HARUSKAH BERAKHIR^^^ eps 25 - 36

Eps 25 CERBUNG V ♥HARUSKAH BERAKHIR ♡
HARUSKAH BERAKHIR♡ CERBUNG V EPS 25 D3 ♡ Together To The Ends ♡ Bersama Sampai Akhir
♡→ BIARKANLAH DIRI INI ....UNTUK MENCOBA MENDEKATIMU....( Irwan pov ) Akhirnya Tuhan memberiku kebahagiaan.Adalah sebuah nikmat yang luar biasa kala kita mendapat apa yang menjadi hak kita.Aku terpesona kala menyadari bahwa aku adalah yang pertama menyentuh Evi.Bagiku itu simbol kesucian dan penghormatan seorang isteri pada suaminya.Banyak orang memandang rendah kehormatan seorang wanita namun jika mereka menyelami karya Tuhan,disitu terdapat nilai2 agung dan sakral dari sebuah hubungan yang dalam.Keintiman itu sakral dan mulia.Bukan satu hal yang murah atau tak berarti.Cara pandang kita terhadap hal itu menentukan cara pandang kita terhadap pernikahan.Apakah dia memandang ringan,main2 atau memandangnya sebagai level hubungan yang mulia.Hubungan manusia dengan Tuhan kerap disetarakan seintim hubungan Suami dan Isteri.Aku memandang wajah isteriku yang pulas dalam pelukanku.Dia adalah bagian hidupku,kami sudah menyatu dan kini kami bukan lagi dua tapi satu.Aku membelai wajahnya dan berbisik 
lembut di telinganya sambil berkaca2,"Thank you...thank you..." Terima kasih sudah memberikan ijin padaku untuk menikmati surgamu.Tak ada lagi penolakan seperti yang dulu.Aku menyelimuti isteriku penuh sayang.
Dia terbangun dan malah tersenyum padaku,"Belum tidur Wan?Hmmm..." Dia cantik sekali meski tanpa make up.
Aku merapikan rambutnya yang agak kusut,"Bagaimana bisa tidur bila ditemani bidadari dari kahyangan seperti ini?"
Evi malah tersipu dan menyembunyikan wajahnya di dadaku,"Julit deh..."
♡ MENDEKATI INDAHNYA DIRIMU.... Aku menyandarkan kepala Evi di dadaku,"Kau tak menyesal menyerahkan dirimu padaku?"
Evi malah menggodaku,"Ada sedikit rasa sesal sih sebenarnya..." Aku terhenyak mendengarnya.Dia menyesal?
Aku menghadapkan wajahnya padaku,"Boleh kutahu alasannya?" Evi memainkan matanya membuat aku makin down saja,"Alasannya ...." Wah aku bakal broken heart lagi kayaknya,namun Evi malah tertawa kecil melihat ketegangan di wajahku,"Hi..hi.."
Aku mulai menangkap kejulitannya,"Kok ga dilanjutin?" Evi lalu meraih selimut dan membelakangiku,"Aku menyesal kenapa ga dari awal kita seperti ini he..he.." Dasar Evi!!Bikin sport jantung aja deh!
Aku segera memeluk dia dari belakang,"Kamu menggodaku ya Nyonya Irwan Krisdiyanto?Belum pernah kena sanksi ya?Kupikir kamu nyesel beneran.Rupanya kamu ngerjain aku ...."
Evi tertawa lalu menoleh ke arahku,aku sendiri sibuk dengan leher jenjangnya,"Maafkan aku pernah menolakmu dulu sayang...Sekarang aku ga akan melakukan itu lagi padamu.Karena kini hatiku menerimamu dan mencintaimu.Sangat mencintaimu...I love you Irwan..."
Kami saling memandang dan akhirnya malah ga tidur sampai pagi.Kami mengarungi samudera cinta dengan gelombang2 cintanya. ♡DIRIMU YANG HADIR DI MIMPIKU.... Bagai mimpi rasanya menikmati indahnya malam bersama Evi.Rasanya aku masih tak percaya dengan semua ini.Rasanya baru kemarin ia tak menganggapku ada.Kayaknya baru kemarin aku membaca surat cinta Reza untuknya.Sepertinya baru kemarin aku berhasil mempertemukannya dengan Reza.Kupikir aku akan kembali ke Turki sendirian lalu menebus cincinnya lalu kembali ke Indonesia siap mengurus berkas perceraian.Siap menghadapi setiap gejolak amarah dari keluarga Evi.Sekaligus siap menyandang status duren.Duda keren.Weleh...Namun Tuhan memenuhi janji-Nya bahwa ia akan menjaga langkahku dan menyediakan semua yang kubutuhkan dengan kekuatan kekayaan-Nya.
Tuhan mengubah rumah tanggaku yang tawar bak air menjadi manis seperti anggur.Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.Ia menumbuhkan cinta di hati Evi kepadaku.Ia mengerjakan hati Evi lewat moment yang kami lewati.Lewat kutuk malah.Bahkan kemalangan diubahkannya menjadi keberuntungan.Mungkin jika aku tak tertembak,Evi sudah pergi bersama Reza.Namun Tuhan tahu membajak hati umat-Nya.Penderitaan itu membersihkan jiwa.Lewat banyaknya peristiwa,Ia membersihkan dan mengerjakan hati Evi.
Aku mendekap erat isteriku,aku sungguh mencintainya.Hatiku sungguh bahagia bersamanya.Ini baru satu malam,sudah membuatku seperti terbang ke angkasa.Aku meraba kalung mutiara di lehernya.Masih banyak malam2 bagi kami,masih banyak tahun2 bagi kami dan aku hanya akan mencintai satu wanita ini.Evi,isteriku.
Terima kasih Tuhan buat nikmat yang luar biasa ini.Akhirnya aku terlelap juga dalam dunia mimpi sembari memeluk isteriku.
♥BERIKANLAH AKU WAKTU DAN KEADAAN YANG ENGKAU MAMPU...(Evi pov)
Agak siang aku baru bangun.Irwan masih pulas disampingku.Tangannya memelukku seakan memastikan aku tetap disisinya meski dia sedang tidur.Suamiku sayang....dia ganteng banget.Tidur aja ganteng begini.Aku mencium pipi tembemnya.Menikmati pelukannya.Dia hangat.Sekujur tubuhnya memancarkan kehangatan dan perlindungan.Aku merasakan kedamaian dan ketenangan jiwa yang mendalam berada sedekat dan seintim ini dengannya.Dia layak mendapat yang terbaik dan terindah dariku.Dia adalah imam bagiku.Dia kepalaku.Dia kemuliaanku.Dia berhak atasku.Dia penjaga jiwaku.Bahkan sebelum aku membalas cintanyapun dia sudah melakukan semua kewajibannya dengan segenap hati.Ia memberiku semua waktu yang kubutuhkan untuk menerima dirinya.Walau sebenarnya ia bisa memaksaku menerimanya namun ia justru merendahkan diri dan menekan harga dirinya demi membebaskanku memilih apa yang kukehendaki.
Aku merasakan itulah gambaran kasih Tuhan atas manusia.Tuhan bisa mengirim petir menyambar mereka yang berbuat dosa namun ia menahan penghakiman-Nya dan dengan sabar terus menerbitkan matahari hari demi hari.Demi apa?Demi sebuah kesempatan untuk umat-Nya kembali secara sukarela kepada-Nya.Tuhan menyukai kerelaan hati lebih dari yang lain.Ia tidak memandang hina hati yang hancur.Ia dengan sabar menanti ada hati yang kembali dan ingat pada-Nya tanpa Ia harus bertindak keras.Itu pula yang kurasakan dari suamiku.Pancaran kasih Tuhan yang ilahi.
Alih2 ia mempermalukanku ia malah membawaku ke Turki membantuku meraih kebahagiaanku.
Jika ia mau ia bisa ga peduli toh aku juga ga cinta waktu itu sama dia.Namun ia memikirkanku lebih dari dirinya.Ia menempatkan kebahagiaanku diatas kebahagiaannya.Ia mengorbankan perasaannya hingga masa depannya demi aku bahagia dulu.Wan,aku ingin mengatakan kata2 ini dengan segenap hatiku.Aku merapat padanya,mengecup lehernya dan berbisik sambil menahan derai air mataku,"Terima kasih ...terima kasih suamiku sayang...terima kasih sudah begitu sabar sama aku...terima kasih...sudah begitu mencintaiku bahkan disaat aku tak layak untuk itu.I love you."
♥EMPAT MATA YANG KUMAU UNTUK KATAKAN CINTA PADAMU.... Aku hanya mampu mengatakannya saat matamu terpejam.Sebab kalau aku menatap matamu langsung aku pasti kehilangan kata2.Dan akhirnya hanya bahasa air mata yang bisa kukatakan.Irwan sayang....hari ini kita bangunnya siang saja ya...Aku masih ingin dipelukanmu seperti ini.Aku tak ingin kemesraan ini berlalu.
Turki memang punya banyak tempat indah untuk dikunjungi tapi bagiku kau yang terindah.Berada bersamamu adalah surga bagiku.Aku tersenyum sambil memeluk Irwan yang masih di alam mimpi.Dia pasti mimpi aku he..he...kepedean.
♥HATI INI TAKKAN BISA LEBIH LAMA TUK MEMENDAM RASA... Siang sekali kami baru bangun.Itupun aku dulu yang mandi.Walau terasa nyeri di beberapa bagian tubuhku namun aku bahagia sudah memberikan hal yang paling sakral dariku kepada suamiku.Tak ada lagi rahasia diantara kami.Aku telah menjadi miliknya dan ia milikku.Sambil menikmati guyuran air aku merasakan indahnya hari ini.Aku keramas,rasanya gerah dan kusut rambutku.Puas mandi,aku segera memakai piyama handuk dan menyisir rambutku.Eh tiba2 Irwan sudah memelukku,"Pagi Nyonya Irwan..."
Aku melihat ke jam dinding,"Siang Tuan Irwan...ini sudah siang ya..." Irwan malah memeluk pinggangku,"Kamu wangi banget..." Aku mengecup pipinya,bau tubuhnya yang khas tercium olehku,"Kamu pasti lapar,sudah saatnya makan siang."
Irwan memakai piyama warna merah tua persis kayak yang dipakai Edward dalam Twilight.
Aduh makin ganteng saja dia.Ini saja belum mandi.Gimana kalau sudah mandi dan wangi?
♡EMPAT MATA BICARA PADAMU KUKATAKAN AKU CINTA KAMU....(Irwan pov ) Aku melihat Evi dah selesai mandi,sebenarnya aku masih ingin meraihnya ke tempat tidur namun
ia pasti lapar.Kasihan nanti dia sakit malah.
Aku ingat sebuah tempat yang ingin kutunjukkan padanya.Aku berbisik padanya,"Makan diluar yuk.
Kamu pasti suka tempatnya.Restoran di bawah jembatan."
Dia tertarik apalagi kala aku menyebut kata Jembatan,"Jembatan?Memang ada wisata kuliner seperti itu?" Aku mengecup pipinya sebelum menuju kamar mandi,"Ada namanya Jembatan Galata.Disitu bisa mancing juga katanya.Unik ya mancing di tempat yang ramai dan banyak kendaraan lalu lalang di atasnya.Kamu mau kan?"
Aku menunggu jawabannya.Ia tersenyum dan mengangguk,"Kemanapun aku ikut denganmu Wan." Wah makcless denger ucapannya.Akupun mengacungkan jempol padanya,"Sipp!!"
♥EMPAT MATA KUINGIN BERTEMU TUK UNGKAPKAN ISI DI HATIKU...(Evi pov )
Mendengar Irwan menyebut jembatan,hatiku langsung makdeg.
Aku seketika teringat ucapannya saat mabuk dulu,"Vi,kalau nanti kamu sudah bahagia dengan pria yang kaucintai,aku akan mencari sebuah jembatan dan berdiri diujungnya lalu berteriak memanggil namamu dari sana...Eviiiiiiii!Eviiiii!"
Irwan masuk ke kamar mandi dan air mataku menetes mengenang masa itu,betapa ia sedang hancur hati 
kala mabuk itu.Wan,aku akan membuat jembatan kali ini menjadi tempat romantis buat kita.Aku ingin menjerit dari atas jembatan dan mengatakan pada dunia:"Irwaaan!!Aku Mencintaimu.....I love you Irwan!!!"
Ya,akan kuungkapkan isi hatiku nanti di jembatan itu.Takkan kubiarkan Irwan memanggil namaku dengan kepedihan dari atasnya.Namun aku yang akan meneriakkan namanya dalam nuansa cinta.Jembatan Galata kami datang....Romantisme Istanbul dari atas Jembatan Galata akan menghiasi eps selanjutnya.***see you next eps***
Eps 26 Cerbung V @ HARUSKAH BERAKHIR
@* HARUSKAH BERAKHIR@* CERBUNG V EPS 26 D 4
|*MUNGKIN AKU PERNAH JUGA MERASAKAN CINTA....( Evi pov )
Tak kusangka perjalananku ke Turki beneran jadi perjalanan bulan madu.Pasti Ayah dan Ibu terus mendoakan rumah tanggaku sehingga berakhir indah seperti ini.Memang restu orang tua itu sangat berpengaruh dalam pernikahan.Tanpa restu atau blessing dari mereka rasanya itu seperti pergi disaat hujan turun tanpa bawa payung.Langsung kudanan terus meriang.Merindukan kasih sayang.Weleh...
Aku melangkah disamping Irwan sambil berpegangan tangan dengan eratnya.Wah serasa dunia milik kami berdua.(Yang lain ?Kost.)
Melangkah bersama disamping orang yang dicinta wah rasanya tuh amazing banget.Hatiku tuh berbunga2,perutku seperti penuh kupu2 beterbangan.(Cacingnya?Bobok cantik.Weleh...)Aku jatuh cinta. (Itu kayak judul sinetron deh...)Ya,aku jatuh cinta dengan suamiku sendiri.Bukan sekali ini aku jatuh cinta.Aku pernah jatuh cinta dulu.Dengan Reza.Tetapi...
@*TAPI TAK PERNAH...SEINDAH INI... Aku memandang Irwan yang terus menerangkan soal jembatan Galata nan mempesona,"Pemandangannya luar biasa katanya Vi.Kita bisa lihat aktivitas para pemancing,bisa lihat gedung2 bersejarah di Old City,apalagi hamparan lautnya dengan camarnya yang beterbangan.Wah pasti indah banget.Kamu pasti suka."
Aku lebih suka kamu Wan.He..he... Bagiku kamu lebih indah dari semua itu.Daripada lihat orang mancing mending lihat kamu.
Wajah lugumu,pipi tembemmu,senyummu manismu,suaramu yang menawan hatiku.Aduh...
aku jadi terinspirasi deh buat jadi penyair.Jadi haru deh bila flash back ke masa lalu kala kita masih berseteru.Aku bersikap dingin dan kaku padamu.Jangankan bergandeng tangan,bersentuhan aja ga mau.Tapi semalam kau telah menyentuhku Wan.Kau telah memilikiku.Seutuhnya.Rasanya indah banget.Berada dalam hangatnya pelukanmu.Merasakan deru nafasmu.Aku jadi merona bila mengingatnya.
Kau sampai heran melihat aku tiba2 tersipu,"Wajahmu merah gitu.Kau sehat kan?" Aku memperat genggaman tanganku di jemari Irwan,"Aku hanya sedang rindu..."
|\|**MUNGKIN AKU JUGA PERNAH MERASAKAN RINDU....( IRWAN POV )
Mendengar Evi bilang rindu seketika aku mengira dia merindukan Reza.Bukankah Turki negara asal Reza?
Niatku yang mau menceritakan tentang kapal pesiar,kapal feri atau kapal ikan yang kerap lalu lalang di 
jembatan Galata jadi buyar.Ternyata masih saja yang dia cinta adalah pria Turki itu.
Kulepaskan genggaman tanganku di jemarinya.Evi nampak heran,"Wan,aku rindu ayah dan ibuku..." Aku terpana sekaligus lega mendengarnya,"Kupikir...." Evi malah memelukku dengan eratnya,"Kau pasti salah mengira ya?Dasar pak pengacara suka mengambil asumsi sebelum menyelidiki.Huhh!"
Aku membalas pelukannya,"Aku cemburu bila kau merindukan orang lain selain diriku." Evi malah memandangku,"Katakan kau mencintaiku..." Aku malah jadi berkaca2 memandang wajah cantik isteriku,"Kau tahu bagaimana aku..." Evi kembali menatapku lekat2,"Katakan nanti saja di jembatan Galata.Ayo kita naik trem.Tremnya sudah tiba."
Aku segera mengikuti Evi masuk ke dalam trem.Ia nampak ceria sekali beda dengan Evi yang kunikahi yang muram dan sedih.Seketika aku teringat semalam Evi telah menyerahkan dirinya padaku.Mengapa aku masih mengira ia merindukan pria lain?Irwan...Irwan...Terlalu ....
|~* TAPI TAK PERNAH SEDALAM INI .... Ya aku terlalu dalam mencintaimu,Vi.Hingga aku ga percaya diri meski aku sudah memilikimu.
Evi malah dengan riangnya melihat pemandangan sepanjang perjalanan sambil selfi berdua denganku.
Maafkan aku meragukanmu sayang.Semua karena aku terlalu dalam mencintaimu.
Evi malah bersandar di bahuku,"Wan,nanti kita jalan2 di jembatannya ya?" Aku membelai lengannya,"Pasti dong.Kita nanti makan dulu baru menikmati pemandangan lalu lintas kapal dari atas jembatan.Kamu pasti lapar kan?Apalagi semalam..."
Evi merona dan menyembunyikan wajahnya di dadaku kala kusebut kata semalam,dari situ aku tahu ia 
pun mencintaiku.Aku lega,benar2 lega.Kamipun menikmati indahnya perjalanan menuju Jembatan Galata.
&* MUNGKIN KAMU TAKKAN PERNAH....PERCAYA...( Evi pov )
Aku tahu ada ragu terpancar di wajahmu dan ada cemburu di sorot matamu kala kubilang aku sedang rindu....Aku memang julit.Sejak semalam aku suka julit pada Irwan.Sifat asliku yang ceria dan usil kembali muncul.Semua anggota keluargaku mungkin juga takkan percaya kalau aku ceritakan bahwa aku sungguh 
mencintai Irwan.Aku saja masih heran darimana cinta sedalam ini bisa tumbuh dalam hatiku.Reza saja tak semudah ini memenangkan hatiku dulu.Tapi mengapa hanya dalam perjalanan ke Turki ini hatiku sudah penuh nama Irwan.Irwan dan Irwan.Wan,tunggu saja nanti di atas jembatan Galata,akan kuungkapkan isi hatiku padamu.Bahwa bukan hanya tubuhku yang sudah menjadi milikmu tapi juga hati dan jiwaku.
Pikiranku,perasaanku dan hasratku hanya tertuju padamu.Aku jatuh cinta.( Jadi ingat sinetron fave ku ...
wah jam tayangnya sudah ke zone prime time...keren!) ¤|*BAHWA SESUNGGUHNYA...AKU TELAH TERJATUH... Akhirnya kami sampai di Jembatan Galata.Wow!!Ternyata indah banget.Pantas Irwan bilang kalau Jembatan Galata punya daya tarik tersendiri.Betapa anggunnya Istanbul dari lautan.Ada vila2 mewah peninggalan kaum bangsawan semasa kekuasaan Ottoman/Utsmani.Aku menunjuk ke arah kapal pesiar yang melintas,"Wan,lihat itu!Banyak kapal ya?Aku suka lihat kapal.Makasih ya sayang dah bawa aku ke sini."
Irwan terperangah kusebut dengan panggilan"Sayang".
Aku malah memfoto dia yang lagi bengong itu,jepret!He..he dia lucu dan segera mengejarku,"Evi...julit deh..."
Aku berlari kegirangan karena bisa mengerjainya namun aku hampir jatuh karena ga lihat jalan,untung sepasang lengan segera memelukku dari belakang.Aku tahu lengan siapa itu.Lengan Irwan.Dia menahanku dari jatuh.
Tapi dia tak bisa menahanku dari jatuh cinta padanya.He..he..
¥* KUAKUI AKU TELAH LARUT...( Irwan pov ) Aku melongo tak percaya mendengar Evi menyebutku dengan panggilan sayang.Rasanya seperti mimpi di siang bolong.(Memang sudah siang kan Wan?)Eh lagi disoriented malah Evi mengambil fotoku.Julit banget sih isteriku ini.Semalam juga dia julit banget sama aku.Tapi habis itu aku yang julit sama dia.He..he..
Aku melihat dia malah lari dengan riangnya kabur dariku.Aku mengejarnya.Senangnya hatiku melihat keceriaannya.Sisi ini tak pernah kulihat padanya.Inikah Evi yang asli?Ceria dan suka julit?Awas dia kalau ketangkap. ♡*LARUT KE DALAM.... Evi hampir jatuh saking ga lihat jalan,aku segera meraih pinggangnya dan memeluknya dari belakang,
"Hati2 Vi..." Evi malah tersenyum bahagia tahu aku yang meluk dia,"Emang sengaja kok biar kamu meluk aku he..he.." Ya ampun julitnya isteriku ini.Sengaja katanya.Ehm...ehm...Akupun berbisik di telinganya,"Nanti malam aku akan memelukmu sepuas yang kamu mau.Bagaimana?"
Evi jadi tersipu dan tak berani menatapku,"Pak pengacara julit..." Aku tertawa mendengarnya dan menggandeng tangannya menuju jembatan bawah,"Yuk makan dulu.
Laper nih energiku kamu habisin semalam." Evi mencubit lenganku,"Iihh...julit lagi deh!" Jembatan Galata bertingkat dua.Tingkat pertama berupa jembatan yang digunakan untuk lintasan mobil dan pejalan kaki.Lintasan trem yang membawa penumpang dari daerah Sultanahmet ( kota lama ) ke Kabatas/
Taksim (daerah pusat kota baru ) juga melewati bagian ini.
€*KAMU YANG KUCINTAI....(Evi Pov ) Adapun Jembatan Galata bagian bawah digunakan sebagai tempat kuliner.Banyak kafe dan restoran yang menawarkan hidangan laut di sini.Irwan mengajakku turun ke bawah lewat sebuah tangga dibagian tengah jembatan yang menghubungkan jembatan atas dan jembatan bawah.Aku memandang jembatan atas sebentar,"Wan nanti naik lagi kan?"
Irwan heran,"Kamu suka diatas ya?Pasti Nyonya Irwan.Setelah perut kamu diisi.Aku ga mau isteriku ini sakit karena belum makan sejak pagi."
Aku lega mendengarnya sekaligus bahagia banget diperhatikannya,"Habis kamu ga bangun2 sih." Irwan malah memeluk pinggangku,"Kamu sih julit semalam.Jadinya aku..." Aku merona lagi dan menyandarkan kepalaku di lengan Irwan,"Iya...ngaku salah deh...ntar aku suapi deh." Irwan seneng banget,"Asyik!!Disuapi isteri nih...yes!" Aku gembira melihat wajah ceria suamiku.Tuhan betapa aku senang ia ceria seperti ini.Betapa aku mencintainya.
¤¤¤ Wah mereka mau makan suap2an nih ye.Gimana romantisme mereka nanti?Akankah Evi mengakui cintanya di atas jembatan Galata?Gimana reaksi Irwan ya?***see you next eps***
Eps 27 CERBUNG V ||| HARUSKAH BERAKHIR
\\\ HARUSKAH BERAKHIR/// CERBUNG V EPS 27 A4 \\\ Shewed Him/// Menunjukkan Padanya
!!! MEMANDANGMU....WALAU SELALU... ( IRWAN POV ) Betapa senangnya hatiku menikmati indahnya Turki bersama Evi dalam nuansa cinta.
Terlebih memandang wajah isteriku nan bercahaya oh sungguh mempesona.Aku terpesona.
Dibalut pakaian warna pink,membuat Evi nampak seperti bunga yang sedang mekar.
Bunga yang telah kupetik semalam.Ai...ai...Aku malah asyik memandangi wajah cantik Evi hingga tak menyadari bahwa kami belum memilih restoran atau kafe yang nampak berjajar di bawah jembatan Galata.
Evi menunjuk pada sebuah lokasi yang nampak ga terlalu ramai,"Ke sana aja yuk?"
|||| TAK AKAN PERNAH BERI ....JEMU DI HATIKU.... Evi kini yang menggandeng tanganku menuju sebuah restoran yang menjual semacam sandwich.
Sudah kelaparan kayaknya isteriku ini.Aku sebenarnya juga sudah keroncongan perutku ini tapi semua
terlupa kala melihat tangan kami yang bersentuhan.Tuhan,aku ini mimpi apa nggak ya?Wanita yang kupikir takkan pernah mau disentuh olehku kini tengah menggandengku atas inisiatif dia sendiri.Bawa saja aku kemana kau mau Vi.Nurut deh....rela banget nih.Mau ke kutub utara aku akan setia.Mau ke kutub selatan aku takkan keberatan.Mau ke ujung bumipun aku akan setia mendampingi.Betapa aku mencintaimu Evi,isteriku sayang.
~~~ MENYAPAMU....WALAU SELALU....(EVI POV ) Hampir sampai di restoran yang menjual semacam sandwich tiba2 aku sadar bahwa Irwan diam saja sejak tadi.Kenapa dia ya?Astaga!Aku kan harusnya tanya dia,bukan main seret aja.Dia kan kepala keluarga bukan ekor.
Aku hentikan langkahku,ia malah nampak keheranan memandangku.
Namun aku sempat melihat senyuman tersungging di wajahnya,"Wan....maafkan aku ya?
Kamu suka ga dengan restoran ini?Tempatnya ga terlalu ramai juga bersih aku suka."
Dia malah mengecup tanganku,"Buat Permaisuri hatiku aku akan ikut kemana saja adindaku inginkan.
Tak perlu minta maaf sayang...tempat ini bagus.Ayo kita cari meja yang bagus viewnya!" Kini Irwan yang menggandeng aku,senyumku merekah melihat ia ga marah.
Suamiku memang orang yang sangat sabar.Kesabarannya itulah yang mempesona hatiku.Memenangkan cintaku.Aku juga akan ikut kemanapun kamu pergi Wan..Kemanapun.Mau ke benua Eropa ga pa pa.
Mau ke Afrika sekalipun aku akan tetap ceria.Yang penting ada kamu di sisi aku.Bahagianya digandeng pria yang kucintai dan yang pasti sangat mencintaiku.He..he...
/// MASIH TERASA MERDU...BAGAI DAWAI JUMPA.... Kami duduk di sebuah pojokan.Senengane mojok.Modus.Dari sini kami bisa lihat bukan hanya kapal2 besar tapi juga kapal2 kecil.Perahu2 itu tampak bersandar di sebuah Terminal fery dekat Jembatan Galata.
Aku menunjuk ke sana,"Wan lihat!Ada juga yang jual makanan di atas perahu!Wah gimana ya rasanya makan di atas perahu?"
Lagi2 Irwan malah disoriented,mandangi aku terus sambil senyum2 ga jelas.Weleh... Aku jadi merona dipandangi terus,"Irwan ah...liatin aku terus!Lihat itu!!" Irwan malah meremas jemariku,"Habis kamu itu ga bosenin dilihat sih sayang...He..he...aku ga jemu lihat wajah kamu..."
Waduh...malah makin jambu2 mukaku.Sudah kayak bajuku pinker.Aku tertunduk malu sambil meraba kalung mutiara yang menghias leherku.Tuhan,akhirnya aku bisa membuat pemberi kalung ini bahagia.
Kemesraan kami terusik oleh kedatangan pelayan resto menanyakan pesanan kami.Ternyata menunya ga cuma sandwich masih ada yang lain.Kamipun pesan makanan yang kayaknya paling tenar di situ namanya "Balik Ekmek" atau sandwich ikan.Meski ada pelayan resto,tetap saja Irwan memegang jemariku di atas meja.Dasar Irwan...bikin aku salting deh.Apalagi si pelayan resto nampak melirik ke arah tangan kami yang berjumpa di atas meja.
Makin jebuk2 jambunya di pipiku...
\\\ MENCARI APA YANG AKU CARI....(Irwan Pov ) Usai pelayan pergi,aku menerangkan soal "Balik Ekmek"pada Evi,"Secara harfiah 'Balik' itu artinya ikan dan 'ekmek'itu roti.Jadi kurang lebih artinya sandwich ikan." Evi manggut2 sambil menahan rona tersipu2 gitu,"Kalau Evi-Irwan artinya apa Sayang?" Aku terkesima mendengar pertanyaannya,"Kalau diibaratkan balik ekmek kamu itu ikannya dan aku rotinya.He..he...Aku membungkusmu dengan cintaku.Kamu akan aman didalamnya sayang..." Evi menatapku penuh haru,"Kamu selalu memikirkan kebaikanku lebih dulu,Wan.Itulah indahnya pribadimu Wan..."
Aku balik nanya,"Kalau Evi-Irwan buat kamu apa artinya?" Matanya yang indah membuatku terpikat tuk selalu memandangnya,"Ehm...apa ya?Kupikirkan dulu...baru nanti aku jawab." Pasti julit lagi deh Evi,"Hayo kamu ngerjain aku lagi ya?Awas lho nanti malam aku balas." Evi malah kian merona wajahnya,"Habis makan deh kujawab...tapi naik ya ke atas?Please..." Aku ga bisa bilang ga saat Evi merajuk begini,"Tentu Tuan Putri....siap 86!" Evi senyum riang menghangatkan hatiku.Makanan kami datang.Wah dia kemecer lihat hidangan disajikan.Lapar tenanan kayaknya....
@@@ MERANGKAI RINDUNYA HATIKU....( EVI POV ) Balik ekmek itu rupanya ikan yang dipanggang lalu disajikan dengan roti.Harumnya bikin lapar.Namun saat mau menyantapnya Irwan mencegahku,"Berdoa dulu sayang.Biar ga ada kandungan yang berbahaya didalamnya.Biar jadi nutrisi dan sekaligus mengucap syukur atas nikmat Tuhan buat kita.Ok?"
Aku terpana menatap suamiku,"Siap 86 Sayang..." Kamipun memejamkan mata mengucap syukur atas nikmat-Nya.Irwan benar,kami tak boleh lupa mengucap syukur.Semua keindahan ini,kebahagiaan yang kami rasakan saat ini adalah dari Atas.
Tanpa Dia takkan ada kemesraan seperti ini.Tanpa campur tangan-Nya takkan ada kisah cinta kami.
Jika Tuhan tak memberi hidup padaku saat bunuh diri dulu mungkin aku takkan pernah menikah dengan pria yang dihadapanku sekarang.Jika Tuhan tak memberi kesempatan lagi saat aku dan tertembak mungkin....
tak ada dua insan yang bergandeng tangan dengan eratnya lalu duduk makan di bawah jembatan Galata.
Tuhan,betapa indahnya rancangan-Mu.Jauh sekali dari rancanganku.
Bahkan siapapun takkan mengira bakal begini kejadiannya.Dua hati yang tak saling cinta terikat dalam pernikahan namun Tuhan sungguh Maha Kuasa mampu melakukan apa saja.Mengubahkan kehidupan yang nelangsa menjadi penuh bahagia.Penuh canda tawa.Terima kasih Tuhan telah merenda dan merintis cinta kami seindah ini.Amazing banget.Ga sangka.Ini diluar perkiraanku.Bahkan Kau mendamaikan kami dengan Reza juga.Itu hal yang luar biasa.Benar kata ayah,jika Tuhan berkenan pada jalan seseorang maka musuh orang itupun akan didamaikannya dengan dia.Tuhan pasti berkenan pada kehidupan Irwan.Ya dialah yang berhati mulia,pria yang sangat baik.Aku membuka mataku sambil berkaca2 melihat Irwan tersenyum bahagia dalam doanya.
Tuhan,aku janji pada-Mu akan membuat Irwan bahagia.Aku akan menjaga dia seperti Kau menjagaku.
Aku akan mencintainya sepenuh hatiku.Mencintainya dengan kegembiraan jiwaku.Mensyukuri keberadaannya di sampingku.Betapa aku hampir membuang mutiara di tanganku.Hampir saja...
|||| BULAN BAWA BINTANG MENARI...IRINGI LANGKAHKU...( IRWAN POV )
Ibu selalu mengajarkanku untuk berdoa dulu sebelum melakukan apapun.Saat makanpun juga.
Itu pula yang kuajarkan pada isteriku.Semua kebiasaan yang baik.Bukankah seorang suami adalah imam bagi keluarganya?Aku harus menjadi pembimbing ke arah yang benar.Bukan malah menyesatkan.
Saat milih bajupun Evi selalu nanya padaku suka ga sama baju yang ia mau pakai.Aku suka cara dia menundukkan diri padaku sebagai seorang isteri pada suaminya.Evi cantik pakai apapun namun aku memberi tahu dia bahwa yang penting dalam berbusana itu adalah niatnya.Mau melindungi tubuh atau memamerkannya.
Jika niatnya baik pasti Tuhan kasih hikmat buat dia.Pilih yang sopanlah,ga ketat2,ga transparan apalagi sampai openminded...
Seorang wanita apalagi yang sudah menikah adalah cerminan suaminya.Membawa nama baik suaminya dalam setiap tingkah lakunya.Dalam berbusanapun sudah menyiratkan kepribadiannya.Suami yang baik akan menuntun isterinya menjadi wanita yang terhormat,yang mampu menjaga wibawa suami dan juga
kemuliaan Tuhan akan dipancarkan jika ia melakukan semua yang dikenan Tuhan.Aku senang Evi paham maksudku jadi hari ini dia pakai rompi warna pink buat menutupi pakaiannya yang agak ketat.
Rompinyapun ga sembarang rompi namun rompi berlengan yang manis.Berlengan kecil gitu walau ga panjang model rompinya tapi menutupi dan dikancingkan oleh Evi sehingga walau dia banyak gerak,tetep tampak sopan karena tubuhnya terlindung dari pandangan orang.
Seorang isteri adalah pribadi.Dia punya perasaan,harga diri juga emosi.Jika aku tak membimbing dia untuk menghargai dirinya sendiri bagaimana orang lain akan menghargainya?Jika aku sebagai suami membiarkan dia melenceng dari jalan yang benar betapa besar dosaku pada Tuhan.Bukankah Dia mempercayakan Evi padaku?
Tuhan,berikan kepadaku hikmat untuk menjadi suami yang baik yang ilahi dan yang sejati bagi isteriku ini.
Berikan padaku hikmat untuk membimbing dia,mencintai dia dan menjaga dia.Baik jiwa,roh maupun raga.
Betapa aku mencintainya dengan mendalam.Sedalam kasih-Mu padaku.Cinta yang kulihat pada-Mu akan kuperlihatkan pada Evi.Cinta yang suci dari dalam hati.Hati seorang suami.
_ _ _ MALAM HADIR BAWA DIRIKU ....BERJUMPA DENGANMU.... Pernikahan itu suci.Bukan hanya pertemuan dua hati dan dua tubuh semata.Tapi pernikahan itu sebuah ikatan,sebuah komitmen.Ada janji dan ikrar suci serta nama keluarga yang dipertaruhkan.Dan yang utama adalah ada nama Tuhan selalu dilibatkan.Adakah pernikahan tanpa melibatkan pemuka agama?Mengapa harus ada kan mereka bukan anggota keluarga?Itulah sakralnya pernikahan.Ada unsur ilahi didalamnya.Bagiku sebagai seorang pengacara pernikahan ibarat sebuah perjanjian hidup dan mati.Menuntut kejujuran dan kesetiaan.Pernikahan bukanlah nafsu dan kepuasan.Gairah dan hasrat yang ada didalamnya adalah karunia dari Tuhan jadi itu harus dilakukan dalam tanggung jawab.Bukan asal dan memandang remeh.Hasilnya tidak akan indah jika begitu.
Hubungan yang privasi biarlah tetap privasi.
Seperti ikan jika kita keluarkan dia dari habitatnya pasti akan merusak kehidupannya.Bisa2 malah the end ikannya.Hubungan suami isteri juga demikian,hal2 yang sakral dan private akan tetap indah jika tetap terjaga privasinya.Boleh mesra tapi wajar dan ga berlebihan.Kalau berdua terserah.Asal ga dipertontonkan apalagi sampai divideo terus di sebar di medsos.Astaga!Tudung kemuliaannya akan hilang.Tak semua hal harus dibuka dan diumbar di medsos bukan?
Ada kode etik kehidupan.Ada hal2 yang tetap indah bila dia tetap berada pada statusnya.Dokumen rahasia ya jangan disebar2kan.Itu kode etik intel.Kalau dia umbar wah bisa melayang nyawanya.Itulah kehidupan,Tuhan saja kemuliaan-Nya adalah menyembunyikan segala sesuatu.Lihatlah cara Tuhan berbicara,lewat tanda2 alam,lewat mimpi,lewat otoritas,lewat hati nurani kita.Tuhan bisa saja mengguntur dari langit bicara blak2an kepada dunia tentang apa saja.Tuhan ga perlu speaker aktif atau bbm,atau sound sistem super duper...Dia Maha Besar,Maha Dashyat.Tapi Tuhan memilih mengetuk hati kita,Dia sopan dan lembut.Ga main paksa kayak romusha.Dia menyukai ketulusan dan keikhlasan.Itulah yang kutahu tentang Tuhan.Itu pula yang akan kuperlihatkan pada Evi.Ketulusanku dalam mencintainya.Terima kasih Tuhan buat nikmat yang luar biasa ini.
Buat kepercayaan yang Kau beri padaku dengan memberi seorang isteri sebaik Evi.Terima kasih.
|||| DUA HATI SATU TUJUAN...MELANGKAH BERSAMA....( Evi pov ) Aku melihat Irwan membuka mata,indahnya ya Tuhan sepasang mata itu menatapku dengan penuh cinta.
Cinta yang begitu dalam,aku yakin akan hal itu.Aku telah hanyut di dalamnya.Seluruh tubuhku dilingkupi cintanya.Kami saling melempar senyum,ia hendak menyentuh makanannya tapi kucegah,"Makanlah dari tanganku,biar kusuapi.Kumohon ijinkan aku memperhatikanmu..."
Irwan mengangguk penuh bahagia,"Tentu sayang.Tapi ijinkan juga aku menyuapimu,memperhatikanmu...kau juga harus makan dari tanganku...bagaimana?" Aku menyuapkan sandwichnya,"Kau tak perlu ijin dariku...suamiku sayang.Aku ini milikmu." Irwan menyuapiku juga,"Enak ya makan dari tanganmu.Apalagi diberi bumbu cinta wah...makin sedap rasanya...enaknya..." Aku tersenyum memandangnya,betapa aku tak bosan memandang Irwan.Bahagianya hatiku disuapi suamiku.Pria yang kucintai...(Wah penulise jadi laper nih...makan nasgor dulu...nyam..nyam...)
@@@ CINTA HADIR BAWA DIRIKU...MENYENTUH INDAHNYA...( Irwan pov )
Kami berada dekat dengan kawasan yang namanya Golden Horn.Dulunya adalah tempat bersandar kapal2 nelayan.Ini semacam pasar ikannya Istanbul.Sambil makan aku bercerita pada Evi sejarah Balik Ekmek,
"Suatu ketika ada sebagian nelayan yang berinisiatif menjual ikan yang siap disantap bukan ikan mentah
yang biasa mereka jual.Akhirnya,ditemukanlah resep balik ekmek.Makanya mengapa kebanyakan balik ekmek dijual di atas perahu.Dulunya,kapal2 yang menjualnya adalah benar2 perahu nelayan."
Evi senang mendengarkan ceritaku,"Beda ya dengan sandwich biasa.Bahan sandwichnya sangat segar.Apa dipancing langsung ya ?Tiap sandwich diisi potongan ikan panggang cukup besar.Jadi yang dominan adalah rasa ikannya,bukan rotinya."
Aku makan dengan lahap habis laper banget.Semalam energiku habis buat Evi he..he... |||| MEMELUKMU....WALAU SELALU.... Hanya dalam sekejap sandwichku habis.Evi tahu aku masih lapar,"Pesan lagi ya?Kamu kayaknya masih belum kenyang deh."
Aku melambaikan tangan pada pelayannya,pesan lagi cuma aku minta supaya memanggang rotinya sebentar supaya lebih garing.Soalnya rotinya khas Turki beda teksturnya dengan roti biasa karena lebih keras.
Pelayannya mengerti maksudku dan segera pergi menyiapkannya. Evi geleng2 kepala melihatku masih nampak lapar,"Laparnya tenanan ya?Sampai segitunya he..he...
Pak Pengacara kelaparan nih ye..." Aku terkekeh melihatnya meledekku,"Kamu sih bikin aku laper tingkat dewa...Tapi emang enak juga sih.
Bahan dasarnya sederhana saja sebenarnya.Ikan makarel dipanggang dengan garam lalu dijepit dengan roti khas Turki.Kalau nanti rotinya dipanggang sebentar pasti dapat deh rasa crispynya."
Evi nambahi sambil makan dari suapanku,"Ditambah gurihnya ikan panggang...wah akan berpadu sempurna di lidah.Mmmh..yummy..."
Aku senang Evi juga makan dengan lahap,"Apalagi disajikan bersama acar dan sayuran begini.
Tanpa saos lagi.Jadi ga perih di lambung.Apalagi kita kan sama2 ga suka mayonaise."
Evi terhenyak mendengar ucapanku barusan,"Kamu ga suka mayonaise?" Aku mengangguk,"Aku lebih suka membubuhkan garam dan air jeruk.Rasanya ditanggung yummy!"
Evi malah berhenti makan.Wah kenapa dia?
~~~ TAK AKAN PERNAH SANGGUP....AKU MELEPASNYA....( Evi pov ) Mendengar penuturan Irwan bahwa ia ga suka mayonaise,seketika aku teringat awal kami tiba di Turki dulu.Bagaimana ia menukar makanannya dengan punyaku yang pakai mayonaise.Semua agar aku mau makan.Irwan...jadi kau memaksa dirimu memakan makanan yang kamu ga suka?Semua demi aku mau makan?Kasihan suamiku...aku bahkan tak tahu banyak hal soal dia saat itu.Aku ga tanya apa dia suka mayonaise apa ga.Inilah yang membuat aku makin tak bisa berpaling darinya.
Aku tak bisa hidup tanpanya.Aku takkan melepaskannya.Bahkan di saat aku belum mengerti apa itu cinta,dia sudah mencintaiku lebih dahulu.Mencintaiku dengan begitu mendalamnya.Memperhatikanku begitu rupa.Mempedulikanku dan selalu mendahulukanku.Wan,jangan lelah mencintaiku ya...
/// MEMBELAIMU....WALAU SELALU....(Irwan pov)
Aku melihat Evi disoriented,"Kamu kenapa sayang?Sudah kenyang?Atau bosan ya?"
Ia menggeleng dan malah meraih tanganku dan mengusapnya ke pipinya,"Wan,makasih ya dah sayang banget sama aku...makasih..."
Aku membelai pipinya,"Kamu mikirin apa sih jadi aneh deh...ah pesananku datang.Cepat juga ya?Suapi ya..manja dikit gpp kan?"
Evi malah nampak senang aku manja sama dia,"Boleh banget dong...manja banyak aja aku ga masalah kok...malah seneng."
Aku kembali makan dari tangan isteriku,"Manja banyaknya ntar malam aja...he..he..." Evi tersipu malu.Aku memang julit....
\\\ MASIH TERASA HARUM...LEMBUT DI HATIKU....( EVI POV )
Senang bisa memperhatikan Irwan seperti ini.Bisa membalas kebaikan dan perhatian orang
adalah nikmat tersendiri bagiku.Dia memgajarkanku apa itu cinta.Dia memberi lebih dulu dengan penuh cinta.Ia tak menuntut balasan.Wan,kau semakin menawan hatiku saja.Kau melembutkan hatiku hingga kini aku tak bisa jauh darimu.Aku hanya ingin selalu berada di dekatmu.Menghirup bau harum tubuhmu...malam nanti aku akan kembali menikmatinya.Suamiku sayang....makanlah sayang...makan yang banyak.Biar kenyang.Bahagianya aku menjadi wanita yang kau cintai.Wanita yang mendapat hatimu.Hati seorang Irwan Krisdiyanto.
Waduh...pengakuan di atas jembatan belum nih.Saya mau nyuci baju dulu habis itu mau bersih2 rumah.
Sekian dulu eps kali ini.***see you next eps***

Eps 28 CERBUNG V ♥ HARUSKAH BERAKHIR

N♥HARUSKAH BERAKHIR@♡ CERBUNG V EPS 28 E1 J♥ Their VoiceM♡ Suara Mereka
| ♥MASA LALU KITA DIDALAM HIDUPKU DAPATKAH KUJADIKAN PUTIH....( Evi pov ) Aku dan suamiku sudah selesai makan.Cie...suami nih ye.Sementara Irwan menuju kasir untuk membayar,aku menikmati suasana pemancingan yang ada disana.Pemancingan?Yeah bisa dibilang di jembatan Galata bisa dinikmati sensasi memancing yang sangat mengasyikkan.Apalagi bagi mereka yang punya hobby mancing.Asal jangan mancing perkara aja.He..he..
Dulu aku ga suka dengan kegiatan memancing.Aku lihat memancing itu menjemukan.Menanti dan membutuhkan kesabaran.Tapi kini sejak kesabaran Irwan menyentuh hatiku,aku melihat hobby memancing sebagai sebuah keindahan.Ada rasa bosan yang harus ditepis dan juga hati harus selalu penuh harapan akan mendapatkan ikan.Kalau disini,di jembatan Galata,para pemancing sambil menunggu umpannya dilahap ikan,mereka bisa mengusir rasa bosan dengan menikmati pemandangan peradaban yang dibangun pada masa kejayaan Ustmani.
Kulayangkan pandanganku ke sebelah kiri jembatan,tampak kemegahan bangunan2 masa lampau di sana.
Aku malah membayangkan masa laluku kala hatiku masih tertutup untuk Irwan.Kubayangkan ibarat pemancing,dia melempar pancingnya tanpa mengharapkan umpannya dimakan ikan.Atau ia malah melepas ikan itu kala umpan sudah dimakan seperti dalam acara2 mancing di tv.Kasihan suamiku,aku berkaca2 membayangkan semuanya.
@♥ KEGAGALAN CINTAKU JUA KEYAKINAN KU GOYAH OLEH KEADAAN.... Sepasang lengan kurasakan memeluk pinggangku,aku tahu lengan siapa itu.Segera kuhapus air mataku,aku tak mau pemilik lengan itu melihatnya dan jadi sedih.Namun aku terlambat,"Sayang,kau baik2 saja?Hey...kau menangis...ada apa?"
Irwan menghadapkanku padanya,"Kau sedih ada disini bersamaku ya?" Tuhan,mengapa ia selalu mengira dirinya membuatku sedih,aku segera menggeleng. Ia menyibakkan rambutku yang berkibar diterpa angin,"Terus karena apa?" Aku malah memeluknya,"Aku mengenang masa lalu kita.Maafkan aku sudah begitu buruk memperlakukanmu.Betapa aku tak menghargaimu dulu." Irwan memelukku dan berbisik,"Keadaan sudah berbeda sayang.Jangan diingat terus."
Z♥ MENDUNG TAK BERARTI HUJAN....( IRWAN POV ) Usai membayar,aku segera mencari dimana isteriku.Oh...itu dia.Dia asyik melihat para pemancing dan kapal yang hilir mudik di sekitar jembatan.Melihat tubuh semampai Evi di sana,aku serasa bermimpi.Benarkah aku saat ini tengah bulan madu bersama Evi,wanita yang kucintai?Bukankah dia dulu ga cinta padaku?Bukankah dia menolak kusentuh di malam pertama usai pernikahan?Berbagai tanya memenuhi hatiku dan semua jawabnya hanya ...mendung tak berarti hujan.Tak semua hal seburuk kelihatannya.
|♥ YAKINLAH ITU SATU COBAAN... Aku melangkahkan kaki kian dekat dengan Evi.Ia tak menyadari kehadiranku,sepertinya sedang tenggelam dengan lamunannya.Mengapa kulihat kesedihan di wajahnya?Aku melingkarkan lenganku di pinggangnya yang ramping,ia tahu aku yang memeluknya.Ia hafal sepertinya dengan sentuhanku.Aku tersenyum dan mendekatkan kepalaku padanya,saat itulah kulihat ia menangis.Meski coba menutupinya tapi aku tahu isteriku,kuhadapkan dia padaku.Aku tak suka melihatnya sedih apalagi sampai meneteskan air mata.Sebagai suami,aku merasa gagal jika itu terjadi.Ada apa lagi ya Tuhan?Cobaan apalagi kali ini.
£♥ MASIH ADA RUANG KESEMPATAN MEMILIKINYA... Evi menggeleng kala kutanya,ia malah memelukku.Aku rasa ia hanya gundah atau rindu keluarganya.Aku mengerti perasaannya.Memang wanita di awal pernikahan suka sensitif.Adaptasi kali ya.Kutenangkan dia dan kuusap punggungnya.Aku tahu ia tersenyum dalam pelukanku.Ia malah menarik tanganku,"Yuk ke atas!Lihat dari atas lebih asyik!"
Aku mengangguk,"Ayo!" Melihatnya ceria lagi,lega rasanya.Beginikah rasanya menjadi suami?Yang kupikirkan kini bukan hanya diriku tapi juga isteriku.Kuikuti Evi yang menarik tanganku menuju ke jembatan atas.Aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia Vi,aku janji.
@♥ AKU INGIN MENCARI KETENANGAN DIRI... ( Rita Sugiarto pov )
Hatiku tak tenang sejak meninggalkan rumah besanku.Terutama sejak menampar pipi putriku.
Rasa bersalah menggunung di hatiku.Sejak kejadian itu suamiku melarang aku ke rumah besanku.
Katanya,"Biarkan Evi belajar menerima kenyataan hidup.Bahwa dia kini wanita yang sudah menikah.
Bahwa tak semua hal seperti keinginannya.Biarkan dia dewasa." Walau aku kurang setuju tapi aku menurut jua,"Mungkin kita terlalu memanjakan dia ya Mas.Keinginannya selalu kita penuhi.Jadinya dia mengira dunia ini seperti itu.Semoga kita tidak terlalu keras kali ini ya Mas.Aku takut dia nekad lagi."
Suamiku malah jawab,"Menantu kita takkan membiarkan sesuatu terjadi pada putri kita.Aku bisa merasakan cinta yang dalam di matanya buat putri kita.Aku yakin padanya.Dia menantu yang baik.Hatiku yakin padanya.Putri kita akan aman bersamanya.Percayalah isteriku.Percayalah."
K♥ AGAR HIDUP INI BUKANLAH SEKEDAR MIMPI...( LESTI POV )
Semalam aku mimpi kakak lagi.Namun kali ini suasananya tidak gelap.Kakak nampak berlarian dengan riang bersama seseorang.Bahagianya kakakku,dengan siapa ya?Astaga.Aku terkejut karena yang bersama kakak adalah kak Evi.Bagaimana bisa bukankah kak Evi tak mencintai kak Irwan?Namun kenapa wajah kak Irwan sebahagia itu ya?Mereka seperti Bella dan Edward dalam Twilight.Apa aku kebanyakan lihat film vampire itu ya?Sampai kebawa mimpi?Aku kasihan bila ingat kakakku.Sedang apa ya dia disana?Kenapa ga pulang2 ya?Apa begitu sulit ya menemukan pria bernama Reza itu?
Kasihan kakakku.Aku menadahkan tanganku pada Tuhan,"Tuhan,berikanlah kebahagiaan buat kakakku.
Dia kakak yang baik,anak yang berbakti dan pengacara yang baik pula.Lembutkanlah hati kak Evi sehingga tumbuh cinta di hatinya buat kakakku.Aku kenal kakakku ya Tuhan.Sekali dia jatuh cinta maka sulit baginya melupakannya.Jadi kumohon ya Tuhan,ubahkanlah hati kakak iparku.Buatlah ia mencintai kakakku.Kumohon ya Tuhan.Bukankah Kau adalah Pencipta segalanya.Kau sanggup menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada?Kumohon kabulkanlah.Amin."
H♥ AKU INGIN KAU TAHU ISI HATIKU....( Evi pov ) Sampai di atas jembatan,aku menyuruh Irwan berdiri di sebuah titik,"Kamu ingat kan sayang saat kita pulang dari kafe dulu?Kau mabuk saat itu."
Irwan memandangku penuh heran,"Ya aku ingat.Aku bicara ga jelas malam itu.Entah apa yang kukatakan saat itu."
Kukepalkan tanganku dan kusuruh ia memilih,"Waktu itu inilah yang kaulakukan padaku.Kau suruh aku memilih diantara dua tanganmu seperti ini.Sekarang aku melakukan yang sama padamu.Pilihlah diantara dua tanganku ini."
Irwan menatapku tak mengerti,"Kau takkan meninggalkanku kan jika aku salah memilih?" Aku terharu mendengar kecemasannya,"Apa kau ingin tahu apa saja yang kaukatakan saat mabuk 
waktu itu?" Suamiku mengiyakan meski masih cemas gitu wajahnya.Hatiku tak tega melihatnya.
@♥ KUCINTA PADAMU KASIHKU PADAMU...( Irwan pov )
Kau kenapa sih Vi?Kenapa suruh aku memilih di antara dua tanganmu?Ada apa dibalik semua ini?
Apa kau mau kembali pada Reza?Bagaimana jika aku salah pilih?Apa pula isi hatimu sayangku?Apa yang mau sebenarnya kau katakan?Tidakkah kau tahu betapa aku mencintaimu?Bahwa aku tengah bahagia2nya saat ini?
Jangan pisahkan aku dari Evi ya Tuhan.Aku cinta dia.Hatiku tak bisa mencintai wanita lain.Tak bisa. N♥ PUTIH TAK BERNODA... Aku bingung dan malah terpaku menatap Evi,mencari kebenaran di sana.Aku malah jadi ingat kejadian ini mirip dengan saat aku koma dulu.Saat itu aku pakai jas putih.Aku memang penyuka warna putih,aku menyukai ketulusan.Evi kembali berkata,"Apakah kau mau tahu arti Evi-Irwan bagiku?Jika kau pilih kanan aku akan menjawab itu dulu tapi jika kau pilih yang kiri maka aku akan menjawab soal malam dimana kau mabuk saat itu.Apa saja yang kaukatakan waktu itu.Aku ingin tak ada lagi rahasia diantara kita.Aku sudah menjadi isterimu secara utuh.Jadi aku ingin memberikan semua rahasiaku padamu.Inilah isi hatiku.Pilihlah mana yang mau kau tahu lebih dulu."
Kiri atau kanan ya?Masa lalu apa masa depan ya?Aku memilih tangan kanan Evi,"Pendapatmu tentang masa kini dan kedepan itu yang ingin kutahu lebih dulu sayang." Evi tersenyum seraya membuka tangannya yang kanan,"Bagi aku Evi-Irwan itu seperti tanganku ini diluar adalah aku,kulitku lebih hitam bukan darimu.Jadi aku akan selalu menjagamu dalam hatiku.Lihatlah telapak tanganku.Namamu kan selalu ada dalam hatiku.Seperti garis2 ini.Garis hidupku adalah bersamamu.Aku ingin melewati masa hidupmu bersamamu selalu.Baik garis kehidupan,baik garis kekayaan baik garis keahlian..ataupun garis yang lain.Dalam suka dalam duka dalam kaya dalam miskin aku mau bersamamu selalu.Takkan terpisahkan.Seperti telapak tangan ada luar ada dalam.Demikianlah kita sayang." Aku terharu mendengarnya.Tak terasa mataku jadi menggenang.Ini keajaiban bisa mendengar Evi berkata seperti itu padaku,bahwa ia mau menghabiskan sisa hidupnya bersamaku.Bersamaku.Pria yang dulu tak pernah ada dihatinya. Z♥ UNTUK DIRIMU...( Evi pov ) Senja mulai menjelang.Langit diatas jembatan Galata mulai berubah warna.Seperti raut wajah Irwan yang mulai berubah dari cemas menjadi penuh keharuan.Kulihat genangan air di matanya kala kukatakan bahwa aku ingin bersamanya disepanjang hidupku.Apapun yang didepan nanti takkan bisa menjauhkanku dari cinta suamiku.Aku ada untuknya.Untuk dirinya.Aku sudah tak sabar mengakui cintaku padanya.Kutunggu Irwan menyentuh tangan kiriku.Namun ia malah meneteskan air mata.Kuusap pipinya dengan tangan kananku.Tak ada kata lain yang bisa kuucapkan,kami sama2 berkaca2.Betapa aku mencintainya.Betapa aku ingin mengakuinya.Di jembatan ini di tanah Turki ini.Di negeri 1001 malam ini aku ingin berkata,"Irwan!!Irwan!!Aku mencintaimu!!Evi mencintaimu!!" @ Wah...tangan yang kiri di eps selanjutnya ya?Penulise mau nyeplok telor dulu.Kelaparan tingkat dewa.Met makan malam semuanya.***see you next eps***
Eps 29 CERBUNG V ☆ HARUSKAH BERAKHIR
$☆ HARUSKAH BERAKHIR€☆ CERBUNG V EPS 29 E2 |>☆Called = Memanggil @☆ ANDAI KAU TAHU SEPINYA HATI INI...(HAMDAN pov) Sejak putriku,Evi, menikah rumah terasa sepi.Begitu juga hatiku.Sebenarnya aku bukannya tak tahu isi hati putriku itu.Aku tahu ia tak mencintai pria pilihanku.Namun aku takkan pernah melanggar sumpahku sendiri dengan membiarkan orang asing membawa pergi putriku lagi.Masih teringat jelas di benakku kala kehilangan putriku Cici.Tidak!Aku tak mau kejadian yang sama terulang pada Evi. Kulangkahkan kakiku menuju kamar putriku.Bekas kamarnya kini.Foto2nya saat menyanyi di acara2 pernikahan,di kampus bahkan foto2 saat dia masih kecil juga ada di sana.Maafkan ayah Nak.Bukan karena ayah ga sayang sama kamu namun justru karena ayah takut kehilangan kamu Evi.Makanya ayah lakukan semua ini.Menikahkanmu dengan Irwan dan bukan dengan Reza.Bukan Reza tak baik tapi hati ayah tak restu kamu dapat orang asing Nak.Maafkan ayah,karena sumpah ayah kamu jadi patah hati.Ayah harap,suatu hari nanti kamu akan memaafkan ayahmu ini.Walau ayah tahu itu akan sulit bagimu dan sangat kecil kemungkinannya namun ayah percaya suatu hari nanti kau kan mengerti mengapa ayahmu melakukan semua ini.Kiranya Tuhan melembutkan hatimu dan membukakan pintu maaf bagi orang tua ini.Juga ayah selalu berdoa,kau akan bahagia dengan Nak Irwan.Semoga kau menemukan cinta yang baru bersamanya.Cinta yang sejati.Hanya itu yang selalu ayah panjatkan ke hadirat Tuhan.Ayah kangen sama kamu Evi.Ayah ga hubungi kamu bukan karena ayah ga peduli tapi ayah ingin kamu merenung Nak.Menyelami semua yang telah kau alami.Menyadari bahwa kau kini seorang isteri.Bukan lagi gadis kecil ayah.Kau sudah dewasa sekarang,sudah bukan saatnya merajuk dan manja tapi saatnya memberi.Saatnya melihat dunia ini bukan dengan keegoisan dan kepuasan pribadi tapi dengan nurani.Dengan hati.Ayah yakin bahagia kan menjadi milikmu jika kau sabar dan belajar ikhlas dalam segala hal.Jaga putriku ya Tuhan.Aku ini hanya seorang ayah biasa,yang hanya ingin kebahagiaan bagi anak2nya.Aku mohon jangan biarkan putriku larut dalam emosi dan pengertiannya sendiri.Tuntunlah dalam jalan yang benar dan tutup bungkus pernikahannya dengan menantuku,Irwan.Biar Kau campur tangan dalam rumah tangga mereka,menyatukan mereka dalam ikatan jiwa dan cinta.Kupercayakan mereka dalam kuat kuasa-Mu. @☆ KHUSUSNYA MALAM INI...( Evi pov ) Matahari mulai terbenam,indah sekali langit Turki.Namun,mataku terfokus pada pria yang berdiri di hadapanku.Pada pria yang dulu kusia2kan sedemikian rupa.Pada pria yang kini menempati isi hatiku.Ingin aku meneriakkan namanya namun aku menanti hingga ia menyentuh tangan kiriku.Ya dialah suamiku.Pria yang telah memilikiku dengan sepenuhnya.Kuusap tetes air mata di pipinya,"Irwan,kau menangis?" Ia malah bertanya padaku,"Boleh aku mengatakan sesuatu?" Aku mengangguk padanya.Aneh,pertanyaannya sekarang dulu pernah kutanyakan juga tapi dalam mimpi saat ia koma.Kenapa bisa sama ya? Irwan memegang tangan kananku,"Aku tak bisa hidup tanpamu..." Aku terharu mendengarnya,ingin rasanya aku memeluknya.Namun aku hanya bisa menyodorkan tangan kiriku,"Sentuhlah tanganku ini...kumohon..." Irwan menyentuhnya dengan mata masih menggenang,akhirnya kataku dalam hati.Akhirnya malam juga tiba.Malam yang istimewa. €☆ KALAU AKU HARUS MEMINTA....( Idayu pov ) Aku berdiri di ruang kerja putraku.Biasanya dia ada di sini sedang bekerja atau sedang membaca buku.Saat dia pergi ke luar negeri bersama menantuku,aku terkejut kala memasuki ruang kerjanya.Berantakan.Biasanya dia itu rapi dan selalu mengembalikan sesuatu ke tempatnya.Namun kali ini yang kulihat adalah buku2 berserakan di lantai.Seperti habis diporak-porandakan dengan sengaja.Hatiku berkata putraku pasti depresi hingga ia melampiaskan kekesalan hatinya di sini.Kupunguti satu demi satu buku2 yang bertebaran di lantai sambil berkaca2.Kasihan putraku.Anak sulungku.Putraku yang biasanya selalu menjaga emosi ga pernah ngamuk,kini tengah dalam dilema besar. Semua keceriaan di rumah ini seperti lenyap sejak kau pergi sayang.Mami sedih,Lesti juga jadi pendiam dan lebih suka mengurung diri di kamarnya.Suamiku juga berkurang nafsu makannya.Semua jadi sedih.Walau kau tak bicara Wan,tapi mami tahu.Mami kerasa kamu lagi kenapa kok sayang.Air mataku tak bisa kubendung lagi kala tanganku menyentuh selembar kertas di lantai.Kertas perjanjian kerja dimana ada tanda tangan Irwan disana.Aku tergugu di lantai ruang kerja Irwan yang berkarpet biru.Irwan memang suka warna biru selain warna putih.Katanya dua warna itu lambang langit.Lambang kesetiaan katanya.Air mataku menetes di atas karpet. Tuhan,apa aku ini wanita yang jahat sehingga putraku mengalami ini semua?Aku teringat masa laluku.Dulu aku mendapat suamiku dengan cara merebutnya dari sahabatku sendiri.Apa ini karmaku?Sahabatku pergi kuliah keluar negeri tapi sempat mengenalkanku pada pacarnya yaitu suamiku sekarang.Selama ia pergi,ia titip pacarnya padaku soalnya kami satu kampus.Kerap ia nitip pesan atau barang lewat aku.Namun karena itu pula aku jadi deket sama pacarnya.Lama2 malah jadi cinta.Dan saat ia kembali ke Indonesia,betapa wajahnya sedih banget melihat pacarnya memutuskan hubungan mereka.Saking sedihnya ia sampai sempat mencoba bunuh diri.Aku berkali2 minta maaf padanya.Aku ga bermaksud menggoda pacarnya namun ia malah menyebutku pengkhianat.Aku lalu memutuskan hubunganku dengan pacar dia.Aku tak mengira bakal membahayakan nyawa sahabat aku sendiri.Lalu aku nyari kerja ke luar kota mencoba mencari suasana berbeda.Namun kemudian dia mencariku bersama pacarnya dan berkata,"Kaulah yang dia cintai Idayu.Aku tak mau memaksanya hidup denganku.Bersatulah kalian.Aku ikhlas." Inikah karma atas perbuatanku dimasa lalu? £☆ MOHON JANGAN KEMANA-MANA KHUSUSNYA MALAM INI... Jika ini adalah karma,kumohon ampunilah aku ya Tuhan.Jangan biarkan perkara ini merembet ke mana2.Cukup aku saja yang aku saja yang Kau hukum.Jangan anakku.Jangan Irwan atau Lesti.Aku sebenarnya tak banyak menuntut orangnya.Aku ga minta menantu yang sempurna harus bisa ini bisa itu.Ga!Aku cuma minta satu hal ini yaitu ketulusan dalam mencintai putraku.Hanya itu.Aku ga masalah dia dari keluarga kaya atau miskin.Dia berpendidikan tinggi atau ga.Semua itu ga penting banget buat aku.Yang penting buat aku adalah asal Irwan bahagia,itu saja.Namun,awal saja sudah hancur mina seperti ini akankah bisa menjadi surga di dunia? £☆HO...KUINGIN KAU ADA,KAU HADIR DISISIKU... Aku melangkah mendekati meja dan merapikan semua benda yang biasanya ada disana kembali pada posisinya semula.Ada foto Irwan dengan balutan jas putih kesukaannya.Kuraba foto itu,putra mami sedang apa di Turki sana sayang...Andai kau harus pulang sendiri,mami ga akan marah sayang...ga akan...walaupun mami masih berharap ada kebahagiaan buatmu sayang.Mami telah makhlumkan puasa sejak kau pergi sampai kau kembali sayang.Kiranya Tuhan menguatkan hatimu,menjagai setiap langkahmu dan memberimu kebahagiaan.Bukankah Dia adalah sumber segala sumber?Kiranya kehidupan dan ketabahan selalu terpancar di hatimu.Mami akan hargai apapun yang Irwan putuskan.Mami akan selalu support Irwan.Irwan akan mami dukung dengan doa puasa dari Indonesia.Bukankah doa akan menggerakkan Tuhan?Jika Tuhan sudah bertindak maka yang mustahil sekalipun akan menjadi mungkin.Damai memenuhi hatiku.Putraku baik2 saja di Turki sana.Aku tahu itu. ¥☆ DUDUK2 BERDUA...BERMANJA2 KITA BERDUA...( IRWAN POV ) Sebenarnya aku ingin memeluk isteriku kala ia mengusap pipiku dengan tangan kanannya tapi sepertinya masih ada hal yang belum ia katakan.Namun hatiku sudah tenang karena ia tidak berencana meninggalkanku.Walau banyak orang di sekitar kami saat ini tapi dunia ini serasa cuma kami saja yang tinggal.Meski banyak orang yang juga tengah asyik menikmati indahnya matahari tenggelam,namun bagiku hanya ada aku dan Evi saja di atas jembatan Galata.Jembatan yang kurencanakan menjadi tempat terakhir di Turki yang akan kukunjungi usai melepas Evi pada Reza. @☆ TERLALU LAMA SAYANG HATI TERSIKSA KARENAMU JUA.... Sudah lama aku memikirkan bahwa kelak aku akan berdiri di jembatan ini dan berkata pada dunia,"Berakhir sudah.Ya berakhir sudah kisah cintaku...Selamat berbahagia Evi...selamat berpisah..." Lalu aku berencana akan melepas semuanya,semua kepedihan di dada dengan sebuah teriakan ke udara,"Evi...!Evi!!!Aku melepaskanmu!!Aku ikut berbahagia untukmu!Selamat tinggal Evi...!Evi...!Evi..!" Namun apa yang terjadi dihadapanku saat ini,di jembatan Galata ini.Di tempat yang kurancang buat moment aku meneriakkan nama Evi... |\|☆KALAU AKU HARUS MEMINTA MOHON JANGAN KEMANA-MANA... Aku melihat Evi membuka genggaman tangan kirinya,"Wan,apa yang kau lihat?" Aku bingung juga karena aku tak melihat apapun di sana,waduh...apa aku kurang jeli ya?Aku malah mengernyitkan dahiku dan menggeleng,"Aku tak melihat apapun Vi..." Evi tersenyum sambil mundur beberapa langkah,"Kau salah sayang..." Aku jelas takut jika ia pergi atau jatuh dengan melangkah mundur begitu,"Vi...kau mau apa?" Evi malah memberi kode dengan tangannya,"Jangan kemana2!Tetaplah disitu...apa kau tahu bahwa di tanganku ini ada udara?" Aku hendak melangkah mendekatinya,tapi ia mencegahku,"Jangan bergerak Wan...tetap di situ.Apa kau masih bisa dengar suaraku?" Aku melihat Evi sudah berada beberapa langkah dariku,"Jangan jauh2 Vi...kau mau apa sayang?Jangan membuat aku cemas ok?" T☆ KALAU TIDAK KARENA TUAN ...KALAU TIDAK KARENA TUAN... ( Evi pov ) Aku melangkah mundur bukan karena ingin meninggalkan Irwan.No!Never!Aku ga akan pergi apalagi ninggalin pria yang telah begitu sabar mencintaiku.Takkan pernah!Aku tahu bagaimana rasanya ditinggalkan.Aku tahu bagaimana pedihnya sendirian dan kehilangan orang yang disayang.Aku hanya ingin mencari space untuk melakukan rencanaku lebih tepatnya impianku. ||☆UNTUK APA KU BERTAHAN,KASIH... Sejak kau mabuk dulu Wan,aku baru sadar betapa egoisnya aku.Aku hanya melihat diriku dan Reza di dalam pandangan mataku.Aku lupa bahwa kau ada di antara kami.Aku lupa bahwa kau juga terluka.Mungkin aku bisa berbangga hati diperebutkan dua orang pria namun mengapa hatiku malah menangis sejak saat itu.Betapa aku telah menyakiti seseorang didekatku tanpa kusadari.Aku terlalu fokus dengan kepentinganku sehingga aku tak melihat ada hati yang terluka,yang berdarah2 di dekatku pula.Apakah cinta bisa membuat seseorang menjadi buta?Malam itu ...ya sejak malam itu aku tidak buta lagi.Mata hatiku terbuka.Entah bagaimana bisa tapi aku merasakan kekuatan ilahi membuka selubung hatiku dan sejak itu aku mulai melihat Irwan dengan tatapan berbeda. ☆★ INGIN BERBAGI DUKA,INGIN BERBAGI SUKA BERSAMAMU... Sejak saat itu aku mulai melihat arti kehadiranmu bagiku.Kau menikahiku dengan penuh harapan menata masa depan bersamaku.Namun aku memberimu kenyataan pahit.Aku tak mencintaimu...saat itu he..he.. |<★ KALAU ADA WAKTU TUAN...KALAU ADA KASIH TUAN... Sejak itu aku melihat bagaimana kau mengorbankan diri waktu demi waktu.Sejak malam itu aku melihat bagaimana kau mengasihiku dengan kasih yang memberi.Aku tahu apa itu cinta.Aku pernah jatuh cinta.Rasanya berbunga2.Namun cintamu kepadaku membuatku menangis.Cintamu membuatku tertunduk.Cintamu membuatku merasa sangat kecil.Aku bagai dibenamkan dalam aliran2 air yang kian tinggi dan tinggi.Hingga aku tak bisa bernafas.Saat itulah aku menyadari bahwa aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan udara. R★ UNTUK APA KAU DUSTAKAN,KASIH... Kau bersikap seolah kau baik2 saja di hadapanku tapi aku tahu kau sebenarnya terluka dalam.Kau berpura2 semua akan selesai begitu kau menemukan Reza namun kau salah Wan.Semua justru baru dimulai sejak itu.Rasa cinta kepadamu tumbuh dalam hatiku.Entah darimana...entah bagaimana...aku hanya tahu tatapan cintaku kini tertuju padamu...Kau menemukan Reza untukku tapi aku menemukan cinta untukmu.Aku jatuh cinta dalam perjalanan mencari cinta.Ironi atau allegori?Aku menganggapnya sebuah narasi kehidupan.Bukankah hati kita tempat dimana Tuhan berbicara?Aku hanya tahu bahwa hatiku penuh cinta pada pria yang awalnya kuanggap sebagai pengganggu.Sebagai duri dalam daging.Apakah aku jahat pada Reza?Aku juga tak tahu.Yang aku tahu begitu melihat Reza aku takut kehilangan Irwan. ||★ MANA JANJIMU DULU,MANA SUMPAHMU DULU KEPADAKU... Aku melangkah mundur,"Kau tahu Wan...andai waktu bisa diputar ulang aku ingin waktu mundur dimana kita bertemu pertama kali.Karena disitulah saat yang paling menentukan kini bagiku." Irwan mendengarkanku,"Malam itu malam saat kau mabuk.Kau berkata banyak hal saat kau mabuk.Kau bilang bahwa suatu saat nanti bila kau sudah menemukan Reza dan menyerahkanku padanya kau akan pergi ke sebuah jembatan lalu kau akan berteriak dari sana memanggil namaku tanda bahwa kau telah menunaikan tugasmu dan sumpahmu kala kita menikah dulu." $★ PASTIKAN MALAM INI KASIH...ATAU TIDAK SAMA SEKALI... Aku berkaca2 mengatakannya,"Malam ini kita ada di atas jembatan.Tapi aku tak mau kau melakukan semua yang kau katakan waktu itu.Akulah yang akan melakukan apa yang ingin kukatakan lama sekali.Disini aku ingin berkata,seperti aku menggenggam udara di tangan kiriku demikianlah kau bagiku.Wan,dengarkanlah isi hatiku..." T★ KALAU AKU HARUS MEMINTA....( Irwan pov ) Aku terkejut kala tiba2 Evi berteriak memanggil namaku,"Irwaaan!Irwan!!Aku mencintaimu!Evi mencintai Irwan!Ya Evi mencintai Irwan!!" Aku terpana apalagi banyak orang yang jadi memperhatikan kami.Aku melangkah mendekati Evi,"Sayang...bolehkah aku mengatakan sesuatu?" Evi menjawab,"Kau tak perlu ijinku sayang.Katakan apa yang ingin kaukatakan." ||★ SUMPAH DEMI CINTAMU JUA... Aku menatap Evi lekat2,kami sudah berhadapan kini,"Aku hampir melepaskanmu dulu tapi Tuhan bilang aku harus memegang sumpahku meskipun aku rugi.Makanya kau kubawa ke sini.Tak kusangka ketaatanku berbuah manis.Kau tahu sayang,sejak pertama melihatmu di acara pernikahan kerabatku waktu itu aku tak hidupku hampa tanpamu.Evi,aku sangat mencintaimu....sangat mencintaimu ...setulus hatiku..." Evi menghambur ke pelukanku,"Aku juga mencintaimu...sangat mencintaimu...Irwan." |\|★ Wah...kalau diend dah pas nih.Pengakuan cinta di atas jembatan akhirnya terjadi juga.Gimana malam mereka selanjutnya?***see you next eps***
Eps 30 CERBUNG V ♡ HARUSKAH BERAKHIR
:'(♡ HARUSKAH BERAKHIR|~|♡ CERBUNG V EPS 30 E3 @♡ Loved Him Greatly|\|♡ Sangat Begitu Mencintainya @♡ KAU TARIK LEMBUT TANGANKU...( Evi pov ) Akhirnya kesampaian juga impianku mengungkap cinta pada suamiku.Sekaligus mengubah tempat yang ia pikir bakal menjadi tempat penuh kesedihan menjadi penuh bahagia.Setidaknya aku memberi dia kenangan indah dan bukan kenangan pahit di jembatan ini.Ia bertanya padaku sembari masih merangkulku,"Kau membuatku sangat bahagia sayang.Aku ga sangka kau akan berteriak dihadapan banyak orang mengutarakan cintamu padaku.Sungguh ini kejutan bagiku.Terima kasih isteriku." Aku masih menikmati pelukan Irwan,'Hangat dan damainya berada dalam pelukanmu sayang.Hatiku seperti perahu yang menemukan tempat untuk berlabuh.' Suamiku memandangku,"Rasanya aku masih tak percaya bahwa saat ini kau ada bersamaku di atas jembatan Galata.Katakan aku tak sedang bermimpi saat ini Evi...katakan bahwa semua ini nyata sayang..." |\|♡ KAU BISIKKAN KEPADAKU....( IRWAN POV ) Evi berbisik di telingaku,"Semua ini bukan mimpi sayang.Aku disini bersamamu.Pasti kau pikir aku takkan pernah bisa mencintaimu bukan?Pasti kau pikir mustahil ada cinta diantara kita bukan?" Aku memandangnya dan mengangguk,ia malah mengecup pipiku,"Aku sendiri tak tahu bagaimana cinta tumbuh di hatiku dan kian berakar dan kian dalam merasuk jiwaku.Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.Yang aku tahu,aku tak ingin jauh darimu.Aku ingin selalu bersamamu." |<♡ PERLAHAN BERDEBARAN JANTUNGKU... Jantungku berdebar2 kala Evi mencium pipiku,ia mencium pipi kiriku dan berkata,"Aku tak ingin hidup dalam penyesalan seperti di masa lalu." Hatiku melambung bahagia. |\|♡ BENARKAH ITU KATAMU... Evi lalu mencium pipi kananku,"Aku ingin memulai lembaran baru,hidup yang baru bersama pria yang kucintai dan pria itu kamu sayang.Pengacara Irwan Krisdiyanto dari Indonesia." Kupejamkan mata mengucap syukur pada Yang Kuasa atas nikmat dan karunia-Nya,'Terima kasih ya Tuhan.Hatiku yang remuk ternyata tidak Kaupandang hina ya Allah.Semua ini karena kasih karunia-Mu.' ||♡ SELAMA INI KUTAHU TAK PERNAH ENGKAU SEMESRA ITU... Selama ini tak pernah Evi bersikap semesra ini kepadaku apalagi didepan umum seperti sekarang.Apalagi bila flash back ke belakang bagaimana apatisnya dia padaku.Bukan hanya apatis bahkan antipati.Kini semua Tuhan ubahkan menjadi simpati,empati lalu cinta sejati.Pasti ada yang mendoakan kami sehingga semua ini terjadi.Pasti ada yang berdoa sehingga Tuhan bergerak melakukan semua ini.Mengubahkan air menjadi anggur.Mengubahkan rumah tanggaku yang tawar menjadi penuh cinta,penuh sukacita dan kasih mesra. R♡ ANDAI AKU JADI BUNGA ENGKAU JADI KUMBANGNYA...( Evi pov ) Irwan membelai wajahku,"Ayahku bilang saat aku mendapat isteri maka aku mendapat sesuatu yang baik.Namun Tuhan memberiku isteri yang mencintaiku,bagiku itu sungguh pemberian-Nya yang sangat baik." Aku senang karena bagi Irwan aku begitu berarti.Jelas bisa kulihat cinta yang begitu dalam terpancar dari matanya buatku.Ya buat aku.Irwan sangat perhatian,ia melepas jasnya dan memakaikannya padaku,"Udara kian dingin.Sebaiknya kita kembali ke hotel.Aku tak mau kau sakit." Aku memakai jasnya,hangat dan yang pasti jelas tercium bau harum tubuh Irwan.Harumnya bagiku melebihi harum bunga.Aku mengikutinya,kami kembali ke hotel.Betapa aku senang dengan perhatiannya,demikianlah caranya mencintaiku.Sentuhan cintanya. @♡ MADUNYA2 CINTA... Alangkah terkejutnya aku kala pintu kamar hotel dibuka oleh Irwan,"Harum sekali..." Irwan menghidupkan lampu,"Kau suka?" £♡ ANDAI AKU JADI GULA ENGKAU JADI SEMUTNYA... Wow!Pantas harum banget.Lantai kamar kami penuh dengan taburan bunga.Mawar aneka jenis.Belum yang lain aku ga tahu namanya.Aku terkesima,"Wan...dalam rangka apa ini?Kapan kau melakukannya?" Irwan mengulurkan tangannya,"Mari Nyonya Irwan,saya akan perlihatkan yang lain.Kau pasti capek kan sayang,silakan menikmati mandi yang spesial." Aku melangkah dituntun oleh suamiku,"Manis sekali ini Wan..." ₩♡ MANISNYA2 GULA... Sepanjang jalan menuju kamar mandi dihiasi taburan bunga,"Aku minta petugas hotel menyiapkan ini semua sayang selagi kita pergi.Ini ungkapan cinta dan terima kasihku karena kau mengijinkanku semalam untuk..." Irwan tidak melanjutkan kata2nya,"Untuk apa?Kenapa tidak dilanjutkan?" @♡ CINTAMU KUSIMPAN DI DADA...( Irwan pov ) Bagaimana aku bisa melanjutkan,yang ada malah wajahku malah jadi merona.Evi memandangku dan tanggap,"Irwan julit ah..." Dia malah menatapku,"Sayang,kamu itu suamiku maka kaulah yang berhak atas diriku ini Wan." ¥♡ SENANG SUSAH KITA SAMA2... Bagiku semalam adalah malam yang takkan pernah kulupakan.Malam kebersamaan kami.Malam dimana kami menyatu.Kubuka kamar mandi,"Sayang masuklah..." $♡ ITU JANJIMU...( EVI POV ) Aku terpana melihat bathtub penuh dengan bunga,"Wan...ini seperti dalam film2 kerajaan saja.Mandi bunga..." Irwan malah kian membuatku takjub kala menunjukkan sehelai gaun merah tergantung di sudut ruangan,"Aku memesannya dari kakakmu.Kak Ivan.Sudah lama sebenarnya namun aku belum sempat memberikannya.Kuharap kau suka sayang.Aku suka melihatmu pakai gaun merah.Ceria dan terlihat mempesona.Lagipula sudah menjadi kewajibanku memenuhi janjiku memperhatikan kebutuhanmu." B♡ LEPASKAN DULU TANGANKU... Irwan melepas tanganku dan membiarkanku melihat gaun yang dia belikan untukku,"Dari kak Ivan ya?Kalian akrab ya?" $♡ BERGESERLAH MENDEKATKU... Irwan bergeser mendekat ke arahku,"Designnya sederhana tapi anggun bila kau pakai.Aku yakin.Lagipula ukurannya jelas pasti pas buatmu.Kan rancangan kakak sendiri.Kami akrab karena aku ingin lebih mengenal keluargamu." |\/|♡ DENGARKAN AKUPUN PUNYA JANJI... Aku meraba gaun itu,"Kak Ivan yang membuatnya...makasih ya sayang.Ini bagus sekali." Aku jadi ingat kak Ivan,dia ternyata merestui aku mendapatkan Irwan.Dia pernah janji padaku,"Kakak akan tunjukkan kepada siapa restu kakak dengan memberikan hasil rancangan kakak pada pria itu untuk diberikan kepadamu.Tapi dia harus tetep bayar.Anggap aja mahar." ||♡ ANDAI AKU JADI DAUN ENGKAU JADI TANGKAINYA... Aku terharu mengingat ucapan kakak itu,"Kakakku bilang apa padamu sayang saat menyerahkan gaun ini?" Irwan mematutkan gaun itu ke tubuhku,"Kakakmu bilang gini:Aku serahin gaun rancangan aku ini tapi harganya ga aku discount.Harus dibayar tunai.Ga terima kartu kredit.Harus uang cash.Kalau ga mau jangan diambil." Aku tertawa mendengarnya,"Kakak mengerjaimu Wan..terus kamu bagaimana?" L♡ BERGOYANG DITIUP ANGIN.... Irwan malah senyum,"Kau tahu Vi kakakmu minta uangnya dalam satuan ribuan lagi.Aku tuh harus nukerin ke bank.Dah kayak bawa daun aja aku menemui kakakmu.Banyak banget.Berapa koper ya?" Bisa kubayangkan pasti kakak menari2 kegirangan bisa ngerjain Irwan.Dasar kak Igun. €♡ ANDAI AKULAH LAGUNYA ENGKAU JADI SYAIRNYA.... Andai aku tahu semua ini maka aku pasti akan bersikap lebih baik pada Irwan.Rupanya kakak diam2 memberikan restunya pada Irwan.Pantas dulu Reza bilang padaku saat ultahku,"Sebenarnya aku mau ngasih gaun Vi.Gaun warna merah tapi kakakmu ga mau membuatkannya.Alasannya dia lagi super sibuk mau fashion show,bla..bla...gitu." ♡♡ LA LA LA...LA LA LA LA LA Rupanya kak Ivan tidak merestui hubunganku dengan Reza.Aku yang ga tanggap saat itu. ♡♡♡ KUDENDANG DI SETIAP WAKTU... Kini aku tahu kepada siapa ia memberi restunya.Pada Irwan.Kakak...engkau memang kakak yang paling dekat denganku.Namun aku bahkan tak mengerti tanda2 yang kauberikan padaku. ♡♡♡♡ AGAR ENGKAU TAK LUPA PADAKU... Aku lupa pada perkataanmu dulu.Untunglah aku tak melanggar amanahmu kak.Aku kini bersama pria yang kau restui kak.Dan aku janji takkan melupakan lagi amanatmu.Janji! Wah ada apa ya sampai Irwan kasih kejutan manis buat Evi?***see you next eps***
Eps 31 CERBUNG V ••• HARUSKAH BERAKHIR
:'(••• HARUSKAH BERAKHIR|~|•• CERBUNG V EPS 31 E4 @••• The Fear = Rasa Takut ¥••• TANPA DIRIMU...( Evi pov ) Aku tersenyum sembari menikmati mandi bunga didalam bathtub alias jacuzzi.Dengan air hangat yang dipompa menggelombang dengan aliran2 yang menyegarkan tubuh.Kuambil bunga2 yang terapung di atas air dan kucium wanginya.Suamiku romantis banget.Ga sangka seorang yang sepertinya kaku dan serius,diem dan anteng ternyata seorang yang romantis dan membuat aku senyum2 sendiri.Kubersyukur pada Tuhan menyatukanku dengan Irwan.Dia suami yang perhatian,tampan dan menawan.Wah serba an pokoknya.Tak bisa kubayangkan jika aku tanpa dia.Aku jadi ingin segera melihat wajahnya.Aku ingin memeluk tubuhnya.Aku ingin mendengar suaranya.Aku merindukan sentuhannya. @••• KUBAGAI PERAHU KAYU YANG TEROMBANG AMBING DI TENGAH LAUT BIRU... Aku segera menyelesaikan mandiku.Sambil memakai gaun pemberiannya,aku terkenang pada tamparan ibuku dulu.Terima kasih sudah menegurku Ibu.Tanpa teguranmu pasti aku telah kehilangan Irwan dan takkan ada hari seindah saat ini.Aku juga rindu ayah semua begitu memikirkanku.Aku tak marah lagi pada ayah.Tanpa ayah sebagai nahkoda bagi keluarga mungkin aku takkan pernah bertemu apalagi menikah dengan Irwan.Dengan pria yang sangat kucintai.Kurias wajahku dan kuurai rambutku.Irwan suka membelai rambutku saat tidur,sepertinya ia suka aku tampil alami.Jadi kuurai saja.Make up juga tipis tapi manis.Memberi kesan segar di wajahku ga pucat apalagi kuyu.Kusemprotkan parfum bunga sedikit.Ya aku suka harum bunga natural.Bunga satu jenis maksudku.Misal Cammomile saja,Mawar saja atau jenis lain. |\|••• LAJUKU HILANG TERHEMPAS ARUS GELOMBANG... Aku keluar kamar mandi,pasti Irwan sudah menantiku.Giliran dia yang mandi.Kalaupun dia ga mandi aku juga masih cinta kok.He.he..namun... Saat kubuka pintu tak ada Irwan.Kupanggil dia,"Sayang...kamu dimana?Aku sudah selesai mandi....Wan?" Tak ada sahutan juga kelebatan orang.Irwan mana ya?Aku mulai merasa takut.Jangan2 sesuatu terjadi padanya saat aku mandi.Tidak...aku tak mau kehilangan Irwan...tidak!! |<••• KARENA KINI KAU TAK DISISIKU SAYANG... Kupanggil nama Irwan berkali2.Kubuka sekat tempat tidur,"Wan!Jangan sembunyi kumohon...aku ga suka jauh dari kamu sayang...Irwan!Kamu dimana?..." Rasa bahagia karena mendapat kejutan gaun dan mandi bunga kini berubah menjadi ketakutan luar biasa.Aku mulai panik.Kucari ke balkon tak ada.Kucari ke meja makan juga tak ada.Irwan!!Kamu dimana??Aku takut... |\|••• TANPA DAYUNG KUMENCOBA ARUNGI SAMUDERA... Apa Irwan keluar kamar ya?Tak mungkin karena hpnya ditinggal di meja.Apakah seseorang menculik dia?Hatiku kian cemas.Saat aku mondar mandir kebingungan tiba2 hp Irwan berbunyi,dan aku kaget kala melihat nama yang tertera di layarnya,"Reza?" Bukannya Reza di Inggris?Untuk apa dia menghubungi Irwan?Jangan2...Perasaanku jadi ga karuan antara cemas,panik dan takut jadi satu. ||••• HANYA UNTUK MENCARI DIMANA KINI BERADA... Segera kuangkat,"Hello?" Sebuah suara yang sangat kukenal terdengar,"Lama tak jumpa Evi?Apa kau kehilangan sesuatu saat ini?Kau sedang mencari-cari bukan?" Reza..ga salah lagi itu suara dia!Bagaimana dia tahu kalau aku sedang mencari Irwan?Apa dia tahu dimana Irwan?Jantungku kian berdegup kencang.Tak biasanya Irwan pergi ga pamitan sama aku dulu...Ini aneh.Jangan2 Irwan benar diculik...Tuhan jagai suamiku dimanapun berada. @••• SEKIAN LAMA KUNANTI... Dengan tangan gemetar kutempelkan hp Irwan ke telingaku,"Bagaimana kau tahu?Bukankah kau ada di Inggris?" Reza malah tertawa,"Evi...Evi...kau mulai panik sepertinya..." Perasaanku makin gegana,"Kau seakan tahu apa yang terjadi di sini.Kau ada di Turki?" Aku malah mulai berpikir yang tidak2,'Apa Reza kemari dan menculik Irwan?Apakah dia masih menyimpan sakit hati karena aku lebih memilih Irwan dan bukan dia?' R••• TIADA KABAR KAU BERI... Reza tiba2 berkata dengan nada serius,"Kau sungguh mencemaskan dia ya?" Aneh,Reza menyebut Irwan dengan kata ganti orang ketiga...apakah Irwan bersamanya?Aku makin panik dan kalut.Suaraku bergetar,"Dimana Irwan?Kau pasti tahu dia dimana kan?Za,katakan padaku dimana Irwan?Kumohon jangan sakiti dia...aku mohon Za..." @••• MENUNGGUMU AKU MASIH DISINI... Aku mulai terisak saking cemasnya,Reza malah terkekeh,"Sepertinya ada yang mulai menangis nih....kasihan...seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga ya?" Jelas sudah Reza telah menculik Irwan,aku kian gugup membayangkan hal buruk yang bisa menimpa Irwan.Jangan2 Reza gelap mata karena cemburu dan ....Tidak!Aku takkan biarkan siapapun menyakiti Irwan! Aku bertanya dengan takut,"Apa Irwan bersamamu?Katakan ia baik2 saja disana...Za,kumohon katakan padaku apa Irwan bersamamu?" Reza menjawab datar,"Jika kau ingin tahu dimana dia,datanglah ke taman hotel.Aku tunggu kau disana." Telpon ditutup.Kulihat wallpaper di hp Irwan adalah foto kami berdua selfi di jembatan Galata.Air mataku menetes.Tuhan,cobaan apalagi ini?Apa yang terjadi pada suamiku?Apa hubungan Reza dengan semua ini?Dan yang makin membuatku panik adalah keselamatan Irwan.Tekadku sudah bulat jika aku kehilangan Irwan maka aku akan menyusul dia.Meski aku harus mati sekalipun. |_••• WAHAI SANG BAYU KABARKAN PADANYA... Kuambil kunci kamar dan segera aku menuju taman hotel.Letaknya di tengah gedung.Cukup luas juga tumbuh aneka pohon asing yang tak kutahu namanya.Aku melangkah dengan cepat,rambutku berkibar diterpa angin malam.Saking paniknya aku sampai lupa pakai sepatu.Dengan kaki telanjang tanpa alas kumenuju taman yang dihiasi batu2 kecil dan jalanan yang berupa pasir dihias dengan indah.Dipikiranku hanya Irwan.Aku ingin Irwan.Aku harus bertemu Irwan. Wahai angin,katakan bahwa dia baik2 saja.Katakan padaku bahwa dia tidak kekurangan suatu apa.Wahai angin,tunjukkan dimana dia.Katakan padanya,Evi datang untuknya.Evi datang hanya untuknya... ₩•••KURINDU BELAI SAYANG KASIH MESRA... Kutak mengira akan begini kejadiannya.Kusangka kan malam ini kami akan makan malam romantis berdua lalu menikmati indahnya malam bersama.Tapi kenyataan berkata lain...Reza tiba2 muncul dan Irwan tiba2 menghilang.Apakah Reza sungguh nekad menculik Irwan?Apakah dia melakukan sesuatu pada Irwan?Apakah Irwan masih hidup?Berbagai pikiran buruk menyerbu benakku.Bagaimana jika Reza ternyata tidak tahu dimana Irwan?Bagaimana jika Reza karena kesal dan cemburu telah menyakiti Irwan dan membuangnya ke laut?Bagaimana...bagaimana... ¥••• PERAHU KAYU KEMANA NAHKODAKU... Jika benar sesuatu yang buruk telah menimpa Irwan maka akupun tak mau hidup lagi.Air mata menetes di pipiku.Batu2 yang tajam mengenai kakiku tak kuhiraukan.Aku hanya ingin Irwan.Hanya dia!Tapi dimana dia?Jika benar dia dibuang ke laut maka akupun akan menenggelamkan diriku di laut bersamanya. $••• TANPANYA KEHAMPAAN YANG KURASA... Hatiku dicekam ketakutan luar biasa.Hatiku hampa.Tanpa Irwan aku merasa dunia ini begitu menakutkan.Begitu kosong.Akhirnya aku tiba di taman.Kuedarkan pandanganku ke sekelilingku berharap menemukan sosok yang kucari.Tapi sia2.Aku tak melihag Irwan dimanapun.Dimana dia?Hp Irwan berbunyi berbunyi lagi,aku segera angkat,"Dimana Irwan?Katakan dimana dia!!" B••• MASIH ADAKAH KU DI MUARA HATIMU KASIH... Satu sosok jangkung muncul berdiri beberapa meter di hadapanku,"Hello Evi..." Aku mendekatinya,"Mana Irwan Za...?Mana dia?" Reza malah duduk di sebuah bangku panjang sambil tersenyum melihatku,"Wah..wah...saking paniknya sampai kamu lupa pakai sepatu ya Vi?Ck..ck..ck...cintanya sama suami...cie..cie.." Aku baru sadar kalau aku lupa pakai sepatu tapi itu ga penting buatku sekarang yang kupikirkan hanya Irwan. €•••DISINI KU DISINI MENANTIMU... Aku hampir menangis melihat Reza malah menyilangkan kakinya,"Za...kembalikan Irwan padaku...kumohon.Aku tak bisa hidup tanpa dia..Za...please..." Reza malah berdiri dan menatapku,"Kau sungguh mencintainya bukan?Evi yang kukenal ga pernah sekacau ini wajahnya..." Aku kian tersiksa,"Za jangan bercanda...aku sungguh panik saat ini...aku hanya ingin Irwan...kembalikan dia padaku Za!!Katakan dimana dia!Katakan dia baik2 saja bukan?Katakan dia baik2 saja...hu..hu.." Aku mulai menangis.Bahkan aku tak sanggup lagi berdiri,aku berlutut memohon,"Aku mohon padamu Za...kembalikan Irwan padaku...Aku tak bisa hidup tanpa dia..." Reza mendekatiku dan mengajakku berdiri,"Bangun Vi!Ini bukan Evi yang kukenal yang rela merendahkan dirinya sedemikian rupa..." Aku menolak untuk bangun,"Tidak!Aku tidak akan berdiri sebelum Irwan kembali padaku...Kembalikan dia padaku..." |\/|••• DI PELABUHAN RINDU... Reza berdiri tapi aku masih tergugu bersimpuh di tanah,"Kini aku tenang menyerahkanmu pada Irwan.Kau sungguh mencintainya.Cintamu begitu dalam kepadanya.Bukan cinta sesaat seperti yang kukira selama ini.Kini aku benar2 bisa membuka lembaran baru." Aku bingung mendengarnya,"Apa maksudmu Za?Aku ga ngerti..." Reza menunjuk ke sebuah arah,"Yang kau cari ada di sana!" Aku menoleh ke arah yang dia tunjuk,"Irwan disana?" Reza mengangguk. Aku segera bangkit namun dia menyodorka sebuah kotak kepadaku,"Dariku buat kalian.Dibukanya bersama2 ya?" Aku heran ,"Apa ini?" Reza menjabat tanganku,"Selamat tinggal Evi.Selamat menempuh hidup baru bersama Irwan.Aku pergi." Aku berkaca2 tak mengerti ada apa sebenarnya dengan Reza.Datang dan pergi dengan tiba2.Kasih kado lagi.Entahlah...aku mau lihat Irwan.Irwan dimana kamu? Dimana sih Pak Pengacara?Masih hidupkah?***see you next eps***
Eps 32 E5 CERBUNG V ♧♧♧ HARUSKAH BERAKHIR
$♧♧♧ HARUSKAH BERAKHIRCERBUNG V EPS 32 E5 ♧♧♧R ||♧♧♧ Finding Out = Menemukan ¥♧♧♧ SEJARAH NAMA2 BULAN Sebelum berdirinya kerajaan Roma,kalender Romawi kuno cuma punya 10 bulan ( 304 hari ),dengan Maret ( March/Mars )sebagai bulan pertama dan Desember ( December/Deci ) sebagai bulan terakhir.Musim dingin (Januari-Februari ) adalah masa pasif,tidak diperhitungkan dalam kalender.Ini berlaku di masa awal berdirinya kerajaan Roma oleh raja Romulus.Berikut 10 bulan dalam kalender Romawi kuno : 1.Martius/Maret 2.Aparailis/April 3.Maius/Mei 4.Junius/Juni 5.Quintilis/Juli 6.Sextilis/Agustus 7.September 8.October 9.November 10.December @♧♧♧MIMPI TERINDAH YANG DATANG MENGGODA...( REZA POV ) Bulan ini bulan yang tak akan kulupa.Bulan dimana Evi ulang tahun.Aku termenung membayangkan andai Evi masih seperti yang dulu mencintaiku dan hanya aku yang ada di matanya.Resah dan gulana hatiku meski telah kucoba melupakan dirinya dan menghapus jejaknya di hatiku.Namun masih saja aku berharap bahwa semua ini hanya mimpi.Aku berharap pria yang kini menjadi suami Evi tak pernah ada di dunia ini.Pria itu membuat Evi jadi berbeda.Ia membuat Evi menjadi menjauh dan kian jauh saja dariku.Impianku membangun mahligai rumah tangga bersama Evi pupus sudah.Evi kini sudah menjadi milik orang lain,milik pria lain.Sudah menyandang predikat Nyonya Irwan.Perahu cintaku kandas sudah.Tenggelam di pelayaran perdana. |\|♧♧♧ MENGUSIK ANGAN YANG BERCANDA.... Ibu mendekatiku,"What's wrong with you my son?/Ada apa denganmu putraku?" Aku bersandar di lengan ibuku,"It's hard to erase her name from my heart mother./Sulit menghapus namanya dari hatiku,Ibu." Ibu membelai kepalaku,"You must ending your feeling for her my son(Kau harus mengakhiri perasaanmu terhadapnya putraku).Go to see her and look how happy she is with her husband,how deep is her love to him(Pergi temui dia dan lihat bagaimana bahagianya dia dengan suaminya,betapa dalam cintanya pada pria itu).Then let her go(Lalu lepaskan dia pergi).Release her from your heart (Lepaskan dia dari hatimu).Let her live freely and cheery that is love a giving act.(Biarkan dia hidup bebas dan ceria,itulah cinta sebuah tindakan memberi)." Aku pandang ibuku,"I will going home.Back to Turki.I think they still there.I will do what you said mom,I will try...thanks Mom." (Aku akan pulang kembali ke Turki.Kukira mereka masih di sana.Aku akan melakukan apa yang ibu katakan,akan kucoba...Terima kasih Ibu." Aku lalu terbang ke Turki.Ibu masih di Inggris.Aku memulai menjalin hubungan dengan Evi saat dia ultah.Maka tepat sekali jika kuakhiri juga disaat dia ultah.Untung aku masih menyimpan no Irwan.Akan kuhubungi dia.Tuhan semoga cara ini membantuku mengikhlaskan wanita yang kucintai ...semoga.Supaya aku tak lagi berangan2 yang tak pasti.Aku juga ingin bahagia dan ceria penuh canda tawa seperti dulu.Kemana Reza yang dulu? T♧♧♧AKU TERJAGA DARI KHAYAL ASA... Aku tiba di Turki dengan hati masih berharap bahwa Evi menyesal dan kembali padaku.Dulu dia panik karena pria itu terluka.Kurasa dia memilihnya karena emosi sesaat.Biasa perasaan bersalah kerap mendera siapa saja bila melihat orang yang dekat dengannya terluka.Apalagi pria itu hampir kehilangan nyawa.Aku menghubungi Irwan.Kubilang saja aku sedang ambil sesuatu di rumah.Ia bilang,"Kami masih di Turki juga." Pas banget aku ga terlambat,Evi masih di Turki.Kutanya dimana ia menginap dengan alasan bahwa aku ingin memberi kado buat ultah Evi,"Kau tahu hari ini hari yang istimewa bukan?" Irwan tanpa curiga memberitahu dimana ia menginap malah ia mengundangku makan malam merayakan hari ultah Evi,"Tentu aku akan datang.Tapi jangan bilang2 ya...biar jadi kejutan." ||♧♧♧KECEWA KARNA KAU TIADA... Irwan bilang ia juga menyiapkan kejutan buat Evi.Aku lalu ke rumah mengambil kadonya.Ibuku pesan kalau ia telah merajut sesuatu buat ia berikan pada Evi kala itu ibu pikir Evi adalah calon menantunya.Ia merajut sepenuh hati dan ia ingin aku memberikannya pada Evi di hari ultahnya,"Give it to her say to her I bless her family..."(Berikan itu padanya katakan aku merestui rumah tangganya...)Ibu telah melepaskan kekecewaannya tidak jadi bermenantukan Evi.Kadonya kecil dan aku terharu melihatnya.Kubungkus saja dan kubawa menuju hotel yang dikatakan Irwan. ♧♧♧DENGARLAH KASIH JERITAN HATI...( Irwan pov ) Agak heran juga aku kala Reza menghubungiku.Aku sempat berpikir apa dia ingin Evi kembali padanya ya?Namun semua pikiran negatif itu kutepis dan aku lega kala ia bilang ingin memberi kado pada isteriku di hari ultahnya.Betapa perhatiannya ia pada Evi hingga masih saja ingat hari ultahnya dan dibela2in terbang dari Inggris ke Turki demi ngasih ucapan selamat dan jelas terlihat bahwa ia masih belum melupakan Evi.Perasaan cemas seketika melingkupi hatiku. $♧♧♧MUNGKINKAH KAU KUMILIKI... Akan kembalikah Evi padanya?Mereka pasti memiliki kenangan manis lebih banyak dari kenangan Evi bersamaku.Bukankah Evi lebih dulu mengenal Reza daripada mengenalku?Namun ada suara lain menenangkanku,'Bukankah Evi sudah menjadi milikmu?Bukankah dia juga sudah mengakui cintanya padamu di atas jembatan Galata?Mengapa kau meragukan dia? R♧♧♧SEHALAI CINTA YANG AKU CARI... Aku rasa aku ini terlalu sering pesimistis sehingga ga pedean orangnya.Banyak yang bilang aku ini pengacara yang suka main lurus saja ga suka nikung2 dan belit2.Pantasnya katanya aku ini jadi hakim saja.Aku memang suka segala yang fair play,adil dan apa adanya.Demikianpun dalam soal cinta.Aku benci kebohongan.Lebih baik kejujuran yang menyakitkan daripada kepura2an yang manis.Aku terhenyak di kursi,kuletakkan hp di meja.Lalu kudengar pintu kamarku berbunyi.Ada yang datang.Pasti petugas hotel sebab aku mau memindahkan rencana dinner ke taman.Rencana yang semula akan kulakukan di kamar saja makan romantis bersama Evi terpaksa kupindah ke taman karena Reza akan ikut makan malam katanya. ||♧♧♧MUNGKINKAH KAU SUDI BERBAGI... Kutinggal hp di meja lalu aku melangkah ke pintu.Evi pasti masih menikmati mandi spesialnya.Mandi bunga.Aku membuka pintu,"Reza?" Reza mengajakku bicara di luar,"Aku ingin bicara denganmu.Ini mengenai Evi." Saat itulah petugas hotel juga datang,mengajak aku ke taman untuk menunjukkan hasil kerjanya apa sudah sesuai keinginanku atau belum.Aku memandang ke arah Reza,"Kita bicara di taman saja.Mari!" Aku lupa kalau hpku kutinggal di meja.Aku juga tidak memberi tahu Evi karena kupikir hanya sebentar lagipula Evi biasanya mandinya lama he..he...biasa wanita. ¥♧♧♧ AKU BERHARAP WAKTU TAK BERGERAK AGAR KAU DAPAT KUDEKAP...( Reza pov ) Aku melihat Irwan nampak bersinar wajahnya.Ia pasti bahagia.Kami berjalan menuju taman sambil bercakap2,"Kau ga bilang sama Evi kalau mau ke keluar kamar?" Irwan malah jawab,"Evi lagi menikmati kado pertamaku he..he.." Kado pertama?Hatiku tercekat,Irwan pasti sangat mencintai Evi sampai kadonya saja berlapis.Kulihat ketulusan terpancar dari wajah pria pengacara itu,"Kalian kenapa tidak langsung kembali ke Indonesia?" Irwan merogoh saku bajunya,"Kami masih akan ke Dubai.Disana kami akan melanjutkan bulan madu kami." Bulan madu?Mereka sudah sejauh itu?Tadi saat aku menuju ke rumah,aku melihat dua insan berpelukan di atas jembatan Galata,sepertinya Evi dan Irwan tapi aku mau memastikannya,"Kalian sudah melihat indahnya laut dari atas jembatan Galata?" Irwan kembali merogoh sakunya,"Sudah.Kami bahkan foto2 dan lama disana.Fotonya di hp...mana hpku ya?Aku takut Evi nanti nyari aku.Apa ketinggalan ya?" @♧♧♧MIMPI YANG INDAH SAAT HATI GUNDAH OH BAHAGIA TERBELAH... Hatiku bak dibelah dengan pisau mendengar Irwan cerita bagaimana Evi sangat senang di jembatan Galata,ibu benar mereka begitu bahagia.Tapi aku masih belum percaya karena aku belum melihat Evi.Irwan sibuk menata meja makan dan aksesoriesnya bersama petugas hotel.Aku bilang pada dia,"Aku tunggu di bangku sana ya.Kamu selesain dulu aja.Jangan lupa kue tartnya.Evi suka kue tart diberi strawberry." |\|♧♧♧KEKASIH HATI MUNGKINKAH KAU TAHU KUSANGAT MERINDUKANMU... Irwan hendak meminjam hpku,"Bisa aku pinjam hpmu?Aku mau hubungi Evi.Memberitahu dia kalau aku ada di sini." Aku jadi punya ide,"Biar aku yang telpon sekalian kejutan he..he..dia pasti senang.Bukankah aku sudah seperti sahabat bagi kalian?" Irwan sempat diam tapi aku berhasil meyakinkannya,"Tenang saja kawan!Aku hanya akan ingin membuat kejutan kecil.Aku tidak akan menyakiti Evi." T♧♧♧ANDAI KAN SAJA KAU BALAS CINTAKU INILAH MIMPI YANG TERINDAH.... Irwan akhirnya mengiyakan dan untunglah petugas hotel membuatnya sibuk.Aku lalu berjalan agak menjauh dari tempat Irwan berada.Lokasi dimana Irwan mau mengadakan makan malam memang agak tertutup oleh rimbunnya pepohonan dan tanaman bunga.Aku lalu menghubungi hp Irwan dan Evi yang mengangkatnya. ||♧♧♧LA LA LA LALA...INI MIMPI YANG TERINDAH.... Dari nada suaranya jelas kutangkap kepanikan,kecemasan dan perasaan kehilangan.Aku coba mempermainkan emosi Evi,aku ingin tahu benarkah ia panik karena takut ditinggal sendirian atau karena ga melihat Irwan.Apakah jika ia melihatku maka ia lebih tenang atau bagaimana?Namun kehadiranku tak menghilangkan kesedihan di wajahnya.Matanya mencari2 dan berkaca2.Ia takut.Hatinya mencari pelindung jiwanya.Tempat pelabuhan hatinya dan sayangnya itu bukan aku.Mimpi indahku berakhir sudah... |<♧♧♧INI MIMPI YANG TERINDAH HO... Bahkan aku lihat ia mengangkat gaunnya nan indah berwarna merah agar bisa jalan dengan cepat ke taman.Dan aku makin yakin bahwa ia panik kala kulihat ia tanpa alas kaki menuju taman,ia mencemaskan pria bernama Irwan itu lebih dari dirinya.Evi yang bisanya jaga penampilan kini nyekerman di taman demi segera bertemu Irwan.Ibu...mengapa kau selalu benar?Mengapa?Mimpi indahku harus kuakhiri.Semua demi Evi bahagia. Sudah tahu sekarang kenapa bisa muncul Reza kan?Terus Irvi kapan ketemunya?***see you next eps***
Eps 33 E6 CERBUNG V HARUSKAH BERAKHIR
************************** * HARUSKAH BERAKHIR * ************************** CERBUNG V EPS 33 E6 His Face = Wajahnya ***NAMA BULAN*** Dulu baru bahas Maret ya,sekarang kita bahas bulan April.Adapun nama bulan Aparailis diambil dari kata Aperiri,sebutan untuk cuaca yang nyaman di musim semi.Berarti kalau kita ke Eropa enaknya pas bulan April dong?Mungkin saja karena kita akan menemukan musim semi disana.Musim dimana bunga2 mekar berseri,tumbuhan bertunas dan rumput mulai tumbuh.Indahnya jadi ingat game Harvest Moon deh.Terus kalau Mei?Dalam mitologi Yunani,Maia (Mei ) adalah anak tertua dan paling cantik di antara para Pleiad,ketujuh putri Atlas dan Pleione.Dia dan adik2nya,lahir di gunung Killene di Arkadia.Jadi ingat Scorpion King deh.Saya suka banget film itu.Kapan2 akan saya jadikan cerbung ah...weleh.Maia adalah ibu dari Hermes ( dewa pembawa pesan ),hasil hubungannya dengan Zeus.Kalau Juni?Juni adalah bulan puasa.He..he..lain kali ya untuk bulan Juni.Sekarang saya mau ke lagu penuntun.Lagunya saya suka banget yaitu Aku Rindu Padamu oleh Evie Tamala.Siapa rindu siapa nih?Yuk kita terbang naik permadani menuju Turki untuk mengetahuinya.Terbang...terbang....whooz! ♧ KEMANAPUN ADA BAYANGANMU....(REZA POV ) Aku sebenarnya berniat pergi namun aku ingin tahu benarkah kata Ibuku bahwa Evi bahagia dengan pria bernama Irwan itu.Aku bersembunyi di antara pepohonan dan melihat Evi mencari2 di antara tanaman bunga.Mencari Irwan.Ia terus memanggil nama pria itu dengan nada pilu,"Irwaan!Irwaaan!Kamu dimana?Jangan tinggalin aku!Irwaaan..." Seketika terkenang aku akan sebuah serial yang begitu disukai Evi.Serial silat mandarin berjudul Sepasang Pendekar Rajawali.Begitu sukanya Evi dengan kisah itu sampai beli kasetnya dari berbagai versi dan tahun pembuatan.Aku sampai heran lihat dia menonton tanpa berkedip gitu,"Lihat apa sih Vi?" Waktu itu dia sampai berkaca2 gitu melihatnya,"Ini serial fave aku Za.Kak Igun beliin aku versi terbarunya.Aku suka banget.Romantis banget.Lihat deh.Ku replay ya adegan ini." Aku duduk di dekat Evi dan melihat dia mengulang scene fave dia.Adegannya di sebuah dasar jurang dengan bunga indah di sekitarnya lalu tampak seorang pria berlengan satu mencari2 seseorang,"Itu aktor utamanya ya?" Evi malah menekuk lututnya dan menaruh dagunya diatas lututnya sambil terus melihat,"Iya.Itu Yoko.Kasihan banget dia nyari isterinya.Mereka berjanji akan bertemu setelah 16 tahun berpisah.Kasihan Yoko..." Aku pingin ketawa sebenarnya namun melihat mata Evi berair melihat adegan itu aku ga jadi,"16 tahun pisah?Wah...lama amat.Kok ga setahun aja sih?" Evi lalu cerita,"Isterinya begitu sayang dan cinta pada Yoko sehingga demi kesembuhan suaminya dia menulis pesan begitu.Sebenarnya dia cuma ingin dengan lamanya waktu sang suami akan melupakannya dan melanjutkan hidupnya." ¥¥¥ DIMANAPUN ADA BAYANGANMU... Aku heran mendengar jawaban Evi,"Kok malah dia ingin suaminya melupakan dia ya?" Evi lalu cerita,"Dia terluka dalam dan sekarat.Jika ia mati dulu,suaminya pasti mengikuti.Makanya ia menulis pesan supaya suaminya menanti selama 16 tahun jika ingin bertemu kembali dengannya." Aku kian kepo,"Lha dia sendiri kemana?" Evi memutar lagi adegan yang disukainya,"Isterinya terjun ke dalam jurang.Biar sang suami ga nemuin mayatnya.Tapi ternyata didasar jurang itu ia malah menemukan penawarnya.Obat bagi lukanya.Lihat itu!Mereka akhirnya bertemu...oh..so sweet banget." Aku melihat ke layar tv dan tampak dua insan berlari diantara bunga2,"Iya sweet nian.Kira2 aku pantas ga meranin tokoh utama prianya?" Evi ngekek,"Kamu?Ha..ha..Ada2 aja.Emang bisa silat?Terus yang jadi wanitanya siapa?" Aku memandangnya,"Ya kamulah!Kan pas itu rambut sama panjangnya.Kamu juga suka bunga.Dan kita juga saling cinta kan?He..he.." Eh Evi malah berkata,"Aku jadi Bibi Lungnya?Boleh...tapi kamu jadi Yoko?Kayaknya ga cocok deh...kabuur!!Ha..ha.." Aku ngejar dia,"Eh Evi kok ga cocok sih?Julit deh!" Evi malah ketawa2,"Pokoknya ga cocok...hi..hi..." Dasar Evi.Memang usil dan suka bercanda. ♣♧DI SEMUA WAKTUKU ADA BAYANGMU KEKASIHKU... Kini apa yang Evi katakan akhirnya terjadi juga,aku memang ga cocok meranin Yoko.Melihat Evi sekarang aku seperti melihat adegan film itu lagi.Evi melangkah diantara tanaman bunga nan indah,matanya mencari2 dan wajahnya nampak sedih banget.Kasihan...Kini kau telah menemukan Yokomu Vi.Dia ada dibalik tanaman itu.Melangkahlah sedikit lagi.Aku benar2 seperti melihat adegan serial itu tapi versi nyata.Tak kusangka apa yang dikatakan Evi waktu itu adalah takdir ilahi.Aku bukan Yokomu Vi.Aku memang ga cocok meranin Yoko karena Tuhan memberikan peran itu pada orang lain.Pada Irwan.Dialah Yokomu.Jika waktu itu aku ngekek lihat Evi menangis menghayati filmnya,sekarang aku benar2 menangis melihat adegan di hadapanku. ♧♣♧KUMENANGIS...MENANGISKU KARENA RINDU....( EVI POV ) Aku tak peduli dengan tajamnya kerikil di kakiku.Aku tak peduli dengan rasa pedih yang mendera telapak kakiku.Yang kupedulikan hanya satu dimana suamiku?Dimana dia?Irwan,kamu kemana sih?Aku usap air mataku karena mengaburkan pandanganku untuk mencari Irwan.Kupanggil namanya seperti orang ketakutan,"Irwaaan!Irwaaan!Kamu dimana?" ♣♧♣♣ KUBERSEDIH ,SEDIHKU KARENA RINDU... Dimana dia?Apakah dia baik2 saja?Mengapa ia tidak menjawab?Kusibakkan dahan2 tanaman dengan penuh harap melihat wajahnya.Sedih bener hatiku,betapa aku merindukannya.Betapa aku mencemaskannya.Betapa aku ingin melihatnya.Seperti inikah rasanya dipisahkan dari orang yang kita sayang?Teringat aku akan serial faveku.Kisah sepasang pendekar rajawali.Ternyata seperti ini kesedihan perpisahan.Pantas sampai Yoko,sang pendekar pria dalam serial itu sampai putih rambutnya saking rindunya pada sang isteri yang entah ada dimana.Kini aku mengalaminya sendiri.Taman hotel ini seperti dasar lembah Putus Cinta.Penuh bunga dan sangat indah namun dimana dia yang sangat kurindukan?Dimana Irwan? ♧♣♧♧KUBERDUKA DUKAKU KARENA RINDU.... Hatiku berduka karena jauh darinya.Tuhan,jangan pisahkan aku dan dia.Jangan sampai aku seperti sepasang pendekar rajawali itu,baru bertemu setelah 16 tahun kemudian.Aku takkan bisa hidup tanpa dia selama itu.Sungguh tak bisa.Ini saja aku sudah panik tak melihat dia beberapa menit saja. ♧♧♣♧KUMERANA MERANAKU KARENA RINDU... Tak pernah kusangka aku bisa merasakan perasaan seperti ini terhadap pria selain Reza.Bahkan kehadiran Rezapun tak mampu mengambil nelangsa di hatiku.Hatiku merana.Merana karena kehilangan Irwan.Aku melangkahkan kaki dan aku sampai di sebuah tempat yang dihias dengan sangat indah.Namun yang paling menyita perhatianku adalah sosok di depanku.Punggung itu... ¥¥♧MAU TIDUR TERINGAT PADAMU... Sejak berada di Turki,punggung itu selalu menemani hari2ku.Punggung itu juga pernah tertembus peluru demi diriku.Aku berkaca2 memandangnya berdiri membelakangiku.Ia tampak sibuk menata sesuatu di sebuah meja. ¥¥♣MAU MAKAN TERINGAT PADAMU... Penuh haru dan penuh rasa rindu kupanggil namanya,"Irwan!" Seketika pemilik punggung itu membalikkan badannya,"Evi!" Aku segera berlari mendapatkannya,ia juga berlari mendapatkanku.Aku menghambur ke pelukannya,"Suamiku..." Kudengar Irwan memelukku erat sambil berkata,"Heaven." Aku menangis di pelukannya,"Kenapa kau tinggalkanku?Kenapa kau pergi tidak bilang padaku?Aku takut...." Kuperiksa wajahnya,"Kau baik kan?Tak ada yang luka kan?" Irwan menatap dengan heran,"Luka?Bagaimana kau tahu aku ada disini?Oh...pasti Reza ya yang memberitahumu." Irwan melihat sekitar seperti mencari2,"Mana Reza?" Aku malah jadi heran,"Kau tahu Reza kemari?" Irwan mengangguk,"Iya.Sebenarnya ini sebuah kejutan untukmu..." Aku melihat dengan mata berkaca2 padanya,"Kejutan?Kau tahu ini benar2 membuatku sangat terkejut...Aku tak suka kejutan seperti ini..." Irwan panik melihatku menangis,diraihnya aku dalam pelukannya,"Hey...sayang kau kenapa?Kau tak suka makan malam di sini?" ♧¥♧MAU APAPUN TERINGAT PADAMU KEKASIHKU... Irwan polos sekali,sepertinya ia tak tahu bahwa aku begitu panik mencari dia.Kubasahi dadanya dengan air mataku,"Lain kali kalau mau kemana2 harus beritahu aku.Lihat nih aku sampai lupa pakai sepatu kesini...karena aku...Aku mencemaskanmu.." Irwan segera menyuruhku duduk,"Maafkan aku...aku tak mengira kau akan sepanik ini.Maafkan aku..." Ia berjongkok memeriksa kakiku,"Ini pasti sakit..." Ia mengusap dengan lembut kakiku dan membersihkannya dengan sapu tangannya,"Aku sebenarnya ingin memberimu kejutan yang istimewa di hari yang penting ini.Makanya aku mengatur semua ini.Semula aku mau mengadakan makan malam yang romantis di kamar saja.Tapi Reza menghubungiku dan mengatakan ingin memberimu ucapan selamat juga...jadi kupindah ke taman makan malamnya.Oh ya pasti Reza yang memberitahumu aku ada di sini ya?Mana dia?" Aku memberikan kepada Irwan bungkusan yang diberikan Reza padaku,"Aku bertemu dia tadi.Dia memberiku ini lalu pergi.Ia minta dibukanya saat ada dirimu." Irwan hendak membukanya tapi petugas hotel datang membawa kue tart ulang tahun dan menaruhnya di meja.Aku terpana,"Kau tahu ini hari ulang tahunku?" Irwan menjawab,"Hari sepenting ini masak aku tak tahu?Aku ini suamimu...Selamat Ulang Tahun Sayang...Silakan tiup lilinnya." Aku hendak meniupnya tapi Irwan mencegahku,"Make a wish dulu dong...ayo pejamkan matamu.Mintalah sesuatu pada Tuhan." Kupejamkan mataku dan kulihat bayangan wajah Irwan disana.Akupun berdoa. ♧♣DIMANAPUN ADA BAYANGANMU... Apakah yang diminta Evi?***see you next eps***
Eps 34 Cerbung v HARUSKAH BERAKHIR16
♣♣♣♣♧♧♧♣♣♣♣♧♧♣♧ ♣ HARUSKAH BERAKHIR Eps 34 E7 ♣ ♧ I Have Longed = Lama Kunantikan ♧ ♧♣♣♣♧♧♧♣♣♣♣♧♧♣♧♣ ♧♣CINTA SEJATI YANG BISA MEMBERI TANPA HARUS MENERIMA...( EVI POV ) Aku senang Irwan ingat hari lahirku.Perhatian banget sih.Aku suka.Demi hari ultahku dia menyiapkan semua ini.Makan malam di taman nan indah.Penuh bunga,hiasan disana sini.Dia tahu aja aku suka bunga.Ditambah ada kue tart pula.Wah strawberry!Aku makin terharu.Darimana dia tahu aku suka strawberry cake?Rasanya aku ingin memeluknya dan memberi kecupan sayang dipipinya.Mau bilang makasih.Tapi ntar aja deh di kamar aja.He..he.. ♣♧DIA MEMBAWA DAMAI DAN BAHAGIAKAN JIWA TUK SEMUA MANUSIA... Kupejamkan mata saat akan meniup lilinnya.Make a wish dulu.Dulu aku minta Tuhan mempertemukanku,menyatukanku dengan cinta sejatiku.Kulihat bayangan wajah Irwan kala kupejamkan mataku.Dialah cinta sejatiku.Terima kasih ya Tuhan atas nikmat-Mu kepadaku.Aku yang pernah mencoba bunuh diri kini aku ingin umur panjang agar bisa selalu bersama Irwan.Membuat dia bahagia.Dia mengajariku tentang cinta yang memberi.Aku ingin membalasnya.Aku juga ingin memberi padanya cintaku.Berikanlah kepada kami tahun2 yang penuh kekuatan cinta.Penuh kasih sayang dan saling memberi.Berikanlah Irwan umur panjang dan karuniakanlah anak2 bagi rumah tangga kami.Aku tersenyum membayangkan Irwan menjadi seorang ayah.Pasti sangat indah.Banyak yang bilang Tanah Timur Tengah tanah keramat.Tanah Suci.Berbagai agama memiliki tempat suci di sini.Menginjakkan kaki disini sebuah rahmat tersendiri.Banyak keajaiban disini.Yang mandul bisa jadi punya anak setelah berziarah ke sini.Yang mau cerai bisa jadi rukun lagi.Seperti aku dan Irwan.Dulu kami seperti musuh saja.Ketemu buang muka.Kini ga lihat muka dia semenit saja dah rindu setengah dewa.Kena karma kayaknya.Gething nyanding. ♡♡HANYA CINTA SEJATI YANG BISA BERTAHAN TANPA MENGENAL WAKTU....( Irwan pov ) Evi minta apa ya?Apakah berhubungan denganku?Apapun yang ia minta aku akan selalu bersamanya.Ia cantik sekali dengan gaun merah rancangan kakaknya.Kak Igun.Seperti bunga mawar saja.Cuma mawar yang telah kupetik.He..he.. ♥♡TAKKAN PERNAH SIRNA BAGAIKAN KARANG DI SAMUDERA... Evi itu ibarat samudera.Dalam dan bergelombang.Tapi aku akan seperti karang baginya.Menemaninya dalam alunan waktu.Takkan terkikis cintaku padanya walau angin badai menerpa perahu cinta kami.Kuperhatikan rambut Evi.Panjang dan indah.Ibarat Putri Jasmine saja.Isteriku cantik banget.Mimpi apa aku dapat isteri secantik ini?Kulihat dia menyatukan kedua tangannya.Memohon pada Tuhan.Aku malah terpesona pada cincin di jarinya.Cincin pernikahan kami.Akhirnya cincin itu berada dengan manis di jari wanita yang kudambakan. ¤¤KAN ABADI TUK SELAMANYA... Pandanganku turun ke kaki isteriku.Kasihan dia sampai lupa pakai sepatu.Padahal aku berencana ngajak dansa gitu disini.Kulihat rumputnya basah oleh udara malam Turki.Bagaimana ini?Aha...aku ada ide.Evi sudah membuka mata.Matanya indah sekali.Sepertinya aku melihat telaga disana.Teduh dan mendamaikan jiwa.Ia tersenyum padaku,"Boleh kutiup lilinnya?" Astaga aku sampai terpana dibuatnya,"Oh...tentu saja...Happy birthday to you my love..." Evi nampak bahagia lalu meniup lilinnya.Aku bertepuk tangan disampingnya.Ia lalu memelukku dan mengecup pipiku seraya berkata,"Thank you so much...I love you,Irwan." ♡♥SEPERTI ITULAH CINTAKU UNTUK DIRIMU TULUS DAN APA ADANYA...( Evi pov ) Kutiup lilinnya dan kuraih suamiku dalam pelukanku.Betapa aku mencintainya.Setulus hati.Seperti inikah perasaan sepasang pendekar rajawali kala mereka bertemu lagi?Haru,bahagia dan rindu mendalam jadi satu.Kukecup pipi suamiku yang agak pirus.Berterima kasih padanya atas kadonya,atas perhatiannya dan terutama atas kehadirannya di hidupku.Dia menatapku dan mengecup keningku.Kurasakan cinta yang begitu mendalam mengalir di hatiku.Bisa kurasakan nafas cintanya kala bibirnya menyentuh dahiku,"Selamat ulang tahun sayang.Semoga panjang umur dan berbahagia selalu.Cintaku kan selalu bersamamu." ♥♥DATANG DARI SEBUAH RASA SUCINYA HATI... Yokoku.Irwan ternyata Yokoku.Dia yang dipilih Tuhan untuk peran itu dalam kehidupanku.Aku memandangnya penuh cinta,dan ia menyandarkanku di dadanya.Bahagianya.Aku bersandar disana mendengar detak jantungnya.Aku hampir kehilangan dia di Perancis.Air mataku menetes mengingatnya terkulai di pelukanku bersimbah darah.Jangan ada tragedi lagi ya Tuhan.Jagai suamiku ini.Kawal dengan malaikat2-Mu seperti perisai.Aku akan selalu mendoakan keselamatannya.Aku tak mau terpisah darinya.Kupeluk pinggangnya.Aku akan merawatnya biar lebih gemukan dikit.Ia agak pirus.Makhlum baru saja alami opname di RS Perancis.Suamiku sayang.Irwan Krisdiyanto. ♧♣♧ATAS NAMA CINTA SEJATI...( REZA POV ) Ibu benar.Evi hanya berbahagia bila bersama pengacara itu.Mereka mesra sekali.Kutahankan mataku untuk melihatnya biar bayangan Evi terhapus oleh memory saat ini.Aku tersenyum dan mengikhlaskan mereka.Cinta sejati Evi bukan aku.Bukan Reza.Tapi dia.Irwan.Inilah kebenaran.Harus kuterima.Harus kurelakan.Ikhlaskan Za.Ikhlaskan....atas nama cinta sejati. ☆★DAN BILA ENGKAU TELAH MENGERTI BERAPA BESARNYA ARTINYA CINTA... Ibu,Reza kini mengerti.Betapa besar cinta Evi pada pria itu.Mereka saling mencintai.Aku juga tahu dan bisa merasakan betapa besar dan dalam cinta Irwan pada Evi.Jika tidak karena cinta takkan Evi sampai di Turki.Dia mengantarnya dengan penuh keikhlasan hendak menyerahkan isteri yang dinikahinya padaku.Pria mana yang punya ide segila dia?Aku tertawa pedih membayangkan ia menemani Evi mencariku.Pasti hancur hatinya.Tapi orang yang memberi pasti akan menerima.Itu hukum semesta.Kini Irwan bahagia mendapatkan Evi plus cintanya.Pernikahan mereka tak perlu diakhiri.Justru cintaku yang harus berakhir.Tutup buku di bulan ultah Evi.Ironi. ↑↑↑HINGGA SETIAP NAFAS YANG MENGALIR DI TUBUHMU MENGANDUNG CINTA DARI YANG KUASA... Siapakah aku ini hendak melawan takdir dari Sang Ilahi?Meski diantar hingga ke Turki,Evi tetap tak bisa kumiliki.Meski menyeberangi samudera dan benua,Irwan tetaplah suaminya.Itu garis dari Yang Maha Kuasa.Siapakah aku ini hendak menceraikan yang disatukan Tuhan?Adakah aku lebih berkuasa dari Dia?Tuhan berikan aku hati yang rela.Rela dan ridho melihat mereka bahagia.Berikan aku hati yang ikhlas.Ini adalah persembahanku.Pemberianku.Terimalah hatiku yang merelakan mereka bahagia.Aku rela. Aku pandang mereka sekali lagi lalu kutinggalkan tempat itu,lembah patah hatiku.He..he..emang fil Yoko?Aku tersenyum,"Selamat menempuh hidup baru buat kalian.Selamat tinggal." ♧♣SETIAP NAFAS YANG MENGALIR DI TUBUHMU...( Evi pov ) Saking syahdunya memeluk tubuh Irwan sampai aku lupa potong kuenya.Irwan membelai rambutku dan berbisik,"Kuenya belum dipotong sayang..." Ups...lupa.Aku tertawa kecil,"He..he..lupa.." Irwan memberikan pisaunya,"Silakan Nyonya Irwan...potong kuenya." Aku memotongnya dan tentu saja potongan pertama buat Irwan.Walau tak dihadiri keluarga besar kami,namun aku sangat bahagia.Kusuapkan potongan tadi pada suamiku.Ia memakannya dari tanganku.Sambil memegang tanganku,"Aku suka makan dari tanganmu...rasanya lebih enak." Aku tersenyum padanya.Aku bahagia sekali.Strawberynya disuapkan Irwan ke mulutku,"Kamu suka strawberry kan?Nih..." Aku mengunyahnya,manis semanis kisah cintaku dengan Irwan.Walau ada asamnya dikit tapi itulah nikmatnya strawberry cake.Irwan lalu mengajakku dansa,musik telah disediakan.Lagu khas Turki melow gitu.Aku terpaku melihat Irwan berdiri mengukurkan tangannya,"Maukah Anda berdansa dengan saya Tuan Puteri?" Aku memperlihatkan kakiku yang tanpa sepatu,"Aku cinderella yang kehilangan sepatu kacanya...bagaimana bisa dansa?" ◇◆MENGANDUNG CINTA DARI YANG KUASA...( Irwan Pov ) Evi mengangkat sedikit gaunnya,ga pakai sepatu maksudnya.Aku mendekatinya,meraih tangannya,"Naiklah ke atas sepatuku." Evi terpana mendengarnya,"Seperti Twilight?" Aku mengangguk,"Kau juga tahu adegan itu?" Ia tersenyum dan berkata,"Aku berat lho..." Aku malah godain dia,"Lebih berat mana sama aku?" Ia tersipu,"Julit!" Evi meletakkan kakinya di sepatuku,"Begini?" Wajah kami dekat sekali,jelas saja Evi berdiri di atas kakiku,"Wah kau sama tinggi sekarang denganku." Evi malah melingkarkan tangannya di leherku,"Terus gimana dansanya Pangeran?" Aku lalu berbisik di telinganya,"Ikuti saja gerak kakiku.Kamu diam saja.Aku akan menjagamu agar tidak jatuh.Siap Tuan Puteri?" Evi mengangguk,"Iya.Ini pertama kalinya aku dansa begini.Aku akan peluk kamu erat2 saja ah..." Kamipun berdansa.Dansa dengan gaya Twilight.Twilight sensation.Wah...wah..kebanyakan nonton Twilight nih..
Wah jangan ganggu ah...biar mereka dansa dulu.***see you next eps***
Eps 35 E8 cerbung v HARUSKAH BERAKHIR
♡♡♥♡♡♡♡♥♥♡♡♥ ♡ HARUSKAH BERAKHIR ♡ ♥♡♡♡♡♥♡♡♡♡♡♥ Eps 35 E8 : We Will Go / Kita Akan Pergi →→→Ada seorang pengemis muda.Untuk mengemis dia membutuhkan sebuah tempat duduk.Dia mencarinya di tempat sampah.Sampai dia menemukan sebuah peti bekas yang tertutup rapat,"Aha!Ini dia cocok buat tempat duduk saya." Akhirnya dia menggunakan peti bekas tersebut untuk mengemis di pinggir jalan.Berpuluh2 tahun peti itu menemaninya mengemis.Kini usianya sudah setengah abad dan masih tetap mengemis dengan duduk di atas peti tersebut.Sudah lebih dari 30 tahun dia duduk di atas peti tersebut. Sampai suatu saat ada seorang pria yang menghampiri pengemis tersebut dan memberikan beberapa lembar uang.Sungguh si pengemis merasa senang sebab jarang sekali ada yang orang yang memberi sebesar itu.Pengemis itu berterima kasih,"Terima kasih Tuan,Tuan sangat murah hati." Orang itu menjawab,"Sama2,mudah2an bermanfaat buat Bapak." Lalu ia bertanya dengan ramah,"Ngomong2 apa isi peti yang Bapak duduki?" Si pengemis memandang petinya dengan memandang hina,"Saya tidak tahu.Paling sampah atau kosong.Lha saya nemunya juga di sampah." Orang itu bertanya lagi,"Sudah coba dilihat?" Pengemisnya ngekek,"Buat apa repot2 membuka peti itu?" Sang Tuan menyarankan,"Buka saja mungkin akan bermanfaat untuk Bapak." Merasa sudah diberi si pengemis menyetujuinya,"Baiklah kapan2 akan saya buka.Terima kasih atas uang yang sudah Tuan berikan." Namun orang itu sudah menghilang.Si pengemispun heran,"Wah itu tadi malaikat apa hantu ya?Kayaknya aku diberitahu untuk membuka peti ini deh..." Akhirnya diambilnya besi dan dibukanya peti itu dengan paksa dan alangkah terkejutnya dia.Ternyata selama 30 tahun lebih dia menduduki berkilo2 emas!!! Kadang kita juga seperti pengemis itu tidak menyadari potensi dalam diri kita.Seorang tukang sapu bisa menjadi Presiden Korsel.Seorang yang cacat bisa menjadi komponis.Seorang ibu rumah tangga ternyata tengah merawat seorang anak yang kelak menjadi pemimpin bangsa.Who knows?Buka peti potensi setiap kita dan bisa jadi kita tak tahu bahwa didalam diri kita terdapat berkilo2 emas dan permata. ♡ SYAHDU MALAM BERLAGU SEPI MENGGIRING RAWAN DALAM TAMAN HATI...( EVI POV ) Dansa ala Twilight bersama Irwan sungguh syahdu.Ga sangka ternyata Irwan juga tahu adegan film itu.Film itu di eps awal mengisahkan bagaimana Edward Cullens,sang vampire yang tampan menyukai Bella.Gadis itu bangsa manusia dan kakinya sedang terluka saat diajak ke pesta dansa kampus.Melihat kekasih hatinya sedang sakit kakinya maka dipakailah cara itu untuk mereka bisa dansa.Aku bersandar di bahu suamiku.Aku suka bau tubuhnya.Dia terus bergerak seiring alunan musik.Aku merasakan damai di hatiku berada dalam pelukannya.Ini sungguh perayaan ulang tahun yang takkan pernah kulupakan. ♡♡GELISAH MENANTI KAU KEMBALI....( ELVI POV ) Resah aku menanti putraku kembali.Dia belum menghubungiku.Aku harap dia tak melakukan hal yang akan dia sesali.Aku berdoa kiranya Tuhan melembutkan hatinya dan membuatnya ikhlas dengan semua yang telah terjadi.Berikanlah jodoh buat putraku ya Allah.Jodoh yang akan menghiburkan hatinya.Berikanlah perjumpaan2 ilahi buat putraku.Aku mohon pada-Mu. ♥MANJA MENAGIH BUJUKAN DI SISI...( IRWAN POV ) Aku suka jika Evi manja kepadaku.Ia menyandarkan kepalanya di bahuku,kaki kami menyatu melangkah seturut kakiku.Kupeluk pinggangnya,"Kau minta apa pada Tuhan tadi?" Ia tersenyum sambil berkata,"Aku kasih tahu ga ya?" Aku pura2 ngambek,"Ya udah kalau ga mau kasih tahu...gpp.." ♡♡KERANA DESAKAN CINTAKU....( EVI POV ) Aku mendongakkan kepalaku,"Jangan marah padaku..aku sedih..." Kubelai wajah suamiku,"Please...don't angry with me...will you?" ♡♡♡DIRANTAI DIGELANGI RINDU... Kuusap pipinya,ia memandangku sambil menahan senyum,"Pengacara julit..." Ia malah mengecup keningku,"Mana berani aku membuka kasus dengan dirimu sayang..." Aku memejamkan mata menikmati kecupannya,"Awas jangan naik banding lho..." Ia tersenyum,"Kau mengerti tentang hukum juga rupanya?" Kubuka mataku dan bahagia melihat wajah tampan suamiku kini tersenyum padaku,"Kan aku isteri pengacara terkenal..." Suamiku terkekeh,"Terkenal mana sama kamu?" Aku heran,"Memang aku terkenal?" Ia menjawab sambil mengenang masa lalu,"Iya...kau itu bunga di kampusmu.Lagu2mu sudah menggema di radio2.Aku dulu suka mendengarkannya sambil mengerjakan pekerjaanku di rumah.Tak sangka kini penyanyi yang terkenal itu menjadi milikku." Aku tersipu dipuji Irwan,"Kau telah mencintaiku begitu lama...maaf aku baru membalasnya sekarang..." Irwan menempelkan dahinya ke dahiku,"Tidak apa2...cinta memang punya jalannya sendiri...segala sesuatu indah pada waktunya..." Aku memandangnya,"Aku mencintaimu Irwan..." Ia terharu mendengarnya,"Entah kenapa aku kadang masih tak percaya tiap kali mendengar kau mengatakan itu padaku..." Aku memeluknya,"Aku akan membuatmu mempercayai cintaku...Itulah kenapa aku minta umur panjang pada Tuhan agar bisa membalas cintamu...agar bisa menunjukkan bahwa aku benar2 mencintaimu...hanya dirimu...Irwan..." Kubelai kepala suamiku,sampai kemudian ia tertawa mendengar bunyi perutku,"Kamu lapar ya?Yuk kita makan...jangan sampai kamu sakit...nah kita makan dulu ya.." Kulihat Irwan memberi kode pada pelayan hotel dan makananpun disajikan.Wah...aku suka semuanya...apalagi makan ditemani pria yang kucintai.Lebih berselera jadinya... ¤¤¤ SEHINGGAKAN DIRI SANGGUP MENGALAH KEPADAMU....( REZA POV ) Aku menyetop taksi namun saat yang sama seorang wanita juga menuju taksi itu,"Taxi!!" Dia seorang wanita yang berwajah keibuan,"Oh sorry!I must go the airport soon!"( Oh maaf.Saya harus segera ke airport.) Aku menjawab,"Me too.Why not together?"( Saya juga.Mengapa tidak bersama saja? ) Aku mengajaknya masuk ke dalam taxi,iapun tersenyum padaku,"Thank you.My name is Hayati.I am from Indonesia." Aku terpana mendengar ia berasal dari Indonesia sama seperti Evi,"My name is Reza.I live here but I want to go to England now."( Nama saya Reza.Saya tinggal di sini tapi sekarang saya mau ke Inggris.) ¤¤¤DOSAMU KUANGGAPKAN DEBU BISA DITERBANG ANGIN YANG LALU... Kamipun berkenalan dan aku membuat Hayati terkejut kala aku berkata dalam bahasa Indonesia dengan fasih,"Kenalkan nama saya Reza.Saya asli Turki tapi ayah saya orang Indonesia." Hayati terpana,"Kau bisa bahasa Indonesia?" Aku terpana melihat wajahnya,"Saya pernah tinggal di Indonesia juga..." Kamipun bercakap2 dan aku lupa dengan kesedihanku kehilangan Evi,'Senyum gadis ini menyejukkan hatiku.Dia manis juga ya...Aku suka ngobrol dengannya.' Ternyata kami saling mendahului membayar ongkos taxi sampai sopir taxinya berkata,"Are you too husband and wife?Why do the same thing in the same time?"(Apa kalian suami isteri?Kenapa selalu samaan?) Kami tersipu mendengar perkataan sopir itu namun aku lebih tersenyum kala mendengar Hayati berkata,"I am not married.I am still a single Sir."( Saya belum menikah.Saya single Pak.) Makcless dengernya dan aku juga berkata yang sama pada sopir taxi itu.Kami lalu masuk ke bandara bersama,ternyata ia juga mau ke Inggris mau menemui ayahnya.Ayahnya bekerja di kedubes RI di Inggris.Ia ke Turki dalam rangka mengunjungi kerabatnya.Kamipun jadi makin kenal malah naik pesawat yang sama.Melihatnya membuat aku merasa menemukan semangat baru.Aku terpesona....Ibu aku bahagia.Aku bertemu seseorang. }}}KUSEDIA MEMAAFKANMU BIAR AKU BERPARUT SERIBU....( RITA SUGIARTO POV ) Maafkan ibu Evi.Di hari ulang tahunmu,ibu tak memberimu ucapan selamat.Ibu hanya mengirim doa.Ibu tak lupa pada ultahmu sayang.Lihatlah ibu masak enak di sini.Merayakan hari kelahiranmu.Kau puteri ibu satu2nya kini.Bagaimana ibu tidak sayang padamu?Ibu hanya ingin kau belajar menghargai.Biar Nak Irwan yang memberimu perhatian.Biar kau makin mengerti bahwa hidupmu kini bersamanya.Kalian dirantai oleh Tuhan dengan rantai pernikahan.Kalian kini harus saling memperhatikan.Selamat ulang tahun putriku.Semoga Tuhan melembutkan hatimu dan memberi apa yang kau butuhkan.Berikanlah hikmat kepada menantuku,Irwan ya Tuhan untuk menjaga putriku.Beri mereka kebahagiaan.Amin. }}}AGAR SEMBUH LUKAMU PAHITKU RASA MADU...( IRWAN POV ) Melihat Evi makan dengan lahap aku jadi merasa bersalah,"Maaf ya tak memberitahumu kalau aku ke taman tadi.." Ia malah menyuapiku,"Sekali ini aku maafkan tapi lain kali aku harus diberi tahu.Kamu kemana,sama siapa dan ada urusan apa.He..he..arogan ya aku?" Aku memakan makanan yang ia suapkan ke mulutku,"Arogan apa posesif nih?" Evi jadi tersipu,"Dasar emang pengacara jeli orangnya..tahu aja..." Kulihat kado dari Reza di meja,"Reza kenapa pergi ya?Aku bahkan belum sempat ngobrol banyak sama dia.Sebaiknya kutelpon saja gimana?" Evi memberikan padaku hpku,"Hpmu ketinggalan di kamar.Ini kukembalikan pada tuannya he..he.." Kuterima hpnya,"Makasih sayang...aku akan telpon Reza...mau mengucapkan terima kasih atas kadonya.Walau belum tahu apa isinya he .he..." ¤¤¤ PULANGLAH OH KASIHKU KURAYU KEPADAMU.... Namun hpnya ga aktif,"Kenapa ga bisa ya?Apa sudah naik pesawat ya?" Evi menjawab,"Mungkin saja.Dia kan lagi prepare buat konsernya.Kirim sms saja." Evi benar juga akupun menulis sms kepada Reza.Isinya ucapan terima kasih dan menanyakan kabarnya. %%%JANGANLAH DITURUTKAN MAINAN PERASAANMU....( EVI POV ) Aku sudah kenyang,hari juga sudah malam.Udara kian dingin.Irwan melepas jasnya dan memakaikannya padaku,"Dingin ya?Kita kembali saja ke kamar." Aku melirik ke kue tartnya,"Aku mau kuenya diantar ke kamar.Aku suka strawberry cake..." Irwan lalu berpesan pada petugas hotel untuk mengantar kuenya ke kamar kami.Aku tersenyum.Sebenarnya aku suka tulisan di atas kuenya,"Happy Birthday my lovely wife."( Selamat Ulang Tahun isteriku tercinta ). Aku mau kue itu hanya buat aku.Kue itu tanda cinta suamiku.Aku mau menghargai apapun yang diberikan Irwan padaku walau sekecil dan semurah apapun itu.Aku akan belajar menghargainya.Irwan lalu mendekatiku,mau apa ya dia? >>>SERIKANLAH DUNIAKU YANG SEMAKIN TANDUS DAN GERSANG...( Hayati pov ) Tak sangka bertemu pria Turki yang fasih bahasa Indonesia.Aku bagai tersihir melihat dia.Dia tinggi dan tampan.Penuh kharisma.Wajahnya mengingatkanku pada kekasihku yang telah meninggal dulu.Kekasihku meninggal tepat di saat kami memutuskan akan menikah.Dia meninggal dalam kecelakaan saat atraksi pesawat,makanya aku sebenarnya masih trauma naik pesawat.Untung ada pria Turki ini.Namanya Reza.Sepanjang penerbangan aku pegang tangannya,"Maaf aku takut naik pesawat...." Reza tersenyum,"Gpp.Pegang saja tanganku...aku akan menjagamu..." Eh malah habis bicara gitu pesawat melewati area awan,"Aku takut..." Reza menggenggam tanganku makin erat dan mengajakku bicara hal yang lain membuatku lupa dengan ketakutanku.Dia baik sekali.Aku memandangnya penuh kagum.Diakah oase bagi padang gurunku ya Tuhan?Kuharap jawaban-Mu adalah iya. ♡♡DENGAN BELAIAN SENDA GURAUANMU DUHAI SAYANG...( IRWAN POV ) Usai memberitahu pelayan hotel soal kue tartnya,aku mendekati isteriku.Ia heran apalagi kala aku membopongnya,"Wan...kau mau menggendongku sampai ke kamar?" Aku menjawab,"Tentu saja.Kau tidak pakai sepatu.Dan aku ga mau kakimu sakit.Jadi kugendong saja.Ayo kita ke kamar,udara semakin dingin." Evi melingkarkan tangannya di leherku,"Kau romantis sekali sih Pak Pengacara?" Aku tersenyum dan mulai melangkah,"Walau habis sakit tapi aku masih kuat gendong kamu sampai kamar." Evi gembira sekali dalam gendonganku,"Ntar aku kasih hadiah deh...kalau beneran kuat sampai kamar gendongnya...he he.." Aku jadi julit,"Bener ya?Janji lho..." Evi tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di dadaku,"Pengacara julit..." Aku kian semangat melangkah menuju kamar kami.Terbayang hadiahnya... Wah Irwan kuat ga ya kira2?he..he...***see you next eps***
Eps 36 CERBUNG KE-5 HARUSKAH BERAKHIR

→↓↑←↑↓←↓↑→↓↑←↓↑→↓↑← ↓↑ HARUSKAH BERAKHIR ↓↑ ←↓↑←↑↓→↓↑←↓↑→↓↑←↓↑→ Eps 36 E9 : Husband = Suami ↓↓↓PIKIR2 APANYA2 ...APANYA DONG?...( Evi pov ) Rasanya malu tapi hepi gitu digendong Irwan menuju kamar.Sepanjang jalan menuju kamar banyak orang yang memandang kami.Ada yang tersenyum melihat romantisme kami.Ada juga yang tampak menatap iri padaku.Sepasang suami isteri yang tampak sedang bertengkar di tepi taman hotel seketika berhenti saling teriak.Sang wanita malah langsung menangis melihat kami.Aku tanya pada Irwan,"Mereka kenapa?" Irwan malah mengecup keningku,"Mereka perlu disegarkan kembali awal mula cinta mereka bersemi..." Aku perhatikan terus mereka.Kulihat sang pria begitu melihat isterinya menangis segera memeluknya dan meminta maaf.Aku tersenyum dan menyandarkan kepalaku di pundak Irwan,"Mereka sudah baikan." Irwan melihat ke arah mereka,tampak ia juga tersenyum,"Wah...kamu benar sayang.Mereka kini gandengan tangan." ¥ANG SEBELAH MANA SESUATU SANGAT MENARIK?... Usai melewati taman kami sampai di restoran hotel,kembali kami menarik perhatian pengunjung di sana.Aku berkata pada suamiku,"Aku malu Wan..." Eh pak pengacara malah bilang gini,"Mereka hanya iri karena aku menggendong seorang wanita yang sangat mempesona..." Aduh...malah makin erat aku meluk leher dia,"Dasar pengacara julit..." Irwan ngekek,"Julit tapi kamu tertarik kan?" Aduh aku kian merona nih. :-DIA PUNYA APA?... Dari resto kami menuju lift,aku yang menekan tombolnya.Irwan tersenyum,"Terima kasih sayang.Tahu saja tanganku lagi sibuk semua." Aku tersipu,"Iya tanganmu sibuk tapi kamu masih punya tanganku.Kita kan satu.Saling membantu dan melengkapi." $UNGGUH MATI AKU TERTARIK... Kembali kami menarik perhatian orang.Kali ini pengguna lift.Malah ada sepasang kekasih kayaknya langsung pegangan tangan lho begitu lihat kami.Kami menyebarkan atmosfir cinta sepanjang jalan.He..he.. Tapi ada juga yang nanya pada Irwan,"Is she all right?"( Apa dia baik2 saja?) Maksudnya aku apa terluka kok sampai digendong.Irwan menjawab dengan bahasa Inggris,"My wife's feet are sore so I carry her."(Kaki isteri saya sakit maka saya gendong dia).Mendengar jawaban Irwan yang lain berkata,"How sweet you are."( Manis sekali sikapmu.) Irwan malah berkata,"For her I will do anything."(Demi dia saya akan lakukan apapun.) Aku menatap mesra pada suamiku,dia sungguh mempesona hatiku. :-(OBA APA RAMBUTNYA,KENINGNYA SEMUANYA BIASA SAJA...( Irwan pov ) Kukecup kening isteriku kala kami keluar dari lift.Menggendong tubuh isteriku masih baru hal kecil bagiku sedangkan nyawapun rela kuserahkan.Akhirnya kami sampai di lantai dimana kamar kami berada.Aku berkata pada isteriku,"Kita hampir sampai sayang..." :'(OBA AKU LIHAT LAGI YANG MANA YANG MENARIK?... Evi malah melihatku dan membelai wajahku,"Kau masih kuat sayang?" Aku jelas tersenyum,"Kau meragukanku?" Evi menggeleng dan meraba punggungku,"Aku hanya memcemaskanmu.Aku tak mau kau sakit..." |\/|UNGKIN ITU MATANYA,HIDUNGNYA SEMUANYA BIASA SAJA... Ya Tuhan aku melihat mata isteriku berkaca2,"Kamu kenapa malah nangis?" Kami sampai di depan kamar,Evi membuka pintu sambil terharu,"Aku hanya tak ingin membebanimu..." Pintu terbuka,Evi hendak turun tapi aku mencegahnya,"Biar sampai kamar dulu.Aku rindu sekali menggendongmu sampai tempat tidur.Bolehkan Nyonya Pengacara?" |\/|AKIN AKU MEMANDANGNYA MAKIN AKU JATUH HATI....( Evi pov ) Kuraba punggung suamiku,dulu punggungnya terluka kena tembak.Aku masih ingat betapa banyak darahnya.Tidak!Aku ga mau Irwan terluka lagi.Dia ga boleh terluka.Jangan lagi.Aku ga mau kehilangan dia.Sungguh aku telah jatuh hati pada dia.Makin jatuh hati. @PA2 APANYA DONG?APANYA DONG.... Apa?Dia mau nganter aku sampai ke tempat tidur?Romantis sekali.Semua benar2 membuatku tak bisa berkata apa2.Kututup pintu dan menikmati perhatian Irwan padaku.Entah apa yang ia pikirkan sehingga begitu dalam cintanya kurasakan. @PANYA DONG DANG DING DONG.... Ia meletakkanku di ranjang dengan hati2.Ya ampun wangi bunga.Ranjangnya ditaburi bunga.Irwan memandangku begitu dekatnya,"Lihat aku kuatkan?Sekarang mana hadiahnya?" Aku tersipu dan meraih kepala suamiku,wajah kami saling mendekat.Kupejamkan mata.Namun tiba2 terdengar bunyi,"Ding dong!" Tanda ada yang datang,padahal sudah kurasakan hembusan nafas Irwan dipipiku.Kudengar Irwan berkata,"Pasti petugas hotelnya...kamu disini ya biar aku lihat.Nanti kita lanjut lagi..." Aku tersipu namun aku tak biarkan ia pergi lagi,"Aku ikut!" |_AMA2 KUPIKIR2.... Aku berpikir bagaimana jika yang datang adalah orang jahat?Tidak!Aku ga mau dia kenapa2.Irwan heran melihatku memegang tangannys,"Sayang,kakimu kan sakit.Biar aku saja..." @PA KUAT?...( Irwan pov ) Hampir saja aku mencium pipi isteriku,wajah cantiknya mempesonaku.Bau harum bunga kian menambah kecantikannya.Apalagi dengan mata terpejam begini makin mempesona dia seakan sebuah ijin untukku menyentuh dia.Namun sepertinya ada yang datang.Kuusap wajah Evi,betapa aku sangat menginginkan menghabiskan malam bersamanya namun sebagai seorang suami aku harus menjaga dia.Harus lebih mengutamakan keselamatannya.Akupun melepaskan pelukanku di tubuh Evi dan beranjak menuju pintu utama.Tapi Evi meraih tanganku,"Aku ikut..." Aku rasa dia takut aku pergi lagi,"Sayang kakimu masih sakit...apa kau kuat jalan?" |_|NTUNG MASIH PUNYA GENGSI...( Evi pov ) Aku ga peduli Irwan mau mikir aku paranoid atau apa.Aku dah ga peduli dengan gengsi,"Aku bisa jalan.Kan lantainya dari karpet." Irwan membantuku berdiri,"Kau takut aku pergi lagi yach?" Aku biarkan ia membelai wajahku,"Iya...pokoknya kemanapun kamu pergi.Aku ikut." Kamipun melangkah menuju pintu bersama.Kayak lagu,melangkah bersama.Theng...theng... |\/|ASA AKU YANG BILANG DULU... Ternyata benar petugas hotel,"The cake Sir."(Roti tartnya Tuan). Aku lega sekali.Irwan segera memberi uang tip.Petugasnya lalu pergi dengan senyum mengembang,Thank you,Sir." Aku sibuk mencicipi kuenya,Irwan malah nampak sibuk didekat pintu,"Mmh...strawberry..." Aku sebenarnya ingin segera kembali ke kamar tapi aku malu ngomong dulu,'Tunggu Irwan dulu ah...Ngapain ya dia didekat pintu?' $EBELAH HATIKU MAU SEBELAH HATIKU MALU...( IRWAN POV ) Usai petugasnya pergi aku memasang tulisan "Don't Disturb" depan pintu kamar.Aku mau menikmati malam bersama isteriku tanpa gangguan lagi.Evi nampak sibuk melihat kue tartnya.Kupeluk dia dari belakang,"Mau makan kue dulu?" Evi nampak tersipu malu gitu,"Kuenya bisa dimasukin kulkas..." :-(OBA KULIHAT LAGI DIA GAYA.... Tak percaya aku denger Evi bilang gitu,"Yakin ga mau makan kue dulu?Strawberry cake lho..." Ia malu dan berbalik memelukku,"Aku memang suka strawberry cake tapi aku lebih suka yang kupeluk sekarang..." @KUPUN HARUS DIAM TENANG... Aku cuma menggodanya tapi jawaban dari bibir Evi membuatku terdiam haru,"Lebih suka yang kamu peluk?" Evi menengadahkan wajahnya,"Iya...aku lebih suka kamu..." Kudekap dia dengan eratnya,"Aku mencintaimu sayang..." Evi membalas pelukanku,"Aku juga Irwan...aku juga..." ₩ALAUPUN KALAU AKU PERGI...(REZA POV ) Hayati tertidur dibahuku,tenang sekali dan juga membuatku menyadari bahwa aku masih bisa bahagia meski Evi pergi dari hidupku.Kini aku mengerti mengapa ia bisa jatuh hati pada Irwan,Irwan ada bersamanya di saat2 ia begitu terpuruk.Disaat ia tak melihat harapan.Irwan memberinya harapan,memberi jangkar bagi jiwanya agar tenteram dan teduh kembali.Ibarat berlayar ia perahu yang diombang-ambingkan angin dan gelombang.Ia tak bisa melihat apapun.Kabut menghalangi pandangannya.Apalagi di tanah asing seperti Turki.Ia pasti bingung.Kan belum pernah ke sini.Namun Irwan menemaninya dan memberinya rasa aman.Ia merasa ditemani,dihargai dan akhirnya malah jatuh hati.Aku tak menyalahkanmu Vi.Aku justru merasa bersalah tak ada disisimu saat kau melalui masa2 terburukmu.Seperti dalam film "The Hunger" bahwa kita takkan bisa lupa pada orang yang menjadi harapan terakhir bagi kita.Benar,pantas Evi ga bisa meninggalkan Irwan.Saat Irwan memberi dia apa yang ia butuhkan sebenarnya Evi sedang mengikatkan diri dan membuka hatinya untuk Irwan.Orang yang memberi memang akan menuai.Pasti menuai.Inilah hukum semesta.Sebuah pelajaran tentang cinta yang kudapat dari kisah mereka.Aku kian ikhlas melepas Evi untuk Irwan.Tuhan,ini hatiku yang hancur berkeping2 kuserahkan padamu hingga serpihan terakhir.Kuikhlaskan Evi bahagia.Aku restu ya Tuhan. :-DIA MENCURI PANDANG...( Hayati Pov ) Aku tiba di landasan udara untuk menyaksikan kekasihku ...ehm tunanganku ding melakukan atraksi pesawat.Hari ini hari dirgantara dan dia mendapat kehormatan untuk melakukan atraksi tersebut.Aku dengan bangga melambai padanya.Namun tak kusangka itu lambaian terakhirnya.Pesawatnya gagal melakukan manuver dan malah jatuh dan meledak dekat sebuah perkampungan.Tidaakkk!!! Aku terbangun karena mendengar kak Reza,pria Turki yang kutemui saat mau naik taxi membangunkanku,"Hayati...Adik Hayati...bangun dik..." Aku terengah2 dan segera memeluknya kala aku sadar aku berada didalam pesawat,"Aku takut...aku takut..." Kak Reza memelukku mengusap punggungku sembari berkata ,"Tenang...aku disini...aku bersamamu...jangan takut ya?Kau hanya mimpi buruk." Seorang pramugari datang,"Is she all right?Do you need anything for her ?Drink may be?"(Apa dia baik2 saja?Apakah Anda butuh sesuatu buat dia?Minum mungkin?). Reza meminta teh untukku,"Tea please.It will calm her.Thank you."(Teh saja.Itu akan menenangkannya.Terima kasih.) Pramugari itu mengangguk dan pergi.Keberadaan Kak Rezalah yang menenangkanku.Terlebih dia sangat mirip dengan kekasihku.Tingginya,wajahnya.Semuanya.Bedanya satu dia hidup.Dia tidak mati.Mendengar degup jantungnya sungguh menentramkan hatiku. €H MULAI BERANI SENYUM DAN MENANTANG...( IRWAN POV ) Kulihat Evi tersenyum dan malah berkata begini,"Kecuali kau ga mau hadiahnya..." Wah nantang kayaknya,"Hayo janji harus ditepati lho..." Evi senyum2 dan aku segera berbisik di telinganya,"Aku sudah pasang tanda kok di pintu.." ♡♡♡TAK TAHUNYA DIA MEMANG KEKASIH YANG KUSAYANG....( Evi pov ) Aku pura2 ga tahu,"Tanda apa?" Irwan mengecup pundakku,"Masak tidak tahu?Tulisan "Don't Disturb" Nyonya Irwan..." Aku menggodanya lagi,"Maksudnya apa ya?Ga begitu ngerti bahasa Inggris..." Irwan tampaknya gemes deh sama aku.Bukannya jawab malah dia membopongku,"Eiit!!" Ia melangkah menuju tempat tidur,"Kuterangkan di dalam saja ya arti tulisan itu?He..he.." Aku menyembunyikan mukaku didadanya.Ia tersenyum. Yang lagi mesra,tenang...ga akan diganggu kok.Soale penulise mau ngobor dulu.***see you next eps***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar