☆☆ CERPEN KE-32 : ENGKAU YANG BERTINDAK
Seorang gadis nampak lesu pulang ke rumahnya.Rambut sebatas pundak nampak terikat rapi bak kucir kuda.Ia menghembuskan nafas sebelum memasuki rumah,"Niki pulang!"
Seorang anak kecil usia 4 tahun nampak menyambutnya,"Tante!!Ada susu?"
Nikita segera meraih keponakannya itu,"Tentu sayang...rasa coklat kan?Ini."
Saat Nikita sibuk mengeluarkan susu kotak dari tasnya,kakaknya keluar.Kakaknya berkata pada putranya,"Hayo bilang apa sama Tante ?"
Keponakan Nikita segera menjawab,"Makacih..."
Kakak Nikita tampak membawa piring kotor,"Gimana dapat kerjaan ga?"
Nikita menggeleng,"Belum kak.Baru nyebar lamaran aja.Ibu bagaimana kak?Sudah makan?"
Sang kakak mengangguk,"Sudah.Pakai bubur bayi.Yang rasa beras merah.Sekarang sedang nonton tv."
Nikita segera menuju kamarnya,tampak di ranjang model RS seorang wanita tua terbaring dan tersenyum padanya,Nikita meraih tangannya.Ibunya memang tak bisa bicara jelas sejak terkena stroke.Itu pula kenapa Nikita sangat menyayangi kakaknya.Dari sekian saudaranya hanya kakaknya itu yang mau menjaga ibunya.Kakak2nya yang lain malah kalau berkunjung malah buat sedih hati ibunya.Ia pernah dengar kakak sulungnya berkata pada ibunya,"Bu...bu...mending ibu tiada saja.Hanya bisa nyusahin aja.Kasihan tuh adik2 aku bertahun2 merawat ibu tapi ga ada perkembangan."
Nikita ga suka dengar perkataan kakaknya itu,"Kami ga merasa repot kak merawat ibu.Jangan dengerin Bu!Kakak ga boleh bilang gitu sama ibu.Kena karma nanti."
Eh bener ga lama kemudian kakak sulungnya kena penyakit aneh tumbuh jalu di kakinya sehingga sulit sekali berjalan.Nikita mengambil remote tv,"Ibu mau lihat tinju ya?Ini Niki cariin channelnya.Niki mandi dulu ya...sambil masak air buat sibin ibu."
Memang kalau sore ibunya hanya disibin karena kalau dimandikan nanti malah masuk angin.Niki ingat bagaimana salah satu kakaknya milih pergi dari rumah cari rumah sendiri karena ga mau bantu ngurus ibu mereka.Malah ada yang minta bayaran juga.Niki sedih bila ingat semua itu,tega banget mereka merawat ibu sendiri minta bayaran.Akhirnya Niki terpaksa keluar dari kerjaannya demi bisa jaga ibunya.Lalu kakaknya yang kini tinggal bersamanya kembali dari perantauan bersama suami dan anaknya.Iapun senang dan mulai bisa mencari kerja lagi.Usianya sudah 31 tahun kini dan kebanyakan lowongan yang ada memperhatikan usia dan lulusan baru.Tapi Niki ga pernah memperlihatkan kesedihannya pada sang bunda,"Tadi Niki cari kerja Bu.Doain ya Bu biar ada panggilan."
Sang bunda mengangguk dan tersenyum pada putri bungsunya itu.Niki yakin Tuhan pasti akan membukakan pintu rejeki buat dia.Ia bekerja agar bisa membiayai rumah dan perawatan ibunya.Ia ga pernah foya2.Beli baju saja jarang apalagi perhiasan.Bahkan dompet yang ia pakai adalah pemberian orang.Tuhan mencukupi kebutuhannya lewat orang lain.Ada saja yang tiba2 tergerak memberi sesuatu padanya.Entah dompet,baju atau yang lain.Malam telah tiba Niki melihat ibunya sudah tidur dan mematikan tv.Ia betulkan selimut ibunya.Ia sudah bertekad akan mengabdikan hidupnya demi sang bunda.Berkali2 kakak2nya menanyai dia soal pria namun waktunya ga ada buat itu.Fokusnya kini adalah ibunya.Mencari uang buat biaya perawatan ibunya.Kakak2nya yang lain sudah punya keluarga dan sibuk dengan urusan keluarga masing2.
Uang pesangon dari kerjaannya yang lama sudah ia habiskan buat biaya hidup dan medis selama ini.Andai saja ada pria yang mau dengan Nikita mungkin Nikita juga akan mencari yang mau membantu dia merawat ibunya. Selang dua bulan ada panggilan kerja buat Nikita.Ia awalnya minder karena usianya sudah kepala 3.Namun ia pasrah dan menjawab semua seperti apa adanya.Akhirnya ia ketrima.Kerja menjadi staff.Pendidikan D3nya berguna.Namun tidak mudah juga bekerja di perusahaan itu. Ia pernah dihina karena orang baru ga akan bisa katanya selevel dengan orang lama.Namun ia terus bertahan.Hingga suatu ketika Presdir sendiri memuji pekerjaannya.Semua baru mulai mengakui bahwa ia juga bisa menyamai orang lama. Tak hanya soal pekerjaan ia dihina tapi juga soal kehidupan pribadi.
Usianya yang tak muda lagi kerap jadi bahan ejekan dan ledekan.Pernah di parkiran ia mendengar dua orang karyawan yang menyindirnya sambil teriak2.Ia tahu mereka mengejeknya.Namun ia hanya menyimpannya di dalam hatinya.Hingga kembali Tuhan sendiri yang bertindak.Saat perayaan ultah perusahaan,orang yang menghina Nikita di parkiran itu dipermalukan di depan seluruh karyawan.Ia juga dipindahkan ke bagian yang membuatnya stress berat dan ga bisa teriak2 lagi seperti biasanya.Nikita bahkan pernah diledek oleh temannya yang mau menikah.Dibilang ga lakulah,perawan tualah dsb.Namun Tuhan menempelak orang itu karena pada hajatan pernikahannya malah kasus keracunan makanan.Membuat ia jadi bahan gunjingan di pabrik.Membahayakan nyawa orang dan jadi trending topik.Nikita kini belajar mengabaikan cemooh terhadap dirinya.Ia percaya bahwa Tuhan takkan mempermalukan umat-Nya yang hidup dalam petunjuk-Nya.Keyakinannya terbukti kala ibunya tiba2 drop dan harus dirawat cukup lama di RS.Hampir semua saudaranya menyalahkannya dan membuatnya down.Ia bahkan harus tidur di RS hampir selama 1 bulan.Tapi Tuhan memang tak terduga,disanalah Nikita bertemu teman lamanya,"Lucky?Kamu kerja di sini?Wah sudah jadi dokter ya?Keren!"
Dialah Lucky yang adalah teman kala SMU.Ganteng banget dia.Pakai jas lab dokter dan kaca mata minus yang membuatnya sungguh beda dengan saat masih SMU dulu.Lucky rupanya dulu naksir sama dia namun karena ga pede dia hanya memendamnya saja.Lucky rupanya dokter penyakit dalam.Cinta lama bersemi kembali.Rumah Sakit menjadi saksi romansa keduanya.Kondisi ibu Nikita membaik dan boleh pulang.Namun hubungan Nikita dengan Lucky kian erat dan akhirnya Lucky melamar Nikita.Wah semua teman kerja Nikita kaget kala diundang ke pesta pernikahannya,"Wow dapat dokter dia!Gila nikahnya di gedung terkenal pula.Aku jadi malu karena dulu sering ngolok2 dia."
Nikita tetap mengundang semua baik yang ramah atau yang jutek sama dia.Bahkan yang menghina dia sekalipun,bagi dia semua pembalasan adalah hak Tuhan. ***The End***
☆☆☆ SHEILA BILA KAU TERLUKA AKUPUN TERSIKSA...( Hazman pov )
Sejak pindah ke Jakarta aku berubah manggil adikku.Biasanya manggil ya biasa tapi suatu hari ia mengumumkan saat makan bersama bahwa ia ga mau dipanggil dengan sebutan Evi.Ia mau nama itu jadi nama spesial.Hanya untuk seseorang.Aku tahu siapa yang dia maksud.Pasti Irwan.Makin lama aku makin tersiksa dengan semua ini.Rasanya aku seperti kakak yang tak diharapkan.
☆☆ BETAPA BESAR CINTA KITA YANG TELAH TERBINA.....
Aku sudah mencoba membina hubungan baik dengan Evi eh Sheila ding.Tapi dia sepertinya emang lebih sayang ke Irwan daripada aku yang kakak kandungnya. Setiap dia ultah aku pasti beliin apa gitu buat dia tapi tetep aja aku melihat kesedihan di wajahnya.Ada satu tempat di hatinya yang akan terus dan terus dia jaga.Itulah tempat buat Irwan.
☆ NAMUN TERHALANG DINDING PEMISAH BEGITU TINGGINYA...
Seakan seperti membentur tembok saja.Ada dinding yang memisahkan aku dan adikku sendiri.Itulah kenapa no2 hp yang menghubungkan ke Irwan aku hapus semua.Bahkan aku sengaja merusak hp ayah agar aku bisa menghapus semua akses ke Irwan.Aku benci selalu kalah sama dia.
★ SHEILA KINI TERBELENGGU KERNA ORANG TUAMU....( Hamdan pov )
Aku sungguh merasa sangat bersalah pada putriku.Kala semua ingatan Irwan sudah pulih dan kedua belah pihak orang tua tak lagi saling main rahasia eh aku kehilangan semua kontak yang menghubungkan ke Irwan.Hpku rusak tiba2.Maafkan ayah Vi.Oh Sheila...Evi merasa terluka dan mengubah nama panggilannya.
★ DIMATA MEREKA YANG ADA INTAN DAN PERMATA...
Memang nama Evi aslinya adalah Evi Sheila Issabella.Siapapun nama panggilan kamu,dimata Ayah kau tetap putri Ayah.Kau adalah permata hati Ayah.Malang menimpa,saat aku hendak ke Bogor aku malah alami kecelakaan.Batal niat mau mencari Irwan.Akupun mengutus Hazman untuk ke sana.Ia kan pasti tahu alamat rumahnya.
★★ AKU TAK PUNYA HARTA DAN BENDA...
Namun Hazman malah memberitahukan bahwa alamat mereka sudah pindah.Tak ada yang tahu katanya.Evi jelas paling sedih mendengarnya dan berubah jadi murung dan pendiam.
� MUNGKIN AKAN MEMBUAT SENGSARA...
Hazman sepertinya juga menderita karena adiknya.Kini Evi sudah SMU dan Hazman mau kuliah.Isteriku yang tetap tabah.Selalu berusaha menjadi ibu yang baik bagi kedua anak kami.Lina memang isteri yang luar biasa.
¤ LALU KUCOBA BERTANYA UNTUK APA CINTA KITA....( EVI POV )
Di sekolah aku ga gaul anaknya.Aku fokus belajar.Aku mau kuliah lalu kerja biar bisa bantu ayah.Aku juga ga bahas soal kak Irwan lagi.Aku mau membuka lembaran baru dengan nama panggilan yang baru.Walau aku terus terkenang padanya.Dimana ya dia sekarang?Kata Kak Hazman alamatnya sudah pindah.Biarlah nama Evi hanya akan kuberikan padanya.Aku menyusuri koridor sekolah,beberapa siswa nampak tebar pesona dan mencoba menarik perhatianku.Tapi aku tak merespon.Kenapa ya aku terus saja memikirkan kak Irwan tiap melihat pria?
¤¤ SEKIAN LAMA KITA BINA HANYA BERBUAH DERITA....
Aku dipanggil temenku,"Sheila!Sini!"
Aku mendekatinya,"Ada apa sih?"
Ia memperlihatkan sebuah brosur kampus,"Yuk kita ntar kuliah di sini aja."
Aku lihat daftar jurusan dan fakultasnya,"Kamu mau ambil apa?"
Dia jawab,"Ekonomi aja deh.Murah.Ayo kita samaan aja."
Aku tersenyum padanya,"Aku mau cari D3 aja biar cepat kerja.Kasihan ayahku."
Eh dia malah ngajak shopping,"Ke mall yuk cuci mata."
Aku menolak dengan halus,"Biasa juga pergi sama yayang kamu kan?Aku pulang sekolah mau bantu ibu ah di warungnya."
Baru juga diomong eh datang cowoknya dia,"Babe ke kantin yuk!"
Aku mempersilakan mereka pergi.Aku ga mau ganggu.Aku memang belum bisa membuka hatiku pada cowok manapun.
>>> HO...HO...SHEILA TABAHKANLAH SURATAN DI DIRIMU...( LINA POV )
Aku harus tabah.Ga boleh mengeluh.Berapapun penghasilan suamiku harus aku syukuri.Tapi aku juga berusaha jualan kecil2an.Buat nambah2.Kan Hazman mau kuliah.Evi...eh Sheila juga mau lulus tahun ini.Butuh biaya semua.Lumayan jualan makanan di rumah.Disinikan banyak kost2an.Ada yang sampai lantai 3 malah.
¤¤ OH SHEILA RELAKANLAH KITA HARUS BERPISAH...
Bentar lagi jam pulang anak sekolah.Evi pasti akan segera tiba.Memang dia anak baik selalu bantu aku di warung.Goreng2 atau ke pasar beliin bahan2 yang dibutuhkan.Evi anaknya ga suka ngelayap.Ia milih bantu aku di warung.Evi sudah tumbuh dewasa,dia cantik dengan rambut terurai indah.Banyak anak2 kost yang naksir dia tapi Evi diem aja.Putriku sampai kapan kau akan terus menanti Irwan?Ibu tahu kau masih menunggunya.Eviku kini bukan lagi Evi yang ceria penuh tawa.Ia lebih banyak diam dan sulit juga awalnya buat aku manggil dia dengan nama Sheila.Beberapa kali aku kadang lupa dan manggil dia Evi.Ia langsung terdiam dan muram.Oh tidak!Aku pasti membuatnya teringat pada perpisahannya dengan Irwan.Wan,kemarilah Nak...datanglah ke Jakarta dan hiburlah adikmu ini.
♡ SHEILA AKU MENYADARI BETAPA SUSAHNYA...( IRWAN POV )
Jakarta rupanya emang crowded banget.Macet,panas dan polusi.Sebenarnya ayah hendak mengantarku tapi aku kasihan sama ibu.Aku udah gede bisa kok nyari kost sendiri.Pasti di sekitar kampus ada kost2an.Aku harus semangat.Semua demi masa depan aku juga.Jangan nyusahin orang tua.Itu prinsipku.
♡♡ MANA YANG HARUS ENGKAU PILIH....
Akhirnya aku bisa kuliah juga di Jakarta.Akan kujelajahi Jakarta sampai bisa menemukan dimana keluarga lamaku.Aku kangen sama mereka terutama sama Evi.Pasti sudah besar dia.Kayak apa ya?Tapi semua step by step dulu.Urus kuliah dulu,cari kost2an baru cari mereka.Mulai dari Jakarta mana dulu ya?Jakarta Pusat,Jakarta Timur,Selatan atau Utara?
¤♡¤ AKU ATAU DIA....
Kampusku bagus juga.Usai melakukan daftar ulang aku jalan2 sambil cari info soal kost2an.Tapi aku melihat sekelebatan orang.Mirip banget sama Hazman.Aku coba kejar,tapi kok ngilang ya?Benarkah yang kulihat itu Hazman?Aku harus cari tahu benarkah dia kuliah juga di sini?Semoga saja iya.
}}} MENGAPA KITA HARUS BERTEMU SHEILA ....OH SHEILA.... ( HAZMAN POV )
Aku kaget kala lagi asyik lihat2 kampus,ada yang mirip kayak Irwan.Dia juga kayaknya lihat aku dan bener itu dia.Aku lihat dia juga mengenaliku.Segera aku kabur.Sebaiknya aku batalin mau kuliah di sini.Aku ga mau ketemu dia.Dia ngapain muncul lagi dalam kehidupan keluargaku?Jangan sampai Sheila tahu kalau Irwan ada di Jakarta.Sebaiknya aku cari kampus lain saja.Males banget berurusan sama Irwan lagi. Wah Hazman benci sama Irwan.Tapi benarkah Irwan akan bisa nemuin Evi?***see you next eps***
Eps 14 Gala2 : Making Room For Favor
NOTE WINDOW MOTIVASI >> Membuat Ruang Untuk Anugerah
Dua orang murid di sebuah sekolah terlibat perkelahian.Merekapun dipanggil ke ruang BP untuk diberi pengarahan.Sang guru heran karena keduanya terkenal sebagai dua sahabat karib.Rupanya telah terjadi masalah sehingga keduanya malah jadi bermusuhan.Ada iri,kebencian,kesalahpahaman,egois,dll. Sang guru lalu menyuruh mereka saling bermaafan tapi keduanya tak mau.Rupanya sudah menjadi pahit hati keduanya.Sang guru lalu menghukum keduanya dengan hukuman yang unik.Masing2 diberinya sekantong kentang dengan jumlah sesuai usia mereka masing2.Jelas yang lebih tua jumlah kentangnya lebih banyak.Guru BP lalu berkata,"Kentang2 ini harus selalu kalian bawa kemanapun kalian pergi dan melakukan aktivitas apapun.Mau kegiatan belajar mengajar,ke toilet,jajan,dsb harus dibawa kentangnya.Kentangnya baru boleh dikembalikan ke saya kalau kalian sudah merasa siap untuk meminta maaf.Kalian mengerti?"
Keduanya mengerti dan melaksanakan hukuman itu.Dua minggu berlalu kedua pelajar itu mulai merasa risih dengan kentang yang sudah membusuk.Hingga keduanya kemudian sepakat saling memaafkan saja daripada membawa kentang2 itu terus.Merekapun menemui guru BP lagi.Mereka menyerahkan kentang2nya pada guru BP,"Kami sudah tak tahan dengan bau busuknya.Lebih baik kami damai saja.Lelah bawa terus di tas.Rasanya berat dan tidak enak."
Sang guru lalu membuang kentang2 busuk itu ke tempat sampah dan berkata pada keduanya,"Seperti itulah jika kita menyimpan sakit hati,geram,amarah,kebencian dan hal2 yang negatif dalam diri kita.Semakin diingat,dikenang,disimpan dalam hati maka makin mencemari kita.Menjadi beban bagi kita.Hati kita lama2 akan payah menanggungnya.Jadi saya hanya ingin kalian membuang semua amarah,dendam,sakit hati,geram,dan semua hal negatif supaya kalian mendapat kebaikan.Sebenarnya kalian itu adalah sahabat baik bukan?Buanglah semua hal negatif yang merusak persahabatan kalian dan mulailah fokus pada hal yang positif.Sekarang kalian berdamailah."
Keduanya lalu berpelukan dan saling minta maaf.Sejak itu mereka kian akrab hingga setelah mereka sudah berkeluarga tetap akrab dan saling mendukung.Perkataan gurunya itu membuat belajar bila alami sesuatu mereka tetap melihat sisi baik dan membuang sisi yang negatif.Mereka tak mau membawa lagi kentang2 busuk dalam kehidupan mereka.Mereka belajar membuang yang negatif supaya yang positif bisa datang.Dengan cara?Fokus pada yang baik dan bukan pada yang negatif.Memberi lebih dulu,menghargai lebih dulu,mengampuni lebih dulu,mengerti dan mengucap syukur di setiap keadaan.Apakah Anda suka kentang?What?Maksudnya?Ya...jangan spanneng he..he..yuk ke lagu penuntun aja.Lagu part 2 dari Azie.Ini dia : Kau Tetap Dalam Anganku.
++++ AKU BERHARAP PENDIRIAN ENGKAU JUGA....( Irwan pov )
Aku berharap bisa menemukan tempat kost yang murah tapi nyaman.Walau ibu berpesan agar aku memilih yang berkelas sehingga bisa mendapat fasilitas yang baik namun aku tak mau.Aku ga masalah dimana saja yang penting aku bisa menemukan keluarga lamaku.Keluarga Hamdan.
++++ SAMA2 PERTAHANKAN KEBAHAGIAAN....
Aku kehilangan jejak Hazman.Sebaiknya aku cari kenalan ah.Siapa tahu bisa jadi sahabat.Itu siapa ya?Sepertinya orangnya baik.Kenalan ah...
---- WALAU DIACU BELATI TAJAM MENGUGUTKU...( DANANG POV )
Mau kuliah aja ribetnya.Bawa barang seabrek lagi.Aduh...Mama Papa sih bikin rempong.Harus bawa ini itu..emang aku masih kecil apa dipamperin terus.Huhh! Eh lha kok malah ada yang nodong aku pakai pisau belati,"Harta apa nyawa?!!"
Pertanyaan macam apa itu?Aku jawab salah satu tetap rugi di aku.Akupun coba melawan tapi mereka berdua.Untung ada yang datang,cowok seusia aku gitu.Kayaknya sama deh mahasiswa baru juga.Wah hebat dia,"Tenang bro!Ayo kita hadapi mereka!"
Dua penjahat itu kabur.Dikejar satpam kampus malah.He..he.
. _ _ _ _ CINTA AKU KASIH AKU TETAP UNTUKMU....
Jelas aku berterima kasih sama dia,"Makasih ya...oh ya kenalkan aku Danang.Dari Banyuwangi."
Dia menyambut tanganku,"Aku Irwan dari Bogor.Bawaanmu banyak tenan.Pantas diincar penjahat." Aku ga sangka malah jadi akrab sama Irwan.Kita malah akhirnya cari tempat kost sama2.
---- SAMPAI KE MATI HANYA ITU MAMPU KUBERI...
Untung ada Irwan.Anaknya baik banget.Pinter lagi.Jago elektro pula.Wah aku bener2 kagum sama dia.Dia bahkan bisa benerin listrik di kost2an.Wow!Dia tahu arus lemah pula.Saat lampu mati,ibu kost pasti nyari Irwan,"Nak Irwan mana ya?Listriknya kok tiba2 mati ya?Apa ada yang konslet ya?"
Aku segera manggil Irwan,"Wan!!Dicari Bu kost nih!!Biasa...he..he.."
Irwan muncul dengan bawa lampu emergency,"Oh Bu Kost..."
Irwan jadi kesayangan Bu kost karena keahlian listriknya itu.Aku sih ga heran lha ayahnya Irwan kan buka reparasi elektro di rumah.Nurun bakat ayahnya ke anaknya.He..he..Tapi aku juga kecripatan untung sih soalnya habis benerin apa gitu,pasti Irwan dikasih apa gitu sama Bu kost.Makanan,cemilan atau buah2an.Sering2 aja Bu...he..he...
+++ TERSENTAK LAMUNAN....( Evi pov )
Aku lihat kakak melamun,tumben biasanya aku yang melakukan itu.Kudekati dia,"Kakak!!Hayo mikirin siapa hayo!" Kakak kaget,"Sheila!!Bikin kaget aja deh...jantungan tahu!!" Kok malah nyolot sih,"Kak Hazman melamunkan cewek ya?Temen kuliah ya?"
Kak Hazman malah beresi makannya,"Aku makan di dalam aja.Di warung diganggu kamu terus.Huhh!"
----BILA DIRI INI DISENTUH OLEH SESEORANG....( Hazman pov )
Aku sedang melamunkan Irwan kala Evi menyentuh lenganku.Bikin kaget aja adikku itu.Sekarang dia mulai bisa menerima kehadiranku.Sepertinya ibu terus menasehati dia.Tapi jika aku beritahu kalau Irwan ada di Jakarta pasti ia akan menjauh lagi dariku.Ga!Aku ga mau kehilangan perhatian adikku.Dia itu adik kandungku.Bukan adiknya Irwan!Aku ga mau Irwan menguasai perhatian Evi lagi.Biarlah seperti nama Evi telah biasa dipanggil Sheila kini,maka biarlah masa lalu dikubur saja.
++++ KU CUBA DAMAIKAN HATI YANG KIAN BERKOCAK...( Lina pov )
Senangnya melihat putriku sudah akrab sama kakak kandungnya.Sudah mulai bercanda mereka.Sekolah saja Hazman pasti mau nganterin Evi.Malah pernah Evi diledekin,"Sama kakak melulu ...kapan sama pacarnya nih?"
Memang putriku ga pernah mau jalan sama cowok,aku tahu kenapa.Hatinya masih menanti seseorang.
_ _ _ _ AGAR PERASAAN SEDIHKU INI TIDAK NAMPAK....
Evi memang sudah ceria.Walau tak seceria kala ada Irwan dulu.Tapi mendinganlah.Evi awal pindah Jakarta dulu mukanya sedih terus.Murung gitu.Setiap kali merapikan kamarnya aku pasti melihat ia menulis di diarynya sebuah nama.Nama yang akan selalu ia ukir di hatinya.
++++ DI PUSARA INI KU SEDIA BERDIRI... ( IRWAN POV )
Sudah sebulan lebih aku di Jakarta.Tapi aku tak menemukan jejak keluarga lamaku.Kudatangi satu persatu resto fast food di Jakarta berharap menemukan Ayah Hamdan di sana.Tapi masih belum kutemukan.Danang heran gitu lihat aku,"Kamu itu nyari sapa sih Wan?Kayak interpol aja.Ngelayap terus tiap hari.Jangan2 kamu sindikat teroris he..he.."
Wah sembarangan nih anak,"Ngawur kamu Nang!Wajah demokratis gini kok dikira teroris."
Danang malah ngemil pisang goreng pemberian Bu kost,"Lha terus nyari sapa?Apa yang fotonya selalu kamu pandangi itu ya?"
Aku mengangguk,"Iya Nang.Mereka keluargaku.Kami memang tak ada ikatan darah tapi bagiku mereka sangat berharga."
Aku lalu cerita soal mereka ke Danang.Eh lagi asyik ngobrol tiba2 Bu Kost datang,aku segera berdiri menyambut dia.
---- BERSAMA DOA2 TAK PUTUS KUHULURKAN....( BU Kost pov )
Coba aku punya anak gadis sudah kujodohkan sama Nak Irwan.Anaknya nyenengke banget.Tahu soal listrik,elektro,baik,pinter lagi.Ga cuma itu Nak Irwan itu santun anaknya.Hormat pada yang lebih tua.Sayang,aku ga punya anak perempuan.Tapi kayaknya banyak yang naksir Nak Irwan deh di kost seberang sana.Kost putri.Aku habis ada acara nih biasa arisan.Aku mau kasih sesuatu ke Nak Irwan,biasa oleh2.Dia pekewuh gitu tapi Ank Danang segera menerimanya dengan riang,"Wah makanan lagi Bu?Asyik!!Coba Bu kost punya anak gadis dah jadi menantunya kali kamu Wan...he..he.."
Aku ketawa mendengarnya,"Bener itu Nak Danang...sayangnya anak ibu semua cowok...he..he..tapi ibu doain deh Nak Irwan dapat jodoh yang baik."
Nak Danang manyun,"Saya ga didoain Bu?"
Aku ngekek,"Iya Nak Danang juga...sudah ya Ibu mau setrika dulu..."
--- ITULAH TANDA KASIH...KASIH...KASIH YANG SEBENAR....( Evi pov )
Kak Hazman mana sih?Kok belum jemput aku sih?Aku naik bus aja deh.Aku melangkah ke halte.Ga ada tanda2 kakak mau jemput.Malah WA dia,"Sorry dik.Lagi otw nih.Tungguin ya?"
Aku balas,"Aku tunggu di halte ya...soale gerimis nih..."
Aku segera membuka payungku berjalan menuju halte.Payung warna merah marun segera terkembang,warna merah mengingatkanku akan kak Irwan.Dia suka warna merah.
+++ WAJAH DAN SENYUMANMU SENANTIASA KUANGANKAN....( IRWAN POV )
Wah gerimis nih.Aku berteduh di bawah pohon,saat itulah kulihat sebuah payung warna merah di seberang jalan dipakai seorang gadis.Warna merah...aku ingat Evi selalu memilih payung warna merah sama seperti warna kesukaanku.Aku tak bisa melihat wajah gadis yang memakai payung itu.Hingga sebuah motor tiba2 lewat menyipratkan air ke arahku,aku jadi basah deh.Pemilik motornya main geblas aja.Dasar orang kota!
--- ADUHAI SAYANG OH....
Aku jelas mau protes sama pengendara motor itu apalagi kulihat ia berhenti di seberang jalan.Menuju si pemakai payung merah.Aku mendekat tapi aku terpana kala melihat pria itu melepas helmnya,"Hazman?"
Ia memakai jas hujan dan segera menyuruh gadis yang memakai payung merah itu untuk segera naik ke boncengan.Aku kehalang kendaraan lalu lalang mau ke arah dimana Hazman berada,sepertinya ia juga melihatku,"Man!!Hazman!!"
Teriakanku sia2,karena Hazman dan gadis itu segera pergi,tapi siapa gadis itu?Apakah Evi? Sayang ia membelakangiku.Rambutnya panjang.Tapi mengapa Hazman seperti menghindariku?Sayang sekali...
Hampir aja Irwan ketemu sama Evi ,kapan ya mereka akan bertemu?***see you next eps***
Dua orang murid di sebuah sekolah terlibat perkelahian.Merekapun dipanggil ke ruang BP untuk diberi pengarahan.Sang guru heran karena keduanya terkenal sebagai dua sahabat karib.Rupanya telah terjadi masalah sehingga keduanya malah jadi bermusuhan.Ada iri,kebencian,kesalahpahaman,egois,dll. Sang guru lalu menyuruh mereka saling bermaafan tapi keduanya tak mau.Rupanya sudah menjadi pahit hati keduanya.Sang guru lalu menghukum keduanya dengan hukuman yang unik.Masing2 diberinya sekantong kentang dengan jumlah sesuai usia mereka masing2.Jelas yang lebih tua jumlah kentangnya lebih banyak.Guru BP lalu berkata,"Kentang2 ini harus selalu kalian bawa kemanapun kalian pergi dan melakukan aktivitas apapun.Mau kegiatan belajar mengajar,ke toilet,jajan,dsb harus dibawa kentangnya.Kentangnya baru boleh dikembalikan ke saya kalau kalian sudah merasa siap untuk meminta maaf.Kalian mengerti?"
Keduanya mengerti dan melaksanakan hukuman itu.Dua minggu berlalu kedua pelajar itu mulai merasa risih dengan kentang yang sudah membusuk.Hingga keduanya kemudian sepakat saling memaafkan saja daripada membawa kentang2 itu terus.Merekapun menemui guru BP lagi.Mereka menyerahkan kentang2nya pada guru BP,"Kami sudah tak tahan dengan bau busuknya.Lebih baik kami damai saja.Lelah bawa terus di tas.Rasanya berat dan tidak enak."
Sang guru lalu membuang kentang2 busuk itu ke tempat sampah dan berkata pada keduanya,"Seperti itulah jika kita menyimpan sakit hati,geram,amarah,kebencian dan hal2 yang negatif dalam diri kita.Semakin diingat,dikenang,disimpan dalam hati maka makin mencemari kita.Menjadi beban bagi kita.Hati kita lama2 akan payah menanggungnya.Jadi saya hanya ingin kalian membuang semua amarah,dendam,sakit hati,geram,dan semua hal negatif supaya kalian mendapat kebaikan.Sebenarnya kalian itu adalah sahabat baik bukan?Buanglah semua hal negatif yang merusak persahabatan kalian dan mulailah fokus pada hal yang positif.Sekarang kalian berdamailah."
Keduanya lalu berpelukan dan saling minta maaf.Sejak itu mereka kian akrab hingga setelah mereka sudah berkeluarga tetap akrab dan saling mendukung.Perkataan gurunya itu membuat belajar bila alami sesuatu mereka tetap melihat sisi baik dan membuang sisi yang negatif.Mereka tak mau membawa lagi kentang2 busuk dalam kehidupan mereka.Mereka belajar membuang yang negatif supaya yang positif bisa datang.Dengan cara?Fokus pada yang baik dan bukan pada yang negatif.Memberi lebih dulu,menghargai lebih dulu,mengampuni lebih dulu,mengerti dan mengucap syukur di setiap keadaan.Apakah Anda suka kentang?What?Maksudnya?Ya...jangan spanneng he..he..yuk ke lagu penuntun aja.Lagu part 2 dari Azie.Ini dia : Kau Tetap Dalam Anganku.
++++ AKU BERHARAP PENDIRIAN ENGKAU JUGA....( Irwan pov )
Aku berharap bisa menemukan tempat kost yang murah tapi nyaman.Walau ibu berpesan agar aku memilih yang berkelas sehingga bisa mendapat fasilitas yang baik namun aku tak mau.Aku ga masalah dimana saja yang penting aku bisa menemukan keluarga lamaku.Keluarga Hamdan.
++++ SAMA2 PERTAHANKAN KEBAHAGIAAN....
Aku kehilangan jejak Hazman.Sebaiknya aku cari kenalan ah.Siapa tahu bisa jadi sahabat.Itu siapa ya?Sepertinya orangnya baik.Kenalan ah...
---- WALAU DIACU BELATI TAJAM MENGUGUTKU...( DANANG POV )
Mau kuliah aja ribetnya.Bawa barang seabrek lagi.Aduh...Mama Papa sih bikin rempong.Harus bawa ini itu..emang aku masih kecil apa dipamperin terus.Huhh! Eh lha kok malah ada yang nodong aku pakai pisau belati,"Harta apa nyawa?!!"
Pertanyaan macam apa itu?Aku jawab salah satu tetap rugi di aku.Akupun coba melawan tapi mereka berdua.Untung ada yang datang,cowok seusia aku gitu.Kayaknya sama deh mahasiswa baru juga.Wah hebat dia,"Tenang bro!Ayo kita hadapi mereka!"
Dua penjahat itu kabur.Dikejar satpam kampus malah.He..he.
. _ _ _ _ CINTA AKU KASIH AKU TETAP UNTUKMU....
Jelas aku berterima kasih sama dia,"Makasih ya...oh ya kenalkan aku Danang.Dari Banyuwangi."
Dia menyambut tanganku,"Aku Irwan dari Bogor.Bawaanmu banyak tenan.Pantas diincar penjahat." Aku ga sangka malah jadi akrab sama Irwan.Kita malah akhirnya cari tempat kost sama2.
---- SAMPAI KE MATI HANYA ITU MAMPU KUBERI...
Untung ada Irwan.Anaknya baik banget.Pinter lagi.Jago elektro pula.Wah aku bener2 kagum sama dia.Dia bahkan bisa benerin listrik di kost2an.Wow!Dia tahu arus lemah pula.Saat lampu mati,ibu kost pasti nyari Irwan,"Nak Irwan mana ya?Listriknya kok tiba2 mati ya?Apa ada yang konslet ya?"
Aku segera manggil Irwan,"Wan!!Dicari Bu kost nih!!Biasa...he..he.."
Irwan muncul dengan bawa lampu emergency,"Oh Bu Kost..."
Irwan jadi kesayangan Bu kost karena keahlian listriknya itu.Aku sih ga heran lha ayahnya Irwan kan buka reparasi elektro di rumah.Nurun bakat ayahnya ke anaknya.He..he..Tapi aku juga kecripatan untung sih soalnya habis benerin apa gitu,pasti Irwan dikasih apa gitu sama Bu kost.Makanan,cemilan atau buah2an.Sering2 aja Bu...he..he...
+++ TERSENTAK LAMUNAN....( Evi pov )
Aku lihat kakak melamun,tumben biasanya aku yang melakukan itu.Kudekati dia,"Kakak!!Hayo mikirin siapa hayo!" Kakak kaget,"Sheila!!Bikin kaget aja deh...jantungan tahu!!" Kok malah nyolot sih,"Kak Hazman melamunkan cewek ya?Temen kuliah ya?"
Kak Hazman malah beresi makannya,"Aku makan di dalam aja.Di warung diganggu kamu terus.Huhh!"
----BILA DIRI INI DISENTUH OLEH SESEORANG....( Hazman pov )
Aku sedang melamunkan Irwan kala Evi menyentuh lenganku.Bikin kaget aja adikku itu.Sekarang dia mulai bisa menerima kehadiranku.Sepertinya ibu terus menasehati dia.Tapi jika aku beritahu kalau Irwan ada di Jakarta pasti ia akan menjauh lagi dariku.Ga!Aku ga mau kehilangan perhatian adikku.Dia itu adik kandungku.Bukan adiknya Irwan!Aku ga mau Irwan menguasai perhatian Evi lagi.Biarlah seperti nama Evi telah biasa dipanggil Sheila kini,maka biarlah masa lalu dikubur saja.
++++ KU CUBA DAMAIKAN HATI YANG KIAN BERKOCAK...( Lina pov )
Senangnya melihat putriku sudah akrab sama kakak kandungnya.Sudah mulai bercanda mereka.Sekolah saja Hazman pasti mau nganterin Evi.Malah pernah Evi diledekin,"Sama kakak melulu ...kapan sama pacarnya nih?"
Memang putriku ga pernah mau jalan sama cowok,aku tahu kenapa.Hatinya masih menanti seseorang.
_ _ _ _ AGAR PERASAAN SEDIHKU INI TIDAK NAMPAK....
Evi memang sudah ceria.Walau tak seceria kala ada Irwan dulu.Tapi mendinganlah.Evi awal pindah Jakarta dulu mukanya sedih terus.Murung gitu.Setiap kali merapikan kamarnya aku pasti melihat ia menulis di diarynya sebuah nama.Nama yang akan selalu ia ukir di hatinya.
++++ DI PUSARA INI KU SEDIA BERDIRI... ( IRWAN POV )
Sudah sebulan lebih aku di Jakarta.Tapi aku tak menemukan jejak keluarga lamaku.Kudatangi satu persatu resto fast food di Jakarta berharap menemukan Ayah Hamdan di sana.Tapi masih belum kutemukan.Danang heran gitu lihat aku,"Kamu itu nyari sapa sih Wan?Kayak interpol aja.Ngelayap terus tiap hari.Jangan2 kamu sindikat teroris he..he.."
Wah sembarangan nih anak,"Ngawur kamu Nang!Wajah demokratis gini kok dikira teroris."
Danang malah ngemil pisang goreng pemberian Bu kost,"Lha terus nyari sapa?Apa yang fotonya selalu kamu pandangi itu ya?"
Aku mengangguk,"Iya Nang.Mereka keluargaku.Kami memang tak ada ikatan darah tapi bagiku mereka sangat berharga."
Aku lalu cerita soal mereka ke Danang.Eh lagi asyik ngobrol tiba2 Bu Kost datang,aku segera berdiri menyambut dia.
---- BERSAMA DOA2 TAK PUTUS KUHULURKAN....( BU Kost pov )
Coba aku punya anak gadis sudah kujodohkan sama Nak Irwan.Anaknya nyenengke banget.Tahu soal listrik,elektro,baik,pinter lagi.Ga cuma itu Nak Irwan itu santun anaknya.Hormat pada yang lebih tua.Sayang,aku ga punya anak perempuan.Tapi kayaknya banyak yang naksir Nak Irwan deh di kost seberang sana.Kost putri.Aku habis ada acara nih biasa arisan.Aku mau kasih sesuatu ke Nak Irwan,biasa oleh2.Dia pekewuh gitu tapi Ank Danang segera menerimanya dengan riang,"Wah makanan lagi Bu?Asyik!!Coba Bu kost punya anak gadis dah jadi menantunya kali kamu Wan...he..he.."
Aku ketawa mendengarnya,"Bener itu Nak Danang...sayangnya anak ibu semua cowok...he..he..tapi ibu doain deh Nak Irwan dapat jodoh yang baik."
Nak Danang manyun,"Saya ga didoain Bu?"
Aku ngekek,"Iya Nak Danang juga...sudah ya Ibu mau setrika dulu..."
--- ITULAH TANDA KASIH...KASIH...KASIH YANG SEBENAR....( Evi pov )
Kak Hazman mana sih?Kok belum jemput aku sih?Aku naik bus aja deh.Aku melangkah ke halte.Ga ada tanda2 kakak mau jemput.Malah WA dia,"Sorry dik.Lagi otw nih.Tungguin ya?"
Aku balas,"Aku tunggu di halte ya...soale gerimis nih..."
Aku segera membuka payungku berjalan menuju halte.Payung warna merah marun segera terkembang,warna merah mengingatkanku akan kak Irwan.Dia suka warna merah.
+++ WAJAH DAN SENYUMANMU SENANTIASA KUANGANKAN....( IRWAN POV )
Wah gerimis nih.Aku berteduh di bawah pohon,saat itulah kulihat sebuah payung warna merah di seberang jalan dipakai seorang gadis.Warna merah...aku ingat Evi selalu memilih payung warna merah sama seperti warna kesukaanku.Aku tak bisa melihat wajah gadis yang memakai payung itu.Hingga sebuah motor tiba2 lewat menyipratkan air ke arahku,aku jadi basah deh.Pemilik motornya main geblas aja.Dasar orang kota!
--- ADUHAI SAYANG OH....
Aku jelas mau protes sama pengendara motor itu apalagi kulihat ia berhenti di seberang jalan.Menuju si pemakai payung merah.Aku mendekat tapi aku terpana kala melihat pria itu melepas helmnya,"Hazman?"
Ia memakai jas hujan dan segera menyuruh gadis yang memakai payung merah itu untuk segera naik ke boncengan.Aku kehalang kendaraan lalu lalang mau ke arah dimana Hazman berada,sepertinya ia juga melihatku,"Man!!Hazman!!"
Teriakanku sia2,karena Hazman dan gadis itu segera pergi,tapi siapa gadis itu?Apakah Evi? Sayang ia membelakangiku.Rambutnya panjang.Tapi mengapa Hazman seperti menghindariku?Sayang sekali...
Hampir aja Irwan ketemu sama Evi ,kapan ya mereka akan bertemu?***see you next eps***
Eps 15 GALA-GALA : Saw The Man
→•← OH ...KEKASIH APAKAH ERTI ( Danang Pov )
Irwan kok belum balik sih?Pasti hunting lagi deh dia.Nyari keluarga angkatnya.Sayang sekali dia sama keluarga yang bahkan sudah meninggalkan dia dengan pindah ke sini.Irwan memang beda anaknya.Dia family man.Dihatinya itu yang ada cuma keluarga keluarga dan keluarga.Kadang aku heran,biasanya tuh anak cowok sukanya tuh mikirin kekasih eh ini malah keluarga apalagi adiknya yang biasa ia ceritain.Siapa ya namanya?Oh...iya Evi.Kalau dia dah cerita soal adiknya aduh..aduh...kayak dia cerita soal pacarnya aja.Gila nih sobat aku satu nih!
→○←SEANDAINYA CINTA TIADA PUNCA DAN ARAH....
Andai aku cewek dah kukejar itu Irwan buat jadi pacar aku.Dia itu baik banget.Smart lagi.Keren deh.Anaknya ga neko2 pula.Kulihat hujan turun masih turun.Wah Irwan pasti kehujanan.Dia kekeh sih cuaca dingin gini mana sering turun hujan masih aja nyari keluarganya.Aku malah jadi kasihan sama dia.Tapi kagum juga sih.
→●←OH...KEKASIH DALAM TERMANGU ( Evi pov )
Hujan turun suasana jadi dingin.Kubuka payungku dan mulai melangkah menuju halte.Yeah penuh orang terpaksa deh di emperannya.Kenapa ya aku jadi sedih kalau hujan turun?Aku jadi ingat sama kak Irwan.Dulu kita suka main air bersama.Sepedaan sampai kehujanan.Sakit juga bersama.Kakak...kamu dimana sekarang?Kata kak Hazman,kakak pindah ga tahu kemana.Apakah kita bisa bertemu lagi?Tak sadar aku sampai kak Hazman tiba dan menghentikan motornya di dekatku,"Sheila!!Hey!Waduh malah melamun...ayo naik!"
Aku yang termangu segera melipat kembali payungku,lalu naik ke boncengan kakak.Untung dia pakai jas hujan klebet.Akupun sembunyi di balik jas hujan itu.Tapi sayup kayak ada yang manggil2 kak Hazman deh tapi kakak malah segera memacu motornya.
→□←AKU YANG TERASING MENANTI PASTI...
Di motor aku ditanya sama Kak Hazman,"Lama ya menantinya ?Sorry aku ada urusan di kampus tadi.Biasa aku kan anaknya gaul he..he.."
Aku malah nanyain hal lain,"Gpp kak aku senang melihat hujan.Lagian aku bawa payung merahku kok.Tapi tadi kayaknya ada yang manggil2 nama kakak deh...kakak kok ga samperin?"
→■← TAK MAMPU LAGI KU MENGUTIP SISA DI HALAMAN ORANG...( IRWAN POV ) Kuyakin itu Hazman.Kukejar tapi tak mampu.Malah hampir aku ketabrak kendaraan lewat.Malah dimaki2 aku,"Hoy!!Mau mati ya??!!"
Ya ampun jika itu tadi Hazman berarti cewek yang pakai payung merah tadi berarti Evi dong.Sayang aku tak melihat dengan jelas tadi.Evi...ini kakak...kakak mencarimu...kangen sama kamu Vi... →◇←SEDANGKAN KAU HANYA TERSENYUM DALAM TANGISKU...OOHH
Danang tersenyum melihat aku kembali ke kost dalam kondisi basah kuyup,"Wah alamat masuk angin nih kalau ga segera mandi air hangat...he..he.."
Dasar Danang,dia bahkan menebak semua penyebab aku basah kuyup,"Pasti nyari adik tercinta kamu ya?Hmm...kayak nyari permata saja...he..he.."
Aku segera masak air buat mandi.Untung boleh masak di kost ini.Aku mandi dengan sedih memikirkan kenapa Hazman seperti menghindariku.Kenapa?
→◆←DIMANAKAH KEIKHLASAN MU...( Hazman pov )
Aku tahu ada yang manggil aku tapi aku juga tahu bahwa kemungkinan besar itu adalah Irwan.Aku memang dengar suaranya tapi aku takut Evi akan berpaling lagi dariku.Kehadiran Irwan akan mengambil lagi perhatian dia dariku.Biarlah yang berlalu tetap berlalu.Aku jujur ga ikhlas posisiku direbut sama Irwan.Aku kan kakaknya Evi yang asli.Evi yang kini adalah Sheila.Biarlah semua kenangan dengan Irwan dikubur saja.Evi yang kini adalah Evi yang baru.Dialah Sheila. →♧←SAAT KUSENGSARA ENGKAU HANYA KETAWA....
Aku ga mau kembali sengsara menyaksikan bagaimana dekatnya dan sayangnya Evi pada Irwan.Melihat mereka tertawa bersama dulu saat aku masih satu sekolah dengan Irwan,sudah membuatku iri.Apalagi kala kutahu akulah kakak aslinya betapa aku kian merana.
→�←SETIDAKNYA BIMBINGLAH DAKU...( Irwan pov )
Aku menggigil.Kayaknya bener deh aku kena flu akibat hujan2 ngejar Hazman kemarin.Danang memberikan aku obat flu,"Nih dikasih bu kost.Aneka jenis nih.Silakan pilih sendiri.Mau yang mana?Ini juga bu kost kasih buah2an buat kamu.Biar cepet sembuh katanya.Aduh emang ya kamu ini anak mas deh...jadi iri."
Aku hanya bisa tersenyum,"Bilang makasih ya Nang...selalu saja bu kost kasih sesuatu buat kita..." Danang malah ngekek,"Iya aku juga dah bilang gitu...nih diminum obatnya..."
Aku minum obatnya.Danang lalu pergi kuliah.Aku memandangi langit2 kamar.Tuhan,bimbing aku agar bisa menemukan keluargaku.Bimbing aku...
→▲←MEMBINA TEDUHAN YANG SEINDAHMU...( LINA POV )
Kulihat Evi pulang dengan wajah ceria,"Ceria sekali sayang?Ada apa?"
Ia meletakkan tas ranselnya,"Sekolah mau adain piknik Bu.Ke pantai...asyik kan?"
Aku senang lihat dia kembali ceria,"Akhirnya ibu lihat kamu ceria lagi.Tapi udah beneran sehat kan?Minggu kemarin kan flu sampai parah gitu."
Ia memainkan hidungnya,"Sheila dah sehat Bu.Kan mau jalan2 ke pantai.Asyik kan?"
Bagus deh dah sembuh.Dulu kalau Evi sakit biasanya Irwan juga sakit.Semoga Irwan juga dalam kondisi sehat. Evi kembali cerita soal indahnya pantai yang mau ia kunjungi dengan teman2 sekelasnya.Pangandaran memang terkenal sangat indah pantainya.
→▼← PUAS KU MEMIKIRKAN APA DOSAKU...( EVI POV )
Setelah seminggu kemarin aku kena flu sampai demam tinggi.Ibu sampai cemas dan tutup warungnya.Kini ada kabar baik dari sekolah ada piknik.Wah aku semangat lagi.Entah kenapa aku ingin sekali lihat pantai.Rasanya kayak ga sabar ingin segera ke sana.Aku mulai memikirkan apa2 saja yang harus kubawa.
→▶←SERING DISISIH ...SEOLAH KU TAK BERHARGA LAGI....( Hamdan pov )
Aku pulang kerja sudah pagi.Biasa dapat shift malam.Bangun tidur kulihat Evi sudah pulang dari sekolah.Dia nampak riang,tumben.Hazman juga sudah balik dari kampusnya,"Sheila!Lihat nih kakak bawa apa?"
Kulihat Evi dengan ceria mendekati kakaknya,"Wah bawa apa?"
Rupanya Hazman bawa es krim buat Evi,"Kakak bawa es krim kesukaan kamu.Rasa vanila sama strawberry!!"
Wah mereka rukun sekali makan es krim,"Ayah kok ga dibagi sih?"
Mereka ketawa,"Sini Ayah!!Enak nih yang strawberry!!Sheila suapin ya?"
Aku bahagia melihat Hazman sudah dekat dengan adiknya.Sedih juga lihat dulu dia ga dianggap gitu sama Evi.Ternyata ada baiknya juga nama Evi jadi Sheila.
→◀←UNTUK BERKASIH ...OHHH ( IRWAN POV )
Aku sedang siapkan barang2 yang mau kubawa ke acara kampus beberapa hari mendatang.Danang datang,"Wah yang mau ke Pangandaran nih ye...seneng nih pastinya...jangan lupa oleh2 lho ya?Ingat sama sohib kau ini!He..he.."
Aku tertawa,"Iya aku pasti bawain pasir pangandaran buat kamu.He..he.."
Padahal aku ke sana bukan mau piknik tapi mau tugas kampus.Tapi habis kunjungan teman2 mengajak mampir ke sana.Ke pantai.Aku nurut aja.Dinikmati saja.
→↑←MAKIN KUDIAM MAKIN LANTANG KAU SEBARKAN ....
Melihat aku diam Danang menepuk bahuku,"Ceria dong Wan!Kan mau jalan2?Berat ya ninggalin Jakarta?"
Aku hanya menghela nafas,"Aku masih belum menemukan keluargaku Nang...padahal dah cukup lama aku di Jakarta."
→↓←HINANYA DIRIKU DI SISIMU...
Danang menghiburku,"Tenang Bro!Relax!Kamu perlu jeda juga perlu refreshing!Anggaplah ini refreshing...bukankah keajaiban bisa muncul kapan saja?He..he..Bisa saja tiba2 adikmu itu muncul di sisimu he..he.."
→☆←TIDAKKAH ENGKAU MENYESAL...( Hazman pov )
Sheila siap2 berangkat piknik.Aku wanti2 sama dia,"Jangan lupa bawa payung dik!Siapa tahu hujan di sana.Ntar sakit lagi..."
Dia tersenyum sambil menunjukkan payung merahnya,"Tidak akan lupa kak sama si merah ini..." →★←KECURANGANMU ITU MENGURIS HATIKU...
Kuantarkan Sheila ke sekolah.Bus besar sudah menunggu di sana.Busnya bagus.Aku tenang karena Sheila pergi keluar kota jadi ga akanlah dia ketemu Irwan disana.Kan bukan di Bogor.Maafkan kakak ya dik,kakak memang curang pada Irwan.Tapi demi hubungan persaudaraan kita juga.
→�←SETELAH KAU MEMILIKI MAHLIGAIMU...( EVI POV )
Kulambaikan tangan pada kak Hazman.Tapi yang kulihat justru bayangan kak Irwan yang berdiri di posisi Kak Hazman.Aku tersenyum haru.Setelah sekian lama masih saja aku tak bisa melupakan kak Irwan.
→:-)←AIR MATAKU TAK BERERTI LAGI...
Tanpa terasa air mataku menetes.Sahabatku menepuk bahuku,"Kenapa kau Sheila?Malah nangis?Mau piknik kok sedih sih?Ntar juga ketemu lagi sama kakakmu."
→;-)←KASIH KAU MENGERTILAH ...
Temanku takkan mengerti apa yang kurasakan.Terlalu rumit menceritakannya.Aku usap air mataku,"Aku gpp kok.Busnya berangkat lho yuk selfie dulu he..he.."
→:-D←AKU JUA INGINKAN KETENANGAN DISERATA JIWAKU....( IRWAN POV )
Bus yang kunaiki dengan teman kampusku berhenti di lampu merah.Disamping kami bus besar dengan banner sekolah SMU gitu.Kayaknya mau piknik deh.Kubaca tulisannya,"SMU 2."
Jadi ingat Evi pasti dia sudah SMU sekarang.Dimana kamu Vi? Andai saja Irwan tahu kalau Evi ada dalam bus itu.Akankah mereka akan bertemu di Pangandaran?***see you next eps***
Irwan kok belum balik sih?Pasti hunting lagi deh dia.Nyari keluarga angkatnya.Sayang sekali dia sama keluarga yang bahkan sudah meninggalkan dia dengan pindah ke sini.Irwan memang beda anaknya.Dia family man.Dihatinya itu yang ada cuma keluarga keluarga dan keluarga.Kadang aku heran,biasanya tuh anak cowok sukanya tuh mikirin kekasih eh ini malah keluarga apalagi adiknya yang biasa ia ceritain.Siapa ya namanya?Oh...iya Evi.Kalau dia dah cerita soal adiknya aduh..aduh...kayak dia cerita soal pacarnya aja.Gila nih sobat aku satu nih!
→○←SEANDAINYA CINTA TIADA PUNCA DAN ARAH....
Andai aku cewek dah kukejar itu Irwan buat jadi pacar aku.Dia itu baik banget.Smart lagi.Keren deh.Anaknya ga neko2 pula.Kulihat hujan turun masih turun.Wah Irwan pasti kehujanan.Dia kekeh sih cuaca dingin gini mana sering turun hujan masih aja nyari keluarganya.Aku malah jadi kasihan sama dia.Tapi kagum juga sih.
→●←OH...KEKASIH DALAM TERMANGU ( Evi pov )
Hujan turun suasana jadi dingin.Kubuka payungku dan mulai melangkah menuju halte.Yeah penuh orang terpaksa deh di emperannya.Kenapa ya aku jadi sedih kalau hujan turun?Aku jadi ingat sama kak Irwan.Dulu kita suka main air bersama.Sepedaan sampai kehujanan.Sakit juga bersama.Kakak...kamu dimana sekarang?Kata kak Hazman,kakak pindah ga tahu kemana.Apakah kita bisa bertemu lagi?Tak sadar aku sampai kak Hazman tiba dan menghentikan motornya di dekatku,"Sheila!!Hey!Waduh malah melamun...ayo naik!"
Aku yang termangu segera melipat kembali payungku,lalu naik ke boncengan kakak.Untung dia pakai jas hujan klebet.Akupun sembunyi di balik jas hujan itu.Tapi sayup kayak ada yang manggil2 kak Hazman deh tapi kakak malah segera memacu motornya.
→□←AKU YANG TERASING MENANTI PASTI...
Di motor aku ditanya sama Kak Hazman,"Lama ya menantinya ?Sorry aku ada urusan di kampus tadi.Biasa aku kan anaknya gaul he..he.."
Aku malah nanyain hal lain,"Gpp kak aku senang melihat hujan.Lagian aku bawa payung merahku kok.Tapi tadi kayaknya ada yang manggil2 nama kakak deh...kakak kok ga samperin?"
→■← TAK MAMPU LAGI KU MENGUTIP SISA DI HALAMAN ORANG...( IRWAN POV ) Kuyakin itu Hazman.Kukejar tapi tak mampu.Malah hampir aku ketabrak kendaraan lewat.Malah dimaki2 aku,"Hoy!!Mau mati ya??!!"
Ya ampun jika itu tadi Hazman berarti cewek yang pakai payung merah tadi berarti Evi dong.Sayang aku tak melihat dengan jelas tadi.Evi...ini kakak...kakak mencarimu...kangen sama kamu Vi... →◇←SEDANGKAN KAU HANYA TERSENYUM DALAM TANGISKU...OOHH
Danang tersenyum melihat aku kembali ke kost dalam kondisi basah kuyup,"Wah alamat masuk angin nih kalau ga segera mandi air hangat...he..he.."
Dasar Danang,dia bahkan menebak semua penyebab aku basah kuyup,"Pasti nyari adik tercinta kamu ya?Hmm...kayak nyari permata saja...he..he.."
Aku segera masak air buat mandi.Untung boleh masak di kost ini.Aku mandi dengan sedih memikirkan kenapa Hazman seperti menghindariku.Kenapa?
→◆←DIMANAKAH KEIKHLASAN MU...( Hazman pov )
Aku tahu ada yang manggil aku tapi aku juga tahu bahwa kemungkinan besar itu adalah Irwan.Aku memang dengar suaranya tapi aku takut Evi akan berpaling lagi dariku.Kehadiran Irwan akan mengambil lagi perhatian dia dariku.Biarlah yang berlalu tetap berlalu.Aku jujur ga ikhlas posisiku direbut sama Irwan.Aku kan kakaknya Evi yang asli.Evi yang kini adalah Sheila.Biarlah semua kenangan dengan Irwan dikubur saja.Evi yang kini adalah Evi yang baru.Dialah Sheila. →♧←SAAT KUSENGSARA ENGKAU HANYA KETAWA....
Aku ga mau kembali sengsara menyaksikan bagaimana dekatnya dan sayangnya Evi pada Irwan.Melihat mereka tertawa bersama dulu saat aku masih satu sekolah dengan Irwan,sudah membuatku iri.Apalagi kala kutahu akulah kakak aslinya betapa aku kian merana.
→�←SETIDAKNYA BIMBINGLAH DAKU...( Irwan pov )
Aku menggigil.Kayaknya bener deh aku kena flu akibat hujan2 ngejar Hazman kemarin.Danang memberikan aku obat flu,"Nih dikasih bu kost.Aneka jenis nih.Silakan pilih sendiri.Mau yang mana?Ini juga bu kost kasih buah2an buat kamu.Biar cepet sembuh katanya.Aduh emang ya kamu ini anak mas deh...jadi iri."
Aku hanya bisa tersenyum,"Bilang makasih ya Nang...selalu saja bu kost kasih sesuatu buat kita..." Danang malah ngekek,"Iya aku juga dah bilang gitu...nih diminum obatnya..."
Aku minum obatnya.Danang lalu pergi kuliah.Aku memandangi langit2 kamar.Tuhan,bimbing aku agar bisa menemukan keluargaku.Bimbing aku...
→▲←MEMBINA TEDUHAN YANG SEINDAHMU...( LINA POV )
Kulihat Evi pulang dengan wajah ceria,"Ceria sekali sayang?Ada apa?"
Ia meletakkan tas ranselnya,"Sekolah mau adain piknik Bu.Ke pantai...asyik kan?"
Aku senang lihat dia kembali ceria,"Akhirnya ibu lihat kamu ceria lagi.Tapi udah beneran sehat kan?Minggu kemarin kan flu sampai parah gitu."
Ia memainkan hidungnya,"Sheila dah sehat Bu.Kan mau jalan2 ke pantai.Asyik kan?"
Bagus deh dah sembuh.Dulu kalau Evi sakit biasanya Irwan juga sakit.Semoga Irwan juga dalam kondisi sehat. Evi kembali cerita soal indahnya pantai yang mau ia kunjungi dengan teman2 sekelasnya.Pangandaran memang terkenal sangat indah pantainya.
→▼← PUAS KU MEMIKIRKAN APA DOSAKU...( EVI POV )
Setelah seminggu kemarin aku kena flu sampai demam tinggi.Ibu sampai cemas dan tutup warungnya.Kini ada kabar baik dari sekolah ada piknik.Wah aku semangat lagi.Entah kenapa aku ingin sekali lihat pantai.Rasanya kayak ga sabar ingin segera ke sana.Aku mulai memikirkan apa2 saja yang harus kubawa.
→▶←SERING DISISIH ...SEOLAH KU TAK BERHARGA LAGI....( Hamdan pov )
Aku pulang kerja sudah pagi.Biasa dapat shift malam.Bangun tidur kulihat Evi sudah pulang dari sekolah.Dia nampak riang,tumben.Hazman juga sudah balik dari kampusnya,"Sheila!Lihat nih kakak bawa apa?"
Kulihat Evi dengan ceria mendekati kakaknya,"Wah bawa apa?"
Rupanya Hazman bawa es krim buat Evi,"Kakak bawa es krim kesukaan kamu.Rasa vanila sama strawberry!!"
Wah mereka rukun sekali makan es krim,"Ayah kok ga dibagi sih?"
Mereka ketawa,"Sini Ayah!!Enak nih yang strawberry!!Sheila suapin ya?"
Aku bahagia melihat Hazman sudah dekat dengan adiknya.Sedih juga lihat dulu dia ga dianggap gitu sama Evi.Ternyata ada baiknya juga nama Evi jadi Sheila.
→◀←UNTUK BERKASIH ...OHHH ( IRWAN POV )
Aku sedang siapkan barang2 yang mau kubawa ke acara kampus beberapa hari mendatang.Danang datang,"Wah yang mau ke Pangandaran nih ye...seneng nih pastinya...jangan lupa oleh2 lho ya?Ingat sama sohib kau ini!He..he.."
Aku tertawa,"Iya aku pasti bawain pasir pangandaran buat kamu.He..he.."
Padahal aku ke sana bukan mau piknik tapi mau tugas kampus.Tapi habis kunjungan teman2 mengajak mampir ke sana.Ke pantai.Aku nurut aja.Dinikmati saja.
→↑←MAKIN KUDIAM MAKIN LANTANG KAU SEBARKAN ....
Melihat aku diam Danang menepuk bahuku,"Ceria dong Wan!Kan mau jalan2?Berat ya ninggalin Jakarta?"
Aku hanya menghela nafas,"Aku masih belum menemukan keluargaku Nang...padahal dah cukup lama aku di Jakarta."
→↓←HINANYA DIRIKU DI SISIMU...
Danang menghiburku,"Tenang Bro!Relax!Kamu perlu jeda juga perlu refreshing!Anggaplah ini refreshing...bukankah keajaiban bisa muncul kapan saja?He..he..Bisa saja tiba2 adikmu itu muncul di sisimu he..he.."
→☆←TIDAKKAH ENGKAU MENYESAL...( Hazman pov )
Sheila siap2 berangkat piknik.Aku wanti2 sama dia,"Jangan lupa bawa payung dik!Siapa tahu hujan di sana.Ntar sakit lagi..."
Dia tersenyum sambil menunjukkan payung merahnya,"Tidak akan lupa kak sama si merah ini..." →★←KECURANGANMU ITU MENGURIS HATIKU...
Kuantarkan Sheila ke sekolah.Bus besar sudah menunggu di sana.Busnya bagus.Aku tenang karena Sheila pergi keluar kota jadi ga akanlah dia ketemu Irwan disana.Kan bukan di Bogor.Maafkan kakak ya dik,kakak memang curang pada Irwan.Tapi demi hubungan persaudaraan kita juga.
→�←SETELAH KAU MEMILIKI MAHLIGAIMU...( EVI POV )
Kulambaikan tangan pada kak Hazman.Tapi yang kulihat justru bayangan kak Irwan yang berdiri di posisi Kak Hazman.Aku tersenyum haru.Setelah sekian lama masih saja aku tak bisa melupakan kak Irwan.
→:-)←AIR MATAKU TAK BERERTI LAGI...
Tanpa terasa air mataku menetes.Sahabatku menepuk bahuku,"Kenapa kau Sheila?Malah nangis?Mau piknik kok sedih sih?Ntar juga ketemu lagi sama kakakmu."
→;-)←KASIH KAU MENGERTILAH ...
Temanku takkan mengerti apa yang kurasakan.Terlalu rumit menceritakannya.Aku usap air mataku,"Aku gpp kok.Busnya berangkat lho yuk selfie dulu he..he.."
→:-D←AKU JUA INGINKAN KETENANGAN DISERATA JIWAKU....( IRWAN POV )
Bus yang kunaiki dengan teman kampusku berhenti di lampu merah.Disamping kami bus besar dengan banner sekolah SMU gitu.Kayaknya mau piknik deh.Kubaca tulisannya,"SMU 2."
Jadi ingat Evi pasti dia sudah SMU sekarang.Dimana kamu Vi? Andai saja Irwan tahu kalau Evi ada dalam bus itu.Akankah mereka akan bertemu di Pangandaran?***see you next eps***
Eps 16 GALA2 : The Figure of The True
○○ WINDOW OF MOTIVATION : Figur Yang Benar
Ada seorang warga Amerika yang bernama Mr.Dee.Ia sangat kaya namun dokter menyatakan bahwa usianya hanya tinggal beberapa bulan saja karena ia mengidap penyakit yang sudah parah.Ia lalu melihat kekayaannya dan berpikir,'Untuk apa semua ini jika aku sebentar lagi mati.Lebih baik kupakai untuk menyukakan hatiku disisa usiaku.'
Ia lalu memberikan sebagian kekayaannya untuk dana sosial dan kebaikan.Ia lalu keliling dunia.Kemana aja menikmati tempat2 indah.Tempat2 yang mahal sekalipun ia kunjungi.Pulang dari liburan,ia menemui dokter lagi untuk melakukan diagnosa terakhir.Hatinya gembira sekali selama liburan dan itu terpancar dari raut muka dan fisiknya yang malah nampak segar.Dokterpun memeriksanya dan tahu ga apa yang terjadi?Dokter tak menemukan lagi penyakitnya.Ia sembuh total.Bahkan sampai team dokterpun mengadakan rapat mengenai mukjizat itu.Ternyata hati yang gembira memang obat yang manjur.Kiranya kisah tadi bisa memberi motivasi bagi yang saat ini sedang mengalami sakit atau ada anggota keluarganya sedang mengalami sakit penyakit.Buat hati mereka gembira.Oke sekarang kita lanjutkan story ya.Oh ya selamat hari raya Nyepi ya terutama buat yang ada di Bali!! Lagunya jeng?Ups terlalu semangat pidato istana sampai lupa lagu penuntunnya.Dari Data dengan "Mengulit Kenangan ".
°° MASIH BERBUNGA CINTAKU INI...( IRWAN POV )
Teman2ku nampak hepi gitu bakal ke Pangandaran.Iya yang punya gebetan jelas seneng.Kalau yang jomblo kayak aku ya biasa aja.Aku malah kebayang gimana ya wajah Evi sekarang?Masih culun dan manja kayak dulu ga ya?
°° HARUM DALAM KENANGAN ...
Kukayangkan pandanganku sembari dengerin lagu dengan headset.Jalanan macet jadi malah sempat lihat pemandangan di kiri kanan.Sawah membentang di sebelah kanan.Indahnya sudah musim menuai nih.Jadi terkenang Evi lagi nih.Kita dulu lari2an di sawah gitu.Hingga aku lihat ada ular sedang tidur di dekat kaki Evi,segera kuajak dia pergi buru2 gitu.Aku tuh paling takut kalau adikku itu celaka.Aku sayang banget sama dia.
°° BIARPUN TELAH ENGKAU CALARKAN KUNTUM2 RINDU...
Sampai kapanpun aku akan terus mencari keluargaku.Aku yakin pasti bakal ketemu kok.Niatku kan baik aku ingin menjaga mereka juga.Aku rindu masakan Ibu Lina.Aku juga rindu gelak tawa Ayah Hamdan.Dan terutama aku rindu rajukannya Evi.Benar2 rindu seperti lagu yang kudengarkan:Ini Rindu.
•• MASIH BERDARAH LUKAKU INI ....( EVI POV )
Astaga apa itu?Ada korban kecelakaan!Ngeri banget.Orangnya masih tergeletak di jalan.Berdarah lagi.Ngeri banget.Cowok lagi.Masih muda kayaknya.Langsung hatiku deg2an moga2 bukan Kak Irwan.Kalau Kak Hazman kan di Jakarta sama ayah dan ibu.Temanku sampai heran melihat aku komat kamit sambil melipat tangan,"Kamu kenapa La?"
Aku hanya berujar,"Serem ya?Aku cuma doain kakak aku aja kok.Biar dia selalu selamat di jalan." Eh aku malah diledekin,"Cie sayangnya sama kakaknya kayak ke pacar aja deh."
•• PEDIH MENIKAM JIWA...
Aku terdiam tanpa berusaha menjelaskan kalau kakak yang kumaksud adalah kakakku satunya bukan yang sekandung.Rasanya pedih banget kalau harus mengakui bahwa kini kak Irwan bukanlah kakak kandungku.Jiwaku kayak terkoyak gitu mengetahui semua kebenaran itu.
•• SIMPULAN CINTA TERLUCUT KINI MENYAPALAH DERITA....
Aku tak bisa menghapus rasa sayangku pada kak Irwan begitu saja.Justru rasanya aku kehilangan banget.Sejak itu aku merasa hidup itu hambar.Biasanya ada kakak yang bisa kuajak main kemana saja tapi kini aku merasa sendirian.Bahkan aku yang mania cilok sejak kecil dan seneng banget kalau beli sama kak Irwan dan makan sambil suap2an gitu sekarang suka nangis dalam hati kalau lihat penjual cilok.Bahkan kalau sedih,aku akan beli cilok dan kumakan sambil menangis di tempat sepi.
○○ BUKANKU MENGUNGKIT KISAH LAMA... ( Lina pov )
Kecapaian ngurus warung,aku sampai ketiduran.Untung ada Hazman.Ia tahu aku kelelahan jadi nyuruh aku tidur dulu.Biar warung dia yang jaga katanya hari ini kuliahnya cuma dikit.Jadi ia nyantai.Bisa bantu2 aku di warung.Aku lalu ke dalam bentar,merebahkan diri dulu barang setengah jamlah cukup.Ga usah lama2.
○○ SEKADAR MENGULIT KENANGAN....
Dalam tidurku aku bermimpi,aku di sebuah jalan kampung gitu.Tiba2 hujan salju turun dan aku segera mencari Evi juga Hazman agar jangan main di luar rumah.Namun kala aku keluar rumah yang kulihat justru bukan Evi tengah main salju dengan gembira dengan kakaknya.Namun kala aku mendekat,bukan Hazman yang bersama Evi tapi Irwan.Mereka bergandengan tangan gitu berlarian2 diantara salju.Aku pikir aku salah lihat namun jelas kudengar Evi teriak,"Kak Irwan!!Ayo buat boneka salju!"
Segera aku terbangun.
○○KASIH SAYANG YANG KITA SEMAI KETANDUSAN...
Hazman mendekatiku,"Ibu kenapa Bu?Sampai teriak2 lho!"
Aku terpana,"Ibu teriak2?Masak sih?"
Hazman memberiku minum,"Minum dulu Bu.Ibu kelelahan kali sampai tidur aja ga tenang."
Aku lega untung Hazman ga nanyain ke aku soal mimpiku barusan.Lega aku.Aku ga tega menyebut nama Irwan di hadapannya.Bagaimanapun dia juga putraku malah putra kandung lagi.Aku ga ingin jiwanya tandus lagi.Kurang kasih sayang maksudnya.
●● MENGAPA TERJADI PERPISAHAN DIKALA AKU MEMERLUKAN ... ( HAZMAN POV ) Sedang asyik nunggu warung tiba2 ada pembeli.Aduh mana yang diminta aku ga bisa bikin lagi.Terpaksa aku ke dalam manggil ibu namun aku mendengar ibu malah teriak2 dalam tidurnya,ibu manggil2 nama gitu.Tapi hatiku tertegun kala mendengar lebih jelas nama siapa yang beliau sebut.Irwan!Kenapa nama itu muncul lagi?Mengapa?
●● SECEBIS RINDU MENGHIAS KAMAR KEGELAPAN....
Ternyata ibupun masih merindukan Irwan.Aku masih belum bisa membuatnya lupa pada Irwan.Usai memberikan minum pada ibu,aku segera memberitahu kalau ada pembeli.Aku sendiri segera masuk ke kamarku.Mending aku gitaran aja.Bete.
□□ RELA AKU BEGINI DAN TERUS BEGINI... ( Irwan pov )
Akhirnya sampai juga di Pangandaran.Pantai di sini merupakan objek wisata andalan pemekaran dari Kabupaten Ciamis.Katanya pantai ini dinobatkan sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa menurut AsiaRooms.Aku menanyai salah satu warga soal nama Pangandaran itu artinya apa.Kata mereka begini: Pangan itu artinya makanan sedangkan Daran artinya tempat bersandarnya para pendatang.
□□ MERAWATI KEDUKAAN...
Tempat ini memang cocok untuk liburan keluarga.Selain berenang,wisatawan bisa memancing juga.Tadi aku sudah di pantai timur.Hari kian sore dan aku kini di pantai yang barat.Teman2ku dah pada nyebar jalan2 entah kemana.Aku menyusuri pantai sambil mengambil foto indahnya panorama. ■■ SEMOGA SUATU HARI ADA SINAR SANG SURIA MENERANGI....
Coba ada Evi di sini.Pasti aku ga merasa sepi begini.Evi kan anaknya ramai.Apalagi ada penjual cilok disini.Evi pasti seneng.Kupandang laut dengan sedih.Ingin rasanya aku berteriak memanggil nama Evi.Biar lega gitu.Tapi mau teriak gimana bisa pengunjung malah bertambah tuh.Sepertinya malah makin ramai saja.
◇◇ TIADA GUNA KUTANGIS RATAPI PERPISAHAN....( EVI POV )
Teman2 segera berhamburan begitu sampai di pantai Pangandaran yang terkenal dengan pasir putihnya.Kakiku menapaki hamparan pasir sambil berjalan tak tentu arah.Yang lain dah pada kejar2an ga jelas gitu.Kayak masih SMP aja deh.Aku asyik duduk sambil menikmati kelapa muda.Lelah jalan ke sana ke mari.Hanya lihat gelombang menghilangkan jejak kakiku.Aku segera berdiri dari dudukku kala melihat penjual cilok di sebuah pojokan.Segera aku beli dong.Sambil nunggu dilayani,aku melihat sebuah punggung yang menarik perhatianku.Punggung itu kok mirip kayak punggung seseorang ya?
◆◆ YANG BERLALU BIARKANLAH....
Saking terpakunya sampai aku ga sadar kalau cilokku dah dibuatin.Abangnya tersenyum padaku,"Wah eneng liatin cowok ganteng ya?Sampai segitunya.Abang dicuekin."
Aku jadi malu dan segera membayar ciloknya,"Abang bisa aja.Ini uangnya bang.Makasih."
Aku segera menyusuri pantai mencari sosok tadi.Kemana ya?Kok ngilang sih?Apa saking banyaknya pengunjung kali ya?Banyak orang lalu lalang sih jadinya ya susah kalau mau nyari.
◆◆ KERNA AKU PERCAYA SEBALIK KEDUKAAN ADA BAHAGIA....
Aku berjalan di area yang agak sepi pengunjung.Kulihat lagi punggung itu,dia pakai jaket gitu.Itu ciri khas Kak Irwan juga suka pakai jaket kemanapun.Aku harus lihat wajahnya,ga mungkinlah akan berubah banyak mukanya.Namun kala aku mendekat langkahku terhenti karena ia berteriak ke arah laut,"Evi!!!Kamu dimana?Evi!!!"
Aku terpana,'Evi?Dia manggil nama aku?Nama lama itu?'
Aku makin berdebar,ingin melihat wajahnya.Tapi tiba2 seorang pemuda menabrakku,"Ups!Sorry!"
Cilokku jatuh,saat itulah cowok yang nabrak aku manggil pria yang hendak kulihat wajahnya itu,"Wan!!Irwan!!Suruh kumpul di sana mau foto session!!"
Aku terpana apalagi kala cowok yang hendak kulihat itu membalikkan badannya memandang ke arahku. Dia....dia...dia kak Irwan!Dia juga sepertinya terkejut melihatku.
Apakah Irwan akan mengenali Evi?***see you next eps***
Ada seorang warga Amerika yang bernama Mr.Dee.Ia sangat kaya namun dokter menyatakan bahwa usianya hanya tinggal beberapa bulan saja karena ia mengidap penyakit yang sudah parah.Ia lalu melihat kekayaannya dan berpikir,'Untuk apa semua ini jika aku sebentar lagi mati.Lebih baik kupakai untuk menyukakan hatiku disisa usiaku.'
Ia lalu memberikan sebagian kekayaannya untuk dana sosial dan kebaikan.Ia lalu keliling dunia.Kemana aja menikmati tempat2 indah.Tempat2 yang mahal sekalipun ia kunjungi.Pulang dari liburan,ia menemui dokter lagi untuk melakukan diagnosa terakhir.Hatinya gembira sekali selama liburan dan itu terpancar dari raut muka dan fisiknya yang malah nampak segar.Dokterpun memeriksanya dan tahu ga apa yang terjadi?Dokter tak menemukan lagi penyakitnya.Ia sembuh total.Bahkan sampai team dokterpun mengadakan rapat mengenai mukjizat itu.Ternyata hati yang gembira memang obat yang manjur.Kiranya kisah tadi bisa memberi motivasi bagi yang saat ini sedang mengalami sakit atau ada anggota keluarganya sedang mengalami sakit penyakit.Buat hati mereka gembira.Oke sekarang kita lanjutkan story ya.Oh ya selamat hari raya Nyepi ya terutama buat yang ada di Bali!! Lagunya jeng?Ups terlalu semangat pidato istana sampai lupa lagu penuntunnya.Dari Data dengan "Mengulit Kenangan ".
°° MASIH BERBUNGA CINTAKU INI...( IRWAN POV )
Teman2ku nampak hepi gitu bakal ke Pangandaran.Iya yang punya gebetan jelas seneng.Kalau yang jomblo kayak aku ya biasa aja.Aku malah kebayang gimana ya wajah Evi sekarang?Masih culun dan manja kayak dulu ga ya?
°° HARUM DALAM KENANGAN ...
Kukayangkan pandanganku sembari dengerin lagu dengan headset.Jalanan macet jadi malah sempat lihat pemandangan di kiri kanan.Sawah membentang di sebelah kanan.Indahnya sudah musim menuai nih.Jadi terkenang Evi lagi nih.Kita dulu lari2an di sawah gitu.Hingga aku lihat ada ular sedang tidur di dekat kaki Evi,segera kuajak dia pergi buru2 gitu.Aku tuh paling takut kalau adikku itu celaka.Aku sayang banget sama dia.
°° BIARPUN TELAH ENGKAU CALARKAN KUNTUM2 RINDU...
Sampai kapanpun aku akan terus mencari keluargaku.Aku yakin pasti bakal ketemu kok.Niatku kan baik aku ingin menjaga mereka juga.Aku rindu masakan Ibu Lina.Aku juga rindu gelak tawa Ayah Hamdan.Dan terutama aku rindu rajukannya Evi.Benar2 rindu seperti lagu yang kudengarkan:Ini Rindu.
•• MASIH BERDARAH LUKAKU INI ....( EVI POV )
Astaga apa itu?Ada korban kecelakaan!Ngeri banget.Orangnya masih tergeletak di jalan.Berdarah lagi.Ngeri banget.Cowok lagi.Masih muda kayaknya.Langsung hatiku deg2an moga2 bukan Kak Irwan.Kalau Kak Hazman kan di Jakarta sama ayah dan ibu.Temanku sampai heran melihat aku komat kamit sambil melipat tangan,"Kamu kenapa La?"
Aku hanya berujar,"Serem ya?Aku cuma doain kakak aku aja kok.Biar dia selalu selamat di jalan." Eh aku malah diledekin,"Cie sayangnya sama kakaknya kayak ke pacar aja deh."
•• PEDIH MENIKAM JIWA...
Aku terdiam tanpa berusaha menjelaskan kalau kakak yang kumaksud adalah kakakku satunya bukan yang sekandung.Rasanya pedih banget kalau harus mengakui bahwa kini kak Irwan bukanlah kakak kandungku.Jiwaku kayak terkoyak gitu mengetahui semua kebenaran itu.
•• SIMPULAN CINTA TERLUCUT KINI MENYAPALAH DERITA....
Aku tak bisa menghapus rasa sayangku pada kak Irwan begitu saja.Justru rasanya aku kehilangan banget.Sejak itu aku merasa hidup itu hambar.Biasanya ada kakak yang bisa kuajak main kemana saja tapi kini aku merasa sendirian.Bahkan aku yang mania cilok sejak kecil dan seneng banget kalau beli sama kak Irwan dan makan sambil suap2an gitu sekarang suka nangis dalam hati kalau lihat penjual cilok.Bahkan kalau sedih,aku akan beli cilok dan kumakan sambil menangis di tempat sepi.
○○ BUKANKU MENGUNGKIT KISAH LAMA... ( Lina pov )
Kecapaian ngurus warung,aku sampai ketiduran.Untung ada Hazman.Ia tahu aku kelelahan jadi nyuruh aku tidur dulu.Biar warung dia yang jaga katanya hari ini kuliahnya cuma dikit.Jadi ia nyantai.Bisa bantu2 aku di warung.Aku lalu ke dalam bentar,merebahkan diri dulu barang setengah jamlah cukup.Ga usah lama2.
○○ SEKADAR MENGULIT KENANGAN....
Dalam tidurku aku bermimpi,aku di sebuah jalan kampung gitu.Tiba2 hujan salju turun dan aku segera mencari Evi juga Hazman agar jangan main di luar rumah.Namun kala aku keluar rumah yang kulihat justru bukan Evi tengah main salju dengan gembira dengan kakaknya.Namun kala aku mendekat,bukan Hazman yang bersama Evi tapi Irwan.Mereka bergandengan tangan gitu berlarian2 diantara salju.Aku pikir aku salah lihat namun jelas kudengar Evi teriak,"Kak Irwan!!Ayo buat boneka salju!"
Segera aku terbangun.
○○KASIH SAYANG YANG KITA SEMAI KETANDUSAN...
Hazman mendekatiku,"Ibu kenapa Bu?Sampai teriak2 lho!"
Aku terpana,"Ibu teriak2?Masak sih?"
Hazman memberiku minum,"Minum dulu Bu.Ibu kelelahan kali sampai tidur aja ga tenang."
Aku lega untung Hazman ga nanyain ke aku soal mimpiku barusan.Lega aku.Aku ga tega menyebut nama Irwan di hadapannya.Bagaimanapun dia juga putraku malah putra kandung lagi.Aku ga ingin jiwanya tandus lagi.Kurang kasih sayang maksudnya.
●● MENGAPA TERJADI PERPISAHAN DIKALA AKU MEMERLUKAN ... ( HAZMAN POV ) Sedang asyik nunggu warung tiba2 ada pembeli.Aduh mana yang diminta aku ga bisa bikin lagi.Terpaksa aku ke dalam manggil ibu namun aku mendengar ibu malah teriak2 dalam tidurnya,ibu manggil2 nama gitu.Tapi hatiku tertegun kala mendengar lebih jelas nama siapa yang beliau sebut.Irwan!Kenapa nama itu muncul lagi?Mengapa?
●● SECEBIS RINDU MENGHIAS KAMAR KEGELAPAN....
Ternyata ibupun masih merindukan Irwan.Aku masih belum bisa membuatnya lupa pada Irwan.Usai memberikan minum pada ibu,aku segera memberitahu kalau ada pembeli.Aku sendiri segera masuk ke kamarku.Mending aku gitaran aja.Bete.
□□ RELA AKU BEGINI DAN TERUS BEGINI... ( Irwan pov )
Akhirnya sampai juga di Pangandaran.Pantai di sini merupakan objek wisata andalan pemekaran dari Kabupaten Ciamis.Katanya pantai ini dinobatkan sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa menurut AsiaRooms.Aku menanyai salah satu warga soal nama Pangandaran itu artinya apa.Kata mereka begini: Pangan itu artinya makanan sedangkan Daran artinya tempat bersandarnya para pendatang.
□□ MERAWATI KEDUKAAN...
Tempat ini memang cocok untuk liburan keluarga.Selain berenang,wisatawan bisa memancing juga.Tadi aku sudah di pantai timur.Hari kian sore dan aku kini di pantai yang barat.Teman2ku dah pada nyebar jalan2 entah kemana.Aku menyusuri pantai sambil mengambil foto indahnya panorama. ■■ SEMOGA SUATU HARI ADA SINAR SANG SURIA MENERANGI....
Coba ada Evi di sini.Pasti aku ga merasa sepi begini.Evi kan anaknya ramai.Apalagi ada penjual cilok disini.Evi pasti seneng.Kupandang laut dengan sedih.Ingin rasanya aku berteriak memanggil nama Evi.Biar lega gitu.Tapi mau teriak gimana bisa pengunjung malah bertambah tuh.Sepertinya malah makin ramai saja.
◇◇ TIADA GUNA KUTANGIS RATAPI PERPISAHAN....( EVI POV )
Teman2 segera berhamburan begitu sampai di pantai Pangandaran yang terkenal dengan pasir putihnya.Kakiku menapaki hamparan pasir sambil berjalan tak tentu arah.Yang lain dah pada kejar2an ga jelas gitu.Kayak masih SMP aja deh.Aku asyik duduk sambil menikmati kelapa muda.Lelah jalan ke sana ke mari.Hanya lihat gelombang menghilangkan jejak kakiku.Aku segera berdiri dari dudukku kala melihat penjual cilok di sebuah pojokan.Segera aku beli dong.Sambil nunggu dilayani,aku melihat sebuah punggung yang menarik perhatianku.Punggung itu kok mirip kayak punggung seseorang ya?
◆◆ YANG BERLALU BIARKANLAH....
Saking terpakunya sampai aku ga sadar kalau cilokku dah dibuatin.Abangnya tersenyum padaku,"Wah eneng liatin cowok ganteng ya?Sampai segitunya.Abang dicuekin."
Aku jadi malu dan segera membayar ciloknya,"Abang bisa aja.Ini uangnya bang.Makasih."
Aku segera menyusuri pantai mencari sosok tadi.Kemana ya?Kok ngilang sih?Apa saking banyaknya pengunjung kali ya?Banyak orang lalu lalang sih jadinya ya susah kalau mau nyari.
◆◆ KERNA AKU PERCAYA SEBALIK KEDUKAAN ADA BAHAGIA....
Aku berjalan di area yang agak sepi pengunjung.Kulihat lagi punggung itu,dia pakai jaket gitu.Itu ciri khas Kak Irwan juga suka pakai jaket kemanapun.Aku harus lihat wajahnya,ga mungkinlah akan berubah banyak mukanya.Namun kala aku mendekat langkahku terhenti karena ia berteriak ke arah laut,"Evi!!!Kamu dimana?Evi!!!"
Aku terpana,'Evi?Dia manggil nama aku?Nama lama itu?'
Aku makin berdebar,ingin melihat wajahnya.Tapi tiba2 seorang pemuda menabrakku,"Ups!Sorry!"
Cilokku jatuh,saat itulah cowok yang nabrak aku manggil pria yang hendak kulihat wajahnya itu,"Wan!!Irwan!!Suruh kumpul di sana mau foto session!!"
Aku terpana apalagi kala cowok yang hendak kulihat itu membalikkan badannya memandang ke arahku. Dia....dia...dia kak Irwan!Dia juga sepertinya terkejut melihatku.
Apakah Irwan akan mengenali Evi?***see you next eps***
Eps 17 ~ GALA2 ~ He Come To See Me
~~ PERTEMUAN YANG TAK DIDUGA...( Irwan pov )
Akhirnya aku menemukan sisi pantai dimana pengunjungnya lumayan sepi.Kesempatan nih buat teriak2,sekian lama di Jakarta tanpa berhasil menemukan keluarga angkatku.Rasanya aku ingin berteriak memanggil mereka dengan kencang biar mereka sadar aku nyariin mereka.Aku sayang mereka.Aku sudah ingat mereka kembali.
~~ RENUNGANMU MEMPESONA MEMUKAU HATI DAN MINDA...
Tanpa kusadari depresiku sudah mencapai puncaknya.Tanpa teman berbagi rasanya aku seperti mau meledak.Aku ingat ayah Hendro pernah menasehatiku demikian,"Wan,hati kita itu seperti air mencerminkan wajah dan harus dijaga karena dari situlah terpancar kehidupan.Lihatlah air di dalam vas jika kau biarkan saja maka akan jadi bau dan malah jadi tempat kembang telur2 nyamuk.Demikianpun hati kau harus punya tempat berbagi Nak.Terutama pada Tuhan.Itu utama dan harus selalu kaujaga.Namun kau juga harus punya teman berbagi juga.Kepada siapa hatimu merasa nyaman untuk cerita.Itulah cara menjaga agar emosimu tidak mengendalikan engkau.Kau bisa andalkan ayah dan ibu.Kami akan selalu mendengarkanmu dan memberitahumu jalan yang harus kau pilih."
Ayah Hendro benar.Aku kalau sedih ga doyan makan.Beliau sampai heran.Ibu Idayu juga.Suka sedih jika masakannya ga bisa membangkitkan selera makanku.
~~ MENERBITKAN SUATU RASA DI JIWA...
Aku memandang pantai dengan iri.Ombak saling berkejaran mengingatkanku akan masa indah bersama Evi.Kami suka main kejar2an dirumah,dikebun bahkan di sekolah.Anganku melayang ke masa itu. Kala itu Evi suka sekali bertanya,"Kak itu yang bikin siapa?Namanya apa?Bla...bla.." Saking gemesnya aku jawab gini sambil makan cilok,"Ya pasti oranglah yang bikin masak keong ha..ha.."
Dia kesal aku menyamakan dia kayak kartun spongebob,"Ihh kak Irwan emang aku Gerry apa!!Ngeselin!!"
Dia nyubitin aku sambil teriak2,"Kakak kayak Squidword!!Ngeselin!"
Aku lari ngibrit sambil ketawa2,"Habis kamu nanya melulu...ha..ha.."
~~ GEMURUH TIBA2 JIWAKU...
Ditengah gemuruh ombak akupun meneriakkan nama yang sangat kurindukan,"Evi!!!Eviii!!...Eviii!!"
Biar aja aku dipikir lagi neriakin seseorang di pantai sana,padahal sebenarnya aku lagi bicara sama Tuhan betapa aku butuh Evi.Jiwaku merindukannya.Aku rindu keluargaku yang telah membesarkanku sejak kecil.
~~ GENTAR MENYAMBUT SALAM DARIMU...
Namun kemudian yang kudengar malah namaku dipanggil dari arah belakangku,"Wan!Irwan!!Disuruh ke sana untuk foto session!!"
Baru juga mau curhat sama Tuhan biar ga stress eh dah keusik acara foto session.Akupun spontan menoleh ke belakang jelas dengan ekspresi wajah agak kesal dan kecewa terpasang di mukaku.Namun ekspresi itu berubah seketika menjadi terpana kala kulihat sosok gadis didekat teman yang manggil aku tadi.Gadis itu...dia...dia...sangat mirip dengan nama yang baru saja aku teriakkan.Dan yang bikin aku makin yakin kalau itu Evi adalah sorot matanya dan ekspresi terpananya sama kayak aku.Saking terpananya dia jatuhin makanan yang ia pegang dan makanan itu adalah makanan kesukaanku sejak kecil,cilok.
~~ TIDAK TERLAHIR KATA2...
Waktu seperti berhenti bagi kami.Bagai dejavu aku melihatnya ada didepan mataku.Apa aku salah lihat atau sedang berhalusinasi ya?Tapi ini Jawa Barat bukan Jakarta.Evi ada di Jakarta bukan?Kenapa aku melihatnya di Jabar ?Aku melangkahkan kakiku segera,dimanapun ini aku ga peduli.Manusia kan makhluk hidup bisa berpindah tempat.Pohon saja bisa bergerak kok.Merambat,menjulur kemana2.Apalagi manusia.
~~ SENYUMAN PENGGANTI BICARA...
Aku mulai tersenyum.Langkahku kian dekat padanya.Aku takkan biarkan sekecil harapanpun hilang.Apalagi kali ini didepan mata.Apapun petunjuk yang mendekatkanku dengan keluarga lamaku akan kuikuti.Saat itulah kudengar namaku disebut gadis itu persis cara Evi memanggilku dulu,"Kak Irwan??"
~> KIRANYA DULU KUPERNAH TERLUKA...( EVI POV )
Pemuda berjaket itu,punggung itu membalikkan badan menoleh ke arah orang yang nabrak aku barusan.Namun begitu melihatku kulihat ekspresi wajahnya seketika berubah.Dia sama sepertiku terpana.Dia mengenaliku!Tanpa kusadari cilokku terlepas dari tanganku dan jatuh ke atas pasir.Ini mimpiku atau ini benar kenyataan sungguh aku heran.Seketika aku terkenang masa dulu.
~× DALAM BAHAGIA HATIKU TERSIKSA.... ( flash back )
Aku kesal kak Irwan menjawab pertanyaanku seenaknya dia.Dia bilang aku kayak Gerry dalam kartun spongebob.Sebel.Akupun merajuk pasang muka manyun.Wajah kubikin melaz bingow terus tangan siap dekat mata mau mewek gitu.Wah trikku berhasil kakak langsung mendekatiku jongkok lagi didepanku,"Vi...jangan nangis dong...ayolah kakak cuma bercanda.Nih kakak punya cilok mau ga?"
Aku pandang wajahnya lalu cilok di tangannya kemudian kurebut cilok itu sambil berlari riang,"Yeah!!Aku dapat cilok !!Ini buat Evi semua yeah...yeah...asyik!!"
Kakak nampak melirikku dengan gemas,"Evi!!Jangan diambil semua!Kakak baru makan dikit!!Evi!!!"
Kamipun berkejaran ga jelas he..he..
~÷ DALAM CERIA AKU SEBENARNYA GERHANA...
Saat itu aku begitu bahagia begitu ceria.Masa itu takkan hilang dari ingatanku.Bahkan setiap beli cilok aku selalu menangis bila mengingatnya.Dan kini seorang pemuda nan begitu mirip kak Irwan memandangku dengan tatapan yang sama kala itu.Tatapan kasih sayang.Hatiku gegana.
~< HADIRNYA KAU DALAM HIDUPKU MEMBAWAKAN SINAR BARU...
Awalnya kami saling terpaku.Seperti tidak nyana akan bertemu.Seperti alami dejavu.Aku terpaku karena aku teringat perpisahan kala itu.Menangispun kakak tetap dijauhkan dariku.Dia bukan kakak kandungku.Apa dia akan masih ingat padaku setelah sekian lama berlalu?Apa dia akan mengenaliku?Hatiku kian berdegub kencang kala kulihat ia melangkah mendekatiku.Ini ga mungkin!Dia ga mungkin kak Irwan!Kak Irwan kan katanya sudah pindah dari Bogor.Pindah jauh katanya.Jadi ini mana mungkin kak Irwan!Ga!Ini hanya khayalanku.
~¤ DAN KINI RINDUMU SERING DATANG UNTUK BERTEMU...
Ini pasti karena begitu dalamnya aku merindu pada sosok kak Irwan sehingga siapapun kulihat mirip dia.Sepertinya aku sudah gila!Sebaiknya aku tersadar sebelum makin kebablasan.Sebelum pemuda itu ada di hadapanku,aku sudah berlari menjauh menuju ke arah busku diparkir.Aku mau menenangkan diri saja di sana.Aku mau nangis di sana.Pasti ga ada orang disana.
~♡ APAKAH KAU MERASAKANNYA...( Penjual cilok pov )
Aku ini biasa jualan di sini namun baru kali ini disuguhi adegan begini.Wah2 kayak drama india yang biasa dilihat isteriku setiap hari.Si Neng yang ngalamun saat beli cilokku ternyata ketemu kekasih hatinya.Cie...cie...namun aku sedih soalnya cilok yang kubikin malah jatuh di pasir.Ya elah...semalaman aku bikin gelindingan2nya lha kok cuma dibuang gitu aja.Teganya...teganya...
~� BAGAI ADA GELORA ASMARA BAHANGNYA MELODAK DI JIWA...( Teman Irwan ) Niatku mau nyari Irwan soale dia yang pegang kamera.Dasar tuh anak malah ngilang.Kelayap kemana lagi?Tuh anak galau aja mukanya.Ganteng2 tapi galau.Banyak yang naksir dia eh dia itu malah kayak patung pancoran ga bergeming walau secantik apapun tuh cewek.Hatinya kayak udah di tambatkan di planet lain.Heran aku.Banyak yang minta foto selfi sama dia eh dia malah kabur ga tahu kemana.Aduh...susah jadi ketua panitia.Pusing kelapa eh...kepala baby...
~� HINGGA TAK TERTANGGUNG RASANYA DI HATIKU...( Danny Pov )
Saking seriusnya nyari dia aku malah nabrak orang aduh cewek lagi.Kayaknya anak SMU deh.Tadi aku lihat banner mereka SMU asal Jakarta.Wah adik2 OSIS nih.Tapi untung nabrak tuh cewek manis kalau ga aku ga bakal lihat Irwan.Tuh anak malah lagi teriak2 di pantai.Emang anak galau dia.Namun kala Irwan mendekat rupanya ga buat nemui aku tapi perhatiannya malah ke cewek yang kutabrak.Astaga!Baru kali ini aku lihat Irwan memandang seorang gadis sebegitunya.Wah...asmara emang ga bisa dinyana ya.Datang begitu saja.Apa tuh cewek pacarnya Irwan ya?Kayaknya mereka saling kenal deh.Namun kayaknya mereka lagi ada masalah deh soalnya ceweknya tiba2 lari menjauh.Parahnya lagi Irwan malah ga gubris aku dan mau ngejar tuh cewek.Kucegat dia,"Wan!Kamu dengar aku ga sih??Kita ditunggu foto session!Kamu mau kemana?" Wah apakah Irwan akan batal ngejar Evi?**see you next eps**
◆◆ SAAT KITA BERPISAH KAU PEGANG ERAT TANGANKU....( Irwan pov )
Aku ga mungkin salah mengenali.Gadis tadi adalah Evi.Aku yakin.Buktinya ia lari begitu melihatku.Ia pasti juga mengenaliku.Aku segera mengejarnya,"Hey!!Tunggu!!"
Namun langkahku dihalangi Danny,ia menarik lenganku,"Wan!!Kau mau kemana??!Kau ditunggu di sana!!"
Aku melepaskan cengkeraman tangannya,"Please Dan...aku ada urusan,biarkan aku pergi..."
Ia menggeleng dan menarikku ke arah lokasi photo session,"Wan,cuma bentar aja kok nanti usai pemotretan kamu mau kemana aku ga akan ganggu.Aku janji!"
¤¤ SEPERTINYA TAK MERELAKAN...
Aku memandang ke arah gadis tadi,tapi dia ga ada.Kemana dia?Sudahlah aku akan melanjutkan mencari dia nanti saja usai kelar tugasku.Akhirnya dengan sedikit ga rela aku mengikuti Danny.Saat pengambilan foto aku mengambil beberapa angle.Sambil menunggu semua berpose aku edarkan pandanganku mencari dimana gadis itu.Dimana kamu Vi,mengapa kau lari dari kakakmu ini?Tanpa sadar aku melamun dan kembali Danny berteriak padaku,"Pak Photografer!!Ayo cepat!"
◆◆ KEPERGIANKU UNTUK MENINGGALKANMU...( Evi pov )
Aku segera bersembunyi.Aku takut jika aku salah orang.Aku lega melihat dia berhenti mengejarku.Aku segera kembali ke bus.Disana aku merenungkan semuanya.Mengapa aku malah lari bukannnya aku sangat merindukannya?Bukannya aku sangat ingin bertemu dengannya?Ternyata aku marah karena ia meninggalkanku dulu.
¤¤ DERMAGA SAKSI BISU WAKTU KUKECUP KENINGMU....
Aku masih ingat betapa sedihnya aku waktu itu.Rasanya seperti anak kecil ditinggal sendirian di rumah.Aku takut,aku sedih,aku cemas dan aku kesepian.Untunglah tak lama rombongan sekolahku akan meninggalkan pantai Pangandaran.
◆◆PERLAHAN KAU LEPASKAN PEGANGAN TANGANKU...
Aku melihat ia berlari ke arah bus2 rombonganku.Matanya mencari2.Aku menahan tangis melihatnya seperti itu.Kakak...Kak Irwan ...aku yakin itu dia.Sekian lama tak jumpa,tak banyak yang berubah darinya.Kupakai topi yang kubeli di pantai tadi untuk menutupi wajahku.Kulihat ia berbicara dengan beberapa temanku.Kulihat ia nampak kecewa kala mereka menggeleng.Apa ia menanyakan pada mereka apa mereka mengenalku?Aku tanya pada temanku yang ia tanyai ternyata benar ia mencariku.Ia bertanya apa ada yang bernama Evi.Tentu saja teman2ku bilang tidak ada.Aku dikenal bukan dengan nama itu di sekolah.Aku dikenal dengan nama Sheila.Bahkan aku kerap menulis dengan singkatan huruf E saja untuk nama Eviku.Aku kian yakin dia kak Irwanku.Perlahan bus rombongan sekolahku meninggalkan lokasi wisata pantai Pangandaran.
°• AKU LIHAT KAU MENANGIS....( Irwan pov )
Aku sudah menanyakan ke beberapa orang dari rombongan sekolah itu.Tapi semua menggeleng dan berkata sama.Tak ada yang bernama Evi.Mereka bersiap hendak meninggalkan lokasi.Aku berdiri di dekat sebuah bus.Mataku mencari2 sosok gadis yang mirip sekali dengan Evi tadi.Hingga kemudian aku lihat bahwa seorang gadis memakai topi dan kulihat air mata menetes di pipinya.Itu pasti gadis itu.Aku berlari ke arah bus,"Evi!!Evi!!Ini kakak Evi!!Ini kak Irwan!!Evii!!" ◇◇ LAMBAIAN TANGANMU MASIH KUINGAT SELALU...
Kulambaikan tanganku tapi bus telah bergerak.Danny mendekatiku,"Ga ketemu ya Wan?"
Aku tersenyum tipis,"Aku yakin dia ada di rombongan itu Dan."
Danny menepuk pundakku,"Gampang,aku tahu dimana sekolah itu berada.Kau bisa mencarinya nanti.Yuk kita bersiap pulang juga."
◆◆ ITU YANG TERAKHIR KUMELIHAT DIRIMU....
Rombonganku bersiap meninggalkan Pantai Pangandaran.Aku tak akan melupakan pantai ini.Pantai dimana aku menemukan secercah harapan untuk menemukan Evi.Aku akan melacak alamat sekolahnya.Dari situ aku yakin akan menemukan keluargaku.Selamat tinggal Pangandaran....Terima kasih Tuhan karena aku sudah melihat Evi lagi.Ia baik2 saja.Ia juga tumbuh menjadi gadis yang cantik.Bye Pangandaran....
☆☆ SUDAH SERING KAU KIRIM SURAT...
Sampai di pusat oleh2 rombonganku berhenti.Biasa anak2 pingin belanja buat orang di rumah atau buat teman kostnya.Danny mengajakku turun,"Wan,turun yuk?"
Aku malas sebenarnya namun aku turun juga.Aku ingin beli sesuatu buat bu kost dan Danang.Namun tiba2 Danny menunjuk ke sebuah arah,"Wan!!Lihat,itu kan bus rombongan adik2 OSIS di pantai tadi!"
Aku segera memandang ke arah yang ia tunjuk,benar.Bus rombongan Evi sudah lebih dulu tiba di situ.Wah aku bergegas menuju tempat pusat jual oleh2,"Ayo,Dan!!Cepetan!!"
Danny bergumam,"Tadi aja ogah2an eh giliran ada cewek semangat berkobar2...Irwan...Irwan..." Kutarik tangan Danny,"Sudah...ayo!!Keburu mereka pergi lagi.Ayo!!"
~~NAMUN TAK PERNAH AKU JAWAB...( Danny pov )
Aku belum pernah melihat Irwan seperti ini.Begitu antusias sial cewek.Ga sangka di kampus cool dan so cold soal cewek.Tapi begitu ketemu jodohnya langsung love sick.Aku mesem2 aja mengikuti langkahnya menuju pusat oleh2.
○○ LALU KAU KIRIMKAN UNDANGAN...
Aku melihat sambil menahan senyum ke arah Irwan.Mata temanku itu bukannya ke oleh2 tapi ke para pengunjung.Aku geleng2 kepala melihatnya,"Wan,kau tenang saja kawan!Aku akan membantu menyukseskan kisah cintamu ini.Tapi jangan lupa ntar kalau jadian aku diundang oke??" Irwan malah terkejut mendengar ucapanku,"Kamu ini ...ngomong apaan sih?Kisah cinta...aku tuh nyari..."
Aku melihat ke arah pandangan Irwan,'Pantas sampai ngomong aja berhenti...'
★★ AGAR KAU TAK BERHARAP...( Evi pov )
Aku sedang asyik belanja oleh2 kala kulihat suasana makin ramai.Pasti ada rombongan lain datang.Aku berhenti pada penjual souvenir dan merchandise.Sebuah syal menarik perhatianku,warna merah.Warna kesukaan Kak Irwan.Aku membelinya.Saat itulah aku sadar seseorang memandangku. Syal di tanganku lepas kala kusadar mata siapa yang memandangiku,'Kak Irwan...'
Ini tak mungkin sebuah kebetulan lagi bukan?
¤¤ BUKANNYA AKU TAK TEGA...
Mata kami bertemu pandang.Dia mendekatiku dan memanggil namaku,"Evi kaukah itu?"
Saat itulah temanku menarikku,"Sheila!!Ayo busnya mau berangkat.Cepetan!!"
Kak Irwan heran kian mendekat dan aku yakin ia mendengar ucapan temanku tadi.Aku bergegas pergi mengikuti temanku tanpa sempat mengambil syalku.
■■ BUKAN PULA AKU TAK CINTA...( Irwan pov )
Dia disana sedang membeli sesuatu.Aku bergerak mendekat dan makin jelas kulihat apa yang ia beli.Sebuah syal warna merah.Merah...dia memilih warna merah...itu warna kesukaanku.Aku semakin yakin dia itu Evi.Kupandangi dia dari tempat aku berada.Lalu ia menyadari kehadiranku.Ia memandang ke arahku.Mata itu...sepasang mata paling berbinar yang pernah kulihat.Sepasang mata yang sangat kukenal dan aku tak mungkin salah.
^^ KERANA ORANG TUA YANG TAK MERESTUI CINTA KITA...
Pandangan mata kami bertemu.Aku bisa melihat ada kerinduan di sana.Ada juga kesunyian dan kesedihan.Namun eye lock kami terganggu oleh temannya yang datang dan mengajaknya pergi.Namun aku terpana kala kudengar temannya menyebut dia bukan Evi tapi Sheila.Aku tertegun melihat dia pergi,lalu kulihat syal yang ia jatuhkan tadi.Segera kuambil dan berlari mengejarnya,"Syalmu...!!"
Berhasilkah Irwan mengejar Evi?**see you next eps**
Akhirnya aku menemukan sisi pantai dimana pengunjungnya lumayan sepi.Kesempatan nih buat teriak2,sekian lama di Jakarta tanpa berhasil menemukan keluarga angkatku.Rasanya aku ingin berteriak memanggil mereka dengan kencang biar mereka sadar aku nyariin mereka.Aku sayang mereka.Aku sudah ingat mereka kembali.
~~ RENUNGANMU MEMPESONA MEMUKAU HATI DAN MINDA...
Tanpa kusadari depresiku sudah mencapai puncaknya.Tanpa teman berbagi rasanya aku seperti mau meledak.Aku ingat ayah Hendro pernah menasehatiku demikian,"Wan,hati kita itu seperti air mencerminkan wajah dan harus dijaga karena dari situlah terpancar kehidupan.Lihatlah air di dalam vas jika kau biarkan saja maka akan jadi bau dan malah jadi tempat kembang telur2 nyamuk.Demikianpun hati kau harus punya tempat berbagi Nak.Terutama pada Tuhan.Itu utama dan harus selalu kaujaga.Namun kau juga harus punya teman berbagi juga.Kepada siapa hatimu merasa nyaman untuk cerita.Itulah cara menjaga agar emosimu tidak mengendalikan engkau.Kau bisa andalkan ayah dan ibu.Kami akan selalu mendengarkanmu dan memberitahumu jalan yang harus kau pilih."
Ayah Hendro benar.Aku kalau sedih ga doyan makan.Beliau sampai heran.Ibu Idayu juga.Suka sedih jika masakannya ga bisa membangkitkan selera makanku.
~~ MENERBITKAN SUATU RASA DI JIWA...
Aku memandang pantai dengan iri.Ombak saling berkejaran mengingatkanku akan masa indah bersama Evi.Kami suka main kejar2an dirumah,dikebun bahkan di sekolah.Anganku melayang ke masa itu. Kala itu Evi suka sekali bertanya,"Kak itu yang bikin siapa?Namanya apa?Bla...bla.." Saking gemesnya aku jawab gini sambil makan cilok,"Ya pasti oranglah yang bikin masak keong ha..ha.."
Dia kesal aku menyamakan dia kayak kartun spongebob,"Ihh kak Irwan emang aku Gerry apa!!Ngeselin!!"
Dia nyubitin aku sambil teriak2,"Kakak kayak Squidword!!Ngeselin!"
Aku lari ngibrit sambil ketawa2,"Habis kamu nanya melulu...ha..ha.."
~~ GEMURUH TIBA2 JIWAKU...
Ditengah gemuruh ombak akupun meneriakkan nama yang sangat kurindukan,"Evi!!!Eviii!!...Eviii!!"
Biar aja aku dipikir lagi neriakin seseorang di pantai sana,padahal sebenarnya aku lagi bicara sama Tuhan betapa aku butuh Evi.Jiwaku merindukannya.Aku rindu keluargaku yang telah membesarkanku sejak kecil.
~~ GENTAR MENYAMBUT SALAM DARIMU...
Namun kemudian yang kudengar malah namaku dipanggil dari arah belakangku,"Wan!Irwan!!Disuruh ke sana untuk foto session!!"
Baru juga mau curhat sama Tuhan biar ga stress eh dah keusik acara foto session.Akupun spontan menoleh ke belakang jelas dengan ekspresi wajah agak kesal dan kecewa terpasang di mukaku.Namun ekspresi itu berubah seketika menjadi terpana kala kulihat sosok gadis didekat teman yang manggil aku tadi.Gadis itu...dia...dia...sangat mirip dengan nama yang baru saja aku teriakkan.Dan yang bikin aku makin yakin kalau itu Evi adalah sorot matanya dan ekspresi terpananya sama kayak aku.Saking terpananya dia jatuhin makanan yang ia pegang dan makanan itu adalah makanan kesukaanku sejak kecil,cilok.
~~ TIDAK TERLAHIR KATA2...
Waktu seperti berhenti bagi kami.Bagai dejavu aku melihatnya ada didepan mataku.Apa aku salah lihat atau sedang berhalusinasi ya?Tapi ini Jawa Barat bukan Jakarta.Evi ada di Jakarta bukan?Kenapa aku melihatnya di Jabar ?Aku melangkahkan kakiku segera,dimanapun ini aku ga peduli.Manusia kan makhluk hidup bisa berpindah tempat.Pohon saja bisa bergerak kok.Merambat,menjulur kemana2.Apalagi manusia.
~~ SENYUMAN PENGGANTI BICARA...
Aku mulai tersenyum.Langkahku kian dekat padanya.Aku takkan biarkan sekecil harapanpun hilang.Apalagi kali ini didepan mata.Apapun petunjuk yang mendekatkanku dengan keluarga lamaku akan kuikuti.Saat itulah kudengar namaku disebut gadis itu persis cara Evi memanggilku dulu,"Kak Irwan??"
~> KIRANYA DULU KUPERNAH TERLUKA...( EVI POV )
Pemuda berjaket itu,punggung itu membalikkan badan menoleh ke arah orang yang nabrak aku barusan.Namun begitu melihatku kulihat ekspresi wajahnya seketika berubah.Dia sama sepertiku terpana.Dia mengenaliku!Tanpa kusadari cilokku terlepas dari tanganku dan jatuh ke atas pasir.Ini mimpiku atau ini benar kenyataan sungguh aku heran.Seketika aku terkenang masa dulu.
~× DALAM BAHAGIA HATIKU TERSIKSA.... ( flash back )
Aku kesal kak Irwan menjawab pertanyaanku seenaknya dia.Dia bilang aku kayak Gerry dalam kartun spongebob.Sebel.Akupun merajuk pasang muka manyun.Wajah kubikin melaz bingow terus tangan siap dekat mata mau mewek gitu.Wah trikku berhasil kakak langsung mendekatiku jongkok lagi didepanku,"Vi...jangan nangis dong...ayolah kakak cuma bercanda.Nih kakak punya cilok mau ga?"
Aku pandang wajahnya lalu cilok di tangannya kemudian kurebut cilok itu sambil berlari riang,"Yeah!!Aku dapat cilok !!Ini buat Evi semua yeah...yeah...asyik!!"
Kakak nampak melirikku dengan gemas,"Evi!!Jangan diambil semua!Kakak baru makan dikit!!Evi!!!"
Kamipun berkejaran ga jelas he..he..
~÷ DALAM CERIA AKU SEBENARNYA GERHANA...
Saat itu aku begitu bahagia begitu ceria.Masa itu takkan hilang dari ingatanku.Bahkan setiap beli cilok aku selalu menangis bila mengingatnya.Dan kini seorang pemuda nan begitu mirip kak Irwan memandangku dengan tatapan yang sama kala itu.Tatapan kasih sayang.Hatiku gegana.
~< HADIRNYA KAU DALAM HIDUPKU MEMBAWAKAN SINAR BARU...
Awalnya kami saling terpaku.Seperti tidak nyana akan bertemu.Seperti alami dejavu.Aku terpaku karena aku teringat perpisahan kala itu.Menangispun kakak tetap dijauhkan dariku.Dia bukan kakak kandungku.Apa dia akan masih ingat padaku setelah sekian lama berlalu?Apa dia akan mengenaliku?Hatiku kian berdegub kencang kala kulihat ia melangkah mendekatiku.Ini ga mungkin!Dia ga mungkin kak Irwan!Kak Irwan kan katanya sudah pindah dari Bogor.Pindah jauh katanya.Jadi ini mana mungkin kak Irwan!Ga!Ini hanya khayalanku.
~¤ DAN KINI RINDUMU SERING DATANG UNTUK BERTEMU...
Ini pasti karena begitu dalamnya aku merindu pada sosok kak Irwan sehingga siapapun kulihat mirip dia.Sepertinya aku sudah gila!Sebaiknya aku tersadar sebelum makin kebablasan.Sebelum pemuda itu ada di hadapanku,aku sudah berlari menjauh menuju ke arah busku diparkir.Aku mau menenangkan diri saja di sana.Aku mau nangis di sana.Pasti ga ada orang disana.
~♡ APAKAH KAU MERASAKANNYA...( Penjual cilok pov )
Aku ini biasa jualan di sini namun baru kali ini disuguhi adegan begini.Wah2 kayak drama india yang biasa dilihat isteriku setiap hari.Si Neng yang ngalamun saat beli cilokku ternyata ketemu kekasih hatinya.Cie...cie...namun aku sedih soalnya cilok yang kubikin malah jatuh di pasir.Ya elah...semalaman aku bikin gelindingan2nya lha kok cuma dibuang gitu aja.Teganya...teganya...
~� BAGAI ADA GELORA ASMARA BAHANGNYA MELODAK DI JIWA...( Teman Irwan ) Niatku mau nyari Irwan soale dia yang pegang kamera.Dasar tuh anak malah ngilang.Kelayap kemana lagi?Tuh anak galau aja mukanya.Ganteng2 tapi galau.Banyak yang naksir dia eh dia itu malah kayak patung pancoran ga bergeming walau secantik apapun tuh cewek.Hatinya kayak udah di tambatkan di planet lain.Heran aku.Banyak yang minta foto selfi sama dia eh dia malah kabur ga tahu kemana.Aduh...susah jadi ketua panitia.Pusing kelapa eh...kepala baby...
~� HINGGA TAK TERTANGGUNG RASANYA DI HATIKU...( Danny Pov )
Saking seriusnya nyari dia aku malah nabrak orang aduh cewek lagi.Kayaknya anak SMU deh.Tadi aku lihat banner mereka SMU asal Jakarta.Wah adik2 OSIS nih.Tapi untung nabrak tuh cewek manis kalau ga aku ga bakal lihat Irwan.Tuh anak malah lagi teriak2 di pantai.Emang anak galau dia.Namun kala Irwan mendekat rupanya ga buat nemui aku tapi perhatiannya malah ke cewek yang kutabrak.Astaga!Baru kali ini aku lihat Irwan memandang seorang gadis sebegitunya.Wah...asmara emang ga bisa dinyana ya.Datang begitu saja.Apa tuh cewek pacarnya Irwan ya?Kayaknya mereka saling kenal deh.Namun kayaknya mereka lagi ada masalah deh soalnya ceweknya tiba2 lari menjauh.Parahnya lagi Irwan malah ga gubris aku dan mau ngejar tuh cewek.Kucegat dia,"Wan!Kamu dengar aku ga sih??Kita ditunggu foto session!Kamu mau kemana?" Wah apakah Irwan akan batal ngejar Evi?**see you next eps**
Eps 18 GALA2 : Follow ( Mengikuti )
◆◆ SAAT KITA BERPISAH KAU PEGANG ERAT TANGANKU....( Irwan pov )
Aku ga mungkin salah mengenali.Gadis tadi adalah Evi.Aku yakin.Buktinya ia lari begitu melihatku.Ia pasti juga mengenaliku.Aku segera mengejarnya,"Hey!!Tunggu!!"
Namun langkahku dihalangi Danny,ia menarik lenganku,"Wan!!Kau mau kemana??!Kau ditunggu di sana!!"
Aku melepaskan cengkeraman tangannya,"Please Dan...aku ada urusan,biarkan aku pergi..."
Ia menggeleng dan menarikku ke arah lokasi photo session,"Wan,cuma bentar aja kok nanti usai pemotretan kamu mau kemana aku ga akan ganggu.Aku janji!"
¤¤ SEPERTINYA TAK MERELAKAN...
Aku memandang ke arah gadis tadi,tapi dia ga ada.Kemana dia?Sudahlah aku akan melanjutkan mencari dia nanti saja usai kelar tugasku.Akhirnya dengan sedikit ga rela aku mengikuti Danny.Saat pengambilan foto aku mengambil beberapa angle.Sambil menunggu semua berpose aku edarkan pandanganku mencari dimana gadis itu.Dimana kamu Vi,mengapa kau lari dari kakakmu ini?Tanpa sadar aku melamun dan kembali Danny berteriak padaku,"Pak Photografer!!Ayo cepat!"
◆◆ KEPERGIANKU UNTUK MENINGGALKANMU...( Evi pov )
Aku segera bersembunyi.Aku takut jika aku salah orang.Aku lega melihat dia berhenti mengejarku.Aku segera kembali ke bus.Disana aku merenungkan semuanya.Mengapa aku malah lari bukannnya aku sangat merindukannya?Bukannya aku sangat ingin bertemu dengannya?Ternyata aku marah karena ia meninggalkanku dulu.
¤¤ DERMAGA SAKSI BISU WAKTU KUKECUP KENINGMU....
Aku masih ingat betapa sedihnya aku waktu itu.Rasanya seperti anak kecil ditinggal sendirian di rumah.Aku takut,aku sedih,aku cemas dan aku kesepian.Untunglah tak lama rombongan sekolahku akan meninggalkan pantai Pangandaran.
◆◆PERLAHAN KAU LEPASKAN PEGANGAN TANGANKU...
Aku melihat ia berlari ke arah bus2 rombonganku.Matanya mencari2.Aku menahan tangis melihatnya seperti itu.Kakak...Kak Irwan ...aku yakin itu dia.Sekian lama tak jumpa,tak banyak yang berubah darinya.Kupakai topi yang kubeli di pantai tadi untuk menutupi wajahku.Kulihat ia berbicara dengan beberapa temanku.Kulihat ia nampak kecewa kala mereka menggeleng.Apa ia menanyakan pada mereka apa mereka mengenalku?Aku tanya pada temanku yang ia tanyai ternyata benar ia mencariku.Ia bertanya apa ada yang bernama Evi.Tentu saja teman2ku bilang tidak ada.Aku dikenal bukan dengan nama itu di sekolah.Aku dikenal dengan nama Sheila.Bahkan aku kerap menulis dengan singkatan huruf E saja untuk nama Eviku.Aku kian yakin dia kak Irwanku.Perlahan bus rombongan sekolahku meninggalkan lokasi wisata pantai Pangandaran.
°• AKU LIHAT KAU MENANGIS....( Irwan pov )
Aku sudah menanyakan ke beberapa orang dari rombongan sekolah itu.Tapi semua menggeleng dan berkata sama.Tak ada yang bernama Evi.Mereka bersiap hendak meninggalkan lokasi.Aku berdiri di dekat sebuah bus.Mataku mencari2 sosok gadis yang mirip sekali dengan Evi tadi.Hingga kemudian aku lihat bahwa seorang gadis memakai topi dan kulihat air mata menetes di pipinya.Itu pasti gadis itu.Aku berlari ke arah bus,"Evi!!Evi!!Ini kakak Evi!!Ini kak Irwan!!Evii!!" ◇◇ LAMBAIAN TANGANMU MASIH KUINGAT SELALU...
Kulambaikan tanganku tapi bus telah bergerak.Danny mendekatiku,"Ga ketemu ya Wan?"
Aku tersenyum tipis,"Aku yakin dia ada di rombongan itu Dan."
Danny menepuk pundakku,"Gampang,aku tahu dimana sekolah itu berada.Kau bisa mencarinya nanti.Yuk kita bersiap pulang juga."
◆◆ ITU YANG TERAKHIR KUMELIHAT DIRIMU....
Rombonganku bersiap meninggalkan Pantai Pangandaran.Aku tak akan melupakan pantai ini.Pantai dimana aku menemukan secercah harapan untuk menemukan Evi.Aku akan melacak alamat sekolahnya.Dari situ aku yakin akan menemukan keluargaku.Selamat tinggal Pangandaran....Terima kasih Tuhan karena aku sudah melihat Evi lagi.Ia baik2 saja.Ia juga tumbuh menjadi gadis yang cantik.Bye Pangandaran....
☆☆ SUDAH SERING KAU KIRIM SURAT...
Sampai di pusat oleh2 rombonganku berhenti.Biasa anak2 pingin belanja buat orang di rumah atau buat teman kostnya.Danny mengajakku turun,"Wan,turun yuk?"
Aku malas sebenarnya namun aku turun juga.Aku ingin beli sesuatu buat bu kost dan Danang.Namun tiba2 Danny menunjuk ke sebuah arah,"Wan!!Lihat,itu kan bus rombongan adik2 OSIS di pantai tadi!"
Aku segera memandang ke arah yang ia tunjuk,benar.Bus rombongan Evi sudah lebih dulu tiba di situ.Wah aku bergegas menuju tempat pusat jual oleh2,"Ayo,Dan!!Cepetan!!"
Danny bergumam,"Tadi aja ogah2an eh giliran ada cewek semangat berkobar2...Irwan...Irwan..." Kutarik tangan Danny,"Sudah...ayo!!Keburu mereka pergi lagi.Ayo!!"
~~NAMUN TAK PERNAH AKU JAWAB...( Danny pov )
Aku belum pernah melihat Irwan seperti ini.Begitu antusias sial cewek.Ga sangka di kampus cool dan so cold soal cewek.Tapi begitu ketemu jodohnya langsung love sick.Aku mesem2 aja mengikuti langkahnya menuju pusat oleh2.
○○ LALU KAU KIRIMKAN UNDANGAN...
Aku melihat sambil menahan senyum ke arah Irwan.Mata temanku itu bukannya ke oleh2 tapi ke para pengunjung.Aku geleng2 kepala melihatnya,"Wan,kau tenang saja kawan!Aku akan membantu menyukseskan kisah cintamu ini.Tapi jangan lupa ntar kalau jadian aku diundang oke??" Irwan malah terkejut mendengar ucapanku,"Kamu ini ...ngomong apaan sih?Kisah cinta...aku tuh nyari..."
Aku melihat ke arah pandangan Irwan,'Pantas sampai ngomong aja berhenti...'
★★ AGAR KAU TAK BERHARAP...( Evi pov )
Aku sedang asyik belanja oleh2 kala kulihat suasana makin ramai.Pasti ada rombongan lain datang.Aku berhenti pada penjual souvenir dan merchandise.Sebuah syal menarik perhatianku,warna merah.Warna kesukaan Kak Irwan.Aku membelinya.Saat itulah aku sadar seseorang memandangku. Syal di tanganku lepas kala kusadar mata siapa yang memandangiku,'Kak Irwan...'
Ini tak mungkin sebuah kebetulan lagi bukan?
¤¤ BUKANNYA AKU TAK TEGA...
Mata kami bertemu pandang.Dia mendekatiku dan memanggil namaku,"Evi kaukah itu?"
Saat itulah temanku menarikku,"Sheila!!Ayo busnya mau berangkat.Cepetan!!"
Kak Irwan heran kian mendekat dan aku yakin ia mendengar ucapan temanku tadi.Aku bergegas pergi mengikuti temanku tanpa sempat mengambil syalku.
■■ BUKAN PULA AKU TAK CINTA...( Irwan pov )
Dia disana sedang membeli sesuatu.Aku bergerak mendekat dan makin jelas kulihat apa yang ia beli.Sebuah syal warna merah.Merah...dia memilih warna merah...itu warna kesukaanku.Aku semakin yakin dia itu Evi.Kupandangi dia dari tempat aku berada.Lalu ia menyadari kehadiranku.Ia memandang ke arahku.Mata itu...sepasang mata paling berbinar yang pernah kulihat.Sepasang mata yang sangat kukenal dan aku tak mungkin salah.
^^ KERANA ORANG TUA YANG TAK MERESTUI CINTA KITA...
Pandangan mata kami bertemu.Aku bisa melihat ada kerinduan di sana.Ada juga kesunyian dan kesedihan.Namun eye lock kami terganggu oleh temannya yang datang dan mengajaknya pergi.Namun aku terpana kala kudengar temannya menyebut dia bukan Evi tapi Sheila.Aku tertegun melihat dia pergi,lalu kulihat syal yang ia jatuhkan tadi.Segera kuambil dan berlari mengejarnya,"Syalmu...!!"
Berhasilkah Irwan mengejar Evi?**see you next eps**
Eps 19 " GALA-GALA" : Shall Find ( Akan Menemukan )
USAH TINGGAL DAKU KEKASIH...( Pusat Oleh2 )
Irwan lari mengejar si pemilik syal alias Evi tapi terlambat gadis itu sudah naik ke dalam bus dan busnya langsung cabut dari lokasi.Ia nampak kecewa,'Evi...kenapa kau lari saat melihatku?Apa kau lupa pada kakakmu ini?'
Danny mendekati sobatnya itu,"Ya ampun Wan,kirain kamu ngejar copet...aku sampai ngos2an ngejar kamu.Hhh...hhh..."
Irwan nampak sedih,"Dia sudah pergi Dan...dia seperti tak mau bertemu denganku.Tapi aku yakin itu dia Dan..."
Danny memegang pundak Irwan,"Ga usah broken heart gitu...namanya cinta itu harus diperjuangkan.Nanti aku akan bantu nyari sekolahannya.Kan masih satu kota man...jangan patah semangat dong!Yuk balik aja ke bus!"
....USAH BIAR AKU BERSEDIH...( IRWAN POV )
Danny benar,aku ga boleh sedih lalu putus asa.Pertemuan ini adalah sebuah titik terang bagiku.Setidaknya aku menemukan petunjuk baru.Akan kucari dia dengan alasan mengembalikan syal ini.Syal merah ini akan membawaku pada Evi.Aku yakin itu dia.Aku akan menemukanmu Vi juga ayah,ibu dan Hazman.Aku akan menemukan kalian.
��PERCINTAAN INI MEMANG ZALIM TAK BERMATA TAK BERHATI.....( Bus Rombongan Evi )
Didalam bus Evi menyeka air matanya karena tak mau berhenti meski Irwan memanggilnya tadi.Ia bahkan tak menyadari bahwa syalnya tak ada,'Maafkan aku kakak...aku takut jika itu ternyata benar dirimu...aku takut kau akan pergi lagi dan aku akan sedih lagi seperti dulu...'
Evi merasa telah bersikap kejam tapi semua kejadian dulu memang telah melukainya.Ia terhenyak dari lamunannya kala temannya menyenggolnya,"Sheila,syal yang kamu beli tadi mana?Jangan2 ketinggalan."
Evi baru sadar dan mencari diantara barang2nya tapi ga ada,"Biarin deh...mungkin karena kita buru2 tadi...sampai aku ga tahu kalau syalnya jatuh kali...gpp kok ntar aku bisa beli di Jakarta."
��SEOLAH2 KINI TERACUNNYA DUNIA... ( EVI POV )
Tadi berarti kakak mengejarku karena mau mengembalikan syal itu padaku.Tapi aku malah terus saja lari dan bersikap seolah2 aku tak kenal dia.Apa yang telah kulakukan?Apa yang telah kauperbuat ini Evi?
��KITA PERNAH RIANG BERSAMA KITA PERNAH RASAI DUKA....
Mengapa aku bertingkah begini?Seharusnya aku berhenti dan mencari tahu siapa dia benarkah dia kak Irwan atau cuma orang yang mirip saja.Evi kau ini bodoh...kau bertindak karena emosi...harusnya kau pakai nalarmu bukan perasaanmu...Kau harusnya ingat bahwa walau kak Irwan meninggalkanmu dulu tapi itu semua karena ia tak ingat apapun.Kau lupa kecelakaan itu?Ia menyelamatkanmu!!Kau bersamanya kan waktu kejadian itu?Dia celaka karena menyelamatkanmu Vi!!!
��MEREKA INGIN KITA BERPISAH TANPA HARGA TANPA NILAI...( normal pov )
Evi jadi merasa bersalah telah bersikap buruk pada orang asing yang besar kemungkinan adalah kakaknya tersayang.Bukan kakak karena Irwan bukan kakak kandungnya.Evi menyandarkan kepalanya di kaca bus,'Apakah aku akan menceritakan hal ini pada ibu atau kak Hazman?Tidak aku akan menyimpan masalah ini dalam hatiku.Aku tak mau ibu jadi sedih teringat pada kak Irwan...kami semua sudah terbiasa hidup tanpa kak Irwan.Setelah susah payah bangkit dari kesedihan karena mengetahui kebenaran bahwa kak Hazman dan Kak Irwan tertukar saat bayi,keluargaku tak boleh hancur lagi dengan berita ini.'
```TANPAMU AKU SEPI...( Kamar Evi )
Hazman kangen sama adiknya itu dan masuk ke kamarnya yang kosong.Ia pandangi foto Evi diatas meja belajarnya,'Kau cepatlah pulang Vi...rumah jadi sepi ga ada kamu di sini...'
```KU TETAP ( AKAN ) AKAN BERPEGANG JANJI ....
Lina masuk hendak menaruh selimut Evi yang baru saja ia setrika,"Hazman,kau disini?Kangen adikmu ya?Besok juga pulang..."
Hazman mengambil hpnya dan bbm Evi,'Kapan pulang?'
Evi ga balas2,"Sepertinya lagi tidur kali Bu dia...dibbm ga dibalas2..."
Lina menutup lemari Evi,"Kamu makan dulu gih...sejak tadi ga makan...mikir Sheila melulu...dia lagi seneng2 sama teman2nya jangan diganggu.Sana makan..."
Hazman lalu keluar ke ruang makan.Megang sendok aja kayak orang ga niat makan,'Ga enak makan ga ada Evi...'
```UNTUK HIDUP BERSAMAMU WALAU DIRI SENGSARA....
Lina duduk di ranjang Evi dan menarik laci paling bawah dimana ada foto Irwan disimpan Evi disana,'Ibu tahu kau takkan bisa melupakan Irwan,Vi.Meski kau mengganti panggilanmu dengan Sheila tapi ibu tahu semua itu karena kau selalu teringat Kakakmu Irwan.Kau merasa tiap kali namamu disebut maka ia ada di dekatmu.Makanya kau benci nama Evi.Nama itu mengingatkanmu pada Irwan.Tapi kalian tetaplah anak2ku.Walau Irwan bukan darah dagingku tapi bagiku dia tetaplah putraku.Selamanya dia akan kusayangi.'
Lina mengusap foto Irwan dan Evi saat masih bersama dulu,'Kalian seharusnya hidup dalam kasih sayangku...tidak perlu berpisah begini...andai saja kalian bisa tinggal bersama seperti dulu...' ```TIADA LAGI AIR MATA...
Hamdan melihat Hazman makan sendirian,"Ibumu mana Man?"
Hazman menunjuk kamar Evi,"Lagi masukin pakaian Sheila Yah..."
Hamdan lalu duduk dan memanggil isterinya,"Lin!Ayo makan dulu."
Lina mendengarnya dan menghapus air mata di pipinya,"Ya Mas....aku segera ke sana."
~~ DAPAT KU MERAYU UNTUK BERSAMAMU...( Bogor )
Hendro Saki,ayah Irwan sedang sibuk mereparasi sebuah tv kala Irwan menelponnya,"Kamu dimana Nak?"
Irwanpun menceritakan tentang pertemuannya dengan Evi,"Ayah,aku lagi otw kembali ke Jakarta nih.Tahu ga Yah tadi aku ketemu Evi."
Hendro jelas kaget,"Yakin kamu Nak?Jangan2 cuma mirip aja."
Irwan merasa yakin,"Bener itu dia Ayah!Irwan yakin!Yah...kenapa Ayah ga pindah saja ke Jakarta.Kita beli rumah sendiri kecil gpp Yah..."
Irwan merayu ayahnya untuk pindah ke Jakarta saja.
~~ JANGAN TINGGALKAN AKU WALAU SEMENTARA....( HENDRO POV )
Bagaimana ini?Aku sih ingin sekali hidup bersama anakku.Aku sayang sama Irwan.Sayang banget.Tapi Idayu mana mau meninggalkan tempat ini.Dia punya warung di sini.Bagaimana caraku membujuk dia ya?
~~JANGAN BIARKAN DENDAM MEMPERMAINKAN KITA...( NORMAL POV )
Hendro janji sama Irwan akan merayu Idayu agar mau pindah ke Jakarta.Awalnya Idayu memang ga mau,tapi kala Hendro menyebut nama Hazman,Idayu goyah.Hendro tahu betapa sayangnya Idayu pada Hazman,"Kalau kita pindah ke Jakarta,kau bisa bertemu dengan Hazman juga Bu.Dia kan juga tinggal di sana.Di Jakarta.Apa kau ga kangen sama dia?"
Hendro juga menambahkan,"Soal warung,kau bisa buka juga disana Bu.Sekalian aku juga mau buka reparasi di sana.Disini bahaya jasa service elektronik Bu.Berita tukang service dibakar itu kan ngeri itu.Kita ke Jakarta aja ya?Aku ga mau hidup jauh dari anak kandungku yang susah payah kutemukan."
~~DI MATAKU HANYA KAU PENAWAR DAN SURGA....
Idayu terdiam,'Aku memang sayang pada Irwan dan warungku ini tapi aku juga ingin bertemu Hazman.Dia telah kubesarkan dengan kasih sayangku.Aku tak bisa jauh darinya.Di mataku dia tetap anakku.'
~USAH ENGKAU TINGGALKAN ....
Akhirnya Idayu setuju untuk pindah ke Jakarta.Ia akan menutup warungnya di Bogor dan pergi ke Jakarta.
~~ TINGGAL DAKU KEKASIH...
Idayu dan Hendro akan tinggal di Jakarta supaya bisa menemani Irwan.Irwan sangat senang dengan berita itu,"Sungguh ayah?Ibh setuju?Asyikk!!"
Danny sampai heran lihat sobatnya,"Tadi mukanya sedih gitu ga bisa ketemu ceweknya eh sekarang girang bener?Jadi curiga...kamu hangat Wan?"
Irwan tersenyum bahagia,"Aku baik Dan.Ayah ibuku akan pindah ke Jakarta nemeni aku.Aku senang sekali bro!!"
Bukan hanya itu saja yang membuat Irwan senang,pertemuannya dengan Evi telah membuatnya merasakan sesuatu di hatinya.Bahagia yang berbeda.Apakah itu cinta?**see you next eps**
Part 2 of the song
.... BUKALAH GERBANG MAHLIGAI DI HATI INI...( Hazman pov )
Aku senang sekali saat mendengar suara gerbang berderit,itu pasti adikku.Suaranya meyakinkanku,"Aku pulang!"
Dasar kebanyakan nonton Doraemon makanya jadi niru kebiasaan kartun itu,aku segera berlari mendapatkannya,"Sheila!!"
Kupeluk dia penuh rasa lega,"Syukurlah kamu sudah sampai dengan selamat.Banyak berita kecelakaan di tv,ngeri lihatnya."
....MAHLIGAI SERIBU IMPIAN DAN BAYANGAN....
Sheila nampak memandang haru kala kupegang bahunya,"Hey...kamu kenapa adikku?Kok malah berkaca2 sih?Mana oleh2 buat kakakmu ini?Jangan2 kamu lupa ya ?"
Kenapa dia?Tatapannya seakan dia tidak sedang melihat aku tapi bayangan orang lain,"Sheila...hello...ada orangkah di sini?Tok2...?"
....MASIHKU SEMBUNYIKAN RAHSIANYA...
Sheila menggeleng pelan,"Evi gpp kak..."
Ganti aku yang tertegun mendengar dia menyebut nama itu lagi,"Evi?"
Dia geragapan dan segera mengalihkan perhatianku pada oleh2 yang dia bawa,"Ini topi buat kakak.Ini penganan buat ayah.Ini baju buat ibu..."
Dia menyembunyikan sesuatu dariku,aku bisa merasakannya.
....MAHLIGAI SERIBU KUIMPIKAN KENYATAAN...( Evi pov )
Dipeluk kak Hazman membuatku seketika ingat pada Kak Irwan.Dulu waktu kami masih kecil suka main di pohon jambu air.Kami akan punya area sendiri2 dan tiap kali ada yang melintasi area masing2 maka harus memberi sesuatu pada area yang dilewatinya.Kak Irwan.... Sampai aku ga sadar memakai lagi nama Evi menyebut diriku sendiri.Untung ayah dan ibu muncul sehingga aku bisa mengalihkan perhatian kak Hazman.Walau aku tahu kakak akan mencari tahu nanti.Aku tidak akan ungkapkan kenyataan bahwa aku bertemu kak Irwan kala piknik.
...PADAMU INGIN KUZAHIRKAN KASIH....( Irwan pov )
Sampai di kost aku disambut oleh Danang dengan wajah bengek,"Sudah balik kamu bro?Aku ga enak badan nih..."
Segera kuberikan dia buah2an yang kubeli yang rencananya juga akan kuberikan pada Bu Kost,"Ini ada klengkeng.Kamu suka kan?"
Danang langsung ceria,"Boleh2 ....jangan lupa Wan sisain buat ibu pertiwimu he..he.."
Aku tahu maksud dia adalah ibu kost,jelaslah aku sudah beliin juga buat beliau.Selama ini beliau sangat baik padaku,sudah sepantasnya aku membalas kebaikannya.Aku bukan anak yang tidak tahu diri.
....TERANGI IA BAWAKAN CINTAMU WANGIAN SYURGAWI....
Bu kost senang sekali kuberi oleh2,malah beliau ngasih aku masakannya,"Ibu tahu kamu bakal pulang dari bepergian hari ini,makanya ibu masak rendang.Ibu dapat daging banyak kemarin.Ini buat kamu dan Nak Danang."
Waduh malah dikasih rantangan.Tapi jelas aku terima,"Ibu repot2 aja.Saya jadi sungkan..." Beliau juga menerima pemberianku,"Sudah bawa saja rendangnya.Enak lho ibu masak dengan rempah2 yang komplit.Apa mau makan disini dulu?Ibu ambilkan nasi ya?"
Waduh malah disuruh makan segala.
...MAHLIGAI SERIBU HAKIKATKU MENUNGGU....( Danang pov )
Irwan lama amat ngantar oleh2 aja ke bu kost?Jangan2 suruh benerin apa gitu kayak dulu.Aku dah habis klengkeng seplastik nih nunggu dia.Dasar anak kesayangan bu kost sih dia.
....HADIRLAH MU BERSAMA KERELAAN...
Eh pas aku mau buang sampah klengkengnya dia datang,"Wah bawa apa itu Wan?"
Dia menaruh rantang yang dia bawa di meja pendek dalam kamar,"Rendang dari bu kost.Yuk makan biar kamu cepet sembuh.Enak lho aku udah cobain dikit tadi..."
Dikit?Pasti dia disuruh makan disana.Akhirnya kami makan bersama.Dia cerita soal perjalanannya ke Pangandaran,"Aku ketemu adikku bro disana!Sayangnya dia kayak menghindar gitu..."
....NISCAYA ADA ERTI KEBAHAGIAAN....
Wajah bahagianya seketika berubah sendu,"Salah orang kali?Cuma mirip aja!Lagian kalian dah lama ga ketemu."
Eh tuh anak yakin banget kalau cewek yang ia temui di perjalanannya adalah adik tercintanya.Jadi penasaran aku kayak gimana muka adiknya,"Adikmu cantik ga bro?Boleh aku pacarin dong?"
Irwan langsung kesedak mendengar perkataanku,"Uhukk!!Uhukk!!"
Wah nih anak pasti kena sawan di jalan deh,"Tenang bro!Tenang!Aku cuma bercanda.Makanlah pelan2."
....TAK TERUCAP DENGAN KALIMAH SYAHDU....
Usai makan,Irwan tiduran.Bisa kubayangkan capeknya dia duduk lama di bus.Bikin kaku2 aja.Sambil tiduran dia cerita soal niatnya mau mencari adiknya,"Aku akan pergi ke sekolahnya.Akan kucari dia."
Aku juga udah mulai kriyip2 soale minum obat,"Coba aku ga lagi sakit aku pasti temeni kamu jadi detektif conan..."
Irwan memandang langit2 kamar,"Gpp Nang.Aku ditemani Danny kok.Kamu istirahat aja.Biar cepet sembuh."
....CARILAH AKU DI AWAL MULA...( Danny pov )
Irwan benar2 kesengsem sama cewek yang ia jumpai di pantai.Hari ini kami akan mencari alamatnya.Ah itu dia.Bawa apa itu?Oh iya syal pasti. .
...DI AKHIR TIADA AKHIRNYA...
Aku bawa motor,Irwan kuboncengkan.Untung saja kuliah sudah kelar.Lagian anak2 sekolah sekarang kan pulangnya sore.Biasa program 5 hari sekolah.Ketika kami sampai di sana jam masih belum menunjukkan jam pulang.Irwan hendak masuk ke dalam kucegah dia,"Tunggu aja sampai bubaran sekolah Wan.Gerbangnya cuma satu kok depan aja."
Apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?***see you next eps***
Irwan lari mengejar si pemilik syal alias Evi tapi terlambat gadis itu sudah naik ke dalam bus dan busnya langsung cabut dari lokasi.Ia nampak kecewa,'Evi...kenapa kau lari saat melihatku?Apa kau lupa pada kakakmu ini?'
Danny mendekati sobatnya itu,"Ya ampun Wan,kirain kamu ngejar copet...aku sampai ngos2an ngejar kamu.Hhh...hhh..."
Irwan nampak sedih,"Dia sudah pergi Dan...dia seperti tak mau bertemu denganku.Tapi aku yakin itu dia Dan..."
Danny memegang pundak Irwan,"Ga usah broken heart gitu...namanya cinta itu harus diperjuangkan.Nanti aku akan bantu nyari sekolahannya.Kan masih satu kota man...jangan patah semangat dong!Yuk balik aja ke bus!"
....USAH BIAR AKU BERSEDIH...( IRWAN POV )
Danny benar,aku ga boleh sedih lalu putus asa.Pertemuan ini adalah sebuah titik terang bagiku.Setidaknya aku menemukan petunjuk baru.Akan kucari dia dengan alasan mengembalikan syal ini.Syal merah ini akan membawaku pada Evi.Aku yakin itu dia.Aku akan menemukanmu Vi juga ayah,ibu dan Hazman.Aku akan menemukan kalian.
��PERCINTAAN INI MEMANG ZALIM TAK BERMATA TAK BERHATI.....( Bus Rombongan Evi )
Didalam bus Evi menyeka air matanya karena tak mau berhenti meski Irwan memanggilnya tadi.Ia bahkan tak menyadari bahwa syalnya tak ada,'Maafkan aku kakak...aku takut jika itu ternyata benar dirimu...aku takut kau akan pergi lagi dan aku akan sedih lagi seperti dulu...'
Evi merasa telah bersikap kejam tapi semua kejadian dulu memang telah melukainya.Ia terhenyak dari lamunannya kala temannya menyenggolnya,"Sheila,syal yang kamu beli tadi mana?Jangan2 ketinggalan."
Evi baru sadar dan mencari diantara barang2nya tapi ga ada,"Biarin deh...mungkin karena kita buru2 tadi...sampai aku ga tahu kalau syalnya jatuh kali...gpp kok ntar aku bisa beli di Jakarta."
��SEOLAH2 KINI TERACUNNYA DUNIA... ( EVI POV )
Tadi berarti kakak mengejarku karena mau mengembalikan syal itu padaku.Tapi aku malah terus saja lari dan bersikap seolah2 aku tak kenal dia.Apa yang telah kulakukan?Apa yang telah kauperbuat ini Evi?
��KITA PERNAH RIANG BERSAMA KITA PERNAH RASAI DUKA....
Mengapa aku bertingkah begini?Seharusnya aku berhenti dan mencari tahu siapa dia benarkah dia kak Irwan atau cuma orang yang mirip saja.Evi kau ini bodoh...kau bertindak karena emosi...harusnya kau pakai nalarmu bukan perasaanmu...Kau harusnya ingat bahwa walau kak Irwan meninggalkanmu dulu tapi itu semua karena ia tak ingat apapun.Kau lupa kecelakaan itu?Ia menyelamatkanmu!!Kau bersamanya kan waktu kejadian itu?Dia celaka karena menyelamatkanmu Vi!!!
��MEREKA INGIN KITA BERPISAH TANPA HARGA TANPA NILAI...( normal pov )
Evi jadi merasa bersalah telah bersikap buruk pada orang asing yang besar kemungkinan adalah kakaknya tersayang.Bukan kakak karena Irwan bukan kakak kandungnya.Evi menyandarkan kepalanya di kaca bus,'Apakah aku akan menceritakan hal ini pada ibu atau kak Hazman?Tidak aku akan menyimpan masalah ini dalam hatiku.Aku tak mau ibu jadi sedih teringat pada kak Irwan...kami semua sudah terbiasa hidup tanpa kak Irwan.Setelah susah payah bangkit dari kesedihan karena mengetahui kebenaran bahwa kak Hazman dan Kak Irwan tertukar saat bayi,keluargaku tak boleh hancur lagi dengan berita ini.'
```TANPAMU AKU SEPI...( Kamar Evi )
Hazman kangen sama adiknya itu dan masuk ke kamarnya yang kosong.Ia pandangi foto Evi diatas meja belajarnya,'Kau cepatlah pulang Vi...rumah jadi sepi ga ada kamu di sini...'
```KU TETAP ( AKAN ) AKAN BERPEGANG JANJI ....
Lina masuk hendak menaruh selimut Evi yang baru saja ia setrika,"Hazman,kau disini?Kangen adikmu ya?Besok juga pulang..."
Hazman mengambil hpnya dan bbm Evi,'Kapan pulang?'
Evi ga balas2,"Sepertinya lagi tidur kali Bu dia...dibbm ga dibalas2..."
Lina menutup lemari Evi,"Kamu makan dulu gih...sejak tadi ga makan...mikir Sheila melulu...dia lagi seneng2 sama teman2nya jangan diganggu.Sana makan..."
Hazman lalu keluar ke ruang makan.Megang sendok aja kayak orang ga niat makan,'Ga enak makan ga ada Evi...'
```UNTUK HIDUP BERSAMAMU WALAU DIRI SENGSARA....
Lina duduk di ranjang Evi dan menarik laci paling bawah dimana ada foto Irwan disimpan Evi disana,'Ibu tahu kau takkan bisa melupakan Irwan,Vi.Meski kau mengganti panggilanmu dengan Sheila tapi ibu tahu semua itu karena kau selalu teringat Kakakmu Irwan.Kau merasa tiap kali namamu disebut maka ia ada di dekatmu.Makanya kau benci nama Evi.Nama itu mengingatkanmu pada Irwan.Tapi kalian tetaplah anak2ku.Walau Irwan bukan darah dagingku tapi bagiku dia tetaplah putraku.Selamanya dia akan kusayangi.'
Lina mengusap foto Irwan dan Evi saat masih bersama dulu,'Kalian seharusnya hidup dalam kasih sayangku...tidak perlu berpisah begini...andai saja kalian bisa tinggal bersama seperti dulu...' ```TIADA LAGI AIR MATA...
Hamdan melihat Hazman makan sendirian,"Ibumu mana Man?"
Hazman menunjuk kamar Evi,"Lagi masukin pakaian Sheila Yah..."
Hamdan lalu duduk dan memanggil isterinya,"Lin!Ayo makan dulu."
Lina mendengarnya dan menghapus air mata di pipinya,"Ya Mas....aku segera ke sana."
~~ DAPAT KU MERAYU UNTUK BERSAMAMU...( Bogor )
Hendro Saki,ayah Irwan sedang sibuk mereparasi sebuah tv kala Irwan menelponnya,"Kamu dimana Nak?"
Irwanpun menceritakan tentang pertemuannya dengan Evi,"Ayah,aku lagi otw kembali ke Jakarta nih.Tahu ga Yah tadi aku ketemu Evi."
Hendro jelas kaget,"Yakin kamu Nak?Jangan2 cuma mirip aja."
Irwan merasa yakin,"Bener itu dia Ayah!Irwan yakin!Yah...kenapa Ayah ga pindah saja ke Jakarta.Kita beli rumah sendiri kecil gpp Yah..."
Irwan merayu ayahnya untuk pindah ke Jakarta saja.
~~ JANGAN TINGGALKAN AKU WALAU SEMENTARA....( HENDRO POV )
Bagaimana ini?Aku sih ingin sekali hidup bersama anakku.Aku sayang sama Irwan.Sayang banget.Tapi Idayu mana mau meninggalkan tempat ini.Dia punya warung di sini.Bagaimana caraku membujuk dia ya?
~~JANGAN BIARKAN DENDAM MEMPERMAINKAN KITA...( NORMAL POV )
Hendro janji sama Irwan akan merayu Idayu agar mau pindah ke Jakarta.Awalnya Idayu memang ga mau,tapi kala Hendro menyebut nama Hazman,Idayu goyah.Hendro tahu betapa sayangnya Idayu pada Hazman,"Kalau kita pindah ke Jakarta,kau bisa bertemu dengan Hazman juga Bu.Dia kan juga tinggal di sana.Di Jakarta.Apa kau ga kangen sama dia?"
Hendro juga menambahkan,"Soal warung,kau bisa buka juga disana Bu.Sekalian aku juga mau buka reparasi di sana.Disini bahaya jasa service elektronik Bu.Berita tukang service dibakar itu kan ngeri itu.Kita ke Jakarta aja ya?Aku ga mau hidup jauh dari anak kandungku yang susah payah kutemukan."
~~DI MATAKU HANYA KAU PENAWAR DAN SURGA....
Idayu terdiam,'Aku memang sayang pada Irwan dan warungku ini tapi aku juga ingin bertemu Hazman.Dia telah kubesarkan dengan kasih sayangku.Aku tak bisa jauh darinya.Di mataku dia tetap anakku.'
~USAH ENGKAU TINGGALKAN ....
Akhirnya Idayu setuju untuk pindah ke Jakarta.Ia akan menutup warungnya di Bogor dan pergi ke Jakarta.
~~ TINGGAL DAKU KEKASIH...
Idayu dan Hendro akan tinggal di Jakarta supaya bisa menemani Irwan.Irwan sangat senang dengan berita itu,"Sungguh ayah?Ibh setuju?Asyikk!!"
Danny sampai heran lihat sobatnya,"Tadi mukanya sedih gitu ga bisa ketemu ceweknya eh sekarang girang bener?Jadi curiga...kamu hangat Wan?"
Irwan tersenyum bahagia,"Aku baik Dan.Ayah ibuku akan pindah ke Jakarta nemeni aku.Aku senang sekali bro!!"
Bukan hanya itu saja yang membuat Irwan senang,pertemuannya dengan Evi telah membuatnya merasakan sesuatu di hatinya.Bahagia yang berbeda.Apakah itu cinta?**see you next eps**
Eps 20 " GALA-GALA" : Behind You Weeping ( Menangis Di Belakangmu )
Part 2 of the song
.... BUKALAH GERBANG MAHLIGAI DI HATI INI...( Hazman pov )
Aku senang sekali saat mendengar suara gerbang berderit,itu pasti adikku.Suaranya meyakinkanku,"Aku pulang!"
Dasar kebanyakan nonton Doraemon makanya jadi niru kebiasaan kartun itu,aku segera berlari mendapatkannya,"Sheila!!"
Kupeluk dia penuh rasa lega,"Syukurlah kamu sudah sampai dengan selamat.Banyak berita kecelakaan di tv,ngeri lihatnya."
....MAHLIGAI SERIBU IMPIAN DAN BAYANGAN....
Sheila nampak memandang haru kala kupegang bahunya,"Hey...kamu kenapa adikku?Kok malah berkaca2 sih?Mana oleh2 buat kakakmu ini?Jangan2 kamu lupa ya ?"
Kenapa dia?Tatapannya seakan dia tidak sedang melihat aku tapi bayangan orang lain,"Sheila...hello...ada orangkah di sini?Tok2...?"
....MASIHKU SEMBUNYIKAN RAHSIANYA...
Sheila menggeleng pelan,"Evi gpp kak..."
Ganti aku yang tertegun mendengar dia menyebut nama itu lagi,"Evi?"
Dia geragapan dan segera mengalihkan perhatianku pada oleh2 yang dia bawa,"Ini topi buat kakak.Ini penganan buat ayah.Ini baju buat ibu..."
Dia menyembunyikan sesuatu dariku,aku bisa merasakannya.
....MAHLIGAI SERIBU KUIMPIKAN KENYATAAN...( Evi pov )
Dipeluk kak Hazman membuatku seketika ingat pada Kak Irwan.Dulu waktu kami masih kecil suka main di pohon jambu air.Kami akan punya area sendiri2 dan tiap kali ada yang melintasi area masing2 maka harus memberi sesuatu pada area yang dilewatinya.Kak Irwan.... Sampai aku ga sadar memakai lagi nama Evi menyebut diriku sendiri.Untung ayah dan ibu muncul sehingga aku bisa mengalihkan perhatian kak Hazman.Walau aku tahu kakak akan mencari tahu nanti.Aku tidak akan ungkapkan kenyataan bahwa aku bertemu kak Irwan kala piknik.
...PADAMU INGIN KUZAHIRKAN KASIH....( Irwan pov )
Sampai di kost aku disambut oleh Danang dengan wajah bengek,"Sudah balik kamu bro?Aku ga enak badan nih..."
Segera kuberikan dia buah2an yang kubeli yang rencananya juga akan kuberikan pada Bu Kost,"Ini ada klengkeng.Kamu suka kan?"
Danang langsung ceria,"Boleh2 ....jangan lupa Wan sisain buat ibu pertiwimu he..he.."
Aku tahu maksud dia adalah ibu kost,jelaslah aku sudah beliin juga buat beliau.Selama ini beliau sangat baik padaku,sudah sepantasnya aku membalas kebaikannya.Aku bukan anak yang tidak tahu diri.
....TERANGI IA BAWAKAN CINTAMU WANGIAN SYURGAWI....
Bu kost senang sekali kuberi oleh2,malah beliau ngasih aku masakannya,"Ibu tahu kamu bakal pulang dari bepergian hari ini,makanya ibu masak rendang.Ibu dapat daging banyak kemarin.Ini buat kamu dan Nak Danang."
Waduh malah dikasih rantangan.Tapi jelas aku terima,"Ibu repot2 aja.Saya jadi sungkan..." Beliau juga menerima pemberianku,"Sudah bawa saja rendangnya.Enak lho ibu masak dengan rempah2 yang komplit.Apa mau makan disini dulu?Ibu ambilkan nasi ya?"
Waduh malah disuruh makan segala.
...MAHLIGAI SERIBU HAKIKATKU MENUNGGU....( Danang pov )
Irwan lama amat ngantar oleh2 aja ke bu kost?Jangan2 suruh benerin apa gitu kayak dulu.Aku dah habis klengkeng seplastik nih nunggu dia.Dasar anak kesayangan bu kost sih dia.
....HADIRLAH MU BERSAMA KERELAAN...
Eh pas aku mau buang sampah klengkengnya dia datang,"Wah bawa apa itu Wan?"
Dia menaruh rantang yang dia bawa di meja pendek dalam kamar,"Rendang dari bu kost.Yuk makan biar kamu cepet sembuh.Enak lho aku udah cobain dikit tadi..."
Dikit?Pasti dia disuruh makan disana.Akhirnya kami makan bersama.Dia cerita soal perjalanannya ke Pangandaran,"Aku ketemu adikku bro disana!Sayangnya dia kayak menghindar gitu..."
....NISCAYA ADA ERTI KEBAHAGIAAN....
Wajah bahagianya seketika berubah sendu,"Salah orang kali?Cuma mirip aja!Lagian kalian dah lama ga ketemu."
Eh tuh anak yakin banget kalau cewek yang ia temui di perjalanannya adalah adik tercintanya.Jadi penasaran aku kayak gimana muka adiknya,"Adikmu cantik ga bro?Boleh aku pacarin dong?"
Irwan langsung kesedak mendengar perkataanku,"Uhukk!!Uhukk!!"
Wah nih anak pasti kena sawan di jalan deh,"Tenang bro!Tenang!Aku cuma bercanda.Makanlah pelan2."
....TAK TERUCAP DENGAN KALIMAH SYAHDU....
Usai makan,Irwan tiduran.Bisa kubayangkan capeknya dia duduk lama di bus.Bikin kaku2 aja.Sambil tiduran dia cerita soal niatnya mau mencari adiknya,"Aku akan pergi ke sekolahnya.Akan kucari dia."
Aku juga udah mulai kriyip2 soale minum obat,"Coba aku ga lagi sakit aku pasti temeni kamu jadi detektif conan..."
Irwan memandang langit2 kamar,"Gpp Nang.Aku ditemani Danny kok.Kamu istirahat aja.Biar cepet sembuh."
....CARILAH AKU DI AWAL MULA...( Danny pov )
Irwan benar2 kesengsem sama cewek yang ia jumpai di pantai.Hari ini kami akan mencari alamatnya.Ah itu dia.Bawa apa itu?Oh iya syal pasti. .
...DI AKHIR TIADA AKHIRNYA...
Aku bawa motor,Irwan kuboncengkan.Untung saja kuliah sudah kelar.Lagian anak2 sekolah sekarang kan pulangnya sore.Biasa program 5 hari sekolah.Ketika kami sampai di sana jam masih belum menunjukkan jam pulang.Irwan hendak masuk ke dalam kucegah dia,"Tunggu aja sampai bubaran sekolah Wan.Gerbangnya cuma satu kok depan aja."
Apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?***see you next eps***
Eps 21 ``` GALA-GALA``` : Joy ( Sukacita )
Tapi saya mau kasih kisah motivasi dulu.Sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang yang divonis penyakit parah.Bukan orang miskin dia malah kaya raya tapi untuk urusan makan saja banyak bener pantangannya.Makan yang manis ga boleh soale gula darahnya tinggi.Makan yang berlemak ga boleh soale kolesterolnya juga tinggi.Makan daging juga dilarang soale darah tinggi.Mau bikin mie juga dilarang soale kena kanker lambung.Aneka ria penyakitnya macem2 dan dietnya ketat.Hingga ia merasa sedih melihat kehidupannya kaya tapi mau makan enak saja ga bisa.Sampai kemudian ia malah drop dan dokter angkat tangan.Penyakitnya sudah benar2 parah ga ada gunanya diobati lagi atau mengikuti pantangan ini itu toh usianya diperkirakan oleh dokter hanya bertahan sampai 3 minggu aja.Dokterpun berkata padanya,"Sekarang Anda boleh makan apa saja yang Anda suka.Ga akan dilarang2 lagi."
Wah sang pasien senang hatinya,"Benar,Dokter?Boleh makan apa aja yang saya suka?Sate kambing?Gulai kambing?Ramen?Semuanya?"
Dokter mengiyakan.Dengan hati gembira ia pun segera memesan semua yang ia suka.Hatinya gembira akhirnya bisa makan apa yang selama ini jadi favenya.Kegembiraan itu mengefek seluruh organ tubuhnya sehingga kala date line dokter tiba ia malah masih segar bugar.Dokternya kaget,"Anda masih hidup?"
Tiga tahun kemudian pasien itu baru meninggal.Kegembiraan hati memang obat yang manjur.Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. Nah kini kita akan mengetahui apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?Diiringi lagu dari Iyeth Bustami yang kala itu saya lihat bagus banget duet bareng Fildan DA4.Lagi kesengsem Fildan nih.Pingin bikin cerpen gitu soal dia.He..he..udah ke Gala2 dulu!Ini dia ...Sudahlah...
....MENGAPA KAU TANYAKAN PADAKU....( Irwan pov )
Sekolahannya benar seperti yang tertera namanya di spanduk Bus pariwisata waktu itu.Namun kenapa setiap siswa yang kutanya tak kenal yang namanya Evi ya?Aku ga boleh putus asa.Tanya satpam dulu aja,"Permisi Pak,saya ingin bertemu dengan salah satu murid disini.Namanya Evi Pak."
Satpamnya kecil dan kerempeng,"Masnya ini ada keperluan apa ya?"
Aku bilang saja,"Saya kakaknya Pak."
Dia lalu bertanya lagi,"Kelas berapa ya Mas?"
....MENGAPA KAU LUPAKAN DIRIKU...
Matreng aku!Mana aku tahu dia kelas berapa.Ah kulihat lagi aja foto spanduknya.Kelas 2.Kujawab,"Kelas dua Pak!"
Satpamnya nanya lagi,"Dua apa Mas disini ada lima kelas untuk kelas dua." Waduh...meneketehe.Satpamnya malah jadi curiga sama aku,"Masnya jangan2 cuma ngaku2 aja nih kakaknya.Padahal bukan."
Aku jadi panik,"Pak beneran saya ini kakaknya.Memang sih bukan kakak kandung.Tapi saya ini beneran kakaknya.Saya ga ada maksud jahat Pak.Saya cuma mau ketemu dia bentar aja."
Satpamnya malah pasang wajah mencereng,"Udah ga usah!Tunggu aja sampai bubaran sekolah Mas.Ini masih jam kegiatan belajar mengajar.Siswa tidak bisa diganggu!!"
Akupun gigit jari dan terpaksa menunggu sampai jam pulang.Danny mendekatiku,"Bro,aku lupa kalau aku ada janji sama cewek aku.Mau nemeni dia beli hp.Aku tinggal dulu ya?"
Aku melihat jam tanganku,"Iya gpp Dan.Makasih ya dah nganter aku kesini."
....NYATANYA KAU MENGHILANG TINGGALKAN AKU....( Danny pov )
Ga enak juga ninggalin Irwan sendirian.Tapi cewek aku ngebet banget mau nyari hp baru.Hp dia tiba2 rusak.Kebanyakan data kali.Aku terpaksa deh ninggalin Irwan lagian anak2 sekolah jaman sekarang pulangnya sore2 gitu.Tapi aku rada cemas juga,"Trus kamu pulang ke kost gimana bro?" Irwan mah bukan anak manja,"Gampang Dan.Bisa naik angkot atau gojek.Taksi juga banyak.Kamu santai aja."
Akupun ninggalin dia,"Ya udah aku cabut dulu Bro!Moga ketemu ya.Kalau ga besok aku temenin lagi deh."
Aku melambaikan tangan dan pergi dari sana.
....KUCARI HINGGA LELAH DIRIKU MENCARI...( Evi pov )
Akhirnya bel bunyi juga.Capek banget.Aku pingin beli es ah ntar.Haus banget.Minumku udah habis.Kuletakkan botol minumku yang berwarna hijau muda itu kedalam tas.Weni menawariku untuk bareng dia aja,"Bareng aku aja La.Daripada kamu nunggu kakakmu."
Teman sebangkuku itu emang anak orang kaya,ke sekolah antar jemput mobil.Tapi aku ga suka ngrepotin orang,kak Irwan selalu ajarkan aku untuk jadi anak yang mandiri.Kak Irwan....kenapa aku ingat dia terus ya?
....TAK KUTEMUKAN JAWAB YANG PASTI....
"Whoi!!Sheila!!Malah melamun nih anak...aduh..."
Weni mengibas2kan tangannya didepan mukaku,"Oh...apa Wen?"
Dia memandangku,"Sepertinya sejak pulang dari Pangandaran jadi sering melamun deh kamu La.Mau bareng kagak?"
Aku menolak dengan halus,"Ga usah Wen.Aku mau mampir kok pingin beli es cendol depan sekolah itu."
Eh Weni malah juga pingin beli,"Ikut ah.Enak kali minum es.Yuk!"
Saat menuju gerbang depan langkahku terhenti,kulihat didepan gerbang sosok yang mirip kak Irwan itu lagi.Mau apa dia kemari?Apa untuk mencariku?Saat dia melihat ke arahku,aku segera jongkok pura2 benerin tali sepatuku.Lalu aku bilang sama Weni,"Wen,aku berubah pikiran.Aku nebeng kamu aja deh."
Dia heran,"Terus beli esnya?"
Aku bilang ga jadi,"Lain kali aja.Bisa ga mobil kamu masuk ke dalam?"
Weni menjawab,"Bisa dong.Mobil aku kan slim dan ga butuh tempat luas buat parkir.Biar kutelepon sopirku."
....BEGITU MUDAH BAGIMU....( Irwan pov )
Ternyata ga mudah nyari orang itu.Apalagi para siswa yang keluar barengan gitu.Aku udah pelototi sejak tadi tetap aja ga lihat Evi.Aku sambil nanya aja deh,"Dik,adik kelas dua ya?Kenal yang namanya Evi ga?"
Yang kutanya menggeleng,"Dikelasku ga ada yang namanya Evi,kak.Coba tanya anak kelas lain." ....KECEWA HATIKU KECEWA,MERANA DIRIKU MERANA....
Kucoba nanya ke yang lain kali ini sambil nyebutin ciri2 Evi,"Dik,kenal yang namanya Evi ga?Anaknya rambutnya lurus.Kelas dua."
Dia mikir bentar,"Kalau di kelasku ada sih yang namanya Evi tapi rambutnya keriting itu kak.Ga lurus.Itu anaknya!"
Kuikuti ke arah ia menunjuk namun aku kecewa karena gadis yang ia maksud bukanlah Evi yang aku maksud.Saat itulah sebuah mobil hendak masuk ke lingkungan sekolah,kaget aku hingga tas kantong yang berisi syal lepas dari genggamanku.Syalnya jatuh di jalan.Aku spontan mengambilnya tanpa menyadari bahaya mengancamku.
...DISAAT HATIKU BERHARAP NAMUN KAU CAMPAKKAN CINTAKU....( Weni pov )
Mobil jemputanku udah datang,sopirku emang agak ugal2an.Bikin heboh gitu pas masuk ke area sekolah.Aku segera naik,"Ayo La!"
Namun alangkah terkejutnya aku karena begitu mobil keluar dari gerbang sekolah,Sheila tiba2 keluar dari mobil.Jelas aku kaget,"Sheila!!Hey kamu mau kemana??"
Sopirku juga ikut heran,"Temen Non itu kenapa?Main turun aja!Itu kan bahaya!"
....KINI KAU DATANG INGIN KEMBALI...( Evi pov )
Niatku mau menghindari sosok yang mirip kak Irwan itu namun kala kulihat dia ditengah jalan hendak mengambil sebuah tas kantung tanpa menyadari bahwa dari arah lain sebuah mobil melaju ke arahnya.Tidak!Aku tak mau kehilangan kakak lagi.Kakak pernah celaka karena ditabrak dulu hingga sampai hilang ingatan.Aku bergegas keluar dari mobilnya Weni dan berlari ke arah kak Irwan,"Kakak awas!!!"
Kutarik dia dari jalan dan kumarahi dia,"Kau gila!!Kau bahayakan dirimu demi sebuah tas?Kau bisa celaka tahu!!"
Dia terkejut dan kemudian terbelalak melihatku,"Evi??"
Aku terengah2 dan menahan air mataku supaya tidak jatuh,lalu aku pergi meninggalkannya. ....SEAKAN ENGKAU TAK PERNAH MENYAKITI....
Ia mengejarku,"Evi!!Ini kakak Vi!!Evi!!"
Aku bilang padanya,"Aku bukan Evi!!"
Dia lalu menunjukkan syal merah dari dalam tas yang tadi dengan taruhan nyawa ia mengambilnya,"Vi,ini syalmu..."
Kutatap dia dengan marah,"Sudah kubilang aku bukan Evi!!"
Dia kaget aku ketus sekali padanya,saat itulah mobil Weni berhenti didekat kami. "Sheila!!Jadi bareng ga?"
Kakak nampak terkejut mendengar Weni memanggilku.Aku hendak masuk ke mobil Weni kala kak Irwan menahanku,"Syalmu...ini milikmu...terjatuh saat itu..."
Kuambil syal itu dan segera masuk ke dalam mobil.Sedikitpun aku tak berani menengok ke arah kak Irwan berdiri.
....JANGAN TUTUPI KESALAHANMU DENGAN BERJUTA ALASAN YANG SAMA... ( Irwan pov )
Evi menyelamatkanku dari bahaya.Dia memarahiku.Aku bisa melihat kecemasan di wajahnya,bahkan ia memarahiku dengan mata berkaca2.Dia Evi aku yakin sekali. "Kau bodoh!!Kau selalu membahayakan dirimu!!"
Aku nanar memandangnya.Bahagia,kaget,dan haru jadi satu.Evi,adikku tersayang ada di hadapanku.Tapi kenapa ia tidak mau mengakui dirinya,"Aku bukan Evi!!"
Makin galau aku kala temannya datang memanggilnya dengan nama Sheila.Ia seperti sangat membenci nama Evi.Kuberikan syalnya sebelum ia pergi dengan temannya.Aku tak mengerti mengapa ia seperti menghindariku.Sepertinya ia masih marah padaku.Tapi aku tahu ia juga merindukanku aku sempat melihat air mata menetes di pipinya saat ia masuk ke mobil.
....SUDAH SUDAHLAH JANGAN KAU SANGKAL,...
Meski kau menyangkal namun aku tahu itu kau Vi.Air mata dan amarahmu menjelaskan semuanya.Aku ini kakakmu Vi,aku takkan membalasmu.Aku akan datang lagi besok.Aku juga ingin bertemu Ibu,Ayah Hamdan dan Hazman.Aku juga ingin tahu kenapa kau marah padaku.
...JELAS BAGIKU SEMUA YANG TERJADI....( Weni pov )
Aku melihat Sheila menyelamatkan seorang pria.Sepertinya aku pernah lihat pria itu.Tapi dimana ya?Oh iya di tempat wisata dulu.Tapi aku tak mengerti kenapa sikap Sheila ketus gitu sama dia.Tumben dia bersikap begitu pada orang asing.Lagipula pria itu sepertinya orang baik.Dia mengembalikan syal milik Sheila.Anehnya Sheila ga bilang makasih.Dia diam saja dan begitu mobil melaju kulihat air mata menetes di pipinya,"Kau tidak apa2 Sheila?"
Sheila segera mengusap air matanya,"Gpp Wen.Maaf atas sikapku tadi.Turun tiba2 dari mobilmu."
....CINTAKU KINI TELAH BERLALU,BIARKAN KUCARI PENGGANTIMU....( Evi pov ) Begitu mobil berlalu dari hadapan kak Irwan,aku tak bisa menahan air mataku.Yang kupikirkan adalah keselamatan kak Irwan.Kucengkeram syal merah di tanganku.Demi syal itu kak Irwan hampir saja celaka.Mengapa dia begitu menganggap penting syal itu?Dasar bodoh! Untung Weni ga nanya macem2 padaku.Ia memang sahabat yang baik.Sampai di rumah aku segera masuk kamar.Aku menangis di sana.Sambil memeluk syal merah itu.Hampir saja aku kehilangan kak Irwan.Ternyata semarah apapun aku padanya tetap saja tak bisa menandingi rasa sayangku padanya.Tak ada yang bisa mengganti posisi kak Irwan di hatiku.Aku sangat sayang padanya. Kasih sayang dan amarah manakah yang akan menang?***see you next eps***
Dokter mengiyakan.Dengan hati gembira ia pun segera memesan semua yang ia suka.Hatinya gembira akhirnya bisa makan apa yang selama ini jadi favenya.Kegembiraan itu mengefek seluruh organ tubuhnya sehingga kala date line dokter tiba ia malah masih segar bugar.Dokternya kaget,"Anda masih hidup?"
Tiga tahun kemudian pasien itu baru meninggal.Kegembiraan hati memang obat yang manjur.Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. Nah kini kita akan mengetahui apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?Diiringi lagu dari Iyeth Bustami yang kala itu saya lihat bagus banget duet bareng Fildan DA4.Lagi kesengsem Fildan nih.Pingin bikin cerpen gitu soal dia.He..he..udah ke Gala2 dulu!Ini dia ...Sudahlah...
....MENGAPA KAU TANYAKAN PADAKU....( Irwan pov )
Sekolahannya benar seperti yang tertera namanya di spanduk Bus pariwisata waktu itu.Namun kenapa setiap siswa yang kutanya tak kenal yang namanya Evi ya?Aku ga boleh putus asa.Tanya satpam dulu aja,"Permisi Pak,saya ingin bertemu dengan salah satu murid disini.Namanya Evi Pak."
Satpamnya kecil dan kerempeng,"Masnya ini ada keperluan apa ya?"
Aku bilang saja,"Saya kakaknya Pak."
Dia lalu bertanya lagi,"Kelas berapa ya Mas?"
....MENGAPA KAU LUPAKAN DIRIKU...
Matreng aku!Mana aku tahu dia kelas berapa.Ah kulihat lagi aja foto spanduknya.Kelas 2.Kujawab,"Kelas dua Pak!"
Satpamnya nanya lagi,"Dua apa Mas disini ada lima kelas untuk kelas dua." Waduh...meneketehe.Satpamnya malah jadi curiga sama aku,"Masnya jangan2 cuma ngaku2 aja nih kakaknya.Padahal bukan."
Aku jadi panik,"Pak beneran saya ini kakaknya.Memang sih bukan kakak kandung.Tapi saya ini beneran kakaknya.Saya ga ada maksud jahat Pak.Saya cuma mau ketemu dia bentar aja."
Satpamnya malah pasang wajah mencereng,"Udah ga usah!Tunggu aja sampai bubaran sekolah Mas.Ini masih jam kegiatan belajar mengajar.Siswa tidak bisa diganggu!!"
Akupun gigit jari dan terpaksa menunggu sampai jam pulang.Danny mendekatiku,"Bro,aku lupa kalau aku ada janji sama cewek aku.Mau nemeni dia beli hp.Aku tinggal dulu ya?"
Aku melihat jam tanganku,"Iya gpp Dan.Makasih ya dah nganter aku kesini."
....NYATANYA KAU MENGHILANG TINGGALKAN AKU....( Danny pov )
Ga enak juga ninggalin Irwan sendirian.Tapi cewek aku ngebet banget mau nyari hp baru.Hp dia tiba2 rusak.Kebanyakan data kali.Aku terpaksa deh ninggalin Irwan lagian anak2 sekolah jaman sekarang pulangnya sore2 gitu.Tapi aku rada cemas juga,"Trus kamu pulang ke kost gimana bro?" Irwan mah bukan anak manja,"Gampang Dan.Bisa naik angkot atau gojek.Taksi juga banyak.Kamu santai aja."
Akupun ninggalin dia,"Ya udah aku cabut dulu Bro!Moga ketemu ya.Kalau ga besok aku temenin lagi deh."
Aku melambaikan tangan dan pergi dari sana.
....KUCARI HINGGA LELAH DIRIKU MENCARI...( Evi pov )
Akhirnya bel bunyi juga.Capek banget.Aku pingin beli es ah ntar.Haus banget.Minumku udah habis.Kuletakkan botol minumku yang berwarna hijau muda itu kedalam tas.Weni menawariku untuk bareng dia aja,"Bareng aku aja La.Daripada kamu nunggu kakakmu."
Teman sebangkuku itu emang anak orang kaya,ke sekolah antar jemput mobil.Tapi aku ga suka ngrepotin orang,kak Irwan selalu ajarkan aku untuk jadi anak yang mandiri.Kak Irwan....kenapa aku ingat dia terus ya?
....TAK KUTEMUKAN JAWAB YANG PASTI....
"Whoi!!Sheila!!Malah melamun nih anak...aduh..."
Weni mengibas2kan tangannya didepan mukaku,"Oh...apa Wen?"
Dia memandangku,"Sepertinya sejak pulang dari Pangandaran jadi sering melamun deh kamu La.Mau bareng kagak?"
Aku menolak dengan halus,"Ga usah Wen.Aku mau mampir kok pingin beli es cendol depan sekolah itu."
Eh Weni malah juga pingin beli,"Ikut ah.Enak kali minum es.Yuk!"
Saat menuju gerbang depan langkahku terhenti,kulihat didepan gerbang sosok yang mirip kak Irwan itu lagi.Mau apa dia kemari?Apa untuk mencariku?Saat dia melihat ke arahku,aku segera jongkok pura2 benerin tali sepatuku.Lalu aku bilang sama Weni,"Wen,aku berubah pikiran.Aku nebeng kamu aja deh."
Dia heran,"Terus beli esnya?"
Aku bilang ga jadi,"Lain kali aja.Bisa ga mobil kamu masuk ke dalam?"
Weni menjawab,"Bisa dong.Mobil aku kan slim dan ga butuh tempat luas buat parkir.Biar kutelepon sopirku."
....BEGITU MUDAH BAGIMU....( Irwan pov )
Ternyata ga mudah nyari orang itu.Apalagi para siswa yang keluar barengan gitu.Aku udah pelototi sejak tadi tetap aja ga lihat Evi.Aku sambil nanya aja deh,"Dik,adik kelas dua ya?Kenal yang namanya Evi ga?"
Yang kutanya menggeleng,"Dikelasku ga ada yang namanya Evi,kak.Coba tanya anak kelas lain." ....KECEWA HATIKU KECEWA,MERANA DIRIKU MERANA....
Kucoba nanya ke yang lain kali ini sambil nyebutin ciri2 Evi,"Dik,kenal yang namanya Evi ga?Anaknya rambutnya lurus.Kelas dua."
Dia mikir bentar,"Kalau di kelasku ada sih yang namanya Evi tapi rambutnya keriting itu kak.Ga lurus.Itu anaknya!"
Kuikuti ke arah ia menunjuk namun aku kecewa karena gadis yang ia maksud bukanlah Evi yang aku maksud.Saat itulah sebuah mobil hendak masuk ke lingkungan sekolah,kaget aku hingga tas kantong yang berisi syal lepas dari genggamanku.Syalnya jatuh di jalan.Aku spontan mengambilnya tanpa menyadari bahaya mengancamku.
...DISAAT HATIKU BERHARAP NAMUN KAU CAMPAKKAN CINTAKU....( Weni pov )
Mobil jemputanku udah datang,sopirku emang agak ugal2an.Bikin heboh gitu pas masuk ke area sekolah.Aku segera naik,"Ayo La!"
Namun alangkah terkejutnya aku karena begitu mobil keluar dari gerbang sekolah,Sheila tiba2 keluar dari mobil.Jelas aku kaget,"Sheila!!Hey kamu mau kemana??"
Sopirku juga ikut heran,"Temen Non itu kenapa?Main turun aja!Itu kan bahaya!"
....KINI KAU DATANG INGIN KEMBALI...( Evi pov )
Niatku mau menghindari sosok yang mirip kak Irwan itu namun kala kulihat dia ditengah jalan hendak mengambil sebuah tas kantung tanpa menyadari bahwa dari arah lain sebuah mobil melaju ke arahnya.Tidak!Aku tak mau kehilangan kakak lagi.Kakak pernah celaka karena ditabrak dulu hingga sampai hilang ingatan.Aku bergegas keluar dari mobilnya Weni dan berlari ke arah kak Irwan,"Kakak awas!!!"
Kutarik dia dari jalan dan kumarahi dia,"Kau gila!!Kau bahayakan dirimu demi sebuah tas?Kau bisa celaka tahu!!"
Dia terkejut dan kemudian terbelalak melihatku,"Evi??"
Aku terengah2 dan menahan air mataku supaya tidak jatuh,lalu aku pergi meninggalkannya. ....SEAKAN ENGKAU TAK PERNAH MENYAKITI....
Ia mengejarku,"Evi!!Ini kakak Vi!!Evi!!"
Aku bilang padanya,"Aku bukan Evi!!"
Dia lalu menunjukkan syal merah dari dalam tas yang tadi dengan taruhan nyawa ia mengambilnya,"Vi,ini syalmu..."
Kutatap dia dengan marah,"Sudah kubilang aku bukan Evi!!"
Dia kaget aku ketus sekali padanya,saat itulah mobil Weni berhenti didekat kami. "Sheila!!Jadi bareng ga?"
Kakak nampak terkejut mendengar Weni memanggilku.Aku hendak masuk ke mobil Weni kala kak Irwan menahanku,"Syalmu...ini milikmu...terjatuh saat itu..."
Kuambil syal itu dan segera masuk ke dalam mobil.Sedikitpun aku tak berani menengok ke arah kak Irwan berdiri.
....JANGAN TUTUPI KESALAHANMU DENGAN BERJUTA ALASAN YANG SAMA... ( Irwan pov )
Evi menyelamatkanku dari bahaya.Dia memarahiku.Aku bisa melihat kecemasan di wajahnya,bahkan ia memarahiku dengan mata berkaca2.Dia Evi aku yakin sekali. "Kau bodoh!!Kau selalu membahayakan dirimu!!"
Aku nanar memandangnya.Bahagia,kaget,dan haru jadi satu.Evi,adikku tersayang ada di hadapanku.Tapi kenapa ia tidak mau mengakui dirinya,"Aku bukan Evi!!"
Makin galau aku kala temannya datang memanggilnya dengan nama Sheila.Ia seperti sangat membenci nama Evi.Kuberikan syalnya sebelum ia pergi dengan temannya.Aku tak mengerti mengapa ia seperti menghindariku.Sepertinya ia masih marah padaku.Tapi aku tahu ia juga merindukanku aku sempat melihat air mata menetes di pipinya saat ia masuk ke mobil.
....SUDAH SUDAHLAH JANGAN KAU SANGKAL,...
Meski kau menyangkal namun aku tahu itu kau Vi.Air mata dan amarahmu menjelaskan semuanya.Aku ini kakakmu Vi,aku takkan membalasmu.Aku akan datang lagi besok.Aku juga ingin bertemu Ibu,Ayah Hamdan dan Hazman.Aku juga ingin tahu kenapa kau marah padaku.
...JELAS BAGIKU SEMUA YANG TERJADI....( Weni pov )
Aku melihat Sheila menyelamatkan seorang pria.Sepertinya aku pernah lihat pria itu.Tapi dimana ya?Oh iya di tempat wisata dulu.Tapi aku tak mengerti kenapa sikap Sheila ketus gitu sama dia.Tumben dia bersikap begitu pada orang asing.Lagipula pria itu sepertinya orang baik.Dia mengembalikan syal milik Sheila.Anehnya Sheila ga bilang makasih.Dia diam saja dan begitu mobil melaju kulihat air mata menetes di pipinya,"Kau tidak apa2 Sheila?"
Sheila segera mengusap air matanya,"Gpp Wen.Maaf atas sikapku tadi.Turun tiba2 dari mobilmu."
....CINTAKU KINI TELAH BERLALU,BIARKAN KUCARI PENGGANTIMU....( Evi pov ) Begitu mobil berlalu dari hadapan kak Irwan,aku tak bisa menahan air mataku.Yang kupikirkan adalah keselamatan kak Irwan.Kucengkeram syal merah di tanganku.Demi syal itu kak Irwan hampir saja celaka.Mengapa dia begitu menganggap penting syal itu?Dasar bodoh! Untung Weni ga nanya macem2 padaku.Ia memang sahabat yang baik.Sampai di rumah aku segera masuk kamar.Aku menangis di sana.Sambil memeluk syal merah itu.Hampir saja aku kehilangan kak Irwan.Ternyata semarah apapun aku padanya tetap saja tak bisa menandingi rasa sayangku padanya.Tak ada yang bisa mengganti posisi kak Irwan di hatiku.Aku sangat sayang padanya. Kasih sayang dan amarah manakah yang akan menang?***see you next eps***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar