•
Part
311**I AM HIS QUEEN
Say of him...
Vino juga diajak berkeliling oleh kepala sekolah SD nya Laras,"Ini dulu kelasnya Laras Nak Vino...tuh bangku dimana Laras biasa duduk."
Vino miris lihat kondisi ruang kelasnya,'Atapnya banyak yang rusak.Pasti kalau hujan bocor dan basah ruang kelasnya.Lantainya juga masih semen saja.Itupun banyak yang lubang.'
Laras masuk ke ruang guru disambut ramah sama guru2 disana,"Selamat ya Ras sudah sukses sekarang.Bawa perubahan juga buat desa kita.Kami sangat bangga pernah menerima Laras sebagai murid di sini."
Apalagi ada Vino di sebelah Laras wah mereka kian segan,"Itu to pebisnis yang bangun jalan desa kita...wah masih muda udah jadi jutawan ya...hebat ya?"
Saat itulah datangseorang bapak, orang tua murid yanh tidak mampu,minta keringanan biaya agar anaknya bisa terus sekolah.Vino merhatiin gimana Laras jadi sedih melihat bapak itu memohon pada kepala sekolah,"Aku jadi ingat ayah dulu juga kayak gitu Vin..."
Vino mengambil hpnya,menghubungi mamanya,di kelurahan kan ada wifi he..he.. bisa ada sinyal,"Mama udah sampai Jakarta?Syukurlah...Mama bisa bantu Vino....Mama yang megang Yayasan Adijaya Peduli.Vino mau merenovasi SD dimana Laras dulu sekolah.Juga mau kasih beasiswa buat anak2 yang ga mampu.Bisa mama?Oke...thanks Mom."
Laras mendengar semuanya,"Vin...kamu serius mau lakukan itu?Beneran sayang?"
Vino mengangguk,"Kamu ga sedih lagi?"
Laras meraih tangan Vino dan mengecupnya,"Kau selalu membuatku bahagia..."
Wah ga cuma Laras yang berlinang bahagia denger semua itu,si bapak tadi sampai sujud syukur kala Vino memberitahukannya pada Kepala sekolah,"Matur nuwun duh Gusti.Anak saya bisa terus sekolah.Saya doain mas dermawan ini makin sukses usahanya.Makin kaya dan bahagia hidupnya."
Laras yang mengaminkan,"Amin Bapak.Anaknya ga perlu putus sekolah."
Kepala sekolahnya jelas kian kagum sama Vino dan Laras,"Kamu bawa banyak kebaikan bagi kampung halaman kamu Ras.Bapak bangga sama kamu."
Eh ga lama Hp Vino bunyi,dari perusahaan,"Iya Sean...apa?Perusahaan itu akhirnya mau kerja sama dengan kita?Wah ini kabar baik Sean.Aku segera kembali ke Jakarta."
Saat perjalanan pulang ke rumah Laras,Vino memberitahu sang isteri.Soal apa?Tbc.........
Say of him...
Vino juga diajak berkeliling oleh kepala sekolah SD nya Laras,"Ini dulu kelasnya Laras Nak Vino...tuh bangku dimana Laras biasa duduk."
Vino miris lihat kondisi ruang kelasnya,'Atapnya banyak yang rusak.Pasti kalau hujan bocor dan basah ruang kelasnya.Lantainya juga masih semen saja.Itupun banyak yang lubang.'
Laras masuk ke ruang guru disambut ramah sama guru2 disana,"Selamat ya Ras sudah sukses sekarang.Bawa perubahan juga buat desa kita.Kami sangat bangga pernah menerima Laras sebagai murid di sini."
Apalagi ada Vino di sebelah Laras wah mereka kian segan,"Itu to pebisnis yang bangun jalan desa kita...wah masih muda udah jadi jutawan ya...hebat ya?"
Saat itulah datangseorang bapak, orang tua murid yanh tidak mampu,minta keringanan biaya agar anaknya bisa terus sekolah.Vino merhatiin gimana Laras jadi sedih melihat bapak itu memohon pada kepala sekolah,"Aku jadi ingat ayah dulu juga kayak gitu Vin..."
Vino mengambil hpnya,menghubungi mamanya,di kelurahan kan ada wifi he..he.. bisa ada sinyal,"Mama udah sampai Jakarta?Syukurlah...Mama bisa bantu Vino....Mama yang megang Yayasan Adijaya Peduli.Vino mau merenovasi SD dimana Laras dulu sekolah.Juga mau kasih beasiswa buat anak2 yang ga mampu.Bisa mama?Oke...thanks Mom."
Laras mendengar semuanya,"Vin...kamu serius mau lakukan itu?Beneran sayang?"
Vino mengangguk,"Kamu ga sedih lagi?"
Laras meraih tangan Vino dan mengecupnya,"Kau selalu membuatku bahagia..."
Wah ga cuma Laras yang berlinang bahagia denger semua itu,si bapak tadi sampai sujud syukur kala Vino memberitahukannya pada Kepala sekolah,"Matur nuwun duh Gusti.Anak saya bisa terus sekolah.Saya doain mas dermawan ini makin sukses usahanya.Makin kaya dan bahagia hidupnya."
Laras yang mengaminkan,"Amin Bapak.Anaknya ga perlu putus sekolah."
Kepala sekolahnya jelas kian kagum sama Vino dan Laras,"Kamu bawa banyak kebaikan bagi kampung halaman kamu Ras.Bapak bangga sama kamu."
Eh ga lama Hp Vino bunyi,dari perusahaan,"Iya Sean...apa?Perusahaan itu akhirnya mau kerja sama dengan kita?Wah ini kabar baik Sean.Aku segera kembali ke Jakarta."
Saat perjalanan pulang ke rumah Laras,Vino memberitahu sang isteri.Soal apa?Tbc.........
•
Part 312**I AM HIS QUEEN
Shall not now be ashamed...
Vino membukakan pintu mobil untuk isterinya,"Silakan masuk my queen..."
Para guru yang nganter bahkan Pak Lurah dan jajarannya sampai mesem melihat sayangnya Vino pada Laras,'Dulu aja Laras itu kemana2 cuma jalan kaki pakai sandal jepit.Lupuk lagi.Sekarang astaga tunggangannya...tuh mobil buat beli rumah bisa dapat 3 kali...'
Vino dan Laras pamitan pada semuanya,"Mari semuanya.Terima kasih atas semuanya.Mari!"
Semua masih jejer2 depan kelurahan sampai rombongan Vino ga terlihat lagi.Masih pada gumun.Sampai penjual cilok datang dengan bunyi khasnya nyadarin mereka semua,"Thik thok!"
Pak Lurah sadar,"Lho kok kita pada berdiri kayak reca di sini?Ayo masuk!"
Ajudannya jawab,"Lha saya cuma ngikutin Bapak."
Weleh...beli follow...
Di mobil Laras nanya,"Kita akan segera kembali ke Jakarta Vin?"
Vino jawab,"Kamu denger ya...ada tender yang harus aku urus sayang.Kamu tahu keuntungannya sangat besar.Wow!Benar ya saat kita menabur kebaikan maka kita menuai jauh lebih banyak kebaikan.Baru berapa menit tadi aku bicara sama Pak Kepala sekolah eh Tuhan dah balikin berlipat uang yang kukeluarkan."
Laras tersenyum,"Tuhan ga pernah berhutang ya Vin..."
Vino meraih jemari sang isteri,"Tapi sebelum pulang kita ke makam mama Ningsih ya?Buat pamitan.Sekalian lihat renovasi di makam beliau."
Laras nyandar manja ke Vino,"Makasih ya Vin...kamu udah lakukan banyak hal buat aku...aku ga tahu harus berkata apa...sampai ga bisa berkata2..."
Vino malah berkata,"Ga cuma SD kamu aja sayang,SMP kamu bahkan SMA kamu semua akan dapat beasiswa dari Yayasan Adijaya Peduli.Bagi mereka yang tidak mampu,terlantar,ga punya orang tua,dan yang berprestasi akan dapat beasiswa.Kamu akan dicintai di desa ini.Karena kamu menjadi alasan banyak kebaikan terjadi di tempat ini."
Wah Laras sampai berkaca2 mendengarnya,"Vino..."
Wah Bimo yang nyetir sampai ga berani lihat ke belakang,karena Laras meluk Vino sambil nangis bahagia,"Makasih sayang..."
Vino godain,"Makasih aja ga cukup dong...harus ada plus2nya...he..he.."
Bilang gitu sambil meremas jemari sang isteri,Laras paham.Senyum merona dia.Waduh...alamat panti pijatnya buka lagi nih.Yo wes ben.Bersambung....
Shall not now be ashamed...
Vino membukakan pintu mobil untuk isterinya,"Silakan masuk my queen..."
Para guru yang nganter bahkan Pak Lurah dan jajarannya sampai mesem melihat sayangnya Vino pada Laras,'Dulu aja Laras itu kemana2 cuma jalan kaki pakai sandal jepit.Lupuk lagi.Sekarang astaga tunggangannya...tuh mobil buat beli rumah bisa dapat 3 kali...'
Vino dan Laras pamitan pada semuanya,"Mari semuanya.Terima kasih atas semuanya.Mari!"
Semua masih jejer2 depan kelurahan sampai rombongan Vino ga terlihat lagi.Masih pada gumun.Sampai penjual cilok datang dengan bunyi khasnya nyadarin mereka semua,"Thik thok!"
Pak Lurah sadar,"Lho kok kita pada berdiri kayak reca di sini?Ayo masuk!"
Ajudannya jawab,"Lha saya cuma ngikutin Bapak."
Weleh...beli follow...
Di mobil Laras nanya,"Kita akan segera kembali ke Jakarta Vin?"
Vino jawab,"Kamu denger ya...ada tender yang harus aku urus sayang.Kamu tahu keuntungannya sangat besar.Wow!Benar ya saat kita menabur kebaikan maka kita menuai jauh lebih banyak kebaikan.Baru berapa menit tadi aku bicara sama Pak Kepala sekolah eh Tuhan dah balikin berlipat uang yang kukeluarkan."
Laras tersenyum,"Tuhan ga pernah berhutang ya Vin..."
Vino meraih jemari sang isteri,"Tapi sebelum pulang kita ke makam mama Ningsih ya?Buat pamitan.Sekalian lihat renovasi di makam beliau."
Laras nyandar manja ke Vino,"Makasih ya Vin...kamu udah lakukan banyak hal buat aku...aku ga tahu harus berkata apa...sampai ga bisa berkata2..."
Vino malah berkata,"Ga cuma SD kamu aja sayang,SMP kamu bahkan SMA kamu semua akan dapat beasiswa dari Yayasan Adijaya Peduli.Bagi mereka yang tidak mampu,terlantar,ga punya orang tua,dan yang berprestasi akan dapat beasiswa.Kamu akan dicintai di desa ini.Karena kamu menjadi alasan banyak kebaikan terjadi di tempat ini."
Wah Laras sampai berkaca2 mendengarnya,"Vino..."
Wah Bimo yang nyetir sampai ga berani lihat ke belakang,karena Laras meluk Vino sambil nangis bahagia,"Makasih sayang..."
Vino godain,"Makasih aja ga cukup dong...harus ada plus2nya...he..he.."
Bilang gitu sambil meremas jemari sang isteri,Laras paham.Senyum merona dia.Waduh...alamat panti pijatnya buka lagi nih.Yo wes ben.Bersambung....
Part 313**I AM
HIS QUEEN
Capacity of heart...
Pak Syamsul bicara pada Vino malam harinya,"Saya ingin
tinggal di sini dulu Nak Vino.Memastikan renovasi rumah berjalan dengan baik.Sekalian
ngurus jual beli tanah yang kemarin.Gpp kan Nak Vino?"
Vino memandang isterinya,minta pendapat,"Bagaimana
sayang?"
Laras agak cemas karena dulu sang ayah pernah diculik sama
Revan,"Tapi Yah...siapa yang akan jaga Ayah?"
Bimo yang jawab,"Tenang Mbak Laras saya akan jaga Ayah mbak
Laras.Lagipula saya juga masih mengurusi proyek pembangunan jalan dan RS.Belum
yang lainnya."
Laras tenang kalau gitu,"Oh Pak Bimo disini.Kalau gitu gpp
deh."
Bimo malah mencemaskan Vino,"Lha Mas Vino nanti
bagaimana?"
Vino malah merangkul Laras,"Kan ada banyak bodyguard Bim.Ada
Yudi,Alvan,Rais belum lainnya.Lagipula aku ini kan kuat.Iya kan Ras?"
Waduh yang ditanya langsung blingsatan sambil melirik jam
pula.Cie...cie...sudah waktunya warungnya buka nih.Kok warung sih say?Lha
apa?Pijat refleksi.Apa ga pijat plus2 ya?
Malam itu suasananya beda,Vino nampak melamun sambil senyum2 ga
jelas,Laras yang bawa singkong goreng buat cemilan nampak heran,"Bayangin
apa sih Vin?Segitu amat deh sampai senyum sendiri?Nih kubawain blanggreng.Enak
lho masih hangat.Baru selesai goreng.Singkongnya empur lagi."
Vino menarik sang isteri,Laras langsung mapan di pelukan sang
suami,"Waktu kamu sama anak2 di SD tadi aku jadi bayangin kamu sama anak2
kita Ras...Aku ingin jadi ayah Ras...Ada yang manggil aku papa...papa...lari2
gitu nyamperin aku pulang kerja...Pasti indah ya Ras..."
Laras tersenyum,"Iya Vin...aku juga ingin sekali jadi ibu
bagi anak2 kamu.Kubayangin Vino2 kecil bermain bersama.Jahil ga ya kayak
Papanya?He..he.."
Vino gelitikin Laras,"Kamu bilang aku jahil?Awas ya!"
Malah rame mereka sampai suaranya kedengaran diluar.Bimo
dan team yang asyik makan blanggreng juga bareng Pak Syamsul di lincak jadi
senyum,"Mas Vino ceria sekali..ketawa sampai kayak gitu..."
Tapi tiba2 suara cekikikannya berhenti.Pak Syamsul langsung
heran,"Kok jadi anteng?"
Bimo berkata,"Anteng kitiran Pak...he..he..adegan khusus
17plus.He..he..."
Tbc♥♥
Part 314**I AM HIS QUEEN
Seen this people...
Seperti kesepakatan,sebelum balik ke Jakarta,Vino dan Laras
ziarah lagi ke makam ibunya Laras.Sekalian lihat hasil perombakan yang
dilakukan di sana.Istilah orang Jawa itu ngijing.Namun yang bikin Laras heran
adalah banyaknya warga yang juga mau ziarah.Pasar kembang sampai laris
manis.Para penduduk yang dulu memandang sebelah mata pada ibunya kini malah
rombongan nyekar.Malah lebih ramai makam daripada pasar malam.Weleh...
Ditambah dengan design makam yang dibikin baru oleh Vino,Laras
sampai bersimpuh lihatnya,"Ya ampun Vin...ini bagus banget.Kayak makamnya
kaum priyayi saja.Ada kijingnya dari marmer.Lantainya keramik.Diberi naungan
rumah2an.Dipagar lagi.Ya ampun Vin...ini indah banget."
Vino merengkuh sang isteri,"Ini masih belum jadi semua
sayang.Rencananya area sekitar ini ehm satu bukit ini deh...kan udah kubeli tuh
tanahnya...mau kubikin kayak taman gitu.Jadi akan ada bangku2 buat
duduk...terus jadi kayak semacam makam keluarga.Jika ada kerabat kamu yang
butuh makam tinggal bilang saja...tanahnya lumayan luas.Terserah sama Ayah mau
dikelola bagaimana.Kamu suka?"
Laras ga ngerti deh harus bilang apa lagi,semua yang
dilakukan suaminya dah bikin dia speechless.Cuma bisa mengangguk haru sambil
nyandar manja di bahu sang suami.Pak Syamsul aja sampai meneteskan air mata
jongkok di nisan isterinya,"Kamu lihat itu Ningsih...menantumu dari
Jakarta.Suami Laras.Baik nian orangnya.Kamu sekarang dianggap wanita pembawa
keberuntungan bagi desa ini.Banyak yang datang menabur bunga di makam
kamu.Mengucap terima kasih karena kamu sudah melahirkan Laras.Lihat
itu..."
Memang banyak warga yang datang memberi penghargaan
sekalian ngantar Vino dan Laras yang mau back to Jakarta.Bimo terharu melihat
ibu sampai nangis saat nabur bunga,"Aku ke sini mau bilang makasih mbak yu
dah melahirkan seorang anak kayak Laras.Suami aku udah lama nganggur.Tapi sejak
ada proyek pembangunan jalan dan yang lainnya kini dia punya kerjaan.Bayarannya
juga bagus.Aku juga bisa jualan matengan didekat lokasi.Padahal hampir saja aku
tuh mau bunuh diri karena nelangsa mikir ekonomi keluargaku.Anakku butuh biaya
semua.Atur panuwun ya mbak yu.."
Back to Jkt?Tbc..
Part 315** I AM HIS QUEEN
Inherit it...
Vino pamitan pada Pak Syamsul,"Ayah,Vino kembali ke Jakarta
ya.Vino yakin ga cuma Bimo dan team yang menjaga Ayah di sini tapi seluruh
warga di sini pasti akan menjaga Ayah karena mereka semua mendapat kebaikan
karena Ayah punya seorang putri bernama Laras."
Pak Rt para warga sekitar bahkan siap bela desa demi Pak
Syamsul.Astaga kayak mau demo aja.Laras senang sekali mengetahuinya,"Laras
pamit ya Ayah.Jangan lupa makan.Jangan kecapekan.Ntar Laras akan sering
telpon.Nanyain kabar Ayah."
Bimo juga dipamiti,"Titip Ayah ya Pak Bimo.Kalau ada apa2
kabari segera."
Semua melambai mengantar iring2an mobil Laras dan
Vino,"Selamat jalan Mas Dermawan...Mas Jutawan!!Selamat jalan
Laras!!Terima kasih buat kemurahan hatinya...."
Laras terharu sekali melihat mereka semua,"Lihat itu Vin...ya
ampun sampai yang di sawah2 aja pada berjajar di tepi jalan melambaikan tangan
ke kita..."
Vino dan laras buka jendela mobil membalas lambaian
mereka.Sementara Vino dan Laras otw pulang ke Jakarta,di Jakarta Revan ribut
lagi sama Mamanya,"Bagus ya Ma...kalau pergi sama Vino aja betah banget!Ga
pulang2!Lupa kalau masih punya anak bernama Revan!!Gapapa...udah ga kaget
lagi!"
Rani coba jelasin,"Honey...di sana susah sinyal oke?Mama
bukannya lupa sama kamu.I never forget you dear...anak mama..Jangan marah dong
sama mama...ini mama dah di sini pulang duluan demi kamu.Gimana kamu kok tiba2
beda gini penampilannya?Rapi bener...punya gebetan ya?"
Revan jawab,"Papa yang ajarin Revan kayak gini...Revan ga mau
kalah sama Vino Ma..Revan mau jadi bisnisman hebat juga.Emang cuma anak mama
itu aja yang bisa jadi enterpreneur?Revan juga bisa!"
Rani senang lihat putranya mau serius menata hidupnya,"Bagus
itu!Ini nih yang mama harapkan selama ini.Kamu bangkit.Mama yakin kamu juga
bisa kayak adik kamu.Mama akan bantu kamu.Anabel juga siap..."
Anabel malah senyum kecut,'Aduh kalau berurusan sama Tuan Revan
bawaannya jantungan melulu.Mending Tuan Vino walau lebih muda tapi jauh lebih
dewasa.Ga pernah nyalahin atau asal kasih perintah.'
Rani heran lihat Anabel malah melamun,"Anabel!Kamu siap kan
bantu Revan?Malah bengong gitu?"
Geragapan deh Anabel,"Sssiap Bu Rani."
Tbc..
Part 316**I AM HIS QUEEN
Her end...
Rombongan Vino baru sampai perbatasan desa eh tiba2
berhenti.Vino yang mobilnya ditengah jadi heran,"Ada apa Bim?"
Bimo mendekat,"Maaf Mas ada masalah di depan.Ada orang mau
bunuh diri di depan.Itu si mbak genit yang kasih ayam bakar itu."
Laras jadi ikut keluar,"Ada apa Pak Bimo?Siapa yang mau
mencoba bunuh diri?"
Rupanya Si Denok akibat ulahnya yang keganjenan mau
dinikahkan sama ayahnya dengan seorang pria yang punya toh atau tembong besar
di wajahnya.Denok jelas ga mau ngancam mau minggatlah dan akhirnya mau bunuh
diri.Berdiri di tengah jalan bawa pisau pula.Wah ayahnya dan ibunya sampai
geger nyusul,"Ya ampun Nduk!!!Aja nglalu ya cah ayu....kamu itu jangan
punya pikiran pendek..."
Ayahnya sampai buka rahasia,"Sebenarnya Nduk bapak itu punya
utang banyak sama masnya yang tembongen itu.Semua tanah kita udah atas nama dia
semua nduk...bapak terpaksa demi nikahke kamu dulu mewah di gedung.Ternyata
suamimu tukang meretin."
Laras hendak membujuk Denok tapi Vino mencegahnya,"Sayang,dia
bawa pisau.Aku ga ijinin kamu deketi dia.Bim!"
Bimo dibisiki sama Vino.Keduanya lalu bagi tugas.Vino
bicara sama Denok ngalihin perhatiannya,agar menepi dari jalan,"Kamu
denger aku ya...kasih pisau itu ke aku...kamu tenang oke...orang tua kamu ga
akan maksa kamu menikahi siapapun..."
Denok lihat Laras,"Aku mau kayak Laras...dapat suami kaya
raya,ganteng dan punya segalanya...Aku ga akan bunuh diri asal Mas Vino mau
sama aku.Ngambil aku jadi isterinya ...isteri muda juga gpp."
Waduh...apa tindakan Vino?Tbc....
Part 317**I AM
HIS QUEEN
Spoken...
Vino kasih kode ke Bimo untuk mendekati Denok dari arah belakang,'Aku harus bisa merebut pisau itu dulu.Sebaiknya Laras kuminta masuk ke mobil saja.Bahaya kalau wanita ini nekad atau menyerang tiba2.'
Vino kasih kode ke bodyguardnya untuk mengamankan sang isteri,tapi Laras malah mencemaskan Vino,"Hati2 Vin..."
Denok kesal lihat Laras,"Pokoknya aku mau kayak Laras!!Jadi isterinya Mas Vino!!Aku hanya mau nikah kalau sama Mas Vino."
Pak Rt malu banget,"Nok!Kamu itu jangan mengingini suami orang.Laras itu sudah berjasa besar buat desa kita.Kamu harus tahu diri.Nak Vino itu suaminya Laras."
Dinasehatin malah ngamuk dan hendak menyerang Laras pakai pisau,"Laras!!Aku benci kamu!!Kamu dapetin semua yang aku impikan selama ini!!"
Vino segera melindungi Laras,sampai tergores tangannya.Darah mengucur membuat Denok tertegun,"Mas Vino berdarah?"
Vino segera mengambil pisaunya,sementara Bimo segera mengamankan Denok.Laras lari mendapatkan Vino,"Vin,kamu terluka...ya ampun...agak dalam kayaknya Vin..."
Langsung dibawain P3K sama bodyguard.Denok histeris dah bikin Vino terluka,"Mas Vino aku ga sengaja!!Jangan marah sama aku Mas....Tetep jadiin aku isteri kamu ya Mas Vino..."
Vino menghela nafas dan sementara Laras mengobati lukanya,ia jelasin ke Denok,"Maaf ya Denok...saya tak bisa menikahi kamu.Dalam hidup saya hanya seorang saja isteri saya yaitu Laras.Lagipula saya sudah berjanji pada Laras bahwa saya tidak akan menduakan dia.Sampai kapanpun."
Wah Denok kecewa sekali,lalu datanglah si mas tembongen,"Dik Denok kamu sama Mas aja ya...sudah lama Mas naksir sama kamu.Ntar Mas beliin mobil juga deh...yeah walau mobilnya ga sebagus yang dipakai masnya ini...kamu mau apa wis aku beliin...Mau ya nikah sama mas..."
Laras berkata sama Denok,"Mbak Denok buang semua rasa iri mbak sama saya...Selama mbak masih menyimpan kebencian mbak ga akan pernah bisa bahagia,ga akan bisa menikmati hidup mbak,mbak jangan lihat segala sesuatu dari sisi luar saja.Syukuri apa yang mbak punya.Mbak masih punya orang tua yang sayang sama mbak,punya tempat tinggal dan yang lainnya."
Denok akhirnya mau diajak pulang,tentu saja Pak Rt jadi ga enak sama Vino.Lukanya?Tbc.....
Spoken...
Vino kasih kode ke Bimo untuk mendekati Denok dari arah belakang,'Aku harus bisa merebut pisau itu dulu.Sebaiknya Laras kuminta masuk ke mobil saja.Bahaya kalau wanita ini nekad atau menyerang tiba2.'
Vino kasih kode ke bodyguardnya untuk mengamankan sang isteri,tapi Laras malah mencemaskan Vino,"Hati2 Vin..."
Denok kesal lihat Laras,"Pokoknya aku mau kayak Laras!!Jadi isterinya Mas Vino!!Aku hanya mau nikah kalau sama Mas Vino."
Pak Rt malu banget,"Nok!Kamu itu jangan mengingini suami orang.Laras itu sudah berjasa besar buat desa kita.Kamu harus tahu diri.Nak Vino itu suaminya Laras."
Dinasehatin malah ngamuk dan hendak menyerang Laras pakai pisau,"Laras!!Aku benci kamu!!Kamu dapetin semua yang aku impikan selama ini!!"
Vino segera melindungi Laras,sampai tergores tangannya.Darah mengucur membuat Denok tertegun,"Mas Vino berdarah?"
Vino segera mengambil pisaunya,sementara Bimo segera mengamankan Denok.Laras lari mendapatkan Vino,"Vin,kamu terluka...ya ampun...agak dalam kayaknya Vin..."
Langsung dibawain P3K sama bodyguard.Denok histeris dah bikin Vino terluka,"Mas Vino aku ga sengaja!!Jangan marah sama aku Mas....Tetep jadiin aku isteri kamu ya Mas Vino..."
Vino menghela nafas dan sementara Laras mengobati lukanya,ia jelasin ke Denok,"Maaf ya Denok...saya tak bisa menikahi kamu.Dalam hidup saya hanya seorang saja isteri saya yaitu Laras.Lagipula saya sudah berjanji pada Laras bahwa saya tidak akan menduakan dia.Sampai kapanpun."
Wah Denok kecewa sekali,lalu datanglah si mas tembongen,"Dik Denok kamu sama Mas aja ya...sudah lama Mas naksir sama kamu.Ntar Mas beliin mobil juga deh...yeah walau mobilnya ga sebagus yang dipakai masnya ini...kamu mau apa wis aku beliin...Mau ya nikah sama mas..."
Laras berkata sama Denok,"Mbak Denok buang semua rasa iri mbak sama saya...Selama mbak masih menyimpan kebencian mbak ga akan pernah bisa bahagia,ga akan bisa menikmati hidup mbak,mbak jangan lihat segala sesuatu dari sisi luar saja.Syukuri apa yang mbak punya.Mbak masih punya orang tua yang sayang sama mbak,punya tempat tinggal dan yang lainnya."
Denok akhirnya mau diajak pulang,tentu saja Pak Rt jadi ga enak sama Vino.Lukanya?Tbc.....
Now go...
Pak Rt minta maaf pada Laras,"Nak Laras tolong bilang sama
suaminya,jangan sampai karena ulah anak saya semua bantuan buat desa dicabut
ya...Bapak sungguh minta maaf dan malu atas kelakuan putri bapak.Denok itu dulu
lahirnya prematur jadi anaknya itu sensitif sekali.Harus keturutanlah
modelnya.Jangan biarin desa ga jadi dibangun gara2 Nak Vino marah sama anak
saya.Saya tahu betapa sayangnya Nak Vino sama Nak Laras jadi kalau Nak Laras
yang bujuk pasti mau dengerin..Tolong dibujuk ya.."
Laras jawab,"Bapak tenang saja,Vino itu ga gitu orangnya.Dia
selalu memenuhi perkataannya."
Vino kebetulan dengar,"Laras benar Bapak.Apa yang saya
janjikan buat desa ini tidak akan terpengaruh oleh sikap putri Bapak."
Lega deh Pak Rt akhirnya dia ga akan disalahin warga karena sanksi
sosial itu lebih berat dari sanksi lainnya.Bimo mencemaskan Vino,emang sayang
nian pengawal utama Vino ini pada majikannya,"Gimana Mas tangannya?Nanti
di desa selanjutnya ada RS.Sebaiknya tangan Mas diperiksa dulu takutnya lukanya
serius.Ya kan Mbak Laras?"
Laras setuju,"Benar Vin.Pokoknya aku ga mau kamu kenapa2 jadi
kamu harus medical check up dulu.Lagipula katanya kamu mau tahu RS dimana kisah
kita dimulai.RS dimana aku mendengar nama Alvino Adijaya pertama kali."
Vino ngalah deh ikuti kemauan sang pujaan hati.Oh pujaan hati ....
Merekapun otw ke RS dimana Laras ketemu Revan.Diperjalanan hp
Laras bunyi rupanya Pak Syamsul mendengar soal Vino terluka,langsung cemas deh
sang mertua cie...cie...,"Ras,Nak Vino gimana?Gpp kan?"
Aduh langsung senyum deh Laras ke arah Vino,"Ditanyain kamu
sama Ayah...mau ngomong langsung katanya ga tenang katanya kalau ga denger
langsung suara kamu..."
Laras megangi hpnya sementara Vino ngomong,makhlum tangan kirinya
yang luka,"Hello Ayah...iya Vino gpp...cuma luka goresan saja kok...Laras
tuh yang khawatirnya berlebihan sampai Vino disuruh medical check up segala ke
RS...Waduh jangan cemas gitu dong Ayah...Vino beneran gpp...nih Vino masih bisa
godain Laras..."
Laras dikecup pipinya sama Vino jelas kaget merona
Laras,"Vino...."
Pak Syamsul baru lega denger suara Vino dicubitin
Laras,"Syukur deh kalau Nak Vino gpp..."
Perhatiannya...Tbc.
Part 319**I AM HIS QUEEN
Unto The Place...
Sampai juga di RS yang dituju,Memorial hospital he..he..
Laras berkata,"Akhirnya Alvino Adijaya yang asli,the
real,menginjakkan kaki di sini juga...kisah cinta kita akhirnya lengkap."
Vino agak cembogu juga sebenarnya,"Jangan2 yang kamu kenang
awal jumpa Revan ya...awas ya di pikiran kamu,di hati kamu bahkan di bayangan
kamu hanya boleh ada satu nama...Alvino Adijaya..the real.Bukan yang kw.Bukan
yang imitasi atau tiruan."
Laras gemes tenan sama suaminya itu,"Belum cukup kayaknya
dicubitin tadi...udah dapetin aku hati aku perhatian ayah aku pula eh masih aja
kurang yakin kalau aku itu milik kamu seorang..."
Vino senyum,"Laras Adijaya?"
Laras mengangguk,"Laras Adijaya.Isteri Alvino Adijaya yang
gemesin ini...yang ga mikirin kalau lagi sakit tangannya...pikirannya yang ga2
melulu...hmm..."
Vino seneng terus malah hendak goyang khas dia eh tangannya
perih,"Auww..."
Laras segera lihatin,"Tuh kan kebanyakan gerak sih...Udah ayo
ke IGD aja..."
Vino heran,"Kok ke Instalasi Gawat Darurat sih sayang...ini
kan cuma tergores aja...bukan emergency case..."
Laras kekeh narik Vino ke sana,"Udah bayi gede janjinya apa
tadi?"
Vino manut aja ditarik,"Mau nurut sama kamu..."
Laras bener2 pingin nyiwel pipi Vino deh,"Makanya diem
aja.Jangan rebek."
Eh Vino beneran diem grek ditempatnya bikin Laras kaget,"Kok
berat amat ?Astaga...Vino malah kayak patung pancoran...ayo jalan!"
Vino manyun,"Katanya suruh diem.Gimana sih?"
Laras gemes tingkat dewa sama suaminya,"Alvino
Adijaya...kalau ga jalan ntar ga dapat NS selama seminggu kalau perlu
sebulan.Mau?"
Vino malah mikir,"Apa itu NS?Nasi sangit?Nasi Sambalado?Apaan
sih Ras?"
Laras mendekat dan berbisik,"Night Service..."
Bimo aja sampai gumun tingkat kelurahan lihat keduanya,'Love birds
ini ngomongin apa sih?Kok ga ngeh ya?Aku kok jadi ngelu...apa aku perlu
diperiksa juga ya?Jangan2 ada yang soak nih badan?'
Vino langsung terbelalak denger arti NS,"Oh no!!Jangan dong
Sayang...itu kan udah agenda rutin.Ga bisa diganggu gugat.Iya aku jalan
deh...terserah mau dibawa ke ruang IGD kek radiologi kek...poliklinik
kek...bedah kek..whatever.Ikut deh."
Tbc...
Part 320**I AM HIS QUEEN
When I Visited...
Di ruang IGD dokternya awalnya hendak marah karena bukan
kondisi emergency kok dibawa ke unit gawat darurat,tapi begitu lihat siapa yang
terluka,dokternya ga jadi marah malah touch up dulu.Dandan dulu weleh...
Laras jadi yang bete,"Ini gimana sih kok malah ditinggal
pergi sih?"
Vino bilangin,"Kan juga kubilang apa sayang...kayak begini
tuh ga perlu dibawa ke IGD deh?Kepala batu sih..."
Laras mencereng,"Udah jangan ngebantah terus.Diem ganteng
bisa kan?Atau ...."
Vino langsung menyahut,"Iya...iya...aku diem...sekarang main
ngancam deh...kebanyakan lihat film action kali..."
Laras lihat dokternya datang,"Udah itu dokternya
datang...diem yang manis ya..."
Laras agak heran lihat sikap dokternya berubah jadi super baik dah
gitu maskernya ga dipakai plus lipstiknya mangar2,'Nih dokter perasaan tadi
pakai masker dan kayaknya ga tebal gini deh riasannya.Lha kok berubah?Jangan2
denok jilid dua nih.Wah gawat!!'
Belum sampai tuh dokter meriksa Vino,Laras dah ngajak Vino
cabut,"Ga jadi Dok.Suami saya ga parah kok lukanya.Saya bawa aja ke poli
umum.Maaf ya ...Ayo sayang..."
Vino heran juga tapi ga protes,'Kepala batu kok berubah pikiran
tiba2 jadi dengerin aku?Pencerahan dari mana?Nurut aja deh daripada ga dapat
jatah.He..he..'
Bimo juga heran,"Lho mbak Laras kok udah selesai?Ga dirontgen
atau dijahit gitu?"
Laras malah ketemu dokter yang dulu nangani ayahnya,"Lho kamu
Laras kan?Anaknya Pak Syamsul?"
Untung dokternya dah tua botak pula kalau ga Vino dah siap pasang
kuda2.Astaga!Oleh dokter itu Vino dibawa ke ruang perawatan dan dirawat
lukanya,"Untung ga begitu dalam...tapi kemungkinan nanti akan ninggalin
bekas."
Vino malah nunjukin tangannya yang dulu bekas gigitan
Laras,"Wah ini juga ada bekas gigitan Dok..."
Laras tersipu,Dokternya nanya,"Wah dua2nya ya?Digigit apa ini
?"
Vino jawab sambil mesem,"Biasa Dok di rumah kan punya hamster
betina.Agak ganas gitu Dok.."
Laras melototi Vino,Vino langsung meralat,"Tapi sekarang dah
agak jinak sih Dok...kalau malam jinak Dok...kalau siang kambuh ganasnya
Dok..."
Dokternya malah gumun,"Wah ada ya hamster kayak gitu..."
Hamster?Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar