I AM HIS QUEEN^^^ PART 531-540



Part 531***I AM HIS QUEEN
Be still my soul...
Vino tak perlu mengatakan kebenaran soal Marco karena sang pelaku sendiri datang,"Biarkan saya masuk!Saya adalah ayah kandung Revan!!Kalian ga punya hati apa?!!"
Bimo segera waspada,"Kalian masih berani datang kemari setelah apa yang kalian lakukan pada Mas Revan?"
Rani terpana,"Apa maksud ucapanmu Bim?Apa mereka yang membuat Revan begini?!"
Bimo terdiam dan cuma mengangguk.Marco nanar juga,"Ran,aku tidak sengaja menembak anak kita Ran.Kau harus dengar aku dulu Ran..."
Rani terpana,"Kau yang menembak Revan?Darah dagingmu sendiri?Ayah macam apa kau ini Marco!!??"
Marco masih membela diri,"Ran,mereka pasti memutar balikkan fakta padamu Ran.Aku tak ingin melukai anak kita.Mana mungkin aku melakukan itu pada darah dagingku sendiri?"
Rani mendekati Marco,"Kau bilang kau tak berniat melukai Revan lalu kau berniat melukai siapa?Siapa Marco?!!Apakah Vino??!!"
Marco mati kutu deh,Joni mengajaknya pergi,"Bang kan sudah saya bilang tadi.Ayo kita pergi saja Bang...."
Rani menangis,"Kenapa kau tidak bunuh aku saja Marco?Sejak dulu kau selalu menyakitiku.Sekarang Revan yang jadi korban.Apa yang sebenarnya kauinginkan Marco?"
Marco bersimpuh di depan Rani,"Maafkan aku Ran...aku hanya ingin keluarga kita bersatu kembali.Namun aku lihat kau sangat bahagia sebagai bagian dari keluarga Adijaya.Aku tidak suka itu Ran..."
Rani malah menjauh dari Marco,"Bukankah sejak awal kau yang mencampakkan aku?Kau tak peduli pada anak kita?Dia kecelakaan karena mencarimu.Dan kini kau malah mengulangi kembali masa itu.Apa sekarang kau puas Marco?!Kau puaskan melihat aku sedih?Kau senang?!!Tega sekali kau padaku Marco!!"
Rani menampar Marco,"Plak!!"
Marco tertegun,"Ran,kau boleh menamparku kau boleh marah padaku tapi biarkan aku disini Ran...aku ingin tahu kondisi Revan."
Rani malah terhuyung,"Ini tidak mungkin...Ini tidak mungkin..."
Bimo segera menangkap tubuhnya,"Bu Rani!!"
Bimo membawa Rani ke ruang periksa.Bersambung....

 Part 532***I AM HIS QUEEN
Seeth me no more...
Di ruang operasi team dokter bekerja keras menyelamatkan nyawa Revan.Keringat nampak menitik di dahi dokter bedah utama,perawat berkali2 mengusapnya,"Dok,kondisi vital  pasien makin melemah."
Dokter bergumam,"Sepertinya pasien tak punya semangat untuk hidup."
Di alam bawah sadar,Revan merasakan dirinya bagai melayang.Seakan tubuhnya punya sayap dan begitu ringan.Ia melihat sekelilingnya,'Wow!Aku bisa melayang di udara.Aku merasa tubuhku begitu ringan.Apa seperti ini rasanya jadi burung ya?Atau jadi peri atau malaikat?'
Revan menggeleng dan berhenti pada sebatang pohon,berputar2 ia disekelilingnya,'Malaikat?
Tidak.Aku bukan malaikat.Aku tak pantas disebut manusia bahkan.Aku begitu jahat.Aku ingat dulu waktu kecil aku sengaja ajak Vino manjat pohon lalu ia kusuruh mengambil buah di ranting yang mudah patah.Dia tergantung di sana.Wajahnya ketakutan sekali.Aku malah tertawa dan meninggalkannya.Sejak kecil aku sudah jahat.Bukankah orang bilang dari sejak kecilnya seseorang bisa dilihat akan menjadi apa kelak besarnya.Sejak kecil aku begitu jahat bahkan pada adikku sendiri.'
Revan melayang lagi kali ini ke tepi pantai,'Waktu kami remaja akupun sering mengajaknya berkelahi di sini.Aku ancam dia jangan beritahu pada siapapun.Atau aku akan pergi dari rumah.Aku ini kakak yang sangat buruk.'
Makin tinggi melayang makin sedih hati Revan,'Gedung itu...itu kantornya Vino.Dia begitu hebat.CEO paling berpengaruh di usia begitu muda.Aku selalu kalah darinya.Dia begitu cerdas.Dia selalu rajin di sekolah.Selalu disiplin.Sedang aku...aku ini selalu menyedihkan hati mama.Dan lebih buruknya lagi Vino selalu kusalahkan atas semua kebengalanku.'
Revan berdiri di atas atap gedung tertinggi,'Mungkin lebih baik jika aku tak ada di dunia ini.Aku tak akan melakukan kejahatan begitu banyak pada orang2 yang begitu baik padaku.Papa Adijaya...Mama...Dan terutama Vino.Entah berapa kali aku berniat melenyapkan nyawanya.Aku akan terjun dari atas sini.Ya...aku akan mengakhiri catatan hitamku disini.Setidaknya ini hal baik yang bisa kulakukan bagi mereka.'
Namun menjatuhkan diri dari ketinggian tidak berefek pada Revan.Tubuhnya masih utuh.Revan kecewa.Tbc

Part 533*** I AM HIS QUEEN
Harvesting....
Revan kesal karena tubuhnya tidak hancur,"Mengapa?Aku hanya ingin lenyap dari dunia ini!Biarkan aku pergi!Aku ini sampah!!Anak durhaka!Aku ini orang jahat..."
Revan membentur2kan kepalanya ke dinding tapi tak ada luka atau darah,"Mengapa kau tak membinasakan aku Tuhan?Aku ini tidak perlu ada di dunia ini.Aku hanya membawa kesedihan bagi keluargaku...Dunia akan damai akan indah bahkan jauh lebih baik tanpa diriku..."
Revan melihat lubang hitam yang sangat besar,"Lubang itu pasti jurang maut.Aku akan ke sana."
Sebuah suara membuat Revan terpana,"Kamu mau kemana Sayang?"
Revan menoleh,"Mama?Mama ada disini?Kenapa Mama di sini?Mama harusnya bersama Vino."
Rani berkaca2,"Ikut sama mama pulang Nak...Mama sayang sama kamu.Mama ga mau kehilangan kamu..."
Revan menggeleng,"Mama akan baik2 saja tanpa Revan Ma...Mama masih punya Vino.Dia akan menjaga Mama jauh lebih baik daripada Revan.Vino itu anak yang baik...ga seperti Revan.Revan hanya buat mama sedih...Lebih baik jika Revan pergi Ma...Mama tidak akan sedih lagi."
Rani meraih tangan putra kandungnya itu,"Kau adalah darah daging Mama.Sebelum kau lahir mama sudah menerimamu apa adanya.Mama sudah menyayangimu lebih dulu.Jauh sebelum mama mengasuh Vino.Kalian adalah harta Mama.Kalian itu seperti sekeping mata uang.Dua sisi yang akan selalu ada di hati mama.Jika sisi satunya tiada maka yang satunya akan tidak berarti.Pulang ya Nak..
Jika tidak mama juga tidak akan kembali."
Revan tertegun,"Maksud mama?"
Di RS Rani diperiksa dokter,Rani mengalami stroke.Ia tidak sadarkan diri.Tekanan darahnya begitu tinggi,"Pasien mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak."
Vino mencengkeram kerah baju Marco,"Aku sudah berbaik hati tidak melaporkan Anda ke polisi.Tapi sekarang lihat yang terjadi!!"
Laras baru kali ini melihat Vino lepas kendali,"Vin,sabar Vin...tenang Vin..."
Vino kesal,"Puas kamu melihat mereka semua kritis?Puas kamu?!"
Laras segera memeluk Vino,"Tenang Vin..."
Vino berkata pada Bimo,"Bawa dia pergi dari sini Bim!"
Joni menghadang Bimo,"Saya akan bawa pergi abang saya dari sini..."
Hp Laras bunyi,Pak Syamsul memberitahu,"Varell nangis Ras...dia nangis kenceng banget."
Tbc........

Part 534 *** I AM HIS QUEEN
Mother of children.....
Diruang operasi,dokter nampak berusaha keras mengambil peluru yang bersarang di dada Revan,sempat denyut jantung Revan melemah,"Kondisi pasien semakin drop,kita tak punya banyak waktu lagi..."
Di ruangan lain,Rani terbaring tak sadarkan diri,Laras yang niatnya mau pamit kaget kala lihat mesin pemantau sempat menunjukkan garis hampir lurus,"Suster tolong ibu mertua saya Sus!"
Vino yang ada di luar jadi ikut cemas,"Mama saya kenapa Sus?"
Laras tak tega melihat Vino panik luar biasa.Segera ditelponnya sang ayah,"Ayah tolong bawa Varell kemari saja.Laras tak bisa meninggalkan Vino.Dia begitu terguncang.Dua orang yang begitu ia sayang dalam kondisi kritis semuanya."
Laras meraih tangan suaminya,'Dingin sekali bagai menyentuh es.Dia juga gemetar.Kasihan suamiku.'
Walau tak ada kata terucap namun merasakan tetesan air mata Laras membasahi telapak tangannya yang gemetar,Vino bersandar di bahu isterinya,"Topang aku Ras...topang aku...aku takut kehilangan mereka Ras..."
Laras berkata,"Mereka akan baik2 saja Vin...kau harus yakin akan hal itu."
Di alam bawah sadarnya,Revan tak jadi menuju lubang hitam,ia meraih tangan mamanya,"Revan takkan biarkan mama di sini.Mama harus kembali kepada Vino.Dia butuh mama."
Rani diam mematung,"Vino sudah punya Laras sekarang.Dia akan baik2 saja tanpa mama.Beda denganmu.Kau sendirian Revan.Mama tak akan meninggalkanmu sendirian di sini sayang..."
Revan habis akal,"Oke...Revan akan ikut mama..."
Rani lega dan memeluk Revan dengan bahagia,"Ayo kita pulang sayang..."
Pak Syamsul datang membawa Varell yang langsung diem begitu digendong papanya,"Anak papa..."
Laras dan yang lainnya terharu melihat bagaimana ayah dan anak itu saling menenangkan.
Di kamar operasi dokter lega ,"Pelurunya sudah diambil sedikit lagi mengenai jantung.Bagaimana kondisi vital pasien?"
Dokter lain menjawab,"Semua kembali stabil Dok."
Dokter keluar dari kamar operasi,Vino segera memberikan Varell pada Laras dan mendekati Dokter,"Bagaimana kakak saya Dok?"
Dokter menjawab,"Operasinya berjalan dengan baik.Kita doakan saja supaya pasien terus stabil kondisinya.Semangat hidup pasien itu juga faktor yang menentukan."
TBC..

Part 535***I AM HIS QUEEN
Love factor....
Leganya Vino mendengar operasinya sukses,"Syukurlah...terima kasihTuhan...terima kasih dokter."
Dokter berkata,"Pasien akan dipindahkan ke ruang pasca operasi.Kami permisi."
Laras ikut lega mendengarnya,apalagi Vino langsung memeluknya,"Kakakku selamat Ras...semoga kondisi mama lekas membaik juga."
Lha Varell apa ga kejepit diantara mama papanya?Galah Vino kan selalu memperhitungkan setiap tindakannya.Pengusaha muda yang baru saja jadi ayah itu meraih putranya,"Kamu membawa keberuntungan sayang...Begitu kamu dibawa kemari,semua keadaan jadi membaik.Papa mohon maaf ya harusnya dihari2 pertamamu di dunia ini perhatian papa fokus ke kamu,tapi malah papa harus menangani banyak masalah."
Varell malah pamer pipi tembemnya,seakan berkata,'Gpp Pi...Varell anak pengertian kok...'
Vino berkata pada isterinya,"Jaga Varell ya sayang...kamu dan mbak Mety kembali saja ke ruangan.Varell masih rentan dibawa kemana2."
Laras menurut,"Aku akan menjaga buah hati kita dengan baik.Kamu jangan khawatir Vin.Kami bersamamu."
Bimo mendekati Bossnya,"Mas,saya sudah meminta pihak RS untuk memindahkan perawatan ke pavilyun khusus.Jadi mbak Laras bisa terus di dekat mas.Sambil mas menunggui Bu Rani dan mas Revan.Juga lebih baik mas Sean didekat mas dulu karena situasinya masih belum kondusif untuk kembali ke apartemen ataupun hotel."
Vino tersenyum,"Kerja bagus Bim.Dengan semua orang2 yang kusayangi di sekitarku maka pikiranku akan lebih tenang.Sementara urusan perusahaan akan aku handle dari RS."
Akhirnya semua dijadikan satu di sebuah pavilyun khusus,Laras senang karena bisa berada dekat Vino.Sementara itu Sean senang karena Sandra memperhatikannya bak perawat pribadi saja,"Aku bawakan pakaian ganti dan dokumen2 perusahaan yang perlu kau periksa Sean."
Anabel datang menemui Vino,"Tuan Vino,bagaimana dengan Lola?"
Vino memandang Sean,seakan meminta pendapatnya.Sean berkata,"Jangan sungkan mengambil keputusan soal dia Vin.Bagiku kami sudah berakhir.Aku tidak mau diperdaya dia."
Sementara Lola dengan santainya masuk kerja,'Kenapa harus takut?Paling juga dipecat?Kalau dipecat kan dapat pesangon.Lumayan...'
Apa keputusan Vino buat Lola?Tbc..............

Part 536 *** I AM HIS QUEEN
Dominion....
Revan dan Rani kini berada di ruangan yang sama.Dijaga oleh perawat khusus.Vino berdiri diantara kedua bed mereka,diraihnya kedua tangan mereka,"Selama ini tak pernah aku berkeinginan memisahkan kalian ibu dan anak.Aku sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidupku."
Laras memperhatikan bagaimana suaminya berkaca2 memandang Revan yang masih belum sadar,"Kakak tenang saja,tak akan pernah Vino mengambil tempat kakak di hati mama.Vino janji bila kakak sadar nanti Vino akan berikan space buat kakak sama mama.Vino akan tinggal di rumah yang baru bersama Laras dan Alvarell."
Pak Bimo berdiri agak jauh namun ia bisa mendengar getar suara Vino,'Mas Vino...betapa setiap ibu akan berbahagia memiliki anak sebaik Mas...'
Vino mencium tangan ibu tirinya yang masih belum sadar juga,"Mama...Vino akan berikan rumah kediaman Adijaya ke mama.Disana mama bisa mencurahkan kasih sayang mama pada kakak.Vino tak ingin menjadi penghalang bagi kalian.Vino mohon kalian sadar dan mari kita semua memulai awal yang baru.Kakak bangun...mama juga...Vino mohon...Vino sayang kalian berdua."
Alvarell mimbik2 dipelukan mamanya,"Woeeek!"
Suara tangisnya membuat Vino segera mengusap air matanya dan mendekati buah hatinya,"Biar aku gendong Ras..."
Laras memberikan Varell pada suaminya,'Varell dan Vino seperti punya ikatan batin yang sangat kuat.Varell tahu papanya lagi sedih.Makanya ia mau meluk papanya.Tuh kan diem digendong Vino.Dasar anak papa...'
Mbak Mety terharu melihat bossnya menimang2 Varell,'Aku yakin kelak Boss kecil bakal mirip banget sama papanya...'
Sementara itu di kantor pusat,Lola terpana mendapat surat mutasi ke cabang didaerah yang jauh sekali,"What???Ke Sorong?Ngapain aku ke sana?Astaga...ga aku ga mau...eh...saya ga bersedia dimutasi ke sana!!Manusiawi dikit kek mutasinya ke sekitar pulau Jawa aja.Ke Surabaya kek...Bandung gitu...masak ke Sorong.Daerah mana pula itu?!"
Sandra tersenyum,"Silakan mengajukan resign jika begitu."
Lola berdiri dengan mata melotot,"Ini pasti ulah kamu kan?Kamu ingin merebut Sean kan dari aku?Dasar pelakor!"
Sean tiba2 muncul,"Kamu salah Lola.Akulah yang dimintai pendapat oleh Vino."
Bersambung.........

Part 537***I AM HIS QUEEN
The fullness...
Lola kaget lihat Sean,"Oh Sean kejadian waktu itu aku...sungguh tak tahu kamu dimana?Tahu2 kamu ngilang gitu aja jadi aku balik ke kantor..."
Sandra mencibir,"Sungguh kekasih yang sangat baik..."
Sean sedakep,"Tak perlu kau jelaskan aku sudah tahu semuanya...itulah kenapa aku meminta Vino untuk tidak memecatmu karena aku yang akan mem-PHK kamu.Kita PUTUS HUBUNGAN KEKASIH.Kuharap kamu berubah di Sorong.Disana kamu bisa menata hidupmu.Karena kau takkan melihat aku setiap hari.Jika kau tak mau dimutasi,pihak HC menanti surat resignmu.Ayo Sandra banyak tugas yang harus kita selesaikan!"
Sandra tersenyum pada Lola,"Selamat berkemas Lola..."
Lola bete banget,"Sial!!Kalau aku ga resign,aku harus siap dimutasi.Kalau aku ga mau dimutasi dan kekeh ga resign surat referensi kerja tidak akan turun.Aduhh...ngeselin banget sih!!Malah diphk lagi sama Sean.Aduh gimana acara clubbing dan dugem aku dong?"
Lola akhirnya memilih resign daripada hidup jauh dari kota metropolitan.Sean melihat dari atas,'Selamat tinggal Lola...semoga masa kelam berakhir di sini.Kini aku akan menyongsong cinta yang baru...'
Ia melirik Sandra yang tengah menelpon,"Oh para karyawan hendak mengunjungi Bu Laras di RS?Oh sebentar saya tanyakan dulu ya ke Pak Sean."
Sean yang sudah berdiri di belakang Sandra membuat Sandra kaget sampai mau jatuh ia,"Oh Sean..."
Berdebar jantung Sandra jatuh dipelukan Sean,'Astaga...aku tadi mau nanya apa ya?'
Bersambung....

Part 538***I AM HIS QUEEN
Sacrifice...
Sandra salting dalam pelukan Sean,"Ehm...saya oh maksud saya mereka..para karyawan ingin mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama Pak Presdir."
Sean tersenyum melihat pipi Sandra merona,"Sure...I will tell Vino about it.Please wait..."
Sean menelpon Vino yang sedang bersama Bimo membahas soal Marco,"Hello Vin,aku tidak mengganggu kan?"
Vino melihat keluar tampak Laras sedang bersama Alvarell,"Tidak Sean.Apa ada masalah di perusahaan?"
Sean memberitahu soal keinginan karyawan untuk berkunjung sekalian membezuk Bu Rani dan Revan,"Bagaimana menurutmu Vin?"
Vino ga masalah,"Gpp Sean.Tapi untuk mamaku dan Revan sebaiknya jangan dulu.Nanti saja setelah kondisi mereka sudah sadar."
Sean setuju,"Kalau begitu aku akan mengkoordinir semuanya.Nanti kami akan ke sana."
Vino kembali memandang Bimo,"Jadi Marco menghilang?Bagaimana bisa orang itu melarikan diri disaat mama dan Revan sedang seperti sekarang.Aku pikir ia akan menyerahkan diri.Tapi ternyata ia malah kabur.Apakah dia keluar negeri?"
Bimo berkata,"Saya akan mencari tahu soal ini Mas."
Vino berdiri,"Tidak perlu.Lebih baik kita fokus pada kesembuhan mamaku dan Revan.Bagaimanapun Marco adalah ayah dari Revan.Aku tak mau mempersalahkan hal itu sekarang.Nanti sore ada kunjungan karyawan.Kamu bilang Anabella untuk menyiapkan semuanya."
Bimo mengangguk,"Baik Mas."
Vino melangkah keluar menemui Laras dan buah hati mereka,"Nanti karyawan kita akan datang,Sayang.Mereka ingin melihat si tembem kita ini."
Varell langsung untek2 denger suara papanya.Laras segera memberikan Varell untuk digendong Vino,"Dia kangen sama papanya.."
Vino menciumi pipi putranya yang emang tembem sih,"Papa juga kangen sama Varell...gendong papa ya..."
Laras tersenyum melihat keduanya,'Tanggung jawab Vino sungguh besar.Bukan hanya dia harus handle perusahaan kembali tapi kini  mama juga tak bisa membantunya seperti sebelumnya.Belum masalah Revan.Dan kini dia juga harus memperhatikan Varell sebagai seorang ayah.Aku akan selalu mendampingimu Vin.Kau tidak sendirian Suamiku Sayang.'
Petangnya para karyawan jadi datang,mereka memberi ucapan selamat dan gemas melihat Varell,"Ya ampun pipinya...cute banget."Tbc

Part 539 *** I AM HIS QUEEN
Warrior....
Saya akan ending IHQ di eps 550.Walau banyak yang suka tapi saya tidak memiliki energi untuk menulisnya.Semoga saja saya bisa memberi ending yang manis.
Now continue with the story!
Para karyawan yang datang disambut dengan ramah oleh Presdir mereka.Keramahan dan kehangatan jelas terlihat dari sikap Laras dan Vino maupun pelayan2 mereka.Jajaran BOD diterima tersendiri oleh Vino di ruang khusus,"Terima kasih atas kunjungannya.Mengenai kondisi mama dan kakak saya,hanya saya beritahukan kepada kalian.Jadi saya minta kalian bisa keep.Saya hanya ingin menghindari kegaduhan sampai kondisi mereka stabil."
Semua berjanji akan menjaga rahasia.Vino lega,"Terima kasih sekali lagi.Mari kita bergabung dengan yang lain."
Sementara itu Bimo mendekat,"Mas saya ada berita soal Marco.Dia sembunyi di villanya di daerah Carita."
Vino berkata,"Setidaknya dia masih punya hati untuk tidak kabur keluar negeri.Pantau terus keberadaannya.Tapi jangan terlihat."
Bimo mengangguk,"Baik Mas.Anak buah saya akan menyamar jadi pedagang keliling saja.Mas tenang saja."
Vino tersenyum,"Aku akan menemani para tamu.Pastikan perawat pribadi untuk Revan dan mamaku.Aku ingin perawatan yang intensif dan terbaik untuk mereka."
Bersambung....

Part 540 *** I AM HIS QUEEN
Seed....
Varell kian besar.Makin menggemaskan dan bikin siapa saja ingin mencubit pipinya yang tembem.Bahkan Sandra saja sampai gemas melihat anak bossnya itu.Ia datang membawa mainan untuk Varell,"Mana kesayangan Tante?Lihat Tante bawa apa nih?"
Sandra memang kerap datang,apalagi ia sudah mengajukan resign ke perusahaan.Sean meminta Laras membujuk Sandra,"Tolong bujuk dia Ras.Please...Aku ga mau kehilangan dia.Jangan sampai dia kembali ke Amerika."
Revan masih di RS dengan mamanya.Vino yang sering ke sana.Sedangkan Laras tinggal di rumah baru bersama Varell.Dengan alasan ga ada temen ngobrol ia minta Sandra datang,"Varell sayang,uhhh senengnya dapat mainan dari Tante Sandra..."
Sandra memandang Laras yang menggendong Varell imut,"Kamu beruntung sekali ya Ras.Suami kamu pria yang baik.Bertanggung jawab.Kalian juga udah punya pangeran gemesin ini.Andai saja aku pantas menemukan kebahagiaan seperti kamu."
Laras mendekat,"Manusia itu selalu melihat orang lain lebih bahagia dari dirinya padahal setiap orang punya kebahagiaan mereka masing2.Seperti sidik jari yang tak sama,demikianpun kebahagiaan tiap orang.Tak bisa disamakan.Carilah kebahagiaanmu sendiri jangan pernah membandingkan apa yang kau punya dengan yang orang lain punya karena bahagia itu hanya bisa dirasakan oleh hatimu sendiri."
Sandra terdiam mendengarkannya.Laras melanjutkan lagi,"Jangan pernah sia2kan orang yang benar2 tulus padamu.Selagi mereka didekatmu berbagilah kebahagiaan dengan mereka.Hargai mereka dan disitulah kau akan menemukan bahagiamu."
Sandra seketika ingat pada Sean,'Apakah aku salah jika pergi meninggalkan Sean?Dia berkali2 mengungkapkan perasaannya padaku tapi aku tak berani menerimanya.Aku masih merasa bersalah padanya.'
Laras menelpon Vino,"Vin,apakah bisa kau pulang sekarang?Kita makan siang bersama.Ajak Sean juga ya."
Vino langsung mengernyitkan dahi mendengar nama Sean disebut,"Sayang,jangan bikin aku darah tinggi ya...buat apa Sean ikut?Kamu jangan bikin aku senewen ya sayang..."
Laras ketawa dan menjawab,"Aduh ...Vino,aku itu udah melahirkan anak kamu.Masih cemburu juga...disini ada Sandra.Aku mau nyatuin mereka.Kamu dukung aku kan?"
Tbc.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar