I am His Queen part 491
Part 491**I AM HIS QUEEN They says...
Mety gembira sekali melihat majikannya
kembali,langsung sujud syukur dia,"Terima kasih Tuhan,akhirnya kau jawab
doa hamba.Mas Vino kembali!Terima kasih.Terima kasih."
Mety langsung mencari hpnya,"Mas Ahua harus dikasih
tahu.Biar doyan makan lagi.Sejak Mas Vino pergi Mas Ahua itu jadi ga selera
makan....Hpku mana yo?"
Vino berkata,"Mbak Mety,jangan sebarkan dulu ya karena
saya belum muncul secara resmi di publik.Soal kembalinya saya,keep dulu
sementara.Mbak Mety bersedia kan melakukan itu buat keluarga Adijaya?"
Mety jelas siap,"Siap Mas Vino.Saya akan tutup
mulut."
Mety ga berani banyak nanya,'Patuh aja.Dibawah perintah itu
paling aman.Daripada kepo malah cilaka ntar kayak Si Lastri.'
Bimo masuk,"Maafkan saya Mas Vino,ada hal penting yang
ingin saya bicarakan."
Mbak Mety mengerti,"Saya bawa koper ke dalam
dulu.Permisi."
Bimo masih ragu mau ngomong soalnya masih ada Laras
disitu,Vino heran,"Bicara saja Bim!Aku tidak akan menyembunyikan apapun dari
isteriku.Go ahead!"
Bimo sempat ragu,"Ini Mas soal perusahaan.Tadi dewan
direksi mengadakan rapat katanya banyak yang mendengar rumor yang jelek
mengenai..."
Bimo lihatin Laras,Vino menebak,"Apakah mengenai
Laras?"
Bimo mengangguk,"Iya Mas.Barusan Sandra menelpon
saya mengatakan bahwa Bu Rani sedang berusaha menjeaskan kepada mereka."
Laras jadi ingin tahu,"Apa yang mereka katakan Pak Bimo
mengenai saya?"
Bimo menjawab,"Mereka mendengar banyak berita miring
seputar mbak Laras.Berita itu sepertinya sengaja diisukan untuk menjatuhkan
image perusahaan."
Vino segera merengkuh sang isteri dan menggenggam
tangannya,"Membicarakanmu berarti membicarakanku.Sebenarnya tujuan isu itu
adalah aku.Kau tenang saja Sayang.Suamimu sudah kembali.Kau fokus saja pada
anak kita.Aku akan atasi masalah ini.Ayo Bim kita bicara di tempat lain.Kasihan
isteriku ini dia perlu banyak istirahat.Tidur ya sayang.Aku ada di sekitar sini
kok.Sean bahkan sudah menyewa hotel terdekat."
Laras memang sudah sangat lelah,"Aku percaya padamu Sayang."
Vino mencium kening
isterinya lalu berpesan pada Mbak Mety untuk menemani Laras.Bimo dan Vino
bicara di ruangan lain,"Katakan semua dengan detil sekarang Bim!"
Bersambung.....
I AM HIS QUEEN PART 492
Part 492**I AM HIS QUEEN Spread abroad...
Vino sebenarnya bergejolak mendengar isterinya dianggap yang
ga2,"Jadi Laras dianggap ga layak jadi pimpinan perusahaan?"
Bimo mengangguk,"Iya Mas.Bu Rani mendapat info
bahwa rumor itu telah meresahkan jajaran direksi sehingga mereka ragu dengan
masa depan perusahaan."
Vino berkata,"Ada yang ingin merusak citra perusahaan
dengan menghancurkan nama baik pimpinannya.Berita apa saja yang tersebar
mengenai Laras?"
Pak Bimo menunjukkan hpnya,"Ini Mas.Sudah dimuat bahkan
di media.Mbak Laras dianggap dalang hilangnya Mas Vino selama ini.Mbak Laras
dianggap money digger.Cuma ingin merebut harta Mas Vino.Menghilangnya mas Vino
setelah pengalihan aset kian mempertajam isu ini."
Vino jadi merasa bersalah,'Kasihan Laras,pasti banyak orang
telah menyebarkan hal ini dan memahitkan hatinya.Berita ini hanya ingin
menggiring opini publik agar memandang rendah Laras sehingga ia akan
menyerahkan posisinya ke orang lain.Kasihan isteriku,pasti ia telah tahu semua
ini.' Vino tiba2 saja ingin berada di dekat sang isteri,"Bim,besok aku
akan selesaikan masalah ini.Kamu cari saja siapa orang2 yang telah menjadi
provokator masalah ini.Malam ini aku akan tidur di sini.Katakan pada Sean untuk
mengecek semua laporan perusahaan.Aku ingin mengetahui perkembangan perusahaan
selama aku pergi.Jangan lupa tetap waspada!"
Bimo segera menyampaikan pesan itu kepada Anabel via
phone,"Anabel,saya minta semua laporan perusahaan dibawa kemari oke?"
Anabel protes,"Enak aja kamu minta data penting top
secret perusahaan ke saya,mau buat apa hey laporan itu?Aku ga akan
berikan!"
Bimo akhirnya berkata,"Kamu berani membantah perintah
Mas Vino?"
Anabel terkejut mendengarnya,"Apa?!Tuan
Vino?Wait...wait...aku jadi ingat mau nanya sesuatu ke kamu Bim.Tapi aku lupa
terus.Tadi aku lihat mas Sean...jadi Tuan Vino beneran come back?Beneran kamu
Bim?"
Bimo berkata lagi,"Kamu sudah ketemu dia tadi."
Anabel terpana,"Dimana?Perasaan sejak tadi aku cuma
ketemu kamu,Norman,Mas Sean sama ..." Anabel ingat pada satu dokter yang
terus saja memeriksa kondisi Laras,"Oh My God...Dokter itu...Astaga
Bimo!!Kenapa kamu ga ngasih tahu saya kalau itu adalah..Tuan Vino??"
Bersambung.....
I am His Queen part 493
Part 493�I
AM HIS QUEEN To be head of...
Mety menata pakaian majikannya di lemari,"Mbak
Laras saya seneng banget Mas Vino sudah kembali.Pas banget di saat mbak Laras
melahirkan pula.Selamat ya mbak Laras.Ada dua kebahagiaan sekaligus."
Laras ga koment ga reaksi juga,bikin Mety menoleh,'Jangan2
aku ngomong sendiri...'
Namun Laras ternyata ada
berbaring di ranjang dengan wajah sedih.Pandangannya kosong,Mety
mendekatinya,"Mbak Laras kenapa?Wajahnya kok sedih gitu?Bukannya harusnya
mbak Laras seneng ya sekarang?"
Laras mencoba tersenyum,"Didalam tertawa bisa berujung
tangisan Mbak Mety...begitupun sebaliknya."
Mety berkerut dahinya,'Waduh ini mah bahasa tingkat
tinggi.Mana aku nyandak mikirnya.Gimana nih cara menghibur Mbak Laras?Kayaknya
sedih banget gitu...kok aku malah jadi ikut sedih ya?' Suara Alvarell menangis
mengejutkan keduanya,"Hwaaaa!!"
Laras hendak turun dari ranjang tapi Mety
mencegah,"Biar saya ambilkan Boss Kecil mbak Laras...mbak Laras ga usah
turun."
Namun digendong Laras
juga ga diem Varellnya,dikasih minum juga ga mau.Malah kenceng
nangisnya,"Oeeeek!!Oeeek!!"
Laras jadi bingung,"Gimana ini mbak Mety?Varell
ga mau diem.Kayaknya ga haus juga."
Vino datang,"Biar aku yang gendong."
Laras senang lihat Vino datang,"Vin,Varell ga biasanya
begini.Coba kalau sama kamu mungkin dia mau."
Varell pindah tangan ke
Vino,eh bener langsung cep.Laras geleng kepala,"Tuh kan manja deh kalau
ada papanya.Ga mau sama mamanya.Dasar anak papa..."
Vino mengelus2 anaknya,"Bukan dia ga mau sama mamanya
tapi dia tahu mamanya sedang sedih makanya dia ikut nangis."
Laras terdiam,air mata coba ia tahan tapi ga bisa,"Aku
ga sedih kok.Kenapa aku sedih coba...hiks...aku sekarang menjadi ibu dan suami
aku juga kembali..."
Vino melihat ke arah mbak
Mety.Dilihat tok aja dah tahu Mety,"Maaf saya tinggal dulu.Saya ada di
depan jika dibutuhkan.Permisi."
Vino menaruh Varell kembali ke boxnya,"Tidur ya
anak papa...Papa mau bicara dulu sama mama kamu."
Vino mendekati isterinya duduk di pembaringan,diraihnya
tangan sang isteri yang hendak mengusap air mata yang menetes lepas dari
kendalinya,"Kau tak bisa membohongi suamimu ini Ras.Hati kita satu.Yang
kamu rasa aku juga bisa merasakannya."
Tbc
I Am His queen part 494
Part 494**I AM HIS QUEEN Be my rock... Laras tahu bahwa ia
ga bisa bohongi sosok di sampingnya ini,dan Vino tahu bahwa menjadi isteri
figur publik seperti dirinya bukanlah hal yang mudah bagi seorang yang
sederhana seperti Laras.Mereka hanya berpandangan dalam diam namun bahasa air
mata mengungkapkan semuanya.Bukan hanya dari mata Laras namun dari mata Vino juga.Laras
melihat air mata mengalir dari mata suaminya,"Hiks...kamu juga
menangis?Biar kuusap..." Vino menggeleng dan malah meraih tangan isterinya
dalam genggamannya,"No...let it be..." Laras tersenyum tapi makin
deres air matanya,"Seorang Alvino Adijaya tidak boleh lemah...hiks...kau
kan kuat Vin...jangan menangis...hiks.." Vino membiarkan air mata menetes
membasahi tangan mereka,"Laras Adijaya adalah isteri Alvino Adijaya yang
kuat,jadi kamu juga jangan menangis sayang...Bukankah seorang isteri adalah
penolong suaminya?Lebih kuat mana harusnya penolong dan yang ditolong?"
Laras diam sejenak,"Tapi mereka ..." Vino meraih sang isteri dalam
pelukannya,"Come here...Jangan memandang tinggi apa yang orang
pikirkan.Semakin tinggi posisi kita anginnya semakin kencang." Laras
menangis di dada suaminya,"Mereka bilang aku...cuma ingin hartamu
saja...tapi ...yang lebih menyakitkan adalah mereka mengira akulah yang
mencelakaimu...Hu...hu....aku ga seperti itu Vin...aku sangat
mencintaimu...hu...hu...aku bahkan sedang mengandung anakmu...tapi mereka tetap
saja ..." Vino tahu hati isterinya pedih.Laras bukanlah wanita dari
kalangan jetzet sedang dunia selalu melihat rupa dan kebendaan sebagai hal yang
tertinggi.Diusapnya punggung sang isteri dengan lembut,"Aku tahu sayang....kau
ga akan mungkin mencelakaiku.Justru kau selalu mendoakanku.Berharap yang
terbaik bagiku.Memberiku cinta yang tulus.Jiwa dan raga.Sayang keluarkan
semuanya...rasa sedihmu...beban hatimu....anggap aja aku ini recycle
bin..." Laras malah jadi berhenti nangis dan mendongak,"Kok tempat
sampah Vin?" Vino memandang sang isteri yang sembab matanya,"Buat
kamu aku akan menjadi apa saja.Jangankan tempat sampah jadi batu saja aku
mau." Laras kian heran,"Batu?Kok batu?" Vino menyandarkan kepala
Laras di dadanya,"Ayo berbaring...aku akan cerita." Tbc........
Part 495 I am His Queen
Part 495**I AM HIS QUEEN Lift me up... Laras siap dengerin
sang suami cerita sambil menikmati iringan musik.Kok bisa ada orkestra di
sana?Musik alami kok,bunyi detak jantung Vino.Weleh...Bunyinya
dug..dug.dug..Vino membelai rambut isterinya yang selalu lembut dan menawan
meski Laras ga suka bikin aneh2 rambutnya.Laras memang wanita sederhana dan
selalu bersyukur dengan pemberian Tuhan,ia ingat Laras bilang,"Yang ori
dari Tuhan adalah yang terbaik." Makanya sang isteri ga suka operasi plastik
tambah ini itu atau yang lainnya.Itulah daya tarik sang isteri,ayunya
alami.Natural dan ga dibuat2.Laras mendongak,"Katanya mau cerita?Kok ga
dimulai ceritanya?" Vino mengecup kepala sang isteri,"Kamu sih bikin
aku ga fokus.." Laras heran,"Kok bisa?Perasaan aku dah mapan deh...ga
ngomong juga..." Vino mesem,"Kamu cantik banget." Laras makin
gumun,'Perasaan aku ga dandan deh.Boro2 dandan.Mau gerak aja susah.Paling cuma
sisiran.Cantik dari mana?' Laras tersenyum,"Kamu emang selalu bikin aku
bahagia ya?Makasih." Vino senang sang isteri dah mau senyum,"Belum
cerita aja dah senyum nih....tapi pujian aku tulus kok Ras,kamu itu emang
cantik.Baiklah back to story...Dulu aku juga alami kayak kamu saat menggantikan
mendiang Papa aku jadi pucuk pimpinan Adijaya Group.Aku masih muda,ga
berpengalaman,mana lagi krisis moneter pula.Banyak orang meragukan aku.Kamu
tahu mereka bilang apa?" Laras pingin tahu,"Apa yang mereka
katakan?Kau kan pewaris yang sah,bagaimana mereka masih mengataimu?" Vino
menjawab sambil mengelus lengan isterinya,"Orang yang jahat akan
mengeluarkan perkataan yang jahat juga.Apa yang keluar dari mulut meluap dari
hati.Jadi kamu jangan kaget jika dicela orang.Mereka itu hanya ingin
menjatuhkan mental kita.Setiap orang apapun status dan kedudukan mereka,pasti
akan hadapi cemooh karena orang iri pada mereka.Bukan karena kamu ga baik tapi
karena mereka iri padamu.Kamu tahu mereka bilang aku ini cuma anak muda sok
teoritis,nebeng nama orang tuanya,intinya mereka meragukan kemampuanku."
Laras ingat perkataan orang tentang dirinya,"Tapi setidaknya mereka tak
menuduhmu berbuat kejahatan seperti yang mereka tuduhkan padaku." Vino
menghela nafas,"Kamu salah Sayang..."Tbc......
Part 496 I AM HIS QUEEN
Part 496**I AM HIS QUEEN The people... Vino tahu perasaan
isterinya,"Sama sepertimu,aku sejak kecil dianggap anak yang membawa
kesialan.Mamaku meninggal usai melahirkan aku.Dan hal itu dijadikan senjata
untuk menjatuhkanku dalam bisnis." Laras terperangah,"Oh ya?Bagaimana
caranya?" Vino melihat langit2 kamar,"Seharusnya kita belajar dari
langit.Langit melingkupi kita.Kau tahu kan bumi itu bulat.Jadi posisi kita
kadang bisa di atas atau dibawah tapi langit selalu menaungi kita.Manusia
selalu ingin di atas.Selalu ingin lebih.Mereka tak tahu bahwa posisi di atas
bisa jadi dipandangan langit kita sedang dibawah.Untunglah Tuhan melihat hati
bukan penampilan luar kita.Waktu itu bahkan kerabat papa sendiri yang
menyebarkan rumor bahwa aku akan membawa kesialan juga bagi perusahaan.Kamu
pasti tahu rasanya dianggap mencelakakan orang yang kau sayang bukan?"
Laras jadi iba pada suaminya,"Aku bisa bayangkan perasaan kamu waktu
itu.Andai aku ada di sisimu saat itu..." Vino memeluk penuh sayang sang
isteri,"Ada mama Rani di sisiku.Dia menguatkanku dan memberiku
semangat.Aku bersyukur sekali mama Rani hadir dalam hidupku." Laras
setuju,"Iya aku juga mama Rani begitu baik padaku.Mengajariku banyak
hal.Mama juga selalu mendampingiku memimpin perusahaan selama kau pergi."
Vino menggenggam jemari isterinya,"Besok aku akan kembali ke
perusahaan.Akan kubersihkan namamu sayang.Kau tenang saja.Jangan sedih lagi oke
mama cantik?" Laras membalas,"Iya papa ganteng....he..he..aku ga akan
sedih lagi.Kamu sudah kembali.Aku bisa fokus menjaga buah hati kita.Tuh bobok
imut.Gemesin banget." Vino lega,"Sekarang kita tidur.Besok adalah
hari yang menentukan." Laras tidur sambil memeluk Vino,"Aku bersyukur
memilikimu..." Vino balas memeluk,"Aku juga bersyukur kau adalah
milikku..." Varell nangis tiba2,"Huaaaa..." Ups..mupeng dia.Vino
segera mengambilnya,"Tidur di sini saja sama mama papa...Varell di tengah
ya." Laras mengelus pipi Varell,"Mau dipeluk juga kayak papa
ya?Sukanya kayak papanya..." Tidur deh Varell diantara kedua orang
tuanya,angler gitu.Vino memandangi isteri dan anaknya,"Aku akan menjaga
kalian ....Tidurlah sayang2ku..." Laras tidur nyusul Varell ke lala
land.Bersambung....
Part 497*** I AM HIS QUEEN Make over... Vino dan Laras
memang benar,Rani sangat menyayangi mereka.Rani masih berada di ruang meeting
utama di kantor pusat Adijaya Group,"Sudah jam segini,saya rasa sebaiknya
kita sudahi saja pertemuan kali ini.Everyone has family right?" Salah satu
jajaran direksi masih ngotot,"Tapi Bu Rani banyak yang harus dibahas.Apalagi
masalah kekosongan kepemimpinan.Seseorang harus duduk di kursi CEO." Rani
memandang orang itu,"Sepertinya Anda begitu bersemangat...tapi besok saya
janjikan akan ada keputusan final siapa yang akan duduk di kursi
tersebut.Selamat malam." Rani segera dikawal oleh Anabel dan Sandra keluar
ruangan.Rani geleng kepala saat jalan menuju lobby,"Hubungi Bimo Anabel!Katakan
bahwa besok waktunya dan berikan semua detil acaranya.Saya capek sekali hari
ini menghadapi orang2 tadi.Mungkin saya akan langsung ke RS saja." Kepada
Sandra ia minta agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk meeting
besok,"Sandra,kamu jangan lupa undang awak media.Karena saya ingin besok
dunia tahu bahwa putra saya yang hilang sudah kembali." Sandra
siap,"Tentu Bu Rani.Malam ini juga saya akan mengurus hal itu."
Sandra menuju mobilnya sambil merenung,'Bu Rani sangat mencintai mendiang
Papanya Pak Vino.Itu terlihat dari kasihnya pada Pak Vino.Padahal Papanya Pak
Vino sudah tiada.Namun cintanya tidak pudar.Aku kagum.Kurasa akupun bisa
seperti dia.Walau nanti jauh dari Sean,namun aku akan terus hidup dengan cinta
di hatiku.' Sedangkan Sean di hotel sedang make over,memotong rambut dan
mempersiapkan diri buat besok.Ia juga mempelajari laporan
perusahaan,"Besok duniaku akan kembali.Welcome back My world."
Sementara Revan sedang makan malam sama papanya,"Pa,besok kayaknya mama
bakal kasih posisi penting buat Revan deh.Siapa lagilah yang bakal mama
percaya?Apalagi dapat masukan dari papa.Tomorrow is a big day!" Marco
mengangkat gelasnya,"Mari kita toast!Semuanya akan menjadi milikmu.Tapi
untuk soal Laras,papa ga yakin.Wanita itu adalah makhluk yang sulit dimengerti."
Revan tersenyum,"Tapi saingan terberat kan sudah ga ada Pa.So secepatnya
Laras juga akan jatuh dalam pelukanku.Ha..ha.." Padahal di RS,Laras tidur
dalam pelukan suaminya.Alvino Adijaya.Tbc......
I am his queen part 498 ( Real )
Part 498��I
AM HIS QUEEN He that ruleth over... Rani mampir ke RS,menjenguk
cucunya,"Dimana putraku?" Bimo menjawab,"Mas Vino didalam Bu
Rani." Rani melihat ke dalam,tersenyum ia melihat Vino dan Laras tidur
dengan buah hati mereka ditengah,Alvarell bangun sebenarnya tapi cuma untek2
bentar karena tahu omanya datang,'How sweet to see them like this..' Alvarell
membuka matanya,walau masih hablur dunia di sekitarnya tapi ia tahu ada orang
lain di dekatnya.Rani berbisik,"Sshhh...ini oma.Bobok lagi ya
Varell...good boy....biarkan papa mama kamu tidur.Ok sayang...oma pulang dulu
ya.See you tomorrow,dear..." Rani berbicara sebentar dengan Bimo
diluar,"Saya tahu pasti Marco dibelakang semua rumor2 itu.Dulu saya juga
diperlakukan sama.Terkesan saya yang salah sehingga ia pergi meninggalkan saya
dan Revan begitu saja.Itulah kenapa Revan tidak saya beritahu soal ini.Revan
bisa saja memberitahu Marco.Bimo,kau harus tetap waspada.Di perusahaan saja
sampai jajaran direksi terimbas isu itu." Bimo menjawab,"Siap Bu
Rani.Besok pagi saya akan bawa Mas Vino ke kantor." Rani lalu
pulang,"Baiklah saya pulang dulu.Pertemuan tadi menguras energi saya.Titip
mereka ya Bim..." Bimo menyuruh anak buahnya mengantar Rani pulang,'Tanpa
disuruhpun saya pasti akan menjaga Mas Vino.Bagi saya Mas Vino bukan sekedar
Boss semata.' Sampai di kediaman Adijaya,Rani tak melihat mobil Revan,"Apa
Revan pergi?" Satpam menjawab,"Iya Bu Rani.Tak lama setelah
Ibu." Rani menghela nafas,'Anak itu.Semoga dia ke kantornya dan ga menemui
Marco.Aku ingin dia setia dulu mengurus perusahaannya yang satu itu.Tapi dia
selalu ingin seperti Vino.Mengatur perusahaan2 yang bernaung di bawah Adijaya
Group.' Revan sendiri memilih nginep di rumah papanya,"Revan seneng banget
Pa...ga ada lagi Vino...Laras juga ga akan urusi kerjaan lagi.Akhirnya hari
yang dinanti tiba.Yuk karaokenan aja Pa,hang out kemana gitu." Marco
setuju,"Papa akan ajak kamu ke tempat temen papa...asyik tempatnya kamu
pasti suka." Menjelang dini hari,di RS,Laras bangun karena Alvarell
haus.Setelah menidurkan si kecil,ia memandangi Vino yang masih pulas,'Ya
Tuhan...wajahnya jadi pirus.Rambutnya jadi panjang gini.Aku akan mengurusmu
sayang...' Tbc........
I Am His Queen part 499
Part 499***I AM HIS QUEEN The coming... Laras berkaca2
memandangi suaminya,ia berlutut di samping tempat tidur sambil berdoa,'Ya
Tuhan,terima kasih telah membawa dia kembali ke sisiku.Terima kasih telah
menjaganya selama diluar sana.Entah apa yang telah dia lewati untuk bisa
kembali padaku.Terima kasih telah meluputkannya dari jerat maut.Tak bisa
kusebutkan terlalu banyak untuk dihitung betapa rasa syukur kupanjatkan
kepada-Mu ya Tuhan.Terima kasih tidak membuat anak kami menjadi anak
yatim.Teruslah menjadi pelindung bagi keluarga kami.Hari ini suamiku akan
kembali ke perusahaan.Dunia akan tahu bahwa dia masih hidup,bahwa dia tak
seperti yang diberitakan oleh media.Tuhan,berikan hikmat dan kekuatan dalam
suamiku bekerja.Selalu kawal dia ya Tuhan dengan anugerah-Mu seperti
perisai.Biar segala yang dikerjakannya berhasil.Tuntun langkahnya biar selalu
dalam kebenaran.Sekali lagi terima kasih karena Kau menjagai rumah tangga kami
bahkan mengaruniakan anak kepada kami.Seorang bayi yang sehat dan normal.Tidak
kurang suatu apa.Kami memberinya na Alvarell,anak pertama yang didapat melalui
banyak rintangan.Semoga ia tumbuh menjadi pria hebat dan berhati mulia seperti
papanya.Kuserahkan keduanya ke dalam naungan tangan-Mu.Amin.' Laras tidak sadar
air matanya menetes di lengan Vino membuat Vino terbangun,"Sayang?Kenapa
kau dibawah?Perutmu sakit?" Laras menggeleng,"Tidak Vin.Aku hanya
memandangimu saat tidur.Kau pasti sudah lama tidak tidur di atas kasur ya?Kau pulas
sekali." Vino membantu isterinya duduk di ranjang,"Kau benar.Selama
di pulau aku hidup beralas alam.Kadang di atas batu,kadang mencari
dedaunan.Bahkan daun kelapa kuanyam untuk kubuat alas tidur.Tapi Tuhan selalu
memenuhi kebutuhan kami.Di pulau itu semua ada.Kecuali kamu
tentunya.He..he.." Laras tersipu,"Kini aku akan selalu ada buat
kamu.Aku akan merawatmu...memperhatikanmu...menyiapkan segala
keperluanmu...memastikan kau makan tepat waktu...dan ..." Vino mencium
sang isteri,"Dan...menjadi ibu bagi anak2ku...betapa aku merindukanmu
sayang..." Laras merona dan membelai wajah suaminya,"Rambutmu sudah
panjang...aku rapikan ya?" Vino tersenyum,"Kamu kangen Vino yang dulu
ya?" Laras malah berkaca2,"Aku ...." Tbc..
Part 500 I Am His Queen
Part 500*** I AM HIS QUEEN Prepare me...
Laras membelai pipi suaminya,"Aku isteri dari seorang pengusaha papan atas.Seorang milyarder muda yang disegani.Seorang yang mengabdikan dirinya untuk mensejahterakan para karyawannya.Tapi lihat dirimu sayang..." Vino meraih tangan sang isteri,"Memang aku kenapa?" Laras menahan tangis menjawabnya,"Dengan rambut panjang begini kau terlihat lebih kurusan.Walaupun begitu kau tetap berwibawa.Bagiku kau tetap suamiku tersayang.Biarkan aku mendandanimu supaya kau terlihat seperti dulu." Vino mengusap wajah isterinya,"Kau sedih karena aku terlihat lebih kurusan?Aku hanya memikirkanmu selama perjalanan,yang penting kau sehat dan baik2 saja.Itu yang memberiku kekuatan bertahan.Kini aku sudah disisimu dan aku yakin mulai kini aku akan lebih gemukan.Kan ada kamu merhatiin aku.Iya kan Nyonya Laras Adijaya?" Laras tersenyum,"Pasti sayang.Bila dulu kau yang mendandani aku maka sekarang giliran aku.Aku akan mendandanimu kini.Yuk mumpung anak kita lagi tidur." Vino julit dan malah buka bajunya,"Oke ayo!" Laras heran,"Kamu ngapain buka baju segala?Pasti mikir ngeres nih?" Vino sok inocencia gitu,"Katanya aji mumpung..." Laras langsung jewer telinga suaminya,"Pak Presdir Alvino Adijaya...ini bukan saatnya untuk itu.Ini saatnya bekerja.Katanya mau come back ke perusahaan." Vino ketawa,"Ups...kupikir...terus aku mau diapain nih?" Laras ambil sisir dan gunting,"Potong rambut..." Vino megangi rambut gondrongnya,"Yeahh...ga mirip sama Jerry Yan lagi dong..." Laras mesem sambil menaruh kain menutupi dada dan bahu suaminya,"Tapi sebelumnya keramas dulu ya?" Vino julit lagi,"Mandiin sekalian dong kan aku bau hutan,bau laut juga...bau acem pula...macem2 gitu..." Laras gemes nian sama suaminya,"Vino....ini itu di RS..prasarana publik.Yakin mau minta dimandiin?" Vino tahu diri,"Iya...iya...ntar kalau di rumah saja deh..." Laras nyuruh Vino duduk dekat wastafel,"Nah duduk di sini..." Vino nurut saja seneng dia merasakan pijatan tangan sang isteri di kepalanya,"Kenapa kamu ga buka salon saja sayang?Kayaknya bakat nih..." Laras jawab,"Varell kan masih kecil.Aku mau menikmati dulu jadi ibu." Vino julitnya kambuh,"Kalau jadi isteri aku menikmati ga?"Tbc.
Laras membelai pipi suaminya,"Aku isteri dari seorang pengusaha papan atas.Seorang milyarder muda yang disegani.Seorang yang mengabdikan dirinya untuk mensejahterakan para karyawannya.Tapi lihat dirimu sayang..." Vino meraih tangan sang isteri,"Memang aku kenapa?" Laras menahan tangis menjawabnya,"Dengan rambut panjang begini kau terlihat lebih kurusan.Walaupun begitu kau tetap berwibawa.Bagiku kau tetap suamiku tersayang.Biarkan aku mendandanimu supaya kau terlihat seperti dulu." Vino mengusap wajah isterinya,"Kau sedih karena aku terlihat lebih kurusan?Aku hanya memikirkanmu selama perjalanan,yang penting kau sehat dan baik2 saja.Itu yang memberiku kekuatan bertahan.Kini aku sudah disisimu dan aku yakin mulai kini aku akan lebih gemukan.Kan ada kamu merhatiin aku.Iya kan Nyonya Laras Adijaya?" Laras tersenyum,"Pasti sayang.Bila dulu kau yang mendandani aku maka sekarang giliran aku.Aku akan mendandanimu kini.Yuk mumpung anak kita lagi tidur." Vino julit dan malah buka bajunya,"Oke ayo!" Laras heran,"Kamu ngapain buka baju segala?Pasti mikir ngeres nih?" Vino sok inocencia gitu,"Katanya aji mumpung..." Laras langsung jewer telinga suaminya,"Pak Presdir Alvino Adijaya...ini bukan saatnya untuk itu.Ini saatnya bekerja.Katanya mau come back ke perusahaan." Vino ketawa,"Ups...kupikir...terus aku mau diapain nih?" Laras ambil sisir dan gunting,"Potong rambut..." Vino megangi rambut gondrongnya,"Yeahh...ga mirip sama Jerry Yan lagi dong..." Laras mesem sambil menaruh kain menutupi dada dan bahu suaminya,"Tapi sebelumnya keramas dulu ya?" Vino julit lagi,"Mandiin sekalian dong kan aku bau hutan,bau laut juga...bau acem pula...macem2 gitu..." Laras gemes nian sama suaminya,"Vino....ini itu di RS..prasarana publik.Yakin mau minta dimandiin?" Vino tahu diri,"Iya...iya...ntar kalau di rumah saja deh..." Laras nyuruh Vino duduk dekat wastafel,"Nah duduk di sini..." Vino nurut saja seneng dia merasakan pijatan tangan sang isteri di kepalanya,"Kenapa kamu ga buka salon saja sayang?Kayaknya bakat nih..." Laras jawab,"Varell kan masih kecil.Aku mau menikmati dulu jadi ibu." Vino julitnya kambuh,"Kalau jadi isteri aku menikmati ga?"Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar