Part 261 ** I AM
HIS QUEEN
Working with them...
Vino tidak mengabaikan Pak Syamsul,malah mengajak mertuanya
itu ke pasar seni di daerah Ubud dan sekitarnya.Ketemu sama pengrajin2 dan
seniman2 Bali,"Kursi itu bagus ya Pak?Sepertinya terbuat dari batang pohon
asli deh...diukir jadi indah seperti itu."
Pak Syamsul setuju dengan pendapat menantunya,"Iya Nak
Vino.Ayah juga suka ukiran.Lihat hiasan dinding itu!Sekat dinding itu juga
bagus."
Malah beli banyak deh Vino di sana.Laras mengikuti mereka
sambil senyum2,'Rukunnya ayah sama Vino.Dah lupa kalau anaknya itu aku.Bukan
Vino.Nempel aja sama Vino sejak tadi.Tapi aku bahagia lihatnya...Vino jadi
punya sosok papa lagi.Ayah juga kelihatan nyaman gitu sama Vino.Ga sangka ya
Vino secepat itu akrab sama Ayah aku.Padahal mereka kan dua dunia yang
berbeda.Satu langit satu bumi.Kok bisa nyambung gitu ya?'
Karena kamu Ras.Kamu jembatan mereka.Vino lihat Laras
merhatiin ukiran cermin,dideketi deh terus dipeluk dari belakang,"Mirror
mirror in the wall,siapa wanita tercantik di dunia ini?Pasti Laras Adijaya
bukan?Ya iyalah isteri Alvino Adijaya gitu loh..."
Laras tersipu apalagi pengunjung lain lihatin sambil menahan
senyum,"Vino apaan sih?Dilihatin tahu..."
Vino mengedarkan pandangan,"Mana?Semua sibuk sendiri
kok.Lagian emang ga boleh muji isteri sendiri?Kalau gitu selfie aja deh."
Laras malah asyik foto selfie sama Vino,"Gini gayanya
Vin?"
Vino malah suruh Laras lihat ke arah lain,padahal dia mau cium
pipi Laras,"Kena deh!"
Laras megangi pipi Vino,"Iih...usil banget sih...pakai acara
curi start segala..."
Vino ketawa,"Menang banyak..."
Vino juga beliin Laras banyak benda,"Kamu suka tas ini ga
sayang?Unik lho...kalung ini juga.Etnik gitu."
Bergaya masangin kalung padahal modus mau kecup leher sang
isteri,"Vino..."
Vino langsung mundur teratur,"Ups!Bu Guru marah..."
Lalu ngeliat kain gitu,"Wah ini cocok dengan warna kulit kamu
sayang...cobain deh..."
Modus meluk pinggang sang isteri Vinonya, malah Larasnya digubet
dengan kain bareng dia,sebatas pinggang,"Wah kita serasi ga Bim?"
Bimo jawab,"Serasi banget mas..."
Kejebak tangan gurita deh Laras,dicubitinnya
Vino,"Auww!Auw!!"
Difoto sama Bimo,"Lucu mereka.Ribut2 manja."
Lucu?Tbc..
Part 262 ** I AM
HIS QUEEN
Perfect understanding...
Menjelang sore mereka bersiap balik ke hotel,Vino dan Laras naik mobil soalnya Vino ada misi.Kayak di perusahaan saja.Ada misi dan visi.Misi apa sih Vin?Bimo jelas ngawal di belakang like ussual.Vino nunggu sampai rombongan berangkat dulu.Leon dan Sean melambaikan tangan,"Kami duluan ya Pak Boss?Mari Bu Laras..."
Vino dan Laras lambaikan tangan ke rombongan.Rani dan Anabella pindah ikut mobil Bimo soale Anabella mabuk,"Bim,kita ikut mobil aja...Anabel lagi ga enak body..."
Modus tuh Anabel.Wk..wk..wk...
Belajar dari Vino kali.Pak Syamsul ikut juga duduk jejer Bimo.Ga mau ganggu pasangan romantis.Norman malah yang nemeni Vino dan Laras.Biasa Vino selalu mengutamakan keselamatan orang tuanya baru dirinya makanya Bimo disuruh di mobil belakang.Udah gitu masih dikawal pihak kepolisian biar aman.Laras nyender manja di lengan Vino,"Makasih ya Vin.Kamu beliin banyak banget nih buat aku.Buat ayah juga.Baru kali ini aku lihat ayah seceria itu..."
Vino mengelus lengan Laras,"Ayah kamu seneng karena mau pulang kampung.Namanya juga home sweet home.Aku jadi penasaran deh sayang ceritain dong soal mama kamu maksud aku soal Mama Ningsih...yang kamu tahu aja kan beliau tiada saat kamu masih bayi ya."
Laras cerita,"Ibu aku wanita sederhana,ga neko2,hatinya baik,ga suka menuntut dan nerimo gitu.Ayah pernah cerita gimana ibu kerap dihina karena belum punya anak juga.Dibilang ga dipercayalah sama Yang Kuasa.Dikatai perempuan mandul macam2 sampai hatinya sedih banget.Bayangin Vin 11 tahun menikah baru dapat aku.Makanya saat tahu hamil aku beliau ga keluar rumah sampai usia kandungannya lebih dari 5 bulan.Ibu mau jaga diri bener2."
Vino menanggapi,"11 tahun?Wow...Kamu anak yang diharap2 ya..."
Laras mengangguk,"Iya Vin...kamu juga kan?Kita sama ya."
Vino masih penasaran,"Lalu apa yang terjadi?"
Laras lanjutin,"Rumah kami begitu jauh Vin dari Rumah Sakit...puskesmas yang ada juga kurang memadai.Ayah aku juga bukan orang kaya.Cuma punya sepeda onthel...sepeda kuno...jadi waktu aku mau lahir itu begitu sampai di RS dokter bilang aku dah ga ada."
Vino kaget,"Apa?"
Laras jelasin,"Sebelum ke RS di kota,ayah bawa ibu ke bidan dulu..."
Tbc.
Perfect understanding...
Menjelang sore mereka bersiap balik ke hotel,Vino dan Laras naik mobil soalnya Vino ada misi.Kayak di perusahaan saja.Ada misi dan visi.Misi apa sih Vin?Bimo jelas ngawal di belakang like ussual.Vino nunggu sampai rombongan berangkat dulu.Leon dan Sean melambaikan tangan,"Kami duluan ya Pak Boss?Mari Bu Laras..."
Vino dan Laras lambaikan tangan ke rombongan.Rani dan Anabella pindah ikut mobil Bimo soale Anabella mabuk,"Bim,kita ikut mobil aja...Anabel lagi ga enak body..."
Modus tuh Anabel.Wk..wk..wk...
Belajar dari Vino kali.Pak Syamsul ikut juga duduk jejer Bimo.Ga mau ganggu pasangan romantis.Norman malah yang nemeni Vino dan Laras.Biasa Vino selalu mengutamakan keselamatan orang tuanya baru dirinya makanya Bimo disuruh di mobil belakang.Udah gitu masih dikawal pihak kepolisian biar aman.Laras nyender manja di lengan Vino,"Makasih ya Vin.Kamu beliin banyak banget nih buat aku.Buat ayah juga.Baru kali ini aku lihat ayah seceria itu..."
Vino mengelus lengan Laras,"Ayah kamu seneng karena mau pulang kampung.Namanya juga home sweet home.Aku jadi penasaran deh sayang ceritain dong soal mama kamu maksud aku soal Mama Ningsih...yang kamu tahu aja kan beliau tiada saat kamu masih bayi ya."
Laras cerita,"Ibu aku wanita sederhana,ga neko2,hatinya baik,ga suka menuntut dan nerimo gitu.Ayah pernah cerita gimana ibu kerap dihina karena belum punya anak juga.Dibilang ga dipercayalah sama Yang Kuasa.Dikatai perempuan mandul macam2 sampai hatinya sedih banget.Bayangin Vin 11 tahun menikah baru dapat aku.Makanya saat tahu hamil aku beliau ga keluar rumah sampai usia kandungannya lebih dari 5 bulan.Ibu mau jaga diri bener2."
Vino menanggapi,"11 tahun?Wow...Kamu anak yang diharap2 ya..."
Laras mengangguk,"Iya Vin...kamu juga kan?Kita sama ya."
Vino masih penasaran,"Lalu apa yang terjadi?"
Laras lanjutin,"Rumah kami begitu jauh Vin dari Rumah Sakit...puskesmas yang ada juga kurang memadai.Ayah aku juga bukan orang kaya.Cuma punya sepeda onthel...sepeda kuno...jadi waktu aku mau lahir itu begitu sampai di RS dokter bilang aku dah ga ada."
Vino kaget,"Apa?"
Laras jelasin,"Sebelum ke RS di kota,ayah bawa ibu ke bidan dulu..."
Tbc.
The daughter...
Laras nampak sedih melanjutkan kisahnya,"Dua bidan didatangi
Ayah.Jauh lagi lokasinya Vin...Bidan pertama di desa terdekat katanya kok ga
ada bukaan.Lalu ke bidan kedua malah angkat tangan,ga berani nangani.Kasihan
ibuku..."
Vino malah mikir,"Di kampungmu ga ada sarana medis yang
memadai ya?Aku bisa bayangin..."
Laras mengangguk,"Iya Vin...waktu ayah sakit aja aku harus ke
kota.Mana jalannya jelek lagi Vin...becek kalau hujan."
Vino meraih sang isteri penuh sayang,"Isteriku sayang...pasti
hidupmu dulu sungguh tidak mudah...terus gimana pas sampai di RS?"
Laras meraih jemari Vino,"Dokter bilang detak jantungku udah
ga ada.Ibu harus dikiret.Ibu sedih banget.Anak yang diharap2 malah ga ada
bahkan saat siap mau dilahirkan..."
Vino meremas jemari Laras dengan erat,"Tapi kamu hidup
sayang.Gimana ceritanya?"
Laras tersenyum melihat antusias di wajah suaminya,"Ayah
cerita sama aku kalau ibu berdoa begini begitu tahu beliau kehilangan aku:Tukar
dengan nyawaku Tuhan,aku rela menggantikan dia.Tukar dengan nyawaku.Hapuskan
aibku."
Norman aja sampai berkaca2 mendengarnya,'Sampai segitunya?Ternyata
sebagai perempuan ga punya anak sangat menyedihkan,lebih sedih dihina karena
belum bisa ngasih anak daripada karena belum laku.'
Laras juga mulai berkaca2,"Kata ayah,ibu nangis ngucapin itu
sampai bergetar gitu.Mana hujan deres lagi dan petir nyambar2.Serem
suasananya.Mencekam gitu Vin."
Vino minta tissue ke Norman buat Laras,"Tissue Man ..."
Norman juga ngambilin buat dirinya sendiri weleh...ikut termehek2
juga dia.Laras malah terisak didada Vino,"Aku ...aku ini penyebab kematian
ibuku ya Vin...hu...hu..."
Waduh hujan lokal,Vino jelas langsung memeluk sang isteri,sambil
kasih kode ke sopir buat slow aja bawa mobilnya.Norman paham dan nyuruh sopir
untuk kurangi kecepatan,"Slow aja Bli..."
Vino kini yang gantian meyakinkan Laras bahwa dia bukan penyebab
kematian ibunya,"Sayang...ssshh...jangan salahin diri kamu ya...kamu ada
di dunia karena Tuhan punya tujuan buat kamu.Ibu kamu berdoa seperti itu karena
beliau sayang banget sama kamu.Kelahiran kamu adalah jawaban doa baginya.Kamu
itu anak yang menghapuskan aib beliau."Cup2...Tbc..........
Part 264 ** I AM HIS QUEEN
Thy prayer is heard...
Vino jadi merasa bersalah membahas masa lalu Laras,"Maafkan
aku ya sayang...dah bikin kamu teringat masa yang menyedihkan...Ceritanya
dilanjut kalau kamu dah tenang saja ya?Sudah...sudah..."
Laras inget perkataan suaminya kalau kerja harus tuntas,"Ga
apa kok Vin...aku akan lanjutin.Doa ibuku terkabul.Kala mau dikiret,perawat
mengecek sekali lagi dan menemukan bahwa jantungku berdetak lagi.Ibu senang
sekali.Berkali2 mengucap terima kasih pada Tuhan.Kemudian lahirlah aku.Tanganku
biru karena aku terlalu lama di dalam perut ibuku.Kata ayah ibu langsung
memelukku.Menaruhku di dadanya.Kondisiku akhirnya stabil dan ibu tahu bahwa
waktunya ga lama lagi.Beliau berpesan pada Ayah untuk memberi nama Laras
padaku.Dari kata Lara yang artinya sakit.Ibu bilang:Meski sakit tapi Tuhan
menghapus aibku.Menghiburkan hatiku.Dia akan menjadi anak yang menghiburkan
hati banyak orang."
Vino meraih wajah Laras,"Ibumu benar.Kau menghiburkan
hatiku.Jika kau tak ada,aku takkan sebahagia ini.Hidupku takkan lengkap
tanpamu.Kau berharga bagiku Ras.Sangat berharga...."
Laras terhiburkan oleh ucapan Vino,"Makasih ya Vin.Kau selalu
membuatku merasa sangat spesial.Makasih..."
Dikecup kepala Laras sama Vino bikin Norman jadi terharu,'Sweet
banget sih...Mas Vino ternyata bisa begitu lembut ya...'
Bimo merhatiin mobil Vino,'Kok mobil Mas Vino melambat ya?Apa ada
masalah?'
Saat di lampu merah wa dia ke Norman,"Ada apa kok melambat
laju mobilnya?Mas Vino gpp?"
Norman balas,"Gapapa kok.Mas Vino lagi dengerin mbak Laras
curhat..Tenang aja."
Bimo tenang karena ga ada masalah.Sampai di hotel dah malam,Vino
milih langsung ke kamar sama Laras.Biar Laras rehat.Makan malam aja minta
dikirim ke atas.Usai makan,Laras tidur dalam dekapan Vino.Vino hanya ingin
nenangin sang isteri,"Tidurlah...aku akan menjagamu..."
Laras nanya,"Fashion shownya?"
Vino jawab,"Selalu ada hari esok buat kita...saat ini aku
hanya ingin kau istirahat.Aku hanya ingin memelukmu saja..."
Laras karena banyak nangis akhirnya pules dia sambil meluk
Vino,diselimuti sama Vino,'I love you more than you know....'
Vino malah ga tidur2,pikirannya penuh dengan rencana.Diapun ambil
hp.Ngapain?Tbc...
Part 265 ** I AM
HIS QUEEN
Addicted to his love...
Bimo nanyai Norman soal di perjalanan otw ke hotel tadi,"Ada
apa Man?Apa yang sebenarnya terjadi tadi?"
Normanpun melaporkan semuanya.Bimo malah yakin,'Mas Vino pasti ga
akan tinggal diam melihat kesedihan mbak Laras.Aku hafal dia.'
Makanya Bimo ga kaget kala Vino wa dia untuk melakukan tugas
rahasia,'Benar kan?Baru juga ditebak eh dah kejadian.'
Misi apa sih?Missisippi...itu nama sungai say.Ga cuma Bimo bahkan
Rani juga dilibatkan di situ,"Sekali lagi Vino menunjukkan kemiripan
dengan mendiang papanya.Selalu peduli pada orang sekitarnya.Putra yang
membanggakan."
Anabel jelas juga ikut malah mendampingi Bimo mengurus segala
sesuatunya.Seneng dia dapat misi bareng Bimo,'Cihuyy!Bisa deket sama Bimo.Yang
nyuruh Tuan Vino pasti Bimo ga akan bantah.Yes!Pucuk dicinta ulam tiba.'
Di hari2 terakhir Family day,Bimo dan Anabel ga kelihatan.Laras
sempat nanyain ke Rani,tapi dijawab Rani kalau dia nyuruh mereka lakukan
sesuatu,"Mereka saya suruh survei lapangan soalnya ada proyek baru yang
mau dikerjakan."
Laras agak heran juga,"Proyek baru?Bukannya ini masih libur
untuk family day ya Ma?Kan kasihan mereka masak udah kerja?"
Vino yang jawab,"Justru mereka malah liburan sambil kerja
Ras.Double nanti dapatnya,liburan dapat salary plus insentif tambahan
dapat.Lagian family day dah mau selesai."
Laras tahu Vino ga akan nyuruh tanpa pertimbangan matang,ga
nanya lagi dia.Menjelang senja Vino ngajak sang isteri jalan2 di
pantai,"Sayang,sekarang giliranmu untuk menyatakan pada dunia bahwa kau
ini berharga,kau bukan anak yang menyebabkan kepedihan.Kau adalah pribadi yang
diharapkan lahir ke dunia.Kau adalah jawaban doa seorang wanita yang selama ini
dihina orang karena dianggap mandul.Dianggap perempuan yang ga dipercaya sama
Tuhan untuk merawat seorang anak.Teriakkan semuanya di sini.Sepi kok ini kan
area khusus."
Laras tahu Vino benar,"Hey...laut...udara...daratan....aku
Laras Ayuningtyas...."
Vino mendehem,"Ehem....Laras Adijaya..."
Laras jadi tersipu,"Ups...maaf...Aku Laras
Adijaya...adalah...anak yang ..."
Lihat ke Vino dia,"Anak yang diharapkan...bukan anak pembawa
kematian..."
Laras ngikutin,"Aku anak yang diharapkan..."
Tbc..
Part 266 ** I AM HIS QUEEN
Balance of power...
Laras sempat ragu,ga pede dia,"Tapi Vin...di kampungku semua
memandangku seperti itu...bahwa aku ini anak yang seharusnya tidak pernah
dilahirkan.Jika ibuku tidak mengandung aku maka beliau pasti masih hidup."
Vino meraih jemari isterinya,"Apakah kita berhak memilih
siapa orang tua kita?Apakah kita yang menentukan siapa orang tua kita?Dimana
kita dilahirkan?Jawab aku Ras!"
Laras menggeleng,"Itu adalah kehendak-Nya.Bukan wewenang
kita."
Vino tersenyum,"Tak ada yang berhak menilai hidup kita selain
Dia,Yang Menciptakan kita.Penghakiman-Nya yang paling adil.Bagian kita adalah
memenuhi rencana-Nya di dunia ini.Dan aku sebagai suamimu akan membantumu
mencapai destiny hidupmu.Menjadi seorang wanita yang menghiburkan hati banyak
orang.Larasku...isteriku yang sangat kucintai.Wanita yang hebat."
Laras jadi terharu,memandang Vino dengan mata
berlinang,"Pendapatmu jauh lebih penting bagiku daripada pandangan orang
padaku Vin...karena kau adalah suamiku.Kau membuatku selalu merasa bahwa aku
ini begitu berharga.Makasih sayang..."
Malah berpelukan deh...baru kemudian Laras meneriakkan
hakekat dirinya pada laut dan semesta di sana.Laras merasa Vino layak dapat
reward karena membantunya menjadi pribadi yang confidence.Sampai di kamar ia
matiin lampu.Vino jelas heran,"Kok mati lampu?Hotel bintang lima masak
kayak gini pelayanannya?Emang ga ada genset ya?"
Saat Vino sibuk nyari saklar tiba2 lampu dekat bed nyala,dan di
sana Laras sudah duduk di tepi ranjang dengan gaun tidur yang membuat Vino ga
berkedip melihatnya,"Sayang..."
Laras masih sedikit ga pede sebenarnya makanya dia raih selimut
dan menunduk,"Aku ga pantas ya Vin pakai kayak gini?"
Vino mendekat dan bersimpuh,"Kau salah sayang.Kau cantik
sekali...kau mempesona...dan kau adalah milikku...mine..."
Vino melepas selimutnya dan mengangkat tubuh Laras ke atas
ranjang,"Baju model biasa akan jadi luar biasa jika kau yang
memakainya...kau tahu kenapa?"
Laras menggeleng manja dipelukan Vino,"Karena kau adalah isteriku...tercantik
diantara para wanita...paling berkilau diantara permata..."
Laras tersenyum,"Puitis bener..."
Vino menggoda,"Mau yang lebih romantis?"
Laras bilang apa?Tbc
Part 267 ** I AM HIS QUEEN
Always more...
Tak ada yang lebih indah bagi Laras selain berada dalam belaian
cinta Vino,"Bersamamu adalah yang paling romantis,sayang...."
Bicara gitu sambil mengelus rambut Vino,ga marah Vinonya malah
kayak puppy dia,gosok2in kepala dia ke tangan Laras.Laras geli
lihatnya,"Kayak anak anjing deh...suka gitu..."
Vino malah jelasin,"Kamu tahu kenapa anjing suka
begitu?Gosok2in badan dia.."
Laras menggeleng,"Ga tahu puppy gede..."
Vino gosok2in lagi rambut dia ke Laras,"Ini itu artinya
menandai teritorial.Pack's law.Jadi anjing itu kan tajam penciumannya,maka jika
ada yang masuk area kekuasaannya dan mencium baunya tahu deh kalau daerah itu
udah ada penguasanya.Dah ada yang empunya.Udah ada kingnya he..he.."
Laras menyimpulkan,"Jadi kamu sedang menandai aku sebagai
daerah kekuasaan kamu gitu?"
Vino mendongak,"Iya...kamu itu dah jadi milik aku...ga ada
yang boleh mengusik,menyentuh kamu...hanya aku yang boleh...karena kamu sudah
kutandai...kalau dalam istilah perusahaan kamu udah kukasih kode
inventaris.He..he..."
Laras malah godain,"Mana kodenya kok aku ga merasa dah
dikodein ya?"
Vino menatap penuh hasrat,"Masih merasa belum
ditandai?Bener2...ya...siap2 ya?Akan kuingatkan kembali moment itu..."
Laras dikasih kode inventaris.Diaudit aset dia.Apa itu
audit aset?Hmm..gimana ya jelasinnya?Kodenya model barcode kayak gini nih
♥¡¡¡||♡||¡¡¡♥
Weleh kena badan sensor lagi to.Pakai scanner to?Lha iya dong
say.Bisa dibaca lho pakai aplikasi khusus.Bentar download dulu aplikasinya di
playstore.Loading...nah diarahin ke barcodenya.Tertera tulisan apa?Bentar...
Aha!Iya bisa dibaca!Tulisannya : sign to Alvino
Adijaya.Walah...terus kita ngapain masak malah jadi penonton?Wah itu ga etis
say.Kita bantu aja pasang tanda di depan pintu.Apa tandane?Awas licin.Lho?Emang
lagi ngepel awas licin?Ups...tanda ini ada gambar segitiga terus dikasih petir
cleret gitu.Itu kan artinya awas tegangan tinggi?Emang trafo atau panel
listrik?Hmm tanda apa ya?Oh iya gambar gelas aja.Lho emang barang mudah
pecah?Lha Laras kan kayak boneka kaca bagi Vino.Ga cocok deh.Gambar S dicoret
aja.Dilarang berhenti.Walah lha bisa sampai pagi dong kalau gitu.Ya biarin kan
udah resmi.Tbc
Part 268 ** I AM HIS QUEEN
Many of the children...
Dini hari tiba,Vino nampak masih pulas.Selimut menutupinya
hingga hampir ke leher.Dingin kali.AC kecilin aja...ya tambah adem dong
dikecilin.Maksude dinaikin suhunya biar hangat terus jangan diswing.Fan
speednya jangan full.Oke sudah.Ngomong2 Laras mana?Ke kamar mandi kali,nature
call.Ada bayangan datang,itu pasti Laras.Tapi kok pendek bayangannya,naik ke
ranjang dengan susah payah.Jangan2 makhluk halus?Kok horor?Sosok itu menaiki
ranjang dan menarik2 selimut Vino,"Papa!Papa bangun!Papa!"
Papa?Apa ga salah denger ya?Kok manggil papa?Coba disorot dulu
pakai lampu senter.Jangan2 salah kamar nih.Masak salah kamar di hotel
sih?Liftnya aja khusus.Dijaga lagi.Ternyata sosok bocah perempuan pakai baju
pink,terus berusaha bangunin Vino,"Papa!!Bangun!"
Vino terbangun,"Whooaah!Apa sih sayang?"
Bocah kecil itu senang lihat Vino bangun,"Yeah papa bangun!Yeah!"
Vino pikir yang bangunin dia Laras lha kok yang nemplok malah
gadis mungil ipel2 dengan pipi tembem,"Lho jam berapa ini?Putri papa udah
bangun?Pipinya gemesin..."
Lho kok Vino manggil tuh gadis kecil dengan sebutan putri papa?Ini
apa ga salah time jeng?Jangan2 kita salah naik mesin waktu.Maju mundur
cantik.Bentar2 mending nanya Laras aja.Mana dia?
Vino nanya sama his daughter,"Pagi2 dah bangunin papa...emang
mama kemana?"
Laras datang tapi ga sendirian.Lha sama siapa?Sama seorang
pria.Pria?Pria kecil maksudnya.Baby kecil cowok.Gadis kecil nunjuk ke
Laras,"Tuh mama sama dedek..."
Dedek?Astaga kayaknya beneran deh kita salah masuk dunia
waktu.Terlalu maju deh.Kamu pakai pintu ajaibnya Doraemon ya?
Laras menggendong bayi laki2 pakai celana yang kakinya ketutup
semua itu,cute banget babynya,"Si kecil rewel...diemnya kalau lihat
papanya.Anak papa semua deh.."
Vino meraih sang bayi,"Oh jagoan papa...sini2 sama
papa..."
Laras senyum2 lihatnya tapi kemudian dia buru2 ke
belakang,lha kenapa?Muntah2 di toilet,"Hueek!Hueek!"
Si gadis kecil nanya,"Mama kenapa Pa?"
Vino malah merangkul kedua anaknya,"Mama mau kasih kamu dedek
lagi.Kamu suka kan punya banyak dedek."
Gadis kecil dan adiknya ketawa semua,"Asyik!Temen mainnya
makin banyak..."
Vino lalu ngajak keduanya tidur lagi.Tbc..
Part 269 ** I AM HIS QUEEN
Not dream...
Vino senyum2 sendiri bayangin kehidupannya dengan
Laras.Astaga cuma bayangan to?Kirain beneran.Lha nikah aja seminggu belum ada
masak dah anak dua say.Tiga malah.Oh iya.Penulisnya ga suka dikejar2 ya?Curhat
ya?Makanya dicepetin ya?Harap makhlum penulise kan wong Solo jadi ngeslow.Alon2
waton kelakon.Kalau dioyak malah ngilang.Weleh....
Vino memang lagi berkhayal tingkat dewa,mandangi sang isteri
yang masih pulas di sisinya.Rambut Laras yang hitam terurai diusapnya,'Pantas
namanya Laras Ayuningtyas...ayu tenan.Tidur aja kayak bidadari.Wajahnya yang
keibuan.Aduh kebayang deh kalau punya anak nanti.Pasti sayang banget sama anak2
aku.Kok aku...kami.Aku ingin anak pertamaku perempuan kayak
mamanya.Gemesin.Lembut,baik hati dan sabar.'
Vino membelai perut sang isteri,'Tapi kalau dikasih laki dulu gpp
juga.Aku mau kasih nama Alvarrel.Aku suka nama itu.'
Vino malah bayangin kalau Laras berbadan dua,'Pasti makin
chubby.Tapi tetep cantik dong.Malah lebih terpancar cantiknya deh.Glowing
gitu.'
Laras terbangun kala Vino mengecup bahunya,"Jam berapa sih
sayang?"
Vino malah menyelimuti Laras lagi,"Jangan bangun.Masih gelap
kok.Tidur aja lagi."
Laras depis lagi deh merapat ke Vino lagi,emang kapal
merapat?Lha piye enake bahasane?Merangsek weleh...
Vino malah ikut bobok juga akhirnya.Salah sendiri begadang.Malah
berkhayal pula.Punya anak tiga.Weleh...
Hari itu hari terakhir family day.Rombongan bersiap untuk ke Tanah
Lot sebelum kemudian pulang.Kecuali keluarga Adijaya pastinya yang akan stay
lebih lama di Bali menemani pengantin kita.Vino ingin Laras menikmati semua
tempat wisata di Bali.Lihat persawahan di sana dengan sistem pangairannya yang
terkenal.Naik sepeda keliling persawahan.Banyak yang mau ia tunjukkan ke
Laras.Sebenarnya sekalian Vino nungguin hasil kerja Bimo dan Anabel.Keduanya
dia suruh menyiapkan kunjunganmya ke kampung halaman Laras.Kenapa harus dengan
preparation?Ntar juga tahu.Vino tengah melakukan sesuatu yang akan mengubah
image dan pandangan orang tentang Laras dan Ayahnya.Kira2 apa yang direncanakan
pebisnis kita?Bersambung.....
Part 270 ** I AM HIS QUEEN
I will beautify...
Bagi seorang gadis eh...dah ga gadis ding...seorang wanita yang
mandiri kayak Laras,dimanja adalah suatu hal yang ga biasa.Namun bagi Vino
memanjakan wanita yang dicintai adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.Akhirnya
setelah hampir dua minggu di pulau Dewata,Vino memenuhi janjinya berkunjung ke
kampung halaman sang isteri.Laras dah wanti2 sama Vino,"Jalannya jelek lho
Vin..."
Namun kala sampai sana Laras kaget,"Lho,kok sebagian jalannya
udah diaspal?"
Makin melongo lagi kala para penduduk mengelu2kannya,"Selamat
datang Laras!!Hidup Laras!!"
Laras keheranan,'Lho ada apa ini?Bahkan Pak Lurah,perangkat desa
semua menyambut kedatangan kami.'
Pak Syamsul saja dikalungi bunga,"Ini sebenarnya ada apa
ya?Kok tiba2 warga begitu antusias?"
Pak Lurah menjawab,"Berkat putri bapak,jalan2 di desa ini
akan dibenerin.Diaspal.Ga cuma itu malah akan didirikan RS di desa ini.Semua
karena kamu Ras..."
Tambah judeg Larasnya,"Rumah Sakit?Wow...siapa yang mau
mendanai pembangunannya?"
Bimo yang jawab,"Siapa lagi kalau bukan Mas Vino..."
Laras terharu,"Bener Vin?Semua karena kamu?"
Vino malah berkata,"Aku cuma ingin ga ada lagi bayi2 yang
harus meregang nyawa saat mau dilahirkan.Dan jangan ada lagi bayi2 ga bisa
lahir karena minimnya sarana medis di tempat ini.Itu ga boleh terjadi karena
kedokteran kian maju sekarang.Serta infrastruktur juga harus dibangun demi
kelancaran ekonomi dan kesejahteraan warga di sini.Jika jalan2 dibangun pasti
pergerakan ekonomi akan lebih cepat dan mobilitas perdagangan dan penduduk akan
lebih baik.Pendidikan juga akan ikut maju."
Laras dan Pak Syamsul terharu dengan kebaikan hati Vino
membangun sarana infrastruktur dan RS di daerah asal mereka.Laras tak mampu
membendung rasa haru dan terima kasihnya,langsung memeluk sang suami
sambil menangis,"Makasih sayang...makasih..."
Para warga yang dulu menghina kini tertunduk malu melihat apa yang
dilakukan Vino bagi mereka,"Padahal dulu Pak Syamsul kerap kita suruh
pergi tiap datang acara kumpulan warga.Sekarang malah menantunya,suami
Laras,yang membangun desa kita.Bakal dirikan RS pula di sini.Pekewuh saya
ketemu Pak Syamsul sama Laras."
Apa nama RS nya?Tbc........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar