Part 291**I AM HIS QUEEN
My darling...
Ibu itu malah bersimpuh di kaki Vino,"Oh ini pasti suamimu yang
dari kota itu ya Ras?Byuh2..Elok tenan ...Mas Pengusaha,Saya sudah denger
berita soal Anda,Anda itu kaya banget.Perusahaannya banyak tenan...Tanahnya dimana2,di
Jawa,diluar pulau bahkan di luar negeri...belum rumahnya megah tenan kayak
istana...saya ini dulu dianggap wong duwe di desa ini saja masih belum ada
apa2nya sama Anda....mbok saya minta tolong mohon dibeli tanah saya...yang cuma
5 hektar.Saya ini dah habis2an buat kesembuhan suami saya.Pick up saja sampai
sudah saya jual.Mau ya Mas Jutawan ya?Kalau mau rumah saya sekalian dibeli juga
gpp...saya mau beli rumah di kota saja...yang deket RS dimana suami saya
dirawat..."
Denok takjub mendengarnya,'Hahh..Suaminya Laras ternyata punya tanah
dimana2?Astaga...tiwas aku pamer tadi...makanya kok dia adem ayem aja...ga
gagas blas...'
Vino meminta ibu itu berdiri,"Ibu jangan khawatir,saya akan beli
tanah ibu.Saya akan beli dengan harga yang bagus...ibu juga ga usah pindah
karena sebentar lagi akan ada RS di desa ini.Saya akan pastikan RS itu memiliki
fasilitas medis dan tenaga medis yang ga kalah dengan yang dikota."
Vino mendekati Pak Syamsul,"Ayah,nanti tanah ibu ini akan saya
atas namakan Ayah.Anggap saja mahar dari saya.Saya harap Ayah mau menerimanya
dan mengelolanya dengan baik.Terserah Ayah mau dibuat jadi
peternakan,perkebunan atau persawahan.Itu hak Ayah.Ayah mau kan?"
Pak Syamsul terperangah,"Nak Vino ...5 hektar itu buat saya?Atas
nama saya?Itu kan mahal Nak..."
Vino malah menggenggam erat jemari Laras dan mengecupnya,"Itu
bukan apa2 Ayah...harta yang lebih berharga dari itu semua sudah Ayah berikan
pada Vino..Putri Ayah...Wanita yang Vino cintai...Laras Adijaya..."
Bu Darmi kagum,"Ya ampun Pak Syamsul....punya menantu ya apik
tenan...nasibe Laras jan mujur pisan...Gusti mboten sare Pak..."
Ga cuma Bu Darmi bahkan Pak Rt
dan warga yang hadir di situ semua terkagum2.Bimo melirik Si Denok yang nampak
bete,'Makanya jadi orang jangan sumugih...diatas langit masih ada langit.Baru
punya tegal sehektar aja somse.Mas Vino aja yang punya tanah dimana2 aja ga
segitu amat.'
Lamunan Bimo terhenti.Kenapa?Tbc........
Part 292**I AM HIS QUEEN
Pay my vows...
Vino manggil Bimo,"Bim!"
Walau manggil Bimo tapi
matanya tetep saja ke Laras.Merhatiin reaksi sang isteri yang nampak terharu.Ga
cuma terharu,Laras sampai mau nangis melihat suaminya bela dia didepan banyak
orang,'Vino ga membiarkan ayahku dipermalukan.Selalu membalikkan keadaan.Selalu
bikin hati aku meleleh...Suamiku sayang...tahu aja bikin aku makin mabuk
kepayang...cintamu itu membuatku ga bisa jauh darimu...aku mencintaimu
Vin..Terima kasih...'
Bimo mendekat,"Ya Mas?"
Vino berkata,"Tolong kamu urus jual beli tanahnya.Pastikan juga ibu
ini memiliki kartu bpjs.Tolong dibantu ya Bim.Dan ingat tanah itu nanti dibalik
nama atas nama Pak Syamsul.Kamu mengerti Bim?"
Bimo jelas manggut2,"Saya mengerti Mas."
Vino lalu memandang Laras,"Aku laper...bau acem juga...ayo
pulang..."
Laras malah meluk Vino penuh haru,"Makasih ya Vin...terima
kasih..."
Walau ga nyebutin alasannya,Vino tahu maksud sang isteri,"Anything
for you...bukankah itu janjiku saat menikahimu?Membuatmu bahagia?Aku masih
punya kejutan lain.Habis sarapan aku kasih tahu...aku laper..."
Laras tersenyum di dada
Vino.Sementara Si Denok dimarahi ayahnya,"Bikin malu!Ngisin2i waris!Pamer
tanah sakcumprit didepan Mas Vino.Kamu ini bikin malu bapak!!Pantas kamu
diceraikan sama suamimu.Ayo mulih wae!!Gawe wirang tok!"
Denok digelandang pulang sama ayahnya sedang Laras digandeng mesra sama
Vino otw ke rumah Laras yang sederhana.Kejadian itu jadi gunjingan
warga,"Pak Syamsul yang miskin dan banyak hutang dulu itu sekarang punya
tanah lho.Malah aku denger hutang2nya dilunasi semua sama menantunya itu.Dapat
durian runtuh kayaknya.Bejo tenan!"
Num diminum minum I love you ...weleh malah ngiklan penulise.
Laras bergelayut manja dilengan Vino,ga peduli dia mau diliatin warga
dikiri kanan jalan sekalipun.Sakbahgiamu Ras...
Vino nanya,"Kamu bahagia kayaknya...senyum terus bibirnya..."
Laras melirik,"Kan karena kamu...kamu itu selalu buat aku
bahagia..."
Vino ikut bahagia,"Sayang,ini baru sebagian kecil dari cintaku
padamu...masih banyak lagi yang ingin kuberikan padamu."
Wah kayaknya bakal dapat banyak
kejutan lagi deh Laras.Apa ya kira2?Laras malah nyubit lengan Vino.Kok
dicubit?Tbc.
Part 293**I AM HIS QUEEN
Shall eat...
Si Denok masih jelas malu diseret ayahnya pulang,'Hhhuhh si Laras itu
ga boleh bahagia.Enak aja!Kok bisa2nya dia dapat suami tajir dan sayang banget
sama dia kayak gitu?!Potongan kaya darimana coba?'
Kayaknya masih ga puas
manusia satu ini kalau belum lihat rumah tangga orang lain ikut hancur kayak
dia.Bongkar2 isi lemari dia,"Mana sih baju kebaya aku?Aku kan kembang desa
dulu.Para pria langsung kemecer kalau lihat aku pakai kebaya.Laras mana bisa
dandan.Pas nian besok kan ada undangan ke pernikahan anaknya Pak Lurah.Pastilah
semua orang kaya dapat undangan.Termasuk ayah.Aku datang ah...mau ngece si Laras
itu.Besok aku mau mampir bawa apa kek...nanyain dapat undangan ga?Pasti ga
dapat.Dia kan baru aja datangnya.Ga mungkin dapat undangan.Terus aku akan pamer
body aku yang bahenol ini ke Masnya Ganteng itu...oohh...pasti langsung klepek2
dia.Aku kan semok.Body gitar...ulala.."
Vino dah mandi dah seger dah ga bau acem lagi.Dah ganteng kayak
sekuteng.Laras juga sama.
Laras nyiapin sarapan buat Vino,"Ini Vin,coba deh makan dengan
sambel wijen.Belum pernah coba kan?"
Vino kayak Laras makan
dialasi daun jati,suka ikutan deh.Ya rapapa to...Ga melanggar pakem juga.Vino
ngicipi tempe goreng,"Ini nih favorit aku....mmmh...enak.Cobain deh pakai
sambel agak hitem ini...sambel wijen ala isteri tercinta...wah enak
Ras!Maknyus!"
Semua tersenyum lihat ekspresi Vino.Pak Syamsul gembira hatinya,'Nak
Vino...Nak Vino...makan sederhana saja dihargai.Padahal di rumah punya
chef.Pelayan berjajar2 banyak nian.Baik bener kamu Nak Vino...'
Pas lagi asyik sarapan eh ada
tamu.Pak Syamsul berdiri,"Biar saya yang buka.Nak Vino lanjutin saja
makannya."
Siapa?Tbc......
Part 294**I AM HIS QUEEN
Shall Bow...
Pak Syamsul keluar dan terpana karena yang datang adalah orang
terpandang di daerahnya,"Pak Lurah?Wah saya ga sangka Pak Lurah sudi ke
tempat saya.Mari masuk Pak!Mari..."
Jelas Pak Syamsul kaget
karena selama ini Pak Lurah terkenal orang yang susah ditemui.Eh lha kok malah
datang ke rumahnya yang tipe sangat sederhana,"Maaf rumahnya kayak begini
Pak.Bapak ada perlu dengan saya?"
Pak Lurah malah berkata,"Saya mau ke kelurahan kebetulan lewat
sekalian mampir mau memberikan undangan.Besok anak saya menikah.Saya harap Pak
Syamsul beserta Laras juga menantu Bapak mau datang.Ini
undangannya.Menantunya diajak ya Pak.Nak Vino ya..."
Pak Syamsul kian terheran2,"Ya ampun Bapak repot2 sampai ngantar
undangan sendiri.Jadi ga enak saya.Pasti saya akan datang.Nak Vino dan Laras
pasti juga akan sangat senang.Sebentar saya panggilkan mereka."
Pak Syamsul pergi ke dapur dimana Vino dan Laras lagi asyik
sarapan,"Ras!Buatin minum gih!Ada tamu agung datang."
Laras yang lagi nyuapi Vino jelas jadi kepo,"Tamu agung?Siapa
Yah?Pak Rt?"
Vino ikut menyimak
meski sambil nyam2.Pak Syamsul memberikan undangan ke Vino,"Pak Lurah yang
datang kasih ini.Nak Vino juga diundang.Diharap malah kehadirannya....."
Laras segera mencuci tangan dan bikin minuman,diantarnya keluar
ditemani Pak Syamsul,"Pak Lurah?Senang bertemu Bapak...ini ada teh
hangat.Silakan diminum."
Eh Pak Lurahnya malah celingukan nyari Vino,"Iya Ras.Terima kasih.Saya
cuma bentar kok.Ini mau berangkat ke kelurahan."
Vino udah selesai makan dan segera keluar,wah Pak Lurah langsung
nyalami dengan wajah respect,"Nak Vino....usia masih muda tapi sudah jadi
orang hebat.Pak Syamsul benar2 beruntung punya menantu kayak Nak Vino...."
Vino memang low profile
orangnya tetap baik sama siapa saja.Laras tersenyum melihat suaminya nampak
cepat akrab,'Ga sangka Pak Lurah sudi datang ke rumah ini.Ya ampun dulu
...boro2 Pak Lurah,Pak Rt aja ogah mampir ke sini.Semua berubah baik karena
Vino.Benar kata Mama Rani dimanapun berada Vino akan selalu membawa aura
positif.Terima kasih ya Vin kamu udah mengangkat derajat keluarga aku.Sekarang
kami ga dihina lagi.Makasih sayang...'
Akan datangkah Vino ke hajatan?Tbc...
Part 295**I AM HIS QUEEN
He hath done this...
Walau cuma sebentar tapi kedatangan petinggi perangkat desa jelas
menyisakan rasa terpana di hati Pak Syamsul,'Pak Lurah sampai kemari cuma buat
nganter undangan nikah anaknya?Aku mimpi ga sih?Aku diundang sama Pak Lurah?Undangannya
diantar langsung pula sama beliau.Jadi berasa orang penting deh...'
Vino malah streching di halaman,"Huahhh...seger ya udara di
desa...Asyik kayaknya kalau rumah ini jadi tempat berlibur keluarga.Gimana
sayang?Kamu setuju ga?"
Laras yang sedang metiki mlinjo yang tumbuh di halaman rumahnya
menjawab,"Beneran sayang?Wah ide bagus tuh..."
Vino berkata lagi,"Tapi untuk itu rumah ini perlu direnovasi
sayang...biar muat nampung keluarga kita.Biar mama,Anabella,teamnya Bimo juga
laskarnya Ahua bisa ikut semua."
Laras mendekat,"Iya ya...kasihan kalau sampai mereka harus nginep
di losmen kayak mama...tapi gimana mau muat Vin,rumahku kecil.Bangunannya juga
kayak gini..."
Bimo muncul habis dari rumah Pak Rt bantu Bu Darmi yang kemarin ngurus
BPJS,minta bantuan RT adalah cara terwise.Vino mendekati Laras,"Kalau kamu
setuju sayang,kita akan bedah rumah ini.Akan dibuat bagus dan kokoh bangunannya
tapi tetap menjaga keasliannya.Jadi bangunan yang tengah nanti adalah bangunan
rumahmu secara asli.Diganti aja bahan2nya.Kayunya diganti jati.Perabotnya
dicari yang kualitas bagus.Jangan ambrol kayak dipan kemarin he..he..terus
bangunan sekitarnya baru bangunan modern.Intinya konsepnya kayak villa atau
bungalow tapi tetap menjaga bangunan aslinya.Ntar tanah sekitar sini akan kita
beli.Sehingga bisa berdiri bangunan yang lumayan besar sayang.Gimana ide
suamimu ini?"
Laras melihat ke arah ayahnya
yang mengangguk haru mendengar semuanya,sementara Vino malah lihatin tanah
sekitar rumah.Dapat approve dari sang ayah,Laras langsung mendekati Vino.Wadah
mlinjo dia kasih Bimo,"Vin..."
Vino menoleh,"Ya sayang?"
Dengan mata berkaca2 Laras menghambur ke pelukan Vino,"Aku ga tahu
harus bilang apa lagi sama kamu Vin.."
Vino malah bingung,"Lho ada apa sayang kok malah nangis?Kamu ga
suka ya sama ide aku tadi?Gpp kan cuma ide diterima bagus ga diterima ya gpp
sayang..."
Laras memeluk erat sang suami,"Aku setuju Vin..."
Tbc....
Part 296** I AM HIS QUEEN
Know His Heart....
Vino malah jadi ikut berkaca2 lihat isterinya sampai nangis di
dadanya,"Aku selalu dihina karena rumahku Vin...karena aku miskin...aku
kerja jadi pembantu...kenapa mereka menambah beban hidupku dengan perkataan
mereka itu...hu..hu.."
Vino mengelus rambut isterinya mencium kepalanya penuh
sayang,"Tekanan hidup memang selalu ada sayang...entah lewat orang yang
kita kenal atau bahkan orang asing sekalipun.Aku mau kau belajar dari minyak
zaitun.Mama mengajarimu untuk pakai itu buat kecantikan bukan?"
Laras diajak duduk di
sebuah bale2 batu,terhampar pemandangan nan indah depan mereka.Nyandar deh
Laras dibahu sang suami,"Iya,Mama Rani ajari aku banyak hal soal
kecantikan..."
Vino merangkul pundak isterinya melanjutkan ceritanya,"Kamu tahu
betapa banyaknya manfaat minyak zaitun?Ga cuma buat kecantikan tapi juga
menyembuhkan banyak penyakit.Sampai2 orang zaman dulu menyebutnya sebagai
cairan emas."
Laras dengerin Vino cerita,"Kamu tahu ga sayang aku pernah ke luar
negeri ke Timur Tengah sana.Lihat pohon zaitun di sana.Buahnya itu ampun
pahitnya."
Laras nanya,"Terus gimana bisa jadi minyak emas gitu?"
Vino jawab,"Buahnya itu dihancurin,ditumbuk2,ditekan2 sampai
minyaknya keluar.Dalam hidup juga sama semua penderitaan,semua tekanan hidup
semua yang bikin hati kita hancur semua diijinkan Tuhan untuk mengeluarkan
kualitas emas kita.Seperti kamu.Dihina terus tapi kamu sabar ga balas
menghina.Tuhan lihat ketabahanmu.Kesabaranmu.Akan tiba saatnya Dia memberimu
reward.Dan aku sebagai perantaranya.He..he.."
Laras tersenyum,"Kau adalah hadiah terbaik dari Tuhan buatku
Vin..."
Bersambung....
Part 297**I AM HIS QUEEN
Shall not want...
Vino memandang mata isterinya,"Aku tak tahu arti hidupku jika kau
tak diciptakan Tuhan ke dunia ini sayang...itu pula kenapa aku menyiapkan satu
kejutan lagi untukmu selain rencana bedah rumah ini."
Laras menatap penuh bahagia,"Kejutan lagi?Kau sudah membuatku
terpana sejak pagi Vin...sejak semalam ding..."
Vino tersenyum,"Semalam?Hmm...apa malam2 sebelumnya saat bersamaku
tidak membuatmu bahagia?"
Laras merona sambil menyembunyikan wajah dia di dada Vino,"Bukan
gitu maksud aku...asal bersamamu aku sangat bahagia...tapi semalam kita berada
di bawah atap rumahku Vin...kau tidak risih,tidak komplain,kau malah bisa
mendengkur he..he..pules banget.Aku sangat bahagia Vin..."
Vino mesem,"Gimana aku mau komplain?Aku dikasih Tuhan isteri yang
sangat cantik baik lahir maupun batinnya.Justru semua masa lalumu membuatmu
jadi pribadi yang kian lembut.Aku ga ada keluhan sama Tuhan.Malah ga henti2nya
mengucap syukur.Kau ada di dunia ini.Makasih juga buat Mama Ningsih dia
melahirkanmu ke dunia ini.Oleh karena itu aku sudah minta ijin sama Ayah untuk
memperbaiki makam mama Ningsih.Tapi aku tetap meminta approve darimu
sayang...bagaimana?"
Laras malah mendongak dan menatap Vino.Malah berpandangan deh.Malah
nangis lagi Larasnya saking bahagianya,"Hu...hu.."
Menghambur lagi ke pelukan
Vino deh.Vino menghirup udara desa,"Ini nangis setuju kan?"
Laras malah makin erat meluk Vino,"Hehem...."
Vino berkata,"Mamamu layak dapat penghargaan sayang...beliau
melahirkan anak seindah kamu."
Bimo melihat mereka dari spot yang agak jauh biar ga ganggu.Pas Bu Rani
datang sama Anabel,"Lihat love birds ya Bim?"
Bimo tersenyum,"Oh Bu Rani.Iya Bu...saya itu ga habis pikir di
tempat seperti inilah wanita yang bikin Mas Vino bahagia dilahirkan.Sungguh ga
sangka."
Rani tersenyum,"Hidup penuh kejutan ya Bim?Saya dulu juga ga
sangka bakal jadi bagian keluarga Adijaya.Ini tadi saya sama Anabel habis
jalan2 ke pasar.Saya lihat tadi ada kebaya bagus banget.Saya kok kepingin
beliin Laras juga.Tapi kayaknya lagi ga bisa diganggu tuh.Ya udah ke dalam aja
menyapa Pak Syamsul.Ayo Anabel bawa belanjaannya!"
Wah kok pas men dibeliin kebaya sama Bu Rani.Siap jagong?Tbc....
Part 298**I AM HIS QUEEN
With me...
Vino nunjukin ke Laras via hpnya,"Nih aneka model buat rumah di
sini kelak.Kalau tanah di sekitar sini dibeli maka lahannya kan jadi luas.Bisa
dikasih kolam renang,taman,ayunan juga lapangan kecil buat main anak2 kita
nanti he..he.."
Laras jadi bayangin,"Ini mewah sekali Vin...bangunan sekitarnya
kayak benteng pelindung gitu ya...Ada kolam ikannya bagus juga Vin...ya ampun
gambar2nya bagus2...gimana kalau kolam renangnya mengitari rumah utama?Bagus
tidak?"
Vino setuju,"Hmm...good idea.Tapi aku mau ada kolam renang private
juga he..he...ga open gitu.Buat kita...he...he.."
Laras ngikut aja,"Aku nurut aja.Ini bahkan ga pernah terbersit di
hati aku."
Vino berkata,"Aku bikin bagus rumah disini supaya kamu ga dihina
lagi sayang.Lagian bangunan di sini udah rawan roboh.Bahaya.Itu perhatian
utamaku.Ga boleh ada yang menghina isteri Alvino Adijaya!"
Hepinya Laras denger
itu semua.
Laras dan Vino malah asyik sendiri sampai lupa waktu.Dah waktunya makan
siang.Baru sadar kala perut Vino bunyi,"Ups..ada yang protes nih..."
Keduanya lalu masuk ke dalam niatnya Laras mau masak eh lha kok dah
dimasakin sama Rani dan Anabel,"Mama?Bu Anabel?Kok ga bilang2 datang?Ya
ampun makan siang dah disiapin..."
Vino bahagia ketemu Mamanya,"Mama kapan datangnya?Kok Vino ga
tahu?Bim,kamu kok ga bilang kalau mama datang?"
Rani jawab,"Mama yang suruh jangan bilang biar ga ganggu sidang
dewannya he..he.."
Keceriaan terpancar di dalam rumah sederhana Laras.Tapi di Jakarta
Revan malah kesal ga bisa hubungi mamanya,"Mama kemana sih?Lama amat di
Bali?Kalau sama Vino aja berhari2 bahkan berminggu2.Giliran buat aku anak
kandungnya sendiri malah dibiarin aja.Ditanyain aja ga!Ngeselin!!"
Sandra datang,"Oh rupanya kamu lagi bad mood ya?Pantes papa kamu
suruh aku gabtiin beliau nemeni kamu lunch."
Revan malah duduk dengan kesal,"Papa ga bisa datang?Kok ga bilang
sih?"
Emang sengaja Marco biar Sandra bisa dekat sama Revan.Revan malah
cabut,"Aku ga selera makan!Kamu aja yang makan!Ga mama ga papa semua bikin
kesel."
Sandra sebenarnya kesel juga dah datang eh malah ditinggalin,'Tuh anak
kenapa sih?Sejak ketemu muka bete melulu.Mr Bad Mood!Tapi aku malah penasaran
deh.'
Tbc.
Part 299**I AM HIS QUEEN
Uninvited...
Rani memberikan kebaya yang ia beli kepada menantunya,"Tadi mama
lihat di pasar bagus banget sayang...warnanya juga pas untuk kulit kamu.Kapan2
dipakai ya?"
Laras malah ingat undangan dari Pak Lurah,"Oh pas banget
Ma...Laras besok ada undangan hajatan.Biar Laras pakai besok.Makasih ya
Ma...ini bagus banget."
Kedatangan Rani juga mau pamitan mau balik duluan ke Jakarta karena
mikir Revan,"Mama balik dulu ya Vin.Mama ga mau Revan mikir mama ga peduli
juga sama dia.Di sini sinyalnya susah jadi mama ga bisa kontak dia.Gpp
ya?"
Jelas Vino ngerti,"Tenang saja Ma ntar kalau rumah ini
direnovasi.Akan Vino pasang wifi biar lancar internetnya.Mama ga perlu susah
mau kontak siapa aja."
Wah Laras bayangin betapa
megahnya nanti rumahnya bila direnovasi.Dibedah malah.Makin sayang sama Vino
deh.Rani akhirnya balik duluan ke Jakarta ditemeni Anabel,Norman dan teamnya.Sebenarnya
Vino ga ingin membiarkan mamanya pulang duluan tapi ga enak juga sama Pak
Lurah,"Kita sudah diundang Ras.Hargai yang mengundang mana sampai
direwangi ngantar langsung pula.Hidup bermasyarakat itu ya emang gini."
Laras dan Vino malah sibuk
mikir design rumah.Sementara Bimo dan Pak Syamsul sibuk melobby tetangga
sekitar agar mau jual tanahnya.Jelas mereka mau karena dikasih harga yang bagus
sama Vino.Laras dan Vino masih tidur di bawah kayak kemarin,cuma kali ini Laras
yang pingin cepat masuk kamar.Dia mau kasih hadiah buat Vino yang udah berbuat
banyak untuknya,"Aku pijitin ya...kamu pasti capek...Aku jago mijit
lho."
Vino langsung tengkurap,"Boleh dipijitin...hmmm...berasa kayak di
spa..."
Laras nanya,"Kamu juga pernah dipijitin sama orang
lain?Cewek?"
Vino ketawa,"Kamu itu nadanya kok tinggi sayang?Cemburu ya?Bimo
tuh yang selalu nemeni aku bila spa.Tanya aja kayak gimana kalau aku di
spa."
Laras keluar bentar,nanya sama Bimo dan jawaban Bimo bikin dia
senyum2,"Mbak Laras...mbak Laras...kalau Mas Vino di spa itu astaga...saya
harus standby dekat dia.Dan Mas Vino itu ga mau dipijitin sama cewek.Harus
cowok.Itupun ga boleh yang kemayu.Kebanyakan ngomong suka nanya2 bisa dihajar
sama Mas Vino.Ribet pokoknya.Ke spa itupun bisa dihitung pakai jari.Jarang
banget."Wei.Tbc
•
Part
300**I AM HIS QUEEN
The line...
Bimo juga cerita,"Pernah ya Mbak Laras,Mas Vino itu ada klien baru.Orang dari luar eh tuh klien ngajak ke tempat pijit plus2 di luar negeri sana,wah Mas Vino langsung batalin kerja sama.Mas Vino itu paling anti disentuh wanita mbak.Di Jakarta aja yang banyak tuh tempat2 begituan aja,Mas Vino jaga diri banget.Makanya saya harus selalu standby dekat Mas Vino."
Laras lega bukan main apalagi Bimo nambahin,"Tapi kalau sama Mbak Laras beda lho sikapnya.Ga keluar antipatinya,tapi malah inisiatif deket duluan.Baru sama Mbak lho Mas Vino ga risih atau ga keluar jurus2 samurainya he..he..biasanya ada yang kecentilan gitu langsung deh panggil2 saya:Bim!...Bim!Pergi dari sini!..Bim,makannya pindah aja!...Bim!"
Balik ke kamarnya,Laras senyum2,'Suamiku sayang,seperti aku menjaga diri aku hanya buat kamu ternyata kamu juga sama.Terima kasih Tuhan sudah menjagai pasangan hidup hamba meski kami belum bertemu sekalipun.Matur nuwun duh Gusti...'
Tapi sampai di kamar Vino nya dah tidur,"Zzz...zz.."
Laras langsung mapan deh berbaring di sebelahnya,'Oh sayang...udah bobok ganteng...kasihan banget tidurnya di kasur tipis aku.Kekeh sih ga mau diganti yang busa.Katanya mau ngerasain jadi aku dulu.Hmm...manis banget sih jadi suami.Aduh tidur aja gemesin banget...oh sayang...kuselimutin ya...'
Depis deh Laras samping Vino meluk Vino gitu dia,Vinonya ga risih malah reflek meluk sang isteri bikin Laras yang kaget,"Lama bener sih sayang perginya?Betah bener sama Bimo?Jangan2 kamu dah bosen ya sama aku?Iya?!"
Laras mesem,"Oh ada yang cemburu...sama bodyguard sendiri cemburu?Uhhh...mukanya bete..."
Vino malah jadi kayak macan dibangunin,"Hmm...nantang kayaknya nih...mau tahu kalau aku kesel iya?Mau rasain jurus2 aku kali ya Bimo itu kalau berani godain kamu..Awas aja!!"
Laras ketawa,"Vin...udah jangan mencereng gitu deh.Serem tahu...Aku tuh ga ada apa2 sama Pak Bimo...kamu sendiri suruh aku nanya ke Pak Bimo.Aku kan nurut.Gimana sih?"
Vino bersila,"Habis kamu lama sih...aku kan jadi curiga...jadi bete...kamu harus bikin baik mood aku dong kan kamu yang bikin aku kayak gini...kucel gini."
Laras mendekat,"Aku kasih pijit plus2 mau ga?"
Vino terpana.Mau/ga?Tbc
The line...
Bimo juga cerita,"Pernah ya Mbak Laras,Mas Vino itu ada klien baru.Orang dari luar eh tuh klien ngajak ke tempat pijit plus2 di luar negeri sana,wah Mas Vino langsung batalin kerja sama.Mas Vino itu paling anti disentuh wanita mbak.Di Jakarta aja yang banyak tuh tempat2 begituan aja,Mas Vino jaga diri banget.Makanya saya harus selalu standby dekat Mas Vino."
Laras lega bukan main apalagi Bimo nambahin,"Tapi kalau sama Mbak Laras beda lho sikapnya.Ga keluar antipatinya,tapi malah inisiatif deket duluan.Baru sama Mbak lho Mas Vino ga risih atau ga keluar jurus2 samurainya he..he..biasanya ada yang kecentilan gitu langsung deh panggil2 saya:Bim!...Bim!Pergi dari sini!..Bim,makannya pindah aja!...Bim!"
Balik ke kamarnya,Laras senyum2,'Suamiku sayang,seperti aku menjaga diri aku hanya buat kamu ternyata kamu juga sama.Terima kasih Tuhan sudah menjagai pasangan hidup hamba meski kami belum bertemu sekalipun.Matur nuwun duh Gusti...'
Tapi sampai di kamar Vino nya dah tidur,"Zzz...zz.."
Laras langsung mapan deh berbaring di sebelahnya,'Oh sayang...udah bobok ganteng...kasihan banget tidurnya di kasur tipis aku.Kekeh sih ga mau diganti yang busa.Katanya mau ngerasain jadi aku dulu.Hmm...manis banget sih jadi suami.Aduh tidur aja gemesin banget...oh sayang...kuselimutin ya...'
Depis deh Laras samping Vino meluk Vino gitu dia,Vinonya ga risih malah reflek meluk sang isteri bikin Laras yang kaget,"Lama bener sih sayang perginya?Betah bener sama Bimo?Jangan2 kamu dah bosen ya sama aku?Iya?!"
Laras mesem,"Oh ada yang cemburu...sama bodyguard sendiri cemburu?Uhhh...mukanya bete..."
Vino malah jadi kayak macan dibangunin,"Hmm...nantang kayaknya nih...mau tahu kalau aku kesel iya?Mau rasain jurus2 aku kali ya Bimo itu kalau berani godain kamu..Awas aja!!"
Laras ketawa,"Vin...udah jangan mencereng gitu deh.Serem tahu...Aku tuh ga ada apa2 sama Pak Bimo...kamu sendiri suruh aku nanya ke Pak Bimo.Aku kan nurut.Gimana sih?"
Vino bersila,"Habis kamu lama sih...aku kan jadi curiga...jadi bete...kamu harus bikin baik mood aku dong kan kamu yang bikin aku kayak gini...kucel gini."
Laras mendekat,"Aku kasih pijit plus2 mau ga?"
Vino terpana.Mau/ga?Tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar