Part 521***I AM HIS QUEEN
Great heart...
Bila Revan dan Vino tengah rekonsiliasi maka Laras tengah
menidurkan baby Varell,"Sejak tadi nangis terus...sekarang dah tenang.Ini
pasti kontak batin sama papanya deh.Apa Vino sedang sedih ya?'
Laras menyelimuti tubuh mungil putranya,"Mukanya masih
sembab habis nangis.Oh...sayang...jagoan mama...Jangan nangis terus ya?Mukanya
makin merah kalau nangis.Kesayangan mama...kebanggaan papa..."
Laras mencium pipi tembem putranya,'Ga sangka ya...aku jadi
ibu seorang anak keluarga sekaya keluarga Adijaya.Siapa yang mengira gadis yang
dulu pakai sandal jepit kemana2,tukang cuci baju tetangga...kini melahirkan
penerus keluarga jetzet.Keluarga milyarder Adijaya.Tuhan,mimpipun ga pernah
diri hamba mendapat karunia sebesar ini.'
Laras memandangi putranya dengan berkaca2,'Aku pikir duniaku
hancur kala aku tahu harus Revan memanfaatkanku untuk menjebak adik
tirinya.Alvino Adijaya.Papa kamu sayang...papa kamu...'
Varell senyum sendiri di tidurnya,membuat Laras ikut
tersenyum,"Kamu kayak papa kamu.Senyumnya mahal.Kamu tahu dulu mama takut
banget saat bertemu pertama kali dengan papa kamu.Mama pikir dunia mama akan
berakhir.Mama bakal dipenjara karena sudah terlibat dalam penipuan.Tapi papa
kamu ga memenjarakan mama.Dia malah mencintai mama.Cinta yang sesungguhnya.Mama
bahagia sekali...bagai menemukan oase di padang gurun.Bagai mimpi
rasanya.Bayangin saja papa kamu itu pria idaman wanita banget.Dia
baik,penyayang,agak dingin memang kalau sama wanita...kecuali mama tentunya
he..he.."
Varell miring kepalanya
seakan mendengarkan cerita mamanya,Laras mengusap kepalanya,"Kamu kelak
harus mencontoh papa kamu.Dia itu serius tapi berhati lembut."
Mety lihat Laras menguap,"Mbak Laras tidur saja.Biar
saya yang jaga Boss junior."
Laras membetulkan selimut Varell,"Mama tidur dulu ya
sayang..."
Mety membantu nyonya mudanya berbaring,"Pelan2
mbak..."
Laras berpesan,"Kalau Vino datang bangunin aku ya mbak
Mety."
Mety mengangguk,"Iya mb tenang saja."
Mety menutup tirainya agar Laras lebih nyaman,'Beruntungnya
aku kerja sama majikan yang baik banget.Kudoain mbak Laras dan Mas Vino anaknya
banyak jadi aku bakal dipekerjakan terus.He..he..'
Bersambung....
Part 522***I AM HIS QUEEN
Sinfull generation....
Vino lega telah melepas pengampunan pada Revan,"Ayo kita temui mama kak.Beliau pasti senang kakak sudah bertobat."
Revan melihat sekali lagi ke arah makam,'Revan pergi dulu Pa...Tapi Revan janji akan sering kemari.'
Baru hendak masuk mobil tiba2 datang dua mobil lain,para bodyguard segera waspada melindungi Vino.Marco keluar dari salah satu mobil,"Sudah kuduga pasti kalian ada di sini.Vino,kau pasti senang karena sebentar lagi kau akan menemani ayah kamu di alam baka."
Revan yang heran,"Apa maksud perkataanmu Pak Marco?Vino akan menemani papa Adijaya?"
Marco melihat ke arah putranya,"Kau panggil apa ke papa?"
Revan menatap tajam,"Di mata saya Anda bukan ayah saya."
Marco menyeringai,"Jadi kamu menganggap ayahnya Vino lebih pantas kamu sebut papa begitu?!"
Revan mengajak Vino masuk mobil,"Kita pergi saja Vin.Aku tak mau bicara dengan orang ini."
Vino kaget juga,'Kupikir Revan masih berkomplot dengan ayahnya.Tapi sepertinya aku salah.'
Marco menghadang langkah mereka,"Tidak Revan!Vino akan ikut papa!Dia itu saksi kunci bahwa Papa telah membunuh Robert.Kau mau papa masuk penjara?"
Revan malah berkata,"Tenang saja Pak Marco.Jika Anda tak mau mendekam di penjara mempertanggungjawabkan semuanya.Saya bersedia menggantikan Anda.Bagaimanapun darah di tubuh saya adalah darah Anda."
Marco terpana,"Kau gila Revan?Membunuh orang tidak ringan hukumannya apalagi pembunuhan berencana.Tidak!Papa tidak mau dipenjara.Papa akan hilangkan semua saksi kunci dan kemudian kita pergi keluar negeri.Kita mulai hidup baru di sana."
Revan menggeleng,"Tidak!Revan tidak akan menjadi pecundang lagi.Sudah cukup!!Vino tidak akan kemana2!Kalau Anda mau pergi keluar negeri silakan.Tapi jangan ajak Revan!!Dan satu hal lagi jangan sakiti keluarga Adijaya!Terutama Vino."
Marco tak menduga dengan reaksi putranya,"Van,kamu dicuci otak sama Vino?Apa yang dia lakukan padamu Nak?Dia akan jebloskan kita ke penjara.Kamu mau jadi napi?Hidup dibalik jeruji besi?Ga bisa melihat dunia luar?Kamu ga tahu bagaimana penjara.Papa pernah Van.Dan itu tidak enak!"
Revan lelah menjelaskan,"Revan buta selama ini tak melihat betapa menderitanya mama karena ulah Anda."Tbc...
Part 523***I AM HIS QUEEN
Be set at....
Marco melihat betapa gigihnya Revan melawan dia,"Okay!Kamu sekarang jadi berbalik menentang papa kandung kamu sendiri.Tapi papa yakin Vino akan memilih ikut dengan papa karena bila dia tidak ikut maka seseorang akan menyusul Robert."
Vino tegang seketika,"Pak Marco,Anda mengancam saya?"
Revan memandang tajam ke Marco,"Hentikan mengancam hidup seseorang Pak Marco.Hentikan!"
Marco memanggil bodyguard andalannya,"Jon....tunjukan siapa orangnya!"
Joni mengeluarkan seseorang dari dalam mobil,orangnya tak sadarkan diri.Vino terkejut,"Sean?Apa yang kalian lakukan padanya?!"
Sean membuka matanya,"Dimana aku?Mana Lola?Vino?Marco?Hey...it is not happen again right?I don't want to die..."
Marco terkekeh,"Lola adalah gadis mata duitan.Ditawari uang dia akan langsung patuh.Sengaja aku suruh dia mengajakmu keluar dari area kantor.Selanjutnya mudah saja tinggal mencampur sesuatu dalam minumanmu dan selanjutnya kau kembali menjadi sandera kami.Nice scenario right?"
Sean tak menduga,"Lola adalah antek kalian?"
Marco kembali tertawa,"Dulu kau tertipu oleh agenku Sandra.Walaupun kini dia sudah membelot.Tapi uang selalu memikat siapa saja apalagi buat Lola.Jangankan kekasihnya dirinya saja akan dia serahkan demi uang."
Sean ga sangka,'Lola selama ini cuma mau uang aku.Setelah semua yang kuberikan padanya...'
Marco menodongkan pistol ke kepala Sean,"Sudah cukup basa basinya!Sekarang Vino,kamu pilih selamatkan diri kamu atau sepupu kamu?Tinggal bilang saja."
Vino jelas memilih Sean,"Kau selalu mengancam nyawa orang.Lepaskan Sean!Aku akan ikut denganmu."
Marco menggeleng,"Tidak!Kamu dan Sean adalah saksi kunci.Aku tak akan melepaskan kalian.Jon,bawa mereka ke mobil!"
Revan melihat Joni lengah dan segera merebut pistolnya,"Berhenti kalian!!Lepaskan mereka Pa....atau..."
Marco terpana,"Revan apa yang kaulakukan?Mereka itu berbahaya bisa membuat papa dipenjara!"
Revan menodongkan pistol ke kepalanya sendiri,"Lepaskan mereka atau papa akan kehilangan Revan untuk selamanya!"
Vino dan Sean kaget,Marco apalagi,"Revan...kamu ini kenapa?Kamu jangan nekad,Nak!!"
Revan meraih Vino dan Sean dari Joni,"Revan ga peduli Pa sama hidup Revan lagi."Tbc..........
Part 524***I AM HIS QUEEN
Call them brethen....
Di RS,baby Varell tiba2 nangis kenceng sampai terbangun Laras dari tidurnya,"Hoeeek!!Hoeeek!!"
Mety udah coba nenangin tapi malah tambah kejer,"Hwaaa!!Hwaaaa!!"
Laras segera meminta Varell,"Bawa sini mb Mety...mungkin dia haus."
Varell diberikan ke Laras,dibaringkan disebelahnya,"Kenapa sayang?Nangisnya kenceng banget.Cup...cup...mama disini kok."
Laras melihat jam dinding,'Vino kenapa belum kesini ya?Apa macet?Atau ada masalah di kantor?Aku telpon Pak Bimo saja usai si kecil ini anteng.Ya ampun tangannya kayak mencari2 gitu.'
Varell lihatin mamanya lalu merem lalu melek lagi.Gelisah gitu.Tapi udah ga nangis lagi cuma muyek.
Laras meraih tangan mungil putranya,"Sayang,anak mama...kita berdua sama2 nunggu papa.Kamu tenang ya...papa kamu itu pasti akan segera kemari.Okay sayang.."
Varell seakan mengerti dan mulai mencoba merem walau setengah,weleh...baru mau merem full setelah Laras mengajaknya berdoa,"Kita berdoa ya buat papa ya sayang.Semoga Tuhan selalu melindungi papa kamu.Dijauhkan dari segala keburukan.Dijagai setiap perjalanannya.Diluputkan dari mara bahaya.Bisa kumpul lagi sama kita.Amin."
Varell akhirnya bisa sleeping.Laras lalu meraih meminta hpnya,"Tolong hp saya mbak Mety..."
Laras menghubungi Bimo,"Lho Pak Bimo ga sama Vino?Saya pikir Vino pergi ke makam sama Pak Bimo."
Bimo malah jadi gelisah,"Ya udah saya akan susul ke sana mbak Laras."
Laras setuju,"Iya Pak.Nanti saya dikabari ya?Makasih Pak Bimo."
Bimo melihat Rani juga ga tenang,"Bim,Revan kemana ya?Hpnya ga aktif Bim.Coba kamu cari dia Bim."
Bimo berdiri,"Saya akan mencari Mas Revan Bu Rani.Permisi."
Bimo membawa beberapa bodyguard,"Kalian ikut saya!"
Sementara itu di makam,suasana masih mencekam.
Marco jelas terpana melihat anaknya begitu berubah,"Van,kamu bercanda kan Nak?Kamu ga mungkin serius kan?Kamu mau menukar nyawamu sendiri buat mereka?"
Revan malah menatap tajam ke papanya,"Kenapa ga Pa?Aku kan belajar dari papa menyia2kan aku dan mama sehingga kami hidup terlunta2.Bahkan papa juga ga peduli saat Revan sekarat.Sekarang kenapa Revan harus peduli pada perasaan Papa?Jauh lebih baik jika Revan mati saat itu."Bersambung......
Part 525***I AM HIS QUEEN
Concerning me...
Bimo menelpon Anabel lebih dulu,"Apa mas Vino di sana?"
Anabel jawab,"Ga.Sean juga ga ada.Coba aku tanya Sandra."
Sandra jawab,"Pak Vino pergi usai conferensi pers.Kalau Sean lunch sama Lola.Pak Vino perginya sama bodyguard kok.Tapi ...jam makan siang sudah habis.Kok Sean belum datang juga ya?"
Sandra melihat Lola datang tapi sendirian,"Bukannya kamu makan siang bareng Sean?Kok sendirian baliknya?Sean mana?"
Lola jawab sambil senyum sinis,"Kepo amat jadi cewek?Demen ya sama pacar aku?Ngaku aja!"
Sandra malah jadi cemas,"Lola,aku ga ada niat kayak gitu.Aku nanya soal Sean karena Bu Anabel nyari dia.Ini soal kerjaan bukan urusan pribadi."
Lola malah jalan sambil memainkan kunci kontak mobilnya Sean dan hpnya Sean,"Katanya ada urusan.Ga tahu urusan apa.Aku kan ga kepo kayak kamu.Udah aku mau balik kerja.Bye..."
Sandra merhatiin kunci kontak yang dipegang Lola,'Itukan kunci mobilnya Sean?Ini aneh.Aku hubungi Sean aja deh.Aku jadi cemas nih.Sean kan disuruh ngurus kantor kok malah pergi ga jelas gini.'
Tapi ga aktif,'Aku akan lacak dengan gps aja.Ada dimana dia.Untung saja hp dia sama modelnya denganku.'
Sandra menemukan lokasi Sean,"Anabel aku pergi dulu ya."
Sandra memberitahu Bimo,"Pak Bimo,saya sedang melacak keberadaan Sean.Arahnya di pinggiran kota."
Bimo jawab,"Pemakaman keluarga Adijaya juga di pinggiran kota.Apa mas Sean ikut mas Vino?Coba saya hubungi team saya."
Bimo coba hubungi anak buahnya,'Aneh kenapa pada ga bisa dihubungi ya?'
Sementara Sandra dan Bimo otw ke pemakaman,Revan masih menodongkan pistol ke dirinya kali ini diarahkan ke jantung dia,"Lepaskan mereka Pa!!Aku ga main2!"
Marco memandang Joni,"Lepaskan mereka Jon."
Vino hendak masuk ke mobil,"Kakak ayo masuk!Kita pergi dari sini!Aku ga akan pergi tanpa kakak!"
Revan tahu sifat ayahnya,benar saja Marco berupaya menembak Vino,"Vino awas!!"
Revan segera mendorong tubuh Vino,"Dor!!"
Marco terbelalak melihat siapa yang tertembak,"Revan!!!"
Revan ambruk ditangkap oleh Vino,"Kakak!!"
Sementara itu Rani yang hendak minum obat jatuh ga sengaja menjatuhkan foto Revan yang dipigura kaca,"Pyaar!!"
Rani jadi cemas,"Ada apa ini?Perasaanku tidak enak..."
Bersambung
Part 526***I AM HIS QUEEN
To suffer....
Saat Rani mau mengambil foto Revan jarinya malah kena pecahan kaca,darah menetes mengenai foto Revan.Kian ga enak perasaannya,"Ya Tuhan...jagai Revanku.Aku sayang padanya.Jagai dimanapun dia berada ya Tuhan...aku mohon."
Dipemakaman,Revan terkulai dipelukan Vino,"Vin ...kamu gpp kan?"
Vino berkaca2,"Aku gpp kak.Justru kakak yang berdarah....aku akan bawa kakak ke RS.Sean cepat bantu aku!Kalian siapkan mobil cepat!!"
Marco masih shock,"Tidak...apa yang telah kulakukan?Ini semua karena keluarga Adijaya!!"
Marco hendak menodongkan pistolnya ke Vino namun Bimo datang,"Hentikan Marco!!Atau aku akan menelpon polisi sekarang juga!!"
Vino lega Bimo datang,"Syukurlah Bim kamu datang!Revan Bim!!Cepat tolong Revan!!"
Joni segera membawa Marco pergi,"Kita pergi saja bang."
Marco mau bersama Revan,"Tapi putraku...Revan..."
Joni memaksa,"Tuan muda ada di tangan yang baik.Mereka akan merawatnya.Kita pergi saja."
Revan dimasukan ke dalam mobil,Vino yang memeganginya,"Bertahan kak!!Cepat Bim!!"
Revan memang merasa sakit tapi ia tersenyum,"Aku belum pernah sebahagia ini Vin....kini aku merasa pantas disebut kakak olehmu...Vin..."
Revan pingsan.Sandra datang dan langsung memeluk Sean,"Sean!!Kamu gpp?"
Sean menjawab,"I am all right.But Revan...he's bleeding a lot."
Sandra melepas pelukannya,"Ayo ikut mobil aku.Kita ikuti mereka ke RS.Ayo!!"
Sean masuk ke mobil Sandra mengikuti mobil Bimo.Mobilnya Vino dibawa pengawalnya.Di mobil Sean cerita semua pada Sandra,"Pak Marco menembak anaknya sendiri.Dia bermaksud membunuh Vino.Dia mau melenyapkan kami."
Sandra malah penasaran,"Tapi bagaimana kau bisa dibawa Marco ke mari?"
Sean memegangi kepalanya,"Aku ingat pergi makan dengan Lola lalu ia bilang ada yang ketinggalan di mobil.Aku berikan kunci mobil padanya tapi dia ga kembali malah aku tiba2 didatangi anak buah Marco.Dipaksa ikut sama mereka."
Sandra berpikir,"Apa Lola bekerja sama dengan Marco?"
Sean masih memegangi kepalanya yang masih terasa pusing dipukul dengan benda tumpul oleh anak buah Marco,"Aku ga sangka Lola ternyata berpihak pada mereka.Kepalaku sakit..."
Sandra berkata,"Nanti di RS sekalian dicek ya Sean kepalamu.."Bersambung........
Part 527***I AM HIS QUEEN
Sacrificed...
Revan dibawa ke RS dimana Laras juga berada,disana memang
paling bagus peralatan dan pelayanan medisnya.Tubuh Revan segera dibawa ke
ruang UGD.Vino menelpon Laras,"Sayang,...aku takut..."
Laras bertanya,"Vin,kamu gpp kan?Kamu dimana?"
Vino menjawab sambil gemetar,"Aku dibawah di ruang
UGD....Revan...Ras..."
Laras melihat Alvarell tidur,"Aku ke sana...kamu tenang
ya Vin...aku ke sana."
Vino nanya,"Anak kita..."
Laras menjawab,"Dia baru saja tidur.Ada mbak Mety dan
Ayah juga."
Laras titip Varell ke ayahnya,"Ayah,Laras ke bawah dulu
ya.Vino butuh Laras.Titip Varell ya Ayah...kalau dia nangis segera hubungi
Laras."
Pak Syamsul mengangguk,"Iya Nak.Pergilah.Disini banyak
bodyguard juga."
Laras pergi ke bawah.Vino memang nampak tegang apalagi ga
lama ia nutup telpon Rani nelpon,"Vin,perasaan mama ga enak Sayang.Tolong
cari Revan sayang..."
Vino memandang Bimo,pengawal kepercayaannya itu
mengerti,"Saya akan menjemput Bu Rani kemari Mas..."
Vino mengangguk lalu menjawab mamanya,"Mama...Bimo akan
jemput mama sekarang.Revan di sini bersama Vino."
Rani curiga,"Disini...kamu dimana Vin?"
Vino menjawab,"Revan di sini di RS..."
Rani tercekat,"Mama mau bicara sama dia...mama mau
minta maaf soal kejadian di kantor tadi..."
Vino jadi serak suaranya,"Maaf Ma...Revan tidak bisa
menerima telpon sekarang...dia..."
Rani kian cemas,"Apa maksudmu dia tidak bisa Vin?Revan
masih marah sama mama?Atau..."
Vino ga bisa menutupi ketakutannya sendiri,"Vino tunggu
mama di sini..Bimo akan cerita semuanya nanti ke mama...maaf Ma Vino harus
bicara dengan dokter."
Rani kian khawatir,"Dokter?...Vino?Apa yang terjadi?...Vino?"
Rani segera mengambil mantelnya,"Aku harus pergi ke
RS..."
Dokter mengatakan,"Pasien harus segera
dioperasi.Pelurunya harus segera dikeluarkan."
Vino setuju,"Lakukan semua yang harus dilakukan untuk
menyelamatkan kakak saya Dok.Saya akan urus semua administrasinya."
Dokter mengangguk,"Kami akan segera mempersiapkan
operasinya."
Vino hendak menuju ruang administrasi kala Laras
tiba,"Vin!"
Keduanya segera berpelukan,"Sayang..."
Dipelukan Laras,Vino menumpahkan semuanya,"Kakakku
Ras...dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan aku..."
Tbc.
Part 528 *** I AM HIS QUEEN
worthy....
Laras lega sekali melihat sosok tampan berjas putih
dihadapannya,"Kau tidak apa2?Ada yang luka tidak?"
Vino terharu melihat isterinya mencemaskannya,dipegangnya
bahu sang isteri,"Aku tidak apa2 Ras.Yang tertembak bukan aku tapi
kakakku.Revan dia menjadikannya dirinya perisai bagiku."
Laras tak percaya sebenarnya tapi ayah dari anaknya tak
mungkin berbohong apalagi urusan nyawa,"Siapa yang melakukannya Vin?Kau
baru saja kembali.Aku tak mau kehilangan kamu Vin..."
Vino baru sadar betapa isterinya hampir saja jadi
janda,"Aku tidak apa2.Jangan takut.Aku disini.Marco dia mau melenyapkan
aku dan Sean.Sean bersama Sandra tadi.Ah itu mereka."
Sean datang bersama Sandra,"Bagaimana Revan,Vin?"
Sandra tersenyum pada Laras.
Vino menjawab,"Revan harus dioperasi.Aku sedang
menunggu berkasnya dari perawat."
Perawat datang dan memberikan berkas2 yang harus
ditandatangani,"Ini persetujuan tindakan operasi.Mohon tanda tangan di
sini."
Semua menanti dengan cemas,Laras memegang tangan
Vino,"Jasmu ada bercak darah Vin.Lepas saja."
Laras membantu Vino melepas jasnya,Sean memperhatikan,'Enak
ya punya isteri.Ada yang merhatiin.Aduh aku ini selalu saja ga beruntung soal
cewek.Nyawa hampir saja melayang karena Lola.Aduh...'
Sean megangi kepalanya,Sandra melihat ada bercak
darah,"Sean,kepala kamu berdarah.Sebaiknya ke dokter yuk.Biar
diperiksa."
Vino mendekat,"Iya Sean.Pergilah.Ada Laras bersamaku
sebentar lagi Mama aku juga akan datang bersama Bimo."
Sean menurut,"Aku periksa kepalaku dulu ya Vin..."
Sandra menemani Sean,"Pak Vino,Bu Laras saya temani
Sean dulu."
Sandra begitu perhatian pada Sean,"Pelan2 Sean.Kamu
agak pusing ya..."
Sementara itu Bimo dah sampai kediaman Adijaya,pas banget
Rani mau keluar mobilnya,"Bimo!Apa yang terjadi dengan Revan?Katakan
padaku Bim!"
Bimo membuka pintu,"Bu Rani masuk dulu saja saya akan
beritahu di jalan."
Rani segera masuk,"Apa Revan terluka Bim?"
Bimo memberitahu,"Mas Revan tertembak."
Rani terpana,"Apa?Siapa yang menembaknya?Dimana
kejadiannya?Lalu keadaannya bagaimana Bim?"
Bimo menjawab saat di lampu merah,"Tenang dulu Bu
Rani.Mas Revan sedang ditangani dokter sekarang.Mas Vino bersamanya."
Bersambung......
Part 529***I AM HIS QUEEN
Ready to die....
Rani bertanya pada Bimo,"Siapa yang mencoba melukai
anak2ku Bim?"
Bimo terdiam sejenak,"Sebaiknya Bu Rani melihat keadaan
Mas Revan dulu.Kita sudah sampai."
Rani bergegas turun dari mobil,"Siapa orangnya Bim?Apa
aku mengenalnya?"
Bimo berat mengatakannya,'Bagaimana ini?Bu Rani pasti shock
jika tahu Marco pelakunya.Mungkin biar Mas Vino saja yang mengatakan
kebenarannya.'
Sementara itu Marco meminta Joni menghentikan mobil di depan
RS,"Aku harus mengetahui keadaan Revan..."
Joni mencegah bossnya itu turun,"Bang...abang mau masuk
penjara lagi?Mereka akan langsung melaporkan abang ke Polisi.Sebaiknya abang di
sini saja.Biar anak buah saya yang akan mencari tahu soal mas Revan.Saat ini
abang sebaiknya bersembunyi dulu."
Marco resah,"Tapi aku melihat Rani tadi Jon....aku
harus jelaskan semua sama dia.Aku tak mau dia salah paham...Aku tak sengaja
menembak Revan..."
Joni berkata lagi,"Bang,di mata Bu Rani,Vino itu juga
anaknya.Jadi di mata Bu Rani abang tetap salah.Bu Rani tak pernah membedakan
kedua anaknya itu Bang."
Marco terdiam,'Joni benar,di mata Rani,Vino juga
anaknya.Bagaimanapun dia akan tetap menyalahkanku.'
Sementara itu didepan ruang operasi,Vino nampak cemas.Laras
mencoba menenangkannya,"Vin,duduklah...kekhawatiran tidak akan membawa
kemanapun.Sebaiknya kita berdoa."
Vino duduk dekat isterinya,"Ras,aku takut..."
Laras meraih tangan suaminya,"Kau tahu...inilah yang
membuatku sangat mencintaimu...hatimu yang penyayang...hatimu yang tak bisa
dipahitkan oleh keadaan dan perlakuan jahat orang lain.Hati yang begitu putih
Vin...dan hati yang tulus seperti ini yang Tuhan cari.Doamu akan didengarkan
oleh Dia...ayo kita berdoa Vin..."
Vino mengangguk haru dan mulai berdoa,"Tuhan,selamatkan
kakakku.Selamatkan Revan.Berikan kemampuan pada team dokter untuk melakukan
tindakan medis.Berikan kehidupan ya Tuhan.Kau yang empunya nafas
kehidupan,jangan ambil kakakku ya Tuhan.Aku sayang dia.Walau dia bukan kakak
kandungku.Namun aku sangat ingin punya saudara.Jangan ambil dia ya Tuhan.Aku
mohon...Amin."
Air mata menetes tanpa Vino sadari,namun ia lebih
tenang,dipandangnya Laras penuh haru,"Terima kasih ya sayang...terima
kasih."
Tbc..
Part 530 *** I AM HIS QUEEN
Book of life.....
Rani terus mendesak Bimo sepanjang koridor RS untuk
memberitahu dia apa yang sebenarnya terjadi,"Bim,aku ibu Revan dan Vino,aku
berhak tahu Bim!"
Bimo menahan nafas,'Aduh...aku ga tega mengatakannya.Ayah
dari putranya sendiri yang menembak putra kandungnya.Pasti Bu Rani akan
shock.Bu Rani kan sedang tidak sehat juga.Gimana kalau drop?'
Vino mendengar suara langkah mendekat,"Itu mama
Ras!"
Rani melihat Vino,"Syukurlah kamu gpp Sayang...Katakan
pada mama sayang...bagaimana kakakmu?Dimana dia?"
Vino memeluk mamanya,"Revan didalam Ma.Sedang ditangani
dokter."
Rani melihat jas putih milik Vino yang ada bercak darahnya
dekat Laras,lalu melihat ruangan dimana Revan berada,"Darah...ruang
operasi...Apa yang terjadi pada kakakmu Vin?Kenapa Revan harus dioperasi?"
Vino memandang ke arah Bimo dan dibalas dengan gelengan
kepala oleh Bimo,'Sepertinya mama belum tahu apa yang terjadi...Bimo pasti ga
mau mama sedih.'
Vino memandang Laras dan Laras mengangguk sambil menahan air
mata,'Kau harus beritahu mama Vin.Mama berhak tahu...'
Vino mengambil nafas dengan berat,tak pernah ia ingin berada
di posisi sekarang ini,memberitahukan sesuatu yang akan membuat sedih hati
seorang wanita yang telah ia anggap bak ibu sendiri,"Ma...tadi Vino ke
makam papa.Disana Vino bertemu Revan.Kami sepakat akan memulai kembali lembaran
baru sebagai kakak dan adik.Namun...tiba2 Pak seseorang datang dan ia membawa
Sean sebagai sandera...."
Rani terhenyak,"Sean sebagai sandera?Lalu dimana
Sean?Apa dia juga terluka?Siapa orang jahat itu?Berani sekali dia mengusik
keluarga Adijaya?"
Sean datang dipapah Sandra,kepalanya dibalut,"Sean gpp
Aunty....Hanya luka sedikit."
Rani segera mendekati Sean,"Tega sekali orang itu
melukai kamu Sayang...katakan apa sebenarnya mau orang itu menyandera kamu dan
siapa orang jahat itu?"
Sean malah memandang Vino,Rani jadi ikut memandang
Vino,"Kenapa kalian?Apa mama kenal sama orang itu?Apa Revan juga terluka
karena dia?Vin apa yang terjadi pada Revan?Bagaimana ia bisa terluka.Dibagian
mana ia terluka?Mama cemas Vin..."
Vino berkeringat dingin,"Orang itu mau melenyapkan Vino
dan Sean Ma...dia hendak menembak Vino....tapi..."
Tbc...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar