÷÷÷ SELALU KUPIKIR BAHWA AKU TEGAR...
( HAYATI POV )
Melihat tubuh kak Reza bersimbah darah,aku bagai melihat akhir dunia.Aku melihat duniaku runtuh untuk kedua kalinya.Dulu Putra kini kak Reza.Mengapa?Apa aku tak pantas bahagia?Disinilah aku menangis.Kupandang langit dan kuberteriak,"Give him back to me God!Please...please..."(Kembalikan dia padaku Tuhan.Aku mohon....).
Aku meraih kepala Kak Reza dalam dekapanku,"I love him ...God..."( Aku mencintainya...Tuhan...) Kak Reza malah tersenyum bahagia mendengar ucapanku sebelum kemudian ia terkulai dalam pelukanku.
÷÷÷ AKU TAK PERNAH MENYANGKA KAN BEGINI...
Team medis tiba dan segera membawa para korban termasuk kak Reza ke RS.Ayah dan ibu juga menemaniku ke RS dengan mobil mereka sedang aku dalam ambulance.Di dalam ambulance aku terus pegang tangan kak Reza,"Kau harus hidup...demi aku...kumohon jangan tinggalkan aku..." Petugasnya bertanya,"Is he your husband?"( Apa dia suami Anda?)
Aku menjawab,"He will be my husband...( dia akan menjadi suamiku )"
Aku tak menyangka kata2 itu keluar dari mulutku begitu saja.Aku berbisik pada telinga kak Reza,"Kakak dengar kan tadi?Aku janji akan menerima kakak dalam hidupku sebagai suamiku jika kakak bisa lewati ini...aku janji."
÷÷÷ DAN SAAT ENGKAU TAK DI SISIKU LAGI....
Kak Reza dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya.Aku menanti dengan cemas.Ayah terus berkata,"Dia akan selamat Sayang...dia kuat...Cinta akan membawa dia kembali bersama kita lagi..."
Ibu juga membelai kepalaku,"Calon menantu ibu pasti bisa lewati ini.Dia orang baik.Dia akan mendapat kebaikan juga."
Aku hanya bisa menangis di pelukan ibu.
÷÷÷ BARU KURASAKAN ARTI KEHILANGAN...
Aku pikir aku takkan pernah alami rasa takut ini lagi sejak meninggalnya Putra.Namun rasa takut ini kembali hadir.Hati yang selama ini beku bak es kini meleleh.Aku cemas sampai tanganku gemetaran.Aku terisak dalam pelukan ibuku,"Hayati takut Bu...takut kehilangan Kak Reza...Hayati ga mau masa lalu terulang lagi Bu...tidak mau!"
=== INGIN KU BICARA,HASRAT MENGUNGKAPKAN...( RITA POV )
Akhirnya aku sampai juga di rumah besanku.Pasti kalau pagi ini Jeng Idayu lagi sibuk nyiapin sarapan.Aku bayangkan dia pasti seneng dapat oleh2 dari Igun.Bel sudah kubunyikan.Namun aku tak sangka kala pintu dibuka,aku melihat wajah yang sangat kurindukan,"Evi???!!"
Evi juga sama kagetnya,"Ibu??"
Kami saling pandang sambil berkaca2 apalagi kala Evi bersimpuh di kakiku sambil menangis,"Maafkan Evi Ibu...maafkan Evi..."
Aku segera raih dia dalam pelukanku,"Ibu juga salah sayang...ibu terlalu keras padamu...maafkan ibu juga..."
=== MASIH PANTASKAH KU BERSAMAMU
Kami berpelukan dan bertangisan.Hingga aku melihat menantuku,ia tersenyum memberi salam lewat senyuman kepadaku.Tapi ia membiarkan aku dan Evi menikmati pertemuan kami.Jeng Idayu juga ikut terharu melihat kami.Betapa aku sangat lega melihat Evi baik2 saja.Kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.Bersama menantuku pula.
=== TUK LALUI HITAM PUTIH HIDUP INI...
Akhirnya menantuku mendekat dan mencium tanganku,"Ibu...maafkan kami tak memberitahu kalau kami sudah kembali.Apa kak Igun yang memberitahu ibu?"
Aku malah terkejut,"Igun tahu kalian sudah kembali?"
Jeng Idayu datang mengajak sarapan,"Ayo sarapan dulu Jeng.Soal melepas kangen nanti dilanjut lagi.Kebetulan bapaknya anak2 juga sudah bangun.Ayo!"
Aku diajak ke ruang makan,namun mataku tak luput melihat bagaimana mesranya gestur Evi dengan menantuku.Mereka gandengan tangan.Erat sekali.Bahkan sempat kulihat Irwan mencium kening putriku.Aku terkesima melihatnya karena Evi nampak menikmati semua itu.Bukannya dulu ia tak memandang perkawinannya?Menganggapnya sebagai sebuah kesalahan?Tapi kini semua kulihat bertolak belakang.Apa yang sudah ia lalui hingga berubah seperti ini ya?
◇◇◇ SAAT ENGKAU PERGI,TAK KAU BAWA HATI...( REZA POV )
--RS di Inggris--
Aku membuka mataku dan melihat cahaya lampu,satu nama yang langsung kusebut,"Hayati....Hayati..."
Seraut wajah segera nampak di hadapanku,"Kakak sadar?Terima kasih Tuhan...terima kasih..."
Aku lega ia baik2 saja,ia mengecup keningku.Hatiku bagai melayang,"Apa aku benar masih hidup?"
Yang menjawab malah ibuku,"Sure my son you are alive."( Tentu putraku kau hidup )
◇◇◇ DAN TAK ADA LAGI YANG TERSISA...
Aku menoleh pada asal suara itu,"Mother..."
Lega nian hatiku melihat dua wanita yang kusayang ada di hadapanku. Ibu nampak menghibur Hayati,"Nothing to worry again ( Tak ada yang perlu di kuatirkan ).
××× DIA DIA DIA TELAH MENCURI HATIKU... ( LESTI POV )
---kampus---
Teman2ku sudah pada tahu kalau aku dan Danang udah jadian.Awal mula kami bertemu saat kami sama2 terlibat dalam kegiatan sosial.Dia ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan aku hanya seksi konsumsi.Aku terpana melihat dia.Dengan penuh wibawa dia memeriksa semuanya.Menanyai dengan detil.Semua nampak segan padanya.Akhirnya aku tanya sama temen2ku siapa dia.Rupanya dia ini Ketua BEM.Aku benar2 jatuh hati pada dia.
■□■ DAN SAAT HARI DIMANA KAU TINGGALKANKU....
Dananglah yang menghiburku kala Kak Irwan pergi ke luar negeri.Ia selalu ada buat aku.Walau ia sendiri sangat sibuk namun ia selalu memberitahuku tentang kesibukannya.Bahkan ia memperkenalkanku tanpa malu.
>>> KUKIRA SEMUANYA KAN BAIK2 SAJA... ( Evi pov )
Kukira Lesti yang kembali tapi aku salah.Berdiri di hadapanku sosok yang sangat kurindukan,"Ibu?!!"
Segera aku bersimpuh di kakinya.Meminta maaf dan ampunannya.Ibu malah meraihku dan memelukku.Kami bertangisan.Lalu Irwan muncul.Sudah bangun dia.Ia mencium keningku,"Selamat pagi sayang..."
Ibu mertuaku juga menyambut ibu dengan ramah.Kamipun sarapan bersama.Aku tahu Ibu sedang memperhatikan aku dan Irwan.Ayahnya Irwan juga baik pada ibu ku.
¤¤¤ DAN KINI BARU KUSADARI SEMUA...
Usai sarapan ibu menyerahkan oleh2 yang ia bawa.Semua kuceritakan pada ibu.Irwan malah menuju ruang kerjanya.Ia ingin memberikan aku waktu dengan ibuku. Ibu mendengarkan kisahku sambil berkaca2,"Begitu penuh liku ya ...."
Aku memandang ibuku,"Evi kangen Ayah Bu...Ayah sehat kan?"
Irwan mendekat,"Bagaimana kalau kita ke sana sayang?"
Ibu setuju dengan usul suamiku.Akhirnya aku idem aja.Akhirnya aku dan Irwan ikut Ibu kembali.Aku deg2an mau ketemu dengam Ayah.
Gimana reaksi Ayah Hamdan dengan kedatangan putrinya?***see you next eps***
Melihat tubuh kak Reza bersimbah darah,aku bagai melihat akhir dunia.Aku melihat duniaku runtuh untuk kedua kalinya.Dulu Putra kini kak Reza.Mengapa?Apa aku tak pantas bahagia?Disinilah aku menangis.Kupandang langit dan kuberteriak,"Give him back to me God!Please...please..."(Kembalikan dia padaku Tuhan.Aku mohon....).
Aku meraih kepala Kak Reza dalam dekapanku,"I love him ...God..."( Aku mencintainya...Tuhan...) Kak Reza malah tersenyum bahagia mendengar ucapanku sebelum kemudian ia terkulai dalam pelukanku.
÷÷÷ AKU TAK PERNAH MENYANGKA KAN BEGINI...
Team medis tiba dan segera membawa para korban termasuk kak Reza ke RS.Ayah dan ibu juga menemaniku ke RS dengan mobil mereka sedang aku dalam ambulance.Di dalam ambulance aku terus pegang tangan kak Reza,"Kau harus hidup...demi aku...kumohon jangan tinggalkan aku..." Petugasnya bertanya,"Is he your husband?"( Apa dia suami Anda?)
Aku menjawab,"He will be my husband...( dia akan menjadi suamiku )"
Aku tak menyangka kata2 itu keluar dari mulutku begitu saja.Aku berbisik pada telinga kak Reza,"Kakak dengar kan tadi?Aku janji akan menerima kakak dalam hidupku sebagai suamiku jika kakak bisa lewati ini...aku janji."
÷÷÷ DAN SAAT ENGKAU TAK DI SISIKU LAGI....
Kak Reza dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya.Aku menanti dengan cemas.Ayah terus berkata,"Dia akan selamat Sayang...dia kuat...Cinta akan membawa dia kembali bersama kita lagi..."
Ibu juga membelai kepalaku,"Calon menantu ibu pasti bisa lewati ini.Dia orang baik.Dia akan mendapat kebaikan juga."
Aku hanya bisa menangis di pelukan ibu.
÷÷÷ BARU KURASAKAN ARTI KEHILANGAN...
Aku pikir aku takkan pernah alami rasa takut ini lagi sejak meninggalnya Putra.Namun rasa takut ini kembali hadir.Hati yang selama ini beku bak es kini meleleh.Aku cemas sampai tanganku gemetaran.Aku terisak dalam pelukan ibuku,"Hayati takut Bu...takut kehilangan Kak Reza...Hayati ga mau masa lalu terulang lagi Bu...tidak mau!"
=== INGIN KU BICARA,HASRAT MENGUNGKAPKAN...( RITA POV )
Akhirnya aku sampai juga di rumah besanku.Pasti kalau pagi ini Jeng Idayu lagi sibuk nyiapin sarapan.Aku bayangkan dia pasti seneng dapat oleh2 dari Igun.Bel sudah kubunyikan.Namun aku tak sangka kala pintu dibuka,aku melihat wajah yang sangat kurindukan,"Evi???!!"
Evi juga sama kagetnya,"Ibu??"
Kami saling pandang sambil berkaca2 apalagi kala Evi bersimpuh di kakiku sambil menangis,"Maafkan Evi Ibu...maafkan Evi..."
Aku segera raih dia dalam pelukanku,"Ibu juga salah sayang...ibu terlalu keras padamu...maafkan ibu juga..."
=== MASIH PANTASKAH KU BERSAMAMU
Kami berpelukan dan bertangisan.Hingga aku melihat menantuku,ia tersenyum memberi salam lewat senyuman kepadaku.Tapi ia membiarkan aku dan Evi menikmati pertemuan kami.Jeng Idayu juga ikut terharu melihat kami.Betapa aku sangat lega melihat Evi baik2 saja.Kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.Bersama menantuku pula.
=== TUK LALUI HITAM PUTIH HIDUP INI...
Akhirnya menantuku mendekat dan mencium tanganku,"Ibu...maafkan kami tak memberitahu kalau kami sudah kembali.Apa kak Igun yang memberitahu ibu?"
Aku malah terkejut,"Igun tahu kalian sudah kembali?"
Jeng Idayu datang mengajak sarapan,"Ayo sarapan dulu Jeng.Soal melepas kangen nanti dilanjut lagi.Kebetulan bapaknya anak2 juga sudah bangun.Ayo!"
Aku diajak ke ruang makan,namun mataku tak luput melihat bagaimana mesranya gestur Evi dengan menantuku.Mereka gandengan tangan.Erat sekali.Bahkan sempat kulihat Irwan mencium kening putriku.Aku terkesima melihatnya karena Evi nampak menikmati semua itu.Bukannya dulu ia tak memandang perkawinannya?Menganggapnya sebagai sebuah kesalahan?Tapi kini semua kulihat bertolak belakang.Apa yang sudah ia lalui hingga berubah seperti ini ya?
◇◇◇ SAAT ENGKAU PERGI,TAK KAU BAWA HATI...( REZA POV )
--RS di Inggris--
Aku membuka mataku dan melihat cahaya lampu,satu nama yang langsung kusebut,"Hayati....Hayati..."
Seraut wajah segera nampak di hadapanku,"Kakak sadar?Terima kasih Tuhan...terima kasih..."
Aku lega ia baik2 saja,ia mengecup keningku.Hatiku bagai melayang,"Apa aku benar masih hidup?"
Yang menjawab malah ibuku,"Sure my son you are alive."( Tentu putraku kau hidup )
◇◇◇ DAN TAK ADA LAGI YANG TERSISA...
Aku menoleh pada asal suara itu,"Mother..."
Lega nian hatiku melihat dua wanita yang kusayang ada di hadapanku. Ibu nampak menghibur Hayati,"Nothing to worry again ( Tak ada yang perlu di kuatirkan ).
××× DIA DIA DIA TELAH MENCURI HATIKU... ( LESTI POV )
---kampus---
Teman2ku sudah pada tahu kalau aku dan Danang udah jadian.Awal mula kami bertemu saat kami sama2 terlibat dalam kegiatan sosial.Dia ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan aku hanya seksi konsumsi.Aku terpana melihat dia.Dengan penuh wibawa dia memeriksa semuanya.Menanyai dengan detil.Semua nampak segan padanya.Akhirnya aku tanya sama temen2ku siapa dia.Rupanya dia ini Ketua BEM.Aku benar2 jatuh hati pada dia.
■□■ DAN SAAT HARI DIMANA KAU TINGGALKANKU....
Dananglah yang menghiburku kala Kak Irwan pergi ke luar negeri.Ia selalu ada buat aku.Walau ia sendiri sangat sibuk namun ia selalu memberitahuku tentang kesibukannya.Bahkan ia memperkenalkanku tanpa malu.
>>> KUKIRA SEMUANYA KAN BAIK2 SAJA... ( Evi pov )
Kukira Lesti yang kembali tapi aku salah.Berdiri di hadapanku sosok yang sangat kurindukan,"Ibu?!!"
Segera aku bersimpuh di kakinya.Meminta maaf dan ampunannya.Ibu malah meraihku dan memelukku.Kami bertangisan.Lalu Irwan muncul.Sudah bangun dia.Ia mencium keningku,"Selamat pagi sayang..."
Ibu mertuaku juga menyambut ibu dengan ramah.Kamipun sarapan bersama.Aku tahu Ibu sedang memperhatikan aku dan Irwan.Ayahnya Irwan juga baik pada ibu ku.
¤¤¤ DAN KINI BARU KUSADARI SEMUA...
Usai sarapan ibu menyerahkan oleh2 yang ia bawa.Semua kuceritakan pada ibu.Irwan malah menuju ruang kerjanya.Ia ingin memberikan aku waktu dengan ibuku. Ibu mendengarkan kisahku sambil berkaca2,"Begitu penuh liku ya ...."
Aku memandang ibuku,"Evi kangen Ayah Bu...Ayah sehat kan?"
Irwan mendekat,"Bagaimana kalau kita ke sana sayang?"
Ibu setuju dengan usul suamiku.Akhirnya aku idem aja.Akhirnya aku dan Irwan ikut Ibu kembali.Aku deg2an mau ketemu dengam Ayah.
Gimana reaksi Ayah Hamdan dengan kedatangan putrinya?***see you next eps***
Eps 50 HARUSKAH BERAKHIR : Not The Last Eps
◆☆◆ SEBELUM AKU TAHU AKAN ARTINYA CINTA....( REZA POV )---Inggris---
Walau aku habis dioperasi namun rasa sakit yang dirasakan tubuhku tak bisa menandingi rasa bahagia di hatiku.Melihat seseorang mencemaskanku dan memikirkanku,sungguh sangat indah bagiku.Melihat Hayati menatapku penuh kecemasan dengan mata berkaca2 sungguh menghangatkan hatiku.Inikah yang Irwan rasakan kala ia kena tembak dulu?Jika ini yang disebut pengorbanan maka inilah pengorbanan cinta.Peristiwa itu menyadarkanku siapa yang ada di hati Evi.Siapa yang ia cintai.Dan kini peristiwa yang sama menyadarkan Hayati bahwa ia mencintaiku.Hayati mencintaiku! ¤♡¤ TERLENA KU DIBAWANYA KE SANA....
Bagai melayang diangkasa rasanya kala Hayati menggenggam jemariku dengan eratnya sambil berlinang air mata,"Kakak jangan tinggalkan Hayati...Don't leave me...ever again..."
Aku mungkin hanya bisa menjawab dengan anggukan namun jiwaku bersorak gembira,"Yess!" Akhirnya aku bisa menemukan cinta juga.Bukan hanya Irwan dan Evi yang menikmati apa itu cinta.Aku juga.Kini aku dibawa ke sana.Ke dunia cinta.
=�= SETELAH DIA PERGI BARU AKU MENGERTI...( HAYATI POV )
Babak baru dalam hidupku akhirnya digelar juga.Akhirnya aku bisa merasakan kembali memiliki seseorang.Tidak merasa sendirian.Jiwaku menemukan belahannya.Perasaan takut kehilangan kak Reza menyadarkan aku bahwa aku memiliki perasaan padanya.Bahwa ia berharga bagiku.Bahwa aku tak ingin menjalani hidup ini tanpa dia di sisiku.Aku telah jatuh cinta padanya.
^(^ KUTELAH JATUH CINTA KEPADANYA...
Kujagai dia dengan penuh perhatian.Merahnya darah membuat aku bagai disadarkan bahwa aku masih hidup.Bahwa hidup terus berjalan dan aku ini berharga bagi seseorang.Itu menyadarkanku bahwa aku tak boleh tenggelam dalam bayangan masa lalu.Kehilangan seseorang bukanlah akhir kehidupan selama nyawa masih dikandung badan.Hidup itu adalah anugerah dan sebuah kesempatan dari Yang Kuasa untuk kita menjadi pribadi yang kian serupa dengan Dia dan mengecap kebaikan-Nya.Tinggal dalam naungan-Nya.Masa lalu seharusnya membawa kita menuju masa depan dan bukannya membuat kita kehilangan pengharapan akan masa depan.Jika masa lalu membuat hati kita pahit dan terluka maka itulah masa lalu yang harus kita bereskan dan kita serahkan pada Yang Esa.Berkali2 kedua orang tuaku menasehatkan hal ini tapi aku baru mengerti maksud mereka sekarang.Saat aku melihat darah kak Reza di tanganku.Darah itu seakan berbicara padaku,"Kau pilih mana masa lalu atau masa depanmu?Putuskan sekarang atau kau akan menyesal.Perlukah tertumpah lagi darah untuk membuatmu menyadari makna kehidupan?"
Tidak!Aku tak mau melihat darah siapapun lagi!Tidak!Aku akan menghargai setiap menit,setiap detik, setiap nafas yang diberikan Tuhan dengan kata lain hidup.Aku tidak akan lagi bersandar pada pengertianku sendiri.Aku akan membuat orang lain bahagia dengan keberadaanku.Aku akan bangkit untuk mencintai lagi.Aku tersenyum kala melihat pria yang kucintai kini sudah pulas.Kak Reza sudah tertidur.Aku meletakkan kepalaku di dekat lengannya.Aku akan menjaganya.
¤�¤ OOOO...AKU RINDU KATAKAN PADANYA AKU RINDU...( EVI POV )
Kangen banget sama Ayah.Melihat Irwan ngobrol dengan Ayahnya membuat aku rindu dengan ayah di rumah.Ayahku juga perhatian kayak ayah mertuaku.Kulihat beliau melingkarkan lengannya di pundak suamiku,"Wan,ayah butuh bantuan nih."
¤}¤ OOO BURUNG NYANYIKANLAH KATAKAN PADANYA AKU RINDU...
Kulihat suamiku menatap heran,"Bantuan soal kasus sengketa tanah lagi ya Ayah?"
Astaga,kupikir bantuan apa.Dasar para pengacara.Yang dibicarain soal hukum dan kasus.Namun aku mengerti bahwa sebenarnya suamiku juga merindukan pekerjaannya.Itu adalah dunianya.Aku tersenyum saja melihat mereka membicarakan soal sebidang tanah yang diperebutkan oleh dua pihak.Tanah memang kerap menjadi ajang sengketa.Bahkan tak sedikit yang menjadi korban karenanya.Tanah dan darah memang selalu bergandengan.Itulah kenapa ayah dulu wanti2 sama anak2nya kalau kelak ia tak ingin anak2nya bertikai karena masalah warisan.Apalagi kalau sampai bacok2an.Aku ingat betul pesan beliau,"Saat kita meributkan tanah sebenarnya kita sedang menjadikan nyawa kita sebagai taruhan.Ingatlah asal kita itu dari apa.Ingatlah bahwa tanah akan selalu meminta darah.Jadi jangan pernah kalian main2 soal tanah apalagi sampai gelap mata karenanya.Berhati2lah bila berurusan dengan yang namanya tanah."
%~% APABILA CINTA SINGGAH DI HATI... ( IDAYU POV )
Senangnya melihat Irwan kembali berada di rumah.Rasanya rumah jadi semarak.Melihat dia dan suamiku saling tertawa lepas sungguh menentramkan hatiku.Putraku memang selalu membawa aura adem ayem.Pembawaannya yang tenang sungguh klop dan sangat mirip dengan mendiang kakeknya.Aku mengambilkan cemilan lagi buat mereka dan duduk dekat suamiku menikmati obrolan mereka.Walau kadang aku ga ngerti apa yang mereka bicarakan tapi aku mensyukuri nikmat Tuhan atas kehadiran mereka di hidupku.Ga masalah ga ngerti soal pasal2,tindak pidana,KUHP dll.Yang aku perlu adalah mereka ada bersamaku.Kulihat menantuku juga nampak asyik ngobrol sama ibunya.Aku tahu mereka sudah lama ga ketemu dan sepertinya ada hal lain lagi tapi aku ga mau kepo.Aku ga ingin merusak suasana.Bahkan aku setuju dengan ide Irwan untuk berkunjung bahkan menginap beberapa hari di rumah mertuanya.Kurasa Evi perlu ketenangan.Lesti juga butuh waktu untuk memikirkan sikapnya kemarin. Kurasa akan lebih baik jika mereka menjaga jarak dulu sekarang.Selama itu aku akan menasehati putriku.
>¤< BOLA MATA SESAT KU TAK MEMANDANG ...( LESTI POV )
Aku sedang di kampus.Kuliah pertama sudah selesai.Kelas kedua akan dimulai satu jam lagi.Daripada bete,mending aku jajan ah.Tadi kan ga sempat sarapan.Males gitu lihat kakak iparku.Aku ajak sobatku nemeni aku cari pengisi perut.Depan kampus kan banyak orang jualan.Lagian juga bisa lihat aksi mahasiswa2 fakultas lain yang suka ngadain acara depan boulevard.Yang penting ga anarkhi aja.
=}= MELIHAT API SEPERTI AIR DAN MELIHAT AIR LAKSANA API...
Lagi asyik menikmati siomay faveku eh sobatku nyenggol lenganku,"Les,itu kan yayangmu?"
Aku melihat ke arah dia menunjuk,memang dah ga heran sih kalau Danang sering terlibat kegiatan2 kampus.Dia kan ketua BEM.Tapi yang membuat ga biasa adalah cewek yang bersamanya,siapa dia?Mesra gitu main pegang tangan dan sok dekat gitu sama Danang.Rasanya aku langsung mendidih.Kayak air dipanasin dengan api.
×[× MESKIPUN BANYAKNYA NASEHAT ASMARA...
Sepertinya Danang juga melihat aku.Ia nampak menepis sentuhan cewek di sebelahnya.Cewek itu melihat ke arahku dengan tatapan innocencia gitu.Aku jadi ga selera makan.Danang menghampiriku tapi aku segera ajak temenku cabut dari sana,"Kita pergi yuk!"
Danang memanggilku dan mengejarku,"Lesti!Lesti!!Tunggu!!"
Sahabatku menasehatiku,"Les,kasihan tuh Danang...dia ketua BEM lho.Masak kamu ga jaga sih image dia depan yang lain?Ayolah...siapa tahu aja tuh cewek emang cewek reseh dan gatel.Kamu kan tahu ketua BEM selalu jadi incaran."
||¤|| NAMUN TIADA SATUPUN PENGOBAT RINDU....
Namun hatiku terlanjur sakit.Pengalaman kak Irwan dengan isterinya sudah membuat aku trauma dengan pengkhianatan.Dan kini Danang melakukannya di depan mataku pula.Tega ya dia!Apa semua pria emang gitu?Ga!Kakakku pria yang baik.Aku melangkah makin cepat tapi Danang lebih cepat dariku.Ia berhasil mengejarku dan meraih tanganku,"Les! Dengerin aku!Give me a chance to explain ok?"
¤[¤ TELINGAPUN TULI MATA JADI BUTA....
Kukibaskan tangannya,"Aku ga buta Nang!Aku bisa lihat semuanya.Ga usah dijelasin!"
Danang terus mengikutiku,"Les,dia itu alumni kampus.Dia sudah menikah.Suaminya itu ...."
Aku ga mau denger,kututup kedua telingaku dengan kedua tanganku.Males banget dengerin riwayat perempuan kayak begitu.Udah nikah?Kok gitu kelakuannya?Masih mending kakak ipar aku.Walau jelas dia disukai dua pria tapi kelakuan ga gitu amat sama pria.Apalagi yang bukan suaminya.Iiih..
¤}¤ BEGITUNYA PANASNYA DEMAM ASMARA....( Danang pov )
Aduh Lesti kok malah kabur sih?Dipanggil2 malah tambah kenceng jalannya.Kayaknya beneran deh dia marah sama aku.Kayaknya aku perlu jelasin semua sebelum Lesti salah paham.Emang mb Ikif kelakuannya kayak gitu.Sama siapa aja main peluk,main pegang.Risih juga sih.Tapi gimana lagi dia itu masih kerabat sama keluargaku.Dia itu anak dari Pakdheku.Makanya dia anggap aku kayak adik gitu.Aduh....aku harus jelasin deh silsilah nan panjang itu.Keluargaku memang masih keturunan keraton sebenarnya.Tapi aku ga mau pamer soal itu.Buat apa coba?
¤>¤ MULUTPUN BISU LIDAH PUN KELU KARENA CINTA...
Aku ga sadar saking fokus ngejar dan jelasin semua ke Lesti sampai sebuah motor melaju ke arahku aku ga nyadar.Yang aku tahu tiba2 Lesti mendorongku ke arah tepi jalan sambil teriak,'Danang awas!!"
%<% BIARLAH CINTA BERJUTA2 MENGGODA JIWA....
Lesti jatuh menimpaku.Ia nampak tersipu dan segera bangun,akupun pura2 kesakitan,"Auw...aduh!" Pura2 pingsan ah,akupun bergaya tergeletak gitu.Sobat Lesti teriak,"Les!!Danang pingsan!"
Aku yakin dia pasti peduli,buktinya dia tadi yang dorong aku biar ga ketabrak motor.Dugaanku benar,Lesti segera balik dan mendekatiku,"Nang?Danang!Sadar Nang!"
Aku segera pegang tangannya,ia kaget,"Kamu masih cinta kan sama aku?Iya kan?"
Lesti nampak manyun,"Kamu ngeselin!!"
Aku pakai saat itu buat jelasin,"Mb Ikif itu masih kerabat sama aku Les...dia itu anaknya pakdhe aku."
Lagi asyik jelasin eh tiba2 ada Mas Frans datang,dia itu suami mb Ikif.Dia menghentikan motornya,'Wah...wah...mesranya kamu Nang!Ketua BEM kampus ini romantis rupanya cie...!Lihat isteriku ga Nang?"
Aku segera nunjuk ke arah depan kampus,"Di Boulevard Mas!"
Aku segera ajak Lesti ke depan kampus lagi biar dia lihat sendiri,"Nah itu lihat!Itu tadi suami mb Ikif.Tuh nemplok dia kan?"
Lesti nampak malu dah ngambek tadi,"Makanya jangan negatif thinking dulu Tuan Putri..."
Eh malah dia menerawang.Waduh malah melamun...
¤}{¤ BIARLAH HATI BERKEPING2 ASAL KAU ADA DI SISIKU....( Irwan pov )
Aku tahu Evi pasti rindu keluarganya.Akupun ajak dia menemui mereka.Tentu saja Evi senang sekali.Iapun sibuk nyiapin barang2 yang akan ia bawa.Semua oleh2 yang sudah ia siapin buat keluarganya.Untunglah ayah dan ibuku ga keberatan malah mendukung rencanaku.Mereka memang sangat pengertian.Evi nampak memandangku penuh rasa terima kasih.Kubelai pipinya,"Ayo berangkat."
Ayah dan ibuku melepas kami,"Baik2 disana ya...Salam buat semua keluarga di sana."
Untunglah ibu mertuaku naik taxi pas ke rumahku.Jadi bisa ikut mobilku sekarang.Ia nampak masih berkaca2 memandang putrinya,"Ayahmu pasti akan sangat senang melihatmu Vi.Selama ini hati kami hancur berkeping2 tiap kali memikirkanmu.Memikirkan kau jauh di negeri orang.Apalagi sekarang marak teror bom dimana2.Ibu akan jitak Igun nanti.Awas dia!"
Evi tertawa haru,"Evi juga kangen banget sama kak Ramzi,kak Irfan juga ponakan2 Evi.Semua sudah Evi siapin oleh2 kok.Irwan yang milihin modelnya.Ya kan Wan?"
Aku tersenyum pada isteriku.Aku tahu ia nervous banget mau ketemu ayahnya.Tenang Vi.Aku di sini menemanimu.Aku akan selalu bersamamu.
Gimana pertemuan Evi dengan ayahnya?***see you next eps***
Walau aku habis dioperasi namun rasa sakit yang dirasakan tubuhku tak bisa menandingi rasa bahagia di hatiku.Melihat seseorang mencemaskanku dan memikirkanku,sungguh sangat indah bagiku.Melihat Hayati menatapku penuh kecemasan dengan mata berkaca2 sungguh menghangatkan hatiku.Inikah yang Irwan rasakan kala ia kena tembak dulu?Jika ini yang disebut pengorbanan maka inilah pengorbanan cinta.Peristiwa itu menyadarkanku siapa yang ada di hati Evi.Siapa yang ia cintai.Dan kini peristiwa yang sama menyadarkan Hayati bahwa ia mencintaiku.Hayati mencintaiku! ¤♡¤ TERLENA KU DIBAWANYA KE SANA....
Bagai melayang diangkasa rasanya kala Hayati menggenggam jemariku dengan eratnya sambil berlinang air mata,"Kakak jangan tinggalkan Hayati...Don't leave me...ever again..."
Aku mungkin hanya bisa menjawab dengan anggukan namun jiwaku bersorak gembira,"Yess!" Akhirnya aku bisa menemukan cinta juga.Bukan hanya Irwan dan Evi yang menikmati apa itu cinta.Aku juga.Kini aku dibawa ke sana.Ke dunia cinta.
=�= SETELAH DIA PERGI BARU AKU MENGERTI...( HAYATI POV )
Babak baru dalam hidupku akhirnya digelar juga.Akhirnya aku bisa merasakan kembali memiliki seseorang.Tidak merasa sendirian.Jiwaku menemukan belahannya.Perasaan takut kehilangan kak Reza menyadarkan aku bahwa aku memiliki perasaan padanya.Bahwa ia berharga bagiku.Bahwa aku tak ingin menjalani hidup ini tanpa dia di sisiku.Aku telah jatuh cinta padanya.
^(^ KUTELAH JATUH CINTA KEPADANYA...
Kujagai dia dengan penuh perhatian.Merahnya darah membuat aku bagai disadarkan bahwa aku masih hidup.Bahwa hidup terus berjalan dan aku ini berharga bagi seseorang.Itu menyadarkanku bahwa aku tak boleh tenggelam dalam bayangan masa lalu.Kehilangan seseorang bukanlah akhir kehidupan selama nyawa masih dikandung badan.Hidup itu adalah anugerah dan sebuah kesempatan dari Yang Kuasa untuk kita menjadi pribadi yang kian serupa dengan Dia dan mengecap kebaikan-Nya.Tinggal dalam naungan-Nya.Masa lalu seharusnya membawa kita menuju masa depan dan bukannya membuat kita kehilangan pengharapan akan masa depan.Jika masa lalu membuat hati kita pahit dan terluka maka itulah masa lalu yang harus kita bereskan dan kita serahkan pada Yang Esa.Berkali2 kedua orang tuaku menasehatkan hal ini tapi aku baru mengerti maksud mereka sekarang.Saat aku melihat darah kak Reza di tanganku.Darah itu seakan berbicara padaku,"Kau pilih mana masa lalu atau masa depanmu?Putuskan sekarang atau kau akan menyesal.Perlukah tertumpah lagi darah untuk membuatmu menyadari makna kehidupan?"
Tidak!Aku tak mau melihat darah siapapun lagi!Tidak!Aku akan menghargai setiap menit,setiap detik, setiap nafas yang diberikan Tuhan dengan kata lain hidup.Aku tidak akan lagi bersandar pada pengertianku sendiri.Aku akan membuat orang lain bahagia dengan keberadaanku.Aku akan bangkit untuk mencintai lagi.Aku tersenyum kala melihat pria yang kucintai kini sudah pulas.Kak Reza sudah tertidur.Aku meletakkan kepalaku di dekat lengannya.Aku akan menjaganya.
¤�¤ OOOO...AKU RINDU KATAKAN PADANYA AKU RINDU...( EVI POV )
Kangen banget sama Ayah.Melihat Irwan ngobrol dengan Ayahnya membuat aku rindu dengan ayah di rumah.Ayahku juga perhatian kayak ayah mertuaku.Kulihat beliau melingkarkan lengannya di pundak suamiku,"Wan,ayah butuh bantuan nih."
¤}¤ OOO BURUNG NYANYIKANLAH KATAKAN PADANYA AKU RINDU...
Kulihat suamiku menatap heran,"Bantuan soal kasus sengketa tanah lagi ya Ayah?"
Astaga,kupikir bantuan apa.Dasar para pengacara.Yang dibicarain soal hukum dan kasus.Namun aku mengerti bahwa sebenarnya suamiku juga merindukan pekerjaannya.Itu adalah dunianya.Aku tersenyum saja melihat mereka membicarakan soal sebidang tanah yang diperebutkan oleh dua pihak.Tanah memang kerap menjadi ajang sengketa.Bahkan tak sedikit yang menjadi korban karenanya.Tanah dan darah memang selalu bergandengan.Itulah kenapa ayah dulu wanti2 sama anak2nya kalau kelak ia tak ingin anak2nya bertikai karena masalah warisan.Apalagi kalau sampai bacok2an.Aku ingat betul pesan beliau,"Saat kita meributkan tanah sebenarnya kita sedang menjadikan nyawa kita sebagai taruhan.Ingatlah asal kita itu dari apa.Ingatlah bahwa tanah akan selalu meminta darah.Jadi jangan pernah kalian main2 soal tanah apalagi sampai gelap mata karenanya.Berhati2lah bila berurusan dengan yang namanya tanah."
%~% APABILA CINTA SINGGAH DI HATI... ( IDAYU POV )
Senangnya melihat Irwan kembali berada di rumah.Rasanya rumah jadi semarak.Melihat dia dan suamiku saling tertawa lepas sungguh menentramkan hatiku.Putraku memang selalu membawa aura adem ayem.Pembawaannya yang tenang sungguh klop dan sangat mirip dengan mendiang kakeknya.Aku mengambilkan cemilan lagi buat mereka dan duduk dekat suamiku menikmati obrolan mereka.Walau kadang aku ga ngerti apa yang mereka bicarakan tapi aku mensyukuri nikmat Tuhan atas kehadiran mereka di hidupku.Ga masalah ga ngerti soal pasal2,tindak pidana,KUHP dll.Yang aku perlu adalah mereka ada bersamaku.Kulihat menantuku juga nampak asyik ngobrol sama ibunya.Aku tahu mereka sudah lama ga ketemu dan sepertinya ada hal lain lagi tapi aku ga mau kepo.Aku ga ingin merusak suasana.Bahkan aku setuju dengan ide Irwan untuk berkunjung bahkan menginap beberapa hari di rumah mertuanya.Kurasa Evi perlu ketenangan.Lesti juga butuh waktu untuk memikirkan sikapnya kemarin. Kurasa akan lebih baik jika mereka menjaga jarak dulu sekarang.Selama itu aku akan menasehati putriku.
>¤< BOLA MATA SESAT KU TAK MEMANDANG ...( LESTI POV )
Aku sedang di kampus.Kuliah pertama sudah selesai.Kelas kedua akan dimulai satu jam lagi.Daripada bete,mending aku jajan ah.Tadi kan ga sempat sarapan.Males gitu lihat kakak iparku.Aku ajak sobatku nemeni aku cari pengisi perut.Depan kampus kan banyak orang jualan.Lagian juga bisa lihat aksi mahasiswa2 fakultas lain yang suka ngadain acara depan boulevard.Yang penting ga anarkhi aja.
=}= MELIHAT API SEPERTI AIR DAN MELIHAT AIR LAKSANA API...
Lagi asyik menikmati siomay faveku eh sobatku nyenggol lenganku,"Les,itu kan yayangmu?"
Aku melihat ke arah dia menunjuk,memang dah ga heran sih kalau Danang sering terlibat kegiatan2 kampus.Dia kan ketua BEM.Tapi yang membuat ga biasa adalah cewek yang bersamanya,siapa dia?Mesra gitu main pegang tangan dan sok dekat gitu sama Danang.Rasanya aku langsung mendidih.Kayak air dipanasin dengan api.
×[× MESKIPUN BANYAKNYA NASEHAT ASMARA...
Sepertinya Danang juga melihat aku.Ia nampak menepis sentuhan cewek di sebelahnya.Cewek itu melihat ke arahku dengan tatapan innocencia gitu.Aku jadi ga selera makan.Danang menghampiriku tapi aku segera ajak temenku cabut dari sana,"Kita pergi yuk!"
Danang memanggilku dan mengejarku,"Lesti!Lesti!!Tunggu!!"
Sahabatku menasehatiku,"Les,kasihan tuh Danang...dia ketua BEM lho.Masak kamu ga jaga sih image dia depan yang lain?Ayolah...siapa tahu aja tuh cewek emang cewek reseh dan gatel.Kamu kan tahu ketua BEM selalu jadi incaran."
||¤|| NAMUN TIADA SATUPUN PENGOBAT RINDU....
Namun hatiku terlanjur sakit.Pengalaman kak Irwan dengan isterinya sudah membuat aku trauma dengan pengkhianatan.Dan kini Danang melakukannya di depan mataku pula.Tega ya dia!Apa semua pria emang gitu?Ga!Kakakku pria yang baik.Aku melangkah makin cepat tapi Danang lebih cepat dariku.Ia berhasil mengejarku dan meraih tanganku,"Les! Dengerin aku!Give me a chance to explain ok?"
¤[¤ TELINGAPUN TULI MATA JADI BUTA....
Kukibaskan tangannya,"Aku ga buta Nang!Aku bisa lihat semuanya.Ga usah dijelasin!"
Danang terus mengikutiku,"Les,dia itu alumni kampus.Dia sudah menikah.Suaminya itu ...."
Aku ga mau denger,kututup kedua telingaku dengan kedua tanganku.Males banget dengerin riwayat perempuan kayak begitu.Udah nikah?Kok gitu kelakuannya?Masih mending kakak ipar aku.Walau jelas dia disukai dua pria tapi kelakuan ga gitu amat sama pria.Apalagi yang bukan suaminya.Iiih..
¤}¤ BEGITUNYA PANASNYA DEMAM ASMARA....( Danang pov )
Aduh Lesti kok malah kabur sih?Dipanggil2 malah tambah kenceng jalannya.Kayaknya beneran deh dia marah sama aku.Kayaknya aku perlu jelasin semua sebelum Lesti salah paham.Emang mb Ikif kelakuannya kayak gitu.Sama siapa aja main peluk,main pegang.Risih juga sih.Tapi gimana lagi dia itu masih kerabat sama keluargaku.Dia itu anak dari Pakdheku.Makanya dia anggap aku kayak adik gitu.Aduh....aku harus jelasin deh silsilah nan panjang itu.Keluargaku memang masih keturunan keraton sebenarnya.Tapi aku ga mau pamer soal itu.Buat apa coba?
¤>¤ MULUTPUN BISU LIDAH PUN KELU KARENA CINTA...
Aku ga sadar saking fokus ngejar dan jelasin semua ke Lesti sampai sebuah motor melaju ke arahku aku ga nyadar.Yang aku tahu tiba2 Lesti mendorongku ke arah tepi jalan sambil teriak,'Danang awas!!"
%<% BIARLAH CINTA BERJUTA2 MENGGODA JIWA....
Lesti jatuh menimpaku.Ia nampak tersipu dan segera bangun,akupun pura2 kesakitan,"Auw...aduh!" Pura2 pingsan ah,akupun bergaya tergeletak gitu.Sobat Lesti teriak,"Les!!Danang pingsan!"
Aku yakin dia pasti peduli,buktinya dia tadi yang dorong aku biar ga ketabrak motor.Dugaanku benar,Lesti segera balik dan mendekatiku,"Nang?Danang!Sadar Nang!"
Aku segera pegang tangannya,ia kaget,"Kamu masih cinta kan sama aku?Iya kan?"
Lesti nampak manyun,"Kamu ngeselin!!"
Aku pakai saat itu buat jelasin,"Mb Ikif itu masih kerabat sama aku Les...dia itu anaknya pakdhe aku."
Lagi asyik jelasin eh tiba2 ada Mas Frans datang,dia itu suami mb Ikif.Dia menghentikan motornya,'Wah...wah...mesranya kamu Nang!Ketua BEM kampus ini romantis rupanya cie...!Lihat isteriku ga Nang?"
Aku segera nunjuk ke arah depan kampus,"Di Boulevard Mas!"
Aku segera ajak Lesti ke depan kampus lagi biar dia lihat sendiri,"Nah itu lihat!Itu tadi suami mb Ikif.Tuh nemplok dia kan?"
Lesti nampak malu dah ngambek tadi,"Makanya jangan negatif thinking dulu Tuan Putri..."
Eh malah dia menerawang.Waduh malah melamun...
¤}{¤ BIARLAH HATI BERKEPING2 ASAL KAU ADA DI SISIKU....( Irwan pov )
Aku tahu Evi pasti rindu keluarganya.Akupun ajak dia menemui mereka.Tentu saja Evi senang sekali.Iapun sibuk nyiapin barang2 yang akan ia bawa.Semua oleh2 yang sudah ia siapin buat keluarganya.Untunglah ayah dan ibuku ga keberatan malah mendukung rencanaku.Mereka memang sangat pengertian.Evi nampak memandangku penuh rasa terima kasih.Kubelai pipinya,"Ayo berangkat."
Ayah dan ibuku melepas kami,"Baik2 disana ya...Salam buat semua keluarga di sana."
Untunglah ibu mertuaku naik taxi pas ke rumahku.Jadi bisa ikut mobilku sekarang.Ia nampak masih berkaca2 memandang putrinya,"Ayahmu pasti akan sangat senang melihatmu Vi.Selama ini hati kami hancur berkeping2 tiap kali memikirkanmu.Memikirkan kau jauh di negeri orang.Apalagi sekarang marak teror bom dimana2.Ibu akan jitak Igun nanti.Awas dia!"
Evi tertawa haru,"Evi juga kangen banget sama kak Ramzi,kak Irfan juga ponakan2 Evi.Semua sudah Evi siapin oleh2 kok.Irwan yang milihin modelnya.Ya kan Wan?"
Aku tersenyum pada isteriku.Aku tahu ia nervous banget mau ketemu ayahnya.Tenang Vi.Aku di sini menemanimu.Aku akan selalu bersamamu.
Gimana pertemuan Evi dengan ayahnya?***see you next eps***
Eps 51 HARUSKAH BERAKHIR : Thy House
→KUCOBA UNGKAP TABIR INI....( EVI POV )
Sepanjang jalan menuju rumah,aku merenungi semua yang telah terjadi.Ternyata hubunganku dengan ayah dan ibu yang biasanya harmonis bahkan bisa dibilang aku anak paling dimanja di keluarga bagai tersekat oleh tabir.Terlebih sejak Kak Cici tiada,sebagai anak perempuan satu2nya yang tersisa jelaslah bila ayah dan ibu sangat perhatian padaku.Overprotektif malah.
→→KISAH ANTARA KAU DAN AKU....
Irwan memandangku dan berkata,"Semua akan baik2 saja.Aku ada bersamamu.I am with you."
Aku tersenyum padanya,suamiku sayang yang perhatian dan sempat kusia2kan.Jika bukan karena kebesaran hatinya,kesabarannya dan pengorbanannya aku pasti masih membenci ayah sampai sekarang.
→→→TERPISAHKAN OLEH RUANG DAN WAKTU....
Hampir saja kami berpisah.Namun ia sangat baik dan berusaha menjaga nama baikku.Kupandang wajahnya yang tampan.Hidungnya,matanya,dahinya,alisnya yang tebal,semuanya adalah milikku.Semuanya kini sangat kucintai.Terkadang manusia baru menyadari betapa berharga seseorang jika hampir kehilangan orang itu.
→→→→ MENYUDUTKANMU MENINGGALKANKU....
Sama sepertiku yang baru sadar betapa berharganya Irwan kala di luar negeri.Seharusnya demikianlah aku memahami perasaan ayah kala kehilangan kakak karena pria luar negeri.Pria itu menyia2kannya.Menyiksanya hingga membuatnya mengambil keputusan fatal.Semua yang ayah lakukan sebenarnya hanya demi diriku.Tak seharusnya aku melihat dari sudut pandang yang sempit.Sudut pandang seorang anak manja.
>>> KUMERASA TLAH KEHILANGAN....( HAMDAN POV )
Kemana isteriku?Pagi2 sudah main pergi saja.Rumah ini jadi terasa kian sepi tanpa dia.Sekian lama membina rumah tangga dan sama2 melewati suka duka,bagiku dia adalah penolong.Dia membantuku melewati masa tersulit dalam bahtera pernikahan kami kala kami kehilangan Cici.Putriku yang malang.Kehilangan itu membuatku sadar bahwa aku harus lebih waspada sebagai seorang ayah.Restuku bukanlah main2.Semua keputusan yang kuambil bagi masa depan anak2ku adalah sebuah keputusan hidup dan mati.
>>> CINTAMU YANG TELAH LAMA HILANG...
Evi telah lama pergi dari rumah.Sudah lama tak ada kontak lagi.Apakah aku telah kehilangan satu putriku lagi?Apakah keputusanku kali ini benar dengan memaksakan Evi untuk menerima Irwan?Kadang aku merasa begitu arogan dan tak berpengertian.Namun semua sudah kupikirkan matang2.Aku sudah selidiki siapa Nak Irwan sebelum aku menerima lamarannya.
>>> KAU PERGI JAUH KARENA SALAHKU...
Walau kini Evi berada jauh dariku namun hatiku tenang dan yakin bahwa putriku itu akan baik2 saja karena bersama Nak Irwan.Nak Irwan adalah menantu idamanku.Dia baik,sopan,mapan,bertanggung jawab,dewasa,sabar,berbakti pada orang tua dan yang pasti dia penyayang.Sebagai pengacara yang sukses meski masih terbilang muda dalam berkarir,aku bisa melihat kesungguhan hatinya dalam melakukan segala sesuatu.Beberapa kolegaku yang kasusnya pernah ditangani oleh Nak Irwan mengaku sangat puas dengan kinerjanya.Orang yang bisa diandalkan.
>>> YANG TAK PERNAH MENGANGGAP KAMU ADA....
Kulihat Igun sedang asyik lihat infotainment sambil ngemil popcorn,"Ibumu kemana Gun?Pagi2 dah nggak kelihatan?"
Igun malah main mata,"Daddy miss her did you?How sweet..."
Dasar anak nakal malah godain bapaknya,"Kamu nih bercanda melulu kalau diajak bicara...dasar..." Akhirnya aku memilih ngurusi ikan2 koiku saja.Mending ngobrol sama ikan koi daripada sama Igun malah dikerjai.Igun emang anakku yang paling badung.Tapi ngangenin dia...
♡ ASMARA MEMISAHKAN KITA... ( EVI POV )
Akhirnya sampai juga di rumah,berkaca2 aku turun dari mobil.Semua masih sama.Kian haru kala ponakan2ku berlarian menyambutku,"Tante!Tante!!Tante Evi pulang!Tante Evi bawa oleh2 ga?" Kupeluk mereka satu persatu,"Iya Tante sudah kembali dan pastinya bawa oleh2 dong.Itu dibawa sama Om Irwan...minta sama Om...oh ya kakek mana?"
Semua langsung mengerubuti Irwan,"Om...om...mana oleh2nya?"
Irwan tersenyum pada mereka,"Tenang!Tenang semua kebagian...Om belikan banyak kok..."
Salah satu ponakanku yang paling besar berkata,"Kakek sangat merindukan Tante...suka melamun di kolam...paling kakek di sana..."
Kolam?Teringat aku disanalah aku sempat mencoba bunuh diri mengiris nadiku.Kasihan ayah pasti beliau merasa bersalah sekaligus merasa ketakutan.Untunglah nyawaku masih tertolong saat itu kalau tidak takkan ada kisah asmara antara aku dan Irwan.
� MENGINGATKANKU PADA DIRIMU... ( LESTI POV )
Apa yang terjadi hari ini,kesalahpahaman antara aku dan Danang mengingatkanku pada kakak iparku.Mungkinkah aku juga salah paham padanya?Apakah aku telah menghakiminya tanpa menyelidiki perkaranya?Aku kan anak pengacara terkenal masak sih sesempit ini pola pikirnya?Danang mengejutkanku dari lamunan,"Hey...masih marah ya?Please...don't angry again ok?"
Aku tersenyum dan menggeleng padanya,"Aku ga marah lagi kok ... Beneran..."
<<< GELORA MENGINGATKANKU ....
Kamipun berjalan bergandengan menuju fakultasku,"Apa menurutmu seseorang itu bisa berubah dalam waktu singkat?"
Danang berpikir gitu alisnya sampai naik,"Bisa...tapi biasanya perubahan dalam waktu singkat itu terjadi jika hati orang itu mengalami pukulan..."
Wah aku malah langsung ingat sama pertandingan tinju.Weleh....
♡♡ BAHWA CINTAMU TLAH MERASUK JANTUNGKU....
Aku kembali bertanya,"Kalau masalah perasan bagaimana?"
Danang melirikku,"Maksudnya?"
Aku menggerak2kan tangan kami yang bertaut,"Yeah...masalah cinta.Apa menurutmu seseorang bisa mencintai orang lain dalan waktu singkat?Padahal dia sudah punya seseorang di hatinya.Bagaimana Pak Ketua ?"
¤¤¤ SEJUJURNYA KU TAK BISA.... ( DANANG POV )
Jujur hari ini Lesti nampak lain deh,masak ngasih pertanyaan susah2 amat.Mending ngerjain test semester daripada ditanyai kayak begini?Apa karena lahir dalam keluarga pengacara ya?Makanya pertanyaannya rumit bin jelimet gitu modelnya.Resiko punya calon mertua pengacara he..he...
☆☆ HIDUP TANPA ADA KAMU AKU GILA...
Akhirnya aku menjawab juga dengan segala kemampuan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus ini.Weleh... Aku meraih tangannya,"Perasaan itu masalah jiwa.Dan jiwa itu akan dituntun oleh hati.Hati itu tempat dimana Roh kita berpusat.Jika hati seseorang merasakan keterikatan atau kontak batin dengan orang lain yang baru saja ia temui dan memilih meninggalkan hubungan yang sudah ia miliki,semua itu melibatkan kekuatan dunia roh.Ada sesuatu yang terjadi di alam roh sehingga secara spiritual ia terikat dengan orang yang baru.Apa jawabanku terlalu tinggi untuk dipahami?"
Lesti malah manggut2,"Pantas ya ada orang sampai gila mendadak.Kelainan jiwa ternyata sebenarnya muaranya adalah hati.Intinya ada pada roh.Pantas aku dengar kalau orang gila itu sebenarnya orang yang kemasukan roh ya?Kamu hebat juga paham dunia begituan?"
××× SEANDAINYA KAMU BISA...
Aku dan Lesti duduk dulu di depan fakultasnya,"Melihat kehidupan itu ga bisa tanpa melibatkan alam roh.Manusia kan terdiri dari 3 bagian.Tubuh,jiwa dan roh.Apa yang terjadi di sekitar kita,di masyarakat kita bahkan di bangsa kita semuanya sebenarnya diawali di alam roh,alam yang tidak kasat mata.Jadi jika seseorang bisa berubah drastis dalam waktu singkat maka sesuatu telah menggoncangkan hatinya.Tapi sebenarnya kamu ini sedang ngomongin siapa sih?"
÷÷÷ MENGULANG KEMBALI LAGI CINTA KITA....( LESTI POV )
Aku terdiam kala Danang menanyakan siapa yang kumaksud hingga aku tanya aneh2 ke dia.Namun akhirnya aku jawab juga,"Ini mengenai kakak iparku....isteri kakakku...dulu ia ga cinta sama kakakku tapi pulang dari luar negeri ia bisa berubah cinta sama kakakku.Kan aneh?"
Danang menengadah ke langit.Awan cirrus menghias di sana.Langit nampak bersih bagai disapu saja,"Hati manusia itu bagai awan,pergi kemana saja angin membawanya.Kamu tahu angin itu lambang Roh.Roh itu nafas hidup.Udara.Jadi tidak ada yang mustahil dan aneh sebenarnya jika kita paham dunia roh.Mungkin ada yang mendoakan kakak iparmu sehingga hatinya bisa berubah karena hanya Tuhan yang bisa mengubah hati manusia.Dan Tuhan ga butuh waktu lama untuk itu.Dalam sekejap saja Ia bisa melakukan apa saja.Menggoncangkan apa yang kita pikir tak bisa digoncangkan.Bicara masalah roh itu bicara mengenai kebatinan,kekuatan dan doa."
Kini aku mengerti bahwa aku memang dangkal dalam menilai dan melihat segala sesuatu.Aku rasa aku harus mengubah sikapku deh pada kakak iparku.Pasti semua ini juga tak mudah baginya.Aku melihat dosenku datang,"Pak Kumis datang.Aku masuk dulu ya?Daah Pak Ketua he..he.."
◆◆◆ TAKKAN KUSIA2KAN KAMU LAGI....( EVI POV )
Aku melihat ke arah Irwan,"Ayo masuk.."
Ibu juga mengajak,"Ayo Nak Irwan jangan sungkan...anggap aja kayak di rumah sendiri lagian kami kini juga keluargamu.Ayo masuk!"
Orang pertama yang menyambut kami adalah kak Igun,"Welcome back sister!Brother in law...he..he..."
Kak Irfan dan Kak Ramzi jelas kerja.Tapi kakak2 ipar aku dengan hangat menyambutku,"Evi akhirnya kamu pulang juga.Ayah pasti seneng kalau tahu kamu dah kembali..."
Aku tak ingin menyia2kan waktu,"Ayah di kolam ya?"
Kak Igun mengiyakan,"Temui gih.Kasihan My Daddy..."
Aku menoleh pada Irwan yang tengah sibuk mengeluarkan oleh2,ia mengangguk padaku.Ibu juga mengusap lenganku,"Pergilah...temui ayahmu..."
Akupun melangkah menuju kolam.
Apa reaksi Hamdan kala melihat Evi datang?***see you next eps***
Sepanjang jalan menuju rumah,aku merenungi semua yang telah terjadi.Ternyata hubunganku dengan ayah dan ibu yang biasanya harmonis bahkan bisa dibilang aku anak paling dimanja di keluarga bagai tersekat oleh tabir.Terlebih sejak Kak Cici tiada,sebagai anak perempuan satu2nya yang tersisa jelaslah bila ayah dan ibu sangat perhatian padaku.Overprotektif malah.
→→KISAH ANTARA KAU DAN AKU....
Irwan memandangku dan berkata,"Semua akan baik2 saja.Aku ada bersamamu.I am with you."
Aku tersenyum padanya,suamiku sayang yang perhatian dan sempat kusia2kan.Jika bukan karena kebesaran hatinya,kesabarannya dan pengorbanannya aku pasti masih membenci ayah sampai sekarang.
→→→TERPISAHKAN OLEH RUANG DAN WAKTU....
Hampir saja kami berpisah.Namun ia sangat baik dan berusaha menjaga nama baikku.Kupandang wajahnya yang tampan.Hidungnya,matanya,dahinya,alisnya yang tebal,semuanya adalah milikku.Semuanya kini sangat kucintai.Terkadang manusia baru menyadari betapa berharga seseorang jika hampir kehilangan orang itu.
→→→→ MENYUDUTKANMU MENINGGALKANKU....
Sama sepertiku yang baru sadar betapa berharganya Irwan kala di luar negeri.Seharusnya demikianlah aku memahami perasaan ayah kala kehilangan kakak karena pria luar negeri.Pria itu menyia2kannya.Menyiksanya hingga membuatnya mengambil keputusan fatal.Semua yang ayah lakukan sebenarnya hanya demi diriku.Tak seharusnya aku melihat dari sudut pandang yang sempit.Sudut pandang seorang anak manja.
>>> KUMERASA TLAH KEHILANGAN....( HAMDAN POV )
Kemana isteriku?Pagi2 sudah main pergi saja.Rumah ini jadi terasa kian sepi tanpa dia.Sekian lama membina rumah tangga dan sama2 melewati suka duka,bagiku dia adalah penolong.Dia membantuku melewati masa tersulit dalam bahtera pernikahan kami kala kami kehilangan Cici.Putriku yang malang.Kehilangan itu membuatku sadar bahwa aku harus lebih waspada sebagai seorang ayah.Restuku bukanlah main2.Semua keputusan yang kuambil bagi masa depan anak2ku adalah sebuah keputusan hidup dan mati.
>>> CINTAMU YANG TELAH LAMA HILANG...
Evi telah lama pergi dari rumah.Sudah lama tak ada kontak lagi.Apakah aku telah kehilangan satu putriku lagi?Apakah keputusanku kali ini benar dengan memaksakan Evi untuk menerima Irwan?Kadang aku merasa begitu arogan dan tak berpengertian.Namun semua sudah kupikirkan matang2.Aku sudah selidiki siapa Nak Irwan sebelum aku menerima lamarannya.
>>> KAU PERGI JAUH KARENA SALAHKU...
Walau kini Evi berada jauh dariku namun hatiku tenang dan yakin bahwa putriku itu akan baik2 saja karena bersama Nak Irwan.Nak Irwan adalah menantu idamanku.Dia baik,sopan,mapan,bertanggung jawab,dewasa,sabar,berbakti pada orang tua dan yang pasti dia penyayang.Sebagai pengacara yang sukses meski masih terbilang muda dalam berkarir,aku bisa melihat kesungguhan hatinya dalam melakukan segala sesuatu.Beberapa kolegaku yang kasusnya pernah ditangani oleh Nak Irwan mengaku sangat puas dengan kinerjanya.Orang yang bisa diandalkan.
>>> YANG TAK PERNAH MENGANGGAP KAMU ADA....
Kulihat Igun sedang asyik lihat infotainment sambil ngemil popcorn,"Ibumu kemana Gun?Pagi2 dah nggak kelihatan?"
Igun malah main mata,"Daddy miss her did you?How sweet..."
Dasar anak nakal malah godain bapaknya,"Kamu nih bercanda melulu kalau diajak bicara...dasar..." Akhirnya aku memilih ngurusi ikan2 koiku saja.Mending ngobrol sama ikan koi daripada sama Igun malah dikerjai.Igun emang anakku yang paling badung.Tapi ngangenin dia...
♡ ASMARA MEMISAHKAN KITA... ( EVI POV )
Akhirnya sampai juga di rumah,berkaca2 aku turun dari mobil.Semua masih sama.Kian haru kala ponakan2ku berlarian menyambutku,"Tante!Tante!!Tante Evi pulang!Tante Evi bawa oleh2 ga?" Kupeluk mereka satu persatu,"Iya Tante sudah kembali dan pastinya bawa oleh2 dong.Itu dibawa sama Om Irwan...minta sama Om...oh ya kakek mana?"
Semua langsung mengerubuti Irwan,"Om...om...mana oleh2nya?"
Irwan tersenyum pada mereka,"Tenang!Tenang semua kebagian...Om belikan banyak kok..."
Salah satu ponakanku yang paling besar berkata,"Kakek sangat merindukan Tante...suka melamun di kolam...paling kakek di sana..."
Kolam?Teringat aku disanalah aku sempat mencoba bunuh diri mengiris nadiku.Kasihan ayah pasti beliau merasa bersalah sekaligus merasa ketakutan.Untunglah nyawaku masih tertolong saat itu kalau tidak takkan ada kisah asmara antara aku dan Irwan.
� MENGINGATKANKU PADA DIRIMU... ( LESTI POV )
Apa yang terjadi hari ini,kesalahpahaman antara aku dan Danang mengingatkanku pada kakak iparku.Mungkinkah aku juga salah paham padanya?Apakah aku telah menghakiminya tanpa menyelidiki perkaranya?Aku kan anak pengacara terkenal masak sih sesempit ini pola pikirnya?Danang mengejutkanku dari lamunan,"Hey...masih marah ya?Please...don't angry again ok?"
Aku tersenyum dan menggeleng padanya,"Aku ga marah lagi kok ... Beneran..."
<<< GELORA MENGINGATKANKU ....
Kamipun berjalan bergandengan menuju fakultasku,"Apa menurutmu seseorang itu bisa berubah dalam waktu singkat?"
Danang berpikir gitu alisnya sampai naik,"Bisa...tapi biasanya perubahan dalam waktu singkat itu terjadi jika hati orang itu mengalami pukulan..."
Wah aku malah langsung ingat sama pertandingan tinju.Weleh....
♡♡ BAHWA CINTAMU TLAH MERASUK JANTUNGKU....
Aku kembali bertanya,"Kalau masalah perasan bagaimana?"
Danang melirikku,"Maksudnya?"
Aku menggerak2kan tangan kami yang bertaut,"Yeah...masalah cinta.Apa menurutmu seseorang bisa mencintai orang lain dalan waktu singkat?Padahal dia sudah punya seseorang di hatinya.Bagaimana Pak Ketua ?"
¤¤¤ SEJUJURNYA KU TAK BISA.... ( DANANG POV )
Jujur hari ini Lesti nampak lain deh,masak ngasih pertanyaan susah2 amat.Mending ngerjain test semester daripada ditanyai kayak begini?Apa karena lahir dalam keluarga pengacara ya?Makanya pertanyaannya rumit bin jelimet gitu modelnya.Resiko punya calon mertua pengacara he..he...
☆☆ HIDUP TANPA ADA KAMU AKU GILA...
Akhirnya aku menjawab juga dengan segala kemampuan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus ini.Weleh... Aku meraih tangannya,"Perasaan itu masalah jiwa.Dan jiwa itu akan dituntun oleh hati.Hati itu tempat dimana Roh kita berpusat.Jika hati seseorang merasakan keterikatan atau kontak batin dengan orang lain yang baru saja ia temui dan memilih meninggalkan hubungan yang sudah ia miliki,semua itu melibatkan kekuatan dunia roh.Ada sesuatu yang terjadi di alam roh sehingga secara spiritual ia terikat dengan orang yang baru.Apa jawabanku terlalu tinggi untuk dipahami?"
Lesti malah manggut2,"Pantas ya ada orang sampai gila mendadak.Kelainan jiwa ternyata sebenarnya muaranya adalah hati.Intinya ada pada roh.Pantas aku dengar kalau orang gila itu sebenarnya orang yang kemasukan roh ya?Kamu hebat juga paham dunia begituan?"
××× SEANDAINYA KAMU BISA...
Aku dan Lesti duduk dulu di depan fakultasnya,"Melihat kehidupan itu ga bisa tanpa melibatkan alam roh.Manusia kan terdiri dari 3 bagian.Tubuh,jiwa dan roh.Apa yang terjadi di sekitar kita,di masyarakat kita bahkan di bangsa kita semuanya sebenarnya diawali di alam roh,alam yang tidak kasat mata.Jadi jika seseorang bisa berubah drastis dalam waktu singkat maka sesuatu telah menggoncangkan hatinya.Tapi sebenarnya kamu ini sedang ngomongin siapa sih?"
÷÷÷ MENGULANG KEMBALI LAGI CINTA KITA....( LESTI POV )
Aku terdiam kala Danang menanyakan siapa yang kumaksud hingga aku tanya aneh2 ke dia.Namun akhirnya aku jawab juga,"Ini mengenai kakak iparku....isteri kakakku...dulu ia ga cinta sama kakakku tapi pulang dari luar negeri ia bisa berubah cinta sama kakakku.Kan aneh?"
Danang menengadah ke langit.Awan cirrus menghias di sana.Langit nampak bersih bagai disapu saja,"Hati manusia itu bagai awan,pergi kemana saja angin membawanya.Kamu tahu angin itu lambang Roh.Roh itu nafas hidup.Udara.Jadi tidak ada yang mustahil dan aneh sebenarnya jika kita paham dunia roh.Mungkin ada yang mendoakan kakak iparmu sehingga hatinya bisa berubah karena hanya Tuhan yang bisa mengubah hati manusia.Dan Tuhan ga butuh waktu lama untuk itu.Dalam sekejap saja Ia bisa melakukan apa saja.Menggoncangkan apa yang kita pikir tak bisa digoncangkan.Bicara masalah roh itu bicara mengenai kebatinan,kekuatan dan doa."
Kini aku mengerti bahwa aku memang dangkal dalam menilai dan melihat segala sesuatu.Aku rasa aku harus mengubah sikapku deh pada kakak iparku.Pasti semua ini juga tak mudah baginya.Aku melihat dosenku datang,"Pak Kumis datang.Aku masuk dulu ya?Daah Pak Ketua he..he.."
◆◆◆ TAKKAN KUSIA2KAN KAMU LAGI....( EVI POV )
Aku melihat ke arah Irwan,"Ayo masuk.."
Ibu juga mengajak,"Ayo Nak Irwan jangan sungkan...anggap aja kayak di rumah sendiri lagian kami kini juga keluargamu.Ayo masuk!"
Orang pertama yang menyambut kami adalah kak Igun,"Welcome back sister!Brother in law...he..he..."
Kak Irfan dan Kak Ramzi jelas kerja.Tapi kakak2 ipar aku dengan hangat menyambutku,"Evi akhirnya kamu pulang juga.Ayah pasti seneng kalau tahu kamu dah kembali..."
Aku tak ingin menyia2kan waktu,"Ayah di kolam ya?"
Kak Igun mengiyakan,"Temui gih.Kasihan My Daddy..."
Aku menoleh pada Irwan yang tengah sibuk mengeluarkan oleh2,ia mengangguk padaku.Ibu juga mengusap lenganku,"Pergilah...temui ayahmu..."
Akupun melangkah menuju kolam.
Apa reaksi Hamdan kala melihat Evi datang?***see you next eps***
Eps 52 HARUSKAH BERAKHIR : Thy Father
°°° REMBULAN DI MALAM HARI...
( Hamdan Pov )
Aku suka berada di kolam ini.Evi itu suka sekali melihat ikan berenang.Betah dia lihat kayak gitu.Makanya aku pelihara ikan koi di sini.Selain indah dilihat katanya juga bawa hoki tuh ikan.Selain itu kalau malam aku bisa melihat pantulan rembulan di permukaan air kolam.Evi adalah rembulan bagiku.Mengingatkanku akan kisah putri Bulan dan Pangeran Matahari.Kisah asmara yang terhalang.Dulu isteriku biasa mendongengkannya setiap anak2 mau tidur.Cici dan Evi paling suka bahkan minta diulang2.Tak dinyana kalau kini aku menjadi penghalang cinta Evi dengan pria yang ia suka. $••• LELAKI DIAM SERIBU KATA....
Evi mendiamkanku sejak aku mengusir Reza dari rumah ini.Biasanya ia paling cerewet dan paling manja sama aku.Tapi sejak aku menentang hubungan cintanya dengan Reza,ia menjaga jarak denganku.
$○○○ HANYA MEMANDANG HATINYA LUKA 3X....
Masih kuingat kala kuberitahukan bahwa ada lamaran buat dia.Bahwa aku telah menerima lamaran itu tanpa bertanya padanya,ia memandangku penuh kebencian.Tatapan sedingin batu es itu menghunjam hatiku.Aku tahu aku telah melukai hatinya.Ia kecewa padaku.
$●●● UDARA TERASA BERAT... ( EVI POV )
Irwan menggenggam jemariku sebentar saat aku hendak melangkah menuju kolam.Aku berhenti merasa haru atas dukungan moral darinya.Kami hanya berpandangan tanpa kata.Tapi itu berbicara lebih dari cukup bagiku.Ia tahu betapa beratnya ini bagiku.Makasih ya suamiku sayang.
$□□□ KARENA ASMARA SESAKKAN DADA... ( RITA POV )
Akhirnya Evi kembali ke rumah ini.Aku lega sekali.Senang bukan main.Keceriaan rumah ini akan segera kembali.Selama ini hatiku merasa sesak.Melepas Evi pergi ke luar negeri dengan tamparan di wajahnya sungguh membuat aku tidak tenang.Tapi hubungan kami sudah pulih.Evi banyak berubah kulihat.Lebih kalem dan lebih santun.Apa efek menikah dengan pria kalem kayak Nak Irwan ya?Menantuku itu sedang dikerubuti cucu2ku.Ada yang dia pangku,ada yang nemplok di punggungnya ada juga yang duduk sekitar kakinya.Mereka merasa nyaman dengannya padahal dia jarang sekali kemari.Kebapakan kali ya?Semoga cepat diberi momongan.Alamat bakal anteng2 nih cucuku yang dari dia.Aku tersenyum membayangkannya.
$■■■ KETIKA CINTA TERBENTUR DINDING 2X.... ( IGUN POV )
Aku segera hubungi Ramzi dan Irfan.Beritahu kalau Evi come back.Mereka seneng banget,"Serius kamu,Gun?Jangan2 bercanda nih?Ngerjain kita2..."
Dasar mereka dikasih tahu malah ngira aku julitin mereka,"Sebentar nih....aku foto ya.Aku akan upload ke WA kalian.Emang aku kurang kerjaan apa ngerjain kalian2 pada...sorry ya..."
Wah mereka langsung heboh mau pulang cepet.Aku senyum2 sambil ngemil,"Kalau kalian cepet bakal bisa lihat reconciliation moment he..he..be soon home brothers!"
$◇◇◇ BUKALAH HATIKU HATIMU YANG SELALU MEMBEKU....( IDAYU POV )
Lesti sudah kembali dari kampus.Pastinya diantar sama pangerannya.Danang namanya.Lesti itu anaknya ga gaul sebenarnya tapi kok bisa dapat ketua BEM di kampusnya ya?Heran juga aku. Aku membuka pintu menyambut mereka,Danang mencium tanganku,"Tante..."
Aku ajak mereka masuk,"Mampir dulu Nak Danang..."
Dia minta maaf ga bisa karena mau persiapan kegiatan bakti sosial kampus,"Lain kali saja Tante...sudah ditunggu teman2 nih...maaf."
Lesti malah berkata,"Biasa Bu...manusia super sibuk....he...he..."
Aku senang Lesti sudah ceria lagi.Sepertinya sekarang saat yang tepat untuk menasehati dia.
$◆◆◆ AGAR KULIHAT LAGI REMBULAN DI WAJAHMU....( HAMDAN POV )
Sedang asyik memberi makan koi2ku plus melamunkan Eviku tiba2 kudengar langkah kaki mendekat.Paling isteriku.Aku tak menoleh,"Darimana saja?Pergi ga bilang2..."
Tak ada sahutan.Malah kudengar isakan tangis.Tapi sepertinya suara isakan itu aku kenal.Aku segera membalikkan badanku dan kulihat di sana....rembulanku...Putriku.Evi berdiri di sana.
$♧♧♧ JANGAN SEMBUNYIKAN HATIMU PADAKU....( Evi pov )
Akhirnya aku sampai di kolam.Langkahku terhenti kala melihat sosok ayah disana.Berdiri membelakangiku.Tubuhnya lebih kurusan.Bahunya juga luruh.Ayah pasti sedang sedih.Aku hafal gestur itu.Dan aku yakin akulah sumber dari rasa sedih di hatinya.Ayah pasti memikirkanku.Tak dapat kutahan rasa sesak di hatiku,rasa bersalah yang menggunung dan rasa sedih karena mendukakan hatinya.Aku menangis.Awalnya bisa kutahan agar tak ada suara tapi aku tak bisa.Isakanku membuat ayah menyadari kehadiranku.
$�� LELAKI DAN REMBULAN...
Aku hanya bisa berkata,"Ayah...."
Tak dinyana ayah yang kupikir akan sangat sulit kudekati justru malah yang berlari mendapatkanku,"Evi!!!Putri Ayah!!!"
Pelukan hangat kurasakan,air mataku tumpah di baju ayah,"Maafkan Evi Ayah....Evi sudah bersikap buruk pada Ayah....Maafkan ya Ayah....?"
Ayah juga menangis,"Semua sikap anak Ayah adalah hasil dari taburan Ayah ke kalian.Maafkan Ayah juga sayang....Ayah lakukan semuanya karena Ayah tak mau ... kau mengalami kejadian yang sama seperti..."
Aku memandang Ayah penuh derai air mata di pipiku,"Evi tahu maksud Ayah hanyalah untuk kebaikan Evi...Maafkan Evi yang tak mengerti isi hati Ayah,maksud hati Ayah dan pikiran Ayah.Kini Evi mengerti Ayah..."
Kami bertangisan.Beban hatiku terangkat sudah.Rasanya panas sekali kudukku.
$▲▲▲ BERSATU DI MALAM ANGIN SEPOI2....( IRWAN POV )
Kakak2 Evi yang lain datang.Heboh mereka menyalamiku dan menanyakan adik mereka,"Evinya kemana?Kok nggak kelihatan?"
Ibu mertuaku mengajak semua ke kolam,"Ssst!Jangan berisik ya...semua diam ok?"
Kak Igun mengambil handycam,"Beres Mom!!"
Kami semua lalu berdiri agak jauh dari kolam,haru meliputi wajah2 keluarga Evi kala melihat Evi bersatu kembali dengan ayahnya.Ibu mertuaku sampai meneteskan air mata.Kak Igun aja juga mewek,sampai gemetar dia megang handycam.Aku akhirnya yang menawarkan bantuan,"Biar Irwan yang syut kak..."
Kak Igun mengangguk dan menyerahkan handicam padaku.Ia sibuk mengusap air matanya.Kak Ramzi dan Kak Irfan semua bergandengan tangan dengan isteri mereka masing2.Sama juga hujan lokal semua.Sepertinya isteriku sangat disayangi oleh keluarganya.
Wah tissue mana ya?Kok ga ada sih?Penulise cari sapu tangan dulu ya...***see you next eps***
Aku suka berada di kolam ini.Evi itu suka sekali melihat ikan berenang.Betah dia lihat kayak gitu.Makanya aku pelihara ikan koi di sini.Selain indah dilihat katanya juga bawa hoki tuh ikan.Selain itu kalau malam aku bisa melihat pantulan rembulan di permukaan air kolam.Evi adalah rembulan bagiku.Mengingatkanku akan kisah putri Bulan dan Pangeran Matahari.Kisah asmara yang terhalang.Dulu isteriku biasa mendongengkannya setiap anak2 mau tidur.Cici dan Evi paling suka bahkan minta diulang2.Tak dinyana kalau kini aku menjadi penghalang cinta Evi dengan pria yang ia suka. $••• LELAKI DIAM SERIBU KATA....
Evi mendiamkanku sejak aku mengusir Reza dari rumah ini.Biasanya ia paling cerewet dan paling manja sama aku.Tapi sejak aku menentang hubungan cintanya dengan Reza,ia menjaga jarak denganku.
$○○○ HANYA MEMANDANG HATINYA LUKA 3X....
Masih kuingat kala kuberitahukan bahwa ada lamaran buat dia.Bahwa aku telah menerima lamaran itu tanpa bertanya padanya,ia memandangku penuh kebencian.Tatapan sedingin batu es itu menghunjam hatiku.Aku tahu aku telah melukai hatinya.Ia kecewa padaku.
$●●● UDARA TERASA BERAT... ( EVI POV )
Irwan menggenggam jemariku sebentar saat aku hendak melangkah menuju kolam.Aku berhenti merasa haru atas dukungan moral darinya.Kami hanya berpandangan tanpa kata.Tapi itu berbicara lebih dari cukup bagiku.Ia tahu betapa beratnya ini bagiku.Makasih ya suamiku sayang.
$□□□ KARENA ASMARA SESAKKAN DADA... ( RITA POV )
Akhirnya Evi kembali ke rumah ini.Aku lega sekali.Senang bukan main.Keceriaan rumah ini akan segera kembali.Selama ini hatiku merasa sesak.Melepas Evi pergi ke luar negeri dengan tamparan di wajahnya sungguh membuat aku tidak tenang.Tapi hubungan kami sudah pulih.Evi banyak berubah kulihat.Lebih kalem dan lebih santun.Apa efek menikah dengan pria kalem kayak Nak Irwan ya?Menantuku itu sedang dikerubuti cucu2ku.Ada yang dia pangku,ada yang nemplok di punggungnya ada juga yang duduk sekitar kakinya.Mereka merasa nyaman dengannya padahal dia jarang sekali kemari.Kebapakan kali ya?Semoga cepat diberi momongan.Alamat bakal anteng2 nih cucuku yang dari dia.Aku tersenyum membayangkannya.
$■■■ KETIKA CINTA TERBENTUR DINDING 2X.... ( IGUN POV )
Aku segera hubungi Ramzi dan Irfan.Beritahu kalau Evi come back.Mereka seneng banget,"Serius kamu,Gun?Jangan2 bercanda nih?Ngerjain kita2..."
Dasar mereka dikasih tahu malah ngira aku julitin mereka,"Sebentar nih....aku foto ya.Aku akan upload ke WA kalian.Emang aku kurang kerjaan apa ngerjain kalian2 pada...sorry ya..."
Wah mereka langsung heboh mau pulang cepet.Aku senyum2 sambil ngemil,"Kalau kalian cepet bakal bisa lihat reconciliation moment he..he..be soon home brothers!"
$◇◇◇ BUKALAH HATIKU HATIMU YANG SELALU MEMBEKU....( IDAYU POV )
Lesti sudah kembali dari kampus.Pastinya diantar sama pangerannya.Danang namanya.Lesti itu anaknya ga gaul sebenarnya tapi kok bisa dapat ketua BEM di kampusnya ya?Heran juga aku. Aku membuka pintu menyambut mereka,Danang mencium tanganku,"Tante..."
Aku ajak mereka masuk,"Mampir dulu Nak Danang..."
Dia minta maaf ga bisa karena mau persiapan kegiatan bakti sosial kampus,"Lain kali saja Tante...sudah ditunggu teman2 nih...maaf."
Lesti malah berkata,"Biasa Bu...manusia super sibuk....he...he..."
Aku senang Lesti sudah ceria lagi.Sepertinya sekarang saat yang tepat untuk menasehati dia.
$◆◆◆ AGAR KULIHAT LAGI REMBULAN DI WAJAHMU....( HAMDAN POV )
Sedang asyik memberi makan koi2ku plus melamunkan Eviku tiba2 kudengar langkah kaki mendekat.Paling isteriku.Aku tak menoleh,"Darimana saja?Pergi ga bilang2..."
Tak ada sahutan.Malah kudengar isakan tangis.Tapi sepertinya suara isakan itu aku kenal.Aku segera membalikkan badanku dan kulihat di sana....rembulanku...Putriku.Evi berdiri di sana.
$♧♧♧ JANGAN SEMBUNYIKAN HATIMU PADAKU....( Evi pov )
Akhirnya aku sampai di kolam.Langkahku terhenti kala melihat sosok ayah disana.Berdiri membelakangiku.Tubuhnya lebih kurusan.Bahunya juga luruh.Ayah pasti sedang sedih.Aku hafal gestur itu.Dan aku yakin akulah sumber dari rasa sedih di hatinya.Ayah pasti memikirkanku.Tak dapat kutahan rasa sesak di hatiku,rasa bersalah yang menggunung dan rasa sedih karena mendukakan hatinya.Aku menangis.Awalnya bisa kutahan agar tak ada suara tapi aku tak bisa.Isakanku membuat ayah menyadari kehadiranku.
$�� LELAKI DAN REMBULAN...
Aku hanya bisa berkata,"Ayah...."
Tak dinyana ayah yang kupikir akan sangat sulit kudekati justru malah yang berlari mendapatkanku,"Evi!!!Putri Ayah!!!"
Pelukan hangat kurasakan,air mataku tumpah di baju ayah,"Maafkan Evi Ayah....Evi sudah bersikap buruk pada Ayah....Maafkan ya Ayah....?"
Ayah juga menangis,"Semua sikap anak Ayah adalah hasil dari taburan Ayah ke kalian.Maafkan Ayah juga sayang....Ayah lakukan semuanya karena Ayah tak mau ... kau mengalami kejadian yang sama seperti..."
Aku memandang Ayah penuh derai air mata di pipiku,"Evi tahu maksud Ayah hanyalah untuk kebaikan Evi...Maafkan Evi yang tak mengerti isi hati Ayah,maksud hati Ayah dan pikiran Ayah.Kini Evi mengerti Ayah..."
Kami bertangisan.Beban hatiku terangkat sudah.Rasanya panas sekali kudukku.
$▲▲▲ BERSATU DI MALAM ANGIN SEPOI2....( IRWAN POV )
Kakak2 Evi yang lain datang.Heboh mereka menyalamiku dan menanyakan adik mereka,"Evinya kemana?Kok nggak kelihatan?"
Ibu mertuaku mengajak semua ke kolam,"Ssst!Jangan berisik ya...semua diam ok?"
Kak Igun mengambil handycam,"Beres Mom!!"
Kami semua lalu berdiri agak jauh dari kolam,haru meliputi wajah2 keluarga Evi kala melihat Evi bersatu kembali dengan ayahnya.Ibu mertuaku sampai meneteskan air mata.Kak Igun aja juga mewek,sampai gemetar dia megang handycam.Aku akhirnya yang menawarkan bantuan,"Biar Irwan yang syut kak..."
Kak Igun mengangguk dan menyerahkan handicam padaku.Ia sibuk mengusap air matanya.Kak Ramzi dan Kak Irfan semua bergandengan tangan dengan isteri mereka masing2.Sama juga hujan lokal semua.Sepertinya isteriku sangat disayangi oleh keluarganya.
Wah tissue mana ya?Kok ga ada sih?Penulise cari sapu tangan dulu ya...***see you next eps***
Eps 53 HARUSKAH BERAKHIR : Purpose
↓•↓MALAM TAK BERBINTANG TERPAKU SEPI DI SINI....( Evi pov )
Bermalam di rumah sendiri rasanya nyaman sekali.Kami semua berkumpul di tepi kolam.Asyik bakar jagung dan makanan lain.Semua nampak cepat akrab dengan suamiku.Irwan seperti biasa dirubung sama ponakan2ku.Fave dia itu.Ga tahu kenapa mereka seneng banget nemplok sama Irwan.Apalagi Irwan berdiri dekat pembakaran,wah heboh gitu ponakan2ku,"Om minta rasa keju ya?Om jagungnya yang ini ya...Om aku mau rasa asin...Om aku ..."
Ayah mendekatiku sambil membawa dua jagung bakar,"Ini rasa asin.Kesukaan kamu bukan?Yuk duduk di ayunan sana!Ayah masih kangen sama kamu."
Aku mengikuti ayah,"Wah jagungnya agak gosong Yah...kayak kulit Evi he..he..."
Ayah malah tertawa,"Meski hitam tapi manis kan?Lihat tuh suamimu melirik terus ke arah sini.He..he.."
Aku memandang ke arah Irwan,ia tersenyum salting padaku.Suamiku sayang...
↓○↓ HANYA REMBULAN MALAM SENYUM UNTUKKU....
Ayah tertawa dan berteriak,"Tenang Menantuku!Evi tidak kemana2!Ha..ha.."
Semua ikut tertawa bikin Irwan jadi tersipu.Aku memandang Ayah,"Ayah bikin Irwan jadi malu tuh...ntar dia ga mau nginep sini lagi dong..."
Ayah malah memandang langit malam yang disinari rembulan,"Kau itu dimanapun berada selalu jadi kesayangan.Ayah tahu Nak Irwan sayang banget padamu.Kelihatan kok...kayak lagu...kamu itu rembulan di rumah ini.Rembulan yang bersinar lagi..."
Ayah malah melantunkan lagu itu,"Rembulan bersinar lagi...mendungpun tiada lagi..."
↓●↓SERING KU BERTANYA PADA HATIKU INI....( Irwan pov )
Mendengar ayah mertuaku menyanyi,semua ikut menyanyi,"Aku tak mau ....kehilangan dirimu..." Keluarga ini ceria kembali dengan kembalinya Evi ke tengah2 mereka.Evi tersenyum padaku,aku tahu dia sedang bahagia.Sangat bahagia malah.Dia nampak bersandar manja di bahu ayahnya.Gara2 lihatin Evi aku sampai lupa dengan bakaranku,"Om!!Jagungnya gosong!"
↓□↓ MENGAPA JATUH CINTA PADA DIRIMU...
Semua tertawa melihat jagungnya jadi gosong,aduh aku terpaksa bakar lagi.Kak Igun malah meledek,"Makanya kalau lagi bakar2 matanya jangan kelayapan...sini!Biar aku aja.Bahaya kalau perbaraannya dijaga oleh orang yang sedang jatuh cinta..."
Salah satu ponakan Evi nyeletuk,"Aku mau jagung rasa cinta Om..."
Weleh....
↓■↓ SEDANG KAU KINI TAK SENDIRI LAGI KAU TELAH BERDUA...( Lesti pov )
Sepi sekali dirumah ga ada kakak.Rasanya seperti saat kakak ke luar negeri.Ibu datang membawakan wedang ronde,"Ibu beli ronde kamu mau ga?"
Jelas maulah udara dingin gini enak minum wedang ronde,"Mau dong Bu!Mau banget!"
Kami berdua menikmati wedang ronde sambil ngobrol.
↓◇↓ NAMUN ENTAH MENGAPA SEBABNYA AKU JATUH CINTA....
Aku tuh paling suka makan kolang kalingnya,"Hmm...kolang kalingnya banyak Bu..."
Kalau ibu paling suka kacangnya,"Ini ambil punya ibu..."
Kalau kak Irwan itu paling suka bulatan2nya,"Coba ada kakak ya Bu...pasti seru deh...Ayah mana Bu?"
Ibu menunjuk ke ruang kerja ayah,"Biasa pengacara...sibuk..."
Ayah dan kakak itu emang manusia tipe serius kerja melulu.Kadang sampai lupa jam makan,untung ibu selalu ingetin,"Ibu pasti berkurang dong tugasnya...sekarang kak Irwan dah nikah...ada yang merhatiin dia.Kalau perhatian lho isterinya..."
↓◆↓ TERKADANG INGINKU MENEPIS SEMUA RASA DI HATIKU...
Ibu memandangku,"Lesti...setiap orang berhak mendapat kesempatan sayang...mungkin kakak iparmu dulu pernah melakukan kesalahan tapi sekarang dia sudah berubah...ibu bisa lihat kok..."
Aku menepisnya,"Lesti ga percaya..."
Ibu lalu cerita,"Dulu usai pesta pernikahan ibu sempat heran melihat wajah menantu ibu itu.Dia itu seperti kosong dan sangat pasif.Tapi usai pulang dari luar negeri wajahnya berbeda.Penuh cahaya dan binar cinta...juga dia sangat perhatian pada kakakmu bahkan pada ibu.Apa kau tak lihat betapa bahagianya kakakmu sayang?"
↓◆↓ KENDATI BEGITU BERAT UNTUK MELUPAKAN DIRIMU...
Aku menyeruput air jahe di gelasku,"...Hmm...hangat jahe ga mudah hilang ya Bu...sama seperti itu Lesti masih belum melupakan betapa dulu ia menyia2kan Kak Irwan Bu..."
Ibu membelah bulatan putih dalam wedang ronde dengan sendoknya,"Bukalah hatimu sayang...demi kebahagiaan kakakmu...terimalah Evi sebagai kakak iparmu.Dia kebahagiaan kakakmu sayang...Evi yang kaukenal dulu seperti apa sayang?"
↓♧↓ KURASA KITA TAK MUNGKIN LAGI BERSATU....
Aku terdiam,dulu aku emang fans berat dia.Dia itu idola dan trend centerku dalam menyanyi.Suaranya yang mendayu dan lantang sungguh memukau hatiku.Tapi sejak kutahu dia menikah karena terpaksa dengan kakakku.Aku jadi tak suka dengannya.Apalagi kubaca surat2 yang ditulis oleh pria yang bernama Reza.Hatiku mendidih.Tega dia bohongi kakakku.Apa salah kakakku?Tapi kini dia tiba2 berubah.Apakah ini perubahan permanent atau sementara?Aku justru penasaran bagaimana dia bisa berubah jadi sayang sama kakakku.Meski aku sudah dengar dari kak Irwan tapi kalau aku belum dengar dari mulut kakak iparku sendiri rasanya aku masih gamang.Jika membaca raut mukanya sendiri aku bisa tahu dia sungguh2 atau hanya pura2.Siapa tahu aja dia jago akting.Awas kalau dia mainin kakakku lagi!Akan kukejar dia!
↓�↓ MEMANG KUSADARI TERLALU SAYANG PADAMU...( IDAYU POV )
Lesti masih belum bisa membuka pintu hatinya buat menerima Evi.Tapi dia berjanji akan lebih menjaga sikapnya.Semua karena rasa sayangnya yang dalam pada kakaknya,Irwan.Aku tahu memang dia sayang banget sama kakaknya itu.Setidaknya dia akan bersikap lebih baik.Demi menjaga perasaan kakaknya.Semoga Tuhan melembutkan hatinya.
↓▲↓TAK MUNGKIN MELUPAKAN KASIH SAYANG PADAMU...( Rita pov )
Kulihat suamiku kembali ceria sejak kedatangan putri kesayangannya.Rumah kembali ceria.Namun yang paling membuatku terpana adalah kala Evi memeluk menantuku dari belakang.Nak Irwan jelas kaget,"Sayang,kau disini rupanya...mau minta jagung rasa apa?"
Aku tersenyum mendengar jawaban putriku,"Aku mau jagung rasa cintamu...pak pengacara..." Hatiku lega sekali akhirnya Evi bisa menerima Nak Irwan.Terima kasih Tuhan.
↓▼↓ ATAU KUBUANG SAJA KENANGAN BERSAMAMU....( HAMDAN POV )
Rita memberi kode padaku agar melihat ke arah menantu baruku,aku segera menoleh. Tampak rembulanku sedang manja sama suaminya,membakar jagung bersama.Pegangan tangan dan sandaran gitu.Aduh aku makcless lihatnya.Rasanya seperti mimpi saja.Masih segar di ingatanku betapa gigihnya Evi menolak perjodohan dengan Nak Irwan.Tapi Tuhan memang maha besar.Dia sanggup melakukan apa yang kita pikir mustahil menjadi mungkin.Kini semua yang buruk hanyalah kenangan masa lalu.Masa depan putriku indah bersama menantu pilihanku.
Ternyata jika kita menelusuri hidup kita setiap apapun yang terjadi direka2kan hanya untuk satu tujuan yaitu kebaikan kita pada akhirnya.Lalu bagaimana dengan hubungan Lesti dan Evi?***see you next eps***
Bermalam di rumah sendiri rasanya nyaman sekali.Kami semua berkumpul di tepi kolam.Asyik bakar jagung dan makanan lain.Semua nampak cepat akrab dengan suamiku.Irwan seperti biasa dirubung sama ponakan2ku.Fave dia itu.Ga tahu kenapa mereka seneng banget nemplok sama Irwan.Apalagi Irwan berdiri dekat pembakaran,wah heboh gitu ponakan2ku,"Om minta rasa keju ya?Om jagungnya yang ini ya...Om aku mau rasa asin...Om aku ..."
Ayah mendekatiku sambil membawa dua jagung bakar,"Ini rasa asin.Kesukaan kamu bukan?Yuk duduk di ayunan sana!Ayah masih kangen sama kamu."
Aku mengikuti ayah,"Wah jagungnya agak gosong Yah...kayak kulit Evi he..he..."
Ayah malah tertawa,"Meski hitam tapi manis kan?Lihat tuh suamimu melirik terus ke arah sini.He..he.."
Aku memandang ke arah Irwan,ia tersenyum salting padaku.Suamiku sayang...
↓○↓ HANYA REMBULAN MALAM SENYUM UNTUKKU....
Ayah tertawa dan berteriak,"Tenang Menantuku!Evi tidak kemana2!Ha..ha.."
Semua ikut tertawa bikin Irwan jadi tersipu.Aku memandang Ayah,"Ayah bikin Irwan jadi malu tuh...ntar dia ga mau nginep sini lagi dong..."
Ayah malah memandang langit malam yang disinari rembulan,"Kau itu dimanapun berada selalu jadi kesayangan.Ayah tahu Nak Irwan sayang banget padamu.Kelihatan kok...kayak lagu...kamu itu rembulan di rumah ini.Rembulan yang bersinar lagi..."
Ayah malah melantunkan lagu itu,"Rembulan bersinar lagi...mendungpun tiada lagi..."
↓●↓SERING KU BERTANYA PADA HATIKU INI....( Irwan pov )
Mendengar ayah mertuaku menyanyi,semua ikut menyanyi,"Aku tak mau ....kehilangan dirimu..." Keluarga ini ceria kembali dengan kembalinya Evi ke tengah2 mereka.Evi tersenyum padaku,aku tahu dia sedang bahagia.Sangat bahagia malah.Dia nampak bersandar manja di bahu ayahnya.Gara2 lihatin Evi aku sampai lupa dengan bakaranku,"Om!!Jagungnya gosong!"
↓□↓ MENGAPA JATUH CINTA PADA DIRIMU...
Semua tertawa melihat jagungnya jadi gosong,aduh aku terpaksa bakar lagi.Kak Igun malah meledek,"Makanya kalau lagi bakar2 matanya jangan kelayapan...sini!Biar aku aja.Bahaya kalau perbaraannya dijaga oleh orang yang sedang jatuh cinta..."
Salah satu ponakan Evi nyeletuk,"Aku mau jagung rasa cinta Om..."
Weleh....
↓■↓ SEDANG KAU KINI TAK SENDIRI LAGI KAU TELAH BERDUA...( Lesti pov )
Sepi sekali dirumah ga ada kakak.Rasanya seperti saat kakak ke luar negeri.Ibu datang membawakan wedang ronde,"Ibu beli ronde kamu mau ga?"
Jelas maulah udara dingin gini enak minum wedang ronde,"Mau dong Bu!Mau banget!"
Kami berdua menikmati wedang ronde sambil ngobrol.
↓◇↓ NAMUN ENTAH MENGAPA SEBABNYA AKU JATUH CINTA....
Aku tuh paling suka makan kolang kalingnya,"Hmm...kolang kalingnya banyak Bu..."
Kalau ibu paling suka kacangnya,"Ini ambil punya ibu..."
Kalau kak Irwan itu paling suka bulatan2nya,"Coba ada kakak ya Bu...pasti seru deh...Ayah mana Bu?"
Ibu menunjuk ke ruang kerja ayah,"Biasa pengacara...sibuk..."
Ayah dan kakak itu emang manusia tipe serius kerja melulu.Kadang sampai lupa jam makan,untung ibu selalu ingetin,"Ibu pasti berkurang dong tugasnya...sekarang kak Irwan dah nikah...ada yang merhatiin dia.Kalau perhatian lho isterinya..."
↓◆↓ TERKADANG INGINKU MENEPIS SEMUA RASA DI HATIKU...
Ibu memandangku,"Lesti...setiap orang berhak mendapat kesempatan sayang...mungkin kakak iparmu dulu pernah melakukan kesalahan tapi sekarang dia sudah berubah...ibu bisa lihat kok..."
Aku menepisnya,"Lesti ga percaya..."
Ibu lalu cerita,"Dulu usai pesta pernikahan ibu sempat heran melihat wajah menantu ibu itu.Dia itu seperti kosong dan sangat pasif.Tapi usai pulang dari luar negeri wajahnya berbeda.Penuh cahaya dan binar cinta...juga dia sangat perhatian pada kakakmu bahkan pada ibu.Apa kau tak lihat betapa bahagianya kakakmu sayang?"
↓◆↓ KENDATI BEGITU BERAT UNTUK MELUPAKAN DIRIMU...
Aku menyeruput air jahe di gelasku,"...Hmm...hangat jahe ga mudah hilang ya Bu...sama seperti itu Lesti masih belum melupakan betapa dulu ia menyia2kan Kak Irwan Bu..."
Ibu membelah bulatan putih dalam wedang ronde dengan sendoknya,"Bukalah hatimu sayang...demi kebahagiaan kakakmu...terimalah Evi sebagai kakak iparmu.Dia kebahagiaan kakakmu sayang...Evi yang kaukenal dulu seperti apa sayang?"
↓♧↓ KURASA KITA TAK MUNGKIN LAGI BERSATU....
Aku terdiam,dulu aku emang fans berat dia.Dia itu idola dan trend centerku dalam menyanyi.Suaranya yang mendayu dan lantang sungguh memukau hatiku.Tapi sejak kutahu dia menikah karena terpaksa dengan kakakku.Aku jadi tak suka dengannya.Apalagi kubaca surat2 yang ditulis oleh pria yang bernama Reza.Hatiku mendidih.Tega dia bohongi kakakku.Apa salah kakakku?Tapi kini dia tiba2 berubah.Apakah ini perubahan permanent atau sementara?Aku justru penasaran bagaimana dia bisa berubah jadi sayang sama kakakku.Meski aku sudah dengar dari kak Irwan tapi kalau aku belum dengar dari mulut kakak iparku sendiri rasanya aku masih gamang.Jika membaca raut mukanya sendiri aku bisa tahu dia sungguh2 atau hanya pura2.Siapa tahu aja dia jago akting.Awas kalau dia mainin kakakku lagi!Akan kukejar dia!
↓�↓ MEMANG KUSADARI TERLALU SAYANG PADAMU...( IDAYU POV )
Lesti masih belum bisa membuka pintu hatinya buat menerima Evi.Tapi dia berjanji akan lebih menjaga sikapnya.Semua karena rasa sayangnya yang dalam pada kakaknya,Irwan.Aku tahu memang dia sayang banget sama kakaknya itu.Setidaknya dia akan bersikap lebih baik.Demi menjaga perasaan kakaknya.Semoga Tuhan melembutkan hatinya.
↓▲↓TAK MUNGKIN MELUPAKAN KASIH SAYANG PADAMU...( Rita pov )
Kulihat suamiku kembali ceria sejak kedatangan putri kesayangannya.Rumah kembali ceria.Namun yang paling membuatku terpana adalah kala Evi memeluk menantuku dari belakang.Nak Irwan jelas kaget,"Sayang,kau disini rupanya...mau minta jagung rasa apa?"
Aku tersenyum mendengar jawaban putriku,"Aku mau jagung rasa cintamu...pak pengacara..." Hatiku lega sekali akhirnya Evi bisa menerima Nak Irwan.Terima kasih Tuhan.
↓▼↓ ATAU KUBUANG SAJA KENANGAN BERSAMAMU....( HAMDAN POV )
Rita memberi kode padaku agar melihat ke arah menantu baruku,aku segera menoleh. Tampak rembulanku sedang manja sama suaminya,membakar jagung bersama.Pegangan tangan dan sandaran gitu.Aduh aku makcless lihatnya.Rasanya seperti mimpi saja.Masih segar di ingatanku betapa gigihnya Evi menolak perjodohan dengan Nak Irwan.Tapi Tuhan memang maha besar.Dia sanggup melakukan apa yang kita pikir mustahil menjadi mungkin.Kini semua yang buruk hanyalah kenangan masa lalu.Masa depan putriku indah bersama menantu pilihanku.
Ternyata jika kita menelusuri hidup kita setiap apapun yang terjadi direka2kan hanya untuk satu tujuan yaitu kebaikan kita pada akhirnya.Lalu bagaimana dengan hubungan Lesti dan Evi?***see you next eps***
Eps 54 HARUSKAH BERAKHIR : Sent Unto You
↓□□□↓CINTAKU INI CINTA YANG BISA DIUJI...( REZA POV )
Aku dan Hayati sedang sibuk memilih model undangan buat pernikahan kami.Ya,aku sudah melamarnya.Jelaslah direstui oleh orang tuanya.Reza gitu loh he..he..Cintaku kan sudah diuji dengan sikap heroikku kala terjadi penembakan dulu itu.Hayati sudah menentukan modelnya tinggal warnanya.Ia memandangku,"Warna merah apa biru?"
Meski aku suka warna biru tapi kalau biru mengingatkan akan langit.Dan pastinya kejadian pesawat jatuh yang dialami oleh mendiang tunangannya dulu,Putra.Aku meraih yang merah,"Merah saja.Tanda kalau kau berani untuk melanjutkan hidupmu.Bagaimana?"
Hayati malah memandangku dan memelukku sambil membelai punggungku,"Merah mengingatkanku akan darah yang mengalir kala kau tertembak.Aku baru menyadari betapa berartinya hidup itu sejak detik itu.Baiklah warna merah saja.Aku setuju."
↓■■■↓MESKIPUN DENGAN MATEMATIKA CINTAKU HARGA PASTI OOH....
Warna sudah diputuskan.Soal harga juga ga masalah.Tapi sekarang masalahnya siapa saja yang mau diundang.Hayati punya banyak list makhlum ayahnya kan orang pemerintah.Jadi koleganya pasti banyak.Lha aku?Aku malah ingat pada Keluarga Evi di Indonesia.Aku ingin mengundang Ayah Hamdan,Bunda Rita dan kakak2nya Evi serta Evi tentunya.Meski Hayati tahu masa laluku dengan Evi namun ia tak keberatan dengan niatku itu,"Setiap kita punya masa lalu kak.Punya sisi yang tak bisa kupungkiri ada dalam diri kita.Kakak juga tahu masa lalu aku dengan mendiang Putra.Kakak bisa menerimaku mengapa aku tak bisa melakukan hal yang sama?Lagipula kita takkan ada di masa kini tanpa masa lalu bukan?Undang saja gpp.Justru itu artinya hati kita sudah ikhlas."
Aku kagum pada calon isteriku ini,jadi makin manis deh dilihat.Kukecup keningnya,"Makasih ya sayangku...thank you so much ..."
Akhirnya aku mengirimkan undangan ke Evi dan keluarganya.Kalau ke Evi jelas ke Irwan aku ngirimnya.Pernikahan akan dilangsungkan di Turki dan Indonesia.Tiru2 gaya selebritis beda negara menikah.Satu di tempat asal mempelai pria satu di tempat asal mempelai wanita.Makhlum dapat anak diplomat jadinya pestanya lumayan wah.Tapi sejak bersama Hayati,orderan manggung dan gelar konser berdatangan.Aku sampai dibilangi sama Mamaku,"Hayati bawa hoki buat kamu.Belum nikah aja banjir orderan manggung apalagi nanti kalau sudah menikah.Padahal ga gampang lho dapat kayak gitu."
Aku malah tersenyum melihat Hayati memilih gaun pengantin.Dia suka model yang simple tapi anggun dilihat.Karena aku dah slim proporsi tubuhnya maka dia milih gaun yang agak jebuk gitu.Katanya biar balance dilihat.Kayak angka 10 dong.Milih gaun aja pakai matematika he..he..
↓◇◇◇↓ KARENA TAK ADA ALASAN UNTUKKU TAK MENCINTAI KAMU....( EVI POV ) Seminggu di rumah ayah kurasa sudah cukup.Aku juga harus memikirkan keluarga Irwan.Masak baru datang dah pergi lagi.Ntar dikasih muka masam lagi sama Lesti.Aku ga mau jadi aku kembali ke rumah mertuaku.Irwan malah berkata,"Yakin nih mau kembali ke rumah aku?"
Aku jawab dia,"Rumah kita Pak Pengacara...kita kan satu.Tidak ada kau dan aku lagi adanya kita."
Ia tersenyum,"Ups...aku salah ya...makasih sudah ingetin he..he.."
Kamipun pulang karena aku sudah puas melepas kangen.Mamanya Irwan menyambut dengan hangat kepulanganku,"Menantuku akhirnya kembali juga.Wah bawa apa ini?Banyak bener...Les!Sini sayang kakakmu datang lho!"
Lesti mendekat dan memeluk kakaknya,"Kupikir kakak lupa masih punya keluarga di sini.Ternyata ingatannya masih bagus hi..hi.."
Aku tahu ia menyindirku namun Irwan membelaku,"Evi yang ngajak pulang kemari.Kakak sih senang2 aja di sana.Keluarga di sana ramah2.Disana rame he..he.."
Lesti manyun mendengarnya dan tidak lagi bermuka masam padaku.
↓◆◆◆↓BILA SEMUA YANG KUCARI2 DAN YANG AKU MAU HANYA ADA PADAMU.... ( LESTI POV )
Kakak belain isterinya terus.Jelas kakak cinta banget sama kak Evi.Meski aku malas sebenarnya duduk di ruang yang sama dengan kakak ipar aku itu tapi Ibu selalu memandangku seakan mengingatkanku akan janjiku untuk menjaga sikapku.Untunglah ayah datang,"Tumben Ayah sudah pulang?Asyik bawa durian pula!Yeah yeah!!"
Aku kegirangan menerima oleh2 ayah,aku pingin biar kakak iparku lihat kalau aku ga suka oleh2 dari dia.Durian segera dibelah dan dinikmati oleh semuanya.Kecuali kakak ipar,dia malah mual dan pergi ke belakang.Aneh amat dia.Pasti mau cari gara2 nih.Aku cuekin aja malah beneran ga usah berbagi sama dia.Eh lagi asyik menikmati daging durian nan harum tiba2 ayah memberikan sesuatu pada kak Irwan,"Kamu dapat undangan nih.Dikirim dari kedutaan lho.Sejak kapan kamu punya koneksi orang sana?"
Kak Irwan keheranan menerima undangannya,"Salah alamat kali Yah?Masak sih?Kayaknya Irwan ga pernah punya klien orang kedutaan deh."
Aku malah jadi kepo ikut lihatin kakak membuka undangannya,"Dari siapa sih kak?Undangannya bagus banget.Mahal itu."
↓♧♧♧↓COBA KAU TAMBAH2,KURANG2,KALI2.... ( IRWAN POV )
Aku cemas melihat Evi malah mau muntah mencium bau duren,"Kamu gpp sayang?"
Evi malah menggeleng,"Gpp kok.Aku ke belakang dulu ya.Biasanya aku ga alergi kok sama duren.Ga tahu nih mungkin ga enak badan aja."
Untung ibu menenangkanku,"Sudah jangan khawatir.Biar ibu buatin sesuatu buat isterimu."
Ibu menyusul Evi ke belakang sambil senyum2 gitu ke ayah.Lalu ayah ingat kalau aku dapat undangan gitu dari kedutaan.Lha sejak kapan aku punya teman orang kedutaan.Rupanya dari Reza,"Astaga..." Evi sudah kembali dari belakang,"Ada apa Wan?Undangan dari siapa?"
Aku tersenyum padanya,"Dari sahabat kita Reza.Dia dapat putri orang kedutaan Indonesia untuk Inggris.Lihat nih ada fotonya."
Eh Lesti ikut lihatin dengan muka nan kepo bingow gitu,"Lihat!Lihat!"
Ayah malah tanya siapa itu Reza?Disitulah Evi cerita siapa Reza itu dari A sampai Z.Lesti dengerin dengan seksama gimana Evi cerita,"Dulu Reza adalah murid ayah,dia berasal dari Turki.Ibunya orang Turki tapi ayahnya orang Indonesia...."
Evi memandangku seakan meminta ijin padaku untuk meneruskan ceritanya,aku malah yang nerusin,"Reza adalah cinta pertama Evi tapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Evi karena ayahnya sudah bersumpah takkan memberikan putrinya pada orang asing."
Lesti bertanya,"Kenapa kakak ga cerita soal itu ke Lesti dulu?"
Aku meraih isteriku dalam rengkuhanku,"Itu adalah masa lalu dan tragedi di keluarga kakak iparmu ini Lesti.Kakak ga bisa sembarangan membukanya."
Lesti lupa dengan duriannya,"Tragedi gimana sih kak?"
Evi yang jelasin,"Dulu aku punya saudara perempuan namanya kak Cici..."
↓▲▲▲↓ DAN BAGI SEMUA YANG KUBERI DAN YANG TAK KUBERI ....(Idayu pov )
Lihat sikap Lesti ke Evi,aku sempat deg2an.Putriku ini sepertinya ga megang janjinya yang ia berikan padaku.Kupandang dia.Dia paham dan nampak diam.Namun kala lihat Evi mual aku jadi hepi.Tanda2 nih.Aku bakal dapat cucu nih.Aku tanya sama menantuku pas dia udah keluar dari kamar mandi,"Kamu ga alergi durian kan Vi?"
Evi menggeleng,"Tidak.Evi ga pernah alergi durian.Ga tahu nih kok tiba2 mual banget bau durian aja.Kecapekan kali ya?"
Aku ga mau kasih tahu dulu biar waktu berjalan dulu.
↓☆☆↓KAU KAN DAPATKAN HASILNYA PASTI SAMA DENGAN CINTA SYALALALA...
Aku hanya menyarankan buat dia jangan kecapekan dan jaga kesehatan.Kuberikan minuman hangat buat dia,"Minumlah biar tenggorokanmu hangat dan nyaman."
Usai meminumnya Evi kembali ke depan,ia ingin berada dekat dengan putraku.Jelas kulihat ia merasa nyaman dengan berada dekat putraku.Padahal dulu,dingin gitu boro2 deket dideketi aja menjauh.Sekarang kok kebalik ya?Peristiwa apa yang mengubah hatinya?Akhirnya aku tahu kala malam tiba.
↓★★↓MESTI KAU BOLAK BALIK TETAP SAMA DENGAN CINTA SYALALALA....( Lesti pov )
Aku kaget plus ga percaya kala kak Irwan menyebut nama Reza dengan entengnya.Bukannya tuh pria yang dicintai kakak iparku?Aku lihat di undangannya tertulis,for my best friend.Teman baik?Sahabat?What?Rasa ingin tahuku sedikit terobati dengan cerita kakak iparku soal Reza.Rupanya ada tragedi dibalik semua ini.Namun melihat Kak Irwan sudah mengantuk,kakak iparku menghentikan ceritanya.Setidaknya aku tahu alasan ia tak bersama Reza dan malah menikah dengan kakakku.Malamnya aku lihat Kak Evi membuatkan mie untuk kak Irwan.Disitu ia menawariku,"Mau kubuatkan juga?"
Aku emang laper sih,"Boleh.Yang rebus aja tapi."
Ia mengambil di kulkas,"Kalau kakakmu suka mie goreng tapi ada kuahnya.Kau mau telornya matang atau setengah matang?"
Aku jawab,"Matang saja.Setengah2 itu ga bagus..."
Disitulah aku bertanya banyak hal padanya,"Apa yang membuatmu tetap memilih bersama kakakku?Bukankah kau sudah menemukan pria Turki itu?"
Aku terkejut mendengar jawabannya,"Cinta.Aku menyadari apa itu cinta kala kakakmu mengajakku pergi keluar negeri.Dia mengajari arti cinta sebenarnya.Ternyata cinta itu memberi.Dia memberikan tenaganya,waktunya bahkan mengorbankan perasaannya demi mencintaiku.Demi memberi kebahagiaan padaku.Dia memikirkan kebahagiaanku lebih dulu.Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta pada pria seperti itu?"
Aku malah membayangkan jika aku di posisi dia. Aku lalu memakan mie buatannya,enak juga.Kakak menyusul ke dapur,"Oh pantas ga balik2 rupanya sama Lesti cimoet ini toh?Aku makan disini aja deh...bareng kalian.He..he.."
Lesti sudah mulai melunakkah?***see you next eps***
Aku dan Hayati sedang sibuk memilih model undangan buat pernikahan kami.Ya,aku sudah melamarnya.Jelaslah direstui oleh orang tuanya.Reza gitu loh he..he..Cintaku kan sudah diuji dengan sikap heroikku kala terjadi penembakan dulu itu.Hayati sudah menentukan modelnya tinggal warnanya.Ia memandangku,"Warna merah apa biru?"
Meski aku suka warna biru tapi kalau biru mengingatkan akan langit.Dan pastinya kejadian pesawat jatuh yang dialami oleh mendiang tunangannya dulu,Putra.Aku meraih yang merah,"Merah saja.Tanda kalau kau berani untuk melanjutkan hidupmu.Bagaimana?"
Hayati malah memandangku dan memelukku sambil membelai punggungku,"Merah mengingatkanku akan darah yang mengalir kala kau tertembak.Aku baru menyadari betapa berartinya hidup itu sejak detik itu.Baiklah warna merah saja.Aku setuju."
↓■■■↓MESKIPUN DENGAN MATEMATIKA CINTAKU HARGA PASTI OOH....
Warna sudah diputuskan.Soal harga juga ga masalah.Tapi sekarang masalahnya siapa saja yang mau diundang.Hayati punya banyak list makhlum ayahnya kan orang pemerintah.Jadi koleganya pasti banyak.Lha aku?Aku malah ingat pada Keluarga Evi di Indonesia.Aku ingin mengundang Ayah Hamdan,Bunda Rita dan kakak2nya Evi serta Evi tentunya.Meski Hayati tahu masa laluku dengan Evi namun ia tak keberatan dengan niatku itu,"Setiap kita punya masa lalu kak.Punya sisi yang tak bisa kupungkiri ada dalam diri kita.Kakak juga tahu masa lalu aku dengan mendiang Putra.Kakak bisa menerimaku mengapa aku tak bisa melakukan hal yang sama?Lagipula kita takkan ada di masa kini tanpa masa lalu bukan?Undang saja gpp.Justru itu artinya hati kita sudah ikhlas."
Aku kagum pada calon isteriku ini,jadi makin manis deh dilihat.Kukecup keningnya,"Makasih ya sayangku...thank you so much ..."
Akhirnya aku mengirimkan undangan ke Evi dan keluarganya.Kalau ke Evi jelas ke Irwan aku ngirimnya.Pernikahan akan dilangsungkan di Turki dan Indonesia.Tiru2 gaya selebritis beda negara menikah.Satu di tempat asal mempelai pria satu di tempat asal mempelai wanita.Makhlum dapat anak diplomat jadinya pestanya lumayan wah.Tapi sejak bersama Hayati,orderan manggung dan gelar konser berdatangan.Aku sampai dibilangi sama Mamaku,"Hayati bawa hoki buat kamu.Belum nikah aja banjir orderan manggung apalagi nanti kalau sudah menikah.Padahal ga gampang lho dapat kayak gitu."
Aku malah tersenyum melihat Hayati memilih gaun pengantin.Dia suka model yang simple tapi anggun dilihat.Karena aku dah slim proporsi tubuhnya maka dia milih gaun yang agak jebuk gitu.Katanya biar balance dilihat.Kayak angka 10 dong.Milih gaun aja pakai matematika he..he..
↓◇◇◇↓ KARENA TAK ADA ALASAN UNTUKKU TAK MENCINTAI KAMU....( EVI POV ) Seminggu di rumah ayah kurasa sudah cukup.Aku juga harus memikirkan keluarga Irwan.Masak baru datang dah pergi lagi.Ntar dikasih muka masam lagi sama Lesti.Aku ga mau jadi aku kembali ke rumah mertuaku.Irwan malah berkata,"Yakin nih mau kembali ke rumah aku?"
Aku jawab dia,"Rumah kita Pak Pengacara...kita kan satu.Tidak ada kau dan aku lagi adanya kita."
Ia tersenyum,"Ups...aku salah ya...makasih sudah ingetin he..he.."
Kamipun pulang karena aku sudah puas melepas kangen.Mamanya Irwan menyambut dengan hangat kepulanganku,"Menantuku akhirnya kembali juga.Wah bawa apa ini?Banyak bener...Les!Sini sayang kakakmu datang lho!"
Lesti mendekat dan memeluk kakaknya,"Kupikir kakak lupa masih punya keluarga di sini.Ternyata ingatannya masih bagus hi..hi.."
Aku tahu ia menyindirku namun Irwan membelaku,"Evi yang ngajak pulang kemari.Kakak sih senang2 aja di sana.Keluarga di sana ramah2.Disana rame he..he.."
Lesti manyun mendengarnya dan tidak lagi bermuka masam padaku.
↓◆◆◆↓BILA SEMUA YANG KUCARI2 DAN YANG AKU MAU HANYA ADA PADAMU.... ( LESTI POV )
Kakak belain isterinya terus.Jelas kakak cinta banget sama kak Evi.Meski aku malas sebenarnya duduk di ruang yang sama dengan kakak ipar aku itu tapi Ibu selalu memandangku seakan mengingatkanku akan janjiku untuk menjaga sikapku.Untunglah ayah datang,"Tumben Ayah sudah pulang?Asyik bawa durian pula!Yeah yeah!!"
Aku kegirangan menerima oleh2 ayah,aku pingin biar kakak iparku lihat kalau aku ga suka oleh2 dari dia.Durian segera dibelah dan dinikmati oleh semuanya.Kecuali kakak ipar,dia malah mual dan pergi ke belakang.Aneh amat dia.Pasti mau cari gara2 nih.Aku cuekin aja malah beneran ga usah berbagi sama dia.Eh lagi asyik menikmati daging durian nan harum tiba2 ayah memberikan sesuatu pada kak Irwan,"Kamu dapat undangan nih.Dikirim dari kedutaan lho.Sejak kapan kamu punya koneksi orang sana?"
Kak Irwan keheranan menerima undangannya,"Salah alamat kali Yah?Masak sih?Kayaknya Irwan ga pernah punya klien orang kedutaan deh."
Aku malah jadi kepo ikut lihatin kakak membuka undangannya,"Dari siapa sih kak?Undangannya bagus banget.Mahal itu."
↓♧♧♧↓COBA KAU TAMBAH2,KURANG2,KALI2.... ( IRWAN POV )
Aku cemas melihat Evi malah mau muntah mencium bau duren,"Kamu gpp sayang?"
Evi malah menggeleng,"Gpp kok.Aku ke belakang dulu ya.Biasanya aku ga alergi kok sama duren.Ga tahu nih mungkin ga enak badan aja."
Untung ibu menenangkanku,"Sudah jangan khawatir.Biar ibu buatin sesuatu buat isterimu."
Ibu menyusul Evi ke belakang sambil senyum2 gitu ke ayah.Lalu ayah ingat kalau aku dapat undangan gitu dari kedutaan.Lha sejak kapan aku punya teman orang kedutaan.Rupanya dari Reza,"Astaga..." Evi sudah kembali dari belakang,"Ada apa Wan?Undangan dari siapa?"
Aku tersenyum padanya,"Dari sahabat kita Reza.Dia dapat putri orang kedutaan Indonesia untuk Inggris.Lihat nih ada fotonya."
Eh Lesti ikut lihatin dengan muka nan kepo bingow gitu,"Lihat!Lihat!"
Ayah malah tanya siapa itu Reza?Disitulah Evi cerita siapa Reza itu dari A sampai Z.Lesti dengerin dengan seksama gimana Evi cerita,"Dulu Reza adalah murid ayah,dia berasal dari Turki.Ibunya orang Turki tapi ayahnya orang Indonesia...."
Evi memandangku seakan meminta ijin padaku untuk meneruskan ceritanya,aku malah yang nerusin,"Reza adalah cinta pertama Evi tapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Evi karena ayahnya sudah bersumpah takkan memberikan putrinya pada orang asing."
Lesti bertanya,"Kenapa kakak ga cerita soal itu ke Lesti dulu?"
Aku meraih isteriku dalam rengkuhanku,"Itu adalah masa lalu dan tragedi di keluarga kakak iparmu ini Lesti.Kakak ga bisa sembarangan membukanya."
Lesti lupa dengan duriannya,"Tragedi gimana sih kak?"
Evi yang jelasin,"Dulu aku punya saudara perempuan namanya kak Cici..."
↓▲▲▲↓ DAN BAGI SEMUA YANG KUBERI DAN YANG TAK KUBERI ....(Idayu pov )
Lihat sikap Lesti ke Evi,aku sempat deg2an.Putriku ini sepertinya ga megang janjinya yang ia berikan padaku.Kupandang dia.Dia paham dan nampak diam.Namun kala lihat Evi mual aku jadi hepi.Tanda2 nih.Aku bakal dapat cucu nih.Aku tanya sama menantuku pas dia udah keluar dari kamar mandi,"Kamu ga alergi durian kan Vi?"
Evi menggeleng,"Tidak.Evi ga pernah alergi durian.Ga tahu nih kok tiba2 mual banget bau durian aja.Kecapekan kali ya?"
Aku ga mau kasih tahu dulu biar waktu berjalan dulu.
↓☆☆↓KAU KAN DAPATKAN HASILNYA PASTI SAMA DENGAN CINTA SYALALALA...
Aku hanya menyarankan buat dia jangan kecapekan dan jaga kesehatan.Kuberikan minuman hangat buat dia,"Minumlah biar tenggorokanmu hangat dan nyaman."
Usai meminumnya Evi kembali ke depan,ia ingin berada dekat dengan putraku.Jelas kulihat ia merasa nyaman dengan berada dekat putraku.Padahal dulu,dingin gitu boro2 deket dideketi aja menjauh.Sekarang kok kebalik ya?Peristiwa apa yang mengubah hatinya?Akhirnya aku tahu kala malam tiba.
↓★★↓MESTI KAU BOLAK BALIK TETAP SAMA DENGAN CINTA SYALALALA....( Lesti pov )
Aku kaget plus ga percaya kala kak Irwan menyebut nama Reza dengan entengnya.Bukannya tuh pria yang dicintai kakak iparku?Aku lihat di undangannya tertulis,for my best friend.Teman baik?Sahabat?What?Rasa ingin tahuku sedikit terobati dengan cerita kakak iparku soal Reza.Rupanya ada tragedi dibalik semua ini.Namun melihat Kak Irwan sudah mengantuk,kakak iparku menghentikan ceritanya.Setidaknya aku tahu alasan ia tak bersama Reza dan malah menikah dengan kakakku.Malamnya aku lihat Kak Evi membuatkan mie untuk kak Irwan.Disitu ia menawariku,"Mau kubuatkan juga?"
Aku emang laper sih,"Boleh.Yang rebus aja tapi."
Ia mengambil di kulkas,"Kalau kakakmu suka mie goreng tapi ada kuahnya.Kau mau telornya matang atau setengah matang?"
Aku jawab,"Matang saja.Setengah2 itu ga bagus..."
Disitulah aku bertanya banyak hal padanya,"Apa yang membuatmu tetap memilih bersama kakakku?Bukankah kau sudah menemukan pria Turki itu?"
Aku terkejut mendengar jawabannya,"Cinta.Aku menyadari apa itu cinta kala kakakmu mengajakku pergi keluar negeri.Dia mengajari arti cinta sebenarnya.Ternyata cinta itu memberi.Dia memberikan tenaganya,waktunya bahkan mengorbankan perasaannya demi mencintaiku.Demi memberi kebahagiaan padaku.Dia memikirkan kebahagiaanku lebih dulu.Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta pada pria seperti itu?"
Aku malah membayangkan jika aku di posisi dia. Aku lalu memakan mie buatannya,enak juga.Kakak menyusul ke dapur,"Oh pantas ga balik2 rupanya sama Lesti cimoet ini toh?Aku makan disini aja deh...bareng kalian.He..he.."
Lesti sudah mulai melunakkah?***see you next eps***
Eps 55 HARUSKAH BERAKHIR : Shall Come
¥•• BERSANDAR DI PELUKMU MENATAP DI MATAMU....( Evi pov )
Usai makan mie bersama Lesti,Irwan ngajak balik ke kamar,"Dah malam.Kita tidur dulu ya Lesti Cimoet?Kamu juga cepetan tidur besok kuliah kan?"
Lesti tersenyum padaku.Walau ga lebar amat tapi itu menenangkan hatiku,"Ya Kak.Met malam."
Di kamar Irwan meraihku dalam pelukannya,"Aku lega kamu dan Lesti dah adem.Oh ya kamu gpp kan sayang?Perutnya dah enakan belum?"
Aku malah bersandar dipelukannya,"Udah kok.Apalagi ada kamu disamping aku mana mungkin aku sakit.Kan cinta itu menyembuhkan."
Irwan lalu meraih selimut,"Pokoknya kalau ada apa2 bilang ya?Jangan bikin aku khawatir.Yuk kita tidur.Kamu harus banyak istirahat kata ibu.Jangan banyak pikiran.Mikirin aku aja hi..hi..."
Dasar Irwan,selalu tahu menentramkan hatiku.Malam itu aku tersenyum dalam tidurku.
¥○○ APAKAH KAU RAGU PADAKU....( LESTI POV )
Aku papasan sama Ibu pas mau ke kamarku,"Ibu belum tidur?"
Ibu malah mengusap kepalaku,"Lagi ngecek anak2 ibu.Ternyata semua baik2 saja.Tidurlah sayang..."
Aku tahu maksud Ibu,pasti beliau denger pembicaraanku dengan kak Evi dan kak Irwan tadi.Aku mencium pipi ibu,"Maafkan Lesti ya Bu suka bantah ibu...next time nurut deh..."
Ibu tersenyum,"Jangan kecewain ibu ya?Malam sayang...sleep well."
Aku ga heran jika ibu meragukan aku tadi tapi setelah makin mengerti duduk persoalan semuanya ternyata apa yang terlihat itu ga sesimple yang aku pikir.Aku masuk kamar dan malah nonton tv.Waduh berita soal pembunuhan yang lagi jadi hot topik di media.Aku sadar sikapku langsung main judge aja ga fair buat kakak iparku.Manusia itu bukan robot sehingga selalu sesuai programnya.Robot aja bisa rusak.Apalagi manusia dengan kehendak bebasnya dengan segala keterbatasan dan kelemahannya.Kenapa ya Tuhan sabar banget sama namanya manusia?Setiap hari Ia menerbitkan matahari tepat waktu.Orang berbagai lapisan berbagai belahan bumi berbagai suku dan ragamnya mendapat sinarnya.Mendapat kebaikannya.Kasih setia-Nya selalu baru setiap hari.Mengapa aku ga bisa kayak gitu ke orang lain.Orang itu ditakuti atau disegani karena memaafkan pelanggaran.Lha wong yang jelas membunuh aja masih berusaha dibebasin dari hukuman gantung mengapa yang ga membunuh tidak dimaafkan ya?Sedegil itukah hatiku?Bukannya aku diajarkan untuk selalu memaafkan?Kasihan kakak iparku pasti aku dah bikin dia ga nyaman deh tinggal di sini.Aku harus berubah.Tekad itu akhirnya membuatku tersenyum dalam tidurku.
¥●● KINI AKU RAGU PADAMU....( Idayu pov )
Aku lega kini Lesti dah baikan sama kakak iparnya.Aku masuk ruang kerja suamiku,"Sudah malam Pi...jaga kesehatan lho."
Suamiku malah minta dibikinkan kopi,"Tanggung nih...Hatiku ga tenang kalau kasus ini ga kukerjakan dengan segera.Kasihan lihat pejabat ini dia itu bagus kinerjanya.Ga korup atau main perempuan tapi lawan politiknya nyari2 kesalahan dia dengan memakai unsur SARA.Apa negara kita ini sedang dalam incaran target operasi ya hal2 yang mendasar diserang terus.Yang agamalah...sukulah,bahasalah..."
Aku dengerin suamiku cerita soal kasus yang sedang ia tangani,"Namanya juga negara majemuk Mas.Kalau dasar2nya dihancurkan mana bisa bertahan.Perbedaan jelas banyak apalagi menyangkut prinsip.Menjalankan suatu perintah Tuhan itu perlu hikmat dari Tuhan.Tuhan itu sifat dasarnya kan kasih.Penyayang.Tuhan lebih menyukai hati yang berbalik pada Dia daripada sebuah prinsip ditegakkan namun membinasakan orangnya.Iman,pengharapan dan kasih itu sendi2 kehidupan.Namun yang terbesar adalah kasih.Kasih itu melebihi semuanya.Apalah artinya semua kesucian kita jika Tuhan tidak melihat hal itu sebagai sebuah persembahan yang berkenan.Bukankah Ia mengatakan puasa itu artinya melakukan keadilan,kebajikan bukan sebuah liturgi keagamaan.Tapi semuanya nanti akan terang benderang kok Pi.Tuhan itu akan menyingkapkan semuanya.Papi jangan ikutan emosi jiwa.Papi kan lawyer harus tetap tenang menghadapi semua proses pengadilan." Suamiku malah terpana memandangku,"Wah ...Mami nih lebih jago jadi lawyer kayaknya...Wah2..." Aku segera bikinkan kopi buat dia,"Mami mah cuma ibu rumah tangga biasa mana pantas jadi lawyer...ga deh...Mami temeni Papi aja deh begadang..."
Suamiku segera merapikan berkas dan dokumen di mejanya,"Papi dah dapat cara nih buat sidang besok.Makasih ya Mi...hati Papi ga ragu lagi sekarang buat jalani sidang besok.Yuk kita tidur.Bukannya Tuhan memberikan berkat-Nya pada orang benar saat dia tidur?"
Aku mengikutinya,"Wah pakai ayat sekarang mau tidur aja."
Suamiku tertawa,"Lha kan lagi trend sekarang semua serba pakai ayat suci he..he.."
Dasar pengacara ya kayak gini nih.Hidup dibikin jadi jelimet.
¥□□ ADAKAH CINTA YANG TULUS KEPADAKU...( IRWAN POV )
Kerja lagi.Dah lama off nih.Kerjaan jadi pengacara itu memang ga terlihat sibuknya tapi asli mikirnya itu bikin kepala cenut2.Tapi aku tenang karena Evi baik2 saja tadi saat kutinggal.Lagian ada Mami dirumah.Evi pasti dijagai.Aduh aku kok malah mikirin dia terus.Pengacara lagi jatuh cinta nih...ya begini ni...
¥■■ ADAKAH CINTA YANG TAK PERNAH BERAKHIR....
Lagi asyik mempelajari berkas perkara eh telepon bunyi,"Wah ayah mertua nih..."
Segera kuangkat,"Ya Ayah...tumben nih nelpon Irwan?"
Ayah Hamdan demikian aku suka memanggil beliau terdengar suaranya agak parau,"Ayah dengar kamu dapat undangan pernikahan dari mantan murid Ayah dulu.Apa benar Nak?"
Oh soal undangan dari Reza,"Iya Ayah memang kenapa Yah?"
Beliau menjawab,"Ayah juga dapat Nak.Kamu akan datang di pesta itu?"
Kenapa Ayah nanya begitu ya,"Irwan belum sempat bahas itu sama Evi Yah...tapi kalau Irwan sih pinginnya datang kan diundang.Masak ga datang sih lagian Irwan dan Reza itukan berteman."
Ayah Hamdan berkata lagi,"Kalau gitu berangkatnya bareng ya?Ayah juga ingin mengakhiri kesalahpahaman dengan Nak Reza."
Wah diajak bareng nih,"Iya Ayah...Naik mobil Irwan aja."
¥◇◇ SELALU UNTUK SELAMANYA....
Cukup lama juga aku ngobrol sama Ayah mertua.Asyik sih ngobrol sama beliau.Pantas Evi juga nyenengke orangnya lha ayahnya aja kharismatik banget.Malah kepikiran isteriku lagi deh.Irwan...Irwan...
¥◆◆ TERMENUNG DI KENINGMU BASAH DI MATAMU....( Hamdan pov )
Lega sekali bicara sama menantuku.Orangnya wise dan ga pendendam.Reza yang jelas2 pernah punya hubungan asmara dengan Evi,bisa jadi teman sama dia.Aku kagum sama menantuku itu.Orangnya apa adanya.Benar2 aku ga salah pilih mantu.Kupandang lagi undangan dari Reza.Akhirnya dia ketemu jodohnya juga.Namun sempat berkerut juga keningku karena gimana bisa Reza dapat anak pejabat di kedubes ya?
¥♧♧ APAKAH ITULAH CARAMU ...OH..
Isteriku datang dan melihat undangan yang kupegang,"Kita jadi datang kan Mas?Evi dan Nak Irwan ikut juga kan?"
Aku mengangguk padanya,"Iya...Nak Irwan akan jemput kita.Pakai mobil dia.Aku lega sekali Reza akhirnya nikah juga..."
Isteriku tersenyum,"Mungkin inilah cara Tuhan merenda kehidupan.Semoga hubungan kita dengan dia membaik ya Mas...ga enak punya musuh...he..he.."
¥�� UNTUK MEMBUKTIKAN CINTAMU,OH....
Aku juga ga mau cari musuh sebenarnya.Namun dengan mengirimkan undangan ke kami,aku merasa Nak Reza punya itikad baik menjalin kembali hubungan dengan kami.Aku akan datang dan membuktikan padanya bahwa aku juga ga membenci dia.Bahwa aku melakukan semuanya demi putriku.
¥▲▲ OH....SESUNGGUHNYA DIRIMU DI HATIKU...( Danang pov )
Kaget aku Lesti ngebel aku,"Nang cepetan ke rumahku ya!!Darurat nih!"
Aku kepo juga,"Kamu kenapa?Ada apa?" Lesti jawab,"Bukan aku.Tapi kakak ipar aku."
Aku segera meraih jaketku,"Kakak iparmu?Kenapa dia?"
Lesti malah nangis,"Pokoknya cepetan kemari!!Kak Irwan dihubungi nada sibuk melulu...cepetan ya Nang?!!"
Aku makin bertanya2,apa sesungguhnya yang terjadi di rumah Lesti.
¥▼▼ DAN DIRIKU DI HATIMU....
Langsung deh tancap gas ke sana.Sampai sana aku lihat Lesti panik gitu,"Tolong antar kakak iparku ke RS!!Dia berdarah!"
Aku ga melihat ibunya Lesti,"Maksudnya berdarah?"
Lesti membawaku ke dalam,"Tadi aku mau ambil sesuatu di bufet itu eh kursi yang kunaiki oleng,kak Evi dorong aku biar ga ketimpa hiasan kaca yang ada di atas itu.Tapi malah dia yang ketimpa.Kaki dan lengannya berdarah kena sayatan ujung2nya itu....hu...hu...kak Irwan pasti marah sama aku..." Aku menenangkan Lesti,"Udah kamu jangan nangis ok,kita bawa ke dokter aja."
¥▼▼ WALAU ADA RAGU YANG MEMBARA...
Aku lihat kakak ipar Lesti pingsan,"Aduh gimana nih..."
Untung Mamanya Lesti datang,"Ada apa ini???"
Lesti kembali nangis cerita ke Mamanya,"Maafin Lesti Bu...Kak Evi pingsan...ketimpa itu hiasan kaca itu...Lesti ga sengaja Bu...beneran..."
Dibantu ibunya Lesti aku membawa kakak ipar Lesti ke RS.Aku minta Lesti nelpon kakaknya aja daripada panik terus,"Coba telpon kakakmu Les...biar dia bisa segera ke RS."
Walau masih gemetaran karena takut,Lesti nurut juga.
¥↑↑ RAGU YANG HARUS KAU JAWAB....( IRWAN POV )
Aku ga sengaja nyenggol foto yang terpajang di mejaku,foto aku dan Evi di Turki.Foto itu jatuh,tapi ga pecah.Untung ruang kerjaku bawahnya selalu berkarpet.Segera kuambil,namun hatiku jadi cemas entah kenapa.Aku telpon Evi ah,tapi yang jawab kok Mami?Apalagi kala Mama bilang soal RS,"Evi sekarang di RS?Evi kenapa Mi?"
Mami jawab,"Kamu kesini dulu aja.Yang pasti Evi sudah ditangani dokter.Dia udah sadar juga kok." What??Sudah sadar?Jadi sampai pingsan juga isteriku?Wah aku langsung ambil kontak mobil dan cabut ke RS. Gimana kondisi Evi ya?***see you in the last eps***
Usai makan mie bersama Lesti,Irwan ngajak balik ke kamar,"Dah malam.Kita tidur dulu ya Lesti Cimoet?Kamu juga cepetan tidur besok kuliah kan?"
Lesti tersenyum padaku.Walau ga lebar amat tapi itu menenangkan hatiku,"Ya Kak.Met malam."
Di kamar Irwan meraihku dalam pelukannya,"Aku lega kamu dan Lesti dah adem.Oh ya kamu gpp kan sayang?Perutnya dah enakan belum?"
Aku malah bersandar dipelukannya,"Udah kok.Apalagi ada kamu disamping aku mana mungkin aku sakit.Kan cinta itu menyembuhkan."
Irwan lalu meraih selimut,"Pokoknya kalau ada apa2 bilang ya?Jangan bikin aku khawatir.Yuk kita tidur.Kamu harus banyak istirahat kata ibu.Jangan banyak pikiran.Mikirin aku aja hi..hi..."
Dasar Irwan,selalu tahu menentramkan hatiku.Malam itu aku tersenyum dalam tidurku.
¥○○ APAKAH KAU RAGU PADAKU....( LESTI POV )
Aku papasan sama Ibu pas mau ke kamarku,"Ibu belum tidur?"
Ibu malah mengusap kepalaku,"Lagi ngecek anak2 ibu.Ternyata semua baik2 saja.Tidurlah sayang..."
Aku tahu maksud Ibu,pasti beliau denger pembicaraanku dengan kak Evi dan kak Irwan tadi.Aku mencium pipi ibu,"Maafkan Lesti ya Bu suka bantah ibu...next time nurut deh..."
Ibu tersenyum,"Jangan kecewain ibu ya?Malam sayang...sleep well."
Aku ga heran jika ibu meragukan aku tadi tapi setelah makin mengerti duduk persoalan semuanya ternyata apa yang terlihat itu ga sesimple yang aku pikir.Aku masuk kamar dan malah nonton tv.Waduh berita soal pembunuhan yang lagi jadi hot topik di media.Aku sadar sikapku langsung main judge aja ga fair buat kakak iparku.Manusia itu bukan robot sehingga selalu sesuai programnya.Robot aja bisa rusak.Apalagi manusia dengan kehendak bebasnya dengan segala keterbatasan dan kelemahannya.Kenapa ya Tuhan sabar banget sama namanya manusia?Setiap hari Ia menerbitkan matahari tepat waktu.Orang berbagai lapisan berbagai belahan bumi berbagai suku dan ragamnya mendapat sinarnya.Mendapat kebaikannya.Kasih setia-Nya selalu baru setiap hari.Mengapa aku ga bisa kayak gitu ke orang lain.Orang itu ditakuti atau disegani karena memaafkan pelanggaran.Lha wong yang jelas membunuh aja masih berusaha dibebasin dari hukuman gantung mengapa yang ga membunuh tidak dimaafkan ya?Sedegil itukah hatiku?Bukannya aku diajarkan untuk selalu memaafkan?Kasihan kakak iparku pasti aku dah bikin dia ga nyaman deh tinggal di sini.Aku harus berubah.Tekad itu akhirnya membuatku tersenyum dalam tidurku.
¥●● KINI AKU RAGU PADAMU....( Idayu pov )
Aku lega kini Lesti dah baikan sama kakak iparnya.Aku masuk ruang kerja suamiku,"Sudah malam Pi...jaga kesehatan lho."
Suamiku malah minta dibikinkan kopi,"Tanggung nih...Hatiku ga tenang kalau kasus ini ga kukerjakan dengan segera.Kasihan lihat pejabat ini dia itu bagus kinerjanya.Ga korup atau main perempuan tapi lawan politiknya nyari2 kesalahan dia dengan memakai unsur SARA.Apa negara kita ini sedang dalam incaran target operasi ya hal2 yang mendasar diserang terus.Yang agamalah...sukulah,bahasalah..."
Aku dengerin suamiku cerita soal kasus yang sedang ia tangani,"Namanya juga negara majemuk Mas.Kalau dasar2nya dihancurkan mana bisa bertahan.Perbedaan jelas banyak apalagi menyangkut prinsip.Menjalankan suatu perintah Tuhan itu perlu hikmat dari Tuhan.Tuhan itu sifat dasarnya kan kasih.Penyayang.Tuhan lebih menyukai hati yang berbalik pada Dia daripada sebuah prinsip ditegakkan namun membinasakan orangnya.Iman,pengharapan dan kasih itu sendi2 kehidupan.Namun yang terbesar adalah kasih.Kasih itu melebihi semuanya.Apalah artinya semua kesucian kita jika Tuhan tidak melihat hal itu sebagai sebuah persembahan yang berkenan.Bukankah Ia mengatakan puasa itu artinya melakukan keadilan,kebajikan bukan sebuah liturgi keagamaan.Tapi semuanya nanti akan terang benderang kok Pi.Tuhan itu akan menyingkapkan semuanya.Papi jangan ikutan emosi jiwa.Papi kan lawyer harus tetap tenang menghadapi semua proses pengadilan." Suamiku malah terpana memandangku,"Wah ...Mami nih lebih jago jadi lawyer kayaknya...Wah2..." Aku segera bikinkan kopi buat dia,"Mami mah cuma ibu rumah tangga biasa mana pantas jadi lawyer...ga deh...Mami temeni Papi aja deh begadang..."
Suamiku segera merapikan berkas dan dokumen di mejanya,"Papi dah dapat cara nih buat sidang besok.Makasih ya Mi...hati Papi ga ragu lagi sekarang buat jalani sidang besok.Yuk kita tidur.Bukannya Tuhan memberikan berkat-Nya pada orang benar saat dia tidur?"
Aku mengikutinya,"Wah pakai ayat sekarang mau tidur aja."
Suamiku tertawa,"Lha kan lagi trend sekarang semua serba pakai ayat suci he..he.."
Dasar pengacara ya kayak gini nih.Hidup dibikin jadi jelimet.
¥□□ ADAKAH CINTA YANG TULUS KEPADAKU...( IRWAN POV )
Kerja lagi.Dah lama off nih.Kerjaan jadi pengacara itu memang ga terlihat sibuknya tapi asli mikirnya itu bikin kepala cenut2.Tapi aku tenang karena Evi baik2 saja tadi saat kutinggal.Lagian ada Mami dirumah.Evi pasti dijagai.Aduh aku kok malah mikirin dia terus.Pengacara lagi jatuh cinta nih...ya begini ni...
¥■■ ADAKAH CINTA YANG TAK PERNAH BERAKHIR....
Lagi asyik mempelajari berkas perkara eh telepon bunyi,"Wah ayah mertua nih..."
Segera kuangkat,"Ya Ayah...tumben nih nelpon Irwan?"
Ayah Hamdan demikian aku suka memanggil beliau terdengar suaranya agak parau,"Ayah dengar kamu dapat undangan pernikahan dari mantan murid Ayah dulu.Apa benar Nak?"
Oh soal undangan dari Reza,"Iya Ayah memang kenapa Yah?"
Beliau menjawab,"Ayah juga dapat Nak.Kamu akan datang di pesta itu?"
Kenapa Ayah nanya begitu ya,"Irwan belum sempat bahas itu sama Evi Yah...tapi kalau Irwan sih pinginnya datang kan diundang.Masak ga datang sih lagian Irwan dan Reza itukan berteman."
Ayah Hamdan berkata lagi,"Kalau gitu berangkatnya bareng ya?Ayah juga ingin mengakhiri kesalahpahaman dengan Nak Reza."
Wah diajak bareng nih,"Iya Ayah...Naik mobil Irwan aja."
¥◇◇ SELALU UNTUK SELAMANYA....
Cukup lama juga aku ngobrol sama Ayah mertua.Asyik sih ngobrol sama beliau.Pantas Evi juga nyenengke orangnya lha ayahnya aja kharismatik banget.Malah kepikiran isteriku lagi deh.Irwan...Irwan...
¥◆◆ TERMENUNG DI KENINGMU BASAH DI MATAMU....( Hamdan pov )
Lega sekali bicara sama menantuku.Orangnya wise dan ga pendendam.Reza yang jelas2 pernah punya hubungan asmara dengan Evi,bisa jadi teman sama dia.Aku kagum sama menantuku itu.Orangnya apa adanya.Benar2 aku ga salah pilih mantu.Kupandang lagi undangan dari Reza.Akhirnya dia ketemu jodohnya juga.Namun sempat berkerut juga keningku karena gimana bisa Reza dapat anak pejabat di kedubes ya?
¥♧♧ APAKAH ITULAH CARAMU ...OH..
Isteriku datang dan melihat undangan yang kupegang,"Kita jadi datang kan Mas?Evi dan Nak Irwan ikut juga kan?"
Aku mengangguk padanya,"Iya...Nak Irwan akan jemput kita.Pakai mobil dia.Aku lega sekali Reza akhirnya nikah juga..."
Isteriku tersenyum,"Mungkin inilah cara Tuhan merenda kehidupan.Semoga hubungan kita dengan dia membaik ya Mas...ga enak punya musuh...he..he.."
¥�� UNTUK MEMBUKTIKAN CINTAMU,OH....
Aku juga ga mau cari musuh sebenarnya.Namun dengan mengirimkan undangan ke kami,aku merasa Nak Reza punya itikad baik menjalin kembali hubungan dengan kami.Aku akan datang dan membuktikan padanya bahwa aku juga ga membenci dia.Bahwa aku melakukan semuanya demi putriku.
¥▲▲ OH....SESUNGGUHNYA DIRIMU DI HATIKU...( Danang pov )
Kaget aku Lesti ngebel aku,"Nang cepetan ke rumahku ya!!Darurat nih!"
Aku kepo juga,"Kamu kenapa?Ada apa?" Lesti jawab,"Bukan aku.Tapi kakak ipar aku."
Aku segera meraih jaketku,"Kakak iparmu?Kenapa dia?"
Lesti malah nangis,"Pokoknya cepetan kemari!!Kak Irwan dihubungi nada sibuk melulu...cepetan ya Nang?!!"
Aku makin bertanya2,apa sesungguhnya yang terjadi di rumah Lesti.
¥▼▼ DAN DIRIKU DI HATIMU....
Langsung deh tancap gas ke sana.Sampai sana aku lihat Lesti panik gitu,"Tolong antar kakak iparku ke RS!!Dia berdarah!"
Aku ga melihat ibunya Lesti,"Maksudnya berdarah?"
Lesti membawaku ke dalam,"Tadi aku mau ambil sesuatu di bufet itu eh kursi yang kunaiki oleng,kak Evi dorong aku biar ga ketimpa hiasan kaca yang ada di atas itu.Tapi malah dia yang ketimpa.Kaki dan lengannya berdarah kena sayatan ujung2nya itu....hu...hu...kak Irwan pasti marah sama aku..." Aku menenangkan Lesti,"Udah kamu jangan nangis ok,kita bawa ke dokter aja."
¥▼▼ WALAU ADA RAGU YANG MEMBARA...
Aku lihat kakak ipar Lesti pingsan,"Aduh gimana nih..."
Untung Mamanya Lesti datang,"Ada apa ini???"
Lesti kembali nangis cerita ke Mamanya,"Maafin Lesti Bu...Kak Evi pingsan...ketimpa itu hiasan kaca itu...Lesti ga sengaja Bu...beneran..."
Dibantu ibunya Lesti aku membawa kakak ipar Lesti ke RS.Aku minta Lesti nelpon kakaknya aja daripada panik terus,"Coba telpon kakakmu Les...biar dia bisa segera ke RS."
Walau masih gemetaran karena takut,Lesti nurut juga.
¥↑↑ RAGU YANG HARUS KAU JAWAB....( IRWAN POV )
Aku ga sengaja nyenggol foto yang terpajang di mejaku,foto aku dan Evi di Turki.Foto itu jatuh,tapi ga pecah.Untung ruang kerjaku bawahnya selalu berkarpet.Segera kuambil,namun hatiku jadi cemas entah kenapa.Aku telpon Evi ah,tapi yang jawab kok Mami?Apalagi kala Mama bilang soal RS,"Evi sekarang di RS?Evi kenapa Mi?"
Mami jawab,"Kamu kesini dulu aja.Yang pasti Evi sudah ditangani dokter.Dia udah sadar juga kok." What??Sudah sadar?Jadi sampai pingsan juga isteriku?Wah aku langsung ambil kontak mobil dan cabut ke RS. Gimana kondisi Evi ya?***see you in the last eps***
Eps 56 HARUSKAH BERAKHIR : Eps Terakhir
•▼:-). NADA KASIH KURASAKAN ...( Irwan pov )
Panik.Itu tersirat jelas dari raut mukaku.Ayah sampai heran melihatku,"Kamu kenapa Wan?Wajahmu cemas gitu."
Aku tahu ayah mau berangkat ke pengadilan negeri mau sidang jadi aku ga mau beliau tambah pikiran.Kujawab,"Ada yang ketinggalan Yah di rumah.Irwan mau pulang dulu."
Ayah tak bertanya lagi karena segera menuju mobil beliau dan aku menuju mobilku.Satu yang pasti aku harus tenang,itu kode etik pengacara.Akupun segera menuju RS.Doa tak henti kunaikkan supaya Tuhan menjaga isteriku.
○●□■ MEMBARA DALAM HATIKU.....
Baru sampai di halaman RS hpku bunyi,ibunya Evi ngebel.Beliau merasa khawatir tiba2 dengan Evi.Aku segera minta beliau ke RS,"Ini Irwan di RS Bu...Evi katanya pingsan..."
Perkataanku dipotong segera oleh kepanikan beliau.Berbagai tanya ia ungkapkan.Jelas aku belum tahu secara detil namun aku janji akan memberi kabar.Iapun segera bersiap mau ke RS.Jelas Ayah Evi juga jadi tahu. Aku sendiri segera menuju UGD,hatiku cemas bukan main.
◇↑◆↓ NADA KASIH KUUNGKAPKAN... ( Evi pov )
Kaget aku kala membuka mata,disekitarku perawat dan dokter sibuk memeriksa dan mengambil serpihan kaca di kakiku.Dokter tersenyum padaku,"Jangan panik Nyonya.Kami sudah hampir selesai kok."
Aku kok bisa di RS ya?Kuingat2 kejadian terakhir yang kualami.Oh iya aku lihat Lesti mau jatuh terus ga sengaja nyenggol hiasan kaca.Kudorong dia biar ga ketimpa tapi malah aku yang kena.Habis itu aku ga ingat apa2 lagi.Waktu itu aku emang lagi ga enak badan,rasanya pusing.Eh mau ke kamar mandi malah alami itu.
♡◆◇◆ DARI GEJOLAK HATIKU...
Aku diperiksa macam2 ga ngerti tuh buat apa.Dokter nampak berbisik dengan perawat,entah ngomong apa.Aku cuma ingin Irwan di sisiku.Akhirnya ia datang juga.Panik gitu,"Sayang kamu gpp?Mana yang sakit?"
Ia mengecup keningku kala tahu aku sudah ga apa2 hanya tinggal nunggu luka2nya menutup lagi.Irwan malah sibuk interogasi adiknya.Kasihan Lesti.Ketakutan sekali dia.Aku membela Lesti,"Wan...Lesti ga salah.Aku gpp.Udah ya...kumohon..."
Irwan memandangku,seperti ingin mengatakan sesuatu namun dokter memanggilnya.
¤♡¤=SERASA MEKAR TERBIT ASMARA... ( Lesti pov )
Rasanya bagai dunia runtuh.Kakak sepertinya marah deh sama aku.Nada bicaranya kayak nuduh aku yang mencelakakan isterinya,"Les...ini bukan sengaja kan?Kakak kecewa sekali kalau sampai iya..."
Aku sedih banget untung ibu menengahi,"Wan,yang harusnya kamu salahin itu ibu.Jangan salahin adikmu sayang.Lesti ga mungkin punya niat seburuk itu.Evi saja ga nyalahin adikmu.Nanti kamu lihat aja rekaman cctv di rumah.Gimana kejadiannya."
Kakak menatapku sekali lagi,"Jika sampai kakak lihat kamu emang sengaja,kakak akan cari rumah sendiri."
Aku sedih banget dengernya.Kakak kalau udah marah emang ngeri.Untung Danang setia menemaniku.Ia ga memandang gimana gitu ke aku.
◇←◆→ HARUM MEWANGI SANUBARIKU... ( IRWAN POV )
Aku heran Evi kok malah belain Lesti.Namun kemarahanku tertahan karena dokter ingin bicara,"Yang mana suami pasien?"
Aku segera mendekat,"Saya Dok!Bagaimana isteri saya Dok?"
Dokter mengajakku ke ruangannya,"Luka gores sudah kami tangani.Luka robek juga sudah kami jahit.Tapi ada yang perlu saya beritahukan pada Anda."
Waduh aku deg2an.
♡~¤~ TIADA RAGU HATI KITA...
Aku menyiapkan hatimu namun dokter berkata,"Anda harus lebih menjaga isteri Anda karena setelah kami periksa ternyata isteri Anda sudah hamil.Selamat Pak Irwan!"
Berhubung saya ketiduran part 2 end eps nya ntar ya?Sorry.***See you in part 2***
>>>¤ SATU DALAM CINTA YANG SUCI...( Irwan pov )
Aku terpana tak percaya,"Isteri saya hamil,Dok?"
Dokter malah menjabat tanganku,"Iya.Untung ga terjadi apa2.Namun saya sarankan Anda lebih memperhatikan isteri Anda sekarang."
Jelas aku akan perhatikan Evi,itu sudah pasti.Namun rasa bahagia ini seketika berubah kecemasan,Evi hamil dan aku kerja.Ini aja baru kutinggal sehari dah kayak gini.Gimana nanti?Aku harus putar otak supaya nemu win2 solution.Apalagi ini anak pertama,pastinya harus ekstra care. >>>¤ DALAM SANUBARI....
Dalam hati aku sangat bahagia.Aku jadi ayah!!!Yes!!!Seneng banget rasanya.Apalagi ibu dari anakku adalah wanita yang sangat kucintai.Tak terasa air mata membasahi kelopak mataku kala kembali menemui Evi.Kasihan dia,kakinya diperban dan ga bisa banyak bergerak.Mau apa2 susah.Apalagi dia sedang mengandung anakku.Aku berbisik pada ibu,"Irwan ingin bicara berdua dengan Evi Bu.Maaf bisa tinggalkan kami sebentar saja."
Ibu mengerti dan mengajak yang lain keluar.Evi meraih jemariku,"Wan...dokter bilang apa?Wajahmu kok berkaca2 gitu?Kondisiku parahkah?"
>>>¤SEMARAKNYA DALAM HATI INI....
Aku ambil kursi dan duduk dekat bed pasien,"Sayang,aku sudah berpikir sejak tadi.Aku akan bekerja di rumah saja."
Evi memandang heran,"Maksudnya?"
Aku mengecup tangannya,"Aku akan pindahkan sementara kantorku ke rumah.Jadi aku bisa awasi kamu.Kata dokter kamu harus lebih intensif diperhatikan."
Evi membelai kepalaku,"Aku gpp Wan...kamu jangan cemas ok?"
Aku malah mengusap perut Evi,"Bukan hanya kau yang kucemaskan sayang...."
Evi kian tak mengerti,"Maksudmu?"
Kupegang tangannya dan kutempelkan di perutnya,"Dokter bilang kamu hamil sayang...Kita akan punya bayi."
Evi meraba perutnya,"Didalam sini ada darah daging kita?Kau tidak bercanda kan?"
>>>¤ SEAKAN TIADA USAI BERANJAK....
"Mana mungkin aku bercanda untuk hal sebesar ini Vi."
Seakan masih tak percaya Evi memandangku,"Kau bahagia mengetahuinya Wan?"
Kuraih dia dalam pelukanku,"Tentu saja Vi!Aku akan jadi ayah!!"
Kukecup kening isteriku dan memintanya untuk lebih menjaga diri mulai kini.Ia mengangguk,"Aku akan menurutimu.Perbuatlah apa yang menurutmu baik dilakukan."
Akhirnya dia setuju juga.Aku lega.
>>>¤ ASMARAKU ASMARAMU...( Reza pov )
Kuharap Evi dan suaminya juga Ayah Hamdan dan Bunda Rita sudi datang dalam pernikahanku.Kisah asmaraku dengan Evi kini sudah menjadi masa lalu.Evi sudah punya Irwan dan aku punya Hayati.Kami menuliskan kisah asmara masing2.Aku tak punya alasan lagi untuk tidak menjalin hubungan dengan keluarga Ayah Hamdan.Lagipula Hayati tidak keberatan.Ia malah mengajakku berziarah ke makam Putra.Air matanya menetes dan kukatakan pada makam mendiang tunangan Hayati bahwa aku akan menjaga Hayati dengan baik.Aku janji jika kelak kami punya anak laki2 akan kami beri nama Putra.Hayati terharu mendengarnya,"Terima kasih Kak Reza."
>>>* TIADA MUNGKIN KAN BERPISAH...
Kami meninggalkan area pemakaman sambil bergandeng tangan.Kini aku tahu mengapa Tuhan menghalangiku mendapatkan Evi karena aku diciptakan-Nya untuk menghibur sebuah hati yang terluka.Jika saja aku tak berpisah dari Evi maka aku akan melukai banyak hati.Tinggal menunggu hari H saja nih.
>>>♡WALAU BADAI DATANG PADAKU...( Lesti pov )
Kak Evi akhirnya dibawa pulang setelah sehari tinggal di RS.Kak Irwan jadi lebih protektif sama isterinya.Bahkan kantornya dipindah ke rumah.Walau kak Evi berkali2 nerangin soal aku yang tak punya niat buruk pada dia tapi kakakku masih saja ga biarin aku dan isterinya sendirian.Jujur aku sedih.Hingga aku berniat mau kost aja dekat kampus,"Lesti mau cari kost aja deh Bu."
Ibu lalu mengajakku bicara di kamar,"Jangan kekanakan sayang.Kau tahu kenapa kakakmu sangat protektif akhir2 ini?"
Aku jawab asal aja,"Karena ada Lesti kan?Kak Irwan curiga sama Lesti kan?"
Namun ternyata aku salah,"Bukan sayang,semua karena kita akan kedatangan anggota keluarga baru."
Awalnya aku ga ngeh,"Keluarga baru?Maksud ibu..."
Ibu bergaya menimang bayi,"Kakak iparmu sedang hamil.Kamu akan jadi tante!!"
Wah,aku langsung teriak kegirangan,"Cihuy!!Bakal ramai dong di rumah!Yeah!!"
Kebetulan Kak Irwan datang,"Ada apa ini heboh amat?"
Segera aku peluk kakakku tersayang itu,"Kak,Lesti janji ga pernah punya niat jahat dan ga akan pernah nyakitin kak Evi.Apalagi nyakitin calon ponakan aku...Ga banget dong!Selamat ya Kakak mau jadi ayah nih ye!!"
Kak Irwan tersenyum,"Janji ya kamu bakal baik sama isteri kakak?Janji juga bakal bantu kakak jaga dedek bayinya.Janji?"
Kami bertaut jari kelingking,"Janji!"
Kak Evi yang baru bangun tidur siang tersenyum melihat kami.
>>>¤YAKINLAH DIRIMU...( EVI POV )
Keseharianku dikamar saja,paling jalan ke taman itupun masih pakai kursi roda.Irwan protektif banget.Tak jarang klien dia disuruh nunggu karena ngurusi aku.Kakiku dah mulai membaik tapi Irwan memutuskan untuk tidak mengajakku bepergian dulu.Jadi akhirnya Ayah dan Ibu yang datang di pernikahan Reza.Mereka awalnya kecewa karena aku dan Irwan ga ikut tapi begitu dikasih tahu alasannya,mereka langsung gembira.Gimana ga gembira,mereka hepi banget tahu aku sedang hamil.Sama kayak Mami Idayu dan Ayahnya Irwan kala tahu bakal punya cucu.Semua segera kasih nasehat sama aku juga Irwan.Cerita pengalaman mereka dulu.Aku bahagia dan semakin yakin bahwa hidupku memang untuk bersama Irwan.
>>>¤SUNGGUH KASIH....( AYAH HAMDAN POV )
Bahagianya aku kala tahu ternyata putriku tengah berbadan dua.Pernikahan yang kutakutkan bakal berubah menjadi perceraian kini malah bertunas dan akan segera menghasilkan buah cinta pertamanya.Semoga langgeng dan dikaruniai kebahagiaan terus.Raut bahagia jelas terpancar dari wajah menantuku.Perhatian banget dia sama Evi.Kelihatan banget kalau dia cinta sama putriku.Lega hatiku,keputusanku menentang hubungan Evi dan Reza dulu ternyata tak berakhir nestapa.Reza juga telah menemukan jodohnya,anak diplomat lagi.Keren!Sungguh aku bersyukur kepada Tuhan akhirnya mengubahkan semua menjadi indah.
>>>¤DEMI TUHAN AKU AKAN SELALU MENYAYANGI DIRIMU...
Datang ke pernikahan Reza awalnya aku grogi juga namun kala melihatku,Reza malah yang inisiatif mendekatiku.Aku terpana kala dia meminta restu padaku,"Ayah Hamdan maafkan Reza ya...Kini Reza mengerti semua sikap Ayah dulu.Reza mohon restui Reza ya biar bahagia seperti Irwan dan Evi."
Kupeluk dia,"Ayah juga minta maaf Nak...Ayah ga benci kamu.Ayah mau kita tetap menjaga hubungan baik.Ayah ini bukan siapa2 kamu tapi ayah merestui kamu semoga mendapat kebahagiaan dan dikaruniai anak2 yang indah seindah suaramu."
Hayati demikian nama isteri Reza,dia juga sangat ramah dan manis.Aku lega kini semua beban di hatiku sudah hilang.Reza sempat menanyakan ketidakhadiran Evi dan Irwan namun dia mengerti kala kuceritakan soal kondisi Evi.Malah dia nampak ikut bahagia mengetahui Evi sudah hamil,"Wah selamat selamat!"
>>>¤ PERCAYALAH SAYANG...( Idayu pov )
Sejak Evi hamil,rumah jadi terasa meriah.Ada saja yang datang menjenguk Evi.Entah kakak2nya,orang tuanya belum kolega2 dan klien2 Irwan.Rumah ramai gitu.Lesti juga berubah sikapnya.Jadi sayang banget sama kakak iparnya.Malah galakan dia dari Irwan soal Evi.Evi kemana saja dia jagain.Aduh...yang hamil siapa yang heboh siapa.Seru pokoknya suasana di rumah.Hingga sebuah kabar mengejutkan kami semua.Kabar dari dokter kandungan.Rupanya Evi anaknya kembar.Wah semua kian heboh bin horek.Horok!Ada yang ga percaya tapi emang ada sih garis dari nenek moyang keluargaku soal anak kembar.Ga sangka aja jatuhnya Irwan.Wah Irwan kian protektif gitu deh.
>>>¤ AKAN TULUSNYA CINTAKU KEPADAMU...( Irwan pov )
Anak kembar?Wow!Satu aja dah bikin aku hepi eh dikasih dua sama Tuhan.Double hepi nih.Ayah malah nyeletuk,"Ampuh bener kamu Wan!Bikin sekali aja langsung jadi 2.Wow!!"
Semua malah ketawa ger2an karenanya.Namun aku malah was2 juga soalnya ini kali pertama dan kembar pula.Setiap malam aku berlutut di hadirat Tuhan,kiranya Tuhan menjagai isteri dan bayi2ku.Aku tak ingin hal buruk terjadi saat persalinan nanti.Apalagi banyak mitos mengatakan kalau anak pertama itu biasanya sulit persalinannya.Akan tetapi semua kubawa dalam doa,isteriku juga kuajak doa bersama setiap hari agar semua selamat dan baik2 saja.
>>>¤ KITA PASTI ...( EVI POV )
Walau belum tahu pasti jenis kelamin anak2ku nanti tapi aku dah siapin nama2 buat mereka.Kalau cewek ntar mau dikasih nama Revania Sarah Putrawan.Kalau cowok Revan Sean Putrawan.Kalau cewek2 maka satunya nanti akan mengambil nama yang tengah.Demikianpun kalau cowok2.Perutku kian besar,makhlum anak kembar.Ditengah penantian eh teman Irwan ada juga yang baru lahiran isterinya.Dulu dia musuh gitu sama Irwan.Suka jelek2in lah di media.Sempat merusak reputasi juga namun sejak kejadian naas yang menimpa buah hatinya,ia berubah.Isterinya melahirkan anak kembar.Lahirnya prematur dan bobot bayinya cuma 1,2 kg dan 1,1 kg.Awalnya cuma satu yang ga tertolong tapi akhirnya dua2nya ga bisa dimong.Meninggal semua.
>>>¤ KAN SELALU BERSAMA SEHIDUP SEMATI....
Aku takut sekali dan kian sering berdoa juga berbuat kebaikan.Mengunjungi panti asuhan dan bagi2 makanan serta meminta doa dari mereka.Jangan sampai kisah naas itu terjadi padaku.Aku ingin melahirkan dan memelihara anak2ku,buah cintaku dengan pria yang kucintai.Aku juga ingin mengabdikan hidupku membuat bahagia Irwan.Anak2 itu senang sekali kami kunjungi.Dan akhirnya kami kembali lagi ke panti asuhan itu setelah beberapa bulan kelahiran.Semua keluarga juga ikut.Ucapan syukur kami atas lahirnya putra putriku dengan selamat.Irwan bahkan cerita gimana perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya.Semua terharu dan Lesti merekam semuanya dalam video.Revania dan Revan nampak anteng dengerin ayahnya cerita.Terima kasih Tuhan telah memberiku tuntunan dalam menemukan dan mengerti apa itu cinta.***THE END***
Panik.Itu tersirat jelas dari raut mukaku.Ayah sampai heran melihatku,"Kamu kenapa Wan?Wajahmu cemas gitu."
Aku tahu ayah mau berangkat ke pengadilan negeri mau sidang jadi aku ga mau beliau tambah pikiran.Kujawab,"Ada yang ketinggalan Yah di rumah.Irwan mau pulang dulu."
Ayah tak bertanya lagi karena segera menuju mobil beliau dan aku menuju mobilku.Satu yang pasti aku harus tenang,itu kode etik pengacara.Akupun segera menuju RS.Doa tak henti kunaikkan supaya Tuhan menjaga isteriku.
○●□■ MEMBARA DALAM HATIKU.....
Baru sampai di halaman RS hpku bunyi,ibunya Evi ngebel.Beliau merasa khawatir tiba2 dengan Evi.Aku segera minta beliau ke RS,"Ini Irwan di RS Bu...Evi katanya pingsan..."
Perkataanku dipotong segera oleh kepanikan beliau.Berbagai tanya ia ungkapkan.Jelas aku belum tahu secara detil namun aku janji akan memberi kabar.Iapun segera bersiap mau ke RS.Jelas Ayah Evi juga jadi tahu. Aku sendiri segera menuju UGD,hatiku cemas bukan main.
◇↑◆↓ NADA KASIH KUUNGKAPKAN... ( Evi pov )
Kaget aku kala membuka mata,disekitarku perawat dan dokter sibuk memeriksa dan mengambil serpihan kaca di kakiku.Dokter tersenyum padaku,"Jangan panik Nyonya.Kami sudah hampir selesai kok."
Aku kok bisa di RS ya?Kuingat2 kejadian terakhir yang kualami.Oh iya aku lihat Lesti mau jatuh terus ga sengaja nyenggol hiasan kaca.Kudorong dia biar ga ketimpa tapi malah aku yang kena.Habis itu aku ga ingat apa2 lagi.Waktu itu aku emang lagi ga enak badan,rasanya pusing.Eh mau ke kamar mandi malah alami itu.
♡◆◇◆ DARI GEJOLAK HATIKU...
Aku diperiksa macam2 ga ngerti tuh buat apa.Dokter nampak berbisik dengan perawat,entah ngomong apa.Aku cuma ingin Irwan di sisiku.Akhirnya ia datang juga.Panik gitu,"Sayang kamu gpp?Mana yang sakit?"
Ia mengecup keningku kala tahu aku sudah ga apa2 hanya tinggal nunggu luka2nya menutup lagi.Irwan malah sibuk interogasi adiknya.Kasihan Lesti.Ketakutan sekali dia.Aku membela Lesti,"Wan...Lesti ga salah.Aku gpp.Udah ya...kumohon..."
Irwan memandangku,seperti ingin mengatakan sesuatu namun dokter memanggilnya.
¤♡¤=SERASA MEKAR TERBIT ASMARA... ( Lesti pov )
Rasanya bagai dunia runtuh.Kakak sepertinya marah deh sama aku.Nada bicaranya kayak nuduh aku yang mencelakakan isterinya,"Les...ini bukan sengaja kan?Kakak kecewa sekali kalau sampai iya..."
Aku sedih banget untung ibu menengahi,"Wan,yang harusnya kamu salahin itu ibu.Jangan salahin adikmu sayang.Lesti ga mungkin punya niat seburuk itu.Evi saja ga nyalahin adikmu.Nanti kamu lihat aja rekaman cctv di rumah.Gimana kejadiannya."
Kakak menatapku sekali lagi,"Jika sampai kakak lihat kamu emang sengaja,kakak akan cari rumah sendiri."
Aku sedih banget dengernya.Kakak kalau udah marah emang ngeri.Untung Danang setia menemaniku.Ia ga memandang gimana gitu ke aku.
◇←◆→ HARUM MEWANGI SANUBARIKU... ( IRWAN POV )
Aku heran Evi kok malah belain Lesti.Namun kemarahanku tertahan karena dokter ingin bicara,"Yang mana suami pasien?"
Aku segera mendekat,"Saya Dok!Bagaimana isteri saya Dok?"
Dokter mengajakku ke ruangannya,"Luka gores sudah kami tangani.Luka robek juga sudah kami jahit.Tapi ada yang perlu saya beritahukan pada Anda."
Waduh aku deg2an.
♡~¤~ TIADA RAGU HATI KITA...
Aku menyiapkan hatimu namun dokter berkata,"Anda harus lebih menjaga isteri Anda karena setelah kami periksa ternyata isteri Anda sudah hamil.Selamat Pak Irwan!"
Berhubung saya ketiduran part 2 end eps nya ntar ya?Sorry.***See you in part 2***
The Last Eps HARUSKAH BERAKHIR : The Whole Family
>>>¤ SATU DALAM CINTA YANG SUCI...( Irwan pov )
Aku terpana tak percaya,"Isteri saya hamil,Dok?"
Dokter malah menjabat tanganku,"Iya.Untung ga terjadi apa2.Namun saya sarankan Anda lebih memperhatikan isteri Anda sekarang."
Jelas aku akan perhatikan Evi,itu sudah pasti.Namun rasa bahagia ini seketika berubah kecemasan,Evi hamil dan aku kerja.Ini aja baru kutinggal sehari dah kayak gini.Gimana nanti?Aku harus putar otak supaya nemu win2 solution.Apalagi ini anak pertama,pastinya harus ekstra care. >>>¤ DALAM SANUBARI....
Dalam hati aku sangat bahagia.Aku jadi ayah!!!Yes!!!Seneng banget rasanya.Apalagi ibu dari anakku adalah wanita yang sangat kucintai.Tak terasa air mata membasahi kelopak mataku kala kembali menemui Evi.Kasihan dia,kakinya diperban dan ga bisa banyak bergerak.Mau apa2 susah.Apalagi dia sedang mengandung anakku.Aku berbisik pada ibu,"Irwan ingin bicara berdua dengan Evi Bu.Maaf bisa tinggalkan kami sebentar saja."
Ibu mengerti dan mengajak yang lain keluar.Evi meraih jemariku,"Wan...dokter bilang apa?Wajahmu kok berkaca2 gitu?Kondisiku parahkah?"
>>>¤SEMARAKNYA DALAM HATI INI....
Aku ambil kursi dan duduk dekat bed pasien,"Sayang,aku sudah berpikir sejak tadi.Aku akan bekerja di rumah saja."
Evi memandang heran,"Maksudnya?"
Aku mengecup tangannya,"Aku akan pindahkan sementara kantorku ke rumah.Jadi aku bisa awasi kamu.Kata dokter kamu harus lebih intensif diperhatikan."
Evi membelai kepalaku,"Aku gpp Wan...kamu jangan cemas ok?"
Aku malah mengusap perut Evi,"Bukan hanya kau yang kucemaskan sayang...."
Evi kian tak mengerti,"Maksudmu?"
Kupegang tangannya dan kutempelkan di perutnya,"Dokter bilang kamu hamil sayang...Kita akan punya bayi."
Evi meraba perutnya,"Didalam sini ada darah daging kita?Kau tidak bercanda kan?"
>>>¤ SEAKAN TIADA USAI BERANJAK....
"Mana mungkin aku bercanda untuk hal sebesar ini Vi."
Seakan masih tak percaya Evi memandangku,"Kau bahagia mengetahuinya Wan?"
Kuraih dia dalam pelukanku,"Tentu saja Vi!Aku akan jadi ayah!!"
Kukecup kening isteriku dan memintanya untuk lebih menjaga diri mulai kini.Ia mengangguk,"Aku akan menurutimu.Perbuatlah apa yang menurutmu baik dilakukan."
Akhirnya dia setuju juga.Aku lega.
>>>¤ ASMARAKU ASMARAMU...( Reza pov )
Kuharap Evi dan suaminya juga Ayah Hamdan dan Bunda Rita sudi datang dalam pernikahanku.Kisah asmaraku dengan Evi kini sudah menjadi masa lalu.Evi sudah punya Irwan dan aku punya Hayati.Kami menuliskan kisah asmara masing2.Aku tak punya alasan lagi untuk tidak menjalin hubungan dengan keluarga Ayah Hamdan.Lagipula Hayati tidak keberatan.Ia malah mengajakku berziarah ke makam Putra.Air matanya menetes dan kukatakan pada makam mendiang tunangan Hayati bahwa aku akan menjaga Hayati dengan baik.Aku janji jika kelak kami punya anak laki2 akan kami beri nama Putra.Hayati terharu mendengarnya,"Terima kasih Kak Reza."
>>>* TIADA MUNGKIN KAN BERPISAH...
Kami meninggalkan area pemakaman sambil bergandeng tangan.Kini aku tahu mengapa Tuhan menghalangiku mendapatkan Evi karena aku diciptakan-Nya untuk menghibur sebuah hati yang terluka.Jika saja aku tak berpisah dari Evi maka aku akan melukai banyak hati.Tinggal menunggu hari H saja nih.
>>>♡WALAU BADAI DATANG PADAKU...( Lesti pov )
Kak Evi akhirnya dibawa pulang setelah sehari tinggal di RS.Kak Irwan jadi lebih protektif sama isterinya.Bahkan kantornya dipindah ke rumah.Walau kak Evi berkali2 nerangin soal aku yang tak punya niat buruk pada dia tapi kakakku masih saja ga biarin aku dan isterinya sendirian.Jujur aku sedih.Hingga aku berniat mau kost aja dekat kampus,"Lesti mau cari kost aja deh Bu."
Ibu lalu mengajakku bicara di kamar,"Jangan kekanakan sayang.Kau tahu kenapa kakakmu sangat protektif akhir2 ini?"
Aku jawab asal aja,"Karena ada Lesti kan?Kak Irwan curiga sama Lesti kan?"
Namun ternyata aku salah,"Bukan sayang,semua karena kita akan kedatangan anggota keluarga baru."
Awalnya aku ga ngeh,"Keluarga baru?Maksud ibu..."
Ibu bergaya menimang bayi,"Kakak iparmu sedang hamil.Kamu akan jadi tante!!"
Wah,aku langsung teriak kegirangan,"Cihuy!!Bakal ramai dong di rumah!Yeah!!"
Kebetulan Kak Irwan datang,"Ada apa ini heboh amat?"
Segera aku peluk kakakku tersayang itu,"Kak,Lesti janji ga pernah punya niat jahat dan ga akan pernah nyakitin kak Evi.Apalagi nyakitin calon ponakan aku...Ga banget dong!Selamat ya Kakak mau jadi ayah nih ye!!"
Kak Irwan tersenyum,"Janji ya kamu bakal baik sama isteri kakak?Janji juga bakal bantu kakak jaga dedek bayinya.Janji?"
Kami bertaut jari kelingking,"Janji!"
Kak Evi yang baru bangun tidur siang tersenyum melihat kami.
>>>¤YAKINLAH DIRIMU...( EVI POV )
Keseharianku dikamar saja,paling jalan ke taman itupun masih pakai kursi roda.Irwan protektif banget.Tak jarang klien dia disuruh nunggu karena ngurusi aku.Kakiku dah mulai membaik tapi Irwan memutuskan untuk tidak mengajakku bepergian dulu.Jadi akhirnya Ayah dan Ibu yang datang di pernikahan Reza.Mereka awalnya kecewa karena aku dan Irwan ga ikut tapi begitu dikasih tahu alasannya,mereka langsung gembira.Gimana ga gembira,mereka hepi banget tahu aku sedang hamil.Sama kayak Mami Idayu dan Ayahnya Irwan kala tahu bakal punya cucu.Semua segera kasih nasehat sama aku juga Irwan.Cerita pengalaman mereka dulu.Aku bahagia dan semakin yakin bahwa hidupku memang untuk bersama Irwan.
>>>¤SUNGGUH KASIH....( AYAH HAMDAN POV )
Bahagianya aku kala tahu ternyata putriku tengah berbadan dua.Pernikahan yang kutakutkan bakal berubah menjadi perceraian kini malah bertunas dan akan segera menghasilkan buah cinta pertamanya.Semoga langgeng dan dikaruniai kebahagiaan terus.Raut bahagia jelas terpancar dari wajah menantuku.Perhatian banget dia sama Evi.Kelihatan banget kalau dia cinta sama putriku.Lega hatiku,keputusanku menentang hubungan Evi dan Reza dulu ternyata tak berakhir nestapa.Reza juga telah menemukan jodohnya,anak diplomat lagi.Keren!Sungguh aku bersyukur kepada Tuhan akhirnya mengubahkan semua menjadi indah.
>>>¤DEMI TUHAN AKU AKAN SELALU MENYAYANGI DIRIMU...
Datang ke pernikahan Reza awalnya aku grogi juga namun kala melihatku,Reza malah yang inisiatif mendekatiku.Aku terpana kala dia meminta restu padaku,"Ayah Hamdan maafkan Reza ya...Kini Reza mengerti semua sikap Ayah dulu.Reza mohon restui Reza ya biar bahagia seperti Irwan dan Evi."
Kupeluk dia,"Ayah juga minta maaf Nak...Ayah ga benci kamu.Ayah mau kita tetap menjaga hubungan baik.Ayah ini bukan siapa2 kamu tapi ayah merestui kamu semoga mendapat kebahagiaan dan dikaruniai anak2 yang indah seindah suaramu."
Hayati demikian nama isteri Reza,dia juga sangat ramah dan manis.Aku lega kini semua beban di hatiku sudah hilang.Reza sempat menanyakan ketidakhadiran Evi dan Irwan namun dia mengerti kala kuceritakan soal kondisi Evi.Malah dia nampak ikut bahagia mengetahui Evi sudah hamil,"Wah selamat selamat!"
>>>¤ PERCAYALAH SAYANG...( Idayu pov )
Sejak Evi hamil,rumah jadi terasa meriah.Ada saja yang datang menjenguk Evi.Entah kakak2nya,orang tuanya belum kolega2 dan klien2 Irwan.Rumah ramai gitu.Lesti juga berubah sikapnya.Jadi sayang banget sama kakak iparnya.Malah galakan dia dari Irwan soal Evi.Evi kemana saja dia jagain.Aduh...yang hamil siapa yang heboh siapa.Seru pokoknya suasana di rumah.Hingga sebuah kabar mengejutkan kami semua.Kabar dari dokter kandungan.Rupanya Evi anaknya kembar.Wah semua kian heboh bin horek.Horok!Ada yang ga percaya tapi emang ada sih garis dari nenek moyang keluargaku soal anak kembar.Ga sangka aja jatuhnya Irwan.Wah Irwan kian protektif gitu deh.
>>>¤ AKAN TULUSNYA CINTAKU KEPADAMU...( Irwan pov )
Anak kembar?Wow!Satu aja dah bikin aku hepi eh dikasih dua sama Tuhan.Double hepi nih.Ayah malah nyeletuk,"Ampuh bener kamu Wan!Bikin sekali aja langsung jadi 2.Wow!!"
Semua malah ketawa ger2an karenanya.Namun aku malah was2 juga soalnya ini kali pertama dan kembar pula.Setiap malam aku berlutut di hadirat Tuhan,kiranya Tuhan menjagai isteri dan bayi2ku.Aku tak ingin hal buruk terjadi saat persalinan nanti.Apalagi banyak mitos mengatakan kalau anak pertama itu biasanya sulit persalinannya.Akan tetapi semua kubawa dalam doa,isteriku juga kuajak doa bersama setiap hari agar semua selamat dan baik2 saja.
>>>¤ KITA PASTI ...( EVI POV )
Walau belum tahu pasti jenis kelamin anak2ku nanti tapi aku dah siapin nama2 buat mereka.Kalau cewek ntar mau dikasih nama Revania Sarah Putrawan.Kalau cowok Revan Sean Putrawan.Kalau cewek2 maka satunya nanti akan mengambil nama yang tengah.Demikianpun kalau cowok2.Perutku kian besar,makhlum anak kembar.Ditengah penantian eh teman Irwan ada juga yang baru lahiran isterinya.Dulu dia musuh gitu sama Irwan.Suka jelek2in lah di media.Sempat merusak reputasi juga namun sejak kejadian naas yang menimpa buah hatinya,ia berubah.Isterinya melahirkan anak kembar.Lahirnya prematur dan bobot bayinya cuma 1,2 kg dan 1,1 kg.Awalnya cuma satu yang ga tertolong tapi akhirnya dua2nya ga bisa dimong.Meninggal semua.
>>>¤ KAN SELALU BERSAMA SEHIDUP SEMATI....
Aku takut sekali dan kian sering berdoa juga berbuat kebaikan.Mengunjungi panti asuhan dan bagi2 makanan serta meminta doa dari mereka.Jangan sampai kisah naas itu terjadi padaku.Aku ingin melahirkan dan memelihara anak2ku,buah cintaku dengan pria yang kucintai.Aku juga ingin mengabdikan hidupku membuat bahagia Irwan.Anak2 itu senang sekali kami kunjungi.Dan akhirnya kami kembali lagi ke panti asuhan itu setelah beberapa bulan kelahiran.Semua keluarga juga ikut.Ucapan syukur kami atas lahirnya putra putriku dengan selamat.Irwan bahkan cerita gimana perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya.Semua terharu dan Lesti merekam semuanya dalam video.Revania dan Revan nampak anteng dengerin ayahnya cerita.Terima kasih Tuhan telah memberiku tuntunan dalam menemukan dan mengerti apa itu cinta.***THE END***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar