GERAI HATI SUAMI ^^^ ISTERIKU BAGAI IBU KOST BAGIKU



                           ISTERIKU BAGAI IBU KOST BAGIKU
       Aku melihat adikku sedang mencoba tv yang baru selesai dia perbaiki.
“Coba channel 4,bening tidak?Soalnya yang punya tv pingin lihat acara favoritnya di channel itu.Itu yang tentang kisah rumah tangga.Katanya sehari ga lihat kayak ga enak makan gitu.”
Kata-kata adikku barusan mengingatkanku kalau aku juga sedang ga selera makan.Biasanya aku makannya lahap apalagi kalau habis gajian.semua karena chatinganku dengan isteriku,Puput.
Puput: “Mas..”
Sudah lama rasanya aku ga komunikasi dengannya,kira-kira dua minggulah.Sejak aku memutuskan keluar dari rumah  mertuaku di kawasan perumahan elite di kotaku.Rumah yang menjadi seperti tempat kost bagiku.Tempat kost yang mahal.Hatiku sempat melonjak bahagia kala Puput wa aku.Dia pasti ingin aku pulang.Namun ternyata…
Puput : “Aku mau minta duit..”
Orang Jawa itu terkenal halus apalagi kalau urusan duit,paling sungkan ngomongnya namun tidak demikian isteriku.Awal pertama wa saja sudah to the point.Ga ada nanya gimana kabar aku?Apa aku sudah makan?Sehat tidak selama pandemic corona merajalela?Ya Tuhan,aku mengelus dada,merasa tak berarti di mata isteriku sendiri.
Puput : “Di tunai wae..nggak usah transfer..”
Bagi Puput,aku ini mesin ATM kali ya,didatangi kalau butuh uang aja.Habis itu dibiarkan di tempat dingin.Tujuh tahun menikah aku merasa lebih sebagai orang kost daripada seorang kepala keluarga.Mending orang kost bayar kost tiap bulan ,kalau aku tiap minggu.Kuakui sebagai suami memang tugasku memberi nafkah tapi aku ingin dia juga pengertian sebagai isteri.Hargai kek hasil jerih payahku.Kita sama-sama saling support.
Puput : “Wis dua minggu aku ora di kasih duit.”
Puput itu punya kerjaan juga.Apalagi kami belum dikaruniai anak sampai sekarang.Aku pikir awalnya mungkin karena dia wanita kota dan terbiasa hidup enak jadi makhlum saja deh.Namun gaya hidupnya yang konsumtif sungguh membuat aku nelangsa.Uang dariku hanya dipakai buat dia shopping di mall.Beli bajulah,sepatulah,taslah,inilah itulah.Padahal dia punya koleksi seabrek di rumah,masih baru-baru juga belum dipakai.Tetep saja beli.Rumah sampai lebih mirip museum menurutku.Buat gerak saja susah,barang koleksi dimana-mana.Kalau ditegur,cemberut dia.Terus ngadu deh ke kakaknya.Namanya mbak Ruli.
Kujawab wa dari Puput: “WA aja ... Mbak Ruli..kalau gini tanggung jawab gak.....”
Mbak Ruli punya suami pengangguran namanya Doni.Pengangguran tapi kayak preman.Sukanya main tangan jika ada masalah.Emang sih badannya gede tapi ga semua masalah bisa selesai dengan otot.Jika aku menegur isteriku ya wajar dong sebagai suami aku membimbing isteriku ke arah yang lebih baik.Tapi malah aku diaduin isteriku yang bukan-bukan.Katanya aku pelitlah,ga pekalah sama keinginan isteri,ga sayanglah,beginilah begitulah.Aku kurang tanggung jawab apa coba?Aku kerja sampai malam,udah gitu uangku diambil sama dia buat foya-foya.Kalau ga dikasih digeledahin terus aku cuma disisain sedikit. Untuk keperluan beli bensin dan kebutuhanku sendiri.Ngenes nian hidupku.
Kujawab dia : “Kalau dulu kau membela aku sekecap ..pasti menang ga begini.”
Aku menyesal menikahi Puput.Kupikir aku akan bisa mengubah nasibku jika menikah dengan anak orang kaya.Tahunya aku malah diporoti sampai habis.Lembur sampai malam,badan sampai sakit semua karena aku kerja fisik,eh sampai rumah masih harus nyuci sendiri.Masih harus bersih-bersih rumah juga.Ngepel dan harus tampil necis.Puput malu jika orang-orang tahu kalau aku cuma tukang bangunan.Aku merasa kian terpuruk apalagi jika kakak iparku,mbak Ruli sudah ikut campur dalam rumah tanggaku.
Aku bilang ke Puput : “O.. Dik dari pada kau minta duit mas.. apa ga sebaiknya kau suruh mas pulang ..kayak ga butuh mas kamu itu , cuman uangnya aja.. terlalu.”
Hatiku sakit mengungkapkan perasaan tak berharganya aku ke isteriku sendiri.Seorang wanita yang seharusnya menjadi penolongku malah menjadi orang yang paling menyakitiku dengan sikapnya.Kupikir dengan menikahi wanita berpendidikan maka aku akan mendapat teman hidup yang cerdas dan inovatif,penuh kreasi dan inspirasi.
Isteriku ternyata memang pintar soal merangkai kata dan bermuka dua : “Sing nggak mau pulang sopo..pintu rumahku terbuka untuk mas Yono.”
Gimana aku mau kembali ke rumah neraka itu?Disana aku selalu dipandangi bak tersangka jika ada sesuatu yang salah dimata mereka.Apalagi mertuaku orangnya kolot dan kaku.Dia pikir aku ini kontaktor kelas kakap,begitu tahu aku Cuma tukang,dia kecewa dan malu mengakuiku sebagai menantu.Dia lebih bangga dengan menantu penganggurannya yang bernama Doni itu.Inilah jika memulai sebuah hubungan dari ketidakjujuran dan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Kujawab dengan menelan harga diriku : “Ya betul .. pulang itu mudah , tapi kalau ga dapat konfirmasi dari mbak atau papi , mas ga berani .. takut itu terulang kembali.. ngeri .”
Aku ngeri ingat peristiwa yang menjadi puncak perginya kau dari rumah nestapa itu.Kala itu ayah mertuaku sakit prostat dan harus opname di rumah sakit.Jelaslah dipasangi kateter dan rasanya tidak nyaman sekali bagi beliau.Diam-diam beliau membawa silet untuk memotong kateternya dan aku memergokinya.Eh suami mbak Ruli datang dan langsung memukuliku dan menuduhku mau membunuh mertuaku.Astaga,aku ga pernah kepikiran sejahat itu.Yang lebih menyakitkan lagi adalah Puput tidak membelaku,papinya juga.Padahal dia ada pas kejadian itu.Aku menahan kepedihan selama ini.
Aku ceritakan sebuah peristiwa yang selama ini kusembunyikan dari isteriku yang ga peduli sama aku : “Ada cerita begini.Waktu itu siang sehabis ngantar kau ke salon ..ini dua minggu sebelum papi dibawa ke rumah sakit pertama kali ..dan siang itu pula mas baru bersih-bersih tanaman luar pagar.. mas lihat Bu Diro keluar kemudian bilang: “Mas Yono sampeyan ono opo, koyo tertekan?”
 Mas jawab : “Jenengan ngertos to Bu Diro?”
Bu Diro jawab,” Ngerti wae ... delog soko wajahmu iku .. critakno..”
Lalu mas jawab : “Awrat bu menawi kulo crito..matur nuwun.. “
Lalu mas mlebu nutup pintu pagar.”
Itulah dik orang lainpun tau kesusahan mas ... Masak kau ga ngerti ... Sampai sedih .. sekarang ini mas bawaannya...”
Adikku karaokenan lagu-lagu yang sedang hits sekarang,lagu campur sari slow tapi nuansanya sendu.
…..Apa aku salah nek aku crita apa anane?...
…..Apa aku salah nalika urip saomah?.....
          Aku berusaha menjadi suami yang baik.Semua keinginan Puput kuturuti walau dia masih saja memperlakukanku bak pengawal pribadi dan bukan suami.Mengikuti dia belanja berjam-jam,begitu dia ketemu temannya dia malu memperkenalkanku.Semuanya kutahan dalam hati,aku sadar aku ini tak seperti harapannya saat kenal di face book dulu.Mungkin ini karma yang harus kutanggung karena dulu aku menjalin hubungan dengan Puput saat isteri pertamaku masih hidup.
           Aku ingat kala kami masih pacaran,dia begitu manis dan aku sendiri juga kecewa dengan isteri pertamaku yang tak jua hamil.Kini isteri pertamaku telah tiada,dia shock mengetahui aku punya wanita lain.Dan kini aku menuai hasilnya,pernikahan keduaku juga tidak bahagia.Justru aku merasa bersalah telah terpikat pada perempuan seperti Puput.
           Apa aku cerai saja dari Puput ya?Hidupku nelangsa sejak hidup bersamanya.Pernikahan dia minta mewah resepsinya sampai habis puluhan juta,dan semuanya pakai uang hasil tabunganku selama dengan isteri pertamaku.Ratusan juta sudah habis uangku dihambur-hamburkan oleh Puput.Tapi penghargaan tidak kuterima justru aku dianggap biang rusuh di rumahnya.Disaat aku difitnah ,dia diam saja.Padahal selama ini aku menjaga nama baiknya.
Kalau dipikir-pikir,akulah yang bodoh.Untuk apa sakit hati pada wanita seperti Puput.Toh dia juga ga mencintaiku,dia Cuma cinta uangku.Aku sudah tekad ga akan kembali ke rumah itu.Sudah cukup aku direndahkan,diperlakukan bak babu.Apa gunanya punya isteri jika dia malah seperti ibu kost bagiku.Aku tidak akan kembali sampai keluarganya minta maaf padaku telah melakukan penganiayaan padaku.
Tapi tetap saja dia tidak merasa bersalah :” Kuwi nak pikiranmu..kalo aku nggak ada niat seperti itu..”
Aku menantangnya : “Kalau ga ada niat itu,hugatlah mbakmu biar mas cepat kembali ke sana.... Itu aja repot !!”
Aku ingin tahu siapakah ayang akan dipilihnya;aku atau kakaknya yang juga belum punya anak itu.
Dia pintar membellokkan pembicaraan : “Sebetulnya aku malu tuk mengemis bila tak ada ikatan dengan mu.”
Malu katanya?Dia yang malu selama ini punya suami kayak aku.Tapi urusan uang dia tak tahu malu.Kini aku menyadari betapa berharganya isteri pertamaku.Dia tidak pernah mata duitan dan selalu hidup sederhana.
…..Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga….
…..Sungguh berat aku rasa kehilangan dia …
Sakit hatiku dan kepedihanku selama ini muncul :”Kaupun tahu kau pasti menilai keluaga mas keluaga kere... apa ga malu pula bila kau minta mas ?”
Aku merasa tak dianggap : “Bahkan kau pernah menjelek-jelekanku di depan adik-adikku .. ga malu itu ? Akupun juga cuma diam aja.. ingat sendirikan!?”
Semua kenangan buruk dan memalukan teringat kembali di benakku.Kalau musuhku yang menjelek-jelekkan aku aku masih bisa menahannya tapi bila isteri sendiri yang melakukannya,aku sungguh sakit hati.Bila saja kutahu bahwa aku menikahi wanita seperti ini,takkan kusia-siakan uangku demi dia.Lebih baik aku buka usaha dengan uang sebanyak itu,jadi bekal di masa tuaku nanti.
Puput juga mengorek kesalahanku : “Mas Yono juga menuduh papi ambil uang recehmu..padahal papi tidak ambil..memfitnah lebih kejam..”
Tentu saja anak akan membela orang tuanya meski sesalah apapun orang tuanya,aku bisa mengerti sikapnya.Tapi aku juga bagian dari hidupnya.Setidaknya dia bisa jujur padaku kalau papinya punya hubungan gelap dengan seorang wanita.Demi wanita itu,mertuaku diam-diam mencuri uangku.Dan Puput melindungi ayahnya dengan cara menyalahkanku.
Dia terus membela papanya : “Aku ora trima!Aku ora trimo nek wong tuaku bok tuduh nyolong duitmu.Opo meneh receh .. duit neng bank we entek jee ... Soyo receh..Go ..parkir.”
Sebenarnya aku tanyanya baik-baik ... kalau memang butuh uang bilang saja toh aku menantunya.Aku bukan orang lain kenapa ga jujur saja.
Namun aku terlanjur kesal : “Berarti kau seperti mbakyumu psikolog.. membikin orang tak bersalah, tak berharga , terusir.   Bisa stress  sendiri mas kalau tetap tinggal bersamamu.. sekarang aku tutup pembicaraan.Pesan saya yang terakhir ; buanglah album nikah kita,  serta yang terpasang di dinding ruang tamu, juga kamar atas, karna sudah tak berguna lagi. Itu saja pesan saya . Trim's *.”
........Lewat angin senja yang begitu cepat berlalu.
…… tujuh tahun sudah akhiri segala denganmu ..
…….aku hanya bisa ucapkan  selamat tinggal padamu….
Seseorang mencoba menasehatiku : “Sampun Bu Sastro, kulo beten saget matur .. nanging ing rasa kulo .. kados sampun dados uni ... Menawi sampun kesah pantang kembali. ngaten matur nuwun.. Berkah Dalem.”
Bu Sastro terus membujukku : “Mas Yono,  perkawinannya kan gak bisa diceraikan oleh manusia,  berarti kan jadi perkawinan yang gantung.Misalnya mas Yono membujuk Puput supaya pindah keluar dar I rumah papi,  melangsungkan hidup baru bersama di rumah baru,  entah kost,  entah kontrak dulu,  yang penting tidak di rumah papi bagaimana?”
Aku menjawab : “Itu sudah saya coba Bu. Dia ga mau , katanya tinggal orang tua satu-satunya.. ga  bisa ditiggalin . Dan saya juga pernah bilang ..kalau dulu sayang papinya mengapa dulu nikah sama saya .. mbok hidup sama papi aja .. ga nyengsarain saya.. gitu Bu. Dia ga menjawab...sampai sekarang.”
Bu Sastro : “Berarti Puput keras hati ya.Mas Yono sudah pasti gak mau kembali?”
Aku menghela nafas: “Nyuwun sewu Bu.Mboten..   kadung manah sakit ..”
Semuanya kuceritakan pada Bu Sastro : “Nanging kulo tetep mboten saged menawi wangsul mrika maleh margi fitnahipun mbakipun Puput dateng kulo awrat.. lajeng Puput piyambak mendel mboten wonten belo dateng kulo.. menawi kulo nyawang kahanan kados-kados Puput engkang damel . Menawi wayang meniko dados dalangipun..lajeng papinipun kados sesepuh, ijal sesepuhipun dados jeh kados penonton namung mendel.Lajeng mantunipin Doni engkang pengangguran sukses kerjanipun namung antri ( antar istri ) kados Sengkuni. Dados kulo kados dipun serang.. Bu. Kulo lingsem menawi mrika malih..  jebolipun keluargo engkang boten ngremenaken ... Nuwun.”
Saat ini aku ingin menyendiri dulu,mempertimbangkan semuanya di rumah adikku.Kuharap waktu yang akan menunjukkan kebenarannya.Aku berdoa kiranya Tuhan mengampuniku dan menunjukkan jalan yang harus kutempuh.Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi para suami bahwa isteri yang baik itu adalah anugerah yang luar biasa. 
THE END.

^^^ Kisah ini adalah fiktif belaka.Jika ada kesamaan nama,peristiwa atau tempat semuanya adalah kebetulan belaka.^^^

TUMPENG
Aku  sedih tiap kali ada kegiatan makan2 di sekolah anak keduaku.Sekolah TK tapi lebih ribet dari SD.Aku biasa menunggui anakku yang baru berusia 5 tahun itu.Sudah jadi kebiasaan bagi ibu2 yang menunggui putra putrinya di sekolah bila memanggil dengan nama anak kami bukan nama asli kami.Hari itu nampak heboh sekali di tempat kami biasa menunggui.
Akupun bertanya pada temanku yang badannya lebih gendut dariku,"Ada apa sih Galih?"
Lucu juga manggil dia pakai nama anaknya,tapi dia ga marah,"Itu mau ada syukuran ulang tahun sekolah.Rencananya mau bancakan tapi ga tahu tuh malah pada mau buat tumpeng.Males banget habisin waktu buat hal begituan mending aku baca cerbung di internet atau lihat drama Korea.Oppa..."
Waduh kalau dia bahas drakor alamat bisa panjang nih,mania berat dia,"Oh gitu...aku lihat sana dulu ya.Mau iuran berapa bikin acara gituan..."
Aku mendekati para pemrakarsa acara tumpengan di sekolah,"Katanya mau buat tumpeng ya?Apa yang bisa saya bantu?Atau iurannya berapa?"
Eh malah pada sinis ditanya baik2,"Kami ini para pakarnya soal masakan apalagi tumpeng.Kecil!!Aku dah biasa buat lomba.Kamu itu urun uang aja.Dah terima beres aja!" Akupun memberikan uangnya,"Ya udah kalau gitu.Ini uangnya."
Menuju ke tempat dimana ibunya Galih berada aku dengar ibu2 pemrakarsa tadi bisik2 ngomongin aku,"Ibunya Dani itu baru aja jadi janda.Suaminya mati muda kena penyakit hipertensi dan ginjal.Kalau dia kita libatin mana ada yang mau makan tumpeng kita.Pasti pada jijik deh."
Hatiku bagai disayat dengan pisau mendengarnya,'Sabar ...sabar.Ga semua orang suka sama kita.Jangan emosi.Dinginkan kepala.'
Buat bikin tumpeng itu para ibu2 tadi ribut sendiri merasa paling bisa semua ,"Aku itu kalau masak harus komplit semua bumbunya termasuk empon2.Biar merasuk rasanya."
Yang satu ga mau kalah,"Bukan gitu yang penting nasinya harus pulen dan enak."
Namun apa yang terjadi di hari H?Bersambung.....

Part 2 TRUE STORY : TUMPENG
...Jangan membiarkan dirimu menjadi pencemooh,karena banyak perkataan banyak penghakiman...
Pada hari H,tumpeng dibawa dengan penuh kebanggaan.Walaupun dalam hati pembuatnya semuanya deg2an.Empat ibu2 yang terlibat saling menyembunyikan fakta.Ibu 1 sebut saja boss genk,'Aku kebanyakan masukin kunirnya jadi warnanya kayak es mambo.Waduh...tapi biarin aja bilang aja kunirnya beda.'
Ibu kedua sebut saja wakil ketua,'Waduh aku salah masukin empon2 nih.Tapi biarin aja mereka kan ga tahu yang penting bentuk luarnya keren.'
Ibu ketiga sang bendahara,'Aku korupsi anggarannya buat beli jajan anakku jadi gpp deh gula jawanya di kurangi porsinya...lagian biar ga kena diabet kan?'
Ibu keempat sebut saja drama queen,'Aku sudah merasakan rasanya tapi mereka bertiga kekeh bilang enak ya udah ikut aja.Mungkin emang lidah orang beda2 kali...'
Semua anak berkumpul di halaman siap menyantap tumpeng tapi kala dibagi dan dicoba langsung ekspresif anak2 itu,"Pyehhh...apa ini rasanya kayak jamu...wueeek!"
Para guru juga heran,"Apa ini?Rasanya ga karuan..."
Ibu2 yang lain juga nyoba,"Bah...ini tumpeng apaan?Rasanya aneh gini..."
Tumpengpun ga ada yang mau makan.Keempat jenderal dekok tadi malu banget lihat nasi tumpeng mereka cuma dibuang pret gitu aja di halaman sekolah.Penjaga sekolah mengumpulkannya untuk pakan ayamnya,"Rejeki buat ayamku..."
Ibunya Dani terkejut kala ke sekolah keesokan harinya,keempat mega star yang biasanya ngecoak itu ga kelihatan semua batang hidungnya,"Pada kemana yang lain kok sepi banget?"
Penjaga sekolah yang jawab,"Oh genk ceriwis itu to?Ya malulah mau nongol di sekolahan.Emak2 belagu sih.Kena batunya!Sukanya ngomongin orang sekarang jadi bahan omongan orang sendiri."
Sejak kejadian tumpeng itu keempat ibu2 ngeselin itu hanya ngantar anak2nya tapi ga nungguin kayak biasanya.
--TAMAT--
Next story saya akan kupas misteri sebuah kematian yang diinspirasi dari kisah nyata.Jujur saya ga suka film horor tapi suka film detektif.Penasaran?Ikuti aja di kisah selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar