I AM HIS QUEEN ^^^PART 271-280


Part 271 ** I AM HIS QUEEN
From A far...
            Laras pikir akan menemukan kampung yang sama yang meninggalkan kenangan pedih dalam hidupnya.Namun baru memasuki perbatasan saja sudah banyak masyarakat yang berjajar menunggu di tepi jalan.Anak2 kecil meneriak2kan namanya,"Makasih Laras!!Makasih Laras!!"
Belum ibu2 banyak yang sampai pakai caping biar ga kepanasan nunggu kedatangan Laras,mereka penuh rasa syukur karena akan berdiri RS di desa mereka.Ga perlu lagi jauh2 ke kota untuk berobat.Para bapak2 dan kaum muda juga senang karena dengan adanya proyek pembangunan jalan dan RS bakal banyak tenaga kerja yang dipekerjakan.Vino memang ga main2 bahkan di RS itu nanti akan ada helipadnya dimana diatapnya akan ada landasan untuk mendaratnya helicopter.Sewaktu2 ia mau memantau kondisi RS jelas lebih gampang.Dan dengan adanya RS itu pasti akan menarik para penjual makanan dan minuman untuk berdagang di sekitar situ.Ekonomi desa akan bangkit.Vino juga berencana mendirikan sekolah keperawatan jadi tenaga di RS itu bisa diambil dari lingkungan tersebut.Laras kian jatuh hati sama sang suami,"Vin,kamu habis berapa buat ini semua?Ini sungguh menyentuh hatiku..."
Vino jawab dengan enteng,"Semua sudah dikalkulasi kok sayang...lagian uang itu bisa dicari tapi kebahagiaan isteriku tak bisa diukur dengan uang.Oh ya kamu mau tahu ga nama Rumah Sakitnya?"
Laras jelas kepo,"Mau..."
Vino memberi kode pada Anabella yang segera membawa blue printnya sedang Bimo menunjukkan miniatur bangunannya,"Silakan dilihat mbak Laras!"
Laras mendekat dan membaca dengan haru,"Rumah Sakit Bunda Laras...."
Langsung lihat ke arah Vino penuh thank you,sang suami memeluk pinggangnya,"Kau suka namanya?Untuk mengenang Mama kamu..."
Laras nyender manja,"Suka...suka banget...Aku makin mencintaimu..."
Wah Vino malah aji mumpung,"Berarti bakal dapat hadiah dong aku...."
Laras mencubit lengan Vino,"Vino jangan disini bicara soal itu..."
Vino tersenyum,"Ya nanti aja..oh ya katanya mau ke makam Mama Ningsih?Yuk ke sana.Aku kan belum minta restu sama beliau."
            Diiringi para warga,rombongan Vino menuju ke makam ibunya Laras.Makamnya jauh diatas bukit.Jalannya susah lagi.Nanjak,licin,masih tanah lagi.Bersambung...........

 Part 272 ** I AM HIS QUEEN
The grave....
            Kiri kanan banyak pohon bambu,Vino yang berkulit putih nampak kontras dengan nuansa pedesaan yang masih alami.Laras malah ngajari Vino gimana jalan di medan yang sulit,"Jangan menginjak tanah yang gembur Vin,ambles pasti.Injak yang berbatu2...atau pegangan."
Vino malah godain,"Pegangan kamu boleh ga sayang?"
             Pak Syamsul sama Pak Bimo mesem mendengarnya.Karena merona digodain Vino,Laras malah ga lihat jalan,mau jatuh dia untung sang suami sigap,langsung menangkap tubuh sang isteri,"Nah kan malah kamu yang pegangan sama aku.Kebalik apa emang modus bergaya sok jatuh biar kutangkap.Iya ngaku aja.Masih kangen kan sama aku?"
Laras makin merah mukanya,apalagi ada Anabel sama Bu Rani juga.Waduh...
Vino akhirnya malah pegang2 mesra sepanjang jalan,gandengan mesra,malah bikin baper plus mubeng.Kok mubeng say?Mupeng ding...klentu...klentu.Akhirnya sampai juga di tujuan,"Itu makamnya..."
             Prihatin Vino melihatnya,hanya gundukan tanah dan papan sudah usang.Banyak tumbuh rumput liar pula.Laras segera membersihkan rumput2nya,"Maaf ya Bu...Laras sudah lama ga kemari.Rumputnya sampai tinggi.Oh ya Laras bawa seseorang.Menantu ibu.Suami Laras.Namanya Vino."
Vino mendekat dan ikut bantuin membersihkan rumput2 liar,"Salam hormat Mama Ningsih...mohon maaf sebelumnya Vino dah menikahi Laras tanpa meminta restu dari mama dulu.Mama jangan marah ya...ntar Vino kasih cucu yang banyak deh...he..he.."
Malah jadi senyum semua deh yang ikut ke makam,termasuk Laras.Mana dengernya lebih jelas lagi dari yang lain.Vino bersimpuh,"Mohon doa restu ya Mama Ningsih buat pernikahan Vino dan Laras,buat pendirian Rumah Sakit,buat pembangunan jalan dan infrastruktur lain.Sekali lagi mohon restu dari Mama..."
              Suasana yang terik tiba2 berubah teduh karena ada awan memayungi mereka,semua sampai takjub,"Wah kok bisa teduh ya?Padahal tadi panas kencar2.Angin juga berhembus sepoi2 sejuk nian."
Pak Syamsul mesem melihatnya,"Dapat restu Nak Vino.Ibunya Laras itu suka sekali melihat awan dari atas bukit ini.Makanya makamnya minta di sini."
Vino merhatiin awannya,'Bentuknya kayak bentuk kelinci deh.Kok jadi ingat mimpiku ya?Kelinci putih.'
Laras terharu Vino mau ziarah.Tbc..

 Part 273 ** I AM HIS QUEEN
Her husband...
            Kedatangan pebisnis Alvino Adijaya ke kampung halaman Laras sampai juga ke telinga teman2 sekolah Laras dulu.Mereka saling kontak lewat medsos dan wa grup.Semua heboh dengan kedatangan Laras yang telah menjadi isteri pebisnis top,owner sekaligus President Director dari Adijaya Group yang terkenal menaungi perusahaan2 bonafied.Antara percaya ga percaya,"Kalau ga lihat sendiri itu bener Laras rasanya aku masih ga percaya deh sama berita di tv.Kupikir itu cuma cewek yang mirip Laras saja yang dikabarkan jadi Cinderella di keluarga jetzet Adijaya dengan menikah sama pewaris tunggalnya.Gila!!Astaga suaminya man....ganteng banget!!Tajir habis pokoknya.Masak si pebisnis itu mau buka RS lho di desa kita.Bakalan ada helipadnya lho.Keren banget.!!"
Yang lain juga koment,"Iya aku juga mikir Laras itu apa pakai pelet ya bisa dapetin pria sehebat itu?Mana kayaknya sayang banget deh suaminya itu ke Laras.Ya ampun bayanginnya aja ga aku seorang Laras yang lugu,kerap nunggak uang sekolah,sepatunya mengkap,tasnya robek,kadang malah pakai tas kresek ke sekolah sekarang astaga gila pakaiannya bermerk,datang aja mobilnya berapa tuh,dikawal lagi.Ck...ck...ck...ini mimpi apa ga sih?"
Ada juga yang iri,"Paling jadi perek dia di Jakarta.Paling dia jual diri tuh,atau cuma jadi selingkuhannya pebisnis itu.Kesini cuma buat pamer aja ke kita kalau dia udah sukses!"
Tapi dibantah sama Lia yang ketemu langsung sama Laras dan Vino di hotel di Bali,"Laras ga gitu.Aku lihat sendiri kok pernikahannya.Kan dilangsungkan di hotel tempat aku kerja.Dia beneran di nikahi secara sah malah ini tuh sampai melibatkan pers.Boss aku aja sampai heboh briefing semua karyawan untuk bener2 kasih service terbaik soalnya habis milyaran lho."
Ada yang belain juga,"Iya ga mungkin cuma dinikah siri,karena suaminya Laras itu pebisnis kondang pemimpin perusahaan2 besar bisa jatuh image perusahaannya kalau dia kayak gitu.Mana dermawan lagi,bangunin jalan lho buat desa kita.Ya ampun itu proyek ga dikit lho biayanya.Banyak yang ikut proyek itu.Gabungan para pebisnis top aku denger dari Bapakku.Kan dia Lurah."
Lia juga ngasih tahu kalau Laras tetep baik sama dia.Gimana Vino?Tbc...

 Part 274 ** I AM HIS QUEEN
Together....
Vino ga tega lihat makam ibunya Laras,'Ini ga boleh dibiarin.Aku akan bicara sama Ayah Syamsul dulu jika beliau setuju baru aku akan jadikan kejutan buat sayangku...'
Vino ga habis perhatiannya buat bahagiain sang isteri.Ada aja cara dan idenya.Vino jelas juga ke rumah Laras.Lewati jalan yang agak jeblok berbatu2 besar juga,"Jangan kaget ya Nak Vino,Bu Rani.Rumahnya kecil dan sangat sederhana."
Ucapan Pak Syamsul itu ditanggapi sama Rani,"Saya dulu juga bukan orang kaya Pak.Sama juga dari  orang biasa.Malah lebih parah kali dari bapak."
Anabel mah pegangan Bimo selama di jalan.Modus ria.Sedang Vino jelas ga lepas dari bidadarinya,"Ntar aku tidur di kamar kamu ya sayang..."
Laras malah heran,"Tapi Vin,kamarku ga sebagus kayak di hotel lho.Lagian ga ada AC nya Vin..."
Vino mah ga peduli semua itu,"Tapi kan ada kamu sayang...itu yang penting buat aku he..he.."
Norman yang ngawal di belakang mereka jadi mesem,'Aduh...aku jadi kangen sama isteriku...dia kusuruh balik duluan.Soalnya anak2 harus sekolah.'
            Sampai juga di rumah Laras,para tetangga keluar semua lihatin dan menyambut dengan ramah.Semua takjub lihat Vino kebanyakan.Para wanita desa ngeliatin ga kedip ke arah Vino,"Ya ampun baguse...putih bersih kulitnya...perawakannya gagah pula.Ga jijik juga sama medan desa yang  blethok,becek dan serba tanah kayak gini.Suaminya Laras gantengnya kayak aktor2 di filem2 itu lho..."
Ibu2 juga bisik2 tetangga,"Coba aku masih muda...dan di posisi Laras pasti seneng aku.Tiap hari pakai baju bagus.Ga perlu ke sawah.Panasan.Hitem.Belum gatelen.Jemur gabah.Enaknya jadi Laras..."
Pak Syamsul yang biasanya ga dianggap langsung disalami oleh para tetangganya dan dipeluk dengan hangat,"Selamat datang kembali Kang...."
Pak Rt aja sampai nyamperin,"Pak Syamsul...kok ga kabar2 kalau mau ke rumah kan kita bisa siapin sambutan...Rumahnya kan ga muat tuh nampung segitu banyak orang boleh pakai rumah saya.Gpp...kita kan satu RT."
Pak Syamsul menyadari benar juga rumahnya ga akan muat buat nampung keluarga Adijaya yang ikut,"Gimana Ras?"
Laras malah lihatin Vino,weleh...
Vino ga mau ngrepotin sebenarnya,nanya dia sama Bimo,"Bim,sini ga ada hotel?"
Tbc.....

 Part 275 I AM HIS QUEEN
When he saw...
Bimo menjawab,"Ga ada mas.Tempat ini sungguh minim fasilitas.Adanya itu losmen itupun di pinggiran desa."
Vino memandang isterinya,"Sayang,jangan pusingkan apapun.Yuk lihat2 rumah kamu."
Kondisi rumah Laras benar2 membuat Vino tertegun,'Dindingnya dari kayu dan dimakan rayap di sana sini.Lantainya saja masih tanah.Ga ada tv.'
Laras pekewuh juga mau nyuruh duduk,"Maaf ga ada kursi adanya tikar.Mari silakan duduk.Ayah temani Bu Rani di sini ya.Laras mau ke dalam."
Pak Syamsul menemani besannya,"Maaf ya Bu Rani.Rumahnya seperti ini.Makhlum lama ga ditempati."
Rani nyuruh Bimo dan Anabella bantu Pak Syamsul beresin rumah,"Masih mending punya rumah Pak.Saya dulu malah terlunta2 di Jakarta.Untung ada papanya Vino."
           Vino malah mengikuti Laras ke dalam,ke arah dapur.Laras hendak bikin minum,nangis dia diam2 karena malu sama kondisi rumahnya.Namun dia tutupi kala tahu Vino mengikutinya,"Lho Vin,kok malah ikut ke sini?Nanti kotor lho disini."
Vino meraih sang isteri,"Kamu lihat aku sayang..."
Laras ga bisa nutupi kesedihannya,"Rumahku jelek ya Vin...aku malu Vin...hu.."
Vino memeluk Laras,"Sssh...ga perlu malu.Kita itu datang ke dunia ga bawa apa2 pergi kembali ke Yang Kuasa juga sama.Ga bawa apa2.Bersyukurlah senantiasa.Mana Larasku yang selalu positif yang confidence?Aku mencintaimu bukan karena hartamu tapi karena hatimu.Rumahmu juga rumahku.Mama bisa tinggal di losmen nanti sama Anabella.Team bodyguard bisa di rumah Pak Rt sebagian.Kamu jangan sedih okay...sayangku...senyum dong."
Laras jadi makin sayang sama Vino,senyum dia dipelukan sang pebisnis kita,"Sayang...kamu selalu buat aku bahagia...makasih..."
Vino malah bantuin Laras ambil kayu bakar,ambil air di sumur,"Wah nimba dulu ya...oke!"
Bimo segera bantuin,"Mas biar saya saja.Man!!Norman!!Sini bantuin di sini."
Vino malah kekeh nimba,"Aku mau nyoba Bim...Laras saja bisa masak aku ga bisa...biar aku aja."
Laras tersenyum melihatnya,'Vino sayang...malah pingin tahu rasanya hidup di desa.Dia ga ngeluh rumahku kayak gini.Aku makin mencintaimu Vin...'
Norman bantuin nyalain api,"Kayak gini gampang mbak Laras.Nah udah nyala."
Vino berhasil nimba air dibawa ke dalam.Betahkah?Tbc..

 Part 276 ** I AM HIS QUEEN
Bond of love...
            Kulit Vino yang putih jadi kotor kena arang,tapi wajah tampannya terus tersungging senyuman membuat Laras ikut tersenyum.Vino duduk di bangku kecil depan perapian,"Tuh Man!Aku juga bisa.Kalau mau mati dikipasin kan?Ras,lihat aku bisa Ras!Hebat kan suamimu ini?Alvino Adijaya gitu loh."
Malah jadi ceria suasana dapurnya,Pak Syamsul sampai heran,"Rame bener pawon saya,emang mau masak apa Ras sampai heboh gini?"
Laras bingung juga jawabnya,untung Anabella dah prepare,"Tenang mbak Laras.Saya sudah belanja kok buat hari ini.Ada telor nih,ada daging ayam juga,ada teh sama gula juga sayuran.Silakan mau dimasak gimana.Saya ikut bantuin ya?"
Rani juga ikutan,"Mama juga mau bantu dong.Kangen sama nuansa dapur alami kayak gini.Katanya kalau masak pakai kayu rasanya lebih enak."
Vino berbinar matanya,"Beneran Ma?Wah ayo Ras kita masak rame2.Aku bantuin apa nih selain jaga apinya tetep nyala?Tangan gurita siap beraksi!"
Laras merona mendengar ucapan Vino,yang lain malah gumun,"Tangan gurita??"
Laras malah nyubit lengan Vino,"Vino...sini ikut aku!Kita ke belakang rumah biasanya ada singkong di sana.Ayo!"
Vino ikut Laras,"Siap sayang!Aku kan suami siaga."
           Sementara Bu Rani dan Anabel sibuk goreng2,Laras dan Vino sibuk manen singkong.Vino yang kuat jelas gampang aja nyabut tanaman singkong,"Wah dapat Ras!Ntar digoreng ya?Hmm...makanan buatan isteriku pasti enak."
Laras juga mengambil daun singkong mau direbus aja soalnya ayahnya suka.Para tetangga juga ngasih banyak makanan ke rumah,"Ini ada pisang kepok.Enak digoreng juga.Ini ada emping.Lumayan buat cemilan."
            Semua jadi baik sama Pak Syamsul.Biasa ada gula ada semut.He..he...Laras menanak nasi banyak hari itu,kayak lagi ada hajatan gitu.Tetangga pada bantuin.Seru juga acara makan bersamanya.Vino doyan ga ya?Bersambung....

Part 277 ** I AM HIS QUEEN

Not mind...
Vino makannya malah minta pakai daun jati aja alasnya,"Sayang,aku juga mau dong makan kayak cara ayah kamu makan itu.Dilambari daun jati ya?Gimana sih rasanya?Apa bedanya sama dialasi daun pisang?"
Laras segera turuti keinginan suami,"Kayak anak kecil aja suka ikutan.Ini kualasi daun jati ya...rasanya kayak kasap2 gitu Vin.Kuambilkan nasinya.Mau sambel trasi apa sambel bawang aja nih?"
Vino malah dah kemecer,"Sambal bawang saja Sayang.Pakai rebusan daun singkong juga ya...pakai tempe goreng juga.Terus dikasih bumbu juga..."
Laras heran,"Bumbu apa?"
Vino mendekat dan mengecup pipi sang isteri,"Bumbu cinta he..he..makasih ya dah siapin semua ini masak seenak ini buat kami semua terutama buat aku he..he.."
           Laras jadi tersipu2,dilihat lagi sama yang lain.Anabella langsung nyeletuk,"Cie...kayaknya porsinya Tuan Vino spesial tuh..."
Bimo nyikut asistennya Bu Rani itu,"Jangan dikomentarin ntar muka mbak Laras tambah merah...dasar Anabel."
Bu Rani senang melihat Vino manja ke Laras,'Kapan ya Revan bisa dapetin perempuan sebaik Laras.Kebanyakan cewek deket dia itu cewek2 tukang meretin aja.Moga Revan akan segera ketemu sama jodohnya.'
           Kangen Revan ya?Ya udah kita ke Jakarta aja dulu.Lihat Revan lagi ngapain di sana.Revan lagi bete rupanya karena papanya ngajari dia soal bisnis terus,"Pa,Revan itu minta papa bantuin Revan ngrebut Laras dari Vino lha kok malah dikenalin ke rekan2 bisnis papa yang seabrek itu.Buat apa coba?"
Marco melihat ke arah luar ruangan,"Kita butuh banyak penasehat dalam berperang.Kalau tidak kita akan kalah.Kamu harus tahu itu.Papa punya kejutan untuk kamu.Ayo papa kenalin ke seseorang."
Revan ogah sebenarnya tapi mengikuti juga langkah papanya,'Pasti dikenalin sama Mr2 yang bosenin lagi.Boring banget.Sementara aku wasting time di sini,Vino pasti lagi having fun sama wanita idaman aku.Ngeselin!'
Tapi Marco mengajak Revan ke dekat seorang gadis muda berparas cantik,"Akhirnya kamu tiba juga...Sandra kenalkan ini Revan putra kandung saya.Revan ini Sandra anak kolega papa yang baru saja balik dari Amrik.Dia akan jadi asisten kamu.Akan bantu kamu soal menangani bisnis.Dia smart lho cantik juga..."
Newcomer come!Tbc..

 Part 278 ** I AM HIS QUEEN
Always be together...
Sandra melihat Revan itu begitu dingin,"Namaku Sandra.Nice to meet you..."
Revan malah merasa seperti melihat Laras,'Mirip sama Laras.Sayang Laras dah jadi milik si anak mama itu...'
Marco memang ingin mendekatkan putranya dengan Sandra,'Sandra itu ga kalah cantik dari Laras.Malah dia lebih berpendidikan dari Laras yang cuma orang kampung.Moga Sandra bisa membuat Revan melupakan Laras.'
            Marco semangat sekali menyatukan keduanya.Sikap dingin Revan justru menarik hati Sandra,'Pria yang sulit didekati.Ini justru tantangan buatku.Biasanya cowok2 langsung carmuk depan aku tapi dia malah dingin kayak es.Interesting.'
Ga Revan ga Vino sama2 diinginkan para wanita.Didesa Vino sampai mau bicara ke Pak Syamsul saja soal makam kehalang sama ramainya para tetangga berkunjung ke rumah Laras,bawa anak2 perempuannya dandan gitu disuruh sama orang tuanya untuk menarik perhatian Vino.Bergaya ngantar apa kek,kacang kek,hasil panenlah,buah2an,macem2.Semua pingin ketemu Vino,"Ehm...masnya yang ganteng itu kemana ya Pak Syamsul?Kok ga kelihatan?"
Pak Syamsul jawab,"Sedang bersama Laras.Biar saya terima pemberiannya.Nanti saya sampaikan.Terima kasih.Sampai repot2 begini..."
            Dulu aja pas hidup susah mereka malah dijauhi.Kini begitu Laras dapat orang kaya,pada mendekat.Vino dan Laras rupanya nganter Rani dan Anabella ke losmen.Laras terharu kala Vino ga milih tinggal di losmen,"Mama aja sama Anabella dan sebagian team bodyguard yang tinggal di sini.Vino akan tinggal di rumah Laras.Vino ingin merasakan kehidupan Laras dulu."
Nunggu para bodyguard nurunin barang2 keduanya duduk di bangku,"Vin,kamu beneran ga mau di losmen aja?Disini lebih nyaman lho..."
Vino malah jawab,"Nyaman itu tergantung siapa yang jalani sayang.Bagiku yang bikin nyaman itu karena ada kamu.Kesayangan aku...Nyonya Alvino Adijaya..."
Laras bahagia banget jadi isteri Vino,"Dulu ya Vin...nebeng berteduh di emper losmen ini aja dimarahi.Katanya merusak pemandangan.Ya ampun sekarang...sampai yang punya losmen saja menyambut.Makasih ya Vin kamu bawa banyak kebaikan bagi desa aku."
Vino mengusap lengan sang isteri,"Semua kulakukan buat kamu sayang..."
Demi Laras?Tbc..........

 Part 279 ** I AM HIS QUEEN
Broken vessel...
Sepanjang jalan pulang ke rumah Laras,banyak sekali yang menyapa Laras dan manggil2 Vino,"Laras!Aku temanmu SD inget kan?...Laras!Aku yang dulu jadi majikanmu.Ga lupa to?Aku kan baik dulu sama kamu..Mas Jutawan yang ganteng...boleh minta foto bareng ga?Boleh ya Ras?"
Vino kasih kode ke Norman untuk beresin semuanya,cukup dengan lirikan mata aja dah paham Norman,"Minggir!Kasih jalan.Kalau mau minta foto besok aja ya...ini udah petang oke...Mas Vino dan mbak Laras juga butuh istirahat oke semua?"
Eh masih ada juga yang nyelonong nemui Laras,pegang2 tangan lagi,pria lagi,"Ras!Aku ga sangka kamu bisa secantik ini penampilannya.Tahu gini aku dulu milih kamu Ras.Nyesel aku Ras...."
Vino langsung berdiri di belakang Laras dan merangkul pundaknya,"Maaf,Laras sekarang isteri saya.Bisa singkirkan tangannya?Atau..."
           Para bodyguard segera mendekat,keder pria itu.Langsung mundur teratur,"Maaf Mas...saya teman sekolahnya dulu...temen satu kelas..."
Vino langsung posesif,meluk pinggang Laras dan Laras sendiri malah menyandarkan tubuhnya ke badan Vino,menatap mesra pula.Vino langsung mengajak Laras masuk ke dalam rumah,"Ayo masuk sayang..."
Pak Syamsul menyambut mereka,"Kalian dicari banyak orang.Nih lihat banyak nian pemberian warga buat kalian.Terutama buat Nak Vino...ucapan terima kasih atas kemurahan hatinya mau membangun RS dan memperbaiki jalan di desa ini.Dan kebanyakan para gadis yang datang...he..he..."
Laras langsung gantian posesif ke Vino,nempel manja gitu,"Vin,katanya capek mau istirahat...yuk kutunjukin kamarku...Hadiah2 itu biar diurus Ayah...ya Yah ya..."
Pak Syamsul nahan senyum melihat putrinya cemburu,"Ya Nak Vino istirahat saja di kamar.Seharian jalan terus.Pasti capek.Ras ambil air hangat buat merendam kakinya Nak Vino...biar ga bengkak."
Laras narik Vino ke kamarnya,"Ayo Vin!"
Vino seneng lihat isterinya cemburu,"Iya sayang...ngebet banget bawa aku ke kamar...he..he.."
            Rupanya ada juga yang mau nemui Vino mau lebih kenal gitu,tebar pesona kalau bisa.Wah Laras langsung tutup korden pembatas,"Bilang Vino lagi istirahat ya Ayah...ga bisa diganggu..."
Pak Syamsul yang repot nemui tamu yang kayak air mengalir.Tbc....

 Part 280 ** I AM HIS QUEEN
Out of joint...
Vino merhatiin kamar Laras,'Dipannya dari kayu.Kasurnya tipis dari kapas lagi.Lampunya juga cuma lampu bohlam.Itupun cuma 10 watt.Semua sangat sederhana.Bagaimana dia belajarnya dulu ya...oh apa pakai senter ini.Ada senter kecil di meja.Ya ampun...'
            Laras mengambil air hangat untuk merendam kaki Vino.Ditaruh dalam baskom gitu dikasih garam dikit,"Kamarku kecil ya Vin...sudah kubersihin kok dari sawang2 dan debu...Ayo kamu duduk gih biar kurendam kakimu...kamu ga biasa kan jalan terus di medan sulit pula...Ayo duduk sini..."
Vino duduk di ranjang kebetulan dipannya ga tinggi banget.Pas buat duduk.Laras jongkok dibawah melepas sandal Vino,"Untung sandalnya bermerk kualitasnya bagus coba ga dah jebat kali Vin..."
Vino terharu dilayani sang isteri,"Makasih ya sayang...kamu perhatian banget.Iya lebih enakan ya direndam air hangat gini...dipijitin lagi sama bidadari...he..he.."
Laras memijit2 kaki Vino penuh sayang,"Harusnya aku lebih pantas jadi pelayan kamu Vin ...aku ini siapa?"
Vino memegang dagu isterinya,"Lihat aku Ras!"
           Laras sebenarnya down karena sempat denger omongan ibu2 pas bantuin masak tadi,dia malah nunduk ga berani natap Vino.Malah ngeringin kaki Vino pakai handuk sambil meneteskan air mata,jatuh deh air matanya di kaki Vino,tes...tes...
Vino nyingkirin baskomnya terus meraih sang isteri agar gantian duduk.Dia lalu manggil Bimo,"Bim!"
Bimo masuk,"Iya Mas?"
Vino nunjuk ke baskom,"Ambilin aku air hangat ya.Pakai baskom itu.Bawa sini."
Bimo segera mengerjakan sementara Vino ga melepaskan pandangannya dari wajah sang isteri yang tertunduk,"Kamu kenapa sayang?Ada yang menyakiti hati kamu?Bilang sama suamimu ini siapa orangnya!"
Laras malah menggeleng,"Ga kok Vin...aku hanya merasa bahwa perkataan mereka ada benarnya juga...kisah cinta kita terlalu indah untuk menjadi nyata...dunia kita begitu berbeda...kamu orang kota...sementara aku...aku cuma...aku ..."
Vino mengusap air mata di pipi sang isteri,"Kamu dengar apa?Katakan padaku..."
             Bimo datang bawa yang diminta Vino,ditaruhnya di dekat Vino.Lalu ia permisi,"Kalau butuh saya,saya diluar dengan Pak Syamsul."
Vino tersenyum,"Terima kasih Bim."
Vino mau apa ya?Tbc....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar