperti ini.Ada sepasang pengantin meninggal ditabrak oleh armada milik keluargaku.Kini aku mengerti kenapa aku sendiri tak bisa menikah.Pengantinnya sudah siap namun aku tak mendapat restu langit.... 》》BAGAIMANA CARANYA AGAR DIRIMU BISA TAHU KALAU AKU SUKA ...SUKA ...SUKA SAMA KAMU....( Irwan pov ) Evy memegang lenganku dengan spontan kala petir tiba2 menggelegar,"Aku disini Vy...jangan takut...aku takkan meninggalkanmu lagi..." Evy terpana mendengar perkataanku,air mata menggenangi kelopak matanya.Tangannya bergetar,"Kau takkan meninggalkan aku lagi?" Aku mengangguk padanya,"Janji!Aku berjanji padamu." Seseorang datang,"Hey hujan lho!Area Gudang ada yang trocoh segera ke sana!" Rupanya Pak Ngah,Evy segera melepas pegangan tangannya di lenganku.Aku lihat Pak Ngah lari sambil bawa payung dan ember,"Ayo !!" Aku memandang Evy,"Aku ke sana dulu ya..jangan sedih ok...aku sudah kembali..." Entah kenapa aku berkata begitu tapi hatiku ingin mengatakan itu.Evy mengangguk.Aku segera bawa perlengkapanku dan lari mengikuti Pak Ngah.Hujan membawa suasana romantis di hatiku...kisah cintaku akan segera dimulai.Aku yakin itu. Maaf jika pendek tapi sudah saatnya saya kerja.***see you next eps***Eps 15 CERBUNG KE-8 Cincin Putih
××× CINCIN PUTIH EPS 15 ××× TIKET H ××××84 : Love His Name = Mencintai Namanya ××× LELAH HATI YANG TAK KAU LIHAT ANDAI SAJA...( EVI POV ) Perkataan Irwan padaku bahwa ia takkan meninggalkan aku lagi sungguh menjadi jangkar bagi hatiku yang lelah dengan semua yang kualami.Banyak hal buruk yang kualami membuat aku merasa seperti dikejar kutukan.Andai saja aku tahu bakal begini kejadiannya takkan kubiarkan Reza mendekatiku dulu.Jika saja ia tak mengenalku pasti ia masih hidup sekarang.Aku telah membuat keluarganya sedih.Jika saja ibuku tak mengandungku dulu pasti beliau masih hidup sekarang.Ayah pasti takkan sedih dan berumur panjang pasti.Petir kembali terdengar,aku segera kembali ke kantorku.Sebagai manager supplay chain aku memang terkenal bagus dalam bekerja namun jujur aku lelah dengan orang2 sekitarku.Perkataan mereka membuatku lelah. ××× DAPAT KAU RASAKAN LETIHNYA JIWAKU KARNA SIFATMU... Sebenarnya alasan terbesar aku menerima cinta Reza karena perkataan orang2 itu.Mereka terus saja mengatai aku.Apalagi Shiha juga ikutan mencela kenapa aku tak jua gandeng pria.Sebenarnya aku sedang menanti pria impian hatiku.Irwan.Dialah yang membuatku mengerti apa itu cinta.Kali pertama aku jatuh cinta dan sejak itu hatiku tak bisa berhenti mencintai Irwan.Itulah kenapa aku terus menutup diri pada pria lain.Namun hatiku lelah dengan perkataan orang yang terus saja menilai kehidupanku. ××× INDAH CINTA YANG KAUBERIKAN KINI TIADA LAGI KUDAPATKAN TEDUHNYA JIWA...( DANANG POV ) Kedatangan Lesti sungguh meneduhkan hatiku.Ia menatapku dengan cemas.Kenapa sih kamu masih begitu perhatian sama aku Les?Aku ini suami yang ga bener.Aku sudah selingkuhin kamu.Namun saat aku dalam derita,kaulah yang aku ingat dan aku cari Les.Bukan wanita lain.Wanita lain mungkin punya pesona fisik tapi tidak hatinya.Aku selalu merasakan dalamnya cintamu padaku,"Maafkan aku ya Les?" Lesti membelai kepalaku,"Mas jangan banyak bicara dulu.Mas istirahat saja.Aku akan tungguin Mas." Ku tersenyum penuh haru,"Anak2 bagaimana?Sama siapa mereka?" Lesti tersenyum senang mendengar perhatianku pada Nino dan Ivan,"Mereka sama ayah ibuku Mas.Kutitipkan.Soalnya kalau kubawa pasti aku ga boleh masuk sampai sini." Aku lega mendengarnya,"Aku kangen mereka..." Lesti lalu bercerita soal lucunya anak2ku.Bagaimana sekolah Ivan dan bagaimana Nino mulai belajar tentang huruf dan angka. ××× BAIKNYA KUPERGI TINGGALKAN DIRIMU...( REZA POV ) Kini aku sudah tahu kenapa hidupku berujung tragedi.Namun mengapa aku masih di sini?Kenapa aku ga dibiarkan tenang di alam kematian? Malaikat itu membawaku kembali,"Lihatlah di sana!" Aku melihat bayangan hitam menyeramkan mengikuti Evi,"Apa itu?" Malaikat itu menjawab,"Roh Kematian sedang mengincarnya...dia begitu putus asa dengan kehidupannya...jika kau tak manfaatkan kesempatan ini maka wanita yang kaucintai itu akan mengalami tragedi juga sepertimu." ×××SEJAUH MUNGKIN UNTUK MELUPAKAN O..O... Tidak!Evi ga boleh berakhir naas sepertiku.Ia harua bahagia itu impianku,"Apa yang bisa kulakukan?Aku cuma arwah penasaran.." Malaikat menunjuk ke arah pria bernama Irwan,"Dia adalah keturunan orang2 yang baik.Keluarganya sangat dermawan dan telah melakukan banyak hal yang baik selama mereka hidup.Didalam dirinya ada perlindungan ilahi Tuhan.Ia dinaungi dengan rahmat Tuhan.Itulah berkat bagi anak cucu dari leluhur mereka karena setiap perbuatan manusia semua dibalas Tuhan.Kutuk dan berkat itu diturunkan.Kau bisa menyelamatkan kekasih hatimu itu lewat pria itu.Ketulusan hatinya akan menentramkan hati wanita yang kau cintai itu.Dengan begitu pula kau akan menolong banyak orang.Aku harus pergi ..." Malaikat itu menghilang dan aku kembali pada tuanku dengan tekad baru. ××× DIRIMU YANG SELALU TAK PEDULIKANKU...( Irwan pov ) Wah parah nih area gudang kok bocor gini sih?Gimana team konstruksi nih?Buat bangunan bener kagak nih?Aku mengikuti Pak Ngah berlarian bawa alat pel,"Memang sering begini Pak?" Ia jawab sembari menaruh pail di sebuah ujung yang bocor,"Iya Nak.Kalau hujan begini bapak pasti repot.Bapak dah lapor tapi ga ditanggapi.Ga tahu tuh katanya tunggu budget.Nanti kalau ada bahan baku rusak karena basah team kita yang disalahin.Kita selalu jadi kambing hitam." Wah ga bener nih!Banyak hal telah kulihat hanya dalam sehari saja.Ada pencurian dalam perusahaan juga ada keluhan dan fasilitas rusak yang perlu di tangani segera.Budaya ga peduli ini harus dihentikan.Masak spv gudangnya bisa nyantai lihat bahan bakunya ga terawat kayak gini.Malah asyik lihat you tube dia.Aku geleng kepala memandangnya. ××× YANG MENCINTAIMU YANG MENYAYANGIMU...( SHIHA POV ) Hujan mengguyur RS dimana aku berada.Aku mau test kehamilan.Aku yakin aku sedang hamil sekarang.Aku senang jika benar aku hamil.Pasti Danang akan terkintil2 sama aku.Dia pasti akan manjain aku.Dan pastinya akan menceraikan isterinya yang ndesit itu.Habis periksa aku mau nengok Danang juga ah.Dari jauh aja soalnya ntar ribet urusannya kalau ketahuan orang perusahaan.Jika benar aku hamil maka aku akan ajukan resign.Terus aku dan Danang akan menikah.Ga usah mewahlah yang penting resepsi digelar dan orang2 di kampung aku tahu kalau aku dah punya laki sekarang.Wah terbayang bahagianya aku.... ××× BILA SAAT NANTI AKU JAUH....( Evi pov ) Aku bersiap mau pulang.Sudah jam 5.Namun gelap gini ya suasananya?Mendung kali.Aku biasanya pulang overtime.Level kayak aku walau bukan manager utama tapi cukup diperhitungkan juga.Setelah karyawan sudah mulai berhamburan keluar aku baru melangkah menuju tempat sidik jari.Satpamnya nanya,"Pulangnya bareng siapa Mb?" Aku makdeg mendengarnya,astaga...biasanya aku kan bareng Reza.Dia nungguin gitu depan gerbang.Nangkring gitu di atas motornya.Namun kini aku bahkan gemetar megang motorku di rumah.Aku tadi aja naik kendaraan umum.Aku jawab,"Paling nebeng Pak.Atau paling naik taxi." Satpamnya manggut2,aku tahu dia cuma basa basi alias beramah tamah.Aku melangkah keluar gerbang dan aku terpana kala kulihat di tempat Reza biasa nunggu aku kini sudah ada Irwan di sana.Dia pasti nunggu lama.Soalnya jam 6 gitu aku baru keluar pabrik.Dia asyik ngobrol sama satpam lalu satpamnya berkata,"Mb Evi bareng Masnya ini lho...searah ..." Aku lihat Irwan tersenyum,"Iya mb bareng saya aja...saya sejak tadi nunggu hujan ga reda2...he..he.." Irwan segera mengjidupkan vespanya,ya ampun suaranya....sudah biasa memang di kerjaanku buat karyawan yang punya kendaraan nebengin temennya.Jadi satpamnya ga curiga gitu sama aku dan Irwan,Irwan juga makai jas hujan klebet yang bisa menaungiku juga.Aku pamit sama satpam,"Mari Pak..." Satpamnya malah pesen pada Irwan,"Ati2 Mas!Gawa wong ayu...rasah yakyakan.." Aku ketutup mantolnya Irwan.Kami melaju dalam derai rintik hujan.Ingin sekali aku memeluk pinggangnya namun berada dekat dia aja aku tenang banget.Hujan kian deras sederas darahku mengalir ke jantung.Irwan menepikan vespanya,"Vi,kita berteduh dulu ya?Hujannya makin deres nih." Aku cuma menurut saja.Kamipun berteduh di sebuah emperan.Irwan melihat padaku,"Kamu sepertinya lagi banyak pikiran ya Vi?" Aku merasa dingin,"Banyak hal terjadi dalam hidupku Wan..." Petir menyambar aku takut sekali dan spontan kupegang lengan Irwan,"Aku takut Wan..." Kulihat Irwan memegang tanganku,"Aku di sini aku sudah tidak jauh lagi sekarang...Aku akan menjagamu..." ××× KUHARAP KAU MENGERTI..... Kembali terdengar petir menggelegar,aku dipeluk oleh Irwan,"Hanya petir...jangan takut." Dipelukannya aku merasa nyaman dan tenang rasanya seperti menemukan pelabuhan tempat bersandarnya perahu hatiku.Irwan berkata padaku,"Aku dengar tadi ada yang membicarakanmu...katanya kau ....kau baru saja kehilangan seseorang ya?" Aku tak bisa menahan pedih hatiku lagi aku menangis di pelukan Irwan,"Iya Wan...hu...hu.." ×××KUHARAP KAU SADARI....( REZA POV ) Melihat Evi menangis di pelukan pria bernama Irwan itu,hatiku menyadari satu hal,dialah orang yang tepat buat Evi.Dia akan membahagiakan Evi.Walau wajahnya wagu banget tapi dia memiliki ketulusan dan pastinya restu dari langit.Aku lega sungguh rela dan ikhlas lihat mereka bersama.Akhirnya kepedihan hati Evi tercurah dalam dekapan pria wagu poll ini.Aku berkata pada langit,"Please hujannya lamain dulu yach...please...please..." Wah langsung dibalas dengan sambaran geledek,"Duer!Duer!!" Weleh...weleh.... Evi kian erat meluk Irwan soale ketakutan dia.Aku aja nyengkirik dengernya gimana orang yang masih hidup.Kudengarkan bagaimana Evi hanya terus menangis selama hujan turun dengan derasnya.Kulihat pria bernama Irwan itu malah ikut berkaca2 padahal belum diceritani apa2 dah ikut mewek juga walah....hatinya lembut ternyata.Baguslah... Akankah Evi akan lebih tenang usai nangis di pelukan Irwan?***see you next eps***
Eps 16 CERBUNG KE-8 CINCIN PUTIH
`|`|`| CINCIN PUTIH EPS 16 '/'/'/ TIKET Z 155049-8 !'!'!'! Be Comforted / Dihiburkan `¡`¡`¡` TUMOR PARU Tumor paru adalah penyakit dimana terjadi pertumbuhan sel yang tak terkendali dalam paru2.Tergolong penyakit yang berat dan dapat menjangkiti pria dan wanita.Umumnya para perokoklah yang menderita penyakit ini.Berikut tanda2nya : * biasanya mengalami sesak nafas saat beraktivitas→gejala sesak nafas ini tak kunjung sembuh * sakit batuk yang tak segera sembuh→waspadai batuk secara terus-menerus sampai lebih dari seminggu.Batuk berkepanjangan merupakan indikasi awal tumor paru. * sering merasakan nyeri dada * mudah merasa lelah * nafsu makan yang menurun /'/'/' RINTIK HUJAN DI SANA TAK SEDERAS AIR MATAMU...( Irwan pov ) Hujan terus dicurahkan dari langit.Deresnya...namun aku bersyukur dengan rinai hujan karena orang jadi ga merhatiin.Kuraih Evy dalam pelukanku.Di Belanda aku lihat bagaimana orang2 disana selalu memakai sentuhan sebagai ungkapan perhatian.Bisa kurasakan awalnya Evy kaget kupeluk.Namun kemudian tubuhnya berangsur rileks dan ga kaku lagi.Ia menangis dalam pelukanku.Bener ternyata pelukan bisa menenangkan seseorang.Hujan terus mengalir seiring air mata Evy membasahi dadaku. !'!'!"! OH SAYANG ...DERITAMU SUNGGUH MALANG.... Evy terus menangis,"Namanya Reza,Wan....hiks...hiks...kami sudah siap untuk menuju pelaminan namun....hu...hu..." Hatiku bergetar kala mendengar kata 'pelaminan'.Ada rasa cemburu dan juga rasa penasaran.Namun aku tak bicara apapun,biar Evy puas nangis dulu.Sepertinya ia tak menemukan bahu sandaran tangis selama ini.Tubuhnya begitu berguncang.Untung aja hujan juga makin deras.Pandanganku juga ikut kabur karena air mata juga menggenang di pelupuk mataku.Kesedihan Evy transfer padaku.Jiwa kami menyatu.Malangnya nasib kekasih hatiku ini...belum ceritapun aku sudah kebayang sedihnya. /!/!/! MENDUNG DI LANGIT ITU...( EVY POV ) Aku bersyukur langit menyirami bumi dengan hujan.Air mataku membaur dengan rintik hujan.Orang yang lewat ga akan bisa bedain aku lagi nangis apa lagi kena tetesan hujan.Hatiku tak bisa lagi menahan kepedihannya,aku sandarkan semua dibahu Irwan.Makasih ya Wan...mau jadi bahu sandaran tangisku..Hatiku memang sedang gelap.Aku bahkan sempat punya niat bunuh diri karena kedukaan yang mendalam. |`|`|` TAK SEGELAP RELUNG HATIMU...( REZA POV ) Bayangan kegelapan itu menjauh kala Evy berada dalam pelukan pria bernama Irwan itu.Aku berkata pada bayangan itu,"Pergi Kau!!Jauhi kekasih hatiku!Jangan dekat2 dia!Pergi !Hush...hush.sana...!" Weleh malah kayak Syahrini,artis kondang dengan gaya usir cantik dia.Bayangan itu malah terkekeh,"Aku akan mencari waktu yang tepat untuk kembali menguasai hati kekasihmu itu ...sss....sss...sekarang dia punya perisai pelindung...pria itu...dia dinaungi lapisan pelindung yang tak bisa kutembus...tak apa...aku akan pergi dulu mencari mangsa yang lain...yang bisa kuajak ke kerajaan kegelapan...menjadi sekutuku ha..ha..." ↓°↓°↓° OH KASIH...KANDASLAH CINTA SUCI... Bayangan gelap itu pergi menebar rasa mencekam di bulu kuduk.Singup kala orang Jawa bilang.Walau pergi sambil ngancam gitu tapi aku lega setidaknya Evy ga kena pengaruh dia.Kasihan Evy tapi sebenarnya yang paling kasihan adalah pria wagu poll itu.Datang jauh2 eh disuguhi kisah sedih.Kisah cinta suci yang kandas.Cintaku kandas di jalan.Di ambang mahligai pernikahan.Aku keluar ah...ku berdiri dekat Tuanku yang tengah memeluk Evyku.Sepertinya ada orang yang mau berteduh juga namun kala melihatku,temannya segera mencegah,"Mas berteduh di tempat lain aja yuk!Aku takut...itu ...itu..." Teman apa suami ya?Apa paman?Ga tahu ah...biarin aja mereka.Aku emang sengaja keluar menampakkan diri dalam bentuk kepulan asap agar mereka ga ganggu moment curhat Evyku.Hush...hush...sana!Hi...hi....Kabur deh mereka.Yess! `\`\`\ LUPAKAN ENGKAU HANGAT MENTARI...( INTRUDER POV ) Niat aku dan selingkuhanku itu mau check in ke hotel tapi malah kehujanan di tengah jalan,jadine ya mampir berteduh gitu.Kulihat sebuah emperan lumayan nyaman buat berteduh dari siraman hujan.Namun baru juga berhenti belum lepas helm eh lha kok selingkuhanku depis ketakutan gitu dan menarik tanganku,"Mas itu...itu...asap apa orang sih Mas?Aku kok merinding ya...Tempat ini kayaknya serem deh..." Aku lihat ke arah mata dia melirik.Astaga!Ada sepasang orang sedang pelukan gitu kayaknya sih suami isteri.Mungkin sang isteri takut dengar bunyi petir menggelegar.Lalu meluk nenangin isterinya.Tapi yang ketiga itu sosoknya kayak transparan gitu ya?Kayak asap putih gitu tapi ya kayak orang gitu...hiiihh...aku jadi nanar apalagi motorku tiba2 jadi susah dihidupin.Selingkuhanku sampai ngewel lihatnya,"Mas ayo pergi aja dari sini...ga usah ke hotel deh...aku dah kehilangan mood nih...serem Mas...ntar malah kita kena sial lagi.Kayak banyak pasangan yang mati ditemukan saat berhubungan...ga ah...aku ga mau mati sekarang Mas...aku minta antar aku pulang aja!" Dia ngewel tapi aku juga ga bisa menstarter motorku,aduh...pas lagi hepi ye..ye..kok ya malah kayak begini sih? Bayangan asap itu kayaknya mendekat gitu wah ngewel sampai terkencing2 di celana selingkuhanku.Dia lalu lihat angkot lewat,"Mas aku naik angkot aja!Aku pulang sendiri aja..." Wei...aku kok ditinggal ki piye tah?Yeah dia dah masuk angkot.Sial!!Tapi begitu dia pergi,motorku nyala lho.Weh...akupun segera cabut dari sana.Apes...apes...batal nih check in di hotelnya. Lupain deh...otw rumah aja. \~\~\ YANG AKAN MENGGANTI GELAP EMBUN PAGI...( Shiha pov ) Aku ga jadi nengok Mas Danang,berita dari dokter menggantikan rencanaku jadi kepanikan.Aku ternyata hamil anggur.Hamil diluar kandungan.Aku hanya punya satu pilihan dikiret.Ga mungkin akan bertahan juga karena ga ada didalam area dimana seharusnya janin bertumbuh.Aku malah bakal absen lama nih dari kerjaan.Ga mungkin aku langsung pulih.Kata orang dikiret itu lebih sakit daripada melahirkan.Sial!!Sial!!Isteri Danang menang lagi!Aku kesal! %`%`% TAK SELAMANYA MENDUNG YANG HITAM KAN BERSEMAYAM DI HATI... Aku segera masuk kamar dan nangis di ranjangku,ibu mendekatiku,"Kamu kenapa Nduk?Datang2 kok nangis?" Aku males sebenarnya ngomong sama ibu paling juga diceramahi tapi aku harus curhat.Aku ga suka mendam masalah,"Shiha hamil anggur Bu...secepatnya harus dibersihkan...Shiha takut Bu...bagaimana jika Shiha ga bisa hamil karenanya...gimana Bu?" Ibu awalnya kaget juga namun kemudian mengusap kepalaku,"Inilah karma ibu...kamu yang kena...orang yang hamil anggur bukan berarti selamanya ga bisa hamil normal Nduk...teman ibu ada kok yang alami gitu terus bisa hamil usai dibersihin...kamu jangan panik..." |~|~| LUPAKAN SAYANG DERITA DI HATI...( IBU SHIHA ) Aku membelai kepala putriku,rasa bersalah menghinggapiku.Andai saja aku dulu ga menggoda suami orang pasti putriku akan lahir dengan lingkungan yang lebih baik.Sekarang dia mau ketemu ayahnya saja harus delikan.Aku menyesal dan hanya bisa berujar,"Lupakan dia Shiha...lupakan pria itu nduk...jangan mengulangi kesalahan Ibu..." {`{` SENYUMLAH SAYANG WALAUPUN ENGKAU SEDIH....( Danang pov ) Lesti menungguiku dan merawatku,ia menyuapiku dan membenarkan selimut di tubuhku.Les,aku jadi malu sama kamu.Aku sudah buat kamu sedih eh sekarang buat kamu repot pula.Hatiku penuh sesal dan rasa bersalah padamu Les.Aku memandang isteriku itu,"Kamu ga pulang Les?Anak2 gimana?" /'/'/ KEKASIHMU PERGI TINGGALKAN ENGKAU SUNYI.... Lesti malah tersenyum sambil membantuku berbaring,"Mereka udah makan Mas.Ada ibuku jaga mereka.Kamu ga usah mikir macem2 Mas.Biar cepet baik kondisinya.Jadi kita bisa cepet pulang." Aku terharu dengan perhatian Lesti.Kenapa aku ga bersyukur dikaruniai isteri sebaik ini?Kenapa aku masih melirik wanita lain.Saat aku sakit siapa yang care dan setia?Mana Shiha?Ga nongol kan?Aku melihat ke langit2 kamar RS.Timbul tekad baru dalam hatiku,tekad untuk meninggalkan Shiha dan menata kembali rumah tanggaku dengan Lesti.Apa aku perlu pergi dari kota ini ya? /'/'/ RENUNGKAN SAYANG MASA DEPANMU... Lesti menyelimutiku,"Tidur Mas...aku mau ke kamar mandi dulu.Buang urine.Sudah penuh kantongnya...aku tinggal dulu ya?" Aku mengangguk dan berbaring sambil merenung.Merenung masa depanku.Banyak hal harus kubenahi.Tapi yang utama aku tahu dan mantap akan ninggalin Shiha.Itu sudah jadi keputusan dan tekadku. Ada yang mau baikan nih?Tapi apa Shiha mau ya ditinggal sama Danang?***see you next eps***
Eps 17 Cerbung 8 CINCIN PUTIH
●●● CINCIN PUTIH EPS 17 OOO TIKET N 01221708 °°°°° Peace With Him = Damai Bersamanya ••• SEMENJAK KAU MENANGIS SEDIH...( Irwan pov ) Aku ga sangka ternyata wanita yang kucintai telah alami kesedihan begitu dalam.Tanpa dia banyak bicarapun aku bisa merasakan betapa dia tertekan dan begitu terpuruk.Kupeluk dia dengan erat dan kukatakan padanya,"Katakan semuanya padaku.Jangan sembunyikan apapun dariku.Menangislah sampai kau lega.Menangislah..." ○○○ HATIKU TERASA SUNYI...( Evi pov ) Hatiku ga merasa sunyi lagi dalam dekapan Irwan.Aku menemukan kedamaian dalam dekapannya.Betapa aku bersyukur ia hadir disaat aku membutuhkan jangkar bagi kapal kehidupanku yang nyaris hancur dihantam gelombang.Tuhan sungguh masih sayang padaku.Ia mengambil Reza dariku tapi dia membalut lukaku dengan mengirim Irwan padaku. ●●●KUINGIN KAU TERSENYUM LAGI....( Reza pov ) Walau ada rasa gimana gitu tapi melihat Evi bisa mengungkapkan hati pada pria bernama Irwan itu,hatiku sungguh lega.Kuharap pria itu meski wajah wagu begitu tapi hidupnya bisa mendamaikan hati Evi.Kasihan dia...jadi gunjingan orang,jadi kambing hitam juga bahkan dimaki2 sama Mami aku.Aduh...Lama aku ga lihat Mami aku.Apa dia juga menderita kayak Evi ya?Aku ga suka kalian perempuan2 yang kusayang jadi bermuram durja karena aku.Aku harus buat Mami aku juga tersenyum lagi.Mending aku lihat Mami ah...Evi kan aman sama Mr Wagu poll. :O:O:O SEPERTI YANG DAHULU...( Isda pov ) Ga mungkin aku bisa kayak dahulu lagi.Anak yang kuimpikan meninggalkanku lebih dulu.Kenapa bukan aku ya Tuhan?Jika nyawaku bisa ditukar aku rela menggantikan posisi putraku.Sungguh rela.Apa dosa kami sehingga mengalami hal yang demikian?Apa? °°° BISAKAH KAU MENGHAPUS AIR MATAMU... Suamiku berkali2 coba menyuruhku mengikhlaskan kepergian Reza tapi ibu mana yang bisa ikhlas ditinggal anaknya lebih dulu menuju Yang Kuasa?Ibu mana?Susah payah aku mendapat anak hingga konsultasi ke luar negeri hingga ke berbagai dokter ahli namun berakhir begini.Aku nelangsa.Benar kata pepatah : Sia2 kita berjaga2 jika Tuhan tidak berjaga2 buat kita.Pasti ada yang salah dalam keluargaku.Pasti.Aku tanya suamiku,"Mas apa bisnis transportasi kita pernah punya salah sama orang Mas?" Kami punya bisnis bus cepat antar kota antar propinsi.Kami punya sekitar 300 bus untuk satu kota saja.Namun Reza ga mau handle bisnis itu entah kenapa.Dia ga suka managementnya yang menurut dia tak menghargai nyawa manusia.Dia malah milih kerja jadi mekanik di pabrik. 000 TERSENYUMLAH CINTAKU... Suamiku hanya bisa mendesah,"Bisnis transportasi ya begini nih Mi.Resiko kecelakaan sangat besar.Tapi mau gimana lagi.Ini bisnis turun temurun keluarga Papi." Pasti pernah ada kejadian yang ga terurus dengan baik hingga kutuk mengenai putraku.Aku mengusap air mataku,"Pi,coba selesaikan dengan baik semua kasus kecelakaan yang berhubungan dengan armada kita.Aku ga mau kehilangan siapa2 lagi.Aku ga mau." ♡♡♡ HAPUS SEMUA KESEDIHANMU...( Ayah Reza ) Kasihan Isteriku.Ia harus kehilangan buah hati kesayangannya dengan cara tragis.Aku juga kehilangan namun kesedihan isteriku pasti lebih dalam karena dia yang mengandung selama 9 bulan.Dia membesarkan selama puluhan tahun.Sungguh karma apa ini hingga keluargaku alami seperti ini?Aku harus membenahi banyak hal supaya derita isteriku diringankan.Dia sudah ga mau makan juga kerap pingsan.Wajahnya yang cantik kini jadi pucat pasi.Pandangannya kosong dan terus saja menangis.Aku tak mau kehilangan dia.Aku mencintainya.Kiranya Tuhan membuka kandungan isteriku dan menghiburkannya dengan memberi seorang anak penghiburan.Semoga... °°° TERSENYUMLAH SAYANGKU...( Irwan pov ) Hujan sudah ga deras lagi hanya tinggal rintik2 saja.Kuusap air mata di pipi Evi,"Jangan nangis lagi yach?Hujannya dah reda tuh yuk kuantar pulang.Kasihan kamu bisa sakit nanti kalau basah gini." Evi kini bisa tersenyum dan mengangguk padaku.Ia naik ke boncenganku dan menyandarkan kepalanya di punggungku.Aku tersenyum merasakannya.Dia kembali merasa nyaman berada di dekatku.Sebentar lagi Eviku yang ceria pasti akan kembali. ♥♥♥ KUINGIN KAU SELALU BAHAGIA... Aku ingin membuat dia bahagia.Aku akan membuat dia ceria lagi.Jangan sampai dia merasa sendiri menghadapi semuanya.Kami melaju menuju rumah Evi.Rumahnya masih sama seperti yang dulu.Hanya aku lihat seorang wanita tengah baya nampak sinis gitu menyambut kami,"Wah...kupikir kamu ga inget pulang Vi.." Kuparkir vespaku dan coba mengingat siapa wanita itu,"Maaf...Tante...kayaknya saya pernah lihat Tante deh..." Evi mengenalkan wanita itu padaku,"Dia Budheku.Kamu ingat kan?" °°° AIR MATAMU YANG MENETES ... Oh iya aku inget.Wanita ini dulu begitu kemayu gitu.Kusalami dia eh malah dia menghindar kayak jijik gitu,"Kuoikir ngelayap kemana kamu Vi rupanya sama manusia cupu nyentrik ...ga tajir lagi...kayaknya...lihat aja nganter aja pakai vespa butut.Berisik lagi!Amit2...kamu nemu dimana dia?" ♡♡♡ TELAH MENGIRIS HATIKU....( Evi pov ) Pedes tenan perkataan Budhe Soimah.Dia tega ngomong gitu depan Irwan pula,"Budhe dia ini Irwan,sahabat lama aku." Kata2 Budhe moga ga menyakiti hati Irwan walau telah mengiris hatiku. ••• KUMOHON KAU JANGAN MENANGIS... Aku lega kala Budhe Soimah pergi katanya ada urusan arisan gitu,"Aku ga peduli dia sobat lama kamu atau pacar baru kamu yang pasti aku mau pergi.Herannya sama kamu...ga tahan kayaknya kalau ga deket cowok...iihh...cowok gaje begini aja juga disikat.Pria kampungan begini...seleramu kok ya rendah banget sih Vi...Vi..." ●●● MASIH ADA AKU DI SINI...( Irwan pov ) Ketus nian nih mbokdhe2...Lihat orang dari tengkrengannya dari tunggangannya...betapa dia akan memuja sopir pribadi kalau gitu ...lha sopir ayahku tuh bisa bawa mobil Mercy Ayah yang harganya 2 Milyar.Belum mobil lainnya yang high price dan limited edition keluaran Eropa punya.Wah aku malah ngekek dia menghina aku...gpp...dikasih senyum aja.Tapi kayaknya yang terefek malah Evi deh,dia malah langsung lari ke dalam.Aku jadi cemas.Masih jedidil gitu aku nunggu dia keluar lagi.Dengan mata sembab dia keluar lagi bawain aku handuk juga minuman hangat,"Maafin budheku ya Wan..." Aku pegang tangannya yang nampak gemetar menaruh baki di meja,"Sst!Gpp...yang penting kamu jangan lagi dengerin omongan orang ya...janji sama aku.Ok?Kamu ga boleh sedih lagi.Ada aku di sini.Aku sudah kembali." Evi mengangguk haru,"Makasih ya Wan...jangan tinggalin aku lagi ya..." Aku jelas mengangguk mantap,"Tidak akan karena aku sudah putuskan akan menetap di Indonesia.Ayah ibu juga dah acc.He..he..." Aku lalu minum dan kemudian aku pamit pulang,"Istirahat ya...jangan banyak pikiran.Besok aku jemput ya?Kita kan searah ga akan ada yang curiga.Atau kamu mau bawa motor sendiri?" Evi memilih bawa motor sendiri,"Kamu orang baru.Jangan sampai kena masalah gara2 aku." Aku dah ngira dia bakal bilang gitu,"Kamu ga berubah ya selalu saja mandiri.Oh ya lagian aku beda jam kerja juga.Lebih awal masuknya." Aku lalu pulang.Aku lega dah bisa menghibur wanita yang kucintai. Gimana ya reaksi Soimah kalau tahu siapa Irwan yang sebenarnya?***see you next eps***
Eps 18 GERBONG 8 ☆☆☆ CINCIN PUTIH
☆☆ TIKET C ....X837
☆☆☆ The Wonders of Mercy☆☆☆☆ Keajaiban Anugerah
☆ MANIS RASANYA BUAH ANGGUR NAMUN TAK SEMANIS RASA CINTAKU...
( EVI POV )
Aku kaget kala dikabari bahwa Shiha ga masuk kerja karena sakit.Perasaan kemarin sehat2 and fine2 aja deh.Aneh!Satpam bilang yang nganter suratnya adalah ibunya.Wah kayaknya parah nih sampai ga masuk.Aku malah sempat denger satpam komentar,"Paling bohongan tuh pura2 sakit biar bisa sama yayangnya.Ya ga choi?"
Yayangnya?Apa mekanik yang bernama Danang itu yang mereka maksud ya?Danang emang kecelakaan kerja kemarin.Wah ada2 aja Shiha nih masak ganggu suami orang sih.Kayak takut ga laku aja padahal kan dia cantik lho.Putih lagi.Ga kayak aku,aku mah kayak sawo matang.Matang di pohon maksudnya alias manis.Weleh...
~ HILANG DITELAN MALAM HILANG TERBAWA ANGIN...( SHIHA POV )
Hilang sudah senjata ampuhku untuk merebut Danang dari isterinya.Ternyata aku ga hamil normal malah hamil anggur.Aku kini menuju ruang operasi.Jujur aku takut banget dan aku berharap Danang ada disampingku.Konon dikuret itu sakitnya melebihi orang
melahirkan.Kupegang tangan ibuku,"Shiha takut Bu..."
Ibu setia mendampingiku,"Memang sakit tapi kalau ga dikuret lebih bahaya lagi Shiha...coba kamu dengerin Ibu dulu...hmm..."
Aku ga sangka juga bakal begini jadinya.Ibu malah merasa bersalah,"Ini karma Ibu karena dah merusak rumah tangga orang...maafkan Ibu ya..."
Aku hanya bisa diam.Benarkah ini karma?Kenapa aku yang menanggungnya?Ga adil!!
>>> KAU PERGI TINGGALKAN KU SENDIRI...
Aku minta ibu ga bilang sama ayah soal ini,"Ayah jangan sampai tahu ya Bu?Shiha takut ayah marah..."
Ibu janji,"Ayahmu lagi di luar kota lagi sama keluarga isteri pertamanya.Biasanya lama di sana.Ibu ga akan kasih tahu.Ibu janji."
Sebenarnya sedih juga lihat kehidupan Ibu yang berbagi suami dengan wanita lain.Apa aku mau kayak gitu ya?Sedihnya....mana isteri Danang dah kasih anak dua lagi.Pasti Danang ga akan mudah menceraikannya.Apa aku akan mengulang kisah sedih ibuku?Lamunanku buyar oleh kedatangan dokter.Saatnya operasi.
``` HUJAN DERAS DI MALAM INI AIR MATAKUPUN JATUH BERDERAI....( DANANG POV )
Anak2ku datang menengokku.Nino menangis melihat aku diperban.Ivan
tampak diam didekat isteriku.Lesti nampak menenangkan Nino yang terus saja menangis.Kasihan isteriku,jelas dia kurang tidur karena semalaman harus jagain aku.Mertuaku juga datang dan akhirnya mereka ngajak kedua anakku pulang.Kena tegur perawat biasa...Disinilah aku kian bertekad untuk berubah.Aku rasa aku harus menghindari Shiha.Memutuskan dia.Tak berhubungan lagi dengannya.Hanya ada satu cara tapi aku harus bicara sama Lesti.
♡ INGINNYA KUBERLARI MEMBUANG RASA CINTA YANG SELALU MENYIKSA HIDUPKU....( Lesti pov )
Terkesiap aku mendengar niat Mas Danang untuk keluar dari kerjaan,"Mas yakin?Katanya Mas suka jadi mekanik?"
Jujur aku seneng sebenarnya,ini pertanda baik karena kalau dia keluar dari kerjaan maka ga akan ketemu sama tuh perempuan.Aku denger mereka satu kerjaan.Mas Danang mengangguk mantap,"Aku mau buka bengkel las aja.Ada temenku nawari kerja sama.Dia mau ikut proyek penanaman kabel bawah laut sebenarnya namun nunggu panggilan gitu.Nah ntar kalau dia dapat panggilan aku yang nerusin bengkelnya.Tapi kamu setuju ga
soalnya jelas namanya usaha baru pasti untungnya belum seberapa."
Aku jelas ga masalah yang penting dia jauh dari perempuan itu,"Gpp Mas.Aku dukung."
Lega aku jika benar Mas Danang bakal keluar dari kerjaan,pikiranku ga akan tersiksa lagi.Ternyata di balik musibah ada mahkota juga.
¤¤¤ KAU TAK PERNAH TAHU YANG SELALU MEMBUAT GELISAH HIDUPKU....( IRWAN POV )
Berita resignya mekanik bernama Danang itu tersiar di kalangan anak2
GA.Jadi hot news gitu.Sampai pada bicarain itu pas rehat,"Seneng aku si Danang itu akhirnya out juga.Dia itu suka nyuruh seenaknya.Ngeselin!"
Yang lain yang namanya Noggling juga tampak girang,"Iya biar kapok tuh!Untung ga cacat ya..."
Kayaknya reputasi Danang itu parah deh,aku melihat ke arah kantor utama tampak seorang pria berjas mendekat,'Gawat!Itu kan Direktur Operasionalnya.Dialah satu2nya yang tahu penyamaranku.Mau apa dia ke ruangan GA ya?'
/// BARU SAJA KURASA MANISNYA MADU CINTA KINI HILANG BERSAMA CINTAMU...( Pak Ngah pov )
Wah kaget aku kala Pak Fajar mendekat,"Selamat siang semua.Bisa bicara sebentar Pak Ngah."
Waduh apa ada masalah ya?Aku segera mengikuti beliau,"Iya Pak?Ada apa ya?"
Rupanya beliau ingin aroma pengharum ruangannya diganti,"Kirim saja
orang baru itu Pak.Biar dia hafal aroma fave untuk ruangan saya."
Aneh juga beliau nunjuk Irwan yang melakukan permintaannya.Turuti aja deh.Level BOD masak dilawan?
� KAU YANG BAHAGIA BERSAMA DIA DI SANA PENUH GEMERLAP...( PAK FAJAR POV )
Aku heran sama putra Pak Krisdiyanto itu,bisa2nya malah nyamar jadi karyawan GA.Kelihatan bahagia lagi,kumpul sama teman2 sesama GA.Ngobrol dan membaur gitu.Padahal kalau lihat rumah Pak Krisdiyanto wah megah sekali.Luas dan mewah.Herannya lagi Pak Krisdiyanto kok ya ngijinin ya putra tunggalnya melakukan penyamaran?Niatku mau bicara langsung sama New Boss jadi kuurungkan kala kulihat tatapan anaknya Pak Krisdiyanto yang kayaknya ga approve dengan tindakanku.Aku akhirnya manggil Pak Ngah.Biar dia yang nyuruh New Boss yang lagi nyamar itu untuk ke
ruanganku.Disana kami akan bicara lebih leluasa.Aku ingin tahu rencana dia selanjutnya.Sampai kapan mau nyamarnya.Kuharap sih ga lama biar perusahaan bisa segera bangkit.Aku lalu kembali ke ruanganku sambil masih gumun ,'Kok bisa ya New Boss yang biasa hidup gemerlap enjoy gitu jadi cleaning service?Gila!Apa begini cara Pak Kris didik anaknya ya?Bahwa ga ada yang instant semua harus lewat proses dulu.Pantas beliau
sukses.Begini to prinsipnya.'
PUDAR SEMUA HARAPAN PUDAR SEMUA IMPIAN YANG MENJADI HARAPAN HIDUPKU....( Reza pov )
Rupanya Mr Wagu Poll ini anaknya orang kaya to?Aku baru tahu.Habis
kalau di rumah neneknya,dia ga tampil borju gitu.Mana rumah neneknya kuno lagi.Ya siapa ngira kalau dia ternyata anak orang kalangan jetset.Buktinya Pak Fajar aja sampai hormat gitu pas dia masuk ruangan beliau.Padahal setahuku ga semua karyawan lho disapa sama beliau.Level BOD gitu loh.Mr.Wagu Poll nampak dengan hangat menyalami Pak
Fajar,"Bapak ada yang ingin dibicarakan dengan saya?"
Wah aku makin terpana kala denger Pak Fajar manggil dia,"Pak Dirut,sampai kapan Anda akan menyamar?"
Pak Dirut?Direktur Utama?What???Apa aku mimpi ya?Masak model ginian Dirut?
PELUK DALAM SANGKAR EMAS....
Lagi asyik mereka bicara soal perusahaan,tiba2 kurasakan aura yang sangat kukenal.Inikan auranya Evi?Wah gimana kalau dia tahu bahwa pria yang ngantar dia semalam adalah Dirut Perusahaan?Wah seru nih.Lihat ah!Lihat dari sangkar emasku.He..he..
MUNGKIN KAU MENGERTI AKAN BAHAGIA...( Evi pov )
Aku harus minta tanda tangan Pak Fajar nih.Biasa masalah switching budget.Beliau ada ga ya?Biasanya kan beliau keluar kota.Aku tanya sama bagian Treasury ah,"Mb Intan,Pak Fajar ada ga?"
Mb Intan jawab dari linenya,"Ada mb.Ini mb Evi ya?"
Lega aku denger beliau ada di ruangannya,"Iya ini aku mb.Ya udah aku ke sana aja.Biasa mau minta acc."
Akupun melangkah menuju kantor Pak Fajar yang letaknya di lantai 2 gedung utama,sepanjang jalan aku ga lihat Irwan.Kemana dia ya?Apa ga masuk ya?Apa sakit karena kehujanan?Wah aku jadi cemas deh.Ntar aku tanya Pak Ngah atau team GA yang lain deh.
GELISAH HIDUPNYA RESAH JIWANYA....
Kuketuk pintu ruangan Pak Fajar,"Maaf Bapak..."
Alangkah terkejutnya aku karena aku melihat Irwan di sana.Anehnya lagi Irwan megang laptop,kayak lagi nerangin sesuatu gitu ke Pak Fajar.Bukannya Irwan GA ya?Kok megang laptop ya?Kulihat Irwan kikuk dan sedikit terkejut juga melihat aku masuk,"Oh gini Pak kalau laptopnya henk,buka dulu baterainya.Itu sih yang saya tahu."
Pak Fajar juga nampak salting,"Oh ...iya sekarang udah ga henk.Ya udah kamu lanjutin kerja kamu aja ganti pengharum ruangan saya.Jangan bau bunga ya bau buah saja.Saya ga suka ruangan saya terlalu wangi."
Irwan segera melakukan perintah Pak Fajar dan saat melewatiku menyapaku,"Mari Mb..."
Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum klise,"Iya..."
Pak Fajar duduk di kursinya,"Ada apa Vi?"
Aku menyerahkan map yang kubawa,"Ini Bapak switching budget."
Pak Fajar memeriksanya,"Tumben kamu yang ke sini kok ga Shiha?"
Aku menjawab,"Shiha tidak masuk Bp.Sakit."
Beliau manggut2 dan menandatangani berkasku.Aku segera mohon diri,"Terima kasih Pak.Permisi."
SEMUA KARENA DIRIMU...
Saat mau keluar ruangan,Irwan juga mau keluar ruangan,"Pengharumnya sudah saya ganti Pak.Saya permisi."
Irwan membukakan pintu buat aku,"Silakan mb."
Gentleman sekali dia,"Terima kasih."
Keluar dari gedung utama kami berjalan melewati taman,"Kupikir kamu ga masuk Wan.."
Irwan mesem,"Kamu mencemaskan aku ya?Nyariin aku ya?Hi..hi.."
Dasar Irwan malah godain aku,aku jadi merona.Kuingat soal laptop tadi,"Oh ya kok kamu yang mengurusi kantor Pak Fajar?Biasanya kantor beliau ga pernah diserahin ke orang baru deh.Beliau kan orangnya agak sulit sratenannya."
Irwan nampak bingung jawab,tapi kemudian Pak Ngah datang,"Nak Irwan!Pohon nangka yang dibelakang kamu tebang ya.Udah kering dan mepet tembok tuh.Ganggu pemandangan."
Irwan segera mengikuti Pak Ngah,"Aku kerja dulu ya."
Aku tersenyum padanya,"Hati2..."
Ia menjawab dengan senyuman.Hatiku damai dengan dia didekatku.
Tapi jujur aku masih heran dengan sikap Irwan di kantor Pak Fajar tadi.
Tapi sudahlah.Yang penting Irwan baik2 saja dan ada didekatku.Itu saja yang penting kini bagiku.
¤¤¤ Gimana reaksi Evi kalau tahu posisi asli Irwan di perusahaan ya?Kalau saya kok malah deg2an soal derby london utara nanti ya....weleh...***see you next eps***
Eps 19 GERBONG 8 > CINCIN PUTIH
>> TIKET C ...×37 : Greater Than Your Mistake ( Lebih Besar Dari Kesalahanmu )
>>> OLIVE'S CERPEN KE-27 : CERITA DIBALIK POT
Kulihat adikku nampak gelisah dalam tidurnya.Pasti mimpi dia.Memang
adikku yang satu ini punya kemampuan aneh.Dia bisa membaca seseorang
hanya dengan melihat orang itu.Apalagi kalau sampai dia tahu tanggal
lahirnya atau lihat tulisannya atau tanda tangannya.Beberapa kali kucoba
kemampuannya eh beneran ga meleset.Punya adik cenayang nih.Dia juga
kerap kuminta menafsirkan mimpi.Bisa juga lho.Tapi kalau dia sampai
mimpi...wah berbahaya itu.Adikku itu jarang sekali mimpi.Kalau sekali
mimpi pasti bakal terjadi sesuatu atau dia dapat pesan khusus gitu yang
harus dia doain atau pergumulkan.Adikku ini emang lain dari yang
lain.Kuselimuti dia karena udara malam di sini lain dengan di rumah lama
kami.Kami memang baru saja pindahan.Rumah lama kami sudah habis masa
kontraknya.Lagian sudah ga layak ditempati.Merinding aku tinggal di
sana.Habis,dinding2nya pada retak.Kalau gempa gimana dong?Akhirnya aku
usulin ke ibu buat nempati aja rumah Nenek.Lagian nenek sudah
meninggal.Eman2 rumahnya malah dikontrakkan ke orang.Mending ditempati
sendiri.Ibu setuju akhirnya,"Tapi kayaknya lumayan susah Rin buat
nempati sana karena yang ngontrak ga mau disuruh pergi meski dah habis
masa kontraknya.Mana tetangga disana dukung mereka lagi.Jujur ibu ga
suka lingkungan sana.Orang2nya sulit2.Kamu sama adik2mu harus jaga sikap
ya disana.Jangan banyak gaul di sana."
Rina demikian namaku.Aku bekerja di sebuah mall.Adikku ada dua.Redha
dan Ridwan.Redha baru saja lulus SMU.Dialah yang barusan kuselimuti.Kalau adiku yang laki tinggi kayak genter.Sukanya main game dia.Sekolahnya agak tersendat2 soale dia kebanyakan dolan sehingga terefek pergaulan yang buruk.Susah ngasih tahu dia.Manusia kelelawar sih,kalau malam begadang kalau siang tidur.Weleh...Batman!
Redha dan aku tidur di kamar yang bangunan lama.Ibu di bangunan yang
baru.Adikku yang laki di kamar sebelahku.Didekat kamar adikku ada taman
kecil gitu.Isinya ya tanaman2 peninggalan mendiang nenek.Nenek suka
sekali nanam palem.Banyak pot berisi tanaman itu disana.Jujur aku agak
merinding tinggal disini.Dulu aku pernah tinggal di sini pas jaman
sekolah.Waktu itu nenek masih ada.Aku melihat banyak kejadian aneh alias
gaib.Tapi aku ga mau cerita sama adikku ntar pada takut semua.Makanya
aku minta sekamar sama adikku perempuan soale aku takut sendirian.Kalau
tidur sendirian dirumah ini aku suka tindien.Istilah orang itu kayak
tidur kaku gitu.Kayak jadi mainan roh halus.Ga bisa bergerak atau
teriak.Konon kalau diterusin bisa bablas.Alias meninggal.Iih...serem
banget.Kalau ada Redha aku tenang,soale dia itu punya aura gimana
ya.Adem ayem gitu kalau deket dia.Tapi sekarang aku jadi merinding deh
soale adikku kayaknya makin gelisah tidurnya.Teriak2
lagi,"Tunggu!Awas!!...Kamu mau kemana?Hey!!"
Kubangunin dia,"Redha!!Bangun Dha!!Bangun!"
Dia geragapan gitu,"Uh...uh...anak kecil itu mana mb?"
What?Anak kecil?Wei...apa Yoga ponakanku ya?Yoga emang kalau siang
dititipin ke sini.Dia anak kakakku yang kerja di travel.Masih umur 3
tahunan gitu.Gemesin banget.Tapi kalau malam yeah dah sama ortunya dong
di rumah mertua kakak.Aku segera memberikan segelas air buat Redha,"Yoga
kan ga tidur di sini Dha.Kamu mimpi ya?"
Redha lalu cerita,"Iya Mb.Aku lihat ada anak kecil seusia Yoga
gitu.Laki2 juga.Dia lari ke dapur gitu.Katanya mau nyari orang
tuanya.Tapi di dapur dia malah dikejar mau dibunuh gitu sama orang
tuanya.Serem banget deh mb.Dia lari...aku ngejar dia biar ga dibunuh
sama orang tuanya tapi dia ngilang di dekat taman itu mb."
Makdeg aku dengernya pantas sampai teriak2 gitu dia.Aku coba
nenangin,"Kebanyakan nonton film laga kali kamu.Sampai mimpi adegan
action gitu."
Redha malah mengambil buku hariannya,"Mb bisa aja.Aku mana suka film
action.Melodrama korea iya.Ya udah mb tidur aja.Aku mau nulis aja.Udah
mau dini hari lho."
Aku akhirnya berbaring memejamkan mata.Ngantuk aku.Pulangku kan
malam terus.Adikku emang suka nulis.Habis mimpi pasti ditulis.Katanya
biar tahu maksud Tuhan apa sampai dikasih mimpi.Kata dia Tuhan juga suka
bicara lewat mimpi.Karepmu dik,aku bobok dulu.Zzz...zz
Selang beberapa hari kemudian kejadian aneh kembali terjadi,kali ini
kakakku yang no 4 datang,nginep gitu dia.Lha pas jam 4 pagi kakak
bangun biasa mau siap2 pulang soale mau nyiapin keperluan suami dan
anak2nya.Makanya bangun pagi biar bisa sampai rumahnya pagi juga.Dia
kaget saat buka jendela dekat taman,katanya dia lihat anak kecil duduk
disana.Seusia Yoga gitu katanya.Wah aku jadi makin kepo deh.Kok anak
kecil lagi.Kubuka jendela,"Mana mb?Ga ada."
Kakakku itu ngeyel,"Beneran tadi ada.Kupikir Yoga.Tapi kok ga ada ya
sekarang?Mungkin aku kangen anakku kali ya.Ya udah aku pulang aja."
Aku mulai perhatiin tuh taman sejak itu.Kata ibu,Yoga kerap jatuh di
dekat situ.Ada aja kalau main dekat taman itu.Yang jatuhlah,bleduglah,keplesetlah,macem2.Aku mulai melakukan
penyelidikan.Investigasi.Aku mulai nanya sama ibu,"Bu,dulu rumah Eyang
ini katanya pernah jadi tempat kost ya?Eyang pernah bilang gitu dulu."
Ibu mengiyakan,"Memang benar.Dulu pas ibu masih jadi pembantu di
sini,rumah ini memang pernah jadi kost2an.Ya kamar yang kamu dan adik2mu
pakai itu yang dikostkan.Memang kenapa?"
Aku cuma menggeleng,"Ga cuma pingin tahu aja.Ehmm...pernah..."
Belum selesai pertanyaanku tiba2 adikku Redha muncul dengan wajah
ketakutan gitu,"Aku mimpi mb...serem bener...aku tidur sama ibu aja
deh...di bangunan baru ini."
Waduh lha aku gimana?Aku juga ikutan tidur di bangunan baru ah.Ibu heran,"Mimpi apa kok sampai ga mau tidur di bangunan lama?"
Redha cerita,"Itu Bu mimpi anak kecil.Dikejar2 pakai parang gitu
sama orang tuanya sendiri.Aneh ya kok ada anak kecil mau dibunuh sama
ortunya sendiri.Padahal anaknya kayak Yoga gitu."
Aku makin penasaran,"Terus?"
Redha meraih selimutnya,"Terus dia lari ke taman kan...aku cari
dia.Tahu ga kak dia sembunyi di balik pot.Tapi saat kulihat dia sudah
retak2 gitu dan tubuhnya kehijauan.Kayak dah lama sekali dia berada di
situ.Aku terbangun ...kamar itu kayaknya menyimpan misteri deh."
Aku lalu nanya sama ibu,"Bu emang pernah ada kejadian aneh ga sih di kamar itu?"
Ibu coba mengingat2,"Ibu pernah denger sih tapi ga lihat sendiri.Tapi kalau ibu ceritain ntar kalian ga mau tidur di sana lagi."
Ridwan muncul,"Malah pada ngerumpi malam2.Ada apa sih?"
Redha malah balik nanya,"Ri,kamu kok pucat gitu?Habis tindien ya?"
Wah Ridwan ngaku,"Kok tahu sih mb?Badanku sakit semua nih.Bu,Ridwan tidur sini ya?Tidur sana ga enak.Serem."
Akhirnya Ridwan gabung tidur di bangunan baru dan dengerin ibu
cerita,"Dulu ada cewek kost di sini.Dia ternyata hamil sama
pacarnya.Terus katanya digugurin gitu di dapur.Terus janinnya dikubur di
sekitar sini."
Aku nebak,"Pasti di taman itu deh Bu.Soalnya pas mb Redi main sini lihat anak kecil di situ.Seusia Yoga gitu."
Redha kaget,"Masak Mb?Wah berarti ga cuma aku dong yang dikasih tahu
soal anak kecil itu.Kasihan ya anak kecil itu...rupanya dia
digugurin.Tega ya orang tuanya."
Ridwan malah nanya ibu,"Terus cewek itu gimana Bu?"
Ibu jawab sambil menyalakan obat nyamuk bakar,"Ga lama dia pergi.Ga
kost sini lagi.Terus ibu ga denger lagi kabarnya.Tapi sejak itu banyak
yang ga betah kost disini.Katanya ya serem gitu.Terus kamarnya dijadiin
gudang sama nenek kalian."
Pantas aku suka lihat aneh2 di rumah ini pas jaman sekolah
dulu.Akhirnya kita berempat berdoa agar diberi keberanian dan kedamaian
menempati rumah nenek.Tak berapa lama kemudian,selang dua minggu
datanglah suami isteri gitu bertamu.Ibu menemui mereka dengan
keheranan,"Mencari siapa ya?"
Mereka rupanya orang tua dari cewek yang pernah kost dulu itu yang
gugurin anaknya itu.Wajah mereka nampak sedih,"Kami kemari mau minta
ijin untuk mengambil sesuatu yang ditinggalkan putri kami selama kost di
sini."
Sesuatu?Kayak lagu...
Ibu makin heran lagi,"Sesuatu apa ya?"
Rupanya yang dimaksud sesuatu adalah tanah dimana putri mereka
menguburkan anak yang digugurkan.Dengan wajah pilu mereka cerita,"Putri
kami terkena kanker rahim dan mendekati ajal.Suaminya baru saja
meninggal.Kini putri kami yang mau dipanggil Tuhan.Dia pesan pada kami
untuk mengambilkan tanah dimana dia menguburkan anak yang dia gugurkan
bertahun yang lalu.Katanya dia kerap mimpi buruk karena merasa
bersalah.Kerap dihantui juga.Jadi dia mau tanah itu dikuburkan jadi satu
dengan dia nanti.Jadi kami mohon ijinkan kami mengambilnya."
Ibu bertanya,"Memang dimana tanah yang dimaksud putri kalian itu?"
Alangkah terkejutnya aku kala mereka menunjuk ke arah pot2 di taman,"Di sana."
Akhirnya ibu mengijinkan,pot2 itu dipindahkan dan tanah dibawahnya
diambil sekitar 1 meter ke dalam.Mereka berterima kasih dan memberi ibu
uang sebelum pergi,"Terima kasih ya Bu.Ini dari kami mohon
diterima.Jangan ditolak.Anggap saja ucapan terima kasih karena sudah
merawat mendiang cucu kami selama ini.Maafkan jika karena ulah putri
kami membuat banyak masalah di sini.Kami pamit."
Sejak itu tak ada lagi yang namanya tindien,mimpi buruk soal anak
kecil dan penampakan2 anak kecil.Yoga juga ga bledug lagi tiap main
deket taman itu.Malah direnovasi kini jadi ruang tamu.Anak kecil itu dah
lega tidur sama Mamanya di alam sana.Selamat tidur semuanya.***The
End***
Ga serem banget kan?Sekarang kita ke lagu ya?Aku masih merinding itu jeng?Waduh ...Dengerin lagunya aja saya dulu merinding lho denger Irwan bawain
lagu ini.The best performance menurut saya.Lagu apa sih?Terkesima
ya?Bukan.Itu sudah ga fave lagi buat saya.Lagu ini nih...Gembala Cinta.Oh lagunya Ashraf to...Yoi!Kok pilih lagu itu?Jawabannya karena ada kata 'Taman'nya.Hi..hi...hi...
¥...SEKUNTUM BUNGA MEKAR DI TAMAN...( Irwan pov )
Aku benar2 salting saat Evi masuk ke ruangan Direktor Operasional
sebulan yang lalu.Hampir saja kedokku kebongkar.Waktu itu Pak Fajar
nanya soal action planku di kuartal pertama.Aku segera buka email
aku,seingatku Pak Fajar dah kukirim deh.Selain ke ayah aku juga kirim ke
Pak Fajar.Eh lha kok malah muncul Evi.Langsung deh aku ngeles lagi
benerin lap top Pak Fajar yang henk.Padahal ga henk.Sejak kejadian
itu,aku hati2 banget jaga sikap aku.Apalagi kalau deket Pak
Fajar.Bukannya aku ga mau jujur sama Evi.Aku pasti akan jujur sama dia
tapi saatnya akan tiba.Sekarang aku sedang menyeliki gimana kondisi
perusahaan sebenarnya.Banyak informasi kudapatkan.Soal
keluhan,ketidakpuasan karyawan,sikap para atasan,dan masih banyak
lagi.Tapi aku butuh tanda untuk mengakhiri penyamaran ini.
Hubunganku dengan Evi masih sebatas main dan sahabat kayak dulu.Aku
lihat ia masih butuh waktu buat mengikhlaskan mantannya yang telah
tiada.Aku mengerti lagian aku juga ga buru2.Aku mau benahin perusahaan
dulu baru urusan pribadiku.Sekaligus aku ingin memberi Evi waktu untuk
menyembuhkan diri dari kehilangannya.Aku sedang di taman sekarang,para staf nampak duduk2 di bangku taman sembari ngobrol ngalor ngidul.
¥¥...DISUNTING MUSAFIR LALU...
Memang team GA jam istirahatnya beda dari karyawan lain.Kita lebih
awal istirahatnya.Jadi saat mereka rehat kita malah kerja.Kulihat wanita
yang dulu jutek sama aku di parkiran lewat dekat aku sambil bawa
undangan,"Teman2 ntar datang ya?"
¥¥¥...BUNGA LAYU DAN GUGUR KE BUMI...
Kemayu banget tuh cewek.Jalan aja kayak peragawati lagi fashion
show.Jadi inget aku belum bersihin kamar mandi yang no 30 dan
31.Klapernya banyak nian kayak fashion show.Biasa mau musim panen
padi.Ntar mau kusemprot pembasmi serangga saja biar pada teler tuh
klaper.
♧ BILA BUNGA SEDANG MEKAR INDAH MEWANGI DAN SEGAR...( ERNA POV )
Anak2 pada kumpul tuh di taman.Moment bagus buat nyebar undangan.Aku
mau pamer ke semua orang kalau aku mau nikah.Pas banget tuh ada Evi
juga di sana.Walau dia duduknya agak menjauh dari yang lain.Tapi aku
yakin dia pasti bisa denger suaraku,"Guys..nih undangan dari aku.Datang
ya?Ditunggu lho!"
Undangan kubagikan ke semuanya kecuali ke Evi.Mb Intan bagian
Treasury komentar,"Wah penuh gambar bunga ya?Tebel lagi.Pasti mahal
nih."
♧♧ ...KUMBANG2 MENGHAMPIRI RASA INGIN MEMILIKI...
Aku segera nyeletuk,"Erna gitu loh...selalu yang the best dong.Oh ya ini titip buat bagian Finance ya."
Tria nampak melirik Evi,"Evi ga kamu kasih Na?Tuh dia disana."
Aku malah membuang mukaku,"Amit2 ngundang dia.Menghampiri aja aku ga sudi apalagi mengundang.Woekk!"
� TAPI AWAS JANGANLAH MERASA BANGGA AKAN KECANTIKANMU...( TRIA POV )
Belagu banget sih Erna?Cantik sih emang dia tapi mulut jangan
setajam silet dong.Masak ngomong gitu kenceng banget,Evi kan bisa
denger.Jaga perasan temen dikit kek.Kan berbuat baik itu.Heran deh mulut
kok ga disekolahin.Asal nyeplos aja.Apa dia ga tahu hidup dan mati
dikuasai lidah?Awas kena karma nanti!
�� ..BILA NANTI ENGKAU TERLUKA ASMARA KEANGKUHANMUPUN SIRNA...
Aku lalu menawarkan diri,"Kalau gitu titipin aku aja Na.Ntar kusampaikan."
Waduh malah Erna makin monyong2 ngomongnya,"Aku ga cetak undangan
buat pembawa sial macam dia!Ntar aku bisa batal nikah dong kayak dia.Ga
sudi lah yaw!"
Astaga!Semua kroni dia langsung ngekek.Mereka anggap itu lucu.Tapi
tidak buat aku.Angkuh bener Erna.Masak satu pabrik dia undang kecuali
Evi?Tega nian jadi cewek.
£...KINI BUNGA LAYU DAN TERTUNDUK MALU....( EVI POV )
Aku salah apa sama Erna sampai dia ngomongin aku begitu?Aku ga
diundang ke pernikahannya ga masalah buat aku.Malah hemat uang.Ga usah
nyumbang.Tapi kenapa harus jelek2in aku didepan orang sih?Aku hanya bisa
tertunduk malu.Mendingan aku ke kamar mandi aja.Males dihina dan jadi
bahan ledekan terus.Aku juga manusia punya perasaan juga.
◆ WAJAHNYA SUDAH TIADA BERSERI LAGI...( IRWAN POV )
Kasihan Eviku.Masak dihina begitu?Awas tuh cewek ga tahu diri.Bakal
kukasih pelajaran dia.Dia udah bikin Evi jadi sedih.Bikin Evi nangis
lagi.Kalau nanti aku dah ga nyamar lagi maka dia akan kumutasi ke area
paling kumuh.Biar kapok!
♡...TERTIPU CINTANYA HINGGA PUTUS ASA...( INTAN POV )
Kasihan juga sebenarnya lihat mb Evi digituin sama Erna.Jujur aku ga
setuju dengan tindakan Erna tapi aku ga mau bela ntar aku dijauhi lagi
sama mereka.Ga ah idem aja.Ikut ngekek aja deh.Pakai wajah tipuan
dulu.Sok gaul dikit lah.Biar diterima masyarakat.
¤ HANYA MENGHARAP JANJI YANG TIADA PASTI...( REZA POV )
Kurang asem tuh Erna!Bikin Eviku jadi murung lagi!Awas dia!Akan
kukerjai dia.Aha!Ada ide nih!Mr.Wagu poll kan lagi siram2 tanaman
nih.Aku akan bikin dia nyemprot selangnya ke arah tuh cewek songong biar
dia mandi siang bolong haha....Rencana executed!
Mr.Wagu Poll nunduk ngambil selang tapi aku berulah sehingga aku nyangkut gitu di krah dia,"Aduh kok nyangkut sih?"
Dia sibuk benerin aku nah ga fokus sama selangnya dan nyemprot ke arah Erna.Suuur!!Yess!!Yippi2!!
Erna hanya bisa menjerit,"Aauw!!Hey mas!Lihat2 dong kalau nyiram!!Punya mata ga sih??"
Dia marah2.Kapok!Rasain lu!Teman2nya menertawakan dia,"Belum mandi ya Na?Ha..ha.."
Erna hanya bisa mencereng gitu,"Kamu!!Awas ya akan kulaporkan ke HC kamu!!Biar dipecat!!"
◆◆ OH SUNGGUH KASIHAN BUNGAPUN MERANA...
Kasihan deh you!Basah...makanya jangan suka menghina orang.Kena
batunya kan?Dia lari ke ruangan HC,pradul dia sama Manager HC.Mr. Wagu
pollpun dipanggil deh,"Kamu ke ruangan HC sekarang!"
Aku tahu kenapa Erna pede ke HC,manager HC kan kerabat dia.Pastilah dia dibela.
▼ MENYESALPUN TIADA BERGUNA...( IRWAN POV )
Walau ga sengaja tapi asli aku kagak nyesel dah nyemprot cewek
belagu itu.Mau dipecat juga silakan!Mana ada Dirut dipecat
bawahan?Kebalik kali!Mungkin emang sudah saatnya aku bongkar identitas
aku.
▼▼ BIAR MUSAFIR BERLALU...
Aku dimarahi habis2an sama Manager HC namanya Bu Tini.Sadis nian
omongannya seakan dia yang punya kuasa di pabrik.Andai aja dia tahu
siapa yang dia marahi sekarang.Aku langsung diberi SP dan diberhentikan
dengan tidak hormat,"Sudah kamu besok ga usah masuk kerja lagi.Kamu
sudah berani kurang ajar sama karyawan staff.Besok kamu ga usah datang
lagi.Cepet beresin barang2 kamu!Mulai saat ini kamu dipecat!!"
Saat itulah Pak Fajar masuk ke ruangan HC,"Ada apa ini?"
%...KUKAN JADI GEMBALA CINTAMU...
Melihat Pak Fajar datang,cewek yang kusemprot tadi langsung
akting.Dia nangis2 bombay bin lebay gitu,"Pak Fajar...hu..hu..Erna
dilecehkan sama dia..hu..hu.."
What?Dilecehkan?Perasaan cuma ga sengaja kesemprot deh.Pak Fajar
dengerin rengekannya sambil memandang ke arahku seakan bertanya apa yang
harus ia lakukan.Aku hanya memberi kode : gpp.Pak Fajar juga heran
dengan berangnya Manager HC atas sikapku,"Bu Tini bukannya di perusahaan
ada prosedur ya soal pemberhentian karyawan?Begini saja biar masnya ini
jadi tanggung jawab saya.Saya janji akan tangani kasus ini dengan
adil.Jangan main asal pecat saja.Kamu,siapa namamu?"
Aku menjawab,"Irwan Pak."
Pak Fajar melangkah mendekat,"Ikut saya!"
Akupun mengikutinya tapi sempat kulihat Erna dan Bu Tini saling melempar senyum penuh kemenangan.Kalian tunggu saja siapa yang akan tersenyum nanti!
Siapa hayo?Apa tindakan Pak Fajar selanjutnya?***see you next eps***
CINCIN PUTIH EPS 20 : Weep Not For Me
》Gerbong 8 : Jangan Menangis Untukku
》OLIVE'S CERPEN KE-28 : ASYIK ADA TIKUS
Aku sedang asyik cuci piring di belakang kala kudengar teriakan
tetanggaku yang rumahnya menjorok ke dalam dekat dengan tanah kosong
disebelah rumahku.Histeris gitu dia teriak,"Ada ular!!"
Kaget aku dan segera kudengarkan lebih seksama lagi.Beneran nih dia
nyebut ular?Eh beneran dia bilang gitu,ada tetangga yang datang denger
teriakannya,"Beneran mas ada ular?Sebesar apa?"
Aku ga sempat dengerin lagi saking paniknya,aku malah lari ke dalam
memberitahu kakakku,"Mb ada ular lho di sana.Tadi orang yang tinggal di
sana teriak gitu."
Kakakku segera menuju ke belakang dan dengerin pembicaraan
tetanggaku yang heboh ular tadi.Ia lalu bergidik,"Katanya masih hidup
ularnya lho.Ga dibunuh sama yang lihat.Gawat nih!Jadi takut ambil kayu
lagi di tanah kosong itu dong.Kalau kepatuk ularnya gimana?"
Aku dan kakak emang suka ambil kayu buangan yang banyak tergeletak
di tanah kosong itu.Selain bersihin kami juga memang butuh air hangat
buat mandi.Makhlum aku suka pusing dan pilek sejak kecil tapi sejak
mandi air hangat penyakit itu jarang kambuh.Udah bertahun2 aku mandi
hangat terus mau pagi atau sore sekalipun.Dulu aku malah pernah divonis
kena asma dan sinusitis.Dua penyakit yang juga menyerang mendiang
ayahku.Tapi karena mahalnya harga obatnya,aku ga mau maksain ibu
membelinya,"Ga usah Bu.Pakai aja uangnya buat biaya hidup.Ntar aku juga
baikan kok."
Paginya aku kedinginan ga berani mandi pakai air dingin ntar tambah
pilek.Akhirnya aku mandi pakai air hangat dan badanku terasa enakan.Lalu
aku mandi pakai air hangat terus dan pilekku juga pusingku
berkurang.Sejak itu aku rutin mandi pakai air hangat dan asmaku jarang
kambuh.Ga pernah lagi aku ke dokter spesialis untuk periksa.Makanya saat
denger ada ular hatiku sedih banget karena aku suka ngobor.Alias masak
air pakai kayu bakar.Ngobor membuatku mengenang kembali kehidupan di
desa tiap kali berkunjung ke rumah kakek dan nenek.Sejak pemberitaan
ular itu,aku dan kakak ga lagi ambil kayu.Kita habisin apa yang ada
dulu.Lama kemudian ga terdengar lagi kabar soal ular lagi.Kamipun
berpikir,"Paling itu ga beneran ular kali kak.Mungkin lihat apa
gitu.Buktinya ga ada heboh2 lagi."
Kami memberanikan diri ambil kayu lagi.Entah sampai kapan akan habis
tumpukan kayunya.Banyak banget.Makhlum banyak orang bangun rumah
jadinya banyak bambu gitu dibuang di situ.Apalagi tetanggaku ada yang
jualan buah,banyak kotak kayu dibuang di sana.Kembali kunikmati indahnya
ngobor he..he..
Namun beberapa bulan kemudian saat aku sedang asyik ngobrol sama
kakak sembari bersiap mau kerja tiba2 kulihat sesuatu keluar dari ruang
jemuran.Aku perhatiin gerakannya,"Kak itu ular!!Ada ular!!"
Kakak heboh segera bangunin adik laki2 aku,"Harto!Bangun To!Ada ular!"
Adikku masih kriyip2 segera bangun dan nanya,"Masak?Dimana?"
Kakak nunjuk ke arah tempat cucian,"Di belakang keluar dari arah jemuran.Cepetan dibunuh!"
Adikku sampai lupa makai kacamatanya dan segera mencari sesuatu
untuk bunuh ularnya,"Wah gesit banget ularnya!Malah nantang nih."
Aku yang masih ninggal perbaraan di belakang hanya bisa terpaku
depan kamarku,"Gimana To?Hati2 lho siapa tahu berbisa.Kayaknya ganas
gitu.Jangan2 ular kobra lagi."
Adikku berhasil bunuh ularnya.Ular dengan panjang sekitar 30 cm itu dimasukkannya ke dalam perbaraan yang masih menyala.
Adikku lagi kembali ke kamarnya,"Pantas rumah kok ga ada lagi
tikusnya.Rupanya ada predatornya to.Coba cari di google mb jenis ular
apa itu."
Kakak malah nambahi,"Kamu sih ga mau mangkasi tanaman pakan ular
itu.Kata acara di tv kalau ada tanaman itu artinya ada ular di deket
situ.Basmi aja tanamannya."
Aku akhirnya menurut,"Ya udah pangkas aja mb tanamannya.Tapi induknya dari luar rumah kok.Aku ga nanam."
Dikerjaan aku cari tahu di internet gimana cara ngusir ular.Sampai
rumah aku kasih tahu kakak,"Tanaman sere bisa ngusir ular mb.Kita perlu
nanam sere mb.Kalau lihat ada yang punya minta mb ntar aku tanam."
Kakak juga inget satu cara lain,"Beli garam grasak aja ditaburkan di sekitar rumah.Katanya ular ga suka sama garam."
Aku ingat masih ada cara lagi,"Pengasapan juga membuat ular ga suka
Mb.Berarti kita harus tetep ngobor nih.Siapa tahu masih ada.Bayangin aja
tikus werok sekarang ga kelihatan berkeliaran lagi.Aneh kan?Jangan2
masih ada yang besar mb.Iih serem.Jadi ga nyaman di rumah."
Jadwal nyuci aku yang biasanya sepulang kerja kini kuubah jadi
sebelum kerja.Habis lampu belakang suka susah nyalanya.Mana gelap lagi
di belakang.Jemur aja aku merinding soale ulare keluarnya dari ruang
jemuran.Tapi kemudian adikku ngasih tahu,"Itu ular kayu mb.Makanannya
tikus,kadal juga kecoak.Coba buka internet!"
Aku segera aktifin data seluler cari info,"Pantesan kecoak juga
ngilang sekarang.Biasanya banyak.Tapi kok cicak masih ada ya.Kadal
juga."
Dari internet aku lega mengetahui bahwa ular yang gesit gerakannya
itu biasanya tidak berbisa.Malah ular yang anteng itu yang berbisa malah
berbahaya bisanya.Jadi ingat waktu kecil aku dan kakak pernah menuju
pasar lewat jalan sawah.Aku ga sadar bahwa ada ular dekat kakiku,mana
selengan aku besarnya.Panjang lagi.Warnanya abu2 hitam gitu.Kakak segera
ngajak aku lari.Aku nurut aja baru setelah jauh dia kasih tahu,"Ada
ular tadi deket kaki kamu."
What??Serem banget.Ular sebenarnya bukan binatang asing buat
aku.Soalnya aku pernah makan daging ular.Katanya buat obat.Kakak laki2
aku suka nangkap ular.Malah ularnya buat ikat kepala gitu sama
dia.Iih...serem amat.
Beberapa waktu berlalu.Kakak ga mau ambil kayu di tanah kosong itu
lagi,"Aku mau ambil kayu lagi kalau aku lihat tikus berkeliaran lagi di
rumah."
Lucu juga ya?Dulu kita sampai beli jepretan tikus buat ngusir tuh
binatang pengerat.Eh sekarang malah dinantikan.Asli aku merasa kangen
dengan binatang satu itu kini.Jika ada tikus berarti ularnya ya cuma
satu itu yang dibunuh adikku.Tapi kalau tak jua muncul tikus berarti
masih ada ularnya.Aku cerita sama Tuhan,"Tuhan,aku kangen tikus."
Ga lama saat pulang kerja,kakak nampak sumringah menyambutku,"Dik,ada tikus!"
Hore!!Asyik ada tikus lagi.Yes!Hatiku bagai disiram air es.Lega
sekali.Akhirnya aku bisa tenang sekarang.Aku malah sengaja mancing
dengan makanan biar tikus kembali datang.Tikus datanglah...***The End***
》LEBIH BAIK KAU BUNUH AKU DENGAN PEDANGMU...( Mr.Fajar pov )
Aku kaget saat memasuki ruangan Human Capital.Niatku mau menemui Bu
Tini,Manager HC.Aku dengar dari calon Boss baru kalau banyak perlakuan
yang tidak adil telah ia lakukan ke karyawan.Ia berlaku berat sebelah
alias memihak.Eh pas aku mau ketemu malah nemui kejadian heboh.Makin
membuat aku kaget adalah Boss baru ada di sana.Apa yang terjadi ya?
Rupanya ia melakukan sesuatu yang tak sengaja dan sebenarnya ga
perlu dibesar2kan apalagi sampai dilakukan PHK.Dari sini aku makin yakin
bahwa investigasi Boss Baru bener adanya,ada ketidakadilan dan prosedur
yang tidak dijalankan dengan benar.Masalah nyemprot air ga sengaja kok
bisa sampai pemecatan?Lain soal jika yang kena semprot anggota Board of
Directors.Lha cuma staff aja sampai heboh gitu.Ada hubungan apa Bu Tini
sama staff itu?Jadi curiga aku.Lebih baik aku selamatin New Boss dulu
aja dari makian dua wanita sentimen ini.
》ASAL JANGAN KAU BUNUH AKU DENGAN CINTAMU...
Aku bawa Boss baru ke ruangan aku,"Sekarang katakan apa sebenarnya yang terjadi di sana tadi Pak Dirut?"
New Boss malah melihat ke arah luar jendela ruanganku,"Saya rasa sudah saatnya saya hentikan penyamaran ini Pak."
Wah aku seneng banget dengernya,"Benar?Wah saya setuju sekali.Lagipula Papa Anda terus menanyakan keadaan Anda pada saya.Kapan Anda akan mengambil alih posisi Dirut?"
Eh malah nampak serius gitu beliau lihat keadaan di luar,"ASAP.As soon as possible.Secepatnya.Banyak hal yang harus dirombak di perusahaan ini."
Setuju kalau itu.Bagus deh.Akhirnya.Memang banyak yang asal2an kerja di perusahaan ini.
¤ LEBIH BAIK AKU MATI DI TANGANMU....( EVI POV )
Aku kaget melihat Erna nampak hepi dan riang keluar dari ruangan
HC,bukannya tadi Irwan disuruh ke HC ya?Ada apa ya?Aku sengaja menuju ke
ruangan HC untuk nyerahin dokumen lembur padahal sebenarnya aku hanya
ingin tahu kondisi Irwan.Gemetar tanganku kala Erna memberitahuku,"Tuh
apes kamu dah nular ke karyawan baru yang aku pernah lihat boncengin
kamu pulang kan?Paling bakal dipecat dia!Emang ya kamu ini pembawa sial
tahu!!"
¤ DARIPADA AKU MATI BUNUH DIRI...
Irwan dipecat?Dia kena sial?Apa yang kulakukan padanya?Aku makin
cemas dan jujur merasa bersalah.Kata Tria yang lihat kejadiannya,Irwan
ga sengaja nyemprot air ke arah Erna.Masak dia dihukum berat sih?Aku
ingat Reza pernah bilang kalau aku harus hati2 sama Erna soalnya dia itu
keponakannya Manager HC.Sebuah suara berbisik padaku,'Mending kamu bunuh diri aja Vi.Hidup juga malah nyusahin banyak orang.Irwan pasti sengaja lakuin itu buat
bela kamu.Kamu ini ya emang nyusahin orangnya.Bawa apes tahu ga sih!!'
^ KUTAK MENYESALI KALAU DIRI INI ENGKAU JADIKAN DIRIKU CINTA KEDUA DARIMU...( IRWAN POV )
Kulihat dari atas nampak Evi bicara dengan Erna.Wajahnya langsung
nampak sedih.Untunglah ada batu bata ringan menutupiku sehingga Evi tak
tahu kalau aku merhatiin dia.Kasihan dia pasti perempuan nyebelin itu
menebar intimidasi lagi.Bikin down orang lagi.Aku tak sudi punya
karyawan kayak gitu.Provokator!Trouble maker.Aku segera pamit sama Pak
Fajar,"Saya pergi dulu Pak.Ada hal penting yang harus saya selesaikan."
Pak Fajar malah balik nanya,"Terus saya harus bilang apa ke Manager HC?"
Aku tersenyum simpul,"Biarkan mereka mengira mereka telah menang.Bapak tahu kan maksud saya?"
Pak Fajar tersenyum,"Yess Boss!!"
Aku lalu pergi.Aku harus bicara dengan Evi.Hatiku cemas entah kenapa.
}} BIARLAH AKU TERIMA...
Aku berjalan ke arah ruangan GA,kulihat Evi disana,ia nampak
berkaca2.Aku paling ga suka lihat wanita yang kucintai menangis.Kudekati
dia,"Hey...kamu kenapa?"
Ia malah tergugu,"Maafkan aku Wan....maafkan aku..."
Aneh kok malah dia minta maaf sama aku?Kuusap air matanya tapi dia
malah menjauh,"Jangan dekat2 aku Wan!Kamu dipecat kan?Semua itu karena
kamu dekat sama aku..."
Aku lega ga ada siapapun di sekitar ruangan GA yang emang lokasinya
agak mojok.Ketutup barang2 pula.Aku lihat Evi gemetar tangannya,"Kamu
sampai gemetaran gini?Erna bilang apa sama kamu?"
Ia malah menyembunyikan tangannya,"Erna benar.Aku ini pembawa
sial.Siapapun yang deket aku pasti kena sial.Kamu harus jauh dari aku
Wan...sebaiknya kita jangan bertemu lagi."
Evi lari usai bilang gitu,"Evi!!Apa maksud kamu?Evi!!Aku ga akan pernah berhenti sayang sama kamu Vi!!Evi!!"
Apa maksud dia?Perasaanku kok makin ga enak.Aku dipecat ga
masalah.No big deal.I am the son of the owner.Aku yang akan jadi Boss
kok.Aku harus clearkan masalah ini.Aku ga mau Evi ngira dialah penyebab
semua kejadian ini.Aku hendak mengejar Evi kala Pak Ngah datang,"Ga
sangka ya Nak Irwan hari ini menjadi hari terakhir kamu kerja.Padahal Bp
suka sama kinerja kamu.Tapi Bp yakin kamu bakal jadi orang
sukses.Rejeki ga cuma di sini."
Aku mengambil tasku dan memeluk Pak Ngah,"Maafkan jika ada salah ya
Pak.Makasih dah baik sama saya selama ini.Makasih atas dedikasinya dalam
bekerja."
Pak Ngah malah ngasih aku uang,"Ini Nak dari Bapak.Cuma ini yang bisa bp kasih."
Aku memasukkannya kembali ke kantong baju beliau,"Ga usah Pak.Saya
ga bisa terima pemberian Bp.Lagian saya ini masih muda.Ga boleh nyusahin
yang lebih tua.Buat bp aja.Ga lama lagi kita pasti akan ketemu lagi
kok."
Pak Ngah heran,"Ketemu lagi?Oh...iya Nak Irwan kan rumahnya daerah
sini ya.Pasti ketemulah.Jangan lupa mampir ke rumah bp.Deket warung situ
aja."
Aku manggut2,"Beres Pak!"
♡ AKU PASRAH,AKU PASRAH...( REZA POV )
Bayangan hitam itu kembali lagi.Dia mendekati Evi lagi.Sial!Aksi
balas dendamku sama Erna malah berbuah begini.Aku ga boleh pasrah!Aku
harus menjauhkan Evi dari kegelapan itu.Aku hanya bisa melakukan
semuanya lewat tuanku.Dia harus kuberitahu bahwa bahaya mengancam
Evi.Aku akan terus mengirim sinyal ke hatinya.Kegelapan itu makin
menebal di sekitar aura Evi,aku yakin Evi bakal berbuat sesuatu yang
destruktif.Tapi aku ga akan diemin dia menghancurkan dirinya.Aku harus
bisa jaga dia.Harus!!
Wah bakal ngapain ya Evi?***see you next eps***
CINCIN PUTIH EPS 21 : Depart From Evil
>>> NOTE GERBONG 8 : Menjauh Dari Kejahatan
~ POETRY ZONE : Keindahan Pantai
Turun dari bus langsung disapa angin laut
Sejuk dan dimana-mana warna biru laut
Langit bersih dan tak ada kabut
Teman2ku segera turun dengan ribut
Pasir lembut terasa diinjak kakiku
Debur ombak tiada bosan dilihat mataku
Gulung menggulung menuju ke arahku
Membasahi baju dan celanaku
Segera aku menjauh dari kejaran gelombang
Melangkah menuju batu karang yang tegak menjulang
Batu karang lambang hati yang tenang
Meski badai terus silih berganti datang
Pohon nyiur melambai dengan ramahnya
Menyapa para pengunjung di sana
Menawarkan minuman segar rasa kelapa
Diberi es dan gula melepas dahaga
Matahari kian tinggi menyinari kami
Membuat aku memilih menepi
Mencari tempat berteduh sambil selfi
Bersama sahabat yang selalu setia menemani
Ada yang menulis dan melukis di atas pasir
Ombak datang dan mereka segera menyingkir
Hilanglah semua tulisan yang telah diukir
Aku malah jadi berpikir
Hidup itu seperti suasana di sini
Hati manusia itu seperti pantai yang kuinjak ini
Kadang gelombang masalah datang bertubi-tubi
Membuat kita tak bisa melihat petunjuk ilahi
Gelombang itu lambang tantangan
Datang mendadak tanpa diperkirakan
Kita ingin seperti batu karang kuat tak tergoyahkan
Namun kadang kita terhempas dan terkikis dalam terpaan
Aku melihat kapal berlabuh di dermaga
Melempar jangkar agar kapal tetap ditempatnya
Manusia butuh jangkar kehidupan juga
Sesuatu yang membuat kita ga keluar dari jalurnya
Kita butuh hati yang dekat dengan Pencipta
Biar kita selalu diberi petunjuk oleh-Nya
Dalam menghadapi setiap dilema
Supaya kita tak terhanyut arus dunia
Sore telah tiba matahari bersinar siap terbenam
Alangkah indahnya suasana senja mendekati malam
Melihat sunset matahari tenggelam
Akupun kembali naik ke bus malam
Walau aku lebih suka indahnya pegunungan
Namun keindahan pantai juga tak bisa kulupakan
Terima kasih untuk semua hal yang telah kau ciptakan ya Tuhan
Walau kadang aku masih dangkal dalam pemahaman
[ BABY,WON'T YOU TELL ME / Sayang,mengapa kau tak memberitahuku ]
--- REZA POV---
Aku pikir Evi bakal curhat sama Irwan,ternyata aku salah.Ia malah menjauh kala Irwan coba menanyai kenapa dia menangis.Evi,Evi...bukannya dia pria yang kamu tunggu2 selama ini?Sejak pertama kau mengenal cinta,dialah orang yang mengenalkan arti cinta itu di hatimu dan meski aku hadir dalam hari2mu tetap dia kan yang kau pikirkan?Aku ga cemburu lagi sekarang.Justru aku lega karena dia kini ada di sini di dekatmu.Dia akan menjagamu.Waktuku di dunia sudah selesai.Aku bisa pergi dengan tenang kini karena aku tahu dia bersamamu.Tapi mengapa kau tak memberitahu dia isi hatimu Vi?Kenapa kau malah menjauhinya?Beritahu dia Vi!Tell him!!
( WHY THERE IS SADNESS IN YOUR EYES ?/Mengapa ada kesedihan di matamu?)
--- Irwan Pov ---
Hatiku tak tenang melihat kesedihan di mata Evi.Jelas pikirannya telah diracuni dengan pikiran2 negatif dari sekitarnya.Ia pasti menyalahkan dirinya atas dipecatnya aku.Padahal aku emang sengaja biarin Manager HC itu mengira dia dah diatas angin bisa memecatku.Penyamaranku ini ternyata membuatku mampu melihat wajah asli perusahaan dan karyawan di sini.Mana yang kerja bener dan mana yang mencuri tulang.Alias makan gaji buta.Aku ga akan langsung pulang.Aku mau nunggu sampai Evi pulang kerja.Aku merasa ga tenang entah kenapa.Aku harus bicara padanya.Bahwa ia ga perlu menyalahkan dirinya.Bahwa pemecatan itu ga ngefek buat aku Apa dia lupa ya bahwa aku ini bukan orang tak punya?Kenapa dia bisa dengan mudah menerima setiap perkataan orang ya?What's wrong with my woman?
{ I DON'T WANNA SAY GOODBYE TO YOU/ Aku tak ingin mengucapkan selamat tinggal padamu }--- EVI POV---
Aku lari menjauh dari sentuhan Irwan.Jangan menyentuhku Wan!Aku ini wanita pembawa sial.Aku ga mau kamu kena sial.Aku ga mau kamu kayak ayahku,ibuku,atau Reza.Tidak!Aku tak mau kau mengalami nasib seperti mereka.Jangan sampai!Lebih baik aku saja yang pergi dari dunia ini.Menjauh dari semua yang kusayang.Dan kau sangat penting bagiku Wan.Kau adalah cinta dalam hidupku.Sungguh berada di hadapanmu membuatku tak bisa menahan perasaanku.Air mata langsung mengalir bila kulihat wajahmu.Aku tak bisa memungkiri betapa aku mencintaimu.Tapi...
{ LOVE IS ONE BIG ILLUSION I SHOULD TRY TO FORGET / Cinta adalah sebuah ilusi yang kuat,seharusnya kucoba tuk lupakan }
Aku ini tak pantas mencinta.Semua yang kucinta selalu menemui nestapa.Sebaiknya aku simpan saja cinta ini hingga aku mati.Biar kubawa ke alam yang lain.Aku melangkah terburu2 menuju ruanganku.Kudengar teman2 sejawatku membicarakan perihal dipecatnya Irwan.Aku dengar mereka memandang sinis ke arahku dan langsunh diem begitu aku lewat dekat mereka.Semua membicarakanku.Semua melihatku seakan aku ini tersangka saja.Aku mengambil kertas ijin keluar.Aku mau pulang lebih awal.Aku ga tahan lagi.Suara itu kembali berbisik di telingaku,"Itu kamu lihat kan?Kamu itu ga disukai di tempat ini?Ngapain kamu masih ada di dunia ini?Mereka itu menganggap kamu itu ga pantas untuk hidup.Kamu tahu kenapa?Karena kamu beda!Kamu ga kayak mereka.Kamu itu bawa sial!!Pembawa sial!!"
Aku mengisi surat ijin keluar sampai gemetaran,atasanku bahkan sampai mengira aku beneran sakit,"Kamu gemeter gini Vi?Kamu kayaknya emang mending pulang aja.Ntar kamu pingsan lagi terus ga masuk kayak Shiha.Terus tahu2 main resign aja.Wah bisa habis staffku."
Aku terpana mendengar ucapannya,"Bukannya Bapak harusnya senang jika saya resign?Saya kan bawa sial Pak?"
{ BUT THERE IS SOMETHING LEFT IN MY HEAD / Namun masih ada sesuatu yang masih tertinggal di kepalaku }
Kepala departemenku itu malah tersenyum,"Dunia kerja itu ditopang dengan nilai2 profesionalisme bukan mitos atau persepsi orang.Kamu tahu pemain bola bernama Zlatan Ibrahimovich?Dia dianggap juga pembawa sial bagi klubnya.Tiap klub yang membeli dia seringkali ga juara di kompetisi yang mereka ikuti.Lihat saja Barcelona yang jelas klub top jadi mandul trofi sejak membelinya tapi begitu dia dijual mereka mendulang trofi lagi.Intermilan juga kayak gitu nasibnya.Tapi kamu lihat MU tetap membeli dia meski beredar rumor negatif soal dia.Malah saya dengar mereka bakal memperpanjang kontraknya.Dunia bisnis punya pandangan beda.Saya lihat kinerja kamu bukan siapa kamu dan rumor seputar kamu.Kamu ngerti Vi?Istirahat ya dan jangan terlalu memikirkan apa kata orang.Bahkan medsos dan berita di tv itu semua bisa disetting Vi.Jangan terlalu percaya.Saya tanda tangan dimana?Sini ya..ok.Hati2 ya..."
{ YOU'RE THE ONE WHO SET IT UP / Kau yang pertama memulainya }
Aku berkaca2 mendengarnya.Namun pas menuju HC minta tanda tangan untuk pulang lebih awal,manager HC sinis banget mukanya.Memandangku dengan wajah kayak jijik gitu,"Emang ini perusahaan moyangmu apa?Ijin pulang ?Sekalian aja keluar.Biar perusahaan ini ga kena sial!"
Makdeg aku mendengarnya.Tega banget sih bilang gitu.Untung cuma ada dia di ruangan.Aku cuma diam.Tapi kembali kudengar suara itu lagi,"Tuh kan yang bela kamu sama yang mencela kamu itu perbandingannya 1 banding 1000.Ha..ha..udah ngapain kamu lama2 ada di dunia ini?Buat dihina?Buat jadi bahan ejekan?Buat jadi cercaan?Bahan tertawaan banyak orang?Evi..Evi...sadar!Kamu itu dah ga diharapkan sejak awal.Masak ga tanggap2 sih?"
{ NOW YOU'RE THE ONE TO MAKE IT STOP/ Sekarang kau juga yang ingin mengakhirinya }
Suara itu kian santer mengisi pikiranku dengan kekalutan,"Kau itu sumber masalah.Sumber malapetaka bagi sekitarmu terutama mereka yang dekat denganmu.Jadi hanya ada satu solusi buat dirimu.Bunuh diri saja!"
Aku keluar dari ruangan HC dengan grogi sampai aku nabrak anak GA yang bawa minum buat tamu.Minumannya tumpah.Membasahi lantai HC,"Maaf..."
Anak GA nya ga sewot karena dia tahu kalau aku ga sengaja.Yang sewot malah Manager HC,"Baru juga bentar di ruangan saya dah bawa sial!!Sudah sana kamu pergi aja!Biar airnya dipel sama GA!"
Aku menatap pilu.Ya ampun segitunya orang benci sama aku.Memang aku melakukan apa?
[ I'M THE ONE WHO'S FEELING LOST RIGHT NOW/ Sekarang akulah yang merasakan kehilangan ] --- IRWAN POV ---
Kenapa kakiku enggan beranjak dari sini ya?Aku ada di sebuah warung siomay di ujung pertigaan.Tepat di depan gapura masuk menuju perusahaan.Biasanya Evi lewat sini.Sekarang baru jam 3.Tinggal dua jam lagi dia pulang.Aku tunggu aja ah.Perasaanku kian ga tenang.Kenapa ya?
< NOW YOU WANT ME TO FORGET EVERY LITTLE THING YOU SAID / Sekarang kau ingin aku melupakan semua yang pernah kau ucapkan >
Aku sudah habis satu gelas es kelapa muda dan satu porsi siomay.Aku bilang sama yang jualan,"Bu saya nunggu sini gpp kan?Ntar saya bayar deh sewa bangkunya he..he.."
Yang jualan malah mesem,"Silakan Nak.Malah saya ada yang nemeni kok.Ga nglangut."
Aku lega diijinin kongko2 di warung itu,"Makasih ya Bu.Oh ya dah lama jualan di sini Bu?"
Sang ibu malah mengernyitkan dahinya,"Udah berapa lama ya?Sejak perusahaan itu berdiri kali Nak.Th berapa ya?Lupa saya nak."
<< I WON'T FORGET THE WAY YOU'RE KISSING/ Aku tak ingin melupakan caramu menciumku >>
Aku segera menghitungkannya,"Berarti dah 10 tahun dong Bu.Lama juga ya..."
Sang ibu malah gumun,"Kok tahu Nak gimana menghitungnya?"
Aku jelas ga mungkin lupa dong kapan perusahaan ini berdiri.Company profile perusahaan sendiri masak ga tahu?
¤¤¤ THE FEELING'S SO STRONG WERE LASTING FOR SO LONG / Rasa itu sangat kuat dan membekas selamanya ....
Lagi asyik ngobrol tiba2 aku melihat sosok yang kutunggu,'Evi?Kok udah pulang dia?Ini kan belum waktunya pulang?'
Tiba2 kecemasan menyeruak di hatiku.Rasa yang kuat untuk mengikuti dia.Aku segera pamit sama pemilik warung,"Bu saya dah selesai nih.Ini uangnya.Kembaliannya ambil saja.Saya buru2.Makasih ya Bu..."
Kunaiki vespaku yang suaranya dah kuredam dan segera mengikuti Evi.
{ BUT I'M NOT THE MAN,YOUR HEART IS MISSING/Namun aku bukan pria yang dirindukan hatimu} ---Reza pov ---
Roh kegelapan itu kian kuat mencengkeram Evi.Membuatnya putus asa dan gelap mata.Ia bahkan memakai orang2 sekitarnya untuk menjatuhkan mentalnya.Aku hanya bisa mempengaruhi tuanku saat ini.Pria ini ternyata memang sayang sama Evi.Aku ga perlu keluar energi besar buat mempengaruhi dia.Aku bisa merasakan rasa cinta yang besar juga rasa kepedulian yang tinggi pada wanita yang kucintai.Wanita yang kutahu hatinya sejak awal memang tak pernah kumiliki.Hatinya milik pria lain dan pria itu yang kini memakaiku dikalungnya.
{ THAT'S WHY YOU GO AWAY I KNOW/ Itulah sebabnya kau pergi jauh,aku tahu}
Evi mau kemana ya itu?Kok arahnya ga kerumah?Itu kayak ke arah jurang deh.Diujung jalan itu ada jurang yang dalam.Aku tahu karena aku pernah lari2 dekat situ dulu sama Evi.Wah gawat nih!Ngapain dia ke sana?Tempat itu kan sepi...Jangan2 dia mau melukai dirinya sendiri da sana.Aduh...mana mendung lagi.
{ YOU WERE NEVER SATISFIED NO MATTER HOW I TRIED/ Kau tak pernah merasa puas,sekeras apapun telah kucoba }~~~ EVI POV~~~
Kuambil kendaraanku di parkiran.Satpamnya sampai heran melihatku,"Mb pucat banget lho mukanya.Beneran gpp bawa motor sendiri?"
Satpam ini memang orangnya baik,"Gpp Pak.Saya biasa sendiri kok.Mari Pak.Ini kartu parkirnya."
Ia lalu membukakan gerbangnya soalnya emang belum jam pulang sehingga gerbangnya masih ditutup.Akupun tersenyum dan berterima kasih padanya,"Makasih ya Pak.Mari..."
Sebenarnya ga semua orang memperlakukanku dengan buruk.Ada juga yang baik namun justru orang2 yang kubaiki dan dekat dengankulah yang justru kerap menyakiti perasaanku.Mereka yang tahu gimana aku yang malah sering mengeluarkan kata2 yang melukai hatiku.Lihat saja Shiha.Satu ruangan sama aku dan sering kontak sama aku dalam kerjaan malah yang kerap nyindir aku.Sambil teriak2 malah.Ia juga menghasut para operator dengan menyebar rumor soal aku.Aku heran emang aku ngelakuin apa sama dia.Kayaknya dia seneng banget bikin aku down.Berulangkali aku coba terus menahan diri.Kuajak bicara dia diam saja.Ga ada tanggapan atau reaksi apa gitu.Bayangin diajak bicara dia diam aja.Padahal cuma ada dia dan aku di ruangan.Ga ada yang lain.Mending ga usah punya rekan kayak dia.Ingin aku pindah kantor aja.Namun Manager Supplay Chain terus mempertahankan aku di kantor Distribusi.Kerja kayak tekanan mental.Aku lelah bukan karena kerjaannya tapi karena lingkungannya ga nyaman.
{ NOW YOU WANNA SAY GOODBYE TO ME/ Sekarang kau ingin mengucapkan selamat tinggal padaku }
Sungguh lelah setiap hari aku menghadapi cercaan dan sindiran.Belum tatapan penuh intimidasi dan penghakiman.Kenapa semua orang seakan ga suka karena aku beda.Aku sendiri sampai heran emang kenapa jika pernikahanku gagal?Semua seperti menjudge akulah penyebabnya.Ada yang ga beres sama aku.Kenapa mereka ga mikir gimana beratnya aku melewati semua ini?Siapa juga yang ga ingin hidup bahagia,punya pasangan dan keturunan?Semua orang ingin itu semua.Namun ada yang beruntung bisa mendapatkannya dengan mudah dan ada yang sampai menangis darah karenanya.Ada juga orang2 yang memang ingin mengabdikan hidupnya untuk sebuah tujuan tertentu hingga rela tak menikah seumur hidup.Banyak hal di dunia ini dimana tak semua orang sama melewati siklus kehidupan.Pikiranku menerawang.Tanpa sadar aku melajukan motorku ke arah jurang.Kuberhenti dan memarkir motorku.Kulepas helmku dan aku melangkah mendekati bibir jurang.Saatnya mengucap selamat tinggal pada dunia.
↓↓ SITTING HERE ALL ALONE IN THE MIDDLE OF NOWHERE / Duduk di sini sendiri entah dimana ...--- IRWAN POV ---
Aku mengikuti motor Evi.Makin diikuti makin yakin aku bahwa Evi kayaknya ga niat pulang soalnya dia ga ambil jalan ke arah rumahnya.Malah menuju ke arah jurang di sebuah tikungan jalan.Tempat itu padahal sudah ditandai dengan gambar tengkorak dan tulisan rawan kecelakaan.Ngapain dia malah berhenti di situ ya?Mana cuaca mulai gelap lagi karena mendung.Suasana kian mencekam.Perasaan ga enak kembali menyelimutiku.Aku juga segera memarkir vespaku dan melepas helmku.Evi sudah berdiri di tepi jurang.Gila!Ini sudah gila!Mau apa dia dia berdiri di sana.Segera kupanggil dia,"Evi!!"
{ DON'T KNOW WHICH WAY TO GO/ Tak tahu harus pergi kemana}~Evi pov ~
Aku sudah di tepi jurang tinggal menjatuhkan diri ke bawah dan semua game over.Selesai.Finish.Di hatiku terjadi pertentangan.Konflik batin.Ada suara yang berkata,"Vi ini ga benar!Bunuh diri bukan solusi!Ini justru jalan tol ke neraka!Kamu berdosa Vi!Kamu siapa Vi mengakhiri hidupmu?Tuhan?Dia yang memberi nyawa memberi kehidupan maka hanya Dia saja yang berhak mengambilnya juga.Kamu mau mengambil kedudukan-Nya?"
Di sisi lain ada suara berkata,"Jangan dengerin dia Vi!Dia itu ga tahu betapa beratnya hari2 kau jalani.Dihina tiap hari,dicemooh teman2 sendiri,tidak dianggap penting ga digubris sama sekali.Bayangin aja sedih.Ga dianggap manusia hidup.So ngapain masih hidup?Udah langsung anjlok ke bawah aja.Diending aja toh akhirnya juga sad ending.Ngapain dipanjang2in Vi!!Ayo lempar dirimu ke bawah sana!!"
Aku bingung tak tahu harus ikuti suara yang mana.Hingga aku dengar suara yang sangat kukenal memanggil namaku,"Evi!!"
Aku menoleh,"Irwan??"
<< THERE AIN'T SO MUCH TO SAY NOW BETWEEN US/ Sekarang tak banyak yang dapat dikatakan diantara kita }--- IRWAN POV---
Aku hendak mendekati Evi namun dia malah teriak,"Jangan mendekat Wan!Atau aku akan lompat!!"
Bener2 Evi sudah nekad.Ia pasti desperate tingkat tinggi sekarang.Tapi aku bukan Irwan jika ga punya akal.Ga boleh maju ya mundur aja.Lho?Ya aku melangkahkan kakiku mundur,"Oke...kamu ga mau aku mendekatimu...baiklah...aku akan menemanimu mati.Biar kita bisa sama2.Emang cuma kamu yang bisa bunuh diri?Aku juga bisa!Lihat!!"
>>THERE AIN'T SO MUCH FOR YOU/ Tak banyak yang perlu kukatakan padamu...
--- Reza pov---
Wah stress nih dua2nya.Bukannya mencegah Evi biar ga terjun ke dalam jurang,si Mr Wagu poll itu malah berdiri di tengah jalan.Ikut percobaan bunuh diri dengan berdiri di tengah jalan biar ditabrak kendaraan yang lewat.Gila!Semua sudah gila!!Guys kalian bikin aku senewen!!Sadar!!Ya Tuhan kirim petir kek biar pada dapat pencerahan gitu...aduh!!
Aku teriak2 juga ga ada yang denger.
{ THERE AIN'T SO MUCH FOR ME ANYMORE/ Tak banyak yang perlu kau katakan padaku}--- Evi pov---
Terbelalak aku melihat Irwan malah melangkah mundur dan berdiri di tengah jalan.Dia gila!Dia bisa tertabrak kalau begitu!Aku lihat sebuah mobil pick up melaju.Gila!!Irwan gila!!Aku ga bisa biarin ini!Aku ga akan biarin dia membunuh dirinya.Tidak akan!!
Apa yang akan terjadi pada mereka?***see you next eps***
Eps 22 CINCIN PUTIH : World Changer
NOTE GERBONG 8 : Pengubah Dunia
Dulu banyak yang percaya bahwa bumi itu datar.Hingga seorang pria asal Italy mengemukakan pendapatnya bahwa bumi itu bulat.Atas dasar apa dia mengatakan teori itu?Siapa dia?Dialah Christopher Colombus.Dia memang orang Italy tapi dia jadi kebanggan bangsa Spanyol.Jika pergi ke Spanyol maka disana banyak sekali penghargaan dan rasa bangga negara itu pada Colombus.Kenapa malah Spanyol yang bangga dengan Colombus?Rupanya saat Colombus membutuhkan dana untuk membiayai perjalanannya keliling dunia untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat tak seorangpun mendukung dia.Bahkan Raja Italy waktu itu dan orang2 kaya di masa itu tak ada yang mau menyupport dia.Hingga Ratu Spanyol kala itu yaitu Ratu Issabella tergerak hatinya dan mendanai perjalanan Colombus.Perjalanan yang sulit dan makan waktu.Namun Colombus yakin bahwa teori dia benar.Kenapa Colombus yakin banget bahwa bumi itu bulat?Selain karena hal itu tertulis dalam kitab suci agamanya,ia juga mendapat mimpi atau semacam vision.Ia dibawa malaikat Tuhan keluar ke angkasa untuk melihat bahwa bumi itu bulat adanya.Itulah yang membuatnya ingin menunjukkan bahwa anggapan orang selama ini bahwa bumi itu datar adalah salah.Ia ingin mengubah cara pandang dunia.Dan ia akhirnya sampai di Amerika lalu menemukan Amerika Latin.Makanya di Amerika Latin kebanyakan bahasa yang dipakai di sana adalah bahasa Spanyol.Dan ternyata ia benar bumi itu bulat adanya.Spanyol sangat bangga padanya karena mengharumkan nama negara mereka di dalam sejarah dunia.
=== SIDE BY SIDE WITH YOU TILL THE END/ Menemanimu hingga akhir waktu...
--- IRWAN POV---
Aku dah kehabisan akal buat bujuk Evi.Pakai cara halus ga masuk.Terpaksa deh pakai cara nekad juga.Rada ekstrim dikit.Papa Mama please jangan marah ya...ampuni anakmu ini.Bukan aku ga hargai kalian yang dah susah payah melahirkan dan membesarkan tapi hanya ini cara yang terpikir olehku saat ini.Semoga cara ini ampuh.Aku denger suara mobil menuju ke arahku,"Vi!!Ayo katanya mau loncat kamu.Ayo tuh juga ada mobil ngarah ke sini.Pakai hitungan ga biar kita samaan waktu matinya?"
Padahal dalam hati aku berdoa terus pada Tuhan agar mesin mobilnya mogok.Weleh...
××× I'LL ALWAYS BE THE ONE TO FIRMLY HOLD YOUR HAND/ Aku kan selalu menggenggam erat tanganmu...--- EVI POV---
Aku tanpa berpikir dua kali segera lari ke arah Irwan.Aku lupa kalau akulah yang mau bunuh diri.Malah kini aku yang mencegah orang mau bunuh diri.Kutarik tangan Irwan tepat di saat mobil pick up itu mendekat dan hampir menghantam tubuh pria yang kucintai itu.Kutarik Irwan ke tepi jalan,"Kau gila!!Kau mau mati?Kau lupa kau masih punya orang tua!!Mereka sayang padamu!!"
Kumarahi malah dia balik marahi aku,"Kamu sendiri juga masih punya orang2 yang sayang sama kamu.Lalu kenapa kau boleh bunuh diri dan aku tidak?"
Kami sama2 ambruk di tepi jalan,sama2 terengah2 dan marah satu dengan yang lain.Aku segera berdiri mengibaskan kotoran yang menempel dipakaianku,"Pulanglah Wan...Jangan hiraukan aku."
>>> NO MATTER WHAT IS SAID OR DONE / Tak peduli apa kata orang...
--- IRWAN POV---
Aku tersenyum kala kurasakan tangan Evi menggapai tanganku yang kurentangkan lebar2 seakan mengundang bahaya datang.Evi masih sayang padaku.Aku seneng banget apalagi saat ia memarahiku.Rasanya aku pingin ketawa saat itu.Kok malah ketawa?Ya iya karena harusnya aku yang marah ke dia kok malah kebalik.Siapa yang mau bunuh diri sih awalnya?Bukannya dia?Dia aja marah lihat aku mau bunuh diri lalu kenapa aku ga boleh marah juga lihat dia gitu.Hayo!!
Aku segera bangun meraih Evi dalam dekapanku,"Aku takkan pernah membiarkan kau menyakiti dirimu sendiri Vi!Never !!You know why?Karena aku sayang kamu Vi!Aku ga mau kehilangan kamu..."
Kurasakan Evi terpaku dan kaget,"Wan...kamu tahu siapa aku kan?Aku ini pembawa sial...aku ini hanya akan..."
Kupotong perkataannya,"Sssh!!Aku ga peduli apa kata orang Vi...aku kenal kamu lebih lama dari mereka.Aku tahu siapa kamu.Ngapain kamu dengerin mereka?Emang mereka yang memelihara hidup kamu?Yang menciptakan kamu?Otoritas kamu?"
÷÷÷ OUR LOVE WILL ALWAYS CONTINUE ON / Cinta kita kan selalu bertahan...
Evi coba meronta namun aku pria aku jelas lebih kuat dari dia,"Wan...aku ga pantas buat kamu...aku ga mau celaka gara2 aku Wan..."
Aku mendengar suara guntur di kejauhan,"Aku tak peduli Vi.Aku percaya bahwa kau adalah kebahagiaanku.Aku tak mau yang lain Vi.Kau tahu kenapa aku balik ke Indonesia lagi?"
Kubalikkan badan Evi agar memandangku,"Semua karena kamu Vi...aku mencintaimu Vi!"
Petir menyambar seiring pernyataan cintaku pada Evi.
÷÷÷ EVERYONE NEEDS A SHOULDER TO CRY ON / Semua orang butuh bahu tuk sandaran tangis...--- REZA POV---
Waduh kok petirnya telat sih Tuhan?Aturan kan tadi pas mereka lagi dalam bahaya.Malah pas pernyataan cinta?Kumaha damang?Weleh...
Eh aku komplain gitu langsung deh kilat menyambar ke pohon deket aku,"Cleret!!Buk!"
Wuihh...langsung gosong pohonnya.Merinding choi!!
Irwan segera mengajak Evi pergi dari situ,"Aku antar kau pulang.Aku ga tenang sebelum lihat kamu sampai di rumah kamu."
Mereka lalu bergegas naik ke motor mereka masing2.Aku lega dan kulihat aura kegelapan itu pergi dari Evi,"Pergi sana!!Hushh!!Hush sana!!Ha..ha.."
÷÷÷ EVERYONE NEEDS A FRIEND TO RELY ON / Semua orang butuh teman yang bisa dipercaya...--- LESTI POV---
Aku mengajak kedua anakku ke mall.Selain beli perlengkapan sekolah buat Ivan,aku juga belanja keperluan rumah kayak sabun,minyak,garam dll.Pas banget Ayah aku nganter pesanan bata ringan ke seorang pelanggan.Jadi aku diantar sekalian.Di sebuah tikungan jalan kulihat petir menyambar sebatang pohon.Aku segera mendekap Nino,"Untung ga ada orang deket pohon itu ya ..."
Ivanka yang terkenal bisa lihat aneh2 malah menunjuk ke arah pohonnya,"Ada Bu!Ada orangnya kok...orangnya tinggi...kurus..."
Aku lihat sekali lagi,"Ga ada siapa2 kok...ah kamu salah lihat kali Van...udah jangan dilihatin ibu jadi merinding nih...mana mendungnya gelap lagi..."
Aku ingin segera sampai rumah karena aku ninggal mas Danang tadi.Soalnya anak2 kekeh mau ikut semua.Namun aku lega mas Danang dah mendingan.Sebentar lagi bakal sembuh dan bisa buka usaha bengkel lasnya.Aku senang ia ga bakal ketemu sama teman2 kerjanya yang dulu termasuk sama mantan selingkuhannya.
÷÷÷ WHEN THE WHOLE WORLD IS GONE / Saat seluruh dunia tiada...
---SHIHA POV---
Akhirnya aku putuskan menurut pada nasehat ibu.Pergi dari kota ini.Memulai awal yang baru dan hidup yang baru di tempat lain.Surat resign sudah kuberikan pada Manager HC.Ia heran juga tapi senyum2 juga.Paling mau kasih posisi aku ke ponakannya atau kerabatnya.Aku akan pergi dari kota ini.Selamat tinggal Mas Danang.Selamat tinggal perusahaan.Selamat tinggal masa lalu.Aku hanya dikuatkan dengan perkataan Ibuku,"Setiap orang suci punya masa lalu dan setiap orang yang berdosa punya masa depan.Kau harus melepas yang lama untuk mendapat yang baru Shiha."
Ibu benar aku ga mau mengulang sejarah ibu.Aku mau memiliki sejarahku sendiri.Aku akan menulis sejarah yang beda.
>>> YOU WON'T BE ALONE 'CAUSE I'LL BE THERE / Kau takkan sendiri karena aku kan selalu ada...--- IRWAN POV---
Kuantar Evi alias kukawal dia sampai rumahnya.Eh pas tiba di depan rumahnya,hujan turun dengan derasnya.Evi mengajakku masuk dulu,"Masuk Wan!Hujan lho!Deres lagi."
Aku jelas segera masukin vespaku ke halaman rumahnya.Kayaknya Budhenya ga ada.Bagus deh...ga ada obat nyamuk jadinya...he..he..Hanya aku dan Evi sendirian.Tapi tenang aja,aku ga akan macem2 sama Evi.Aku akan menjaga dia bukan mengambil keuntungan darinya.
××× I'LL BE YOUR SHOULDER TO CRY ON / Aku kan jadi bahu sandaran tangismu...
Tiap aku ke sini pasti hujan.Emang nih Tuhan dukung kok aku jadian sama Evi.Ya kan Tuhan?Eh...lha kok petir yang jawab,"Dhueer!!"
Evi langsung lari meluk aku,"Wan aku takut..."
Wah bejo kemayangan nih,dapat pelukan dewi pujaan.Asoy gemboy di jalanan ibukota....
÷÷÷ I'LL BE THERE,I'LL BE YOUR FRIEND TO RELY ON / Aku kan selalu ada,aku kan jadi teman yang bisa kau percaya...
Suasana kian syahdu karena mati lampu.Pet!Wah...makasih Tuhan.He..he..
Evi makin takut dong gelap kan?Aku segera mengambil hpku,"Kamu punya lilin atau lampu emergency ga?"
Wajahnya dekat sekali denganku,ia segera menunduk tapi ga melepas pelukannya karena petir masih saja sambar menyambar.Bagus...bagus...Indonesia kan emang negara petir.
÷÷÷ YOU'LL HAVE MY SHOULDER TO CRY ON / Ada bahuku tuk sandaran tangismu...
Evi merasakan sesuatu di dadaku,"Apa ini Wan?"
Aku segera mengarahkan hpku ke benda yang ia maksud,"Oh ini cincin keberuntunganku.Bagus kan?"
Ia merabanya,"Sepasang ya?Kayak cincin kawin saja.Kamu mau nikah ya?"
Aku memandangnya,"Iya ...tapi maunya sama kamu..."
Evi merona dan menggigit bibir bawahnya,"Wan...masih banyak gadis lain yang jauh lebih baik dariku..."
Aku sorotkan hpku ke wajah kami berdua,"Vi...aku ga minta kamu jawab sekarang.Aku akan menantimu.Kalau aku mau cari wanita cantik saja banyak Vi di Belanda sana...tapi yang aku mau hanya kamu Vi...tolong jangan tolak aku.Ok?"
Ia terdiam.Aku melanjutkan kata2ku,"Kau bisa berbagi apapun denganku.Jangan kayak tadi!Aku disini untukmu.Kau bisa hubungi aku kapan saja 24 jam aku ada dan siap sedia untukmu.Suruh jadi anjing penjaga aku juga mau.Apalagi disuruh jaga kamu he..he.."
Ia tersenyum,"Dasar tetep aja julit!Usil!"
Aku senang lihat ia bisa tersenyum lagi,kuraih ia dalam pelukanku,"Jangan pernah berbuat bodoh lagi kayak tadi...aku sedih tahu...kamu itu berharga buat aku Vi...kamu itu alasan aku kembali kemari.Jangan buat hidupku nelangsa ok?Kamu ga mau aku sedih kan?"
Ia mengangguk dalam pelukanku,"Bagus.Sekarang ayo kita cari penerangan dulu.Dimana kamu simpan lampu emergencynya?"
Ia malah memandangku,"Makasih ya Wan...jangan lelah nunggu aku ya?..."
Aku cubit pipinya,"Iya...kalau aku lelah kamu akan aku suruh pijitin.Biar ga pegal2 he..he.."
Ia malah berkaca2,"Dasar ...lampunya di dekat tv di ruang tengah.Temeni aku ambil ya..."
Aku gandeng tangannya,"Siap Boss!"
Ia malah keheranan,"Kok Boss?Emang aku pemilik perusahaan apa?"
××× I'LL BE THERE,I'LL BE THE ONE TO RELY ON / Aku kan selalu ada,aku kan jadi orang yang bisa kau percaya...
Aku sebenarnya ingin jujur sama Evi soal posisi aku di perusahaan namun aku rasa dia sedang terguncang saat ini masak aku beri shocking news?Bisa2 malah shock dia nanti.Saat ini aku hanya ingin ia merasa nyaman dan merasa tidak sendiri lagi dalam menghadapi apapun.Aku ingin meraih kepercayaannya.Aku menjawab ucapannya,"Siapa tahu aja aku bakal jadi Boss nanti.Jadi kamu akan jadi isteri Boss.He..he.."
Evi malah nyubit lengan aku,"Ngimpi kamu tuh...Kerja jadi GA ngimpi jadi Boss..."
Ia menemukan lampu emergencynya namu malah hanya memegangnya saja.Aku heran,"Kenapa ga dinyalain Vi?"
Ia malah terisak,"Wan...maafkan aku ya...kamu jadi kehilangan pekerjaan gara2 belain aku ya?"
Aku mengambil lampunya dan menyalakannya,"Orang kayak siapa tuh namanya Er..Erna ya?Harus diberi pelajaran biar mulutnya ga kurang ajar.Masih baik aku nyemprot dia pakai air bersih.Kalau aku mau bisa kusemprot dia pakai air selokan.Biar dia kapok!"
Evi malah menatapku,"Kamu terus gimana Wan?Mau cari kerja lagi?"
Aku kok dipikirin sih Vi.Laki gitu loh.
Aku memasang lampunya di tempat yang strategis,"Aku sebenarnya dah dapat kerjaan kok Vi.Suruh ayah nerusin usaha beliau.Aku hanya ingin iseng aja nyoba cari kerja sendiri.Jadi kamu ga usah merasa bersalah.Ok?"
Evi mengangguk.
××× AND WHEN THE WHOLE WORLD'S GONE / Dan saat seluruh dunia tiada...
--- EVI POV---
Lagi mau buatin minuman hangat buat Irwan eh terdengar suara ledakan gitu.Dhueer!!Terus lampunya mati.Aku langsung ke depan dan meluk Irwan.Untung ada dia.Aku benar2 takut sendirian makanya aku minta Budhe nemeni aku di sini.Walau ia menyebalkan tapi setidaknya aku ada teman.Kupeluk dia dan kubenamkan wajahku di dadanya.Kurasakan ada sesuatu yang mengganjal di sana.Rupanya cincin.Sepasang lagi.Disematkan di kalungnya.Kenapa ya saat aku meraba cincin itu aku terkenang pada Reza?Dia habis beli cincin buat pernikahan kami tapi tidak ditemukan benda itu di antara barang2 yang diamankan polisi dari lokasi kejadian.Aneh...
>>> YOU'LL ALWAYS HAVE MY SHOULDER TO CRY ON / Kan selalu ada bahuku tuk sandaran tangismu...
Irwan dan aku malah kemudian beli bakso yang kebetulan lewat.Kami makan bersama.Rasanya indah sekali.Kami saling melempar senyum.Berlomba makan sambel banyak2 juga.Dasar Irwan masih mania pedes dia.Budhe Soimah datang dengan wajah juteknya.Katanya ia habis nengok temannya di RS.Irwan segera pamitan ga mau ia ribut sama Budheku.Namun aku terkejut kala mengantar dia sampai ke depan.Listrik sudah nyala waktu itu.Ia melepas kalungnya dan memberikan salah satu cincin keberuntungannya kepadaku,"Pakailah cincin ini di jarimu jika kau sudah yakin bisa menerima cintaku.Jika kau belum yakin pakailah sebagai kalung.Ini kalungnya kamu pakai aja."
Aku terpana,"Terus kamu?Katanya ini cincin keberuntunganmu?"
Ia malah memintaku memakaikan cincin satunya ke jari manisnya,"Please ..."
Kupakaikan juga dan dia senang sekali,"Wah pas nih!Nah cincin sebagai tanda bahwa aku akan selalu menantimu.Kalau ada yang lihat aku pakai cincin kawin mereka akan mikir aku dah nikah.He..he..jadi kamu tenang aja Vi.Aku akan jaga hatiku.Hanya untuk kamu seorang."
Aku terharu dan ia memakaikan kalung dengan cincin yang lebih kecil ukurannya itu ke leherku,"Aku akan menunggu...dan aku yakin suatu saat nanti kan kulihat cincin ini melingkar di jarimu.Aku akan menunggu saat itu tiba.I'll wait.Aku pulang ya.Jangan mikir macem2!Mikirin aku aja he..he.."
Aku melepas dia dengan lambaian tangan.Selamat pulang Wan...hati2.
Wah cincinnya dah ditangan yang seharusnya nih.Kapankan Evi akan menjawab ya?***see you next eps***
Eps 23 CINCIN PUTIH : Greet You
°°° NOTE GERBONG 8 : Menyapamu
Tiket E chosen by the author >>> 806425
••• POETRY ZONE : Terkadang lucu juga bila dipikirkan Satu bola dijadikan ajang rebutan Dioper ke kiri kemudian ke kanan Kadang malah sampai keluar lapangan Kadang kasihan juga melihat sang bola Ditendang digiring kemana-mana Itulah permainan terkenal di dunia Olahraga yang biasa disebut sepakbola Di dalamnya ada peraturan dan hukuman Ada wasit mengawasi pertandingan Ada ribuan penonton yang menyaksikan Ada pelatih yang berdiri di tepi lapangan Suasana gemuruh dan riuh dalam stadion Semua ingin klubnya jadi champion Ramainya kayak masuk sarang tawon Bicara ga denger apalagi nelpon Banyak legenda sepakbola di dunia Ada Pele dengan kaki emasnya Ada Maradona dengan tangan Tuhannya Ada Ruud Gullit dengan rambut khasnya Kalau di Indonesia ada satu nama Bambang Pamungkas atau Bepe julukannya Aku tahu dia saat di Persija Jakarta Klub yang terkenal dengan The Jack Mania Kuharap sepakbola Indonesia bisa bersinar Biar sehebat kompetisi dan liga di luar Bukan hanya bikin pemainnya jadi tenar Tapi gaji pemainnya sampai bermilyar-milyar Aku ingin kompetisinya seperti Liga Inggris Tak terduga juaranya meski musim mau habis Dilihat milyaran orang di dunia rela duduk manis Hak siarnya mahal tiketnya laris manis Tiap kota punya klub favoritnya sendiri Ada pelatih dengan skill mumpuni Ada berbagai kompetisi yang diikuti Semua diatur jadwalnya dengan rapi Keamanan di stadion juga diperhatikan Berbagai tragedi dijadikan pelajaran Kursi supporter disusun sedemikian Biar tak terjadi kerusuhan yang merugikan Kudoakan negeriku bisa memajukan sepakbola Menjadikannya bukan sekedar sebuah olahraga Namun menjadikannya sebagai alat pemersatu bangsa Mempererat kesatuan dan nilai2 luhur bangsa Biar lewat sepakbola negeri kita jaya Terkenal di dunia dan menjadikan kaya Perekonomian bangsa ikut naik level juga Membuat rakyat makmur dan sejahtera Mari kita semua bersatu padu mewujudkannya Biar terasah talenta2 di setiap suku bangsa Membawa satu nama yaitu Indonesia Mengharumkan ibu pertiwi di kancah dunia ○○○ PANDANGAN PERTAMA AWAL AKU BERJUMPA....( EVI POV ) Hari Senin tiba.Aku sedang bersiap mau kerja kala hpku bunyi.Pasti Irwan deh.Sejak kejadian aku mau bunuh diri itu,Irwan selalu memantau aku.Pagi nelpon nanya aku udah sarapan belum,udah mandi belum,udah ini itu dan banyak lagi.Ntar siang pas rehat gitu juga nanya apa aku dah makan siang...dah bobok siang macem2.Apalagi kalau malam wah malah kayak didongengin sama dia.Dia cerita banyak hal.Aku kadang sampai heran apa dia ga kehabisan pulsa ya?Tapi jujur aku terharu dengan perhatiannya.Jadi senyum sendiri sampai aku lupa ngangkat telponnya,"Ya Wan?..." Kupikir akan denger aneka pertanyaan rutin dari dia tapi kali ini beda.Suaranya terdengar gimana gitu,"Ehm...Vi...aku dapat kerja nih!" Wah aku sumringah dengernya,"Oh ya?Bagus dong?Dimana?Jadi apa?" Irwan ngekek denger aku memberondong dia dengan berbagai pertanyaan,"Wah...wah...nanyanya satu2 dong Vi..." Aku mesem,"Kamu kan yang ajari aku begitu.Hayo nyadar ga?Tiap pagi kamu nanyain aku juga gitu.Udah sarapan Vi?Udah bangun Vi?Kamu masuk kerja kan Vi?Bla..bla...bla..." Irwan jadi sadar,"Iya ya...maaf deh...hmm...aku ketrima kerja di pabrik juga kok.Aku dipanggil lagi sama Pak Fajar suruh masuk." Aku kaget dengernya,"Masak sih?Setahuku kalau udah keluar ga mungkin dipanggil lagi deh.Yang bener Wan?" Kembali kudengar nada grogi di suara Irwan,"Namanya juga rejeki Vi.Ntar aku bakal ke pabrik.Kamu jangan kaget lho kalau lihat aku nanti.Aku ngasih tahu ini supaya kamu ga berpikir macam2 nanti." Aku makin merasa aneh dengan perkataannya,"Maksudnya kaget?Oh aku tahu...kamu potong rambut ya?Gaya kamu!Potong rambut aja bikin heboh!Kayak artis aja.Irwan...Irwan....Tapi semoga beneran deh kamu diterima kerja lagi.Mungkin Pak Fajar tahu kalau kamu ga salah makanya manggil kamu lagi." Aku melihat jam dinding dah saatnya aku berangkat,"Aku berangkat dulu ya Wan...sampai ketemu di pabrik.Sukses ya!" Irwan menjawab dengan semangat,"Sampai ketemu di pabrik.Sekali lagi jangan kaget lho ya nanti he..he.." Dasar Irwan pagi2 dah aneh.Terbayang olehku wajah cupunya yang wagu tapi ngangenin.He..he..aku malah jadi penasaran mau dimodel gimana rambut dia ya?Ayak2 ae...kuambil helm dan tasku lalu pamitan sama Budheku,"Evi berangkat Budhe!" Kulihat Budhe malah asyik beli tenongan,sampai penjual tenongannya yang ngasih tahu,"Jeng dipamiti tuh sama ponakannya!" Barulah Budhe menjawab,"Ya!" Aku menahan pedih melihat kakak ibuku ga gubris aku gitu,malah sayup2 kudengar ia bicarain soal aku ke penjual penganan itu,"Dia itu keponakan saya yang bawa sial!Makanya saya ga gagas dia.Mau kemana kek ya biarin aja.Deket2 dia bisa kena sial..." ●●● SEOLAH2NYA HANYA IMPIAN YANG BERLALU.... Aku pura2 ga dengar,aku ingat perkataan Irwan,"Bijaksanalah orang yang mengabaikan cemooh." Segera aku pergi bawa motorku ke kerjaan.Sampai di kerjaan aku lihat banyak penjual makanan di depan pabrik,mampir dulu beli jajan pasar.Aku pilih penjual yang ga banyak pembelinya soalnya aku malas denger celometan orang.Eh tiba2 satpam meminta semua penjual untuk merapikan dagangannya karena akan ada tamu agung datang katanya,"Jangan menghalangi gerbang ya Mas jualannya!Agak ke sana dikit!" Wah heboh amat?Aku lalu absen sidik jari.Disitulah ada pengumuman tertempel,"Semua karyawan diharap kumpul di halaman depan ada briefing pagi sekaligus perkenalan jajaran BOD yang baru." Wah pada heboh deh,"Direktur Baru mau datang ya?Katanya masih muda lho.Wah pasti ganteng ya?Aku mau berdiri di depan ah nanti." Aku geleng kepala mendengarkannya,semua heboh seperti mau menyambut tamu agung saja.Pak Fajar bahkan sudah datang.Aku sapa beliau,"Selamat pagi Bapak." Ia menjawab,"Pagi...Oh ya bilang sama team Distribusi untuk siap2 menyambut Dirut Baru oke?" Aku segera menjawab,"Ya Pak.Mari Pak." ●°● SUNGGUH TAK KUSANGKA DAN RASA TAK PERCAYA... Jam 8 tepat semua karyawan kumpul di halaman depan.Aku sih tinggal turun tangga dah sampai.Memang depan areaku sering dijadikan tempat briefing.Satpam mengatur semua karyawan agar rapi dan ga semrawut.Para petinggi sudah berjajar di dekat gerbang utama.Tentunya Manager HC juga.Entah kenapa aku sebel sama dia.Dia tampak pongah gitu kayak orang paling top aja di pabrik.Cuma Pak Fajar dan Manager aku aja yang tampak kalem.Gerbang sudah dibuka sejak tadi.Semua mata mengarah ke sana.Tapi aku malah mikir Irwan,dimana dia?Katanya disuruh kerja lagi di sini,tapi kok belum datang ya?Moga aja ga ada apa2.Tiba2 kepala security memberitahu Pak Fajar,"Rombongan yang ditunggu sudah memasuki gapura Pak." Semua heboh lihat ke arah gerbang,aku juga.Kulihat beberapa mobil nan lux memasuki halaman.Semua takjub melihatnya.Namun yang paling bagus adalah mobil yang tengah.Pasti di dalam mobil itu Dirut barunya.Kayak apa sih orangnya? Alangkah terkejutnya aku kala melihat siapa yang keluar dari mobil itu,"Ini ga mungkin...Aku pasti berhalusinasi...Orang itu...itu..." °•° GADIS SECANTIK DIA DATANG MENGHAMPIRIKU...( IRWAN POV ) Hari ini hari dimana aku akan membuka identitasku.Aku akan datang ke perusahaan bukan sebagai operator biasa.Tapi sebagai Direktur Utama.Aku sengaja telpon Evi biar dia ga kaget nanti.Pendapat yang lain ga penting bagiku tapi pendapat dia sangat penting bagiku.Aku ga mau dia salah paham padaku.Kuubah penampilanku.Kembali ke Irwan yang asli.Keren,necis dan ganteng maksimal pastinya.Papa dan Mama juga hadir.Sengaja aku menunggu sampai mereka kembali dari berlibur rianya.Akupun keluar dari mobil mercyku.Mana Evi ya? •○• HAMPIR2 AKU TAK SADAR DIBUATNYA...( MANAGER HC POV ) Hari ini Dirut Baru datang.Aku harus tampak eksellent dong.Kata Pak Fajar orangnya masih muda.Putra tunggal Pemilik Perusahaan yang baru.Wah pas nih aku kan masih single juga.Tebar pesona ah...Apalagi kala kulihat mobilnya memasuki halaman perusahaan.Keluar dari mobil depan Pemilik Perusahaan dengan isteri beliau.Mobil yang warna hitam itu pasti mobil Dirut.Keluar dari sana seorang pria berjas rapi dan memakai kaca mata polaria gitu.Kesannya kayak pakai riben tapi ga.Wuihh ganteng banget Man!Namun aku kayak pernah lihat deh... Wajahnya kok kayak ga asing ya?Ia menyalami jajaran petinggi perusahaan dan kala sampai giliranku ia membuka kaca matanya,"Masih ingat saya Bu Manager?" Aku ingat sekarang!Dia...dia...kan orang GA yang nyemprot keponakan aku.Dia....dia Direktur Utama?Habis aku!! °•○ SUNGGUH KARENA DIA AKU DI DEPAN ANDA...( Pak Fajar Pov ) Akhirnya hari ini tiba juga.Hari dimana babak baru perusahaan dimulai.Direktur yang baru akhirnya mau memperkenalkan dirinya secara langsung.Ga menyamar lagi.Pak Komisaris juga datang mendampingi putranya.Pak Irwan demikian aku suka manggil dia kini,sudah keluar dari mobil mercynya.Segera kuperkenalkan pada jajaran manager dulu,"Inilah Direktur Utama yang baru Pak Irwan Krisdiyanto." Manager HC sepertinya paling shock,dia kaget banget sampai pucat dan gemeter gitu kala tahu siapa yang berdiri di hadapannya.Aku hanya mesem saja,"Bu Tini tentu masih ingat kan pertemuan dengan Pak Irwan?Beliau sudah berada di sini sebulan lamanya lho.Sudah ga asing tentunya." Wajahnya nampak pucat banget dan akhirnya malah pingsan dia.Langsung heboh deh.Namun aku tahu siapa yang dicari oleh Dirut.Dia adalah staff Distribusi.Assiten Manager Supply Chain. •○● MEMBERANIKAN DIRI BERGAYA DAN BERNYANYI...( PAK NGAH POV ) Aku jelas gumun lihat jajaran mobil mewah memasuki halaman perusahaan.Namun aku ga sangka kalau dari salah satu mobil itu keluar seorang pria yang mirip banget sama Nak Irwan.Anak2 GA semua jadi heboh,"Pak,itu kan Irwan Pak?" Aku bengong,"Hussh!Ngawur kalian itu Dirut baru yaw...Jangan sembarangan!!" Namun kala Dirut Baru itu melangkah ke arahku dan memelukku aku sadar bahwa aku ga salah lihat,"Nak Irwan?Eh...maksud saya Pak Dirut..." Iya mengangguk,"Iya Pak Ngah...ini saya...Irwan yang pernah jadi anak buah Bapak." Aku sampai mau menangis kala ia merangkulku dengan hangat.Apa dia ga malu ya merangkul seorang bawahan kayak aku? •°• MEMANG KECANTIKANNYA DAN KELEMBUTAN HATINYA...( Mama IRWAN POV ) Putraku akhirnya memegang tampuk tertinggi di perusahaan.Aku bangga padanya.Kesan pertama saja sudah membuat segan karyawan.Gimana nanti.Walau ada yang pingsan juga tapi sepertinya kurang sehat kali.Ga masalah.Tapi diantara para karyawan itu aku tahu ada yang membuat putraku sampai mabuk kepayang pasti.Pagi ini aja dia bolak balik lihat ke cermin penampilannya.Kayak mau ketemu adindanya saja.Tapi yang mana ya?Semua cantik2 sih tapi aha ...pasti yang itu.Yang kulitnya eksotis itu.Kulihat putraku berkali2 mencuri pandang ke arah dia.Siapa dia? ○●○ MEMBUATKU BERANI MENGHADAPI DUNIA....( EVI POV ) Irwan...dia bilang pagi ini via phone kalau dia ketrima kerja lagi di sini.Dia juga bilang kalau penampilannya beda.Namun sama sekali tak pernah terbersit di hatiku kalau dia adalah Direktur Utama Perusahaan ini.Apa ini maksudnya supaya aku ga kaget ya?Dasar Irwan!!Julit setengah dewa!!Aku gemes sama dia.Coba cuma ada aku dan dia sudah kujitak dia.Main rahasia sama aku.Rahasia sebesar ini lagi.Dasar manusia julit!.Awas nanti!Aku akan tanyai dia nanti.Tapi apa aku berani ya?Dia kan Dirut? ¤¤¤ MEMBUAT AKU RINDU INGIN SLALU BERDUA...( Irwan pov ) Semua orang beda2 menyambut kedatanganku.Ada yang sampai pingsan.Ada yang shock kayak si itu Erna.Dia langsung ngurus Tantenya yang pingsan.Ini aku baru kenalan belum kerja.Sudah panik semua.Weleh... Tapi aku rindu Evi.Aku takut dia salah paham sama aku.Aku melangkah ke arah jajaran karyawan staff Distribusi.Ia menunduk gitu.Aduh...moga aku ga bikin dia bete deh.Ntar aku akan bicara berdua sama dia.Aku sms dia setelah acara perkenalan selesai dan aku menuju ruanganku,"Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya Vi.Jangan marah padaku.Aku mohon pengertianmu." Dia membalasnya,"Irwan julit!!Ngeselin!!Dasar julit!!" Aku tersenyum membacanya.Dia ga marah.Yess! Benarkah Evi ga marah?***see you next eps***
••• POETRY ZONE : Terkadang lucu juga bila dipikirkan Satu bola dijadikan ajang rebutan Dioper ke kiri kemudian ke kanan Kadang malah sampai keluar lapangan Kadang kasihan juga melihat sang bola Ditendang digiring kemana-mana Itulah permainan terkenal di dunia Olahraga yang biasa disebut sepakbola Di dalamnya ada peraturan dan hukuman Ada wasit mengawasi pertandingan Ada ribuan penonton yang menyaksikan Ada pelatih yang berdiri di tepi lapangan Suasana gemuruh dan riuh dalam stadion Semua ingin klubnya jadi champion Ramainya kayak masuk sarang tawon Bicara ga denger apalagi nelpon Banyak legenda sepakbola di dunia Ada Pele dengan kaki emasnya Ada Maradona dengan tangan Tuhannya Ada Ruud Gullit dengan rambut khasnya Kalau di Indonesia ada satu nama Bambang Pamungkas atau Bepe julukannya Aku tahu dia saat di Persija Jakarta Klub yang terkenal dengan The Jack Mania Kuharap sepakbola Indonesia bisa bersinar Biar sehebat kompetisi dan liga di luar Bukan hanya bikin pemainnya jadi tenar Tapi gaji pemainnya sampai bermilyar-milyar Aku ingin kompetisinya seperti Liga Inggris Tak terduga juaranya meski musim mau habis Dilihat milyaran orang di dunia rela duduk manis Hak siarnya mahal tiketnya laris manis Tiap kota punya klub favoritnya sendiri Ada pelatih dengan skill mumpuni Ada berbagai kompetisi yang diikuti Semua diatur jadwalnya dengan rapi Keamanan di stadion juga diperhatikan Berbagai tragedi dijadikan pelajaran Kursi supporter disusun sedemikian Biar tak terjadi kerusuhan yang merugikan Kudoakan negeriku bisa memajukan sepakbola Menjadikannya bukan sekedar sebuah olahraga Namun menjadikannya sebagai alat pemersatu bangsa Mempererat kesatuan dan nilai2 luhur bangsa Biar lewat sepakbola negeri kita jaya Terkenal di dunia dan menjadikan kaya Perekonomian bangsa ikut naik level juga Membuat rakyat makmur dan sejahtera Mari kita semua bersatu padu mewujudkannya Biar terasah talenta2 di setiap suku bangsa Membawa satu nama yaitu Indonesia Mengharumkan ibu pertiwi di kancah dunia ○○○ PANDANGAN PERTAMA AWAL AKU BERJUMPA....( EVI POV ) Hari Senin tiba.Aku sedang bersiap mau kerja kala hpku bunyi.Pasti Irwan deh.Sejak kejadian aku mau bunuh diri itu,Irwan selalu memantau aku.Pagi nelpon nanya aku udah sarapan belum,udah mandi belum,udah ini itu dan banyak lagi.Ntar siang pas rehat gitu juga nanya apa aku dah makan siang...dah bobok siang macem2.Apalagi kalau malam wah malah kayak didongengin sama dia.Dia cerita banyak hal.Aku kadang sampai heran apa dia ga kehabisan pulsa ya?Tapi jujur aku terharu dengan perhatiannya.Jadi senyum sendiri sampai aku lupa ngangkat telponnya,"Ya Wan?..." Kupikir akan denger aneka pertanyaan rutin dari dia tapi kali ini beda.Suaranya terdengar gimana gitu,"Ehm...Vi...aku dapat kerja nih!" Wah aku sumringah dengernya,"Oh ya?Bagus dong?Dimana?Jadi apa?" Irwan ngekek denger aku memberondong dia dengan berbagai pertanyaan,"Wah...wah...nanyanya satu2 dong Vi..." Aku mesem,"Kamu kan yang ajari aku begitu.Hayo nyadar ga?Tiap pagi kamu nanyain aku juga gitu.Udah sarapan Vi?Udah bangun Vi?Kamu masuk kerja kan Vi?Bla..bla...bla..." Irwan jadi sadar,"Iya ya...maaf deh...hmm...aku ketrima kerja di pabrik juga kok.Aku dipanggil lagi sama Pak Fajar suruh masuk." Aku kaget dengernya,"Masak sih?Setahuku kalau udah keluar ga mungkin dipanggil lagi deh.Yang bener Wan?" Kembali kudengar nada grogi di suara Irwan,"Namanya juga rejeki Vi.Ntar aku bakal ke pabrik.Kamu jangan kaget lho kalau lihat aku nanti.Aku ngasih tahu ini supaya kamu ga berpikir macam2 nanti." Aku makin merasa aneh dengan perkataannya,"Maksudnya kaget?Oh aku tahu...kamu potong rambut ya?Gaya kamu!Potong rambut aja bikin heboh!Kayak artis aja.Irwan...Irwan....Tapi semoga beneran deh kamu diterima kerja lagi.Mungkin Pak Fajar tahu kalau kamu ga salah makanya manggil kamu lagi." Aku melihat jam dinding dah saatnya aku berangkat,"Aku berangkat dulu ya Wan...sampai ketemu di pabrik.Sukses ya!" Irwan menjawab dengan semangat,"Sampai ketemu di pabrik.Sekali lagi jangan kaget lho ya nanti he..he.." Dasar Irwan pagi2 dah aneh.Terbayang olehku wajah cupunya yang wagu tapi ngangenin.He..he..aku malah jadi penasaran mau dimodel gimana rambut dia ya?Ayak2 ae...kuambil helm dan tasku lalu pamitan sama Budheku,"Evi berangkat Budhe!" Kulihat Budhe malah asyik beli tenongan,sampai penjual tenongannya yang ngasih tahu,"Jeng dipamiti tuh sama ponakannya!" Barulah Budhe menjawab,"Ya!" Aku menahan pedih melihat kakak ibuku ga gubris aku gitu,malah sayup2 kudengar ia bicarain soal aku ke penjual penganan itu,"Dia itu keponakan saya yang bawa sial!Makanya saya ga gagas dia.Mau kemana kek ya biarin aja.Deket2 dia bisa kena sial..." ●●● SEOLAH2NYA HANYA IMPIAN YANG BERLALU.... Aku pura2 ga dengar,aku ingat perkataan Irwan,"Bijaksanalah orang yang mengabaikan cemooh." Segera aku pergi bawa motorku ke kerjaan.Sampai di kerjaan aku lihat banyak penjual makanan di depan pabrik,mampir dulu beli jajan pasar.Aku pilih penjual yang ga banyak pembelinya soalnya aku malas denger celometan orang.Eh tiba2 satpam meminta semua penjual untuk merapikan dagangannya karena akan ada tamu agung datang katanya,"Jangan menghalangi gerbang ya Mas jualannya!Agak ke sana dikit!" Wah heboh amat?Aku lalu absen sidik jari.Disitulah ada pengumuman tertempel,"Semua karyawan diharap kumpul di halaman depan ada briefing pagi sekaligus perkenalan jajaran BOD yang baru." Wah pada heboh deh,"Direktur Baru mau datang ya?Katanya masih muda lho.Wah pasti ganteng ya?Aku mau berdiri di depan ah nanti." Aku geleng kepala mendengarkannya,semua heboh seperti mau menyambut tamu agung saja.Pak Fajar bahkan sudah datang.Aku sapa beliau,"Selamat pagi Bapak." Ia menjawab,"Pagi...Oh ya bilang sama team Distribusi untuk siap2 menyambut Dirut Baru oke?" Aku segera menjawab,"Ya Pak.Mari Pak." ●°● SUNGGUH TAK KUSANGKA DAN RASA TAK PERCAYA... Jam 8 tepat semua karyawan kumpul di halaman depan.Aku sih tinggal turun tangga dah sampai.Memang depan areaku sering dijadikan tempat briefing.Satpam mengatur semua karyawan agar rapi dan ga semrawut.Para petinggi sudah berjajar di dekat gerbang utama.Tentunya Manager HC juga.Entah kenapa aku sebel sama dia.Dia tampak pongah gitu kayak orang paling top aja di pabrik.Cuma Pak Fajar dan Manager aku aja yang tampak kalem.Gerbang sudah dibuka sejak tadi.Semua mata mengarah ke sana.Tapi aku malah mikir Irwan,dimana dia?Katanya disuruh kerja lagi di sini,tapi kok belum datang ya?Moga aja ga ada apa2.Tiba2 kepala security memberitahu Pak Fajar,"Rombongan yang ditunggu sudah memasuki gapura Pak." Semua heboh lihat ke arah gerbang,aku juga.Kulihat beberapa mobil nan lux memasuki halaman.Semua takjub melihatnya.Namun yang paling bagus adalah mobil yang tengah.Pasti di dalam mobil itu Dirut barunya.Kayak apa sih orangnya? Alangkah terkejutnya aku kala melihat siapa yang keluar dari mobil itu,"Ini ga mungkin...Aku pasti berhalusinasi...Orang itu...itu..." °•° GADIS SECANTIK DIA DATANG MENGHAMPIRIKU...( IRWAN POV ) Hari ini hari dimana aku akan membuka identitasku.Aku akan datang ke perusahaan bukan sebagai operator biasa.Tapi sebagai Direktur Utama.Aku sengaja telpon Evi biar dia ga kaget nanti.Pendapat yang lain ga penting bagiku tapi pendapat dia sangat penting bagiku.Aku ga mau dia salah paham padaku.Kuubah penampilanku.Kembali ke Irwan yang asli.Keren,necis dan ganteng maksimal pastinya.Papa dan Mama juga hadir.Sengaja aku menunggu sampai mereka kembali dari berlibur rianya.Akupun keluar dari mobil mercyku.Mana Evi ya? •○• HAMPIR2 AKU TAK SADAR DIBUATNYA...( MANAGER HC POV ) Hari ini Dirut Baru datang.Aku harus tampak eksellent dong.Kata Pak Fajar orangnya masih muda.Putra tunggal Pemilik Perusahaan yang baru.Wah pas nih aku kan masih single juga.Tebar pesona ah...Apalagi kala kulihat mobilnya memasuki halaman perusahaan.Keluar dari mobil depan Pemilik Perusahaan dengan isteri beliau.Mobil yang warna hitam itu pasti mobil Dirut.Keluar dari sana seorang pria berjas rapi dan memakai kaca mata polaria gitu.Kesannya kayak pakai riben tapi ga.Wuihh ganteng banget Man!Namun aku kayak pernah lihat deh... Wajahnya kok kayak ga asing ya?Ia menyalami jajaran petinggi perusahaan dan kala sampai giliranku ia membuka kaca matanya,"Masih ingat saya Bu Manager?" Aku ingat sekarang!Dia...dia...kan orang GA yang nyemprot keponakan aku.Dia....dia Direktur Utama?Habis aku!! °•○ SUNGGUH KARENA DIA AKU DI DEPAN ANDA...( Pak Fajar Pov ) Akhirnya hari ini tiba juga.Hari dimana babak baru perusahaan dimulai.Direktur yang baru akhirnya mau memperkenalkan dirinya secara langsung.Ga menyamar lagi.Pak Komisaris juga datang mendampingi putranya.Pak Irwan demikian aku suka manggil dia kini,sudah keluar dari mobil mercynya.Segera kuperkenalkan pada jajaran manager dulu,"Inilah Direktur Utama yang baru Pak Irwan Krisdiyanto." Manager HC sepertinya paling shock,dia kaget banget sampai pucat dan gemeter gitu kala tahu siapa yang berdiri di hadapannya.Aku hanya mesem saja,"Bu Tini tentu masih ingat kan pertemuan dengan Pak Irwan?Beliau sudah berada di sini sebulan lamanya lho.Sudah ga asing tentunya." Wajahnya nampak pucat banget dan akhirnya malah pingsan dia.Langsung heboh deh.Namun aku tahu siapa yang dicari oleh Dirut.Dia adalah staff Distribusi.Assiten Manager Supply Chain. •○● MEMBERANIKAN DIRI BERGAYA DAN BERNYANYI...( PAK NGAH POV ) Aku jelas gumun lihat jajaran mobil mewah memasuki halaman perusahaan.Namun aku ga sangka kalau dari salah satu mobil itu keluar seorang pria yang mirip banget sama Nak Irwan.Anak2 GA semua jadi heboh,"Pak,itu kan Irwan Pak?" Aku bengong,"Hussh!Ngawur kalian itu Dirut baru yaw...Jangan sembarangan!!" Namun kala Dirut Baru itu melangkah ke arahku dan memelukku aku sadar bahwa aku ga salah lihat,"Nak Irwan?Eh...maksud saya Pak Dirut..." Iya mengangguk,"Iya Pak Ngah...ini saya...Irwan yang pernah jadi anak buah Bapak." Aku sampai mau menangis kala ia merangkulku dengan hangat.Apa dia ga malu ya merangkul seorang bawahan kayak aku? •°• MEMANG KECANTIKANNYA DAN KELEMBUTAN HATINYA...( Mama IRWAN POV ) Putraku akhirnya memegang tampuk tertinggi di perusahaan.Aku bangga padanya.Kesan pertama saja sudah membuat segan karyawan.Gimana nanti.Walau ada yang pingsan juga tapi sepertinya kurang sehat kali.Ga masalah.Tapi diantara para karyawan itu aku tahu ada yang membuat putraku sampai mabuk kepayang pasti.Pagi ini aja dia bolak balik lihat ke cermin penampilannya.Kayak mau ketemu adindanya saja.Tapi yang mana ya?Semua cantik2 sih tapi aha ...pasti yang itu.Yang kulitnya eksotis itu.Kulihat putraku berkali2 mencuri pandang ke arah dia.Siapa dia? ○●○ MEMBUATKU BERANI MENGHADAPI DUNIA....( EVI POV ) Irwan...dia bilang pagi ini via phone kalau dia ketrima kerja lagi di sini.Dia juga bilang kalau penampilannya beda.Namun sama sekali tak pernah terbersit di hatiku kalau dia adalah Direktur Utama Perusahaan ini.Apa ini maksudnya supaya aku ga kaget ya?Dasar Irwan!!Julit setengah dewa!!Aku gemes sama dia.Coba cuma ada aku dan dia sudah kujitak dia.Main rahasia sama aku.Rahasia sebesar ini lagi.Dasar manusia julit!.Awas nanti!Aku akan tanyai dia nanti.Tapi apa aku berani ya?Dia kan Dirut? ¤¤¤ MEMBUAT AKU RINDU INGIN SLALU BERDUA...( Irwan pov ) Semua orang beda2 menyambut kedatanganku.Ada yang sampai pingsan.Ada yang shock kayak si itu Erna.Dia langsung ngurus Tantenya yang pingsan.Ini aku baru kenalan belum kerja.Sudah panik semua.Weleh... Tapi aku rindu Evi.Aku takut dia salah paham sama aku.Aku melangkah ke arah jajaran karyawan staff Distribusi.Ia menunduk gitu.Aduh...moga aku ga bikin dia bete deh.Ntar aku akan bicara berdua sama dia.Aku sms dia setelah acara perkenalan selesai dan aku menuju ruanganku,"Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya Vi.Jangan marah padaku.Aku mohon pengertianmu." Dia membalasnya,"Irwan julit!!Ngeselin!!Dasar julit!!" Aku tersenyum membacanya.Dia ga marah.Yess! Benarkah Evi ga marah?***see you next eps***
Eps 24 CINCIN PUTIH : The Day
••• NOTE GERBONG VIII → Hari H
●●● TERLALU MAHAL HARUS KUBAYAR...( PAK FAJAR POV )
Hari pertama direktur baru pastinya ditunggu2 kebijakan barunya.Pak Irwan memang masih muda,sangat muda malah namun aku tahu beliau itu punya wibawa.Dari cara beliau mengenal perusahaan ini saja sudah membuatku kagum.Baru kali ini aku melihat sendiri seorang top level merendahkan diri turun ke bottom level demi bisa mengenal lebih lagi perusahaan itu kayak apa sebenarnya.Salut2...
Hal pertama yang dilakukan Pak Irwan sungguh sebuah kejutan.Beliau bermaksud memecat manager HC,"Semua masalah di perusahaan ini bermuara di departemen HC.Banyak sekali ketidakpuasan dan keluhan mengenai departemen ini.Saya mau rombak semua personilnya.Mulai dari Top levelnya dulu.Bagaimana menurut Pak Fajar?"
Aku jelas setuju banget.Memang Bu Tini itu menurutku juga ga perform di kerjaan.Sasaran Mutu selalu telat nyodorin laporannya.Udah gitu banyak gaji yang geseh pembayarannya.Ada lembur ga dibayarlah,potongan ga jelaslah,yang sering ga masuk tetep aja dibiarin ga ditegur.Aku menjawab,"Saya setuju Pak Dirut.Tapi kalau memecat dia maka kita harus memberi pesangon.Itu akan menambah cost lagi.Dan itu ga sedikit."
■■■ KECURANGANMU DENGAN AIR MATA....( IRWAN POV )
Bener juga sih kata Pak Fajar.Tapi memang begitu aturan dari Depnaker bukan?Aku memeriksa beberapa berkas,"Saya lihat disini HC tak pernah keluarkan pesangon untuk karyawan ya?Apa Manager HC memakai mutasi untuk menekan karyawan agar resign?"
Pak Fajar menarik nafas lalu bercerita,"Itulah hal yang menyedihkan hati saya selama bekerja di sini.Kita perusahaan yang tidak kecil tapi pemilik perusahaan yang lama tak mau keluar uang buat menerapkan peraturan ketenagakerjaan.Banyak kecurangan dilakukan.Dan kini hasilnya malah mereka jadi bangkrut.Hingga harus menjual perusahaan ini."
◆◆◆ DENGAN AIR MATA....KATANYA2...( Erna pov )
Tanteku nangis terus.Ia takut bakal dipecat sama Dirut yang baru.Kasihan juga sih tapi aku sendiri juga was2.Aku ga sangka kalau orang GA yang kumaki2 waktu itu ternyata Dirut yang baru.Aku hanya bisa menghibur Tanteku,"Jangan nangis lagi Tante...ga mungkinlah Tante dipecat...mana berani perusahaan ini kasih pesangon?Belum ada sejarahnya begitu...tenang saja."
� KATANYA TEBU MANIS AIRNYA...
Tanteku akhirnya lebih tenang usai denger ucapanku,"Iya Na.Kamu benar.Keuangan perusahaan ini sedang buruk.Ga mungkinlah berani mecat aku."
Aku lega Tanteku dah mendingan,bagaimanapun aku butuh dia tetap di posisinya sekarang.Dia kan backing aku di perusahaan.Nama besar dia selalu kujadikan tameng dan senjata.
Kuantar Tanteku kembali ke ruangannya.Eh dijalan ketemu sama staffnya.Katanya,"Bu Tini,Anda diminta menghadap Pak Fajar.Sekarang."
Jreng!Deng...deng...deng...
▲▲▲ KUCOBA TANAM DI PINGGIR HATI....( TINI POV )
Disuruh menghadap Pak Fajar?Aduh moga ga di SP deh.Gawat!Aku deg2an,"Ada apa ya Na?"
Erna malah menyuruhku menarik nafas,"Coba tarik nafas dulu...hembuskan..
Ya...terus....ya...Tante harus tenang!Tante itu harus pertahanin posisi Tante."
Aku coba mengikuti instruksi Erna.Tapi asli aku gemeteran nih.
▼▼▼TUMBUH MEMANG TUMBUH SAYANG 3X....( AYAH IRWAN POV )
Melihat putraku duduk di kursi direktur sungguh membuatku bangga.Jadi ingat bagaimana dia kecil dulu suka sekali bermain di pangkuanku kini dia sudah dewasa.Sudah mulai belajar memegang tanggung jawab yang besar.Putraku sudah tumbuh menjadi pria yang berintegritas dan berwibawa.Kufoto dia dengan hpku,"Cekrik!"
� TEBU BERDURI MENUSUK HATI...( EVi pov )
Aku ga habis pikir dengan Irwan,jika dia adalah direktur utama di perusahaan ini mengapa dia jadi GA ya dulu di sini?Aneh!Irwan emang gitu sejak dulu...aneh.Tapi aku juga senang sih jika Irwan yang memjabat jabatan itu.Irwan kan orangnya baik dan adil dia.Lalu bagaimana dengan hubungan kami?Ketidakjujurannya padaku soal ini sedikit menusuk hatiku.
Kira2 apa ya alasan dia melakukan ini semua?
▶LAYAR BERLAYAR PERAHU KAYU....
Hatiku yang baru menemukan tempat berlabuh kini kembali gundah.Ibarat perahu kayu aku kembali diterpa angin kencang sehingga takut berlayar.
◀BIARLAH2 KINI TANPA DIRIMU...( PAK NGAH POV )
Aku sedang mengecek kinerja anak buahku di pantry gedung utama ketika dia cerita,"Pak ada hot newss!!Tadi saya kan nganter minuman ke ruangannya Pak Fajar.Eh pas ada Bu Tini pak di sana.Dia nangis bombay gitu...kayaknya dia bakal dimutasi deh Pak...bagus deh biar dia ga di sini lagi.Yez...yez...yez!"
+++ LAMA KUTUNGGU KEJUJURANMU...
Aku sumringah mendengarnya,"Beneran?Wah kabar bagus nih!Sudah lama kutunggu hal ini.Akhirnya kejadian juga."
Tapi penasaran juga,"Emang dipindah ke mana?"
Anak buahku yang namanya Harti itu menggeleng,"Ga tahu Pak.Saya keburu keluar ruangan."
¤¤¤TERKADANG HARUS MENANGGUNG KEKECEWAAN...( FAJAR POV )
Bisa jelas kulihat kekecewaan di wajah Bu Tini,tapi ini sudah menjadi keputusan direksi.Bu Tini memohon2 padaku,"Ya ampun Pak masak saya dipindah ke Mataram?Itu kan jauh di Lombok sana?Mana sering terjadi gempa pula.Please Pak saya mau dipindah kemana saja asal masih di Pulau Jawa Pak.Ya pak ya...?"
Aku menggeleng,"Hanya Pak Dirut yang bisa mengubah keputusan ini.Maaf...saya masih ada meeting.Jika sudah tak ada pertanyaan lagi,silakan kembali ke ruangan Anda."
¤¤¤ MASIH KUTUNGGU....( Irwan pov )
Aku akan ke rumah Evi nanti sepulang kerja.Ayah dan ibu pulang duluan,"Kami pergi ya sayang...take care..."
Aku melepas kepergian mereka.Saat itulah kulihat seseorang sudah menungguku.Bu Tini.Mantan manager HC.Dia nampak canggung gitu mendekatiku,"Pak Dirut.Eh...maksud saya...Pak Irwan...apa Bapak punya waktu buat saya?"
Aku ingin berkata Tidak tapi bagaimanapun dia adalah karyawan di perusahaan ini.Dia aset bagi perusahaan.Aku membuka kaca mataku dan memandangnya,"Sebaiknya kita bicara di ruangan saya."
¤¤¤ KUTUNGGU KEJUJURANMU.....( Tini pov )
Aku sudah menunggu sejak tadi dekat parkiran mobil jajaran direksi.Aku yakin Pak Komisaris pasti akan segera pergi.Dugaanku benar.Kata Pak Fajar,hanya Pak Dirut yang bisa mengubah soal mutasi aku ke Mataram.Aku harus melakukan apa saja yang aku bisa agar ga dimutasi ke sana.Aha itu beliau...Beliau?Orang yang dulu kumaki2 dan kuberhentikan di masa training dia,kini kupanggil dengan begitu hormatnya.Ironi sekali.Benar kata lagu,dunia pasti berputar.Beda sekali penampilannya dengan saat jadi GA.Dia ganteng banget dengan jas mahalnya.Ini semua gara2 Erna!
¤¤¤ KUTUNGGU2 KEJUJURANMU...
Setelah beliau melepas orang tuanya,kulihat beliau memandangku.Dia tahu aku menunggunya.Dia tidak mengabaikanku.Bahkan dia menerimaku di ruangannya.Wow...ruangan direktur.Keder juga aku.Menyesal sekali sudah memperlakukannya dengan buruk dulu.Andai waktu bisa diputar ulang,aku ingin mengedit bagian itu.Aku ga berani duduk tapi Pak Irwan mempersilakan aku duduk,"Silakan duduk."
Akupun duduk dengan grogi.Ia duduk juga dengan elegan,"Apa yang ingin Anda bicarakan?"
Aku takut juga sih tapi hal pertama yang kulakukan adalah minta maaf,"Saya mohon maafkan saya Pak.Saya tidak tahu kalau itu Bapak...saya mohon Pak...jangan mutasi saya ke Mataram.Saya ga masalah di downgrade asal masih di lingkup Pulau Jawa.Saya mohon..."
***see you next eps***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar