I AM HIS QUEEN ^^^PART 191-200


Part 191 ◆◆ I AM HIS QUEEN
Laying on of hand...
           
Laras rupanya bikin kue,kuenya bentuk cinta terus ditengahnya diberi toping buah cerry tangkai berbentuk huruf V maksudnya nunjukin kalau dia cinta pada Vino.Jelaslah Vino senyum2 lihatnya,"Kok rasanya aku seperti merayakan ultah ya?Dibikinin kue sama kesayangan aku...bentuk hati pula.Aduh...isteriku gemesin deh..."
Laras mesem lihat Vino kasih parutan keju cheddar diatas kuenya,"Jadi ingat masa lalu deh..."
Vino memandang isterinya,"Tell me..."
Laras cerita sambil menaruh hiasan cream rasa tuti fruity di atas kue,"Temanku pernah merayakan ultah ke-17 nya dengan mengundang teman2 sekelas tapi cuma mereka2 yang kaya saja yang diundang..yang anak2 orang ga punya ga dapat undangan."
Vino heran,"Kenapa dia begitu?Bukankah berbagi kebahagiaan itu sangat indah?Kenapa ga ajak semua aja?"
Laras tahu reaksi Vino pasti akan begitu,"Dia bilang katanya yang miskin2 ga diundang soalnya toh juga ga akan bisa beliin dia kado,jadi dia merasa lebih baik ga usah diundang saja.Daripada malu katanya..."
Vino memeluk sang isteri dari belakang dan berbisik di telinganya,"Temanmu itu tidak tahu bahwa salah satu dari tamu yang tak diundangnya kelak akan menjadi isteri seorang Alvino Adijaya."
Laras malah nyandar punggungnya di tubuh Vino,"Kamu benar sayang...justru lebih indah berbagi kebahagiaan dengan mereka yang tak bisa membalas kebaikan kita.Rasanya seperti memiutangi Tuhan.Kalau di desaku istilah lemah teles.."
Vino kepo,"Apa itu?"
Laras malah mengecup pipi suaminya yang kiri dulu,"Gusti..."
Lalu pipi kanan,"Sing..."
Lalu kening,"Mbales..."
Vino ketagihan dicium sama Laras,"Artinya?"
Laras mendekatkan wajahnya,Vino sumringah dipikir bakal dapat kecupan on the lips,'Merem ah...'
Tapi ternyata Laras mendaratkan kecupannya di hidung mbangir Vino,"Tuhan yang membalas...Alvino sayang..."
Vino manyun bibirnya,"Aku kirain di bibir tahunya helikopternya mendarat di landasan lain...hmm..."
             
Laras malah lari sambil membawa kuenya ke ruang makan,disana sudah ada Bimo,para bodyguard yang ga ikut family day dan Pak Syamsul.Mereka jelas baper lihat Laras dikejar Vino,"Sayang...tunggu itu kuenya aku cobain dulu!"
Laras ketawa.Potongan pertama?Tbc..
Part 192**I AM HIS QUEEN
We speak...
Meski motong kuenya tapi Laras memberikannya pada suami tercinta eh malah diberikan Vino ke Pak Syamsul,"Ini buat Ayah...dari kami berdua...sebagai ucapan terima kasih sudah memberikan banyak kebahagiaan buat Vino..terutama yang satu ini nih...si kepala batu..."
Laras manyun diusap kepalanya sama Vino,"Kamu tuh yang kepala batu...mau liburan aja masih kerja.Emang udah siapin buat besok?"
Vino emang ga bilang kalau Sean udah siapin semua keperluan dia selama di Bali jadi ga usah bawa banyak bawaan lagi,"Lihat tuh Yah...putri kesayangan Ayah ngebet pingin cepet sampai di Bali.Mau apa itu Ayah?"
Laras jelas jadi gemes sama suaminya malah godain,"Siapa yang ngebet?Kamu kan yang majuin tanggal berangkatnya?Katanya sebulan setelah proposal disetujui tapi ini...he..he.."
Bimo ngekek dalam hati,'Cuma mbak Laras aja tuh yang berani berargumen sama Mas Vino...kesayangan sih...'
Laras akhirnya dapat potongan kue juga disuapi pula sama Vino,"Ini buat isteri tercinta...my beloved wife...and my soon to be..."
Laras juga menyuapi Vino tapi diputer2 dulu kayak helikopter,"Uhh...terbang ke mana nih?Mendarat ah di landasan..."
Kalau kali ini mendaratnya beneran di bibir,"Buka dong landasannya...emh.."
Vino dan Laras malah asyik makan kue buatan sendiri sementara Revan diajak ketemuan sama seseorang,"Papa ingin bicara sama kamu."
Rupanya Marco,ia menegur soal niat Revan yang hendak mencelakai mamanya sendiri,"Kamu pikir papa tidak tahu?Kalau kamu hendak mencelakai mama kamu sendiri?Revan,papa kecewa sama kamu.Pantas saja kamu selalu kalah dari Alvino Adijaya."
Revan kesal,"Papa juga belain Vino?Wow!!"
Marco menepuk pundak putranya,"Setidaknya Vino tahu menghargai orang tuanya.Vino memiliki hati yang penuh hormat pada orang tua.Bahkan pada mama kamu meski dia bukan wanita yang melahirkannya.Sedang kamu?Kau itu seperti petinju yang sembarangan memukul.Kau asal2an dalam melangkah.Revan,jika kau seperti ini Ayah yakin sampai kapanpun kau takkan bisa mendapatkan Laras."
Revan ngekek,"Aku kan belajar dari papa sendiri.Bukannya papa suka main pukul sama Mama dulu?Revan lihat sendiri kok!!Kenapa diam Pa?Sekarang papa menasehati Revan?"
Weleh...tbc...


Part 193 ^ I AM HIS QUEEN
Night of covenant...
Marco kecewa pada sikap Revan,"Pantas kau tidak bisa mendapatkan Laras,kau saja tak bisa menghormati ibu kandungmu!Bagaimana kau akan mendapatkan hati seorang wanita?!"
Revan balik mengecam,"Buah tidak akan jatuh dari pohonnya.Anda lupa ya?Siapa yang dulu suka menyiksa mama Revan?Siapa?!!Satu jari menunjuk orang lain 4 jari lainnya menunjuk diri sendiri!"
Revan hendak pergi tapi Marco mencegahnya,"Jika kau berani menyakiti mamamu maka papa tidak akan membantumu mendapatkan Laras.Ingat itu baik2!"
Revan pergi dengan kesal,'Segala cara sudah kucoba untuk menjauhkan Laras dari Vino tapi kenapa malah selalu berakhir sebaliknya?Apa aku pergi sendiri saja ke Bali.Bali kan tempat wisata.Siapapun boleh dong ke sana?Kenapa harus pakai ijin segala.Ga satu hotel sama rombongannya Vino juga ga masalah.'
Sementara Revan bahagia mau nekad pergi ke Bali,Vino dan Laras justru tengah bicara serius di kamar.Wah ngomongin soal apa to say?Vino ingin Laras benar2 mantap menjadi isterinya,"Sayang...menurutmu menikah itu apa?"
Laras jelas jawab simple aja,"Menikah itu ya punya suami.Menjadi isteri kamu..."
Vino tersenyum,"Menikah itu bukan hanya penyatuan dua hati,dua tubuh,dua dunia,dua keluarga dan dua jiwa."
Laras manggut2,"Hatiku milik kamu.Ragaku sebentar lagi juga milik kamu.Duniamu juga adalah duniaku.Dan keluarga kita juga saling tahu."
Vino meraih jemari sang isteri,"Malam ini aku ingin kita menyatukan rasa dan keinginan yang terpendam didalam dada."
Laras mengernyitkan dahi,"Maksudnya malam ini kita semedi gitu di sini?"
Vino langsung tertawa,"Ya ampun Ras...ga seekstrim gitu amat kali...astaga..."
Laras bingung,"Terus kita ngapain Vin?Tirakatan?Lek2an gitu?Atau ronda?"
Vino malah megangi perut dia saking ga bisa nahan tawa,"Ha..ha..kamu punya bakat ngelawak juga deh Ras...ha..ha.."
Laras gemes malah diketawain,"Vino ah...malah ngekel...aku tidur aja."
Vino langsung minta maaf,"Maaf sayang...habisnya kamu...ha..ha..lucu banget.Ya kali kita tirakatan emang mau perayaan kemerdekaan apa?Hadeuuhhh!"
Laras jadi ikut geli lihat Vino sampai terpingkal2 ketawa,'Aku bingung deh yang lucu mananya ya?Aku jadi pusing...'
Vino mau apa ya?Tbc

Part 194 ¤¤¤ I AM HIS QUEEN
                     The Journey Into Marriage..
Vino mengajak Laras bicara empat mata soal hari depan mereka setelah menikah nanti,"Setelah kita menikah nanti,aku ingin tak ada salah paham diantara kita.Aku ingin kita sehati,seia sekata seirama.Kau tahu jalan pikiranku demikian juga sebaliknya."
Laras setuju manggut2 dan mendengarkan dengan baik perkataan Vino,"Aku akan mendengarkanmu,menghormatimu sebagai kepala keluarga,dan selalu mencintaimu...sepenuh hatiku."
Vino senang Laras setuju,"Ada tiga hal penting yang harus kita sepakati sebelum kita menikah.Hal pertama adalah kesucian.Tak boleh ada pria lain di hatimu,di pikiranmu bahkan tak boleh ada pria lain yang menyentuhmu.Just me!Noone but me.Ini mutlak tak bisa diganggu gugat."
Laras memegang wajah suaminya,"Kau juga harus menjadi suami dari satu isteri.Suamiku saja.Tak ada isteri kedua,ketiga atau kesekian.Aku tak mau dimadu.Diduakan apalagi dikhianati.Alvino Adijaya diciptakan untuk menjadi suami Laras Ayuningtyas saja."
Vino berkata,"I am your husband only...and you are the one and only my queen..."
Laras tersenyum,"Aku milikmu seorang..."
            Yang kedua mengenai apa?Vino berkata,"Aku akan memenuhi semua kebutuhan keluarga.Aku yang bekerja.Aku akan pastikan semua kebutuhanmu tercukupi dengan baik bahkan berlimpah."
Laras tidak ragu soal itu,"Aku juga akan mengatur keuangan dengan baik,tidak hidup foya2,semua pengeluaran akan kulaporkan kepadamu bahkan saat dalam perencanaan sekalipun."
Vino lega,"Kau boleh bekerja jika keadaan benar2 memaksa atau ...."
Atau apa Vin?Bersambung...
                     Part 195 ¤¤ I AM HIS QUEEN
Generation...
Vino tahu Laras terbiasa bekerja dan hidup mandiri,"Aku ga masalah jika kamu ingin punya aktivitas atau kesibukan.Tapi tetap yang menjadi penyokong financial utama adalah aku.Kamu adalah isteri seorang Alvino Adijaya.Atas kemurahan Tuhan,suamimu ini memiliki apa yang dulu kamu ga punya.Semua milikku kau juga berhak menikmatinya.Kamu ga perlu bersusah payah lagi.Aku ingin kau dihormati,dihargai dan mendapat semua yang terbaik.Aku akan mendandanimu.Karena itu kau akan tetap belajar,biar kau punya wawasan luas dan kepercayaan diri."
Laras malah jadi berkaca2 melihat maksud hati Vino,"Betapa kau begitu memperhatikanku?"
Menghambur ia ke pelukan sang suami,"Terima kasih..."
Vino jadi ikut menangis,"Ga boleh lagi ada air mata karena kesedihan...aku tak akan membiarkan itu terjadi..."
            Diusap punggungnya oleh Vino,Laras akhirnya tenang.Meski masih terdengar hiks...hiks..
Vino memegang perut isterinya,"Yang ketiga kita harus sehati soal generasi penerus kita.Aku ingin kau melahirkan banyak anak.Ga masalah soal gender.Yang penting mereka lahir dari sini.Dari perut ini...kau ga masalah kan jadi ibu bagi anak2ku?"
Laras mesem sampai merona,"Anak2 itu milik pusaka yang dititipkan kepada kita...Aku suka anak2..."
Vino berkata,"Aku ingin anak2 kita mendapat kasih sayang yang penuh.Kita bersama mendidik mereka,menjaga mereka membimbing mereka menjadi generasi yang indah.Kita akan membesarkan mereka dengan kasih sayang."
Laras malah nyender di bahu suaminya sambil bergumam,"Bayi gede pingin punya bayi2...he..he.."
Vino malah senyum dan menarik selimut,"Sudah malam...kita tidur yuk.Besok kita akan ke Bali."
Laras berbaring sambil meluk Vino,"Kalau dikampungku,pasangan yang mau menikah ga boleh ketemu.Dipingit istilahnya.Tapi kita malah tidur seranjang..."
Vino malah asyik menciumi kepala isterinya,"Kita kan memang ga pernah ketemu sebelumnya bahkan di pernikahan pertama he..he..jadi kita ga salah kan?"
Keduanya akhirnya tertidur....zz..z..z
              Sementara itu Revan malah asyik dugem.Ada cewek yang mirip dengan Laras,"Kamu di sini Ras?Aku ga mimpi kan?Ayo kita dansa..hajep..hajep..."
Keesokan harinya,hari yang dinanti tiba.Hari apa?Bersambung...

                     Part 196 ** I AM HIS QUEEN
And Again...
            Hari H pelaksanaan Family Day tiba juga akhirnya.Setelah dinanti2 berpuluh2 part lamanya weleh...sampai bete sama penulisnya...walah...
Suasana bahagia terpancar dari wajah2 para pengurus rumah kediaman Adijaya.Bimo dan Anabela mendapat tugas menjadi koordinator bagi rombongan Pak Boss.Wk..wk..wk...
Anabella sebagai asistennya Bimo jelas kian sumringah bisa deket sama kepala bodyguard Vino itu,'Asyik,sambil menyelam minum air...sambil piknik bisa berduaan terus sama Bimo...Tuan Vino emang pengertian aslinya...yeah walau kadang bikin keder juga...'
Bimo mengambil toa,"Saya akan absen ya untuk rombongan dari keluarga Adijaya...Mang Ujang?...Lastri?...Ahua?...Mety?...Norman?...Yudi?...dst"
Rani nampak gelisah,'Revan kembali ga pulang.Tuh anak selalu saja bikin cemas.Dihubungi ga diangkat.Apa dia sama Marco ya?'
           Vino juga udah bangun,makhlum Laras dah dari pagi2 buta bangun.Biasa nervous tingkat dewa soale mau jadi pengantin di Bali.Pengantin yang sesungguhnya.Pagi2 bangun dah melamun dulu beberapa menit,'Aku akan ke Bali hari ini...oh senangnya...apalagi perginya sama pria yang kucintai...Vino sayang...'
Lihat ke arah Vino yang masih sleep,'Aku mimpi ga sih?Punya suami sehebat dia?Dulu aja di desa banyak yang bilang aku bakal jadi babu forever...tapi sekarang...pembantu di rumah Vino aja banyak banget...semua hormat dan ramah padaku...'
          Laras akhirnya mandi dulu tentunya setelah mendaratkan kecupan manis di hidung mbangir Vino,puk!Kok gitu doang say?Nanti kalau cium kening mendaratnya ke landasan lain say...
Usai mandi dandan dengan make up tipis dan soft soalnya Vino ga suka make up menor apalagi sampai alisnya lempeng2.Vino aja alisnya dibikin nature,alis ulat bulu.Rambut juga ga suka diwarna ngejreng,norak katanya.Laras dikasih tahu semua sama Rani Adijaya,"Vino itu suka yang sederhana.Ga neko2.Ga agresif.Vino itu anaknya susah ngomong soal perasaan.Suka dipendam dulu.Tapi kalau udah diomongkan sama dia ya berarti udah dipikirin mateng2.Apalagi kalau sampai keceplosan.Aduh itu sudah di pikiran dia terlalu lamanya he..he..:
Oh gitu?Tbc

                     Part 197** I AM HIS QUEEN
Thy Hands...
            Semua sudah lengkap diabsen Bimo kecuali...Siapa hayo?Ya Pak Boss dan Bu Bosslah.Keduanya akan ikut naik bus menuju bandara Soekarno Hatta.Tentunya dikawal team pengamanan yang jatah stay alias ga ikut Family Day.Akhirnya pasangan yang dinanti keluar juga dari peraduannya.Emang ayam jago diadu?Hadeuh...susah ngomong sama situ.Semua terpesona lihat Vino ga pakai pakaian gekeng,just pakai kaos berkrah casual dan celana panjang.Pakai topi.Kesan santai jelas terpancar.Apalagi Laras mengikuti tampil sporty,sederhana tapi manis dilihat.Sama juga pakai topi.Kaosnya juga sama,kaos couple.Makin bikin baper kalau lihat mereka jalan gandengan mesra bingit.Anabella sampai ga kedip lihatnya,mupeng dia.Bimo segera mendekat melaporkan semuanya,"Semua sudah siap hanya tinggal menunggu Mas Vino dan mbak Laras."
Vino segera menggandeng Laras masuk ke bus,"Ayo sayang..."
            Wah para pengurus rumah jadi kian kagum lihat Boss mereka mau turun gunung naik bus.Kok turun gunung say?Apa ga turun mesin?Weleh...
Laras pikir bakal naik bus terus kayak piknik2 zaman sekolah makanya kala bus memasuki bandara,ia spontan megangi tangan Vino erat2.Laras ga mau turun dari bus,"Vin...kok ke bandara sih?Aku trauma lihat pesawat...aku ga mau...kamu naik pesawat...ga ..."
Padahal semua dah turun dari bus,say hay sama karyawan2 kantor pusat yang juga dah ngumpul di situ nunggu Vino dan Laras tiba.Sean heran dan nanya sama Bimo,"Bim,Vino mana?Kenapa ga kelihatan?Bukannya harusnya dia naik bus juga?Kok ga ada?"
Bimo jawab,"Ada kok Mas Vino dan mbak Laras ada di dalam bus.Masih belum turun.Biasa...lagi bujuk mbak Laras."
Sean mikir,"Vino lagi bujuk Laras?Emang ada apa Bim?"
Bimo nunjuk ke arah pesawat,"Tuh..."
Sean bingung,"Itu?Pesawat?Lha kenapa sama pesawatnya."
Bimo malah mesem,"Udah tenang aja Mas Sean.Paling cepet kok..."
Vino membujuk Laras,"Sayang,turun yuk...ntar terlambat lho..katanya mau cepet sampai Bali?"
Laras kekeh ga mau turun,"Ga!Kita naik bus saja ya Vin..."
Vino mengambil tangan Laras dan ditaruhnya di atas kepalanya,"Tuhan yang mempertemukan kita maka Dia takkan memisahkan kita.Kau percaya itu?"
Laras jelas mengangguk,"Tentu saja..."
Turun?Tbc.....
                     Part 198 ¤¤ I AM HIS QUEEN
Hold fast the confidence...
Laras akhirnya mau turun juga diiringi tepuk riuh para peserta family day yang sudah berkumpul di bandara,"Akhirnya berangkat juga kita!!!Bu Boss mau turun tuh!!Hore!!!"
Vino berkata sambil menggandeng sang isteri,"Tuh kan ditungguin kamunya...gimana coba kalau gara2 kita,mereka semua jadi delay keberangkatannya...Kamu ga suka kan lihat wajah keluarga mereka sedih?Lihat tuh..."
Laras jadi merasa malu hampir aja bikin ulah,"Maaf ya sayang...Habis aku takut kamu...kamu ..."
Vino berhenti sebentar,"Aku akan baik2 saja...kan kita sudah berserah pada Tuhan...kita akan berdoa dulu nanti sebelum berangkat supaya kamu lebih tenang.Okay?"
Laras manggut2,"Iya Pak Boss..."
             Vino lega dan menebar senyum pada semua karyawannya.Banyak yang merhatiin Laras terutama isteri2 dari para karyawan kantor pusat,"Oh itu isterinya?Penampilannya sederhana ya?Ga cethar membahana kayak yang biasa melekat pada orang2 jetzet.Tapi justru malah menawan ya...cantiknya bikin segan...ups..mereka lewat ...sst!!"
Sebelum berangkat Vino memimpin doa,"Kita akan berangkat family day dan semua ini karena rahmat Tuhan semata.Jadi mari kita semua tundukkan kepala meminta perlindungan-Nya supaya perjalanan liburan kita,fellowship kita sebagai keluarga besar Adijaya Group,juga kesehatan kita selama di Bali nanti serta semua agenda yang sudah disusun bisa berjalan dengan lancar dari awal,pertengahan hingga akhir.Berdoa menurut keyakinan masing2 mulai!"
Usai berdoa semua segera menuju terminal yang telah ditentukan dan bersiap masuk ke dalam pesawat.Rani masih belum bisa menghubungi Revan,'Kemana juga sih Revan?Suka banget ngilang ga jelas kayak gini.Mana mau take off lagi.Aku tinggalin pesan aja deh.'
Vino mendekati mamanya,"Ayo Ma!Laras dan ayahnya dah nunggu lho...Apa Revan masih belum bisa dihubungi?Tenang saja Ma,Vino akan suruh bodyguard untuk mencari tahu dimana Revan.Mama ga usah cemas."
Rani kagum sama putra tirinya,"Kamu ini paling bisa deh nenangin hati mama.Baiklah ayo kita masuk ke dalam pesawat.Coba aja Revan bisa sedewasa kamu.Mama pasti bahagia."
Vino malah berkata,"Setiap orang punya perjalanan hatinya masing2 Ma."Revan piye?Bersambung..
                     Part 199 -- I AM HIS QUEEN
Falling In Love Again...
             Sementara rombongan  bersiap masuk ke dalam pesawat,ditempat lain Revan masih teler di apartemennya.Ga bangun2 masih tepar...terkapar.Makhlum habis begadang semalaman hangout bersama teman2.Joni diminta Marco mengawasi Revan,"Selama dia ga menyakiti Rani,biarkan saja Jon..."
Joni sendika dawuh,"Baik Bang!"
Wis puas lihat Revan?Puas!!Sekarang balik ke airport aja.Pesawat dah siap mau take off.Laras pasti takut banget tuh.Ya iyalah lengan Vino sampai bekas2 kena kuku2nya.Biar sang isteri ga takut,Vino ngalihin perhatiannya dengan mandangin sang isteri,jelas Laras salting,"Vino,ngapain ihh lihat aku begitu amat?Senyum2 lagi...kenapa emang wajah aku?"
Vino malah ceria,"Wajahmu bukat telur...keibuan banget deh...bakalan jadi ibu yang baik deh nantinya...hmm...jalan kemana2 diiringi sama pasukan imut2...he..he.."
             Laras makin keki kala Vino ga gubris pramugari yang sok nanyain ini itu biar dapat perhatian Vino.Ya makhlumlah Pak Boss kan terkenal sebagai pebisnis papan atas.Tapi piye maning,hati Vino dah kepincut sama Laras doang.Ya matanya lihat Laras melulu,bergaya benerin rambutnya Laraslah,nyiumi tangannyalah,merangkullah whatever...etc pokoknya.Pramugarinya sampai capek dewe,'Aduh aku dah bolak-balik pamer body...udah kayak setrika aja...sana sini...gaya nganter ini itulah...ga jelaslah.Tetep aja ga dilirik,padahal dandan dah ngedap2i gini lho menornya...alis juga udah ga turun2,baju apalagi dah yess banget...tetep aja ga bisa narik perhatian pebisnis ngetop itu.Hoki bener sih isterinya..jadi ngiri deh.Bisa nyandar manja,dielus2 pula aduh...'
            Sampai pesawat take off Laras malah ga nyadar soalnya Vino bikin dia salfok.Bimo aja yang duduk dekat Pak Syamsul sampai geleng kepala lihat tingkah Vino,'Mas Vino...Mas Vino...mesra bener sama mbak Laras.Sampai2 mbak Laras ga ngeh kalau udah sejak tadi take off.'
Pak Syamsul malah asyik dengan pikirannya sendiri,'Enaknya punya mantu top markotop kayak Nak Vino...saya disapa dengan hormat oleh para karyawannya.Santun2 mereka.Nak Vino sungguh disegani.Bangga bener saya jadi mertuanya.Laras...Laras...ngimpi apa punya suami sebaik Nak Vino...'Bye Jakarta!!Tbc..........

                     Part 200 -- I AM HIS QUEEN
Taste The Heavenly Gift....
Laras baru sadar kalau udah mengudara kala lihat awan,"Vin,kita udah di atas ya?"
Vino meraih tangan sang isteri,"Iya sayang...ga ada apa2 kan?Aku ada di sini sama kamu.Yang lain juga...jangan cemas ya.Semua akan baik2 saja.Kamu itu lucu ya.."
Laras ngeliatin,"Lucu gimana?Orang cemasin kamu kok dibilang lucu."
Vino mengecup jemari Laras,"Aku yang pernah kecelakaan pesawat tapi kok kamu yang trauma ya?Lucu kan?"
Laras malah cemberut,"Awas aja ntar kalau aku hamil kamu yang bakalan ngidam.Huhh!"
Vino malah jawab,"Amin!"
Laras jadi heran,"Kok amin sih?"
Vino mendekatkan wajahnya yang ganteng,"Lho perkataan itu kan katanya doa,kamu ingin cepat hamil anak aku kan?He..he..ada yang udah ga sabar nih..."
Laras jadi merona jebuk2 deh,"Vino apaan?Malu tahu..."
Dibalas sama Vino,"Malu tapi mau kan?Gimana sudah siap jadi Nyonya Laras Adijaya kayaknya..."
Laras saking gemesnya gigit tangan Vino,jelas saja Vino meringis,"Auw!!Astaga...yang dulu aja masih bekas nih...sekarang satunya...ampun deh..."
Laras malah ketawa,"Salah sendiri mancing2...aku gigit aja."
Tapi Laras ga tega juga diraihnya tangan Vino terus dielus2 deh,"Maaf...habis kamu gemesin..."
Vino malah meraih sang isteri dan berbisik,"Kamu boleh kok gemes sama aku,kita kan bentar lagi sampai Bali.He..he.."
Laras jadi tersipu,'Ups...iya ya habis nikah kan malam pertama.Ya ampun...gimana kalau Vino kecewa sama aku?Aduh aku jadi deg2an nih...'
            Kalau Jakarta-Jepang ditempuh dengan pesawat sekitar 7 jam maka Jakarta-Bali ga selama itu kali.Akhirnya sampai juga di Bandara Ngurah Rai.Wajah2 sumringah segera terpancar dari para peserta .
Disambut dengan karangan bunga buat parpa ya?Satu hotel dibooking juga sama Adijaya Group buat acara ini.Sean minta Raka mastiin bus jemputan dah siap untuk bawa rombongan ke hotel.Wah gimana kamar pengantin buat couple kita?Tbc.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar