****DUA MATAHARI ****PART 31-40


Eps 31 ★☆ DUA MATAHARI
Our tree...
Bintang segera minta maaf,"Maaf,aku ga tahu kalau kamu mau ngasih aku buah ini.Jangan cemberut terus ya...gimana kalau cari lagi?Dikebun belakang kan?"
Cinta sumringah,"Beneran?Terus PR Den Bintang?"
Bintang ngajak Cinta berdiri,"Udah selesai kok.Sekarang aku bisa main sama kamu.Buruan keburu mama datang.Ayo!!"
Cinta segera membersihkan buah talok yang jatuh,"Yuk!!Asyik panjat2 pohon!"
Bintang seneng lihat Cinta hepi,'Andai saja kamu tahu kenapa aku serius belajar.Semua agar aku selalu satu sekolah sama kamu.Kalau aku ga masuk 3 besar,mama pasti mindahin sekolah kamu.Aku ga mau itu terjadi.'
Ana datang sambil gendong bayi,ya Ana sudah menikah dengan Joni dan dikaruniai seorang anak.Ana tanya,"Kalian mau kemana buru2 gitu?Den Bintang kan ini waktunya bobok siang?"
Bintang menjawab,"Bintang kan udah gede Bi.Masak bobok terus kayak dedek bayi ini.Imut2...bobok terus..gemesin.Hello Vania..."
Cinta ikut gemes lihat anak bibinya,"Hallo pipi embem...ups...jadi bangun tuh hi...hi..."
Bintang ngajak Cinta pergi,"Bi Ana,saya sama Cinta di halaman belakang.Kalau mama datang kasih tahu ya...yuk Cinta..."
Ana geleng kepala tapi seneng dia lihat Bintang lebih ceria di rumah sejak ada Cinta,'Kasihan Den Bintang.Main diluar dilarang.Untung ada Cinta nemeni.Nona..eh Nyonya emang keras orangnya.'
Ranilah yang menginginkan Bintang jadi dokter sebenarnya karena ia takut kejadian ayahnya terulang lagi.Sakit2an dan harus selalu ke dokter.Ia ingin Bintang menjadi dokter keluarga Adijaya.Bintang dan Cinta sudah sampai di halaman belakang,sebatang pohon talok tumbuh rimbun di sana.Cinta nunjuk,"Kamu inget kan kita waktu itu metik buah talok di sekolah terus kita tanam di sini.Sekarang udah gede.Cepet ya...kalau banyak daunnya biasanya ada buahnya.Bau khasnya kecium..."
          Cinta udah ganti baju tadi,kalau mau manjat pohon pakai seragam pelayan ribet juga.Malah sobek ntar seragamnya.Ia segera manjat,"Den Bintang!Lihat disini banyak yang merah buahnya.Ayo naik!"
Bintang manjat juga,"Wah pohonnya enak ya bisa jadi markas kita nih...Asyik kali kalau makan di sini.Makan nasgor apalagi."
Cinta metik buah talok yang agak besar,"Nih cobain deh Den Bintang..."
Tbc..

 Eps 32 ★☆ DUA MATAHARI
Natural...
Bintang senang disuapi buah talok oleh Cinta,"Manis ya...Kayak yang nyuapi he..he.."
Cinta duduk di batang favoritnya,"Markas aku sini ah...markas Cinta.Disini batangnya bisa buat duduk.Enak..."
Bintang ingat sesuatu,"Oh aku pernah baca juga soal buah ini.Buah ini juga obat asam urat.Juga pohon talok ini bijinya sangat lembut dan meski telah melewati berbagai media pengolahan air dia tetap bisa bertahan.Hebat ya?"
Cinta manggut2,"Den Bintang senang sekali tentang ilmu pengobatan.Kenapa cita2nya jadi dokter kok ga jadi pengusaha atau apa gitu?"
Bintang tersenyum,"Panggil Bintang aja ga usah pakai Den...kan mama ga ada dirumah.Kalau mama ga ada panggil aja kayak kamu manggil aku di sekolah."
Cinta dapat buah yang agak mentah,"Ya ga enaklah kan kalau di rumah saya ini pelayan.Takut kebiasaan nanti..."
Bintang ngalah deh,"Terserah kamu deh.Kamu itu emang kepala batu.Susah dibilangin.Aku itu ingin jadi dokter karena Mama dulu sering ajak aku ke RS.Disana banyak orang yang butuh penanganan segera dan jumlah dokter masih kurang.Aku ga tega lihat mereka.Selain itu mama juga ingin aku jadi dokter.Kalau aku jadi dokter aku bisa berguna buat mama."
Cinta lihat buah talok besar di sebuah dahan di belakang Bintang,"Den Bintang itu sayang banget ya sama mamanya...Dibelakang Den Bintang ada yang matang itu!Aku yang lihat biar kuambil."
Bintang mencegahnya,"Itu jauh sekali.Aku lebih tinggi dari kamu.Biar aku saja yang ambil.Bahaya kalau kamu ke sana."
Saat itulah Bintang menginjak dahan yang rapuh,"Krek..."
Bintang jatuh,"Aaakkk!!" Bruukk!
Cinta menjerit,"Bintang!!!"
Cinta segera turun,"Ya ampun...Bintang,kamu gpp?"
Kaki Bintang berdarah tangannya juga beset2,untung kepalanya gpp,"Kakiku...kakiku sakit..."
Cinta panik,"Tolooong!!Den Bintang jatuh!!"
Ana segera datang demikian juga Joni,"Ada apa?Den Bintang kenapa?"
Joni membantu Bintang berdiri,"Mas Bintang bisa berdiri?"
Bintang menyeringai,"Sakit Om...aduh..."
Joni melihat kaki anak majikannya,"Jangan2 patah nih Mas...gawat nih Ana.Kita harus bawa ke dokter segera!"
Cinta malah nangis,"Semua salah Cinta...harusnya Cinta yang jatuh bukan Den Bintang...huhhu..."
Bersambung..........

 Eps 33 ★☆ DUA MATAHARI
Supranatural...
Bintang meraih jemari tangan Cinta,"Aku gpp...kamu jangan menyalahkan diri kamu.Diurut ntar juga baikan.Paling cuma keseleo aja.Jangan nangis ya...untung aku yang jatuh kalau kamu ga akan bisa maafin diri aku sendiri."
Mobil Bimo memasuki halaman,Ana diberitahu,"Waduh...gimana ini?Pak Bimo datang."
Bimo melihat raut tegang di wajah para pengurus rumah,"Kalian kenapa?Kenapa semua tampak aneh?Ada apa?Mana Tuan Muda kalian?"
Joni datang dan bertanya,"Pak Bimo,Bu Rani tidak ikut pulang?"
Bimo melihat Joni gugup gitu,"Jon,ada apa?Bintang gpp kan?Perasaan saya kok ga enak ya.Bu Rani masih ada meeting sama klien.Mungkin sampai malam.Saya mau ketemu Bintang.Saya janji mau kasih hadiah kemarin buat hasil ujiannya yang bagus.Sekarang saya mau ajak dia jalan2."
Joni lega Bu Rani ga ikut pulang,"Pak Bimo...Mas Bintang...dia...kayaknya ga bisa diajak jalan2...kakinya sakit."
Bimo kaget,"Kaki Bintang sakit?Kenapa?Mana dia?Apa di kamar?"
Joni membawa Bimo ke halaman belakang,"Saya ga berani gerakin kakinya.Katanya sakit..."
Bimo segera memeriksa,"Kejadiannya gimana?Kalian harusnya segera telpon saya!"
Cinta hendak cerita tapi dicegah sama Bintang,"Bintang cuma jatuh dari pohon kok Yah...Gpp..."
Bimo lihat ke atas,"Jatuh dari pohon ini?Dari ketinggian itu?"
Bimo dibantu Joni bawa Bintang ke dalam mobil,"Kakinya harus dirontgen.Biar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Cinta pingin ikut,"Pak Bimo,saya ikut ya?Boleh ya?"
Bimo bolehin,"Ya.Banyak yang ingin saya tanyakan juga ke kamu."
Dijalan Cinta ngobatin luka2 di tangan Bintang dengan P3K,"Maafin saya Den Bintang...maafin saya..."
Bimo akhirnya tahu ceritanya,"Jadi gitu ceritanya..."
Cinta merasa sangat bersalah,"Semua salah saya Pak Bimo...salah saya.Harusnya saya ga ngajak Den Bintang manjat pohon.Harusnya saya ga gangguin Den Bintang belajar...hiks..hiks...Saya siap dihukum..."
Bintang memohon,"Ayah...jangan kasih tahu Mama ya...Cinta ga salah kok...Bintang sendiri yang pingin manjat pohon.Bintang mohon,Ayah kan janji mau kasih hadiah ke Bintang.Hadiahnya itu aja.Jangan bilang mama kalau Cinta juga ada di pohon itu.Ya Yah ya?Please..."
Bimo berkata,"Kalian tenang saja."
Tbc......

 Eps 34 ★☆ DUA MATAHARI
Keep silent...
Di tempat lain,Surya yang juga jago panjat pohon tiba2 saja jatuh,"Buuk!!"
Adik Surya,lihat kakaknya jatuh segera lari ke ibunya,"Ibu!!Kakak jatuh!Kakak iyung..."
Rini segera menuju ke putra sulungnya,"Ya ampun Surya!Kamu gpp Sayang?Tumben jatuh?Biasanya juga raja pohon?Kamu kenapa?"
Surya meringis,"Gpp Bu.Ga tahu aja kalau dahan yang aku injek ternyata rapuh.Untung ibu jemur kasur di bawah sini.Kalau ga udah patah kali kaki aku."
Rini mengurut kaki Surya,"Ini dikasih minyak urut.Ini ampuh resep turun temurun keluarga ibu.Pasti kaki kamu segera baikan.Lain kali hati2.Kamu kecapekan kali kalau libur kan ikut ayah kamu kerja di proyek."
Adiknya berkata,"Kakak ambilin mangga buat Nino.Nino pingin mangga."
Surya nunjukin mangga yang ia petik,"Iya Bu...Nino pingin manisan mangga katanya."
Rini mengambil mangganya,"Ya sudah ibu akan bikin manisan mangga buat kalian.Kamu bisa jalan kan Surya?"
Surya gpp,"Bisa Bu...Surya kan anaknya kuat.Ayo Nino,kita bantu ibu bikin manisan.Kayak yang dijual di sekolah!"
Nino ngikutin kakaknya,"Ayo!!Hore bikin manisan mangga.Yeahhh!!"
Rini tersenyum,'Maafkan ibu ya Nak.Kalian cuma dapat uang jajan sedikit.Ga kayak anak yang lain.Apalagi kamu Surya,kamu selalu ngalah sama adik kamu.'
          Andai saja Surya tahu bahwa dia punya adik kandung.Surya bantu ngupas mangga,'Aneh kenapa aku bisa jatuh ya?Berkali2 lho aku manjat tuh pohon mangga.Kenapa sampai jatuh sih?Heran...'
Syamsul dan Rini memang mendapat berkah mengadopsi Surya,Tuhan memberi Rini anak.Namanya Nino.Surya sayang sekali pada Nino.Nino masih TK.Pipinya tembem,suka sekali bawa bekal dan jajan tentunya.Meski hidup susah secara ekonomi tapi Surya berlimpah kasih sayang dari Syamsul dan Rini.Kembali ke Bintang,sudah di rontgen dia.Dokter juga sudah memberi bidai di kakinya supaya kembali ke posisi normal,"Untuk sementara jangan banyak bergerak ya kakinya.Harus banyak istirahat."
Alamat nih Bintang ga bisa sekolah,Cinta kian merasa bersalah,"Berarti Den Bintang ga sekolah dulu ya...ini salah saya..."
Bintang mikir,'Aduh...kalau aku ga masuk pasti aku ketinggalan banyak mata pelajaran dan nilai2 ulangan.Kalau aku ga meraih 3 besar,Cinta gimana?'
Tbc...

Eps 35 ★☆ DUA MATAHARI
The Father...

           Marco yang kini telah menjadi Adam namanya tidak dikaruniai anak dengan pernikahan keduanya.Putri sang konglomerat menuduh suaminya itu mandul,"Kamu pasti yang bermasalah Mas.Sebaiknya kamu periksakan diri kamu ke dokter."
Adampun pergi ke RS terbagus di Jakarta,'Aku tak tahu apa yang salah.Tapi aku sudah periksakan diri berkali2 dan hasilnya aku baik tapi tetap saja isteriku ga percaya.Tari2...kamu itu kenapa malah memojokkan aku.Bisa juga kan kamu yang bermasalah?'
Disaat yang sama Bimo membawa Bintang ke RS,Bintang ingat pada ibu2 yang dulu ia jumpai di RS,'Aku ingin tahu bagaimana kondisi ibu itu sekarang.Kasihan dia.'
Dijalan Bimo yang buru2 hampir menabrak mobil Adam,saat turun kaget Bimo,'Marco?Itu kan Marco?'
Adam heran,"Anda kenapa?Hati2 bawa mobil.Untung mobilnya bisa direm."
Bintang membuka kaca,"Ayah gpp kan?"
Baik Bimo maupun Adam nengok ke arah Bintang,Adam terpana,'Kenapa ya hatiku bergetar mendengar suara anak muda itu?'
Bimo heran Marco ga mengenalinya,'Ini benar Marco bukan ya?Kok ga kenal aku ya?'
Cinta didalam mobil ikut melihat keluar,"Ada apa diluar Den Bintang?"
Bintang menatap ke arah Adam,"Sepertinya mobil kita hampir menabrak mobil orang itu."
Bimo merhatiin keduanya,'Bintang ...andai kamu tahu siapa sebenarnya yang pantas kamu sebut Ayah ...pria itulah ayah kandung kamu Bintang...'
Bimo segera berkata,"Ya Bintang.Ayah gpp."
Adam malah mendapat kilasan ingatannya,'Pria ini sepertinya aku pernah melihatnya...tapi kenapa aku melihat sungai ya...aku juga melihat bayi..dua bayi.Apa aku dulu punya anak?'
Bimo segera meninggalkan area itu,'Ternyata Marco masih hidup.Dan dia ada di Jakarta.Bagaimana jika Rani tahu?Tapi bisa jadi orang tadi cuma mirip saja.'
Bintang nanya,"Orang itu siapa Yah?Dia gpp kan?"
Bimo agak gugup jawabnya,"Dia gpp.Cuma kaget aja.Maaf ya Ayah akan lebih hati2 bawa mobilnya."
Sampai di RS,Bintang segera diperiksa.Cinta berdoa,'Tuhan,jagai Den Bintang.Jangan sampai kakinya kenapa2...Hamba mohon...'
Bintang sudah di rontgen dan untunglah ga parah,ga sampai patah.Sementara itu Adam juga ke RS itu,kaget ia kala melihat mobil yang tadi hampir bertabrakan dengannya.Bersambung......


 Eps 36 ☆★ DUA MATAHARI
♣♣Look from the place....
Adam nyari2 dokter yang hendak ia temui malah nyasar langkahnya ke sebuah taman dimana Ningrum sedang duduk di sana menimang2 dua boneka,"Revan kamu harus jaga adikmu ya...jangan sampai kalian terpisah...kalian harus selalu rukun.Saling jaga...ingat itu ya...he..he.."
Adam bingung nyari ruangan dokternya,'Katanya dekat ruang rekam medik,belok kanan lurus lalu ada ruang farmasi...aduh aku bingung.Tanya aja deh...'
Adam mendekati Ningrum,"Permisi,mau nanya..."
Terpana Adam kala wanita yang dia tanyai menoleh,seketika ia mendapat kilasan kejadian masa lampaunya...>>> Kembalikan anak2ku!!...Ningrum!!!...Byuur!!...>>>
Ningrum juga kaget,"Kamu...aku harus jauhi kamu supaya anak2ku selamat...pergi ...aku harus jauhi kamu...aku ga mau anak2ku terpisah dariku...aku harus lari..."
Ningrum lari sambil mendekap kedua boneka ditangannya,"Aku harus jauhi dia...demi anak2ku...demi Revan dan Vino..."
Adam malah merasa pusing,"Hey tunggu!Aduh...kenapa kepalaku jadi berat gini..."
Adam malah pingsan di koridor RS pas Cinta lihat,"Lho orang itu kenapa?Tolong ada orang pingsan!!"
Cinta memang disuruh Bimo beli makanan buat Bintang,tapi malah pas mau kembali nemuin Marco.Marco dibawa oleh perawat sedang Bintang malah nyariin Cinta,"Cinta mana Yah?"
Bimo akhirnya nyusul Cinta,"Ya sudah kamu tunggu sini ya...Ayah mau susul Cinta...Man,jaga tuan mudamu okay?"
Norman langsung siaga dekat Bintang.Saat Bimo pergi,Ningrum yang lari ga jelas berhenti dekat Bintang berada,"Kayaknya sudah aman di sini..."
Bintang ingat wanita itu,'Itu kan ibu2 yang dulu...kasihan dia...'
Bintang berdiri,Norman heran,"Den Bintang mau kemana?Jangan banyak gerak dulu...."
Bintang kekeh,"Aku mau menemui ibu itu...kasihan dia Man...aku ingat dia..."
Bintang memegang pundak Ningrum,"Ibu..."
Ningrum menatap Bintang,"Kamu panggil aku ibu?"
Bintang tersenyum,"Ibu,kenapa?Kayak ketakutan gitu?Ibu habis lari ya?Duduk dulu sini...Pak Man tolong ambil minum dong."
Bintang memberikan minuman pada Ningrum,"Ibu pasti haus...minum dulu.Ingat saya kan?"
Ningrum malah membelai wajah Bintang,"Saya suka kamu panggil saya ibu...saya suka...tadi ada yang ngejar saya...saya takut.."
Tbc

Eps 37 ★☆ DUA MATAHARI
Thine Heir....
Cinta mencemaskan kondisi pria yang ditemukannya pingsan,"Suster tolong ada orang pingsan!!"
Adam dibawa oleh perawat sementara Cinta mendampingi,"Saya tidak kenal orang ini,Suster.Saya menemukannya sudah tergeletak di koridor."
Bimo melihat Cinta,"Cinta!Kamu kemana saja?Bintang nyariin kamu.Ayo kita pulang!"
Cinta menunjuk ke arah pria yang ia temukan pingsan tadi,"Tapi Om itu?Dia..."
Adam sadar dan ia ingat semuanya,"Ningrum?Ningrum!!"
Ia segera keluar dan melihat Bimo,"Saya ingat kamu...kamu ada disana waktu itu...kamu pengawalnya Rani!"
Bimo bergegas membawa Cinta pergi,"Cinta kita sebaiknya segera pergi dari sini.Kasihan Bintang.Ayo!!"
Adam hendak mengejar,"Hey tunggu!!Aduh...kepalaku..."
           Adam kembali pingsan dan dibawa kembali ke dalam oleh perawat.Bimo gelisah,'Tuan Marco masih hidup.Bagaimana jika Rani tahu?Apakah dia akan meninggalkanku'
Bimo kembali terpana kala melihat siapa yang bersama Bintang,'Itu kan?Ningrum?'
Ningrum juga histeris kala melihat Bimo,"Kamu...kamu...kamu saya ingat kamu...kamu membuat saya kehilangan anak2 saya....huu...hu...kembalikan anak2 saya!"
Bintang heran,"Ibu...dia ini Ayah saya...."
Bimo terpana mendengar Bintang menyebut Ningrum dengan sebutan 'Ibu','Apa Bintang sudah tahu kalau wanita itu adalah ibu kandungnya?'
Perawat yang ditugaskan menjaga Ningrum datang,"Maaf jika pasien ini mengganggu kalian.Dia mengalami gangguan kejiwaan.Kami akan membawany kembali ke ruang isolasi.Permisi."
Ningrum memegangi tangan Bintang,"Tidak!Saya tidak mau kembali!Saya mau mencari anak2 saya..."
Bintang sedih melihatnya sedang Bimo bergegas membawa Bintang pulang,'Sebaiknya aku segera membawa Bintang pergi dari sini.'
Cinta memperhatikan Bintang yang tampak diam saja sepanjang perjalanan pulang,"Den Bintang kenapa?Kakinya sakit banget ya?Ini banyak cemilan yang tadi saya beli.Den Bintang mau?"
Bintang mengambil cemilannya tapi wajahnya masih sama ngeblank,"Aku kasihan sama ibu2 tadi,Cinta...kasihan ya..."
Cinta juga ingat sama Adam,"Sama saya juga kasihan sama Om yang pingsan tadi..."
Bintang bertanya,"Om yang pingsan?"
Bimo mengalihkan perhatian,"Bintang,jangan banyak pikiran biar kamu lekas sembuh."
Tbc

Eps 38 ☆★ DUA MATAHARI
The river...
Cinta sangat perhatian pada Bintang,berbaring saja dibantuin,"Pelan2 Den Bintang..."
Obat disiapin,"Obatnya diminum ya?"
Bintang minum obatnya,"Pahit tapi tetep harus diminum ya?Baiklah...tapi senyum dulu dong yang ngasih obatnya..."
Cinta tersenyum,baru Bintang menengak obatnya,"Kamu jangan pergi ya?Setidaknya sampai aku tidur.Oh ya aku bahagia sekali hari ini...kamu tahu kenapa?"
Cinta heran,"Den Bintang kan alami musibah kok malah bahagia sih?"
Bintang meraih jemari Cinta,"Karena saat aku jatuh dari pohon tadi,kamu manggil namaku tanpa embel2 'Den'..."
Cinta malah menahan pilu melihat majikannya terbaring,'Maafkan aku Bintang,aku janji ga akan biarin kamu celaka lagi.Aku ga akan ajak kamu naik pohon lagi...aku ga mau kamu celaka.'
Bintang melihat jam dinding,"Waktunya belajar...tolong ambilkan buku Kimia di meja belajarku ya Cinta.Aku mau membacanya."
Cinta ragu,"Tapi Den Bintang kan lagi sakit.Masak masih belajar sih?"
Bintang menguap ngantuk dia,mulai ngefek obatnya,"Nilaiku harus terus bagus.Aku harus masuk 3 besar."
Cinta mengambilkan bukunya,"Saya bacakan saja ya Den Bintang?Tangan Den Bintang kan juga sakit.Lecet tuh...pasti ngilu buat megang buku."
Bintang nurut dengerin Cinta bacain bab yang ia ingin pelajari,"Cu itu tembaga...dari kata cuprum...Mn itu mangan...Pb itu timbal..."
Bintang mulai kriyip2,"Kalau Zn itu seng ya..."
Akhirnya tertidur Bintangnya,Cinta memandanginya,'Kamulah yang bikin saya betah di sini Bintang...kamu ga pernah jahat sama aku.Selalu membantuku.Selalu menjagaku.'
Diusapnya keringat di wajah Bintang,'Tidur dan cepat sembuh ya...maafkan aku...sudah membuatmu seperti ini.'
Bersambung....

 Eps 39 ☆★ DUA MATAHARI
Talked With Him...
Rani pulang dari kantor sudah agak larut,'Tumben Bintang ga menyambutku?Biasanya meski malam larutpun dia akan segera keluar dari kamarnya untuk menyambutku.'
Bimo melihat Rani mengedarkan pandangannya,"Kamu mencari Bintang ya?Bintang pasti sudah tidur."
Rani melangkah ke kamar Bintang,"Tidak mungkin.Aku yakin dia pasti alami sesuatu.Katakan Bim sebelum aku mencari tahu sendiri dan kau pasti juga tidak akan luput dari kemarahanku!"
Bimo terpaku,'Sebenarnya kau sangat sayang pada Bintang.Walau kau keras padanya tapi dihatimu Bintang adalah bagian dari hidupmu.'
Rani berhenti kala melihat Cinta keluar dari kamar Bintang membawa kompres,"Ada apa Cinta?Kenapa kamu bawa kain kompres?Mana Bintang kenapa dia tidak menyambut mamanya?"
Cinta keder,"Den Bintang demam,Nyonya.Tadi Den Bintang jatuh...."
Rani masuk dan melihat Bintang mengigau dalam tidurnya,"Mama...mama..."
Rani duduk di tepi pembaringan dan memegang tangan Bintang,"Mama di sini Bintang...Mama di sini...kamu kenapa?Apa yang terjadi?"
Bintang tersenyum melihat Rani datang,"Mama...Mama jangan marahi siapapun ya?Ini salah Bintang sendiri kok...ga hati2..."
Rani lupa dengan rasa letih habis kerja ia malah menunggui Bintang di kamarnya,"Bimo kamu hutang penjelasan padaku.Mengapa kamu ga beritahu aku?Lihat kakinya sampai seperti ini!Cinta kamu juga sini!Panggil Ana dan Joni juga!"
Semua disidang sama Rani,Cinta mengakui bahwa dia yang bersalah,"Ini semua salah saya Nyonya...hukum saya saja.Jangan marahi Den Bintang."
Rani melihat ke arah Bintang yang sudah tertidur,'Aku tidak akan memarahi Cinta seperti janjiku pada Bintang.Tapi aku akan memberikan hukuman yang lebih menyakitkan.Hukuman bagi mereka yang mengusik keluarga Rani Adijaya.'
         Malam itu Rani tidur di sofa menunggui Bintang,Bimo menyelimutinya,'Kuminta tidur di kamar tidak mau.Benar dugaanku sebenarnya dia sayang pada Bintang.Apakah dia juga masih punya perasaan pada Tuan Marco?Tapi Rani adalah isteriku di mata hukum.Aku tidak akan membiarkan isteriku meninggalkanku.Aku sangat mencintainya.'
Bimo malah menemani Rani menjagai Bintang.Sementara itu Marco galau di rumahnya,'Aku punya anak...dua malah.Tapi dimana?'
Tbc

 Eps 40 ☆★ DUA MATAHARI
♣Build....♣
Marco berkata pada isterinya,"Tari,tadi aku belum sempat menemui dokternya."
Tari panik,'Kalau sampai papa aku tahu bahwa aku yang bermasalah bisa gawat nih...mau ditaruh dimana muka aku.'
Marco berpikir,'Jika kukatakan bahwa ingatanku sudah pulih pasti Tari akan kaget.Aku harus cari tahu dulu dimana anak2ku.Aku harus kembali ke RS itu karena Ningrum ada di sana.'
Tari memang berubah sejak dia tahu bahwa dirinya ga bisa punya anak,dia takut Adam pindah ke lain hati.Tapi dia juga sadar bahwa dia ga bakat di dunia bisnis.Tari berniat menyogok dokternya,'Aku akan menemui dokternya.Aku akan minta dia membuat laporan palsu.Laporan yang menyatakan bahwa Mas Adamlah yang bermasalah.'
Marco malah kepikiran Ningrum,'Ningrum masih hidup.Wanita yang kujumpai di RS itu jelas dia.Aku harus menemuinya.Tunggu dulu...RS itu kan milik keluarga Adijaya?Apa Rani tahu bahwa Ningrum masih hidup?Aku harus mencari tahu soal Rani.Bagaimana kehidupannya sekarang.Aku harus balas dendam padanya.Dia membuat aku kehilangan anak2ku.'
Marco mencari data soal Rani,'Dia sudah menikah dengan Bimo rupanya.Anaknya Bintang Adijaya.Aku akan membuat Rani juga kehilangan anaknya.Biar dia tahu rasa.'
           Marco juga mencari tahu di sekitar sungai yang dulu menjadi tempat krusial semua perubahan hidupnya.Saat itu Surya tengah mencari adiknya yang katanya bermain dekat sungai,"Nino!!"
Marco melihat seorang anak hanyut dan segera terjun untuk menolongnya,"Aku harus menolong anak itu!"
Rupanya yang ditolong oleh Marco adalah Nino,adiknya Surya.Surya sangat berterima kasih,"Terima kasih Pak.Anda sudah menolong adik saya.Terima kasih."
Surya memeluk Marco penuh haru,"Jika tak ada Anda entah bagaimana adik saya...Saya tidak akan melupakan budi baik Anda Pak."
Marco merasa haru dipeluk Surya,"Saya tahu rasanya kehilangan orang yang kita sayang.Saya tahu rasanya..."
          Andai saja Marco tahu siapa sebenarnya yang ia peluk.Surya mengajak Marco mampir ke rumahnya,"Mari Pak ke rumah saya.Sekalian Bapak bisa ganti baju.Kedua orang tua saya pasti akan sangat senang menyambut Bapak."
Marco setuju,'Sekalian aku mau nanya soal kejadian di sekitar sungai ini.Siapa tahu saja ada yang tahu.'
Tbc.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar