ISTERIKU BAGAI IBU KOST BAGIKU
Aku melihat
adikku sedang mencoba tv yang baru selesai dia perbaiki.
“Coba channel 4,bening tidak?Soalnya yang punya tv pingin
lihat acara favoritnya di channel itu.Itu yang tentang kisah rumah
tangga.Katanya sehari ga lihat kayak ga enak makan gitu.”
Kata-kata adikku barusan mengingatkanku kalau aku juga
sedang ga selera makan.Biasanya aku makannya lahap apalagi kalau habis gajian.semua
karena chatinganku dengan isteriku,Puput.
Puput: “Mas..”
Sudah lama rasanya aku ga komunikasi dengannya,kira-kira dua
minggulah.Sejak aku memutuskan keluar dari rumah mertuaku di kawasan perumahan elite di kotaku.Rumah
yang menjadi seperti tempat kost bagiku.Tempat kost yang mahal.Hatiku sempat
melonjak bahagia kala Puput wa aku.Dia pasti ingin aku pulang.Namun ternyata…
Puput : “Aku mau minta duit..”
Orang Jawa itu terkenal halus apalagi kalau urusan
duit,paling sungkan ngomongnya namun tidak demikian isteriku.Awal pertama wa
saja sudah to the point.Ga ada nanya gimana kabar aku?Apa aku sudah makan?Sehat
tidak selama pandemic corona merajalela?Ya Tuhan,aku mengelus dada,merasa tak
berarti di mata isteriku sendiri.
Puput : “Di tunai wae..nggak usah transfer..”
Bagi Puput,aku ini mesin ATM kali ya,didatangi kalau butuh
uang aja.Habis itu dibiarkan di tempat dingin.Tujuh tahun menikah aku merasa
lebih sebagai orang kost daripada seorang kepala keluarga.Mending orang kost
bayar kost tiap bulan ,kalau aku tiap minggu.Kuakui sebagai suami memang tugasku
memberi nafkah tapi aku ingin dia juga pengertian sebagai isteri.Hargai kek
hasil jerih payahku.Kita sama-sama saling support.
Puput : “Wis dua minggu aku ora di kasih duit.”
Puput itu punya kerjaan juga.Apalagi kami belum dikaruniai
anak sampai sekarang.Aku pikir awalnya mungkin karena dia wanita kota dan
terbiasa hidup enak jadi makhlum saja deh.Namun gaya hidupnya yang
konsumtif sungguh membuat aku nelangsa.Uang dariku hanya dipakai buat dia
shopping di mall.Beli bajulah,sepatulah,taslah,inilah itulah.Padahal dia punya
koleksi seabrek di rumah,masih baru-baru juga belum dipakai.Tetep saja
beli.Rumah sampai lebih mirip museum menurutku.Buat gerak saja susah,barang
koleksi dimana-mana.Kalau ditegur,cemberut dia.Terus ngadu deh ke
kakaknya.Namanya mbak Ruli.
Kujawab wa dari Puput: “WA aja ... Mbak Ruli..kalau gini
tanggung jawab gak.....”
Mbak Ruli punya suami pengangguran namanya Doni.Pengangguran
tapi kayak preman.Sukanya main tangan jika ada masalah.Emang sih badannya gede
tapi ga semua masalah bisa selesai dengan otot.Jika aku menegur isteriku ya
wajar dong sebagai suami aku membimbing isteriku ke arah yang lebih baik.Tapi
malah aku diaduin isteriku yang bukan-bukan.Katanya aku pelitlah,ga pekalah
sama keinginan isteri,ga sayanglah,beginilah begitulah.Aku kurang tanggung
jawab apa coba?Aku kerja sampai malam,udah gitu uangku diambil sama dia buat
foya-foya.Kalau ga dikasih digeledahin terus aku cuma disisain sedikit. Untuk
keperluan beli bensin dan kebutuhanku sendiri.Ngenes nian hidupku.
Kujawab dia : “Kalau dulu kau membela aku sekecap ..pasti
menang ga begini.”
Aku menyesal menikahi Puput.Kupikir aku akan bisa mengubah
nasibku jika menikah dengan anak orang kaya.Tahunya aku malah diporoti sampai
habis.Lembur sampai malam,badan sampai sakit semua karena aku kerja fisik,eh
sampai rumah masih harus nyuci sendiri.Masih harus bersih-bersih rumah
juga.Ngepel dan harus tampil necis.Puput malu jika orang-orang tahu kalau aku cuma
tukang bangunan.Aku merasa kian terpuruk apalagi jika kakak iparku,mbak Ruli
sudah ikut campur dalam rumah tanggaku.
Aku bilang ke Puput : “O.. Dik dari pada kau minta duit
mas.. apa ga sebaiknya kau suruh mas pulang ..kayak ga butuh mas kamu itu ,
cuman uangnya aja.. terlalu.”
Hatiku sakit mengungkapkan perasaan tak berharganya aku ke
isteriku sendiri.Seorang wanita yang seharusnya menjadi penolongku malah
menjadi orang yang paling menyakitiku dengan sikapnya.Kupikir dengan menikahi
wanita berpendidikan maka aku akan mendapat teman hidup yang cerdas dan
inovatif,penuh kreasi dan inspirasi.
Isteriku ternyata memang pintar soal merangkai kata dan
bermuka dua : “Sing nggak mau pulang sopo..pintu rumahku terbuka untuk mas Yono.”
Gimana aku mau kembali ke rumah neraka itu?Disana aku selalu
dipandangi bak tersangka jika ada sesuatu yang salah dimata mereka.Apalagi
mertuaku orangnya kolot dan kaku.Dia pikir aku ini kontaktor kelas kakap,begitu
tahu aku Cuma tukang,dia kecewa dan malu mengakuiku sebagai menantu.Dia lebih
bangga dengan menantu penganggurannya yang bernama Doni itu.Inilah jika memulai
sebuah hubungan dari ketidakjujuran dan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Kujawab dengan menelan harga diriku : “Ya betul .. pulang
itu mudah , tapi kalau ga dapat konfirmasi dari mbak atau papi , mas ga berani
.. takut itu terulang kembali.. ngeri .”
Aku ngeri ingat peristiwa yang menjadi puncak perginya kau
dari rumah nestapa itu.Kala itu ayah mertuaku sakit prostat dan harus opname di
rumah sakit.Jelaslah dipasangi kateter dan rasanya tidak nyaman sekali bagi
beliau.Diam-diam beliau membawa silet untuk memotong kateternya dan aku
memergokinya.Eh suami mbak Ruli datang dan langsung memukuliku dan menuduhku
mau membunuh mertuaku.Astaga,aku ga pernah kepikiran sejahat itu.Yang lebih
menyakitkan lagi adalah Puput tidak membelaku,papinya juga.Padahal dia ada pas
kejadian itu.Aku menahan kepedihan selama ini.
Aku ceritakan sebuah peristiwa yang selama ini kusembunyikan
dari isteriku yang ga peduli sama aku : “Ada cerita begini.Waktu itu siang
sehabis ngantar kau ke salon ..ini dua minggu sebelum papi dibawa ke rumah
sakit pertama kali ..dan siang itu pula mas baru bersih-bersih tanaman luar
pagar.. mas lihat Bu Diro keluar kemudian bilang: “Mas Yono sampeyan ono opo, koyo
tertekan?”
Mas jawab : “Jenengan
ngertos to Bu Diro?”
Bu Diro jawab,” Ngerti wae ... delog soko wajahmu iku ..
critakno..”
Lalu mas jawab : “Awrat bu menawi kulo crito..matur nuwun.. “
Lalu mas mlebu nutup pintu pagar.”
Itulah dik orang lainpun tau kesusahan mas ... Masak kau ga
ngerti ... Sampai sedih .. sekarang ini mas bawaannya...”
Adikku karaokenan lagu-lagu yang sedang hits sekarang,lagu
campur sari slow tapi nuansanya sendu.
…..Apa aku salah nek aku crita apa anane?...
…..Apa aku salah nalika urip saomah?.....
Aku berusaha
menjadi suami yang baik.Semua keinginan Puput kuturuti walau dia masih saja
memperlakukanku bak pengawal pribadi dan bukan suami.Mengikuti dia belanja
berjam-jam,begitu dia ketemu temannya dia malu memperkenalkanku.Semuanya
kutahan dalam hati,aku sadar aku ini tak seperti harapannya saat kenal di face
book dulu.Mungkin ini karma yang harus kutanggung karena dulu aku menjalin
hubungan dengan Puput saat isteri pertamaku masih hidup.
Aku ingat
kala kami masih pacaran,dia begitu manis dan aku sendiri juga kecewa dengan
isteri pertamaku yang tak jua hamil.Kini isteri pertamaku telah tiada,dia shock
mengetahui aku punya wanita lain.Dan kini aku menuai hasilnya,pernikahan
keduaku juga tidak bahagia.Justru aku merasa bersalah telah terpikat pada
perempuan seperti Puput.
Apa aku
cerai saja dari Puput ya?Hidupku nelangsa sejak hidup bersamanya.Pernikahan dia
minta mewah resepsinya sampai habis puluhan juta,dan semuanya pakai uang hasil
tabunganku selama dengan isteri pertamaku.Ratusan juta sudah habis uangku
dihambur-hamburkan oleh Puput.Tapi penghargaan tidak kuterima justru aku
dianggap biang rusuh di rumahnya.Disaat aku difitnah ,dia diam saja.Padahal
selama ini aku menjaga nama baiknya.
Kalau dipikir-pikir,akulah yang bodoh.Untuk apa sakit hati
pada wanita seperti Puput.Toh dia juga ga mencintaiku,dia Cuma cinta uangku.Aku
sudah tekad ga akan kembali ke rumah itu.Sudah cukup aku
direndahkan,diperlakukan bak babu.Apa gunanya punya isteri jika dia malah
seperti ibu kost bagiku.Aku tidak akan kembali sampai keluarganya minta maaf
padaku telah melakukan penganiayaan padaku.
Tapi tetap saja dia tidak merasa bersalah :” Kuwi nak
pikiranmu..kalo aku nggak ada niat seperti itu..”
Aku menantangnya : “Kalau ga ada niat itu,hugatlah mbakmu
biar mas cepat kembali ke sana.... Itu aja repot !!”
Aku ingin tahu siapakah ayang akan dipilihnya;aku atau
kakaknya yang juga belum punya anak itu.
Dia pintar membellokkan pembicaraan : “Sebetulnya aku malu
tuk mengemis bila tak ada ikatan dengan mu.”
Malu katanya?Dia yang malu selama ini punya suami kayak
aku.Tapi urusan uang dia tak tahu malu.Kini aku menyadari betapa berharganya
isteri pertamaku.Dia tidak pernah mata duitan dan selalu hidup sederhana.
…..Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh
berharga….
…..Sungguh berat aku rasa kehilangan dia …
Sakit hatiku dan kepedihanku selama ini muncul :”Kaupun tahu
kau pasti menilai keluaga mas keluaga kere... apa ga malu pula bila kau minta mas
?”
Aku merasa tak dianggap : “Bahkan kau pernah menjelek-jelekanku
di depan adik-adikku .. ga malu itu ? Akupun juga cuma diam aja.. ingat
sendirikan!?”
Semua kenangan buruk dan memalukan teringat kembali di
benakku.Kalau musuhku yang menjelek-jelekkan aku aku masih bisa menahannya tapi
bila isteri sendiri yang melakukannya,aku sungguh sakit hati.Bila saja kutahu
bahwa aku menikahi wanita seperti ini,takkan kusia-siakan uangku demi dia.Lebih
baik aku buka usaha dengan uang sebanyak itu,jadi bekal di masa tuaku nanti.
Puput juga mengorek kesalahanku : “Mas Yono juga menuduh
papi ambil uang recehmu..padahal papi tidak ambil..memfitnah lebih kejam..”
Tentu saja anak akan membela orang tuanya meski sesalah
apapun orang tuanya,aku bisa mengerti sikapnya.Tapi aku juga bagian dari
hidupnya.Setidaknya dia bisa jujur padaku kalau papinya punya hubungan gelap
dengan seorang wanita.Demi wanita itu,mertuaku diam-diam mencuri uangku.Dan
Puput melindungi ayahnya dengan cara menyalahkanku.
Dia terus membela papanya : “Aku ora trima!Aku ora trimo nek
wong tuaku bok tuduh nyolong duitmu.Opo meneh receh .. duit neng bank we entek
jee ... Soyo receh..Go ..parkir.”
Sebenarnya aku tanyanya baik-baik ... kalau memang butuh
uang bilang saja toh aku menantunya.Aku bukan orang lain kenapa ga jujur saja.
Namun aku terlanjur kesal : “Berarti kau seperti mbakyumu
psikolog.. membikin orang tak bersalah, tak berharga , terusir. Bisa stress
sendiri mas kalau tetap tinggal bersamamu.. sekarang aku tutup
pembicaraan.Pesan saya yang terakhir ; buanglah album nikah kita, serta yang terpasang di dinding ruang tamu,
juga kamar atas, karna sudah tak berguna lagi. Itu saja pesan saya . Trim's *.”
........Lewat angin senja yang begitu cepat berlalu.
…… tujuh tahun sudah akhiri segala denganmu ..
…….aku hanya bisa ucapkan
selamat tinggal padamu….
Seseorang mencoba menasehatiku : “Sampun Bu Sastro, kulo
beten saget matur .. nanging ing rasa kulo .. kados sampun dados uni ... Menawi
sampun kesah pantang kembali. ngaten matur nuwun.. Berkah Dalem.”
Bu Sastro terus membujukku : “Mas Yono, perkawinannya kan gak bisa diceraikan oleh
manusia, berarti kan jadi perkawinan yang
gantung.Misalnya mas Yono membujuk Puput supaya pindah keluar dar I rumah
papi, melangsungkan hidup baru bersama
di rumah baru, entah kost, entah kontrak dulu, yang penting tidak di rumah papi bagaimana?”
Aku menjawab : “Itu sudah saya coba Bu. Dia ga mau , katanya
tinggal orang tua satu-satunya.. ga bisa
ditiggalin . Dan saya juga pernah bilang ..kalau dulu sayang papinya mengapa
dulu nikah sama saya .. mbok hidup sama papi aja .. ga nyengsarain saya.. gitu
Bu. Dia ga menjawab...sampai sekarang.”
Bu Sastro : “Berarti Puput keras hati ya.Mas Yono sudah pasti
gak mau kembali?”
Aku menghela nafas: “Nyuwun sewu Bu.Mboten.. kadung manah sakit ..”
Semuanya kuceritakan pada Bu Sastro : “Nanging kulo tetep mboten
saged menawi wangsul mrika maleh margi fitnahipun mbakipun Puput dateng kulo
awrat.. lajeng Puput piyambak mendel mboten wonten belo dateng kulo.. menawi
kulo nyawang kahanan kados-kados Puput engkang damel . Menawi wayang meniko
dados dalangipun..lajeng papinipun kados sesepuh, ijal sesepuhipun dados jeh
kados penonton namung mendel.Lajeng mantunipin Doni engkang pengangguran sukses
kerjanipun namung antri ( antar istri ) kados Sengkuni. Dados kulo kados dipun
serang.. Bu. Kulo lingsem menawi mrika malih..
jebolipun keluargo engkang boten ngremenaken ... Nuwun.”
Saat ini aku ingin menyendiri dulu,mempertimbangkan semuanya
di rumah adikku.Kuharap waktu yang akan menunjukkan kebenarannya.Aku berdoa
kiranya Tuhan mengampuniku dan menunjukkan jalan yang harus kutempuh.Semoga
kisah ini menjadi pelajaran bagi para suami bahwa isteri yang baik itu adalah
anugerah yang luar biasa.
THE END.
^^^ Kisah ini adalah fiktif belaka.Jika ada kesamaan
nama,peristiwa atau tempat semuanya adalah kebetulan belaka.^^^
TUMPENG
Aku sedih tiap kali ada kegiatan makan2 di sekolah anak keduaku.Sekolah TK tapi lebih ribet dari SD.Aku biasa menunggui anakku yang baru berusia 5 tahun itu.Sudah jadi kebiasaan bagi ibu2 yang menunggui putra putrinya di sekolah bila memanggil dengan nama anak kami bukan nama asli kami.Hari itu nampak heboh sekali di tempat kami biasa menunggui.
Akupun bertanya pada temanku yang badannya lebih gendut dariku,"Ada apa sih Galih?"
Lucu juga manggil dia pakai nama anaknya,tapi dia ga marah,"Itu mau ada syukuran ulang tahun sekolah.Rencananya mau bancakan tapi ga tahu tuh malah pada mau buat tumpeng.Males banget habisin waktu buat hal begituan mending aku baca cerbung di internet atau lihat drama Korea.Oppa..."
Waduh kalau dia bahas drakor alamat bisa panjang nih,mania berat dia,"Oh gitu...aku lihat sana dulu ya.Mau iuran berapa bikin acara gituan..."
Aku mendekati para pemrakarsa acara tumpengan di sekolah,"Katanya mau buat tumpeng ya?Apa yang bisa saya bantu?Atau iurannya berapa?"
Eh malah pada sinis ditanya baik2,"Kami ini para pakarnya soal masakan apalagi tumpeng.Kecil!!Aku dah biasa buat lomba.Kamu itu urun uang aja.Dah terima beres aja!" Akupun memberikan uangnya,"Ya udah kalau gitu.Ini uangnya."
Menuju ke tempat dimana ibunya Galih berada aku dengar ibu2 pemrakarsa tadi bisik2 ngomongin aku,"Ibunya Dani itu baru aja jadi janda.Suaminya mati muda kena penyakit hipertensi dan ginjal.Kalau dia kita libatin mana ada yang mau makan tumpeng kita.Pasti pada jijik deh."
Hatiku bagai disayat dengan pisau mendengarnya,'Sabar ...sabar.Ga semua orang suka sama kita.Jangan emosi.Dinginkan kepala.'
Buat bikin tumpeng itu para ibu2 tadi ribut sendiri merasa paling bisa semua ,"Aku itu kalau masak harus komplit semua bumbunya termasuk empon2.Biar merasuk rasanya."
Yang satu ga mau kalah,"Bukan gitu yang penting nasinya harus pulen dan enak."
Namun apa yang terjadi di hari H?Bersambung.....
Part 2 TRUE STORY : TUMPENG
...Jangan membiarkan dirimu menjadi pencemooh,karena banyak perkataan banyak penghakiman...
Pada hari H,tumpeng dibawa dengan penuh kebanggaan.Walaupun dalam hati pembuatnya semuanya deg2an.Empat ibu2 yang terlibat saling menyembunyikan fakta.Ibu 1 sebut saja boss genk,'Aku kebanyakan masukin kunirnya jadi warnanya kayak es mambo.Waduh...tapi biarin aja bilang aja kunirnya beda.'
Ibu kedua sebut saja wakil ketua,'Waduh aku salah masukin empon2 nih.Tapi biarin aja mereka kan ga tahu yang penting bentuk luarnya keren.'
Ibu ketiga sang bendahara,'Aku korupsi anggarannya buat beli jajan anakku jadi gpp deh gula jawanya di kurangi porsinya...lagian biar ga kena diabet kan?'
Ibu keempat sebut saja drama queen,'Aku sudah merasakan rasanya tapi mereka bertiga kekeh bilang enak ya udah ikut aja.Mungkin emang lidah orang beda2 kali...'
Semua anak berkumpul di halaman siap menyantap tumpeng tapi kala dibagi dan dicoba langsung ekspresif anak2 itu,"Pyehhh...apa ini rasanya kayak jamu...wueeek!"
Para guru juga heran,"Apa ini?Rasanya ga karuan..."
Ibu2 yang lain juga nyoba,"Bah...ini tumpeng apaan?Rasanya aneh gini..."
Tumpengpun ga ada yang mau makan.Keempat jenderal dekok tadi malu banget lihat nasi tumpeng mereka cuma dibuang pret gitu aja di halaman sekolah.Penjaga sekolah mengumpulkannya untuk pakan ayamnya,"Rejeki buat ayamku..."
Ibunya Dani terkejut kala ke sekolah keesokan harinya,keempat mega star yang biasanya ngecoak itu ga kelihatan semua batang hidungnya,"Pada kemana yang lain kok sepi banget?"
Penjaga sekolah yang jawab,"Oh genk ceriwis itu to?Ya malulah mau nongol di sekolahan.Emak2 belagu sih.Kena batunya!Sukanya ngomongin orang sekarang jadi bahan omongan orang sendiri."
Sejak kejadian tumpeng itu keempat ibu2 ngeselin itu hanya ngantar anak2nya tapi ga nungguin kayak biasanya.
--TAMAT--
Next story saya akan kupas misteri sebuah kematian yang diinspirasi dari kisah nyata.Jujur saya ga suka film horor tapi suka film detektif.Penasaran?Ikuti aja di kisah selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar