Part 501***I AM HIS QUEEN
All possibilities...
Laras mulai mencuci rambut suaminya,"Dalam hidup aku
suatu anugerah dan nikmat luar biasa bisa menjadi isteri dari seorang Alvino
Adijaya.Bayangkan saja secara hitung2 manusia,kita itu dua insan berbeda kasta.Beda
dunia malah.Kamu di atas sana aku di bawah nun jauh di sana."
Vino mendengarkan sambil merhatiin leher isterinya yang
jenjang,"Sayang,semua manusia itu dimata Tuhan sama...ga ada yang karena
harta terus nun jauh di sana.Tinggi membubung ke angkasa.Dan karena kemiskinan
terus menjadi hina dan rendah.Itu cara pandang dunia."
Laras mengambil shampo,"Jujur ya Vin...sampai kinipun
aku masih merasa seperti mimpi bisa ada di sini.Menjadi isterimu.Melahirkan
anakmu.Memperhatikanmu.Sedekat ini denganmu...Dulu aku bayanginpun ga
berani."
Vino memandang isterinya,"Terus kalau punya suami kamu
bayangin dapat orang kayak gimana?"
Laras menuang shamponya ke tangannya,"Ehm...ya paling
tinggi bayanginnya dapat pegawai negeri itu aja dah paling mujur.Setidaknya dapat
orang baik itu aja dah seneng.."
Vino mesem,"Terus nyesel ga sekarang dapat suami
ternyata bukan pegawai negeri?"
Laras memijat2 kepala suaminya yang berbusa,"Nyesel
juga sih..."
Vino langsung bangun bikin busanya luruh ke wajah,"Kamu
nyesel dapat aku?"
Laras tersenyum lihat Vino pedih matanya kena busa
shampoo,"Vin,tenang dulu...tuh kena mata kan?Aku kan belum selesai
ngomong,main potong saja.Biar aku bilas dulu..."
Vino manyun,"Habis kamu bikin aku sedih..."
Laras mengambil handuk kecil,diusapnya wajah Vino
pelan2,"Aku menyesal kenapa bukan kamu yang kujumpai lebih dulu waktu
itu..."
Vino hepi,"Oh kirain nyesel jadi isteri aku karena aku
bukan pegawai negeri...pyuhhh..."
Laras malah mengecup bibir suaminya,"Kamu memang bukan
pegawai negeri tapi kamu melebihi semua yang bisa kubayangkan..."
Keduanya malah asyik bercumbu,lupa kalau rambut Vino masih
belum dipotong.Weleh...ini salon apa ya pakai iklan segala.Bimo yang mau
memberitahu bahwa Sean sudah siap eh ga jadi masuk saat lihat adegan
didalam,'Waduh...salah timing nih...ups...ntar aja deh...'
Laras baru sadar kala megang leher Vino,"Ya ampun...Vin
kamu masih panjang rambutnya.."
Vino mesem.Tbc.....
Part 502♣I
AM HIS QUEEN
Final Decision...
Ga cuma Vino dan
Sean yang prepare,Revan dan Marco juga.Mereka yakin sekali bahwa Rani akan
memberikan posisi Laras ke Revan.Marco membangunkan Revan,"Van,cepat
bangun!Ini hari yang besar.Kita harus segera ke Head Office Adijaya
Group."
Revan segera
bangun,semalam ia memang teler makanya Marco ga bawa ia kembali ke kediaman
Adijaya takut Rani berubah pikiran.Tapi dia wa Rani pakai hp Revan kalau Revan
tidur di apartemennya.Marco tahu betul Rani tak suka lihat Revan pulang dalam
keadaan mabuk.Tapi mabuk memang susah ia tinggalin dan ternyata nurun ke
Revan.Marco berharap dengan memiliki tanggung jawab besar,Revan akan sibuk dan
berubah ga suka mabuk lagi.Walaupun sebenarnya ia ragu akan kemampuan Revan
mengurus perusahaan tapi di kantor Adijaya Group banyak orang kompeten dan
sepertinya sebagai pimpinan tinggal perintah aja.Sambil berjalannya waktu ia
akan melatih Revan dan bila Revan berubah maka Rani akan melembut hatinya dan
membuka pintu maaf untuknya sehingga mereka bisa bersatu kembali.Marco
mengambil sebuah jas,"Pakailah jas ini,kau harus tampil paling dominan.Kau
akan menjadi pimpinan utama sebuah group ternama.Kau harus menjaga
penampilanmu."
Revan memakai dasi,"Apa papa akan menemani Revan ke
sana?"
Marco menggeleng,"Tidak.Papa tidak mau merusak moment
pentingmu.Papa akan pastikan semua berjalan dengan baik."
Revan manggut2,"Papa tak mau mama tahu kalau aku tidur
di rumah papa ya?"
Marco melangkah menuju meja makan,"Kamu tahu mamamu.Dia
masih melihat papa memberi pengaruh buruk padamu.Tenang saja papa ga akan
lewatkan hari bersejarah ini.Akhirnya Adijaya Group jatuh juga ditangan
kita."
Sementara Rani juga bersiap,dia memandang foto mendiang
papanya Vino yang terpajang di kamarnya,"Hari ini aku akan memenuhi
janjiku menjaga semua amanatmu.Perusahaanmu dan putramu,Mas Adijaya."
Vino sudah selesai dipotong rambutnya,Laras memandangi hasil
kerjanya,"Hmm...welcome back Mr Alvino Adijaya.The CEO of Adijaya
Group."
Vino kagum dengan hasil karya isterinya,"Wow...kamu
bakat jadi penata rambut nih sayang...keren!"
Laras mesem,"Yang keren itu kamunya bukan hasil
potongan aku...hmm..."
Vino mesem,"Jangan merendah..."
Tbc..
Part 503 *** I AM HIS QUEEN
Asking Him Again...
Vino sudah dipotong rambutnya oleh sang isteri
tercinta,"Kamu benar sayang,aku agak kurusan ya?Baru kelihatan setelah
dipotong begini..."
Laras mengambilkan pakaian yang akan dipakai suaminya come
back ke perusahaan,"Warna ini bagus buat kamu Vin.Kemeja hitam
melambangkan misteri.Menghilangkan dirimu adalah misteri.Dipadu jas putih
melambangkan kesucian dan ketulusan.Diatas semua misteri kau tampil tetap
sebagai pribadi yang murni.Akhirnya semua akan melihat kebenaran.Cahaya itu
sudah kembali.Kaulah cahaya perusahaan.Sinar kegemilangan Adijaya
Group.Presiden Director Alvino Adijaya is back."
Vino malah meraih sang isteri dalam pelukannya,"Apapun
yang kau pilihkan sayang,pasti baik untukku.Seperti kau bagiku.Wanita yang
dipilihkan Tuhan buatku.Aku tahu kau selalu mendoakanku.Aku bisa merasakan
kekuatan mengalir dalam diriku meski jauh darimu saat di pulau itu.Aku
mencintaimu sayang..sangat mencintaimu."
Laras berkaca2 dalam pelukan suaminya,"Aku yakin satu
hal waktu itu bahwa kau pasti kembali.Cinta akan membawamu kembali padaku.Bukan
sifatmu pergi tanpa kejelasan seperti itu.Apalagi aku tengah mengandung anak
kita.Kau tak mungkin meninggalkan darah dagingmu.Itu bukan watakmu."
Keduanya malah
tangisan.Marco menyuruh Revan,"Kamu pulanglah dulu berangkatlah bersama
mamamu pastikan ia datang bersamamu di kantor."
Sementara Rani bersiap menuju kantor Adijaya Group ditemani
oleh Anabel,'Aku akan mampir ke RS dulu untuk menjemput Vino.'
Namun tiba2 Revan datang,"Pagi Ma!Revan temani ya
soalnya nanti pasti nanti ramai sekali awak media di depan halaman kantor
Adijaya Group.Kasihan mama ga dikawal Bimo pula."
Rani ga bisa menolak,"Mama senang kamu perhatian sama
mama."
Batal deh niat Rani mau ke RS,'Apa aku beritahu saja ya ke
Revan soal Vino masih hidup?Tapi nanti dia bisa ngasih tahu Marco.Tidak!Aku ga
mau semua jadi kacau.Aku yakin Marco dibalik hilangnya Vino.' Akhirnya Rani
pergi dengan Revan menuju Kantor Pusat Adijaya Group.
Anabel wa Bimo,'Bu Rani langsung otw kantor.Soalnya Mas
Revan datang.Rencana berubah.'
Bimo membacanya,'Ada satu cara membawa mas Vino ke
perusahaan.'
Vino dah siap dengan jas putihnya.Tbc...
Part 504***I AM HIS QUEEN
This is the way...
Marco tersenyum melihat Rani sudah sampai di depan kantor
pusat Adijaya Group,"Lihat Jon,putraku dan mamanya.Bukankah ini namanya
luar biasa,mereka menjadi orang no satu di group bisnis sekaliber Adijaya
Group?Bagaimana menurutmu?"
Joni tersenyum,"Mas Revan sungguh beruntung tanpa harus
susah2 bisa menduduki kursi utama Adijaya Group.Ini namanya memanen di ladang
orang tanpa harus susah payah menanam.He..he.."
Marco tersenyum bahagia,"Aku akan menjadi penguasa
bisnis di Indonesia.Ha..ha.."
Banyak sekali wartawan dan awak media menanti kedatangan
para petinggi Adijaya Group.Tentu saja sebagian dari mereka adalah bayaran
Marco yang ingin membawa opini publik sesuai keinginan Marco,"Ah itu Bu
Rani Adijaya.Wah datangnya bersama putra kandungnya.Revan Hutama.Hmm apakah
inilah saatnya Adijaya Group jatuh ke tangan diluar pewaris yang sah?"
Banyak pertanyaan dilontarkan kepada Rani,"Apakah
dengan Anda datang bersama putra kandung Anda merupakan sebuah signal bahwa
Revan akan menjadi Presdir yang baru?"
Media lain bertanya,"Adakah rumor yang beredar benar
bahwa Laras Adijaya otak dari hilangnya Alvino Adijaya?"
Rani hampir emosi,"Menantu saya bukan orang jahat.Dia
sangat mencintai Vino.Tidak benar semua gosip itu!"
Revan maju sok belain Laras,"Jangan menjelek2kan
Laras,dia itu wanita yang baik.Kalian akan berhadapan dengan saya jika berani
merusak nama baiknya!"
Malah kian gencar mereka,"Pernyataan tadi sepertinya
membenarkan bahwa memang sebelum bersama Pak Vino,Ibu Laras lebih dulu punya
hubungan khusus dengan Anda.Benarkah itu?"
Anabel jadi risih,"Mohon diberi jalan!Sesi tanya jawab
nanti ada sendiri.Minggir2!"
Sementara di RS,Bimo meminta Vino melepas jas
putihnya,"Maaf Mas bukannya mas Vino ga cocok pakai jas ini tapi untuk
masuk ke kantor pusat warna jas ini akan menarik perhatian.Sementara Mas pakai
jas hitam dulu seperti team bodyguard."
Laras membantu sang suami melepas jas putihnya,"Pak
Bimo benar Vin.Nanti setelah didalam area kantor jasnya bisa kamu pakai
lagi.Mungkin kamu juga perlu kumis palsumu.Ini aku simpan..."
Sean juga memberikan kaca mata hitam dan topi,"Ini juga
Vin..."
Vino menurut saja.Berhasilkah?Tbc.
Part 505 *** I AM HIS QUEEN
The chief...
Vino melepas jas putihnya lalu memakai jas warna
hitam,"Apa kita dalam penyamaran Bim?"
Bimo mengambil jas putihnya Vino dan memasukkan dalam
koper,"Mas Vino akan menyamar menjadi bodyguard,ini hanya untuk menembus
masuk ke dalam kantor pusat karena dari hasil laporan team saya,anak buah Marco
terlihat disana."
Laras jadi cemas,"Vin,jaga dirimu ya...Hati2..."
Vino menenangkan sang isteri,"Tentu sayang...jangan
khawatir...jaga anak kita baik2 ya?"
Tahu disebut sang papa,baby Alvarell menggeliat
bangun,untek2 dia.Vino menggendongnya dan menciumi pipinya,"Papa kerja
dulu ya Varell.Baik2 sama Mama ya?"
Vino mengecup kening sang isteri,"Aku berangkat dulu
sayang.I love you..."
Laras memakaikan topi Vino,"Aku mencintaimu dan akan
menunggumu di sini,Vin..."
Bimo pamitan pada Laras.Sean juga,"See you later
Ras..."
Vino menyamar sebagai bodyguard,berpakaian serba hitam.Para
satpam di Adijaya Group banyak yang merupakan mata2 Marco,mereka mendapat
perintah untuk tidak membiarkan siapapun merusak moment itu.Para dewan direksi
sudah berdatangan,"Bisa dimulai belum Bu Rani acaranya?Ataukah kita masih harus
menunggu lagi?"
Rani tak mau membuat Revan curiga,"Silakan saja
dimulai."
Anabel yang resah,'Bimo mana sih?Kok belum sampai juga?Mana
aku diawasi pula sama Mas Revan.Gimana mau bergerak?Ayo Anabel think!'
Anabel dapat ide menulis sesuatu di kertas dan
menyelipkannya di berkas bussiness file.Dipanggilnya Sandra,"Sandra,bukan
file ini yang aku minta.Coba kamu cari file yang forecast itu."
Sandra dikedipin deh sama Anabel ngerti dia.Sandra segera
keluar ruangan meeting membaca pesan Anabel ditempat yang aman.Sementara itu
Bimo dan rombongan sudah sampai di halaman depan kantor pusat.Hujan tiba2 turun
membuat heboh para awak media.Langsung pada sibuk nyari tempat berteduh.Bimo
berkata,"Langit membantu kita.Siapkan payung.Kita turun sama2 dan mas Vino
juga Sean ditengah."
Namun langkah mereka terhenti oleh
satpam,"Hey,kalian!Lapor satpam dulu!"
Bimo yang hadapi,"Lupa sama saya Pak?"
Kenal satpamnya,"Oh Pak Bimo.Silakan masuk Pak!Tumben
ga bareng sama Bu Rani?"
Pak Bimo menjawab,"Biasa Pak saya menjagai mbak Laras
di RS dulu."
Tbc....
Part 506***I AM HIS QUEEN
Fullfills His Promises...
Bimo mencoba mengalihkan perhatian satpam depan dengan
mengajaknya ngobrol,"Ada payung ga Pak?Kami membawa pesanan Bu Rani jadi
takut basah."
Kala satpam sibuk nyari payung,Bimo ngasih kode Vino dan
Sean masuk ke dalam,"Cepat masuk!"
Masuklah mereka ke dalam,satpamnya datang,"Ini Pak
payungnya.Butuh berapa?"
Bimo mengambil dua,"Ini sudah cukup Pak.Terima
kasih.Kami masuk dulu."
Sean dan Vino masuk ke dalam eh ada suara yang menghentikan
langkah mereka,"Kalian berdua ini mana identitas visitornya?Sepertinya
kalian orang asing di sini."
Sean mengenali suara itu,'Aduh itu kan suara Lola.Gimana
ini?'
Untunglah Sandra datang,"Lola,mereka adalah anak buah
Pak Bimo.Mereka punya tugas penting mengawal acara ini.Biarkan mereka!"
Sean lega,'Untung ada Sandra.'
Lola merhatiin Sean,'Kok kayak pernah lihat ya?'
Sandra membawa Sean dan Vino pergi tapi ia melihat
Revan,'Aduh ada Revan.Kenapa dia keluar dari ruangan meeting ya?'
Ia melihat ruangan terdekat adalah ruangan
Presdir,"Kalian masuk ke ruangan itu dulu.Biar aku tangani Revan."
Vino dan Sean masuk ke ruangan Presdir,kantor dimana Vino
biasa bekerja.Sandra pura2 menyapa Revan yang celingukan,"Ada yang kamu
cari Van?"
Revan heran,'Tadi kayaknya Sandra bersama dua orang
berpakaian bodyguard?Kemana dua orang itu?'
Revan menjawab,"Kamu sendiri dari mana?"
Sandra menunjukkan bussiness file yang ia bawa,"Dari
ruangan Presdir.Ambil file."
Revan malah melangkah menuju ruangan Presdir,'Oh berarti mereka
ada di sana.Tadi aku lihat ada yang berkumis sama seperti petugas cleaning
service di RS.Aku harus menemukan orang itu.'
Sandra berusaha mencegah Revan,"Van,kamu ga kembali ke
ruang meeting?Nanti kamu ketinggalan lho."
Revan sudah sampai di depan pintu ruangan Presdir,"Kamu
duluan saja.Aku mau ke toilet dulu.Biasanya ada toilet pribadi kan di ruangan
Presdir?"
Sandra deg2an,'Aduh gimana nih?Pak Vino dan Sean kan di
dalam.'
Revan melihat raut wajah Sandra,"Kenapa kamu masih di
sini?Mau ikut ke toilet?"
Pas banget Anabel wa,"Oh ga aku mau baca wa dulu."
Revan membuka pintu ruangan Presdir dan melangkah ke dalam.
Sandra panik dan wa Anabel.Akankah Vino dan Sean
ketahuan?Tbc........
Part 507 *** I AM HIS QUEEN
Led Him Away...
Sandra wa Anabel,'Gawat!Revan tahu kalau Pak Vino dan Sean
di sini!Buruan kemari!Ke ruang Presdir.'
Sementara itu Revan membuka pintu ruangan Presdir,'Aku yakin
mereka pasti sembunyi di sini.Karena jalan lain selain ke sini adalah ke ruang
meeting utama.Ga mungkin mereka ke sana karena aku dari arah sana.'
Revan melihat meja kerja Vino,'Apa di bawah meja Presdir
ya?Meja itu kan lumayan gede.Pasti mereka sembunyi dibawahnya.'
Tapi dibawah meja kosong,'Kok ga ada?Apa di toilet ya?Ah
pasti di sana.'
Revan melangkah ke toilet yang memang khusus ruangan Presdir
ada toilet pribadinya,"Keluar kalian!!"
Namun ga ada siapapun di toilet.Revan lihat ke langit2
ruangan,'Jangan2 pakai jurus spiderman.Nempel dinding.Sekarang kan orang bisa
punya ilmu aneh2.'
Revan bahkan sampai memeriksa kabinet bahkan kursi2,'Kok ga
ada siapa2 ya?Apa mereka punya jurus bisa ngilang?Apa ada pintu rahasia di
sini?Aku harus cari!'
Saat itulah Anabel datang,demikian juga Bimo dan teamnya
diluar ruangan Presdir,"Sandra,dimana mereka?"
Sandra nunjuk ruangan Presdir,"Didalam..."
Anabel dan Bimo saling pandang,"Sepertinya kita harus
masuk."
Merekapun masuk,pas banget saat Revan hampir membuka lukisan
dimana disebaliknya ada akses masuk ke ruang rahasia,"Mas Revan!"
Jumbul Revannya,"Kalian!!?Bikin orang kaget
saja!Ngapain kalian nyusul aku kemari?"
Anabel jawab sekenanya,"Oh Bu Rani mencari Mas
Revan.Kata Sandra Mas Revan di sini...makanya...saya kemari."
Revan mandangi Bimo,"Kalau kamu?Apa ada urusan apa
kemari?"
Bimo juga jawab sekenanya,"Oh saya mengawal Anabel
katanya dia takut di ruangan ini sebab katanya ruangan ini agak serem
gitu."
Revan mengernyitkan dahi,"Benar itu Anabel?"
Anabel cengar cengir,"Oh iya Mas...kadang kalau di sini
sendirian dan melamun bisa kesurupan.Makanya saya minta Bimo temeni saya nyari
Mas di sini.He...he..."
Revan membetulkan jasnya,"Boneka hantu takut sama
hantu...hmm...aneh."
Bimo smart,"Mas sendiri juga aneh.Toilet dekat ruang
meeting kan ada.Kenapa pilih toilet sini?"
Revan kena skak deh,"Terserah aku.Kalian dengar ya.Toh
nanti ruangan ini bakal jadi ruangan aku.Lihat aja!Makanya aku mau biasain
diri.Dasar kalian!"Tbc...
Part 508 *** I AM HIS QUEEN
Reveal Himself...
Bimo lega akhirnya Revan keluar dari ruangan Presdir,'Aku
yakin Mas Vino dan Mas Sean ada di ruang rahasia.Mb Laras pernah memberitahuku
soal ruangan itu.Bahwa hanya satu orang yang bisa mengakses ke sana selain
dirinya.Tentunya Mas Vino.Siapa lagi.'
Sandra mengikuti Revan kembali ke ruang meeting.Revan
berhenti sejenak di depan pintu ruangan Presdir,"Anabel,Bimo kalian ga
balik ke ruang meeting ?"
Anabel yang dapat tugas bawa Vino ke ruangan
menjawab,"Saya tiba2 kebelet Mas?Biasa suka bezeran kena AC terus.Bim,kamu
disini ya temeni aku."
Revan geleng kepala,"Manja bener ...."
Begitu Revan pergi,Bimo wa Vino,'Mas sudah aman.Silakan keluar.'
Didalam ruang rahasia,Sean terpana,"Jadi selama ini ada
ruangan ini Vin di kantor kamu?Wow!Ada tempat tidurnya juga.Pantas kamu sering
menghilang.Padahal kamera ga lihat kamu keluar ruangan.Rupanya kamu di sini.Apa
pernah ada wanita kamu bawa ke sini Vin?"
Vino membuka hpnya,"Satu2 wanita yang pernah kubawa ke
sini adalah Laras.Kau tahu aku ini selalu menghindari wanita sebelum Laras
hadir dalam hidupku."
Sean duduk di ranjang,"How sweet you are Vin...The
first woman is your wife.Laras is very lucky woman."
Vino membaca wa dari Bimo,"And the last Sean...no one
but her...the queen of Alvino Adijaya.Keadaan sudah aman.Ayo kita keluar!"
Vino menekan tombol,Anabel kaget melihat tahu2 Vino dam Sean
sudah muncul,"Tuan Vino...Mas Sean kalian belajar sulap darimana?"
Bimo menyerahkan jas putih Vino,"Anabel...rahasia
magicnya Mas Vino nanti saja bahasnya.Sekarang saatnya membawa Mas Vino ke
ruang meeting utama.Ini Mas jasnya silakan ganti dulu.Jas yang tadi agak basah
kan?"
Vino dan Sean ganti jas,Anabel terpesona lihat Vino,"Ya
ampun sekian lama ga lihat Tuan Vino perasaan makin ganteng
saja.Oh...beruntungnya mbak Laras..."
Sean jawab,"Anabel...Vino sudah ga available.Jangan
goda dia."
Bimo yang jawab,"Digoda juga ga mempan Mas
Sean...hatinya ga bisa pindah ke lain hati.Sudah disegel sama Mbak Laras."
Vino dah siap,"Aku sudah siap Bim..."
Sementara di ruang meeting Rani ditanya,"Sebaiknya to
the point saja,siapa yang akan menggantikan Bu Laras?
Tidak mungkin kursi Presdir kosong bukan?"Tbc
Part 509***I AM HIS QUEEN
The Son....
Jajaran direksi juga terdiri dari banyak tipe orang,ada yang
ingin juga menguasai perusahaan.Mengingat betapa besarnya keuntungan
perusahaan.Rani berkata,"Saya sudah membuat keputusan bahwa bukan saya
yang akan mengelola Adijaya Group.Saya akan menyerahkannya pada putra ..."
Salah satu dari mereka berdiri dan memotong dengan lantang,"Kami dengar
bahwa Bu Laras menyerahkan keputusannya pada Anda.Dan kami juga bisa melihat
Anda datang bersama putra Anda,Revan.Kami tidak setuju jika putra Anda Revan
menjadi Presdir.Lebih baik jika kita memilih salah satu dari jajaran direksi untuk
posisi itu.Ini adalah Adijaya Group apa kata media dan pers jika pemimpin utama
kami anak dari Pemilik Hutama Group?"
Revan masuk ke dalam ruangan,"Ada apa ini?Saya
mendengar nama Hutama disebut."
Para jajaran direksi malah kian ribut.Rani meminta semua
tenang,"Mohon perhatiannya!Saya belum selesai bicara tadi!"
Namun mereka malah bersiap hendak meninggalkan
rapat,"Apa lagi?Semua sudah jelas.Rupanya Anda ini memang musuh di dalam
selimut.Jangan harap kami akan setuju menjadikan seorang Hutama memimpin
Adijaya Group!!"
Bimo masuk bersama para bodyguard karena situasi kian tak
terkendali,"Mohon tenang dulu!Kalian semua dengarkan Bu Rani lebih
dulu.Please sit down!"
Revan malah mesam mesem duduk santai di kursinya,'Ayo Ma
bela anakmu ini!Bungkam mereka semua!Dan aku akan duduk manis menikmati hasil
akhir kursi Presiden Director.Ha..ha....'
Rani berdiri,"Kalian jangan salah paham dulu.Dengarkan
saya dulu sampai selesai.Saya ini masih isteri dari pendiri Group ini.Michael
Adijaya.Saya tidak lupa pada sejarah juga janji saya pada suami saya.Apa kalian
pernah melihat saya menguasai Adijaya Group?Saya memang punya masa lalu pernah
menikah dengan Marco Hutama.Tapi saya tidak pernah punya niat menyerahkan
Adijaya Group kepadanya."
Salah satu protes,"Tapi tadi Anda bilang akan
menyerahkan posisi Bu Laras pada putra Anda.Masak ludah ditelan lagi."
Rani melanjutkan,"Putra yang saya maksud
adalah...."
Pintu utama ruang meeting dibuka oleh Bimo,masuklah satu
sosok yang membuat semua terkejut apalagi Revan,"Ini ga mungkin...Dia kan
sudah ..."
Siapa itu?Tbc...........
Part 510 *** I AM HIS QUEEN
Who also...
Sebagian besar jajaran direksi gembira dan segera menyalami
dan menyambut Vino,"Syukurlah Pak Vino sudah kembali.Kami percaya Bapak
pasti kembali.Dan ternyata benar.Selamat datang kami ucapkan."
Jajaran direksi yang tadi pingin jadi pimpinan langsung
mengkeret,'Gawat tadi aku sesumbar ga genah.Dikasih makan apa tadi sama
isteriku.Pasti minumanku dikasih aneh2 tadi.'
Rani keluar dari kursinya dan berdiri dekat Vino,"Vino
juga putra saya.Walau lahir bukan dari rahim saya namun bagi saya dia juga
putra saya.Dan saya telah berjanji pada mendiang papanya Vino untuk menjaga dua
hal yaitu putranya dan perusahaannya.Itulah kenapa saya menyerahkan Adijaya
Group kepada putra saya ini Alvino Adijaya karena dialah pewaris yang
sah.Vino,welcome back dear."
Vino terharu dan memeluk Rani,"Vino berhutang banyak
pada Mama.Terima kasih banyak Ma.Terima kasih."
Rani tersenyum mengelus punggung putra tirinya,"Sama2
sayang.Kasih sayang seorang ibu tak bisa dinilai dengan apapun.Mama sayang
padamu."
Rani melihat ke arah Revan yang masih tak nyana
gitu,"Revan,ayo sini Nak.Peluk adikmu.Dia sudah kembali.Sini!"
Bimo dan bodyguard lain siap siaga,'Untung tadi ada
bodycheck jadi dipastikan tak ada senjata api disini.'
Revan menggelengkan kepala,"Ini ga mungkin!Kamu pasti
palsu.Kamu ini siapa berani menyamar jadi Vino?Dibayar siapa kamu?!"
Rani heran,"Revan kamu apa2an?Harusnya kamu senang adik
kamu sudah kembali.Mengapa malah menuduh dia palsu?Kamu ga kenal adik kamu
Van?Ini Vino!"
Revan kekeh,"Ma,didunia ini menurut penelitian bisa ada
5 orang yang mirip dengan kita.Aku ga akan percaya sebelum dilakukan test
DNA.Dia ini bisa saja penipu yang cuma ingin menguasai Adijaya Group.Mama
jangan mau dibodohi!Operasi plastikpun bisa bikin orang sama persis Ma!"
Vino dengan tenang menjawab,"Ada yang bisa membuktikan
aku ini adalah Vino yang asli.Karena orang ini juga dikenal baik oleh mereka
yang ada di sini."
Sean masuk,"Hello everybody!I am glad to be here
again!"
Revan terbelalak,"Kamu?Ini ga mungkin kalian sudah
mati.Ini ga mungkin!"
Sean malah mengambil hidangan di meja,"Jika aku sudah
mati apa aku bisa makan seperti ini?"
Bersambung...♣♣...♣♣
Tidak ada komentar:
Posting Komentar