****DUA MATAHARI**** PART 51-60

Part 51 ☆★ DUA MATAHARI
I know....
Cinta berdebar hatinya berada di pelukan anak majikannya,'Den Bintang...andai saja Den tahu kalau hari ini ulang tahun saya...saya sedih karena ingat gimana mendiang nenek selalu buatin bancakan buat saya...'
Bintang melepas Cinta karena bell masuk bunyi,"Teettt!!"
Cinta bergegas kembali ke kelasnya,"Saya ada ulangan habis ini.Saya duluan ya Den..."
Bintang tersenyum,'Kebiasaan deh manggil aku dengan sebutan 'Den'.Tapi gpp ...eh bukunya ketinggalan.Penting ga ya?Kayaknya buku diary gitu...mana kotor lagi.Aku bersihin dulu baru nanti aku kembalikan.'
Eh Bintang membaca lembar yang ia bersihkan,disitu Cinta menulis soal isi hatinya,'Oh hari ini Cinta ultah astaga....wah aku harus buat perayaan nih.Ehm...dia bilang di sini dia kangen bancakan buatan neneknya.Kasihan Cinta...aha aku ada ide.'
Bintang nelpon ke rumah,"Bi Ana buatin bancakan ya.Nanti telornya dicetak pakai cetakan bentuk hati ya.Okay?Siapin ya.Bikin pincuk juga ya dari daun pisang,pokoknya nuansa desa banget gitu ya...makasih Bi Ana."
Cinta ga tahu bahwa bakal dapat kejutan saat sampai di rumah.Ia malah bingung nyari buku diarynya,'Kutaruh mana ya?Perasaan tadi aku pegang terus deh.Aduh...apa jatuh pas aku lari balik ke kelas tadi.Aduh gimana kalau dibaca orang...ya udah deh ntar beli buku kayak gitu lagi.Sekarang fokus ulangan dulu...'
Pulang sekolah Bintang ngajak Cinta ke mall dulu,"Aku mau cari sesuatu nih buat temen aku.Dia ultah gitu."
Cinta malah jadi sedih,'Saya juga ultah Den....'
Eh Cinta lihat sesuatu,'Wah bagus banget itu...kalung dengan liontin bentuk bintang.Wah bagusnya tapi mahal.'
Bintang lihatin,'Lihat apaan sih Cinta?'
Eh pas ketemu Marco disana lagi jalan sama Surya,"Kamu suka ga baju2nya?"
Surya jelas seneng dibeliin baju,"Seneng Om.Makasih ya Om keluarga saya dibeliin baju2.Ayah sama ibu pasti seneng."
Marco berkata,"Ijinkan saya anggap kamu sebagai anak Om.Kamu gpp kan?Seandainya anak2 saya masih hidup pasti seusia kamu."
Bintang ga sengaja nabrak Marco,"Buk!"
Berantakan deh belanjaan yang dibawa Marco,"Ups maaf Om...maaf..."
Surya ingat sama Bintang,"Kamu??"
Bintang juga ingat,"Surya kan?"
Marco berdesir hatinya melihat Bintang.Bersambung.....

Eps 52 ★☆ DUA MATAHARI
Seed...
Marco tak tahu bahwa Bintang adalah putranya juga,"Surya,dia teman kamu?Kayaknya kok suaranya ga asing ya?"
Surya jawab,"Dia dulu satu sekolah sama Surya Om.Namanya Bintang."
Bintang berjabat tangan dengan Marco,"Om kan yang waktu itu hampir tabrakan sama mobil Ayah saya kan?"
Marco terpana,"Ayah kamu?"
Marco ingat,'Oh aku ingat waktu itu kan aku hampir nabrak mobilnya Bimo.Bimo adalah suami Rani.Waktu itu aku dengar ada suara dari dalam mobil manggil Bimo dengan sebutan ayah.Anak ini anaknya Rani dan Bimo.Aku kehilangan jejak Ningrum.Aku tak bisa mendapatkan data soal dia dari RS.Pasti Rani memblokir semua aksesnya.Aku kehilangan anak2ku bahkan isteriku juga ingatanku semua karena Rani.Aku akan tunggu sampai Rani kembali dari luar negeri.Baru akan kulakukan sesuatu pada anaknya.'
Cinta mendekati Bintang,"Udah Den belanjanya?"
Marco teringat pada Cinta,"Kamu kan yang nolongin saya waktu di RS kan?"
Cinta ingat,"Oh paman yang waktu itu pingsan ya?Bagaimana kabar paman sekarang?"
Surya terpesona lihat Cinta,'Wah cantiknya...apa itu adik Bintang ya?'
Cinta malah merhatiin kalung yang dipakai Surya,'Kok kayak pernah lihat ya kalung model gitu.Tapi dimana ya?Oh iya diruang kerja Nyonya Besar.Waktu itu aku bersihin ruangan kerja Nyonya dan aku lihat kalung itu dipegang Nyonya.Kok bisa sama ya?Modelnya sama.Buat apa ya Nyonya nyimpen kalung yang sama?'
Bintang lihatin Cinta,'Dia merhatiin kalungnya Surya.Apa dia pingin kalung begituan ya?'
Marco memperkenalkan Cinta pada Surya,"Surya, ini gadis yang pernah nolongin saya.Ayo kenalan."
Marco ditelpon Tari,"Kemana aja sih kamu Mas?Kamu ada main sama perempuan lain ya?Cepet pulang!"
Marco segera pamit pada Bintang,"Aku harap kita bisa bertemu lagi.Surya ayo Om akan antar kamu pulang."
Surya pergi bersama Marco sedang Bintang mengajak Cinta  menikmati es cream,"Aku ke belakang dulu ya.Bentar kok.Kamu tunggu sini ya."
Saat itulah Bintang membeli kalung buat Cinta,'Cinta kayaknya suka kalung deh.Liontinnya gambar bintang saja.Biar dia ingat kalau yang membelikan adalah aku.He..he..'
Saat kembali pesanan es cream sudah tiba,"Maaf agak lama.Biasa antri."
Cinta tersenyum,"Gpp."
Bersambung.......

Eps 53 ☆★ DUA MATAHARI
I could wish....
Cinta masih belum menyentuh es creamnya,Bintang tersenyum,"Kok belum dimakan es creamnya?Meleleh lho."
Cinta jawab,"Nungguin Den Bintang...ini vanila kesukaannya Den Bintang..."
Bintang ga jadi nyendok es creamnya,"Panggil aku nama aja ga usah pakai den kan mama aku ga ada.Okay?"
Cinta mengangguk,"Iya Bintang..."
Sementara itu di rumah,Ana dan Joni serta pembantu yang lain menyiapkan pesanan Bintang,"Bagaimana tumpengnya?Mejanya?Tulisan happy birthdaynya?Ayo cepet ditata mejanya di taman belakang.Buruan!Sebentar lagi mereka sampai lho."
Semua gegap gempita nyiapin kejutan buat Cinta.Setelah siap Ana wa Bintang,"Siap Den!Bisa pulang sekarang..."
Bintang pura2 lihat jam,"Udah jam segini...setelah ini kita pulang ya?"
Cinta jadi buru2 habisin es creamnya,"Tapi ini belum habis Bintang...ini es cream mahal lho..."
Bintang berkata,"Habisin aja dulu...kamu kalau makan es cream lucu ya..aku harap kamu selalu bahagia seperti ini...oh ya bawa pulang aja.Makan di mobil aja."
Cinta heran lihat Bintang kayak pingin cepat pulang,'Aneh deh tadi den Bintang sendiri yang nggak pingin langsung pulang.Eh sekarang tiba2 ngebet pulang.'
Cinta bawa es creamnya yang belum habis,"Kenapa sih buru2 mau pulang?"
Bintang jawab,"Hmmm...PR ku banyak banget.Aku baru ingat..."
Cinta ga kesal,'Kirain apaan rupanya mau ngerjain PR...julukannya saja the professor di kelas...yang dipikirkan belajar terus...tapi setidaknya Den Bintang ngajak aku jalan2 bikin aku lupa pada kesedihanku...bahkan pada ulang tahunku...'
Di mobil Cinta makan es creamnya,"Es creamnya enak sekali.Lembut banget..."
Belepotan gitu makannya,Bintang segera mengambil tissue,"Ada yang nempel di sudut bibir kamu.Biar kubantu bersihkan..."
Cinta terkesima menatap wajah Bintang yang begitu dekat,wajah rupawan dengan kulit putih pula.Bintang berkata sambil menyeka es cream di wajah Cinta,"Janji padaku kau akan selalu bahagia dan ceria ...jangan diresahkan oleh apapun juga.Kamu janji?"
Cinta mengangguk,"Janji..."
Akhirnya mobil mereka sampai di rumah.Cinta segera turun,"Makasih ya Bintang dah ajak aku jalan2 ke mall."
Cinta kembali lesu melangkah menuju kamarnya.Bersambung...............

Eps 54 ☆★ DUA MATAHARI
The star...
Cinta menuju kamarnya dengan wajah murung,'Kok sepi amat ya?Pada kemana semua ?Biasanya pada seliweran gitu...Mending aku ganti baju dulu habis itu bantu Bi Ana.'
Belum sempat ganti baju eh tiba2 Bibinya datang,"Cinta,sapu halaman belakang gih.Bibi mau nidurin si kecil dulu."
Cinta heran juga,"Lha Mang Ujang kemana Bi?"
Ana jawab,"Ga tahu tadi disuruh apa sama Den Bintang."
Cinta ga jadi ganti baju,"Siap Bi.Apa sih yang ga buat Bibiku yang baik ini?"
Ana tersenyum melihat Cinta segera menuruti perintahnya,'Anak yang baik.Bibi doain selalu mendapat kebaikan.Pantas saja Den Bintang sayang gitu sama Cinta.Sebaiknya aku segera ke halaman belakang juga.Semua dah pada kumpul di sana.'
Tanpa curiga Cinta mengambil sapu lidi lalu menuju halaman belakang,'Aneh kok para pelayan yang lain pada ga kelihatan ya?Ga ada Bu Rani apa mereka jadi seenaknya kerja?Ga mungkin.Dimana2 kan kamera cctv.'
Sampai di halaman belakang betapa kagetnya Cinta kala salah satu pelayan datang tergopoh2 dengan wajah cemas,"Cinta,Den Bintang...Cepat ke halaman belakang!Den Bintang ..."
Cinta yang lesu langsung panik,"Den Bintang kenapa?Dimana Den Bintang?"
Pelayan itu nunjuk halaman belakang,"Dibawah pohon talok..."
Cinta bergegas ke sana,"Ya ampun apa Den Bintang panjat pohon lagi?Udah dibilangin jangan panjat pohon lagi.Apalagi pohon talok itu...aduhhh..."
Tapi kala sampai di sana Cinta disambut dengan nyanyian yang dipimpin oleh orang yang ia cemaskan,Bintang,"Surprise!!Happy birthday to you!!"
Semua pelayan kumpul di sana,ada meja panjang dengan tumpeng dan kue tart serta aneka makanan lain tersaji di sana,"Selamat ulang tahun Cinta!!"
Cinta terharu dan mendekati Bintang,"Bagaimana kalian tahu kalau hari ini aku ultah?"
Semua nunjuk sosok berkulit putih berkaca mata,"Den Bintang yang suruh kami siapin semua buat kamu."
Bintang meraih tangan Cinta,"Maaf aku baca buku kamu.Habis kamu murung terus.Sini!Ayo tiup lilinnya.Make a wish lalu potong tumpengnya.Lihat nih sudah dibuatkan pincuk2 juga dari daun pisang."
Cinta terharu,"Ya ampun kalian susah2 buat ini semua buat aku..Den Bintang makasih ya..."
Lilinpun ditiup.Apa make a wishnya Cinta?Bersambung....

Eps 55 ☆★ DUA MATAHARI
Dream come true....
Cinta menatap haru pada Bintang,'Ya ampun Den Bintang..menyiapkan semua ini buat aku...padahal aku kan cuma pelayan disini...'
Bintang berbisik,"Tutup matamu dan buatlah permintaan."
Cintapun memejamkan mata usai tiup lilin,'Semoga Tuhan melindungi Den Bintang selalu.Aku ingin dia bahagia dan hidup penuh kasih sayang.Juga aku ingin Bi Ana dan keluarganya selalu baik.Jagailah mereka ya Tuhan.'
Cinta membuka mata,semua bertepuk tangan,"Saatnya potong kue dan potong tumpeng!!!"
Cinta memberikan potongan kue pertamanya pada bibinya,"Buat Bibi yang selalu merawat saya dan mau repot2 ngurusi saya...makasih ya Bi Ana...'
Ana menerimanya dengan haru,"Kamu itu anaknya rajin.Ga ngrepotin malah sering bantuin Bibi...Selamat panjang umur ya Cinta!"
Cinta lalu memotong tumpeng,kali ini potongan pertama ia berikan pada Bintang,"Den Bintang katanya mau tahu apa itu bancakan bukan?Ini silakan."
Bintang tersenyum senang menerima pincuk berisi potongan tumpeng pertama,"Terima kasih Cinta.Selamat ulang tahun ya."
Bintang berkata pada yang lain,"Ayo kita nikmati semuanya."
Semua bergegas antri dan Cinta yang membagikan tumpengnya,"Terima kasih ya semuanya.Ini ulang tahun yang takkan saya lupakan."
Saat yang lain sibuk makan,Bintang berbisik pada Cinta,"Nanti malam ngerjain PR bareng ya?"
Cinta mengangguk,"Iya Den...saya akan ke ruang tengah nanti."
Bintang menggeleng,"Jangan di sana.Kita ke kolam renang saja.Aku bosan ngerjain PR di ruang tengah.Gimana kalau ke dekat kolam renang saja?"
Cinta mah nurut aja,"Terserah Den Bintang saja..."
Walaupun dalam hati heran juga Cinta,'Bukannya kalau belajar diluar ruangan suka banyak nyamuk ya?Tapi aku sangat bersyukur atas semua perhatiannya sehingga aku lupa akan kesedihanku.'
Malamnya di jam belajar seperti biasanya,Cinta sudah siap dengan buku2 pelajarannya,'Saatnya menuju kolam renang.'
Sampai di sana sosok yang ia cari  sudah ada,duduk dengan kaca mata menghiasi wajah tampannya,"Den Bintang sudah disini rupanya..."
Cinta heran lihat area kolam renang jadi beda,'Kok ga ada nyamuk ya?'
Sementara Bintang tersenyum melihat Cinta yang mulai membuka buku,"Tenang saja ga akan ada nyamuk mendekat."
Tbc
.
Eps 56 ☆★ DUA MATAHARI
The star....
Cinta meletakkan buku pelajarannya di meja,dilihatnya sang majikan malah sudah kelar ngerjain tugas sekolahnya,"Den Bintang udah selesai ngerjain PR?Waduh...joss pisan.Emang canggih ya Den Bintang ini."
Bintang mesem,"Habis kamu lama.Daripada aku bengong,mending aku ngerjain PR aku.Jadi nanti aku bisa ajari kamu pas buat PR kamu."
Cinta garuk2 kepala,'Habis aku bingung mau pakai baju apa tadi.Kenapa aku jadi grogi gini deket Den Bintang ya?Ya ampun...gimana ini...mana ga bisa konsent kalau sedekat ini sama Den Bintang.Mana harumnya khas banget.Wuhhhh...ambil nafas dulu...consentrate!'
Cinta yang pakai jaket karena dia pikir bakal banyak nyamuk bertanya,"Disini kok sekarang jadi ga ada nyamuk ya Den?"
Bintang megang jemarinya,"Panggil nama aja.Ga ada mama kok.Disini ga ada nyamuk karena aku minta ditanami bunga lavender.Jadi nyaman di sini.Aku perhatiin kamu suka duduk2 disini kalau malam.Kamu kayaknya suka banget tempat ini."
Cinta menatap langit sambil menghela nafas,"Saya kalau kangen sama mendiang nenek suka sekali ke sini buat melihat langit.Dari sini langit terlihat lebih jelas.Saya bisa lihat bintang.Sayang ya malam ini ga ada bintang di langit.Apa mendung ya?"
Bintang melihat Cinta berdiri celingukan dekat kolam renang,pelan ia mengambil sebuah kotak kecil dan berkata,"Ada bintang kok..."
Cinta mengernyitkan dahi,"Mana?"
Bintang tersenyum,"Ada dua.Masak ga lihat sih?Dibelakang kamu."
Cinta mikir,"Dibelakang aku?Bintangnya jatuh ke bumi ya?Mana?"
Ia berbalik dan melihat Bintang saja,"Oh kamu ngerjain saya ya...kirain beneran ada bintang jatuh."
Bintang berkata lagi,"Nama aku kan Bintang.Anggap saja aku bintang jatuhmu he..he.."
Cinta terpana mendengarnya.Seketika ia ingat masa kecilnya dulu,'Nenek,aku mau minta satu bintang buat aku.Supaya aku ga kesepian.'
Bintang melihat Cinta berkaca2,'Waduh...apa aku salah ngomong ya?Kok malah nangis sih?'
Ia mendekat,"Kamu kenapa?Aku salah ngomong ya?Maaf ya ..."
Cinta malah tersenyum haru,"Saya cuma ingat masa kecil saya...Den..Gpp kok...Tapi tadi kata Den Bintang bintangnya ada dua.Terus satunya?"
Bintang memberikan kotaknya,"Didalam sini.Ini kado ultah dariku.Bukalah."
Bersambung.

EPS 57☆☆DUA MATAHARI
The Power...
Cinta membuka kotak yang diberikan Bintang,hatinya penuh dengan haru,'Aku sudah mendapatkan kado dari Tuhan.Sebuah bintang jatuh.Bintang itu ada di depanku sekarang.'
Bintang merhatiin dengan deg2an kala Cinta melihat isi kotaknya.Cinta terharu melihat sebuah kalung dengan liontin bentuk bintang disana,"Ini kan yang tadi di mall?Ini kan mahal?"
Bintang tersenyum dan membantu Cinta memakaikannya,berdiri di belakang Cinta dan menyematkannya di leher gadis itu,"Aku lihat kamu perhatiin terus kalung ini tadi.Aku pakai uang jajan aku buat beli itu.Kamu benar2 suka ya?"
Cinta mengangguk dengan mata berkaca2,dalam hati ia berkata,'Benar saya suka bintang...saya suka Den Bintang...'
Namun yang terucap dari bibirnya,"Terima kasih ya Den Bintang...saya akan terus menyimpannya...'
Cinta melanjutkan,'Dalam hatiku ...selamanya...'
Bintang berkata lagi,"Mulai sekarang kamu jangan sedih lagi.Kalau kamu sedih entah karena apapun maka pegang saja kalung ini.Ingat kau tidak sendirian.Aku akan selalu bersamamu....Janji!"
Saat itulah tiba2 kilat menyibak langit malam,seakan menjadi saksi sebuah janji yang keluar dari seorang anak manusia.Kedua anak manusia yang tanpa sadar mengikat diri mereka dengan sebuah janji.Namun keakraban keduanya kembali diusik kala Rani kembali dari luar negeri.Ia tak suka melihat keceriaan Bintang bila bersama Cinta,'Ningrum dulu juga begitu akrab denganku.Padahal dia cuma pembantu.Lalu dia melunjak mengambil Marco dariku.Aku akan menghancurkan semua yang membuat Bintang bahagia.Dia tak boleh mencintai sesuatu.Tidak!'
Rani mencari referensi sekolah di luar negeri buat Bintang,'Aku tidak akan biarkan Bintang makin akrab dengan Cinta.Akan kupindahkan dia sekolah ke luar negeri saja.Mereka harus dipisahkan.'
Bimo tak sependapat sebenarnya,"Ran,ini kali pertamanya Bintang terlihat begitu bahagia.Dia punya teman.Mengapa kau pisahkan mereka?Kasihan Bintang harus mulai lagi adaptasi dengan lingkungan yang baru."
Rani menjawab dengan enteng,"Karena dia gagal masuk 3 besar di sekolah.Simple saja,dia tidak memenuhi target yang kuberikan.Dia harus dihukum.Just that!"
Bimo membela Bintang,"Tapi itu karena dia sakit kakinya."
Tbc....

Part 58★☆DUA MATAHARI
Throw out...
Bintang terkejut kala salah satu temannya bilang,"Bintang,aku lihat mama kamu tadi di ruang kepala sekolah.Emang kamu bikin ulah apa sampai mamamu dipanggil ke sekolah?"
Bintang heran juga,ia lalu menelpon Bimo,"Ayah,mama sekarang di sekolah Bintang ya?"
Bimo jawab dengan berat,"Iya Bintang.Ayah sudah mencegahnya tapi kamu tahu sendiri mamamu kayak gimana."
Bintang bergegas keluar kelas,"Memang mama ada urusan apa Yah sampai datang ke sekolah.Biasanya juga Ayah yang urus semua urusan sekolah Bintang.Tumben mama langsung sekarang?"
Bimo ga tega mengatakannya,"Mamamu berencana memindahkan kamu keluar negeri."
Bintang kaget,"Apa?Bintang sekolah di luar negeri?Kenapa?"
Bintang bergegas menuju ruang kepala sekolah,'Aku harus mencegah mama.Aku ga mau pindah sekolah keluar negeri.Aku suka di sini.Mama ga boleh lakuin ini sama aku.'
Saking terburu2nya sampai Bintang hampir menabrak Cinta di koridor.Cinta heran karena Bintang tampak gelisah,"Bintang?Kamu mau kemana?Ada apa?"
Bintang memandang Cinta,'Aku ga mau jauh dari kamu Cin...aku tak mau kehilanganmu...aku harus mencegah mama.'
Bintang bergegas,"Maaf Cinta aku buru2 nih...nanti aku jelasin."
Cinta meraba kalung pemberian Bintang,'Kenapa aku tiba2 merasa sedih ya...ada apa ya?'
Rani ditanya oleh kepala sekolah,"Jujur kami sebenarnya sangat menyukai Bintang sekolah di sini.Bintang itu anak yang cerdas.Dia pintar dan berprestasi.Namun saya bisa mengerti keinginan Ibu untuk menyekolahkan Bintang ke luar negeri.Apakah tidak sebaiknya Bintang saya panggil kemari biar jelas semuanya?"
Bintang sudah berdiri di depan pintu,"Permisi Pak...."
Rani tersenyum,'Pasti Bimo yang kasih tahu Bintang kalau saya ada di sini.Sepertinya ini tidak akan mudah seperti yang kubayangkan...'
Bintang menolak pindah sekolah ke luar negeri,"Ga Ma...Bintang ga mau...Bintang mau sekolah di sini saja.Please Ma...Bintang mohon..."
Rani mengajak Bintang bicara empat mata,"Permisi Pak Kepala Sekolah,sepertinya saya perlu bicara sebentar dengan anak saya.Hanya sebentar...saya akan segera kembali."
Rani mengancam Bintang,"Kamu ingat syarat yang mama kasih ke kamu saat Cinta akan sekolah di sini?"
Bintang tertunduk.Tbc..

Part 59***DUA MATAHARI
Going out...
Bintang terdiam mendengar ancaman mamanya,'Mengapa mama selalu membuat Bintang melakukan apa yang Bintang tidak sukai?Kenapa mama selalu tidak membiarkan Bintang bahagia?Mama tahu betapa sayangnya Bintang pada Cinta.Bintang akan lakukan apapun agar Cinta terus bisa sekolah.Ini berat sekali tapi jika tidak kuikuti kemauan mama pasti Cinta yang akan tersakiti.Tidak...aku harus mengorbankan diriku demi kebaikan Cinta.Demi ia tetap sekolah,toh tidak selamanya aku akan ada di luar negeri.Suatu saat aku pasti kembali.Aku belajar giat supaya lekas selesai dan bisa pulang ke Indonesia dan bersama Cinta lagi.'
Dengan tekad itu Bintang akhirnya menuruti Rani.Melihat bahu putra angkatnya nampak luruh kala meninggalkan ruang kepala sekolah,Rani tersenyum penuh kemenangan.Namun di depan Cinta,Bintang mencoba ceria,'Ini moment2 terakhir aku bisa melihat Cinta,aku akan menikmatinya selagi bisa.Aku akan merekam semuanya dalam foto.Akan kujadikan kekuatan selama di luar negeri.'
Bintang mengajak Cinta ke pantai,'Mama bolehin aku menghabiskan waktu terakhir aku dengan Cinta.'
Cinta dengan gembira mengikuti Bintang,"Wah baru kali ini ke pantai.Lihat laut!Sejuknya.Sering2 ajak saya ke sini Den!"
Bintang mendekat dengan kamera ditangannya,diraihnya tangan Cinta,ditatapnya mata gadis itu dalam2,Cinta jadi berdebar2,"Maaf Den ...apa saya salah bicara?"
Bintang tetap dengan wajah serius berkata,"Sekali saja...berhenti menyebut aku dengan embel2 Den...sebut namaku...please..."
Cinta ragu,"Tapi ..."
Bintang kekeh,"Sekali saja sebut namaku ....anggap saja ini perintah dariku.Bagaimana?"
Cinta menurut akhirnya,"Iya...Bintang...he..he.."
Bintang tersenyum dan mengajak mereka selfi,"Gitu dong.Aku mau mulai sekarang kamu panggil aku gitu.Bolehlah kalau depan mama pakai 'den'tapi kalau ga ada mama,panggil nama aku aja."
Cinta mengangguk sembari menata hatinya yang berloncatan ga karuan karena berpose begitu dekat dengan Bintang,'Aduh ini jantung kenapa jadi deg2an gini?Perasaan cuma kalau deket Den...ups deket Bintang aja deh...apa perlu periksa ke puskesmas ya?Jangan2 jantungnya kagak beres...'
Apalagi kala Bintang berbisik ditelinganya.Bersambung.....

Part 60***WINDOW 3***DUA MATAHARI : Departed....
Desir angin pantai memainkan rambut Cinta kala hatinya juga berdesir mendengar ucapan Bintang di telinganya,"Kamu lihat laut itu...laut itu menghubungkan dua daratan yang terpisah.Sejauh apapun kedua daratan itu,laut menjadi jembatan mereka.Ingatlah selalu bahwa dimanapun kita berada,kita akan selalu bersama.Jika kau merasa sendiri,datanglah kemari dan ingat semua yang kukatakan ini.Aku selalu bersamamu meski ragaku tidak bersamamu namun hatiku selalu bersamamu."
Entah kenapa Cinta merasakan sebuah janji di perkataan itu namun sebersit rasa sedih juga menyeruak tiba2.Dipandangnya Bintang dengan haru dan sedih jadi satu,"Aku tidak mengerti...apa kau mau pergi jauh?"
Bintang sekuat tenaga menahan pedih hatinya namun air mata mulai menghias matanya dan iapum segera mengalihkan pandangan ke arah lain agar Cinta tak melihat hatinya yang hancur,"Selama ini aku selalu merasa sendiri di dunia ini.Mama begitu sibuk dengan bisnisnya.Dan jujur aku merasa seperti bukan anaknya.Aku tahu aku bukan anak kandung Mama tapi aku sangat sayang pada Mama...bagiku dialah orang yang sudi merawatku.Mama kandungku saja tidak peduli padaku,membuangku di panti asuhan.Itulah kenapa aku tidak heran dengan sikap mamaku yang seperti itu.Setidaknya ditengah kesibukannya,ia masih mau memeliharaku.Aku sangat bersyukur atas hal itu.Awalnya aku tidak bisa melihat semua hal itu.Betapa beruntungnya aku bisa makan dengan baik,sekolah di tempat yang bagus,punya tempat berteduh,dikawal kemana saja dan semua fasilitas lainnya yang dimana tak semua anak memilikinya.Kau tahu siapa yang membuka mataku?"
Cinta mendengarkan lalu menggeleng.Bintang tersenyum,"Kau yang membuka mata hatiku,Cinta.Kesederhanaanmu,kepolosanmu,latar belakangmu...semua membuatku melihat dunia yang berbeda dari yang selama ini kulihat.Sejak itu aku merasa bahagia.Aku tidak lagi melihat kekurangan Mama.Aku melihat semua hal dengan cara yang positif.Jadi,bila nanti aku tidak di sisimu,ingatlah bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini harus diterima dengan rasa syukur karena dengan begitu akan mengerjakan kebaikan bagi kita....wah sudah mau sore nih yuk pulang!"
Bersambung.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar