CERBUNG KE - 7 " RATU HATIKU " ^^^ eps 1-12

My Seventh Story 
☆☆★★★☆☆
                    RATU HATIKU
♥♥R@T|_| ♡|<|_| ♥♥ ...when you say nothing at all~ketika kau hanya diam saja tanpa kata apapun ...love comes like waterfall~cinta datang seperti air terjun ...melt your ice heart and call~melembutkan hatimu yang dingin dan memanggil ...the dessert become rainfall~padang gurunpun menjadi turun hujan
SESSION PERKENALAN》》 Seorang jurnalis tampak sibuk mengetik di komputernya.Tiba2 seorang wartawan datang dan menyerahkan seabrek data padanya,"Nih!Data yang kamu minta!Semua tentang anggota kerajaan,semua polemik yang terjadi di dalamnya dan semua bukti2nya bahkan foto2nya kuserahkan ke kamu.Kamu susun sendiri.Aku capek dah cari berita ke mana2.Walaupun jujur aku puas banget.Aku malah berencana mau jadi penulis novel aja.Aku terinspirasi lihat kisah keluarga kerajaan.Di zaman modern kayak begini,mereka tetap hidup dengan keagungan dan keluhuran nilai2nya.Andai saja kau melihat langsung kisah Pangeran Sumenep menemukan ratu hatinya.Wah dijamin kamupun bakal alih profesi jadi penulis novel.Sudah ya!Aku cabut dulu!"
Sang jurnalis heran,"Hey!Ini gimana?" Wartawannya malah ngacir,"Kamu susun aja sendiri.Aku mau nemui keluarga aku.Kangen.Mulai kini aku mau lebih menghargai mereka.Bye!" Jurnalis ditinggal dengan setumpuk data di mejanya.Dilihatnya satu2.Sebuah foto bergambar bangunan kerajaan,"Ini pasti istana Sumenep.Indahnya.Bisa masuk juga temanku itu ke dalam istana.Hebat...hebat."
Lalu ada foto seorang pria setengah baya tampak sedikit pucat,"Ini pasti Yang Mulia Raja Benigno Aquino.Wah...meski kurang sehat tapi tetap penuh wibawa.Sebelahnya ini pasti Permaisuri,Bunda Ratu.
Cantik dan selalu memukau.Yang duduk ini pasti Ibu Suri Titiek Puspa.Meski sudah tidak muda lagi namun jelas terpancar kebijaksanaan dan kebaikan hatinya.Yang ini pasti Putri Roslina.Wah terlihat intelek dan mempesona.Aha...ini nih Putra Mahkota...ganteng,pendiam,sorot matanya penuh wibawa.Jelas dong kan calon raja.Pangeran Sumenep."
Sang jurnalis mencari-cari foto lagi,"Kabarnya ada dua wanita dalam hati Sang Pangeran.Mana mereka?Kayak apa sih?Pasti putri kerajaan dong...Ah pasti ini!"Sebuah foto ditemukan sang jurnalis,"Ini Pangeran Sumenep dan dua wanita cantik tapi kok ada pria lagi.Oh ini pasti Pangeran Hazman.Sepupu pangeran yang kembali dari Malaysia.
Benar aku ingat ibundanya adalah Putri Isda.Isteri mendiang kakak Yang Mulia Raja Benigno.Wah sepertinya anak2 mereka mengulang sejarah ayahnya.Memperebutkan seorang wanita.Tapi yang mana ya?Yang penampilannya elegan bak putri raja ini atau yang penuh ceria ini yach?Siapa dua wanita ini?Pasti ada data pendukung lain.Coba kucari..."
Sang jurnalis membongkar lagi setumpuk data lain,"Kok malah jadi gini...oh yang ceria ini gadis sederhana dari kalangan biasa yang dijodohkan dengan Pangeran Sumenep.Namanya Evi Anggraeni.Anggraeni kan memang nama seorang putri di cerita kuno dulu.Seorang putri yang begitu dicintai oleh seorang pangeran yang kemudian menitis pada Dewi Chandra Kirana.Evi ini dari keluarga sederhana yach....ayahnya seorang penjual sate,Tuan Hamdan.Ibunya,Nyonya Rita Sugiarto.Sepertinya mereka orang yang baik.Rupanya Evi itu anak bungsu jadi ini pasti kakaknya,namanya Reza.Tampaknya mereka rukun,keluarga yang hangat.Wah gimana rasanya jadi calon menantu kerajaan yach?Pasti luar biasa banget.Ga nyangka pasti.Tapi bukannya Pangeran Sumenep itu kabarnya
suka sama gadis yang punya talenta hebat di bidang menari,Ega Noviyanti.Wah...pilih yang mana akhirnya Sang Pangeran Sumenep yach?"
Sang jurnalis mulai menyusun secara kronologis semua data dan foto,"Oh begini kisah cintanya...wah...kayak melodrama korea yach...apa itu judulnya Princess Hours?...Ya...mirip gitu...Jadi penasaran siapa ya yang akhirnya menjadi Ratu Hatinya Pangeran Sumenep?Coba kucari petunjuk dari sahabat2 pangeran dulu,banyak juga sahabatnya ya...
Tapi yang paling akrab cuma tiga Adi dan si kembar 2R yaitu Rizky - Ridho,kok sama dengan Putri Anggraeni eh...Evi maksudnya...sahabatnya juga tiga,si jago makan Aty, satunya namanya Lesti dan yang ini namanya Salsa.Wah mereka kemana2 bersama.Bakal gimana ya nanti kisah mereka.Kuberi judul apa ya artikelku nanti.
Mending kujadikan novel aja kayaknya.Iya...judulnya RATU HATIKU.Oke deh siap nulis nih...moga novelku ini laris manis."
Sang jurnalispun mulai menulis.Seperti apa tulisannya?
Prakata dari penulis》》 Ini pertama kalinya saya memasukkan nama2 yang sebelumnya tak pernah saya pakai dalam cerbung2 saya.Ada Ega,Ridho,Roslina,dan Salsa.Saya harap cerbung kali ini mampu menghadirkan keceriaan dan romantisme yang membuat pembaca terhibur.Ciri khas dari cerbung ini nanti adalah korean wave.Jadi kalau di korea terkenal dengan kulinernya,keindahan alamnya dan fashionnya maka ditiap eps cerbung ini nanti saya akan ada prolog yang isinya mengenai banyak hal bisa soal kuliner Indonesia atau makanan yang saya sukai,bisa
soal tanaman dan manfaatnya,bisa seputar tempat wisata yang pernah saya kunjungi.Yang pasti bisa macam2.
Tergantung passion saya mau nulis apa.
Walau ceritanya diambil dari melodrama korea,seperti permintaan Nisya namun saya tidak akan persis sama.Akan saya buat style saya dan versi saya.Semoga cerbung ke-7 ini punya daya tarik tersendiri dan memberi bukan hanya hiburan tapi juga nilai2 kehidupan dan pengetahuan.Mengenai nama kerajaan yaitu Sumenep,itu hanya fiksi saya karena Irwan dijuluki Pangeran Sumenep jadi tidak ada hubungannya dengan sejarah
ataupun silsilah aslinya.Pesan dari cerbung ini adalah cinta itu milik semua orang bukan hanya milik bangsawan atau orang kaya tapi juga rakyat biasa atau ordinary people.Juga cinta itu kuat sampai mampu mengubah seseorang.
Seorang ice prince seperti Irwan bahkan berubah menjadi sosok yang hangat kala cinta hadir dalam hidupnya.Nah siapakah Ratu Hatinya Irwan?Bagi yang suka silakan tunggu eps perdananya.
When love touch you
Everything become new When love melt you It change your view ***see you next eps***
Eps Perdana ((( RATU HATIKU )))
((( RATU HATIKU))) Eps 1 ((( Divine Signal = Sinyal Ilahi
((( Di sebuah rumah sederhana... Seorang gadis berambut panjang rada mlungker2 nampak asyik tidur mengkurep seperti lagi berenang gaya
katak.Untung dia pakai baju tidur ndol2 yang model celana panjang kalau ga wah bisa gawat tuh lha polahnya kayak sekuter muter2.Weleh...Mana tidurnya mangap lagi waduh...bikin pulau lagi.Astaga pulau Sulawesi kayake.Ck..ck..ck...Gulingnya dipeluk kayak lagi mimpi indah saja.Mimpi apaan sih.Mari kita ke dunia mimpi....bidip..bidip...terbang...terbang.
**Dream Zone** Hello...namaku Evi...panjangnya sih Evi Anggraeni.Aku ada dimana ya ini?Kok kayak di hutan deh.Wah kalo ada macan gimana?Bahaya nih!Lebih baik aku segera pergi dari sini deh.Wah ada bangunan apa itu?Seperti istana.Wah pasti aman di sana.Ke sana ah!Akupun melangkahkan kaki ke sana.Bangunannya sangat indah tapi kok terbuat dari es semua yach?Aku sampai di depan gerbang nan megah.Dua orang pengawal nampak berdiri
berjaga namun mereka semua terbungkus es.Aneh!Akupun menyentuh pundak salah satu dari mereka.Wah ajaib,esnya langsung mencair.Pengawal yang kusentuh pundaknya langsung memberi hormat padaku,"Tuan Putri Evi...selamat datang di istana..."
Aku melongo dan menyentuh pengawal satunya,dia juga berubah tidak beku lagi malah membuka topinya dan memberi hormat kepadaku,"Yang Mulia...silakan masuk...Pangeran sudah menanti Anda."
Aku makin heran,dengan mata gede2 aku melirik mereka bergantian,'Kagak salah ni orang manggil aku Tuan Putri?Yang Mulia?Pakaian ndol2 begini disebut Tuan Putri?Ini kerajaan abad berapa sih?'
Mereka segera membuka gerbang dan akupun melangkah ke dalam dengan sandal tidurku,itu sandal tidur yang jebuk.He..he...Tiap apapun yang kusentuh langsung berubah menjadi tidak beku.Pilar istana,lantai,para dayang hingga aku sampai di sebuah taman nan indah.Taman ini lebih aneh lagi karena nampak sangat lux dan saat aku menginjakkan kakiku di sana,aku langsung berubah.Berubah!!Jadi baja hitam?Bukan!Sailormoon?Bukan juga.Terus jadi apa?Jadi putri.Sandal jebukku berubah jadi sepatu kaca.Wow!
Pakaian tidurku yang ndol2 berubah jadi gaun nan indah.Rambutku yang biasanya acak kadul kini tertata anggun mlungker2 kayak per.Aduh ini bener aku ga sih?Cantik banget gumamku seraya melihat ke kolam.
Di dalam kolam ada ikannya koi kayake.Mangap2.Pasti heran lihat aku.Koi mil gaya....Aku meninggalkan si koi yang melotot iri,aku melihat sesuatu eh seseorang di tengah taman.Aku mendekatinya.Seorang pria bertopeng.Wah Tuxedo bertopeng!Mamoru Chiba....maunya dia. Apa dia Pangeran yang disebut penjaga gerbang?Tapi dia juga beku.Malah sampai mengepul asap saking dinginnya.Pria es.Iceman.X-man...Ice man...He man...mboh..karepmu.Aku ragu saat hendak menyentuhnya.Dia memakai tuxedo rapi sangat.Kok jadi malaysia sekarang?Aku mengelilinginya.Punggungnya tegap.Namun yang paling tak pernah kulupa adalah tatapan matanya.Dibalik topengnya dia menatapku begitu dingin.Jangan2 dia kedinginan?Sebaiknya kusentuh saja.Kalau dia pembunuh berdarah dingin gimana?Aku jadi ragu.Sentuh tidak ya...kucari benik maksudku kancing baju buat nentuin jawaban.Kebiasaan kalau ada pilihan susah he..he..Weleh aku lupa kalau aku dah ganti kostum.Bukan pakai baju tidur ndol2ku lagi.Gimana ini?Apa berdoa saja dulu yach?
Iya aku berdoa saja.Pria bermata dingin itu terus memperhatikanku.Gumun kali.Atau terpesona?Atau malah illfeel?Soale aku lama banget mikirnya...telmi.Telat mikir.Usai berdoa akupun menyentuh lengan pria itu.Wah dia langsung meleleh esnya.Wow!!Aku melihat dari bawah ke atas.Gagahnya.Tatapannya juga menjadi hangat.Masih mengenakan topengnya ia mengajakku berdansa.Aku tertunduk malu.Soale aku ga bisa dansa kodong....saiki Sulawesi.Weleh...
Ia menyentuh daguku dan melingkarkan lengan kirinya dipinggangku sedang tangan kanannya memegang tanganku,"Aku akan mengajarimu berdansa...Kau tak usah takut padaku..."
Aku tersipu dan membiarkan ia memeluk pinggangku.Kami berdansa.Aku bagai melayang berada di pelukannya.
Siapa dia?Aku memandang matanya,"Boleh aku tahu siapa kau sebenarnya?"
Pria bertopeng itu tersenyum,"Aku adalah pangeran di istana ini.Aku juga akan menjadi pangeran di
hatimu." Aku makin tersipu mendengarnya,tahu saja dia aku sudah dag dig dug sejak tadi.Belum pernah aku sedekat ini dengan seorang pria.Kecuali ayah dan kakakku tentunya.Aku membelai pipinya yang tak tertutup topeng,
"Boleh kubuka topengmu?Aku ingin melihat wajahmu." Pria itu mengangguk dan akupun bersiap melepas topengnya....deng..deng...eng ing eng..."Vi!!Bangun Vi!!Molor melulu!Bangun!!Evi!!"
Aku geragapan mendengar seseorang memanggil namaku.Kayaknya bukan suara pangeran itu deh.
Ini suara familiar banget.Suara kakakku,Reza.Bener kan?Tuh dia berkacak pinggang sambil geleng2 kepala melihat aku ngiler."Ya ampun Vi!Pulaunya sampai bentuk huruf K gede tuh!Bener2 nih kamu ini Vi!"
Aku mengusap ilerku weleh akeh men yo?Kayak segara anakan.Dengan kesal aku memandang ke jam wekerku,"Masih jam lima pagi kak.Ada apa sih?Ganggu mimpi indah aku aja!"
Reza memandang adiknya,"Tidur aja digedein kamu ini Vi!Ayo bantu nyiapin dagangan sate.Kasihan Ayah tuh!Udah nyiapin areng.Ayo cepet cuci muka sana!Ga kebayang cowok mana yang mau jadi pacar kamu Vi kalau tidurmu kayak begitu modelnya.Jagat dewa batara narada kuthak2!"
Evi melempar boneka Teddy bearnya ke arah Reza,"Gini2 aku juga adikmu!Wueek!" Reza keluar sambil ngekek,"Aku doain kamu dapat pangeran Vi...ha.ha..." Evi jadi teringat mimpinya,'Pangeran...waduh kacau deh...gara2 kak Reza nih aku jadi ga tahu siapa pangeran aku tadi...sebel2!!'
Evi dengan malas turun dari tempat tidur,"Whooammm!!Ngantuke rek..rek.." Saiki Madura tak iye... Dengan mata setengah kethil2,roh belum menyatu,dan menguap berkali2 Evi menuju kamar mandi.Masih bawa guling pula weleh...mau tidur di kamar mandi Vi? Ibunya,Rita Sugiarto geleng2 lihat putrinya,"Kok bawa guling Vi?Mau pindah tidur?" Reza terkekeh sambil mengelap daun pisang,"Itu belum apa2 Bu.Tadi dia ngigau gini...Pangeran..Pangeranku...ha..ha..." Evi manyun denger kakaknya meledek dia,"Ayah...Kak Reza ngeselin!"
Hamdan Att langsung memukul Reza pakai lontong,"Reza jangan ganggu adikmu!Siapa tahu rejeki adikmu bagus dapat pangeran beneran."
Reza menahan tawa,"Pangeran dari Hongkong kali...ha..ha.."
Evi malah ga jadi ke kamar mandi,"Tuh Yah!!Evi bobok lagi aja!Males diledekin terus!" Hamdan malah setuju,"Ya udah tidur aja.Semalam kan kamu sudah bantu bikin lontong.Sekarang biar Reza yang bantu lagian sudah mau selesai kok." Reza manyun melihat Evi dimanja sama Ayahnya.Evi malah menuju ruang keluarga,disana ada sofa empuk walau sudah tambal2 di sana sini.Evi menghidupkan tv biar ga denger suara kakaknya ngomel2 sama ayahnya.
Reza :"Ayah jangan manjain Evi Yah.Ntar kalau nikah dia malu2in dong.Masak anak cewek kayak begitu...
Tidur aja kayak gansing.Ngiler lagi.Masih suka boneka lagi.Kucel lagi bonekanya."
Bla..bla...bla...Evi malah mencet channel berita,'Mending aku update berita daripada denger
ceramah kak Reza.' **Liputan Pagi** Pemirsa,hari ini Pangeran Sumenep,Putra Mahkota kerajaan Sumenep akan tiba dari kunjungannya di Hongkong.Pangeran telah berada di Hongkong selama 3 hari.Kehadiran Pangeran Sumenep di Hongkong untuk menggantikan Yang Mulia Raja Benigno yang sedang kurang sehat.Berikut liputannya.......zzz....zz...
Weleh Vi malah sleeping beauty lagi.Andai kamu lihat Vi di tv itu ada pangeran.
Siapa tahu dialah orang yang ada di mimpi kamu Vi.Vi?Evi?Weleh...wis angler.Seorang pria muda nan tampan dengan tuxedo hitam melambai kepada sekitarnya,meskipun demikian tatapan matanya nampak dingin.
Para wartawan mencoba mendekatinya tapi pengawalan terhadapnya sangat ketat.Ia masuk ke dalam sebuah mobil limo,dan mobilpun melaju menuju istana Sumenep.Sumenep adalah kerajaan yang masih bertahan di zaman modern seperti sekarang ini.Apakah dia pangeran dalam mimpi Evi?Lalu apa arti mimpi itu?Apakah sekedar bunga tidur?Ataukah sebuah petunjuk ilahi?***see you next eps***
Eps 2 ♡~♡~♡RATU HATIKU♡~♡~♡
♡~♡~RATU HATIKU~♡~♡♡~ Eps 2 ~♡♡~ A Royal Statute = Status Bangsawan ~♡ Eps pertama kita bahas buah ya.Oke sekarang kita bahas sebuah tempat wisata di
daerahku yang mitosnya pernah kupakai di salah satu cerbungku.
♡~Istana Sumenep... Sebuah mobil yang dikawal ketat memasuki halaman istana.Seorang pria muda keluar dari dalamnya.Tampan,rupawan,ganteng,gagah,dan pandangannya itu cool man!Dingin2 empuk.Emang permen.Tatapannya sedingin es cream.Tapi andai dia mau tersenyum,lesung pipit akan menghiasi pipinya yang agak tembem itu.Senyumnya manis tenan rek.Emang sampeyan wong Madura pa?Langkahnya yang mantap seakan siap menghadapi segala tantangan.Apa dia seorang petinju?Bukan.Aneh2 aja.
Setiap orang yang bertemu dengannya akan memberi hormat dengan membungkukkan badan atau memberinya salam,"Selamat datang Pangeran Irwan."
Oh...Irwan jadi pangeran disini.Yoi man!Cocok ga?Cocoklah,dia kan julukannya juga Pangeran Sumenep.
Kan di sini kerajaannya namanya Sumenep bro,jadi pas kan.Prince of Persia...hush...Sumenep!Oh yeah...revisi:
Prince of Sumenep.Pakaian berjas,gerak gerik elegan dan sopan,tutur bahasa ...ngomong saja belum gimana mau tahu.Dasar ...dia itu sejak tadi cuma mengangguk kalau disapa.Gimana mau tahu gimana dialeknya?Ah itu ada keluarga kerajaan yang lain.Dia pasti menyapa mereka.Disebuah ruangan tampak anggota kerajaan sudah berkumpul.Pangeran Irwan menyapa mereka,"Yang Mulia dan Permaisuri ananda sudah kembali.Salam hormat juga buat Ibu Suri."
Seorang pria paruh baya menyuruhnya duduk,"Duduklah Putra Mahkota.Kau pasti lelah dari perjalanan jauh.Mari menikmati teh bersama kami sambil kita membahas mengenai kunjunganmu ke Hongkong."
Yang Mulianya ganteng pantas Irwan ganteng.Ayahnya saja ganteng bingit.Benigno gitu loh.Permaisuri segera menyuruh dayang menyiapkan teh bagi pangeran mereka.Teh pucuk apa teh melati ya?ucuk...pucuk...jadi bayangin ulilnya.Weleh...Irwan memilih duduk dekat neneknya,Eyang Puspa.Bila dengan neneknya ia lebih nyaman.Tak perlu pakai protokol ataupun kol.Siapa juga jualan kol di istana?
Irwan ditanyai bagaimana kunjungannya di Hongkong,kemana saja,apa saja agendanya dsb.Namun tak satupun pertanyaan mengenai dirinya diajukan.Semua tentang urusan kerajaan,urusan politik dan selalu ia hanya sebagai media.Irwan memandang ayahnya,'Sekali saja kumohon tanyakanlah keadaanku ayah.Sejak kecil kau selalu sibuk.Aku bahkan tak pernah memanggilmu dengan sebutan ayah,selalu Yang Mulia.Kau juga tak pernah memanggil namaku saja.Selalu Putra Mahkota atau Pangeran.Istana seperti penjara bagiku.Isinya cuma aturan,diplomasi,politik dan etika.Aku juga ingin seperti anak yang lain disayangi orang tuanya,disambut dengan kasih sayang dan dicintai dengan tulus.Jadi kangen dengan teman2ku.Apalagi dengan Ega.Sedang apa ya dia?'
Siapa Ega?Kepo?Yuk kita lihat siapa itu Ega.
♡~♡~Disebuah rumah... Seorang gadis manis dan anggun nampak sangat gembira menerima sebuah tawaran beasiswa dari sebuah sekolah seni diluar negeri.Tepatnya di Perancis.Ia memang sangat ingin menjadi penari internasional.
Sejak kecil ia sudah diajari balet dan ikut sanggar tari.Semuanya demi meraih impiannya menjadi penari terkenal.
Ia sangat menyukai dunia tari.Direbahkannya tubuhnya di ranjang sambil tersenyum bahagia,'Akhirnya aku akan menjadi penari.Yess!Senangnya.Impianku akhirnya akan terwujud.Aku akan beritahu soal ini pada 2R.Mereka pasti ikut senang.' Ega segera menelpon sahabat2nya,"Hello Ridho...sedang apa?" Ridho :"Biasa di peternakan kuda milik ayah aku.Tumben nelpon?Kangen ya?" Ega tersenyum,"Aku ada kabar gembira.Aku dapat beasiswa itu!!" Ridho ingin ikut bahagia tapi jujur ia tak suka dengan berita itu,"Benarkah?Apa kau sudah beritahu Irwan?Maksudku Putra Mahkota Irwan he..he..Kau tahu kan kadang aku lupa kalo Irwan itu golongan bangsawan.
Meski ayahku kaya raya tapi tetap kami ga sama dengan Irwan,dia seorang keturunan kerajaan.Pewaris tahta Sumenep."
Ega jadi galau saat mendengar nama Irwan,"Belum.Mungkin besok atau lusa aku akan beritahu dia.Lagian dia pasti masih capek dari kunjungan di Hongkong.Rizky mana?Tumben ga ada suaranya?"
Ridho melirik saudaranya yang lagi memacu kuda fave,"Lagi sama kesayangannya,Mr.Brownies." Ega mengerti maksud Ridho,"Oh kudanya yang coklat tua itu yach?Oke deh aku mau siapin semua yang aku perlu untuk kubawa ke Perancis.Oh ya aku juga harus membatalkan pendaftaranku di kampus Wiraraja.He..he...Dah Ridho.Salam buat Rizky ya."
Ridho menghela nafas,'Irwan pasti kecewa mengetahui kau akan pergi.Aku tahu dia sayang sama kamu Ga.Tapi kamu ga ngerti perasaan Irwan.Yang kamu pikirkan hanya impianmu.Kasihan Irwan.Aku dan Rizky sebenarnya juga sayang sama kamu Ga tapi kita sadar ga mungkin saingan sama Irwan.Dia bangsawan.Dia punya segalanya.Kenapa sih Ga kamu ga peka dengan isi hati Irwan?'
Oh begitu...kasihan Irwan.Kalau gitu lihat ke istana lagi aja yuk.Kayaknya orang tua Irwan sudah menentukan calon isteri buat putra mereka.Jadi meski Ega ga peka dengan isi hati Irwan,dari pihak istana juga sudah menghalangi.Kenapa?Memang siapa calon isteri sang putra mahkota?Kepo ya?Yuk kita cari tahu!
♡~♡~Istana Sumenep... Irwan sudah kembali ke kamarnya untuk istirahat.Capek bro!
Ibu Suri tersenyum melihat cucunya meninggalkan ruangan,"Sepertinya sudah saatnya kita memenuhi amanat Mendiang Raja Terdahulu.Kalian tentu ingat bukan?"
Yang Mulia juga tersenyum,"Tentu Ibu,sudah saatnya kita menobatkan Putra Mahkota sebagai penerus tahta.
Kondisi kesehatanku semakin tidak memungkinkan untuk melaksanakan tanggungjawabku sebagai Raja."
Permaisuri memandang penuh perhatian pada suaminya,"Yang Mulia harus terus optimis.Tak boleh berpikir yang tidak baik.Menurut saya,Putra Mahkota masih terlalu muda.Menikah saja belum." Ibu Suri meletakkan sebuah kotak di depan putranya,"Sudah saatnya kita menikahkan Putra Mahkota sekaligus memenuhi amanat mendiang Raja Terdahulu."
Raja Benigno menjawab,"Apa kita tak perlu menanyakan pendapat Putraku Ibu mengenai rencana ini?"
Ibu Suri menjawab,"Aku akan bicara padanya namun bukan untuk meminta persetujuannya melainkan untuk mempersiapkan hatinya bahwa ia akan memberikan kehormatan pada keluarga kerajaan dengan memenuhi amanat dan janji leluhurnya.Ini akan menjadi contoh bagi rakyat bahwa keluarga kerajaan selalu memenuhi
janjinya." Permaisuri juga mendukung,"Benar Ibu.Saya akan segera mempersiapkan mempelai wanitanya.Dimanapun berada pasti akan saya bawa dia ke istana."
Yang Mulia Benigno malah memegang kotak didepannya dan membukanya,"Cincin ini akan segera menemukan pasangannya.Putraku akan segera menemukan Ratu Hatinya."
Wah cincin apa sih?Bicara soal cincin sepertinya ada yang lagi megang cincin yang sama dengan yang
dipegang Raja Benigno.Siapa?Kasih tahu dong.Pasti itu calon isteri Irwan.Tapi yang megang laki2 tuh.Waduh....
♡~♡~Evi's house... Reza membangunkan Evi yang masih molor di depan tv,"Evi!!Bangun!Kamu kan harus daftar kuliah hari ini.Vi!!"
Evi kriyip2 membuka matanya,"Iya...ga perlu stereo gitu suaranya kak!Kayak tukang rongsok tahu.Kemresek!"
Evi melangkah dengan malas dan malah nabrak meja depan tv.Reza geleng2 namun ia malah melihat sesuatu menggelinding,"Apa itu?"
Evi membetulkan mejanya tapi masih jonjing ga kayak tadi,"Kayaknya tadi ga jonjing gini deh.Ganjelnya mana yach?"
Reza mengambil benda yang menggelinding tadi,"Cincin?Ini cincin kamu Vi?" Evi segera girang melihat cincin itu:"Ya..itu ganjelnya!Sini!!" Reza melongo melihat adiknya.Ayah Hamdan segera mendekati putrinya,"Vi,tadi ayah lihat kamu pegang cincin.Mana ayah mau lihat!Itu sepertinya cincin yang ayah suruh kamu jaga baik2 kan?
Evi dengan manyun menyerahkan cincinnya,"Ini Ayah...Memang ayah suruh Evi merawat baik2.Tapi itu cincin paling pas buat ganjel meja ini ya.Lagian itu cincin agak aneh deh Yah.Tebal gitu.Polos gitu kayak cincin nikah saja.Cuma ada inisial didalamnya apa itu SE.Kayak gelar kuliah aja.Aneh."
Ayah Hamdan memandang putrinya,"Sekarang biar ayah yang simpan.Ini itu pemberian kakekmu.Katanya ini buat kamu.Kakek bilang jangan sampai hilang apalagi dijual.Sudah biar ayah simpan!"
Evi melirik ke meja,"Terus ganjelnya pakai apa?" Reza malah meledek,"Pakai lontong.Ha..ha...Evi..Evi ayak ayak wae masak cincin pusaka buat ganjel meja.
Syukurin dimarahi ayah hi..hi..!" Evi melirik kakaknya dengan kesal.Evi..Evi andai kamu tahu itu cincin akan membuat mimpimu menjadi nyata.Apakah itu cincin yang sama dengan cincin yang dipegang Raja Benigno?Apakah itu artinya Evi adalah calon isteri Irwan?***see you next eps***
Eps 3 Cerbung ke-7 : RATU HATIKU
-/-/- RATU HATIKU -/-/-Eps 3 -/-/- Made Us Swear-/-/- Membuat Kami Bersumpah
-/-/- Flash back.... Raja Terdahulu pernah mengadakan kunjungan ke masyarakat.Meninjau sebuah pembangunan tempat layanan umum.Nah disitu tiba2 terjadi aksi huru hara.Sang Raja diamankan ke sebuah tempat tapi rupanya pengawalnya juga pengkhianat.Saat akan membunuh raja,tiba2 muncul penolong yaitu seorang penjual sate yang kebetulan lewat.Dengan jurus silat gaya kipas sate ia berhasil menolong Raja.Raja sangat merasa berhutang budi sehingga bertanya pada penjualsate itu,"Apa yang kau minta sebagai balas budi?"
Si penjual hanya ingin Raja menjadikan salah satu keturunannya menjadi menantu raja alias Ratu di kerajaan.Rajapun bersumpah dan memeteraikan perjanjian itu dengan sepasang cincin yang diberi inisial SE alias Sumenep Engage.Atau Pertunangan Sumenep.Sumpah itu dijadikan wasiat raja sebelum meninggal.Karena waktu itu semua putra raja sudah menikah maka raja meneruskan amanat itu ke keturunan ketiganya atau cucunya.
Apalagi diketahui bahwa cucu si penjual sate juga ada yang perempuan malah masih bayi pula.Yaitu Evi.Dan sebenarnya Benigno bukan putra sulung.Namun kakaknya yang harusnya jadi raja malah meninggal.Isteri dan anak kakaknya hidup di Malaysia.Tahta pun jatuh ke tangannya.Jadi seharusnya bila sang kakak ga meninggal maka wasiat cincin itu akan jatuh ke tangan anak kakaknya yaitu Hazman.
Namun karena Hazman dibawa pergi ibunya maka wasiat cincin itu jatuh ke anak Benigno yaitu Irwan,
Sang Pangeran Sumenep.Begitu ceritanya.Sekarang kita lihat Evi yang mau kuliah di Universitas Wiraraja.Biasa ambil jurusan Ekonomi.Biaya kuliah sekarang kan mahal makanya dia ambil jurusan yang ga begitu mahal.
-/-/- Rumah Evi.... Evi nampak sudah rapi dengan celana training dan kemeja.Kok celana training?Wah apa lupa ya kalau mau ke kampus harus sopan?Memang sih celananya ga begitu kelihatan kalo itu jenis training mana warnanya hitam kecoklatan dan agak lupuk.Karena terburu2 Evi ga sempat sarapan,ayahnya membungkuskan sate untuknya.Reza ngekek lihat pakaian adiknya," Vi,kagak salah tuh kostumnya?"
Evi malah mencibir,"Kenapa?Ini itu celana fave aku tahu?Celana andalan!Sudah aku mau berangkat!"
Ibunyapun cuma geleng kepala,"Punya anak perempuan satu aja tomboynya ga ketulungan.Ga kebayang nanti yang bakal dapat Evi gek kayak apa orange."
Ayah Hamdan malah tersenyum,"Ayah yakin pasti orang yang sangat baik dan bakal bikin putri kita bahagia.Ayah yakin."
Reza sambil bakar sate nyeletuk,"Paling juga orangnya seaneh Evi Yah!Ha..ha...Pasti bakal seru tuh kisah cintanya.Ga sabar pingin tahu model pria yang bisa bikin Evi jatuh cinta."
Sementara yang diomongin lagi ngayuh sepeda jengkinya menuju kampus Wiraraja,"Campus Wiraraja aku datang!!"
Asyik cat cit cot ngayuh sepeda eh...disalip sebuah mobil mewah sampai glasar di jalan,"Ya ampun!!"
Evi jelas kesel sama yang punya mobil dikejarnya sampai di bangjo,"Ah itu dia!Dasar orang kaya ga tahu diri!!"
Evi mengetuk kaca mobil sambil teriak2,"Hey!!Buka!!Ngebut seenaknya!!Dasar ga tahu peraturan!!Emang jalan ini punya mbahmu apa!!?"
Kaca mobil dibuka,tiga orang gadis tampak berwajah sinis memandang Evi.Mereka adalah Ega,Shiha,dan Syuhada.Syiha nyolot sambil membuka pintu,"Hey gadis tengil!Jangan sentuh kaca mobil aku!!You itu ga pantas dan ga layak pegang2 property aku!Jadi minggir sana!!"
Ega sebenarnya ga tega lihat Evi didorong2 sampai mau jatuh,tapi ia takut bila Syiha marah.Syuhada ikut keluar,"Cewek miskin!Mending kalo mau naik sepeda di desa sana,jangan dikota!Kamu ga tahu ya siapa kami?Kenalin dan denger baik2,kita ini anak2nya para pengusaha kondang.Milyarder tahu ga?Jadi kamu jangan macem2 sama kita!Ga level!!Ayo Shiha cabut aja,ntar 2R dah nunggu kita!"
Evi teriak,"Dasar kalian tuh yang miskin!Sudah nyerempet ga tanggung jawab pula!Gitu ngaku anak orang kaya,aku ga percaya!!"
Syiha kesal mendengarnya dan mengambil dompetnya,"Kamu minta ganti rugi ya?Emang mental ngemis!!Nih kukasih!!"
Dilemparkannya uang ratusan ribu ke muka Evi,"Nih aku kasih sejuta buat lecet2 kamu!Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!!Awas kau!!"
Mereka lalu cabut.Evi kesal sekali namun diambilnya juga uang dari Syiha,'Lumayan,buat nambah modal ayah.
Uang kok dibuang2 dasar sombong!Moga aku ga ketemu mereka lagi.'
Sampai di kampus Evi ketemu dua sohib
SMU nya yang juga daftar di kampus yang sama.Lesti dan Salsa. Lesti yang kaget lihat Evi memar2,"Kamu kenapa Vi?Kok lecet2 gini?"
Salsa juga segera mengambil Betadine dari mobilnya,"Diobati dulu Vi.Nanti bisa infeksi lho."
Evi terharu dengan perhatian mereka,"Walaupun kalian kaya tapi kalian ga sombong kayak yang nyerempet aku tadi.Sombongnya minta ampun!"
Evi lalu menceritakan semuanya pada dua sohibnya itu.Mereka mendengarkan dengan perhatian.
Evi mengajak kedua sohibnya untuk masuk,"Yuk kita segera daftar.Kamu ambil apa Lesti?"
Lesti nampak sedih,"Sebenarnya aku ingin kedokteran tapi mahal sekali.Kasihan ayahku bisnisnya lagi
ada masalah.Masak masih kubebani dengan kuliahku."
Salsa heran,"Emang berapa biaya di fakultas kedokteran?"
Lesti menyerahkan brosur yang ia bawa,"Minim 144 juta.Satu sks 650ribu.Mahal kan?"
Evi manggut2,"Terus kamu ambil apa?" Lesti,"Ambil Farmasi aja.Cuma 19 juta." Evi memandang Salsa,"Kalo kamu Sa?" Salsa malah asyik melihat ke arah pintu masuk kampus,sebuah mobil mewah nampak berhenti dan dua pria kembar nampak keluar dari dalamnya. Evi menepuk bahu Salsa,"Sa!Wei!!Lihat apaan sih sampai aku dicuekin?" Salsa menunjuk ke arah si cowok kembar,"Lihat mereka!Kembar dan ganteng banget ya?"
Lesti ikut melihat,"Iya yang lebih pendek ganteng ya?" Salsa malah nyeletuk,"Aku suka yang lebih tinggi.Gentle kayaknya.Wah siapa ya mereka?"
Evi geleng2 kepala,"Dasar kalian!Malah jatuh cinta bareng2.Weleh!" Wah siapa yang dilihat Lesti dan Salsa?Akankah Evi akan bisa jatuh cinta dengan seorang pria? Sudah siang nih mau makan dulu.***see you next eps***
Eps 4 CERBUNG VII ¤¤ RATU HATIKU ¤¤
¤¤ RATU HATIKU ¤¤Cerbung VII ¤¤ Eps 4¤¤ He Shewed Himself = Ia Menunjukkan Dirinya
¤¤¤ Kampus Wiraraja.... Salsa dan Lesti terpana melihat dua cowok kembar yang kini melangkah menuju ke arah auditorium.
Salah satu dari pria kembar itu berjalan sambil menerima telpon di hp,"Kalian dimana?Kami tunggu di
auditorium ya?" Salsa makin terpesona saat mereka melewatinya,'Wow....apalah2 bener...' Lesti juga sama,'Kece parah....' Melihat raut muka dua sohibnya,Evi geleng2 kepala,"Kalian ini kok bisa segitunya lihat cowok?Heran deh!"
Salsa menjawab,"Kamu akan ngerti saat kamu jatuh hati Vi." Lesti juga nambahi,"Iya...jatuh cinta itu berjuta rasanya." Evi mencibir dan melangkah menuju area daftar ulang,"Cinta....jatuh hati....weleh...apalagi menikah iihh...itu masih sangat jauh di dalam kamusku.Aku mau kuliah dulu yang bener."
Lesti berbisik pada Salsa,"Kuliah yang bener?Perasaan yang paling rendah nilainya darj kita bertiga kan Evi ya?
Gayanya mau kuliah bener.Tuh pakai baju saja kagak bener gitu.Masak daftar kuliah pakai training gitu?"
Salsa mengajak Lesti mengikuti Evi,"Udah jangan heran sama tingkah Evi!Emang dia nyentrik and tomboy sejak dulu.Lihat aja jangan2 dia duluan yang ntar nikah diantara kita bertiga.He.he...kalau itu terjadi kamu traktir aku ya gimana?"
Lesti tersenyum,"Oke!Siapa takut?Kalau sampai nanti Evi ternyata nikah duluan,kamu bakal aku traktir makan apa aja deh yang kamu suka.Mau bakso,ramen,empek2,pizza,whatever."
Salsa malah jabat tangan sama Lesti,"Deal!Pasti lucu ya cowok yang mau nikah sama Evi.Hi..hi..." Lesti juga cekikikan,"Bener tuh.Ga kebayang kayak gimana orangnya.Hi..hi..." Evi berkacak pinggang lihat sohibnya,"Jalannya lelet amat sih kayak sepo!Ayo buruan dikit.Eh malah pakai acara jabat tangan lagi!Kalian itu kan dah sahabatan lama malah kenalan lagi?Ketawa ketiwi lagi!Dasar!"
Lesti dan Salsa berpandangan,"Ya kami datang Evi!!"
Mereka bertiga lalu daftar ulang.Evi ambil fakultas ekonomi.Lesti Farmasi.Salsa ambil Hukum.Terpencar deh.Mereka sudah selesai daftar ulang dan kini hendak jalan2 lihat fakultasnya.Mereka memutuskan lihat fakultas Ekonomi dulu karena letaknya paling dekat dengan Auditorium.Baru mau jalan ke sana eh mereka ketemu lagi sama dua pria kembar.Namun kali ini dua cowok kembar itu bersama tiga orang cewek.Dan Evi mengenali ketiga cewek itu,'Itu kan 3 cewek songong yang mobilnya bikin aku glasar di jalan tadi?Mereka kuliah di sini juga?Wah gawat!'
Evi segera bersembunyi di balik pilar,'Sebenarnya aku males banget trima uang mereka namun aku mau tanya Ayah dulu.Siapa tahu Ayah butuh uang.Banyak hutang Ayah yang belum dibayar.Kasihan Ayah.Atau bisa buat nambah modal jualan baju2 kreditan ibu.Lumayan kan.'
Lesti heran lihat tingkah Evi,"Vi,ngapain pakai acara ngumpet segala?Katanya mau lihat fakultasmu?"
Salsa nyenggol lengan Lesti,"Les,lihat itu!Duo kembar ganteng.Tapi kok sama cewek2 sih?"
Lesti melihat ke arah yang ditunjuk Salsa,"Wah pangeran aku....iya ya siapa cewek2 itu.Kayaknya belagu banget deh."
Evi yang jawab,"Mereka itu,3 dara songong itu yang mobilnya nyalip sepeda aku sampai aku lecet2 gini."
Lesti dan Salsa manyun dan makin ga suka lihat ketiga cewek itu.Berarti mereka itu adalah Shiha,Syuhada dan Ega.Wah kepoin yuk mereka lagi ngobrol apa!
Ega tersenyum melihat dua cowok kembar di depannya,"Rizky-Ridho,kalian ambil fakultas apa?"
Oh si kembar adalah 2R.Rizky menjawab,"Aku ambil Ekonomi aja.Santai dikit gitu loh."
Syuhada mendekati Ridho,"Kalau kamu ambil apa?Aku mau ikutan satu fak aja sama kamu."
Ridho malah memandang ke arah Ega,"Aku sama kayak Ega ambil hukum.Kamu ga jadi batalin kan Ga?"
Ega nampak galau,"Sementara belum Dho.Aku masih nunggu pengumuman lebih lanjut dari sana.
Soalnya masih harus melewati beberapa seleksi lagi.Lagian aku belum beritahu Mama aku."
Ridho,"Ga usah aja Ga!Disini aja.Siapa tahu Irwan kuliah disini.Sebab ia bilang mau minta kuliah di sini.
Moga aja disetujui sama Yang Mulia Raja." Shiha seneng dengernya,"Beneran ?Prince of Sumenep mau kuliah di sini?Wow itu berita hebat!"
Syuhada membayangkan,"Wah pasti bakal banyak wartawan nih di kampus ini.Kalau bener Paduka Raja setuju maka kita bakal ikutan tenar nih.Pangeran Sumenep gitu loh.Penggemarnya kan banyak banget." Ridho malah memandang Ega,'Andai saja kamu tahu Ga.Irwan itu pingin satu kampus sama kamu.Padahal kakaknya aja kuliah di luar negeri lho.Dia malah milih kuliah di dalam negeri cuma biar deket sama kamu Ga.
Sayang yang disayangi ga tahu.' Wah benarkah Irwan akan kuliah di Universitas Wiraraja?Namun di bandara Juanda,sebuah pesawat mendarat.Tampak seorang pria muda nan tampan berjalan bersama seorang wanita paruh baya nan cantik.Wanita itu melangkah dengan wajah penuh dendam,'Sumenep.Aku kembali.Aku akan meraih kembali posisiku sebagai bangsawan nan terhormat dan putraku harusnya dialah yang menjadi putra mahkota di Sumenep.Lihat saja aku akan meraih kembali hakku.'
Siapakah mereka?***see you next eps***
Eps 5 CERBUNG VII ]♡[ RATU HATIKU
]♥[ RATU HATIKU CERBUNG VII EPS 5 ]♥[Who Art Thou / Siapakah Engkau
]♣ Sang Pangeran Sumenep sedang diajak bicara oleh Ibu Suri.Irwan memang belum mendengar soal perjodohannya namun ia tahu pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh neneknya.Ia melihat Ibu Suri nampak berhati2 dalam berbicara,"Pangeran,Nenek ingin bicara hal penting padamu.Nenek harap kau bisa mempertimbangkan dengan baik sebelum memutuskannya.Ingatlah kau adalah putra mahkota kerajaan jadi jangan tergesa2 dalam membuat keputusan.Nenek harap kau mau mendengarkan Nenekmu ini dulu."
Irwan mendengarkan bagaimana Ibu Suri menceritakan tentang hutang budi dan janji Mendiang Raja terdahulu.Bagaimana sudah menjadi kewajibannya sebagai keturunan kerajaan untuk menggenapinya.Irwan memandang ke arah foto2 keluarga di dekat Ibu Suri duduk,ada foto mendiang raja terdahulu diapit dua putranya.Ayahnya adalah putra kedua.
Putra pertama,sudah tiada karena sakit.Namun keturunannya juga laki2.Seorang pangeran juga.
Seusia juga dengan dia.Dialah Hazman.Ibu Suri melihat arah pandangan cucunya,"Nenek tahu sebenarnya Hazman juga bisa memenuhi janji mendiang raja terdahulu.Namun tahta kerajaan akan jatuh padamu.
Jadi alangkah baiknya jika kau yang memenuhi janji itu Cucuku.Itu akan menunjukkan wibawa kerajaan dan akan membuat rakyat kian menghormatimu."
Irwan termenung,'Aku benci istana.Hidupku memang serba ada tapi keinginan hatiku tak dianggap ada.Hidup sudah dirancang tak bisa seenaknya.Bicara harus sesuai protokol kerajaan.Ga bisa sembarangan.Kini urusan pernikahan.Aku padahal sudah punya seseorang di hatiku.Aku bahkan belum menyatakan perasaanku pada Ega.Kuharap Hazman kembali ke Sumenep sehingga aku bisa bahagia dengan Ega.Hazman kembalilah ke Sumenep.Aku butuh pertolongan nih.'
Baginda Raja tiba menyadarkan Irwan dari lamunannya,"Putra Mahkota rupanya kau disini.Ada yang ingin kukatakan padamu.Keinginanmu untuk berkuliah di kampus Wiraraja Ayahanda kabulkan.Ini sebuah terobosan bagi keluarga kerajaan,bagaimana putra mahkota hidup berbaur dengan rakyat.Ini akan menjadi contoh bagi rakyat bahwa keluarga kerajaan itu bukanlah keluarga yang sulit didekati."
Irwan sumringah mendengarnya,"Terima kasih Paduka.Ananda sangat gembira dengan dikabulkannya permohonan Ananda ini." Irwan langsung terbayang wajah manis Ega,'Aku sudah ga sabar mau menyatakan cintaku pada Ega.Sudah lama kupendam rasa ini.Aku akan segera mengungkapkan rasa ini.Sebelum semua terlambat.Sebelum mereka menemukan gadis keturunan rakyat biasa itu.'
Sementara itu gadis yang dicintai Irwan tengah berbicara dengan ibunya perihal rencananya kuliah di Perancis,"Ma,Ega mau jadi penari profesional.Boleh ya Ma?Ega ga tahu kenapa kuat sekali keinginan Ega untuk menari.Boleh ya Ma?"
Sang Mama memandang putrinya,'Andai saja kau tahu Ga.Darah menari itu ada padamu karena kau adalah anak yang dibuang oleh seorang wanita yang kini menjadi penari terkenal.Namun rahasia ini hanya Mama yang tahu.
Demi karir ia melepaskan anaknya.Mama ngerti kenapa kaupun berbakat menari sama seperti ibu kandungmu.'
Wah ternyata Ega bukan anak kandung.Sang Mama menyetujui niat putrinya,"Tentu Sayang.Mama akan mendukung kamu.Mama akan support semuanya.Kamu jangan khawatir.Kamu bahagia sekarang?"
Ega meraih tangan Mamanya,"Makasih ya Ma.Makasih banget.Ega mantap kini membatalkan kuliah di Universitas Wiraraja."
Wah kasihan Irwan ya,padahal niatnya mau kuliah kan karena ada Ega disana.Eh yang dikejar malah kabur ke Perancis.Sekarang kita lihat Evi aja yuk.
]♡[ Rumah Evi...
Evi mendekati ayahnya yang sedang menjemur arang,"Ayah,Evi dapat uang nih.Buat ayah saja lumayan buat bayar hutang.Atau nambah modal jualan sate."
Hamdan heran,"Uang darimana Vi?Banyak lagi.Kamu kerja apa sampai dapat uang segini banyak?"
Evipun menceritakan semuanya,"Uang itu dari gadis2 songong Ayah.Mereka nyerempet Evi tadi pagi,pas mau ke kampus.Walaupun sebenarnya kayak ga ikhlas gitu ngasihnya."
Sang ayah mengembalikan uangnya ke tangan putrinya,"Ayah ga mau pakai uang dari hasil kemalangan putri Ayah.Kembalikan saja Evi.Ayah ga mau hidup dari penderitaan putri ayah.Besok balikin ya.Kita ini bukan pengemis.Ingat itu!"
Evi mengangguk,"Baik Ayah besok Evi balikin.Evi juga males sebenarnya terima uang mereka." Sementara itu Irwan tengah bersama ibundanya,Permaisuri Inul.Inul tengah memilihkan pakaian2 buat
Irwan kuliah besok,"Pangeran,besok kau akan pakai yang tak begitu resmi.Ini Ibunda sudah pilihkan.
Besok ananda juga akan dikawal.Biar Ibunda ga cemas."
Irwan yang sedang asyik membaca buku tentang politik menoleh pada ibunya,"Ibunda,bisakah jumlah pengawalnya dikurangi?Ananda tak mau terlihat seperti menjaga jarak dengan rakyat.Bagaimana rakyat akan berbaur dengan keluarga kerajaan jika pengawalannya begitu ketat?"
Inul berpikir,"Akan Ibunda bicarakan dengan Paduka." Irwan tersenyum,"Terima kasih Ibunda." Irwan ingin memeluk ibunya itu tapi ia mengurungkan niatnya,'Nanti diceramahi soal protokol istana lagi.Aku sebenarnya kangen dengan kasih sayang keluarga seperti seharusnya.Hangat dan ga kebanyakan protokol.' Berita bakal kuliahnya Irwan di kampus Wiraraja segera jadi trending topic.Koran2 menjadikannya headline alias tajuk utama.Wah kampus juga bersiap2 menyambut kedatangan putra mahkota kerajaan.
Tak ketinggalan para sobat pangeran juga girang menyambut berita tersebut.Wah mereka segera saling telpon2an soal tersebut.Ridho segera pasang status,"Wah siap2 masuk media massa nih!"
Rizky juga tak mau ketinggalan,"Keren!Irwan bakal ke kampus besok.Bakal ramai nih!"
Syuhada malah segera shopping sama Shiha buat besok.Cuma Ega yang nampak biasa saja menanggapinya,"Irwan ke kampus mau kuliah di situ,aku malah mau batalin kuliah disitu."
]☆[ Keesokkan harinya di kampus Wiraraja...
Wartawan dan reporter nampak berdatangan di kampus.Evi dan dua sohibnya sampai heran melihat betapa ramainya kampus mereka.Evi heran,"Ada apaan sih?Rame banget kayak pasar saja."
Lesti memberitahunya,"Denger2 sih Putra Mahkota bakal kuliah disini."
Salsa nambahi,"Itu lho Vi,Pangeran Sumenep.Masak kamu ga ngefans sih sama dia?" Evi malah mengernyitkan dahi,"Sumenep?Siapa itu Sumenep?" Eh yang jawab pertanyaan itu malah Syuhada yang kebetulan lewat dekat mereka,"Jangan sembarangan ya nyebut nama Pangeran!!Kagak tahu apa kalau kamu tuh ga level sama Pangeran!!"
Evi kaget banget apalagi lihat Shiha berwajah sinis padanya,"Dasar gembel!Ngapain lu di kampus ini?Mau minta uang lagi?Masih kurang yang kemarin?"
Evi jadi inget niatnya mau ngembaliin uang Shiha,"Siapa yang gembel?Emang kenapa kalau gembel?!Kagak boleh kuliah disini?Emang kampus ini milik moyangmu apa?!"
Saat mereka ribut datanglah jajaran mobil mewah memasuki kampus.Wartawan segera mengerumuni mobil
yang paling mewah,seorang pengawal segera membuka pintu.Semua gadis2 disitu histeris melihat
siapa yang turun dari mobil,"Pangeran Sumenep!!Pangeran!!!" Evi dan Shiha sampai berhenti ribut karena mendengar histeria dari halaman kampus.
Shiha mendekati rombongan Irwan bersama 2 R dan Syuhada,"Wah Irwan dah datang tuh!!"
Evi tengak tengok mencoba melihat siapa sih yang begitu bikin heboh,'Siapa sih sampai segitu hebohnya?'
Evi melihat seorang pria muda berjas rapi nampak dikawal beberapa pria,'Itu yang namanya Sumenep?Ganteng sih.Tapi wajahnya kagak ada senyumnya.Kayak balok es aja.'
Shiha mengejek Evi,"Lihat kan bedanya gembel sama keluarga kerajaan?!Sebaiknya lu gabung sama temen2 gembel lu disana tuh!!"
Evi kesal banget sejak tadi dihina Shiha,"Hey!!Cewek songong!Denger ya aku emang ga sekaya kalian
tapi aku bukan pengemis!!Nih uangmu aku kembaliiin!Kagak sudi aku terima uang dari orang sombong kayak kamu!!Nih!!"
Shiha malah ga gubris,Evi kesal dan melempar uang amplop yang berisi uang itu ke arah Shiha,"Hey!!Nih aku kembalikan seperti kamu melemparnya dulu nih aku lempar juga ke kamu!!"
Amplopnya dilempar namun bukan mendarat ke arah Shiha malah mengenai punggung Irwan yang saat itu melangkah mendekati Shiha dan 2 R,"Bukk!"
Irwan segera berhenti melangkah menyadari sesuatu mengenai punggungnya.
Evi panik melihatnya,"Ups!!" Irwan menoleh ke arah Evi.Pandangan mata keduanya bertemu.Wah bakal ngamukkah Irwan?***see you next eps***
Eps 6 Cerbung Vii RATU HATIKU
77* RATU HATIKU93* CERBUNG VII99* Eps 627* Kekuatan Yang Sempurna
26* Kampus Wiraraja... Irwan merasakan sesuatu mengenai punggungnya.Pakaiannya yang berupa stelan jas memang ga kotor namun semua melihat kejadian itu sebagai penghinaan terhadap anggota keluarga Kerajaan Sumenep.
Irwan tak mau menanggapinya dengan gegabah main labrak saja.Ga!Dia itu pangeran es jadi dia diam dengan wajah dingin gitu.Namun itu justru menakutkan bagi Evi.
Ia ketakutan dan terpaku di tempatnya sambil membekap mulutnya dengan tangannya,'Waduh!Kok malah kena dia sih??Dia kan pangeran,keturunan bangsawan.Gimana kalau aku nanti dikasuskan menghina anggota kerajaan?Wah menghina lambang negara saja kasus apalagi menghina keluarga kerajaan?Bisa2 aku dipenjara nanti.Aduh...' Shiha ngekek dalam hati,'Rasain kamu gadis gembel.Kini berurusan langsung sama pangeran kerajaan.Bakal ngamuk ga ya Irwan?Seru nih!'
Lesti yang pintar membaca situasi segera mendekati Evi,"Vi,cepet kamu minta maaf sama Pangeran.
Kamu ga mau kan orang tuamu sedih bila tahu kamu berperkara dengan keluarga kerajaan?"
Salsa juga bujuk Evi,"Iya Vi sana.Mumpung Pangeran masih ada tuh.Kalau dia pergi susah lho ketemu dia.Cepetan sana!"
Evi pun melangkah mendekati Irwan,Irwan membuang muka gitu gaya sok marah gitu.Semua diam melihatnya.Tegang gitu.Evi berdiri di dekat Irwan,"Maafkan aku,aku ga sengaja melempar itu padamu.Yang aku tuju itu..."
Evi melirik Shiha namun gadis itu malah tersenyum sinis sambil melipat tangannya. Irwan berkata sambil tetap no ekspresi,"Ambil sampah itu!" Evi kaget dan jongkoklah ia hendak mengambil amplop yang tergeletak di dekat kaki Pangeran Sumenep itu,"Ba...ik.Aku ambil..." Namun saat akan diambil oleh Evi,Irwan malah menginjaknya dengan salah satu kakinya.Evi jelas ga bisa mengambilnya,ia mendongak ke arah Irwan yang malah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya,'Ini cowok reseh deh...katanya suruh ngambil tapi diinjak.Terus gimana ngambilnya?Masak aku pindahin kakinya?Ntar dikira aku kegatelan lagi.Aduh...ngeselin banget sih si muka es ini.Dasar Sumenep!Bikin senep aja.Ganteng sih ganteng tapi arogan!Muka tembok!Muka balok!Manusia lekecek!Kalau saja dia bukan keturunan bangsawan kerajaan dah kuhajar dia dengan jurus kipas sateku.Huhh!'
Semua menahan nafas menyaksikan sikap dingin Irwan pada Evi.Rizky nampak kepo gitu,'Wah Irwan tumben manjangin masalah.Biasanya ia paling males bikin perkara tambah panjang.Wah kayaknya nih cewek bakal punya arti khusus buat Irwan deh...' Irwan malah memperhatikan penampilan Evi yang rambutnya dikucir kuda,"Hey gadis kucir kuda!Apa kau ga bisa baca tulisan disana tuh!"
Evi melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Namaku Evi..bukan gadis kucir kuda..dan aku ga buta huruf kok.Kalau aku buta huruf aku ga akan bisa kuliah di sini."
Semua menyoraki Evi,"Huuuuu!!" Irwan menatap sekitarnya semua langsung diam,"Kalau gitu bacakan apa tulisannya!" Evi melirik sohibnya minta pendapat,eh mereka malah nyuruh dia nurut aja apa mau Irwan.Evipun membaca tulisan yang tertera di situ,"Jangan buang sampah sembarangan."
Irwan melihat dari kejauhan Ega muncul,Ega habis batalin kuliahnya.Irwan segera ingat niatnya mau mengungkapkan rasa sayangnya sama Ega,"Baiklah.Kali ini aku ga akan mempersoalkan kelakuanmu yang tidak sopan padaku.Namun aku tak mau ada lain kali."
Irwan melangkah pergi meninggalkan Evi yang bengong kayak sapi ompong.Ga habis pikir Evi kala dengan santainya Irwan melenggang pergi gitu aja.Evi segera mengambil amplopnya dan memberikan pada Shiha,"Nih aku kembaliin.Aku ga butuh uang kamu."
Shiha malah berlagak pongah,Rizky yang malah ngambil amplopnya,"Aku wakilin aja daripada tambah panjang urusannya.Shiha amplopnya buat aku ya..
Wah lumayan nih buat nraktir he..he..Yuk guys cabut!" Mereka pada cabut ninggalin Evi sambil bersorak mencibir,"Huuu....!!!Evi kesal gitu sama Irwan yang tengah asyik ngobrol sama Ega,'Dasar Manusia Balok Es.Malah nyantai ngobrol kayak ga berdosa gitu...Dasar Sumenep!' Salsa dan Lesti lalu mendekati Evi.
Lesti,"Udah Vi!Kamu masih beruntung.Pangeran ga mempersoalkan masalah ini.Kalau ia mau kamu bisa dibawa ke meja hijau lho Vi."
Salsa juga setuju,"Iya Vi.Ga usah diperpanjang deh.Yuk kita lihat kelas kita aja yuk!" Evi nurut aja kala mereka membawanya pergi dari sana.
44*Irwan ngobrol apa sih sama Ega?Di koridor Irwan menyapa Ega,"Aku senang ketemu kamu Ga.
Kemana saja sih?" Ega tersenyum melihat penampilan Irwan yang beda dengan biasanya,"Kamu ga pakai pakaian kebesaran
kamu?Tumben pakai jas aja.Walaupun tetap apalah2 sih.Pangeran Sumenep gitu loh."
Irwan seneng dipuji sama Ega,"Ini biar ga ada jarak antara keluarga kerajaan dengan rakyat.Kamu suka gayaku begini?" Ega manggut2,"Iya lebih merakyat he..he...Oh ya kamu mau ambil fakultas apa?" Irwan malah balik nanya,"Kamu sendiri ambil apa?" Ega malah diam,'Aku tuh habis batalin kuliah aku Wan.Gimana ya ngomong soal ini ke dia ya?Aku harap ia ga kecewa aku ga jadi kuliah di sini.'
Shiha dkk datang mendekat,"Cie...yang lagi berduaan....cie...." Ega jadi malu gitu,"Iiih...kalian apaan!" Irwan malah berpikir,'Mungkin aku utarakan perasaanku sekarang saja ya.Mumpung ketemu.Jadi aku bisa tahu jawabanku buat perjodohan yang diutarakan Ibu Suri.'
Irwan lalu ngajak Ega pergi,"Ga ikut aku yuk.Aku mau bicara sama kamu.Guys sorry ya aku mau bicara sama Ega.
Kalian duluan aja ke kantin.Katanya mau nraktir kan?" Rizky yang jawab,"Oke deh ntar nyusul ke kantin ya?Yuk teman2 kita pesta di kantin.Mumpung ada dana nih!
Let's go!!" Irwan pergi sama Ega mencari tempat buat ngobrol 4 mata.
48* Gerbang Masuk Kampus.... Sebuah mobil mewah berhenti,seorang pria muda nan tampan keluar dari dalamnya.Seorang wanita cantik berkaca mata hitam melambaikan tangan padanya,"Mami pergi dulu ya sayang.Bye!"
Sang pemuda membalas lambaiannya.Lalu mobil itupun pergi.Sang pria muda itupun masuk ke
halaman kampus,'Wah ga sangka aku bakal kuliah disini juga bareng sepupu aku.Wiraraja here I come.'
Oo..siapa dia?Gimana juga reaksi Ega kala Irwan mencurahkan isi hatinya?***see you next eps***
Eps 7 CERBUNG VII RATU HATIKU
93( RATU HATIKU93° CERBUNG VII EPS 793▲ Had Heard These Things93€ Menguping

93£ Disebuah ruangan di kampus Wiraraja...
Tampak Irwan dan Ega tengah bicara serius.Duarius malah.Sagitarius ikut ga?Ga itu kan bintangnya Arjun.Oh...Mereka sedang membicarakan soal kampus.Irwan nampak sandaran gitu di tembok.Kalau Ega?Mbuh...
Ega jelas di dekat dia ,jarak sekitar 85° dari Lintang Selatan dan 106° Bujur Timur.Akurat amat?Ben cetho...
Ega nampak grogi dekat Irwan soale auranya Irwan itu mengintimidating banget.Kayak aura penggede2 gitu makhlum kan emang calon raja dia.Putra Mahkota gitu loh.Patut...Irwan sebenarnya lebih nervous soale dia mau mengutarakan isi hatinya sama Ega namun karena dah biasa makan es batu maka dia sedingin es di kulkas.Beku...
Hening kadang malah bikin suasana tambah tegang.
Lebih tegang lihat mereka daripada lihat film action apalagi lihat Naruto weleh...Chidori!!
Irwan memandang sebentar pada Ega,"Aku senang bisa satu kampus dengan kamu Ga."
Ega tersenyum manis banget semanis sirup cocopandannya Dim2,"Tapi sayangnya kebersamaan kita ga lama Wan..."
Irwan kaget mendengarnya,"Kamu batal kuliah disini?"
Ega mengangguk,"Iya...aku ingin kuliah di Perancis.Aku ingin jadi penari Wan.Itu impianku."
Irwan nampak kecewa,belum nyatain cinta dah broken heart.Mecake temen... Melihat Irwan menunduk,Ega menyentuh lengan pangeran es itu,"Kamu kenapa?Kamu marah ya aku ga bilang sama kamu sebelumnya?Maaf soalnya kamu kan sibuk banget Wan,aku takut ganggu.Lagian emang penting ya keputusanku ini?He..he..."
Irwan memasukkan tangannya ke saku celananya,"Apakah aku tidak ada dalam mimpimu Ga?"
Ega terhenyak mendengar pertanyaan susah itu,lebih susah dari UN kayaknya.Setuju... Ega memainkan jemarinya,"Menjadi penari adalah impian aku Wan.Kuharap kamu ngerti.Aku suka sekali menari.Entah kenapa rasanya di situlah duniaku."
Irwan menatap lantai kampus dengan lesu,"Aku tidak ada dalam dunia impianmu ya..."
Ega coba mencairkan kekakuan,kayak film Doraemon...kaku..kaku...,"Wan kita kan masih bisa komunikasi
via dunia maya.Kamu tetep teman baik aku.Aku ga akan lupain persahabatan kita."
Wah Irwan makin remuk redam,hiperbol amat.Eh ada yang nguping pembicaraan mereka lho.Siapa?
93& Diluar ruangan tersebut...Seorang gadis eksotis nampak lagi nguping.Eksotis?Wah Evi pasti... Bener buanget!!Awalnya Evi tuh mau nenangin diri usai kejadian ama Mr Iceprince.Eh bukannya tenang malah ga sengaja lihat Mr Ice sama Miss Universe.Ega maksudnya.Karena terkenal sangat kepo,Evipun mencuri dengar pembicaraan mereka dari awal sampai sekarang.Weleh...Evi kini tahu kalau Si Manusia Es punya rasa sama Ega.
Eganya aja yang berkulit badak sehingga ga peka.Masak kulit badak sih?Apa kulit ular aja keren tuh bisa nglungsungi..Evi malah kasihan sama Irwan,'Si Sumenep itu ternyata punya hati ya...Ga sangka.Dia kuliah disini semua demi gadis itu.Segitunya ya cintanya?Sayang si cewek kayaknya ga ngeh...terlalu egois ama dirinya.Mikir impiannya doang.Kasihan Sumenep...Kok aku malah jadi sedih sih?Yang broken heart siapa yang sedih siapa?Weleh...'
Irwan meraih jemari Ega,"Apakah tak bisa kau tetap disini?Bersamaku?Sudah bulatkah tekadmu ke Perancis?Apakah aku ga berarti buatmu?"
Ega menepuk2 tangan Irwan,"Wan,kamu itu bangsawan.Kamu punya destiny besar.Aku juga ingin meraih impianku jadi kita bisa sama2 bersinar."
Matahari juga bersinar ya?Ga usah ke Perancis kali kalau mau lihat matahari.Emang di Indonesia ga bisa
bersinar?Wah ini perlu diluruskan ini...Emang rambut dilurusin? Irwan menarik nafas dan tangannya,"Maksudku itu...." Saat itulah Evi melihat kucing,ia paling risih lihat kucing dan reflek dia menjerit,"Iiih...kucing!!" Meoong...meooong... Irwanpun sadar ada yang denger pembicaraannya dengan Ega,'Gawat!
Ada yang nguping rupanya.Mukaku kutaruh mana jika sampai tersebar bahwa kapal cintaku kandas sebelum berlayar.Kandas!' Ega kaget lihat Irwan melangkah cepat ke luar ruangan,"Wan!Ada apa?" Evi sadar dirinya ketahuan nguping,'Wah harus kabuur nih!Cap cus nih!!' Evipun kabur namun Irwan melihatnya,"Hey!!Kau!!Berhenti!!"
Irwan segera mengejar Evi yang lari tunggang langgang ga tentu arah,'Tuh cewek kan yang tadi?Si kucir kuda!Awas dia!!'
Wah Evi pakai jurus langkah seribu satu malam kabur ,'Gawat!Sumenep tahu aku nguping dia.Gimana nih?Tuhan kirimkanlah malaikat penyelamat buat aku.Please!!'
Makin kenceng Evi lari,makin kenceng pula Irwan ngejar.Semua pada heran melihatnya,'Wah buat ulah apa lagi tuh gadis aneh itu?'
Evi makin panik sampai nabrak seseorang.Bruukk! Irwan yang sudah dekat segera meraih tangan Evi dan menggenggamnya dengan erat,"Kena kamu!!Ga bisa lari lagi!"
Eh yang nabrak juga nangkap tangan Evi satunya,"Mari saya bantu berdiri,Nona Manis."
Wah Evi diantara dua pria.Ganteng2 semua.Kanan Irwan satunya....ora weruh.Stranger!
Evi kaget tangannya dipegang dua pria sekaligus.
Namun yang kaget ga cuma Evi,Irwan juga,"Kau?" Wah pria satunya tersenyum pada Irwan,"Apa kabar sepupu?Ga sangka lihat kamu seagresif ini sama cewek.Wah jadi curiga nih.Kenalin dong ama aku.Masak ga dikenalin sama sepupu sih pacarnya?"
Irwan dan Evi malah berpandangan lalu buang muka bareng2,"Pacar?Kita?!!Huhhh!!"
Wah sepupu Irwan?Hazman dong.Yoi man!Hazman dan Irwan memang dulu sempat akrab tapi kemudian Hazman ikut Isda ke Malaysia.Paling sejak itu cuma kabar dan foto aja yang dikirimkan ke istana.Evi dan Irwan buang muka tapi masih pegangan tangan ...piye kuwi modele? Hazman malah memandangnya lucu,"Kalian cocok lho...he..he.." Irwan dan Evi malah saling lirik dengan sewot,"Cocok dari Hongkong...!!" Wah2...gething nyanding lho cak...Akankah dua insan itu terus musuhan?Gimana kalau mereka tahu kalau mereka itu dijodohkan?Wah akankah cinta hadir mencairkan kebekuan hati Irwan nanti?***see you next eps***
Eps 8 CERBUNGVII ♥ RATU HATIKU
$♥RATU HATIKUR♥CERBUNG VII EPS 8||♥ Married The Daughter¥♥ Menikahi Putrinya
|\|♥ Rumah Evi... Tampak mobil2 sedan berjajar dan para pengawal kerajaan berjaga disekitar area.Wuih ana apa diajeng?
Kayake sih ada tamu agung nih...Utusan kerajaan datang menemui keluarga Evi.Seorang dayang kepercayaan permaisuri Inul datang membawa berbagai hadiah dan souvenir bagi keluarga Evi.Wah ada apa ya?Sing jadi danyangnya sapa?Danyang?Penunggu?Eh dayang ding!Keliru...keliru...oh dayang enaknya siapa?Ikif aja deh pas kayaknya.
Suka amat say ama Ikif?Biasa penulis suka main feeling touch gitu...Ikif itu dayang senior dan sudah mengabdi lama di kerajaan.Aturan pertama dia ga boleh nikah selama hidup di istana.Kok gitu?Namanya juga tata cara kerajaan he..he...ntar masa depannya gimana?Ikif aja ga protes lho ...kok yang baca rebek sih?Yo wis ....penulisnya lagi strenghzz kayaknya...Ga...ntar ada kisah tersendiri juga buat Ikif he..he..Wajah ayu Ikif ditata ala dayang istana.Rapi disanggul kecil gitu.Ikif menemui orang tua Evi.
Wah Hamdan dan Rita jadi kepo ria,"Waduh!Pihak istana sampai ke rumah kita ada apa ya?"
Ikif dipersilakan duduk tentu saja setelah menyingkirkan aneka benda aneh di ruang tamu,Reza juga heran,'Weleh2 ada utusan kerajaan datang ke rumah?Wah ayah bikin salah apa ya?Gawat nih!Tapi kok bawa aneka benda ya...kayak orang lamaran aja...'
Ikif dengan anggunnya duduk di ruang tamu,"Maaf ya bapak dan ibu...kedatangan saya kemari mewakili pihak istana untuk memberitahukan bahwa keluarga kerajaan mengundang keluarga Bapak Hamdan ke istana malam ini untuk membicarakan hal yang sangat penting dan maaf tidak bisa saya sebutkan secara detil.Karena sangat rahasia sifatnya.Kiranya keluarga bapak berkenan datang.Oh ya putrinya dimana ya?"
Hamdan heran juga,"Oh putri saya masih kuliah ...belum pulang.He..he..Jujur kami sangat terkejut dengan undangan ini.Apa kami melakukan kesalahan pada istana?"
Ikif tersenyum bikin Reza terpesona he..he.,"Tak perlu khawatir Bapak...ini sebuah undangan khusus.
Jadi bapak datang saja dan yang pasti bawa ya putrinya...semua anggota keluarga maksudnya.Diharapkan keluarga bapak dan ibu berkenan menerima bingkisan dan tanda mata dari istana sebagai bukti niat baik kami.Ini semua dipilih langsung oleh permaisuri."
Wah Rita sampai ga bisa bicara apa2 lihat banyaknya hadiah,"Pak ini kita ngimpi ga sih?Banyak nian hadiahnya...ada pakaian,perabotan,perhiasan juga waduh...ni ada apa ya Pak?"
Hamdan geleng kepala,"Ga ngerti Bu...diterima aja dengan baik.Nanti kalau ditolak malah berabe...menurut kamu gimana Za?"
Eh yang ditanya malah asyik liatin dayang utama walah..,'Mbnya ayu....santun dan suaranya aduh...bikin aku mati kutu..' Emang rambut Reza kutuan ya?Mungkin...Hamdan nyenggol bahu putranya,"Za!Ditanya kok...malah kriyip2 gitu matanya...weleh kesambet kali ya?"
Reza langsung sadar,"Oh...apa Yah?Sorry Reza lagi mikir he..he.." Rita yang mesam mesem mandang Ikif,"Mikir apa?Biasane juga kagak pernah mikir...katane malas mikir,nikah aja males gimana yang lain...weleh...gek mikir apa?" Reza senyum2 sambil melirik Ikif,"Mikir pernikahan Bu...he..he.." Wah Ikif malah muji Reza,"Masnya hebat lho kok tahu sih kalau itu yang mau dibicarakan...Tebakannya jitu deh."
Wah Reza langsung serasa terbang ke lapisan atmosfir yang namanya apa stratosphere,ada ga sih?Kayake sih ada...kalau ga ada ke angkasa luar aja sekalian...galaksi lain juga banyak kok...weleh...
Hamdan dan Rita kaget,"Pernikahan?" Eh Reza malah klepek2 dipuji Ikif,'Aduh ...aku pikir ga bakal ada yang bisa bikin jantungku ini deg deg ser eh...
ketemu sama mb nya ini kok aku jadi kayak pepes ikan ya lemes dan gemes weleh...'
Ikif melanjutkan,"Berikut ada surat khusus dari Permaisuri mohon diterima." Hamdan menerimanya,"Boleh saya buka sekarang?" Ikif mengiyakan,"Tentu saja Bapak.Silakan dibaca." Wah Rita dan Reza segera kepoin isi suratnya,begini bunyinya: Salam sejahtera dari Keluarga kerajaan buat keluarga Hamdan di tempat,
Kami,keluarga kerajaan,terkhusus saya sebagai Permaisuri kerajaan dengan ini mengundang secara khusus keluarga bapak untuk datang dalam jamuan makan malam di istana.Ada hal penting yang ingin kami bicarakan.Maaf tidak bisa disebutkan disini.Tapi kami minta pihak keluarga bapak membawa cincin warisan keluarganya dalam acara besok.Cincin dengan inisial "SE"di dalamnya.Apa yang akan kita bicarakan berkaitan erat
dengan cincin tersebut.Bersama ini saya kami kirimkan beberapa souvenir kiranya makin mempererat hubungan keluarga kita.Kami menanti kehadirannya besok malam. Permaisuri Inul. Wah semua langsung gede2 matanya...,"Cincin ?" Astaga Reza langsung ingat,'Weleh itu kan cincin yang dipakai Evi buat ganjel meja to?'
Hamdan mengernyitkan dahi,'Feelingku bener tuh cincin pasti bawa hoki...' Rita malah sibuk lihatin barang2 yang dikirim sebagai hadiah,'Byuh..byuh...kerja berapa tahun ini bisa dapat barang2 bagus kayak gini...wah apalagi apa itu ada yang ditulisi 'spesial buat sang putri'.Wah..Evi pasti kaget ntar kalau dah pulang.Lha rumahnya penuh barang.Dapat rejeki non blok...eh nomplok...'.
Ikif melihat arah pandangan Rita,"Oh...yang diberi tulisan khusus itu...itu dari ibu suri spesial buat putri Ibu.Mohon diterima."
Wah jelas diterima dong.Usai menunaikan tugasnya Ikifpun mohon diri,"Besok saya sendiri yang akan menjemput keluarga bapak ke istana.Saya permisi akan kembali ke istana untuk melaporkan semuanya pada Permaisuri.Saya mohon diri."
Reza dengan gegap gempita mengantar hingga depan,"Wah saya juga diundang kan besok he..he..?"
Ikif jawab,"Tentu saja mas nya putra pertama ya?Pasti kedatangannya juga dinanti."
Reza hepi banget.Senyum2 sendiri sejak tadi.Rita juga sama.Hepi dia dapat hadiah banyak.Langsung tenggelam diantara barang2...kayak lagunya..Tenggelam aku di laut duka...eh salah karam ding...Sedang Hamdan malah sibuk jawab pertanyaan para tetangga yang kepo tingkat dewa lihat banyak mobil mewah berlambang kerajaan di sekitar rumahnya,"Ada apa Pak Hamdan sampai pihak kerajaan ke rumah Anda?"
Yang lain juga kepo tingkat ekstrim,"Iya ada apa sih Pak?Nih putranya ditanya malah pringas pringis ga jawab..." Hamdan melihat Reza yang malah lihatin Ikif masuk ke dalam mobil mewah,"Makhlum kami semua juga kaget...apalagi anak saya ini...he..he.."
Reza dah punya dunia dewe.Ngalamun.
Hamdan lalu masuk ke rumah dan segera nyari cincin yang dimaksud,"Ini dia benda pusaka abadi nan jaya...
untung aku rawat...ternyata ada kaitannya dengan keluarga kerajaan.Apa ya?Kenapa aku ga pernah dikasih tahu ya...leluhur aku cuma bilang kalau pernah menolong anggota kerajaan.Tapi siapa yang ditolong ya?Apa hubungannya dengan cincin ini?Kayake dulu nih cincin ada suratnya deh...kusimpan dimana ya?"
Bila Rita tenggelam dengan benda2 pemberian istana,Reza masih asyik ngalamun di beranda rumahnya sambil ditanyai tetangganya tapi semua ga ada yang dia jawab.
Akhirnya tetangganya pada balik ke rumah masing2 dengan kepo yang makin menjadi2,"Lha bocah ki ditanyai malah mesam mesem dewe sejak tadi...sajake perlu di periksakan tuh anak pak Hamdan...bahaya!Ayo pulang wae..."
Hamdan juga sibuk bongkar dokumen keluarga nyari surat wasiat leluhurnya.Sibuk dewe2 lha warung satenya sing jaga siapa?Belum buka dulu kali...closed.He..he..terus satenya?Lontongnya?Pangan dewe...ha..ha..
T♥ Kampus Wiraraja... Kita cabut aja ke kampus,lihat pertemuan antara duo prince dengan sang putri.He...he..Irwan masih aja megangi tangan Evi,'Aku ga akan lepasin nih cewek.Dia megang rahasia aku.Aku harus buat perhitungan dengan dia.'
Evi juga heran padahal Hazman dah lepasin pegangan tangannya ke Evi eh Si Manusia Es masih aja kekeh
megang erat2.Kupegang erat2....door!!Malah nyanyi balonku ada lima.Weleh... Evi berusaha melepaskan tangan Irwan,"Hey!!Sumenep lepasin ga?Kenceng bener megangnya?Sakit tahu!!" Hazman malah menggoda,"Cie...ada yang takut ditinggalin nih ye...Sumenep?Wah namamu ganti ya sepupu?Kapan bancaannya?Kok ga undang2 sih?" Irwan malah narik Evi menjauh,"Sebentar ya Man.Aku mau bicara penting dulu sama nih si ikan belut!" Evi manyun,"Belutmu!Aku tuh ga suka makan belut ya apalagi lele ihhh....enak aja ngatain aku belut!Kamu tuh yang belut!Eh...jangan...kamu itu kayak ikan sapu2 suka bersih2...he..he...manusia ikan sapu2 ...hello ikan sapu2!!...hi..hi..."
Irwan makin gemes tingkat dewa dewi lihat Evi malah ngekek dewe,"Ayo ikut aku!Kita harus bicara!"
Evi terpaksa ngikutin lha ditarik je,"Ihh...ga usah narik2 kenapa sih?Ntar dikira kita pacaran lagi...iihh..."
Irwan ga gubris,'Pacaran?Biarin aja.Lagian aku lagi bete dan broken hearted...'
Shiha dan genknya juga lihat dengan kepo,"Irwan kok mau sih megang tangan tuh cewek kampung?Ga level banget deh...Kayaknya tuh cewek perlu kita beri pelajaran deh...."
Yang lain pada setuju tapi Ega diam saja,'Irwan sama cewek biasanya ga pernah gitu deh.Biasanya dia sopan dan alim gitu.Megang2 ga pernah.Dia kan bangsawan.Tapi sama tuh cewek dia main pegang tangan aja...tadi katanya kayak dia ada rasa sama aku tapi lihat ini aku jadi ragu deh...mending aku fokus ke karir jadi penari aja deh...'
Kita juga harus fokus ke Irvi aja he..he..
||♥ Di pojokan.... Evi kaget saat Irwan memojokkannya ke sebuah dinding,"Kamu mau apa Sumenep?!"
Irwan mendekatkan wajahnya,"Terserah aku dong!Kamu berani melawan keluarga kerajaan?"
Evi gugup juga,'Nih cowok wajahnya deket amat sih ke muka aku?Bikin deg2 an aja....'
Irwan berbisik di telinga Evi,"Kamu denger apa aja tadi?" Evi pingin kabur tapi Irwan megangi dia,"Aku...aku ga ngerti maksud kamu..." Irwan menyeringai,"Apapun yang kamu dengar ...awas kalau sampai kamu sebarkan!Aku akan kejar kamu meski ke ujung dunia sekalipun!Ingat itu!"
Evi manggut2,"Iya aku ga akan sebarin!Aku janji!" Irwan masih ingin bicara sebenarnya tapi seorang pengawalnya datang,"Pangeran...dimohon segera kembali ke istana.Permaisuri mencari Anda.Ada hal penting yang ingin dibicarakan."
Irwan melepaskan pegangannya,"Kau beruntung Kucir Kuda...aku harus pergi." Evi melihat Irwan merapikan jasnya,'Ganteng sih ganteng tapi berhati es...'
Irwan lalu melangkah dikawal bodyguardnya,ia melambai ke arah teman2nya.Ia mencari2 Hazman,"Mana sepupuku itu ya?'
Kemana Hazman ya?
Hazman bersembunyi di balik pilar,'Maaf sepupu.Aku belum bisa ke istana.Ibu belum ijinin aku ke sana.
Padahal aku ingin ketemu nenek dan yang lainnya.Bagaimanapun juga mereka adalah kerabatku.Keluargaku juga.'
Mobil2 mewah sudah menanti di dekat gerbang masuk,Irwan segera naik ke dalam mobil.Dipandangnya kampus sekali lagi,'Cintaku kandas....aku akan bilang pada Nenek kalau aku setuju dengan perjodohan kemarin.
Aku akan hidup dengan apa kata mereka saja.Sudah saatnya hidup seperti es.Aku tak mau lagi sakit hati.Mempermalukan diri saja!'
Wah Irwan membekukan perasaannya.Benarkah tak kan pernah lagi ia mencinta?Hati2 Wan...mahadaya cinta...he..he..Kira2 siapa ya yang bisa mencairkan hati Irwan?Punya kandidat?***see you next eps***
Eps 9 CERBUNG VII ☆ RATU HATIKU
:'( ☆ RATU HATIKU@ ☆ CERBUNG VII EPS 9|~|☆ Prepare The Way@ ☆ Menyiapkan Jalan
@☆ Kampus Wiraraja... Irwan sudah back to palace ...kembali ke istana Sumenep.
Evi menghela nafas lega dah bebas dari Irwan,'Lega..aku dah back to nature tuh Ikan Sapu2...bikin aku deg2an aja.
Mending aku pulang deh...dah siang juga...mau beli jajan dulu ah...' Eh baru melangkah beberapa meter langkah Evi terhenti melihat di hadapannya Shiha and the genk dah berdiri kayak patung pahlawan gitu,'Weleh apa lagi ini....'
Lesti dan Salsa segera mendekati Evi,"Kami bersamamu Vi!Jangan takut!" Shiha nampak sinis menatap Evi,"Hey!Gadis gembel!Mungkin Irwan nglepasin kamu tapi kami tidak!
Kamu itu dah bikin perkara dengan level atas kayak kita2...Jadi sebaiknya kamu keluar dari kampus ini atau ..."
Sebuah suara mengejutkan mereka,"Atau apa?Kalian ini bisa aku laporkan kepada pihak kampus lho kalau main
intimidasi dan bikin kacau di kampus ini.Kurasa pihak kampus ga akan anggap remeh laporan dari anggota keluarga kerajaan."
Semua langsung melihat ke arah yang ngomong. "Wuih siapa tuh cowok?" "Dia bilang dia itu anggota keluarga kerajaan?Apa dia Pangeran Hazman?" "Baru saja dia kembali ke Sumenep.Wah dia juga anggota kerajaan lho...gawat!!" Evi memandang penuh terima kasih pada Hazman,Shiha kesal banget dan memilih pergi,"Udah guys kita cabut aja!
Kita lihat aja berapa lama dia bertahan di kampus ini!" Semua cabut ninggalin area.Evi mendekat berterima kasih pada Hazman,"Kamu juga bangsawan ya kayak si Sumenep ya?" Hazman ngekek denger Irwan disebut Sumenep sama Evi,"Kamu cewek pertama yang bisa bikin Irwan keluar emosinya.Hebat!Aku kagum.Sepupu aku itu dikenal sebagai ice prince.Diam,dingin dan penuh wibawa.Intimidating banget pokoknya.Tapi melihat caranya memandangmu dan memperlakukanmu sepertinya sebagian es dalam dirinya mulai lumer deh...he..he..Kenalkan aku Hazman,sepupu Si Ice Prince ..."
Evi mengulurkan tangannya,"Aku Evi si ikan belut he ...he...ga ding aku mahasiswa baru kok disini.Aku ambil ekonomi.Kamu kuliah juga disini?"
Hazman mengangguk,"Iya mau daftar sepertinya jurusan ekonomi asyik deh..." Evi heran,"Apa ga terlambat buat daftar?" Salsa ikut nimbrung,"Buat keluarga kerajaan ga ada kata terlambat Vi.Kita ga dikenalin Vi?"
Evi mesem kepada dua sohibnya,"Makasih ya kalian selalu ada buat aku.Oh Hazman ini Salsa dan yang ini Lesti.Mereka sahabat aku sejak SMU."
Lesti dan Salsa bersalaman dengan Hazman.Gantian pastinya.He..he.. Mereka lalu beli jamur tiram crispy bareng2,"Mb jamur tiramnya 4 porsi ya..." Hazman melihat dengan heran,"Ini enak ya?Aku belum pernah soalnya." Lesti jawab,"Ini enak Pangeran...he..he..aku bingung nyebut kamu.." Salsa juga bingung,"Iya mau nyebut nama ga enak...sungkan." Hazman tertawa,"Panggil aja nama aku.Santai saja.Aku ga setenar sepupu aku kok.Enjoy aja deket aku."
Evi malah asyik menyantap jamur crispynya,"Hmm...mantap nih...enak nian." Hazman memandang Evi,'Dia sangat menarik.Ceria dan sangat menyenangkan.Aku makin mantap kuliah di sini.Aku akan bilang Mama ah..'
Wah Hazman tertarik nih sama kepribadian Evi.Kita lihat Irwan yuk udah sampai istana belum?
$☆ Istana Sumenep... Irwan melangkah turun dari mobilnya,pandangannya dingin dan nampak tak bercahaya.Ia melangkah masuk diiringi sapaan dari setiap penjaga dan dayang yang dilewatinya,"Pangeran selamat datang."
Irwan hanya mengangguk lalu menuju ruangan dimana ibundanya berada,dayang yang berjaga memberitahu Permaisuri,"Pangeran sudah kembali Permaisuri."
Inul menjawab,"Persilahkan masuk." Irwan masuk,'Mau ketemu ibu sendiri aja susahnya minta ampun.Kebanyakan protokol.Gimana mau curhat...' Irwan memberi salam,"Ibunda,ananda sudah datang." Inul nampak elegan dengan pakaian kebesaran istana,"Putraku...apakah hari pertama kuliah di kampus menyenangkan?" Irwan ingin berkata tidak lalu cerita bahwa dia broken heart tapi semua dia telan lagi,"Menyenangkan Ibunda,sangat menarik berada bersama rakyat." Inul senang mendengarnya,"Ibu yakin Pangeran bisa beradaptasi dengan cepat.Ayo minum teh dulu biar hilang capeknya."
Pelayan datang membawakan teh dan hidangan kecil,"Silakan Pangeran.Permaisuri." Inul mengangguk dan memberi kode agar semua dayang pergi dari ruangan,ia lalu memandang putranya,"Pangeran,ananda adalah calon raja.Sudah saatnya memikirkan tentang pernikahan."
Irwan langsung tersedak,"Uhuk...huk.." Inul mendekati putranya,"Pelan-pelan minumnya..." Irwan meletakkan cangkirnya,"Ananda menurut apapun yang ibunda inginkan.." Inul heran tak melihat nada pemberontakan di perkataan putranya,"Tumben ananda langsung setuju biasanya ...."
Irwan malah menerawang,'Untuk apa lagi membantah toh yang kucintai malah menganggapku ga penting.Hidupku sudah terikat dengan istana.Hidupku bukan seperti mereka yang diluar sana.Bebas dan merdeka.
Hidupku terplanning sejak kecil.Semua serba diatur.Pendapatku tak begitu penting.Perasaanku apalagi.Istana ibarat penjara.Terlihat indah tapi mengekang.Kapan aku akan menemukan kehangatan hidup di istana?
Adakah bahagia didalam sangkar emas ini?' Inul tahu putranya sedang melamun,"Ananda baik2 saja?" Irwan tersadar dan tersenyum,"Ananda hanya sedikit lelah Ibunda.Bolehkah ananda mohon diri untuk beristirahat?"
Inul mengangguk,"Silakan beristirahat Pangeran."
Irwan mencium tangan ibunya dan pergi menuju kamarnya.Direbahkannya tubuhnya di sofa.
Lelah sekali.Hatinya masih terngiang kata2 Ega,"Aku ingin menjadi penari.Itu impianku..."
Irwan mengambil boneka teddy kecil miliknya,dipeluknya dan diusapnya dengan lembut,'Kita sama Teddy...
kesepian dan sendirian...tidak bisa bicara juga...aku ingin punya teman cerita...punya seseorang yang mau berbagi suka dan duka denganku...seseorang yang bisa kupeluk saat kusedih...apakah menurutmu orang seperti itu ada Teddy?'
Andai aku Teddy aku akan jawab:"Ada Wan!!Ada!!" Siapa sih orang itu?
T☆ Rumah Evi...
Evi tiba di rumah dengan semangat mau cerita ke ayahnya kalau dia dah ngembaliin uang Shiha,"Ayah!!Ayah!!"
Enak ya Evi langsung curhat sama ayahnya.Ga kayak Irwan.Kasihan Pangeran sumenep...
Sang ayah malah jedul dari dalam gudang,"Apa Vi?Ayah di gudang!"
Evi heran mau masuk rumah kok susah karena banyak barang di ruang tamu bahkan sampai dapur,"Astaga!
Ini barang2 apa Bu?Banyak amat?Barang kreditan ya?Siapa yang pesan?" Rita malah narik Evi dan nunjukin aneka perkakas dapur yang baru,"Lihat Vi!Itu kompor gas baru!Dua tungku dan merknya oke punya.Juga nih satu set perkakas makan.Ini tebal dan berat lho Vi.Lihat nih...pakaian ibu baru...wuih..ibu cantik ga?"
Evi malah gumun,"Ibu dapat uang dari mana beli semua ini?Kasihan ayah kalau ibu kredit terus...Aduh ini rumah jadi kayak market deh..."
Reza lewat sambil pamer jas baru,"Vi lihat kakak ganteng ga?Keren ga pakai ini buat dinner?" Evi malah makin kepo,"Aduh...ini lagi kakak malah beli jas baru.Biasanya ga pernah gagas penampilan,keramas saja bisa dihitung.Iih...sekarang malah kayak peragawan.Liwar liwir...kayak ironman tahu!"
Reza malah heran,"Kok Ironman sih Vi?Ganteng arabic gini kok ironman!"
Evi meletakkan tasnya dan mengambil minuman,"Ironman itu artinya manusia setrika tahu...huh..hausnya..."
Reza malah jadi inget,"Ya ampun kaos kakiku belum kusetrika...wah...setrika dulu ah..."
Evi kian judeg,"Aneh deh ...cari ayah ah..."
Evi akhirnya nemuin ayahnya nungsep di antara kertas2,"Ayah...!!Ya ampun ayah kan alergi debu buku...malah disini...sama kertas2..."
Hamdan emang dah jebres sejak tadi,"Huuatshing!...hatsing!" Evi menyodorkan sapu tangan,"Ini ayah..." Hamdan menerimanya,"Akhirnya ayah ketemu sama dokumennya.Tapi ayah jadi pusing kalau pilek gini.Ayah mau mandi air hangat dulu."
Evi segera nyiapin airnya,"Evi dah masak air Yah...tunggu 10 menit ya pasti dah panas."
Hamdan membelai kepala putrinya,"Kamu memang paling ngertiin ayah.Oh ya gimana harimu di kampus?"
Evi lalu cerita soal uang Shiha,Hamdan dengerin sambil jebres2..weleh... Evi juga cerita soal Irwan,"Di kampus itu Yah ada cowok belagu Yah...namanya Sumenep...tapi mending sebut dia Si Ikan Sapu2...he...he...dia nyebelin Yah..suka ganggu Evi.."
Hamdan heran,"Ikan Sapu2?Apa dia budidaya ikan sapu2?"
Evi ngekek,"Wah dia mirip ikan sapu2 Yah...suka bersih2...pokoknya kalau ketemu dia,ayah harus bantu Evi buat jitak dia!Ok?"
Hamdan oke..oke aja.Ga ngerti dia kalau yang dibicarain Evi adalah Pangeran calon Raja alias Putra Mahkota Sumenep.Hamdan lalu mandi sedang Rita menunjukkan pemberian ibu suri buat Evi cuma dia ga bilang dari siapa,"Vi ini ada gaun2 dan baju2 juga kosmestik buat kamu."
Evi kaget,"Wah...yang bener Bu?Ini buat Evi?Ini pasti mahal deh Bu...ga ah...mending Evi pakai yang sudah ada aja.Mending uangnya buat biaya kuliah Evi."
Rita tersenyum,"Ini buat kamu gratis!Tis!" Jelas Evi jadi heran,"Bu,sebenarnya ada apa sih?Kok rumah jadi penuh barang2.Mahal2 dan bagus2 lagi.
Katanya kita harus hemat lha ini kok malah pada belanja sih?" Hamdan sudah selesai mandi dan berganti pakaian yang lebih hangat,"Vi...ada yang harus kamu ketahui Nak...ayo duduk dulu..."
Evi lalu duduk sambil menyantap lontong dan sate,"Hari ini ga jualan ya kok lauknya sate?"
Rita menjawabnya,"Itu aja udah ibu bagi ke tetangga.Anggap aja bagi rejeki.He..he.." Hamdan menarik kursi dan duduk depan Evi,"Hari ini ada tamu dari istana datang..." Dengar kata istana lontong yang di suduk Evi mencelat dan kena Reza yang baru kelar setrika,"Aduh!Ini apa ya?Wah aku harus keramas nih...weleh...weleh.."
Evi minta maaf,"Sorry kak!Hi..hi.." Rita juga duduk dekat Evi,"Denger kata istana aja sampai heboh gitu Vi..." Evi jadi ingat Irwan,'Ini gara2 si manusia es itu bikin aku jadi phobia denger kata istana.Huh...dasar Sumenep!' Hamdan meneruskan perkataannya,"Tamu itu utusan dari Permaisuri." Evi kini tersedak,"Uhuk...hukkk!" Rita segera mengambil minuman,"Ya ampun...minum dulu cah ayu...minum dulu..ga ada yang minta kok lontongnya...masih banyak..."
Evi jelas jadi kepo,"Memang ada apa Ayah sampai Permaisuri mengutus orang ke rumah kita?Ayah ga bikin salah kan sama pihak istana?"
Hamdan menunjukkan cincin berinisial SE pada anak dan isterinya,"Semua berawal dari sini.Ini Ayah dah nemuin surat wasiat leluhur kita.Ayah bacain ya...disini tertera bahwa karena jasa kakek maka Yang Mulia selamat dari bahaya.Dan karena itu...diikatlah perjanjian diantara kedua belah pihak.Pihak istana dan keluarga kita."
Evi mendengarkan dengan antusias,"Perjanjian apa Yah?" Hamdan memberitahu,"Bahwa kelak keluarga kita akan mendapat kehormatan meneruskan keturunan keluarga kerajaan."
Evi ga ngeh,"Maksudnya gimana sih Yah?" Hamdan menjawab,"Akan ada penyatuan antara keluarga kita dengan keluarga kerajaan."
Evi masih ga ngerti,"Penyatuan?" Reza dah selesai keramas "Maksudnya pernikahan Vi...lemot amat loadingnya...." Evi malah segera menyalami kakaknya,"Wah kakak mau nikah ya?Selamat!Selamat ya kak!!Dapat anggota kerajaan lagi.Wuihh keren !!"
Hamdan menyela,"Bukan kakak kamu Vi yang mau nikah.." Evi jadi terdiam,"Lho kalau bukan kakak terus siapa dong?" Semua langsung menunjuk Evi,Evi jadi kaget sekaget2 nya,"Aku???" Apa jawab Hamdan pada putrinya?Maukah Evi dijodohkan?***see you next eps***
Eps 10 CERBUNG VII RATU HATIKU
××××××××××××××××××××× × RATU HATIKU eps 10 × ××××××××××××××××××××× The Right Decision ×××××= Keputusan Yang Benar
××× RUMAH EVI... Evi mengernyitkan dahinya,"Apa??!" Semua memandangnya,rada takut juga jika Evi ternyata menolak perjodohan itu.Ayah Hamdan mendekati putrinya,"Vi?Kamu gpp kan sayang?Kok wajahnya kayak ikan sapu2 kaku dan sedih gitu?"
Mendengar kata ikan sapu2,Evi langsung ingat Irwan,"Jangan katakan kalau yang dijodohkan dengan Evi adalah...'dia' Ayah?" Hamdan heran,"Siapa yang kau maksud dengan 'dia' Putriku?" Evi terkenang wajah Irwan,"Ya...si ikan sapu2 Ayah..." Reza malah bayangin yang ga2,'Apakah ada makhluk jadi2an dengan wujud ikan sapu2 ya di istana ya?Serem juga...pantas istana bersih terus.'
Rita malah mikir nyleneh,"Kamu itu bukan dijodohin dengan tukang sapu Vi tapi sama Pangerannya Sumenep.Putra Mahkota Sumenep!"
Denger kata 'Sumenep'bikin Evi kian gede2 matanya,"What?!"
Langsung terbayang Evi akan suasana rumah tangganya bila menikah dengan Irwan.
~~Bayangan Evi~~ Tampak Irwan dengan mahkota di kepalanya dan pakaian kebesaran duduk di kursi asyik membaca koran.Sedang ia sibuk bersih2 seisi rumah,ngepel dan lain sebagainya.Irwan malah nunjuk2,"Tuh ada sampah di sana!Tuh mejanya masih berdebu.Jendelanya juga masih kotor.Itu!Itu!"
~~BACK TO NATURE~~ Evi menjerit membayangkannya,"Tidaaak!!" Reza sampai kaget,"Ya ampun Vi bikin jantungan tahu!Kencengnya melebihi bunyi petasan tahu!"
Hamdan langsung terduduk denger Evi jerit,'Kayaknya Evi ga mau dijodohin deh...' Rita segera mendekati putrinya,"Vi dengerin ibu ya.Kamu itu beruntung lho dapat kehormatan menikah dengan orang bangsawan.Pangeran pula.Ini tuh namanya kamu punya hoki." Evi malah ngedumel,"Hoki ?Ini namanya bukan hoki Bu tapi horor.Evi ga mau!Evi ga setuju!"
Evi malah ngacir ke kamar dan manyun disana.Hamdan nampak bingung,"Gimana nih Bu?Masak kita bilang ke
pihak istana kalau Evi ga mau?Bisa celaka kita Bu.."
Reza juga sedih,'Kalau Evi ga mau aku ga bisa ketemu sama mb dayang cantik dong...yeah sad ending dong.'
Rita berdiri dari duduknya,"Biar coba kubujuk Pak..."
×××ISTANA.. Sementara itu di istana Sumenep,Irwan tengah melihat awan yang berarak di langit dari jendela kamarnya,
'Ega seperti awan itu.Terlihat dekat tapi sebenarnya sangat jauh.Pupus sudah harapanku merasakan sedikit bahagia menjadi seorang yang tinggal di istana.Kupikir dengan dia disisiku,hari2ku akan lebih indah dan penuh warna.Tapi bahkan memikirkankupun dia tidak.Seperti awan itu dia akan segera pergi berlalu.Pergi ke tempat lain.Sedang aku,sendiri di sini.Hanya ditemani Teddy.'
Irwan merasa mual,ia segera menuju wastafel dan muntah2 disana.Asisten pribadinya segera mendekat,"Pangeran tidak apa2?" Irwan membersihkan mulutnya,"Gpp..Paman Samuel.Saya hanya kurang enak badan."
Samuel memapah Irwan ke tempat tidurnya,"Sebaiknya Pangeran istirahat.Jangan terlalu banyak berpikir.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.Saya akan ambilkan obat."
Irwan berbaring dengan wajah agak pucat,"Terima kasih Paman."
Kamar Irwan sangat bagus,jelas dong kamar seorang Putra Mahkota.Irwan memang suka muntah2 kalau lagi depresi.Kebiasaan itu sudah dihafali oleh Samuel.Tak lama setelah minum obat,Irwanpun tertidur.Kasihan Pangeran Sumenep.Broken heart ya?Samuel menyelimutinya,'Paman sayang sama Pangeran.
Sudah seperti kepada anak Paman sendiri.Apalagi Pangeran adalah penerus tahta kerajaan.Sudah menjadi tugas Paman menjaga penerus tahta.Semoga Pangeran menemukan cinta di istana ini sehingga bisa berbagi hati dan saling dukung dalam setiap masa.'
Irwan tidur...jangan diganggu.Yuk lihat Evi aja!Kaciaan Irwan...
××× KAMAR EVI... Evi tengkurep di ranjang bete tingkat dewa ceritanya,'Sumenep!Sumenep!Kenapa sih dari bermilyar orang di dunia harus dia yang jadi calon suami aku?Bikin senep aja!Emang sih ganteng maksimal tapi juteknya itu bikin aku sebal!'
Rita lalu masuk dan duduk di tepi ranjang,"Vi...ibu ingin bicara sama kamu.Ibu tahu sekarang bukan zaman Siti Nurbaya dimana perjodohan adalah hal biasa.Sekarang zaman modern.Tapi Vi,coba pikirkan jika kamu menolaknya."
Evipun memikirkannya,'Pasti pihak istana akan sangat malu.Dan ayah juga ibu akan dianggap mempermalukan keluarga kerajaan.Hukumannya bisa berat.Ayah bisa saja dipenjara seumur hidup atau malah didenda sangat besar.Kasihan ayah...' Rita mengusap punggung putrinya,"Ibu dan ayahmu takkan memaksa kamu Vi.Bahkan kamipun baru tahu hari ini.Jika memang kau sungguh tak mau kami akan kembalikan semua hadiahnya besok.Dan kami akan menolaknya.
Bagi kami engkau lebih berharga sayang." Evi merasa gamang,"Evi masih sangat muda Ibu.Kuliah saja baru mulai.Lagian sepertinya pria yang dijodohin sama Evi menyukai orang lain Bu.Evi denger sendiri kok."
Rita membelai kepala putrinya,"Jika pihak istana sudah mengirimkan undangan maka semua sudah melewati pertimbangan yang panjang.Kau bisa mengenal lebih lagi karakter Pangeran,Vi.Apakah kehidupan ini
selalu kita sukai sayang?" Evi menggeleng,"Ga Bu.Di kampus saja tak semua suka kok sama Evi."
Rita melihat putrinya berbaring menghadap ke arahnya,"Ibu akan kasih tahu apa itu pernikahan.Pernikahan akan langgeng jika tujuannya untuk memberi bukan menuntut.Jika para suami memberikan fokus mereka untuk mengasihi isteri mereka maka takkan ada perselingkuhan.Jika para isteri memberikan penundukan diri dan
hormat pada suami mereka,menghargai suaminya dan bukannya menuntut maka rumah akan terasa damai.Namun jika kamu menikah karena ingin mendapat maka kamu akan kecewa dan lelah suatu saat nanti.Pikirkan perkataan ibu ini.Besok apapun keputusan kamu,kami akan mendukung kamu sayang."
Rita mengecup kening putrinya lalu pergi dari kamarnya sambil berdoa,'Tuhan lembutkan hati putriku.Berikan hikmat kepadanya dalam memilih jalan hidupnya.Jangan biarkan putriku memilih jalan yang salah.'
Hamdan mendekati isterinya,"Gimana Bu?" Reza juga kepo,"Evi bilang apa Bu?"
Rita mengajak mereka menjauh dari kamar Evi,"Evi sedang butuh waktu untuk menyendiri memikirkan semuanya.Apapun keputusannya harus kita support,kita adalah keluarga.Iya kan Pak?"
Hamdan mengangguk,"Iya Bu.Bapak juga ga mau maksa hidup Evi."
Evi merenung di dalam kamarnya,'Pernikahan adalah untuk memberi bukan untuk mendapat.Si ikan sapu2 itu kan sangat kaya?Apa yang masih kurang?Tapi wajahnya tadi kelihatannya sedih gitu saat cintanya tak bersambut.Kasihan..Masak aku juga nolak dia sih?Aku bisa memberi hatiku padanya.Iya dia kurang kasih sayang.Aku bisa mengasihinya.Membuatnya bahagia.Menghapus kesedihannya.Tapi...dia mana mau sama aku?
Kalau dia ga mau kenapa pihak istana datang kemari coba?Apa dia juga dipaksa ya?Atau dia saking putus asanya nurut gitu aja?Kok aku malah jadi kasihan sih sama dia?Apa hidup di istana itu sungguh begitu rumit ya?
Tapi dulu aku mimpi soal Pangeran yang dibungkus es.Apa ini artinya ya?Tuhan aku harus gimana?Kalau aku nolak ayah ibuku pasti kena masalah besar.Kalau aku terima kayaknya berat juga soalnya kita ga sama2 suka.Aku pusing Tuhan...Berikanlah aku petunjuk.'
Malamnya Evi kembali bermimpi.Ia melihat seorang pria berlari ke sebuah istana es.Ia mengikutinya.Pria itu berjubah dan seperti pangeran2 di negeri dongeng pakaiannya.Tiba2 datang seorang peri jahat dan mengubah
pria itu menjadi patung es dan siap untuk menghancurkannya dengan menjatuhkannya ke sebuah jurang.Sebelum seluruh tubuhnya berubah menjadi es pria itu berkata pada Evi,"Tolong saya..."
Tubuhnya lalu menjadi patung es dan didorong ke tepi jurang,Evi coba mencegah,"Jangan!"
Namun Evi malah ikut jatuh ke dalam jurang bersama patung es itu.Ajaib begitu dipegang oleh Evi patung itu berubah kembali menjadi manusia dan Evi terpana kala pria itu memeluknya,"Terima kasih Putri."
Dan Evi kian kaget kala melihat wajah pria itu adalah ,"Sumenep?" Karena berubah menjadi manusia lagi dan tangan mereka bersatu cincin di jari mereka bersinar dan keluarlah cahaya yang menyilaukan dan membawa mereka naik kembali dan istana es berubah menjadi istana yang sangat indah.
Evi silau dengan cahaya di sekitarnya dan terbangun,"Sumenep!"
Evi terengah2,'Ya ampun aku mimpi apa sih?Kenapa aku mimpi soal pangeran es lagi?Ya ampun jam berapa sekarang?Sebaiknya aku ambil minum ah.."
Evi melangkah keluar dan membuka kulkas satu pintu di dekat meja makan,saat itulah ayahnya juga hendak mengambil minum.Evi menyapa ayahnya,"Ayah masih bangun?"
Hamdan mengajak Evi duduk,"Vi ini cincinnya Ayah kembalikan ke kamu.Jika kamu menolak perjodohan itu besok jangan dipakai cincinnya.Jika kamu menerimanya,pakailah cincin ini besok."
Evi menerima cincin yang sempat ia jadikan ganjel meja itu,'Astaga ni cincin yang sama seperti dalam mimpiku.Apakah ini petunjuk-Mu ya Tuhan?'
Apakah besok Evi akan memakai cincin itu?***see you next eps***
Eps 11 Cerbung vii RATU HATIKU
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡RATU HATIKU EPS 11♥♥♥♥♥♥♥♥Meditate = Meditasi
♡♡♡KAMAR EVI... Pagi menjelang,Evi terus saja terbangun.Suara kodok kungkong ga membuatnya takut tapi malah kepikiran soal dongeng Pangeran Kodok.Weleh...Ia muter di kasurnya kayak jarum jam saja.Kaki jadi kepala,kepala jadi kaki.Astaga...Evi teringat dongeng pangeran Kodok,'Ibu pernah cerita dongeng itu saat aku kecil.
Katanya pangerannya berubah jadi manusia kala sang puteri mau menikah dengannya.Gimana kalau kubayangkan saja Si Ikan Sapu2 itu tiba2 jadi kodok?Kodok bencok lagi wis...serem.Jangan!Kodok sawah saja...ntar dimakan ular dong.Kasihan!Kodok celengan saja!Iya aku kan punya kodok tanah liat hi..hi...ga nafas dong?Melaz...
aha kodok hijau saja kaya muppet.Iya...boneka muppet.Wajahnya yang ganteng itu bakal jadi lucu kali ya?Hi..hi...'
Evi malah senyum2 sendiri bayangin.Bagaimana oa memakai pakaian nan indah,mekruk jebuk dan rumbai2 gitu berjalan di tepi kolam istana terus ketemu sama sang kodok.Kodonya nampak melaz bingow,"Kodok!!!"
Belum bunyi kungkong dah kabuur masuk ke dalam istana.Weleh...kodok ngorek..kodok ngorek...
Evi malah ngakak dalam kamar sampai Reza heran,'Kenapa tuh Evi jangan2 jadi linglung karena depresi mau dijodohkan.Gawat!Kasihan juga ya?Pernikahan ternyata bisa bikin adikku jadi aneh...sehari2 aja dah aneh eh sekarang dini hari kayak gini malah ketawa ngakak di kamar.Makin serem aja...mending aku sumpel telingaku pakai kapuk.Sedih bayanginnya...Vi sabar dik...ga ada yang maksa kok.Ga diterima ya gpp.Enjoy aja...kalau kita diusir dari sini ya tinggal pindah aja ke daerah lain.Indonesia kan luas.Banyak pulaunya,lagian tiap hari kamu gambar pulau kan di bantal kamu?Jadi ntar tinggal pilih aja mau pulau mana?Pulau Roti asyik kayaknya...makan roti tiap hari hi..hi...'
Gantian Reza yang nyekikik sendiri di kamarnya bikin Rita jadi gumun,"Pak,anak2 kita kenapa ya pada ketawa dewe di kamarnya?Jangan2 ada yang ga beres Pak?"
Hamdan dah ngantuk buanget,"Biarin aja Bu.Besok juga normal kok.Tidur aja." Rita geleng2 kepala,'Normal?Apa kalau malam mereka jadi abnormal?Masak sih?Kayaknya baru kali ini deh...Mending aku nurut suami aku.Tidur lagi lagian mereka dah gede2.Ntar pagi aku tanya.whoohhh!"
Sementara itu di istana Sumenep,Irwan juga resah dalam tidurnya.
¤¤¤Kamar Putra Mahkota.... Irwan mimpi jalan2 di hutan bersama Ega namun tiba2 ada kabut tebal dan ia terpisah dari Ega,"Ega!Kamu dimana?Ega!!"
Pandangannya terhalang oleh kabut,"Kemana Ega?"
Lalu ia melihat seseorang diantara pepohonan,"Itu pasti dia.Ega!Ega jangan lari!" Ia kejar ke dalam hutan dan menyibakkan ranting2 pohon.Namun saat ia menyibakkan rantingnya yang ia lihat sepasang mata yang beda bukan milik Ega.Mata itu menatap padanya dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatinya seakan berkata,"Aku tahu apa yang kaurasakan.Aku tahu Pangeran..."
Irwan terkesima dan terbangun,"Huh..huh..." Ia melihat sudah dini hari,'Ya ampun aku mimpi apa sih?Mata itu jelas bukan punya Ega...mata Ega sayu tapi mata itu tajam dan seperti menembus ke dalam.Aku sepertinya sudah depresi tingkat tinggi.Sampai mimpi seperti ini.'
♥♥KEESOKKAN HARINYA... Evi bangun dan dilihatin oleh semua keluarganya.Ayah Hamdan kepo dengan cincinnya,'Dipakai ga ya?' Rita malah mikir,'Normal ga?' Reza malah melirik adiknya,'Linglung ga ya?' Lingling sekarang sudah tiada lagi ...dia kembali ke negerinya...kok malah nyanyi sih?Evi jalan ke kamar mandi sambil nguap2 berkali2,"Pagi semua...whoaah!whaaah...hem.."
Hamdan jawab sambil nglirik jari anaknya itu,"Pagi sayang..." Ia kaget lihat jari Evi semua diplester pakai hansaplast,"Jarimu semua kenapa Vi?" Evi malah ngekek,"Semalam dingin ya jadi jarinya semua dibuntel biar hangat." Rita jadi heran,'Kayaknya masih belum normal deh anakku ini.Coba yang sulung...' Ia melihat ke Reza,eh Reza malah ngomong gini,"Tenang Vi!Kakak selalu dukung kamu!Hidup Evi!!" Semua jadi heran termasuk Evi,"Emang Evi mau tanding Euro apa?Kebanyakan lihat Euro ya?Dasar kakak!"
Rita mikir,'Kayaknya yang sulung masih kurang seentong juga.Gawat!Semua anakku jadi aneh kabeh...Kayaknya aku harus lebih banyak sedekah ini.'
Hamdan berbisik ke telinga isterinya,"Bu kayake Evi ga mau nikah deh..." Rita malah jawab,"Gpp Pak yang penting normal." Hamdan bingung,"Normal piye Bu?" Rita jawab lagi,"Genep gitu pikirannya.Biarin aja ntar malam kita juga tahu.Acaranya kan masih ntar malam." Hamdan berkata,"Terus nasib kita Bu?" Rita jawab ,"Buat aku yang penting anak2 waras Pak." Weleh....lihat Evi aja yuk!Evi dandan di kamarnya,ia ngekek lihat jarinya,'Dengan begini aku ga terlihat nerima perjodohannya.He..he..'
Evi ternyata memakai cincinya di kalung yang melingkar di lehernya.Kalung yang pendek itu nampak berliontin
cincin.Evi menutupinya dengan syal,"Saatnya kuliah!Jangan sampai si Sumenep tahu kalau aku mau nikah dengannya.Saatnya ke kampus!" Evi sarapan dengan keluarganya yang kepo2,"Kalian kenapa?Melirik2 gitu matanya?"
Semua ngeles dan sibuk dengan pikiran masing2.Hamdan sibuk mikir gimana jawab ke pihak istana.Rita mikir caranya biar banyak sedekah.Reza mikir Ikif weleh...
¤¤¤Bandara... Ega bersiap pergi ke Perancis,2 R nampak setia bersamanya,"Kalian yang rukun ya?Jaga diri semuanya.
Titip Irwan ya?" Ridho jawab,"Tenang saja.Kita akan jaga dia."
Rizky malah minta foto selfi,"Yuk foto dulu buat kenangan." Jepret!Irwan kok ga ikut ngantar ya?Irwan malah bersiap pergi ke kampus,'Hari ini hari baru.Hariku sebagai Irwan sang Putra Mahkota.Harus tegar!' Irwan menemui neneknya juga ayahandanya serta ibunya.Inul berkata padanya,"Putraku calon isterimu ternyata juga satu kampus denganmu.Dia ambil jurusan ekonomi."
Irwan langsung batuk2,"Uhukk...uhukk!...satu kampus Ibunda?" Neneknya nambahi,"Iya anaknya lucu lagi.Ini biodatanya." Irwan menerima mapnya.Dibukanya,"Astaga!!" Wah ada apa ya?***see you next eps***
Eps 12 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
♥♥♥♥♥♥♥♥ ♥ RATU HATIKU ♥ ♥♥♥♥♥♥♥♥ Eps 12 : For Your Family= Untuk Keluargamu
■□■ ♡♡ISTANA SUMENEP... Irwan menerima mapnya dan berpikir,'Paling cewek lugu dan santun juga ga neko2.Ndesit gitulah...'
Eh begitu dibuka,"Astaga!!" Terpampang di lembar paling atas foto gadis yang jauh dari kata lugu,"Dia????!!!"
Semua jelas jadi kaget lihat ekspresi putra mahkota Sumenep kok tumben heboh bingitz,"Kenapa tuh Pangeran?" Baginda Raja Benigno memberi kode pada Permaisuri agar menanyakan ada apa gerangan.Inulpun segera berdiri namun sudah kedahuluan Ibu Suri Puspa,"Ada apa Putra Mahkota?"
Irwan menyerahkan map yang dia pegang,"Nenek yakin dia ...." Inul menegur putranya,"Putra Mahkota bicara yang sopan!" Irwan terdiam dan segera minta maaf,"Maaf Ibunda,ananda lupa protokol istana..."
Puspa membuka mapnya,"Sudahlah jangan dibesarkan,Putra Mahkota masih muda wajar bila belum terbiasa dengan tata bicara istana.Lagipula sebenarnya ga perlu terlalu formal dengan keluarga sendiri...Wah calon isteri Putra Mahkota sungguh menarik orangnya.Lihat ini fotonya.Dia posenya lucu2."
Suasana kembali cair kala semua tertawa melihat foto Evi dalam berbagai pose yang lucu.Pose pakai kaos kaki bola,pose mukanya kena areng,pose jualan sate,wah macem2 dan wagu2.Kayaknya intel istana tenanan nyari fotonya.Irwan malah jadi senyum sendiri bayangin model Evi yang susah diatur berada di istana yang ketat dan kaku aturannya,'Pasti bakal ga betah tuh kucir kuda.Bakal heboh pasti istana dengan kehadirannya.Pasti bakal seru nih!Asyik ada tontonan nih...hi..hi..istana bakal kedatangan gadis yang suka memberontak dan pastinya suasana bakal menarik.Aku suka ini...'
Irwan malah bayangin bagaimana Evi lari2 dikejar dayang2 istana karena ga mau didandani ala istana,"Ha..ha..ha.." Weleh semua langsung pada diem kala dengar Irwan tertawa sambil menutup mulutnya,"Putra Mahkota ananda baik2 saja?" Ups!Irwan langsung berhenti tertawa dan bersikap penuh wibawa lagi,"Ehmm..ehm..Ananda cuma belajar tertawa seperti gaya istana Ibunda..."
Semua malah mengernyitkan dahi,Irwan yang biasanya cool dan cold kini tiba2 tertawa sendiri.
Irwan segera bangkit berdiri,"Saatnya Ananda berangkat ke kampus.Ananda mohon diri.."
Semua mengangguk dan memandang sampai Irwan keluar dari ruangan.Ibu Suri malah koment gini,
"Sepertinya calon isteri cucuku akan memberi kehangatan pada istana ini.Baru lihat fotonya saja sudah membuat Putra Mahkota tertawa.Ini sungguh luar biasa.Cucuku yang kaku dan dkngin bisa tertawa ...aku menyukai perjodohan ini."
Baginda dan Permaisuri hanya tersenyum menanggapinya.Inul memandang suaminya,'Aku dulu juga dijodohkan dengan Baginda.Aku tahu ia sebenarnya mencintai orang lain namun wanita itu lebih memilih kakaknya.Tak dinyana kakak Baginda malah tak berumur panjang.Sebelum naik tahta sudah tiada.Akhirnya tahta jatuh ke tangan dia.Alhasil posisi Permaisuri tidak jatuh pada wanita itu tapi malah jatuh padaku.Aku juga cuma anak pejabat rendahan namun aku berjuang agar tidak mempermalukan keluargaku.Aku mempelajari semua aturan istana dan menerapkannya dengan ketat karena aku selalu dihina oleh wanita itu.Ibunya Pangeran Hazman.Ia berkata padaku bahwa aku takkan mungkin menjadi Permaisuri negeri ini karena aku ga terpelajar seperti dia.Isda...kini aku Permaisuri Negeri ini.Sebentar lagi putraku akan naik tahta.Kesombonganmu dan ambisimu membuatmu mencampakkan cintamu.Baginda yang sekarang adalah pria yang dulu kautinggalkan demi sebuah tahta yang ternyata raib karena penyakit yang diderita kakak Baginda kala itu.Ironi sekali.'
Ikif datang dan berbisik pada Permaisuri,"Ada laporan bahwa Putri Isda sudah kembali ke Sumenep
bersama Pangeran Hazman." Inul memandang suaminya,"Berikan laporan lengkapnya padaku setelah ini."
Ikif segera menjawab,"Baik Permaisuri." Baginda heran,"Ada hal pentingkah Permaisuri?" Inul menjawab,"Hanya masalah istana belakang Paduka.Biar saya tangani.Sudah menjadi kewajiban saya sebagai Permaisuri."
Paduka manggut2 lalu bercakap2 dengan Ibu Suri mengenai politik.Inul memandang suaminya,'Aku takkan biarkan wanita itu mengungkit lagi masa lalu.Cinta yang lama sudah harus dikubur.Jangan dinyalakan lagi.Suamiku adalah milikku.Masa lalu biarlah masa lalu.'
Ternyata Inul dulu terlibat cinta segitiga dengan Isda dan Benigno.Ruwet ternyata.Pantas dia begitu kaku dan ketat soal aturan istana.Dia pikir menjadi Permaisuri yang baik adalah kesuksesan.Namun dia lupa bahwa dia seorang ibu juga.Pantas Irwan begitu dingin.Kurang sentuhan kasih sayang seorang ibu sih.Ibunya sibuk menjadi Permaisuri yang disegani dan dihormati oleh rakyatnya.Kasihan Irwan.Lihat dia aja yuk.
◆◇◆ MOBIL PUTRA MAHKOTA... Sebuah mobil sedan Mercy nampak keluar istana dikawal mobil2 sedan lain di belakang dan depan.Tanda kebesaran istana menghias mobil tersebut.Irwan nampak diam menerawang,'Ega pasti sudah berangkat ke Perancis.Aku sengaja tidak datang karena aku tak mau terluka melihat dia pergi.Ternyata aku ga penting buat dia.Cita2nya lebih penting daripada perasaanku.Dia seperti ibunda.Hanya mengutamakan hal yang diluar saja.Tak pernah mempedulikanku.'
Hpnya bunyi,dibacanya nama yang tertera,2R. Irwan mengangkatnya,"Ada apa?" Ridho menjawab,"Sorry ganggu Wan..kamu ke kampus ga?" Irwan menjawab sambil melihat sepanjang jalan,"Iya.Aku menuju kampus.Apakah Ega sudah berangkat?"
Rizky menyahut,"Iya Wan.Kenapa kamu ga datang ke airport?Dia kecewa lho kamu ga datang."
Irwan melihat sesuatu yang menarik di jalan,"Aku kurang enak badan kemarin.Sudah ya...kita ngobrol lagi di kampus." Irwan menutup hpnya dan menyuruh bodyguard yang memegang kemudi untuk berhenti,"Tepikan mobilnya!"
Perintah Pangeran Sumenep segera dijalankan dong.Ciiit!Mobilpun menepi.Seorang gadis yang tengah mengayuh sepeda nampak jadi ikut berhenti,"Weei...ada apa ini?"
Gadis itu diplester semua jarinya,...wah jelas Evi dong.Kan cuma dia paling nyleneh di cerbung ini.
He..he..Evi gumun gitu kok tiba2 mobil2 bagus berhenti menghalangi jalannya.
Ia kian terpana kala melihat siapa yang turun dari mobil termewah,'Astaga!!Dia??' Evi keder juga apalagi Irwan menyuruh pengawalnya memegangi sepedanya,"Kau ikut aku!"
Evi ditariknya ke tepi jalan dan dipandanginya dengan seksama,Evi takut juga,"Kau mau apa??"
Para pengawal segera berjaga sekitar area.Irwan tersenyum melihat jari2 Evi,"Aku tak menyangka kalau kau akan berbagi kehidupan istana denganku.Apa kau tahu bahwa kita akan hidup bersama?"
Evi menjawab,"Aku...memang diberitahu...tapi lihat aku belum menerimanya kok..."
Evi menunjukkan jari2nya,"Lihat aku ga pakai cincinnya."
Irwan memandang gadis itu,"Istana tidak menerima kata 'Tidak'.Kau perlu tahu itu."
Evi makin keder karena Irwan makin dekat wajahnya,"Tapi aku menyukai jiwa pemberontakanmu...Aku sangat penasaran bagaimana jadinya bila jiwa yang bebas seperti dirimu tinggal di istana yang penuh dengan aturan.Aku yakin kau akan sangat entertaining..."
Evi manyun,"Aku bukan entertainer..." Irwan makin mengintimidasi auranya,"Selamat datang di istana...putri entertainer..." Evi hendak bicara namun Irwan menyentuhkan telunjuknya di bibir Evi,"Sst!Jangan membantahku kali ini..dan seterusnya...aku akan menaklukan jiwa pemberontakanmu...kita lanjutkan urusan kita di istana...aku akan menantimu...calon isteriku..."
Evi memejamkan mata kala Irwan kian dekat wajahnya,'Ya ampun dia mau apa sih sebenarnya?'
Irwan menarik syal di leher Evi,"Syal ini akan kukembalikan saat kau tiba di istana sebagai calon isteriku..."
Irwan melihat cincin di kalung yang dikenakan Evi,"Aha!Ternyata kau sepertinya sudah siap menjadi penghuni istana.Kutunggu kedatanganmu di istana...calon isteriku..."
Irwan melangkah kembali ke mobilnya sambil membawa syal milik Evi di tangannya.Evi memandangnya,'Tuhan,aku sungguh berdebar2 tiap berada dekat dia.Kenapa Kau mengikatkanku dengan dia ya Tuhan?Kenapa?Jika bukan karena demi keluargaku aku takkan pernah berani menyinggung kehidupannya.Kami sungguh jauh berbeda.Bantu aku ya Tuhan untuk bisa menjalani kehidupanku selanjutnya.'
Evi memegangi cincin di kalungnya.Sementara Irwan sudah masuk ke dalam mobil dan sempat melambaikan syal di tangannya pada Evi.Akan seperti apakah kehidupan Evi di istana nanti?Solo hujan ...saya mau lihat F1 Austria dulu ya...***See You Next Eps***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar