CERBUNG KE - 6 " ARJUN " ^^^ EPS 1-12

INTRODUCING MY SIXTH STORY ♥~







A◇R◇J◇U◇N ~♡
♡~ A◆R◆J◆U◆N ~♥ Kisah cinta selalu jadi topik utama Legenda sebuah kisah cinta di Tanah Jawa Kisah asmara yang melahirkan raja-raja Inikah adaptasi kisah cinta melegenda Kisah betapa dalamnya cinta seorang ksatria Terhadap seorang wanita berparas jelita Bilangan bidadari di kahyangan tidak genap tanpa dia Kecantikannya tak terkira sungguh mempesona setiap pria Tutur katanya lembut dan bijaksana Sederhana menjalani kehidupannya Titisan Dewi dari swarga loka Siapakah yang akan mendapatkannya Sang ksatria sakti mandraguna Sangat tampan dan berwibawa Idaman semua wanita Lahir dari keturunan raja Mengalahkan banyak raksasa Panah cinta sang putra ketiga Kepada siapakah hatinya bermuara ♥ PARA PEMAIN ♡ DA2,DA1,DA Asia Pandu : Benigno Aquino Dewi Kunti : Inul Daratista Dewi Madrim : Isda Pandawa 》 ♡ Yang lahir dari Bunda Ratu Inul : Yudistira →Frans DA1 Werkudara / Bima →George DA Asia Arjuna →Irwan DA2 ♥ Yang lahir dari Isda : Nakula-Sadewa →2R / Rizky-Ridho Kerabat Pandawa》Orang2 yang punya hubungan baik dengan Pandawa. Krisna : Fahrul Rozi Baladewa : Saiful Jamil Rukmini : Rina Nose Sembadra : Evi Masamba Drupadi : Ikif DA1 Arimbi : Aty DA1 Punakawan》Empat Sekawan Mereka empat orang yang sangat setia menemani Irwan kemana saja.Sudah seperti pengawal kepercayaan atau bodyguard. Semar ~ Ivan Gunawan Gareng ~ Adi Bagong ~ Yayat Petruk ~ Hamzah Kurawa 》Tokoh2 yang akan sering mengusik kehidupan Pandawa. Duryudana → Danang DA2 Burisrawa → Reza DA2 Banowati → Intan DA2 Gandari → Cici Paramida Destrarata → Subro DA1 Sengkuni → Ramzi 
 Ketika cinta menuliskan sejarahnya Menyatukan dua hati yang berbeda Aku disini dan kau disana Wahai dinda terimalah cinta kakanda Jika suka silakan ditunggu eps perdananya.***See you next eps***
Eps Perdana ÷÷÷>>>♥ARJUN ♡<<<÷÷÷
÷÷>>>♡ARJUN♥<<<÷÷÷♡♡♡ Eps Perdana ♥♥♥>>> Kingdom = Kerajaan <<< >>>Kerajaan Sulawesi Seorang gadis kecil berambut kemerah2an dan jarang tampak bersembunyi di balik sebatang pohon sambil memperhatikan teman2nya bermain engklek.Biasa permainan anak dengan melangkahkan kaki satu2 lalu melewati kotak2 dan melempar gajuk atau kepingan genting atau benda yang berbentuk persegi kecil.Kenapa dia ga ikut main saja bareng teman2nya?Dia malu,wajahnya jelek dan kulitnya hitam.Padahal ia putri seorang raja namun fisiknya sangat membuatnya minder dalam pergaulan.Ia pernah mencoba bergabung tapi pasti mereka akan langsung bubar.Kasihan dia,ga punya teman.Siapa sih dia? Seorang pria tua berpakaian kebesaran mendekati gadis kecil itu,"Putriku Evi,Kenapa kau bersembunyi di sini?Ayo mainlah dengan mereka.Apa yang kamu takutkan putriku?" Evi ternyata waktu kecilnya jelek ya?Iya mana hitam lagi.Dengarlah apa jawab Evi pada ayahnya,"Ayahanda,mereka akan mengejekku karena aku jelek.Aku ingin bermain dengan mereka tapi aku selalu membuat mereka takut karena aku sangat jelek Ayah." Sang raja lalu memberi keberanian pada putrinya,"Kau adalah putri seorang raja jadi kau harus berani dan tegar.Kecantikan itu yang utama adalah dari hati.Jadi kau harus bangga dengan keadaanmu.Kau harus bersyukur dengan apapun pemberian Yang Maha Kuasa padamu.Kau mengerti Evi?" Gadis kecil itu mengangguk,"Mengerti Ayahanda.Aku akan keluar dan bermain dengan mereka.Tapi,kalau mereka tak mau bermain denganku bagaimana Ayah?" Sang Raja tersenyum,"Ada ayah disini,kalau mereka nakal,kau bilang pada ayah.Ayo main sana!" Dengan riang gadis kecil berkulit hitam itupun keluar dari persembunyiannya.Ia melangkah pelan2 ke arah teman2nya lalu menyapa mereka,"Hello teman2...Bolehkah aku main dengan kalian?" Baru disapa eh mereka langsung meledeknya,"Hitam!Hitam!!Jelek!Jelek!!Kami ga mau ketularan jelek kayak kamu!Pergi kamu dari sini!Dasar hitam!" Evi tertunduk dihina bahkan ada yang hendak melemparnya dengan batu,"Hei hitam!Pergi dari sini!Dasar jelek!Pergi ga atau aku akan..." Tiba2 seorang bocah laki2 nan tampan sudah berdiri di depan Evi,"Kalau kau berani menganggu dia,hadapi aku dulu!" Wah mereka langsung keder,"Gawat!Dia kan Pangeran Irwan,putra ketiga Raja Benigno.Raja Besar penguasa Kerajaan Asia.Dia jago memanah lho!Hayo kabur saja.Main ditempat lain!!Kabur!!" Semuanya malah kabur.Evi nampak sedih dan berlari pada ayahnya,Raja Sulawesi,"Ayah!!" Sang Raja lalu keluar menemui si bocah tampan,Irwan.Ia bertanya pada bocah laki2 berkulit putih itu,"Nak kau ini putra Raja Benigno kan ?Kenapa sampai di sini?" Irwan meletakkan panahnya dan memberi hormat pada Raja Sulawesi,"Yang Mulia!Salam hormat dari saya.Memang saya berasal dari Kerajaan Asia dan sedang berburu di sekitar sini bersama saudara2 saya.Namun sepertinya saya malah masuk ke wilayah Yang Mulia.Maafkan saya." Sang Raja kagum dengan kepribadian Irwan,"Kemarilah!" Irwanpun mendekat dan sang raja memanggil putrinya juga,"Evi kemarilah duduk di pangkuan Ayah!Sini putriku!" Evi dengan ragu mendekat sambil memandang Irwan,'Dia tampan sekali.Kulitnya putih dan rambutnya hitam tidak seperti aku sangat jelek dan kulitku hitam.Kami seperti langit dan bumi.' Evi dipangku di paha kiri sedang Irwan dipangku dipaha kanan oleh Raja Sulawesi,"Kalian ini sebenarnya punya hubungan kekerabatan walaupun jauh tapi aku kenal Raja Benigno dan aku kagum karena dia memiliki putra sehebat dirimu Irwan.Kenalkan dia ini putriku,namanya Evi.Ayo Evi ucapkan terima kasih pada Pangeran Irwan karena sudah menolongmu tadi.Kau harus tahu berterima kasih Putriku." Evi lalu mengambil kalung bunga dilehernya,kalung bunga hasil rangkaiannya sendiri.Bila sendirian ia meronce bunga dan dipakainya atau diberikan pada mereka yang ia sayangi.Begitulah hari2nya.Kasihan...melas bingit. Evi turun dari pangkuan ayahnya dan mengalungkan bunga ronceannya pada leher Irwan,"Terimalah kalung bungaku ini Pangeran Irwan.Ini sebagai ungkapan terima kasihku.Karena kau telah menolongku tadi.Aku berterima kasih padamu.Maukah kau jadi temanku?" Irwan memandang gadis kecil berkulit hitam itu,'Walau kulitnya hitam dan wajahnya biasa namun aku menyukai tutur katanya yang halus.' Irwan tersenyum,"Tentu saja aku mau menjadi temanmu Putri Evi.Terima kasih juga dengan kalung bunganya.Ini sangat indah.Apa kau yang merangkainya?Maukah kau mengajariku?" Evi terpana mendengarnya,"Kau mau bermain denganku yang jelek dan hitam ini?Sungguh?Apa kau tidak malu nanti?" Irwan malah turun dari pangkuan sang raja dan mendekati Evi,"Untuk apa aku malu?Kau juga manusia sama sepertiku.Mulai hari ini kita berteman.Panggil saja aku Irwan." Mereka saling tersenyum.Raja Sulawesi lalu meraih mereka kembali ke pangkuannya seperti posisi semula.Irwan dikanan dan Evi dikiri.Lalu berkatalah ia pada kedua bocah itu,"Kalian memang ditakdirkan bersama.Evi,putriku ingatlah perkataan ayahmu ini.Jangan sampai kau kelak bersuamikan pria selain Pangeran Irwan.Dan kau Pangeran Irwan jangan sampai beristerikan wanita selain putriku Evi.Walau dia hitam saat ini namun kelak dia akan lebih cantik dari putri manapun." Usai berkata begitu,petir langsung terdengar dan langitpun memancarkan cahaya ke arah dua bocah itu.Anginpun berputar mengelilingi mereka membawa bunga2 didalamnya.Gerimispun turun dan muncullah pelangi diatas mereka.Pelangi yang sangat indah.Seluruh rakyat Kerajaan Sulawesi sampai takjub melihat fenomena itu.Mereka berbisik2,"Wah ada apa ini?Apakah ada doa yang didengar oleh Yang Maha Kuasa?Lihat pelangi!!Wah cantik sekali!Coba Putri Evi secantik pelangi yach...pasti ia takkan dihina." Wah sebuah perkataan yang akan terjadi,sabda seorang Raja yang akan menjadi kenyataan.Benarkah akan menjadi kenyataan?Inilah kisah cinta dua insan yang awalnya bak langit dan bumi.Yang satu rupawan sedang satunya hitam dan jelek sekali.Inilah kisah Arjuna dan Sembadra,kisah Pangeran Irwan dan Putri Evi.Bagaimana wajah Evi setelah dewasa nanti?Masih hitam dan jelek atau seperti sabda sang Ayah?***see you next eps***
Eps 2 CERBUNG VI →♥ARJUN ♡←
↓↓↓ ARJUN ↓↓↓CERBUNG VI ↓↓↓ EPS 2↓↓↓ ↓↓↓ Kerajaan Asia.... Tampak seorang wanita nan cantik dan blink2 cling tengah berjalan diikuti dayang2nya.Blink2 cling?Wah Bunda Ratu nih.Bener!Inul adalah isteri pertama Raja Benigno.Dia cantik,keibuan dan sangat penyayang.Meski suaminya menikah usai menang perang namun ia tak membenci suaminya.Karena ia tahu bahwa suaminya melakukan itu demi kehormatan wanita yang dinikahinya.Wanita itu adalah Isda.Dia dijadikan hadiah upeti bagi raja yang memenangkan perang.Jika upeti itu ditolak maka ia akan dibunuh karena dianggap tak disukai raja.Demi nyawa wanita itu,Benigno menikahinya dan lahirlah putra kembar dari hasil perkawinan itu.Sudah bisa nebak siapa mereka?Betul!!2R.Rizky dan Ridho.Sayang tak lama kemudian Benigno tewas dalam perang dan Isda jadi sakit2an karenanya lalu meninggal juga.Kasihan 2 R.Dah yatim piatu.Tapi Inul adalah wanita berhati emas,ia menyayangi dan merawat 2R bak merawat ketiga putranya sendiri.Tiga putra?Siapa mereka? Langkah Inul berhenti kala melihat putra pertamanya,Pangeran Frans tengah asyik membaca buku2 kenegaraan. Inul mendekatinya,"Frans sayang,kenapa belum siap2?Kita kan mau pergi ke pernikahan kerabat kita.Ini Bunda bawakan pakaian kebesaran buatmu.Kamu pakai gih.Bukunya ditaruh dulu." Wah Frans si tampan juara 3 DA 1 jadi Putra Mahkota.Sukanya baca buku tentang negara,sastra dan literatur pengaturan kerajaan.Sejenis itulah.Kutu buku yang tampan.Ai..ai... Frans tersenyum melihat sang bunda,"Bunda Ratu bikin kaget saja.Ini lagi baca soal tata negara.Lagi asyik nih.Nanggung nih." Inul mengambil buku yang dia pegang,"Sudah Bunda dah hafal kamu itu kalau dah lihat buku kayak lihat permata bersinar2.Nemplok terus.Sini bukunya Bunda sita dulu.Cepet siap2!Dayang berikan pakaiannya!" Dayangpun segera melakukan perintah Ratunya,"Baik Yang Mulia." Frans hendak ke kamarnya mau ganti baju.Inul mencegahnya,"Tunggu sayang.Mana adik2mu?Bunda tidak lihat." Frans menjawab,"Biasa Bunda.Ke tempat fave mereka.Bunda tahu kan?He..he..." Inul tersenyum,"Ya Bunda tahu.Ya sudah kamu siap2 ya." Inul melanjutkan langkahnya menuju dapur istana.Lho kok ke dapur ?Masterkitchen nih.Lapar ya Bunda Ratu? Kedatangan Inul sontak membuat para pelayan istana yang bertugas di dapur kaget.Semua segera beres2,"Yang Mulia Ratu tiba!" Namun tak semua memberi hormat pada Inul,seseorang berbadan kekar nampak masih asyik makan dipojokan. Semua dag dig dug melihat Inul menghampiri pria muda itu,"George sayang.Makannya berhenti dulu yach." Semua lega kala mendengar Inul tak memarahi putra keduanya,Pangeran George.Da Asia nih!George mendongakkan kepalanya,"Tanggung Bunda.Masih ada 3 resep lagi yang belum George coba.Makanan kan tak boleh disia2kan Bunda?Hmmm...lezat Bunda.Mantap!!" Inul meminta pelayan menyingkirkan setumpuk piring2 kotor didekat George,"Bersihkan semuanya dan bagikan sisanya yang belum disentuh Pangeran!!" Perintah segera dikerjakan.George tampak kesal makanannya diambil,"Bunda!!Itukan punya George!" Inul melangkah keluar dari dapur,"Kamu ikut Bunda.Sekarang!" Pangeran George manyun.Beberapa pelayan menahan senyum melihat pangeran mereka itu.Orangnya doyan makan,jago malah...Betah nian kalau di dapur istana.Jadi ingat Bima di pandawa.He..he..Bila pada Frans diberikan pakaian kebesaran berwarna ungu maka buat George berwarna oranye.Karena dia doyan makan.Lalu putra ke-3 mana ya? Tampak memasuki gerbang istana,lima ekor kuda nan gagah perkasa mendapat hormat dari penjaga pintu gerbang,"Selamat datang Pangeran Irwan!!Selamat datang 4 Sekawan!!" Salah seorang melambai pada para penjaga,"Hai...pengawal..." Yang berbadan paling besar nampak menegurnya,"Yayat!!Jangan lebay ah!Kita itu empat pengawal pribadi para pangeran kerajaan.Jaga sikapmu dong!" Yang ditegur malah melirik,"Baik Begawan Ivan Gunawan!!" Yang berkuda di sebelah kanan Irwan nampak tertawa geli,"Hei lihat Man.Yayat kena ceramah lagi sama Begawan ha..ha..!" Hazman terkekeh,"Yayat...Yayat alay sih!Belajar dong dari kita ya Di?Anteng,meneng,dan...ganteng ha..ha.." Irwan kini yang menegur mereka,"Adi!Hazman!Jangan menghina orang!Apalagi menilai mereka dari penampilan fisik.Saya tidak suka itu!Kalian dengar!!" Ups!!Pangeran marah!Yayat kini yang kini senyum2 menang,'Rasain!Kapok!Pangeran sendiri yang negur.Kalau aku mah biasa denger ceramah Begawan Ivan.Kalau Pangeran ...jangan sampai deh.' Adi dan Hazman langsung minta maaf,"Maafkan kami Pangeran.Tidak akan kami ulangi." Irwan nampak gagah dengan kuda putihnya,"Bagus!" Irwan marah karena ia terkenang pada teman masa kecilnya,'Bagaimana kabar Evi ya?Lama ga main ke kerajaan Sulawesi.Saat Ayahnya meninggal,Ayahku juga meninggal.Jadi aku tidak bisa ke sana.Aku kangen dengan Putri Hitam Manis itu he..he ...sejak dia mengalungkan bunga di leherku hari itu aku tak bisa berhenti memikirkannya.Kalau nanti ketemu gampang ding mengenalinya dia kan berkulit hitam.Pasti dia menyendiri kayak dulu.Mojok dan ndelik dibalik pohon.Kasihan dia.Ga punya teman.' Irwan malah melamun.Tak mendengar kalau dia dipanggil sama dua saudara kembarnya,"Kak Irwan!!Kak Irwan!!Dicari Bunda!!" Irwan baru sadar kala Ivan memanggil namanya,"Pangeran!!Pangeran dipanggil oleh adik2 Anda!" Irwan kaget,"Oh...ya...Kak Igun.Kalian urus kuda2nya ya.Aku akan temui adik2ku." Irwanpun turun dari kudanya,menghampiri kedua adik kembarnya yang nampak sudah rapi dengan pakaian nan sama pula.Biasa serba sama.Inul memang selalu memberikan mereka benda2 yang sama,namanya juga kembar. Irwan menaruh panahnya,"Kalian rapi banget.Mau pergi ya?" Ridho yang lebih tinggi dikit menjawab,"Iya Kak.Kan mau ke acara pernikahan kerabat.Kakak dicari Bunda lho." Rizky nambahi,"Iya tinggal kakak aja yang belum siap.Kak Frans dan Kak George dah rapi lho." Irwan malah meminum minuman yang disediakan pelayan istana,"Kakak baru datang.Tuh kakak bawa banyak hasil buruan.Ada kelinci,kijang dan banyak lagi.Tadi juga ketemu singa dan ular wah seru sekali!" Rizky dan Ridho terkagum2 mendengarkan cerita kakaknya.Mereka malah asyik ngobrol soal perjalanan berburu Irwan. Inul datang,"Aduh...malah asyik ngobrol disini.Ck..ck...ck!!" Wah langsung semua berdiri memberi hormat,"Ibunda." Inul mendekati 2 R ,"Bunda suruh apa tadi?" Mereka menjawab,"Nunggu kak Irwan di depan." Inul memandang Irwan,"Terus?" Rizky dan Ridho saling lirik,Irwan jadi mesem2 melihatnya. Ridho akhirnya menjawab,"Lupa Bunda." Inul pura2 marah,"Masih muda kok pelupa." Irwan bermaksud memecah ketegangan,"Bunda nyari Irwan yach?Ada apa Bunda?" Rizky dan Ridho menarik nafas lega kala Inul kini menghadap ke arah Irwan,"Bunda mau kamu siap2!Kita mau berangkat ke kerajaan Andalas.Mau menghadiri pernikahan kerabat kita.Tinggal kamu yang belum siap Putraku yang tampan." Rizky malah meledek,"Kak Irwan pakai gitu aja dah bikin para putri klepek2 Bunda." Ridho juga ikutan,"Iya Bun.Kak Irwan mah penggemarnya banyak.Pake apa aja juga tetep apalah2!" Inul mencereng menghadap mereka,"Kalian berdua....mau Bunda hukum ya?" Wah mereka langsung ngacir kabur ke dalam,"Tidak Bunda.Kami ke dalam saja.Kabuuur!" Weleh...Irwan tahu Bundanya cuma menggertak.Ga beneran marah.Ia tahu bagaimana Inul menyayangi adik kembarnya itu meski mereka bukan anak kandungnya. Irwan bertanya,"Bunda,apakah kerajaan Sulawesi juga diundang?" Inul heran,"Tentu saja.Kenapa?" Irwan tersenyum,"Ga gpp.Cuma kepo Bunda.He..he..Ya sudah Irwan siap2 dulu ya.Dah Bunda!" Irwan ikutan kabur sambil senyum bahagia,'Asyik!Aku bakal ketemu Evi dong.Yess!Jadi kepo gimana ya dia sekarang?Aku mau godain dia ah.Kira2 dia masih inget aku ga ya?Pasti masih.Dia kan baik hati.Ah dandan yang keren,yang yess.' Wah Irwan semangat bingitz.Gimana dengan Evi ya?Kayak apa ya dia kini?Jadi ketularan kepo nih.Wah wis pagi,aku kerja dulu ya.***see you next eps***
Eps 3 CERBUNG VI →→♥ARJUN ♡←←
→ ARJUN→ CERBUNG VI→ EPS 3→ Heaven & Earth→ Langit & Bumi →→ Otw Kerajaan Andalas.... Rizky bersandar di lengan Bunda Ratu,"Bunda,yang nikah siapa sih kok kita harus datang.Kan lagi musim hujan Bunda?Jalanan jelek,becek belum banjir.Wah mending dekem di istana Bunda.Main perang2an sama kak Irwan dan kak George.Kak Frans sibuk sama buku sih jadi kalau perang2an kita ditimpuk pakai buku sama dia.Wah malah pada bersin Bunda." Inul tertawa mendengarnya,"Kakak sulung kalian itu calon raja.Jadi dia harus banyak belajar tata negara bukan malah main perang2an.Aduh kalian ini tahunya main melulu." Ridho malah asyik ngemil anggur,"Bun,pertanyaan Rizky belum dijawab tuh!Yang nikah siapa sih heboh bingitz?" Inul malah menyuapkan sebutir anggur hijau ke mulut Ridho,"Yang menikah itu adik dari Ratu Cici ,Bibi kalian.Namanya Irfan.Kalian harus sopan lho disana.Jangan banyak tingkah.Jangan bikin ulah juga.Ngerti kalian!" Serempak mereka menjawab,"Ngerti Bunda." Tiba2 cuaca memburuk mereka terpaksa menghentikan perjalanan.George memberitahu Frans,"Kak!Didepan mendungnya tebal sekali.Apa kita tetap lanjut perjalanannya?" Irwan juga melaporkan situasi,"Benar kak!Cuaca sangat buruk.Anginnya juga kencang.Kita beristirahat saja dulu.Kebetulan didepan ada tempat peristirahatan.Kita bisa ke sana.Irwan sudah cek dengan 4 sekawan.Aman." Frans mendekati kereta kencana dimana Inul berada,"Bunda boleh Ananda bicara?" Inul minta kereta berhenti,"Tentu Putraku ada apa?" Frans memberitahu kondisi yang merek hadapi,Inul setuju mereka berhenti dulu. Inul,"Bunda rasa keselamatan kita jauh lebih penting daripada kita terburu2 ke sana.Baiklah kita rehat dulu saja." Frans segera memerintahkan George dan Irwan,"Kalian atur rombongan kita menuju ke tempat peristirahatan.Pastikan semuanya!" George dan Irwan menjawab,"Siap Yang Mulia he..he.." Frans jadi ikut terkekeh,"Dasar kalian,sukanya ngeledek kakak." Irwan nyeletuk,"Kakak emang pantes jadi Raja.Berwibawa he..he.." George :"Ayo,Wan kamu depan aku belakang ya.4 sekawan dipencar dua sayap kanan dua sayap kiri.Ok?" Irwan mengacungkan jempol,"Ok!!" ←←← Tempat Peristirahatan.... Ternyata tak lama setelah rombongan dari kerajaan Asia tiba di tempat peristirahatan.Dari arah lain tampak rombongan dari kerajaan lain yang mendekat ke arah tersebut sepertinya hendak berteduh juga di tempat tersebut.Siapakah mereka? Tampak bendera kebesaran kerajaan Sulawesi berkibar di area paling depan.Tampak sebuah kereta kencana nan indah dinaungi cahaya seperti pelangi di atasnya.Wah ada rinai hujan yang mulai turun namun ada sinar matahari yang terus terpancar dari kereta itu sehingga membentuk spektrum warna.Biasan pelangi.Alangkah indahnya....Ada apakah atau siapakah gerangan yang ada di dalam kereta itu sehingga terpancar kemuliaan seperti itu? Seorang gadis nan jelita berambut panjang dijalin begitu indahnya tengah merangkai bunga didalam kereta.Ingat siapa yang suka merangkai bunga waktu kecilnya?Benar sekali Evi.Jemarinya menyusun satu demi satu bunga2 sehingga membentuk untaian kalung.Terkenang ia akan masa kecilnya,akan seorang pangeran kecil dari negeri Asia.Putra ke 3 mendiang Raja Benigno,'Tahun demi tahun telah berlalu.Aku ingat sekali dengan temanku satu2nya waktu itu.Cuma dia yang mau main sama aku yang hitam,yang jelek banget dan cuma dia pula yang tidak meledeki aku dan memanggilku putri hitam.Padahal dia seorang pangeran nan rupawan.Wajahnya saja waktu kecil sudah kelihatan begitu rupawan.Suaranya juga menawan.Aduh....Pangeran Irwan.Apa kabarmu sekarang?Kenapa kau tidak datang saat ayahku tiada?Aku menantimu.Aku ingin kau menghiburku.Namun ternyata kau juga sama menderitanya denganku.Kata kak Razi kerajaan Asia tengah dilanda duka saat itu.Ayahandamu juga berpulang sama seperti ayahku.Aku tak marah lagi padamu.Namun sejak itu kau tak pernah datang lagi.Kudengar kau sibuk berguru pada seorang mahaguru.Kau pasti sudah tumbuh besar sekarang.Pasti sangat tampan.Masih ingatkah kau padaku Irwan?Pada gadis kecil berkulit hitam yang mengalungkan bunga di lehermu?Masihkah ada aku di memorymu?' Seorang pria nampak duduk didepan kereta ,dialah Fakhrul Razi.Kalau dalam pewayangan itu Kresna.Sama seperti Kresna yang suka menjadi kusir kereta demikian juga dengan Fakhrul Razi.Tiba2 ia menghentikan keretanya,"Adikku,kurasa kita tak bisa melanjutkan perjalanan.Lihatlah disana!Hujan petir mulai turun disebelah sana.Itu pertanda bahwa alam ingin kita berhenti sejenak.Lihatlah sini adikku!" Sang putri tersadar dari lamunannya kala mendengar kakaknya memanggil,'Kakak memanggilku.Ada apa ya?' Pintu kereta dibuka.Wah para prajurit yang mengawal langsung terpesona melihat kecantikan dan bias cahaya pelangi yang menaungi junjungan mereka.Mereka saling berbisik,"Wow lihat itu Putri Evi cantik banget ya?Bagaikan langit dan bumi keadaannya dengan waktu beliau masih kecil.Wah sekarang bak bidadari turun dari kahyangan apalagi selalu ada bias pelangi di atasnya wah...kerajaan Sulawesi telah dikaruniai seorang titisan dewi Ratih.Dewi Kecantikan.Wah kira2 siapa ya yang bakal mendapatkan Tuan Puteri?" Pengawal lain punya pendapat berbeda,"Yang mendapatkan titisan Dewi Ratih ya titisan Dewa Kamajaya dong.Dewa ketampanan.Kan Dewa Kamajaya suaminya Dewi Ratih." Seorang dayang ikut nimbrung,"Katanya yang mendapat karunia memiliki putra titisan dewa Kamajaya adalah kerajaan Asia.Putra ke-3 Raja Benigno terkenal tampan rupawan.Ayahnya saja tampan banget.Ditambah ibundanya yang blink2 cling." Prajurit pertama menyimpulkan,"Jadi Pangeran Irwan dong jodoh tuan putri kita?Pantas waktu kecil saat Pangeran Irwan tak sengaja masuk ke Kerajaan Sulawesi terjadi fenomena alam.Rupanya titisan para dewa dan dewi bertemu.Wah...kayaknya bener tuh.Mereka berjodoh.Dijodohkan langsung oleh langit." Evi mendekati kakaknya,"Kak Razi panggil Evi?" Fakhrul Razi menunjuk ke arah di depan,"Cuaca buruk Vi.Kita berhenti dulu ya di sana.Disana ada tempat peristirahatan.Kakak pernah ke sana.Tempatnya luas dan indah.Kau setuju kan?Tak apa2 kan kau terlambat sedikit?Kau dapat tugas jadi pengiring pengantin wanita kan?" Evi tersenyum,"Gpp kak.Masih lama acaranya.Iya Evi kebagian tugas jadi pendamping pengantin wanita kak.Tapi lebih utama keselamatan rombongan kita kak.Banyak putri disana yang bisa menggantikan Evi kok." Fakhrul Razi tersenyum,"Baiklah!Kita akan ke sana!Prajurit kita menuju ke tempat peristirahatan di sana itu!" Evi memandang ke sana,'Hatiku berdebar2...ada apa ya?' Wah bakal terjadi pertemuan nih.Gimana reaksi Irwan ya kala melihat Evi kini bukan Evi yang dulu lagi?***see you next eps***
Eps 4 CERBUNG VI (((→→ ♡ ARJUN ♥←←)))
(+ ARJUN(+ CERBUNG VI(+ Eps 4(+ Yet Will I Not Forget Thee (+ Aku Takkan Melupakanmu (× Di tengah perjalanan menuju Kerajaan Andalas... Rombongan Kerajaan Asia sudah sampai di sebuah peristirahatan.Bunda Ratu sudah turun dari kereta dan tengah melangkah bersama 2 R menuju ruang tamu.Para dayang segera menyiapkan jamuan buat para junjungannya.Frans memang kutu buku tapi ia juga sangat perhatian pada rakyatnya.Ia terus mengawasi sampai semua rombongan masuk dengan selamat dan lengkap.Ia memuji kinerja kedua adik kandungnya,"George!Kerja bagus!Sekarang kamu pastikan pasukan mendapatkan kebutuhan mereka.Irwan!Kamu juga hebat!Pastikan tak ada bahaya dari luar ya?Kakak masuk dulu." Irwan dan George mengangguk hormat,"Siap Paduka!" Frans geleng2 kepala mendengar jawaban adik2nya,"Kalian itu....berhenti menyebutku begitu.Aku belum naik tahta.Menikah saja belum naik tahta." George dan Irwan malah senyum2 sambil saling pandang,Frans lalu masuk ke dalam. George berkata pada Irwan,"Wan,menurutmu putri yang cocok buat Kak Frans yang kayak gimana?" Irwan malah asyik bayangin Evi,'Evi kayak gimana ya sekarang.Apa dia masih ingat aku ya?' George yang merasa ga digubris jadi heran,"Weii!!Pangeran Tukang Melamun!!Ditanya malah ngalamun sih?Hayo kamu lagi kasmaran ya?Sama siapa sama Putri Intan ya?Kayaknya dia getol banget tuh ngejar kamu.He..he.." Irwan malah naik ke kudanya,"Aku tuh cuma anggap dia sebagai saudara.Ga lebih.Udah ah aku mau patroli.Siapa tahu ada musuh di sekitar sini.Aku pergi kak!!" George manyun,"Irwan...Irwan..kamu sih tinggal pilih mau sama putri mana.Lha aku?Badan gede gini siapa yang mau?Yang ada para putri kabur lihat aku.Mereka pikir aku ini raksasa.Mending aku cek pasukan dulu.Udah pada dapat makan belum?Aku juga lapar he..he..." Dasar George,makan melulu yang dipikir pantas badannya gede. Sementara George melenggang menuju dapur,Irwan nampak memacu kuda mengelilingi area.Ia menyiagakan 4 sekawan untuk menjaga area.Dengan pakaian kebesarannya yang berwarna hijau,ia menyusuri medan.Saat itulah ia melihat rombongan Kerajaan Sulawesi.Ia hafal benderanya,'Kerajaan Sulawesi!Wah apakah Evi ada dalam rombongan itu?' Iapun mendekat,"Salam hormat dari saya.Kalian dari kerajaan Sulawesi bukan?" Fakhrul Razi menghentikan keretanya dan menjawab salam dari Irwan,"Benar.Kami hendak ke kerajaan Andalas menghadiri pesta pernikahan.Namun cuaca tak memungkinkan kami meneruskan perjalanan.Jadi kami hendak singgah ke tempat peristirahatan di sana." Irwan mendekat dan turun dari kudanya,"Salam dari saya.Mari silakan ke sana.Rombongan keluarga saya juga sedang beristirahat di sana.Mari saya akan kawal kalian menuju ke sana.Saya dari kerajaan Asia." Fakhrul gembira sekali disambut dengan ramah oleh Irwan,"Mari teman!Terima kasih sebelumnya." Karena cuaca makin memburuk,Fakhrul tak sempat menanyakan banyak hal tentang Irwan.Ia terus mengikuti kuda Irwan yang melaju di depan menunjukkan jalan terdekat dan teraman menuju tempat yang dimaksud.Irwan sempat memandang ke arah kereta yang dikusiri oleh Razi,'Aneh.Kereta itu ada bias pelangi di atasnya.Ada apa di dalam kereta itu ya?' Didalam kereta itu sendiri,Evi nampak gundah.Hatinya terus saja berdebar2,'Kenapa ya aku kok ga tenang gini?Apa karena aku ingin bertemu Pangeran Irwan ya?Aku penasaran banget seperti apa dia sekarang.Pasti makin ganteng ya dia.Ah...apa dia juga merindukanku ya?Ga mungkin dia masih mengingatku.Akukan jelek dan hitam waktu kecil.Mana sudi dia mengingatku.Aku jadi sedih deh...' Fakhrul memperkenalkan dirinya pada Irwan sambil mengendalikan keretanya,"Teman,biar kuperkenalkan diriku.Aku adalah Putera Kedua mendiang Raja Sulawesi.Namaku adalah Fakhrul Razi.Dan didalam kereta ini adalah..." Belum sempat ia menyebut nama Evi,tiba2 muncul tiga orang raksasa.seorang raksasa perempuan menghadang ditengah jalan.Dua lainnya mengepung dari kiri dan kanan.Irwan segera menyuruh rombongan berhenti,"Hentikan!Ada bahaya di depan!Temanku Fakhrul Razi aku harap kau membiarkanku menghadapi raksasa2 itu.Menepilah.Aku akan hadapi mereka." Fakhrul menepikan keretanya,"Berhati2lah kawan!" Irwanpun mengeluarkan senjata andalannya,panah saktinya.Namun raksasa2 itu sangat hebat bisa melawan panah milik Irwan.Apalagi mereka bertiga.Para prajurit bersiaga bersiap bila ada hal yang terjadi diluar perkiraan.Irwan heran dan mulai menyerang dengan lebih gencar.Raksasa wanita itu mulai kewalahan namun tak mau pergi juga.Ia malah mengincar kereta yang berbiaskan pelangi yang didalamnya berisi Evi "Berikan kereta itu padaku.Aku mau jadikan itu sebagai mainanku.Berikan!" Fakhrulpun ikut membantu Irwan menyerang raksasa2 itu,"Takkan kuberikan!" Dengan senjata cakramnya ia menyerang raksasa itu namun malah raksasa itu berhasil mengambil kereta yang isinya Puteri Evi itu dan menggoncang2kannya.Evi ketakutan dan melihat keluar,"Tolong aku!!Tolong!!" Tubuh Evi melayang jatuh dari keretanya,"Toloooong!!" Fakhrul yang sibuk melawan para raksasa berteriak,"Tidaak!!" Irwan segera melesat menangkap tubuh Evi yang melayang jatuh.Evi terpana dalam pelukan Irwan,'Siapa pria tampan ini?Kenapa aku merasa tak asing dengannya?Hatiku tenang berada didekatnya.Siapakah dia ?' Irwan tak mengetahui dan tak mengenali siapa wanita cantik yang ditolongnya,'Wanita ini tak mungkin Evi.Dia tidak hitam.Wajahnya juga tidak mirip Evi.Rambutnya juga tidak kemerah2an seperti Evi.Wanita ini rambutnya sangat indah.Kulitnya juga cerah.Dia pasti isteri temanku,Fakhrul Razi.' Astaga Irwan dia itu Evimu ya.Teman masa kecilmu.Piye tah... Saat itulah George datang.Ia cemas karena Irwan tak jua kembali.Melihat George,raksasa wanita yang memegang kereta kencana Evi terpesona,'Wah siapa pria itu?Dia gagah.Dia sangat tampan.Aku menyukai dia.Siapa dia?' Tak ingin George luka,raksasa wanita mengajak saudara2nya pergi.Semua heran melihatnya.Irwan segera memanggil kakaknya,"Kak George!!Untung kakak datang!" Raksasa wanita itu sempat mendengarnya,'Oh namanya George.Pastilah dia Putra kedua Raja Benigno dari kerajaan Asia.Aku akan mengawasinya.Aku menyukainya.' Dua raksasa lainnya heran melihat tingkah adiknya,"Aty,kenapa kau malah menyuruh kita pergi?Kita kan lagi asyik main tadi." Oh Aty jadi raksasa perempuan....Astaga!! Aty malah senyum2 ga jelas,"Ada deh kak.Biarkan mereka!Jangan ganggu mereka!Apalagi yang namanya George itu he..he.." Wah Aty kayaknya ada rasa nih sama George.Lalu Irwan-Evi gimana nih? George segera mendekati adiknya yang tengah menyerahkan Evi pada kakaknya,"Adikku Irwan!Aku mencemaskanmu!Bunda dan kakak Frans juga." Evi terpana kala mendengar George memanggil Irwan pada pria yang tadi menolongnya,'Irwan??Dia Irwan??' Akankah Evi akan memberitahu Irwan siapa dia sebenarnya?Akankah Irwan tahu bahwa wanita cantik yang ditolongnya adalah teman masa kecil yang sangat dirindukannya?***see you next eps***
Eps 5 CERBUNG VI →ARJUN
0→ARJUN 1→CERBUNG VI EPS 5 9→Line of Scarlett Thread 2→Tali Merah 2→Masih di area dekat persinggahan... Irwan segera melepaskan pelukannya pada wanita yang dia pikir adalah isteri Razi,"Maaf ..." Evi sendiri malah kaget karena seseorang memanggil nama yang sangat ia rindukan,"Irwan!Irwan!" Makin ga nyana lagi kala pria yang berbadan besar dan memanggil nama Irwan itu mendekat dan memeluk pria yang tadi menolongnya,"Adikku!Aku mencemaskanmu...Kau baik2 saja kan Irwan?" Evi terpana tak mengira,'Irwan?Dia...pria yang tadi menolongku...memelukku...dia adalah...Irwan?Irwan yang kujumpai waktu kecil?Benarkah?' Razi mendekati Evi dan memeluk adiknya itu,"Kau tidak apa2 kan?Untung ada penolong." Bingung dan masih setengah ga percaya Evi menjawab,"Aku baik kak...untung ada ksatria itu yang menolongku." Razi segera menemui Irwan untuk berterima kasih,"Teman,kuucapkan terima kasihku kepadamu karena telah menolong..." Irwan memotong,"Tak apa Temanku...o ya kenalkan ini kakakku namanya George.Kakak ini temanku namanya Razi." George nampak senang berteman dengan Razi,ia juga kagum pada kecantikan Evi dan berbisiklah ia pada Irwan,"Adik,wanita itu cantik sekali.Cocok buatmu.Kalian serasi." Irwan membalas berbisik juga,"Hush!Kakak ngawur,dia itu isterinya temanku itu.Jangan berpikir yang aneh2 deh.Yuk kita kembali ke persinggahan." George manggut2 lalu mendekati Razi dan Evi," Kalian pasti lelah mari kutunjukkan jalan menuju persinggahan yang aman.Mari Kawan!" Rombonganpun melanjutkan perjalanan menuju persinggahan.Evi mencuri pandang ke arah Irwan yang nampak gagah berkuda disamping George,'Jika benar dia adalah Pangeran Irwan dari negeri Asia maka aku sungguh bahagia.Akhirnya aku bisa melihat dia lagi.Oh...dia gagah dan tampan.Orangnya juga baik dan suka menolong.Benar2 ksatria.Luar biasa.Apalagi dia memelukku tadi.Aduhai rasanya...' Sampai di persinggahan semua menyambut namun saat Razi hendak memperkenalkan Evi,Irwan malah pergi ke dalam menemui 4 sekawan.Ia memeriksa semua hasil pantauan mereka dan memberitahu soal raksasa2 di daerah tersebut.George yang tetap ditempat kaget kala Razi memperkenalkan Evi sebagai adiknya dan bukan isterinya,"Perkenalkan ini adik saya namanya Evi Anggraeni.Kami ucapkan terima kasih atas keramahan dan sambutannya." George kini tahu bahwa Irwan salah paham soal status Evi,'Oh jadi bukan isterinya ya?Wah ...Irwan harus kukasih tahu nih.' Semua gembira dan hangat menyambut mereka apalagi Inul yang kagum dengan kesantunan Evi juga kecantikannya,'Putri itu sungguh mempesona.Tapi sejak tadi kuperhatikan matanya selalu mencari2 seseorang.Siapa ya yang tak hadir disini?Oh...putraku Irwan...kemana dia ya?Pasti sama 4 sekawan.Dasar Irwan..bukannya menyambut tamu malah pergi menemui mereka.Apa bener Irwan ya yang dicari2 oleh putri itu?Aku akan lihat reaksinya nanti bila mereka bertemu.Akan kucari tahu.' George sendiri sebenarnya hendak mencari Irwan namun Frans mengajaknya membahas soal keamanan.Akhirnya ia ga jadi nyari Irwan.Sementara itu Razi asyik bicara dengan Inul.Evi nampak akrab dengan 2R.Si kembar itu menggoda dia soal pangeran yang disukainya. Ridho nanya,"Kakak cantik sudah punya kekasih belum?" Evi menggeleng sambil tersipu malu. Rizky nyeletuk,"Kakak2 kami tiga2nya gagah2 dan tampan2 lho.Kakak suka yang mana?" Evi melihat ke arah Frans dan George,"Mana cuma ada dua kok?" Ridho celingukan,"Iya ya mana sih kak Irwan?Kebiasaan deh selalu ngilang kalau mau dikenalin ke wanita cantik." Evi malah heran,"Oh...yang tadi ya?Namanya Pangeran Irwan.Kalian dari negeri Asia ya?" Rizky manggut2 sambil menatap kagum pada keindahan rambut Evi,"Iya kakak cantik.Kami dari Kerajaan Asia.Kakak cantik banget ya?" Evi kian tersipu,"Kalian memujinya berlebihan deh.Dulu aku jelek banget lho mana hitem lagi.Ga ada yang mau main sama aku." Mereka kian kagum,"Masak sih??" Irwan akhirnya datang juga memberitahu kalau kamar buat tamu sudah siap,"Ibunda kamar buat rombongan dari Kerajaan Sulawesi sudah siap." Inul menyuruh Irwan mengantarkan mereka,"Bagus jadi mereka bisa beristirahat.Antarkan mereka ya." Irwan menurut dan mengantarkan mereka,Inul mengira Irwan sudah tahu soal Evi adalah adik dari Razi,jadi ia ga memperkenalkan lagi siapa Evi pada Irwan. Apalagi Irwan datang kan bersama rombongan para tamunya itu.Inul memperhatikan Evi yang salting dekat Irwan,'Benar dugaanku.Putri jelita itu menyukai putra ke-3 ku.Wah...tapi kok Irwan kayak cuek gitu ya?Padahal mereka serasi banget.' George juga berbisik pada ibundanya,"Bunda,mereka serasi ya?Pas gitu lihatnya.He..he.." Inul manggut2 setuju,"Kamu bener George.Adikmu itu serasi sama Putri Evi...klik gitu.Yang susah itu nyari jodoh buat kakakmu Frans.Dia itu sukanya sama buku.Aduh..." Frans yang dibicarain malah nampak asyik dengan buku2 kenegaraan.Weleh... Sampai di kamar buat Razi,Irwan ngira kalau Evi bakal sekamar dengan Razi maka ia meninggalkan Evi dan bersiap pergi,"Ini kamar kalian semoga kalian menyukainya.Aku permisi.Silakan beristirahat." Razi hendak menahan langkah Irwan namun Evi mencegahnya,"Biarkan Kak.Kita kan tamu tak seharusnya kita menuntut macam2.Mereka sudah terlalu baik pada kita.Lagipula kamar ini besar juga.Kita kan sudah biasa hidup sederhana sejak kecil.Ini sudah lebih dari cukup kakak." Razi kagum dengan kebijaksanaan adiknya,"Wah kamu berpikir jauh dan dalam adikku.Aku bangga punya adik seperti engkau.Tapi sejak tadi kakak perhatikan wajahmu merona terus.Kenapa hei?Tak biasanya adikku tersipu2 begini.Hayo kamu kenapa hayo?" Evi malah melihat ke arah luar nampak Irwan sedang membagi tugas pada 4 sekawan,"Ga ada apa2 Kak.Evi cuma lelah dan kaget saja mungkin." Razi melihat juga ke arah luar,'Kamu bisa bilang tak ada apa2 adikku.Tapi sorot matamu tak bisa berbohong.Kau menyukai pangeran Irwan kan?Wah...aku juga setuju dengan pilihanmu.Kawanku itu pria yang baik dan bisa diandalkan.Apa dia ya yang dipesankan ayah sebelum meninggal?' Razi terkenang pada mendiang ayahandanya di detik2 terakhir menjelang nafas terakhirnya.Bagaimana sang ayah berpesan padanya untuk menikahkan adiknya pada seorang pangeran dari negeri Asia bernama Irwan.Putra ke-3 Raja Benigno dengan permaisuri Inul.Razi ingat bagaimana pesan itu selalu ia simpan dalam hatinya hingga ia tak pernah mengajak Evi bila mengembara.Ia tak mau ada yang melihat kecantikan adiknya dan mengejar atau menculik adiknya.Kakaknya,Saiful juga sangat protektif pada adik bungsunya itu.Sayang saat ayahnya tiada kakaknya sedang pergi jadi tidak mendengar langsung pesan ayahnya. Akankah Razi mampu memenuhi amanat ayahandanya?Bagaimana pula dengan Irwan yang masih salah paham soal status Evi?Kapankah ia mengetahui bahwa ia salah mengira soal Evi?Siapa pula yang akan menjadi jodoh Frans?***see you next eps***
Eps 6 CERBUNG VI ↓↓↓ ARJUN
↓↓ Hutan tempat tinggal para raksasa... Seorang raksasa wanita nampak resah dalam tidurnya.Resah dan gelisah... Raksasa bisa gegana juga ya?Baru ngertos...Dalam tidurnya raksasa wanita itu bermimpi bertemu ksatria nan tampan dan berbadan tinggi besar.Dia terpesona...Terpesona ku pada pandangan pertama...Wahai pesona....bagimu...puja...Iki ngimpi apa konser dangdut akademi sih?Gimana kalau dua2nya?...Sang ksatria jelas berasal dari ranah manusia wei...ranah apa kasta apa bangsa?Sebahagiamu wae...
Saking terpikatnya pada sang ksatria nan gagah perkasa,si raksasa sampai mengigau,"Pangeran!Pangeranku!!Jangan pergi pangeranku yang tampan!!Jangaaaan...!!" Jangan bobor,jangan kluwih,jangan asem,jangan ...jangan...dudu panganan diajeng...kuwi muni aja... Kakak2nya bangunin,"Aty!Bangun Ty!Weleh Aty!!Tangi yo!!Aja turu sore2 ra apik!" Aty bangun sampai menggoyang tanah di sekitarnya,"Hahha..ha hhh" Kuwi ceritane menggeh2 campur kaget.Mimik cik...minum2... Aty disodori buah kelapa segerombol,"Minum Ty!Kamu kayak habis lari dari tempat nan jauh gitu.." Atypun minum,"Glenggeng ...glenggeng..." Aku njaluk Ty...hush!! Setelah menghabiskan kurang lebih satu pohon kelapa,Aty tenang dan ditanyai sama saudara2nya,"Kamu kok sampai teriak2 Ty?Mimpi apa sih?Cerita dong..." Aty lalu cerita soal ksatria yang ia lihat,"Aty jatuh cinta kak..." Weleh...aku jatuh cinta...sama siapa Aty? Aty melanjutkan,"Kakak ingat sama ksatria yang menghalangi kita waktu mau buka hutan di sebelah sana tadi?" Kakak pertama ingetnya sama Irwan,"Yang pakai senjata kayak jarum itu ta?Masak kamu suka model kayak dia Ty?" Aty gedruk,bumine langsung hoyak,"Bukan yang itu...aku suka yang satunya?" Kakak kedua ingatnya Razi,"Apa yang kukitnya jliteng itu ya?Kamu kok ga memperbaiki keturunan sih?" Weleh...Aty malah gero2 nangis,"Huhu....hu..hu..bukan yang itu!!Satunya lagi!" Kakak pertama lalu ingat sama George,"Oh yang badannya rada mini dikit dari kita ya?Yang datang paling akhir?" Wah Aty sumringah dan bilang,"Super sekali!!" Ini Aty apa Mario Teguh ya??? Aty merajuk sama saudara2nya,"Kak,Aty mau nikah sama dia.Aty suka dia.Aty mau cari dia." Kakak2nya bingung juga,"Lha kalau dianya mau Ty..kalau ga piye?" Aty malah nangis wah air matanya kalau diwadahi bisa sebak kamar mandi he..he..,"Harus mau!Dia harus mau!!Pokoknya Aty harus dapat dia!!" Kakak2nya berembug alias tukar pikiran alias diskusi tingkat raksasa. Kakak 1 :"Gimana ini masak kita culik manusia itu terus kita bawa ke sini?" Kakak 2 :"Kenapa sih Aty milihnya yang susah didapat mana masuk akal pula masak raksasa dapat manusia.Mana mau mereka,lihat kita aja pada kabur lari langkah 1000 je..." Mereka pusing sedang Aty malah melamunkan George,'Oh George...kamu kok ganteng banget sih...gemesin banget...aku jatuh cinta padamu...pasti kamu belum jauh ya?Aku mau ketemu ah sama kamu.Dandan dulu...' Aty minta kakak2nya nyarike bunga buat dia,"Kak aku mau bunga yang banyak...mau aku pakai buat hiasan di rambutku...biar saat nanti George lihat aku dia suka...ayo cariin...!!" Wah dengan tunggang langgang kedua kakaknya kepo cari bunga.Ada yang langsung dicabut aja sampai ke akar2nya saking bingung bawanya gimana. Malah bunga Raflesia Arnoldipun dibawa juga buat Aty,"Ni Ty gede bunganya!Kamu pasti cantik pakai ini buat topi!" Aty malah ngamuk,"Kakak!!Ini bunga bangkai ya!!Bau tahu!!Manusia itu sukanya bunga yang wangi!Cari bunga yang wangi jangan yang aneh2 kayak gini!!" Kakak satunya bawa bunga nan wangi sampai jebres2 dia,"Hatshing!!Hatshing!!" Meski bunganya pada rontok tapi Aty senang,"Ah ini keren kak!Bunga ini yang aku maksud...makasih ya kak." Kakaknya langsung nyerahin bunganya,"Nih ambil semua bunganya bikin pilek aja.Hattsing...!!" Aty lalu dandan wah full flowers...full colour juga...dia inget sama kereta milik Evi,"Wah aku jadi punya cahaya pelangi dong kayak kereta berisi putri itu..kak aku dah cantik belum?" Kakak2nya malah wis tepar kabeh,capek nyari bunga buat Aty.Aty geleng2 kepala melihatnya,"Huh!Malah tidur semua!Ya udah aku mau nemui pangeran hatiku dulu...George aku datang!!" Aty dengan gaya nan dibuat2 menuju tempat peristirahatan rombongan Asia dan Sulawesi.Wah akankah George terpesona pada dia?Menurutku peluangnya 50 : 50 deh.Kok bisa?50 % George suka tapi sama bunganya...kedua 50 % George malah lari lihatnya soalnya Aty kayak pameran bunga.Pasti banyak lebahnya deh... Sambil nunggu Aty sampai ke George,kita lihat Irwan yuk.Lagi ngapa dia? @↑↑ Taman dekat barak prajurit... Irwan lagi membersihkan senjata2nya,kala para 4 sekawan mendekatinya.Adi menggodanya,"Pangeran...putri cantik tadi siapa?Kayak bidadari lho wajahnya..." Irwan mau jawab tapi kedahuluan sama Hazman,"Di,jangan ganggu incaran pangeran!Masak pagar makan tanaman ?Gimana kamu tuh!!" Irwan diem aja dan malah manggil Ivan,"Kak Igun!" Igun mendekat,"Ya Pangeran..ada perintah apa?" Irwan menyuruhnya duduk,"Kakak dan Yayat istirahat saja dulu.Biar Adi dan Hazman yang patroli.Disekitar sini ada raksasa kita harus waspada.Jangan sampai kita semua kelelahan sehingga malah lemah jadinya." Igun lalu mohon diri untuk istirahat.Yayat ikut dengannya.Adi dan Hazman melihat ke arah kamar Evi,"Wah ada cahaya pelangi di sekitar putri itu!Lihat itu!" Evi nampak sedang memetik bunga,Irwan mengangguk padanya.Evi dengan malu2 membalasnya.Adi nyenggol lengan Hazman,"Sst!!Sini!" Hazman mendekati Adi,"Ada apa sih?Ganggu aja deh..lagi lihat pemandangan nih...bidadari turun dari kahyangan..." Adi berbisik,"Kamu lihat ga putri itu tatapannya bukan ke kita,tapi ke junjungan kita.Tuh lihat!" Hazman memperhatikan bagaimana Evi mencuri pandang ke arah Irwan yang asyik dengan panahnya,"Kan dia senyumnya buat Pangeran bukan buat kita.Udah jangan ganggu ayo patroli aja!" Adi nyeret Hazman hengkang dari area situ,tinggallah Irwan sendirian dan Evi di dekat taman sedang asyik memetik bunga. Karena lihat Irwan terus,Evi ketusuk duri mawar,"Auw...aduh!" Irwan segera mendekat,"Ada apa Putri?" Evi menunjukkan jarinya yang ketusuk,"Kena duri..." Irwan segera mengambil getah tanaman dan dioleskannya ke luka Evi,"Dah sekarang gpp.Apa masih sakit?" Evi malah asyik memandang wajah Irwan yang bersimpuh di hadapannya,"Masih..." Irwan lalu meniup jari Evi,"Aku tiup ya.." Saat itulah Razi datang bersama George,Irwan kaget dan segera berdiri meminta maaf,"Maaf kak,Irwan ga bermaksud menggoda isteri kakak.Tadi dia ketusuk duri.Jadi..." George ketawa kepingkal2 lihat adiknya nampak takut banget jika Razi marah lihat dia sama Evi pegangan tangan tadi,"Ha..ha.." Irwan heran,"Kak George kenapa sih?Kesambet ya?Ga sopan tahu!!" Razi juga ikut ketawa dan mendekati Evi,"Sebaiknya aku meluruskan semuanya..." Disatukannya tangan Irwan dan Evi,"Temanku...kau salah paham selama ini...dia ini bukan isteriku...tapi dia ini adikku...namanya Evi...kau masih ingat kan?Kamu pernah bertemu dengan dia waktu kecil saat nyasar di kerajaan Sulawesi dulu." Irwan memandang tak percaya,"Evi yang hitam itu kak?Dia Evi?Ga mungkin...ini ga mungkin... Evi jadi kesal dengernya dan malah lari sambil nangis.Weleh... George dan Razi segera memberi tanda pada Irwan untuk mengejar Evi,"Dia benar Evi,Teman.Meski dulu dia hitam dan jelek namun semua tiba2 berubah seiring dia dewasa.Dia jadi cantik dan makin cantik dari hari ke hari.Ayo kamu minta maaf sama dia.Paling dia ke kamarnya." Irwan menurut dan memang ga niat mau nyakitin perasaan Evi,gadis yang ia memang cari2 selama ini,"Iya kak Irwan bersalah.Irwan akan minta maaf...Irwan pergi dulu.." Irwan segera lari menuju ke arah Evi pergi.George dan Razi saling pandang,"Wah kayaknya kita bakal jadi keluarga teman...he he.." Sementara itu Evi lari ke kamarnya dan mengunci diri,"Irwan jahat!Irwan ngeselin!Irwan nyebelin!" Irwan mengetuk pintu kamar Evi,"Putri Evi..Evi!Buka pintunya!Aku mau minta maaf padamu!Kumohon maafkan aku!" Evi malah nutup telinganya pakai bantal,"Pergi!Kamu ga suka kan ketemu sama aku?Peergi sana!!" Irwan teriak2 sampai serak,"Bukan gitu!Dengerin aku dulu.Evi...tolong buka pintunya...masak bicaranya sambil teriak2 begini...huhukk uhukk.." Evi tetep ga mau buka bahkan saat dayang datang dia juga ga mau buka,Irwan lalu lewat jendela.Ga habis akala dia.Evi kaget lihat Irwan sudah di dalam kamarnya,"Kamu?Kok bisa masuk sih?" Irwan segera meraih tangan Evi,"Kumohon maafkan aku...aku ga bermaksud menyakiti perasaanmu...justru aku..." Evi menarik tangannya,"Aku apa?Oh ..kamu pasti dah lupa ya pernah kenal sama gadis kecil hitem dan sangat jelek iya kan?" Evi berkaca2 mengatakannya,Irwan meraih selendang Evi yang berkibar diterpa angin,"Kau salah Vi...aku bahkan selalu mengingatmu setiap waktu...aku pikir aku akan bertemu gadis dengan kulit yang..." Evi menarik selendangnya,"Yang hitem ya?" Irwan memegangi selendangnya,"Vi,aku ...ga sangka kamu bakal berubah sedrastis ini...sungguh..." Evi masih manyun,"Permintaan maaf ga cukup..." Irwan lalu menyerahkan selendang Evi pada gadis itu,"Lakukan apapun yang kau suka padaku.Aku takkan melawan." Evi melihat ke selendang merahnya,"Bener?Kamu akan nurut?" Irwan mengangguk,"Ksatria pantang ingkar janji.Kau ingin aku lakukan apa?Katakan saja." Evi lalu menyuruh Irwan berdiri dekat pilar,"Berdiri dekat pilar itu!" Irwan nurut,eh sama Evi dia diikat pakai selendangnya,"Aku mau kamu temani aku meronce bunga.Kamu dah lama ga ada kabar,ga kirim surat juga.Aku tuh ga punya temen tahu...aku selalu sendirian...apalagi sejak ayah pergi...jadi aku mau kamu diem disitu temeni aku meronce bunga sampai jadi kalung.Biar kamu ingat kalau aku itu gadis kecil yang kamu jumpai waktu itu..." Irwan menatap Evi penuh rindu,'Aku akan temani kamu sampai kapanpun Vi...' Evi lalu duduk meronce bunga sedang Irwan nemeni sambil terikat dengan selendang di sebuah pilar,"Kamu harus jawab pertanyaanku...hanya dengan jawaban merah atau putih...kalau merah berarti tidak kalau putih berarti ya...kamu mengerti?" Irwan mengangguk dan menjawab,"Putih..." Evi mengambil bunga warna putih dan mulai bertanya,"Kamu suka aku yang dulu,yang hitem dan jelek ya?" Irwan memang suka sama Evi saat Evi masih jelek dan hitam maka ia jawab,"Putih..." Evi tersenyum lalu mengambil bunga warna putih lagi,"Kalau begitu kamu ga suka ya dengan penampilan aku yang sekarang?" Irwan bingung,'Mau jawab apa ya?" Irwan akhirnya jawab,"Merah..." Evi heran,"Kamu jawab tidak.Berarti kamu suka penampilanku dulu dan sekarang?Gimana sih kok plin plan?" Irwan jawab,"Putih..." Evi ngerti Irwan menerima dia dulu dan sekarang,"Aku mau kamu disitu sampai aku selesai meronce ..." Banyak pertanyaan diajukan Evi hingga Irwan dan Evi saling kenal lagi.Kadang Evi tersenyum melihat Irwan yang terkenal sebagai ksatria terikat tanpa perlawanan di tiang kamarnya,"Kamu ga capek kayak gitu terus?" Irwan menjawab,"Merah..." Evi tersenyum sambil mengambil bunga warna merah,'Dia lucu terikat gitu...hi...hi..' Saat itulah Inul datang ke kamar Evi,"Ibu ke sini mau ..." Perkataan Inul terhenti melihat putra ke-3nya terikat di sebuah pilar,"Astaga!Irwan kamu kok bisa ada disini?Terikat lagi.Siapa yang sudah begitu hebat bisa mengikat kamu seperti ini sayang...?" Irwan melirik ke arah Evi yang salting,Inul mengerti,"Oh...Bunda tahu..pantas...kamu sampai bisa diikat...hebat ya yang ngikat kamu..." Evi melepaskan ikatan Irwan,"Maaf Ibu saya yang mengikat Irwan,maafkan saya..." Irwan mencegah Evi yang hendak berlutut pada ibunya,"Evi tidak bersalah Ibu.Irwan yang merelakan diri Irwan untuk diikat." Inul tersenyum,"Kamu merelakan diri untuk diikat oleh putri Evi?Wow...baru kenal saja sudah begini tunduk...gimana selanjutnya?" Saat itulah Razi datang,"Gawat!Raksasa wanita itu datang lagi!George sedang menanganinya...cuma penampilannya agak aneh..." Inul heran,"Raksasa apa?" Irwan segera bersiap,"Kak Razi disini saja lindungi Bunda Irwan dan Evi...Irwan akan bantu kak George.." Evi menghentikan langkah Irwan,"Hati-hati..." Wah Irwan makcless diperhatikan Evi,cie..cie..Inul juga memperhatikannya. Irwan mengangguk pada Evi lalu pergi keluar.Wah..wah hadapi Evi aja klepek2 mau hadapi raksasa...bisa ga ya?Apakah yang akan terjadi pada Irwan?***see you next eps***
Eps 7 CERBUNG VI ↓ ARJUN
$↓ ARJUN|_|↓ CERBUNG VI EPS 7$↓ Be Possible = Menjadi Mungkin |\|↓AREA DEKAT PERSINGGAHAN.... Irwan segera lari keluar untuk melihat apa yang terjadi.Bukan hanya dia bahkan Frans juga keluar dari kamarnya,"Mengapa bumi bergetar seperti ini?Ada apa ini?" Irwan bersama Frans segera melihat keluar,"Katanya ada raksasa menyerang kak!" Frans heran,"Apa kita berbuat salah pada mereka?" Irwan teringat pada raksasa2 yang ia temui di dekat hutan,"Sepertinya mereka mau membuka hutan kak tapi merasa terusik dengan kehadiran kita.Irwan akan siagakan 4 sekawan dan semua prajurit kita." Empat sekawan sudah lebih dulu tiba di lokasi.Kok lokasi?Ya wis TKP...emang ada kriminal?Ya udah medan pertempuran wae...nah begono... Ivan yang ga jadi istirahat karena hoyak buminya mengatur para prajurit,"Adi kamu sebelah sana!Hazman atur prajurit lindungi para tamu kita!Yayat kamu kenapa malah melongo gitu?" Yayat malah terpesona lihat raksasanya,"Begawan,itu raksasa apa bukit berbunga?" Bukit berbunga....bukit yang indah...weleh malah nyanyi dulu... Pantas Yayat mengira bukit berbunga lha yang datang adalah Aty.Berbagai jenis bunga menghiasi rambut Aty,ada mawar berduri,kenanga nan super wangi,akasia,bunga melati,bahkan bunga ceplok piring juga ada.Bunga ceplok mata sapi ada ga?Kuwi ndog ya... Terus gimana dong reaksi George lihat Aty?Apakah terpesona? Terpesona dari Hongkong...malah terbirit2 George lha Aty juga bawa pasukan je...pasukan apa?Pasukan lebah madu,kumbang,kepik dan walangsangit.Astaga !!! Wah pasti heboh dong?Ga cuma heboh hoyak juga...lha George lari...Aty mengejarnya..wah malah kejar2an ga genah... George mau nyerang tapi Aty malah megangi kakinya,"George ganteng...Pangeranku...cintaku...sayangku...aku harap kau jangan takut padaku...aku cinta padamu...Aku Aty...aku sangat manis lho...aku berdandan spesial penuh bunga 7 rupa ini demi kamu...jangan jauhi aku..." George malah risih,"Iiih...makhluk aneh...ngapain kamu pegang2 kaki aku?Mana bawa pasukan lebah lagi...iihh...nyengat tahu...hush..sana!!" Kasihan Aty direwangi kesot2 sampai kayak suster kesot...hi...hi...hi...Ini jane humor apa horor diajeng?Aku ra ngerti...wk..wk..wk...Prajurit mau nyerang tapi takut malah kena Pangeran kedua mereka.Irwan juga melihat Aty ga niat nyerang tapi lebih menarik perhatian George,"Jangan gegabah menyerang!Utamakan keselamatan Kakakku!Tunggu aba2 dariku!Kalian mengerti??!" Mereka serempak menjawab,"Mengerti!!" Irwan minta pendapat kakak pertamanya yang terkenal arif bijaksana,"Bagaimana ini kak Frans?" Frans paham situasinya,"Raksasa wanita itu hanya ingin bicara pada George.Ia tak berniat melukai kita semua.Lihat saja ia hanya terus menangkis dan tidak menyerang balik.Kita minta George mendengarkan dulu apa maunya.Biar kakak bicara pada George." Frans mendekat ke arah George,"Adikku!!Jauhi area peristirahatan.Biar tidak menimbulkan korban.Melangkahlah ke arah hutan adikku!" George mengerti dan patuh,"Baik Kakak!!" Irwan dan pasukannya terus memantau dan mengikuti kemana George bergerak,"Ikuti terus tapi jangan lakukan penyerangan!" Semua patuh pada perintah Irwan.Sementara Aty tak henti2nya mencurahkan isi hatinya pada George,"Ayolah pujaan hatiku...terimalah cintaku...aku mau kita menikah...kau dan aku ..." George terus menolak,"Menikah?Weleh...aku itu manusia ya kamu raksasa...ya ga mungkin...ga cocok...piye sih?" Aty keras kepala,"Ya gpp kan?Kita kan sama2 badannya gede..." George lelah dan diam saja,"Aku lapar...gara2 kamu aku malah belum makan...biasanya jam segini aku ngemil aneka jajan pasar..." Aty jadi kepo,"Apa itu jajan pasar?Nama cewek ya?Ga boleh!Kamu itu milik aku...hanya buat aku!!" George manyun,"Jajan pasar itu nama aneka panganan yo...bukan nama cewek....dasar!!" Aty girang banget tahu,"Oh...bukan nama cewek ya...bentar aku carike ya...tapi kamu harus ikut..." Walah malah George dibawa kabur Aty ke pasar diambilke sebakul jajanan pasar punyae orang jualan,"Nih kan maksudmu?Nih dimakan..." Penjualnya langsung lari tunggang langgang,"Raksasa!Awas ada raksasa...!!Kabuuur!!" Irwan segera menenangkan publik,"Tenang semua!Jangan panik!Kami akan jaga kalian!Berikan saja apa yang raksasa itu inginkan!Nanti akan diganti kerugian kalian!" Semua jadi tenang,"Hore!!" George lalu dibawa lagi ke dekat hutan,disana ia makan alias ngemil ditemani Aty yang curhat soal perasaan cintanya,"George sayang....apakah menurutmu aku cantik?" George malah asyik makan,"Mmmh....nyam..nyam...." Aty ngambek ga digagas,"Kok aku dicuekin sih?George...!!!" George kaget,"Ha...?Oh ini namanya putu ayu...sedep rasanya...yummy..." Denger kata ayu,Aty seneng banget ngira George muji dia,"Sungguh?Menurutmu aku ayu?Ayu mana dibanding putri yang kereta kencananya ada pelanginya itu?" Aty nyebut Evi nih,pas banget Evi datang bersama Bunda Ratu naik kereta kencana dengan Razi sebagai kusirnya,"Itu Pangeran Irwan dan Frans disana!!" Evi dan Inul segera mendekati Irwan dan Frans,Evi berdiri di belakang Irwan,"Kau tidak terluka kan?" Irwan seneng banget Evi mencemaskannya,"Tidak Putri.Raksasa itu sepertinya menyukai Kakakku.Namun kakak tidak mengerti hatinya." Evi memandang iba pada Aty,"Kasihan dia.Memang mustahil sepertinya hasratnya.Dia raksasa sedang kakakmu manusia.Dunia mereka berbeda." Irwan malah memandang Evi,'Meski dulu kau sangat jelek dan hitam aku tetap menyukaimu.Hingga dewasa kaulah yang kupikirkan senantiasa.' Evi ga ngeh kalau dipandangi Irwan,ia malah berkata pada Inul,"Bunda,kasihan raksasa wanita itu ya..." Inul memandang iba pada Aty,"Dia mencintai putraku namun dia berbeda dunia dengannya...wahai ...betapa kasihannya kau anak cantik..." Kata2 Inul itu tiba2 disambut gelegar dan petir sambar menyambar.Wah apa yang terjadi?Aty dikelilingi cahaya pelangi yang melingkupi Evi.Lalu?Apa yang terjadi pada Aty?***see you next eps***
Eps 8 Cerbung vi↓↓↓ ARJUN
←←←←←←←←←←←←←
 ↓ ARJUN EPS 8 CERBUNG VI ↓ ↓←← The Face = Wajah ←← ←←←←←←←←←←←←← ♣♧TEPI HUTAN... Inul kasihan melihat Aty yang sepertinya begitu mencintai George,putra keduanya.Maka langitpun mendengarkan doa seorang ibu dan terjadilah apa yang dikatakan Inul,"Wahai kasihan sekali kau ANAK CANTIK..." Petir sambar menyambar,"Jeder!!!Zlap!" Evi sampai takut dan memegangi lengan Irwan,cie..cie...modus ya Evi?Irwan jelas hepi ye..ye...Malah dia bilang gini,"Putri..jangan takut Kanda disini." Wuah kanda?Hayo ....cie...Evi kaget dengernya,"Kanda?" Irwan langsung sadar kalau ketlucutan ngomong,'Waduh!Gajah liwat.Gawat!Ketahuan nih kalau aku sayang sama dia.Weeeei...harus segera direvisi!' Irwan meralat,"Eh...maksud saya...eh aku..eh ya aku...he..he..aku kan teman kakandamu...ya..begitu...maksudnya dinda?" Evi tersipu dipanggil dinda,'Aku seneng banget Pangeran Irwan manggil aku dengan sebutan dinda.Hi...hi...' Irwan heran lihat Evi senyum2 gitu,"Kenapa senyum2 ada yang lucu ya?Katanya tadi takut?" Evi jadi dapat ingat kalau dia lagi takut weleh... Evi mempererat pegangannya pada lengan Pangeran ketiga Kerajaan Asia itu,"Oh...iya aku takut banget Pangeran...suasananya serem.Kayak mau turun hujan badai saja.Moga tak terjadi hal yang buruk." Irwan seneng banget pegangan Evi makin erat di lengannya,'Aduh...aku klepek2 nih...kalau cinta sudah dilibatkan ya gini nih...hororpun jadi romantis...' Asap juga menyelimuti Aty membuat George yang lagi asyik ngemil jadi jeda ngemilnya,"Horok...kok kemeluk gini sih?Kemutuk....emang ada yang ngobor ya?" Waduh...kabur ah... Aty juga heran dengan yang terjadi.Lebih lagi ia dilingkupi cahaya pelangi,'Wah...aku kini punya cahaya pelangi juga kayak putri cantik itu...ye...ye...Nyanyi dulu ah..pelangi2 alangkah indahmu...merah kuning hijau di langit yang biru...' Sempet2nya Aty nyanyi... Frans mendekati ibundanya,"Bunda,apa yang terjadi dengan raksasa itu?" Inul menggeleng,"Bunda juga tak tahu sayang...namun sepertinya langit mendengar jerit hati anak cantik itu..." Begitu asapnya hilang Aty juga hilang.Lho?Kok malah hilang?Jangan emosi dulu..maksude wujud raksasanya.Kini yang tinggal malah wujud seorang putri nan cantik.Menurutmu?Kalau menurut George?Tanya George aja. George terkejut malah lihat Aty ga ada diganti dengan wujud seorang putri,"Lho,lha yang badannya gede tadi mana?Yang ngasih aku panganan sebakul ini tadi mana?" Yang lain juga takjub lihat perubahan Aty,"Lihat!Raksasanya hilang jadi manusia.Seorang putri,ayu lagi." Inul senang sekali dan segera mendekati George,"George..." Frans segera mengejar ibunya,"Bunda tunggu!Keadaan masih belum bisa dipastikan aman!" Irwan memandang Evi yang masih aja gandeng dia,"Kita kesana?" Wah denger kata 'kita',wajah Evi langsung merona,"Kita?" Irwan malah makin terpesona,'Aduh ayune ....lihat dari dekat gini bikin aku deg2an...' Lihat Irwan malah bengong,Evi malah punya kesempatan lihat wajah Irwan dari dekat,'Kecil saja dulu dia ganteng sekarang makin ganteng.Pipinya tembem...aduh...kalau aku punya baby pasti imutz2 kayak bapaknya...he..he..' Weleh bayangane kok jauh temen.Baby? Razi mendekati kedua insan yang malah pandang2an ga jelas itu,"Hoy!!Kalian ini malah disini sendiri?Yang lain dah pada ke sana lho.Cinta..cinta...bikin lupa kalau lagi di medan laga...astaga...!Jagat dewabatara narada..." Razi meninggalkan dua insan itu.Irwan dan Evi akhirnya sadar juga,salting deh.Irwan menggandeng jemari Evi,"Ayo kita kesana!Ketinggalan cerita nanti he .he.." Evi jelas seneng banget digandeng tangannya,"Ayo!Asal bersamamu aku tak takut..." Serasa lihat pemeran Yoko dan Bibi lung di Serial The Romance of The Condor Heroes.Kabarnya mereka mau nikah bulan Juli th ini.Wah...aku seneng banget dengernya.Moga mereka saling mencintai dan langgeng pernikahannya juga dikasih anak2 yang banyak.He..he..Jeng!Ini pewayangan kok malah dunia persilatan?Ups...melenceng sitik aja kok.He..he..Tekan ngendi tadi?Aty berubah..oh iya.George tak memuji seperti yang lain malah nawari makanan,"Kamu hebat bisa nyingkirin raksasa tadi.Nih kukasih putu ayu..." Aty dengernya putri ayu,"Menurutmu aku ayu?Benarkah?" Kayak perlu buka klinik THT deh di sana.He..he.. Inul mendekat dan menyuruh prajurit mengambil kaca,kebetulan di kereta kencananya ada.Usai diambil Inul memberikannya pada Aty,"Aku ini ibunda George.Ini lihatlah sekarang bagaimana penampilan kamu anak cantik.." Aty segera mesem2 tahu yang mendekat adalah ibunya George,pangeran yang disukainya,'Calon ibu mertua nih...jaga sikap dulu...senyum manis dulu.Biar dapat restu ...modus.' Aty menerima kacanya dan berkata,"Ini kan kaca benggala ?" Astaga kirain koment apa...Emang kaca Aty buat ngaca.Bukan buat nyanyi lagu Gala2...Weleh ki apa maning?Sampai Gala2? Atypun melihat ke kaca,semua kepo kecuali Irwan yang asyik menatap wajah Evi,'Tak bosan mataku takkan bosan...' Evi nanya,"Pangeran Irwan,Aty cantik ya?" Irwan malah jawab,"Iya....tapi aku lebih suka lihat kamu..." Evi tersipu,'Aduh...dia serius apa ngigau ya?Jangan2 kesambet lagi.' Evi mengibas2kan tangannya depan wajah Irwan,"Pangeran...pangeran Irwan...wei...ga nyahut ki...waduh..." Sementara Irwan disoriented,kita lihat seperti apa respon George dengan perubahan Aty.Aty seneng banget berubah jadi cantik dan ga raksasa lagi,ia segera sujud syukur pada Yang Maha Agung,"Sukriya...sukriya...makasih ya Tuhan...Pencipta Segala Yang Ada...Terima kasih banyak...matur nuwun..xie xie ni..." Aty bisa berbagai bahasa ya?Keren! Terus Aty deketi George,"George sayang...mau ya sekarang nikah sama aku?Mau ya?Ya?Please..." George masih asyik ngemil pukis,"Mmh..." Aty sedih dicuekin,"Hu..hu..." Inul mendekati George dan mengambil semua cemilannya,"George!Seorang pangeran harus tahu menjaga sikap.Bersikaplah dengan baik terutama pada wanita.Perasaan mereka itu halus sayang..." George sedih makanannya diambil Inul,"Yeah ...Bunda...aku masih mau makan jadah goreng,klenyem,sama gembukannya...Bunda...!!" Frans mesem lihat tingkah adiknya,"George...George kapan dewasanya kamu ini?Makanan melulu yang diurusi...ya ampun." Inul menyuruh Irwan menjaga makanannya,"Irwan bawa pergi makanan ini !" Irwan nurut,"Baik Bunda!Tugas siap ananda kerjakan.Ayo Putri Evi kita kembali ke persinggahan saja." Evi jelas ikut,"Ayo!" Mereka berdua malah naik kereta kencana kembali ke persinggahan.Disana mereka malah punya ide nyleneh,"Gimana kalau kita ngemil berdua Putri Evi?" Evi jelas setuju,'Asyik bisa berduaan sama Pangeran Irwan.Kesempatan emas nih.' Evi mengambil kue lapis,"Aku suapi ya?Anggap aja ucapan terima kasih dah nolong aku dulu.He..he.." Irwan sumringah,"Beneran?Mau..mau...Ayo duduk di sana." Mereka makan di sebuah taman,saling pandang sambil ngobrol,"Menurutmu kakakmu akan menerima raksasa ..eh putri itu tidak?" Irwan mikir,"Aku yakin kakak akan terima.Dia itu emang kelihatan kasar di luar tapi sebenarnya dia berhati lembut.Selembut dinda.." Dinda lagi...bikin Evi sanga hepi,"Kau terus memangilku dengan sebutan dinda...apa ga ada yang marah nanti?" Irwan melirik manja,"Tidak ada siapa2 di hatiku...selain..." Evi kepo ria,"Selain siapa?Kenapa ga diteruskan?" Irwan malah meraih tangan Evi yang sedang menyuapkan sepotong kue kepadanya,"Kau sungguh ingin tahu?" Evi tersipu tapi malu juga,hanya bisa mengangguk dia.Irwan malah mengecup punggung tangan Evi,"Hanya kau yang terus mengisi hatiku selama bertahun2 Evi..aku selalu teringat padamu...apakah masih ada kamar buat aku menginap di hatimu?" Evi bahagia banget,tapi belum jawab saking senengnya,'Ternyata...oh ternyata Irwan juga memikirkanku selama ini...oh...aku sungguh bahagia.' Irwan sedih Evi diam saja,iapun berdiri dan berkata,"Sepertinya sudah tidak ada kamar kosong ya di hatimu...kalau begitu aku akan kembali ke tepi hutan saja..." Evi segera meraih jemari pangeran itu,"Tunggu Kanda!" Wah...kagak salah tuh manggilnya,kanda?Irwan terperangah,"Kau panggil aku apa?" Evi malu2 menjawab,"Kanda...kau tak suka?" Irwan jelas suka,"Itu artinya kau menerima ungkapan hatiku?Kau ...juga.." Evi mengangguk,"Aku juga selalu memikirkanmu setiap waktu,tahun demi tahun...aku sangat merindukanmu..." Irwan segera meraih Evi dalam pelukannya,"Dinda..." Evi membalasnya,"Kanda..." Kok kayak lagu Seiring dan Sejalan ya?Wah ada yang jadian nih kayaknya...Terus George gimana?Terima Aty kagak ya?Kita akan tahu jawabannya di eps selanjutnya.***see you next eps***
Eps 9 CERBUNG KE-6 ARJUN
↑◇↓◇↑◇↓◇↑◇↓◇ARJUN◇↓◇↓◇↑◇↓◇↑◇↑ Eps 9 →Wellpleasing In His Sight→Berkenan Di Pandangan Matanya ↓◇↑ HUTAN DEKAT PERSINGGAHAN... Sementara sejoli utama kita sedang asyik jadian,maka di tepi hutan dekat persinggahan George terus dibujuk ibundanya agar mau menerima Aty,"Ayolah putraku yang gagah,tidakkah kau suka melihat gadis ayu itu?" George sejak ga lagi ngemil kini fokus urusan,dia melihat Aty dari atas sampai bawah.Kadang sambil melotot dikit,"Hmm...matanya ada dua,telinganya juga dua,alisnya ada di atas mata,bibirnya ya kayak kita2,tangan juga dua,kaki juga dua kayak kita ya Bunda?Dia kayak kita Bunda!!" George malah ingin segera mengejar Irwan yang tadi dipasrahi makanannya,"Sudah ayo ikut aku pulang ke persinggahan sebelum makananku dihabiskan Irwan.Bahaya dia itu kayake kurus gitu tapi makannya banyak lho itu!" Aty tak percaya George mengajaknya,"Kakanda George mengajak Aty ikut?" George malah heran,"Lha kamu mau ga?Kalau mau ayo cepetan!" Aty memandang pada Inul,dibalas dengan anggukan oleh Inul,"Ikutlah dia Cah Ayu.Itu pertanda George mau menerima kamu.Sana ikut naik keret kencana bersama George.Buruan sebelum dia berubah pikiran!" Atypun segera mengejar George,"Pangeranku!Tunggu!Aku ikut!" Jadi ingat kartun tamiya deh...aku berlari2 mengejar mobilku...ini itu ceritane pewayangan ya diajeng bukan kartun.Weleh...Akhirnya semua kembali ke persinggahan.Inul naik kereta kencana bersama Frans.Dengan Razi sebagai kusirnya.Nyanyi dulu ah...Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota naik delman istimewa kududuk di muka.Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja....Astaga...itu lagu anak2 ya...Di kereta kencana Inul ngobrol sama putra sulungnya nan kalempit2 orangnya.Maksude?Kalem,calm,cool,smart and wise understand?Sejenis smartphone dong?Weleh.. Inul bicara dengan nada halus tapi sebenarnya memaksa,"Putraku kamu sebentar lagi naik tahta.Bunda harap kamu mengerti aturan utama seorang calon raja.Kamu kan ahli tata negara,Bunda yakin kamu tahu dan bahkan hafal semua aturan kenegaraan." Frans mengerti,"Ananda tahu maksud Bunda.Namun saat ini belum ada yang bisa membuat ananda terpesona Bunda kecuali..." Wah Inul langsung antusias dengernya,"Kecuali siapa?Putri mana itu?Ayo bilang sama Bunda." Frans malah menunjukkan sebuah buku,"Kecuali ini Bunda.Buku..." Inul meringis kecewa,"Ya ampun lagi2 buku!Pasti ini penulis skenario yang ngasih wejangan sama kamu iya kan?!" Wei!!Wei!!Penulise kok dibawa2 ki piye tah?Apa mau dikungfu ya?...Hayo penulise tiru2 siapa itu?Main hajar pakai kungfu?Hayo!....Ups.... Frans menghela nafas,"Bunda jangan menyalahkan siapa2.Frans memang orangnya begini Bunda.Ga gaul,kuper soal wanita dan tahunya ya cuma buku." Inul sedakep,'Nikah aja sama buku Frans!' Razi ngekek denger pembicaraan mereka,"Tenang Pangeran Frans.Dunia ini penuh kejutan kok.Pasti akan ada yang bisa membuatmu terpesona selain pada buku.Aku yakin itu!" Frans tersenyum,"Terima kasih atas dukungannya." Akhirnya mereka sampai juga di persinggahan tapi suasana kembali heboh karena George ngambek makanannya dihabiskan sama Irwan dan Evi,"Bunda!!Lihat benarkan dugaanku!Makanannya dihabisin sama Irwan..." Irwan dan Evi emang tanpa sadar menghabiskan semua gembukan,janggelut,bolu,lepet dan yang lainnya termasuk jadah goreng,getuk goreng dan bakwan dibalik udang.Weleh.... Irwan dan Evi kaget juga,"Ya ampun kita beneran makan semuanya dinda?" Evi juga jadi waregen,"Iya kita ternyata kelaparan tingkat dewa kanda..." Inul dan Razi malah kaget denger sapaan mereka,"Kanda?Dinda?What????" Evi yang malu segera mendekati kakaknya,"Ehm...kakak...maksud aku..." Irwan sendiri malah diajak debat sama kakaknya George,"Irwan kenapa kamu habisin semuanya?Itu semua kesukaan aku huhh!" Evi jadi merasa bersalah akhirnya dia angkat bicara,"Maafkan Evi kak George.Evi akan buatkan makanan buat ganti semuanya." Irwan malah terpesona mendengarnya,"Kamu bisa masak dind...eh Putri Evi?" Evi mengangguk,"Dulu aku dan kak Razi terbiasa hidup mengembara jadi kita biasa buat makanan sendiri." Aty nawarin bantuan,"Aku bantu ya?Aku juga ingin bisa masak biar George makin lengket sama aku.he .he.." George jadi senang,"Beneran ya?Asyik!!" Evi hendak ke dapur bersama Aty tapi ditahan oleh Irwan,"Putri...eh dinda...makasih ya...mau repot2 buat kanda he..he.." Razi dan Inul saling melempar pandang melihat interaksi keduanya,'Sepertinya ada yang udah curi start duluan nih...' Kayak motogp dong?Curi start.... Evi malah berkata,"Aku ga mau hubungan kakak adik jadi rusak karena makanan.Aku masak dulu ya.Aku juga akan buatin untuk kanda..he..he.." Wah Irwan klepek2 dengernya dan malah ikut ke dapur,"Aku bantu ya...kan aku juga salah..." Wah malah ke dapur mereka.George sama Aty,Evi sama Irwan.Inul dan Razi malah asyik berbincang,"Wah kayaknya kita bakal jadi besan nih...he..he.." 2R juga mesem2 lihatnya dan malah godain Frans,"Kakak!Lihat tuh dah didahuluin sama kak George dan kak Irwan.Kakak masak sama buku terus sih?" Frans malah geleng2 kepala,"Kalian itu masih kecil ga tahu apa itu tanggung jawab dan komitmen.Sudah aku mau ke dalam.Mau istirahat." Rizky heran,"Apa maksudnya?" Ridho angkat bahu,"Maksudnya kak Frans punya banyak tanggungan kali jadi perlu komat kamit dulu cari wangsit..." Weleh..interpretasi yang bagus. Didapur Evi dan Irwan malah mesra nian dan bercanda sambil masak,gluput tepung sama adonan.Habis Aty malah bikin heboh,"Tepungnya diginiin?" Wah malah putih dia dan diketawain George,"Kamu lucu ha..ha.." Evi yang kotor kena tepung jelas dibersihin wajahnya sama Irwan yang super perhatian,cie..cie.. Wah malah pandang2an ga jelas.Senyum2 gitu keduanya.Dapur sampai ga genah bentuknya.Para dayang sampai geleng kepala melihatnya,"Wah begini nih kalau junjungan masuk dapur.ck..ck.ck..." Empat sekawan juga ngintip sambil ketawa ketiwi,"Lihat Pangeran Irwan beneran kasmaran tuh!" Hazman malah jadi broken heart,"Pangeran Irwan memang selalu didepan..." Emang Yamaha apa?Hmm... Ivan malah jewer kuping Adi dan Yayat,"Hayo kalian malah ga patroli keamanan malah ngintip orang pacaran!!Ayo kerja sana!!" Adi dan Yayat langsung ngacir deh,"Iya..iya kita patroli..." Hazman juga ngacir,"Aku mau bikin lagu aja...there is no excuse my friend..for breaking my heart...breaking my heart again..." Ivan malah standby jaga,"Dasar pada aneh!Yang satu maniak lagu barat!Satu maniak ngintip!" Wah pada sibuk dewe2.Akankah tak ada aral merintangi hubungan Evi dan Irwan?Ai..ai...***see you next eps***

Eps 10 Cerbung ke-6 ARJUN
↓▼↓▼↓ ARJUN EPS 10↓▼↓▼↓ Tiket V 155089-6↓▼↓▼↓ The Giving Heart ↓▼↓▼↓ Hati Yang Memberi ↓▼↓▼↓ CERPEN KE-10 : VICE QUEEN Aku sedang asyik mengajari anak2 di kampungku kala paman Hamdan menyuruhku segera pulang,"Anggraeni!Ayo segera kamu bersembunyi!Cepet!" Aku segera mendekati pamanku itu,"Ada apa sih Paman?Heboh banget?" Paman segera menarikku pulang lewat jalan yang tidak biasanya kami lewati,"Ada tentara kerajaan sedang patroli!Mereka ditugaskan mengumpulkan semua gadis cantik untuk dihadapkan pada Raja.Raja sedang mencari pengganti Ratunya." Aku memang mendengar soal Ratu Lesti yang diusir dari istana karena tidak patuh pada perintah Raja Irwan.Waktu itu katanya Raja tengah mengadakan jamuan besar dihadiri oleh banyak tamu dari kerajaan lain.Mereka semua ingin mendengar keelokan suara sang Ratu yang sangat terkenal merdu.Namun sang Ratu malah menolak hadir dalam jamuan itu.Raja jelas merasa dipermalukan didepan para pembesar maka atas nasehat para menterinya dicopotlah mahkota Ratu dari kepala Ratu Lesti.Sang Ratu lalu diusir dari kerajaan.Kalau menurut aku Raja hendak menunjukkan wibawanya pada semua rakyat bahwa seorang isteri haruslah mendengar suaminya.Raja hendak memberi teladan pada rakyatnya.Hanya menurutku ia juga sedikit arogan.Kubayangkan pasti wajahnya sangat bengis.Apalagi ia sangat terkenal di medan perang.Pantas Paman ga mau kalau sampai aku dibawa ke istana,"Kamu sembunyi di bawah tumpukan jerami ini yach...Paman akan temui prajurit2 itu.Mereka pasti akan menggeledah tiap rumah.Kamu jangan sampai ketahuan ok?Paman sudah berjanji pada mendiang orang tuamu untuk menjagamu.Jangan sampai kamu jadi bulan2an di istana Raja bengis itu." Aku menurut dan bersembunyi dibawah tumpukan jerami kering.Namun para tentara itu berhasil menemukanku dan kemudian menyeretku ke istana,"Kalau kau tak mau pamanmu digantung sebaiknya kamu ikut kami ke istana.Pengawal bawa gadis ini!" Aku melihat pamanku sedih,"Paman,Anggraeni akan baik2 saja.Doakan Anggraeni ya..." Paman mengantar hingga sampai gerbang istana.Gerbangnya begitu besar dan dijaga dengan ketat.Aku melambaikan tanganku.Aku terpukau melihat istana,'Wow!Megah sekali.Coba Sang Raja lebih punya hati pasti istana ini akan sangat nyaman untuk ditinggali.Pilar2 nan kokoh.Batu pualam,safir wah...sungguh jauh berbeda dengan rumah paman.' Banyak sekali gadis yang dibawa ke dalam istana.Kami ditanyai nama kami satu2,"Sebutkan nama kalian dengan lengkap!Berbaris yang rapi!!Dan berhenti menangis yang di sebelah sana!!" Aku segera mendekati gadis yang menangis itu,kutenangkan dia.Kepala pengawal yang mengurusi pendataan para gadis memandangku dengan kagum,"Kau!Siapa namamu?" Aku segera menjawab,"Namaku Evy Anggraeni Tuan.Kumohon jangan marahi gadis ini,pasti berat baginya berada di tempat ini." Ia mencatat namaku dan membiarkan aku menenangkan gadis yang menangis tadi.Seorang pria bertubuh besar namun sangat fashionable lalu berdiri memperkenalkan diri,"Aku adalah penanggung jawab disini.Ingat baik2 namaku.Kepala Penjaga Perempuan Ivan.Kalian hafalkan ok!!" Tuan Ivan punya dua asisten yaitu kak Aty yang mengajari kami para gadis untuk merawat tubuh dan berbagai keahlian lain.Lalu ada kak Nassar yang mengajari kami soal vokal dan tarian.Raja Irwan memang menyukai musik dan kesenian.Semua perempuan yang bersuara bagus dipisahkan dan mendapat pelatihan khusus sebelum dipertemukan dengan Raja.Aku masuk dalam golongan tersebut.Kak Aty sangat sayang padaku,"Dari sekian wanita di sini.Kaulah yang paling berbeda Anggraeni.Kau itu lugu,jujur dan selalu menebar kebaikan dimanapun kau berada.Suaramu juga sangat merdu.Tidak kalah dengan suara mantan Ratu dulu.Coba saja Ratu Lesti dulu mendengarkan nasehatku untuk tidak membantah perintah Raja pasti Paduka takkan murka." Aku jadi ingin tahu,"Memang kenapa sang Ratu menolak titah Raja kak Aty?" Kak Aty lalu cerita,"Raja sangat sayang pada Ratu Lesti.Apapun keinginan sang ratu pasti dituruti.Hal itu membuat Ratu Lesti sombong dan mengira kalau Raja Irwan pasti juga akan menuruti dia.Ternyata kenyataan malah jadi begini.Aku jadi kasihan pada Raja." Aku makin heran,"Lho kok malah kasihan pada Raja sih kak?Kan dia tak menderita." Kak Aty lalu memberitahuku soal Raja Irwan,"Baginda itu memang keras orangnya.Makhlumlah sejak kecil sudah terpisah dari ibundanya.Ibu Suri Halimah.Raja dibesarkan oleh pengasuhnya yang selalu mengarahkan Raja dalam medan peperangan.Konon sebenarnya pengasuh itu ingin melihat Raja tewas di medan peperangan.Ia sepertinya menyusun gerakan2 bawah tanah untuk melakukan kudeta.Tapi jangan bilang siapa2 ya?Jika kau terpilih nanti menjadi pengganti ratu Lesti maka peringatkanlah Raja akan hal itu.Nyawa Raja dalam bahaya." Aku jadi iba pada Raja ternyata sebenarnya dia orang yang rindu kasih sayang.Dia haus akan perhatian dan kelembutan.Aku juga diajari oleh kak Nassar soal memainkan alat musik dan teknik vokal.Ia juga menasehatiku,"Kalau Raja bertanya padamu apa yang kauinginkan darinya kau harus menjawab dengan hatimu.Jangan meminta barang atau permata atau kemewahan hidup.Mintalah supaya kau mendapat kasih sayangnya,mendapat perkenanannya.Katakanlah bahwa kau menginginkan kebahagiaan Beliau.Ingat ini baik2 ya Anggraeni.Kau adalah gadis fave ku.Aku yakin Raja akan terpesona padamu." Suatu kali aku jalan2 di taman belakang,kulihat seorang pria muda tengah asyik menanam mawar,"Wah kau tukang kebun istana yang sangat baik ya...semua tanaman disini tumbuh dengan baik.Aku berterima kasih padamu.Ditengah nasibku yang tak menentu di istana ini,taman ini selalu memberiku penghiburan.Keindahannya menyejukkan hatiku.Kenalkan namaku Evy Anggraeni." Pria muda itu memandangku penuh wibawa,aku seperti berada di hadapan seorang Raja saja.Ia malah melanjutkan menanam mawarnya,"Apakah kau salah satu dari gadis2 di balai perempuan?" Aku menjawab sambil jongkok di dekatnya,"Iya.Aku sangat takut.Aku belum pernah bertemu dengan Raja.Kau pasti pernah bertemu dengannya.Seperti apa sih dia?" Pria itu senang aku membantunya menanam,tangan kami bersentuhan.Hatiku bergetar.Ia menatapku,"Besok kutunggu kau disini.Akan kuberitahu seperti apa Raja itu.Bagaimana?" Aku mengangguk dan segera kembali ke balai perempuan.Besoknya aku datang lebih pagi,sambil menunggu aku berdendang.Tiba2 kudengar tepuk tangan,"Suaramu sangat indah.Raja pasti akan menyukaimu." Aku mendekatinya,"Aku belum tahu namamu.Bagaimana aku memanggilmu?" Pria muda itu menjawab,"Panggil saja aku tukang kebun.Bagaimana?" Aku mengangguk,"Kau takut ya jika namamu kukatakan pada Raja ya?Maaf ...kau tak perlu memberitahuku soal Raja.Aku akan menemui dia malam ini.Aku hanya merasa takut saja." Pria itu memberikan setangkai mawar padaku,"Bawalah mawar ini bersamamu saat menghadap Raja nanti.Selipkan ini di rambutmu.Jika kau merasa takut usaplah mawar ini." Aku berterima kasih padanya dan segera membawa mawar itu,"Akan kutaruh dalam air supaya malam nanti masih segar.Maaf aku harus kembali ke balai perempuan.Aku harus mandi kembang dan luluran gitu.Ribet pokoknya.Udah ya makasih buat mawarnya." Malamnya aku didandani bak puteri raja gitu soalnya malam ini aku akan menghadap Raja.Jika ia menyukaiku maka ia akan menyuruhku tinggal di kamarnya.Jika tidak ia akan menyuruhku pergi dan entah nasibku selanjutnya.Kusunting mawar merah di rambutku,lalu melangkah menuju kamar Baginda.Lorong menuju kamar peraduan beliau sungguh sangat dijaga ketat.Aku tak diperbolehkan mengangkat wajahku kecuali Baginda Raja menyuruh melakukannya.Kak Aty dan Kak Nassar mengantarku sembari komat kamit berdoa.Aku menahan tawa melihatnya.Meski nanti Raja ternyata tak menyukaiku,aku tetap senang bisa mengenal dua orang itu.Pintu kamar Raja dibuka.Aku masuk pelan2.Tak berani aku melihat pada Baginda,kudengar langkah kaki mendekat.Namun aku terkejut kala mendengar suara yang kukenal,"Aku senang kau menuruti perkataanku Anggraeni...." Aku terpana kala Ia menyentuh mawar di telingaku,'Ini kan suara tukang kebun itu?Kenapa dia ada di kamar Raja ya?' Sebuah tangan memegang daguku,"Lihatlah padaku..." Aku menurut dan kemudian terkejut,"Kau?Kenapa kau ada disini?Ini kan kamar Baginda Raja?Sedang apa kau disini?" Namun kala aku melihat pakaian yang ia kenakan aku heran,"Kau...kau...adalah ..." Ia tersenyum dan mengecup tanganku,"Namaku Irwan.Aku memang suka sekali tanaman.Makanya tiap kali aku suka memakai pakaian tukang kebun agar bisa leluasa mengawasi istanaku dan melakukan hobbyku.Bagaimana apakah aku menakutkan?" Aku menggeleng dan segera sujud,"Maafkan hamba Yang Mulia.Hamba tak mengenali Paduka.Hamba pantas dihukum." Namun Raja Irwan malah ikut bersimpuh di lantai,"Aku takkan menghukum Ratuku lagi.Aku tak mau kehilangan Ratu lagi." Aku terpana mendengarnya dan makin terpana kala ia menaruh mahkota di kepalaku,"Jadilah Ratuku." Aku tak mungkin menolaknya.Aku sudah jatuh hati padanya.Malam itu aku tinggal di kamarnya dan esoknya diadakan pesta penobatanku sebagai Ratu yang baru.Kucurahkan cinta dan kasih sayangku padanya.Kuajari dia tentang nilai2 kasih sayang dan hati yang memberi.Sifat arogannya berangsur berganti menjadi kebaikan dan keadilan.Pamanku juga diangkat menjadi penasehat Raja.Aku senang karena paman adalah orang yang bijaksana.Ia akan memberi nasehat2 yang baik.Istana semakin meriah dengan kehadiran anak2ku.Mereka semakin melembutkan hati Raja.Bahkan figurnya yang arogan kini berubah menjadi figur kebapakan.Rakyat sangat senang dan menjulukiku "Vice Queen"yang artinya Ratu Pengganti.Aku mungkin Ratu pengganti namun bagi Raja akulah Ratu Hatinya.***The End*** Itulah Jodha Akbar versi Irvi.Versi cerbungnya akan saya berikan pairingnya pada Reza dan Hayati dengan judul PANDANGAN PERTAMA.Walau nanti belum tentu ada yang baca tapi akan tetap saya tulis jika terpilih.Karena hati saya ingin sekali menuliskannya.Sekarang kita ke Arjun.Gimana kisah para ksatria kita?Yuk kepoin! ÷>>ISTANA ANDALAS... Para tamu sudah berdatangan.Tinggal kerajaan Asia dan kerajaan Sulawesi yang belum hadir.Nampak Subro ditemani permaisurinya Cici asyik menyambut tamu.Subro memang buta namun wibawa seorang Raja jelas terpancar di wajahnya.Danang putra pertamanya tampak berdiri di sebelahnya,"Ayahanda,kenapa kerajaan Asia belum datang juga ya?Sepertinya mereka tidak menghormati Ayah." Cici menegur putranya itu,"Putraku jangan berburuk sangka dulu.Kau tahu kerajaan kita medannya sulit dilalui.Banyak hutan dan raksasa di sekitar sini.Mungkin mereka sedang dalam perjalanan kemari.Kita tunggu saja lagipula pestanya juga masih besok." Danang mendengus kesal lalu pergi menemui sohibnya,"Za,Putri Intan mana?" Danang memang diam2 suka sama Intan namun di hati Intan sudah ada nama lain.Reza adalah sepupu Intan,"Biasa di dekat gerbang lagi nunggu rombongan pujaan hatinya datang." Danang kesal mendengarnya,"Pasti dia nunggu Irwan!Sial!!Apa sih hebatnya tuh pangeran?Akan kuajak adu kehebatan nanti biar Intan sadar kalau aku yang pantas dia pikirkan." Ramzi mendekat,"Ponakan,kalau kamu mau menantang Pangeran Irwan.Paman punya saran untukmu." Wah jelas Danang tertarik,pamannya itu memang terkenal ahli strategi sekaligus orang yang licik,"Saran apa Paman?" Ramzi berbisik di telinga Danang,"Ajak dia adu kehebatan dibidang dimana dia tidak hebat.Adu senjata saja dengan kuda.Siapa yang jatuh dari kuda akan dianggap kalah." Danang berpikir,"Tapi Paman yakin aku bakal menang?" Ramzi tersenyum licik,"Beres soal itu Ponakan...kau tenang saja." Wah Ramzi kok kayak punya rencana licik ya?Sementara itu Reza mencari Intan hendak memanggilnya agar menemui Danang.Namun saat tiba di gerbang pas rombongan kerajaan Asia dan Sulawesi tiba.Wah Intan langsung pose gitu untuk menarik perhatian Irwan.Eh yang dipandangi malah asyik menatap ke arah kereta kerajaan Sulawesi.Weleh... Intan kesal,'Pangeranku lihatin siapa sih?Sampai segitu amat lihatnya.' Intan menyuruh Reza menyelidiki,"Cepat kamu cari tahu siapa yang ada di kereta kencana yang ada bias pelanginya itu.Cepetan sana!!" Intan melihat Reza pergi,'Setahuku di kerajaan Sulawesi ga ada putri yang cantik.Adanya cuma putri hitam yang jelek banget.Paling gedenya juga jelek deh.Akan kutunggu kabar dari sepupuku.' Reza mendekati kereta dimana Evy berada dan ia terpesona kala Evy turun dari kereta,'Wow!!Ini bidadari apa peri ya?Cantik banget?Wah kayaknya inilah wanita yang pantas buat aku.Aku harus mendapatkan dia.Harus!!Tapi siapa dia ya?' Waduh malah Reza jatuh cintrong sama targetnya.Weleh... Irwan membantu Evy turun dari kereta,wah pegangan tangan dengan mesra mereka.Sedang Intan meradang melihatnya.Sementara Danang ngekek melihatnya,'Intan!Intan!Pria yang kamu puja2 ternyata dah punya seseorang di hatinya.Emang kamu ini takdirnya sama aku.Hanya saja kamu itu masih belum wake up!' Wah Danang kenal lagu wake me up juga ya?Ini kerajaan zaman apa sih?Udah deh kita lihat F1 dulu yach.Rival2 cinta mulai hadir di kisah cinta Irvi kali ini.Gimana nasib cinta mereka selanjutnya?***$ee you next eps***

Eps 11 Cerbung ke-6 ARJUN
♡→ARJUN EPS 11♡→→ TIKET H 607284♡→→→The Numbers / Bilangan ♡→CERPEN KE-13 : HIKAYAT CINTA Seorang perempuan tua nampak sedang asyik mendongeng pada junjungannya,"Sang putri Bulan lalu menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Pangeran Matahari yang juga telah tiada.Semesta berduka dengan kematian kedua sejoli yang saling mencintai itu.Gerimispun turun di siang hari pertanda duka menyelubungi jagat raya." Seorang gadis muda nan berparas jelita dengan gaun putih nan indah nampak sedih mendengar kisah yang dituturkan oleh pengasuhnya itu,"Kenapa cinta mereka tragis begitu ya Emban?" Sang emban tersenyum,"Cerita hamba belum selesai Tuan Putri.Lalu Penguasa Semesta bersabda bahwa kedua sejoli itu akan Ia titiskan ke bumi supaya mendapat kebahagiaan." Sang putri langsung berbinar matanya,"Jadi mereka akan terlahir kembali ke bumi ya Emban?Wah ada dimana ya mereka sekarang?" Sang mbok emban tak berani menjawabnya,'Tuan Putri Vivi...Andalah titisan putri Bulan itu.Itu jelas tandanya...saat Anda lahir rembulan bersinar dengan indahnya.Bulan purnama diringi rintik hujan.Itu tanda2 bahwa titisan putri bulan lahir kedunia.Lagipula...' Lamunan mbok emban buyar oleh kedatangan Baginda Raja,"Vivi sayang ada yang ingin Ayahanda bicarakan denganmu..." Mbok embanpun lalu permisi,Putri Vivi memandang ayahnya,"Apakah yang ingin Ayahanda bicarakan dengan Vivi?" Rupanya Baginda hendak melakukan perjalanan jauh ke negeri2 lain untuk menggalang kekuatan melawan kerajaan Api.Vivi sedih bila mendengar soal perang yang tak kunjung usai,"Mengapa kita tidak berdamai saja Ayah?Kasihan rakyat.Mereka pasti ingin hidup tenteram.Mengapa sih kita harus bermusuhan dengan Kerajaan Api Ayah?" Baginda menghela nafas,"Ayah juga lelah sebenarnya namun permusuhan ini sudah turun temurun Putriku.Kerajaan Api selalu ambisius ingin menjadi penguasa keempat kerajaan.Ayah harus menjaga kerajaan kita.Kamu di istana saja menjaga rakyat kita.Kemampuan pengendali airmu sudah makin terasah.Andai saja ibumu masih ada pasti dia akan sangat bahagia melihatmu.Kau sungguh mirip sekali dengan dia.Ayah sangat menyayangimu putriku." Memang selain baik hati seperti mendiang permaisuri kerajaan Air,Putri Vivi juga sangat cantik bak bidadari.Rambut panjangnya terurai dengan indahnya.Kecantikannya sudah terkenal di seluruh kerajaan hingga ke kerajaan2 tetangga.Banyak lamaran datang namun hati sang putri terus terkenang pada kisah Putri Bulan dan Pangeran Matahari.Kisah cinta itu begitu merasuk dalam hatinya,'Pangeran Matahari dimanakah engkau kini?Kuharap kau menemukan putri bulanmu.' Sementara itu di kerajaan Api,sang pewaris tahta nampak dipukul ayah tirinya dengan jurus api,"Pangeran Erwan!!Aku tak pernah mengajarimu untuk menentangku!!Kau sudah kelewatan!" Wajah sang pangeran yang tampan itu menjadi terluka akibat terbakar api di sisi mata kanannya,"Aaacckk!!Sakit Ayah...kenapa Ayah tega lakukan ini?Aku hanya mengingatkan Ayah kalau siasat perang Ayah akan mengorbankan banyak nyawa pasukan kita Ayah.Aku tak bermaksud menentang Ayah..." Pangeran Erwan akhirnya pingsan dan dibawa pergi oleh pamannya dari ruang pertemuan utama,"Kau keterlaluan Kakak!Dia mungkin bukan putra kandungmu tapi kelak dialah pewaris tahta kerajaan Api.Kau hanya sementara duduk sebagai Raja.Itupun karena kau menikahi Ibunya.Aku tahu kau memang ingin menghancurkan dia bukan?Kau ingin membuatnya buta sehingga tak bisa naik tahta.Aku akan membawanya pergi sebelum kau membunuh pewaria tahta yang asli.Tapi ingat aku akan kembali Kakak!Dan aku akan mengembalikan semuanya pada yang berhak!!Ingat itu!!" Pangeran Erwan dibawa pergi oleh pamannya.Kasihan sang pangeran wajahnya yang satu sisi jadi rusak bahkan mata kanannya hampir saja buta.Sang paman membawanya ke kerajaan Air karena ia dengar di sana ada pengendali air yang mampu menyembuhkan.Bahkan jika kemampuan mengendalikan airnya sangat bagus akan mampu memulihkan wajah dan mata Pangeran Erwan.Dengan perahu yang sederhana sampailah mereka di Negeri Air.Namun badai melanda pesisir pantainya.Pangeran Erwan kasihan melihat pamannya yang sudah tua itu berjuang melawan badai demi membawanya sampai ke Negeri Air,"Paman....sebaiknya hemat tenaga Paman.Aku akan memakai kemampuanku untuk menahan hawa dingin ini.Paman harus bertahan.Aku tak mau kehilangan Paman.Hanya Paman yang baik padaku." Pangeran Erwan melihat pamannya sudah pingsan.Ia lalu membawa sekuat tenaga sang paman ke tempat aman.Ia lalu membuat api agar sang paman hangat.Kemudian ia berjalan keluar hendak mencari ikan buat makan namun ia malah menginjak es dan terperangkap dalam danau es.Untunglah sebuah perahu es nan indah lewat dan iapun ditolong.Erwan pingsan.Rupanya perahu es itu milik Kerajaan Air dimana Putri Vivi selalu memakainya dalam keadaan darurat.Waktu itu ia sedang patroli melihat rakyat dikarenakan badai hebat yang melanda negerinya,"Lihat Putri!!Ada korban disana!!" Sang Putri segera memerintahkan untuk membawa Erwan ke ruang pengobatan,"Bawa dia ke ruang penyembuhan.Aku akan segera ke sana.Aku akan kendalikan dulu situasi disini." Usai meneduhkan badai yang melanda,Putri Vivi lalu melihat kondisi korban yang ia tolong,"Pria ini dari negeri Api Tuan Putri.Tidakkah lebih baik kita biarkan saja dia mati dalam badai?" Vivi tidak setuju,"Kalian takut dengan perintah Ayahku bukan?Baiklah aku sendiri yang akan menolong pria ini.Siapapun dia,aku tak akan biarkan dia tanpa pertolongan.Dia juga ciptaan Langit." Sang putri lalu memakai kekuatan pengendali airnya untuk menyembuhkan Erwan,'Kasihan dia kenapa wajahnya seperti ini?Siapa yang tega melukai dia hingga seperti ini?Tapi bagaimana aku bisa menolongnya?Kemampuanku menyembuhkan belum sampai ke tahap itu.' Walau belum bisa memulihkan benar wajah sang pangeran Erwan namun nyawa sang pangeran tertolong.Ia terpana kala bangun melihat seorang wanita yang sangat cantik tengah merawat lukanya dengan hati2 dan penuh kelembutan,"Apakah aku sudah mati?Apakah ini surga?" Sang putri tersenyum,"Kau masih hidup,kami menemukanmu pingsan di danau beku.Untung saja kau seorang pengendali api jadi kau tak sampai beku tadi.Oh ya kenalkan namaku Vivi kalau kamu?" Mereka lalu berkenalan dan Erwan minta mereka juga menolong pamannya.Tinggallah Erwan dan pamannya di negeri Air.Vivi sangat senang dengab kehadiran Erwan karena dengan kemampuan mengendalikan api yang dimiliki Erwan banyak hal baik yang bisa dilakukan.Mereka kian akrab bahkan saling jatuh hati.Namun Erwan sadar bahwa Vivi adalah putri raja dan ia kini bukan pangeran lagi.Apalagi dia berasal dari kerajaan Api.Musuh kerajaan Air.Dia sudah cacat juga dan seorang yang demikian tak pantas menduduki tahta.Vivi tak menyerah,"Tidak!Aku takkan biarkan kisah cintaku seperti hikayat cinta Putri Bulan dan Pangeran Matahari.Aku akan terus melatih kemampuanku hingga bisa sampai ke tahap penyembuhan tertinggi." Namun keberadaan Erwan akhirnya diketahui Ayahanda sang putri.Baginda murka dan mengurung sang putri,"Kau tak boleh bergaul dengan orang kerajaan api!!Mereka itu musuh Vivi!!Kau harus sadar Putriku!" Erwan lalu kembali ke negerinya dan bertekad menghentikan ambisi ayah tirinya.Ia menyusun kekuatan dan sudah siap mati demi perdamaian terwujud,"Semua harus diakhiri Paman.Ambisi ayah tiriku sudah banyak memakan korban.Bukan hanya kerajaan lain bahkan rakyat sendiri tega ia korbankan." Erwan berhasil menggalang sekutu bahkan ayah Vivi akhirnya mau bergabung demi tercipta perdamaian.Vivi senang sekali dan ikut menyusul sang ayah dan pria yang ia cintai ke medan perang.Untunglah ia datang tepat waktu disaat Erwan meregang nyawa ditangan ayah tirinya,"Tidaak!!" Kemampuan pengendalian airnya mencapai titik puncak kala melihat pria yang ia cintai terluka parah,"Erwan!!Jangan tinggalkan aku...aku mencintaimu..." Saat itulah terjadi gerhana matahari dan kekuatan ajaib memasuki tubuh Erwan dan Vivi.Keduanya bagai dikendalikan kekuatan gaib dan berhasil memenangkan perang.Kerajaan api kini kembali pada pewaris yang benar.Erwan juga disembuhkan oleh Vivi dengan kekuatan pengendalian air dan kekuatan cinta.Wajah sang pangeran kembali seperti sedia kala.Mereka lalu menikah dan menjadi penguasa kerajaan Api.Fire Lord and Fire Lady.Rakyat menyambut dengan sukacita pernikahan tersebut.Kedamaian kini tercipta dan putri Bulan bersatu dengan Pangeran Matahari dalam titisan mereka.Ya Erwanlah titisan Pangeran Matahari.Lalu bagaimana keturunan mereka ya?Apakah punya pengendalian air atau api atau dua2nya?Temukan jawabannya dalam cerbungnya berjudul "Gerimis Mengundang".Pairing bisa Sailormoon dan Tuxedo Bertopeng atau Zutara.Zuko dan Katara dalam animasi Avatar.***The End*** Sekarang kita ke cerbung ya... ♡→ KERAJAAN ANDALAS... Kedatangan rombongan kerajaan Sulawesi dan Asia jelas menambah meriah suasana.Apalagi kehadiran Evi dan Irwan menyedot perhatian para tamu undangan,"Wah siapa putri nan cantik itu ya?Kenapa pangeran Irwan begitu perhatian padanya ya?" Evipun diperkenalkan oleh Fakhrul,"Ini adalah adik saya.Panggil saja namanya Putri Hitam.Dulu dia sangat hitam namun kini kalian bisa lihat sendiri perubahannya." Di pesta itu Evi berkenalan dengan Ikif,putri dari kerajaan Mataram.Ia kenes dan ceria membuat Frans terpesona.Lupalah Frans pada buku2nya dan klepek2 mengejar cinta Ikif.Sementara itu untuk meramaikan suasana diadakan berbagai kompetisi dan pertunjukan.Danangpun menantang Irwan adu senjata di atas kuda.Jelas Irwan terima tantangannya.Namun Evi cemas dan hendak menemui Irwan agar membatalkan pertarungan namun Irwan kekeh,"Aku bukan penakut dinda.Aku ini ksatria dan aku takkan mundur dari pertarungan.Bagaimana jika kau berikan aku sesuatu supaya hatimu tenang?" Evi lalu mengikatkan sehelai kain dari hiasan gaun yang ia kenakan,"Semoga kau selalu beruntung Pangeranku." Pertandinganpun dimulai.Meski terkenal jago memanah namun Irwan juga serba bisa.Danang mulai kesal Irwan selalu bisa mengimbanginya.Hingga kemudian sesuatu terjadi.Kuda yang dinaiki Irwan tiba2 lemas dan jatuhlah Irwan ke tanah bahkan diinjak pahanya oleh kuda itu,"Aaakkkk!!" Irwan sempat mendengar jeritan Evi sebelum ia pingsan,"Irwaan!!" Danang terkekeh merasa menang tapi ia kesal kala Intan malah mencemaskan Irwan,"Intan!Juaranya aku bukan dia!Untuk apa kau peduli padanya?" Intan malah mlengos lalu pergi ke tenda dimana Irwan dibawa untuk diobati.Namun tak seorangpun diijinkan masuk oleh Frans dan Inul selain orang2 yang berkepentingan.Evi menanti sambil menangis di luar tenda,"Bagaimana Ini kakak?Apakah Irwan akan baik2 saja?" Razi menenangkan adiknya namun sia2,"Kita tunggu saja adikku.Irwan itu kuat pasti dia akan selamat." Sementara itu Reza yang hendak mendekati Evi jadi heran melihat perhatian Evi pada Irwan,'Kenapa dia secemas itu ya?Apa dia suka sama Pangeran Irwan yach?Kenapa sih para wanita suka sama pangeran satu itu?Sebel deh!' Intan juga meradang kala ia ga diperkenankan masuk ke dalam tenda,"Saya ini Putri Intan!Saya itu belahan jiwa Pangeran Irwan!!Ijinkan saya masuk!" Namun malah Evi yang diminta masuk ke dalam tenda,"Maaf Putri.Pangeran Irwan sendiri yang meminta kehadiran Putri Evi di sisinya." Evipun masuk ke dalam tenda dan disambut oleh Inul,"Sayang ...dia terus memanggil namamu...temuilah dia ..." Irwan nampak terbaring di peraduan nan indah dengan selimut menutupi tubuhnya,"Evi...putri Evi...dinda..." Evi mendekat dan duduk di tepi pembaringan sambil menggenggam tangan Irwan,"Dinda di sini kanda..." Mendengar suara Evi barulah Irwan bisa stabil keadaannya dan pulaslah ia ditunggui oleh Evi. Intan kesal dan pergi dari sana.Ia menemui Reza dan meminta sepupunya itu untuk melenyapkan Evi,"Kau harus membunuh dia.Atau kau culik saja dia dan bawa pergi jauh dari sini.Bawa dia dan ambil dia sebagai isterimu.Cepat lakukan secepatnya mumpung kondisi Irwan belum pulih." Reza setuju dengan ide itu.Ia akan mencari waktu yang tepat.Berhasilkah Reza memisahkan Evi dari Irwan?Bagaimana pula dengan kondisi Irwan?***see you next eps***

Eps 12 Cerbung keenam 》ARJUNE
▲▲▲▲★ ARJUNE EPS 12★★★▼ Mightier Than I = Lebih Kuat Dariku ▶▶▶→ TENDA DIMANA IRWAN DIRAWAT... Di sebuah tenda paling bagus dan paling ketat penjagaannya terbaring putra ketiga Raja Asia di sebuah peraduan nan indah.Kelambunya berwarna ungu dihiasi ornamen keperakan.Tampak sang pangeran terlelap sembari memegang jemari seorang putri yang duduk disisi pembaringannya.Siapa putri itu?Ya Evilah.Dia kan yang diijinin buat masuk ke tenda Irwan.Oh iya...kondisi Irwan gimana? Inul mendekati peraduan putranya,"Dia tidur akhirnya...sejak tadi dia gelisah.Rupanya minta ditunggui sama adindanya ya...dasar anak manja.." Evi tersenyum malu namun memandang lega melihat pria yang ia sayangi dalam keadaan tidak terancam jiwanya,"Perasaan saya sudah tidak enak sejak awal Irwan menerima tantangan itu Bunda..." Inul melihat betapa tenangnya putranya dijagai oleh Evi,"Bunda akan bicara dengan empat sekawan perihal insiden itu.Kenapa mereka bisa lalai menjaga keselamatan putraku.Kamu jaga Irwan ya...Bunda percayakan dia sama kamu." Evi mengangguk,"Bunda jangan khawatir.Evi takkan pergi dari sisi Irwan..." Wah mesra amat sih Evi sama Irwan.Padahal lagi kena musibah lho.Evi mengusap keringat di wajah tampan Irwan.Dipandanginya wajah kekasih hatinya itu dengan penuh sayang,'Tidurlah...kita kan selalu bersama lewati apapun jua...sayang selamat tidur...sayang mimpi indah tentang kau dan aku...' Lai..lai..lai..weleh kok malah nyanyi jeng?Lha lagunya kan begitu...lai...lai..lai...sayang...oh...sayang... Sementara itu diluar tenda,Reza menanti Evi keluar dari tenda agar bisa menculik dia.Ia berencana membawa putri itu kabur ke negerinya.Mana negerinya?Apa ya namanya?Andalas udah.Asia udah.Sulawesi udah.Kerajaan Alas Roban aja.He..he.. Reza menanti dengan sabar namun Evi ga keluar2 juga.Evi ga mau bergeming dari sisi Irwan.Kalau mau keluar tendapun ia nunggu ada yang menjaga Irwan.Irwan sendiri selalu minta empat sekawan melindungi Evi jadi susah deh buat Reza mau nyulik dia.Apalagi empat sekawan habis kena marah Inul akibat insiden yang menimpa putra ketiganya,"Kalian itu sudah teledor!Bisa sampai kecolongan begini!Saya ga mau tahu perkara ini harus diselidiki sampai tuntas!Igun kamu tugas pengusutan.Adi kamu jaga tenda Irwan sedang Yayat sama Hazman gantian ngawal Putri Evi dan jaga Irwan di dalam tenda.Kalian ga boleh kecolongan lagi ngerti!!" Wah semua langsung capcus ngerjain tugasnya masing2.Igun menyelidiki kandang kuda.Nanyain penjaganya siapa2 saja yang bisa masuk ke area tersebut sebelum pertandingan.Sedang Adi kayak patung pancoran jaga tenda Irwan.Matanya dah dijaga biar kuat melek.Gantian sih sama Hazman.Kalau Evi dibantu Yayat ngurus Irwan.Wah enak ya jadi Irwan....makan disuapi Evi.Makin deket dia sama Evi.Lha apa2 bersama.Terus Evi tidur di mana dong?Evi diberi tempat sendiri dekat peraduan Irwan.Gara2 kejadian itu malah Inul dan Razi sepakat mau menikahkan Irwan dengan Evi secepatnya.Wah melangkahi dua kakaknya dong?Habis Frans belum nembak Ikif sih.Terus George masih belum mikir nikah juga.Dia lagi mengenal kepribadian Aty.Rencana itu ditentang oleh Razi,"Alangkah lebih baik jika Pangeran Frans dan George dulu yang menikah,Ratu Inul." Usai mendengar pertimbangan Razi,Inul setuju.Ia lalu mendekati putra pertamanya.Frans sedang memperhatikan Ikif dari jauh,"Kalau kamu suka dia kenapa ga coba deketi dia Putraku?" Frans kaget mendengar kata2 ibundanya,"Bunda...Frans ga merhatiin siapa2 kok...cuma sedang baca buku kok.." Inul mesem,"Baca buku apa?Baca buku kok kebalik gitu...mau bohongi Bunda ya? Udah..ngaku aja kamu suka kan sama putri Ikif.Dia kenes dan suka ganggu kamu kan?" Frans tersipu,"Iya Bunda...cuma dia yang berani ganggu Ananda...dia suka bawa kabur buku ananda...katanya dia heran apa bagusnya buku itu..." Inul mesem lagi,"Temui dia.Ajak jalan2 kemana kek.Ajak aja nengok adikmu.Kamu belum ke tenda Irwan kan hari ini?" Frans merona,"Habis Frans ga mau ganggu Irwan sama Putri Evi Bun...Irwan mah yang dicari Putri Evi melulu...Kalau ke sana pasti dia pas tidur.Tapi Frans sudah tahu kok Bun siapa dalang insiden itu." Inul kepo,"Siapa Putraku?" Frans memberi kode dengan pandangan matanya,"Paman Ramzi." Inul sudah menduganya,"Rupanya Ramzi masih dendam karena Benigno yang naik tahta dulu di kerajaan Andalas.Tapi kemudian Ben mendirikan sendiri kerajaan Asia biar tak terus menerus terjadi sengketa.Tega ya dia mencelakakan putraku?Sebaiknya kita tak perlu lama2 di sini Frans.Bunda ga mau ada yang celaka lagi.Kita pulang saja secepatnya." Frans setuju tapi dia melirik ke arah Ikif berada,"Lalu bagaimana dengan dia Bunda?" Inul mengerling,"Tenang saja.Bunda akan melamar dia buat kamu.Kita mampir dulu ke kerajaannya.Bagaimana?" Wah Frans sumringah.Dasar malu2 tapi mau rupanya. Inul memutuskan pergi usai pernikahan,ia ga mau memperpanjang masalah insiden Irwan.Ia tahu Ramzi sengaja melakukan itu biar terjadi peperangan antar dua kerajaan. Irwan sudah membaik jelaslah kan dimonitoring terus sama Evi dan empat sekawan.Irwan juga sudah diberi pengertian soal insiden tersebut.Namun Reza ga terima Irwan bersama Evi.Ia meracuni makanan Irwan saat makan malam terakhir bersama di Kerajaan Andalas.Namun Evi yang tak mau sesuatu terjadi pada Irwan mencegah Irwan memakannya,"Tunggu dulu Kanda...biar dinda cicipi dulu." Irwan berkata,"Tapi Dinda ini yang memberikan mempelai pria sendiri ga mungkin diberi racun.Lagian apa mereka mau menanggung malu meracuni tamu sendiri?" Evi kekeh ga ijinin Irwan memakannya,ia malah mengambilnya dan mencobanya.Wah langsung deh Evi merasa tenggorokannya tercekat.Evi pingsan,Irwan segera menangkap tubuhnya,"Dinda!!" Wah heboh deh suasana.Semua tamu jadi takut makan hidangan yang tersaji.Razi berang dan berubah menjadi raksasa.Diubrak abriknya istana Andalas.Pas banget kakak2 Aty juga datang mencari adik mereka,"Mana adik kami?Mana yang namanya George??!!" Wah geger gitu deh.Irwan sendiri segera membawa Evi ke ruang pengobatan,"Panggil Tabib!!Cepat!!!" Akankah Evi akan selamat?***see you next eps***




Tidak ada komentar:

Posting Komentar