Is not thy seed...
Bila Surya tengah bahagia karena adiknya selamat dari maut
maka Bintang tengah sedih karena mamanya melarang dia masuk sekolah
dulu,"Bintang gpp Ma.Bintang masih bisa jalan pakai penyangga.Biarkan
Bintang sekolah ya Ma?"
Rani tetap menggeleng,"Ini demi kebaikan kamu.Supaya
kondisi kamu ga lebih parah.Kamu mau cacat seumur hidup?"
Rani berkata,"Ga ada kata tetapi
peraturan Mama tetap yang berlaku."
Rani pergi,"Ayo Bim kamu ikut saya.Hari ini ada jamuan
bisnis dan saya ga mau sendirian di sana.Kamu harus temani saya."
Bimo segera mengikuti isterinya,"Ayah pergi dulu
Bintang.Baik2 di rumah."
Bintang malah galau,'Jika aku tidak masuk,aku akan
kehilangan banyak nilai ulangan.Dan jika aku ga masuk 3 besar maka...'
Cinta muncul,"Den Bintang...Nyonya benar,Den Bintang di
rumah saja.Nanti saya pamitkan ke sekolah."
Bintang mencoba tersenyum,"Kamu belum berangkat sekolah
udah jam segini lho?Bentar aku panggil Rais.Biar dia ngantar kamu."
Bintang tertatih manggil,"Rais..."
Cinta mencegahnya,"Ga usah Den...Biar saya naik angkot
saja."
Bintang kekeh,"Ga!Di rumah banyak mobil,kok.Ah itu
Rais...Rais antarin Cinta ke sekolah ya."
Rais nurut,"Baik Mas...Mari Cinta.Ga usah takut,saya
juga kebetulan jatah service mobil kok."
Cinta memandang Bintang penuh haru,"Terima kasih ya
Bin...ups Den Bintang...Cepet sembuh ya...Aku berangkat dulu."
Bintang tersenyum,"Hati2 bawa mobilnya ya Rais...Sampai
ketemu nanti Cinta..."
Cinta terus saja lihatin ke arah Bintang,'Dia baik
banget.Padahal lagi sakit masih aja mikirin aku.'
Surya juga berangkat sekolah,pamit sama ayah
ibunya,"Ibu,Ayah...Surya berangkat dulu.Nino,jangan main ke dekat sungai
lagi ya.Awas ini mulai musim penghujan lho.Arusnya deras.Kemarin untung ada Pak
Marco,kamu dirumah saja mainnya.Sama ibu."
Nino tersenyum,"Iya Kak..."
Syamsul justru kepikiran sama pria yang kemarin menolong
anak kandungnya,'Kasihan orang itu dia mencari keluarganya yang hanyut di
sungai.Aku berhutang budi padanya.'
Akankah Syamsul tahu bahwa sebenarnya ia telah merawat anak
kandung penolong anaknya?Bersambung....
- Eps 42
☆★
DUA MATAHARI
My feet...
Di jamuan bisnis,Rani bertemu dengan Tari,isteri Adam alias
Marco.Tari kagum dengan Rani,"Anda ini hebat lho bisa jadi wanita bisnis
terkenal.Adijaya Enterprise maju pesat di tangan Anda.Ayah Anda pasti
bangga."
Rani merendah,"Jangan terlalu formil.Panggil saja
nama.Usia kita sebaya kan?Kenalkan ini Bimo,suami saya."
Tari tidak mengajak Adam karena Adam katanya ada urusan.Mereka
memang jadi sering ribut sejak ingatan Adam pulih,"Salam kenal.Sayang
suami saya ga bisa hadir.Tapi kapan2 pasti saya akan kenalin."
Rani dan Tari cepat akrab,Bimo malah milih ngecek kondisi
Bintang via phone,"Bagaimana kakimu Bintang?"
Bintang jawab,"Masih ngilu dan jarem gitu tapi sudah
mendingan dari kemarin.Tolong bujuk Mama,biar Bintang boleh
sekolah...please..."
Bimo menjawab,"Ayah akan coba.Tapi Ayah ga yakin Mama
kamu itu sangat protektif dan keras."
Rani memang ga bisa dibujuk,kekeh Bintang harus sehat dulu
baru boleh sekolah.Sementara itu Marco mencari tahu soal Ningrum ke RS,"Oh
jadi itu pasien khusus titipan pemilik RS ini?Sudah lama di sini ya...bertahun2
ya.Bolehkah saya menemuinya?Sebentar saja."
Namun Ningrum malah lari begitu lihat
Marco,"Pergi!!Jauhi saya...pergi kamu!Saya ga mau kehilangan anak2
saya.Pergi kamu dari hidup saya..."
Marco sedih,"Ningrum ini saya suami
kamu...Ningrum!!"
Perawat melarang Marco mendekat,"Maaf,sebaiknya Anda
tidak mengganggu pasien kami."
Ningrum jadi histeris dan ketakutan didalam kamar isolasinya
sambil mendekap kedua bonekanya,"Mama ga akan biarkan orang itu misahin
kalian dari Mama...tidak akan!!Kita harus jauh2 dari orang itu...jauh2..."
Ningrum cuma ingat ucapan Rani kalau ia ga mau kehilangan anak2nya
dia harus menjauhi Marco,"Mama ga mau terpisah dari kalian...Revan,Vino
kalian harus bersama Mama ya..."
Marco lalu menuju kerjaannya mengecek sudah sampai mana
hasil pembangunannya,keluarga Tari hendak membangun sebuah hotel.Tak dinyana ia
melihat sosok yang ia kenal diantara para pekerja,'Itu kan Pak Syamsul
yang anaknya hampir hanyut kemarin?Rupanya kerja di sini.'
Marco nyamperin Pak Syamsul,"Bapak kerja di sini
ya?"
Pak Syamsul ga ngira juga,"Oh Iya Pak.Surya juga itu
baru datang."
Surya datang.Tbc.
Eps 43 ☆★DUA MATAHARI
By mine...
Surya datang naik sepeda angin,masih pakai seragam
sekolahnya.Langsung cium tangan Pak Syamsul,"Siang Yah.Hari ini gurunya
rapat.Jadi Surya bisa lebih cepat ke sini bantu Ayah."
Kaget juga Surya lihat Marco,"Lho Bapak kok bisa ada di
sini?"
Marco malah terpana lihat kalung Surya,'Itu kan lambang
matahari milik anak2ku?Kok bisa ada pada Surya?'
Pak Syamsul berkata pada Surya,"Pak Marco ini Boss kita
Nak..Hotel ini milik keluarga beliau."
Surya langsung terkagum2,"Wow!Yang punya hotel ini
Yah?Keren!"
Marco malah mendekati Surya,"Darimana kamu dapat kalung
ini Nak?"
Surya lihatin Pak Syamsul,"Ini milik Surya Pak.Sejak
kecil Surya sudah memakainya.Iya kan Yah?"
Pak Syamsul malah heran,'Kenapa Pak Marco nanyain soal kalung
itu ya?'
Saat Surya mulai bekerja,Pak Syamsul memberanikan diri
bertanya pada Pak Marco,"Kenapa Bapak sepertinya tertarik dengan kalung
anak saya,Surya?"
Marco bercerita,"Anak2 saya saat masih bayi saya
berikan perhiasan ini gambar matahari.Persis seperti yang dipakai oleh anak
Bapak.Maaf jika saya malah curhat sama Bapak.Silakan lanjutkan bekerja."
Pak Syamsul bertanya lagi,"Jika anak Bapak masih hidup
kira2 berapa usianya?"
Marco menjawab sambil melihat Surya,"Seusia anak
Bapak,Surya."
Pak Syamsul terpana,'Ya Tuhan,bisa jadi bayi yang kutemukan
depan rumah waktu itu benar anaknya Pak Marco...Surya adalah anak kandung Pak
Marco...'
Marco timbul kasihnya pada Surya,"Kamu baru saja datang
dari sekolah.Apa sudah makan?"
Surya menyeka keringat di wajahnya,"Gpp Pak saya kuat
kok.Laki2 kan harus kuat.Nanti pulang baru makan."
Marco berkata,"Yuk ikut saya,temani saya makan.Saya
belum makan sejak tadi.Ayah kamu juga ajak sekalian.Yuk!"
Pak Syamsul jelas ga berani nolak,Boss yang ajak men!Pak
Syamsul dan Surya diajak naik mobil mewah Marco,"Ayo naik saja."
Surya takjub,"Wah dingin didalam.Padahal diluar panas banget ya Yah?"
Pak Syamsul mengangguk pekewuh juga dia,"Harusnya saya
yang memberikan sesuatu ke Bapak sebagai ungkapan terima kasih telah menolong
anak bungsu saya kemarin.Malah Bapak yang ajak kami makan."
Marco tertawa,"Saya justru berterima kasih
ditemeni.Biasanya saya makan sendiri.Ga enak makan sendiri."
Tbc...
Eps 44 ☆★ DUA MATAHARI Saves us...
Marco mengajak Surya dan Pak Syamsul ke resto,"Sandalnya tak usah dilepas Pak,sepatumu juga Surya...pakai aja."
Pak Syamsul seumur2 baru kali itu masuk resto mewah pula,"Pak,tapi lantainya porselin gini...nanti kotor."
Marco tersenyum,"Udah gpp...resto ini milik saya.Santai saja.Ga akan ada yang berani marahi.Ayo masuk!"
Dikasih meja terbaik pula,bikin makin terpana Surya dan Pak Syamsul,"Wah ini bagus banget ya Pak?Lampu2nya lihat!"
Saat makan Pak Syamsul memilih makan bebek goreng sedangkan Surya ga suka daging bebek,"Surya ga suka bebek...ehm apa aja deh asal jangan bebek."
Marco tersenyum,"Kok bisa sama sih?Saya juga tak bisa makan daging bebek."
Surya jawab,"Soalnya Surya pernah bantu pelihara bebek tetangga.Jadi ga tega kalau makan daging bebek."
Marco tersenyum,"Saya juga waktu kecil pernah pelihara bebek.Pokoknya kalau hewan piaraan sendiri ga bisa makan."
Pak Syamsul merhatiin keduanya,'Ya ampun selera makan saja sama.Gaya duduk dan gaya makan saja sama.Surya baru akan minum setelah makan.Pak Marco juga sama.Mereka benar2 mirip.'
Pak Syamsul senang melihat Surya lahap makannya,"Surya itu kalau senang makannya lahap apapun jenis makanannya.Mau tempe sama tahu aja sekalipun.Tapi kalau lagi sedih,suka ga doyan makan." Marco memandang Surya,"Wah kita sama lagi.Saya juga gitu.Kalau sedih suka lupa makan." Sementara itu di rumah mewah Rani,Bintang sedih ga bisa sekolah,'Bisa sebulan nih ga masuk.Aduh...gimana dengan nilaiku nanti?Kalau aku ga dapat rangking tiga besar maka Cinta pasti dipindahin ke sekolah lain.Mana mama ga bisa dibujuk lagi.Aku jadi ga selera makan.'
Pelayan datang,"Den,makan siangnya tidak disentuh?Apa kurang enak?"
Bintang menggeleng,"Saya ga selera makan mbak.Saya mau ke kamar saja."
Ana melihatnya,'Den Bintang pasti lagi sedih.Ah nanti biar kusuruh Cinta saja yang bujuk.Den Bintang kan nurutnya sama Cinta.He..he..'
Cinta pulang dan segera ganti baju pelayan,"Bibi,Den Bintang tidur ya?Kok ga kelihatan?"
Ana mendekat sambil bawa nampan,"Den Bintang lagi sedih.Ga mau makan juga.Nih kamu bujuk Den Bintang biar mau makan.Antarin gih ke kamar." Cinta jadi lupa kalau dia juga belum makan,"Siap Bi."
Tbc.......
Marco mengajak Surya dan Pak Syamsul ke resto,"Sandalnya tak usah dilepas Pak,sepatumu juga Surya...pakai aja."
Pak Syamsul seumur2 baru kali itu masuk resto mewah pula,"Pak,tapi lantainya porselin gini...nanti kotor."
Marco tersenyum,"Udah gpp...resto ini milik saya.Santai saja.Ga akan ada yang berani marahi.Ayo masuk!"
Dikasih meja terbaik pula,bikin makin terpana Surya dan Pak Syamsul,"Wah ini bagus banget ya Pak?Lampu2nya lihat!"
Saat makan Pak Syamsul memilih makan bebek goreng sedangkan Surya ga suka daging bebek,"Surya ga suka bebek...ehm apa aja deh asal jangan bebek."
Marco tersenyum,"Kok bisa sama sih?Saya juga tak bisa makan daging bebek."
Surya jawab,"Soalnya Surya pernah bantu pelihara bebek tetangga.Jadi ga tega kalau makan daging bebek."
Marco tersenyum,"Saya juga waktu kecil pernah pelihara bebek.Pokoknya kalau hewan piaraan sendiri ga bisa makan."
Pak Syamsul merhatiin keduanya,'Ya ampun selera makan saja sama.Gaya duduk dan gaya makan saja sama.Surya baru akan minum setelah makan.Pak Marco juga sama.Mereka benar2 mirip.'
Pak Syamsul senang melihat Surya lahap makannya,"Surya itu kalau senang makannya lahap apapun jenis makanannya.Mau tempe sama tahu aja sekalipun.Tapi kalau lagi sedih,suka ga doyan makan." Marco memandang Surya,"Wah kita sama lagi.Saya juga gitu.Kalau sedih suka lupa makan." Sementara itu di rumah mewah Rani,Bintang sedih ga bisa sekolah,'Bisa sebulan nih ga masuk.Aduh...gimana dengan nilaiku nanti?Kalau aku ga dapat rangking tiga besar maka Cinta pasti dipindahin ke sekolah lain.Mana mama ga bisa dibujuk lagi.Aku jadi ga selera makan.'
Pelayan datang,"Den,makan siangnya tidak disentuh?Apa kurang enak?"
Bintang menggeleng,"Saya ga selera makan mbak.Saya mau ke kamar saja."
Ana melihatnya,'Den Bintang pasti lagi sedih.Ah nanti biar kusuruh Cinta saja yang bujuk.Den Bintang kan nurutnya sama Cinta.He..he..'
Cinta pulang dan segera ganti baju pelayan,"Bibi,Den Bintang tidur ya?Kok ga kelihatan?"
Ana mendekat sambil bawa nampan,"Den Bintang lagi sedih.Ga mau makan juga.Nih kamu bujuk Den Bintang biar mau makan.Antarin gih ke kamar." Cinta jadi lupa kalau dia juga belum makan,"Siap Bi."
Tbc.......
- Eps 45★☆DUA
MATAHARI
Have nourished...
Cinta segera menuju kamar Bintang,'Padahal aku pulang
sekolah saja dah menjelang sore tapi Den Bintang belum makan siang...aku harus
bujuk dia.'
Bintang sedang melamun di kamarnya,'Kalau Cinta dipindahin
sekolahnya,aku ga bisa jaga dia dong.Gimana kalau dia diganggu anak2 yang
nakal?Sebaiknya aku belajar saja.Tapi aku bisa ga konsent...'
Lamunan Bintang buyar denger bunyi pintu kamarnya
diketuk,"Tok!Tok!...Den Bintang..."
Sumringah Bintang denger suara Cinta,sampai terburu2 mau
turun dari tempat tidur,"Auwww!...Ouchhh...astaga aku lupa kalau kakiku
lagi sakit."
Cinta jadi panik denger suara majikannya mengaduh
kesakitan,"Den Bintang kenapa?Saya masuk ya?"
Bintang nyahut sambil megangi kakinya,"Masuk
saja...auwww...iiih..."
Cinta memang ga dibolehin masuk kamar Bintang tanpa ijin.Ia
ingat betul bibinya mengajari,"Cinta,jangan masuk kamar Den Bintang,Bu
Rani apalagi.Kamu cuma pembantu di bagian dapur dan luar.Bukan bagian
dalam.Ingat itu!"
Kamar Bintang lumayan besar.Ada meja belajar,lemari
pakaian,rak khusus sepatu dan sandal,tempat tidur gede dan televisi
sendiri.Namun Bintang lebih banyak menghabiskan waktunya di meja
belajar.Manusia kutu buku.Makanya dia sampai minus matanya.Kakehan sinau
ceritane.Oh begono...
Cinta masuk dan meletakkan nampan yang ia bawa di meja kecil
dekat tempat tidur,"Den Bintang sakit ya kakinya?"
Bintang tersenyum,"Cuma salah gerak aja.Gpp...gimana di
sekolah?Wali kelas bilang apa soal aku ga masuk?"
Cinta mengambil nampan,"Den Bintang istirahat saja di
rumah sampai sembuh.Jangan sampai mamanya Den Bintang marah.Gitu kata Bu Wali
Kelas.Apa Den Bintang ga doyan makan karena mikir itu?Sekolah ga masalah
kok.Yang penting Den Bintang sembuh dulu.Dan untuk sembuh harus dapat nutrisi
yang cukup supaya tubuhnya bisa melawan penyakitnya.Den Bintang makan ya?"
Bintang malah balik nanya,"Memang kamu sendiri sudah
makan?"
Cinta mesem,"Saya mah gampang Den...Setelah Den Bintang
makan.Baru saya akan makan di dapur."
Bintang mengambil sendok,diambilnya sesuap,"Kamu makan
dulu.Baru aku mau makan."
Cinta takut juga,"Den Bintang..saya kan pelayan masak
makan sepiring dengan putra majikan?Bisa dimarahi nanti."
Tbc...
Tbc...
Eps 46 ☆★DUA MATAHARI
Open your heart....
Bintang kekeh ga mau makan kalau Cinta juga ga
mau,"Taruh saja situ.Aku mau tidur saja.Ga enak makan sendirian.Atau bawa
balik ke dapur saja."
Cinta terus membujuk,"Perut Den Bintang bunyi
tuh...makan ya?Nanti bisa maag lho.Kalau Den Bintang sakit saya pasti kena
marah Mama Den Bintang..."
Bintang diem,'Aha...aku ada ide...'
Bintang duduk,"Ya udah bawa sini biar aku makan.Tapi
aku lihat dulu menunya..."
Cinta mendekat,"Ini Den...enak lho...saya suapi
ya?"
Bintang lihat hidangannya,"Aku pisahin dulu mana yang
boleh dimakan dengan kondisiku seperti ini...nasinya separo saja.Nasi kan
banyak mengandung glukosa.Ehm...dagingnya juga sedikit saja.Telornya juga
separo saja.Sayurnya kebanyakan tuh...aku ambil kaprinya aja.Sendirikan ya di
piring satunya itu..semua yang aku ga makan tadi."
Cinta nurut,"Sudah Den...sudah dipisah..."
Bintang senyum,"Ehm...aku mau makan asal kamu bisa
jawab pertanyaan aku.Kalau kamu ga bisa jawab maka kamu makan yang sudah
dipisahin tadi gimana?"
Cinta ragu,"Tapi..."
Bintang berkata lagi,"Makanan itu kan sudah pisah
piring dari punyaku.Jadi ga masalah dong kamu makan.Toh aku juga ga mau
makan.Daripada dibuang kan kasihan yang masak..."
Cinta masih ragu,"Tapi Den ...beneran nih ga mau makan
yang di piring ini?Banyak lho..."
Bintang malah mulai negasi,"Udah buruan mau main game
aku ga?Aku lapar nih.Kalau ga mau ya udah..."
Cinta akhirnya mau,"Iya saya mau.Pertanyaannya jangan
susah2 ya?"
Bintang nanya,"Tanaman apa yang pernah diisukan menjadi
penyebab leukimia?"
Mana Cinta ngerti,"Yeah Den Bintang susah bener
pertanyaannya.Mana saya tahu...tanaman apa itu?"
Bintang mengambil sendok,"Sudah lima detik.Ayo
makan!"
Malah Cinta yang makan duluan disuapi Bintang pula,"Den
saya bisa makan sendiri..."
Bintang hepi,"Udah gpp...tanganku yang sebelah sini ga
sakit kok."
Cinta nanya sambil makan,"Lha jawabannya apa
Den...mmh..nyam.nyam.."
Bintang jawab,"Tanaman Dollar."
Pertanyaan kedua dilontarkan,"Bintang apa yang lebih
besar dari matahari?"
Wah Cinta berkerut dahinya,"Mana saya tahu Den...saya
ga paham soal tata surya dan planet2."
Bintang menyuapi lagi,"Ayo makan dulu baru kukasih tahu
jawabannya."
Tbc.......
Eps 47 ○● DUA MATAHARI
His care...
Cinta sudah makan dua suap,Bintang
tersenyum,"Jawabannya adalah Antares.Sekarang pertanyaan ketiga.Sudah siap?"
Cinta merajuk,"Den Bintang jangan soal planet atau
tanaman.Yang lain saja.Ehm...soal lain yang saya bisa gitu."
Bintang mikir sambil senyum.Seneng dia lihat Cinta makan
duluan.Pertanyaan2 selanjutnya tetep aja Cinta ga bisa jawab.Emang disengaja
sama Bintang.Cinta lihatin piring majikannya,"Ya makanan Den Bintang masih
utuh.Saya gantian dong yang kasih pertanyaan."
Bintang jelas ga mau kalah,"Tapi kalau aku bisa
jawab,suapi lho.Gimana?"
Cinta setuju,"Sejak tadi Den Bintang juga suapi
saya.Padahal saya ini kan harusnya melayani Den Bintang makan.Malah
kebalik."
Pertanyaan Cinta jelas bisa dijawab sama Bintang yang emang
smart itu.Bintang seneng disuapi,yang nyuapi juga seneng.Wah ini namanya tumbu
ketemu tutup.Klop.Saat disuapi Bintang bahagia nian,"Lebih enak ternyata
makan dari tangan orang lain."
Cinta seneng melihat Bintang makan dengan lahap,'Den Bintang
pasti lapar banget...'
Cinta melihat tinggal sesuap saja yang tersisa,"Den
Bintang tambah ya?Biar saya ambilkan yang persis kayak gini...Mau ya?"
Bintang menggeleng,"Sudah cukup.Aku dah kenyang
kok."
Cinta membujuk,"Den Bintang kan cowok porsinya masak
segitu.Biasanya anak cowok tuh makannya banyak.Saya ambilin lagi ya?"
Bintang kekeh ga mau,soalnya sebenarnya dia masih
galau,"Udah ga usah.Daripada kebuang ga aku makan.Ambilin obat aku
aja.Sejak tadi belum kuminum.Soalnya belum makan tadi."
Cinta segera mengambilkan obatnya,"Ini Den..."
Bintang meminum obatnya dibantu Cinta.Saat itulah Rani
datang bersama Bimo.Ana segera memberitahu Cinta,"Buruan Bu Rani
datang.Cepet kembali ke dapur!"
Cinta bergegas memberesi peralatan makan Bintang dan keluar
dari kamar Bintang namun terlambat Rani sudah melihatnya,"Siapa suruh kamu
masuk kamar Bintang?"
Cinta gugup sampai ngewel bawa nampannya,"Saya..."
Bintang keluar dengan tertatih2,"Ma,Bintang yang suruh
soalnya kaki Bintang sakit jadi Bintang suruh Cinta bawa makanannya ke
kamar.Biar Bintang nyaman makannya.Jangan marahi Cinta ya Ma?"
Rani sebenarnya mau marah tapi lihat Bintang membela
Cinta,ga jadi deh.Bersambung...
- Eps 48
☆★
DUA MATAHARI
Let alone...
Mungkin Rani ga memarahi Cinta secara langsung namun ia mulai memperhatikan kedekatan pelayannya itu dengan Bintang,'Gadis itu dia sangat berarti bagi Bintang.Aku ingat bagaimana demikianpun Marco bagiku dulu.Namun tetap saja Ningrum merebutnya dariku.Ningrum...aku sudah lama tidak melihatnya.Bagaimana dia sekarang?'
Rani pergi ke RS menemui Ningrum di ruang isolasinya,jelas Ningrum ketakutan seketika.Didekapnya erat2 kedua boneka ditangannya,"Kamu...kamu jangan mendekat!Kamu mau memisahkan aku dari anak2ku kan?!Aku takkan biarkan!"
Rani bertanya pada perawat,"Bukankah laporan sebelumnya dia suka berada di taman?Mengapa sekarang kembali ke ruang isolasi?"
Perawatnya menjawab,"Beberapa waktu lalu seorang pria menemuinya di taman dan sejak itu pasien ini menjadi histeris dan tak mau keluar lagi."
Rani berkata,"Saya minta rekaman cctv saat kejadian itu.Siapkan di meja saya!"
Perawatnya segera menjawab,"Baik Bu.Segera saya laksanakan.Permisi."
Rani mendekati Ningrum yang depis di pojokan,"Kamu bertemu siapa sebenarnya?Katakan!"
Ningrum gemetar,"Aku tak akan menemui dia lagi...aku janji!!Jangan ambil anak2ku!Kumohon..."
Rani tersenyum,"Kau yang memulai semuanya.Kau mengambil pria yang kucintai.Kau merebutnya!Jadi fair saja jika aku merebut anak2mu.Bahkan salah satu dari mereka akan kujadikan bonekaku.Kaupikir hanya kau yang punya boneka?Aku juga punya.Boneka hidup malah.Setiap kali aku kesal,akan kujadikan dia mainanku.Akan kubuat dia membayar setiap rasa sakit yang kauberikan padaku!!"
Ningrum kian keder,"Jangan...jangan sakiti anakku...Mereka tidak bersalah."
Rani tersenyum,"Kamu tahu bahwa kutukan itu turun ke anak cucu?Kau tahu kutuk keturunan?Jika nenek moyangnya bersalah maka keturunan ketiga dan keempat akan menanggung akibatnya.Jadi ...jangan bicara hukum padaku!!"
Ningrum mulai menangis,"Kasihan anak2ku..."
Rani akhirnya pergi ke ruang kerjanya,'Bintang adalah bonekaku.Dalam hidupnya hanya akan ada rasa sakit.Itulah kenapa aku memaksanya menjadi dokter supaya dia tahu apa itu rasa sakit.Supaya dia mengerti betapa tidak enaknya sakit itu.Tapi kehadiran Cinta mulai mengacaukan rencanaku.Aku harus berbuat sesuatu.'Tbc........
Birth...
Rani hendak melihat rekaman cctv saat Ningrum bertemu Marco
namun tiba2 hpnya bunyi,"Ya Tar?Oh aku sedang di RS.Aku ga di
kantor.Apa?Kamu juga di sini?Wah ada apa?Baiklah aku segera ke sana."
Rani memasukkan rekamannya di tas,'Kulihat nanti saja di
rumah.Lagipula aku juga lapar.Pas banget ada Tari di cafetaria.'
Tari meminta bantuan Rani soal pemalsuan data hasil
pemeriksaannya,"Please Ran,aku ga mau papa aku tahu kalau sebenarnya yang
mandul itu aku bukan suami aku."
Rani berkata,"Itu soal gampang.Kamu sebutin saja nama
dokternya.Ntar biar aku urus.Tapi kenapa kamu ga jujur aja sih?Kebohongan itu
sangat menyakitkan lho."
Tari curhat,"Aku ga mau papa marah ke aku.Karena selama
ini aku selalu nyalahin Adam,suami aku itu.Kamu tahu sendiri kan betapa
sedihnya disebut wanita mandul?Makanya Ran,aku saranin kamu segera punya
anak.Mumpung kamu masih bisa.Jangan sampai kayak aku.Aku dulu nakal waktu
mudanya.Aku pernah menggugurkan bayi.Tapi karena kurang bersih akhirnya malah
rahimku kena imbasnya.Aku jadi ga bisa punya anak.Terus ga ada pewaris harta
keluarga aku.Jika papa aku tahu semua ini akibat ulah aku,beliau akan ngamuk
Ran sama aku."
Rani jadi mikir,'Mungkin ada benarnya perkataan Tari.Aku
harus punya keturunan untuk mewarisi kekayaan keluargaku.Bintang bukan anak
kandungku lagipula aku memeliharanya hanya untuk balas dendam.'
Masalah itu membuat Rani kepikiran terus.Rani bicara sama
Bimo,"Bim,aku ingin punya anak."
Bimo kaget,"Tapi bukannya kau sendiri yang bilang kita
hanya kawin kontrak?"
Rani menunjukkan paket tour ke Eropa selama hampir
sebulan,"Aku berubah pikiran.Aku sudah pesan paket wisata ke Eropa.Aku
ingin penerus untuk keluarga Adijaya."
Bimo jelas seneng banget dalam hatinya,'Akhirnya...Rani
membuka pintu hatinya...buat aku.'
Rani dan Bimo pergi ke Eropa dengan alasan bisnis dan bulan
madu yang tertunda.Bintang ikut seneng meski ga diajak,"Met jalan2 di
Eropa ya Ma...Ayah Bimo...he..he.."
Rani berpesan pada Joni,"Saya titip Bintang.Saya ga mau
dia manjat pohon lagi.Ngerti?!"
Joni siap laksanakan perintah.Ranipun pergi bersama
Bimo.Sementara Bintang kian membaik kakinya.Ia sudah masuk sekolah
lagi.Tbc..........
Part 50 ☆★ DUA MATAHARI
Dreamlike...
Sudah hampir setengah bulan Rani dan Bimo pergi ke Eropa keliling2 berbagai negara sambil ngurusi bisnis juga.Hari itu Cinta nampak beda,dia nampak ga semangat di kelas.Teman2nya ngajak Cinta makan di kantin,"Ayo ke kantin Cin!Kamu ga laper?Katanya ga bawa bekal."
Cinta menggeleng,"Lagi ga selera makan.Aku mau di kelas aja."
Bintang datang,teman2nya berbisik,"Profesor ganteng kamu datang tuh.Kita duluan ya...takut ganggu.Bisa kena cekal bodyguard ntar..."
Cinta yang lagi asyik nulis sesuatu di halaman belakang bukunya segera menutup bukunya begitu lihat Bintang,"Kamu kok masih di kelas?Ayo ikut aku!Temeni aku makan!"
Cinta jelas nurut,majikan masak dilawan.Mana ganteng banget lagi.Weleh...Semua di sekolah juga tahu betapa akrabnya keduanya.Ga ada yang berani mengganggu Bintang.Tuh anak kan terkenal selalu dikawal.Cinta aja yang pede dan nyaman2 aja deket Bintang.Bintang anaknya serius sampai dijuluki The professor.Soalnya pinter bin cerdas anaknya.Bintang bawa Cinta ke taman,"Kita mau kemana sih Bintang?Kantinnya kan di sebelah sana!"
Bintang berhenti di bawah pohon talok,"Disini rindang.Temeni aku makan ya.Ga enak makan sendiri."
Cinta masih manyun,"Aku ga bawa bekal.Lagian aku ga selera makan.Kamu aja makan."
Bintang mengeluarkan makanan,"Aku tahu kamu ga bawa bekal.Makanya aku minta Bi Ana bawain bekalku lebih banyak.Kita bagi dua ya."
Cinta masih galau,"Aku dikit aja.Udah segitu aja..."
Bintang lihatin,"Kamu kenapa sih?Aku ada salah ya?"
Cinta menggeleng,"Ga.Kamu selalu baik kok malah baik banget.Ayo makan.Keburu bel lho."
Bintang kepo,"Terus kok sedih gitu wajahnya?Ada yang gangguin kamu?"
Cinta menggeleng sambil makan,"Mana ada yang berani ganggu aku.Mereka takut sama kamu."
Bintang ga mau maksa Cinta curhat,'Anak cewek katanya emang moody.Susah dimengerti.Begitu kata Ayah Bimo.Pokoknya jangan main paksa kalau sama cewek.'
Bintang berdiri,"Lihat ada talok yang merah tuh di ujung situ.Aku ambilin ya?Kamu suka talok kan?"
Eh Cinta langsung mencegah Bintang sampai hampir jatuh dia,"Jangan!!...auww!!"
Bintang sigap nangkap tubuh Cinta,"Hati2...untung aja ga keprosok lho..."
Cinta masih megangi lengan Bintang.Bersambung...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar