Part 281** I AM HIS QUEEN
Be comforted...
Laras awalnya ga mau cerita,"Aku udah sering dihina Vin...gpp
kok.Aku kan kuat aku bisa lalui semuanya kok."
Vino melepas sandal Laras,"Jika mereka menghinamu berarti mereka
juga menghinaku.Kita kan satu.Ga ada lagi kamu atau aku.Adanya kita."
Laras ga mau Vino melayaninya,"Kau mau apa Vin?Udah aku ga usah
dilayani.Aku bisa lakuin sendiri.Lagian aku biasa Vin jalan jauh..lihat aja
betisku."
Vino membelai betis sang isteri,"Kaki ini adalah kaki yang membawa
kebahagiaan,kebaikan dan ketulusan dimanapun berada.Lihat saja desa ini berubah
menjadi lebih baik karena dirimu.Dulu mau kemana2 susah sekarang jalan2 jadi
bagus.Orang mau berdagang gampang transportasinya.Terus dulu mau berobat harus
ke desa lain.Sebentar lagi akan berdiri RS dengan standar kota di desa ini.RS
Bunda Laras.Kenapa kunamai itu?Karena dua wanita hebat di desa ini.Kau dan Mama
Ningsih.Setiap penduduk akan mengenang Mama Ningsih bukan sebagai wanita yang
ga dipercaya Tuhan tapi sebagai wanita yang melahirkan anak yang indah.Wanita
yang melahirkan seorang Laras Adijaya.Seorang wanita yang membawa perubahan
bagi desa ini.Dan kau tahu sayang,ga cuma itu aku akan dirikan sekolah2 di
sini,aku juga akan memperbaiki jaringan listrik dan air di desa ini.Takkan ada
yang berani menghina isteriku lagi.Kau mau apa untuk kudirikan di desa ini?Akan
kuberikan.Koperasi2,yayasan,everything for you my love.Just say it and your
wish will be my command."
Laras malah berkaca2 apalagi
Vino bilang itu semua sambil memijit kakinya.Penuh kelembutan dan sayang.Laras
ga bisa berkata2 hanya satu yang bisa ia lakukan,menghambur ke pelukan sang
suami and say,"I love you....Alvino Adijaya..."
Vino jelas balik memeluk dengan erat tubuh isterinya,"I love you
too...more than you know..."
Laras nyaman sekali dipelukan sang pebisnis kita,"Kok aku bisa
dapetin pria sebaik kamu sih Vin?"
Vino jawab sambil tersenyum lega,"Itu namanya jodoh.Itu rahasia
Tuhan.Percayalah segala sesuatu bekerjasama untuk mendatangkan kebaikan bagi
kita.Itulah jalan Tuhan.Kamu tahu kenapa?Karena Dia begitu baik.Dia Maha
Penyayang.Aku juga penyayang lho.Apalagi kalau sama wanita yang kupeluk saat
ini."
Kangen Vin?Tbc
Part 282**I AM HIS QUEEN
Belong To Me...
Vino memegang wajah Laras,"Dengarkan aku Ras...Kau bukan Laras
yang layak dihina dan sebenarnya siapapun tidak pantas menghina makhluk ciptaan
Tuhan.Seburuk apapun mereka kelihatannya,tetap mereka tak berhak dihina.Kau
tahu kenapa?"
Laras memandang suaminya lekat2,namun tetap mendengarkan.Vino
melanjutkan ucapannya,"Karena mereka ciptaan Tuhan.Menghina mereka sama
saja menghina penciptanya.Lagipula Tuhan itu tidak melihat rupa,perawakan atau
kekayaan seseorang,Dia melihat hati kita.Manusia melihat rupa melihat apa yang
diluar tapi Dia melihat apa yang didalam.Dia melihat hati.Kau dan aku tak ada
bedanya di mata Dia,kaya miskin secara harta itu bukan yang Dia lihat.Tapi
seberapa miskin dan kaya hati kita itu yang penting bagi-Nya.Mengumpulkan harta
didunia itu banyak bahayanya.Ada rayap,tuh lihat kayu2 di rumah ini sebagian
besar sudah dimakan rayap.Ada pencuri.Ada banyak hal yang bisa terjadi.Tapi
mengumpulkan harta di sorga itu aman.Tidak ada pencurian di sana atau apapun
yang bisa menggerogotinya.Jadi jika ada yang menghinamu mencemoohmu abaikan
saja.Selama hatimu benar,kau tak perlu takut terhadap pandangan orang.Kau
mengerti sayang?"
Laras mengangguk haru,"Iya Vin...kau pernah bilang bijaklah orang
yang mengabaikan cemooh.Kini aku mengerti maksudnya."
Vino lega Laras sudah confidence lagi,sudah senyum lagi,"Gitu
dong.Isteri seorang Alvino Adijaya ga boleh down karena omongan orang.Kamu itu
harus selalu ingat bahwa kamu sekarang membawa nama besar keluarga Adijaya.Dari
kamulah nanti lahir generasi penerus Adijaya Group."
Laras tersenyum manis,"Aku sangat bangga menjadi isterimu
Vin...bangga karena memiliki suami yang begitu menghargaiku,menerimaku apa
adanya tapi tidak membiarkanku apa adanya.Kaulah yang mendandaniku Vin..."
Vino menggoda,"Kalau gitu aku dapat hadiah dong?Udah bikin
senyumanmu kembali tuh...aku mau hadiah..."
Laras geli,"Manjanya...pebisnis kita ini...Mau minta hadiah apa
sih?"
Vino malah senyum2 gaje,"Aku kangen sama kamu..."
Laras tahu maksud suaminya apalagi Vino mempererat pelukannya,mulai
menyibakkan rambutnya dan menyusuri lehernya,"Vin,tunggu dulu..."
Laras mau apa?Bersambung....
Part 283 ** I AM HIS QUEEN
Go down...
Laras bukannya tak mengerti hasrat sang suami,namun ia mau
mengembalikan dulu air bekas rendaman kaki ke belakang,"Bentar ya Vin..aku
segera kembali."
Vino menahan gemas pada sang isteri,"Cepet kembali lho...1 menit
harus sudah balik!!"
Laras tersenyum,dan segera keluar bawa baskomnya.Ia mau mastiin diluar
aman.Suasana ramai diluar dan Laras lihat semua bisa ditangani ayahnya.Vino di
dalam kamar senyum2 sendiri terus punya ide mau ngejutin Laras,'Kalau nanti
Laras masuk,aku akan segera tangkap dia dengan jurus guritaku.Biar dia ga bisa
lepas lagi.Aku akan berdiri dekat pintu saja.'
Laras ga lama memang kembali dan jelas kaget kala Vino langsung nyergap
dia,"Kena!!Ga bisa lari lagi sekarang!"
Laras hilang keseimbangan sehingga keduanya jatuh di dipan dan
...terdengar bunyi,"Kretekkkk...brak!!!"
Dipannya ambrol.Ga kuat
nampung berat Vino dan Laras.Langsung deh Bimo dan Pak Syamsul lari ke
dalam,"Suara apa itu?!"
Keduanya segera menuju asal suara dan menemukan Vino dan Laras
berpelukan di dipan yang ambrol alias blesek.Vino ketindih Laras kan dia mau
melindungi Laras dari kayu2.Tapi jelas posisi mereka bikin Pak Syamsul dan Bimo
tersipu dan saling pandang,"Oo..."
Laras jelas jadi merona merah mukanya,"Ehm...Kamu gpp Vin?Aku
bantuin ..."
Namanya Vino lebih gede badannya malah Laras ketarik dia jatuh di
pelukan Vino lagi.Weleh...
Pipi Laras kecium bibirnya Vino lagi.Aduh makin jebuk2 tuh...
Juice tomat!Juice tomat!
Pak Syamsul berbisik pada Bimo,"Sepertinya kita perlu turun
tangan.Kamu urus mereka.Bapak urus yang depan.Oke?"
Bimo paham,"Siap Pak!"
Bimo bantuin Vino keluar dari dipan yang jebol dan membawa dipannya
keluar,"Sepertinya untuk sementara Mas Vino dan mbak Laras mending tidur
di losmen saja."
Laras nampak sedih,"Iya Vin kamu tidur di losmen saja ya..."
Vino lihat tikar pandan,"Ga Ras!Aku mau tidur di sini.Aku mau
merasakan tinggal di rumah kamu.Dikamar kamu."
Laras berkata,"Tapi Vin..."
Vino mengambil tikar pandannya,"Ga ada rotan akarpun jadi.Kasurnya
taruh di atas tikar saja.Kayak orang Jepang.Tidur di tatami.He..he.."
Bimo kagum,"Wah Mas Vino memang smart!Kalau begitu saya
permisi.Silakan ehem dilanjutkan.."
Tbc....
Part 284**I AM HIS QUEEN
By night...
Pak Syamsul tahu betapa menantunya ingin menikmati bagaimana hidup di
rumah sederhananya,'Nak Vino sudah lakukan banyak hal untuk desa
ini.Terutama kepadaku dan Laras.Dia membuat kepala kami yang biasanya tertunduk
kini menjadi tegak bahkan sangat dibanggakan warga.Apa salahnya jika aku
gantian mewujudkan keinginan hatinya?Aku akan membawa warga ke rumah Pak RT
saja.Bukannya tadi beliau nawari?Jika di sini sepi pasti nyaman buat Nak Vino
berduaan dengan Laras.'
Rencana itu didukung oleh
Bimo.Bimo memerintahkan bodyguard pasang tenda di sekitar rumah.Semua diminta
menjauh dari area rumah.Pasang perimeter.Pintu depan dijaga langsung sama
Bimo.Sementara itu Vino menata kasur di bawah,"Nah sudah siap permadani
kita..."
Laras mengernyitkan dahi,"Permadani?Kok bisa Vin?"
Vino mengulurkan tangannya,"Ayo sini kita ke negeri 1001
malam,disana sangat indah..ayo!"
Laras berkata,"Tunggu dulu...aku mau kasih kejutan dulu.Pangeran
Aladdinnya merem dulu..."
Vino malah gede2 matanya,"Mau kabur lagi ya?Ga boleh!"
Laras merajuk,"Ya udah kalau gitu balik badan aja.Bentar
doang...katanya mau merasakan gimana kehidupan aku dulu...lima menit aja
Vin...kamu depan pintu deh balik badannya..."
Vino baru setuju.Mendekat ke pintu terus balik badan.Sementara Laras
membuka lemari dia yang sederhana dan ganti baju.Vino ga sabaran,"Udah
sayang?Dah lebih dari timer nih...aku balik badan ya?Lagian kamu pakai acara
malu segala sih depan aku...kayak aku belum pernah lihat kamu aja
he..he.."
Laras selesai ganti baju,"Bisa balik badan sekarang Vin..."
Vinopun membalikkan badannya dan terpukau,"Ini kamu
sayang?Wow..."
Laras pakai pakaian lama dia yang biasanya dia pakai buat tidur.Pakaian
yang sudah pudar warnanya,kainnyapun sudah tipis tapi malah bikin Vino
terpana.Rambut Laras terurai dengan gaya berbeda berkesan lugu ndesit
gitu,"Ini gaya kamu dulu ya...ga ada make up...ga ada perhiasan...tapi aku
suka..."
Vino mengecup jemari sang isteri,"Ga ada cincin di sini...."
Terus ke pergelangan tangan dikecup juga,"Ga ada gelang juga di
sini..."
Laras memejamkan mata kala telinga dia dapat giliran,"Ga ada
anting juga di sini..."
Laras sampai nyandar ke Vino.Neck?Tbc..
Part 285**I AM HIS QUEEN
Great capacity...
Laras menghadap suaminya,matanya melihat sang suami penuh
cinta,"Kau tak pernah bosan padaku Vin?"
Vino merebahkan sang isteri di kasur,"Aku takkan pernah
bosan...kau membuatku ketagihan..."
Laras pasrah deh,dipagut mesra sama sang suami tercinta.Diiringi bunyi
jangkrik dan suara alam pedesaan,dua insan itu menikmati indahnya asmara di
sebuah gubuk nan sederhana.Ga ada kemewahan di sana.Selain mepet
sawah.Walah...Kalau badan sensor di desa pasti ga ada dong?What?!!Enak aja.Ada
dong namanya enaknya apa ya?Aha ♥¤¤ KAWASAN TERLARANG kecuali buat rayap¤¤♥Kok
gitu?
Soale rumahe Laras banyak rayap
say.Berarti khusus rayap menjadi saksi cinta Vinola dong?Rayap punya mata ga
ya?Rayap2e paling sibuk dewe say sama kayu.Berisik sendiri mereka.Apalagi dapat
zona baru.Zona baru?Iya...dipannya Laras yang ringsek.Oh iya berarti mereka
sibuk menuju dipan.Punya misi dewe.Sampai pagi merekah.Bunyi ayam berkokok
membangunkan Laras,'Biasanya dingin kalau bangun di desa...tapi kok hangat
ya..."
Malu dia dapetin jawabannya,'Ups...lha dipeluk gini sama
Vino...tubuhnya hangat nian.Jadi males bangun deh...lagian kayaknya ga bisa
juga deh...dasar tangan gurita..."
Malah benerin selimut terus bobok lagi sama Vino,waduh...kepriben.
Habis adem tenan say...biasane kan kabut juga naik tuh.Vino mencium
leher isterinya,zone favorit kayaknya,"Dingin banget ya..kamu jangan pergi
dulu ya...aku kedinginan nih...butuh dihangatkan he...he..."
Wes...kalau ini perlu pembawa
ronde liwat say...kok pembawa ronde?Pembawa kentongan kali.Tangi...tangi...Ayam
saja kagak bisa bangunin gimana kentongan?Kalau begitu matahari saja.Kan panas
tuh.Sinarnya masuk lewat sela2 dinding kayu.Laras segera bangun walaupun Vino
masih mencoba menahannya,"Mau kemana sayang?Aku masih freezing
nih..."
Laras meraih baju Vino,"Pakai bajunya Vin sama nih jaket...aku
akan masak air buat mandi kamu.Sekalian buatin sarapan.Kamu pasti
laper..."
Vino memakai jaketnya,"Ya iyalah energiku kamu kuras
semalam..."
Laras manyun,"Kamu yang bilang kangen sama aku...sekarang nyalahin
aku..."
Waduh manyun bibirnya justru bikin Vino gemes,"Sayang aku masih
kangen tuh sama kamu lihat kamu manyun..."
Tbc..
Part 286** I AM HIS QUEEN
My lady...
Laras mencucu bibirnya bikin Vino jadi gemes,"Kalau mencucu gitu
kamu kayak dendeng ditaruh didepan kucing...very tempting..."
Laras ga ngerti,"Apa itu tempting?Makanan sejenis tempe ya?Atau
ting2..?Oh kamu mau sarapan tempe goreng ya?Akan aku buatin."
Vino kian kemecer lihat isterinya,"Makin gemesin deh...tempting
itu menggoda tahu...pura2 ga tahu ya?"
Laras segera lari keluar
kamar sebelum kena ajian serat jiwa milik Vino.Emang Brama Kumbara?Bramasta
say...ups!
Laras lari menuju dapur,dikejar sama Vino.Hampir kena lho andai saja
Laras ga kasih kode ke Vino.Kode apa?Code blue?Itu kode darurat RS say...
Lha nebak ya gpp ta?Kode kalau ada yang lihatin,siapa emangnya?Berjajar
pulau2 sambung menyambung menjadi satu...para bodyguard say.Ada Bimo,Norman and
team.Belum Pak Syamsul...weleh.Walaupun Pak Syamsul senang lihat menantunya
nampak riang,"Nak Vino kedinginan ya sampai lari2 gitu.Biar hangat ya
badannya?"
Laras yang sudah dalam rengkuhan Vino yang jawab,"Iya Yah..Menantu
ayah ini mau ngajak Laras olahraga tapi Laras kan harus masak Yah...Ayah mau
kan temani Vino?"
Vino berbisik ke telinga isterinya,"Sekarang kau bisa
lolos....tapi tidak nanti malam.He..he..."
Laras mesem dan segera menuju dapur mau masak air buat Vino
mandi.Jalan2 sama Pak Syamsul justru memberi kesempatan pada Vino untuk
membahas rencananya.Rencana apa maning sih Vin?Pikirannya banyak temen.Ada
aja...
Pak Syamsul tampaknya
approve.Apa itu?Setuju say.Nampak kagum dan berbinar matanya.Terharu juga.Piye
kuwi emosinya?Nano2.Rame rasanya.Para warga yang melihat Vino segera mendekat
dan menyapa dengan hangat,"Menantunya Pak Syamsul ya?Masnya yang jutawan
dari kota itu kan?Wah aslinya lebih ganteng ya...kayak artis lho...Pengusaha
sukses lagi...Pak Syamsul memang beruntung banget.Bejo kemayangan tenan
Pak..."
Vino ga ngeh dengan sebagian bahasa mereka,cuma menyalami sambil
tersenyum dengan ramah.Warna kulitnya yang putih bersih kian menyilaukan mata
kala terkena sinar mentari pagi.Silau man!
Asal jangan siluman say...
Para gadis2 desa nampak dah mejeng di depan rumah siap menebar pesona
kalau Vino lewat.Lha Vino gimana reaksinya?Terpesona atau terpana?Mau tahu?Tbc
Part 287**I AM HIS QUEEN
They gaped upon me...
Jangankan terpana or
terpesona,ngelirik aja ga.Malah pakai kaca mata hitam Vinonya,kaca mata ala
para pembalap motogp.Terutama yang biasa dipakai sama Jorge Lorenzo.Cie...yang
ngefans sama duo spaniat.Lho walau kemarin yang 93 ga podium tapi satunya kan
numero uno.Selamat ya 99!Disaat mau didepak dari Ducati eh malah juara di
negara asal Ducati.Hmm....sesuatu banget.
Sama kayak berartinya seorang
gadis ndesit bernama Laras bagi seorang Alvino Adijaya.Meski menyusul Vino
dengan pakaian lamanya yang belinya dipasar itupun harga obral weleh...plus
rambut cuma digelung ga dandan ala ulala..plus sandalan cepit pula tapi denger
orang manggil nama Laras udah bikin Vino menoleh,"Sayangku di sini?"
Laras mau beritahu Vino kalau
air mandinya dah siap.Sebenarnya cuma galagasi sih soalnya dia tahu kalau
suaminya jadi idola para gadis di desanya.Bahkan para ibu2 juga.Semua semangat
and heboh kalau ngomong soal Vino.Awalnya sih senang semua orang menerima
dengan baik suaminya tapi lama2 gedek juga denger mereka punya niat mau merebut
suaminya,"Laras yang lugu poll aja bisa naklukin hati tuh mas jutawan
ganteng masak anak perawan aku ga bisa?!Anakku kan lebih segalanya dari si
Laras..."
Banyak lagi omongan mereka
yang bikin panas di kuping kalau didengerin tapi Laras ga mau jadi termos
es.Termos es?Emosi maksude say...So,dia ikuti nasehat sang suami cuekin
semuanya tapi ga biarin juga sang suami digodain mereka,'Vino kalau ga disusul
pasti alamat lama deh...sekalian aku mau ambil kelapa muda di tegalnya Pak
Rt,kemarin nawarin.'
Alhasil Laras ga sempat dandan lagian mau ke tegal dandan ya aneh.Emang
mau ke mall?Lihat sang isteri coming closer,Vino langsung lepas kaca mata.Wajah
berbinar kayak habis menang undian 200 juta.Emang family 100?Tanpa nunggu
langsung nyamperin penuh antusias bin heppi tralala,"Sayang!!Kamu kok
sampai ke sini?Kangen aku ya?"
Wah para mbak2,adik2
Osis,weleh...para gendhis dan gula,para perawan dan janda2 ganjen semua
terperangah kayak ikan mas.Koi waelah...mujair aja...kakap!Lele!Emoh...aha
cupang!Sarden wae...tongkol!Bandeng!Oh...gurame...wis sing aman
cethul.Keciliken...Paus.Kegeden.Ada usul?Tbc...........
•
Part
288**I AM HIS QUEEN
Melted in the midst...
Ditengah tatapan banyak orang,Vino main peluk aja sama sang isteri,"Sayang..."
Waduh langsung pada mupeng semua.Gimana ga mupeng,kedua lengan Vino langsung melingkar mendekap Laras.Kayak kena magnet gitu,langsung lengket.Dah gitu kayak dunia milik berdua saja.Lainnya ngontrak.Vino nempel mesra Laras,"Sampai disusulin...ya kan masih kangen sama aku?Aku kan emang ngangenin..."
Reaksi Laras itu lho malah melet,"Geer deh...orang aku mau ke tegal kok."
Vino manyun,tapi lihat pipi Laras yanh merona dia tahu Laras lagi ngerjain dia,"Ga usah ngeles deh ...Kayak aku ga kenal kamu aja.Aku tuh tahu kamu luar dalam ya...kamu lagi cemasin aku kan?Lagi protektif kan?Ngaku aja..."
Laras tersipu deh langsung nyembunyiin wajah dia di dada Vino,"Kok bisa tahu sih?"
Vino malah berbisik,"Iya tahulah...semalam kamu juga bilang kalau aku cuma milik kamu seorang..."
Wah keduanya malah kayak love bird ketemu.Mesra dan bikin baper tingkat desa.Hmm....Malah Vino ikut Laras ke tegal,"Mau ke tegal?Aku temeni ya?"
Malah jalan gandengan mesra mereka menuju tegal,"Asri ya?Alam di sini masih ori,serba hijau pepohonan.Jadi inget kamu dulu juga masih ori waktu jadi milik aku.He..he.."
Laras nyubit lengan Vino,"Malam itu diinget terus..."
Vino malah meremas jemari sang isteri,"Kenapa ga?Bagiku malam itu unforgetable moment...malam bersejarah..."
Laras sendiri sebenarnya sama kayak Vino suka mengenang kejadian itu sambil senyum2 sendiri.Bimo yang ngikutin jejer sama Pak Syamsul malah ngobrol sama mertuanya Vino itu,"Alamat bakal cepet punya cucu kayaknya Pak..."
Pak Syamsul menyahut,"Benar itu.Dan saya pasti akan senang sekali jika itu benar terjadi.Bu Rani juga pasti akan sangat senang."
Tapi ada juga yang ga senang lho.Siapa?Di Jakarta,Sona terperanjat kala dipanggil sama Operation Director dan diberitahu bahwa ia dimutasi ke Kupang,"Apa Pak?Saya dimutasi?Ini saya salah dengar kan Pak?Saya itu manager HC lho...bukan staff biasa yang bisa diperlakukan seenaknya.Saya mau tahu kenapa saya dimutasi?"
Diterangin malah nyolot Sonianya,"Ini ga adil.Lebih baik saya resign daripada dimutasi ke sana!!"
Dengan kesal Sonia keluar dari ruangan.Reza gimana?Tbc.
Melted in the midst...
Ditengah tatapan banyak orang,Vino main peluk aja sama sang isteri,"Sayang..."
Waduh langsung pada mupeng semua.Gimana ga mupeng,kedua lengan Vino langsung melingkar mendekap Laras.Kayak kena magnet gitu,langsung lengket.Dah gitu kayak dunia milik berdua saja.Lainnya ngontrak.Vino nempel mesra Laras,"Sampai disusulin...ya kan masih kangen sama aku?Aku kan emang ngangenin..."
Reaksi Laras itu lho malah melet,"Geer deh...orang aku mau ke tegal kok."
Vino manyun,tapi lihat pipi Laras yanh merona dia tahu Laras lagi ngerjain dia,"Ga usah ngeles deh ...Kayak aku ga kenal kamu aja.Aku tuh tahu kamu luar dalam ya...kamu lagi cemasin aku kan?Lagi protektif kan?Ngaku aja..."
Laras tersipu deh langsung nyembunyiin wajah dia di dada Vino,"Kok bisa tahu sih?"
Vino malah berbisik,"Iya tahulah...semalam kamu juga bilang kalau aku cuma milik kamu seorang..."
Wah keduanya malah kayak love bird ketemu.Mesra dan bikin baper tingkat desa.Hmm....Malah Vino ikut Laras ke tegal,"Mau ke tegal?Aku temeni ya?"
Malah jalan gandengan mesra mereka menuju tegal,"Asri ya?Alam di sini masih ori,serba hijau pepohonan.Jadi inget kamu dulu juga masih ori waktu jadi milik aku.He..he.."
Laras nyubit lengan Vino,"Malam itu diinget terus..."
Vino malah meremas jemari sang isteri,"Kenapa ga?Bagiku malam itu unforgetable moment...malam bersejarah..."
Laras sendiri sebenarnya sama kayak Vino suka mengenang kejadian itu sambil senyum2 sendiri.Bimo yang ngikutin jejer sama Pak Syamsul malah ngobrol sama mertuanya Vino itu,"Alamat bakal cepet punya cucu kayaknya Pak..."
Pak Syamsul menyahut,"Benar itu.Dan saya pasti akan senang sekali jika itu benar terjadi.Bu Rani juga pasti akan sangat senang."
Tapi ada juga yang ga senang lho.Siapa?Di Jakarta,Sona terperanjat kala dipanggil sama Operation Director dan diberitahu bahwa ia dimutasi ke Kupang,"Apa Pak?Saya dimutasi?Ini saya salah dengar kan Pak?Saya itu manager HC lho...bukan staff biasa yang bisa diperlakukan seenaknya.Saya mau tahu kenapa saya dimutasi?"
Diterangin malah nyolot Sonianya,"Ini ga adil.Lebih baik saya resign daripada dimutasi ke sana!!"
Dengan kesal Sonia keluar dari ruangan.Reza gimana?Tbc.
Part 289**I AM HIS QUEEN
The fave...
Pak Rt yang merasa punya tegalnya jelas menemani,"Awas,jalannya menanjak lho Mas Vino..."
Ia memang diberitahu sama Pak Syamsul kalau Vino biasa dipanggil begitu.Vino malah benerin jaketnya,"Medan kayak apapun saya hadapi Pak,asal kesayangan saya ini aman."
Bilang gitu sambil ngelirik Laras.Yang dimaksud jelas hepi banget meski hanya bisa menahannya dalam hati,'Di hati Vino emang cuma ada aku,aku lega ia ga bosen sama aku...padahal ia bisa dapetin wanita mana saja dengan segala yang ia miliki.'
Anaknya Pak Rt yang baru saja menjanda iri banget sama Laras,'Dulu aja dia bukan siapa2 di sini.Cuma babu,buruh tani musiman,sekarang mendadak jadi isterinya jutawan.Mana jutawannya ganteng banget lagi.Badannya bagus.Putih.Idaman aku banget.Lagian apa tahu dia soal nyenengin lelaki.Paling bentar lagi juga dibuang dia.Oh iya ibunya dia aja susah punya anak.Paling si Laras juga sama...Buah kan jatuh ga jauh dari pohonnya.'
Laras merasa aneh dengan sikap anaknya Pak RT itu yang terus saja cekikikan ga jelas biar narik perhatian Vino,'Tuh Mbak Denok kenapa ya?Sejak tadi nyekikik sendiri jangan2 kesambet lagi.Atau mau emang sengaja mau narik perhatian Vino?Emang terkenal kemayu dia itu.Mending aku segera ajak Vino balik.'
Di tegal Laras langsung to the point,ga mampir2 biar cepet bisa balik.Untung saja Vino tanggap dan ga pernah jauh dari Laras.Mau Si Denok bergaya jatuh,kejiret,keplese,jungkel atau glundung sekalipun perhatian Vino hanya buat Laras.Apalagi didekat Vino selalu ada Pak Bimo yang menjadi penangkal radikal bebas.Weleh...
Laras mengucap terima kasih pada Pak RT,"Matur nuwun ya Pakdhe...Dah dikasih kelapa muda.Banyak lagi."
Eh Si Denok nyeletuk,"Makanya Ras punya ayah itu kayak ayahku dong...punya tegal,sawah,kebun,rumah bagus...biar ga malu2in suami kamu..."
Laras dipancing biar marah,tapi dia jawab dengan santai,"Suami aku itu menerima aku dan ayah aku apa adanya kok mbak,makanya dia sampai mau nemeni aku ke sini.Aku kemari karena ayah kamu yang ajak,nawarin terus.Aku ga minta."
Bimo batin,'Nih perempuan kayaknya perlu diperlihatkan aset kekayaannya Mas Vino deh.Perkebunan kelapa punya Mas Vino.'Vino gimana reaksinya ya?Tbc..
His love...
Vino mendengar semua yang dikatakan pada isterinya tapi dia malah
mendekati Pak Rt dan bertanya,"Berapa luas tegal ini Pak?"
Pak Rt belum sempat jawab eh dijawab dengan bangga sama Si Denok
emrel,"Masnya Ganteng nanya saya aja.Saya tahu semuanya.Tegal bapak saya
itu luasnya 1 hektar.Gede kan?Mau nanya apa lagi...No telp saya juga saya siap
kasih..."
Vino menolak dengan halus,"Tidak terima kasih."
Laras lega Vino nyuekin si
Denok.Malah Vino merangkul sang isteri,"Kita pulang yuk!Aku mau makan
sarapan bikinan kamu lagi sayang..."
Denok kesel banget lihatnya,'Sial!Tetep aja Laras yang
diperhatiin.Padahal Laras ga dandan malah kayaknya belum mandi tuh..pasti bau
apek.'
Baru jalan beberapa meter eh tiba2 ada ibu2 datang langsung nyamperin
Laras sambil nangis,"Ras...akhirnya ibu nemuin kamu.Ibu cari tadi ke rumah
tapi katanya kamu ke tegal.Kamu inget ibu kan?"
Laras ga akan lupa tuh ibu2 yang
rumahnya dekat Laras tapi suaminya paling pelit bin medit orangnya.Saat ayahnya
sakit ga mau pick upnya dipakai buat bawa ayahnya ke RS di kota.Padahal ya
searah.Ibunya sih baik tapi apa daya suaminya galak tenan.Kalau si ibu bantuin
pasti dimarahi suaminya.Laras menyuruh ibu itu berdiri,"Ibu Darmi kan?Ibu
kenapa jadi kurus gini?Saya juga lihat rumah ibu gelap kayak kosong.Ibu ada apa
nyari saya?"
Ibu itu malah nangis,"Suami ibu Ras...kena gagal ginjal dan
hepatitis.Ibu sudah 6 bulan di RS di kota.Sudah habis2an Ras.Ibu butuh uang
untuk biaya pengobatan soalnya ibu ga punya bpjs.Dulu kan ibu orang punya.Ini
baru mau nyari bpjs.Ibu denger suami kamu orang kaya raya.Pengusaha sukses
di Jakarta.Ibu mau jual tanah ibu di desa ini.Ibu mau pindah ke kota saja.Hidup
sederhana di sana.Tolong bujuk suami kamu ya Ras...biar mau beli tanah ibu.Ibu
dah putus asa Ras...butuh uangnya cepet."
Laras menatap Vino minta persetujuan,Vino mendekat.Dia nanya soal tanah
ibu itu,"Berapa luas lahannya Ibu?"
Berapa hayo?Tbc....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar