•
Part 221-- I AM HIS QUEEN
Wake Me Up...
Suara percakapan antara Bimo,Anabella dan Laras membuat pebisnis tampan kita terbangun.Untungnya Vino ga langsung bangun,ia menyadari kondisinya,'Mana baju aku?Tunggu dulu itukan Laras?Kok pakai piyama kebesaran gitu?Ah..dia pakai piyamaku itu...'
Vino meraih selimut dan dipakainya untuk menutupi dirinya,lalu tanpa bersuara mendekap Laras dari belakang.Jelas Laras kaget,"Vino...Udah bangun ya...Sarapan yuk!Kamu pasti lapar kan?"
Vino malah balik nanya,"Masak aku sarapan pakai selimut?"
Laras memandang suaminya,"Pakai selimutpun tetep ganteng kok."
Vino malah menggoda,"Kalau gini?"
Laras jelas blingsatan,karena Vino malah membiarkan selimutnya luruh ke lantai,"Vino!!Malah pamer body deh..."
Vino dengan santai jawab,"Salah sendiri aku ga disiapin baju.Berarti itu tandanya kamu suka dong lihat aku ga pakai baju...belum puas ya semalam?"
Laras baru ingat kalau pakai piyama Vino,"Ups...aku dah siapin kok piyamamu."
Vino mencicipi hidangan,"Kalau gitu pakaikan piyamanya dong sayang..."
Laras segera melepas piyamanya,Vino gantian yang heran,"Mau pamer body juga nih?"
Laras mesem,"Enak aja.Aku tuh cuma boleh dilihat dan disentuh sama satu orang.Kamu ga tahu kan orangnya?Hmmm...mana kamu tahu."
Vino dipakein piyamanya sama Laras,"Ya jelas tahulah...aku kan orangnya...cuma aku saja yang boleh sentuh tubuh ini..."
Vino terpana kala lihat kemeja dia dipakai Laras,"Inikan kemeja aku?Hmm..suka pakai baju2 aku rupanya...Nyonya Alvino Adijaya?"
Vino dan Laras sarapan bersama.Sambil suap2an Vino merhatiin isterinya,"Kemeja putih itu cocok ya di kamu sayang..."
Laras malah dipangku pula sama Vino,"Eitt!"
Vino makan dengan lahap,"Aku kok laper gini ya...kayak habis puasa berhari2 deh...Kamu sih nguras habis energi aku semalam..."
Laras malah berbisik,"Siapa yang semalam ga mau berhenti?Jangan salahin orang lain dong jika kehabisan energi."
Vino meralat,"Maaf sayang...aku gemes sih sama kamu semalam.Makasih ya sudah memberikan harta terindahmu kepadaku.Aku menjadi pria pertama dan terakhir yang boleh babat alas he..he.."
Usai sarapan,Vino masih saja bilang lapar.Jelas Laras heran,"Udah sarapan segitu banyaknya masih bilang laper?"Tbc......
Wake Me Up...
Suara percakapan antara Bimo,Anabella dan Laras membuat pebisnis tampan kita terbangun.Untungnya Vino ga langsung bangun,ia menyadari kondisinya,'Mana baju aku?Tunggu dulu itukan Laras?Kok pakai piyama kebesaran gitu?Ah..dia pakai piyamaku itu...'
Vino meraih selimut dan dipakainya untuk menutupi dirinya,lalu tanpa bersuara mendekap Laras dari belakang.Jelas Laras kaget,"Vino...Udah bangun ya...Sarapan yuk!Kamu pasti lapar kan?"
Vino malah balik nanya,"Masak aku sarapan pakai selimut?"
Laras memandang suaminya,"Pakai selimutpun tetep ganteng kok."
Vino malah menggoda,"Kalau gini?"
Laras jelas blingsatan,karena Vino malah membiarkan selimutnya luruh ke lantai,"Vino!!Malah pamer body deh..."
Vino dengan santai jawab,"Salah sendiri aku ga disiapin baju.Berarti itu tandanya kamu suka dong lihat aku ga pakai baju...belum puas ya semalam?"
Laras baru ingat kalau pakai piyama Vino,"Ups...aku dah siapin kok piyamamu."
Vino mencicipi hidangan,"Kalau gitu pakaikan piyamanya dong sayang..."
Laras segera melepas piyamanya,Vino gantian yang heran,"Mau pamer body juga nih?"
Laras mesem,"Enak aja.Aku tuh cuma boleh dilihat dan disentuh sama satu orang.Kamu ga tahu kan orangnya?Hmmm...mana kamu tahu."
Vino dipakein piyamanya sama Laras,"Ya jelas tahulah...aku kan orangnya...cuma aku saja yang boleh sentuh tubuh ini..."
Vino terpana kala lihat kemeja dia dipakai Laras,"Inikan kemeja aku?Hmm..suka pakai baju2 aku rupanya...Nyonya Alvino Adijaya?"
Vino dan Laras sarapan bersama.Sambil suap2an Vino merhatiin isterinya,"Kemeja putih itu cocok ya di kamu sayang..."
Laras malah dipangku pula sama Vino,"Eitt!"
Vino makan dengan lahap,"Aku kok laper gini ya...kayak habis puasa berhari2 deh...Kamu sih nguras habis energi aku semalam..."
Laras malah berbisik,"Siapa yang semalam ga mau berhenti?Jangan salahin orang lain dong jika kehabisan energi."
Vino meralat,"Maaf sayang...aku gemes sih sama kamu semalam.Makasih ya sudah memberikan harta terindahmu kepadaku.Aku menjadi pria pertama dan terakhir yang boleh babat alas he..he.."
Usai sarapan,Vino masih saja bilang lapar.Jelas Laras heran,"Udah sarapan segitu banyaknya masih bilang laper?"Tbc......
•
Part 222 ** I AM HIS QUEEN
Second breakfast...
Vino merasa kenyang perutnya,"Hmm...enaknya.Tapi kok masih laper ya sayang..."
Laras menata piring2 yang kotor,"Ya ampun Vin...itu perut apa karet sih?Masak sudah habis berapa porsi nih...setumpuk gini piringnya lho,masih merasa lapar?"
Vino malah main gendong Laras aja,"Lapar aku beda sayang...aku mau sarapan kedua..."
Laras nanya,"Sarapan kedua?Maksudnya?"
Vino kasih kode gitu dengan melirik tempat tidur,"Second round..."
Laras baru ngeh,"Lagi?"
Vino melepas lagi kemejanya cuma kali ini melepas dari Laras.Laras tersipu2 dan bertanya,"Kamu ga bosen Vin?"
Vino menggeleng,"Takkan pernah...justru..."
Laras membiarkan suaminya menciumi lehernya,"Justru apa?Kok ga dilanjutin..."
Vino memandang sang isteri,"Aku kecanduan ....kecanduan kamu."
Pagi itu dua insan itu malah dekem lagi di bedroom.Kayaknya perlu disensor lagi deh.♡ SENSOR ON♡
Baru siangan keduanya keluar dari kamar pengantin.Wajah berbinar bahagia,pakaian juga santai.Kayaknya mau ke pantai deh...Laras nempel manja gitu ke Vino,"Aku ingin berenang di pantai Vin.Boleh ya?"
Vino merangkul isterinya,"Ya bolehlah.Malah aku akan bawa ke spot yang khusus dimana hanya bisa diakses oleh orang2 tertentu."
Benar saja di spot yang disebutkan Vino,ga ada orang di sana.Hanya Vino dan Laras,Laras terpesona,"Indah sekali Vin...kita berenang di sana yuk!Udah gerah nih pingin mandi."
Oh jadi belum pada mandi to?Tapi dasar Vino malah kejar2an ga jelas gitu sama Laras,"Ras,aku dapat keong nih!!"
Laras malah sibuk main air dicipratin ke Vino,"Rambutnya Vino kena air...ha..ha.."
Vino balas,"Kamu suka ya aku bau amis...awas ya..."
Bimo mengawasi dari jauh.Sampai kapan mandi air laut?Bersambung...
Second breakfast...
Vino merasa kenyang perutnya,"Hmm...enaknya.Tapi kok masih laper ya sayang..."
Laras menata piring2 yang kotor,"Ya ampun Vin...itu perut apa karet sih?Masak sudah habis berapa porsi nih...setumpuk gini piringnya lho,masih merasa lapar?"
Vino malah main gendong Laras aja,"Lapar aku beda sayang...aku mau sarapan kedua..."
Laras nanya,"Sarapan kedua?Maksudnya?"
Vino kasih kode gitu dengan melirik tempat tidur,"Second round..."
Laras baru ngeh,"Lagi?"
Vino melepas lagi kemejanya cuma kali ini melepas dari Laras.Laras tersipu2 dan bertanya,"Kamu ga bosen Vin?"
Vino menggeleng,"Takkan pernah...justru..."
Laras membiarkan suaminya menciumi lehernya,"Justru apa?Kok ga dilanjutin..."
Vino memandang sang isteri,"Aku kecanduan ....kecanduan kamu."
Pagi itu dua insan itu malah dekem lagi di bedroom.Kayaknya perlu disensor lagi deh.♡ SENSOR ON♡
Baru siangan keduanya keluar dari kamar pengantin.Wajah berbinar bahagia,pakaian juga santai.Kayaknya mau ke pantai deh...Laras nempel manja gitu ke Vino,"Aku ingin berenang di pantai Vin.Boleh ya?"
Vino merangkul isterinya,"Ya bolehlah.Malah aku akan bawa ke spot yang khusus dimana hanya bisa diakses oleh orang2 tertentu."
Benar saja di spot yang disebutkan Vino,ga ada orang di sana.Hanya Vino dan Laras,Laras terpesona,"Indah sekali Vin...kita berenang di sana yuk!Udah gerah nih pingin mandi."
Oh jadi belum pada mandi to?Tapi dasar Vino malah kejar2an ga jelas gitu sama Laras,"Ras,aku dapat keong nih!!"
Laras malah sibuk main air dicipratin ke Vino,"Rambutnya Vino kena air...ha..ha.."
Vino balas,"Kamu suka ya aku bau amis...awas ya..."
Bimo mengawasi dari jauh.Sampai kapan mandi air laut?Bersambung...
•
Part 223 ** I AM HIS QUEEN
On the spot...
Sebenarnya Vino ga mau keluar dari padepokan.Maksude say?Dari kamar pengantin maksudnya say.Penulise lagi kurang aqua sitik.
Menikmati syahdunya malam pertama bersama wanita yang dicintai jelas sebuah nikmat luar biasa dari Pencipta.Banyak pria yang ga seberuntung dia,'Aku pernah diceritain sama teman aku.Bahwa dia punya kerabat yang punya isteri diperkosa di malam pertama mereka.Tragis sekali.'
Vino gantian yang bangun lebih dulu usai sarapan kedua,melihat Laras masih pulas ga tega bangunin.Malah asyik mandangi dia,'Dulu aku pernah bertanya2 cewek mana yang mau sama pria mania kerja kayak aku.Bahkan aku merasa ga akan bisa nemuin wanita dengan hati yang tulus.Wanita yang murni cintanya hanya buatku bukan karena hartaku,penampilanku atau jaminan masa depan bersamaku.Ga sangka justru lewat Revan,wanita secantik ini kini berada dalam pelukanku.Aku juga yang mendapatkan kesuciannya.Laras sayangku...maaf ya bikin kamu kecapekan kayak gini.Habis kamu sangat indah sih...'
Vino mengecup dahi sang isteri,'Makin mengenalmu makin kujatuh cinta padamu...makin ingin terus bersamamu.Aku ga akan bosan dengan wanita ini...semua yang ada padanya memang diciptakan spesial buatku.'
Vino malah asyik menciumi Laras lagi.Jadi bangun deh sang nyonya,"Vin...kamu masih belum capek ya?"
Vino malah berbisik,"Aku kan kuat staminanya.Aku masih mau lagi dan lagi..."
Laras yang niatnya mau bangun terus mandi malah diperam lagi dalam kamar.Walau badan agak ngilu di sana sini tapi hepi dia bisa membuat Vino bahagia.Dalam dekapan sang suami,Laras tersenyum dan berkata,"Aku mencintaimu Alvino Adijaya..."
Matahari udah tinggi kala keduanya bangun lagi,diatas jam 12 siang sih bangunnya.Keduanya tersenyum dan saling pandang.Laras nanya,"Kamu ga gerah Vin?Diluar panas banget kayaknya...sumlenget kata orang di kampungku..."
Vino masih ga beranjak dari spotnya,pw position say.Maksude?Posisi wueenak.Astaga...aja dibayangin say.Vino tersenyum,"Disini sama panasnya Ras...lihat nih aku sampai keringatan kayak gini...padahal AC nyala kan?Kok masih bisa keringatan ya...jangan2 AC nya error lagi."
Laras memberikan piyama Vino yang tergeletak dekat dia.Mau ngapain?Tbc
On the spot...
Sebenarnya Vino ga mau keluar dari padepokan.Maksude say?Dari kamar pengantin maksudnya say.Penulise lagi kurang aqua sitik.
Menikmati syahdunya malam pertama bersama wanita yang dicintai jelas sebuah nikmat luar biasa dari Pencipta.Banyak pria yang ga seberuntung dia,'Aku pernah diceritain sama teman aku.Bahwa dia punya kerabat yang punya isteri diperkosa di malam pertama mereka.Tragis sekali.'
Vino gantian yang bangun lebih dulu usai sarapan kedua,melihat Laras masih pulas ga tega bangunin.Malah asyik mandangi dia,'Dulu aku pernah bertanya2 cewek mana yang mau sama pria mania kerja kayak aku.Bahkan aku merasa ga akan bisa nemuin wanita dengan hati yang tulus.Wanita yang murni cintanya hanya buatku bukan karena hartaku,penampilanku atau jaminan masa depan bersamaku.Ga sangka justru lewat Revan,wanita secantik ini kini berada dalam pelukanku.Aku juga yang mendapatkan kesuciannya.Laras sayangku...maaf ya bikin kamu kecapekan kayak gini.Habis kamu sangat indah sih...'
Vino mengecup dahi sang isteri,'Makin mengenalmu makin kujatuh cinta padamu...makin ingin terus bersamamu.Aku ga akan bosan dengan wanita ini...semua yang ada padanya memang diciptakan spesial buatku.'
Vino malah asyik menciumi Laras lagi.Jadi bangun deh sang nyonya,"Vin...kamu masih belum capek ya?"
Vino malah berbisik,"Aku kan kuat staminanya.Aku masih mau lagi dan lagi..."
Laras yang niatnya mau bangun terus mandi malah diperam lagi dalam kamar.Walau badan agak ngilu di sana sini tapi hepi dia bisa membuat Vino bahagia.Dalam dekapan sang suami,Laras tersenyum dan berkata,"Aku mencintaimu Alvino Adijaya..."
Matahari udah tinggi kala keduanya bangun lagi,diatas jam 12 siang sih bangunnya.Keduanya tersenyum dan saling pandang.Laras nanya,"Kamu ga gerah Vin?Diluar panas banget kayaknya...sumlenget kata orang di kampungku..."
Vino masih ga beranjak dari spotnya,pw position say.Maksude?Posisi wueenak.Astaga...aja dibayangin say.Vino tersenyum,"Disini sama panasnya Ras...lihat nih aku sampai keringatan kayak gini...padahal AC nyala kan?Kok masih bisa keringatan ya...jangan2 AC nya error lagi."
Laras memberikan piyama Vino yang tergeletak dekat dia.Mau ngapain?Tbc
•
Part 224** I AM HIS QUEEN
Team No Sleep...
Vino memakai piyamanya,"Jam berapa nih sayang?Perasaan kok kayak udah siang banget ya?Awannya cumulus tuh!"
Laras melihat jam dinding,"Astaga Vin!Jam 1 lebih...kita tidur lama bener...mandi gih...aku siapin ya."
Vino malah punya ide lain,"Cuci muka aja...habis itu kita main air di pantai...berenang di sana...lagian habis itu masih mandi juga kan."
Laras geleng kepala,"Mandi dulu Vin...kamu itu bau acem tahu ga sih?Sana mandi dulu,aku siapin bajunya.Baju mau ke pantai kan?"
Vino nurut,"Ya Nyonya ..."
Laras jadi mesem lihat suaminya menuju kamar mandi,'Dasar bayi gede...susah bener kalau disuruh mandi.Tapi kok badannya bisa putih bersih gitu ya?Jadi inget tadi deh...'
Merona deh Laras ingat mesranya Vino memperlakukannya.Diambilnya baju buat sang suami,'Wow...lengkap bener isinya...pakaian dalam aja ada...rapi banget lagi.Astaga...semuanya baru dan branded.'
Makin terpukau lihat lemari sebelahnya,'Astaga!Ini pakaian buat aku ya?Baju tidurnya...ini bagus banget...yang ini wow...seksi banget.Gila!Ini model luar semua deh kayaknya...kalau makai gini hanya kalau depan Vino aja deh kayaknya...oh ada kartunya...'
Rupanya baju2 tidur itu kado dari Anabella cs alias mb Lastri dan mbak Mety juga....:"Buat mbak Laras...moga lingerie2 ini bisa menambah kemesraan pengantin berdua..dan kiranya segera punya suksesor...selamat atas pernikahannya."
Laras senyum2 bacanya,'Ntar malam akan kupakai deh...makasih ya Bu Anabel,mb Lastri juga mb Mety...'
Vino udah kelar mandi dan cuma pakai handuk aja kekuar dari kamar mandi,"Sayang...baju aku mana?Kamu coba dulu ya?Kamu reyen dulu ya?"
Laras yang lagi mematut2 gaun tidur dia spontan berkata,"Vin,jangan lihat kemari!Merem matanya!"
Jelas Vino jadi heran,"Apaan sih sayang?Buat apa coba pakai merem segala.Aku tuh udah lihat semuanya.Pakai acara malu pula sama suami sendiri.Bikin kepo deh..."
Tapi Laras ngancam,"Awas kalau sampai aku lihat kamu ga merem.Aku akan tidur sama mama malam ini..."
Langsung deh Vino berhenti melangkah dan merem matanya,"Kok gitu sih sayang?Ini kan masih suasana honey moon?Masak aku ga dapat hak aku sebagai suami kamu.."
Laras segera rapiin dan sembunyiin tuh lingerie.Tbc
Team No Sleep...
Vino memakai piyamanya,"Jam berapa nih sayang?Perasaan kok kayak udah siang banget ya?Awannya cumulus tuh!"
Laras melihat jam dinding,"Astaga Vin!Jam 1 lebih...kita tidur lama bener...mandi gih...aku siapin ya."
Vino malah punya ide lain,"Cuci muka aja...habis itu kita main air di pantai...berenang di sana...lagian habis itu masih mandi juga kan."
Laras geleng kepala,"Mandi dulu Vin...kamu itu bau acem tahu ga sih?Sana mandi dulu,aku siapin bajunya.Baju mau ke pantai kan?"
Vino nurut,"Ya Nyonya ..."
Laras jadi mesem lihat suaminya menuju kamar mandi,'Dasar bayi gede...susah bener kalau disuruh mandi.Tapi kok badannya bisa putih bersih gitu ya?Jadi inget tadi deh...'
Merona deh Laras ingat mesranya Vino memperlakukannya.Diambilnya baju buat sang suami,'Wow...lengkap bener isinya...pakaian dalam aja ada...rapi banget lagi.Astaga...semuanya baru dan branded.'
Makin terpukau lihat lemari sebelahnya,'Astaga!Ini pakaian buat aku ya?Baju tidurnya...ini bagus banget...yang ini wow...seksi banget.Gila!Ini model luar semua deh kayaknya...kalau makai gini hanya kalau depan Vino aja deh kayaknya...oh ada kartunya...'
Rupanya baju2 tidur itu kado dari Anabella cs alias mb Lastri dan mbak Mety juga....:"Buat mbak Laras...moga lingerie2 ini bisa menambah kemesraan pengantin berdua..dan kiranya segera punya suksesor...selamat atas pernikahannya."
Laras senyum2 bacanya,'Ntar malam akan kupakai deh...makasih ya Bu Anabel,mb Lastri juga mb Mety...'
Vino udah kelar mandi dan cuma pakai handuk aja kekuar dari kamar mandi,"Sayang...baju aku mana?Kamu coba dulu ya?Kamu reyen dulu ya?"
Laras yang lagi mematut2 gaun tidur dia spontan berkata,"Vin,jangan lihat kemari!Merem matanya!"
Jelas Vino jadi heran,"Apaan sih sayang?Buat apa coba pakai merem segala.Aku tuh udah lihat semuanya.Pakai acara malu pula sama suami sendiri.Bikin kepo deh..."
Tapi Laras ngancam,"Awas kalau sampai aku lihat kamu ga merem.Aku akan tidur sama mama malam ini..."
Langsung deh Vino berhenti melangkah dan merem matanya,"Kok gitu sih sayang?Ini kan masih suasana honey moon?Masak aku ga dapat hak aku sebagai suami kamu.."
Laras segera rapiin dan sembunyiin tuh lingerie.Tbc
•
Part 225 ** I AM HIS QUEEN
Out with joy....
Laras menuju kamar mandi tapi Vino bisa tahu Laras mau melewati dia,'Ini bau tubuh isteriku...aku tangkap ah...'
Laras jelas kaget tiba2 Vino meraihnya,"Kena!!"
Laras berada dalam pelukan suaminya,"Vin,aku belum mandi lho...kamu ntar jadi bau lagi lho..."
Vino buka matanya satu dulu,"Emang apa sih yang kamu sembunyiin dari aku?Hayo lupa apa janji kita ya kalau ga boleh ada rahasia di antara kau dan aku?"
Laras nyerahin pakaian Vino,"Enggak rahasia sih Vin,aku cuma dapat kado aja dari Bu Anabel,mb Lastri dan mbak Mety..."
Vino membuka matanya lagi,"Oh ya?Kok disembunyiin dari suami sendiri?Bukannya berbagi kebahagiaan itu kamu bilang sangat indah ya?"
Laras tahu Vino sedang menegurnya tapi secara halus,jadi sedih dia.Mukanya jadi kembeng2 gitu,Vino memandangnya,"Lho kok malah ada danau di matanya?"
Laras malah nunduk,"Kamu marah ya sama aku?Hu...hiks."
Vino langsung meraih sang isteri dalam pelukannya,"Aku ga marah sayang...aku hanya ga suka kamu main rahasia sama aku.Diantara kita ga boleh ada prasangka,curiga apalagi salah paham.Semua itu berawal dari menyimpan rahasia.Baik atau buruk semuanya harus dikatakan kepadaku.No secret."
Laras mengangguk2 dipelukan sang suami,"Maafkan aku..."
Vino mendekap mesra sang isteri mengelus2 punggungnya,"Ada syaratnya kalau mau dapat maaf dari aku.."
Laras mendongak,"Apa?"
Vino mikir,"Aha...pertama kasih tahu dulu masalahnya...kamu dapat kado apa sih?"
Laras mesem,"Gaun tidur.Cuma..."
Lihat sang isteri memainkan jarinya Vino jadi bisa nebak,"Kamu malu2 gitu?Jelekkah?"
Laras menggeleng,"Ga!Bagus banget malah cuma aku ga pernah pakai gaun tidur se...se...seperti itu.Makhlum Vin,paling di kampung pakainya daster aja.Kalau itu mah aduh...aku jadi malu deh Vin..."
Vino punya ide,"Gimana kalau malam nanti kamu pakai tunjukin ke aku biar aku yang kasih penilaian.Kamu cocok apa ga?Gimana?"
Laras setuju,hepi dia atas pengertian sang suami,"Berarti kamu dah maafin aku?"
Vino jawab,"Belum sepenuhnya."
Laras manyun,"Kok gitu?"
Vino meraih pinggang sang isteri,"Karena kamu dah nyuruh aku merem maka kamu harus cium mata aku dulu.Baru dapat maaf 100%.Deal?"
Laras mendekat wajahnya.Kiss?Bersambung.
Out with joy....
Laras menuju kamar mandi tapi Vino bisa tahu Laras mau melewati dia,'Ini bau tubuh isteriku...aku tangkap ah...'
Laras jelas kaget tiba2 Vino meraihnya,"Kena!!"
Laras berada dalam pelukan suaminya,"Vin,aku belum mandi lho...kamu ntar jadi bau lagi lho..."
Vino buka matanya satu dulu,"Emang apa sih yang kamu sembunyiin dari aku?Hayo lupa apa janji kita ya kalau ga boleh ada rahasia di antara kau dan aku?"
Laras nyerahin pakaian Vino,"Enggak rahasia sih Vin,aku cuma dapat kado aja dari Bu Anabel,mb Lastri dan mbak Mety..."
Vino membuka matanya lagi,"Oh ya?Kok disembunyiin dari suami sendiri?Bukannya berbagi kebahagiaan itu kamu bilang sangat indah ya?"
Laras tahu Vino sedang menegurnya tapi secara halus,jadi sedih dia.Mukanya jadi kembeng2 gitu,Vino memandangnya,"Lho kok malah ada danau di matanya?"
Laras malah nunduk,"Kamu marah ya sama aku?Hu...hiks."
Vino langsung meraih sang isteri dalam pelukannya,"Aku ga marah sayang...aku hanya ga suka kamu main rahasia sama aku.Diantara kita ga boleh ada prasangka,curiga apalagi salah paham.Semua itu berawal dari menyimpan rahasia.Baik atau buruk semuanya harus dikatakan kepadaku.No secret."
Laras mengangguk2 dipelukan sang suami,"Maafkan aku..."
Vino mendekap mesra sang isteri mengelus2 punggungnya,"Ada syaratnya kalau mau dapat maaf dari aku.."
Laras mendongak,"Apa?"
Vino mikir,"Aha...pertama kasih tahu dulu masalahnya...kamu dapat kado apa sih?"
Laras mesem,"Gaun tidur.Cuma..."
Lihat sang isteri memainkan jarinya Vino jadi bisa nebak,"Kamu malu2 gitu?Jelekkah?"
Laras menggeleng,"Ga!Bagus banget malah cuma aku ga pernah pakai gaun tidur se...se...seperti itu.Makhlum Vin,paling di kampung pakainya daster aja.Kalau itu mah aduh...aku jadi malu deh Vin..."
Vino punya ide,"Gimana kalau malam nanti kamu pakai tunjukin ke aku biar aku yang kasih penilaian.Kamu cocok apa ga?Gimana?"
Laras setuju,hepi dia atas pengertian sang suami,"Berarti kamu dah maafin aku?"
Vino jawab,"Belum sepenuhnya."
Laras manyun,"Kok gitu?"
Vino meraih pinggang sang isteri,"Karena kamu dah nyuruh aku merem maka kamu harus cium mata aku dulu.Baru dapat maaf 100%.Deal?"
Laras mendekat wajahnya.Kiss?Bersambung.
•
Part 226 ** I AM HIS QUEEN
Center of Attention...
Laras bingung juga mau cium mata Vino,"Matanya kok malah gede2...ngeliatin aku lagi.Gimana mau nyiumnya?"
Vinopun merem,"Udah merem nih..."
Laras malah nahan tawa,"Aku belum gosok gigi tuh Vin...ntar bau lagi matanya kena bau mulut aku..."
Vino jadi melek lagi,"Banyak alasan deh...semalam kayaknya ga gini deh...siapa semalam yang ga bosen ciumi wajah aku...hmmm..."
Laras tersipu,"Vino ah...mau dicium kagak nih...kalau ga aku...."
Vino dah nyium bibir Laras duluan,Laras terpana tapi kemudian malah memejamkan mata.Melingkarkan lengannya di leher Vino,malah ga jadi mandi Laras.Lho kok bisa?Lha acaranya jadi ganti...ganti apa?Mandi cinta.Weleh...kenek sensor maning nih?Ya iyalah say...mana kerei...apa itu tirai say tirai...♥SENSOR ON♥
Arep mandi wae palange lapis2.Kita lihat Revan aja yuk.Gimana hari dia di Bali usai mengetahui Vino menikahi Laras?
Revan menemui Sean,"Hey Fales!Kamu kenapa ga kasih tahu aku soal pernikahan Vino dan Laras?Kamu mulai berkhianat ya?Kayaknya Vino perlu tahu soal tanda tangan dia di surat nikah deh.Bagaimana Sean?"
Sean dah ga bodoh lagi,"Silakan kamu kasih tahu toh Vino dan Laras endingnya saling mencintai bahkan menikah juga.So,itu memang takdir mereka.Meski aku terlibat atau tidak didalamnya.It's their destiny to be husband and wife..."
Revan yang niatnya mau manfaatin Sean jadi mati gaya apalagi denger Anabella laporan ke Rani soal pengiriman sarapan ke kamar pengantin,"Bu Rani tahu ga?Mereka mesra banget.Tuan Vino masih tidur...padahal dah siang lho...terus mbak Laras itu makai piyamanya Tuan Vino buat nutupi kalau dia pakai kemejanya Tuan Vino...ya ampun mereka mesra sekali.Kalau ga percaya Bu Rani bisa tanya ke Bimo."
Rani lega,"Syukurlah Vino akhirnya punya seseorang buat merhatiin dia."
Revan meradang mendengarnya,'Laras pakai bajunya Vino?Lha baju dia kemana?Apa ini artinya Laras dah nyerahin dirinya ke Vino?Tidaaaak!!!'
Rani yang hepi lihat Revan dibikin keheranan,"Sayang,kamu kemari mau ngasih kadonya ya?Sabaran ya...soalnya pengantinnya masih asyik memadu cinta di atas sana.Mau kamu kasih langsung apa titipin aja ke mama?"
Revan malah pergi,'Ini ga bisa dibiarin.!'Tbc........
Center of Attention...
Laras bingung juga mau cium mata Vino,"Matanya kok malah gede2...ngeliatin aku lagi.Gimana mau nyiumnya?"
Vinopun merem,"Udah merem nih..."
Laras malah nahan tawa,"Aku belum gosok gigi tuh Vin...ntar bau lagi matanya kena bau mulut aku..."
Vino jadi melek lagi,"Banyak alasan deh...semalam kayaknya ga gini deh...siapa semalam yang ga bosen ciumi wajah aku...hmmm..."
Laras tersipu,"Vino ah...mau dicium kagak nih...kalau ga aku...."
Vino dah nyium bibir Laras duluan,Laras terpana tapi kemudian malah memejamkan mata.Melingkarkan lengannya di leher Vino,malah ga jadi mandi Laras.Lho kok bisa?Lha acaranya jadi ganti...ganti apa?Mandi cinta.Weleh...kenek sensor maning nih?Ya iyalah say...mana kerei...apa itu tirai say tirai...♥SENSOR ON♥
Arep mandi wae palange lapis2.Kita lihat Revan aja yuk.Gimana hari dia di Bali usai mengetahui Vino menikahi Laras?
Revan menemui Sean,"Hey Fales!Kamu kenapa ga kasih tahu aku soal pernikahan Vino dan Laras?Kamu mulai berkhianat ya?Kayaknya Vino perlu tahu soal tanda tangan dia di surat nikah deh.Bagaimana Sean?"
Sean dah ga bodoh lagi,"Silakan kamu kasih tahu toh Vino dan Laras endingnya saling mencintai bahkan menikah juga.So,itu memang takdir mereka.Meski aku terlibat atau tidak didalamnya.It's their destiny to be husband and wife..."
Revan yang niatnya mau manfaatin Sean jadi mati gaya apalagi denger Anabella laporan ke Rani soal pengiriman sarapan ke kamar pengantin,"Bu Rani tahu ga?Mereka mesra banget.Tuan Vino masih tidur...padahal dah siang lho...terus mbak Laras itu makai piyamanya Tuan Vino buat nutupi kalau dia pakai kemejanya Tuan Vino...ya ampun mereka mesra sekali.Kalau ga percaya Bu Rani bisa tanya ke Bimo."
Rani lega,"Syukurlah Vino akhirnya punya seseorang buat merhatiin dia."
Revan meradang mendengarnya,'Laras pakai bajunya Vino?Lha baju dia kemana?Apa ini artinya Laras dah nyerahin dirinya ke Vino?Tidaaaak!!!'
Rani yang hepi lihat Revan dibikin keheranan,"Sayang,kamu kemari mau ngasih kadonya ya?Sabaran ya...soalnya pengantinnya masih asyik memadu cinta di atas sana.Mau kamu kasih langsung apa titipin aja ke mama?"
Revan malah pergi,'Ini ga bisa dibiarin.!'Tbc........
•
Part 227 ** I AM HIS
QUEEN
The man's heart...
Revan naik darah...untung ga naik lift.Weleh...Dia mau nerobos penjagaan Bimo dan team yang berjaga di lift khusus,"Aku mau naik!!Jangan ada yang berani halangi aku!!"
Bawa Joni cs pula sehingga Bimo terpaksa main keras,"Mas Revan,jangan salahkan saya jika saya bersikap kasar pada Mas.Penjagaan ini diperintahkan langsung oleh Bu Rani.Ibu Mas sendiri."
Rani segera diberitahu perihal keributan tersebut.Revan berhasil menjangkau lift namun pintu lift malah membuka dan tampak didalamnya pengantin baru kita,"Laras??!!"
Laras yang tengah bergelayut manja di lengan Vino jadi kaget,"Vin...aku takut..."
Vino langsung waspada,"Bim,ada apa ini?"
Laras ndelik di belakang sang suami,'Pokoknya aku ga mau jauh2 dari Vino..."
Revan melihat ke arah Vino dengan marah,"Kamu apain Laras hehh?!!"
Kedua pria ini saling bersitegang,"Van,kamu ini lupa ya?Laras isteri aku.Dia sudah sah menjadi milikku.Bukannya kamu yang memprakarsai pernikahan kami awalnya?Kamu lupa?"
Revan meradang,"Ras,kamu jangan mau diperdaya Vino.Dia itu cuma mau manfaatin kamu aja.Habis manis sepah dibuang Ras.Kamu ini dari kampung Ras,ga selevel sama dia.Mending kamu ikut aku Ras.Aku janji akan buat kamu bahagia.Ayo Ras ikut aku Ras!!"
Laras menggeleng dan malah megangi lengan Vino erat2.Vino berkata,"Van,segala sesuatu yang menyangkut Laras harus melewati aku dulu.Aku ini suaminya.Sebaiknya kamu mulai pahami itu dari sekarang."
Revan ga nyerah,"Nantang ya kamu?Aku layani!"
Vino kasih kode ke Bimo untuk jagai Laras,Bimo segera patuh.Revan dan Vino berhadapan.Laras berkata,"Hentikan!Aku ga mau ada keributan.Van,aku adalah isteri Vino.Dulu,sekarang dan selamanya aku adalah isteri Vino.Aku mohon biarkan aku dengan Vino.Aku ga dipaksa kok atau merasa terpaksa.Aku tulus mencintai Vino.Apapun masa lalu kami,yang pasti aku akan tetap bersama dengan Vino sampai kapanpun.Dan aku harap kamu bisa hormati keputusan dan pilihan hidup aku."
Rani juga datang,"Revan!Vino!Apa2an ini?Kalian mau jadi headline di surat kabar?Iya?!"
Anabella langsung deketi Bimo,"Begitu dapat kabar aku langsung beritahu Bu Rani.Untung belum sampai ada yang cedera..."
Rani mendekati kedua putranya.Tbc....
The man's heart...
Revan naik darah...untung ga naik lift.Weleh...Dia mau nerobos penjagaan Bimo dan team yang berjaga di lift khusus,"Aku mau naik!!Jangan ada yang berani halangi aku!!"
Bawa Joni cs pula sehingga Bimo terpaksa main keras,"Mas Revan,jangan salahkan saya jika saya bersikap kasar pada Mas.Penjagaan ini diperintahkan langsung oleh Bu Rani.Ibu Mas sendiri."
Rani segera diberitahu perihal keributan tersebut.Revan berhasil menjangkau lift namun pintu lift malah membuka dan tampak didalamnya pengantin baru kita,"Laras??!!"
Laras yang tengah bergelayut manja di lengan Vino jadi kaget,"Vin...aku takut..."
Vino langsung waspada,"Bim,ada apa ini?"
Laras ndelik di belakang sang suami,'Pokoknya aku ga mau jauh2 dari Vino..."
Revan melihat ke arah Vino dengan marah,"Kamu apain Laras hehh?!!"
Kedua pria ini saling bersitegang,"Van,kamu ini lupa ya?Laras isteri aku.Dia sudah sah menjadi milikku.Bukannya kamu yang memprakarsai pernikahan kami awalnya?Kamu lupa?"
Revan meradang,"Ras,kamu jangan mau diperdaya Vino.Dia itu cuma mau manfaatin kamu aja.Habis manis sepah dibuang Ras.Kamu ini dari kampung Ras,ga selevel sama dia.Mending kamu ikut aku Ras.Aku janji akan buat kamu bahagia.Ayo Ras ikut aku Ras!!"
Laras menggeleng dan malah megangi lengan Vino erat2.Vino berkata,"Van,segala sesuatu yang menyangkut Laras harus melewati aku dulu.Aku ini suaminya.Sebaiknya kamu mulai pahami itu dari sekarang."
Revan ga nyerah,"Nantang ya kamu?Aku layani!"
Vino kasih kode ke Bimo untuk jagai Laras,Bimo segera patuh.Revan dan Vino berhadapan.Laras berkata,"Hentikan!Aku ga mau ada keributan.Van,aku adalah isteri Vino.Dulu,sekarang dan selamanya aku adalah isteri Vino.Aku mohon biarkan aku dengan Vino.Aku ga dipaksa kok atau merasa terpaksa.Aku tulus mencintai Vino.Apapun masa lalu kami,yang pasti aku akan tetap bersama dengan Vino sampai kapanpun.Dan aku harap kamu bisa hormati keputusan dan pilihan hidup aku."
Rani juga datang,"Revan!Vino!Apa2an ini?Kalian mau jadi headline di surat kabar?Iya?!"
Anabella langsung deketi Bimo,"Begitu dapat kabar aku langsung beritahu Bu Rani.Untung belum sampai ada yang cedera..."
Rani mendekati kedua putranya.Tbc....
•
Part 228 ** I AM HIS QUEEN
Choose The Source...
Rani berdiri di antara Revan dan Vino,"Enough!"
Dua pria utama keluarga Adijaya itu terdiam semua.Seperti biasa Revan mengadukan Vino,"Ma,Vino halangi Revan buat ngasih kado ke Laras.Dia pikir Revan mau merebut Laras Ma..."
Semua bodyguard Vino yang ada di situ saling berpandangan,'Kok jadi diputar balik sih?Mas Vino kan ga gitu...wah ga beres nih Mas Revan...'
Rani memandang Vino dan Revan,"Kalian adalah pangeran2 Mama.Kamu Vino,kamu penerus Adijaya Group.Dan kamu Revan,kamu juga punya perusahaan yang harus kamu kelola.Kalian itu orang2 yang dilihat.Kalian ini sebenarnya ribut apa sih?"
Keduanya spontan memandang Laras,waduh...bikin Laras jadi merasa kayak tropi piala Liga Champion aja.Bayangane kok bal2an sih say?Lha masak kalpataru?Laras segera mendekati Vino,"Ma..Vino ga seperti yang dituduhkan Revan.Revan ga nyebut soal kado sama sekali."
Revan langsung pamer,"Aku bisa beliin apa aja buat kamu Ras.Ayahku juga orang kaya kok.Ga cuma ayahnya Vino aja.Kamu mau apa?Mobil lamborgini?Supercar?Liburan keliling dunia?Permata?Rumah mewah?Kapal pesiar?Apa sebutkan saja!!"
Laras malah mendekati Vino dan memeluknya,"Aku mau orang yang kupeluk ini.Aku ga lihat apa yang bisa dia berikan padaku.Aku mau dirinya.Itu cukup buatku."
Anabella langsung baper,'So sweet bener sih mbak Laras...bela Tuan Vino sampai segitunya...'
Joni saja sampai kagum,'Jelas sekali Mbak Laras hanya mencintai Alvino Adijaya...kenapa masih saja Mas Revan menutup mata?'
Vino aja sampai terharu dibela sang isteri,"Terima kasih sayang...sebaiknya kita pergi dari sini.Mama...Vino ajak Laras ke pantai dulu.Permisi."
Begitulah flash back kejadian dimana Vino dan Laras otw pantai.Astaga flash back aja berpart2 say....Kan dah dikasih tahu penulise lagi kakehan urusan makanya ga cetha.Di pantai nan sepi,Vino menggambar sesuatu di pasir pantai.Laras merhatiin,"O gambar hati.Buat apa Vin?"
Vino mengajak Laras berbaring didalam gambar hati itu,"Forever you will be in my heart...forever ..."
Laras memegang tangan Vino,"Jangan pernah melepaskan tanganku...janji padaku?"
Vino mengangguk,"Kamu juga jangan pernah melepaskan tanganku...promise me?"
Promise?Tbc.......
Choose The Source...
Rani berdiri di antara Revan dan Vino,"Enough!"
Dua pria utama keluarga Adijaya itu terdiam semua.Seperti biasa Revan mengadukan Vino,"Ma,Vino halangi Revan buat ngasih kado ke Laras.Dia pikir Revan mau merebut Laras Ma..."
Semua bodyguard Vino yang ada di situ saling berpandangan,'Kok jadi diputar balik sih?Mas Vino kan ga gitu...wah ga beres nih Mas Revan...'
Rani memandang Vino dan Revan,"Kalian adalah pangeran2 Mama.Kamu Vino,kamu penerus Adijaya Group.Dan kamu Revan,kamu juga punya perusahaan yang harus kamu kelola.Kalian itu orang2 yang dilihat.Kalian ini sebenarnya ribut apa sih?"
Keduanya spontan memandang Laras,waduh...bikin Laras jadi merasa kayak tropi piala Liga Champion aja.Bayangane kok bal2an sih say?Lha masak kalpataru?Laras segera mendekati Vino,"Ma..Vino ga seperti yang dituduhkan Revan.Revan ga nyebut soal kado sama sekali."
Revan langsung pamer,"Aku bisa beliin apa aja buat kamu Ras.Ayahku juga orang kaya kok.Ga cuma ayahnya Vino aja.Kamu mau apa?Mobil lamborgini?Supercar?Liburan keliling dunia?Permata?Rumah mewah?Kapal pesiar?Apa sebutkan saja!!"
Laras malah mendekati Vino dan memeluknya,"Aku mau orang yang kupeluk ini.Aku ga lihat apa yang bisa dia berikan padaku.Aku mau dirinya.Itu cukup buatku."
Anabella langsung baper,'So sweet bener sih mbak Laras...bela Tuan Vino sampai segitunya...'
Joni saja sampai kagum,'Jelas sekali Mbak Laras hanya mencintai Alvino Adijaya...kenapa masih saja Mas Revan menutup mata?'
Vino aja sampai terharu dibela sang isteri,"Terima kasih sayang...sebaiknya kita pergi dari sini.Mama...Vino ajak Laras ke pantai dulu.Permisi."
Begitulah flash back kejadian dimana Vino dan Laras otw pantai.Astaga flash back aja berpart2 say....Kan dah dikasih tahu penulise lagi kakehan urusan makanya ga cetha.Di pantai nan sepi,Vino menggambar sesuatu di pasir pantai.Laras merhatiin,"O gambar hati.Buat apa Vin?"
Vino mengajak Laras berbaring didalam gambar hati itu,"Forever you will be in my heart...forever ..."
Laras memegang tangan Vino,"Jangan pernah melepaskan tanganku...janji padaku?"
Vino mengangguk,"Kamu juga jangan pernah melepaskan tanganku...promise me?"
Promise?Tbc.......
Part 229 **I AM HIS QUEEN
Keep Holding On...
Bali memang sangat indah apalagi kala sunset.Tak
bisa menggoyahkan hati Laras,Revan makin kesal dengan Vino.Sementara Rani menelpon
Marco,"Kamu pengaruhi apa Revan sampai dia jadi emosinan kayak gini?Awas
ya Marco sampai kamu merusak hidup kami lagi,aku ga akan maafin kamu!"
Marco segera menghubungi Joni,"Jon,ajak Revan menjauh
dari Vino.Aku ga mau bikin masalah lagi sama Rani.Bujuk Revan kembali ke
sini.Bilang saja aku ada rencana buat bisnis dia.Berhenti dulu ngejar2
wanita.Yang penting sekarang adalah mengalahkan bisnis Vino dulu.Tahta dan
wanita biasanya beriringan.Kita harus hancurkan tahta bisnis Adijaya Group dulu
baru bisa mendapatkan Laras.Mana Revan biar saya bicara sama dia?"
Revan dibujuk sama Marco dan akhirnya meski dengan kesal
balik dia ke Jakarta.Sementara Laras menikmati indahnya sunset di Bali bersama
sang suami tercinta.Bergandeng tangan menyusuri pesisir pantai.Laras
berkata,"Kalau diantara kita ada masalah,misal nih...kamu marah sama aku
atau sebaliknya..marahnya ga boleh lebih dari matahari
terbenam.Bagaimana?"
Vino jelas setuju,"Berarti ga boleh ada acara diemin lho
ya?Ingat itu Nyonya Laras Adijaya yang terhormat he..he.."
Laras mesem ingat kejadian waktu itu,"Kamu kan yang
mulai duluan.Bergaya pingsan lagi...aku kan jadi panik Vin..."
Vino berhenti dan malah bersimpuh,"Maaf ya sayang bikin
kamu panik waktu itu?Mau kan maafin suamimu ini?"
Laras menyuruh Vino berdiri,"Vino apaan sih?Berdiri
gih...ntar ada yang lihat lho..."
Vino kekeh malah memeluk perut Laras,"Matahari mau
terbenam tuh cepet maafin aku dong...katanya ga boleh marahan melebihi matahari
terbenam?"
Laras membelai kepala suaminya yang malah nyungsep di perut
dia,"Iya aku maafkan...dasar bayi gede..."
Vino malah menciumi perut Laras,"Kamu pasti makin cantik
kalau di sini di perut ini ada bayi aku..."
Laras menjewer kuping Vino,meringis deh Vino,"Auww!Kok
dijewer sih Ras?Emang aku salah ya pingin cepet jadi ayah?"
Laras nerangin,"Kamu bilang apa tadi...bayi aku..."
Vino malah jadi bingung,"Lho emang bayi siapa lagi kan
cuma aku yang...he..he.."
Laras kembali jewer kuping Vino,meringis untuk yang kedua
kalinya deh Vino.Why?Tbc.....
Part 230 ** I AM HIS QUEEN
Games of Love...
Vino mendongak sambil masih berdiri di atas lutut meluk sang
isteri,"Kok aku dijewer lagi sih sayang?Memang kamu ga kepingin kita punya
baby?"
Laras malah meraih kepala Vino,"Aku kasih tahu ya Tuan Alvino
Adijaya yang ganteng banget..."
Vino mesem dipuji sang isteri,mapan dia diperut Laras.Nempelin
pipi dia di sana.Laras tersenyum,"Aku tuh akan sangat bahagia jika bisa
buat kamu bahagia.Apalagi menjadi ibu bagi anak2 kita.Bukan hanya anak2
kamu...tapi anak2 kita...kamu sendiri kan yang bilang ga ada lagi kamu atau aku
adanya kita sekarang...ingat?"
Yang ditanya malah mesem2 sendiri ga jelas.Laras jadi
heran,"Vin?Kamu dengerin aku ga sih?"
Vino malah meraih Laras dan menaruhnya di pundak dia,"Denger
sayang...jelas banget...kamu menyebut berkali2...anak-anak
kita...he..he..berarti kamu dah siap nih punya anak banyak.Yeah!!!Asyik!!!Aku
akan punya anak banyak dengan Laras....yeah!!!"
Waduh Laras jadi tersipu deh,'Astaga...kok malah mikir
begitu...ampun deh...'
Meski sang suami ga ngeh dengan maksud ucapannya tapi Laras
bahagia sekali lihat Vino hepi banget.Bahkan teriak2 gitu Vino menghadap
laut,"Mama Ningrum...denger kan Laras dan Vino akan kasih Mama cucu yang
banyak...he..he..Nanti kami akan berkunjung ke pantai biar mama bisa lihat
gimana gemesinnya,cutenya,lucunyamereka...ntar ada yang tembem kayak mamanya
nih...terus ada yang kayak Vino dong...ganteng maksimal..."
Laras nyambung,"Mama Ningrum,ntar juga ada yang suka nata
rambutnya terus kayak papanya he..he.."
Dua insan itu menikmati sunset penuh dengan cinta.Bimo
mengawasi dari jauh bersama teamnya,"Lihat Mas Vino...bahagia sekali
ya...ga sangka ya justru seorang mbak Laras yang notabene orang dari desa yang
malah bisa meraih hati Mas Vino..."
Yang lain hanya bisa manggut2 sambil baper and laper weleh...lha
kan emang waktunya dinner.Lha lunchnya?Kan dihabisin tadi buat session of
passion.Waduh istilahnya apikmen rek...Anabella datang,"Sudah waktunya
acara.Rombongan family day sudah di ball room.Ini acara permainan,pengakraban
dan doorprize.Sampaikan ke Tuan Vino kehadirannya ditunggu di ball room
Arjuna."
Bimo segera memberitahukannya.Permainan?Bersambung..........
•
Tidak ada komentar:
Posting Komentar