Eps 31 ★☆ DUA MATAHARI
Our tree...
Bintang segera minta
maaf,"Maaf,aku ga tahu kalau kamu mau ngasih aku buah ini.Jangan cemberut
terus ya...gimana kalau cari lagi?Dikebun belakang kan?"
Cinta
sumringah,"Beneran?Terus PR Den Bintang?"
Bintang ngajak Cinta
berdiri,"Udah selesai kok.Sekarang aku bisa main sama kamu.Buruan keburu
mama datang.Ayo!!"
Cinta segera
membersihkan buah talok yang jatuh,"Yuk!!Asyik panjat2 pohon!"
Bintang seneng lihat
Cinta hepi,'Andai saja kamu tahu kenapa aku serius belajar.Semua agar aku
selalu satu sekolah sama kamu.Kalau aku ga masuk 3 besar,mama pasti mindahin
sekolah kamu.Aku ga mau itu terjadi.'
Ana datang sambil
gendong bayi,ya Ana sudah menikah dengan Joni dan dikaruniai seorang anak.Ana
tanya,"Kalian mau kemana buru2 gitu?Den Bintang kan ini waktunya bobok
siang?"
Bintang
menjawab,"Bintang kan udah gede Bi.Masak bobok terus kayak dedek bayi
ini.Imut2...bobok terus..gemesin.Hello Vania..."
Cinta ikut gemes lihat
anak bibinya,"Hallo pipi embem...ups...jadi bangun tuh hi...hi..."
Bintang ngajak Cinta
pergi,"Bi Ana,saya sama Cinta di halaman belakang.Kalau mama datang kasih
tahu ya...yuk Cinta..."
Ana geleng kepala tapi
seneng dia lihat Bintang lebih ceria di rumah sejak ada Cinta,'Kasihan Den
Bintang.Main diluar dilarang.Untung ada Cinta nemeni.Nona..eh Nyonya emang
keras orangnya.'
Ranilah yang
menginginkan Bintang jadi dokter sebenarnya karena ia takut kejadian ayahnya
terulang lagi.Sakit2an dan harus selalu ke dokter.Ia ingin Bintang menjadi
dokter keluarga Adijaya.Bintang dan Cinta sudah sampai di halaman
belakang,sebatang pohon talok tumbuh rimbun di sana.Cinta nunjuk,"Kamu
inget kan kita waktu itu metik buah talok di sekolah terus kita tanam di
sini.Sekarang udah gede.Cepet ya...kalau banyak daunnya biasanya ada
buahnya.Bau khasnya kecium..."
Cinta udah ganti baju tadi,kalau mau manjat pohon pakai seragam
pelayan ribet juga.Malah sobek ntar seragamnya.Ia segera manjat,"Den
Bintang!Lihat disini banyak yang merah buahnya.Ayo naik!"
Bintang manjat
juga,"Wah pohonnya enak ya bisa jadi markas kita nih...Asyik kali kalau
makan di sini.Makan nasgor apalagi."
Cinta metik buah talok
yang agak besar,"Nih cobain deh Den Bintang..."
Tbc..
Tbc..
Eps 32 ★☆ DUA MATAHARI
Natural...
Bintang senang disuapi
buah talok oleh Cinta,"Manis ya...Kayak yang nyuapi he..he.."
Cinta duduk di batang
favoritnya,"Markas aku sini ah...markas Cinta.Disini batangnya bisa buat
duduk.Enak..."
Bintang ingat
sesuatu,"Oh aku pernah baca juga soal buah ini.Buah ini juga obat asam
urat.Juga pohon talok ini bijinya sangat lembut dan meski telah melewati
berbagai media pengolahan air dia tetap bisa bertahan.Hebat ya?"
Cinta manggut2,"Den
Bintang senang sekali tentang ilmu pengobatan.Kenapa cita2nya jadi dokter kok
ga jadi pengusaha atau apa gitu?"
Bintang
tersenyum,"Panggil Bintang aja ga usah pakai Den...kan mama ga ada
dirumah.Kalau mama ga ada panggil aja kayak kamu manggil aku di sekolah."
Cinta dapat buah yang
agak mentah,"Ya ga enaklah kan kalau di rumah saya ini pelayan.Takut
kebiasaan nanti..."
Bintang ngalah
deh,"Terserah kamu deh.Kamu itu emang kepala batu.Susah dibilangin.Aku itu
ingin jadi dokter karena Mama dulu sering ajak aku ke RS.Disana banyak orang
yang butuh penanganan segera dan jumlah dokter masih kurang.Aku ga tega lihat
mereka.Selain itu mama juga ingin aku jadi dokter.Kalau aku jadi dokter aku
bisa berguna buat mama."
Cinta lihat buah talok
besar di sebuah dahan di belakang Bintang,"Den Bintang itu sayang banget
ya sama mamanya...Dibelakang Den Bintang ada yang matang itu!Aku yang lihat
biar kuambil."
Bintang
mencegahnya,"Itu jauh sekali.Aku lebih tinggi dari kamu.Biar aku saja yang
ambil.Bahaya kalau kamu ke sana."
Saat itulah Bintang
menginjak dahan yang rapuh,"Krek..."
Bintang
jatuh,"Aaakkk!!" Bruukk!
Cinta
menjerit,"Bintang!!!"
Cinta segera
turun,"Ya ampun...Bintang,kamu gpp?"
Kaki Bintang berdarah
tangannya juga beset2,untung kepalanya gpp,"Kakiku...kakiku sakit..."
Cinta
panik,"Tolooong!!Den Bintang jatuh!!"
Ana segera datang
demikian juga Joni,"Ada apa?Den Bintang kenapa?"
Joni membantu Bintang
berdiri,"Mas Bintang bisa berdiri?"
Bintang
menyeringai,"Sakit Om...aduh..."
Joni melihat kaki anak
majikannya,"Jangan2 patah nih Mas...gawat nih Ana.Kita harus bawa ke
dokter segera!"
Cinta malah
nangis,"Semua salah Cinta...harusnya Cinta yang jatuh bukan Den
Bintang...huhhu..."
Bersambung..........
Eps 33 ★☆ DUA MATAHARI
Supranatural...
Bintang meraih jemari
tangan Cinta,"Aku gpp...kamu jangan menyalahkan diri kamu.Diurut ntar juga
baikan.Paling cuma keseleo aja.Jangan nangis ya...untung aku yang jatuh kalau
kamu ga akan bisa maafin diri aku sendiri."
Mobil Bimo memasuki
halaman,Ana diberitahu,"Waduh...gimana ini?Pak Bimo datang."
Bimo melihat raut tegang
di wajah para pengurus rumah,"Kalian kenapa?Kenapa semua tampak aneh?Ada
apa?Mana Tuan Muda kalian?"
Joni datang dan
bertanya,"Pak Bimo,Bu Rani tidak ikut pulang?"
Bimo melihat Joni gugup
gitu,"Jon,ada apa?Bintang gpp kan?Perasaan saya kok ga enak ya.Bu Rani
masih ada meeting sama klien.Mungkin sampai malam.Saya mau ketemu Bintang.Saya
janji mau kasih hadiah kemarin buat hasil ujiannya yang bagus.Sekarang saya mau
ajak dia jalan2."
Joni lega Bu Rani ga
ikut pulang,"Pak Bimo...Mas Bintang...dia...kayaknya ga bisa diajak
jalan2...kakinya sakit."
Bimo kaget,"Kaki
Bintang sakit?Kenapa?Mana dia?Apa di kamar?"
Joni membawa Bimo ke
halaman belakang,"Saya ga berani gerakin kakinya.Katanya sakit..."
Bimo segera
memeriksa,"Kejadiannya gimana?Kalian harusnya segera telpon saya!"
Cinta hendak cerita tapi
dicegah sama Bintang,"Bintang cuma jatuh dari pohon kok Yah...Gpp..."
Bimo lihat ke
atas,"Jatuh dari pohon ini?Dari ketinggian itu?"
Bimo dibantu Joni bawa
Bintang ke dalam mobil,"Kakinya harus dirontgen.Biar kita tahu apa yang
sebenarnya terjadi."
Cinta pingin
ikut,"Pak Bimo,saya ikut ya?Boleh ya?"
Bimo
bolehin,"Ya.Banyak yang ingin saya tanyakan juga ke kamu."
Dijalan Cinta ngobatin
luka2 di tangan Bintang dengan P3K,"Maafin saya Den Bintang...maafin
saya..."
Bimo akhirnya tahu
ceritanya,"Jadi gitu ceritanya..."
Cinta merasa sangat
bersalah,"Semua salah saya Pak Bimo...salah saya.Harusnya saya ga ngajak
Den Bintang manjat pohon.Harusnya saya ga gangguin Den Bintang
belajar...hiks..hiks...Saya siap dihukum..."
Bintang
memohon,"Ayah...jangan kasih tahu Mama ya...Cinta ga salah kok...Bintang
sendiri yang pingin manjat pohon.Bintang mohon,Ayah kan janji mau kasih hadiah
ke Bintang.Hadiahnya itu aja.Jangan bilang mama kalau Cinta juga ada di pohon
itu.Ya Yah ya?Please..."
Bimo
berkata,"Kalian tenang saja."
Tbc......
Tbc......
Eps 34 ★☆ DUA MATAHARI
Keep silent...
Di tempat lain,Surya
yang juga jago panjat pohon tiba2 saja jatuh,"Buuk!!"
Adik Surya,lihat
kakaknya jatuh segera lari ke ibunya,"Ibu!!Kakak jatuh!Kakak
iyung..."
Rini segera menuju ke
putra sulungnya,"Ya ampun Surya!Kamu gpp Sayang?Tumben jatuh?Biasanya juga
raja pohon?Kamu kenapa?"
Surya meringis,"Gpp
Bu.Ga tahu aja kalau dahan yang aku injek ternyata rapuh.Untung ibu jemur kasur
di bawah sini.Kalau ga udah patah kali kaki aku."
Rini mengurut kaki
Surya,"Ini dikasih minyak urut.Ini ampuh resep turun temurun keluarga
ibu.Pasti kaki kamu segera baikan.Lain kali hati2.Kamu kecapekan kali kalau
libur kan ikut ayah kamu kerja di proyek."
Adiknya
berkata,"Kakak ambilin mangga buat Nino.Nino pingin mangga."
Surya nunjukin mangga
yang ia petik,"Iya Bu...Nino pingin manisan mangga katanya."
Rini mengambil
mangganya,"Ya sudah ibu akan bikin manisan mangga buat kalian.Kamu bisa
jalan kan Surya?"
Surya gpp,"Bisa
Bu...Surya kan anaknya kuat.Ayo Nino,kita bantu ibu bikin manisan.Kayak yang
dijual di sekolah!"
Nino ngikutin
kakaknya,"Ayo!!Hore bikin manisan mangga.Yeahhh!!"
Rini tersenyum,'Maafkan
ibu ya Nak.Kalian cuma dapat uang jajan sedikit.Ga kayak anak yang lain.Apalagi
kamu Surya,kamu selalu ngalah sama adik kamu.'
Andai saja Surya tahu bahwa dia punya adik kandung.Surya bantu
ngupas mangga,'Aneh kenapa aku bisa jatuh ya?Berkali2 lho aku manjat tuh pohon mangga.Kenapa
sampai jatuh sih?Heran...'
Syamsul dan Rini memang
mendapat berkah mengadopsi Surya,Tuhan memberi Rini anak.Namanya Nino.Surya
sayang sekali pada Nino.Nino masih TK.Pipinya tembem,suka sekali bawa bekal dan
jajan tentunya.Meski hidup susah secara ekonomi tapi Surya berlimpah kasih
sayang dari Syamsul dan Rini.Kembali ke Bintang,sudah di rontgen dia.Dokter
juga sudah memberi bidai di kakinya supaya kembali ke posisi normal,"Untuk
sementara jangan banyak bergerak ya kakinya.Harus banyak istirahat."
Alamat nih Bintang ga
bisa sekolah,Cinta kian merasa bersalah,"Berarti Den Bintang ga sekolah
dulu ya...ini salah saya..."
Bintang
mikir,'Aduh...kalau aku ga masuk pasti aku ketinggalan banyak mata pelajaran
dan nilai2 ulangan.Kalau aku ga meraih 3 besar,Cinta gimana?'
Tbc...
Tbc...
Eps 35 ★☆ DUA MATAHARI
The Father...
Marco yang kini telah menjadi Adam namanya tidak dikaruniai anak dengan pernikahan keduanya.Putri sang konglomerat menuduh suaminya itu mandul,"Kamu pasti yang bermasalah Mas.Sebaiknya kamu periksakan diri kamu ke dokter."
Adampun pergi ke RS terbagus di Jakarta,'Aku tak tahu apa yang salah.Tapi aku sudah periksakan diri berkali2 dan hasilnya aku baik tapi tetap saja isteriku ga percaya.Tari2...kamu itu kenapa malah memojokkan aku.Bisa juga kan kamu yang bermasalah?'
Disaat yang sama Bimo membawa Bintang ke RS,Bintang ingat pada ibu2 yang dulu ia jumpai di RS,'Aku ingin tahu bagaimana kondisi ibu itu sekarang.Kasihan dia.'
Dijalan Bimo yang buru2 hampir menabrak mobil Adam,saat turun kaget Bimo,'Marco?Itu kan Marco?'
Adam heran,"Anda kenapa?Hati2 bawa mobil.Untung mobilnya bisa direm."
Bintang membuka kaca,"Ayah gpp kan?"
Baik Bimo maupun Adam nengok ke arah Bintang,Adam terpana,'Kenapa ya hatiku bergetar mendengar suara anak muda itu?'
Bimo heran Marco ga mengenalinya,'Ini benar Marco bukan ya?Kok ga kenal aku ya?'
Cinta didalam mobil ikut melihat keluar,"Ada apa diluar Den Bintang?"
Bintang menatap ke arah Adam,"Sepertinya mobil kita hampir menabrak mobil orang itu."
Bimo merhatiin keduanya,'Bintang ...andai kamu tahu siapa sebenarnya yang pantas kamu sebut Ayah ...pria itulah ayah kandung kamu Bintang...'
Bimo segera berkata,"Ya Bintang.Ayah gpp."
Adam malah mendapat kilasan ingatannya,'Pria ini sepertinya aku pernah melihatnya...tapi kenapa aku melihat sungai ya...aku juga melihat bayi..dua bayi.Apa aku dulu punya anak?'
Bimo segera meninggalkan area itu,'Ternyata Marco masih hidup.Dan dia ada di Jakarta.Bagaimana jika Rani tahu?Tapi bisa jadi orang tadi cuma mirip saja.'
Bintang nanya,"Orang itu siapa Yah?Dia gpp kan?"
Bimo agak gugup jawabnya,"Dia gpp.Cuma kaget aja.Maaf ya Ayah akan lebih hati2 bawa mobilnya."
Sampai di RS,Bintang segera diperiksa.Cinta berdoa,'Tuhan,jagai Den Bintang.Jangan sampai kakinya kenapa2...Hamba mohon...'
Bintang sudah di rontgen dan untunglah ga parah,ga sampai patah.Sementara itu Adam juga ke RS itu,kaget ia kala melihat mobil yang tadi hampir bertabrakan dengannya.Bersambung......
The Father...
Marco yang kini telah menjadi Adam namanya tidak dikaruniai anak dengan pernikahan keduanya.Putri sang konglomerat menuduh suaminya itu mandul,"Kamu pasti yang bermasalah Mas.Sebaiknya kamu periksakan diri kamu ke dokter."
Adampun pergi ke RS terbagus di Jakarta,'Aku tak tahu apa yang salah.Tapi aku sudah periksakan diri berkali2 dan hasilnya aku baik tapi tetap saja isteriku ga percaya.Tari2...kamu itu kenapa malah memojokkan aku.Bisa juga kan kamu yang bermasalah?'
Disaat yang sama Bimo membawa Bintang ke RS,Bintang ingat pada ibu2 yang dulu ia jumpai di RS,'Aku ingin tahu bagaimana kondisi ibu itu sekarang.Kasihan dia.'
Dijalan Bimo yang buru2 hampir menabrak mobil Adam,saat turun kaget Bimo,'Marco?Itu kan Marco?'
Adam heran,"Anda kenapa?Hati2 bawa mobil.Untung mobilnya bisa direm."
Bintang membuka kaca,"Ayah gpp kan?"
Baik Bimo maupun Adam nengok ke arah Bintang,Adam terpana,'Kenapa ya hatiku bergetar mendengar suara anak muda itu?'
Bimo heran Marco ga mengenalinya,'Ini benar Marco bukan ya?Kok ga kenal aku ya?'
Cinta didalam mobil ikut melihat keluar,"Ada apa diluar Den Bintang?"
Bintang menatap ke arah Adam,"Sepertinya mobil kita hampir menabrak mobil orang itu."
Bimo merhatiin keduanya,'Bintang ...andai kamu tahu siapa sebenarnya yang pantas kamu sebut Ayah ...pria itulah ayah kandung kamu Bintang...'
Bimo segera berkata,"Ya Bintang.Ayah gpp."
Adam malah mendapat kilasan ingatannya,'Pria ini sepertinya aku pernah melihatnya...tapi kenapa aku melihat sungai ya...aku juga melihat bayi..dua bayi.Apa aku dulu punya anak?'
Bimo segera meninggalkan area itu,'Ternyata Marco masih hidup.Dan dia ada di Jakarta.Bagaimana jika Rani tahu?Tapi bisa jadi orang tadi cuma mirip saja.'
Bintang nanya,"Orang itu siapa Yah?Dia gpp kan?"
Bimo agak gugup jawabnya,"Dia gpp.Cuma kaget aja.Maaf ya Ayah akan lebih hati2 bawa mobilnya."
Sampai di RS,Bintang segera diperiksa.Cinta berdoa,'Tuhan,jagai Den Bintang.Jangan sampai kakinya kenapa2...Hamba mohon...'
Bintang sudah di rontgen dan untunglah ga parah,ga sampai patah.Sementara itu Adam juga ke RS itu,kaget ia kala melihat mobil yang tadi hampir bertabrakan dengannya.Bersambung......
Eps 36 ☆★ DUA MATAHARI
♣♣Look from the
place....
Adam nyari2 dokter yang hendak
ia temui malah nyasar langkahnya ke sebuah taman dimana Ningrum sedang duduk di
sana menimang2 dua boneka,"Revan kamu harus jaga adikmu ya...jangan sampai
kalian terpisah...kalian harus selalu rukun.Saling jaga...ingat itu
ya...he..he.."
Adam bingung nyari
ruangan dokternya,'Katanya dekat ruang rekam medik,belok kanan lurus lalu ada
ruang farmasi...aduh aku bingung.Tanya aja deh...'
Adam mendekati
Ningrum,"Permisi,mau nanya..."
Terpana Adam kala wanita
yang dia tanyai menoleh,seketika ia mendapat kilasan kejadian masa
lampaunya...>>> Kembalikan
anak2ku!!...Ningrum!!!...Byuur!!...>>>
Ningrum juga
kaget,"Kamu...aku harus jauhi kamu supaya anak2ku selamat...pergi ...aku
harus jauhi kamu...aku ga mau anak2ku terpisah dariku...aku harus lari..."
Ningrum lari sambil
mendekap kedua boneka ditangannya,"Aku harus jauhi dia...demi
anak2ku...demi Revan dan Vino..."
Adam malah merasa
pusing,"Hey tunggu!Aduh...kenapa kepalaku jadi berat gini..."
Adam malah pingsan di
koridor RS pas Cinta lihat,"Lho orang itu kenapa?Tolong ada orang
pingsan!!"
Cinta memang disuruh
Bimo beli makanan buat Bintang,tapi malah pas mau kembali nemuin Marco.Marco
dibawa oleh perawat sedang Bintang malah nyariin Cinta,"Cinta mana
Yah?"
Bimo akhirnya nyusul
Cinta,"Ya sudah kamu tunggu sini ya...Ayah mau susul Cinta...Man,jaga tuan
mudamu okay?"
Norman langsung siaga
dekat Bintang.Saat Bimo pergi,Ningrum yang lari ga jelas berhenti dekat Bintang
berada,"Kayaknya sudah aman di sini..."
Bintang ingat wanita
itu,'Itu kan ibu2 yang dulu...kasihan dia...'
Bintang berdiri,Norman
heran,"Den Bintang mau kemana?Jangan banyak gerak dulu...."
Bintang kekeh,"Aku
mau menemui ibu itu...kasihan dia Man...aku ingat dia..."
Bintang memegang pundak
Ningrum,"Ibu..."
Ningrum menatap
Bintang,"Kamu panggil aku ibu?"
Bintang
tersenyum,"Ibu,kenapa?Kayak ketakutan gitu?Ibu habis lari ya?Duduk dulu
sini...Pak Man tolong ambil minum dong."
Bintang memberikan
minuman pada Ningrum,"Ibu pasti haus...minum dulu.Ingat saya kan?"
Ningrum malah membelai
wajah Bintang,"Saya suka kamu panggil saya ibu...saya suka...tadi ada yang
ngejar saya...saya takut.."
Tbc
Tbc
Eps 37 ★☆ DUA MATAHARI
Thine Heir....
Cinta mencemaskan
kondisi pria yang ditemukannya pingsan,"Suster tolong ada orang
pingsan!!"
Adam dibawa oleh perawat
sementara Cinta mendampingi,"Saya tidak kenal orang ini,Suster.Saya
menemukannya sudah tergeletak di koridor."
Bimo melihat
Cinta,"Cinta!Kamu kemana saja?Bintang nyariin kamu.Ayo kita pulang!"
Cinta menunjuk ke arah
pria yang ia temukan pingsan tadi,"Tapi Om itu?Dia..."
Adam sadar dan ia ingat
semuanya,"Ningrum?Ningrum!!"
Ia segera keluar dan
melihat Bimo,"Saya ingat kamu...kamu ada disana waktu itu...kamu
pengawalnya Rani!"
Bimo bergegas membawa
Cinta pergi,"Cinta kita sebaiknya segera pergi dari sini.Kasihan
Bintang.Ayo!!"
Adam hendak
mengejar,"Hey tunggu!!Aduh...kepalaku..."
Adam kembali pingsan dan dibawa kembali ke dalam oleh
perawat.Bimo gelisah,'Tuan Marco masih hidup.Bagaimana jika Rani tahu?Apakah
dia akan meninggalkanku'
Bimo kembali terpana
kala melihat siapa yang bersama Bintang,'Itu kan?Ningrum?'
Ningrum juga histeris
kala melihat Bimo,"Kamu...kamu...kamu saya ingat kamu...kamu membuat saya
kehilangan anak2 saya....huu...hu...kembalikan anak2 saya!"
Bintang
heran,"Ibu...dia ini Ayah saya...."
Bimo terpana mendengar
Bintang menyebut Ningrum dengan sebutan 'Ibu','Apa Bintang sudah tahu kalau
wanita itu adalah ibu kandungnya?'
Perawat yang ditugaskan
menjaga Ningrum datang,"Maaf jika pasien ini mengganggu kalian.Dia
mengalami gangguan kejiwaan.Kami akan membawany kembali ke ruang
isolasi.Permisi."
Ningrum memegangi tangan
Bintang,"Tidak!Saya tidak mau kembali!Saya mau mencari anak2 saya..."
Bintang sedih melihatnya
sedang Bimo bergegas membawa Bintang pulang,'Sebaiknya aku segera membawa
Bintang pergi dari sini.'
Cinta memperhatikan
Bintang yang tampak diam saja sepanjang perjalanan pulang,"Den Bintang
kenapa?Kakinya sakit banget ya?Ini banyak cemilan yang tadi saya beli.Den
Bintang mau?"
Bintang mengambil
cemilannya tapi wajahnya masih sama ngeblank,"Aku kasihan sama ibu2
tadi,Cinta...kasihan ya..."
Cinta juga ingat sama
Adam,"Sama saya juga kasihan sama Om yang pingsan tadi..."
Bintang
bertanya,"Om yang pingsan?"
Bimo mengalihkan
perhatian,"Bintang,jangan banyak pikiran biar kamu lekas sembuh."
Tbc
Eps 38 ☆★ DUA MATAHARI
The river...
Cinta sangat perhatian
pada Bintang,berbaring saja dibantuin,"Pelan2 Den Bintang..."
Obat
disiapin,"Obatnya diminum ya?"
Bintang minum
obatnya,"Pahit tapi tetep harus diminum ya?Baiklah...tapi senyum dulu dong
yang ngasih obatnya..."
Cinta tersenyum,baru
Bintang menengak obatnya,"Kamu jangan pergi ya?Setidaknya sampai aku
tidur.Oh ya aku bahagia sekali hari ini...kamu tahu kenapa?"
Cinta heran,"Den
Bintang kan alami musibah kok malah bahagia sih?"
Bintang meraih jemari
Cinta,"Karena saat aku jatuh dari pohon tadi,kamu manggil namaku tanpa
embel2 'Den'..."
Cinta malah menahan pilu
melihat majikannya terbaring,'Maafkan aku Bintang,aku janji ga akan biarin kamu
celaka lagi.Aku ga akan ajak kamu naik pohon lagi...aku ga mau kamu celaka.'
Bintang melihat jam
dinding,"Waktunya belajar...tolong ambilkan buku Kimia di meja belajarku
ya Cinta.Aku mau membacanya."
Cinta ragu,"Tapi
Den Bintang kan lagi sakit.Masak masih belajar sih?"
Bintang menguap ngantuk
dia,mulai ngefek obatnya,"Nilaiku harus terus bagus.Aku harus masuk 3
besar."
Cinta mengambilkan
bukunya,"Saya bacakan saja ya Den Bintang?Tangan Den Bintang kan juga
sakit.Lecet tuh...pasti ngilu buat megang buku."
Bintang nurut dengerin
Cinta bacain bab yang ia ingin pelajari,"Cu itu tembaga...dari kata
cuprum...Mn itu mangan...Pb itu timbal..."
Bintang mulai
kriyip2,"Kalau Zn itu seng ya..."
Akhirnya tertidur
Bintangnya,Cinta memandanginya,'Kamulah yang bikin saya betah di sini
Bintang...kamu ga pernah jahat sama aku.Selalu membantuku.Selalu menjagaku.'
Diusapnya keringat di
wajah Bintang,'Tidur dan cepat sembuh ya...maafkan aku...sudah membuatmu
seperti ini.'
Bersambung....
Eps 39 ☆★ DUA MATAHARI
Talked With Him...
Rani pulang dari kantor
sudah agak larut,'Tumben Bintang ga menyambutku?Biasanya meski malam larutpun
dia akan segera keluar dari kamarnya untuk menyambutku.'
Bimo melihat Rani
mengedarkan pandangannya,"Kamu mencari Bintang ya?Bintang pasti sudah
tidur."
Rani melangkah ke kamar
Bintang,"Tidak mungkin.Aku yakin dia pasti alami sesuatu.Katakan Bim
sebelum aku mencari tahu sendiri dan kau pasti juga tidak akan luput dari
kemarahanku!"
Bimo terpaku,'Sebenarnya
kau sangat sayang pada Bintang.Walau kau keras padanya tapi dihatimu Bintang
adalah bagian dari hidupmu.'
Rani berhenti kala
melihat Cinta keluar dari kamar Bintang membawa kompres,"Ada apa
Cinta?Kenapa kamu bawa kain kompres?Mana Bintang kenapa dia tidak menyambut
mamanya?"
Cinta keder,"Den
Bintang demam,Nyonya.Tadi Den Bintang jatuh...."
Rani masuk dan melihat
Bintang mengigau dalam tidurnya,"Mama...mama..."
Rani duduk di tepi
pembaringan dan memegang tangan Bintang,"Mama di sini Bintang...Mama di
sini...kamu kenapa?Apa yang terjadi?"
Bintang tersenyum
melihat Rani datang,"Mama...Mama jangan marahi siapapun ya?Ini salah
Bintang sendiri kok...ga hati2..."
Rani lupa dengan rasa
letih habis kerja ia malah menunggui Bintang di kamarnya,"Bimo kamu hutang
penjelasan padaku.Mengapa kamu ga beritahu aku?Lihat kakinya sampai seperti
ini!Cinta kamu juga sini!Panggil Ana dan Joni juga!"
Semua disidang sama
Rani,Cinta mengakui bahwa dia yang bersalah,"Ini semua salah saya
Nyonya...hukum saya saja.Jangan marahi Den Bintang."
Rani melihat ke arah
Bintang yang sudah tertidur,'Aku tidak akan memarahi Cinta seperti janjiku pada
Bintang.Tapi aku akan memberikan hukuman yang lebih menyakitkan.Hukuman bagi
mereka yang mengusik keluarga Rani Adijaya.'
Malam itu Rani tidur di sofa menunggui Bintang,Bimo
menyelimutinya,'Kuminta tidur di kamar tidak mau.Benar dugaanku sebenarnya dia
sayang pada Bintang.Apakah dia juga masih punya perasaan pada Tuan Marco?Tapi
Rani adalah isteriku di mata hukum.Aku tidak akan membiarkan isteriku
meninggalkanku.Aku sangat mencintainya.'
Bimo malah menemani Rani
menjagai Bintang.Sementara itu Marco galau di rumahnya,'Aku punya anak...dua
malah.Tapi dimana?'
Tbc
Eps 40 ☆★ DUA MATAHARI
♣Build....♣
Marco berkata pada
isterinya,"Tari,tadi aku belum sempat menemui dokternya."
Tari panik,'Kalau sampai
papa aku tahu bahwa aku yang bermasalah bisa gawat nih...mau ditaruh dimana
muka aku.'
Marco berpikir,'Jika
kukatakan bahwa ingatanku sudah pulih pasti Tari akan kaget.Aku harus cari tahu
dulu dimana anak2ku.Aku harus kembali ke RS itu karena Ningrum ada di sana.'
Tari memang berubah
sejak dia tahu bahwa dirinya ga bisa punya anak,dia takut Adam pindah ke lain
hati.Tapi dia juga sadar bahwa dia ga bakat di dunia bisnis.Tari berniat
menyogok dokternya,'Aku akan menemui dokternya.Aku akan minta dia membuat
laporan palsu.Laporan yang menyatakan bahwa Mas Adamlah yang bermasalah.'
Marco malah kepikiran
Ningrum,'Ningrum masih hidup.Wanita yang kujumpai di RS itu jelas dia.Aku harus
menemuinya.Tunggu dulu...RS itu kan milik keluarga Adijaya?Apa Rani tahu bahwa
Ningrum masih hidup?Aku harus mencari tahu soal Rani.Bagaimana kehidupannya
sekarang.Aku harus balas dendam padanya.Dia membuat aku kehilangan anak2ku.'
Marco mencari data soal
Rani,'Dia sudah menikah dengan Bimo rupanya.Anaknya Bintang Adijaya.Aku akan
membuat Rani juga kehilangan anaknya.Biar dia tahu rasa.'
Marco juga mencari tahu di sekitar sungai yang dulu menjadi
tempat krusial semua perubahan hidupnya.Saat itu Surya tengah mencari adiknya
yang katanya bermain dekat sungai,"Nino!!"
Marco melihat seorang
anak hanyut dan segera terjun untuk menolongnya,"Aku harus menolong anak
itu!"
Rupanya yang ditolong
oleh Marco adalah Nino,adiknya Surya.Surya sangat berterima kasih,"Terima
kasih Pak.Anda sudah menolong adik saya.Terima kasih."
Surya memeluk Marco
penuh haru,"Jika tak ada Anda entah bagaimana adik saya...Saya tidak akan
melupakan budi baik Anda Pak."
Marco merasa haru
dipeluk Surya,"Saya tahu rasanya kehilangan orang yang kita sayang.Saya
tahu rasanya..."
Andai saja Marco tahu siapa sebenarnya yang ia peluk.Surya
mengajak Marco mampir ke rumahnya,"Mari Pak ke rumah saya.Sekalian Bapak
bisa ganti baju.Kedua orang tua saya pasti akan sangat senang menyambut
Bapak."
Marco setuju,'Sekalian
aku mau nanya soal kejadian di sekitar sungai ini.Siapa tahu saja ada yang
tahu.'
Tbc.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar