RATU HATIKU^^^ EPS 13-24


Eps 13 CERBUNG
KE-7 RATU HATIKU
↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓ ↓↓ RATU HATIKU ↓↓ ↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓◆↓↓
Eps 13 : Neither Be Troubled = Jangan Diresahkan
↓↓◆ISTANA SUMENEP... Permaisuri Inul nampak melihat foto2 kedatangan Isda dan Hazman di bandara.Ia menjadi tegang wajahnya,'Untuk apa perempuan itu kembali ke sini?Setelah sekian lama meninggalkan istana.Apa dia mau mengganggu acara penobatan Putraku menjadi Pewaris Tahta?Benar2 aku harus waspada.Jangan sampai dia merebut semua yang telah kuperjuangkan selama ini.Apalagi jika dia sampai mengambil hati Paduka lagi.Yang Mulia tak boleh terkena rayuannya.Memang dulu mereka punya kisah asmara tapi itu sudah berlalu.' Ikif nampak heran melihat muka Permaisuri nampak geram,"Maaf Permaisuri.Apa perlu saya ambilkan sesuatu?Sepertinya Yang Mulia Permaisuri nampak resah." Inul menggeleng,"Tidak perlu Dayang Ikif.Saya hanya sedikit lelah.Tapi bukan berarti saya tidak waspada.Saya takkan selemah itu." Ikif kian heran,'Apa maksud perkataan Permaisuri ya?' Permaisuri mendekati Ikif dan berkata,"Jangan sampai setiap gerak gerik Putri Isda dan putranya lolos dari pengamatan.Pastikan mereka selalu dipantau.Kamu mengerti Dayang Ikif?" Ikif keder juga,"Tentu Permaisuri." Memang sudah lama Inul memendam rasa permusuhan pada Isda.Terlebih dulu Benigno adalah kekasih Isda.Hanya demi tahta dan status sebagai Permaisuri,Isda memilih menggoda Kakak Benigno.Hal itu membuat istana sempat tegang karena dua pangeran memperebutkan satu wanita.Oleh Raja, Benigno dinikahkan dengan Inul.Sedang Isda menikah dengan kakak Benigno karena Isda terlanjur hamil.Sayang sebelum naik tahta,kakak Benigno malah sakit keras dan akhirnya meninggal.Tahta tak mungkin dipegang oleh anaknya yang masih kecil.Maka Benpun naik tahta.Namun Isda kembali menggoda Ben dan diusirlah dia dari istana oleh Mendiang Raja.Hazmanpun dibawa serta.Padahal Irwan dan Hazman sudah sangat akrab. Kita lihat Ben saja,masihkah Isda didalam hatinya?Yang Mulia Benigno sedang bicara dengan Samuel perihal perkembangan Irwan.Samuel sangat menyayangi Rajanya,"Paduka,sebaiknya semua urusan mengenai Putra Mahkota jangan terlalu dirisaukan.Pangeran Irwan selalu memenuhi tanggung jawabnya dengan baik.Pangeran itu seperti Anda,penurut.Walau diluar terlihat keras tapi hatinya lembut didalam." Ben tersenyum,"Kau itu selalu saja melindungi Putraku.Terima kasih Samuel.Kaulah yang sudah membimbingnya bahkan kau lebih dekat dengannya daripada denganku.Kesibukanku sebagai Raja membuatku jarang punya waktu bersamanya.Apakah menurutmu aku ini ayah yang baik?" Samuel bingung juga dicurhati sama Rajanya,"Paduka,semuanya hanya perlu komunikasi saja.Namun saya yakin Pangeran memahami kesibukan Anda." Benarkah itu?Kita lihat dia saja. ♡¤♡KAMPUS WIRARAJA... Mobil kerajaan yang membawa Irwan sudah tiba di kampus.Langsung deh pada nyerbu,"Pangeran Sumenep!Pangeran Sumenep!" Langsung deh pengawal bersiaga mengawal Irwan menuju kelasnya di fakultas Hukum. Sementara itu sepasang mata memperhatikannya,'Sepupu..sepupu...Kamu emang punya daya magnet didalam dirimu.Punya basic leader.Tapi coolnya kamu itu lho kok ya ga hilang2.Dasar manusia es.' Sepupu?Hazman dong? Hazman melihat Evi datang dengan sepedanya,"Kenapa tanganmu ?Jatuh ya?" Evi melihat ke jarinya yang dia plester,"Ga.Ini biar ga kena dompo kok.Kan lagi musim tomcat he..he.." Hazman gumun,"Dompo?Tomcat?" Evi malah asyik lihatin Irwan yang diajak main basket sama teman2nya.Ada yang mainnya agak kasar sampai Irwan jatuh,"Bruk..!!" Evi langsung reaksi,"Awas!Aduh..." Hazman heran,'Aneh Irwan aja yang jatuh diem..kok yang aduh2 malah kamu Vi???' Bodyguard Irwan segera mendekat hendak bantu junjungannya dan menghardik yang bikin Irwan jatuh,"Pangeran...!!" Irwan ga mau ditolong dan diperhatikan,"Gpp!Aku sedang main sama temenku..." Irwan memang ingin merasakan gimana menjadi rakyat biasa bisa main sama temannya,ga perlu dikawal dan ga ribet bin jlimet.Irwan memang sedikit lecet tapi ia gpp,ia malah mendekati Evi,"Kamu pasti punya stock Hansaplast kan?" Hazman melihat Evi salting lihat jarinya yang dia plester semua pakai hansaplast,'Evi sama Irwan kok ga canggung ya?Tumben Iceprince begitu?' Evi mengambil Hansaplast di tasnya sedang Irwan segera duduk di sebuah bangku sambil melinting hemnya,"Pasangin sekalian ya.." Evi kikuk juga mana Shiha cs ngelihatin lagi dengan sinis.Irwan heran lihat Evi ragu,"Ayo!Sakit nih!!Lambreto deh.." Evi manyun,'Nih anak kagak ngerti danger area ya?Malah manja lagi...tapi kasihan juga sih...' Irwan menyodorkan lengannya,"Ya situ...pelan2 ...sama calon suami yang halus dikit..." Hazman untung ga dengar sebab Irwan ngomongnya sambil berbisik pada Evi. Evi sebel banget,"Manja.." Eh digoda sama Irwan,"Tapi manis kan?" Irwan ngekek,'Aku suka sekali ngerjain gadis ini.Si kucir kuda.Mukanya lucu kalau manyun gitu...he..he...' Hazman menyapa sepupunya,"Kamu itu selalu dikawal ya Wan..Susah kayaknya hidup di istana." Irwan malah melirik Evi,"Denger kan?Hidup di istana itu ga gampang." Usai berkata begitu seorang pengawal mendekat,"Pangeran perlu dichek up?" Irwan menggeleng dan meraih jasnya,"Tidak perlu.Hanya lecet itu biasa...lagipula..sudah diobati..kalian jangan khawatir.Aku baik2 saja..." Irwan lalu memandang Hazman,"Sepupu.Aku ke kelas dulu...dan kau.." Irwan memandang ke arah Evi,"Aku akan bayar hutang hansaplastnya nanti malam..." Evi terkesiap mendengarnya,'Nanti malam?Astaga!Ntar malam kan pihak istana mengundang makan malam...iih...' Bagaimana makan malamnya nanti?***see you next eps***
Eps 14 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
》♡》♡》♡》♡》 ♡ RATU HATIKU ♡ ♡》♡》♡》♡》♡》 Eps 14 : Seem To Be Joyous 》Terlihat Gembira ♡》》KAMPUS WIRARAJA... Hari itu baik Irwan maupun Evi ga konsent di kelasnya.Evi terus memainkan cincin di kalungnya sembari merenung,'Benarkah hidup di istana itu tidak mudah?Apa ini cara si Ikan Sapu2 itu menakutiku?Si Ikan Sapu2 itu ngeselin ...he..he..tapi dia manis kalau manja gitu...' Evi senyum2 sendiri sampai dosen heran,"Kamu !Siapa namamu?" Evi disenggol teman sebelahnya,"Vi!Hey!Kamu ditanya..." Evi kaget dan jawab,"Ikan Sapu2 Pak!" Semua langsung ger2an,"Ha...ha..ha..Ternyata Evi nama lainnya adalah Ikan Sapu2...ha..ha.." Evi blingsatan,"Maaf Pak...maksud saya..." Dosen geleng2 kepala,"Baiklah Nona Ikan Sapu2...sekarang kamu ke depan dan jelaskan semua yang saya presentasikan tadi!Kalau kamu ga bisa saya akan kasih kamu hukuman karena sudah melamun di kelas saya!" Evi makin jadi ger2an kala ia bingung dan semua melihat jari tangannya diplester semua,"Lihat jarinya kenapa tuh?Jangan2 dia jebolan RSJ nih...iya aneh ya...dia aneh ya.." Semua bisik2 dan ngekek.Dosen sedakep,"Ga bisa nerangin kan?Makanya jangan kebanyakan mikir ikan sapu2!Sudah jam saya sudah habis.Saya harus ke Fakultas Hukum.Kamu saya hukum harus bantu saya presentasi di sana.Ayo!" Semua menyoraki Evi,"Rasain!Huu!!Huu!" Evipun mengikuti dosen ke fakultas Hukum.Wah fakultasnya Pangeran Sumenep nih. Evi deg2an kala memasuki fakultas itu,'Aduh!Gimana nih..?' Dosen menyuruh Evi membawa semua bahan presentasinya,"Nanti kamu harus bantu saya pasang slidenya.Dengerin dan kamu harus dapat tanda tangan Pangeran Sumenep di buku ini." Evi heran,"Tanda tangan Pangeran?Buat apa Pak?" Dosen berbisik,"Anak saya itu ngefans sama dia.Kamu tahu?" Evi manggut2,'Ya ampun apa juga yang disukai dari si Ikan Sapu2 itu?Heran deh...' Memasuki kelas Dosen menyapa,"Selamat siang semua!Hari ini saya bawa asisten.Mahasiswa juga.Saya ambil tadi dari fakultas ekonomi.Jadi hari ini saya akan menerangkan dengan dibantu asisten saya.Siapkan catatan kalian!" Semua memandang ke arah Evi,termasuk Irwan. Irwan yang sejak tadi tampak cool tiba2 jadi tersenyum,'Si Kucir Kuda ngapain ada di sini?Pasti bikin ulah dia.He..he...kubayangkan nanti di istana dia pasti akan bikin heboh juga.Ha...ha...bakal banyak pertunjukan nanti.Pasti istana ga akan boseni lagi.' Irwan berbisik pada sebelahnya,"Hewes..hewes..." Habis dibisiki langsung angkat tangan dia,"Pak!Interupsi!Kenalin dulu dong asisten dosennya...ya ga teman2?" Semua jawab,"Iya Pak!" Dosen lalu berhenti menerangkan,"Baiklah.Tadi saya nanya namanya dan dia bilang namanya Si Ikan Sapu2...Jadi panggil saya dia Miss Ikan Sapu2..bagaimana?" Semua ngekek,"Miss Ikan Sapu2?He..he..lucu juga ya...ha..ha..hi..hi.." Irwan memandang Evi,'Wah aku harus cari tahu ke Rizky nih kenapa dia bisa ada di sini.' Irwan mengangkat tangan,"Pak!Saya permisi ke belakang." Dosen menjawab dengan hormat,"Silakan Pangeran." Ia malah nyuruh Evi ngejar Irwan,"Nih bukunya.Mintain tanda tangan Pangeran.Harus dapat!" Evi manyun tapi segera mengejar Irwan ke arah toilet,'Mana tadi Si Ikan Sapu2?' Irwan rupanya berada di dekat sebuah pilar asyik nelpon Rizky,"Oh...jadi begitu?Lucu juga ya?Makasih infonya ya...Apa?Aku kepo?Udah ya.Aku harus segera kembali ke kelas." Evi ngos2an nyari Irwan,'Ya ampun dia dimana sih?Ditoilet pria ga ada.Huhh!Aku haus.Oh iya tadi kan aku beli minuman es coklat.Minum dulu ah...' Sambil minum Evi celingukan nyari Irwan dan malah tubrukan sama Irwan,"Bruk!!" Es coklat Evi nyiprat ke kemeja Irwan,"Ya ampun maaf!Maaf!!" Sepatu Irwanpun juga kena,"Ya ampun sepatu ketznya juga kena.Maaf...maaf..." Irwan membersihkan kemejanya,"Kamu pasti sengaja ya biar bisa megang aku kan?" Evi yang jongkok bersihin sepatu Irwan langsung mendongak,"Apa?!Enak aja!Aku tuh disuruh dosen nyari kamu." Irwan melepas sepatunya yang kotor kena es Evi,"Alasan!Lihat nih sepatuku juga kotor nih.Udah ga usah dibersihin!Dibuang aja sepatunya." Evi melihat Irwan menelpon,"Bawakan aku sepatu.Sepatuku kotor.Cepat!Aku di dekat kelas." Evi mengambil sepatu Irwan,"Jangan dibuang!Ini masih bisa dicuci.Biar aku cuci." Evi melihat Irwan berdiri di lantai dengan hanya memakai kaos kaki,itupun segera dia lepas karena juga basah,"Gara2 kamu nih.Basah semua." Evi keingat kalau dia harus minta tanda tangan,"Aku mau nyuciin kaos kakimu asal kamu mau teken buku ini.Bagaimana?" Irwan melirik buku yang dipegang Evi,"Buku apa ini?Kenapa aku harus teken?" Evi memohon,"Ayolah...anak pak dosen itu ngefans berat sama kamu.Kumohon teken ya?Please...Biar hukumanku cepat selesai.Tanda tangan ya...?" Irwan melihat bodyguardnya datang membawa sepatu ganti,"Ini Pangeran.Sekalian saya bawakan kaos kaki juga." Irwan menerimanya,"Terima kasih.Kamu bisa pergi." Irwan punya ide,"Aku mau teken asal kamu makaikan sepatu aku.Bagaimana?Anggap aja kamu latihan melayani suami.Deal or not?" Evi memandang ke kaki Irwan,"Aku harus masangin kaos kaki juga?" Irwan duduk di sebuah bangku,"Iya dong.Nih kaos kakinya yang baru.Gimana mau tidak?" Evi akhirnya menurut,"Baiklah.Nih bukunya." Irwan terkekeh saat menerima bukunya,Evi segera berjongkok masangin kaos kaki ke kaki Irwan. Evi berdebar2 megang kaki Irwan,'Ya ampun putih bener sih?Beda banget sama aku.' Irwan sibuk teken,"Halaman depan aja kan?" Evi jawab,"Iya.Yang gede ya...biar jelas." Irwan tanda tangan sambil melirik Evi,"Kenapa?Terpesona lihat kakiku?Dasar ngeres!" Evi manyun,"Kamu tuh yang ngeres!Orang makaiin kaos kaki kok....mikir yang ga2." Irwan ngekek dalam hati,"Dia lucu juga ya...aku yakin istana bakal ga bosenin nanti.Hi..hi...lucu dia!' Evi selesai makaikan kaos kaki,"Sekarang sepatunya mana?" Irwan menaruh sepatunya di lantai,"Sekalian ditali yang bener." Eh adegan itu difoto sama wartawan,"Jepret!Jepret!" Evi sama Irwan jelas kaget,"Hey!!Kalian!Sini!" Kedua wartawan itu ditangkap sama bodyguard Irwan,"Maaf Pangeran.Kami hanya ingin mendapat berita soal Pangeran.Sebab kalau ada berita tentang Anda koran kami laris." Irwan malah punya ide,"Baiklah aku beri kalian waktu 1 menit ambil foto aku.Habis itu kalian pergi.Ok?" Wah mereka seneng banget dan malah memfoto Irwan dengan Evi,"Apa ini ya calon isteri Pangeran yang dirumorkan itu?" Irwan berkata,"Aku tidak mengijinkan sesi tanya jawab.Hanya memfoto." Irwan malah pose dekat Evi gitu,wah langsung difoto sama wartawan2 itu,"Jepret!Jepret!!" Irwan melihat jamnya,"Waktu habis.Kalian boleh pergi." Mereka berterima kasih lalu ngacir dengan wajah hepi,"Wah ini bakal jadi headline:Sang Calon Isteri Putra Mahkota....keren kan?" Evi dan Irwan segera kembali ke kelas,semua heran melihat mereka datang bersama.Apalagi Shiha,'Kenapa sih kayaknya tuh cewek miskin makin deket aja sama Irwan?' Evi lega sudah dapat tanda tangan Irwan,'Leganya...akhirnya aku bisa dapat tanda tangan dosen di kartu sks aku.Aduh...' Ridho deketi Irwan usai mata kuliah kelar,"Wan kamu ga nelpon Ega nanyain kabar gitu?" Irwan melangkah menuju parkiran mobilnya,"Aku ga mau ganggu dia.Biar dia fokus pada cita2nya.Bukankah itu impian dia.Aku mau pulang.Nanti malam aku ada acara penting." Ridho melihat Irwan memainkan sebuah syal,"Tumben kamu suka syal Wan?" Irwan tersenyum,"Oh...ini ...ini milik seseorang.Sudah ya aku harus pergi.Bye..." Irwan memasuki mobilnya,'Ega...Evi...Evi...dia lucu banget.' Irwan memandang sepatunya sambil tersenyum.Sopirnya sampai heran,'Tumben Pangeran Es tersenyum he..he..' Mobil Irwan melaju meninggalkan kampus.Melewati fakultas Ekonomi.Irwan menatap gedungnya,'Evi...Si kucir kuda yang pemberontak dan susah diatur...benar2 lucu...' Sementara itu Evi melihat dari balik pohon,'Si Sumenep lewat.Lihat mobilnya aja aku dah deg2an...gimana kalau tinggal seatap sama dia?' Ternyata ga cuma Evi yang mikirin Irwan,Ega di Perancis juga mikirin Irwan. ♡¤♡PERANCIS... Ega melihat hpnya,'Irwan kok ga nelpon sih?Sms kek?' Ega sedih dan membanting hpnya ke ranjang,'Irwan apa sibuk banget ya?Atau dia udah lupain aku.' Salah sendiri nyuekin Irwan dulu.Sekarang kangen.Weleh... Gimana jika Ega tahu kalau Irwan sudah dijodohkan ya?***see you next eps***
EPS 15 CERBUNG KE-7 RATU HATIKU
“ Refuse Not Him “ / “ Tidak Menolak Dia “
!!! OPEN HOUSE : Makna Pekerjaan Anda…

Oleh : JAMES GWEE

Beberapa waktu yang lalu Saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahun-an yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.
Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik.
Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan “seadanya”, namun pengecekan yang seksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.
Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukakan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim biasa mengecek pintu 30 kamar. Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu? Kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar. Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! Saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. Saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin Saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.
Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan Saya. Dia mengatakan, ”James, dari pertanyaan Anda, Saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini, tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.
“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal di dalam kamar. Akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka dan karyawan yang berada di bawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan seorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya.” Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati dan dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.
Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah kita tahu benar makna dibalik pekerjaan kita? Katakanlah kita mungkin seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah kita tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer atau Kadiv ?
Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.
“ I pray may the meaning of life itself,how great the meaning of your genesis and how great your destiny are become your guide through the years.May the kindness of you heart shinning more and more.It’s a blessing to have you as a friend.Happy birthday to you Rossi”s mania.He…he…”
Oke sekarang kita ke cerita.Acara makan malam di istana ya?Waduh penulise fasting ki …

@@@ ISTANA SUMENEP…
Sementara Irwan otw menuju istana mau prepare buat dinner ntar malam,di istana,Permaisuri malah menyuruh dayang utamanya untuk menuju ke rumah Evi.Ikif dong?Yoi,man.Wah Reza pasti seneng banget nih.Iya ya…
Ikif datang mendekati Inul yang nampak serius memeriksa laporan kondisi istana belakang,”Permaisuri memanggil saya?”
Inul menjawab,” Aku ingin kau benar2 serius dalam mempersiapkan pernikahan putra mahkota.Pernikahan ini sangat penting karena jika sampai kacau maka jalan Putraku menuju tahta juga akan terimbas.Apalagi sekarang dengan kembalinya Putri Isda dan putranya ke Sumenep,jelas mereka pasti mengincar tahta.Jika sampai Putraku berhasil memenuhi amanat mendiang Raja terdahulu maka akan semakin kokohlah tahtanya kelak.Kau mengerti maksudku bukan Dayang Ikif?”
Ikif mengangguk,”Saya mengerti Permaisuri.Saya akan persiapkan semua dengan baik.Saya lihat calon mempelai wanitanya kurang memperhatikan pennampilan,saya akan membantunya supaya Yang Mulia Putra Mahkota berkenan.Saya sudah siapkan team make over untuk hal ini Permaisuri.”
Inul tersenyum,”Bagus!Kinerjamu memang selalu bisa kuandalkan.Pastikan semua tenaga ahli yang tergabung di team itu adalah orang2 yagn kompeten di bidangnya.Jangan sampai ada hal sekecil apapun bisa menghancurkan semuanya.”
Ikif menjawab,”Pasti Permaisuri.Semua orang dalam team tersebut adalah designer ternama,penata rias terbaik,penjahit berpengalaman,belum yang lainnya.Permaisuri pasti akan puas dengan kecakapan mereka dalam bekerja.”
Inul berdiri,”Bagus!Segeralah berangkat juga jangan lupa pastikan bagian dapur istana menyiapkan menu yang disukai Putra Mahkota dan keluarga calon mempelai.Aku akan menemui Ibu Suri untuk membahas makan malam nanti.”
Ikifpun membungkuk member hormat kala Inul melangkah pergi menemui Ibu Suri.Ikif sendiri juga segera berangkat menuju rumah Evi.
Wah Evi mau dimake over nih.Bakal terpesonakah Irwan nanti?

###RUMAH EVI…
Kala sampai di rumah,Evi disambut Rita dengan wajah ceria,”Vi,ayo kita segera pergi bersiap.Dayang Utama sudah menanti.”
Tentu saja Evi heran,”Ini kan masih sore Bu?Apa ga terlalu dini bersiap sekarang?Lagian Evi mah ga perlu dandan.Simple aja.”
Rita berbisik,”Ga bisa seenaknya begitu Vi!Kan kita mau menghadap Raja?”
Hamdan juga setuju dengan pendapat isterinya,”Iya Vi.Kita jangan bikin masalah dengan keluarga kerajaan.Kamu ga ada rencana menolak perjodohan ini bukan?”
Evi iba melihat ayahnya,’Kasihan Ayah jika aku menolak perjodohan ini.Lagian tidak ada salahnya bukan menyenangkan orang tua?Kasihan jika mereka harus hidup terlunta2 karena aku menentang perjodohan ini.Walau Si Ikan Sapu2 ga cinta sama aku tapi aku rasa kami bisa berteman.Aku yakin suatu hari dia akan menerimaku.Syukur2 bisa mencintaiku…ngarep..’
Evi memegang tangan kedua orang tuanya,”Evi janji Evi ga akan bikin kalian sedih…Evi janji!”
Hamdan lega banget apalagi melihat cincin di kalung Evi,”Syukurlah Vi.Terima kasih ya sayang…”
Sementara itu Ikif sedang ditemani Reza diruang tamu,”Ehm…Nona Dayang he..he..saya nanti juga dimake over kan?Biar ga kalah sama Pangeran Sumenep.Hi..hi..”
Ikif tersenyum<”Tentu saja.Semua nanti akan ikut saya untuk dimake over.Bukan karena pihak istana tidak mau menerima kalian apa adanya tapi karena demi menjaga nama baik kalian juga.Makhlum diluar banyak paparazzi yang suka membuat berita yang aneh2.Jangan sampai ada pihak yang menjadikan kalian sebagai sarana untuk  kepentingan atau ambisi pribadi mereka.”
Awalnya Evi ga mau ikut tapi Reza berhasil membujuknya<”Ayolah Vi,masak kamu ga mau lihat kakak kamu hepi?Bantu aku pedekate tuh mb Dayang cantik…ok?ok?”
Evi akhirnya nurut juga,”Iya aku mau.Yang mau nikah siapa yang hepi siapa …heran…”
Ikif membawa keluarga Evi ke butik mencoba aneka baju.Wah Reza malah kayak peragawan wira wiri nyoba baju dan nempel Ikif terus,”Gimana aku pakai sorban gini keren ga?”
Yang jawab malah Evi,”Kak kita itu mau makan malam bukan mau pentas kesenian yaw…”
Reza manyun tapi malah ganti nyoba pakai jas,kemeja aneka model sampai yang model kayak tentara juga.Weleh emang mau perang apa?Ikif tetap saja ramah menanggapinya.
Evi juga dibawa ke salon and spa.Semua hansaplast dijarinya dilepas terus dimenicure pedicure,creambath,dipijit juga …wah macam2.Bahkan rambut Evi dimodel juga.Wah Evi bakal tampil beda nih.Gimana kesan Irwan lihat Evi nanti ya?***see you next eps***
Eps 16 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
|>|>|>|>|>|>|>|>|>|>|> |> RATU HATIKU |> |>|>|>|>|>|>|>|>|>|>|> Eps 16 : Feast With You= Jamuan Bersamamu ||~ HALAMAN ISTANA SUMENEP... Mobil yang membawa rombongan keluarga Evi tampak memasuki halaman istana.Hamdan jelas melongo,"Byuh!Byuh!Ini halaman luas nian.Dimana2 tanaman nan asri.Pengawal juga ada dimana2.Wah...wah..." Rita tak kalah gumun,"Gerbang aja bagus banget.Pilar2 istana juga ukiran semua.Ya ampun ini ngimpi apa ga ya?" Reza malah asyik mandangi Ikif yang duduk depan,'Ayune ....jan2...' Evi sendiri malah ribet sama gaun dan sepatunya,'Piye ki..biasanya juga pakai jeans belel.Ini kok malah pakai gaun.Iih..mana sepatunya high heels lagi.Nanti kalau kejiret piye?' Ikif turun duluan dan membukakan pintu,"Mari silakan ikut saya.Saya akan antar kalian menemui keluarga kerajaan.Mereka pasti sudah menanti." Reza jelas terkinyil2 pertama dekat Ikif,"Siap 86!" Evi dengan dibantu ibunya jalan pelan2,"Pegangan sama ibu Vi...jangan sampai jatuh...jangan bikin malu ya?" Evi deklik2 gitu,"Iya Bu...ini juga sedang berusaha kok." Sepanjang jalan menuju ruang jamuan tak henti2nya Hamdan kagum,'Ini luar biasa apalagi semua pengawal memberi hormat pada keluargaku...Serasa jadi raja sehari...' Sementara itu di ruang jamuan nampak Irwan menyandar gitu di sebuah pilar dengan setelan jas hitam kehijauan gitu.Senyum2 dia bayangin wajah Evi yang lucu,'Pasti kucir kuda itu akan bikin sensasi nanti.Aku ga sabar melihatnya.' Namun kala Evi tiba bukannya menghina Irwan malah terpesona,'Itu Evi?Anggun sekali.Beda dengan biasanya.Ternyata dia cantik ya?' Hamdan segera memberi hormat pada Benigno dan Inul.Rita malah menyalami Ibu Suri,"Ibu Suri terimalah hormat kami." Reza ga beranjak dari sisi Ikif tapi kemudian ia diberitahu Ikif untuk memberi salam hormat pada Yang Mulia,"Kesana gih...kasih salam." Evi yang ditinggal ibunya jelas kehilangan balance saat mau melangkah memberi salam pada Benigno,'Aduh gimana nih ?' Evi coba melangkah namun malah beneran ga imbang,"Kakak...sini!Kak Reza..." Alangkah terkejutnya Evi kala sepasang lengan membantunya,"Butuh bantuan Tuan Putri?" Evi kaget apalagi melihat pemilik sepasang lengan itu ternyata,"Kau?" Semua memandang ke arah mereka,"Putra Mahkota?Kalian sudah saling kenal rupanya." Wo...ternyata Irwan yang membantu Evi,Irwan berbisik pada Evi,"Cara paling aman adalah tetaplah disampingku.Pegangan padaku...anggap saja kau berhutang padaku...bagaimana?" Evi mendelik,"Dasar Ikan Sapu2..." Kebetulan Ibu Suri mendengarnya,"Ikan Sapu2?" Irwan menengahi,"Oh kami biasa manggil sayang dengan sebutan ikan sapu2 Nenek...iya kan Ikan Sapu2ku sayang...?" Inul heran dan berkata pada Ikif,"Aku tak sangka kerjamu sungguh bagus bisa membuat putraku cepat akrab dengan calonnya.Good job dayang utama.Aku akan memberikan imbalan khusus untuk ini." Ikif merasa ga melakukan,"Tapi Permaisuri saya tidak melakukan apapun.Saya bahkan tidak tahu kalau mereka begitu akrab." Inul kekeh,"Jangan merendah begitu Dayang Utama.Sudah segera sajikan hidangannya." Ikif segera memberi kode pada dayang bagian dapur untuk melakukan tugas mereka.Evi jelas duduk di samping Irwan,so sweet gitu Irwan menarik kursi buat Evi.Evi malah curiga,'Nih Sumenep mau ada rencana apa ya?Baik banget.Mana ganteng lagi pakai pakaian kebesaran pangeran begitu.Aduh lencana dan tanda bintang apa itu ya di bajunya?Kayak tentara aja.Ini mau makan apa mau perang ya?Heran deh...Waduh mana makannya harus sopan lagi.Aduh dirumah kan mana pernah aku makan gaya begini.Seringnya malah pakai tangan...aduh mana susah lagi...' Rita jadi cemas melihat putrinya,'Waduh!Evi kan biasa makan beginian pakai tangan.Sekarang pakai alat makan.Malu2in ga ya?' Evi nampak resah,Ibu Suri juga melihatnya dan melihat betapa sulitnya Evi memakai peralatan makan,"Oh ya Nenek punya ide nih." Benigno heran,"Ide apa Ibunda?" Puspa meletakkan alat makannya,"Gimana kalau kita makannya seperti kebiasaan di keluarga calon besan?Bagaimana kebiasaan makan Nak Evi di rumah?" Evi melirik Irwan seakan berkata,'Aku harus jawab apa?' Irwan malah main kedip mata weleh...gek apa artinya.Evi jawab,"Ehm...pakai tangan Ibu Suri." Irwan malah langsung praktek,"Begini?" Evi jadi terpana,"I...iya..." Puspa tersenyum sambil mengikuti cara Irwan,"Bagaimana Putra Mahkota apakah enak makan dengan tangan?" Irwan menjawab sambil meneruskan makan dengan tangan,"Enak Nek.Lebih nikmat." Evi jadi terharu melihat nenek dan cucu itu,'Mereka baik banget bantu aku....ga sangka...' Hamdan dan Rita lega sekali melihat penerimaan keluarga kerajaan pada putri mereka.Apalagi kala melihat Irwan,'Ya ampun ga cuma ganteng ternyata.Penuh wibawa dan baik orangnya.Putriku di tangan yang tepat.' Semua akhirnya makan dengan tangan.Suasana menjadi cair dan jadi hangat.Pembicaraanpun mulai menjurus ke urusan pernikahan.Evi malah mencuri pandang ke arah Irwan terus,'Ikan sapu2 kok kamu baik sih sama aku?' Sementara itu diluar istana sebuah mobil mewah nampak berhenti.Pengawal mendekat,seorang wanita cantik menurunkan kaca mobil,"Sampaikan pada Yang Mulia dan Ibu Suri bahwa Menantu Kerajaan ingin datang menghadap." Pengawal tersebut mengenali wanita itu dan pria muda yang ada di mobil tersebut,"Putri Isda dan Pangeran Hazman....kami akan segera melaporkan kedatangan kalian pada dayang utama." Hazman heran,"Mam,kenapa sih harus kesini malam ini.Bukannya bisa lain kali?Maksa banget sih harus sekarang?Kan ga bisa sembarangan menghadap Raja.Harus buat janji dulu.Heran deh..." Isda menjawab,"Malam ini itu malam yang penting sayang.Mama minta kamu nurut aja.Biar Mama yang atur semua.Semua juga demi kamu kok." Isda memandang ke arah istana,'Sumberku memgatakan bahwa malam ini diselenggarakan makan malam membicarakan pernikahan Putra Mahkota dengan calon pilihan mendiang raja terdahulu.Jika sampai Putra dari Inul yang menikahi gadis itu maka pasti dia punya kans besar naik tahta.Karena berhasil melaksanakan mandat raja terdahulu.Ini ga boleh dibiarkan!Harus aku gagalkan.Ibu suri ga mungkin menolak kedatangan cucunya.Nanti aku akan bicara pada beliau soal Hazman sebagai pelaksana mandat itu.Itu ide bagus untuk merebut hati rakyat.' Berhasilkah Isda menggagalkan perjodohan Irwan dan Evi?***see you next eps***
Eps 17 CERBUNG KE-7 RATU HATIKU
<%><%><%><%><%> % RATU HATIKU % <%><%><%><%><%> EPS 17 TIKET M-7... The Power of Heart = Kekuatan Hati <%> Cerpen ke-3 : MELIHAT HATI Di sebuah kerajaan nan makmur,tampak sang Putra Mahkota tengah asyik memacu kudanya.Seorang pengawal kepercayaan nampak mendekatinya,"Pangeran,Baginda memanggil Anda." Sang Pangeran segera menyerahkan kudanya pada pengawalnya,"Tolong bawa kudaku kembali ke istal.Aku mau menemui Ayahanda." Sang pengawalpun mematuhi perintah membawa kuda berwarna coklat itu ke kandangnya,'Pangeran pasti bakal menjadi raja yang baik karena meski berkedudukan tinggi tapi selalu saja menghargai siapa saja bahkan menyuruh saja selalu pakai kata 'Tolong'.Pantas rakyat begitu menyayanginya.' Sementara itu Sang Putra Mahkota sudah sampai di hadapan Ayahandanya,"Ananda datang,Ayah.Ada hal penting apakah Ayahanda?" Rupanya Baginda menginginkan sang putra untuk mencari pendamping hidup supaya bisa lekas naik tahta,"Ayah sudah tua Putraku.Ayah ingin menikmati hari tua Ayah dengan tenang.Sudah saatnya kau naik tahta." Pangeranpun meminta waktu,"Ananda akan melakukan perjalanan mencari pendamping Ananda Ayah.Ananda akan melakukan penyamaran.Kiranya Ayah mengijinkannya." Sang Bagindapun merestui,"Bawalah pengawal setiamu itu.Supaya hati Ayah tenang." Sang pangeranpun menurut dan pergilah ia berkelana bersama pengawal setianya.Adi namanya.Wajahnya tak kalah tampan dari Pangerannya.Adi memandang heran pada junjungannya kala mereka bertukar pakaian,"Kamu pakai pakaianku ya.Aku mau lebih leluasa melihat rakyat dengan pakaian sederhana saja." Adi jelas menurut,"Baik Pangeran Irwan." Jelas pakaian Irwan yang dipakai Adi lebih bagus baik secara bahan dan modelnya.Setiap orang akan mengira dialah pangerannya dan Irwanlah pengawalnya. Sementara itu di daerah pinggiran kerajaan tampak berdiri sebuah rumah.Seorang gadis berkulit eksotis nampak sibuk membersihkan rumah mulai dari menyapu,mengepel,memasak wah pokoknya dah kayak pembantu deh.Itupun masih dipanggil2,"Evi!!Sini!!Jahit baju ini!Kabarnya ada pangeran yang berkelana mau mencari pendamping sedang menuju ke daerah sini.Bajuku ini harus sempurna!" Gadis eksotis itupun berlarian naik turun tangga demi menuruti kemauan anak bibinya. Bibinya Evi juga tak kalah heboh,"Evi!!Cepet kau bersihkan halaman!Jangan sampai terlihat tak terawat!Juga cuci baju ini cepat!!" Evi sebenarnya lelah sekali namun ia tak punya waktu untuk istirahat kecuali mereka sudah tidur.Kenapa Evi bertahan di rumah itu?Demi sang ibu yang kondisinya hanya bisa berbaring.Sejak ayahnya tiada karena sakit, ibu Evi tinggal di situ sebagai pembantu di rumah saudaranya sendiri.Semua demi melunasi hutang yang dipinjam demi biaya berobat ayah Evi.Karena kelelahan bekerja,ibu Evi jatuh sakit dan kini Evi yang menggantikannya menjadi pembantu. Kabar kedatangan pangeran menghebohkan para penduduk di pinggiran kerajaan.Semua mengira Adilah pangerannya.Semua mencari muka padanya.Sementara Irwan malah tidak mereka hiraukan.Irwan membawa kudanya menuju sungai.Kudanya haus.Tampak di tepi sungai Evi tengah mencuci baju.Irwan memperhatikannya,'Banyak tempat telah kujelajahi namun tak seorangpun menarik perhatianku.Aku sudah sampai di pinggiran kerajaan.Ayah bahkan sudah mengirim berita mencemaskanku.Menyuruhku cepat kembali.' Saat itulah cucian Evi hanyut ke bawa arus sungai,'Aduh!Gimana nih?Itu baju kesayangan Bibi pula.Aku harus mengambilnya.' Kuda kesayangan Irwan bergerak cepat segera mengejar cucian itu,Evi lega sekali,"Terima kasih ya kuda.Kamu baik banget." Irwan heran melihat interaksi antara kudanya dengan Evi,'Kudaku biasanya ga mudah didekati orang tak dikenal.Tapi kali ini ia langsung akrab dengan orang asing.Gadis itu pasti sangat istimewa.' Irwan mendekati Evi,"Itu kuda saya.Jarang sekali ia membiarkan dirinya didekati orang yang belum ia kenal." Evi berterima kasih,"Saya mengucapkan terima kasih.Tapi maaf saya harus pergi." Irwan malah heran,'Siapa dia?' Keesokan harinya Irwan ke sungai lagi berharap bertemu Evi lagi namun tak ada.Lelah menanti,ia jalan2 menuju keramaian.Disana ia melihat Evi sedang berjalan membawa belanjaan.Diujinya Evi dengan menjatuhkan sekantung uang.Evi menemukannya dan segera mengembalikannya,"Tuan!Tuan!Uang Anda jatuh." Evi kaget kala melihat Irwan,"Anda kan pemilik kuda di tepi sungai kemarin?" Irwan mengangguk,"Benar.Terima kasih sudah mengembalikan uang ini." Evi kembali pergi dengan tergesa,"Sama2 kemarin kan kuda Anda sudah menolong saya." Irwan tersenyum,'Hati yang tulus dan jujur.' Irwan kian terpesona kala melihat Evi memberi pada seorang peminta2.Irwan mengikuti Evi sampai ke rumahnya.Ia tertarik pada gadis itu.Adi dan Irwan lalu datang berkunjung.Tentu saja Shiha dan ibunya menyambut dengan ramah terutama pada Adi.Sementara Adi ditemani Shiha dan ibunya,Irwan menemui Evi,"Hey...bolehkah kutahu siapa namamu?" Evi yang sedang membersihkan halaman kaget juga,"Namaku Evi.Pembantu di sini." Irwanpun kian akrab dengan Evi dan makin jatuh hati padanya.Ia iba melihat bagaimana susahnya hidup Evi di rumah itu,'Kasihan sekali.Tinggal di kamar nan kecil sambil merawat ibunya.Masih diperlakukan dengan buruk pula oleh majikannya. Sementara itu Baginda akhirnya menyusul putranya dan tiba di rumah dimana Evi tinggal.Jelas dengan pasukan pengawal,"Baginda tiba!!" . Wah Shiha dan ibunya mengira akan mendapat anugerah karena telah menyambut Adi dengan ramah.Namun alangkah terkejutnya mereka kala Adi malah sujud dan Baginda bertanya,"Dimana Putra Mahkota?" Irwan malah sibuk membantu Evi bekerja di dapur,"Ini aku dapat kayu bakarnya.Banyak kan?" Evi tersenyum gembira,"Terima kasih ya.Kerjaanku cepat selesai dengan bantuanmu.Aku jadi punya banyak waktu merawat ibuku.Kamu baik banget." Evi heran melihat banyak pengawal istana di depan,"Ada apa ya?" Makin heran lagi kala melihat Baginda segera memeluk Irwan,"Putraku!Ayah mencemaskanmu." Evi kaget,"Putra?Dia Pangeran?" Shiha menyuruh Evi pergi,"Sudah!Kamu ke sungai saja sana mencuci baju!" Irwan mencegahnya,"Tunggu!" Evipun meminta maaf,"Maafkan saya Pangeran.Saya tidak tahu kalau ..." Irwan mendekati Evi,"Tidak apa2.Aku memang sengaja menyamar.Aku ingin memperkenalkanmu pada Ayahku." Bagindapun tahu,"Jadi kau sudah menemukan pengantinmu Putraku?" Irwan mengangguk dan meraih tangan Evi,"Maukah kau menjadi pengantinku?Tinggal di istana sebagai isteriku?" Evi terpana tapi Ibunya Shiha sewot,"Dia itu pembantu disini,Pangeran.Tidak layak untuk Pangeran.Saya tidak ijinkan dia pergi sebab dia punya hutang pada kami." Baginda berang,"Akan kulunasi hutangnya.Beserta bunga2nya.Lancang sekali sikapmu!" Akhirnya Evi diboyong ke istana tentu saja dibawa pula ibunya bahkan sang ibu mendapat perawatan tabib istana dengan intensif.Evi dan Irwanpun menikah sedangkan Shiha dan ibunya dihukum oleh Raja karena kejahatan hatinya.Tak lama kemudian Irwanpun naik tahta.Bersama Evi dan anak2 mereka ia memerintah dengan bijaksana dan disayangi oleh rakyat.***The End*** <%> RUANG JAMUAN... Ikif mendekati Inul,"Permaisuri ada hal penting yang harus saya sampaikan." Inul segera mengajak Ikif ke ruangan lain,"Ada apa?" Ikif memberitahu,"Putri Isda meminta bertemu Ibu Suri." Inul kaget juga,"Dia ada di sini?" Ikif menjawab,"Benar Permaisuri.Bahkan Pangeran Hazman juga ada." Inul berpikir,'Isda pasti tahu soal jamuan ini.Dia tahu soal amanat raja terdahulu.Aku harus percepat acara pengokohan perjodohan ini.' Inul memerintahkan,"Tahan mereka dulu.Jangan sampai Ibu Suri mengetahui kedatangan mereka.Biar aku yang akan memberitahu beliau." Ikif segera melaksanakan perintah.Sementara Inul kembali ke ruang jamuan.Ia mendekati Baginda Raja,"Yang Mulia sebaiknya perjodohan ini segera diumumkan ke rakyat.Dan juga segera dibicarakan tanggal pernikahannya sekalian." Baginda setuju,"Malam ini saya senang sekali karena malam ini telah disepakati bahwa Putra Mahkota resmi bertunangan dengan Putri Keluarga Hamdan.Mari kita mulai acara pertukaran cincinnya." Irwan memasukkan cincin ke jari Evi,"Sekarang dunia kita akan selalu terikat." Evi jadi salting,'Aku berdebar2...' Lalu Evi ganti menyematkan cincinnya di jari Irwan,'Pantas kebesaran di jariku rupanya ini cincin untuk jari pria.' Perjodohanpun disahkan.Tanggal pernikahan juga dibicarakan.Evi dan Irwan mah nurut aja.Mereka malah duduk berdua di dekat taman.Evi melepas sepatunya,"Kakiku sakit..." Irwan tersenyum,"Sebaiknya kau pakai sepatu olahraga saja lebih pantas itu buat kamu.Jangan yang begini..." Evi manyun,"Nanti aku pakai sepatu ketz dibilang ga sopan..." Irwan tersenyum,'Dia polos sekali.Kepribadiannya yang ceria sungguh menyenangkan.' Irwan julit,"Besok jangan kaget lho kalau kamu akan jadi trending topik di kampus." Evi mencucu gitu,"Kok bisa?" Irwan berbisik,"Karena besok akan diumumkan soal perjodohan kita.Jadi besok siap2 aja dikerubuti wartawan." Evi manyun membayangkannya,"Moga fotoku yang dipajang yang keren dan fotogenik deh..." Irwan ngekek,"Kalau aku ga pusing karena mau diambil dari angke manapun aku tetap ganteng maksimal." Evi mencibir gitu,"Kepedean!" Irwan malah sedakep,"Ga percaya?" Irwan lalu meminta hp Evi,"Mana hpmu?" Evi menyerahkannya,"Mau buat apa?" Eh Irwan malah memfoto dirinya dengan hp Evi,berbagai angle lagi,"Jepret!Jepret!" Evi jelas ingin merebut hpnya lagi,"Kembalikan hpku!Jangan kamu penuhi dengan fotomu." Eh malah Irwan mendekat ke Evi dan mereka malah foto selfi,"Nah gini aja biar adil.Senyum...jepret!" Ibu Suri senang melihat mereka,'Cucuku ceria sekali.Memang tidak salah pilihan mendiang suamiku.Perjodohan ini memang membawa kebaikan bukan hanya pada wibawa istana.Tapi juga bagi cucuku.' Inul mendekati Ibu Suri,"Ibunda,ada yang perlu Ibunda ketahui." Ibu Suri kaget juga mendengar soal kedatangan Isda,"Mereka kemari?Suruh mereka menemuiku." Inul lega karena tanggal pernikahan telah diputuskan,"Baik Ibunda." Sementara itu Isda bete menanti,"Lama sekali sih Ibu Suri?" Hazman malah asyik mainan hp,"Mama juga sih datang tanpa memberitahu lebih dulu." Ikif datang,"Silakan ikuti saya.Ibu Suri sudah menanti." Dengan langkah elegan,Isda berjalan.Kepala tegak bak ratu saja.Jelas Benigno kaget melihatnya,'Isda?' Tapi Inul dengan posesif menggandeng lengan Benigno,Isda geram juga melihatnya,'Harusnya dulu aku tak mencampakkan Ben.Jika saja aku lebih sabar pasti sekarang aku yang di posisi Permaisuri.' Ibu Suri menyambut keduanya,"Wah Hazman,cucuku juga datang ya?" Hazman kaget melihat Evi juga ada di situ,"Kamu juga di sini?" Irwan kaget juga,"Sepupu?" Evi memakai kesempatan itu merebut hpnya dari tangan Irwan,"Yess!Berhasil!!" Semua jadi memandang padanya.Ups!! Evi jadi malu,"Maaf...he..he.." Hazman tersenyum melihat tingkah Evi,'Dia lucu.Menggemaskan.Tapi untuk apa dia ada di sini ya?' Hazman melihat Evi jalannya ga imbang,"Awas Vi!" Tapi kedahuluan Irwan,lengan Irwan memeluk pinggang Evi,"Tenang saja sepupu.Dia adalah tanggung jawabku." Hazman heran,"Tanggung jawab?" Evi malah merona dipeluk pinggangnya sama Irwan,'Waduh...aku makin deg2an...' Ibu Suri mendekati mereka,"Kalian sudah saling bertemu sebelumnya ya?Akrab sekali." Evi membenarkan berdirinya tapi Irwan berbisik padanya,"Pegangan pada lenganku.Yang kuat ntar oleng lagi..." Evi malu2 menurutinya,"Ehm...makasih ya.." Hazman sedikit gimana gitu melihatnya,'Posesif amat sepupuku ya ke Evi?Jadi curiga.' Irwan menjawab pertanyaan Ibu Suri,"Kami satu kampus Nenek." Isda kesal kala hendak membicarakan soal Hazman menjadi pelaksana amanat raja terdahulu eh Inul sudah berkata padanya,"Kau terlambat Putri Isda.Aku tahu maksud kedatanganmu malam ini." Isda menjawab,"Masih banyak jalan menuju ke Roma Permaisuri." Inul membalas,"Semoga kau tidak salah jalan Putri Isda..." Wah malah perang dingin mereka. Saat mau pulang Irwan mengantar hingga ke depan,bahkan sebelum Evi masuk ke mobil ia memakaikan syal ke leher Evi,"Malam ini dingin.Jangan sampai kau sakit." Wah semua tersenyum melihat perhatian Irwan.Kecuali Isda dan Hazman tentunya.Andai mereka tahu syal itu sebenarnya emang milik Evi.Ai..ai... Evi merona dipakaikan syal apalagi Irwan berbisik,"Aku kembalikan syalnya....ikan sapu2ku...he..he.." Evi jadi ga karuan detak jantungnya,'Aduh...aku klepek2 nih...' Akhirnya mobil yang membawa keluarga Evi meninggalkan istana.Evi melambai pada keluarga kerajaan tapi matanya tertuju pada Irwan seorang.Irwan nampak ga ceria gitu,'Kenapa dia sedih gitu ya?Tadi ceria banget?' Irwan menghela nafas,'Istana sepi lagi.Membosankan lagi.' Hazman bertanya pada sepupunya itu,"Untuk apa Evi kemari?Bersama keluarganya pula." Irwan malah memandang langit,"Besok kau juga akan tahu." Hazman kian penasaran.Apalagi kala melihat Irwan memakai cincin,'Sejak kapan Irwan suka makai cincin?Ah semua makin aneh.' Hazman makin heran kala sudah tiba di rumah sementaranya,Mamanya uring2an. Hazman bertanya,"Mama kenapa sih?" Isda menjawab,"Perempuan reseh itu berhasil selangkah di depan Mama.Sial!!" Hazman ga ngerti,"Selangkah di depan Mama?Perempuan reseh?" Isda duduk dengan kesal,"Iya.Permaisuri siapa lagi!Perjodohan itu sudah deal.Dia merasa di atas angin." Hazman duduk di sebelahnya,"Perjodohan apa Ma?Siapa yang dijodohkan?" Isda mendengus kesal,"Sepupu kamu sama gadis tadi.Mereka akan segera menikah dalam waktu dekat.Ibu kesal!!Ibu mau tidur aja.Mau memikirkan langkah selanjutnya!" Isda meninggalkan putranya,Hazman malah jadi lemas,'Jadi Irwan dan Evi akan menikah?Kenapa aku jadi sedih ya dengarnya?' <%>KAMAR EVI... Evi senyum2 melihat hasil bidikan Irwan di hpnya,"Sumenep ganteng juga ya...mau dari angle manapun tetep aja enak dilihat.Dulu Permaisuri ngidam apa ya punya anak fotogenik gini?He..he.." Evi lihatin foto Irwan sampai ketiduran.Rita menyelimutinya dan melihat hp Evi,'Ya ampun sampai fotonya aja dilihatin terus.Hmm...syukur deh kalau cinta mulai bersemi di hati putriku.Tidurlah sayang...ingat kamu itu calon permaisuri kerajaan ini.' Sementara itu di kamarnya,Irwan sibuk mendelete semua foto2 Ega.Ia memandang cincinnya,'Saatnya melupakan masa lalu dan menapaki masa depan.' Ada yang move on nih.Ada juga yang broken heart.Kira2 gimana reaksi Ega kala tahu Irwan akan segera menikah?***see you next eps***
Eps 18 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
《♡》《♥》《♡》《♥》 《♥》RATU HATIKU 《♡》 《♡》《♥》《♡》《♥》 EPS 18 TIKET M 7017XX-XXX Little Worth = Kecil Nilainya 《♡》 Cerpen ke-5 : MEMILIH SETIA Aku meraba kalung mutiara di leherku.Kalung dengan jumlah mutiara sebanyak 100 butir itu hadiah pernikahan dari suamiku,Irwan.Dia lebih muda 2 tahun dariku.Di hari jadi pernikahan kami yang ke-3 dia memberiku kalung itu.Dia berkata sambil memakaikannya di leherku,"Kalung ini aku pesan khusus lho dari luar kota.Walau sederhana tapi bermakna bagiku.Kau tahu jumlah mutiara ini ada artinya lho." Aku memang suka perhiasan tapi baru kali ini punya kalung dari mutiara,"Oh ya?Apa artinya?" Irwan menyibakkan rambutku,"Angka 100 ini artinya 100 tahun.Aku ingin selalu bersamamu kalau bisa sampai 100 tahun lagi.Atau 100 abad lagi.He..he.." Aku tak berani memandangnya,"Ini indah sekali.Akan selalu kupakai." Ia senang dan meraihku dalam pelukannya,"Aku sangat mencintaimu meski kutahu kau masih belum bisa membalas cintaku.Tapi aku akan setia menantimu." Kasihan suamiku,dulu dia adalah temanku di kantor.Kami bekerja di perusahaan yang sama.Aku mengenalnya sebagai karyawan yang rajin dan ga neko2.Dia bekerja di akunting.Sedang aku di bagian audit.Ruangan kami sama.Kerap aku lembur sampai malam dan dia yang menemaniku.Disitulah kami kian akrab.Hingga aku bertemu dengan Irvan.Seorang konsultan sistem.Ia sungguh mempesona hatiku.Dia setinggi Irwan tapi yang kusuka adalah dia lebih tua usianya dariku.Lebih dewasalah.Karena terpikat pada Irvan aku jadi menjauh dari Irwan.Kami cuma say halo aja di kantor.ternyata juga suka sama aku.Wah bahagia banget aku.Saking bahagianya sampai aku pamer ke Irwan kala Irvan memberiku cincin,"Lihat nih Wan!Bagus kan?Irvan perhatian banget tahu aja aku suka perhiasan.Cantik kan di jariku.Dia bilang mau melamar aku.Kamu datang ya di pernikahan aku?Harus!Awas kalau ga!" Irwan memandangku dengan aneh kala itu seperti tak suka,"Yakin dia orangnya baik Vi?Gimana keluarganya dah kamu kepoin belum?" Aku ngekek,"Dia itu anak baik.Penurut dan sayang sama orang tuanya.Besok aku akan dikenalkan sama mereka." Namun benar kata Irwan ternyata Irvan menyembunyikan sesuatu dariku,dia memang mempertemukanku dengan orang tuanya tapi mereka ga respon baik sama aku.Mereka diam saja.Aneh.Aku pulang dengan tanda tanya besar.Tapi Irvan terus meyakinkanku bahwa ia akan membuat orang tuanya menerima aku.Apa karena dia dari keluarga berada ya sedang aku cuma kelas menengah saja?Aku hanya berpikir simple:Aku kan menikahi Irvan bukan mereka.Yang penting Irvan sayang sama aku.Keanehan kian merebak di hatiku kala yang datang melamar bukan orang tuanya tapi kakaknya,"Lho ayah ibumu kemana?" Irvan bilang ayahnya sedang sakit.Jadi diwakilin ke kakak.Aku agak kecewa juga sih.Namun saat aku ingin nengok dia bilang mereka berobat di Singapore.Oh...jauh sekali.Akhirnya aku siapin undangan dan segala macam.Irwan bahkan kuminta bantu nyebar undangannya.Ga sangka mendekati hari H,tiba2 Irvan datang bersama kakaknya.Menemuiku dan berkata bahwa ia harus terbang ke Singapore karena ayahnya kritis.Kenapa dia ga bilang sebelumnya ya?Kan undangan dah terlanjur disebar.Aku memohon padanya untuk menyelesaikan resepsi dulu baru berangkat tapi dia ga bisa,"Maaf Vi.Aku harus pergi sekarang.Ini menyangkut nyawa ayah aku." Aku marah sekali,"Jadi aku ga penting ya?Pernikahan ini semua ini ga ada artinya ya?Kenapa sih kayaknya kamu sembunyiin sesuatu dari aku?" Akhirnya ia ngaku kalau orang tuanya ga restu sebenarnya dia nikah sama aku.Bahkan mereka ngancam ga akan kasih bagian warisan kalau nekad nikah sama aku.Mereka sudah punya calon anak pejabat tinggi katanya.Aku terluka mendengarnya.Irvan pergi dengan wajah sangat menyesal,aku hanya bisa terduduk lemas di lantai.Pernikahanku kandas.Saat itulah Irwan datang dan meraihku dalam pelukannya,"Sabar ya Vi.Kamu harus sabar." Orang tuaku shock mendengarnya.Ayah bahkan langsung dilarikan ke RS.Berkali2 ayah berkata,"Ayah malu Vi!Malu banget kalau besok kamu batal nikah.Undangan dah disebar tapi mempelainya malah kabur." Irwan yang menemaniku akhirnya memberi solusi,"Om ijinkan saya menjadi pengganti mempelai prianya.Saya sudah mencintai putri Om sejak lama.Tapi tak punya kesempatan mengatakannya.Saya janji akan menjaga putri Om dengan baik.Sepenuh hati saya." Aku terperangah,"Irwan kau gila?" Irwan malah meraih tanganku,"Iya aku sudah tergila2 sama kamu Vi.Daripada besok kamu batal nikah dan seluruh keluarga kamu malu.Bayangkan efeknya buat ayah ibumu.Kumohon biarkan aku menikahimu.Menghindarkanmu orang tuamu dari dipermalukan didepan banyak orang.Kumohon..." Aku melihat harapan di mata kedua orang tuaku,"Tapi Wan aku tidak mencintaimu...bagiku kau sahabat saja..." Ibu mendekatiku,"Cinta akan hadir dengan terbiasa.Itu pepatah ampuh Vi." Irwan tersenyum mendapat restu ibuku bahkan ayah meraihnya dalam dekapan dengan penuh rasa terima kasih,"Kamu anak baik.Om restu kamu dapat putri Om." Aku tak bisa menolak lagi.Meski pernikahanku tetap menjadi perbincangan karena mempelai prianya ganti tapi setidaknya ayah dan ibu tak perlu jatuh harga dirinya karena pembatalan pernikahan.Akupun menikah dengan Irwan.Semua tamu undangan diberi pengertian kalau undangannya salah cetak huruf.Harusnya W bukan V.Teman2 kantorku juga ga begitu mempermasalahkan karena dengan Irwan aku juga terlihat akrab.Namun akhirnya aku memilih keluar dari kerjaan itu.Aturan perusahaan juga.Ga boleh suami isteri satu kerjaan.Aku lalu kerja di sebuah butik.Pernikahanku belum dikaruniai anak karena aku memang minum pil KB agar jangan punya anak dulu selama aku masih belum bisa melupakan Irvan.Kasihan Irwan dia menahan keinginannya punya anak dalam hatinya.Aku membelai wajahnya yang sedang tidur,'Maafkan aku.Aku berharap aku bisa mencintaimu.Kau sangat baik menjagaku selama ini.' Namun suatu hari aku terpaku kala seseorang memasuki butik dimana aku kerja,"Irvan?" Irvan datang dengan harapan ingin mendapatkan aku kembali katanya,"Ayahku sudah tiada Vi.Warisan juga sudah kudapatkan.Aku juga sudah bercerai dari isteriku.Dia juga sebenarnya ga suka sama aku.Kumohon kamu terima aku lagi.Ya Vi?Kita mulai dari awal lagi.Kali ini sudah tak ada penghalang lagi." Aku menunjukkan cincin pernikahanku,"Aku sudah menikah.Kau terlambat Van." Namun dia tak menyerah,"Apa kau mencintainya Vi?Aku tahu siapa suamimu dia Irwan kan?Kalian kan hanya sahabat saja." Irvan tampaknya tak ingin memaksaku,"Dalam waktu dekat aku akan ke Kanada.Aku akan tinggal di sana untuk waktu yang lama.Besok aku akan datang lagi.Aku tunggu jawabanmu." Malamnya aku resah.Irwan heran,"Kau kenapa sayang?Tak bisa tidur ya.Sini biar kupijat lehermu.Mungkin kau kecapekan." Aku terdiam memandang Irwan,'Meninggalkan Irwan dan pergi dengan Irvan.Aku bingung.Aku masih belum bisa menerima Irwan tapi meninggalkan dia apakah aku juga bisa?Ayahku sudah tiada.Irwanlah yang selama ini menemaniku dimasa sulit itu.Apalagi tak lama ibu juga menyusul ayah.Hatiku kian hancur.Namun Irwan juga yang membangkitkan aku lagi.Kini aku malah meninggalkannya?Tega nian aku.Tapi bukankah Irwan selalu berkata bahwa ia hanya ingin melihat aku bahagia?Dia juga tahu aku tak mencintainya saat kami menikah.Aku bingung sekali.' Esok hari Irwan bersikap berbeda saat pamit mau kerja,dia menciumku dan memelukku lama,"Aku kerja dulu ya.Aku mencintaimu." Aku tiba di butik agak siang karena aku harus mengantar pesanan dulu.Tampak sebuah mobil mewah sudah menunggu,Irvan.Kami bicara di teras butik,"Bagaimana Vi?" Aku menggeleng,"Maaf aku tak bisa...aku mungkin belum mencintai Irwan tapi aku takkan meninggalkan orang yang setia padaku dan berada bersamaku lewati masa2 sukar." Irvan kaget dan mencoba membujukku,"Vi,lihat aku!Lihat mataku!Aku serius kali ini." Aku tepiskan tangannya yang mencoba memegang leherku,saat itulah kalung mutiara di leherku putus.Mutiaranya bertaburan di lantai.Entah kenapa aku langsung teringat pada Irwan,hatiku berdebar penuh kecemasan.Yang kuingat adalah segera mengumpulkan tiap butirnya.Irvan tak kuhiraukan,"Vi sudahlah!Untuk apa kaupunguti barang murahan kayak gitu?Aku bisa membelikanmu kalung berlian kalau kau ikut denganku.Ayo Vi ikut aku kita ke Kanada dan hidup bahagia di sana." Aku memandang marah pada Irvan,"Kau bilang apa ?!Kalung ini bukan barang murahan yang kecil nilainya.Ini sangat berarti bagiku.Ini melebihi apapun yang bisa kau berikan padaku.Kau tahu kenapa?Karena yang memberikan kalung ini adalah orang yang sangat berharga bagiku!Sebaiknya kau pergi sebelum aku minta satpam mengusirmu!" Irvan terpana memandangku,"Kau mencintai Irwan Vi...kau sudah jatuh cinta padanya tanpa kau sadari..." Aku tertegun mendengarnya dan kulanjutkan mengumpulkan butiran mutiara yang bertebaran di lantai.Sambil memunguti tanganku gemetar,entah kenapa.Kata2 Irvan barusan membuatku bertanya,'Aku telah jatuh cinta pada Irwan?' Irvan sudah pergi.Kalungnya juga sudah kukumpulkan semua butirannya.Kumasukkan dalam tasku karena tiba2 hpku bunyi,"Ini mb Evi?" Aku kenal suara itu itu suara teman kerjaku dulu di perusahaan,"Ya Mas Rendra?Ada apa ya?" Mas Rendra memberitahuku bahwa Irwan kecelakaan saat dalam perjalanan ke bank,"Apa???!!Bagaimana keadaannya?Dimana dia sekarang?" Aku panik mendengarnya dan segera menuju ke RS dimana Irwan di rawat.Dia kritis.Disitulah air mataku menetes dan kusadari betapa aku sangat takut kehilangan dia.Aku bersimpuh di dekat ranjangnya,'Tuhan,jangan ambil dia dariku.Berikan dia umur panjang agar aku bisa membalas cintanya padaku.Aku mencintainya Tuhan.Ampuni aku yang tak menghargai kehadirannya di sisiku selama ini.Aku janji aku akan berubah.Aku akan menghargainya.Aku janji.' Tiap malam kukatakan di telinganya bahwa aku mencintainya.Tiap jam malah aku selalu membisikkannya,"Aku mencintaimu.Bangunlah.Sadarlah kumohon.Bukankah kau mau hidup bersamaku 100 tahun lagi?Kau ingat kalung ini?Kau harus penuhi janjimu menemaniku hingga aku tua.Irwan kau harus hidup.Demi aku.Aku mohon." Akhirnya doaku dijawab,Irwan siuman dan lepas dari masa kritis.Ia tersenyum padaku,"Selama aku tidak sadar aku mendengar bisikan suara berkata,"Aku mencintaimu".Benarkah itu kau yang berbisik padaku Vi?" Aku mengangguk dan memeluknya,"Itu benar Irwan.Aku mencintaimu,aku baru menyadarinya.Maafkan aku.Aku telah menyakitimu tanpa kusadari." Irwan memelukku,"Aku bahagia sekali.Akhirnya cinta terbalas juga." Irwan mendapat dispensasi dari perusahaan agar memulihkan diri dulu.Masa itu bagiku menjadi masa yang indah dimana aku bisa menunjukkan rasa cintaku pada suamiku.Bahkan aku tak lagi minum pil KB.Aku ingin melahirkan anak2 Irwan.Setengah tahun kemudian aku hamil.Irwan bahagia sekali.Ia memanjakanku dan sangat menjagaku.Anak pertama kami lahir di bulan November.Diberi nama Novan Irwansyah.Bagiku nama itu berarti No Irvan lagi,kini aku milik sah Irwan Krisdiyanto.***The End*** 《♥》 RUMAH KELUARGA HAMDAN... Pagi merekah dengan indahnya.Seorang loper koran melempar koran ke halaman salah satu tetangga keluarga Hamdan.Pembantu rumah segera mengambil koran itu dan terpana kala melihat foto di halaman depan,"Macem mana pula ini?Ini kan Si Evi anak gadisnya Pak Hamdan Si Tukang Sate?Kok bersebelahan sama Pangeran Sumenep ya?Walah!!" Pembantu itu segera memberitahu majikannya,"Nyonya!!Nyonya!!Hot news!!" Hebohlah sekampung karena judul utama di koran itu begini:* Perjodohan Keluarga Kerajaan dengan Rakyat Jelata.Wasiat mendiang raja terdahulu dipenuhi oleh pewaris tahta,Pangeran Irwan.* Semua warga langsung ngumpul di rumah Hamdan.Reza sampai kaget,"Weh...pada demo apaan tuh?Kok demonya depan rumah kita ya?" Hamdan segera membuka pintu,"Ada apa ini saudara2?" Wah berbagai pertanyaan dilontarkan,"Benarkah anak gadismu adalah calon isteri Pangeran Irwan?Putra Mahkota Sumenep itu?" Rita yang lagi nyiapin dagangan juga kebingungan,"Kok mereka bisa pada tahu ya Pak?" Hamdan menyuruh Rita segera mengungsikan Evi,"Suruh Evi pergi lewat belakang aja.Jangan sampai diserbu mereka.Cepetan!" Reza dan Hamdan mencoba menahan mereka agar ga masuk rumah.Rita sendiri segera membangunkan anak gadisnya,"Vi cepetan bangun!Kamu cepet pergi ke kampus sana!Bahaya di rumah,tetangga pada nyerbu ke sini." Evi malah nguap,"Ada apa sih Bu?Whoooahhh!" Rita menceritakan semuanya,"Berita perjodohan kamu sudah nyebar di koran.Cepet kamu mandi sana terus keluar lewat pintu belakang.Cepetan!" Evi malah nanya,"Fotoku bagus ga Bu yang terpampanh di koran?" Rita geleng2 kepala,"Dasar !Malah mikir foto!Huhh!!" Evi diambilin baju sama ibunya dan disuruh ke kamar mandi,"Cepetan!" Evipun segera bersiap ke kampus.Mengendap2 ia dari belakang.Saat itulah malah hpnya bunyi,"Aduh malah bunyi piye ki?" Evi ga bisa lewat pintu belakang.Disana juga diserbu.Evi mengangkat hpnya,"Hello ini siapa ya?" Eh yang terdengar suaranya familiar banget,"Sumenep?Kamu kok bisa dapat no ku sih?" Irwan ngekek,"Kamu ini calon isteri aku masak aku ga tahu no kamu.Aneh...kamu dimana?" Evi malah naik ke tembok,'Cuma ini jalan keluar yang tersisa.' Evi jawab,"Di rumahlah.Gila rumahku diserbu massa.Ini mau keluar susah terpaksa deh lewat jalan darurat." Irwan jawab,"Hati2.Itu tinggi!" Evi kaget,"Kok kamu tahu aku lagi manjat tembok?" Irwan muncul dengan memakai jamper,"Ayo lompat aku akan menangkapmu!Cepet!" Evi kaget,"Kamu disini?" Irwan menengadahkan tangannya,"Ayo cepet sebelum ketahuan!!Mobilku kuparkir di sana!Ayo cepetan!" Evipun menurut dan ditangkap oleh Irwan,"Hup!!" Namun tetep aja ada yang lihat,"Itu Evi!!Dia disana!Lihat itu kan Pangeran Irwan?Kejar!!" Wah Evi digandeng Irwan lari menuju mobil,untung para pengawal kerajaan segera melindungi mereka.Evipun masuk ke mobil bersama Irwan.Mereka ngos2an gitu.Irwan nampak masih gandeng tangan Evi,Evi jadi berdebar2.Mobilpun segera melaju meninggalkan area rumah Evi.Irwan memberitahu Evi,"Bilang pada ayah ibumu kalau kau bersamaku.Biar mereka ga khawatir." Evi memandang ke tangannya yang masih digandeng Irwan,'Dia bertanggung jawab banget orangnya.Hangat lagi gandengannya.' Irwan baru ngeh kala Evi melirik ke tangannya,"Ups...maaf ..." Mereka salting.Evi segera nelpon rumahnya,"Iya Ayah Evi sama Sum...eh maksud aku sama Pangeran Sumenep he..he..sama Irwan Ayah...iya...iya akan Evi sampaikan...dah Ayah..." Evi memandang Irwan,"Ayah bilang terima kasih..." Irwan malah senyum gimana gitu,"Kamu beruntung ya?Ayahmu sayang banget sama kamu." Evi heran,"Semua Ayah pasti sayang sama anak2nya.Ayahmu juga...ehm..maksudku Baginda Raja...he..he.." Irwan menghela nafas,"Aku lapar.Kita makan dulu yach...aku tadi melewatkan sarapan di istana.Tapi aku dah ijin Ibunda.He..he..Kamu tahu ga aku bilang apa sampai Ibunda ijinin aku pergi?" Evi menggeleng tapi kepo tingkat dewa,"Apa?" Irwan tersenyum manis banget,"Aku bilang dalam misi menyelamatkan calon permaisuri masa depan Sumenep.He..he.." Evi merona,'Calon permaisuri?Kenapa aku seneng ya dia bilang gitu?' Evi masih kepo,"Jadi kamu jadiin aku alasan buat kabur kan dari istana?" Irwan malah mesem,"Aku iri dengan duniamu.Bebas dan lepas.Ga kayak duniaku kaku dan serba diatur." Evi jadi iba mendengarnya,'Kasihan dia.Kupikir dia enak punya segalanya dan tinggal di istana ternyata malah tersiksa.' Irwan melihat penjual koran,"Tolong belikan aku beberapa!" Pengawal yang pegang kemudi menurut,"Baik Pangeran." Dibelilah beberapa koran dan tabloid.Semuanya memasang foto Evi dan Irwan sebagai tajuk utama.Evi jelas kepo,"Lihat!Lihat!!" Irwan ngekek lihat foto Evi yang dipajang di salah satu koran terkemuka,"Ini foto kapan sih?Kok kamu unyu2 gitu?" Evi manyun,"Itu foto pas SMU.Iih...mana jelek lagi.Kok ga fotogenik kayak fotomu sih?Dipilihnya kok yang jelek2 sih?Pas jualan sate lagi.Aduh...ini malah pas lagi monyong...aduh..." Irwan dah biasa masuk koran jadi dia ga begitu heran lihat fotonya,"Mereka majang gitu mungkin karena punyanya cuma foto itu dari narasumber mereka." Evi manyun,"Wah masak aku harus dandan kemana2 ?" Irwan malah melihat keluar,"Kamu jadi diri kamu aja.Jangan mau diatur.Istana dah penuh aturan.Aku bosen lihatnya.Oh ya tahu tempat makan yang enak ga?Kamu kan kenal daerah sini." Evi menunjuk ke sebuah arah,"Itu juga enak makanannya.Tapi warung biasa bukan restoran gimana?" Pengawal menyela,"Maaf Pangeran sebaiknya Pangeran jangan makan di sembarang tempat.Kesehatan Pangeran harus dijaga." Irwan menjawab,"Biar calon menantu kerajaan yang mencoba dulu baru nanti aku akan makan.Bagaimana?" Evi senang Irwan ga masalah makan dimana saja,"Yuk kita masuk!Menunya banyak kok." Tentu saja yang punya warung kaget tiba2 mobil2 mewah parkir di dekat warungnya.Apalagi pengawal Irwan langsung standby.Mengamankan lokasi.Weleh...mau makan apa mau perang ya? Evi pede sekali gandeng tangan Irwan,"Lihat!Menunya banyak kan?Hello Ibu!!Beli makan nih.Ehm...apa ya?" Irwan malah merhatiin tangannya yang digandeng Evi,'Dia menyenangkan.Seakan dunia tersenyum dengan kehadirannya.' Evi nanya Irwan,"Mau makan apa?Ada gado2,ada selat,sambal goreng...ada garang asem,ada rawon,banyak nih...tengkleng juga ada.Gudeg juga..." Irwan malah senyum,"Tengkleng ?Lucu namanya.Itu aja." Evi lalu nanya minumnya,"Minumnya apa?" Irwan jawab,"Susu saja tapi ga pakai gula." Evi memesankannya.Mereka lalu duduk,Evi baru sadar gandeng Irwan terus sejak tadi,"Ups...maaf." Para pengunjung yang lain ingin menyapa Pangerannya namun para pengawal menghalangi.Irwan mencegah mereka,"Biarkan mereka,jangan kasar.Mereka hanya ingin menyapa.Mereka rakyatku takkan menyakitiku." Evi kagum mendengarnya,'Wow!Berwibawa sekali.Lowprofile dia.Aku suka...' Mereka senang sekali bisa menyapa Putra Mahkota Kerajaan.Pesanan Irwan datang.Evi disuruh yang nyicipi dulu porsi yang disediakan buat Irwan,tester nih.Setelah yakin aman,Irwan baru makan.Evi heran,"Apa di istana selalu begitu juga kalau mau makan?" Irwan menjawab,"Iya.Semua makanan sudah harus lewat sensor dayang utama.Kau tahu kan Kak Ikif?" Evi manggut2,"Ya aku tahu.Yang disuruh nganter hadiah ke rumahku kan?" Irwan mengangguk,"Iya....enak juga ya masakan ini?Hmm..." Evi mengambil tissue dan membersihkan sisa makanan di dekat bibir Irwan,"Maaf ada sisa makanan di situ.." Irwan terpana,'Dulu Ibunda yang melakukan ini padaku tapi sejak sibuk jadi Permaisuri.Sudah ga pernah lagi.' Usai makan Irwan hendak membayar semuanya,namun pemilik warungnya ga mau.Irwan kekeh,"Perlakukan saya sama dengan pelanggan lain.Lagian Ibu sudah susah2 masak pantas mendapat hasil dari kerja kerasnya.Ini ambil saja.Terima kasih makanannya enak.Kami permisi." Evi kian terpesona dengan nilai2 hidup Irwan,'Ya ampun dia benar2 seorang bangsawan.Jadi makin terkesima deh.' Mereka menuju kampus.Evi melirik Irwan yang nampak tenang duduk di sebelah kirinya,"Ehmm...kampus pasti heboh lihat aku datang bersama kamu.Mending aku turun di jalan aja sebelum masuk kampus.Gimana?" Irwan malah meraih tangan Evi,"Berita pernikahan kita sudah tersebar.Wajar jika kita datang bersama.Kamu diam saja nanti.Biar aku yang tangani situasi nanti.Dan jangan coba kabur!Aku ga mau nanti di koran disebutkan bahwa Calon menantu kerajaan diturunkan di pinggir jalan.Itu merusak citra tahu." Evi malah deg2 ser dipegang lagi tangannya sama Irwan.Apalagi ga dilepas2.Irwan malah memejamkan mata,'Aku merasa ga sendirian untuk pertama kalinya.Ada seseorang menanggung bersama beban yang kupikul.' Evi mencoba menata hatinya,'Aduh...pantas penggemarnya seabrek...Dia mempesona begini.' Mobil melaju menuju kampus Wiraraja.Kira2 gimana reaksi kampus ya lihat mereka datang bersama?***see you next eps***
Eps 19 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
[¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤] [¤¤¤] RATU HATIKU EPS 19 [¤¤¤] [¤¤¤] Tiket 1 M 701707 + ××× [¤¤¤] [¤¤¤] Holdeth His Peace [¤¤¤] [¤¤¤] Hidup Dalam Damai [¤¤¤] [¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤][¤¤¤] Cerpen ke-6 : MEMBUKA GERBANG KEMURAHAN Di sebuah ruang kelas tampak seorang guru SD sedang mengajar,"Anak2 kalian tentu sering dinasehati oleh orang tua kalian bukan.Nah coba nasehat apa yang pernah diberikan oleh mereka pada kalian?Bapak ingin tahu." Seorang anak mengangkat tangan,"Ayah saya sering bilang Pak,hidup itu yang penting punya banyak uang Pak." Sang guru menulis di papan jawaban anak tersebut,"Kalau kamu Yudha,pernah dinasehati apa sama orang tuamu? Anak yang paling tinggi di kelas itu menjawab,"Hidup itu sebuah permainan Pak jadi harus menang terus." Sang guru heran,"Wah kok bisa?" Yudha jawab,"Lha saya jarang ketemu orang tua saya Pak,mereka selalu ngasih saya game buat nemeni saya.Jadi saya pikir mereka mau saya belajar dari game." Yang lain ketawa mendengarnya,"Ha..ha..Yudha lucu..." Sang guru menenangkan kelas,"Sudah!Sudah!Kalau yang lain dinasehati apa sama ayah ibunya?" Di bangku paling belakang seorang anak mengangkat tangannya,"Saya Pak Irwan!!" Guru pun menoleh padanya,"Iya Wardi?" Wardi adalah anak yang paling nakal di kelas,"Tiap hari saya lihat orang tua saya perang terus Pak,jadi mereka menasehati saya bahwa dalam hidup harus ada peperangan Pak.Makanya nama saya War-di.He..he..War itu kan perang Pak.Ga seru kalau ga ada perang Pak.Bener kan teman2?" Anak2 pada nyorakin,"Huuuu...Pantesan kamu suka nakal.Diajarin sih di rumah." Irwan,sang guru kembali menenangkan kelas,"Ternyata orang tua kalian memberi nasehat beda2 ya tapi Bapak akan kasih satu nasehat pada kalian uang memang kita butuhkan tapi jangan sampai kita mencintai uang karena akar segala kejahatan adalah cinta uang.Menang memang menyenangkan namun menanglah dengan cara yang benar.Itulah kemenangan sejati.Dan sedapat mungkin kita harus hidup dalam damai dengan semua orang.Kalian mengerti?" Wardi bertanya,"Kenapa begitu Pak?Kata orang tua saya mata ganti mata gigi ganti gigi." Irwan mendekati anak itu,"Jika mata ganti mata akhirnya nanti semua orang akan menjadi buta Wardi.Terus kalau gigi ganti gigi bisa2 seluruh dunia ompong dong?" Anak2 pada ketawa,"Ha..ha...gimana ya kalau Wardi jadi ompong ha..ha.." Wardi manyun,"Terus kalau ada yang jahat sama kita gimana dong Pak?Masak ga dilawan?" Irwan tersenyum,"Hanya satu yang bisa mengalahkan kejahatan.Kalian tahu apa itu?" Semua menggeleng dengan mata kepo. Irwan melanjutkan,"Kebaikan.Jadi kalau kalian ingin menang dalam hidup ini lakukan kebaikan setiap hari.Karena hanya kebaikan yang bisa mengalahkan kejahatan." Ia lalu mendekati Wardi dan mengusap kepalanya,"Balaslah kejahatan dengan kebaikan.Itulah kemenangan." Wardi dan anak2 yang lain manggut2.Lalu mereka mencatat di buku masing2.Lonceng lalu berbunyi,"Theng!Theng!!" Irwan mengakhiri pelajaran,"Oke,sekarang saatnya kalian istirahat.Ingat jangan melakukan hal yang jahat tapi lakukan apa?" Semua menjawab serentak,"Kebaikan Pak!!" Irwan puas mendengarnya,"Bagus!!Sekarang selamat istirahat." Anak2 berhamburan keluar kelas menuju ke halaman dan ke warung penjaga sekolah.Sementara Irwan menuju ruang guru.Hpnya bunyi sang isteri menelpon,"Ya Vi?" Wanita yang telah melahirkan seorang anak baginya itu menjawab,"Mas,gerbangnya ditutup lagi.Jualan kita mana laku Mas." Irwan menghela nafas mendengarnya,"Aku akan coba bicara dengan Pak Dal.Kamu tunggu kabar dari aku ya?Devran mana?" Sang isteri menjawab,"Lagi tidur Mas.Biasa kalau malam begadang siang tidur." Irwan lalu melangkah menuju rumah penjaga sekolah yang juga buka warung,"Selamat siang Pak Dal.Maaf saya bisa bicara dengan Bapak?" Pak Dal adalah penjaga sekolah sekaligus membuka warung di dalam sekolah.Ia punya tiga orang anak.Kepala sekolah mempercayakan semua urusan kantin dan kebersihan sekolah padanya.Ia juga mendapat gaji rutin setiap bulan.Ditambah usaha warungnya.Semua anak jajan di situ.Ada dua gerbang di sekolah gerbang depan dan gerbang samping.Gerbang depan memang ditutup kalau jam sekolah.Tapi gerbang samping biasanya tidak ditutup atasnya jadi para penduduk yang punya jualan bisa jualan di sana.Lewat rongga2 atau sela2 jeruji gerbangnya.Nah Irwan adalah guru baru di sana.Kebetulan ia mengontrak rumah dekat sekolah dekat gerbang samping itu.Evi,isterinya pinter buat makanan kecil jadi lumayanlah dapat penghasilan tambahan dengan jualan aneka cemilan di dekat gerbang samping itu.Namun sudah beberapa hari ini gerbang itu atasnya ditutup dengan papan sehingga anak2 susah jajan lewat gerbang samping. Irwan menemui Pak Dal namun jawabannya selalu ketus,"Itu hak saya mau nutup apa ga gerbangnya.Ga usah protes!Guru baru aja belagu!" Irwan juga sudah mencoba membicarakan dengan kepala sekolah tapi orangnya ga mau turut campur dan malah seperti menghindar kalau ketemu dia.Irwan hanya bisa mengelus dada,"Saya tidak minta gerbangnya dibuka Pak.Hanya jangan diberi papan atasnya.Jadi biar bisa ada akses buat jualan Pak.Isteri saya menjual makanan sehat Pak.Kami ga pakai bahan aneh2 yang berbahaya." Isterinya Pak Dal juga membujuk suaminya,"Ya udah Pak ngapain sih ditutup juga bagian atas gerbangnya.Toh mereka jualannya kan beda sama kita.Biarin aja kenapa sih?Anggap aja bagi rejeki Pak." Namun tetep aja kekeh si Pak Dalnya,"Ini itu wilayah kekuasaan saya!Semua harus nurut pada pakem saya.Udah sana!Saya banyak pembeli!Ganggu aja!" Irwan melangkah dengan gontai ke ruang guru.Saat di jalan ia dicegat oleh Wardi,"Pak,saya rusak saja gerbangnya gimana?Saya suka jajanan bikinan isteri Bapak.Enak dan murah.Ga kayak di tempatnya Pak Dal.Dah mahal juga kadang dah basi." Irwan jongkok dan menggeleng,"Jangan Wardi.Itu ga baik.Mungkin pintu hati Pak Dal belum terbuka saat ini tapi pasti akan terbuka suatu saat nanti.Terima kasih sudah perhatian pada Bapak.Sudah tanda masuk tuh!Ayo kembali ke kelas." Wardi manggut2 dan lari ke kelas.Irwan menelpon isterinya,"Kita jualan di sekolah lain saja Vi.Kalau ga ya kita usaha lain saja ya?" Evi mengerti,"Ya udah Mas.Rejeki udah ada yang ngatur.Ga cuma di sini aja.Aku akan coba jualan di sekolah lain tapi kasihan Devran kalau gitu Mas.Mending aku jualan seadanya saja di rumah.Yang penting Devran terawat dengan baik.Gpp kan Mas?" Irwan lega isterinya begitu pengertian,"Iya.Nanti kalau libur aku yang jualan.Akan aku titipkan ke warung2 gitu.Gimana?" Evi seneng dengernya,"Iya Mas.Ide bagus itu.Aku setuju.Ga bisa jualan di sini ya bisa jualan lewat nitip di warung2 lain.Ya udah aku urus Devran dulu dia bangun." Irwan bersyukur punya isteri mau hidup susah seneng sama dia.Evi dan dia memang dari keluarga sederhana.Gaji sebagai guru ia cukupkan buat menghidupi keluarganya.Namun biaya hidup makin lama makin tinggi,jadi ia mencoba mencari tambahan penghasilan. Sebenarnya ada peluang tapi ditutup oleh kelakuan penjaga sekolah. Sementara itu sejak menutup gerbang samping dengan papan atasnya,banyak hal terjadi di keluarga Pak Dal.Anak pertamanya diphk dari kerjaannya.Anak keduanya nyari kerja ga dapat2.Anak ke-3nya tiba2 jatuh sakit dan harus opname di RS.Semua membuat Pak Dal pusing.Sampai2 ia ga konsent pas di jalan habis dari RS,hampir saja ia ketabrak mobil kala mengambil dompetnya yang jatuh di jalan.Untunglah Irwan yang kebetulan lewat habis nitip dagangan ke warung2 segera menyelamatkannya,"Awas Pak!!" Pak Dal selamat dan Irwan cuma lecet2 dikit,"Bapak gpp?" Pak Dal terpana melihat siapa yang nolong dia,"Pak Irwan?" Irwan lega Pak Dal gpp,"Hati2 Pak.Di sini jalannya rame.Mari saya antar pulang Pak." Pak Dal tak bisa ngomong apa2 saking malunya yang nolong dia justru orang yang ia perlakukan dengan tidak baik.Ia lalu minta maaf pada Irwan,"Maaf ya Pak.Saya sudah jahat sama Anda.Tapi Anda malah membalas dengan kebaikan.Saya jadi malu." Irwan cuma tersenyum,"Gpp Pak sudah saya maafkan.Oh ya saya pulang dulu ya Pak.Saya permisi." Pak Dal berubah sejak itu,dibukanya papan atas di gerbang samping bahkan ia bersedia menerima titipan dagangan dari isteri Irwan.Evi gembira sekali.Ia bisa jualan dan menjaga Devran.Irwan juga mendapat tambahan penghasilan.Namun bukan hanya mereka yang bahagia,Pak Dal juga mengalami kebaikan.Sejak gerbang samping tak lagi ia segel sehingga bisa terjadi akses jual beli berbagai kebaikan ia alami.Anaknya dapat kerjaan yang no satu dan dua.Yang ketiga juga pulih kesehatannya.Tuhan membuka gerbang kemurahan-Nya kala kita juga membuka gerbang kemurahan pada orang lain.Begitupun kala kita menutup gerbang kemurahan kita pada orang lain,Dia juga menutup gerbang Kemurahan-Nya untuk kita.***The End*** [¤¤¤] KAMPUS WIRARAJA... Mobil yang dinaiki Irwan segera dikerubuti para wartawan dan para fans dia,"Pangeran datang!!Pangeran Sumenep datang!!" Evi panik lihat begitu banyak orang diluar mobil,"Sumenep!Ini gimana?" Irwan malah dengan santainya keluar dari mobil sembari menggandeng Evi erat2,"Ayo kita keluar.Dan ingat kamu harus dekat aku,Kucir Kuda!" Evi manyun merona gitu melihat cara Irwan menggenggam tangannya,'Kenceng bener genggamnya.Tapi aku seneng banget.' Tak jauh dari situ sebuah mobil mewah juga berhenti,Hazman nampak keluar dari dalamnya namun tak seperti Irwan yang dikerubuti para wartawan,Hazman tampak sepi dari perhatian media.Isda melihatnya dengan geram,'Andai saja dulu aku ga mencampakkan Ben demi kakaknya yang kupikir bakal naik tahta eh ternyata malah sakit tiba2.Pasti anakku sekarang yang dikerubuti dan dikejar2 media.Bukan anak perempuan reseh itu!!Sial!!' Hazman melambaikan tangan pada Mamanya lalu melihat ke arah kerumunan wartawan dan reporter,'Sepertinya berita perjodohan itu sudah menyebar.Istana bergerak cepat.Bahkan Irwan datang bersama Evi.Kenapa aku kesal ya lihatnya?Lihat mereka gandengan gitu.Evi jelas dilindungi sekali oleh sepupuku.Benarkah diantara mereka tak ada rasa apapun?Seperti awal aku bertemu mereka?Aku ragu.' Irwan menjaga Evi melewati serbuan dan cecaran pertanyaan dari media,"Pangeran!!Benarkah dia adalah calon menantu kerajaan?Kapan kalian akan menikah?" Evi hanya bisa depis dekat Irwan sementara para pengawal mengamankan junjungannya,"Minggir!!Beri jalan buat Pangeran!!Minggir!!" Lesti dan Salsa juga tak bisa mendekati Evi,"Wah ternyata berita itu benar ya?Lihat!Mereka datang berdua.Satu mobil lagi.Wah kita bakal punya teman yang jadi Ratu di Istana Sumenep.Hore!!" Beda dengan mereka,genk Shiha jelas bete banget lihatnya,"Kok bisa sih istana menjodohkan Irwan dengan gembel begitu?Jangan2 Baginda salah minum obat nih..." Rizky menegur Shiha,"Jangan sembarangan ngomong!Bisa dipenjara lho menghina anggota keluarga kerajaan apalagi Baginda." Rdho malah mikirin Ega,"Gimana reaksi Ega ya kalau lihat ini?" Syuhada sebel dengernya,"Yang di Perancis biarin aja di sana.Ngapain kamu pikirin?" Shiha malah mikir sambil jabrut,'Sekarang aku ga bisa menyentuh si cewek gembel itu!Sial!!Dia dilindungi Irwan.Cara megang tangan aja sampai kayak gitu.Kenapa sih Irwan mau dijodohin sama kunyuk itu?Bete deh!!Merasa diatas angin tuh cewek!' Sementara itu Evi dan Irwan berhasil lolos dari kerumunan awak media dan kini sudah sampai di persimpangan.Evi memanggil Irwan,"Sumenep!Hey!!Kau mau bawa aku ke mana?" Irwan ga sadar kalau ia membawa Evi ke arah gedung fakultas Hukum dan bukan Ekonomi,"Yeah ke kelaslah!Kan kita mau kuliah." Evi berhenti melangkah,"Iya kuliah tapi aku tuh bukan fakultas Hukum ya...." Irwan baru ngeh,"Astaga!Aku kok bisa lupa ya?" Evi mesem dan menunggu Irwan melepaskan pegangan tangannya.Tapi tak jua dilepas,'Nunggu apa sih Sumenep ini malah celingukan gitu?Nyari apa dia ya?' Irwan melihat pengawalnya mendekat,"Mana pengawal yang lain?" Pengawal itu menjawab,"Mereka menghadang para awak media Pangeran." Irwan berpikir,'Lalu yang jaga Si Kucir Kuda ini siapa ya?Harusnya aku ga mengurangi jumlah pengawal.' Evi heran lihat Irwan tak jua melepas genggaman tangannya,"Katanya mau kuliah?Kenapa masih...ehm...belum nglepasin tanganku?Ntar telat lho." Irwan rupanya mencemaskan Evi,"Tunggu sampai pengawalku datang lagi." Evi senang Irwan mencemaskannya tapi ia ga mau manja,"Kamu tenang saja aku akan baik2 saja kok.Jangan cemasin aku he..he.." Irwan sok ngeles,"Siapa yang mencemaskan kamu?Aku kan cuma menjaga amanat Raja untuk menjaga calon Permaisuri masa depan Sumenep.Huhh!" Evi sebel lalu melihat seseorang,"Aty!!!" Seorang gadis datang mendekat,"Hay Vi!!Cie...yang lagi jadi trending topic ....mesra nian gandengan terus kayak truck trailer aja he..he.." Aty malah minta tanda tangan sama Irwan,"Pangeran ganteng!Minta signaturenya dong..aku ngefans berat sama Pangeran...gantengnya..." Evi geleng2 kepala,"Aty!!Malah jumpa fans iiih..." Irwan memberi tanda tangannya di buku diary Aty,"Kalian satu jurusan?" Evi yang jawab,"Iya!Namanya Aty!Dia ditakuti lho!Jadi kamu ga usah takut aku ga ada yang jaga.Kan ada Aty.Jadi kamu bisa kuliah dengan tenang." Irwan masih ragu,'Mana sih pengawalku kok ga balik2 sih?' Wartawan dan reporter memang sangat banyak sehingga kampus jadi heboh.Untunglah Lesti,Salsa dan Hazman datang.Evi ceria gitu lihat mereka mendekat,"Hay guys!Bantu aku bujuk Sum...eh..Pangeran kalian ini he..he.." Lesti dan Salsa berkata,"Tenang saja Pangeran,kami adalah sahabat Evi jadi kami akan jaga dia." Hazman juga bantu bujuk,"Iya Sepupu!Tenang saja ratu hatimu ini akan kami jaga.Tenang saja." Akhirnya Irwan melepaskan juga genggaman tangannya,"Baiklah.Aku akan ke kelas.Kalian jaga dia ok?" Lesti,Aty dan Salsa menjawab serentak,"Siap Pangeran!!" Irwan melangkah pergi diikuti pengawalnya tapi ia sempat berbisik pada Evi,"Aku akan telpon lagi nanti.Ingat kau pulangnya denganku.Aku kuliah dulu,Ikan sapu2ku...he..he." Evi merona ria wajahnya,'Aduh...pantas banyak nian fans dia.Benar2 menawan hati...' Hazman malah bete lihat mereka,'Kata ibu harusnya wasiat Raja terdahulu itu jatuh ke tanganku dan bukan pada sepupuku.Harusnya aku yang menikah dengan Evi dan bukan Irwan.' Sementara itu di sebuah tempat tertutup terjadi pertemuan antara Isda dan beberapa orang. [¤¤¤] LOKASI PERTEMUAN GELAP... Isda nampak ceria,"Kapan kita akan melaksanakan rencana ini?" Salah seorang menjawab,"Pada saat konferensi pers dilakukan oleh pihak istana mengenai perjodohan Putra Mahkota dengan gadis itu,bukankah saat itu media pasti hadir?" Isda tersenyum licik,"Itu sungguh brilian!Aku setuju!" Mereka lalu toast.Wah punya rencana apa ya mereka?Apa mau membunuh Irwan?***see you next eps***
Eps 20 Cerbung ke-7 RATU HATIKU
|¡||¡|||¡||||¡||||¡||¡|||¡||¡|||¡||¡|||¡ || RATU HATIKU 20 ||¡|| ||¡| M 701707-7×× |||||¡|| ||¡| In The Multitude |||¡| ||¡| Di Keramaian ||¡||¡|| ||¡|||¡|¡|¡¡||||¡||¡||¡|¡|¡¡|¡| ||¡|| Cerpen ke-7 : Menggapai Impian Lahir dalam keluarga besar ternyata membuat aku tak sempat mengenyam pendidikan tinggi.Dengan bekal ijazah SMU aku menapaki masa depanku.Sempat kerja di mall namun kemudian terjadi kerusuhan di kotaku.Mallnya dibakar.Lalu sempat kerja di pabrik garment juga.Namun jauh dan akupun dititipkan pada kerabat yang tinggal dekat situ namun perlakuan mereka sungguh membuat aku tak betah.Masak aku ditempatkan di tempat dimana tak ada pintunya ruangannya.Aku selalu tidur dalam ketakutan.Bayangin aku anak gadis dan aku belum pernah menjalin hubungan dengan pria.Akhirnya aku pilih ikut kakakku katanya bakal ditawari kerja jadi PNS.Namun aku malah jadi pembantu di rumah kakakku sendiri.Pagi2 buta sudah bangun dan menyiapkan sarapan lalu mengantar sekolah ponakanku.Berkali2 aku menagih janji kakakku namun selalu dia berdalih dan menyuruhku sabar.Aku hanya dikasih uang sangat minim tiap bulan.Padahal aku sangat ingin membantu ibuku yang masih mengurusi adikku yang masih sekolah.Kalau begini terus aku malah menyiksa diri.Suatu malam dalam putus asaku aku berdoa pada Tuhan,'Ya Tuhan,aku tak punya impian yang muluk,aku hanya ingin bisa membantu ibuku membiayai sekolah adik2ku.Ada Rizky dan Ridho yang butuh biaya.Kakak2ku sudah punya keluarga sendiri2 jadi mereka kebanyakan ga mau tahu dengan kesusahan ibu.Malah kalau ibu minta uang disuruh jadi pembantu dulu ngapain kek baru dikasih uang.Aku sedih melihatnya.Tega ya mereka sama ibu.Mengapa pernikahan justru membuat mereka begitu ya?Aku harap jika memang aku Kau beri pasangan hidup berikanlah pria yang murah hati,berbakti dan hatinya begitu baik.Tuhan,berikanlah aku petunjuk agar impianku bisa terwujud.Tuntunlah langkahku.Amin.' Esoknya saat mengantar sekolah,aku mampir ke sebuah warung kelontong niatnya mau beli peralatan mandi.Yang jualan ibu2 sudah tua dan ia tinggal sendirian.Kasihan banget.Iseng aku nanya2,eh dia cerita kalau ia punya dua anak.Anak pertama tinggal dekat dia.Sedang anak yang kedua merantau.Kasihan ibu itu.Membuatku teringat pada ibu dan kedua adikku.Sejak itu aku kerap mampir ke rumah ibu itu bahkan bila ia ada kesulitan aku akan datang membantu.Rupanya Tuhan mempertemukan aku dengan ibu itu ada maksudnya.Tak lama aku alami masalah di rumah kakakku.Aku dituduh mencuri uang.Padahal aku tidak melakukannya.Aku tahu pelakunya adalah anak kakakku namun ia tak percaya padaku malah mengusirku.Aku pergi tanpa tujuan dan kakiku membawaku pada rumah ibu pemilik warung dekat sekolah ponakanku.Aku mengetuk pintu rumahnya,"Ibu Halimah!Ibu ini Evi Bu!Ibu!" Tak ada sahutan,aneh.Akupun mendorong sedikit pintunya tak dikunci.Astaga!Aku terkejut melihat Ibu Halimah tergeletak di lantai,"Ibu!!Ibu Halimah!!" Segera aku meminta bantuan warga sekitar dan membawa ibu itu ke RS.Rupanya beliau kena serangan jantung.Anak pertamanya segera menghubungi adiknya minta uang buat biaya berobat sang ibu.Anak kedua sepertinya sangat sayang sama ibunya,"Aku akan segera pulang Kak!" Ibu Halimah akhirnya boleh pulang,aku merawatnya.Ibu Halimah senang sekali dan berangsur pulih dengan cepat.Aku membantu beliau menjaga warung dan juga merawat beliau.Walau ibu Halimah bersikeras akan menggajiku namun aku menolak karena kupikir aku sudah dapat tumpangan gratis dan juga makan.Lagian kupikir Ibu Halimah lebih butuh uang untuk biaya rawat jalan.Namun aku terpana kala mengantar beliau ke rumah anak pertamanya.Anak pertamanya sudah menikah.Namanya Hastadi.Isterinya bahkan kerja sebagai perawat di RS terkenal di kotaku.Wah rumahnya bagus nian.Bertingkat dan keramik semua.Beda banget dengan rumah ibunya yang bahkan dinding rumahnya sudah retak2.Sampai di sana aku heran karena aku disuruh pulang jaga rumah ibu Halimah sedang Bu Halimah disuruh tinggal di sana.Aneh ada apa ya?Ibu Halimah berkata padaku,"Biasanya kalau ibu disuruh tinggal di rumah anak ibu yang pertama pertanda anak kedua ibu akan pulang.Anak kedua Ibu sayang sama Ibu.Nanti Ibu kenalkan sama kamu." Ibu Halimah ingin aku menemaninya namun sepertinya anak pertama beliau tak mengharapkan kehadiranku,"Kamu sebaiknya jaga saja rumah ibuku.Jaga warungnya.Awas jangan maling!Kami akan merawat ibu.Dah kamu pulang saja." Aku merasa ada yang disembunyikan oleh anak pertama Bu Halimah.Namun aku cuma orang luar,jadi aku akhirnya kembali ke rumah Bu Halimah.Namun beberapa hari kemudian ibu Halimah kembali dengan diantar seorang pria muda.Ibu Halimah memanggilku,"Evi!!Kenalkan ini putra kedua Ibu.Namanya Irwan." Aku terpana melihatnya,ganteng banget.Kelihatannya juga baik.Aku makin heran kala tak lama kemudian anak pertama Bu Halimah datang dengan tergopoh2,"Wan!!Dengarkan dulu penjelasanku Wan!!Semua yang dikatakan Ibu bohong Wan!" Aku lihat Ibu Halimah nampak marah,"Kamu nuduh Ibu bohong?Kamu yang bohong!Kamu bilang selama ini aku tinggal sama kamu kan?Padahal ga!Kamu dan isteri kamu selalu mendukakan hati Ibu!Kamu hanya ingin Irwan selalu kirim uang kan?Buat ibulah buat berobatlah buat bangun rumahlah..kamu ...kamu.." Ibu Halimah pingsan.Irwan segera membawanya ke RS.Aku jelas ikut.Ibu Halimah emosi.Tensinya langsung naik.Tak sengaja aku mendengar percakapan Irwan dan kakaknya,"Tega ya kakak bohongi aku!Jadi selama ini Ibu masih tinggal di rumah lama?Rumah itu sudah retak2 kak dindingnya.Dan ibu tinggal sendirian di sana?Kakak tega ya bohongi aku!Mulai kini aku akan ambil alih perawatan ibu.Aku sudah minta dimutasi ke cabang kota di sini.Aku kecewa sama kakak.Uang yang kukirim setiap bulan untuk ibu ternyata hanya sedikit sekali yang sampai ke ibu.Kasihan Ibu.Aku kecewa punya kakak seperti kak Hastadi!" Rupanya begitu ceritanya.Pantas rumah anak pertama Bu Halimah bagus nian ternyata membangunnya pakai uang kiriman adiknya yang sebenarnya uang itu buat ibunya.Kulihat Irwan berkaca2 saat meninggalkan kakaknya.Ternyata bukan hanya di keluargaku saja anak yang ga peduli dengan orang tuanya.Di keluarga Bu Halimah juga sama.Sejak itu Irwan memintaku merawat ibunya selama dia mengurus kepindahannya.Aku jelas melakukan dengan senang hati.Bahkan ia bersikeras menggajiku namun aku menolaknya karena aku sudah menganggap ibu Halimah seperti ibu kandungku sendiri.Aku berjualan makanan ringan di warung Bu Halimah dan hasilnya kukirim ke ibuku.Buat bantu biaya sekolah kedua adikku.Irwan dan aku kian dekat.Bahkan kami kemudian jadi kekasih.Aku jelas sangat bahagia,bagaimana tidak bahagia Irwan pria yang kuidam2kan.Akhirnya Irwan membawa Ibu Halimah pindah rumah.Aku terkejut melihat rumahnya,"Bagus banget Wan!Ini lebih bagus dari punya kakakmu." Irwan meraih tanganku,"Aku ingin kau menjadi Nyonya Rumah di sini.Merawat ibuku dan pastinya mencintaiku dan menjadi ibu bagi anak2ku kelak.Kau mau kan?" Aku terharu dan mengangguk,"Iya aku mau." Tak lama kemudian aku menikah dengan Irwan.Ia sungguh sangat baik.Ia memperbesar warung ibunya dan mempercayaiku mengelolanya.Ia juga memberikan kepada ibuku uang setiap bulan untuk membantu meringankan biaya sekolah adik2ku.Sungguh aku tak nyana mimpiku menjadi kenyataan.Kebahagiaanku kian lengkap kala aku melahirkan seorang bayi laki2 untuk Irwan.Ibuku juga Ibu mertuaku bahagia sekali dengan kelahiran anakku.Merekalah yang memberi nama.Namanya Ivan Pambudi artinya Inilah anak Evi dan Irwan anak pertama dan pria yang berbudi.***The End*** ||¡||| KAMPUS WIRARAJA FAKULTAS HUKUM... Irwan memandangi cincin di jarinya.Teringat dia kala mengejar orang yang memakaikan cincin itu di jarinya,'Kini aku telah terikat dengan seseorang.Si Gadis Kucir Kuda.Dia itu seperti kuda yang belum dijinakkan.Suka bertindak semau dia.Kehadirannya sungguh memberi warna berbeda dalam hidupku.Biasanya cuma ada warna kelabu namun kini jadi colourfull malah aku jadi punya alasan lepas dari rutinitas istana.' Shiha memperhatikan Irwan dan mengirim sms kepada Ega,'Sepertinya kepergianmu ke Perancis telah mengubah segalanya terutama Irwan.Ia jadi berbeda bahkan ia akan segera menikah dengan gadis gembel yang pernah kita srempet dulu.Bayangkan saja dia dulu begitu dingin tapi kini aku sering lihat dia tersenyum sendiri.Irwan sepertinya benar2 sudah lain jiwa.Irwan sudah berubah.Irwan yang dulu hilang sudah.' |||¡||| PERANCIS... Ega nampak sedang latihan balet namun hatinya resah.Ia merasa kesepian dan yang pasti merindukan satu sosok yang biasanya selalu menghubunginya via phone,'Sekalipun aku meraih impianku menjadi penari namun kenapa ya aku merasa hidupku seperti sesak ya?Bahkan aku ga konsent latihan.Aku kangen Irwan biasanya ada dia yang kasih semangat sama aku.Sekarang aku merasa sendiri tanpa kehadirannya.Dia yang biasanya menjagai aku walau hanya sekedar diam di dekatku.Aku baru sadar betapa aku kehilangan dia.Lihat hp dulu ah...astaga hpku kan baru kuservis kemarin jatuh.' Weleh ternyata hpnya ga on pantas ga tahu soal update news.Bagus deh...kembali ke Kampus yuk! Sekarang kita lihat ke fakultas Ekonomi ya. |||¡||FAKULTAS EKONOMI WIRARAJA... Evi ternyata 11/12 sama Irwan,lagi asyik lihatin cincinnya apalagi ada tulisannya SE,'Sarjana Ekonomi he..he..bukan ding...Sumenep Eng...apa ya waktu itu...belibet gitu nyebutnya...aha Suemenep Evi hi..hi...ya itu malah pas.Aku kan suka manggil Si Ikan Sapu2 itu Sumenep he..he..kok bisa pas ya?Ga sangka ya aku bakal menikah sebentar lagi.Namun apa dia masih sayang sama gadis yang waktu itu ya?Gadis itu sungguh anggun.Mana mungkin aku bersaing dengannya.Kenapa aku tiba2 jadi posesif sih sama Si Sumenep?' Aty melihat temannya melamun menepuk pundaknya,"Lagi mikir apa sih Vi?" Evi jumbul dan langsung spontan berkata,"Sumenep Pak!" Astaga!Semua yang di kelas jadi lihatin dia,apalagi dosennya yang dulu menghukum dia,"Kenapa lagi kamu Miss Ikan Sapu2?Oh iya kita semua belum mengucapkan selamat ya pada calon lady kita ini atas perjodohannya dengan Pangeran Sumenep.Iya kan ?Gimana kalau kita kasih congratulation sama teman kita ini?" Semua nyahut,"Setuju Pak!!" Dosen memberi aba2,"Baik Miss Ikan Sapu2 please stand up ya!Saya hitung sampai 3 kita bilang sama2 'Selamat ya Miss Ikan Sapu2'.Selagi belum digelari kebangsawan,kita panggil dengan suasana perkuliahan.Siap?" Semua mahasiswa jawab,"Siap Pak!!" Evipun berdiri dengan malu2 makin malu dia kala semua berkata serentak padanya,"Selamat ya Miss Ikan Sapu2!" Meski sederhana tapi bagi Evi itu sungguh menyentuh hatinya,"Terima kasih Teman2 juga Pak Dosen he..he.." Dosen malah jawab,"Jujur saya senang dan sungguh ga mengira kalau calon permaisuri masa depan Sumenep ternyata mahasiswa saya.Sungguh suatu kebanggaan tersendiri bisa mengajar para pemimpin masa depan.Sekali lagi selamat ya Miss Ikan Sapu2 he..he..oke sekarang kita lanjutkan kuliah kita.Besok saya akan adakan quiz.Jadi siapkan diri kalian!" Evi kembali duduk,'Jadi pingin cepet pulang nih.Pingin lihat muka lucu Sumenep.Si ganteng.' Akhirnya jam kuliah selesai.Masih awal semester jadinya belum padat kuliahnya.Evi duduk2 di tangga fakultas ditemeni Aty sambil asyik makan kacang kulit.Biasa Aty selalu bawa nyamikan,"Kemarin di rumahku ada arisan Vi jadi banyak makanan deh.." Evi dengan nyantai makan,eh ada yang ambil fotonya dia.Jepret!Jepret! Rupanya para paparazi ga bosen2nya nyari berita soal calon menantu kerajaan,'Aha!Gotcha!Wah calon ratu Sumenep orangnya sangat apa adanya.Benar2 ordinary people banget.Wah pasti rakyat makin cinta nih sama Putra Mahkota.Calon pendampingnya benar2 asli merakyat.Keren!!Foto lagi ah...cekrik!Cekrik!' Kok berubah bunyinya?Variasi biasa...biar ga jenuh.Kayak larutan kimia saja. Hazman mendekati Evi makhlum satu fak dia.Sengaja he.he.. Evi asyik nyeruput pop ice rasa duren fave dia,"Habis ini dah ga ada kuliah kan Ty?" Aty menggeleng,"Dah ga.Dosen mata kuliah terakhir ganti jadwalnya lusa.Makhlum masih sibuk seminar." Salsa punya usul,"Yuk kita hang out.Dah lama ga makan bareng.Sekalian merayakan perjodohan kamu Vi." Lesti nimbrung,"Iya dulu kita taruhan kalau kamu nikah duluan maka yang kalah taruhan nraktir.Iya kan Sa?He..he.." Hazman gabung,"Aku ikut dong!Aku kan bakalan jadi saudara ipar kamu juga Vi." Evi malah bimbang,"Aku...aku...harus beritahu ehm...Sum...eh maksudku Pangeran dulu..." Eh yang diomong datang dikawal bodyguard gitu,"Apa yang perlu kau beritahu padaku ?" Ups semua juga kaget ga cuma Evi,"Astaga!Bikin kaget aja deh kamu nih!" Hazman merhatiin dengan iri bagaimana Evi salting kalau dekat Irwan yang auranya emang intimidating banget.Pakaian rapi dah ga jamperan lagi.Evi sampai belibet ngomongnya,"Ehm...mereka mau ajak aku makan2 buat...eh..buat apa?" Salsa menjawab,"Buat merayakan kabar baik kalian..." Irwan melihat betapa Evi menanti jawabannya,'Dia ceria sekali bila bersama teman2nya.Lagian aku juga masih jam kampus.Sesekali cari suasana beda boleh juga...' Irwan meraih tangan Evi,"Kalau begitu aku juga diundang kan?" Wah semua surprise banget dengernya,terlebih Evi.Wajahnya ga percaya gitu,"Kau mau ikut?" Irwan mengangguk,"Kan aku harus jaga kamu.Amanat orang tua tahu." Evi hepi banget,"Asyik!!Ayo guys!Mau makan dimana?Aku diijinin kok sama...he..he.." Wah semua langsung berdiri dengan hepi,"Deket kampus aja itu ada depot makan asyik deh..." Semua setuju.Wah yang ribet para pengawal nih.Hazman menatap gimana gitu lihat Evi jalan dekat Irwan digandeng lagi wah belum paparazi dimana2,'Irwan beruntung banget sih...Bukan masalah status putra mahkota tapi mendapat hak wasiat itu.Mendapatkan Evi.' Wah depot makannya langsung heboh didatangi Putra Mahkota Sumenep.Evi malah merhatiin Irwan,"Kamu mau makan apa?" Irwan duduk di sebelah Evi,"Sama kayak kamu aja." Aty nyeletuk,"Cie...samaan nih ye...romantisnya..." Shiha and genk yang kebetulan juga disitu bete banget lihatnya,"Kita cabut aja yuk!Males lihat mereka!" Tapi 2R malah nyamperin Irwan,"Wah kita boleh gabung kagak?" Evi yang jawab,"Tentu dong!Ayo gabung aja.Ditraktir kok sama Lesti dan Salsa ya kan?" Lesti dan Salsa jelas hepi lihat si kembar ganteng mau gabung,"Iya iya mari silakan.Masih banyak kursi kok..." Irwan jelas seneng ada 2R,kan emang sahabatan mereka.Evi senang Irwan jadi ga canggung karena ada 2R yang bisa diajak ngobrol.Shiha dan Syuhada langsung cabut dari sana.Ga tahan lihatnya.Evi mah cuek yang dia perhatiin kan Irwan,'Ya ampun dia makin diperhatiin makin menawan ya...aku mimpi kali ya berada di satu meja dengan dia.Sebelah aku lagi.Aduh...' Eh lagi asyik ceria makan hp Irwan bunyi,"Paman?" Irwan menjauh menerima telpon,"Ya Paman Samuel?....oh begitu?Baik Paman saya segera kembali." Evi merhatiin,'Ada apa ya?Pasti dari istana deh.' Irwan mendekat dan berbisik pada Evi,"Kita harus pergi." Evi kaget,"Kita?" Irwan mengangguk,"Iya kita.Kita harus segera ke istana.Selesaikan makanmu dan kita segera pergi." Evi segera menghabiskan makannya,"Sudah..." Irwan lalu pamitan pada semuanya,"Maaf kami harus pergi duluan.Terima kasih buat makan2nya." Irwan juga pamitan sama Hazman,"Sepupu,aku pergi dulu." Hazman nampak kecewa tapi cuma bisa mengangguk.Irwan menggandeng Evi pergi.Evi ceria gitu say goodbye,"Dah teman2!Sorry ya cabut dulu.Biasa...he..he..Thanks ya...Dahhh!!" Mobil kerajaan sudah menunggu di luar.Segera pintu dibukakan buat Irwan dan Evi.Wah tak lama rombongan putra mahkota segera meninggalkan area kampus.Mau kemana mereka?***see you next eps***
Eps 21 CERBUNG KE-7 RATU HATIKU
||♡|| RATU HATIKU EPS 21 ||♡|| Tiket H xx7284 ||♡||
Dare To Give It All ||♡|| Berani Habis2an
           |♡|| Istana Sumenep....
             Irwan datang bersama tunangannya menemui asistennya.Samuel memberitahu soal persiapan jumpa pers,"Pangeran,ini saya sudah siapkan pidatonya.Ini beberapa kemungkinan pertanyaan yang muncul dan ini saya sudah siapkan jawabannya juga.Pangeran silakan mempelajarinya.Acaranya akan dimulai jam 7 malam.Itu prime time dan ratingnya sangat tinggi."
Irwan membaca dokumen yang diberikan asistennya,"Bagaimana jika pertanyaan diajukan pada calon menantu kerajaan Paman?"
Evy mendengarkan sambil melihat2 apa yang dibaca Irwan,'Ya ampun banyak sekali teksnya.Ribet juga ya jadi orang tenar.Mana hafal aku kalau disuruh ngapalin sebanyak itu.Aduh...pusing kepala baby...'
Samuel mengerti keresahan junjungannya,"Pangeran tenang saja.Saya sudah siapkan juga buat Putri Evy."
Wah Evy langsung melambung disebut tuan putri,"Paman berlebihan ah manggil saya..." Irwan malah asyik baca dengan seriusnya,Evy hendak mendekat namun dicegah oleh Samuel,"Biarkan saja Pangeran Tuan Putri.Beliau ga suka diganggu kalau sedang serius.Saya mau menunjukkan dokumen lain pada Anda.Mari ikut saya."
              Dokumen apa ya?Rupanya dokumen soal apa saja yang akan diterima Evy sebagai menantu kerajaan.Wah Evy melongo melihat nominal dan aset yang ia dapat,"Wow!!Ini angka nolnya banyak banget ya Paman?Terus ini tanah seluas ini bener ini menjadi milik saya?Wah saya ga mimpi kan Paman?"
Yang menjawab malah orang lain,"Kau senang ya dapat begitu banyak harta?"
Evy terpana mendengar pertanyaan Irwan,"Aku ...aku ga minta semua ini.Aku bahkan tak tahu bakal mendapat semua ini saat memutuskan menerima perjodohan ini!"
Evy marah dan melangkah pergi dengan kesal,Samuel memandang junjungannya,"Pangeran menyakiti perasaannya.Sebaiknya Pangeran kejar dia..."
Irwan menghela nafas,"Kupikir dia berbeda Paman..."
Samuel mengambil dokumen yang dipegang Irwan,"Dia berbeda Pangeran.Wajar jika dia kaget...siapa sih yang tak tercengang dengan kekayaan keluarga kerajaan?"
Irwan lalu melangkah mencari Evy,'Ngilang kemana Si Kucir Kuda itu?'
Seorang pengawal memberitahu,"Tuan Putri di sana Pangeran di taman istana."
           Irwan menggangguk lalu melangkah ke taman istana.Nampak yang ia cari tengah memetik helai demi helai kelopak bunga dengan kesal,"Dasar Ikan Sapu2 nyebelin!!Mata gede!!Tembem!!"
Irwan duduk di sebelahnya,"Siapa yang mata gede?"
 Evy malah buang muka,"Mmmhh!!"
Irwan senang bikin Evy bete,"Perasaan aku ga tembem juga..."
Evy mrengut lalu sedakep berdiri dia,"Ngapain kamu ke sini?"
 Irwan tersenyum,"Lho ini kan rumah aku.Kamu yang harus kutanya begitu...aneh!!"
Evy mikir,'Iya juga ya?Ini kan istana bukan kampus.Aduh nanya aja ga bener...aduh ...malu aku...'
Irwan ngekek,"Makanya kalau dosen ngajar jangan kebanyakan melamun...Miss Ikan Sapu2...he..he.."
Evy keki deh,"Darimana kamu tahu aku suka melamun di kelas?"
Irwan geleng2 kepala dan saat itulah hp dia bunyi,"Iya Rizky...Oh ..maaf aku udah ada agenda malam ini.Biasa ...ntar kamu juga akan tahu..yoi guys...ok bye..."
Evy baru sadar,'Astaga!Rizky kan satu fak sama aku..Pantas Si Sumenep ini bisa tahu banyak soal aku...'
Irwan memetik setangkai bunga lalu diberikannya pada Evy,"Maafkan perkataanku tadi..." Evy diam tak menerima bunganya,Irwan lalu menaruh bunganya di tangan Evy,lalu ia memetik lagi setangkai bunga,"Aku tak seharusnya berkata seperti tadi.Maafkan aku..." Evy masih manyun,Irwan jadi mikir,'Bunganya salah kali ya?'
Irwan hendak memetik bunga lagi kala Evy mencegahnya,"Bisa habis bunganya kamu petiki nanti..."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Biar saja habis kan memang taman ini punya keluarga aku jadi kalau habis ya ga masalah..."
Evy akhirnya menerima permintaan maaf Irwan,"Kasihan bunganya kalau aku ga terima.." Irwan menyuntingkan bunga itu di kepala Evy,"Kalau mau menikah biasanya emang bikin wanita nervous....tapi aku harap lain kali kau bisa jujur sama aku apa aja..."
Evy terharu kala Irwan membelai rambutnya,"Aku mau menikah denganmu bukan karena uang dan statusmu...tapi semua demi keluargaku...aku sayang mereka.Aku tak mau mereka sengsara karena aku membangkang...kau tahu sifatku...aku juga tahu kau...kau mencintai orang lain...dan orang itu..."
 Irwan menempelkan jarinya di bibir Evy,"Sst!Stop membicarakan apa yang telah kuanggap masa lalu....aku ga suka..."
 Evy merasa sedih,'Dia pasti masih mencintai gadis itu...beruntung banget ya gadis itu...' Irwan meraih Evy dalam pelukannya,"Kau adalah masa depanku...yang lalu biarlah berlalu...jangan diungkit lagi."
Evy hanya bisa mengangguk dalam dekapan Irwan,'Andai saja dia mencintaiku...indahnya hidupku...'
Sementara Irwan merasa nyaman dan hangat dekat Evy,'Ternyata seperti ini rasanya punya seseorang dalam hidup....'
Samuel melihat adegan itu dari jauh sembari tersenyum.
|♥|| Jumpa Pers...
               Wartawan dan awak media mencecar Irwan dengan berbagai pertanyaan,"Kenapa harus dari rakyat biasa Pangeran?"
Irwan dengan sigap menjawab semuanya.Sementara seseorang nampak mendekat ke arah kerumunan.Ia memasukkan tangannya ke saku jaketnya.Wah siapakah orang itu?Mau melakukan apa ya dia? Saya mau lihat gp dulu ya..sempat redflag tadi.Ngeri deh...***see you next eps***

Eps 22 Cerbung 7 RATU HATIKU
♡》》 RATU HATIKU EPS 22 ♡》》
 ♡》》 Tiket N 012217 xx ♡》》
 The Way of Life = Jalan Kehidupan
 ♡》LOKASI JUMPA PERS..
                  Orang asing yang mendekat dengan tiba2 itu melempar telur busukke arah Irwan namun Evi yang sempat melihat gerakan aneh orang itu segera mendorong Irwan sehingga dia yang kena,"Irwan awas!!"
Irwan selamat namun punggung Evi kena,"Ceprot!!"
               Wah langsung pihak keamanan mengejar orang itu dan mengamankan Irwan dan Evi.Acara konferensi pers berubah heboh.Irwan segera menggandeng Evi masuk ke sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh para pengawal,"Sebaiknya kamu segera ganti baju..."
Ikif yang ikut acara tersebut segera menyerahkan satu stel pakaian ganti buat Evi,"Mari Putri ikut saya."
             Evi dibawa Ikif ke kamar mandi.Usai menunggu Evi mandi dan ganti baju,Ikif segera mendandani dia kembali.Evi melihat bajunya yang serba putih warnanya,"Kak Ikif...eh kakak Dayang Utama...apa Pangeran gpp?"
Ikif menjawab,"Untung saja bukan Pangeran yang kena jadi wibawa istana tidak jatuh walaupun tetap hal ini akanengundang respon publik.Bahwa ada pihak2 yang ingin mencari masalah dengan kerajaan."
Evi melirik ke arah Irwan yang nampak sibuk bicara dengan asistennya,Paman Samuel,'Serius banget dia ya?Kenapa sih ada yang mau mempermalukan dia?Aku kok jadi sedih ya lihat ada yang mau mencelakakan dia?Rasanya hatiku ini jadi seperti tertusuk2.Dia kan ga pernah jahatin orang.Walau dingin dan ga banyak bicara tapi dia sangat peduli pada rakyat.Aku sedih...'
Akhirnya Ikif selesai mendandani Evi,"Gimana?Putri suka ?"
Evi melihat ke arah cermin,"Suka Kak...Wajahku ternyata bisa begitu beda ya?Aku sampai ga percaya itu aku..."
Irwan mendekat dan Ikif segera mohon diri,"Hamba permisi Pangeran..."
Irwan mengangguk dan berdiri di belakang Evi yang masih duduk di depan cermin riasnya,"Terima kasih ya...Sudah begitu memikirkanku dan mau dipermalukan demi aku..." Evi melihat ke cermin dan merasakan Irwan menyentuh bahunya,"Siapa orang itu?Kenapa dia tega melakukan itu pada keluarga kerajaan?Apa dia sudah tertangkap?"
Irwan mengangguk,"Dia sudah diamankan.Sekarang sedang diinterogasi secara ketat.Aku rasa sebentar lagi kau harus tinggal di istana.Juga keluargamu akan mendapat pengawalan dari istana.Orang itu cuma suruhan.Dalangnya pasti orang yang ingin melihat keluarga kerajaan dipermalukan.Atau orang yang punya dendam dengan keluarga kerajaan."
Evi manggut2 sembari menatap wajah tampan Putra Mahkota Sumenep di cermin,'Ya ampun gantengnya...tapi kenapa sih ada yang mau menyakiti dia?Aku jadi sedih...Aku ga mau dia celaka...'
Sementara itu Isda tengah kesal kala melihat liputan kejadian aksi lempar telur busuk itu di tv,"Kenapa bukan wajah Anak Perempuan Reseh itu yang kena???Aduh!!Kalau begini kan ga begitu bikin malu keluarga kerajaan!!"
Hazman yang juga melihat liputan itu dikamarnya malah mikir beda,'Beruntung banget sepupuku ya begitu dilindungi dan disayang sama Evi....seharusnya akulah yang berada di posisi dia saat itu...Kenapa juga Ibu membawa aku pergi dari istana...kalau ibu bertahan mungkin akulah yang sekarang dijodohkan dengan Evi dan bukan Irwan...'
             Anak dan ibu kok beda reaksinya.Aksi lempar telur itu tak membawa dampak seperti harapan Isda malah rakyat jadi simpati pada Putra Mahkota dan makin maraklah aksi mendukung Putra Mahkota.Tentu saja semua adalah gagasan Ratu Inul.Ia diam2 mengadakan pertemuan rahasia dengan asisten Irwan juga Dayang Utama membahas semuanya,"Ide kalian untuk melakukan gerakan aksi mendukung dan simpati pada Putra Mahkota tampaknya berhasil.Rakyat kian menyayangi Pangeran Irwan.Dukungan datang dari berbagai pihak.Kalian brilian!"
                Ikif tersenyum demikian Samuel.Mereka memang sangat sayang pada Putra Mahkota mereka. Pernikahan Evi dan Irwan akhirnya malah dipercepat.Istana sibuk mempersiapkan semuanya.Evi juga dibawa ke istana dan dipingit di sana.Diajari segala macam peraturan istana.Semua makin mendekatkannya dengan Irwan.Evi tetep kuliah namun selalu bersama Irwan kemanapun.Berita mereka akan menikah disiarkan juga di luar negeri.Termasuk di Perancis.
 ♡》》 PERANCIS...
              Ega sedang jenuh dengan rutinitas latihan menarinya,'Bete banget.Kenapa ya aku merasa hampa padahal aku sedang meraih mimpiku selama ini?Aku sedih...Lihat tv ah siapa tahu ada yang menarik dan bisa menghibur aku...Channel Indonesia pasti ada.'
Dapat juga channel Indonesia dan disetelnya sambil ngemil snack.Hingga sebuah liputan menampilkan gambar Irwan dan seorang gadis nampak menunjukkan cincin pertunangan mereka,"Putra Mahkota Sumenep dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan dengan tunangannya yang berasal dari rakyat biasa.Pernikahan ini disambut antusias oleh rakyat.Ucapan selamat datang dari berbagai negara.Pernikahan ini akan diliput live oleh media setempat.Sungguh sebuah sejarah baru dimana keluarga kerajaan mengambil menantu dari rakyat biasa.Pernikahan ini diramalkan akan makin menambah wibawa kerajaan dan makin memperkokoh tahta Pangeran Irwan dibanding sepupunya." Ega terperangah melihatnya,"Irwan?Akan menikah?Secepatnya?Ini ga boleh terjadi !Aku ga mau kehilangan Irwan...aku harus kembali ke Indonesia.Harus!!"
              Wah Ega langsung pesen tiket ke Indonesia.Dia baru sadar betapa berartinya Irwan buat dia.Semua impiannya terasa hampa tanpa Irwan di sisinya.Ia menghubungi ibu angkatnya di Indonesia,"Mama...aku pulang ya?Aku dah di bandara nih.Aku mau pulang." Ibunya jelas kaget namun tak bisa berbuat apa2,"Iya sayang.Nanti Mama jemput kamu di bandara.Lalu sekolah menarimu bagaimana?"
Ega menjawab,"Itu akan Ega pikirkan nanti Ma.Ada yang jauh lebih penting lagi daripada itu.Semoga belum terlambat Ma..."
Terlambatkah Ega?Atau berhasilkan ia membuat Irwan membatalkan pernikahannya?***see you next eps***

Eps 23 Seventh Story � RATU HATIKU
RATU HATIKU EPS 23 �+�× TIKET K XXX1947 �÷
 Don't Let Your Dream Die �= Jangan Biarkan Mimpimu Musnah �< �>
 �{ ISTANA SUMENEP...
           Hazman sekarang kerap datang ke istana disuruh oleh ibunya,Putri Isda.Semua demi ambisi sang bunda yang ingin diterima kembali di istana dan merebut posisi Permaisuri.Hazman sendiri punya misi lain yaitu menggagalkan pernikahan sepupunya dengan gadis yang diimpikannya.Hazman bahkan coba unjuk kemampuan berkudanya di hadapan Evi.Ia tantang Irwan balapan namun yang melarang malah Evi,"Ga boleh!Putra Mahkota ga boleh melakukan hal ekstrim!Ntar aku laporin Ibu Suri lho!"
Irwan seneng banget Evi megangi dia,'Asyik bisa dipegang2 sama Evi.Aku rasa dia cemasin aku deh...pasti in ah...'
Irwan pura2 merasa tertantang,"Siapa takut?Jangan kamu pikir ya Man kalau putra mahkota itu ga bisa naik kuda.Pengawal!Bawa kemari kuda coklatku!"
Evi langsung panik,"Irwan!Dibilangin ga boleh harus ijin dulu sama Permaisuri atau.." Irwan senang banget lihat Evi cemas,"Atau apa?Kamu mau jadi tukang lapor ya?Silakan..." Evi sebal lalu ia punya ide,saat kuda Irwan mendekat ia yang naik duluan.Wah berani sekali Evi,Irwan dan Hazman saja sampai kaget.Evi malah nantang Hazman,"Tandingnya sama aku aja Pangeran Hazman!"
Wah Hazman heran lihat kuda Irwan ga bertingkah saat dinaiki Evi,"Emang Tuan Putri bisa berkuda?"
Samuel yang jawab,"Pangeran Hazman belum tahu ya Putri kan sering diajak berkuda bersama Putra Mahkota."
Hazman cemburu mendengarnya,'Jadi mereka sering bersama ya?Pantas kuda Irwan nampak familiar dengan Evi.Rupanya emang dah sering Evi naik kuda itu.Tapi bagus deh Evi yang terima tantangannya.Jadi aku malah punya kesempatan berduaan sama dia.Kesempatan aku bujuk dia buat batalin pernikahan.Atau kuajak kabur aja dia.Aku akan bilang sama dia betapa tersiksanya hidup di istana.Penuh aturan dan kaku.Kesempatan nih!'
Hazman segera mendekati kuda yang dinaiki Evi,"Mari kita berkuda Tuan Putri."
Eh kuda Irwan ga mau bergerak rupanya sudah dikode sama Irwan,"Tunggu!Sudah menjadi tugasku sebagai calon pendamping untuk menjaga keselamatan Putri Mahkota.Benarkan Paman?"
           Samuel hanya tersenyum dan mengangguk membenarkan.Irwan lalu naik ke kudanya duduk dibelakang Evi pastinya.Wah megang kendali kuda pula,Evi jadi deg2 plas gitu dipeluk Irwan dari belakang. Irwan berbisik,"Kamu lucu sekali selalu saja bertingkah...bikin aku turun tangan...jadi mari kita berkuda.Anggap saja kita sedang kencan."
Wah Evi malah tersipu,"Kencan?"
Hazman kesal dan segera menendang perut kuda yang ia naiki,"Aku duluan!!"
Irwan tersenyum dalam hati,'Aku tahu sepupu kau punya hati kan sama calon isteriku?Aku takkan biarkan kalian berduaan.Enak saja.Evi adalah calon isteriku.Dia milikku!Dialah yang membuat hari2ku menjadi indah.Membuat aku betah di dalam istana.Takkan kubiarkan kau meracuni pikirannya.Tidak akan!'
          Wah rivalitas cinta mulai terjadi.Irwan mulai terbiasa dengan keberadaan Evi di sampingnya. Kamar mereka aja berdekatan,Irwan kerap memperhatikan Evi secara diam2.Demikian juga Evi kerap ganggu Irwan.Minta diajari apa kek,bosan sendirian dan macam2.Tak jarang Evi ketiduran di kamar Irwan,ngeces lagi walah... Terus apakah Irwan akan tetap memilih Evi bila Ega datang?Kita lihat saja yuk!
 �} KAMPUS WIRARAJA...
           Irwan tidak berangkat bareng Evi hari ini,ia ada urusan kerajaan.Evi berangkat ke kampus diantar pengawal tentunya.Namun suasana kampus agak lain semua nampak beda gitu.Evi mendekati Lesti dan Salsa,"Ada apa sih?Kok genknya Shiha nampak sinis gitu.2 R mana?Ga temeni kalian?Katanya kalian dah jadian?"
Lesti menunjuk ke arah Shiha dan team berada,"Mereka di sana menyambut tuan putri katanya."
Evi heran,"Tuan Putri?Kan aku udah datang..."
Salsa melihat sebuah mobil memasuki kampus,"Bukan kamu Vi...tapi itu..."
Evi menoleh ke arah yang dimaksud sahabatnya,"Itu kan...itukan...gadis yang waktu itu sama ..."
Melihat siapa yang datang langsung heboh deh genknya Shiha,"Ega!!Princess Ega!!Welcome back!!"
            O...o... Ega segera melepas kangen pada mereka.Namun kala melihat Evi,ia bertanya pada Shiha,"Itu ya orangnya?"
Shiha mengangguk sinis,"Iya!Si belagu!Tapi aku yakin Irwan bakal mencampakkan dia begitu tahu kamu kembali.Sebentar lagi pasti akan beredar di koran2 di medsos berita pembatalan pernikahan si gadis belagu itu...lihat saja.Sebentar lagi Irwan pasti datang." Ega mendekati Evi,"Kurasa sebaiknya kamu bersiap untuk angkat kaki dari istana karena ratu hatinya Irwan yang asli akan mengambil tempatnya yang saat ini kamu duduki."
Evi hanya bisa terdiam namun ia masih ingat betapa patah hatinya Irwan kala Ega menolak cintanya,'Kini aku tahu rasanya berada di posisi Irwan saat itu...sakit banget...'
Saat itulah mobil Irwan tiba di kampus,"Pangeran datang!Putra Mahkota datang!!"
Irwan dengan memakai jas hitam nampak keluar dari mobilnya,ia tertegun kala Ega segera berlari memeluknya,"Irwan!!I miss you."
Evi tertegun dengan wajah terluka gitu,'Impianku hancur...impianku musnah...'
Evi lari sambil menangis,Irwan segera melepaskan pelukan Ega dan hendak mengejar Evi,"Evi!!Evi!!"
Ega mencegah Irwan,"Aku ingin bicara denganmu."
Hazman mendekati Irwan,"Kamu selesaikan dulu urusanmu dengan gadis ini,soal Evi biar aku yang kejar.Kamu tenang saja sepupu."
Irwan berkata pada Hazman,"Katakan padanya aku takkan lama."
           Hazman mengangguk lalu pergi mengejar Evi. Sementara itu Evi menangis diantara pepohonan yang tumbuh di halaman kampus.Ada sebuah areal tanah yang menyerupai perbukitan di belakang kampus.Disanalah Evi menumpahkan kesedihannya. Lesti dan Salsa hanya berani mengikuti tapi tak berani mendekati,"Kasihan ya Evi...kayaknya broken heart banget deh..."
Hazman terengah2 mendekat,"Mana dia?"
Salsa dan Lesti menunjuk sebuah pohon talok,"Itu dibalik pohon itu."
Hazman berterima kasih,"Kalian memang sahabat yang baik.Tenang saja aku akan menenangkan dia.Kalian ada kuliah kan?Serahkan Evi sama aku."
          Lesti dan Salsa akhirnya menuju fak mereka masing2.Sementara Hazman mendekati Evi.Melihat air mata di pipi gadis itu tahulah Hazman bahwa cinta Evi memang pada Irwan,"Kau sangat mencintai sepupuku ya?"
Evi mengusap air matanya,"Hanya cinta sepihak..."
Hazman memandang langit yang penuh awan cumulus,"Beruntung banget ya Irwan..." Evi tersenyum kecut,"Beruntung banget ya gadis bernama Ega itu...mendapatkan hatinya Irwan..."
Hazman menghela nafas,"Kau belum mengerti hati sepupuku..."
Evi mulai berkaca2 lagi,"Aku tahu semuanya.Aku tahu arti gadis itu bagi dia...Aku tahu semuanya...tapi aku ga sangka sakit sekali mengetahui semuanya ini sekarang..."
          Hazman hendak meraih Evi dalam pelukannya namun seseorang sudah berdiri di belakang Evi. Siapakah orang itu?***see you in the last eps***

@|\|---- RATU HATIKU EPS 24
:-D|~€@ Not The Last Eps
:-D:O ---The last from ticket K
\/¡----- The Fulfillment of His Plan
$¡ ------Penggenapan Rencananya

♡      $♡ KAMPUS WIRARAJA...
           Ega nampak termenung tak percaya usai bicara dengan pria yang ia kejar hingga ninggalin impiannya jadi penari internasional.Shiha mendekatinya,"Irwan mana?Kok kamu sendirian di sini?Bukannya saat kutinggal tadi kalian sedang bicara?"
Ega menjawab tanpa memandang sahabatnya itu,"Dia memilih gadis itu..."
Shiha terkejut,"Apa??!Kau bercanda kan?"
Ega menggeleng pelan,"Dia bilang aku adalah masa lalu dan gadis itu adalah masa depannya."
Shiha heran setengah tak percaya,"Tak mungkin Irwan bilang begitu.Tak mungkin..."
Ega tertawa sendu,"Aku ini yang bodoh!Sudah menolak saat dia menyatakan isi hatinya dulu...aku terlambat Shiha...sudah terlambat.Dia adalah pria bangsawan.Setiap perkataannya adalah kehormatan dan wibawa kerajaan.Jelas ia takkan gegabah mengambil keputusan.Pernikahannya bukan pernikahan biasa.Aku mengerti posisinya.Akulah yang bodoh tak menghargai perasaannya dulu.Ia pasti mempertaruhkan segalanya kala itu.Aku menyesal Shiha..."
Shiha malah mikir beda,"Kamu jangan nyerah dong!Cinta itu perlu perjuangan.Pasti masih ada cara.Kamu harus tunjukin ke publik bahwa kamu jauh lebih baik dari gadis kampung itu.Aku pasti membantumu.Tenang saja!"
Ega menghela nafas,"Makasih ya Shiha...kamu selalu ada buat aku...makasih.."
            Sementara itu Irwan bergegas menuju ke arah dimana ia melihat Evi pergi.Pengawalnya memberitahu dia,"Putri di sana Pangeran!"
Irwan berlari ke arah yang ditunjuk pengawalnya,'Entah kenapa melihat Evi menangis membuat hatiku sedih.Kedatangan Ega bahkan tak bisa mengalihkan pikiranku dari memikirkan Evi.Apa aku sudah jatuh hati pada dia ya?Aku harus bicara padanya.Jangan sampai Hazman meracuni pikirannya.Aku tak mau kehilangan dia.Dialah yang membuat hatiku hangat dan membuat istana menjadi tempat yang menyenangkan.Tidak!Aku tak mau dia pergi dari sisiku.'
Akhirnya Irwan tiba di belakang kampus.Diantara pepohonan yang tumbuh di sana,ia melihat sosok yang ia cari,'Itu dia!Hazman bersamanya.'
Melihat Irwan mendekat,Hazman urung hendak meraih Evi dalam pelukannya,"Sepupu..."
Evi kaget dan menoleh ke belakang,"Untuk apa kau kemari?"
              Irwan memandang Hazman,seakan memberi kode agar Hazman meninggalkan mereka.Hazman mengerti lalu melihat jam tangannya,"Ehm...aku ingat aku ada kuliah.Aku pergi dulu ya..."
Evi hendak menyusul Hazman,ia ga merasa nyaman ditinggal sendirian dengan Irwan,"Aku juga ada kuliah..."
Irwan segera mendekap Evi dari belakang,"Jangan pergi!Kumohon...jangan anggap aku tak ada artinya bagimu..."
Evi tercekat,kuat sekali pelukan Irwan ia rasakan,'Tuhan,jangan beri aku harapan palsu...'
Irwan menyandarkan kepalanya di kepala Evi,"Sejak lama aku merasa sendirian di istana.Tapi sejak kau hadir...aku merasa aku tak sendiri lagi...Aku merasa ditemani..."
Evi coba meronta tapi sia2,Irwan malah makin kuat memeluknya,"Lepaskan aku Wan...kau tak mencintaiku...gadis itulah..."
Perkataan Evi terhenti karena Irwan mengatupkan bibirnya dengan jemari tangannya,"Jangan bicarakan apa yang sudah menjadi masa lalu.Aku tak mau hidup dalam bayangan semu.Aku sudah menemukan masa depanku..."
Evi terbelalak,'Dia sudah menemukan masa depannya?Siapa?'
Irwan membalikkan tubuh Evi sehingga menghadap ke arahnya,"Kau adalah masa depanku...Calon isteriku...calon ibu bagi anak2ku kelak.Kuharap kau menjadikan semua itu sebagai sesuatu yang berharga dalam hidupmu..."
Evi malah berkaca2 mendengarnya,"Kau masih mau meneruskan rencana pernikahan kita?Kau yakin?"
Irwan mengangguk lalu meraih Evi dalam pelukannya,"Berjanjilah padaku jangan pernah pergi dariku..."
Evi menangis di dada Irwan sambil mengangguk haru,"Aku janji...Janji..."
Mereka berpelukan disaksikan oleh Hazman yang ternyata belum pergi dari tempat itu,'Sepupu...kau sangat beruntung.Hanya kau yang bisa membahagiakan Evi.Hanya kau...dia hanya mencintai mu..matanya penuh cinta tiap memandangmu...Sepertinya aku harus ikhlas...karena aku melihat sendiri betapa cinta Evi hanya padamu sepupu...hanya untukmu...Kalian saling mencintai.'
             Hazman memilih pulang,ia ga semangat kuliah.Isda heran melihat putranya pulang lebih awal mana loyo lagi mukanya,"Tumben sudah pulang sayang?"
Hazman malah menghempaskan tubuhnya ke sofa,"Males kuliah Ma.."
Isda duduk di sebelah putranya itu,"Mama ngerti kamu tersiksa ya satu kampus sama sepupumu?Apa ia bersikap tidak baik padamu sayang?"
Hazman malah menghidupkan tv,semua channel memberitakan tentang persiapan pernikahan Irwan dan Evi.Hazman kian bad mood dan mematikannya,"Irwan beruntung banget ya Ma...dicintai dua wanita sekaligus..."
Isda mengernyitkan dahi,"Dua wanita?Apa sepupumu itu sudah punya pilihan sebelum dijodohkan sama yang sekarang?"
              Hazman lalu cerita soal Ega.Wah Isda malah jadi punya ide jahat,'Wah ini akan menjadi skandal kalau bocor ke media.Aku akan selidiki siapa gadis bernama Ega itu.'
Saking hanyut dalam pikiran jahatnya,Isda sampai ga dengerin Haxman curhat,"Mama malah melamun ...gimana sih?Hazman ke kamar aja deh mau tidur."
Isda malah nelpon kroni2nya usai Hazman pergi ke kamar,"Kalian selidiki soal gadis bernama Ega...ini bisa kita jadikan senjata ampuh..."
Wah apa ya rencana Isda?Mending kita ke pantai aja yuk!Kok ke pantai sih?
Kan Irwan malah ngajak Evi ke sana.Wah Pangeran kok ngajak bolos kuliah sih?Ga bener ini!

_|¤|~ PANTAI...
              Awalnya Evi ga ngerti bakal dibawa Irwan kemana,"Kita mau kemana sih Wan?Kuliah gimana?"
Irwan malah asyik membawa mobil,sengaja ia membawa mobil sendiri.Pengawalnya hanya mengikuti dari belakang.Irwan tersenyum pada Evi,"Aku suka sekali melihat sunset.Indah sekali...kamu akan takjub nanti.Kuliah kan bisa kapan2...lagian dosennya ga akan marah kok..."
Evi mah nurut aja mau dibawa kemana,'Kemanapun asal bersamamu aku ga keberatan Wan...'
            Sampai di pantai mereka menyusuri pantai bersama.Main kejar2an juga.Evi digendong Irwan juga.Wah seneng banget dia.Main air sampai tak terasa sore tiba.Didalam mobil mereka menantikan sunset tiba.Evi sampai ketiduran di kursi tengah.Irwan membelai kepala Evi,'Tidurlah nanti kala sunset tiba,akan kubangunkan...'
Evi terbangun kala sunset hadir,"Wow...indah sekali..."
Irwan malah mengambil gambar Evi,"Indah yang ini nih..."
Evi jadi salting,"Lho...kok aku sih yang difoto?Kan harusnya sunsetnya..katanya suka..."
Irwan jawab enteng,"Sunset yang istimewa karena kau bersamaku..."
Evi kembali bersandar di lengan Irwan,menikmati senja yang penuh nuansa bahagia karena Irwan tak akan meninggalkannya,'Apapun kan kujalani dengan riang asal kau bersamaku Wan..'
Wah cinta mereka bersemi.Namun saya sudah ngantuk nih...***see you next eps***





15 Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar