Eps 11 ☆★ DUA MATAHARI
Children of the youth...
Surya cerita pada ibunya,"Surya juga ga sangka lho
Bu...bisa dapat nilai paling bagus di kelas bisa ngalahin juara kelas
malah.Bintang.Hebat kan?"
Rini tersenyum,"Hebat sekali!Tapi kenapa kamu kayak
sedih gitu?"
Surya melihat ke luar,"Kenapa ya Bu tiap melihat teman
Surya yang namanya Bintang itu,rasanya Surya kayak dah kenal lama gitu.Padahal
dia itu bukan siapa2nya Surya."
Rini menutup korden jendela,"Rasa sayang itu pemberian
Tuhan,kadang kita itu tak mengerti.Kadang melampaui akal kita.Tapi saran Ibu
jangan menahan kebaikan pada orang lain karena dengan berbuat baik pada orang
lain sebenarnya kita sedang berbuat baik pada diri sendiri.Kamu mengerti
Sayang..."
Surya
mengangguk dan memeluk ibunya.Sementara itu ditempat tidur mewahnya,Bintang
menangis diam2 dibalik selimut,"Hiks...hiks..."
Pagi tiba,matahari bersinar dengan cerahnya.Ana membangunkan
Bintang,"Den Bintang udah pagi lho waktunya sekolah..."
Namun ia terkejut kala menyentuh dahi
Bintang,"Astaga!Panas...Den Bintang?Wah gawat ...mana Nona sudah pergi
lagi pagi2 kejar pesawat.Aduh...Bimo nemeni Nona lagi."
Bintang malah kekeh mau sekolah,"Ga mau minum obat ntar
Bintang ngantuk di kelas Bi...ga mau!!Bintang harus tetep sekolah.Hari ini
pengumuman lomba Pidato Bahasa Inggris Bi...Bintang harus datang ke
sekolah."
Dengan badan sumer alias demam,Bintang menuju ruang
makan,"Mama udah berangkat ya Bi?"
Ana bawa sepatu dan kaos kaki,"Iya Den...pagi
sekali."
Bintang cuma makan dikit sarapannya,"Lidah Bintang
pahit Bi...makannya udah ya..."
Ana bujuk bagaimanapun tetep saja Bintang berangkat
sekolah.Di sekolah upacara pula,ditanya sama teman2nya,"Bintang kamu kok
pucat sih?Sakit ya?Kalau sakit ga usah ikut upacara.Ntar ga kuat lho..."
Bintang ingat pesan Rani,"Anak Mama itu harus jadi yang
terbaik.Ga boleh lemah!Ga boleh ngeluh!"
Bintang nekad ikut upacara,"Aku kuat kok."
Pas diumumkan pemenang lomba Pidato Bahasa Inggris,Bintang
dah ga kuat berdiri sebenarnya,"Juara lomba kali ini dan berhak mewakilu
sekolah adalah Bintang Adijaya!!!Silakan maju ke depan!!"
Bintang disenggol sama Surya,"Kamu juara tuh.Selamat
ya!"
Bintang tersenyum tapi kemudian pingsan.Tbc..
Eps 12 ☆★ DUA MATAHARI
His reward....
( Rani pov )
Pagi ini perasaanku tidak enak.Rasanya berat meninggalkan rumah.Sejak mengadopsi Vino dan kuubah namanya menjadi Bintang Adijaya,entah kenapa aku jadi menyadari sisi lain diriku.Anak itu seperti aku.Dia kesepian.Sendirian.Tak ada orang tua.Walaupun dimatanya aku adalah mamanya tapi andai dia tahu apa yang telah kulakukan pada orang tuanya pasti dia akan membenciku.Aku sebenarnya punya hati juga.Usai kejadian di sungai itu aku meminta Joni untuk mencari berita seputar keberadaan Marco dan Ningrum.Aku tak berhasil menemukan Marco.Tapi aku berhasil menemukan Ningrum.Namun Ningrum mengira anak2nya sudah hanyut.Rasa kehilangan yang besar membuat jiwanya terganggu.Apalagi tiap melihatku.Kusembunyikan Ningrum di salah satu RS milikku.Teriakan histerisnya tiap melihatku datang membuat hatiku miris,"Mana anak2ku?Mana Revan??!!Mana Vino?!!!Kembalikan mereka!!!" Kuberikan dia dua boneka,"Kau mau mereka?Ini mereka.Ambillah...ayo ambil!"
Segera dia mengambil kedua boneka itu dari tanganku,"Revan sayang...ini mama sayang...Vino sayang ...ini mama...kalian baik2 saja kan?Ga luka kan?Mama akan pegangi kalian erat2,ga akan mama lepas lagi..."
Ningrum...Ningrum...aku ga sangka ternyata kehilanganmu lebih parah efeknya daripada kehilangan yang kurasakan.Tapi aku masih belum menemukan Marco,kemana dia?Apakah dia benar2 sudah tiada?Bertahun2 aku mencarinya.Jujur aku tak sangka dia terjun ke sungai waktu itu.Dia tak hiraukan nyawanya.Cintanya begitu dalam pada Ningrum.Kuperhatikan Ningrum yang sudah gangguan mental kini,apa yang dia lihat dari Ningrum?Apa?Secara usia aku lebih muda dan lebih modis.Pakaian2ku selalu fashionable.Hairstyleku juga.Secara finansial aku juga lebih tajir.Tapi tetap saja hati Marco untuk Ningrum.Bimo mendekat,"Nona,Bintang jatuh sakit...dia pingsan di sekolah."
Lamunanku jadi buyar,"Apa?!Bagaimana bisa?Segera hubungkan aku dengan Ana!"
Kumarahi Ana,"Kamu ini saya bayar bukan buat makan gaji buta!Saya suruh jaga Bintang supaya saya ga pikiran kalau pergi keluar kota.Tapi apa?Kenapa bisa Bintang sampai pingsan???!"
Kenapa aku begitu marah ya?Seakan Bintang anak aku saja.Melahirkan saja ga.Bersambung..........
His reward....
( Rani pov )
Pagi ini perasaanku tidak enak.Rasanya berat meninggalkan rumah.Sejak mengadopsi Vino dan kuubah namanya menjadi Bintang Adijaya,entah kenapa aku jadi menyadari sisi lain diriku.Anak itu seperti aku.Dia kesepian.Sendirian.Tak ada orang tua.Walaupun dimatanya aku adalah mamanya tapi andai dia tahu apa yang telah kulakukan pada orang tuanya pasti dia akan membenciku.Aku sebenarnya punya hati juga.Usai kejadian di sungai itu aku meminta Joni untuk mencari berita seputar keberadaan Marco dan Ningrum.Aku tak berhasil menemukan Marco.Tapi aku berhasil menemukan Ningrum.Namun Ningrum mengira anak2nya sudah hanyut.Rasa kehilangan yang besar membuat jiwanya terganggu.Apalagi tiap melihatku.Kusembunyikan Ningrum di salah satu RS milikku.Teriakan histerisnya tiap melihatku datang membuat hatiku miris,"Mana anak2ku?Mana Revan??!!Mana Vino?!!!Kembalikan mereka!!!" Kuberikan dia dua boneka,"Kau mau mereka?Ini mereka.Ambillah...ayo ambil!"
Segera dia mengambil kedua boneka itu dari tanganku,"Revan sayang...ini mama sayang...Vino sayang ...ini mama...kalian baik2 saja kan?Ga luka kan?Mama akan pegangi kalian erat2,ga akan mama lepas lagi..."
Ningrum...Ningrum...aku ga sangka ternyata kehilanganmu lebih parah efeknya daripada kehilangan yang kurasakan.Tapi aku masih belum menemukan Marco,kemana dia?Apakah dia benar2 sudah tiada?Bertahun2 aku mencarinya.Jujur aku tak sangka dia terjun ke sungai waktu itu.Dia tak hiraukan nyawanya.Cintanya begitu dalam pada Ningrum.Kuperhatikan Ningrum yang sudah gangguan mental kini,apa yang dia lihat dari Ningrum?Apa?Secara usia aku lebih muda dan lebih modis.Pakaian2ku selalu fashionable.Hairstyleku juga.Secara finansial aku juga lebih tajir.Tapi tetap saja hati Marco untuk Ningrum.Bimo mendekat,"Nona,Bintang jatuh sakit...dia pingsan di sekolah."
Lamunanku jadi buyar,"Apa?!Bagaimana bisa?Segera hubungkan aku dengan Ana!"
Kumarahi Ana,"Kamu ini saya bayar bukan buat makan gaji buta!Saya suruh jaga Bintang supaya saya ga pikiran kalau pergi keluar kota.Tapi apa?Kenapa bisa Bintang sampai pingsan???!"
Kenapa aku begitu marah ya?Seakan Bintang anak aku saja.Melahirkan saja ga.Bersambung..........
Eps 13 ★☆ DUA MATAHARI
High Care....
Rani langsung pesan pesawat pulang,"Bimo,kita
pulang!"
Bimo mesem,'Saya tahu bahwa dalam hati Nona ada sayang buat
Bintang.'
Bintang dibawa ke
RS dimana Ningrum disembunyikan oleh Rani.Pas saat itu Ningrum berulah berhasil
kabur dari isolasinya,"Ayo Revan Vino kita jalan2...kalian pasti bosan kan
didalam terus?"
Kabur Ningrum diantara koridor RS,saat itu Bintang dibawa
dengan bed dorong,"Bi Ana,Bintang ga mau disuntik.Bintang cuma mau
mama...Bintang mau beritahu Mama kalau Bintang juara lomba pidato Bahasa
Inggris...Ayo pulang Bi..."
Ningrum yang dikejar sama perawat malah nabrak bednya
Bintang,"Oops..."
Boneka yang dipegangnya yang dia anggap Vino jatuh didada
Bintang,diambil sama Bintang,"Kembalikan Vinoku!Kembalikan!!"
Bintang melihat bonekanya,"Oh boneka ini milik
ibu?Namanya Vino ya?Bonekanya mirip Bintang ya Bi Ana?Rambutnya agak
kemerahan..."
Ningrum melihat Bintang yang mengembalikan bonekanya dan
membelai pipinya,"Nama kamu siapa Nak?Beruntung sekali ibu kamu punya anak
sebaik kamu.Boleh ibu peluk kamu.Sebentar saja.Boleh ya?"
Ana malah terpana,'Kayaknya saya pernah lihat perempuan
itu.Tapi dimana ya?Wajahnya kayak ga asing...'
Bintang membiarkan Ningrum memeluknya,"Anak
baik..."
Ningrum dibawa sama perawat2nya lagi,"Lepaskan
saya!Saya cuma mau ajak anak2 saya jalan2.Mereka bosan di dalam kamar terus.Lepaskan
saya!!"
Bintang merhatiin,"Kasihan ya ibu itu...kenapa ya
Bintang damai banget dipeluk dia.Kayak mama ada di sini."
Andai saja kamu tahu Bintang siapa yang barusan meluk
kamu.Pasti kamu akan sangat bahagia.Bintang diperiksa dokter.
Ga lama Rani datang,"Mana Bintang,Ana?"
Ana jawab,"Di sana Nona.Di dalam kamar..."
Rani segera memeluk Bintang meriksa dahinya masih panas apa
ga,"Kalau kamu panas ga usah sekolah Bintang...mama ga mau kamu
sakit.Okey?"
Bintang seneng dipeluk gitu,"Iya Ma...tapi lihat
Ma...Bintang dapat juara lomba pidato lho Ma...Mama senang?"
Rani mengusap kepala Bintang,"Wow kamu hebat!Ya udah
yuk kita pulang.Kamu harus minum obat dan bobok.Mama akan off dari kerja hari
ini."
Wah Bintang seneng banget,"Yeahhh!!Mama akan temeni
Bintang seharian?Yeahhh!"
Rani ternyata punya sisi soft juga.Bersambung.
Eps 14 ☆★DUA MATAHARI
Take Notice....
Sebagai teman sekelas dan diajari untuk selalu menebar
kebaikan dan dididik dalam kasih sayang,Surya minta ijin pada ibunya untuk
menjenguk Bintang,"Ibu,Surya pingin jenguk Bintang.Boleh?"
Rini jelas ngijinin,"Boleh sayang.Tapi jangan dengan
tangan hampa kalau menjenguk.Bawa sesuatu.Ini ibu bikin kue kamu bawa ya.Kamu
kan suka sekali kue serabi.Siapa tahu saja teman kamu juga suka.Kalian
bisa makan bersama."
Dengan semangat
45,Surya mendatangi rumah Bintang tentunya dengan teman2 sekolah
lainnya.Bintang sedang bermain catur bersama Rani,"Lihat Mama menang
lagi!"
Bintang memang kalah tapi bahagia sekali karena Rani
meluangkan waktu buatnya,"Mama emang jago soal strategi.Bintang kebaca
terus langkahnya."
Security pos depan memberitahu,"Maaf Nona,didepan ada
teman2 sekolah Den Bintang.Apakah disuruh masuk atau bagaimana?"
Bintang memang tahu kalau dia bukan anak kandung Rani.Bahwa
Rani menemukannya dan memeliharanya.Makanya dia dah biasa dengar Rani dipanggil
Nona,"Teman2 aku?Bintang sambut mereka ya Ma?"
Rani mengangguk,"Iya Bintang.Mama akan minta Ana siapin
cemilan dan minuman buat mereka."
Bintang segera lari ke depan,"Yeah!!Teman2ku datang!Pas
Mama dirumah lagi.Yeahh!!Aku bisa nunjukin ke mereka kalau Mama juga sayang
sama aku."
Surya dkk terkesima melihat megahnya rumah
Bintang,"Wow!Rumahnya ada kolam renangnya tuh!Wow...mobilnya banyak
lagi."
Lagi asyik gumun ria,Bintang datang,"Hello teman2!Ayo
masuk!!"
Semua kian melongo dibawa ke dalam,"Wow!!Banyak guci
ya?Lihat ada akuarium besar banget tuh!"
Surya senang melihat Bintang sudah sehat,"Wajah kamu
dah ga pucat lagi Bintang.Sudah enakan ya?Ini ibuku buat serabi buat kamu.Enak
lho."
Plastik serabinya nyangkut ke kalung Surya,Bintang bantuin
melepasnya,"Wah kalung kamu bagus Surya.Gambar matahari ya.Pantas nama
kamu Surya."
Saat itulah Rani datang diiringi Ana yang bawa aneka
cemilan,'Kalung itu?Itukan...'
Bintang hendak memakan serabinya tapi dicegah oleh teriakan
Rani,"Bintang!!Jangan asal makan pemberian orang!!"
Semua kaget apalagi Surya dan Bintang.Bintang memandang
Rani,"Tapi ini dari teman Bintang Ma..."
Rani malah mengambil serabinya dan membuangnya.Bersambung...
Eps 15 ★☆ DUA MATAHARI
When She Saw....
Bagai
diingatkan kembali akan masa lalu yang pahit,Rani langsung merubah air mukanya
melihat kalung yang dipakai Surya.Dibuangnya serabi pemberian
Surya,"Berapa kali Mama bilang jangan sembarangan makan,apalagi makanan
yang dibawa orang.Apalagi orang dari perkampungan kumuh!Lingkungannya saja
kumuh pasti makanannya juga ga hygenis.Ana sajikan makanannya!"
Bintang jelas jadi ga enak sama Surya apalagi mamanya marah2
depan teman2nya yang lain.Surya apalagi wajahnya jelas sakit hati
banget,"Anda boleh menghina saya tapi jangan ibu saya atau rumah
saya.Memang rumah saya kecil ga semegah rumah ini tapi disana lebih nyaman dari
di sini!!"
Surya pergi dengan
penuh kemarahan.Bintang hendak ngejar dia,ditahan sama Rani,"Kamu mau
kemana?!Biarkan anak kumuh itu pergi.Daripada merusak pemandangan disini.Ayo
temani teman2 kamu yang lain."
Bintang sedih,"Tapi Surya teman Bintang juga
Ma....kenapa Mama harus bicara kayak gitu ke dia?"
Rani kesal,"Oke!Kejar teman kamu itu!Bantah Mama!Mama
akan pindahin sekolah kamu keluar negeri saja kalau kayak gini didikannya di
sekolah.Diajari bantah sama ortu!"
Bintang jelas ga mau sekolah keluar negeri,"Jangan
Ma!Bintang mau di sini saja dekat Mama...Jangan dipindahin sekolahnya...Bintang
akan nurut apa kata Mama...Bintang janji."
Rani sedakep,"Bagus!Jangan bikin Mama kecewa lagi.Kamu
ga boleh temenan sama sembarang orang.Ngerti!!"
Kasihan Bintang dididik dengan arogansi seorang Rani
Adijaya.Sementara Surya lari ke pelukan ibunya,"Ibu!!"
Rini mendengarkan dengan penuh perhatian,"Mamanya
Bintang jahat Bu...Serabi buatan ibu dibuang sama dia...hu...hu..."
Rini meraih putranya itu,"Terkadang niat baik bisa
disalahpahami sayang...Yang penting niat kamu tulus.Jangan biarkan amarah
memenuhi hatimu.Lihat matahari mau tenggelam.Buang marahnya ya.Ibu masak enak
tuh tadi ibu bantu2 di rumah Bu RT eh dikasih daging ayam.Makan yuk.Ibu suapi
deh biar marahnya hilang.Mau?"
Surya senyum lagi,"Makan daging?Mau!!Disuapi sama Ibu
lho ya...hore!!"
Syamsul datang dari kerja sebagai tukang di sebuah
proyek,"Wah ayah kok ga diajak makan?Ayah juga lapar lho."
Surya segera lari mendapatkan ayahnya,"Ayah pulang
Bu!!"
Tbc.....
Tbc.....
Eps 16 ★☆ DUA MATAHARI
Good things to come....
Rani menuju
brangkas di kamarnya,mengeluarkan sebuah kotak kecil.Didalamnya tersimpan
seuntai kalung,'Aku ga sangka akan melihat kembali kembaran kalung ini.Tidak
salah lagi,anak laki2 tadi adalah Revan.Untung saja kalung milik Vino tidak
kupakaikan pada Bintang.Kalau tidak pasti Bintang akan curiga kenapa teman
sekelasnya punya kalung yang sama modelnya.Akan kupakaikan pada saat yang
tepat.Aku menanti saat itu.'
Bintang sedih dengan kejadian Surya pergi bermuka marah,Ana
datang bawa susu.Melihat Bintang murung didekatinya,"Den Bintang jangan
dipikirin terus soal tadi.Mama Den Bintang kan emang gitu
perangainya.Angot.Besok Den Bintang bisa minta maaf sama temennya tadi.Besok Bi
Ana akan bawain puding deh buat Den Bintang kasih ke temannya sebagai ungkapan
maaf.Gimana?Ide Bibi bagus kan?"
Wah Bintang langsung sumringah,"Bener banget
Bi.Keren2!Bibi emang top deh.Bikinin puding klengkeng ya Bi.Bintang sama Surya
itu sama2 suka klengkeng."
Ana lega majikan kecilnya dah ceria lagi,"Beres
Den.Habis ini Bibi bikin deh.Biar besok bisa dibawa.Nah sekarang diminum dulu
susunya.Habis itu bobok."
Sementara itu di desa dimana Cinta tinggal,sang nenek jatuh
sakit.Udara yang dingin kian memperparah sakitnya.Cinta cemas
menungguinya,"Nenek jangan sakit....Cinta takut jika Nenek sakit...Nenek
ga akan ninggalin Cinta kan?Jangan ya Nek ya..."
Sang nenek mengelus kepala cucunya itu,"Setiap orang
pasti akan kembali pada Penciptanya Cinta...Nenek sudah tua sayang..."
Cinta nangis,"Terus Cinta sama siapa?Cinta cuma punya
Nenek...Cinta ikut Nenek ya..."
Sang Nenek berpesan,"Kamu ga bisa ikut Nenek.Nenek
sudah kirim kabar ke bibi kamu di kota.Dia pasti akan kemari.Kamu ikut dia
ya.Tinggal di kota."
Cinta kian terisak,"Nenek jangan pergi...Cinta butuh
Nenek..."
Sang Nenek tersenyum,"Cinta...Nenek mau kamu tahu kenapa
kamu diberi nama 'Cinta'...Nama itu yang milih ibumu katanya di dunia ini hal
yang dibutuhkan semua orang adalah cinta.Seseorang membutuhkanmu
sayang...Temukan orang itu..."
Keesokkan harinya Bintang sudah bangun pagi2,Rani aja sampai
heran,"Pagi sekali Bintang?Apa ada pelajaran tambahan di sekolah?"
Apa jawab Bintang?Tbc......
o
Eps
17 ☆★DUA MATAHARI
Konflik...
Bintang menjawab,"Bintang suka datang pagi
Ma...daripada terlambat mending kepagian Ma.."
Rani memeriksa tas Bintang,"Tumben kamu
bawa bekal banyak nian?Biasanya lebih suka jajan di kantin kan?"
Ana jadi deg2an,'Waduh gawat nih gimana kalau
Den Bintang keceplosan...'
Bintang kembali mencoba menutupi,"Bintang
suka pudding klengkeng Ma...di kantin ga ada yang jual.Bolehkan Ma Bintang bawa
agak banyakan ke sekolah.Soalnya kalau makan sendiri ga enak tapi kalau sama
teman2 enak Ma..."
Rani menatap Bintang,"Ga masalah sih bagi2
makanan ke temen2 kamu tapi awas saja kalau kamu deket2 sama anak kumuh yang
kemarin!!Mama ga suka kamu dekat2 dia!!"
Bintang menunduk,"Tapi Ma...Surya kan ga
bisa milih siapa orang tuanya Ma...ga semua anak seberuntung Bintang bisa
tinggal di kawasan elite."
Rani menjewer telinga Bintang,"Udah berani
ya sama Mama?!Mama ga suka kamu bantah Mama!!Sepertinya sekolah kamu itu ga
bagus!!Mama akan pindahin kamu ke sekolah yang lebih baik!"
Bintang kaget,"Jangan Ma!!Bintang suka
sekolah Bintang yang sekarang....jangan pindahin Bintang Ma..."
Rani kekeh dan manggil Bimo,"Bimo!!Kamu
urus kepindahan sekolah Bintang hari ini juga!!"
Bintang kecewa banget ga bisa sekolah bareng
Surya lagi,"Bibi Ana...Bintang dipindahin sekolahnya...hu..hu..."
Niatnya
mau minta maaf gagal total,malah dipindah sekolahnya.Ana sendiri juga dapat
kabar buruk,"Apa?Ibu sakit keras di kampung?Ya aku segera minta ijin
majikan aku."
Ana ga bisa menghibur Bintang,"Maaf ya Den
Bintang,Bibi harus pulang kampung dulu...ibu Bibi sakit di sana.Kalau udah
baikan pasti Bibi balik ya..."
Bintang kian sedih,"Hu...hu...Bintang
sendirian dong Bi...Mama pergi keluar kota.Bibi juga...Bintang ga punya
teman...Bintang selalu sendirian..."
Kasihan
Bintang,Ana sampai ga tega mau ninggalin.Titip dia ke Bimo,"Titip Den
Bintang ya...Saya sudah pesen sama bagian dapur soal makan Den Bintang.Saya
juga udah ijin sama Nona...saya mau pulang kampung dulu.Ibu saya sakit
keras.Minta saya pulang."
Bimo mengiyakan,"Kamu tenang saja.Den
Bintang biar saya jaga.Tapi cepet balik ya..."
Ana pulang ke desanya,menemui ibunya yang
ternyata adalah Neneknya Cinta.Bersambung....
o
Eps
18★☆DUA MATAHARI
Follow the star....
Nenek Cinta lega melihat Ana datang,"Akhirnya kamu datang juga Nduk...Ibu titip Cinta ya,anaknya kakakmu.Kasihan dia yatim piatu.Lagipula kamu juga ga ada tanggungan.Punya suami satu aja kabur entah kemana.Kamu susul ke Jakarta juga ga ketemu to.Ibu mohon kamu mau ya jaga Cinta..."
Ana jelas mau walaupun dia ga tahu apakah Rani akan mengijinkannya,"Nggih Ibu...Ana akan bawa Cinta ke kota.Ibu jangan khawatir..."
Sang nenek tenang dan meminta Cinta mendekat,"Nenek pamit ya cah ayu...kamu ikut sama Bibimu ya...nurut sama Bibimu.Kalau kamu kangen sama Nenek,kamu lihat saja bintang di langit.Nenek akan lihat kamu dari atas sana ya..."
Cinta menangis,"Nenek!!Jangan tinggalin Cinta....Nenek!!"
Ana memeluk Cinta,keduanya sama2 kehilangan orang yang mereka sayang.Sang nenek telah berpulang.Cintapun dibawa Ana ke kota usai membereskan semua urusan di desa.Sepanjang perjalanan,Ana mikir,'Kalau Nona ga ngijinin Cinta tinggal sama aku,terpaksa aku harus cari kontrakan.Selama ini aku kan tinggal di rumah Nona.Semoga saja Nona bolehin aku bawa Cinta.'
Dielusnya kepala Cinta,"Kamu ga makan sejak tadi,makan ya.Jangan sedih terus.Setiap orang pasti kembali pada Penciptanya.Kamu yang tabah ya.Buat nenek kamu senang dengan kamu nerusin hidup kamu sesuai amanat beliau.Bibi akan sekolahin kamu.Usia kamu ga jauh beda dengan usia anak majikan Bibi.Ntar Bibi kenalin ya.Tapi ingat kamu kalau panggil dia pakai sebutan Den ya...dia itu kayak kamu sama2 yatim piatu malah dia itu ga tahu ayah ibunya yang asli.Majikan Bibi merawatnya sejak dia masih bayi."
Cinta manggut2 dan mau makan roti sisir yang dibelikan Ana,"Namanya siapa Bi anak majikan Bibi itu?"
Ana menjawab,"Namanya Den Bintang.Kalau majikan Bibi namanya Nona Rani.Kamu panggil aja Nona Besar...soalnya Nona paling ga suka dipanggil Nyonya.Moga saja Nona Rani mau nerima kamu di rumahnya.Rumahnya gede dan barang2 di sana mahal2,kamu jaga sikap ya disana."
Cinta malah terpana denger nama Bintang,'Namanya Bintang?Kok ada ya orang namanya Bintang?'
Katanya dulu minta bintang turun dari langit sekarang dikasih beneran heran.Manusia emang aneh ya?Akankah Rani mengijinkan Cinta tinggal dirumahnya?Tbc
Follow the star....
Nenek Cinta lega melihat Ana datang,"Akhirnya kamu datang juga Nduk...Ibu titip Cinta ya,anaknya kakakmu.Kasihan dia yatim piatu.Lagipula kamu juga ga ada tanggungan.Punya suami satu aja kabur entah kemana.Kamu susul ke Jakarta juga ga ketemu to.Ibu mohon kamu mau ya jaga Cinta..."
Ana jelas mau walaupun dia ga tahu apakah Rani akan mengijinkannya,"Nggih Ibu...Ana akan bawa Cinta ke kota.Ibu jangan khawatir..."
Sang nenek tenang dan meminta Cinta mendekat,"Nenek pamit ya cah ayu...kamu ikut sama Bibimu ya...nurut sama Bibimu.Kalau kamu kangen sama Nenek,kamu lihat saja bintang di langit.Nenek akan lihat kamu dari atas sana ya..."
Cinta menangis,"Nenek!!Jangan tinggalin Cinta....Nenek!!"
Ana memeluk Cinta,keduanya sama2 kehilangan orang yang mereka sayang.Sang nenek telah berpulang.Cintapun dibawa Ana ke kota usai membereskan semua urusan di desa.Sepanjang perjalanan,Ana mikir,'Kalau Nona ga ngijinin Cinta tinggal sama aku,terpaksa aku harus cari kontrakan.Selama ini aku kan tinggal di rumah Nona.Semoga saja Nona bolehin aku bawa Cinta.'
Dielusnya kepala Cinta,"Kamu ga makan sejak tadi,makan ya.Jangan sedih terus.Setiap orang pasti kembali pada Penciptanya.Kamu yang tabah ya.Buat nenek kamu senang dengan kamu nerusin hidup kamu sesuai amanat beliau.Bibi akan sekolahin kamu.Usia kamu ga jauh beda dengan usia anak majikan Bibi.Ntar Bibi kenalin ya.Tapi ingat kamu kalau panggil dia pakai sebutan Den ya...dia itu kayak kamu sama2 yatim piatu malah dia itu ga tahu ayah ibunya yang asli.Majikan Bibi merawatnya sejak dia masih bayi."
Cinta manggut2 dan mau makan roti sisir yang dibelikan Ana,"Namanya siapa Bi anak majikan Bibi itu?"
Ana menjawab,"Namanya Den Bintang.Kalau majikan Bibi namanya Nona Rani.Kamu panggil aja Nona Besar...soalnya Nona paling ga suka dipanggil Nyonya.Moga saja Nona Rani mau nerima kamu di rumahnya.Rumahnya gede dan barang2 di sana mahal2,kamu jaga sikap ya disana."
Cinta malah terpana denger nama Bintang,'Namanya Bintang?Kok ada ya orang namanya Bintang?'
Katanya dulu minta bintang turun dari langit sekarang dikasih beneran heran.Manusia emang aneh ya?Akankah Rani mengijinkan Cinta tinggal dirumahnya?Tbc
o
Eps
19 ☆♥DUA MATAHARI
Face To Face....
Wajah lugu,rambut diikat dua,pakaian ndesit,mata besarnya terbelalak melihat kota besar Jakarta,"Bibi,ramai pisan di kota ya?Beda banget sama di kampung ya...dimana2 banyak kaca tinggi2..orang kota apa emang suka bercermin semua ya?"
Ana jadi pingin senyum,"Itu dudu kaca ya Cinta...itu gedung.Dinding2nya memang dari kaca biar bagus dilihat."
Cinta kian melongo,"Saya kirain kaca buat bercermin...gedungnya tinggi2 pasti capek ya naik ke atas..."
Sopir angkutan umumnya yang ganti mesem,"Pakai lift neng ga pakai tangga.Bisa pegel tak iye..itu namanya gedung pencakar langit.Bisa ratusan lantai neng cilik..."
Cinta malah mikir,'Pencakar langit?Wah berarti nyentuh langit ...wah aku bisa ambil bintang satu dari langit kalau berdiri di gedung paling tinggi...'
Weleh...ga usah pethakilan krengkengan kayak spiderman manjat gedung Cinta,lha bintangnya dah turun ke bumi cie...dah lahir ke dunia maksudnya...bentar juga ketemu tak iye...Tuh rumah megah magrong2 milik Rani Adijaya dah kitok...Gerbang aja weleh2 tingginya...ada pos satpamnya pula.Ana menghentikan kendaraan,"Kiri bang...sini saja.Area sana kompleks perumahan elite berhentinya sini saja..."
Cinta dengernya beda,"Kompleks perumahan orang pelit Bi?Ya ampun...orang2 yang medit gitu ya Bi?Semua pada tinggal di sini?"
Astaga Cinta...bang sopirnya sampai gemes,"Neng imut lucu nian...baru pertama kali ke Jakarta ya?Bukan "perumahan orang pelit "neng tapi kawasan orang2 elite orang2 berduit...kaya raya..."
Ana membayar ongkosnya,"Makhlum bang ponakan saya ini baru kali ini ke kota.Urban kaget...kembaliannya ambil aja bang anggep aja rejeki."
Si abangnya seneng,"Makasih kalau gitu...neng geulis baik2 ya di kota...sampai jumpa."
Cinta jalan mengikuti bibinya,"Rumahnya yang mana Bi?"
Ana nunjuk ke rumah paling gede,"Itu!!Den Bintang pasti masih sekolah jam segini..."
Cinta malah batin,'Den Bintang...kayaknya Bibiku sayang banget sama Si Den Bintang itu...kalau di desa anak orang kaya itu biasanya sombong...angkuh...apa Den Bintang juga kayak gitu ya?'
Sementara Bintang sedang boring,'Aku bosan...biasanya jam segini masih sibuk belajar di kelas merhatiin guru ngajar,main sama teman2'
Tbc.
Face To Face....
Wajah lugu,rambut diikat dua,pakaian ndesit,mata besarnya terbelalak melihat kota besar Jakarta,"Bibi,ramai pisan di kota ya?Beda banget sama di kampung ya...dimana2 banyak kaca tinggi2..orang kota apa emang suka bercermin semua ya?"
Ana jadi pingin senyum,"Itu dudu kaca ya Cinta...itu gedung.Dinding2nya memang dari kaca biar bagus dilihat."
Cinta kian melongo,"Saya kirain kaca buat bercermin...gedungnya tinggi2 pasti capek ya naik ke atas..."
Sopir angkutan umumnya yang ganti mesem,"Pakai lift neng ga pakai tangga.Bisa pegel tak iye..itu namanya gedung pencakar langit.Bisa ratusan lantai neng cilik..."
Cinta malah mikir,'Pencakar langit?Wah berarti nyentuh langit ...wah aku bisa ambil bintang satu dari langit kalau berdiri di gedung paling tinggi...'
Weleh...ga usah pethakilan krengkengan kayak spiderman manjat gedung Cinta,lha bintangnya dah turun ke bumi cie...dah lahir ke dunia maksudnya...bentar juga ketemu tak iye...Tuh rumah megah magrong2 milik Rani Adijaya dah kitok...Gerbang aja weleh2 tingginya...ada pos satpamnya pula.Ana menghentikan kendaraan,"Kiri bang...sini saja.Area sana kompleks perumahan elite berhentinya sini saja..."
Cinta dengernya beda,"Kompleks perumahan orang pelit Bi?Ya ampun...orang2 yang medit gitu ya Bi?Semua pada tinggal di sini?"
Astaga Cinta...bang sopirnya sampai gemes,"Neng imut lucu nian...baru pertama kali ke Jakarta ya?Bukan "perumahan orang pelit "neng tapi kawasan orang2 elite orang2 berduit...kaya raya..."
Ana membayar ongkosnya,"Makhlum bang ponakan saya ini baru kali ini ke kota.Urban kaget...kembaliannya ambil aja bang anggep aja rejeki."
Si abangnya seneng,"Makasih kalau gitu...neng geulis baik2 ya di kota...sampai jumpa."
Cinta jalan mengikuti bibinya,"Rumahnya yang mana Bi?"
Ana nunjuk ke rumah paling gede,"Itu!!Den Bintang pasti masih sekolah jam segini..."
Cinta malah batin,'Den Bintang...kayaknya Bibiku sayang banget sama Si Den Bintang itu...kalau di desa anak orang kaya itu biasanya sombong...angkuh...apa Den Bintang juga kayak gitu ya?'
Sementara Bintang sedang boring,'Aku bosan...biasanya jam segini masih sibuk belajar di kelas merhatiin guru ngajar,main sama teman2'
Tbc.
Eps 20 ♡☆DUA
MATAHARI
Seeing he...
Ana ga tahu kalau Bintang di rumah.Diajaknya Cinta masuk lewat
pintu belakang,"Lewat sini saja,kalau lewat depan takutnya pas Nona ada
tamu..waduh malah bisa bahaya!"
Cinta nurut aja,"Wah bagian belakang saja bagus banget
Bi...gimana depan..."
Ana nanya sama pembantu lain,"Pak Bimo mana?"
Dijawab,"Ngurus sekolah baru Den Bintang...kamu bawa siapa
itu?"
Ana ngenalin Cinta,"Ini anak mbakyuku kasihan dia yatim
piatu.Selama ini dia ikut ibu aku tapi ibuku dah tiada sekarang.Makanya kuajak
ke kota kasihan di desa sendirian."
Pembantu yang lain malah berkata,"Moga aja Nona ngijinin
ponakan kamu tinggal di sini.Bisa untuk teman main Den Bintang.Kasihan Den
Bintang sering sendirian.Ga punya teman.Nona malah mindahin sekolahnya
pula...kasihan Den Bintang.Kamu lihat gih Den Bintang...kasihan ga ada yang
nemeni."
Ana kaget,"Den Bintang di rumah?Ya udah aku mau lihat Den
Bintang dulu."
Cinta disuruh nunggu di taman belakang,"Tunggu di situ saja
ya...Bibi mau lihat Den Bintang dulu."
Ana menuju kamar Bintang,"Den?Den Bintang?Bibi bawa oleh2 nih
dari kampung..."
Tapi kamarnya kosong,"Lho kok ga ada?Apa di kamar
mandi?"
Kamar mandi juga ga ada,"Waduhhh!Kok juga ada.Kemana Den
Bintang?"
Heboh deh Ana panik nyari tuan mudanya.Bintang kemana ya?Sementara
Cinta tertarik lihat kolam renang,'Disini juga ada kolam..wah gede
lagi...airnya biru..'
Tiba2 ia dikejutkan oleh sesuatu yang bergerak di air,"Astaga
itu apa?Jangan2 buaya..."
Sesuatu itu tiba2 muncul di dekat Cinta
berada,"Wooaaaa!!!"
Cinta kaget,menutup mata dia saking
takutnya,"Tolonggg!!"
Jelas para pelayan dan pengawal berdatangan,"Ada apa?Ada
apa?"
Cinta menunjuk ke arah kolam renang,"Disana!!Ada yang
bergerak di sana!!"
Semua melihat ke kolam renang,senyum mereka,dan menyapa dengan
hormat,"Siang Den Bintang..."
Weleh rupanya Bintang yang didalam kolam renang,"Dia
siapa?"
Ana datang tergopoh2 heboh,"Ya ampun Den Bintang!!!Saya
cariin!!Saya kira Den Bintang diculik orang...ya ampun saya deg2an..."
Bintang senang lihat pembantunya itu,"Bi Ana sudah
pulang?Yeahhh!!"
Cinta membuka mata,'Oh itu yang namanya Den Bintang...astaga
kupikir buaya habis putih bener badannya...'
Bersambung...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar