I AM HIS QUEEN ^^^PART 471-480


Part 471***I AM HIS QUEEN
Be A Father...
Vino dan Laras memperhatikan bayi mereka,"Wajahnya bulat telur kayak kamu sayang..."
Laras memperhatikan wajah Alvarell,"Iya...tapi jarinya lentik2 kayak kamu...Tuh lihat ia nyari kamu.Nyari papa ya sayang?"
Alvarell memamerkan jari2 tangannya,Laras berkata,"Kata ayah,jari2 yang lentik artinya anak yang berbakti pada orang tua."
Vino tersenyum,"Denger kata mama kamu ya Sayang?Varell jadi anak yang berbakti kelak..."
         Varell membuka matanya melihat kedua orang tuanya,padahal jelas apa kagak juga ga ngerti.Namanya juga bayi baru lahir.Laras malah nyandar di bahu Vino,"Senangnya aku kamu sudah pulang.Saatnya aku kembalikan perusahaan padamu.Aku akan fokus mengurus anak kita."
Vino memandang sang isteri,"Terima kasih ya mau repot ngurus perusahaan.Kamu wanita hebat sayang.Sedang hamil masih mengurusi bisnis suami ga ditemeni lagi sama si suami.Kamu menanggung banyak beban."
Laras menggeleng memandang Vino,"Kamu yang pasti jauh lebih berat bebannya.Lihat rambut kamu sampai panjang gini.Kamu ga sempat merawat diri kamu.Kulit kamu kecoklatan begini.Kamu juga lebih kurusan.Kamu alami apa Vin?Kamu ga diluar negeri seperti kata Pak Bimo kan?Kamu juga ga duain aku kan Vin?"
Vino terkekeh,"Aku duain kamu?Ha..ha...kamu tahu ga sayang.Aku hidup di pulau kosong tak ada penghuninya.Cuma aku dan Sean di sana.Terus aku buat rakit dan berlayar terkatung2 di lautan juga sama Sean aja.Siapa yang bikin berita kayak gitu sayang?Kalau kamu ga percaya akan aku suruh Sean kemari."
Laras lega bukan main,"Revan yang bilang pakai foto2 lagi.Juga berita di koran."
Vino berdiri begitu mendengar nama Revan,Laras segera menaruh Alvarell di box,"Varell sayang,kamu di box dulu ya...bobok imut di situ.Mama mau bicara dulu sama papa.Okay?"
Laras mendekati Vino,"Sayang,kamu marah ya karena aku sempat meragukanmu...maaf Sayang.Aku hanya terlalu sensitif karena mungkin wanita hamil memang lebih sensitif Sayang...maaf ya..."
Vino malah merhatiin Laras,"Sayang,kamu kok udah bergerak?Perut kamu kan masih dijahit.Aku ga marah kok.Aku cuma heran saja sama Revan.Dia dan ayahnyalah yang paling tahu aku dimana karena merekalah penyebab aku ga bisa ada di dekat kamu."
Tbc
Part 472 ** I AM HIS QUEEN
Establish....
Laras merasa bersalah sempat meragukan sang suami,dipeluknya Vino erat2,"Maafkan aku...aku ini cuma wanita desa kala pertama kita bertemu dan aku...aku...sadar aku tidak pantas mendapatkan pria sehebat kamu,Vin...hu..hu.."
Vino ingin membalas pelukan itu namun ia mengetahui bahwa sang isteri habis operasi jadi ia membalas pelukan itu namun tidak sampai menekan perut Laras,"Berapa kali sudah kukatakan kau satu2nya wanita yang kucintai dan yang akan menjadi ibu dari anak2ku?Kemana semua confidence yang dulu kutanamkan?Aku mencintaimu Ras,dan akan selalu begitu..."
           Will always love you....kayak lagu...
Laras memandang Vino,"Sungguh perasaanmu tidak akan berubah?"
Vino tahu kata2 saja ga cukup meyakinkan sang isteri yang telah alami begitu banyak masa berat,'Matanya mencari2 kebenaran di mataku...aku tahu cara meyakinkannya...'
Vino meraih dagu sang isteri dan mencium bibirnya,'Rasakanlah apa hasratku masih sama?Apa cintaku masih sama?'
Laras memejamkan mata,'Vinoku masih sama...Dia masih seperti yang dulu...'
Nyanyi dulu...aku masih seperti yang dulu...menunggumu sampai akhir hidupku...kesetiaanku tak luntur...lagune sapa jeng?Dian Pisesha kayanya.
            Lama mereka baru saling melepaskan,sama2 merona jebuk2 semua pipinya.Apalagi kala Vino mengusap air mata di wajah Laras,"Sepertinya Alvarell bakalan cepet punya adik deh..."
Weleh...baru juga lahir dah planning another baby?wk..wk..
Tapi Varell kayaknya agree tuh.Dia malah mengangkat tangannya semua ke atas,"Ehm...wa...wa.."
Vino melihatnya,"Tuh anak sulung kita aja setuju.Malah minta adik 10 tuh..."
Laras mencubit lengan Vino,"Vino pikirannya itu lho...satu aja baru lahir...minta 10..."
Bersambung
Part 473**I AM HIS QUEEN
Sean berjalan menuju ruangan Laras,'Kata suster tadi ke arah sini.Vino pasti bersama Laras.'
Eh ada Anabel depan pintu lagi ngobrol sama Pak Syamsul,"Kenapa ga masuk saja ke dalam Pak?Mbak Laras didalam kok...sama dokter sih..."
Pak Syamsul berkata,"Saya nanti saja setelah dokternya selesai memeriksa Laras.Ga enak takut ganggu."
Padahal ganggu tanda petik maksud Pak Syamsul,'Aku tahu bagaimana Laras sudah lama ga ketemu Nak Vino.Biar mereka melepas rindu.Apalagi aku bisa ikut jagain diluar kalau tiba2 Revan datang...aku bisa ngasih peringatan ke dalam.'
Sean bingung mau masuk apa ga,'Aduh...ada Anabel lagi...dia itu kan hafal gaya aku banget.Apa aku tunggu sampai Vino keluar ya?Gimana ini?'
Sean lihat ke arah lain,'Waduh Sandra di sana.Kayaknya mau menuju kemari.Gimana ini?Aha aku kasih kode ke Pak Syamsul saja.'
Pak Syamsul dikodein sama Sean,'Itu orang manggil aku ya?Tapi kok aneh gitu ya?Mana pakai masker pula.Siapa ya?Apa asisten dokter?Kayaknya sih iya...Aku samperin aja deh.'
Pak Syamsul bilang sama Anabel,"Saya ke belakang dulu..."
Anabel jawab,"Silakan pak!"
Pak Syamsul mendekati Sean,"Ada apa ya?Anda ingin bicara dengan saya?"
Sean mengajak Pak Syamsul menepi ke balik dinding,"Sini Pak Syamsul."
Pak Syamsul heran juga,'Kok dia tahu namaku ya?Aku sudah tua kali sudah jadi kakek sih...jadinya pikun.Mudah lupa.'
Rupanya Sandra lewat.Pak Syamsul tambah heran,'Itu kan Nak Sandra...kenapa pria ini takut sama Nak Sandra?Jangan2 orang jahat nih.'
Sandra malah nanya ke Anabel,"Bu Anabel lihat pria berkaca mata rambut gondrong lewat sini ga?"
Anabel menggeleng,"Ga Sandra.Perasaan kok pada heboh orang gondrong sih.Tuan Revan juga.Aneh..."
Sandra kaget,'Revan juga melihat orang gondrong mencurigakan?Berarti...'
Bersambung....
Part 474**I AM HIS QUEEN
His seed...
Pak Syamsul terpana kala Sean membuka maskernya,"Nak Sean kan?"
Sean segera dipeluk haru oleh Pak Syamsul,"Syukurlah Nak Sean baik2 saja.Saya ingin tanya banyak hal sama Nak Sean."
Sean berkata,"Saya akan jawab dengan senang hati semua pertanyaan Bapak tapi bantu saya ketemu dengan Vino.Bapak tahu Vino sudah kembali kan?"
Pak Syamsul mengangguk,"Iya saya tahu.Nak Vino sedang menyamar menjadi dokter.Sekarang sedang bersama Laras dan cucu saya."
Sean seneng denger soal anaknya Vino yang sudah lahirl,"Laki apa perempuan Pak?"
Pak Syamsul menjawab,"Laki2 Nak.Namanya Alvarell Alvino Adijaya."
Pak Syamsul punya ide bawa Sean masuk,"Tunggu bentar ya."
Apakah ide Pak Syamsul?Bersambung...

Part 475** I AM HIS QUEEN
Food....
Pak Syamsul menuju ruang dokter,"Pak,saya mau minta ijin minjem kereta dorong pengantar makanan.Biasa mau kasih kejutan buat anak saya yang habis lahiran.Boleh ya Pak?"
Jelas Pak Dokter ga masalah,"Sebentar saya telponkan bagian pantry untuk membantu Bapak."
Seneng deh Pak Syamsul mana petugas bagian pantry baik lagi,tahu dia walau penampilan Pak Syamsul sederhana tapi,'Aku denger nih bapak mertuanya Milyarder kondang Alvino Adijaya.Wah ga boleh kasih pelayanan jelek nih.Sewa kamar aja yang super lux sendiri.Dokter yang nangani aja the best.Turuti aja maunya.'
Pak Syamsul pinjem pakaian seragam aja dikasih,"Saya cuma pinjem bentar aja kok.Ntar saya balikin."
Udah beres semua,dia minta Sean pakai tuh seragam,"Buruan dipakai Nak Sean.Habis itu kita masuk temui Nak Vino didalam."
Sementara Lastri nyari Bu Rani,"Mana sih Bu Rani katanya tadi mau ke taman sini.Kok ga ada?"
Malah Bimo lihat Lastri,'Waduh,ada Lastri.Sebaiknya Norman kusuruh ngumpet dulu.Kalau Lastri lihat Norman,pasti heboh dia.Lastri kan kalau ngomong kenceng.Bisa2 Mas Revan yang sedang ngobrol sama Bu Rani denger lagi.Waduh...Bisa bahaya Mas Vino.'
          Norman heran disuruh sembunyi,tapi nurut juga.Lastri mendekat,"Pak Bimo!!Lihat Bu Rani tidak?Aku mau melaporkan kasus gawat nih.Ini menyangkut nama baik Mas Vino!"
Bimo gumun,"Kamu ini kenapa sih Lastri???Diselidiki dulu perkaranya jangan asal lapor terus bikin heboh.Kamu mau lapor apa?"
Lastri cerita soal Laras yang mesra sama salah satu dokter yang nangani dia,"Aku ini ya Pak Bimo ga akan lapor tanpa saksi mata.Aku sendiri saksinya.Aku lihat dengan mata dan kepalaku yang bunder ini.Mbak Laras sudah mengkhianati Mas Vino.Ini ga bohong ga rekayasa ga ngayawara!!Aku disini mau membela Mas Vino!!"
Bimo sama Norman pandang2an.Antara mau mesem sama mau anteng jadi satu.Semar mesem...
Norman batin,'Lastri ini bener2 setia sama Mas Vino.Tapi kok ga ngenali Mas Vino ya?Lagian mbak Laras itu ga akan ke lain hati.Lastri...Lastri...ayak2 ae!'
Bimo mikir walau nahan senyum sebenarnya,'Kalau kubiarkan Lastri laporan ntar Mas Revan bakal tahu kalau Mas Vino masih hidup.'
Bersambung....

Part 476**I AM HIS QUEEN
I have heard...
Revan datang ke taman melihat mamanya melamun,"Ma?Katanya Papa ke sini ya?Kok ga nemui Revan sih?Memang ada apa?"
Rani malah melangkah ke sebatang pohon,"Lihat pohon ini Sayang!Usianya jauh dibanding dengan usiamu.Mama ingat waktu itu kamu sakit parah dan Papa Adijaya bawa kamu ke sini.Rumah Sakit terbaik.Mama panik sekali waktu itu.Mama pikir ...mama akan kehilangan kamu.Kamu sudah kejang2 dan mata kamu sudah balik2 gitu sayang...disitulah mama merasa sangat berhutang budi pada papanya Vino."
Revan ingatnya malah pada seorang anak kecil,"Sejak itu mama berubah...kasih sayang mama tak lagi untukku...tapi untuk Vino juga."
Rani menghela nafas,"Kamu dan Vino adalah buah hati mama...kamu tahu sayang darah yang mengalir di tubuh kamu waktu itu adalah darah Papanya Vino.Dia juga membagi kasih sayangnya ke kamu..."
Revan malah berkata,"Revan sudah punya papa ga perlu papa Adijaya!Mama saja yang ga bolehin papa nemui Revan!"
Rani menahan pedih di hatinya,'Andai kamu tahu waktu itu kenapa mama lakukan itu Van...papa kamu,Marco tergila2 dengan judi dan hendak menjadikan kamu sebagai barang taruhan.Untung saja anak buahnya Papanya Vino segera datang menyelamatkanmu.Andai kamu tahu...'
Bila Rani curhat soal kenangannya di RS maka Vino juga curhat soal raibnya dia.Laras mendengarkannya sambil menidurkan Alvarell,"Jadi selama ini aku itu bukannya diluar negeri sayang...aku bahkan tidak tahu dimana aku dan Sean dibawa ombak.Yang cuma tahu bahwa aku harus bertahan hidup demi bisa kembali ke Jakarta.Demi bisa menjaga kamu dan anak kita sayang..."
Vino mengusap kepala Alvarell,"Maafkan papa sayang karena baru bisa kembali sekarang...ga bisa nemeni mama kamu kontrol kandungan.Tapi papa selalu doain kalian...berharap kalian baik2 saja di sini..."
Laras meraih jemari suaminya,"Kita sudah bersama lagi.Mari kita mengucap syukur pada Tuhan atas perlindungannya."
Vino mencium tangan isterinya,"Kalian selalu dihatiku...kalian selalu dalam doaku.Kalian semangatku untuk terus bertahan...terima kasih Tuhan buat keselamatan yang daripada-Mu buat kelahiran anak kami...Alvarell..."
Tangan keduanya membelai kepala Alvarell,mereka berdoa bersama.Tbc.....
Part 477** I AM HIS QUEEN
He left ....
Sean sudah memakai seragam petugas pengantar makanan,"Gimana Pak penampilan saya?"
Pak Syamsul ngasih topi,"Rambutnya masukin ke dalam topi saja.Terus maskernya dipakai."
Mereka lalu menuju ke kamar Laras,Pak Syamsul bilang ke Anabel dan Sandra,"Waktunya Laras makan.Kalian juga cari makan gih.Sekalian beliin buat saya ya?"
Anabel emang laper mencium bau makanan,"Iya juga ya...Yuk Sandra!Kita cari makan.Sekalian mau nyari Bu Rani kok lama amat perginya.Lastri juga kemana tuh orang?Yuk kita cari makan Sandra!"
Sandra malah lihatin petugas pengantar makanan yang bersama Pak Syamsul,"Tapi Bu Anabel..."
Anabel narik lengan Sandra,"Udah ayo buruan!Keburu protes nih cacing2 di perut aku..."
Sean menahan senyum,'Anabel cacingan sekarang?Ternyata banyak hal berubah sejak aku pergi...'
Sandra ikut deh walau setengah ga rela.Sementara itu Sean masuk ke dalam ruangan.Pas Vino ga pakai masker pula,"Ada orang sayang..."
Laras langsung lihat ke arah pintu,"Ayah?"
Pak Syamsul nyuruh Sean masuk,"Waktunya makan...Buat Nak Vino juga nih...oh ya ada yang mau nengokin cucu Ayah lho..."
Keduanya kian terpana sampai barengan nanya,"Siapa ayah?"
Sean melepas masker dan topinya,"Ya akulah!"
Vino dan Laras barengan girangnya,"Sean!!"
Sean kasih selamat ke Vino,"Selamat ya Vin jadi papa sekarang.Aku nyariin kamu soalnya aku lihat Marco tadi..."
Vino bertanya,"Marco di sini?"
Pak Syamsul segera sigap,"Kalian teruskan ngobrolnya biar Ayah jaga diluar.Kalau ada yang datang Ayah akan kabari.Ok?"
Laras dan Vino samaan lagi jawabnya,"Terima kasih Ayah..."
Sean sampai senyum deh,"Ya ampun kalian itu.Samaan terus.Emang ya kalian itu sehati seia sekata.Ga bisa dipisahin pokoknya."
            Laras dan Vino saling tersipu,Alvarell bangun tahu kedatangan tamu,kriyip2 matanya lihatin Sean.Sean kasih selamat ke Laras,"Selamat ya Ras kamu jadi mama sekarang.Mana keponakan aku?Mana jagoannya?Oh pipinya tembemnya..."
Laras lihatin Sean,"Kamu juga gondrong kayak Vino.Kalian jadi mirip lho..."
Vino langsung merangkul Laras,posesifnya kambuh,"Mirip?Ya galah!Aku itu suami kamu..."
Laras mesem,"Mulai deh ..."
Sean malah asyik sama Alvarell.Tbc.....

Part 478**I AM HIS QUEEN
Talking with him...
Revan penasaran dengan hasil percakapan papanya dengan sang mama,"Ma,stop bahas Vino.Dia udah ga ada.Udah lain dunia.Mending mama kasih tahu Revan buat apa papa kemari?"
Rani berkata,"Kamu salah Revan..."
Maksud Rani mau ngomong kalau Vino itu masih hidup eh Lastri lihat mereka,"Pak Bimo daripada saya berbusa munthuk ngomong ke Pak Bimo dan Pak Bimo masih saja belain mbak Laras.Mending saya samperin Bu Rani langsung.Itu beliau!"
Bimo berusaha mencegah,"Lastri!Tunggu!"
Revan heran denger ucapan mamanya,"Revan salah?Maksud mama apa?Soal Vino?"
Rani hendak jawab eh Lastri dah nyamber aja,"Bu Rani!!Gawat Bu Rani!!May day!!SoS!Danger!!"
Rani dan Revan jelas lihat Lastri yang dikejar Bimo,"Lastri?!Ada apa?Apa yang gawat?Laras gpp kan?"
Bimo maju duluan,"Oh Bu Rani,Mas Revan jangan dengerin Lastri...dia ini hanya salah persepsi saja...Ya bisa dibilang hoaxlah..."
Lastri ga terima,"Apa?Aku penyebar hoax?Enak aja sampeyan!!Aku ini lihat pakai mata sama kepala aku sendiri.Bukan hoax!"
Revan sebel obrolannya sama sang mama diinterupsi,"Ini sebenarnya ada apa?Lastri ayo ngomong yang jelas!Bimo kamu jangan halangi orang mengemukakan pendapat."
Lastri langsung tancap gas,"Begini Bu Rani tadi saya lihat mbak Laras sama salah satu dokter mesra gitu.Pokoknya ga wajar deh.Bukan kayak pasien sama dokternya.Saya harap Bu Rani ngingetin mbak Laras supaya...setia sama Mas Vino..."
Revan nanya,"Laras mesra sama salah satu dokter?Lastri,kamu ga bercanda kan?Kamu ga salah lihat kan?Dokter yang nangani Laras itu udah tua.Ya ga mungkinlah Laras kayak gitu?Ngarang kamu itu!"
Bimo dukung,"Benar Mas kayaknya Lastri itu perlu periksa ke dokter mata deh sapa tahu minus."
Rani sih udah tahu siapa dokternya,'Yang dilihat Lastri pasti Vino.Penampilan Vino memang beda makanya Lastri ga ngenali.'
Lastri kekeh,"Suer pakai ember wis ...saya ini ga bohong!Mata saya itu normal.Ga ada minus2nya.Dokternya bukan yang tua itu tapi yang gondrong rambutnya."
Revan tercekat,'Gondrong?Oh apa si cleaning service itu ya ngaku2 jadi dokter terus menghipnotis Laras?Wah ga bisa dibiarin!!'
Revan tegang,"Dokternya dimana sekarang,Lastri?Aku akan bongkar kedoknya!"Tbc...
Part 479 ** I AM HIS QUEEN
Don't leave me...
Revan bergegas menuju kamar Laras,'Baru juga ditinggal bentar udah ada brondong2 ups..manusia gondrong2..gangguin Laras.Padahal Vino dah berhasil kusingkirkan.Eh masih aja ada gerandong2...hhh!'
Padahal yang disangka dah disingkirkan justru kini tengah menyuapi Laras,"Sayang,lama sekali aku ga ada didekat kamu.Merhatiin kamu udah makan belum?Sekarang kamu makan ya?"
Laras malah terharu,suapan dari sang suami dimakannya sambil berkaca2,'Justru aku Vin,yang harusnya merhatiin kamu.Kamu jadi kurusan Vin.Pastinya berat sekali hidup di luar sana sepenuhnya bergantung pada alam.'
Laras menyuapkan juga sesuap nasi,"Kamu juga makan Vin...selama ini aku juga ga ada disisi kamu.Mulai kini kita mulai lagi saling memperhatikan."
Sean yang lihat keduanya suap2an jadi inget Sandra,'Dulu aku juga kayak gitu sama Sandra.'
Sandra sendiri terus berpikir,'Pak Syamsul...nampak nyaman aja sama petugas pengantar makanan tadi.Sepertinya beliau tahu sesuatu.Kenapa aku ga tanya beliau?'
Sandra bilang ke Anabel,"Bu Anabel kayaknya saya ada yang ketinggalan deh...Bu Anabel duluan saja nanti saya susul."
Anabel menggerutu melihat Sandra pergi,"Ternyata anak muda zaman now lebih cepat pikun daripada yang tua...ya udah aku duluan aja."
Sandra melihat Revan jalan terburu2,'Aneh kenapa Revan jalan buru2 dengan muka tegang gitu ya?Dikejar sama mbak Lastri pula.Mending aku nanya mbak Lastri.Lho dibelakang sana Pak Bimo sama Bu Rani juga ngikuti tapi wajahnya lebih ke cemas gitu.'
Sandra berhasil deketi mbak Lastri,"Mbak ada apa sih kok pada buru2?"
Lastri langsung kayak siaran breaking news,"Mbak Sandra ini kan temennya mbak Laras.Apa mbak Sandra ya yang pemgaruhi mbak Laras untuk selingkuh?Mbak Sandra ya yang ngenalin dokter gondrong itu ke mbak Laras?Pasti iya,mbak Sandra kan yang kerap nemeni mbak Laras periksa kandungan."
Sandra kaget,"What?Laras selingkuh?Sama dokter?Gondrong?Emang mbak Lastri dapat gosip dari siapa?"
Lastri ga terima dikatain tukang gosip,"Berita yang saya bawa itu ya selalu up to date dan terpercaya.Saya itu bukan situs hoax.Bukan agennya juga justru saya itu saksi mata di lokasi kejadian dan fresh pula."
Sandra terpana.Tbc....

Part 480 ** I AM HIS QUEEN
Jealous...
        Rasa ingin tahu Revan tentang pendapat mamanya terhadap permintaan papanya terlupakan oleh rasa cemburu yang membakar hatinya mendengar perkataan mbak Lastri.Emang mbak Lastri top soal hot news,kenapa ga jadi presenter infotainment aja ya?Sementara Sandra malah baru ngeklik,'Tunggu dulu!Ga mungkin Laras selingkuh.Aku tahu betapa dia hanya mencintai Pak Vino.Ini ga mungkin.Laras ga akan mau disentuh pria lain tapi kalau dia mesra sama pria lain,besar kemungkinan pria itu adalah ...aku yakin pria yang kulihat tadi adalah Sean.Sedangkan pria gondrong yang dilihat mbak Lastri adalah ...Pak Vino sendiri.Sean mau menemui Pak Vino yang sedang di kamar Laras!Aku harus mencegah Revan masuk ke ruangan itu.Tapi gimana?'
Revan dah sampai depan kamar Laras,sedang Lastri bak pendemo,"Ayo Mas Revan!Selamatkan nama baik keluarga Adijaya!!Saya dukung 100%!!Dokter itu harus dikasih pelajaran!!Enak aja godain menantu keluarga terhormat,Keluarga Adijaya."
Pak Syamsul menahan langkah Revan,"Nak Revan mau ketemu Laras?Bentar ya.Laras sedang bersama dokter."
Revan malah berkata,"Kebetulan sekali dokter gerandong itu ada!Saya mau buat perhitungan sama dia!"
Denger suara ribut,Vino dan Sean segera makai masker dan atribut penyamaran mereka.Laras memegangi tangan suaminya,"Kenapa harus sembunyi dari Revan?Kau kan tidak salah sayang?Aku tak mau kau pergi lagi."
Vino berkata,"Sayang,jika semua dibongkar secara sembarangan maka kita akan menyakiti mama.Tidak.Aku tak mau menyakiti hati mama.Kumohon kamu mengerti ya Ras..."
Laras mengangguk,"Aku akan menurutimu karena aku percaya kau selalu berpikir panjang dalam segala tindakan dan keputusanmu."
Sean keluar dulu bawa kereta dorong,pas mengenai kaki Revan,"Aduh!!Pakai mata dong!Semua petugas di RS ini kayaknya emang ga beres!!"
Sean sengaja biar Vino terpisah jarak dengan Revan,"Maaf Pak!"
Revan lihat ke arah Vino,mau mencengkeram niatnya tapi karena ada kereta dorong berisi peralatan makan dia ga bisa menjangkau Vino,"Dokter!!Saya mau bicara sama Anda!!"
Kesal dia sama Sean,"Buruan bawa kereta dorongnya minggir!!Heran!!Malah ditengah2 pintu kayak gini!!Bisa kerja ga sih?!"
Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar