- Part
481**I AM HIS QUEEN
Said Unto Him...
Rani melangkah cepat,Bimo di sampingnya,"Kita harus
cepat Bim!Jika Revan tahu Dokter itu adalah Vino pasti ia akan memberitahu
Marco.Marco itu licik saya tak mau ia menjauhkan Vino dari keluarganya."
Bimo kasihan pada majikannya,'Andai saja Bu Rani tahu bahwa
Mas Revan juga terlibat pasti hatinya akan hancur.'
Revan ingin sekali menghajar Vino,"Dokter
gadungan!!Buka masker kamu!!Aku yakin kamu adalah cleaning service yang tadi
kan?Kamu mau menghipnotis Laras ya?"
Sean yang coba menghalangi hampir kena hajar untunglah dua
orang perawat datang.Salah satu segera berkata pada Vino,"Dokter!!Ada
kondisi darurat!Dokter diperlukan segera ke IGD!!"
Perawat satunya mendekati Sean,"Kamu antar makanan ke
ruang Cempaka ya!"
Vino hendak mengikuti perawat tapi Revan
menghadang,"Mau kemana kamu?!!Aku ga percaya kamu ini bener dokter!"
Sandra berkata,"Van,kamu ini gimana sih?Jelas perawat
sini manggil dia Dokter!Heran!"
Lastri belain Revan,"Tapi Mbak Sandra dokter itu dah
godain mbak Laras."
Alvarell ga terima papanya difitnah,nangis kenceng
nian,"Oweeek!!!Hhhe...Oweeek!!"
Pak Syamsul segera negur Lastri,"Mbak Lastri mending
bantuin Laras di dalam.Cucu saya nangis tuh!!Laras pasti repot."
Lastri masuk deh ke dalam tapi sempat menatap ke arah
Vino,'Kenapa aku kok kayak kenal tatapan mata itu ya?Aku kok jadi segan ya...'
Revan megang tangan Vino,"Tunggu!!Aku mau lihat wajah
asli kamu!!"
Rani datang,"Lepaskan dokter itu Revan!!"
Revan memandang mamanya,"Tapi Ma?Kita perlu tahu siapa
dia sebenarnya."
Rani berkata,"Dia adalah dokter di RS ini dan dia
ditunggu oleh pasien gawat darurat!Jangan main2 dengan nyawa Revan!"
Revan keder juga denger nada tinggi mamanya,'Kenapa mama
sampai segitunya bela tuh dokter?Dulu Vino sekarang orang lain lagi.Kenapa sih
Ma selalu aja kasih perhatian ke orang lain lebih?'
Revan akhirnya melepaskan cengkeramannya di lengan Vino
setelah Laras keluar,"Aku mohon kalian bisa tenang.Ini RS bukan di
rumah.Lagipula Revan,biarkan dokter itu melakukan tugasnya.Kamu juga sebaiknya
tidak melalaikan pekerjaanmu.Lagipula dokter itu hanya memeriksa jahitanku
tadi,dia tidak menggodaku."
Apa yang akan dilakukan Revan?Tbc.......
- Part
482**I AM HIS QUEEN
Certainly Return...
Revan melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan sang dokter,'Jika
bukan karena Laras,sudah kubongkar tuh kedok dokter abal2!!'
Lastri yang gendong Alvarell lihatin muka Alvarell yang
mimbik2,"Kenapa Boss Muda,wajahnya kok sedih kayak mau ditinggal siapa
aja.Oh cari mama ya?Yuk ke depan."
Vino memandang ke arah Laras dan Alvarell yang digendong
mbak Lastri sebelum pergi mengikuti perawat.Laras meraih Alvarell yang
menangis,"Cup sayang...yuk ke dalam.Varell sama mama ya..."
Lastri merasa bersalah tiba2,'Kenapa ya hatiku kok jadi
gimana gitu lihat Boss Muda Varell nangis gitu pas pak dokter itu
pergi...kenapa kayak mereka itu punya ikatan batin gitu ya?Tuh dokter juga
tatapannya kayak...ya Tuhan...iya kayak tatapannya Mas Vino...jangan2...'
Lastri mau nanya ke Laras tapi malah denger Laras sedang
nenangin Alvarell,"Iya..ya...sayang.Cup...nanti papa balik lagi kok...cup
ya.."
Disitulah Lastri terpana,'Papa?Papanya Boss Muda kan Mas
Vino?Jadi dokter tadi itu...oh pantes kok tatapannya aku kayak familiar.Ya
ampun!!Apa yang telah kulakukan?Aku sudah menuduh yang ga2...pada mbak
Laras...'
Lastri menemui Laras sambil nangis,"Maafin saya Mbak
Laras....hiks.hiks.."
Laras heran,"Lho kok mbak Lastri ikutan nangis sih
kayak Varell?Kenapa sih kalian berdua?"
Rani masuk ke dalam,"Lastri kamu ikut saya pulang.Biar
Anabella dan Bimo yang jaga di sini.Revan kamu juga sebaiknya urus
pekerjaanmu."
Rani ga mau Lastri bikin heboh lagi,'Aku harus jaga situasi
di sini tetap kondusif.Vino baru saja kembali.Laras juga baru melahirkan.Butuh
beberapa hari di sini.Dia perlu ketenangan.Sepertinya Mety saja yang
disini.Biar posisi Lastri digantikan Mety saja.'
Revan malah mendekati Laras,"Oh ya Ras,kamu kan ga
mungkin masuk kerja nih.Kalau butuh bantuan buat ngurus perusahaan,aku siap kok
bantu kamu."
Laras hendak menjawab tapi didahului oleh Rani,"Semua
sudah ada yang mengurus Revan.Kamu ga usah khawatir.Ya kan Laras?"
Laras mengangguk,"Iya Ma.."
Revan mikirin perkataan mamanya.
Sementara Sean berkata pada perawat yang
menolongnya,"Terima kasih ya Mas.Sudah membantu saya..."
Perawat itu bilang,"Saya cuma disuruh mas."Siapa
yang nyuruh?Tbc......
- Part
483**I AM HIS QUEEN
♣Surety...
Sang perawat mengambil kereta dorong yang dipegang Sean,"Itu orang yang menyuruh saya."
Sean menoleh ke arah yang ditunjuk perawatnya,'Sandra?'
Sandra mendekat dengan mata berkaca2,"Mengapa harus sembunyi dariku Sean?"
Sean terpana,"Kamu tahu?"
Vino muncul dengan Bimo,"Sepertinya banyak yang harus kalian bicarakan.Aku akan menunggumu di ruang dokter."
Vino pergi diikuti Bimo,"Aku tidak akan pergi dari RS ini Bim.Aku tak mau jauh dari Laras dan anakku.Mungkin dokter bisa membantu kita.Lagipula aku ingin tahu kondisi Laras dan anakku."
Sementara itu Sean bicara dengan Sandra ditempat yang sepi,"Aku tidak menyembunyikan apapun darimu.Kau yang melakukan itu padaku lebih dulu."
Sandra ingin sekali memeluk Sean tapi Sean melarang,"Jangan sentuh aku!Aku tak mau terluka lagi.Cukup..."
Sandra menahan pedih,"Aku sungguh minta maaf menipumu dulu.Tapi aku sungguh tak berniat membuatmu celaka Sean...Tugasku hanya mencari informasi dan aku sudah memutuskan hubungan dengan Marco."
Sean masih tak percaya,"Menjalin hubungan dan memutuskannya memang mudah.Namun menjaga kepercayaan itu tidak mudah."
Sandra tahu betapa ia telah melukai orang yang paling ia sayang,"Kau boleh membenciku tapi kau perlu tahu Sean,aku sangat bahagia kau baik2 saja.Dan itu cukup buatku...Hatiku sudah tenang kini."
Sementara itu Anabel melihat jam tangannya,'Gila nih Sandra lama amat perginya?Aku sampai udah habisin dua porsi makanan nih.Aduh apa aku telpon aja ya?'
Lagi mau nyari hp eh Anabel lihat seseorang,'Itu kan Norman?Ah mirip aja kali.Tapi...kayaknya beneran deh...itu Norman!Samperin ah...kalau Norman kembali berarti bawa kabar dong.Tuan Vino ketemu ga ya?Siapa tahu aja ketemu.'
Anabel lupa mau nelpon Sandra malah mendekati sosok pria yang berdiri di taman dibalik sebuah pilar,"Norman!!"
Norman jumbul,"Jagat dewa batara!Boneka hantu?"
Anabel sewot dibilang gitu,"Ini itu masih terang ya masak ada hantu keliaran?Sembarangan!"
Norman minta maaf,"Maaf Bu Anabel.Saya ga bermaksud ga sopan."
Anabel nanya,"Gimana hasil pencarianmu?Kok tahu2 udah di RS?Kamu itu tugasnya nyari Tuan Vino kok malah di sini?!Apa ada perkembangan?Tuan Vino ketemu?Atau jangan2 ..."
Tbc.....♣ - Part
484**I AM HIS QUEEN
Springing out...
Anabel malah mikir yang ga2,"Oh tidak kamu pasti kemari habis dari ruang autopsi ya.Baru saja bawa jenazah yang kamu temuin ya?Kayak di tv2 itu?Oh Tuan Vino...kenapa Tuan pergi begitu cepat...huhu..."
Norman panik lihat Anabel malah nangis,"Hsshhh...jangan nangis nanti dikira aku ngapain gitu.Aku kasih tahu ya...tapi jangan bilang2 soalnya ini masih belum boleh diopen."
Anabel kian ga nyambung,"Kamu mau kasih makanan belum dioven gitu?Aku udah makan Norman.Aku kan habis dari kantin RS."
Norman gemes bener sama asisten Bu Rani itu,"Siapa yang mau kasih kamu makanan?Perut doang yang dipikirin.Aku tuh bawa kabar gembira buat keluarga Adijaya.Bahwa..."
Saat itulah Norman melihat Bu Rani,Revan dan Lastri jalan di koridor menuju pintu exit,segera dibekapnya Anabel untuk sembunyi,'Gawat!Untung aku sempat sembunyi.Kalau Mas Revan lihat aku bisa kacau semuanya.'
Anabel yang deg2an dipeluk Norman,'Waduh kok aku deg2an gini ya?Ups...Norman kan udah punya isteri.Ga boleh!Ga boleh!Lagian hatiku kan cuma buat Bimo.'
Norman sempat mendengar Revan bertanya pada Bu Rani,"Berarti besok Laras mulai off dari perusahaan kan Ma?Terus yang handle Mama?"
Rani berkata,"Mama sudah punya plan.Kamu tenang saja.Perusahaan kamu sendiri bagaimana perkembangannya?Mama dengar kamu masih sering bolos ya?Apalagi rencana pernikahan kamu sama Bianca batal.Kamu ini Van,coba serius dalam segala yang kamu lakukan.Pasti hasilnya akan lebih baik."
Revan sebel,'Ceramah lagi...tapi apa ya rencana mama?Apa mama mengikuti saran papa buat naruh aku di jajaran BOD?Aku bayangin pakai jas terus duduk di kursi CEO,kursinya Vino.Pasti cool banget tuh!'
Sementara Revan senyum2 bayangin jadi pimpinan tertinggi Adijaya Group,Lastri tengah tenggelam dalam rasa bersalahnya,'Mas Vino marah ga ya sama aku?Gimana kalau aku dan suami aku diusir dipecat?Oh tidak!Kami mau makan apa?Aku salah sih kebanyakan ngomong.Jadinya begini nih!'
Norman lega mereka dah pergi,"Pyuhhh hampir saja."
Anabel masih merona,"Ehm...Kamu mau kasih tahu apa sih tadi?Pakai acara touching2 aku segala?Kamu kangen isteri kamu ya?"
Norman geleng kepala,"Siapa yang touching2?Tadi itu ada Mas Revan lewat."Tbc.. - Part
485 ** I AM HIS QUEEN
Seeing him...
Norman membawa Anabel ke tempat lain yang menurut dia sepi,"Bicara disini saja Sini sepi."
Tapi Anabel malah hepi ditarik2,"Norman,ngebet banget bawa aku ke tempat sepi?Modus ya?"
Norman ga sadar kalau tempat yang dia pilih satu area dengan Sean dan Sandra bicara,"Aku ga modus apa2.Aku cuma mau bilang bahwa Mas..."
Eh malah Anabel terbelalak lihat Sandra sama seorang pria gondrong,"Itu kan Sandra?Pantesan lama ditungguin ga balik2!Rupanya sama cowok ya?Asyik pacaran dia.Enak aja dia!"
Anabel malah nyamperin Sandra,Norman heran,"Lho Anabel?Dasar orang aneh!Mau kemana dia?"
Norman mau nyusul eh hpnya bunyi,'Pak Bimo?Wah aku disuruh ke ruang dokter.Oke.. deh Anabel tinggalin aja.'
Anabel malah melabrak Sandra,"Enak ya asyik pacaran di sini?Biarin aku nunggu sampai kering?"
Sean menoleh dan Anabel mengenalinya,"Mas Sean??!!Ini benar Mas Sean?Ya ampun makin ganteng.Tunggu dulu...test produk dulu."
Anabel main peluk aja ke Sean,"Ya ampun bener ini Mas Sean..."
Sandra jelas ga rela pria yang ia cintai dipeluk sama wanita lain walaupun wanita itu modelnya kayak Anabel,"Bu Anabel ngapain!Lepasin Sean!!"
Sean segera berlindung pada Sandra,"Please save me from her..."
Wah Sandra hepi banget dipegang pundaknya sama Sean,'Tadi disentuh aja ga boleh.Sekarang dia pegang2 aku.Tapi aku seneng juga sih...he..he...itu tandanya dia ga marah beneran sama aku.Makasih Bu Anabel sudah bikin Sean melembut hatinya.'
Sandra langsung gandeng tangan Sean,"Cuma ada satu jalan.Kabur!!"
Berdua mereka bergandeng tangan lari dari kejaran Anabel.Disitulah Sean baru sadar betapa bahagianya ia melihat Sandra tersenyum,'Aku ingin memegang tangan ini untuk selamanya.Aku sayang dia...hatiku tak bisa membencinya.'
Sandra juga sama sangat bahagia digenggam erat jemarinya oleh Sean,'Jangan pernah lepaskan tanganmu Sean.Teruslah kau di sisiku.'
Bersambung.... - Part
486**I AM HIS QUEEN Big plan... Sean mengajak Sandra sembunyi,"Kita
sembunyi di sini saja.Lebih merapat!" Sandra berdebar dipeluk oleh
Sean,'Ya ampun...betapa aku merindukannya...Terima kasih Tuhan sudah
membawanya kembali.' Anabel celingukan nyari keduanya,"Mana
sih?Kayaknya tadi ke arah sini deh...Tunggu dulu!Kalau Mas Sean kembali
dan baik2 saja berarti Tuan Vino juga dong...Aduh kenapa aku lupa nanyain
itu tadi ke Mas Sean...Anabel kamu terpesona sih tadi sama penampilan baru
Mas Sean..." Anabel menuju ke dekat pilar dimana Sean dan Sandra
bersembunyi,tapi pas mau nengok eh hpnya bunyi,'Bimo?Ahhh kebetulan aku
mau ngasih tahu soal Mas Sean...' Bimo sengaja nelpon Anabel buat nemeni
Laras.Soalnya Mbak Lastrinya diajak pulang sama Bu Rani,"Oh Lastri
pulang.Ya udah aku ke kamar Mbak Laras.Tapi Bim...Bim!!" Sudah
ditutup sama Bimo,"Ihhh Bimo baru juga mau kukasih tahu malah
diputus.Ntar aja kalau ketemu langsung aja.Hpku juga low bate nih..."
Anabel menuju kamar Laras.Sean lega,"Pyuhhh almost ....just
almost.." Sandra masih dipelukan Sean,'Bahagianya bisa dengerin detak
jantung Sean...Andai waktu bisa berhenti...' Sean salting kala sadar
tengah memeluk Sandra,"Oh..sorry ...I must go now..." Sandra
ditelpon Bu Rani,"San,kamu bisa ke kantor.Ada hal penting yang mau
saya bicarakan." Sandra jelas patuh,Adijaya Group memang sementara
dipegang oleh Rani selama Laras masih off.Namun heran juga dia,'Ada apa
ya?Aku balik ke kantor aja.Yang pasti aku sudah lega Sean baik2
saja.Demikian juga dengan Pak Vino.Rasanya beban berat dihatiku sudah
diangkat.' Sandra balik ke Kantor Pusat.Sementara Vino bertanya pada
dokter soal anak isterinya,"Bagaimana kondisi isteri dan anak saya
Dok?" Dokter menjawab,"Tidak ada masalah dengan
jahitannya.Nyonya Laras bisa pulang secepatnya.Putra Anda juga sehat.Tidak
ada kelainan atau keadaan yang memerlukan penanganan khusus." Vino
lega,"Syukurlah mereka baik2 saja.Aku bisa memikirkan perusahaan
sekarang.Sudah saatnya aku kembali." Bimo setuju,"Benar
Mas.Sebelum Pak Marco berbuat ulah.Soal kejahatannya apa akan Mas bawa ke
meja hijau?" Vino berkata,"Itu pasti tapi jangan sekarang.Kita
susun rencana dulu." Bersambung
- Part
487**I AM HIS QUEEN To war.... Sandra menelpon Anabel,"Bu
Anabel,tolong sampaikan ke Laras ya saya minta maaf langsung balik ke
kerjaan.Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kelahiran putra
pertamanya.Sampaikan salam saya." Anabel pas sampai di kamar
Laras,"Dasar Sandra main tutup aja.Pasti dia ga balik ke
kerjaan.Pasti jalan berdua sama Mas Sean.Pakai dalih balik ke
kerjaan.Hmmm..." Pak Syamsul lega lihat Anabel,"Buruan masuk Bu
Anabel.Laras butuh bantuan tuh.Mau ke kamar mandi kayaknya." Anabel
jadi batal mau ceria soal Sean,"Tenang Pak Syamsul.Anabel the best
assisten ever sudah datang dan siap bertugas." Anabel ga berani
cerita soal Sean,takut kalau nanti Laras malah sedih dan berharap Vino
kembali padahal keberadaan Vino belum jelas bagi Anabel,'Aku mau nanyain
Bimo dulu soal Tuan Vino.' Sementara Sandra diminta Rani untuk
mengumpulkan semua jajaran Board of Directors untuk meeting
tertutup.Sandra yakin bahwa Bu Rani orang yang adil,'Aku akan membantu Pak
Vino dan Sean kembali ke hidup mereka yang semula.Sean,aku janji akan
mengembalikan lagi hidupmu seperti sebelum aku hadir dan mengacaukan
semuanya.Aku juga akan mengembalikan lagi hubunganmu dengan Lola.Setelah
itu aku akan pergi meneruskan bisnis papaku diluar negeri sana.Aku mau
menata hidupku lagi.' Vino sendiri juga meeting tertutup dengan Bimo,Sean
dan Norman serta Pak Syamsul,"Saya akan segera kembali mengurus
perusahaan.Untuk itu saya akan muncul ke publik secara terang2an.Saya
minta para bodyguard standby dan waspada dekat Laras dan anak saya.Juga
awasi Revan.Mama akan membuka jalan untuk saya kembali ke
perusahaan.Sementara RS adalah tempat teraman bagi Laras.Selama saya belum
ambil alih kendali perusahaan,isteri saya akan tetap di sini.Pastikan
hanya orang yang dikenal yang boleh masuk ruangan isteri saya.Kalian
mengerti?" Bimo menjawab,"Siap Mas.Kebetulan besok ada meeting
nasional.Semua branch manager berkumpul di Head office.Saya rasa ini waktu
come back yang tepat untuk Mas Vino." Sean berkata,"Anabel tadi
melihatku...do you think she should ..." Vino melihat ke Bimo,tanpa
perlu ucapan cukup dengan pandangan saja Bimo sudah tahu,"Siap
Mas.Soal Anabel serahkan pada saya." Bersambung.....
- Part
488**I AM HIS QUEEN Access... Rani sampai di kediaman
Adijaya,"Lastri,kamu suruh Mety untuk ke RS segera.Kasihan Laras.Aku
ga mau menantuku mendapat perlakuan buruk dari perawat.Tugas Mety kamu
yang handle.Satu lagi Lastri,sedikit bicara banyak bekerja.Mengerti?"
Lastri tertunduk,"Iya Bu Rani.Saya tidak akan mengulangi kesalahan
saya." Rani masuk mobil lagi,ketemu sama Revan yang baru datang
dengan mobilnya,"Mama mau kemana lagi?Kan baru datang?" Rani
menurunkan kaca mobil,"Mama mau ke kantor.Mama kan sekarang gantiin
Laras.Banyak hal yang harus Mama urus.Kamu juga urus kantor kamu.Mama mau
kamu belajar bertanggung jawab dalam perkara kecil nanti pasti kamu akan
dipercaya dalam perkara besar.Mama pergi ya...jangan telat makan ya
Revan?" Revan nunggu mobil mamanya keluar gerbang,'Kerja?Setia dalam
perkara kecil?Buat apa punya anak buah.Aku kan Boss.Kayaknya Mama nyiapin
posisi buat aku deh...mending aku menemui papa.Mumpung mama lagi sibuk.'
Rani rapat dengan direksi sampai malam,mastiin semua berjalan dengan
baik,"Besok kita akan kedatangan pembicara penting dalam meeting
nasional kali ini.Pastikan semua siap dan semua hadir before time.Juga
jangan lupa libatkan media.Juga untuk semua perusahaan yang tergabung
dalam Adijaya Group,saya ingin pertemuan besok disiarkan live.Pastikan IT
menyiapkan semuanya." Jajaran direksi heran,"Memang siapa sih
pembicara yang datang?Sampai disiarkan live segala.Heran..kayak tamu agung
saja..." Sementara Vino tak mau jauh dari Laras dan anak
mereka.Awalnya masih bergaya dokter gitu,"Anabel,dokter Jay ingin
memeriksa mbak Laras.Kamu keluar dulu sama aku." Anabel merhatiin
yang namanya Dokter Jay,'Kok kayak kenal ya?Kayak...' Anabel ditarik sama
Bimo,"Buruan!Ada yang mau kubicarain sama kamu.Ayo ikut aku!"
Anabel masih melirik ke arah Vino,"Itu...orang itu...ups maksud aku
dokter itu...dia..." Untung Anabel cepet ditarik keluar sebab begitu
Laras lihat Vino,langsung deh nempel manja,"Sayang...aku ga bisa
tidur.Varellnya ga mau tidur2..." Vino mengecup isterinya,"Biar
aku gendong dia..." Tahu papanya datang,Varell menggerak2kan
tangannya,seneng dia.Ga lama merem dia.Vino menaruh kembali di
boxnya,"Jagoan kita sudah tidur."Tbc.......
-
I Am His Queen part 489
Part 489**I AM HIS QUEEN Loves deeply... Laras tersenyum
melihat bayi mungil di box dekat tempat tidurnya,"Lihatlah Sayang,tidurnya
gemesin banget.Anak papa bener dia.Baru bobok kalau dah ketemu
papanya.Hmm..." Vino memeluk isterinya dari belakang,"Kalau bayi gede
aku yang ini mau bobok jugakah?Atau perlu dininabobokan kayak Alvarell?"
Laras memejamkan mata menikmati ciuman Vino di lehernya,"Kamu masih saja
fave leher aku ya?Ga berubah ya?" Vino berbisik,"Sampai kapanpun aku
tak akan berubah dalam mencintai kamu.Aku kangen banget sama kamu Ras...really
do." Laras menyandarkan punggungnya di dada Vino,"Aku juga
Vin...kangen banget nyebut nama kamu...Alvino Adijaya welcome back my
husband." Vino menciumi rambut isterinya,"Setiap malam di pulau
selalu aku tak bisa tidur memikirkan dirimu.Maafkan suamimu ini tak ada di
sisimu kala kau hamil tua." Laras berbalik dan menggeleng,"Jangan
minta maaf.Akulah yang harusnya minta maaf,aku juga tak ada di dekatmu kala
hidupmu dalam bahaya.Semoga takkan pernah ada lagi perpisahan seperti
kemarin." Vino membelai rambut isterinya,"Semoga untuk kehamilanmu
yang selanjutnya aku akan selalu disampingmu." Laras mesem,"Vin,baru
juga si sulung lahir udah mikir runner up.Hmm..." Vino ikut
mesem,"Lho itu kan doa seorang ayah yang baik.Kenapa?Kamu ga suka hamil
lagi?" Laras merona dijewernya telinga Vino,"Vino!!" Vino nampak
manyun,"Ya udah kalau ga suka aku akan tunggu sampai ...berapa tahun
ya?Jangan lama2..." Laras gemes bener sama sang
suami,"Uluh...uluh...pakai manyun segala...ga akan bisa pasang muka
jelek..tahu kenapa?" Vino menggeleng,"Kenapa?" Laras mengusap
wajah suaminya,"Karena mau digimanainpun wajah kamu tetep aja ganteng
he..he...dan aku sayang banget sama pemilik wajah ini...aku mau kok melahirkan
berapapun anak buat kamu." Wah Vino sumringah cerah gitu mukanya,"Really?Sebanyak
yang aku mau?Yeaah!!Ups...Varell lagi bobok..." Varell memang hampir aja
bangun untung Laras segera mengelus2 punggungnya,"Oh sayang ..bobok lagi
ya...Papa dan mama disini kok jagain Varrel." Vino ikut mengelus2
putranya,"Makasih ya Ras sudah melahirkan anak aku.Jangan kapok ya
he..he.." Laras nyubit lengan suaminya,"Masih julit ternyata..."
Tbc...
I am His Queen part 490
Part 490**I AM HIS QUEEN Enlarge my step.... Mety melangkah
menyusuri koridor RS dengan gamang,'Apa yo maksudnya Mbak Lastri nyuruh aku
jangan banyak cingcong apalagi mengkritik soal kelakuan mbak Laras di
RS?Perasaan yang banyak talking2 itu kan malah mbak Lastri.' Pandangannya ia
alihkan ke arah dua koper yang ia bawa satu sedang satunya dibawa oleh
bodyguard,'Makin aneh lagi tuh aku disuruh bawa pakaiannya Mas Vino.Kalau
pakaiannya mbak Laras sama baby sih jelas tapi pakaiannya Mas Vino...ini kan
aneh?Mas Vino aja udah lama ga tahu gimana kabarnya.Aku kok jadi merinding
malahan ya?Apa mbak Laras begitu kangen sama Mas Vino sampai makai pakaiannya
gitu?Tapi masak celana panjang dan dasinya juga sih?Sepatu pula?Hmm...apa mbak
Laras sudah kehilangan akal sehat karena Mas Vino ga balik2 juga terus bergaya
jadi Mas Vino gitu?Aku kok makin deg2an jadinya...' Sampai di kamar VIP,Mety
lihat Anabel asyik telponan,"Oh iya Bu Rani.Begitu Mety datang saya akan
segera ke kantor.Oh iya ya..." Anabel sumringah lihat Mety,"Syukur
kamu dah sampai sini.Aku disuruh ke kantor nih.Kamu taruh aja kopernya di dalam
tapi jangan ganggu mbak Laras ya?Soalnya mbak Laras lagi diperiksa sama
dokter.Aku pergi dulu bye Mety..." Mety lihat Pak Bimo berjaga di depan
pintu,"Permisi...Pak Bimo,kopernya mau saya taruh di dalam." Bimo mau
ngantar masuk tapi hpnya bunyi,"Kamu taruh saja di dekat ruang
tamu...habis itu cepet keluar ya Met..." Mety mengangguk lalu masuk
pelan2,merinding juga dia.Ruangan bagus jelas,dah ga heran lagi dia dengan
semua fasilitas lux sejak kerja di kediaman Adijaya.Iapun menaruh koper
pelan2.Kayak lagunya Kotak....Pelan2 saja!Namun ia mendengar suara ketawa kecil
majikannya,'Kayak suara mbak Laras,katanya lagi diperiksa dokter kok malah
ketawa geli gitu?Jangan2 beneran mbak Laras udah dalam tahap perlu psikiater
kali ya?Ngintip dikit ah...' Terpana mbak Mety lihat Laras dipeluk sama seorang
pria gondrong,anehnya Laras ga berontak ataupun risih,"Astaga!" Suaranya
mengejutkan kedua tersangka maksudnya kedua pelaku ups maksudnya Laras dan sang
pria gondrong,"Mbak Mety?" Keterkejutan Mety berubah kala lihat
dengan seksama pada sosok pria yang meluk Laras,"Mas..Vino?"Tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar