Eps 181
CERBUNG KE-1 TABIR KEPALSUAN
_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤
¤_¤ TABIR KEPALSUAN ¤_¤
¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤_¤
Eps 181 : My Wife = Isteriku
¤_¤ PENGRAJIN EMAS DAN KUNINGAN...
Di sebuah negeri tinggallah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan.Mereka adalah pengrajin emas dan pengrajin kuningan.Keduanya telah lama menjalani pekerjaan itu.Keduanya mendapatkan keahlian itu turun temurun.Telah banyak pula barang yang dihasilkan : cincin,kalung,gelang dan untaian rantai penghias.
Setiap akhir bulan mereka membawa hasil pekerjaan mereka ke kota.Hari pasar demikian mereka menyebut hari itu.Mereka akan menjual barang2 logam itu dan membeli keperluan selama sebulan.Beruntunglah pekan depan akan ada tamu agung datang mengunjungi kota dan bermaksud memborong barang2 yang ada di sana.Kabar ini membuat mereka senang.Para pedagang terdorong untuk membuat lebih banyak lagi hasil kerajinannya agar lebih banyak lagi barang yang bisa dijajakan.Tak terkecuali juga dua pengrajin tadi.
Siang malam terdengar logam ditempa.Tungku2 api seakan2 tak pernah padam.Keduanya semangat sekali.Puluhan kalung,cincin dan lainnya sudah mereka buat dan tibalah saatnya pergi ke kota.
Hari pasarpun tiba dan keduanya sampai di kota.Hamparan terpal telah digelar tanda barang dagangan siap dijajakan.Keduanyapun berjejer berdampingan.Tampaklah barang2 logam yang telah dihasilkan.Namun ada kontras diantara keduanya.Walaupun terbuat dari logam mulia,barang2 yang dibuat oleh pengrajin emas tampak kusam.Warnanya tak berkilau.Ulir2nya kasar.Pokok2 simpul rantai tak rapi.Seakan dibuat dengan tergesa2."Ah biar saja",demikian kata pengrajin emas kala ditanya oleh pengrajin kuningan kenapa perhiasan kawannya itu terlihat kusam.Malah ia dengan pede berkata,"Setiap orang akan memilih daganganku sebab emas selalu lebih baik daripada kuningan.Apalah arti logam buatanmu dibanding logam mulia buatanku.Aku akan membawa uang lebih banyak darimu."
Pengrajin kuningan hanya tersenyum.Ketekunannya mengasah logam membuat semua hasil karyanya lebih bersinar.Ulir2nya halus.Lekuk2 cincin dan gelang buatannya terlihat seperti lingkaran yang tak putus.Lebih sedap dipandang mata.Ketekunan memang mahal.Hampir semua orang yang lewat tak menaruh perhatian kepada pengrajin emas.Mereka lebih suka mendatangi kalung dan cincin kuningan.Begitupun dengan tamu agung yang berkenan datang.Mereka lebih menyukai benda2 kuningan itu dibandingkan dengan logam mulia.Emas yang terkandung di dagangan pengrajin emas tak mampu membuat mereka tertarik membeli.Pengrajin emas tertegun dan pengrajin kuningan tersenyum senang.Dagangan pengrajin kuningan laris manis.Ia membawa uang lebih banyak hari itu.( dikutip dari buku Kekuatan Cinta by Irfan Toni Herlambang ).
Ketekunan itu mahal dan tak semua orang bisa menjalaninya.Ketekunan adalah titian panjang yang licin berliku.Seringkali jalan panjang itu membuat kita tergelincir dan jatuh.Penentu bagi setiap orang yang hendak menuju kebahagiaan diujung simpulnya.
Kita cenderung bekerja tergesa ( baru melakukan apabila waktu telah hampir habis.Kita juga cenderung melakukan sesuatu tidak sepenuh hati ( asal jadi ).Hal2 tersebut karena kita tidak memiliki perencanaan dan terlalu terbuai dengan jumlah hasil yang ingin dicapai.Hal ini juga saya terapkan dalam menulis.
Ejaan Yang Disempurnakan.Menerapkan semua ilmu tata bahasa yang pernah saya terima di sekolah.Mulai nama orang pakai huruf besar,awal kalimat juga pakai huruf besar.Tanda koma,tanda baca lain,tanda petik buat dialog dan sedapat mungkin tidak banyak melakukan penyingkatan.Karena makin banyak singkatan membuat pembaca harus mikir double. ◆◆◇ RUMAH IKA.... Malam telah larut.Ika memandang gaun pengantinnya.Gaun itu sangat indah.Kata Ben dulu sebelum meninggal ia minta dibuatkan gaun itu.Dia yang merancang designnya.Katanya dia ingin Ben meneruskan hidupnya setelah kepergiannya.Dia minta gaun itu dipajang di kamarnya dan diberikan pada wanita yang kelak menggantikan posisinya.Gaun itu sangat indah.Isteri Ben memang bisa design baju juga.Sempat pingin punya butik juga namun karena penyakit akhirnya impian itu kandas.Ika meraba gaun itu,'Indah sekali dan dalam sekali cinta mendiang isteri Ben pada Ben.Aku janji aku akan menjaga dan mencintai Ben dengan setulus hatiku.' Ben menelpon Ika,"Sayang kok belum tidur ?" Ika menjawab sambil tiduran di ranjang,"Ga bisa tidur.Nervous mau jadi pengantinmu he..he.." Ben juga tiduran di kamarnya sendiri,"Aku sendirian nih.Aku ga sabar bawa kamu ke sini biar nemeni aku." Ika tersenyum,"Sabar.Bentar lagi kan aku juga diboyong ke sana sama kamu.Kesabaran itu mencegah kita dari melakukan pelanggaran besar." Ben manyun,"Tapi aku kesepian di sini..." Ika malah bahas soal bulan madu,"Sayang kita bulan madunya kemana sih?Masak kamu rahasiain dari aku sih?" Ben tersenyum julit,"Rencananya sih buat kejutan.Kayak di Twilight itu.Sang mempelai wanita kan juga ga tahu bakal diajak kemana sama sang vampire he..he.." Ika ganti yang manyun,"Dasar ketularan julit kayaknya...udah sekarang bobok ya?Kan besok masih harus gladi resik juga.Masih ketemu juga sama wedding organizer dan masih banyak lagi." Ben malah tetep ngajak ngobrol,"Ga mau..aku mau ngobrol terus." Ika ada akal,"Boleh tapi kasih tahu dulu kemana bulan madunya." Ben akhirnya ngasih tahu juga,"Yang pasti beda dong dari ponakan aku..." Ika mikir,"Berarti bukan negara2 Asia ya?Eropa?" Ben bersandar dengan bantal di punggungnya,"Coba tebak negara mana?" Ika nebak,"Perancis ya?" Ben jawab,"Salah.Perancis pernah terjadi teror.Ga ah..." Ika nebak lagi,"Inggris?" Ben jawab,"Masih salah juga.Inggris kan lagi memisahkan diri dari uni Eropa.Lagi bergolak.Ga ah..." Ika mikir lagi,"Pasti Italy?" Ben menggeleng,"Aku tuh ga suka masakan Italy ya...masak aku bawa kamu ke sana?" Ika mengernyitkan alisnya,"Terus mana dong?" Ben menjawab,"Negara ini terkenal dengan air terjunnya dan tebingnya yang indah.Tapi bukan Kanada dengan Jeram Niagaranya." Ika mana pernah keluar negeri,"Ga tahu...nyerah deh..." Ben kasih clue,"Huruf depannya C..." Ika ambil peta di rak bukunya,"Aha...aku tahu..Chekoslovakia ya...?" Ben jawab,"Pinter banget Nyonya Ben ini...he..he.." Ika kepo,"Emang disana indah banget ya?" Ben jawab,"Iya.Seindah kamu..." Ika mesem,"Perayu ulung..." Ben malah jawab,"Kan aku belajar dari Irwan.He..he.." Ika mulai ngantuk,"Dasar...masak paman malah belajar dari ponakan..apa ga kebalik tuh....whoooahemm..." Ben pengertian,"Belajar itu bisa dari siapa saja.Kenapa harus gengsi?Ntar dalam pernikahan kita jangan ada gengsi ya?Jika ada masalah saling merendahkan hati ya?...wah kamu mulai ngantuk nih...ya udah met bobok ya...I love you my wife..." Ika menjawab,"Love you too my Bensay...good night." Ika memandang sekali lagi pada gaun pengantinnya,'Aku akan melanjutkan cinta mendiang isteri Ben...untuk mencintai Ben sepenuh hati.Aku janji...' Usai berkata begitu dalam hatinya Ikapun tertidur.Sekarang kita lihat yang juga lagi tidur ya....Siapa nih?Irvi!! ☆☆KAMAR UTAMA KEDIAMAN SUTEDJA... Tampak pasangan fave kita sedang tidur.Irwan tidur bertelanjang dada,Evi tidur sembari memeluk sang suami.Istilah kerennya itu depis.Weleh...Selimut tebal menyelimuti keduanya.Wah gaya katak dalam tempurung dong?Kalau Evan?Evan dimpuk mah gaya naik tangga.Alias miring kiri miring kanan.Kaki ditekuk satu.Oh itu gaya naik tangga?Lagi ngeh... Evan kok ga nangis sih?Kan anak yang pengertian dia.Ia ga nangis karena dia ngisepi jempolnya sendiri.Wah cerdas ya?Tahu aja kalau Mamanya lagi kangen papanya.He..he.. Kelak kalau besar dia bakal jadi pria yang pengertian dan cerdas.Tanggap dalam setiap situasi dan kondisi.Wah bakal mewarisi Sutedja Bussiness Enterprise dong?Yoi man!! Evan kok senyum sih sambil ngisep ibu jarinya?Mimpi kali lagi main bola sama adik2nya.Weleh...punya adik satu aja belum..Kan lagi on the process of the making?Emang film pakai istilah on the process dan the making?Ayak2 ae... Ssst!Ada yang bangun?Siapa?Nyamuk...Evi sudah bangun.Ia tersenyum kala mencium bau yang sangat khas.Bau kembang kali?Emang horor?Ini genrenya romance ya... Apa bau obat nyamuk kali?Weleh...orang kaya mah obat nyamuknya elektrik. Terus bau apa dong?Oh ya mungkin bau menyan?Ya ampun emang kejawen pakai dupa segala?Bau pete kali?Mana mungkin kan lagi ga musim.Lha terus bau apa dong?Bau tubuh yang tidur sebelah dia dong.Cie..cie....pasti musk banget ya?Apa itu musk?Bau parfum prialah... Udah biar kita lihat kemesraan mereka hi...hi...Evi membuka matanya dan melihat sang suami terbaring di sebelahnya.Dilihatnya dada Irwan yang naik turun,bernafas maksudnya.Diselimutinya Irwan,'Dia hidup.Dia ada di sampingku.Dia tidak meninggalkanku...Dia nyata...' Irwan masih pulas.Evi memandangnya,'Gantengnya...tak terbayangkan aku akan menjadi isteri seorang pebisnis top...Dulu aku cuma penjaga toko kecil di Masamba sana.Ga kepikiran bakal dapat pria sekelas dia.Mana aku ga pernah ngerti soal dandan.Ke salon aja cuma buat potong rambut.Itupun paling kalau ada uang saja.Ga sangka ya...cara Tuhan merenda cinta kami begitu indah.Kini aku adalah Nyonya Irwan Sutedja.Isteri seorang pengusaha muda nan sukses.Presiden Director sebuah enterprise bisnis.Tuhan,bahkan kau telah mengaruniakan keturunan kepada kami.Seorang bayi yang menggemaskan dan sangat baik.Betapa Kau memberi lebih dari yang kupikirkan.Apa yang tak pernah kubayangkan bahkan yang tak pernah terlintas dalam hatiku.Itu yang Kauberikan padaku.Suami yang baik,berhati mulia,berbakti pada orang tua,ayah yang sangat baik dan pria yang sangat mencintaiku.Terima kasih...' Evi mengecup pipi suaminya,eh Irwan malah bangun karenanya.Ia tersenyum mengetahui sang isteri sudah bangun,"Masih kangen ya?" Evi langsung tersipu,"Julit..." Irwan meraih sang isteri dalam pelukannya,"Mumpung Evan ga bangun tuh..." Evi melihat ke arah box,"Dia anteng kayak papanya..." Irwan malah punya ide,"Kasihan dia sendirian kasih teman main yuk?Yang mirip kayak Mamanya dong..." Evi tersenyum,"Teman main?" Irwan tersenyum penuh arti,"Adik maksudnya..." Evi langsung menyembunyikan mukanya di leher sang suami.Irwan malah koment,"Diam berarti setuju nih..." Weleh...masih to be continue too?Ya udah kita pasang tulisan dulu depan pintu kamar utama.Tulisan apa?Don't disturb!SENSOR ON!!Maksude?Jangan menganggu....diajeng...oooo.Kalau gitu lihat Ben aja deh...ok! ///RUMAH BENIGNO.... Ben melihat kelebatan seorang wanita di rumahnya.Wanita itu memakai selendang warna ungu.Ia heran karena warna ungu adalah warna kesukaan mendiang isterinya.Ia mengikuti,"Hey...siapa itu?" Pintu kamar dimana ia menyimpan semua kenangan bersama isterinya tiba2 terbuka sendiri.Ia tercekat melihatnya,'Aneh...kok bisa buka sendiri?' Ia melihat tak ada siapapun di dalam kamar itu.Jadi merinding juga dia,'Apa arwah isteriku ya?' Ia hendak meninggalkan kamar itu tapi tiba2 pintu lemari pakaian terbuka sendiri,"Ceklek..." Benigno kaget dan makin heran,'Sekarang pintu lemari yang buka sendiri...' Sehelai selendang warna ungu jatuh dari tempat penyimpanannya.Benigno segera memungutnya,'Selendang ini kubeli di India...kala itu penyakitnya kian parah dan dia ingin sekali pergi ke India.Dia suka sekali melihat wanita India berbusana memakai kain sari.Keinginan terakhirnya kuwujudkan dan dia meninggal tak lama setelah itu.' Tiba2 jendela terbuka dengan sendirinya menerbangkan selendang itu keluar hingga ke balkon.Benigno makin terkejut karena di balkon nampak bayangan seorang wanita dan memakai selendang itu,"Isteriku?Kaukah itu?" Wanita itu tersenyum dan berkata,"Kini aku bisa pergi dengan tenang...seseorang akan menjagamu dengan baik...Aku merestui kalian..." Benigno bagai alami dejavu,hanya mampu terpana.Wanita itu melepas selendang di lehernya dan melemlarnya pada Benigno,"Berikan padanya...Ini amanatku.Selamat tinggal...selamat menempuh hidup baru...Terima kasih sudah begitu mencintaiku...Terima kasih." Benigno menangkap selendangnya namun wanita itu terbang dan kian jauh lalu menghilang di kegelapan malam,"Isteriku!!Isteriku!!" Benigno terbangun,"Astaga aku mimpi yach?" Namun ia terkejut kala menyadari di tangannya ada selendang warna ungu seperti dalam mimpinya,"Astaga!Aku mimpi apa ga ya?" Wah...ada horornya dikit.Udah siang nih ayo bangun semua...he..he..sorry pernikahannya belum bisa di eps ini.May be next time.***see you next eps***
Ejaan Yang Disempurnakan.Menerapkan semua ilmu tata bahasa yang pernah saya terima di sekolah.Mulai nama orang pakai huruf besar,awal kalimat juga pakai huruf besar.Tanda koma,tanda baca lain,tanda petik buat dialog dan sedapat mungkin tidak banyak melakukan penyingkatan.Karena makin banyak singkatan membuat pembaca harus mikir double. ◆◆◇ RUMAH IKA.... Malam telah larut.Ika memandang gaun pengantinnya.Gaun itu sangat indah.Kata Ben dulu sebelum meninggal ia minta dibuatkan gaun itu.Dia yang merancang designnya.Katanya dia ingin Ben meneruskan hidupnya setelah kepergiannya.Dia minta gaun itu dipajang di kamarnya dan diberikan pada wanita yang kelak menggantikan posisinya.Gaun itu sangat indah.Isteri Ben memang bisa design baju juga.Sempat pingin punya butik juga namun karena penyakit akhirnya impian itu kandas.Ika meraba gaun itu,'Indah sekali dan dalam sekali cinta mendiang isteri Ben pada Ben.Aku janji aku akan menjaga dan mencintai Ben dengan setulus hatiku.' Ben menelpon Ika,"Sayang kok belum tidur ?" Ika menjawab sambil tiduran di ranjang,"Ga bisa tidur.Nervous mau jadi pengantinmu he..he.." Ben juga tiduran di kamarnya sendiri,"Aku sendirian nih.Aku ga sabar bawa kamu ke sini biar nemeni aku." Ika tersenyum,"Sabar.Bentar lagi kan aku juga diboyong ke sana sama kamu.Kesabaran itu mencegah kita dari melakukan pelanggaran besar." Ben manyun,"Tapi aku kesepian di sini..." Ika malah bahas soal bulan madu,"Sayang kita bulan madunya kemana sih?Masak kamu rahasiain dari aku sih?" Ben tersenyum julit,"Rencananya sih buat kejutan.Kayak di Twilight itu.Sang mempelai wanita kan juga ga tahu bakal diajak kemana sama sang vampire he..he.." Ika ganti yang manyun,"Dasar ketularan julit kayaknya...udah sekarang bobok ya?Kan besok masih harus gladi resik juga.Masih ketemu juga sama wedding organizer dan masih banyak lagi." Ben malah tetep ngajak ngobrol,"Ga mau..aku mau ngobrol terus." Ika ada akal,"Boleh tapi kasih tahu dulu kemana bulan madunya." Ben akhirnya ngasih tahu juga,"Yang pasti beda dong dari ponakan aku..." Ika mikir,"Berarti bukan negara2 Asia ya?Eropa?" Ben bersandar dengan bantal di punggungnya,"Coba tebak negara mana?" Ika nebak,"Perancis ya?" Ben jawab,"Salah.Perancis pernah terjadi teror.Ga ah..." Ika nebak lagi,"Inggris?" Ben jawab,"Masih salah juga.Inggris kan lagi memisahkan diri dari uni Eropa.Lagi bergolak.Ga ah..." Ika mikir lagi,"Pasti Italy?" Ben menggeleng,"Aku tuh ga suka masakan Italy ya...masak aku bawa kamu ke sana?" Ika mengernyitkan alisnya,"Terus mana dong?" Ben menjawab,"Negara ini terkenal dengan air terjunnya dan tebingnya yang indah.Tapi bukan Kanada dengan Jeram Niagaranya." Ika mana pernah keluar negeri,"Ga tahu...nyerah deh..." Ben kasih clue,"Huruf depannya C..." Ika ambil peta di rak bukunya,"Aha...aku tahu..Chekoslovakia ya...?" Ben jawab,"Pinter banget Nyonya Ben ini...he..he.." Ika kepo,"Emang disana indah banget ya?" Ben jawab,"Iya.Seindah kamu..." Ika mesem,"Perayu ulung..." Ben malah jawab,"Kan aku belajar dari Irwan.He..he.." Ika mulai ngantuk,"Dasar...masak paman malah belajar dari ponakan..apa ga kebalik tuh....whoooahemm..." Ben pengertian,"Belajar itu bisa dari siapa saja.Kenapa harus gengsi?Ntar dalam pernikahan kita jangan ada gengsi ya?Jika ada masalah saling merendahkan hati ya?...wah kamu mulai ngantuk nih...ya udah met bobok ya...I love you my wife..." Ika menjawab,"Love you too my Bensay...good night." Ika memandang sekali lagi pada gaun pengantinnya,'Aku akan melanjutkan cinta mendiang isteri Ben...untuk mencintai Ben sepenuh hati.Aku janji...' Usai berkata begitu dalam hatinya Ikapun tertidur.Sekarang kita lihat yang juga lagi tidur ya....Siapa nih?Irvi!! ☆☆KAMAR UTAMA KEDIAMAN SUTEDJA... Tampak pasangan fave kita sedang tidur.Irwan tidur bertelanjang dada,Evi tidur sembari memeluk sang suami.Istilah kerennya itu depis.Weleh...Selimut tebal menyelimuti keduanya.Wah gaya katak dalam tempurung dong?Kalau Evan?Evan dimpuk mah gaya naik tangga.Alias miring kiri miring kanan.Kaki ditekuk satu.Oh itu gaya naik tangga?Lagi ngeh... Evan kok ga nangis sih?Kan anak yang pengertian dia.Ia ga nangis karena dia ngisepi jempolnya sendiri.Wah cerdas ya?Tahu aja kalau Mamanya lagi kangen papanya.He..he.. Kelak kalau besar dia bakal jadi pria yang pengertian dan cerdas.Tanggap dalam setiap situasi dan kondisi.Wah bakal mewarisi Sutedja Bussiness Enterprise dong?Yoi man!! Evan kok senyum sih sambil ngisep ibu jarinya?Mimpi kali lagi main bola sama adik2nya.Weleh...punya adik satu aja belum..Kan lagi on the process of the making?Emang film pakai istilah on the process dan the making?Ayak2 ae... Ssst!Ada yang bangun?Siapa?Nyamuk...Evi sudah bangun.Ia tersenyum kala mencium bau yang sangat khas.Bau kembang kali?Emang horor?Ini genrenya romance ya... Apa bau obat nyamuk kali?Weleh...orang kaya mah obat nyamuknya elektrik. Terus bau apa dong?Oh ya mungkin bau menyan?Ya ampun emang kejawen pakai dupa segala?Bau pete kali?Mana mungkin kan lagi ga musim.Lha terus bau apa dong?Bau tubuh yang tidur sebelah dia dong.Cie..cie....pasti musk banget ya?Apa itu musk?Bau parfum prialah... Udah biar kita lihat kemesraan mereka hi...hi...Evi membuka matanya dan melihat sang suami terbaring di sebelahnya.Dilihatnya dada Irwan yang naik turun,bernafas maksudnya.Diselimutinya Irwan,'Dia hidup.Dia ada di sampingku.Dia tidak meninggalkanku...Dia nyata...' Irwan masih pulas.Evi memandangnya,'Gantengnya...tak terbayangkan aku akan menjadi isteri seorang pebisnis top...Dulu aku cuma penjaga toko kecil di Masamba sana.Ga kepikiran bakal dapat pria sekelas dia.Mana aku ga pernah ngerti soal dandan.Ke salon aja cuma buat potong rambut.Itupun paling kalau ada uang saja.Ga sangka ya...cara Tuhan merenda cinta kami begitu indah.Kini aku adalah Nyonya Irwan Sutedja.Isteri seorang pengusaha muda nan sukses.Presiden Director sebuah enterprise bisnis.Tuhan,bahkan kau telah mengaruniakan keturunan kepada kami.Seorang bayi yang menggemaskan dan sangat baik.Betapa Kau memberi lebih dari yang kupikirkan.Apa yang tak pernah kubayangkan bahkan yang tak pernah terlintas dalam hatiku.Itu yang Kauberikan padaku.Suami yang baik,berhati mulia,berbakti pada orang tua,ayah yang sangat baik dan pria yang sangat mencintaiku.Terima kasih...' Evi mengecup pipi suaminya,eh Irwan malah bangun karenanya.Ia tersenyum mengetahui sang isteri sudah bangun,"Masih kangen ya?" Evi langsung tersipu,"Julit..." Irwan meraih sang isteri dalam pelukannya,"Mumpung Evan ga bangun tuh..." Evi melihat ke arah box,"Dia anteng kayak papanya..." Irwan malah punya ide,"Kasihan dia sendirian kasih teman main yuk?Yang mirip kayak Mamanya dong..." Evi tersenyum,"Teman main?" Irwan tersenyum penuh arti,"Adik maksudnya..." Evi langsung menyembunyikan mukanya di leher sang suami.Irwan malah koment,"Diam berarti setuju nih..." Weleh...masih to be continue too?Ya udah kita pasang tulisan dulu depan pintu kamar utama.Tulisan apa?Don't disturb!SENSOR ON!!Maksude?Jangan menganggu....diajeng...oooo.Kalau gitu lihat Ben aja deh...ok! ///RUMAH BENIGNO.... Ben melihat kelebatan seorang wanita di rumahnya.Wanita itu memakai selendang warna ungu.Ia heran karena warna ungu adalah warna kesukaan mendiang isterinya.Ia mengikuti,"Hey...siapa itu?" Pintu kamar dimana ia menyimpan semua kenangan bersama isterinya tiba2 terbuka sendiri.Ia tercekat melihatnya,'Aneh...kok bisa buka sendiri?' Ia melihat tak ada siapapun di dalam kamar itu.Jadi merinding juga dia,'Apa arwah isteriku ya?' Ia hendak meninggalkan kamar itu tapi tiba2 pintu lemari pakaian terbuka sendiri,"Ceklek..." Benigno kaget dan makin heran,'Sekarang pintu lemari yang buka sendiri...' Sehelai selendang warna ungu jatuh dari tempat penyimpanannya.Benigno segera memungutnya,'Selendang ini kubeli di India...kala itu penyakitnya kian parah dan dia ingin sekali pergi ke India.Dia suka sekali melihat wanita India berbusana memakai kain sari.Keinginan terakhirnya kuwujudkan dan dia meninggal tak lama setelah itu.' Tiba2 jendela terbuka dengan sendirinya menerbangkan selendang itu keluar hingga ke balkon.Benigno makin terkejut karena di balkon nampak bayangan seorang wanita dan memakai selendang itu,"Isteriku?Kaukah itu?" Wanita itu tersenyum dan berkata,"Kini aku bisa pergi dengan tenang...seseorang akan menjagamu dengan baik...Aku merestui kalian..." Benigno bagai alami dejavu,hanya mampu terpana.Wanita itu melepas selendang di lehernya dan melemlarnya pada Benigno,"Berikan padanya...Ini amanatku.Selamat tinggal...selamat menempuh hidup baru...Terima kasih sudah begitu mencintaiku...Terima kasih." Benigno menangkap selendangnya namun wanita itu terbang dan kian jauh lalu menghilang di kegelapan malam,"Isteriku!!Isteriku!!" Benigno terbangun,"Astaga aku mimpi yach?" Namun ia terkejut kala menyadari di tangannya ada selendang warna ungu seperti dalam mimpinya,"Astaga!Aku mimpi apa ga ya?" Wah...ada horornya dikit.Udah siang nih ayo bangun semua...he..he..sorry pernikahannya belum bisa di eps ini.May be next time.***see you next eps***
Eps 182 Cerbung ke-1 TABIR KEPALSUAN
&◆◇&◆◇&◆◇&◆◇&◆◇&◆◇&
&◆ TABIR KEPALSUAN ◇&
&◆◇&◇◆&◇◆&◇◆&◇◆&◇◆&
Eps 182 : Good Day = Hari Baik
¤¤¤APARTEMEN DANANG...
Danang membawa Ayu dan ayahnya ke apartemen dia.Jelas Tio terpana melihat bagusnya apartemen milik putranya,"Wah ini apartemen kamu Nang?Bagus ya?Hebat kamu bisa punya apartemen.Mahal banget lho apartemen itu."
Danang malah berkata,"Apartemen ini memang mahal.Tapi bagi Danang sekarang sudah jarang kemari soalnya Mama pinginnya Danang tinggal di kediaman Sutedja bareng Irwan dan keluarganya."
Ayu kaget denger kata Sutedja,"Kakak kenal keluarga Sutedja?Boss besar itu?"
Tio tertunduk malu,'Konglomerat Sutedja adalah pria yang sangat baik.Ia menjaga anak dan mantan isteriku dengan sangat baik.Bahkan jauh lebih baik dari aku,ayah kandung Danang.'
Danang duduk di sofa,"Ayah tiri aku adalah Alm.Pebisnis Sutedja,Ayu.Dan yang disebut Boss Besar sekarang adalah putranya,adik tiri aku namanya Irwan Sutedja.Memang kalian pernah ketemu?"
Ayu menggeleng,"Ga kak.Hanya waktu di Cirebon,Ayu dapat sembako gratis dari perusahaan dibawah naungan bisnis Sutedja Enterprise.Baik banget ya mereka itu.Padahal banyak lho yang dapat."
Danang tersenyum,"Irwan memang sangat dermawan orangnya.Nanti deh aku kenalin.Sekarang kalian istirahat dulu.Pernikahannya kan besok jadi masih sempat buat istirahat dan shopping."
Tio heran,"Shopping apa lagi Nang?Kamu udah berbuat banyak untuk kami.Sudah cukup Nang."
Danang kekeh,"Danang ingin kalian ke pesta Om Ben dengan baju pesta.Danang seneng bisa merhatiin kalian.Nanti malam Danang ajak kalian belanja ok?"
Mereka mengangguk.Danang lalu kembali ke kediaman Sutedja.Disambut hangat oleh Inul.
%%%KEDIAMAN SUTEDJA...
Mobil Danang memasuki halaman.Inul segera menyongsongnya,"Putra sulung Mama akhirnya pulang juga.Selamat datang sayang...."
Danang memeluk sang Mama,"Danang kangen sama Mama."
Sedang Adi disambut oleh Aty,"My kodong sayang...Adi!!"
Adi sampai terharu,"Aku jadi lapar nih lihat kamu..."
Aty manyun,"Cuma masakannya yang dikangenin nih?Orangnya ga?"
Adi segera meralatnya,"Orangnya jelas dong."
Aty baru hepi.
Inul heran,"Kamu kok sendirian?Mana Ayahmu dan adik kamu?Kamu undang mereka kan?"
Danang jawab,"Undang dong Ma."
Inul nanya,"Terus dimana mereka?Masih di Cirebon?"
Danang ngajak duduk,"Mereka di apartemenku Ma."
Inul ingin bertanya mengapa tapi Danang malah nanyain Irwan,"Irwan mana Ma?"
Inul jawab,"Adik kamu akhir2 ini sering dekem di kamar.Ah..itu dia."
Nampak Irwan dengan setelan jas menggendong Evan sedang Evi disampingnya.
Danang segera meraih Evan,"Cie...yang selalu mesra...Ponakanku yang tembem..."
Evan langsung nangis dia,"Hwaaa!!"
Inul segera mengambilnya dari Danang,"Pangling dia sama kamu.Lama ga lihat sih...uuuhh....cup2 sayang."
Evan diem sama Omanya,tapi mendelik lihatin Danang terus.Irwan segera memeluk kakaknya.Nanyain soal ayah kandung Danang juga,"Kok ga diajak kemari Kak?Disini kan banyak kamar kosong."
Danang memandang Mamanya,Irwan mengerti.Danang mengalihkan pembicaraan,"Kamar kosongnya diisi dong Wan...he..he..diisi bayi2 maksudnya...ya ga Vi?"
Evi mendelik sembari bersandar di lengan Irwan,"Kakak tuh yang harusnya ngisi juga.Mana calonnya?He..he.."
Mereka bercanda ria membuat Inul gembira.Suasana ramai lagi.Apalagi Rizky juga hadir makin nambah rame aja.Irwan juga bahas soal niatnya buka depot minum bersama Adi.Adi surprise seneng banget.Aty juga seneng dengernya.Rizky heran Danang cerita terus soal Ayu,"Kayak apa sih yang namanya Ayu...Kayaknya kak Danang nyebut nama dia terus deh...adik apa adik ketemu gede nih?"
Semua ngekek dengernya.Danang janji,"Besok ya kakak kenalin ke kalian semua.Yang pasti dia itu baik banget."
Malam harinya Danang pergi ke apartemennya ngajak Ayu dan Tio shopping.Wah Ayu sampai bingung milih,"Ya ampun bagus2 banget kak...mahal banget lagi...Ayu pakai yang murah aja Kak..."
Danang kekeh dan melihat gaun warna peach yang sangat indah,"Coba ini deh..."
Ayu mencobanya dan Danang terpukau,"Wow!Kamu cantik banget Ayu!"
Ayu malu juga dipuji,"Masak sih kak?"
Danang mengambil sepatu nan indah buat Ayu,"Coba pakai ini kayaknya pas deh warnanya gaunmu..."
Weleh Ayu malah deklik2 makainya,"Kak,aku ga biasa pakai hak tinggi..."
Danang wis deklik2 eh Ayu juga weleh...Berdua mereka malah jatuh bersama.Ayu jatuh menimpa Danang,"Ups...maaf kak..."
Danang berdebar2 berada didekat Ayu,'Kenapa aku bahagia banget kalau dekat dia ya?'
Ayu merona wajahnya dan segera membantu Danang bangun,"Maaf ya kak...malah ngrepotin..."
Tio memperhatikan mereka,'Kasihan putraku...dia cacat kini..siapa yang mau merawat dia kelak?Kurasa Ayu sangat pas untuk posisi itu.Lagipula Ayu bukan darah dagingku.'
Gimana nanti Ayu di pesta pernikahan Ben ya?Apa deklik2 juga?
♡♡LAPANGAN GOLF...
Para tamu sudah mulai berdatangan.Keluarga besar Sutedja jelas dah sejak tadi.Diabsen dulu ya?
*Inul→Dengan dress nan gemerlap.Blink2 cling!Warna silver nan menawan.Selanjutnya ?
*Digendong oleh Inul:Evan Sutedja→Pewaris tahta Bisnis Sutedja di masa depan ini tampak gemesin dengan tuxedo mininya.Imutz tenan.Pipi tembem dan asyik blekuthuk dengan bibirnya nan gemesin.Next!
*Papa Mamanya Evan dong,Irvi Sutedja→Irwan tuxedo hitam.Bertopeng ga?Weleh..emang Mamuru Chiba?Evi dengan gaun motif warna biru dengker diberi ekor dikit dan tampak anggun.Mana gandengnya posesif nian ke Irwan.Sebenarnya Evi begitu karena dia agak pusing.Pagi tadi ia sudah merasa mual.Makanya ia nempel Irwan.Irwan bertanya pada sang isteri,"Gimana masih pusing sayang?"
Evi jawab,"Udah mendingan.Gpp."
Wah kayaknya Evi ga sehat nih...berikutnya?
*Danang→Dengan balutan jas warna hitam dengan aksen silver nampak menggandeng Ayu.Pelan2 jalannya.Wah Ayu dimake over di salon juga.Cantik banget.Tio juga datang.Lainnya?
Lainnya ntar ya..soale dah malam nih..Gimana acara pernikahan Ben dan Ika?***SEE YOU NEXT EPS***
Eps 183 CERBUNG KE-1 TABIR KEPALSUAN
)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)
)^ TABIR KEPALSUAN )^)
)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)^)
Eps 183 : Watch For Your Souls = Menjaga Jiwamu
^) LAPANGAN GOLF...
Danang memperkenalkan Ayu dan ayahnya pada keluarga Sutedja.Irwan menyalami dengan ramah,"Perkenalkan saya adik kak Danang.Irwan Sutedja."
Ayu terperangah,'Oh ini Boss Besar yang empunya perusahaan di Cirebon itu?Wah masih muda ya?Ga sangka semuda ini dah sukses luar biasa.Kata kak Danang isteri adiknya juga penyanyi tenar.Pelantun lagu fave aku,Muara Hati.Apa yang pakai gaun biru itu ya? Kelihatannya dipeluk mesra gitu sama adik kak Danang.Eh sama Boss Besar he .he..kayaknya sayang banget gitu.Salaman ah...'
Danang memperkenalkan Ayu pada Evi,"Kalau ini yang aku bilang ke kamu pas dimobil tadi bahwa isteri adik aku itu penyanyi kondang.Kamu mau tanda tangan tidak.Susah lho nemui dia.Biasanya diperam di kamar sama adik aku.Ya ga Wan?"
Semua tersenyum melihat Evi merona sembari menyembunyikan wajahnya dipunggung Irwan.Adi yang nyeletuk,"Kayaknya ada yang malu nih..."
Tio yang bersalaman dengan Irwan dan yang lain angkat suara,"Kalian jangan menggoda terus.Ada yang punya lho disini.Ya kan Nak Irwan?"
Irwan tersenyum dan meraih Evi dalam rengkuhannya,"Benar Om.Kalian jangan godain Evi terus lihat dia jadi pucat tuh."
Evi mendelik di dekapan suaminya.Bikin iri para tamu yang lain.Para ibu2 muda,para tamu wanita,isteri kalangan bisnis banyak yang iri lihat perhatian Irwan pada Evi,"Lihat itu!Beruntung banget ya wanita itu.Denger2 dia dari kampung di Sulawesi sana lho.Nun jauh di mato sana.Kok bisa ya gaet bisnisman sekelas Irwan Sutedja.Pakai pelet apa ya?Lihat sampai segitunya sayangnya pebisnis Irwan sama dia.Dipegangi terus ga lepas2.Kayaknya kita perlu nanya deh sama dia."
Yang lain juga menanggapi dengan nyinyir2 gitu bibirnya,"Iya.Beda banget deh Irwan Sutedja sama suami aku.Dulu manis bagai gula sekarang ngomel melulu kerjaannya.Yang katanya aku dandannya lamalah.Suka habisin uanglah.Kebanyakan meleterlah arisanlah.Macem2 deh!"
Para wanita muda juga ga beda,"Kenapa sih oranh yang keren dan baik selalu udah ada yang punya ya?Sebel deh..padahal kita lebih putih lho dari si penyanyi itu.Sebel deh!"
Yang diomongin malah lagi asyik gandeng dan gelayutan manja dilengan Irwan,'Irwan ganteng banget pakai tuxedo.Kayak waktu nikah dulu deh.Apalagi Evan juga pakai tuxedo kayak papanya.Aduh pada gemes lihat dia.Ga sangka aku akan sebahagia ini.Dulu aku cuma lihat kayak gini itu di tv di sinetron.Kini aku alami sendiri.Makasih ya Tuhan dah kasih suami sebaik Irwan.Udah ganteng baik lagi.Padahal banyak banget wanita yang jauh lebih cantik diluar sana.Tapi hati Irwan hanya milik aku.Milik Evi Masamba.'
Irwan malah mencemaskan isterinya,"Sayang kamu pusing lagi ya?Aku ambilin sesuatu gimana?"
Evi menggeleng,"Ga perlu Wan.Aku mau kamu di sisi aku aja.Kita duduk disana aja.Disana nyaman."
Irwan segera mengambil Evan,"Ayo kita ke sana saja.Evan yuk kita temeni Mama kamu duduk di sana."
Evan malah minta gendong Evi,nemplok sama Mamanya,"Tha..tha.."
Tio sendiri juga bertemu Inul.Keder juga dia,"Ehmm...kamu beda ya sekarang?Lebih segar dan terlihat awet muda.Betapa bodohnya aku menyia2kanmu dulu.Maafkan aku ya..."
Inul memandang pria dihadapannya,"Masa lalu biarlah masa lalu.Jangan diungkit lagi.Aku sudah memulai hidup yang baru.Kuharap kau juga demikian."
Danang memperhatikan interaksi diantara kedua orangtuanya,'Aku tahu Mama memang sudah memaafkan ayah tapi aku juga tahu di hati Mama hanya ada Ayah Sutedja saja.Dan itu tak mungkin tergantikan lagi.Melihat mereka tak lagi bermusuhan saja aku sudah bahagia.Wah Mama mau kemana tuh?'
Inul harus bersiap sebagai wali mempelai pria.Tampak Benigno sudah siap di ruangannya.Memakai tuxedo hitam nan elegan habis he..he..pokoknya ganteng bingitz.Inul datang dan tampak pangling,"Wah kamu ini Ben?Wah ganteng banget.Sampai aku pangling."
Ben tersenyum,"Aku deg2an Kak.Oh ya kakak bisa tolong aku ga?"
Inul heran,"Nolongin apa?Kamu ini mau nikah wajarlah nervous."
Ben mengambil sesuatu,"Tolong berikan ini pada Ika.Aku tahu dia juga sedang nervous.Aku yang sudah pernah menikah aja nervous gimana dia."
Inul heran,"Apa ini?"
Ben menunjukkan isinya,"Berikan pada Ika ya Kak.Please..."
Inul menyanggupi dan segera pergi menemui Ika di ruangannya,"Hello Ika sayang..."
Ika cantik banget pakai gaun putih,"Wah kamu cantik nian Ka.Gimana kamu nervous ga mau menikah sama adik aku?"
Ika terdiam,'Aku nervous banget.Sampai dingin semua tanganku.Tapi kenapa aku merasa ada yang belum lengkap ya?'
Inul menyentuh tangan Ika,"Kamu pasti nervous ya?Tanganmu dingin banget.Bener kata Ben,kamu butuh sesuatu untuk menenangkan diri.Oh ya mana kerudung kepalamu kok ga dipakai?"
Ika menjawab,"Emang ga ada kerudungnya Kak.Yang design baju ini mendiang isteri Ben.Kayaknya dia emang ga design dengan kerudung mungkin."
Inul memberikan amanat Ben,"Ini dari Ben.Katanya kamu akan mengerti maksud hatinya hanya dengan melihatnya."
Ika menerimanya,"Apa ini Kak?"
Inul membantu membukanya,"Sebuah selendang."
Tiba2 angin berhembus dan selendang itu terbang dan jatuh menyelimuti kepala Ika.Inul melihatnya dengan heran,"Wow!Kamu sepertinya perlu memakainya sebagai kerudung Ka.Sini biar kakak bantu masangnya biar cantik."
Ika melihat di cermin,'Sekarang aku merasa sudah lengkap.Sudah siap untuk melakukan prosesi pernikahan.'
Inul mendandani Ika dan memang selendang warna ungu muda itu membuat Ika makin cantik,"Wah...luar biasa!Memang kamu makin cantik dengan ini Ka.Cantik banget.Nah udah!Sekarang aku kembali ke tempat Ben ya.Mempelai pria kan masuk dulu.Dah Ika cantik!"
Ika melambaikan tangan,"Dah Kak!Makasih ya.."
Ika memandang dirinya sekali lagi di depan cermin,'Ben kok tahu sih aku butuh kerudung?Ben emang perhatian deh.'
Ayah Ika melihat Ika bersama seorang wanita berpakaian putih,'Siapa ya wanita itu?Kok aku ga pernah lihat ya?'
Ayah Ika masuk,"Maaf mengganggu kalian...."
Ika heran,"Kalian?Kalian siapa Yah?"
Ayah Ika menoleh ke tempat dimana wanita yang berbaju putih itu tadi berada namun sudah tidak ada,"Dia...lho kok ga ada?"
Ika malah heran,"Dia siapa Yah?Aku sejak Kak Inul pergi tadi sendirian disini Ayah.Ga ada siapa2."
Ayah Ika merinding,'Wah apa aku salah lihat ya?Jelas aku lihat wanita itu tadi berdiri di belakang Ika.Menata kerudung Ika.Kok sekarang ga ada ya?Aneh...'
Ika mengernyitkan dahinya,"Ayah kecapekan mungkin.Sudahlah.Mungkin Ayah nervous juga kayak Ika.Tapi sekarang Ika dah ga senervous tadi.Ayo Ayah kita ke ruang utama."
Ayah Ika masih menengok sekali lagi ke belakang,"Ehm...iya mungkin Ayah nervous tingkat tinggi jadi berhalusinasi."
Saat Ben memasuki tempat resepsi semua hadirin berdiri.Danang memberitahu Ayu,"Itu Pamanku.Ganteng ya?"
Ayu meliriknya,"Kakak juga ganteng kok."
Danang jadi tersipu,"Masak sih?Baru kamu yang bilang gitu ke aku."
Ayu ganti yang tersipu,"Masak sih?"
Aty nyenggol lengan Adi,"Sst!Lihat mereka!Tuan Danang serasi ya sama Nona Ayu."
Adi manggut2,"Iya mereka emang cocok.Aku setuju sama kamu."
Adi dan Aty kompakan pakai warna senada yaitu biru.Ikutan Evi nih.Adi jas biru motif bunga gilap gitu.Sedang Aty gaun biru sedikit perniknya.
Suasana syahdu terasa kala lagu pengiring kedatangan mempelai perempuan dilantunkan, Suraj Hua Madam.Ostnya Kabhie Khushi Kabhie Gham.
Benigno terpana melihat Ika dengan kerudung ungu di kepalanya,'Ika?Selendang itu?Cantik banget...Aku seperti melihat Ros yang berjalan...Ika kamu cantik banget...'
Irwan berbisik pada Evi,"Sayang,ingat waktu kita nikah dulu?"
Evi tersenyum,"Pernikahan yang mana pertama apa kedua?He .he.."
Irwan gemes banget,"Kamu godain aku ya?Ya yang kedua dong.Yang pertama kan kamu sama kak Danang nikahnya.Dasar julit!!"
Evi seneng bisa goda suaminya,"Emang kenapa?"
Irwan memeluk pinggang isterinya,"Kalau kita suasananya dangdut banget.He..he..kalau ini Indiahe banget."
Memang semua dekorasi hingga yang lainnya ala bollywood.Ika berjalan didampingi Ayahnya menuju pada Ben,'Itu Bensay.Gantengnya.'
Evan malah mentiling lihat penampakan mendiang isteri Ben.Evi heran,"Sayang Anak Mama lihat apa sih ga kedip2?"
Evan segera menjulurkan tangannya pada Papanya,"Da..da.."
Ketakutan dia.Irwan segera menggendongnya,"Kenapa Anak Papa hmm?Ngantuk ya?"
Evan mendelik gitu,"Tu..tu.."
Prosesi berjalan lancar,Ben dan Ika resmi kini menjadi suami isteri.Para tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan dan hiburan yang disajikan.Evi dan Inul duet nyanyi.Semua hadirin terpukau.Irwan yang melihat juga haru.Rizky jelas memfoto dengan kameranya.Jepret!Jepret!
Ayah Hamdan yang pakai jas silver senada dengan Inul nampak asyik menggendong Evan saat Evi diminta nyanyi lagu Muara Hati.Evi nampak agak pucat,Irwan jadi cemas dan segera naik ke stage menemani sang isteri,"Aku temani ya.Kamu bersandar saja sama aku.Kamu pusing lagi ya?"
Evi seneng banget Irwan perhatian sama dia,"Makasih ya sayang...Aku mencintaimu..."
Evi ga sadar kalau mikenya masih on,jelas hadirin bersorak riuh,"Sweet!!Sweet!!"
Irwan segera memeluk isterinya dan berbisik,"I love you too...More and more..."
Wah hadirin kian bersuit2,"Mesranya..."
Ika tersenyum melihat mereka,"Mereka selalu mesra ya padahal dah punya Evan tetep aja mesra."
Ben berbisik,"Malah kayaknya Irwan dah program mau nambah momongan lagi kok secepatnya."
Ika terpana,"Oh ya?Wah...dalam banget kayaknya cinta Pak Irwan ya ...hmmm...kamu nanti kayak gitu ga ke aku Sayang?"
Ben mengecup pipi isterinya,"Tentu dong sayang.Jaminan mutu itu."
Lagu Muara Hati dikumandangkan dengan merdu oleh Evi ditemani Irwan he..he..
Hadirin minta nambah lagi yaitu Evi duet sama Irwan,"Duet!!Duet!!"
Evi memandang suaminya seakan bertanya minta persetujuan.Irwan memberi kode agar disediakan kursi buat isterinya.Adi segera mengambilkan.Wah bakal nyanyi apa ya mereka?***see you next eps***
Eps 184 Cerbung ke-1 TABIR KEPALSUAN
☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓
☆↓ TABIR KEPALSUAN ↓☆
☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓☆↓
Eps 184 Tiket M 701xxxxxx
Wise In Heart = Hati Yang Bijaksana
Cerpen ke-4 : MEMINTA BINTANG UNTUK LANGIT
Sudah larut malam namun Langit masih belum juga tidur.Langit adalah anakku yang kini sudah TK.Aku dekati dia yang sedang asyik melihat film Teletubbies,"Langit ...udah malam tidur yuk!"
Dia malah menunjuk ke layar hp,"Bu!Lala jatuh!Kayak Langit ya?Jatuh he..he..."
Aku memandang iba pada putraku itu,"Lutut Langit masih sakit ya?Sini biar Ibu lihat lututnya."
Kuraih dia dalam pelukanku,"Lain kali ga usah main keluar ya?Anak2 di sini nakal2.Langit mainnya di sekolah aja ya?"
Anakku memang agak terlambat pertumbuhannya sehingga tak heran bila dia tak seperti anak seusianya.Kata dokter anakku hiperaktif.Sebenarnya Langit sudah dinyatakan tidak ada dalam rahimku kala mau dilahirkan.Betapa nelangsa aku waktu itu.Mas Irwan,suamiku sampai terduduk lemas mendengarnya.Empat tahun menanti seorang bayi menghiasi rumah kami namun begitu mau dilahirkan malah sudah tak ada.Aku menangis memandang suamiku,"Ga mungkin Mas.Ini ga mungkin.Tuhan sudah berjanji akan memberikan kita anak bukan?"
Suamiku orang yang bijaksana,ia juga begitu setia mendampingiku bahkan meski aku belum hamil juga,ia tetap mencintaiku.Ia memegang tanganku,"Takdir Vi.Tuhan yang memberi Tuhan juga berhak mengambilnya.Ikhlaskan Vi."
Aku ingat betul bagaimana aku melihat ke langit2 ruangan rumah sakit waktu itu,"Tidak Mas!Penguasa Langit sudah berjanji memberi kita anak.Aku sudah berdoa berkali2 Mas.Aku selalu bermimpi melihat langit nan indah Mas.Aku tidak melihat bayangan kegelapan.Tidak!"
Dokter datang,"Maaf ibu harus dikiret.Mari ke ruangan operasi."
Sepanjang menuju ke sana aku berdoa sambil menangis,kuelus perutku,'Tuhan,jangan ambil putraku.Aku sudah keguguran berkali2,kumohon jangan ambil dia.Berikanlah kehidupan aku mohon.Jangan berikan pada bayiku kematian.Aku minta kehidupan.Hanya dalam nama-Mu aku mohon.'
Dengan iman aku mengelus perutku lalu berkata,"Kau akan lahir Nak.Kau akan hidup."
Dokter memeriksa aku sekali lagi memastikan bahwa benar janin di dalam perutku memang sudah tiada namun ia terkejut kala memeriksa perutku dengan alat USG,"Bagaimana bisa?Denyut jantungnya kembali ada!Ajaib!Siapkan peralatan persalinan!!Bayinya masih bisa diselamatkan!!"
Aku mengucap syukur pada Tuhan,'Akan kuberi nama-Mu jika dia lahir nanti.Aku janji.Terima kasih.'
Demikianlah akhirnya bayiku lahir,tangannya biru dan ia mengigil karena terlalu lama berada dalam rahimku,segera kupeluk dia.Dokter lega,"Selamat Ibu!Anaknya laki2.Ini keajaiban dari Langit."
Iya keajaiban dari Sang Penguasa Langit dan Bumi,aku menangis kala jemari kecil bayiku bergerak2.Suamiku datang,"Ini ajaib Vi.Anak kita hidup.Langit memberi kita keajaiban."
Aku memandang Mas Irwan yang nampak membelai putranya,"Mas namanya Langit saja ya?Dia putih dan lihat tangannya kebiruan.Matanya juga biru seperti bule.Matanya seperti langit yang biru."
Suamiku setuju,"Iya namanya Langit.Langit Ervan Pratama.Artinya Langit anak pertama Evi dan Irwan.Bagus kan?"
Aku tersenyum kala Mas Irwan mencium keningku,"Terima kasih sudah bersedia menjadi ibu bagi anak2ku."
Aku memandang penuh haru padanya,justru akulah yang harus berterima kasih karena dia begitu sabar padaku.Berkali2 membelaku kala orang2 menghinaku karena keguguran terus.Empat tahun bak dalam neraka,namun setelah Langit lahir hatiku damai luar biasa.Walaupun dokter memberitahu bahwa Langit mungkin tak akan sama dengan anak2 lain tapi bagiku yang penting dia hidup.Mas Irwan sayang banget sama Langit.Dia selalu bawa oleh2 kalau pulang kerja.Entah mainan entah makanan.Namun benar kata dokter,Langit berbeda.Dia anti sosial.Dia tak suka bermain seperti anak kebanyakan.Dia pendiam.Belajar ngomong juga baru setahun terakhir ini itupun kadang ga nyambung.Ditanya ini jawabnya itu.Dia suka sekali lihat video Teletubbies.Dia sebenarnya senang bermain tapi dia selalu dijauhi kadang di anggap aneh bahkan pulang sambil menangis,"Ibu!!Langit ga boleh ikut main!!Ibu!!"
Aku yang sedang menyapu halaman depan kaget,"Langit kok nangis?Kenapa?"
Langit malah lari ke kamar terus lihat videonya lagi,"Langit lihat Lala sama Poh aja.Ga ada yang mau main sama Langit."
Kasihan putraku.Akhirnya kalau dia main aku ikut bersamanya dan memang dia selalu dikucilkan.Dianggap anehlah.Makhlum secara fisik dia sama tapi secara psikis dia masih terlambat.Aku melamun sambil membelai kepala putraku,bunyi motor menyadarkanku,'Mas Irwan pulang.'
Kulihat Langit sudah tidur,kuselimuti dia.Lalu aku menuju pintu.Terdengar suamiku memanggilku,"Bu!"
Sejak punya Langit kami jadi biasa menyebut ibu dan ayah sebagai panggilan agar Langit terbiasa.
Aku menjawab,"Iya."
Mas Irwan memang dapat shift siang jadi pulangnya malam,"Langit sudah tidur?"
Aku lihat ia bawa oleh2,"Sudah baru saja.Tadi dia jatuh Yah.Main sama anak tetangga."
Mas Irwan membelai kepala Langit,"Anak Ayah kasihan pasti sakit ya?Main di dalam rumah saja ya.Ga usah main diluar."
Kubuatkan kopi kesukaannya,"Kasihan dia Yah.Ga punya teman main.Kalau main diluar paling juga main sendiri."
Mas Irwan malah bilang gini,"Gimana kalau kita kasih teman main?"
Aku tahu maksudnya,"Tapi kalau nanti hiperaktif lagi bagaimana ?Ayah nanti akan dihina lagi.Aku masih takut.Temanku yang punya anak kayak Langit juga pilih ga mau punya anak lagi.Dah cukup katanya punya anak berkebutuhan khusus."
Mas Irwan berganti baju,"Belum tentu sama Bu.Bisa beda.Kita ga boleh pesimis."
Aku terus memikirkan ide Mas Irwan.Beberapa hari kemudian suatu malam sembari menunggu suamiku pulang kerja,aku melihat langit bersama putraku,"Bu lihat banyak bintang di langit.Langit yang itu punya banyak teman ya Bu?"
Aku miris mendengarnya,"Langit yang disini juga akan punya teman sayang."
Langit menunjuk ke angkasa,"Langit ingin punya bintang seperti langit disana Bu.Bintangnya banyak.Temannya banyak.Boleh ga minta bintangnya satu?"
Aku memandang ke atas,"Pasti boleh.Kan Tuhan punya bintang banyak tuh.Yuk kita berdoa minta pada Tuhan."
Langit memejamkan mata mengikutiku.Aku lalu berdoa,"Tuhan,kami datang pada-Mu.Bukankah Kau Tuhan yang baik.Yang tahu memberi yang baik pada ciptaan-Mu.Tuhan kami meminta berikanlah kepada Langitku bintang ya Tuhan.Supaya ia punya teman ya Tuhan.Seperti langit-Mu yang penuh dengan bintang.Indahkanlah Langitku ya Tuhan,Penguasa Langit dan Bumi."
Dalam iman aku menutup doaku,"Terima kasih buat bintang yang Kau beri.Terima kasih buat bintang yang indah bersinar.Terima kasih Tuhan.Amin."
Langit juga berkata,"Amin."
Aku kian yakin sejak itu bahwa Langit membutuhkan adik.Akhirnya aku berkata pada Mas Irwan,"Yah...aku ingin punya anak lagi.Aku ingin Langit punya teman main."
Suamiku meraihku dalam pelukannya,"Akhirnya hatimu terketuk juga."
Akhirnya kabar baik datang.Aku hamil lagi.Perutku besar sekali.Suamiku menyiapkan dana buat kelahirannya.Banyak yang mencemooh aku katanya apa aku ga bakalan repot nanti ngurus dua anak aneh.Aku ga dengerin mereka.Biar saja.Tuhan akan memberi yang terbaik.Dia tahu memberi yang terbaik.Lewat Langit Tuhan mengubah sifatku yang dulu emosional menjadi penyabar.Dan aku percaya Tuhan juga sayang pada Langitku.Tuhan menjawab keyakinanku pada-Nya,anak keduaku lahir dengan kondisi normal jiwa dan raga.Lahir dengan cesar di sebuah RS terbaik di kota kami.Berat 3,7 kg.Meski dia agak hitam kayak aku tapi dia satu2nya laki2 di antara bayi2 yang lahir waktu itu.Atas persetujuan suamiku kuberi nama Bintang Aditya.Bukan hanya memberi cahaya kebahagiaan,sejak Bintang lahir keadaan Langit juga mengalami kemajuan.Ia mulai bisa mengikuti pendidikan di sekolah.Walau didampingi guru pendamping namun secara akademis dia diatas rata2.Aku bersyukur pada Tuhan.Bahkan kini setelah 3 tahun berlalu sejak Bintang lahir aku masih terus bersyukur.Melihat Langit main kejar2an dengan Bintang di halaman sekolah sungguh membuat aku terharu.Langit berteriak,"Ayo Bintang!Kejar aku!Ayo!!"
Bintang dengan tubuh ipel2nya berlari mengejar kakaknya dengan tawa riang,"Kejar!Kejar!!Ha..ha.."
Guru2 dan anak2 yang lain sampai takjub,"Wah anak2nya ganteng ya Bu.Pinter2 lagi.Gemesin banget."
Eh yang jawab komentarnya malah suamiku yang baru saja datang dari shift malam,"Siapa dong ayahnya he..he.."
Aku jadi malu kala suamiku merengkuhku dan berkata,"Terima kasih ya sudah memberiku langit dan bintang yang indah."
Aku memandangnya,"Terima kasih pada yang empunya langit Yah..."
Langit dan Bintang seneng banget lihat ayahnya datang menjemput,"Ayah!!Ayah!!"
Mereka langsung nemplok ayahnya.Tuhan terima kasih.Kau sudah memberi bintang bagi langitku.Kini Langitku punya teman.***The End***
☆°☆ PESTA PERNIKAHAN BENIGNO-IKA....
Ika menebak mereka mau nyanyi apa di panggung resepsi,"Aku tebak mereka akan nyanyi Pacar 5 Langkah deh."
Ben beda,"Kalau aku malah nebak mereka nyanyi lagu India deh."
Ika mikir,"Kenapa India?"
Ben tersenyum memandang isterinya yang terlihat anggun dengan selendang ungunya,"Kan kita nikahnya ala Bollywood he..he..Konsepnya hampir semua India."
Ika bersandar di bahu suaminya,"Kita lihat saja bener ga tebakan suamiku sayang ini.Ya ampun gabtengnya kamu sayangku..."
Ben mengecup jemari isterinya,"Kamu juga sangat menawan isteriku sayang.Jadi ga sabar pingin segera selesai pestanya he .he.."
Ika merona,"Hushh...sabar tahu..."
Sementara yang di panggung malah juga saling bisik,"Nyanyi lagu Tum Hi Ho aja ya?"
Evi jawab,"Emang kamu hapal?"
Irwan menjawab,"Tiap hari kamu nyanyi itu di kamar mandi.Gimana ga hapal."
Evi jadi malu,"Kalau malam kamu juga suka minta aku nyanyiin lagu itu."
Eh malah ngobrol mereka di panggung.Sampai Adi naik nanya lagi,"Bossbro,lagunya apa?"
Ups...Irwan segera menjawab,"Tum Hi Ho.Oh ya makasih buat kursinya."
Evi duduk di kursi makhlum agak pusing gitu dia,Irwan duduk di lengan kursinya sambil meraih jemari sang isteri.Musikpun dimulai.Irwan kasih opening,"Spesial buat mempelai berdua lagu ini kesukaan kalian juga bukan?Selamat ya Om dan Ika.Selamat menempuh hidup baru.Buat semua tamu undangan kami persembahkan sebuah lagu ala India.Ini dia "Tum Hi Ho"."
Evipun mulai bernyanyi.Diseling dengan Irwan.Evi memandang suaminya,'Betapa perhatiannya dia padaku.Selalu mempedulikanku.Sungguh aku sangat bahagia menjadi isterinya.'
Irwan malah cemas dengan kondisi isterinya,'Evi kenapa ya?Agak pucat gitu wajahnya.Aku harus periksakan ke dokter.Habis acara saja.'
Lagu duet itu diakhiri dengan tepukan riuh hadirin.Evi lalu turun dibantu Irwan pastinya.Selama pesta Irwan ga beranjak dari sisi isterinya.Makan saja Irwan yang ambilin,"Coba ini enak sayang..."
Eh Evi malah mual,"Aku mau ke belakang Wan..."
Irwan segera mengantarnya,sampai pada ngiri para wanita di sekitar mereka,"Lihat tuh!Perhatian banget ya konglomerat Irwan Sutedja sama isterinya.Jadi iri deh."
Aty segera membantu Evi di toilet,"Nyonya muda makan apa sih kok sampai muntah2 gini?"
Evi mengusap bibirnya,"Baru nyium bau makanan aja sudah mual kak Aty."
Aty malah mikir,"Wah apa Nyonya muda telat juga kode merahnya?"
Evi heran,"Kode merah?"
Aty ngekek,"Itu yang biasa dialami wanita tiap bulan he...he.."
Evi mencoba mengingat,"Ya ampun iya ya...aku malah ga inget kak Aty...iya ya..."
Irwan mengetuk pintunya,"Kak Aty Evi gpp kan?"
Aty malah mesem,"Tuh Boss Muda dah panik tingkat dewa.Nyonya muda beruntung banget ya."
Evi tersenyum,"Kak Aty juga punya Adi.Kita sama2 beruntung.Ayo keluar.Irwan pasti cemas tuh."
Melihat Evi keluar dibantu Aty,Irwan lega.Dipeluknya sang isteri,"Kamu kenapa sayang?Apa kita ke dokter aja yuk?"
Evi mengelus punggung suaminya,"Aku cuma mual aja.Jangan pergi dulu.Selesaikan acaranya.Kita kan pihak keluarga mempelai?Ga enak sama Om Ben dong.Oh ya aku pingin es krim."
Irwan segera menggandeng isterinya ke area es cream,"Bentar kamu duduk sini ya?Aku ambilin.Mau rasa apa?"
Evi menjawab,"Mau yang strawberry sama vanila.Sama yang pandan itu.Aku mau yang banyak."
Irwan gumun,"Wah...aku ambilkan dulu ya."
Irwan heran lihat Evi menghabiskan banyak es cream,'Astaga!Bener2 lagi doyan es cream ya?Ntar di rumah aku akan minta kak Aty cek sound stock es cream juga ah...'
Sementara itu Inul mendekat sambil membawa Evan,"Evan rewel minta gendong papanya."
Irwan gendong putranya,"Evan ngantuk ya?Tidur di gendongan Papa ya?"
Ga lama bener Evan bobok di bahu Irwan,gemesin banget wajahnya.Mana yang gendong orang jetset pula.Wah banyak yang mengambil fotonya,"Iih...manis banget deh.Sisi kebapakan seorang milyarder nih."
Yang lain nyeletuk,"Bapak dan anak ganteng semua.Waduh...harus diabadikan nih.Jarang2 lihat adegan beginian."
Danang dan Ayu juga gemes lihatnya,"Kelihatannya adik Kak Danang sayang banget ya sama anak isterinya?Kakak juga pasti gitu kelak kalau dah nikah."
Danang melirik Ayu,"Menurutmu ada yang mau menikah sama orang cacat kayak aku?"
Ayu segera memandang Danang,"Kenapa ga Kak?Kakak baik kok,pasti ada yang akan melihat hati kakak lebih dari fisik kakak.Ayu yakin."
Danang malah kian terpesona,'Aku harap kamu orangnya Ayu.'
Acara berlanjut dengan kesan dan pesan.Tentu saja kesempatan pertama dari ayah ibu Ika,"Nak Ben titip anak kami ya.Ika masih belum pengalaman jadi isteri jadi mohon yang sabar ya sama putri kami."
Ben mengangguk di kursi pengantinnya,"Pasti Ayah Ibu.Ben akan sabar sama Ika."
Ika berbisik,"Tadi aja udah ga sabar kok...sekarang bilang mau sabar ...he..he.."
Ben jawab,"Itu beda ..."
Lalu giliran Inul,"Buat adikku.Sekarang rumahnya ga sepi lagi ya.Bakal sering di rumah nih kayaknya.Cepet nyusul Irwan ya he..he.."
Irwan heran,"Nyusul apa nih Mama?Kayak balapan aja."
Evi berbisik sambil menunjuk Evan,"Balapan jadi ayah maksudnya sayang..."
Irwan balik berbisik,"Aku tahu maksudnya Sayang tapi aku emang mau godain Om Ben he..he.."
Evi mesem,"Dasar julit."
Giliran Irwan nih kasih kesan dan pesan,"Saya bersyukur punya Om sebaik Om Ben.Sudah seperti ayah bagi saya.Selalu mendukung saya.Dan yang paling tak bisa saya lupain Om sangat berjasa dalam perjalanan cinta saya.Sehingga kini sudah punya yang lagi bobok imut ini.He..he.."
Hadirin langsung gerr...semua.Yang lain juga memberi pesan dan kesan.Akhirnya pestapun usai.Danang mengajak ayah dan Ayu ke kediaman Sutedja.Ben sama Ika jelas ke hotel dong kan dapat hadiah kamar honey moon sweet dari Irwan.Irwan sendiri naik mobil berbeda ditemani Aty dan Adi.Evi duduk bersandar Irwan gitu,"Kita pulang aja ya sayang.Aku mau istirahat."
Irwan mengangguk,"Iya.Kamu harus banyak istirahat kayaknya.Besok kita ke dokter."
Evi malah wis angler di bahu suaminya weleh...Irwan mesem,'Besok aku mau off ah dari kantor.Mau fokus Evi dulu.Aku ga mau dia kenapa2.'
☆•☆ KEDIAMAN SUTEDJA....
Rizky juga mencemaskan kakaknya,"Kak Evi ga satu mobil ya sama kita Ayah?"
Ayah Hamdan menjawab,"Kakakmu akan dijaga sama kakak iparmu.Tenang saja."
Inul malah mesem2,"Lagian kakakmu itu ga sakit kok.He..he.."
Rizky heran,"Kak Evi ga sakit?Aneh...padahal wajahnya agak pucat menurut aku."
Akhirnya mobil Irwan sampai di kediaman Sutedja,Adi segera membukakan pintu tengah,Evi nampak terhuyung gitu keluar dari mobil,"Sudah sampai ya Wan?"
Irwan segera meraih tubuh isterinya dibopongnya ke dalam,"Kamu kugendong saja."
Para pembamtu pada mesem lihatnya,"Emang deh soal mesra Boss Muda juaranya..."
Evan dijaga Aty,Evan masih liyer2 gitu.Masih ngantuk dia.
Sampai kamar utama Evi dibaringkan pelan2 oleh Irwan,"Nah sekarang sepatunya dilepas ya..."
Evi terharu melihat perhatian Irwan,"Makasih ya sayang..."
Irwan duduk di sebelah Evi,"Udah sekarang kamu tidur aja.Aku akan temeni kamu di sini."
Evi nyari Irwan,"Evan mana?"
Aty datang bawa sang pewaris tahta,"Boss kecil masih ngantuk."
Evi meraih putranya,"Sini biar sama aku.Makasih ya kak Aty."
Aty lalu permisi.Ga mau ganggu privasi Boss Mudanya.
Evan tidur lagi di pelukan Evi.Evi juga ikut tidur.Irwan nelpon Albi,"Albi besok aku off dulu.Semua yang urgent via email aja ya."
Albi jelas yess Boss.He..he..Irwan lalu melepas tuxedonya dan ikut naik ke ranjang berbaring sembari memeluk isterinya.Evi tersenyum dan akhirnya semuanya malah tidur.Weleh...Kira apa ya kata dokter besok soal Evi?***see you next eps***
Eps 185 Cerbung Ke-1 TABIR KEPALSUAN
\/<1>\/<5>\/<5>\/<0>\/<8>\/<9>\/<6>\/
\/<< TABIR KEPALSUAN EPS 185 >>\/
\/<< Tiket ke-2 : Health = Sehat >>\/
\/</\/\>\/<||>\/<@>\/<$><||><|\|+||@\/
\/>>>KEDIAMAN SUTEDJA...
Irwan sudah rapi tapi ga seperti biasa ga pakai jas,Evi sendiri pagi2 dah bolak balik kamar mandi.Biasa morning sickness.Irwan minta Aty jemur Evan dulu sementara dia fokus pada sang isteri,"Sayang,aku makin cemas nih ke dokter yuk!Nih bajunya dah kusiapin."
Evi nampak pucat gitu tapi terharu juga lihatnya,"Kamu ga ngantor Wan?Katanya mau launching produk baru?"
Irwan jawab,"Launchingnya masih minggu depan.Lagian semua sudah dihandle sama Albi.Aku bisa handle perusahaan dari rumah sayang.Yang penting kamu itu.Aku cemas kalau kamu sakit gini.Ya...kita ke dokter ya?Evan biar sama kak Aty dulu.Mama juga ada.Kamu siap2 ya.."
Evi menurut,"Maaf ya bikin kamu cemas."
Irwan menyisir rambut sang isteri,"Mungkin aku terlalu sibuk sampai kurang merhatiin kamu ya.Jadinya kamu sakit begini.Maafin aku sayang..."
Evi meraih tangan suaminya,"Kamu itu sudah perhatian banget kok,ga ada yang kurang.Padahal kamu begitu banyak tanggung jawabnya.Harusnya aku dukung kamu dan nggak ngrepoti gini..."
Irwan bersimpuh dan meletakkan kepalanya di pangkuan isterinya,"Sayang bagi aku kamu itu bukan beban apalagi sampai ngrepoti.Aku dan kamu itu satu.Jangan sakit ya?Aku sedih kalau kamu sakit..."
Evi mengelus kepala suaminya,'Ga sangka seorang Presdir punya sisi serapuh ini.Hanya padaku ia menunjukkan sisi ini.Sisi ketakutan dan ketakberdayaannya.Aku mencintai pria ini bukan karena statusnya yang terhormat tapi karena sisi ini.Sisi betapa ia membutuhkanku di sisinya.'
Aty membawakan sarapan buat mereka,"Ups!Maaf Boss Muda dan Nyonya Muda..."
Evi tersenyum sambil masih membelai kepala Irwan,"Gpp kak Aty.Makasih.Evan sama siapa kak Aty?"
Aty menjawab,"Sama Nyonya Ratu,Nyonya Muda.Saya permisi..."
Irwan mendongak,"Sayang kamu makan dulu yach?Aku suapi ya?Perutnya harus diisi..baru kita ke dokter.Ok?"
Evi mengangguk,membiarkan sang suami memperhatikannya bahkan menyuapinya.Entah kenapa kalau disuapi Irwan,perutnya ga protes.
Evi mengambil piring Irwan,"Kamu juga harus makan sayang...aku suapi ya?"
Wah malah suap2an pagi2.Aty melihatnya dari jauh sambil mesem2,'Kalau benar dugaanku,pasti Boss Muda bakalan hepi banget tahu kalau kemungkinan besar Nyonya Muda itu sedang berbadan dua hi.hi..Nyonya Ratu juga nebak gitu...'
Benarkah tebakan Aty dan Inul?Kita lihat saja dulu pengantin baru kita.Benka!!
\/♡♥...HOTEL BINTANG LIMA...
Di kamar HoneyMoon Suite,nampak kedua pengantin baru masih sleeping beauty semua.Lembur sistem ya?Sistem?Iya Enterprise Resource Program gitu kalau ga salah.Oh...ERP?Kalau mereka mah program anak.Weleh...
Ika yang berada dalam pelukan Benigno akhirnya membuka mata,'Hmm...hangat nian.Oh...lha Bensay meluk aku gini.Aduh...tidur aja ganteng banget.'
Ika tersipu mengenang semalam.Ia hendak bangun tapi ga bisa,'Aduh...gimana nih lepas dari pelukan Bensay?'
Dikecupnya pipi suaminya,"Bensay,kamu sudah bangun kan?"
Ben malah makin erat mendekap isterinya,"Belum..."
Ika mesem,"Kok bisa jawab?"
Ben malah melirik,"Ini baru separo jiwa he..he.."
Ika kembali mencoba turun dari ranjang,tapi Ben ga melepaskannya,"Mau kemana sih sayang?"
Ika jawab,"Panggilan alam Bensay...aku juga mau mandi terus nyiapin air hangat buat kamu mandi...terus nyiapin sarapan juga...kamu pasti lapar kan?"
Ben merajuk,"Aku ga mau mandi.Aku mau seharian di ranjang aja sama kamu."
Ika blingsatan,"Astaga!Masak ga mandi?Ganteng2 bau dong.Aku mau mandi dulu gerah..."
Ben akhirnya melepas sang isteri,"Ntar kalau aku dah mandi kita dekem lagi di kamar ya sampai sore he..he.."
Ika heran,"Bukannya sore kita ke bandara?"
Ben memakai piyamanya,"Iya sayang sore ini kita terbang ke Cheko.Kalau kita terbang hari ini besok kita bisa jalan2 terus Minggunya bisa lihat race motogp di Brno.Asyik aku bisa lihat Dovi!!"
Ika mandi sambil geleng2 kepala,'Pantas milih Cheko buat bulan madu rupanya mau lihat motogp to?Dasar Bensay!'
Selama Ika mandi,Ben pesan room service buat kirim sarapan ke kamar.Begitu sang isteri selesai mandi,Ben segera memeluknya,"Aku nanti di Brno mau minta tanda tangan Dovi ah.."
Wah gimana nanti bulan madu mereka di Cheko ya?***see you next eps***
Eps 186 Cerbung 1 TABIR KEPALSUAN
←★→ I Will Go / Aku Akan Pergi
←★→ Tiket ke-4 Z 1xxxxx+x
◆★◆ PENGERTIAN TUMOR
Ketika mendengar kata tumor,banyak yang mengira pasti mematikan deh penyakit itu.Tetapi pendapat seperti itu ga sepenuhnya benar karena tumor terbagi menjadi 2 yaitu :
* Tumor jinak →hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar / menyerang bagian lain.Tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat.
* Tumor ganas→sering disebut dengan kanker
Tumor ganas menyerang jaringan di sekitarnya,masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.Memiliki kemungkinan untuk kambuh.
Dalam kondisi normal,sel2 baru akan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan tubuh untuk menggantikan sel2 tua yang mati.Proses ini terjadi secara terkendali.Tetapi jika perubahan sel2 baru terjadi secara berlebihan,tumor akan terbentuk.Itu dulu ya soal tumor,kapan2 kita sambung lagi.Sekarang kita ke RS aja lihat kondisi kesehatan Bu Presdir.Sakit apa sih he..he..
◆♣◆ RS STANDAR SINGAPORE...
Jelas buat isteri Konglomerat Irwan Sutedja milih RS juga ga main2.Cari yang kelasnya selevel dengan Singapore punya.Dengan penuh sayang dan perhatian sang Presdir kita memapah sang isteri turun dari mobil Vellfirenya yang warna hitam metalik.Evan jelas ga ikut kan mau ke RS.Evan dirumah main sama Omanya dan Ayu.Lha Aty dan Adi?Keduanya ikut Irwan.Biasa Irwan minta Aty standby buat Bu Presdir yang lagi ga enak body.Sedang Adi jadi driver pribadi sekaligus jadi pengawal juga.Walaupun Renegade and team tetep dampingi dan sterilisasi lokasi.Weleh...ribet tenan mau ke RS aja.
Di RS Bu Presdir diperiksa baik urine,darah dan lainnya.Irwan dah kayak suami siaga gitu siap antar jaga...Evi pingin ketawa gitu lihat Irwan protektif banget sama dia.Dokter aja sampai senyum2 lihatnya,"Ibu beruntung banget deh...suaminya perhatian sekali.Silakan kalian tunggu hasil testnya ya...ga lama kok."
Irwan menanti di ruang tunggu sembari merengkuh sang isteri,"RS ini terkenal akan kualitasnya.Aku yakin mereka akan memberi hasil pemeriksaan yang akurat.Gimana apa masih mual?"
Evi malah menyandarkan kepalanya di bahu suaminya,"Sudah ga.Kalau pagi aja aku suka mual.Aku pingin ngemil.Aku lapar..."
Wah Aty segera mendekat dengan berbagai cemilan yang ia bawa dari kediaman Sutedja,"Ini Nyonya Muda.Mau ngemil apa?Semua ada di sini.Ice cream juga ada.Boss Muda yang nyuruh bawa tadi."
Wah Evi sumringah lihat buah2an juga es cream,"Mau..mau!!Hmmm....yummmy ini...makasih ya Sayang dah ngerti kalau aku suka semua ini...love you deh..."
Irwan mesem dan malah mencium pelipis isterinya,"Aku mau kamu sehat dan mendapat asupan gizi yang baik sayang..."
Evi malah asyik ngemil dan habisin es cream.Adi dan Irwan lalu bahas soal rencana depot minum kelapa muda yang ingin mereka dirikan.Adi seneng banget demikian juga Aty,"Boss Bro...beneran to omongannya pas di pulau itu?Saya kira bercanda...ternyata direalisasikan to?"
Evi yang jawab malahan,"Irwan memang selalu tepati janji kok...Moga aja Evan ntar nuruni sifat papanya ini...jangan nuruni julitnya...he..he.."
Irwan melirik sang isteri,"Jelas dong bakal nuruni kan aku papanya...ya ga kak Aty?"
Aty nyenggol Adi,"Iya Boss Muda...ntar yang nuruni banyak kok he..he.."
Evi ngasih kode ke Aty dengan matanya,Aty langsung membekap mulutnya,"Ups...."
Irwan ga ngeh namun kemudian dokter datang,"Mari ikut saya.Hasil testnya sudah kami dapatkan."
Irwan deg2an juga,"Moga kamu gpp ya sayang...Aku kok berdebar2 ya?"
Evi asyik bergayut manja dilengan Pak Presdir malah,"Tenang saja.Aku ini kuat dan sehat.Kan aku punya suami perhatian...Sebentar lagi aku pasti gemuk."
Irwan menggandeng mesra isterinya,"Gpp gemuk yang penting sehat."
Sampai di ruang dokter,Irwan langsung mendapat ucapan selamat dari dokternya,"Lho kok malah menyalami saya dok?"
Dokternya jawab,"Selamat Pak Irwan.Isteri Anda positif hamil.Usia kandungan sudah 5 minggu."
Wah Irwan terpana bahagia,"Apa?Isteri saya hamil?"
Pelukan bahagia penuh haru segera didapat oleh Evi dari sang suami,"Makasih sayang...aku akan jadi ayah lagi...Terima kasih Tuhan...ini sungguh kabar yang menggembirakan.Makasih dokter...!!"
Evi terharu dipeluk sang suami,"Kamu bahagia dengan kabar ini?"
Irwan malah langsung bersimpuh dan mencium perut sang isteri,"Tentu saja bahagia.Bahagia banget malah.Aku akan jadi ayah lagi..."
Adi dan Aty aja sampai dapat pelukan juga dari Irwan,"Aku akan jadi ayah lagi...aku jadi ayah lagi...yess!!"
Dokter memberi banyak nasehat dan mengharapkan mereka kontrol kandungan secara rutin.Irwan malah langsung jawab,"Saya sendiri yang akan dampingi isteri saya kontrol dan periksa kandungan Dok.Saya dulu kehilangan moment itu saat anak pertama saya dikandung.Kini saya akan standby 24 jam he..he.."
Kabar gembira itu disambut penuh kegembiraan oleh keluarga Sutedja.Inul saking senengnya langsung mengecup pipi tembem Evan,"Kamu akan punya adik Evan ...seorang adik.Mau adik perempuan apa laki nih?"
Evan malah tertawa riang,meloncat2 gitu di pangkuan omanya.Ayu dan Danang juga ikut gembira,"Wah bakal rame nih rumah.Bakal penuh suara bayi2..."
Seluruh keluarga berkumpul memberi selamat kepada Irwan,"Selamat nih bakal dapat momongan lagi."
Irwan malah nempel ketat sang isteri,tangannya mengelus perut Evi dengan lembut.Kelihatan banget betapa bahagianya dia.Danang memandang dengan sedikit iri,'Kapan aku bisa kayak Irwan ya?'
Ayu mendekatinya,"Kak...?Kok kakak wajahnya sedih gitu?"
Danang kaget dan mencoba tersenyum,"Oh...aku cuma capek aja kali...aku mau istirahat dulu."
Irwan juga menyuruh Evi istirahat,"Hayo calon ibu sekarang saatnya bobok siang."
Semua makhlum kala kedua sejoli itu membawa Evan masuk ke kamar utama.Evan nampak lelap digendongan papanya.Sorenya semua sibuk bersiap mau ke bandara ngantar Ben dan Ika yang mau honeymoon ke Cheko.
Evi kekeh pingin ikut,"Aku ikut Wan...please ...aku pingin ikut...ntar kalau ga dituruti anaknya ngecesan lho..."
Irwan mengijinkan,"Baiklah boleh ikut pergi sama kita semua tapi ga boleh jauh2 dari aku.Ngerti?"
Evi manggut2,"Iya Pak Presdir...aku bakal nempel kayak perangko deh sama kamu...asyik boleh ikut."
Irwan tersenyum melihat sang isteri begitu hepi siap2 ikut ke bandara.
Gimana reaksi Ben dan Ika kala tahu Evi hamil lagi ya?Sudah sore nih saya harus ngobor dulu.***see you next eps***
Eps 187 CERBUNG 1 TABIR KEPALSUAN
TIKET N 01221X-XX °○●○•○○
●○•○○° The Belly / Perut
°°••○● BANDARA...
Ben seneng banget mendengar Evi lagi hamil anak ke-2 Irwan,"Selamat ponakanku!Rumah Sutedja bakal kian ramai nih.."
Ika juga mengucapkan selamat pada Evi,"Selamat ya Bu Presdir he..he.."
Evi jawab sambil nginjak kaki Ika,"Kudoain biar kamu cepet nyusul aku he .he.."
Ben dan yang lain jawab,"Amin he..he..."
Pesawatpun segera akan berangkat.Ben memeluk semuanya dan digandengnya Ika menuju area penumpang,"Dah...semua..."
Keluarga Sutedja melambaikan tangan melepas pengantin baru itu.Usai dari sana semua mampir ke apartemen Danang mengantar Ayu dan Tio.Danang mengutarakan niatnya memiliki galery lukisan,"Aku harap kalian tetap tinggal di sini.Aku berencana membuka galery lukisan dan berharap kalian sudi membantuku mengelolanya.Danang juga ingin berbakti pada Ayah.Selama ini Ayu yang merawat Ayah sekarang biarkan Danang juga merawat Ayah...Danang mohon kalian jangan kembali ya ke Cirebon."
Irwan jadi punya ide,"Aku dukung kakak.Aku dan Adi juga berencana mau buka depot minuman kelapa muda.Gimana kalau kita bersebelahan lokasinya jadi bisa saling mendukung.Iya kan Mama?"
Inul mengangguk,"Iya itu ide bagus Sayang...Mama dukung."
Adi dan Aty juga setuju.Ayu malah terharu,'Ini rupanya keluarga Sutedja yang terkenal dermawan itu...sungguh mereka orang2 yang sangat baik.Aku sungguh beruntung bisa bertemu langsung dengan mereka.'
Ayu sibuk menyiapkan minuman buat para tamunya,Evi membantunya demikian juga Aty.
Ayu melarang Evi repot bantu dia,"Kak Evi duduk aja kan lagi hamil muda.Gpp lagian aku dah biasa kak."
Aty datang bawa Evan,"Nyonya muda,Boss kecil nyari Mamanya terus..."
Evi lalu meraih Evan dan menidurkannya,sambil melihat Ayu dan Aty di dapur.Ayu penasaran dengan kisah cinta Evi dan Irwan,"Kak Evi aku boleh tanya ga?"
Evi mendongak dari sofa yang didudukinya,"Boleh.Mau tanya apa?"
Ayu mendekat sambil membawa nampan berisi juice buah dan cemilan buat Evi,"Itu kak soal awal mula kakak bisa ketemu dengan suami kakak he..he..Kak Irwan.."
Evi ingin cerita tapi kemudian Irwan datang,"Rupanya kalian di sini.Aku cari2..."
Ayu ngerti dan hendak pergi meninggalkan keluarga muda itu namun Evi berkata,"Kakak rasa kamu akan mendapat cerita detilnya jika bertanya pada Danang.Dia saksi kisah cinta kami."
Ayu tersenyum,"Benarkah?Baiklah aku akan tanya kak Danang nanti.Aku ke depan dulu ya?"
Sepeninggal Ayu,Irwan mengecup kening isterinya,"Kamu harus jaga diri sekarang.Kalau pergi kemanapun harus ada yang dampingi ok?"
Evi bersandar di bahu Irwan,"Iya...lagian aku kan cuma ke dapur bentar.Aku lapar melulu.Bawaan bayi kali ya?"
Irwan mengelus perut isterinya,"Kalau kamu hamil wajah kamu jadi beda ya punya cahaya sendiri."
Evan yang sudah pulas dibelai juga kepalanya oleh Irwan,"Dia pasti akan sangat sayang sama Mamanya kelak.Kan dia yang menemanimu lewati masa2 sukar dulu."
Evi membelai kepala buah hatinya,"Ya dia akan jadi anak Mama he..he.."
Irwan balas sambil mengelus perut isterinya,"Kalau yang ini anak Papa deh..."
Evi manyun,"Ga bisa kan aku yang mengandung.Mmhh!"
Irwan ngalah,"Ya udah semua anak kita...he..he.."
Evi tersenyum dan mengecup pipi suaminya,"Kamu emang suami pengertian deh...makasih sayang."
Irwan mesem,"Sama2 sayang..."
Begitulah hari2 kedepan keluarga Sutedja dipenuhi kesibukan membuka usaha depot minum dan galery.Irwan jelas ga pernah jauh dari isterinya malah ia handle semua lebih banyak via rumah.Evi makin seneng ditemeni Pak Presdir.Aty jelas jagain Evan karena urusan keluar negeri sementara dihandle Inul.Ayah Hamdan bantu Danang open galery juga Tio dan Ayu.Serta Adi pastinya kan jejer.Renegade and team juga ga ketinggalan.Lalu gimana acara bulan madu Benka di Cheko ?Akan saya kupas di next eps.***see you next eps***
Eps 188 CERBUNG PERTAMA : TABIR KEPALSUAN
@*** TABIR KEPALSUAN EPS 188
|\/|¤¤ TIKET X 941151 BONUS XX
@*** But In Deed / Tapi Dalam Perbuatan
|\|¤¤ AMANDEL....
Tonsilitis adalah peradangan yang mempengaruhi kelenjar amandel akibat infeksi.Menularkah?Penyebarannya bisa melalui :
* pilek dan flu → menyebar lewat kuman dari orang yang terinfeksi
* menyebar melalui permukaan yang terkontaminasi.
Ada berbagai jenis tonsilitis mencakup :
- berulang
- akut
- abses peritonsillar
- kronis.
Radang amandel pada orang dewasa mempunyai ciri2 yang sama dengan radang amandel yang dialami anak2.Dimana amandel menjadi merah meradang dan sakit.Hal ini menyebabkan kesulitan saat menelan dan tenggorokan terasa sakit dan dimulai dengan sakit tenggorokan yang mendadak.
Berikut adalah hal2 yang harus diperhatikan :
* Hindari merokok → Orang dewasa yang sering merokok akan mengakibatkan radang amandel pada orang dewasa.
* Bagi yang mempunyai kendaraan bermotor rawatlah motor Anda karena asap kendaraan yang kepulannya hitam tebal akan menyebabkan terjadinya amandel bahkan pada anak2 juga.
* Hindari makanan yang bersifat pedas dan asam
* Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet yang berlebihan.
* Hindari minuman beralkohol.
* Hindari minuman yang bersifat dingin seperti es,ice cream dan sirup.
* Yang biasa sering begadang,lebih baik mulai sekarang hindari begadang tengah malam karena kalau kurang istirahat dapat memicu radang amandel.Waduh ...penulise sering begadang tuh...
Segitu dulu soal amandel ya?Lain kali saya kasih resep2 tradisionalnya.Sekarang kita ke luar negeri lagi.Ke Cheko!
:-D◆◆ CHEKO...
Ben senang sekali bakal bisa lihat sirkuit Brno.Ia sudah ga sabar ingin melihat race motogp.Ika dengan setia mendampingi sang suami.Mengurus makannya,pakaiannya,istirahatnya pokoknya semuanya.Awal sampai memang mereka sempat jalan2 ke Prague Castle,kastil paling luas yang tercatat dalam Guiness Book of World Records.Ika bak menapakkan kaki di sebuah negeri dongeng saja,"Aku bayangkan kamu itu pangeran berkuda deh Bensay..."
Ben malah ngajak foto selfie nan mesra,"Sst!Jangan bilang gitu.Tahu ga sebagian dari kastil ini difungsikan sebagai kediaman Presiden Republik Cheko lho."
Ika membekap mulutnya,"Ups!Aku baru tahu.Wah alangkah senangnya keluarga keprisedenan ya hidup dalam kastil seindah ini."
Banyak sekali bangunan2 klasik di Cheko terutama di kota Praha.Ika juga diajak ke sebuah alun2 yang cukup luas,"Tempat apa ini suamiku?"
Ben memeluk pinggang isterinya,"Inilah starting point bagi para wisatawan sebelum mereka menjelajah ibu kota Cheko.Cheko itu kaya akan bangunan indah nan klasik."
Ika memandang sekelilingnya,"Iya banyak bangunan tua yang berdiri mengelilingi alun2 ini dengan bentuk dan warna yang beragam."
Ben menunjuk pada sebuah bangunan,"Lihat yang itu bergaya Baroque!Kalau itu bergaya gothic.Yuk kita ke kafe di sana!Kamu pasti haus kan isteriku sayang?"
Ika tersenyum dan mengikuti Ben,'Kupikir dia cuma merhatiin bangunan aja ternyata juga care sama aku hi..hi..'
Kita biarin mereka menikmati indahnya kota Praha di Cheko ya,sekarang kita ke Indonesia.Back To Nature dulu...
€>>> APARTEMEN DANANG....
Ayu sedang asyik mencuci piring2 kotor kala Danang memdekatinya,"Aku bantu ya?"
Ayu ga enak hati,"Ga usah Kak.Tinggal dikit kok.Tumben nih ke dapur?Laper ya?Mau Ayu bikinkan apa?"
Memang hujan sedang turun,suasana dingin membuat Danang laper.Ia membuka kulkas,"Aku ingin makan mie."
Ayu mengelap tangannya dengan serbet,"Yang rebus apa goreng kak?"
Danang malah ngajak nebak,"Tebak aku suka yang mana?"
Ayu ingat kebiasaan ayah angkatnya,"Mie rebus deh dengan kuah kental dan manis."
Wah Danang takjub,"Kok tahu sih?"
Ayu mengambil mie rebus yang dipegang Danang,"Tahulah kak...ayah kakak kan sukanya juga gitu.Buah itu jatuh biasanya ga jauh kok dari pohonnya."
Danang malah termangu,"Kamu benar.Aku mirip dengan Ayah kita.Irwan juga mirip dengan Papa Sutedja."
Ayu meracik bahan2 sambil bertanya,"Ehmm...kak Danang aku penasaran deh.Adik kakak kan lahir dari keluarga jetset tapi bisa dapat kak Evi yang asalnya sangat jauh luar pulau lagi.Itu gimana ceritanya kak?"
Danang tercekat,"Kamu akan terkejut dan mungkin akan melihatku dengan cara pandang yang beda kalau kamu tahu kisah cinta mereka."
Ayu memasukkan telor ke dalam mie,"Memang kenapa sih kak?Ayu jadi makin penasaran deh..."
Danang duduk ,Ayu menyajikan mie dalam satu mangkuk,"Kakak makan dulu baru cerita bagaimana?Ayu janji ga akan memandang beda ke kakak usai denger kisahnya.Janji!"
Danang memgangguk haru,"Kamu baik banget sih Yu...makasih ya dah buatin mie.Enak nih kayaknya...aku makan dulu ya?"
Ayu menemani hingga Danang selesai makan.
Danang lalu mulai bercerita mengenai awal mula Irwan bisa sampai bertemu dengan Evi,"Aku ini saudara yang jahat...sangat jahat malah...akulah yang merancang pernikahan palsu diantara mereka."
Ayu mengernyitkan dahi,"Pernikahan palsu?Semua diawali dengan kepalsuan?Ayu makin ga ngerti deh..."
Danang melangkah dekat jendela,"Aku kadang juga heran kenapa aku bisa setega itu sama keluarga aku sendiri.Kadang aku merasa aku ini seperti monster.Tak punya hati nurani.Apakah kau siap mendengar dan mengetahui siapa kakakmu ini?"
Ayu mengangguk mantap,"Ayu siap."
Danangpun mulai menuturkan semuanya tanpa ada yang ia tutupi.Ia ingin melihat reaksi Ayu atas kejujurannya.Ia malah berpikir,'Lebih baik tahu dari awal semuanya daripada nanti malah membuat kecewa dirinya.Aku ingin mengawali semuanya dengan kejujuran.Bukan kepalsuan seperti yang selama ini kulakukan.'
|_~~~ KEDIAMAN SUTEDJA...
Bila Danang sedang mencoba jujur pada Ayu maka Irwan sedang dibikin kaget kala Evi nelpon terus saat dia di kantor,"Iya sayang bentar lagi aku pulang.Baru juga sejam di kantor..."
Evi di kamarnya asyik ngemil sambil jagain Evan,"Kalau begitu aku besok ikut ke kantor ya..aku trauma sama kejadian dulu.Aku ga mau kamu ngilang lagi.Ga mau!!"
Weleh...Irwan sampai keluar dari ruang meeting,"Apa??!"
Semua peserta meeting sampai kaget,"Sorry...saya keluar dulu.Kalian lanjutkan lagi ya..."
Diluar ruang meeting Irwan coba bujuk isterinya,"Sayang kalau kamu ikut nanti Evan gimana?"
Evi jawab,"Ikut juga dong.Kak Aty juga ikut...Pokoknya aku mau ikut besok!"
Irwan geleng2 kepala,"Ntar kamu kecapekan lho sayang...kamu kan lagi hamil muda...di rumah aja ya?"
Evi malah nangis,"Hu..hu..."
Evan juga ikut nangis,"Hwaaaa....hwaa...."
Weleh2 ...Irwan jadi panik dan akhirnya ngalah,"Iya...iya...besok kalian semua boleh ikut deh..."
Wah langsung diem semua.Evi senyum2 gitu sedang Evan juga ketawa2.Semua ngerjain Irwan,"Besok kita ke kantor Papa sayang...yeahhh.."
Aty heran lihat Nyonya mudanya,"Nyonya muda kayake seneng bingitz?"
Evi tersenyum,"Seneng dong kan besok bakal ikut ke kantor bareng Evan dan kamu juga.Jadi ga jauh dari Papanya anak2...aku akan ikut kemanapun Irwan pergi."
Sementara di kantor Irwan sibuk nyuruh Albi nyiapin semua yang bakal diperlukan Evi selama dikantor,"Siapin tempat tidur Bi..yang kualitas terbaik ya...masukkan di ruangan saya.Masih ada ruang cukup luas di sana.Juga saya minta sekat ya.Cepat suruh bagian konstruksi ke ruangan saya habis meeting.Okey?"
Albi segera melakukan perintah Presdirnya,"Siap Pak!"
Ruangan Presdir ada tempat tidurnya?Itu beneran ada lho.Presdir saya juga gitu ruangannya.Apa2 ada di sana.Kayak di rumah gitu.
Wah gimana suasana kantor besok ya dengan kedatangan Evi and team ?***see you next eps***
Eps 189 CERBUNG PERTAMA : TABIR KEPALSUAN
》《 TABIR KEPALSUAN EPS 189
》《 BONUS 1 TIKET E
》《 Receive My Present
》《 Terima Kehadiranku
》《 PENGOBATAN AMANDEL...
Pengobatan amandel dapat dilakukan tergantung pada tingkat keparahan,penyebab juga usia.Sistem kekebalan tubuh akan berproses dalam waktu 4-7 hari.Jika radang amandel karena bakteri maka akan hilang dalam beberapa hari.Tapi bila ada partikel terjebak atau ada kontaminan tertelan atau terhirup akan menjadi batu kapur putih kecil dan menyebabkan bau mulut.Jadi pengobatan juga akan meliputi kebersihan mulut yang tepat dan menyingkirkan bau mulut.Oleh karena itu bisa dilakukan dengan :
* semprotan oral
* antiseptik oral
* beberapa pasta gigi khusus
* berkumur dengan air garam
* pelega tenggorokan.
Jadi bau mulut itu ternyata bisa karena efek radang amandel ya?Baru tahu.Biasanya orang dewasa akan menggunakan cara2 herbal terlebih dahulu untuk mengobati radang amandel.Berikut salah satu resepnya.
* JERUK NIPIS → Jeruk nipis dapat membuat peradangan dan infeksi yang terjadi pada amandel berkurang dan akhirnya menjadi sembuh.Kok bisa?Kandungan vitamin C dalam jeruk nipis berfungsi menjaga kekebalan tubuh.Terus gimana buatnya?Bahannya adalah :
- jeruk nipis
- kapur sirih
Caranya?
¤ Peraslah 2 buah jeruk nipis lalu campurkan air hasil perasan jeruk nipis tersebut dengan air kapur sirih.Minumlah larutan ini secara teratur,kira2 3x sehari.
》《 APARTEMEN DANANG...
Tanpa Danang dan Ayu sadari ,Tio mencuri dengar pembicaraan kedua anaknya itu.Betapa terkejutnya Tio mendengar penuturan Danang akan masa lalunya yang kelam,'Putraku pernah melenyapkan nyawa orang?Bahkan berkali2 hendak menghabisi Nak Irwan?Monster apa yang telah kuperanakkan ini?Inikah efek dari kesalahanku kala memutuskan untuk selingkuh dulu?Tak kusangka ternyata bukan hanya aku yang hancur,kehidupan putraku juga ikut hancur.Kini kakinya jadi cacat.Ia harus hidup dengan kaki palsu.Betapa aku bukan ayah yang baik untuknya.Gambaran tentang Tuhan hancur karena ia tak memiliki figur ayah.Kehadiran konglomerat Sutedja sebenarnya mampu memberi figur itu namun mata hatinya terlanjur dibutakan oleh iri kala adiknya lahir dan merenggut impiannya memiliki seorang ayah.Maafkan ayah Nak...maafkan ayahmu ini Danang...'
Air mata Tio menetes demikian juga Ayu usai mendengar semua kisah kelam Danang,"Kakak...menyesal melakukan semua itu pada kak Irwan?"
Danang juga berkaca2 seraya menatap hujan yang masih terus menitik di luar apartemennya,"Bukan hanya menyesal Yu,kakak bahkan merasa ga pantas hidup lagi.Kakak merasa kotor dan ga layak ada di dunia ini."
Ayu mengambil tissue dan mengusap air mata di pipi Danang,"Kakak pasti sangat menderita karena kejahatan yang kakak lakukan pada orang2 di sekitar kakak."
Danang heran mendengar ucapan Ayu,"Kau tahu...lebih menderita melakukan kejahatan daripada kebaikan.Hati nuraniku terus menuduhku.Memperingatkanku dan coba mencegahku.Tapi aku mengabaikannya hingga kemudian Tuhan memakai cara lain,ia membuatku merasa kehilangan salah satu organ tubuhku.Di situlah aku baru sadar bahwa aku sebenarnya sedang menyakiti diriku sendiri dengan kejahatanku."
Danang lelah terus berdiri,Ayu membantunya duduk di sofa.Danang menunduk melihat kakinya,"Sejak aku kehilangan salah satu kakiku,aku sadar betapa aku telah salah jalan selama ini.Aku bersyukur Tuhan tak mengambil kedua kakiku.Dan yang lebih ironis lagi justru Irwan yang menyemangatiku untuk bangkit dari keterpurukanku karena kecacatan ini.Adikku itu memang mulia hatinya."
Ayu tersenyum penuh haru,"Adik kakak yang ini juga akan terus kasih semangat dan support ke kakak.Kalau kakak ijinkan..."
Danang terhenyak,"Kau tak merasa jijik padaku usai tahu semua keburukanku?"
Ayu menggeleng,"Bukankah Tuhan itu maha tahu tapi tetap saja Tuhan kasih matahari terbit setiap hari menyinari mereka yang baik dan yang jahat.Itu tanda kesabaran-Nya.Bahwa Ia memberi kesempatan kepada mereka yang ada di bumi untuk meninggalkan jalan mereka yang jahat.Matahari itu juga bersinar untuk kakak.Untuk Ayah kita juga untuk semua orang termasuk Ayu."
Danang terharu mendengarnya,"Kau tak memandang rendah padaku karena telah tahu siapa aku?"
Ayu meraih jemari Danang,"Ayu tak berhak merendahkan orang.Ayu sadar setiap orang pasti pernah melakukan pilihan yang salah.Yang penting itu bukan awalnya tapi akhirnya.Mau berubah menjadi lebih baik,mau menyadari kesalahan dan mengakui pelanggaran akan lebih disayangi kok kak.Tuhan tak pernah memandang hina apapun apalagi hati yang hancur."
Danang lega sekali mendengar perkataan Ayu,'Aku makin yakin dialah wanita yang kuimpikan.Wanita yang kucari.Wanita yang kuharapkan mendampingiku,ada di sisiku senantiasa.Ternyata Tuhan telah menyediakannya jauh sebelum aku meminta pada-Nya.Kini aku semakin semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik.'
Ayu dan Danang malah saling tersenyum dan memandang.Wah...malah saling jatuh hati.Piye ki?Bagus dong.Berarti satu misi telah selesai.Mission completed.Sekarang kita lihat suasana kantor Irwan aja.Sudah direnovasi belum?
》《 RUANGAN PRESDIR SUTEDJA BUSSINESS ENTERPRISE...
Hujan juga mengguyur gedung dimana Irwan bekerja.Ditengah rinai hujan,Irwan mensupervisi langsung renovasi ruang kerjanya.Satu unit tempat tidur ukuran king size nan lux dibawa masuk ke ruangannya.Karyawan2 jadi heran,"Boss apa ribut sama isterinya ya,kok sampai bedah ruangan begitu?Masukin springbed lagi ke dalam ruangan.Belum peralatan lainnya.Kayak mindah rumah ke kantor deh..."
Karyawati lain menanggapi dengan senang,"Bagus dong kalau ribut.Berarti saya punya kesempatan buat jadi Nyonya Irwan Sutedja...lagian pria sukses kayak Boss kita itu mana boleh dilewatkan...Udah ganteng,tajir,perhatian aduh...mana tahan..."
Albi kebetulan pas lewat,"Mmmh...mmmh..."
Wah langsung pada grogi dan mati gaya semua,"Pak Sekjen maaf kita ga tahu kalau Bp disini..."
Albi memperingatkan karyawati yang ngimpi jadi Nyonya Irwan Sutedja tadi,"Nona Silvi jangan sembarangan bicara soal isteri Pak Presdir.Perlu diketahui bahwa hubungan rumah tangga Pak Irwan dan isteri beliau fine2 saja malah sedang hepi2nya karena Bu Evi kini tengah hamil lagi.Jadi jika masih mau kerja di sini jaga mulut dan attitude kalian.Ngerti semua?!"
Wah semua langsung menjawab,"Mengerti Pak Sekjen."
Albi lalu menyuruh mereka kembali bekerja namun ketika ia sampai di mejanya,ia menelpon manager HC,"Bu untuk posisi di kantor cabang luar pulau apakah masih ada yang belum dapat personil?"
Sang manager segera melihat datanya,"Posisi di Sorong belum terisi Pak.Apa ada rekomendasi orang Pak?"
Albi tersenyum,"Saya rasa Nona Silvi pas buat posisi itu.Tolong diatur ya Bu."
Manager HC tanggap,"Segera Pak.Akan segera saya tindak lanjuti request Pak Albi."
Albi menutup telponnya dengan senyum,'Orang2 dengan attitude buruk ga pantas ada di kantor pusat.Memperburuk citra perusahaan.'
Wah Albi killer juga ya...
Tak lama mendekatlah Irwan,"Albi ini jenis lampu yang ingin saya pakai di ruangan keluarga saya nanti.Sekatnya pastikan sudah selesai ya hari ini.Saya mau pulang dulu.Sejak tadi dibel terus.Biasa bawaan bayi.Jika ada apa2 email saya aja ok?"
Albi langsung yes Boss.Irwan melewati para karyawan yang ditegur Albi tadi,semua tak ada yang berani komentar apalagi caper depan Irwan.Cuma Silvi yang tak berkedip menatap Irwan,'Wah gantengnya...pakai jas gitu makin ganteng lagi.Beruntung banget sih isterinya tiap malam dipeluk pria sekeren itu...aku juga mau...'
Lagi asyik melamun eh telpon di mejanya bunyi,"Nona Silvi ditunggu di ruangan saya ya?"
Silvie heran,"Tumben Manager HC manggil aku?"
Semua temannya dah firasat buruk deh,"Makanya Vie..jaga tuh punya mulut.Jangan kebanyakan comment deh..."
Silvie melangkah menuju ruangan Manager HC,"Ibu memanggil saya?"
Ga lama ia kaget,"Apa?Saya dipindah ke Sorong?Kalau saya tidak bersedia bagaimana Bu?"
Sang Manager jawab,"Silakan saja kemasi barang kamu.Take it or leave now?"
Silvie akhirnya pilih mana?Terserah mau ke Sorong mau kedorong ga penting banget.Dua2nya dah ending buat dia.Mending lihat Ika aja yuk!Ke Cheko?Yoi!
》《 CHEKO...
Bila di Indonesia lagi pada pusing ria maka pengantin baru kita sedang mesra2an di Petrin Hill.Sebuah kawasan perbukitan yang dipenuhi rumput hijau.Ika dan Ben asyik dekem di kamar berdua.Biasa lagi honey moon.Ika meraih baju tidurnya lalu menuju jendela,"Wah pemandangannya indah nian dari sini sayang..."
Ben bangun dan memeluk Ika dari belakang,"Lebih indah yang disini kali..."
Ika bersandar di dada Ben,"Tempat ini cocok buat jalan2 dan berolahraga ya?"
Ben malah asyik mengecup leher isterinya itu,"Enakan olah raga di sini Sayang..."
Ika tahu maksud suaminya,"Kamu belum lelah ya?"
Ben menggeleng,"Belum...badan kekar gini kok stamina loyo gimana dong...malam ini ga usah kemana2 ya..kita dikamar aja..."
Ika nurut aja kala digendong Ben ke ranjang lagi.Wah perlu disensor kayaknya diajeng.Bener banget tuh.Terus sekarang kemana?Bobok aja deh.Lanjut lagi kapan2.Ngantuk nih...besok kan mau pergi jalan2.***see you next eps***
Eps 190 CERBUNG PERTAMA 》TABIR KEPALSUAN
5!!! TABIR KEPALSUAN EPS 190
5/// TIKET A 35961X
5$$ Make A Change In Your Life
5^^^ Membuat Perubahan Dalam Hidupmu
5((( KANTOR PUSAT SUTEDJA BUSSINESS ENTERPRISE...
Hari sudah agak siang sekitar jam 9 kurang dikitlah.Para karyawan nampak sudah di station mereka masing2 sibuk dengan pekerjaannya.Termasuk para satpam.Saat itulah satpam pos ketiga melihat mobil Alphard milik sang boss mendekat langsung deh dia kontak personil pos utama,"Pos 1 masuk!Mobil Bapak Irwan mendekat.Segera bersiap menyambut!"
Pos utama segera menjawab,"Kami siap!Segera akan beritahu pos dua!"
Dekat pos satu tampak tumbuh dengan rimbunnya pohon mangga.Berbuah lagi wah Evi kemecer lihatnya,"Sayang!Aku mau mangga muda!Itu!"
Irwan segera menyuruh sopirnya berhenti dulu di pos 1.Memang buat presdir punya gerbang khusus yaitu gerbang di pos dua.Gerbangnya hanya akan dibuka jika mobil Irwan masuk area.Gerbang khusus Presdir ceritanya.Di dekat pos dua ada area parkir khusus mobil2 milik Irwan.Bisa muat sekitar 5 mobil.Sejak Evi hamil lagi Irwan suka makai Alphard.Biasa lebih luas dalamnya.Melihat sang boss nampak melambatkan laju mobilnya satpam pos 1 paham dan segera membuka gerbang utama,gerbang dimana karyawan biasa keluar masuk.Evi tampak dah berbinar2 matanya melihat buah mangga bergelantungan,"Aku mau lima buah yang di sana itu!Aku mau mangga sayang...."
Irwan segera menyuruh satpamnya ngambilin,"Pak tolong ambilkan mangga yang di situ buat isteri saya."
Wah satpam segera gegap gempita mengerjakan,"Siap Pak Irwan!!"
Mangga diberikan kepada Irwan,"Ini Pak!!"
Irwan tersenyum,"Terima kasih ya.Lanjutkan bekerja!"
Evi riang bin ceria gitu keinginannya terpenuhi,"Asyik!!Kak Aty ntar dicuci bersih terus diiris dikasih gula pasir ya...aku mau makan model begitu..."
Aty segera menyimpan mangganya di tas,"Siap Nyonya Muda..."
Irwan gendong Evan dimpuk,"Anak papa...lihat ini tempat papa kerja...nanti kalau Evan dah gede bakal bantuin papa disini ya?"
Evan memandang gedung bertingkat di hadapannya,matanya gede2 gitu,gumun gitu dia.Gemesin banget wajahnya.Irwan akhirnya malah turun di pos satu,sopirnya bawa mobilnya ke pos dua.Irwan memilih jalan dari pos satu,wah para karyawan kepo gitu.
Bagian logistik yang paling dekat pos satu langsung pada lihatin,"Wah boss bawa keluarganya tuh!Wah isteri Boss cantik banget ya?Rambut diurai,wah gandengan mesra tuh.Wah..wah...itu yang gendut siapa ya?Pembantunya kali..baby sitter paling..."
Bagian HC juga ikut merhatiin,"Lihat!Itu Bu Presdir!Wah lihat itu betapa sayangnya Pak Presdir.Lewati tangga kecil aja dipegangi lho...so sweet...Itu putra pertamanya ya?Wah ganteng kayak papanya ya...pipinya tembem lagi.Bikin ngiri deh..."
Pintu penghubung ke pos dua melewati area lab,"Sst!!Teman2 lihat!Boss sama siapa itu?Cepat difoto!"
Temannya nyeletuk,"Hussh!!Kamera man!Cctv belakang you!Main pegang hp lagi !!"
Bagian IT juga tak ketinggalan,"Cepet pasang proyektor di ruang meeting Bima.Bosa dah datang lho!Ntar kena tegur lagi lho!Capcus guys!!"
Namun yang bisa lihat jelas ya bagian marketing,soale satu gedung dan satu lantai dengan ruangan Presdir.Semua duduk manis di station masing2,"Bapak datang!Bapak datang!"
Menaiki tangga beberapa tanjakan saja,Irwan memeluk pinggang isterinya,"Hati2...."
Para staf Purchasing yang melihat langsung deh pada ngiri,"Mesranya...mana lagi hamil muda ya Bu Presdir...aduh...beruntung nian ya Bu presdir...bisa dapat Pak Presdir kita..."
Kala membuka pintu yang terbuat dari kaca tebal Irwan yang membukakan buat isterinya,"Biar aku saja sayang..."
Evi tersenyum seneng dia diperhatiin,"Makasih sayang..."
Dia heran kok ga menuju lift,"Kita ga naik lift sayang?Bukannya seingatku ruangan kantor kamu di top floor ya?"
Irwan malah menggandeng sang isteri menuju ruangannya yang berada di sudut lantai satu gedung,"Sudah aku pindahin ke bawah sayang sejak aku kembali dari pulau...kamu kayaknya dah aku kasih tahu deh..."
Evi jalan dihadapan para staf legal yang menyapa mereka,"Selamat pagi Pak...Bu..."
Irwan yang membalas sapaan mereka,"Pagi semua..."
Evi juga tersenyum pada mereka.Sampai di ruangannya Albi menyambut,"Selamat datang Ibu...Pak Irwan..."
Evi takjub melihat ruangan kerja suaminya,"Wah bagus sekali...ga kalah sama yang dirumah...wah ada kamar mandi di dalam...whooa..Evan sini ada tempat tidur juga..."
Aty segera mengajak Evan main di sana tapi Evi malah tiba2 sedih,Irwan yang sedang bicara soal kerjaan dengan Albi segera mengakhiri percakapan mereka,"Undur meeting Technologi dan Operatingnya sekitar setengah jam lagi.Di ruang Arjuna saja meetingnya.Ruangan itu paling dekat dari sini."
Albi segera membereskan berkas2nya,"Siap Pak.Permisi..."
Irwan mendekati isterinya,dipeluknya sang isteri dari belakang,"Kamu kenapa?Kok mukanya sedih gitu...nanti anaknya wajahnya sendu lho...Kenapa mmmh?"
Evi menunjuk ke arah tempat tidur,"Kamu ga akan menduakan aku kan?"
Irwan terkekeh,"Aduh...itu tempat tidur baru juga kemarin dipasang buat kamu sayang...masih baru fresh dari tokonya.Tanya Albi deh kalau ga percaya."
Irwan memanggil Albi by phone,"Albi ke ruangan saya sebentar..."
Albi tergopoh2 masuk lagi,"Iya Pak?"
Irwan memandang isterinya,"Katanya mau tanya sayang?Tuh Albi..."
Evi lalu bertanya sama Albi,"Kasur itu apa bener baru kemarin ditaruh situ?"
Albi segera menunjukkan nota pembeliannya,"Ini nota tokonya Ibu...silakan dilihat tanggalnya.Kemarin bukan?"
Evi tersenyum melihatnya,"Oh...iya...jadi biasanya ga ada ya?"
Irwan duduk di kursi putarnya,'Evi ...Evi...aku tuh cuma milik kamu seorang sayang...kantor kupindahin dari atas ke bawah juga demi kamu sayang...'
Albi akhirnya meninggalkan ruangan Irwan lagi.Evi mendekati suaminya yang berdiri melepas jasnya,dia lalu menyandarkan kepalanya di punggung Irwan,"Maaf sudah mencurigaimu..."
Irwan tersenyum dan berbalik,"Kamu itu isteri aku satu2nya...Takkan pernah ada isteri kedua,ketiga atau yang lainnya.Yang ada itu anak kedua,ketiga,keempat,kelima...ke.."
Evi jadi merona,"Baru mau kedua sudah mikir sebanyak itu....dasar julit..."
Mereka malah pelukan mesra,Irwan membelai kepala isterinya,"Jangan nuduh sembarangan lagi ya...kalau nuduh lagi ntar kita nambah anak lagi lho...he..he.."
Evi tersipu dalam dekapan suaminya,"Kok bisa?"
Irwan jawab,"Ya itu punishmentnya...he..he.."
Evi memandang suaminya,"Aku siap melahirkan anak2 kamu...asal kamu jangan pergi lagi..."
Irwan godain dia,"Tapi kalau pergi meeting boleh kan?Paling satu jam dua jam paling lama kok...boleh ya Sayang...?"
Evi cemberut,"Meetingnya dimana?"
Irwan nunjuk ke luar ruangan,"Kamu lihat di kiri dekat ruang tunggu tadi kan ada ruangan kaca kan.Nah di situ meetingnya.Namanya ruang Arjuna."
Evi malah julit,"Bagiku kamu Arjunaku...iya deh boleh...awas kalau lebih dari satu jam...aku akan menyusul ke dalam.Bawa Evan juga..."
Irwan malah ngekek,"Wah...wah sekarang main ngancam deh...aduh...iya aku ga akan lama kok...udah ga boleh manyun lagi.Katanya mau makan mangga tadi..."
Evi jadi inget,"Oh iya.Kak Aty mana mangganya...aku pingin makan sekarang mangga mudanya.."
Aty yang sejak tadi megang Evan segera menyerahkan Evan pada Evi,"Iya Nyonya segera saya buatkan..."
Irwan mengecup pipi isterinya sebelum pergi meeting,"Jangan kemana2 ya aku segera kembali..."
Evi malah menahan tawa,"Kayak mau iklan aja...he..he.."
Albi datang,"Bapak sudah ditunggu.."
Irwan segera mengambil jasnya,"Dah sayang...dah anak papa...papa meeting dulu ya?Kalian baik2 di sini ya?Mau setel musik ada,tv juga ada sayang...pantry juga ada...aku tinggal dulu ya..."
Irwan juga membelai perut isterinya,"Papa meeting dulu my baby...love you "
Evi tersenyum melihat suaminya meninggalkan ruangan.Aty malah lihatin dia,"Nyonya muda senyum2 sendiri...bahagia kayaknya..."
Evi lalu menidurkan Evan di ranjang,"Iya kak Aty ...Evi sangat bahagia...Evi kok malah ngantuk ya...pinginnya tidur terus....ntar kalau dah jadi bangunin ya kak Aty...Evi mau nemeni Evan bobok..."
Eh ga lama Evi dah Evan dah bobok semua.Weleh...Aty yang sudah selesai mengiris mangganya jadi ga tega bangunin.Akhirnya ia malah sibuk nata2 barang yang tadi dibawa.Hingga Irwan selesai meeting Evi masih tidur,"Sudah lama tidurnya isteriku kak Aty?"
Aty jawab,"Sudah sejam lalu Boss Muda.Apa perlu saya bangunin?"
Irwan menggeleng,"Jangan biarkan saja.Ia butuh banyak istirahat.Kak Aty siapkan makan siang aja.Bentar lagi waktunya Evi makan siang."
Wah Aty segera cap cus ke pantry buat masak.Irwan sendiri mendekati pembaringan,'Cantiknya isteriku...makin dilihat makin cantik aja...tidur aja cantik nian...apalagi meluk Evan gitu...aduh jadi iri sama Evan nih...'
Irwan malah menyelimuti keduanya,lalu ia ke meja kerjanya.Ngerjain semua tugasnya.Ada setumpuk file yang harus ia lihat.Ada yang minta approve pembayaran,ada yang mengajukan proposal juga yang laporan dari bagian research dan masih banyak lagi.Sesekali ia memandang ke arah isterinya yang masih tidur,'Aku mencintai kalian...rasanya kayak di rumah deh ditemeni Evi sama anak2 begini...'
Kita tinggalin Irwan yang sibuk dengan kerjaannya juga Evi yang lagi mimpi indah di kantor Irwan.Kita menuju ke Cheko.Let's go!
5))) BOHEMIAN PARADISE...
Saat nonton motogp di sirkuit Brno,Ben minta tanda tangan Dovisioso.Dapat dia dan seneng banget sampai berkata,"Ntar kalau punya anak aku mau dia jago balapan ah...terus namanya akan kukasih nama Dovi gitu ..."
Ika berkata,"Masak namanya sama Sayang?Ntar dikira niru lho."
Ben mikir,"Iya ya...kalau gitu tambahi Divo aja.Iya gitu...dibelakangnya nanti dikasih nama Divo.Bagus kan?"
Ika mesem,"Divo...bagus...aku suka...tapi kalau perempuan gimana?"
Ben mikir lagi,"Kalau perempuan kita kasih tambahan diva aja...bagus kan?"
Begitulah mereka hepi banget bayangin punya anak padahal baru bulan madu.Weleh...Selanjutnya mereka mengunjungi cagar alam pertama yang dimiliki Cheko.Terletak di sebelah timur Praha dan utara Bohemia.Pemandangan pedesaan begitu indah di kawasan ini.
Ika sampai terpana dan mengambil banyak foto di sini,"Indah banget ya sayang...buat para pecinta alam tempat ini ..."
Ben menunjuk ke sebuah bangunan kuno,"Lihat itu kastil Kost...deket ya jarak2 tempat wisatanya...kita bisa betah di sini.Aku jadi lapar ...cari makan yuk!"
Ika setuju.Mereka bahkan mampir ke Pilsen tempat sejarah pembuatan bir.Wah jangan mabuk ya di sana.Mabuk cinta aja.Bicara soal makanan,penulise juga lapar nih.Mau goreng telor dulu buat sarapan.Kira2 Benka bakalan cepat dapat momongan ga ya?Apa pula kejadian2 unik selama Evi di kantor Irwan?***see you next eps***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar