Part 541*** I AM HIS QUEEN
The healer...
Vino nampak memandang tajam pada Sean yang sedang melaporkan
perkembangan proyek2 perusahaan,'Apa sih yang dipunyai Sean tapi aku ga
punya?!Tinggi juga ga,putih juga putihan aku.Heran!!'
Sean merasa seperti dikantor polisi,"Ehm Vin..."
Vino memotong,"Don't call me like that again Sean.Maybe
you are my cousin but in this company I am your boss.Remember that!"
Sean kaget juga ga nyangka aja Vino jadi perhatian banget
amat titel,"Oh...sorry Pak Presdir."
Suasana jadi tegang.Sunyi dan mencekam,Sean jadi ngeblank
deh,'Astaga kenapa disini jadi serem ya?'
Vino memegang foto pernikahannya dengan Laras yang sudah
dipigura di atas meja kerjanya.Dihadapkannya pada Sean,"Satu lagi Sean
yang harus kamu ingat baik2 selama kamu hidup.Lihat ini!Kamu tahu apa
ini?"
Sean mengernyitkan dahi,"Itu foto pernikahan kamu ...oh
eh Pak Presdir dan Bu Laras.Waktu di Bali."
Vino berdiri dari kursinya dan menaruh kedua tangannya di
meja,"Bagus kamu tidak lupa!Jadi kamu harus tahu bahwa selain perusahaan
ini,Laras juga adalah milikku.She is my wife forever and ever!"
Sean merasa seperti tersangka dihakimi hakim paling killer
sedunia,"Sure I Know she is your wife.So what is the matter?"
Vino sedakep dan duduk diatas mejanya,"Intinya adalah
kamu diundang makan siang di rumahku.Dan aku kasih warning ke kamu Sean,jangan
coba2 merayu isteriku atau kamu akan aku kirim kembali ke pulau dimana kita
pernah terdampar dan akan aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa kembali
kemari.Are you clear to behave in my house?"
Sean ketawa,"Astaga Vin...ups...Pak Presdir...aku ini
bukan orang yang suka merayu isteri orang apalagi isteri sepupu aku sendiri.Aku
ini bujangan paling dicari tahu ga sih?Belum tentu aku terima."
Vino menarik dasi Sean,"Cerewet!Udah ikut aja!"
Sean hanya bisa pasrah dibawa Vino ke rumah barunya,'Astaga
Vino...kerasukan lagi kali ya?Kayaknya pulau dimana kami terdampat dulu yang
bikin Vino jadi aneh gini.'
Melihat Vino datang bersama Sean,Laras seneng
banget,"Akhirnya yang dinanti datang juga...Mari silakan duduk."
Sandra melihat Sean nampak kucel,"Kamu kenapa
Sean?"
Sean menutupi,"Oh aku hanya ga sangka aja kamu ada di
sini."
Bersambung.....
Part 542 *** I AM HIS QUEEN
Miracle....
Sean senang lihat Sandra,keduanya saling melempar
senyum.Vino duduk di kursi utama dengan wajah masih kesal,'Apa sih istimewanya
Sean sampai Laras senyum semanis itu saat lihat dia datang?Harusnya kan senyum
itu hanya buat aku suaminya?Bikin selera makanku hilang saja...'
Sean hendak bicara dengan Sandra tapi Vino malah memandangi
Sean dengan tajam,sambil ngetuk2 peralatan makan.Bikin Sandra jadi keder,'Ada
apa ya sama Vino?Kayaknya serem gitu pandangannya.Apa aku pergi aja ya....'
Laras memperhatikan suasana di meja makan,diapun kasih
sinyal ke sang suami,"Vin,tolong cek Varell deh...kayaknya nangis
deh..."
Vino ga denger sebab lagi sibuk kontes mata sama
Sean,'Harusnya aku tinggalin saja dia di pulau.Biar ga ganggu rumah tangga
aku.Sekarang dia senyum2 ga jelas lagi.Huhhh aku harus mutasi dia ke Merauke
kayaknya...'
Laras datang dan nyubit pinggang suaminya,"Vin
sayang,ayo ikut aku sebentar."
Vino mengaduh kesakitan,"Auww!Sakit tahu Ras...apa
sih?Aku sedang makan nih..."
Laras lihatin piring Vino yang kosong,"Makan?Oh...aku
udah siapin menu khusus buat kamu sayang...makanya ayo ikut aku..."
Vino ngeliat ke Sean,"Tuh denger Sean,Laras buat menu
khusus buat aku.Tahu kenapa?Dia hanya cinta sama aku.Aku ini
suaminya...Huhh!"
Sean dan Sandra berpandangan,heran mereka.Vino mengikuti
Laras dengan bangga malah pakai acara meluk pinggang segala.Laras jadi
ngerti,'Oh kayaknya Vino cemburu sama Sean.Dasar Pak Presdir...masih aja
cemburuan!'
Didekat tangga Laras jewer kuping Vino,"Vino,kamu
jangan bikin kacau rencana aku..."
Vino heran,"Lho siapa yang bikin kacau?Sean itu
pengacau rumah tangga kita.Kenapa aku yang dijewer?Aku kan cuma melindungi
milikku saja.Kamu itu milik aku..."
Laras tahu cara ampuh menaklukan suaminya.Diciumnya bibir
sang suami yang nerocos terus ngungkapin kekesalan hatinya.Vino langsung
melted.Diem deh...apalagi Laras bawa sang suami ke kamar mereka.Bersambung....
Part 543***I AM HIS QUEEN
Loving you...
Sean dan Sandra kerasa kalau Laras sengaja membawa Vino pergi biar mereka bisa leluasa bicara.Sean tak mau kehilangan kesempatan,"Benarkah kau akan pergi ke Amerika?"
Sandra merasa kikuk,"Begitu banyak kesalahan kulakukan di sini.Aku merasa tak pantas berada di sini."
Sean memeluk Sandra dari belakang,"Please stay for me... I never know what is love until I meet you.I love you Sandra..."
Sandra terpana dipeluk begitu,apalagi Sean berkata,"I know you love me too.Don't deny me..."
Sandra mencoba melepaskan diri,"Sean...aku ga pantas untuk dicintai...aku hampir saja mencelakaimu...aku tak mau kau terluka lagi...aku tak bisa melihatmu seperti itu..."
Sean membalikkan Sandra ke arahnya,"Say that you don't love me then I will let you go...Look at me and say it!"
Sandra ga bisa mengatakannya,ia malah memeluk Sean,"I love you so much..."
Keduanya berpelukan,Sean tersenyum dan berlutut seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan,"Please marry me...Aku tak bisa hidup tanpamu..."
Sandra berkaca2,"You forgive me?Still love me even all I have done?"
Sean mengangguk dan meraih jemari Sandra dipakaikannya cincin itu,"I am so happy...because of you..."
Sandra tersenyum riang,"Kita harus berterima kasih pada Laras,dia pasti yang mengatur ini semua."
Sean setuju,"Juga Vino dong.Dia yang membawa aku kemari.Kemana sepupuku itu ya?"
Sandra tersenyum,"Mereka pasti bersama Varell."
Namun Varell dengan Mbak Mety di ruang keluarga.Sandra mikir,'Waduh kemana mereka ya?Katanya mau ke dapur tadi.'
Laras mendengar suara Sean mencari Vino,"Vin,sudah waktunya kembali ke kantor nih...Vin?"
Laras mau jawab tapi Vino mengunci bibirnya,"Kamu yang memulai sayang...harus kamu selesaikan."
Sean dan Sandra akhirnya malah pergi,"Yuk kita pergi aja...ntar aku wa Vino deh...Vino mungkin sedang makan menu istimewanya.Aku tak ingin mengganggu mereka.He..he.."
Laras mau protes apalagi lihat Vino melepas jas kerjanya,"Vin,kamu harus balik ke kantor..."
Vino malah merebahkan sang isteri,"Aku mau makan dulu...my lunch today..."
Wah alamat Varell bakal cepet punya dedek nih...
Bersambung...
Part 544***I AM HIS QUEEN
Wake up...
Sore itu begitu cerah.Udara yang panas diluar rumah tidak
dirasakan oleh sepasang insan yang terbaring di kamar ber-AC.Laras
terbangun,tapi ga bisa bergerak.Lengan sang suami melingkar di
pinggangnya,'Vino,kebiasaan deh kalau tidur pasti gini.Nempel kayak perangko.Astaga...jam
berapa nih?'
Laras yang sulit bergerak,melihat jam tangan suaminya di
meja samping tempat tidur,'Ya ampun sudah jam 3?Bukannya Vino ada meeting jam
3?'
Begitu nengok ke arah sang suami langsung merona
Larasnya,'Aduh...walau udah jadi isterinya dan melahirkan anak buat dia.Kalau
lihat dia telanjang dada gini aduhh...'
Vino mesem rupanya dia kebangun karena Laras,"Suka
dengan yang kau lihat sayang?Ga sopan lho menatap seperti itu..."
Laras terbelalak,"Ups...sorry aku ga maksud menatap...aku
hanya disoriented aja kok..."
Vino memandang isterinya,"Oh really?Kalau suka bilang
aja...toh aku ini milik kamu sayang...jadi sah2 aja kok he..he.."
Laras merah jambu pipinya,"Eh Vin,bangun!Kamu ada
meeting kan?Udah jam 3 lho."
Vino malah meraih hpnya,"Ga usah panik...kan tinggal
reschedule aja jadwal meetingnya."
Laras memcoba merebut hpnya,"Ga!Janji itu harus
ditepati.Berikan hpnya!"
Vino berusaha menghindar,"Eit...ga bisa!Aku tuh masih
kangen sama kamu sayang...sekali2 bolehlah..."
Laras sama Vino akhirnya malah jatuh ke lantai
bareng,diantara selimut dan bed cover dengan posisi Laras di bawah.Vino segera
memegangi tangan Laras,dan menelpon Sean,"Halo Sean!Tolong kamu reschedule
meeting hari ini.Bilang saja aku ada urusan.Whatever apa alasanmu..."
Vino melempar hpnya ke atas tempat tidur,"Sayang...mari
kita selesaikan urusan kita."
Sementara itu di RS,Revan sadar dari komanya,ia melihat
sekitarnya.Perawat yang menjaganya senang melihatnya sadar,"Anda sudah
sadar?Syukurlah...saya akan beritahu dokter..."
Bersambung...
Part 545***I AM HIS QUEEN
Silent....
Berita sadarnya Revan segera sampai ke Vino.Jelas Vino
senang dan segera meraih piyamanya,"Aku harus pergi Sayang..."
Laras terpana,"Tapi tadi bukannya kamu udah batalin
meetingnya?"
Vino menuju kamar mandi,"Aku tidak ke kantor tapi ke
RS.Revan sudah sadar.Kamu dirumah saja ya.Jaga anak kita."
Laras menurut,"Aku ikut senang mendengar kakak kamu
sudah sadar.Salam ya."
Vino berhenti di depan pintu kamar mandi,"Salam apa
ya?Jangan bilang kamu masih belum jera bikin aku cemburu....atau hukuman hari
ini masih belum meninggalkan efek jera?"
Laras merona,"Vino!!"
Vino masuk ke dalam kamar mandi sambil tersenyum.Laras
langsung sembunyi di balik selimut sambil bergumam,"Dasar Pak CEO...udah
bikin aku capek masih aja ngancam...Heran sejak Varell lahir harusnya kan dia
makin secure,rapi malah makin cemburuan.Aneh..."
Laras jadi ingat Varell,"Astaga...aku belum lihat
Varell sejak tadi...astaga!!"
Laras segera meraih pakaiannya dan mencari Varell.Varell
bersama mbak Mety,"Boss junior ga rewel kok mbak Laras.Kayaknya besarnya
bakal jadi orang pengertian he..he.."
Laras meraih putranya yang begitu mirip sama Vino,"Aduh
anak mama...maaf ya sayang...ninggalin kamu begitu lama.Papa kamu sih..."
Laras kaget kala Vino sudah berdiri di
belakangnya,"Jangan bilang kamu mengadu ke anak kita sayang...dia itu
takkan mau papanya dijelek2kan...iya kan Varell sayang?"
Varell langsung berbinar matanya lihat
papanya,"Appa...Appa..."
Ga jadi deh Laras mau ngadu ke Varell.Lha liak papanya aja
Varell langsung hyper hepi gitu.Langsung melonjak gembira gitu.Bener2 anak papa
deh.Vino kembali tersenyum penuh kemenangan,'2:0'.
Mety tersenyum lihat Varell digendong Vino,'Ya ampun
kebayang deh kelak Boss Junior pasti seganteng papanya.Pasti bakal jadi rebutan
cewek2 deh...'
Sementara di Carita sana,Marco mendengar juga soal kondisi
Revan,"Sungguh?Revan sudah sadar?Dia baik2 saja?Bagaimana dengan
Rani?"
Joni menjawab,"Dari yang saya tahu Bu Rani masih stroke
separo.Beliau hanya terbaring saja di tempat tidur."
Marco tampak kacau keadaannya,"Semua ini
salahku.Seharusnya aku tidak kembali dalam kehidupan mereka.Aku harus melihat
Revan Jon.Aku harus kembali."Bersambung
Part 546***I AM HIS QUEEN
Full hopes...
Laras mengantar suaminya sampai ke teras depan dekat
mobilnya,"Aku ingin sekali ke RS sebenarnya Vin tapi anak kecil kan ga
boleh masuk.Bisa ga mama di rawat di rumah saja Vin?Aku akan menjaga dia
Vin.Aku janji."
Vino terharu mendengarnya,diusapnya wajah sang isteri yang
meski make upnya udah pudar karena ulahnya tadi namun masih saja ga bosenin
dilihat,"Kamu tahu sayang?Inilah yang bikin aku jatuh hati sama
kamu.Hatimu yang begitu penyayang.Your kindness heart.Your love for every one
near you.Aku sebenarnya dah mikirin itu namun aku ga mau ngrepotin kamu.Kamu
udah ada Varell yang butuh perhatian masak aku tambah mama.Tapi ternyata aku
masih selalu dibuat terkejut olehmu.You know,you always amaze me.I love you my
wife,Mrs Alvino Adijaya."
Para pelayan melted lihat boss mereka mencium kening
Laras,'Aduh...kerja di sini tiap hari lihat adegan telenovela campur korean
drama gitu.Aduh...mupeng tiap hari.Baiknya aku kerja lagi aja daripada baper
habis di sini.Auww ga kukuh lihatnya...'
Laras duduk bersandar di mobil,"Aku ga akan pernah
merasa direpotkan oleh mamamu atau siapapun dalam keluargamu.Mereka adalah
bagian dari dirimu.Yang membentukmu hingga seperti saat ini.Seperti kau sayang
pada ayahku demikianlah aku juga sayang pada mama Rani."
Vino meraih jemari sang isteri,"Aku akan tanyakan
dokter untuk membawa mama dirawat di rumah.Aku yakin mama akan lekas membaik
jika dirawat oleh menantunya ini.Mama juga bisa lihat cucunya tiap saat."
Laras lega suaminya mau mengabulkan
keinginannya,"Makasih ya sayang.Udah katanya mau ke RS.Tuh dah ditungguin
sama Norman."
Vino masih sempat mencium pipi sang isteri sebelum masuk ke
mobil,"Peluk cium buat jagoan kita.Love you."
Laras tersenyum melambaikan tangannya,"Dahh...love you
too."
Norman lihat dari spion,'Mas Vino hepi bener kayaknya.Kalau
mau pergi selalu saja lama pamitannya kayak enggan pergi deh.Padahal dah bukan
pengantin baru lho tapi perasaan makin hari kok makin mesra dan lengket
ya.Heran deh...sementara isteri aku kalau aku di rumah malah ngajak ribut
melulu.Kenapa ga bisa manis kayak Mbak Laras ya?Apa aku kurang ganteng?'
Vino buka lap topnya,"Man,ke RS
ya."Bersambung.....
Part 547***I AM HIS QUEEN
The sea...
Marco bergegas berkemas mau balik ke Jakarta tapi maut sudah
mengintip dirinya.Tiba2 saja terjadi tsunami di sekitar Carita.Villa yang ia
tempati rusak parah diterjang gelombang.Sebenarnya ia mau pergi lebih cepat
tapi temannya mengajaknya melihat konser musik,"Ada band terkenal lho yang
manggung.Ayolah,menginap semalam lagi.Toh anak kamu ada yang jagain.Ga akan
kemana2 juga dia."
Namun malang tak dapat ditangkal,Marco terseret ombak dan
terpisah dari Joni,"Tolong!!Tolong!!"
Di RS berita tsunami itu menghebohkan,namun Vino ga terlalu
menyimak,ia sedang bahagia dengan sadarnya Revan,"Kakak...terima kasih
Tuhan..."
Revan menangis melihat Vino,"Vino...mama kenapa
Vin?"
Rani memang ditempatkan di dekat Revan,Vino
berkaca2,"Mama mengalami penyumbatan di pembuluh darah di otak Kak.Maafkan
Vino Kak...ga bisa jaga Mama dengan benar."
Revan menggeleng,"Kamu ini bilang apa Vin?Justru kamu
yang paling perhatian sama Mama.Ini semua salahku Vin.Aku anak yang selalu
mendukakan hati mama.Aku selalu bikin mama sedih.Banyak pikiran."
Revan beringsut turun dari ranjang dibantu Vino,"Aku
akan berubah Vin...aku akan jagai mama sekarang.Aku janji Vin..."
Dokter datang dan memberitahu Vino bahwa Revan diperbolehkan
pulang cukup rawat jalan saja.Vino berkata pada dokter,"Dok,bagaimana
dengan mama saya?Bisakah perawatannya dilakukan di rumah saja?Saya lihat
kondisi mama saya jauh lebih stabil sekarang."
Dokter berkata,"Pasien stroke memang lebih baik bila
berada dalam pengawasan keluarganya.Akan kami lakukan rekam medis lagi untuk
memastikan penyumbatannya sudah bisa diatasi.Jika hasil radiologinya bagus dan
dalam beberapa hari kedepan kondisinya terus stabil akan kami siapkan semua
peralatan yang dibutuhkan pasien."
Vino lega,"Terima kasih Dok."
Duka dan suka memang silih berganti dalam hidup.Revan
memberi kabar baik namun di sisi lain Marco mengalami musibah.Ia terkatung2
dihempas air laut yang bagai dicurahkan dari langit,beruntung ia tersangkut di
pohon.Seorang anak kecil terbawa arus dan ditolong oleh Marco,"Sini
Nak.Berpegangan sini deket Om."
Marco bertanya pada anak itu,"Kemana orang tuamu?"
Anak kecil itu berkata,"Aku tidak tahu..."Tbc....
Part 548***I AM HIS QUEEN
Pass from the law....
Marco memandang anak kecil yang bersamanya,'Tuhan memang
hakim tertinggi.Aku mungkin lolos dari jerat hukum karena segala kejahatanku
tapi tidak dari tangan-Nya.Aku mengerjakan segala kejahatanku di laut dan kini
Tuhan memakai laut pula mengejarku.Aku pasrah ya Allah.Betapa aku telah
memandang ringan menghilangkan nyawa seseorang dan kini aku membayar
akibatnya.'
Marco memandang langit,'Berikanlah aku kesempatan untuk
membawa anak ini selamat maka aku rela memasrahkan nyawaku ke dalam
penghakiman-Mu Tuhan.'
Berita tsunami di Carita disiarkan di tv disemua
saluran.Bahkan di RS kala Vino menunggu hasil rekam medis
mamanya,"Bim,bukannya katamu Pak Marco bersembunyi di salah satu villa di
Carita?Coba cari tahu Bim."
Bimo segera melaksanakan tugas,"Iya Mas Vino.Pak Marco
dinyatakan hilang dalam bencana itu.Saya akan cek di RS2 di sana."
Vino berpesan pada Bimo,"Bim,jangan sampai Revan tahu
kalau ayahnya menjadi korban bencana itu.Aku tak mau kondisinya drop."
Namun Revan mendengar ucapan Vino itu,"Ada apa Vin?Ada
apa dengan papaku?Bukannya papa dipenjara harusnya?"
Vino memandang ke arah kolam renang,"Aku tak pernah
melanjutkan kasus Pak Marco ke meja hijau.Aku lebih fokus pada kesembuhan kakak
dan mama dulu.Pak Marco pergi ke salah satu villa di Carita dan kemudian
tsunami terjadi."
Revan terdiam,'Aku lepas dari maut dan kini papa yang
dikejar.Ini karma karena kami adalah orang2 yang jahat.Bahkan mama kena
dampaknya.Tuhan,apa yang harus kulakukan untuk menebus semuanya?'
Laras melihat suaminya termenung di tepi laut,"Vin,kau
sedang banyak pikiran ya?Apakah soal Pak Marco yang masih belum
ditemukan?"
Vino meraih sang isteri dan menyandarkan kepalanya dibahu
sang isteri,"Sayang,harusnya aku senang karena Pak Marco mendapat balasan
dari Tuhan langsung tapi ....aku kasihan pada Revan dan mama.Sejahat apapun Pak
Marco dia tetap orang yang penting bagi mereka.Sedih rasanya kehilangan orang
tua..."
Laras menggenggam jemari suaminya,"Aku tahu Vin
rasanya...aku bangga sekali punya suami sepertimu...kau tak pernah berusaha
membalas kejahatan dengan kejahatan.Kita berdoa saja semoga Pak Marco segera
ditemukan.."Bersambung........
Part 549***WINDOW 1***I AM HIS QUEEN : Wishper...
Vino dan Revan menjalin kembali hubungan persaudaraan.Bersama
mereka merawat Rani.Revan akhirnya tahu soal ayahnya,"Aku harus mencari
papaku Vin.Bagaimanapun juga dia ayah kandungku."
Vino mengerti dan ikut membantu mencari keberadaan
Marco.Marco akhirnya berhasil ditemukan.Sayang kondisinya kurang begitu
baik,Marco dibawa ke RS.Disana ia meminta maaf pada Revan,"Papa bersalah
banyak padamu.Papa menelantarkanmu dan meninggalkan mamamu.Bahkan papa
menjerumuskanmu pada kejahatan.Papa sudah mengerti sekarang bahwa hidup bukan
masalah lama atau pendek tapi bagaimana kau menjalaninya.Jadilah orang yang
baik seperti Vino.Dan jangan sia2kan mereka yang mencintaimu."
Pada Vino,Marco juga minta maaf,"Kau masih sangat muda
namun kau memiliki kebijaksanaan melebihi orang yang lebih tua.Papamu pasti
bangga padamu.Tolong bimbing Revan supaya mengikuti jejakmu Nak Vino dan
maafkan saya...maafkan saya....."
Kala Marco menghembuskan nafas terakhir,Rani sadar dari
komanya.Laras sangat gembira,"Mama?Syukurlah mama sudah sadar...aku akan
telpon Vino..."
Vino di RS sedang menenangkan Revan yang kehilangan
ayahnya,"Ini yang terbaik.Ikhlaskan papamu pergi,Kak..."
Hp Vino bunyi,"Sebentar ya Kak...Ya sayang?"
Laras segera memberitahu,"Mama Vin,mama sadar..."
Vino mengusap air matanya,"Itu kabar baik sayang.Revan
pasti akan terhibur hatinya..."
Laras heran,"Ada apa Vin?Apa yang terjadi di
sana?Suaramu agak parau..."
Vino memberitahu,ia tak bisa menutupi apapun dari isterinya
tercinta,"Pak Marco baru saja tiada sayang...kamu jaga mama dulu ya.Aku
akan membantu kakak aku dulu di sini.Aku ingat mendiang papa sayang..."
Laras bangga pada suaminya,"Iya Vin...kamu memang
kepala keluarga yang baik.Bersedia mengurusi pemakaman orang yang telah
berusaha menyakitimu.Aku bangga padamu sayang..."
Bersambung....
Part 550***WINDOW I
I AM HIS QUEEN : The last eps
Kehidupan Revan dan Rani mulai tertata kembali setelah Marco tiada.Mereka tinggal di kediaman Adijaya seperti keinginan Vino.Bahkan Revan kemudian mencomblangkan mamanya dengan Pak Bimo.Sedangkan Anabel malah menjalin hubungan dengan Norman yang telah bercerai dari isterinya.Lalu bagaimana dengan Laras dan Vino?Bisnis Vino kian berkembang.Namanya kian diperhitungkan di kalangan pengusaha terkemuka.Laras sendiri memilih menjadi ibu rumah tangga dan isteri yang baik.Namun tawaran iklan terus berdatangan kepada Laras.Bahkan tawaran untuk fashion show juga berdatangan.Tentu saja Laras meminta ijin sang suami untuk hal itu.Vino tak ingin mengekang isterinya,"Kau boleh terlibat dalam proyek yang telah kulihat kontrak kerjanya terlebih dulu.Aku tak mau kau kelelahan dan pangeran kecil kita terabaikan."
Laras sangat bahagia sang suami membolehkan dia ikut fashion show,"Terima kasih sayang.Aku janji bahwa aku hanya akan terlibat pada proyek yang mendapat restumu sayang..."
Sean dan Sandra berencana untuk menikah dan mereka tertarik dengan gaun pengantin yang diperagakan Laras dalam sebuah fashion show,"Ras,kamu cantik banget bak seorang ratu memakai gaun itu.Luar biasa.Aku mau gaun yang kamu pakai itu sebagai gaun pengantinku nanti."
Banyak orang memuji kecantikan Laras namun tak sedikit yang tak suka,"Siapa sih dia?Kita ini para model senior tapi malah perancang setenar itu memilih wanita yang tak punya latar belakang modelling.Heran..."
Namun mereka bungkam kala kemudian Vino muncul dengan dikawal para bodyguard dan segera memeluk pinggang Laras,"Bukannya itu pengusaha terkenal Alvino Adijaya?Dan ia memeluk model amatiran itu?Siapa sebenarnya wanita itu?"
Pertanyaan mereka dijawab oleh pelayan yang menyajikan minuman,"Kalian ini model2 senior tapi ga tahu siapa wanita itu?Wanita itu adalah isterinya...Bukan sekedar isteri tapi his queen.Aku aja ngefans sama mereka."
Para model itu melongo,"His queen?!!"
Vino menggendong Alvarel yang gemesin.Laras hendak menggendongnya tapi dilarang oleh Vino,"Tidak sayang,biar aku yang menggendongnya.Kau kan sedang hamil sekarang.No outside job from now."
Ya Laras hamil lagi.**TAMAT**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar