I AM HIS QUEEN PART 511-520^^^


Part 511***I AM HIS QUEEN
Should die...
Melihat Sean masih hidup jelas membuat Revan panik,'Bagaimana mungkin?Mereka harusnya sudah mati.Kenapa masih hidup?Jelas aku dan papa melihat sendiri kapal mereka meledak.'
Rani melihat Revan,"Kenapa Van?Kau masih tidak percaya?Laras saja mengenali mereka.Kau masak tidak Van?"
Revan terpana,"Apa?!Laras sudah tahu soal mereka masih hidup?"
Rani curiga,"Masih hidup katamu?Jadi kau tahu apa yang menimpa mereka selama ini?"
Vino tak mau mamanya terluka,"Ma,sebaiknya  pembicaraan ini dilanjutkan di rumah saja.Ada media dan pers di sini."
Revan segera pergi,'Aku harus menghubungi papa.Aku harus kasih tahu papa.'
Rani berkata pada Vino,"Kau handle meeting ini Vin.Mama mau bicara sama Revan dulu."
Vino memberi kode pada Bimo untuk mengikuti mamanya,"Jaga Mama Bim."
Revan segera menghubungi Marco,"Pa...gawat Pa!Ternyata Vino dan Sean masih hidup dan mereka segar bugar Pa..."
Marco kaget,"Tidak mungkin!Kapal mereka meledak,kita lihat sendiri.Ini pasti palsu Van..."
Revan berhenti,"Pa beneran mereka asli.Laras saja sudah bertemu mereka.Padahal kita sudah meledakkan kapal mereka.Revan saja masih ga percaya..."
Kata2 Revan terhenti karena tiba2 Rani merebut hpnya,"Mama?"
Rani mendengarkan dengan siapa Revan bicara.Marco masih ga ngeh kalau hp Revan pindah tangan,"Jangan sampai Mamamu tahu Van soal kita yang meledakkan kapal Vino dan Sean saat itu.Kau jangan panik Revan..."
Rani terkejut,"Jadi kalianlah yang mencelakakan Vino?Makanya ia menghilang?Mama ga percaya ini..."
Segera Revan berdalih,"Ma,Mama jangan salah paham..."
Rani menampar Revan,"Plak!!"
Bimo terkejut melihatnya,'Sepertinya Bu Rani sudah tahu semuanya.'
Revan meraba pipinya yang panas,"Mama menampar aku demi Vino?!"
Rani tergugu dan Marco mendengarkan semuanya karena hp masih on,"Kau tahu kenapa mama menampar kamu?!Kamu tega menyakiti adik kamu sendiri!!"
Revan geram,"Revan ga pernah anggap Vino sebagai adik Ma!!Justru Revan benci sekali sama dia!!Dia telah merebut perhatian mama yang harusnya buat Revan!!"
Rani menahan pedih,"Mama menyayangi kalian sama.Papanya Vinolah yang menolong kamu sehingga kamu bisa mendapat penanganan dokter terbaik!"
Bersambung........

Part 512***I AM HIS QUEEN
Already Dead....
Revan masih kesal ditampar mamanya,"Mama selalu memuji kebaikan papanya Vino begini begitu...Aku muak Ma!Mama begitu mencintainya hingga mama jadi buta!Mama silau dengan hartanya kan?!"
Rani kembali menampar Revan,"Plak!!"
Bimo sampai terpana,'Baru kali ini aku melihat Bu Rani semarah ini.'
Rani berkaca2,"Kamu bicara seakan kamu tidak mengenal ibu kamu sendiri.Mama udah besarin kamu.Mama ga sangka kamu berpikir seburuk itu sama mama.Kamu tahu mama hampir jual diri demi bisa membawamu ke RS yang punya fasilitas untuk merawat kamu!Papa kamu ga peduli malah dia meninggalkan kita."
Revan ga percaya,"Ga mungkin!Mama bohong!!Papa ga mungkin ga peduli sama Revan!"
Rani memberikan hp Revan,"Silakan tanya papa kamu sendiri.Mama lelah menutupinya lagi.Kamu membuat mama kecewa.Asal kamu tahu jika bukan karena papanya Vino mungkin sekarang kamu tidak ada bersama Mama."
Marco sendiri shock mendengarnya,'Ternyata Adijayalah yang menolong anakku disaat aku tidak ada.Apa yang telah kulakukan?'
Revan bicara dengan Marco via hp,"Pa katakan semua yang mama bilang itu bohong kan Pa?Papa ada kan saat Revan sakit parah waktu itu?Iya kan Pa?"
Marco terdiam sejenak,"Maafkan Papa Revan...Saat itu Papa tidak ada buat kamu dan mama kamu..."
Revan kecewa,"Jadi semua yang dikatakan Mama benar?"
Revan menyeka air matanya,"Kalian berdua membuat aku kecewa!!Aku menyesal menjadi anak kalian!!"
Revan pergi,Rani hendak mengejarnya,tapi Bimo menahannya,"Bu Rani sudah...Mas Revan butuh waktu untuk sendiri.Bu Rani tenang dulu.Lagipula diluar banyak awak media."
Rani menurut,"Bim,apa kau juga tahu keterlibatan Revan dalam hilangnya Vino?"
Bimo membawa Rani ke ruang Presdir,"Norman yang mengatakannya pada saya.Mereka mengancam siapa saja yang mengetahui rahasia ini.Mas Vino sendiri ingin kami menjaga rahasia ini.Mas Vino tak mau Bu Rani jadi sedih karenanya."
Rani duduk di sofa,"Untunglah Tuhan selalu melindungi Vino.Aku takkan bisa memaafkan diriku jika sampai Revan berhasil mencelakai Vino.Aku tak mengerti apa aku salah jika aku menyayangi Vino sama seperti aku menyayangi Revan?Apakah menurutmu semua karena aku Bim?"
Bimo jadi ikut sedih.Bersambung.........

Part 513***I AM HIS QUEEN
Go your way....
Vino tak tenang hatinya di dalam ruang meeting,"Sean,semua hal yang penting sudah kutangani.Sisanya kamu tangani dengan Sandra dan Anabel okay?Aku mau menemui Mama."
Sean mengerti,"I will handle the rest here.See Aunty he needs you."
Vino memberi salam pada jajaran direksi yang hadir,lalu keluar ruangan.Salah satu bodyguard segera memberitahu,"Bu Rani ada di ruangan Presdir bersama Pak Bimo."
Vino segera ke sana,dilihatnya sang mama nampak sedih dan matanya sembab,jelas sekali habis menangis.Rani tidak menyadari kehadiran Vino,"Apa aku ibu yang jahat Bim?Aku telah membuat Revan menjadi iri pada Vino?Aku ini ibu yang sangat buruk...semua ini salah aku Bim...salah aku..."
Bimo melihat Vino datang,dia segera keluar ruangan diam2.Vino mendekati mamanya,berlutut di hadapannya,"Ma...."
Mendengar suara Vino,Rani langsung  menangis sambil memegang tangan putra tirinya itu,"Maafkan Mama sayang...maafkan mama...Hukum mama saja jangan kakakmu ya Nak...ya..."
Vino jadi ikut berkaca2,'Inilah yang paling tak ingin kulihat.Mama sedih.'
Rani terus menangis,"Kakakmu dia...mama tidak tahu apa yang ada di pikirannya...mama tidak mengerti...tapi mama mohon padamu...jika kau masih menganggap mama sebagai ibumu...jangan bawa Revan ke kantor polisi.Biar mama yang gantikan dia ya Vin...karena semua ini ...semua ini adalah salah mama..."
Vino menggeleng,"Mama jangan berpikir begitu.Mama adalah ibu yang sangat baik.Mama selalu berusaha bersikap adil.Kasih sayang mama begitu berlimpah.Vino sungguh beruntung menjadi anak mama.Mama jangan menyalahkan diri mama...Mama jangan sedih ya Ma...Vino sedih jika Mama sedih..."
Rani malah menangis di pelukan Vino,"Maafkan kakak kamu ya sayang..."
Vino mengangguk,"Iya Ma...sudah Vino maafkan.Mama tenang ya..."
Rani masih terisak,"Terima kasih ya sayang...Mama sayang kalian berdua..."
Vino lega sang mama lebih tenang,"Vino juga sayang sama mama...Vino akan mencari jalan keluar untuk masalah ini.Solusi yang terbaik bagi semuanya."
Sementara Bimo segera mencari Revan,ia berpesan pada teamnya untuk menjaga Vino,'Aku harus menghubungi Norman.Bagaimana jika Mas Revan ke RS?'
Benarkah Revan pergi menemui Laras?Tbc..

Part 514***I AM HIS QUEEN
Sorrow....
Revan lari keluar menuju mobilnya melewati semua hadangan wartawan,"Mas kapan konferensi persnya nih?Mas jadi Presdir kan?"
Wartawan memang belum tahu bahwa Vino sudah kembali.Ruang meeting masih tertutup.Revan ga mau jawab,"Minggir kalian semua!!Minggir!!"
Mereka heran dikasari sama Revan,"Ketus amat tuh orang?Kayaknya terjadi sesuatu deh di dalam.Yuk masuk aja!"
Bimo yang jadi kehadang laju mereka,'Aduh kok malah jadi kehilangan jejak Mas Revan sih?'
Rupanya Revan dah pergi tapi diikuti mobilnya Marco,"Van,berhenti!Papa mau bicara!"
Revan dikepung mobilnya oleh mobil bodyguard Marco,akhirnya di sebuah taman mereka ia berhenti,"Berhenti ikutin Revan Pa!!Revan kecewa sama Papa sama Mama.Semuanya!"
Marco mendekat dan hendak menyentuh pipi putranya,"Mama kamu menampar kamu ya?Kamu boleh menampar Papa kalau itu bisa membuat hati kamu lega.Tampar Papa!Tampar!!"
Revan ga mau,"Rasa sakitnya bukan di wajah Pa...tapi di sini.Di hati Revan.Ternyata papa kandung Revan saja ga peduli saat Revan sakit parah.Justru papanya Vino yang peduli.Revan kecewa sama Papa!!Kini Revan tahu kenapa Mama begitu sayang pada Vino karena mama ingin membalas kebaikan papanya Vino.Jika bukan karena dia,Revan sudah mati Pa.Sudah mati!!Revan ga akan ada di sini sekarang ini!!Papa ngerti ga perasaan Revan sekarang?Revan sedih Pa...sekarang Revan ada urusan.Jangan coba2 ikuti atau Revan tidak akan mau ketemu papa lagi!!"
Marco membiarkan Revan pergi,'Mau kemana dia?'
Kemanakah Revan pergi?***Bersambung....


Part 515***I AM HIS QUEEN
Be not afraid...
Vino mencari Bimo,"Kamu dimana Bim?Sebentar lagi konferensi pers.Aku tak mau mama kian tertekan.Antar mama pulang saja."
Bimo menjawab,"Tapi Mas Revan?"
Vino berkata,"Bagaimanapun dia adalah kakakku.Masalah keluarga akan kuselesaikan dengan hati bukan dengan emosi.Bawa mamaku pergi dulu dari sini.Kasihan beliau."
Bimo melangkah ke dalam lagi,"Tapi bagaimana jika Mas Revan ke RS Mas?Mbak Laras bisa dalam bahaya."
Vino berkata,"Aku sudah minta pada pihak RS untuk memindahkan Laras ke ruang lain.Revan tidak akan tahu.Kita selesaikan dulu konferensi pers kemudian kita jemput Laras.Kita ke rumah baru saja."
Bimo bertanya lagi,"Terus Bu Rani saya bawa ke rumah yang mana Mas?"
Vino memandang mamanya yang sedang mencoba menghubungi Revan,"Mama tetap ingin di rumah lama.Aku sudah ijin mama untuk membawa Laras dan Varell ke rumah baru.Malah mama yang saranin untuk membawa mereka ke sana selama keadaan belum kondusif.Kasihan Laras katanya."
Bimo mengerti,'Bu Rani pasti berharap Revan akan pulang dan kembali seperti dulu.'
Revan memang ke RS tapi dia bukan menemui Laras,dia mencari dokter yang dulu menanganinya.Untunglah dokternya masih bekerja di sana,"Saya ga sangka anak kecil pada waktu itu sudah sebesar ini sekarang.Padahal waktu itu,jika terlambat sedikit saja Pak Michael Adijaya menelepon saya,saya sudah terbang ke Spanyol.Beliau meminta saya kembali untuk melakukan operasi bedah otak pada putranya.Saya sangat menghormati beliau,akhirnya saya kembali.Padahal saya sudah dibandara lho.Saya ga akan lupa saat itu.Dan beliau memberi saya naik pesawat pribadinya terbang ke Spanyol usai operasi.Wow!"
Revan terpekur mendengarnya,'Ayah Adijaya...dia menganggapku sebagai anaknya sendiri.Apa yang telah kulakukan?Aku malah beberapa kali hendak melenyapkan putra kandungnya.Revan!!Kau ini monster!Tidak tahu terima kasih.Anak durhaka!!Anak tiri tidak tahu diri!'
Revan menuju ruangan Laras tapi kosong,"Nyonya Laras sudah tidak di kamar ini lagi.Maaf kami tidak bisa memberitahu lebih lagi."
Revan menuju ruang bayi2,'Aku cuma mau minta maaf Ras...aku hampir membuat anakmu menjadi anak yatim.Maafkan aku Ras.Maafkan aku...'
Revanpun pergi.Tbc..

Part 516***I AM HIS QUEEN
Mourned.......
Laras memang telah dipindahkan ke area khusus.Sebuah area dengan keamanan lebih berlapis.Varell nampak rewel,nangis terus.Laras meninabobokannya,"Sssh...Anak mama kenapa sayang?Varell kenapa?Cup...cup...oh sayang...kangen papa ya?Sabar ya..papa lagi kerja.Gini aja...kita doain papa saja.Semoga semua yang dikerjakan papa hari ini berhasil jadi papa cepet pulang deh..."
Mety dan Pak Syamsul mesem melihat Laras bicara sama Varell yang masih baby cute.Bagai mengerti ucapan mamanya,Baby Varell menjulurkan tangannya terus diem.Ga lama hp Laras bunyi,"Pasti papa nih...mama angkat dulu ya..."
Beneran memang Vino,"Ras..."
Laras hafal nada itu,"Vin...kamu gpp kan?"
Vino mau cerita soal Revan sebenarnya,"Oh gpp sayang...cuma nervous saja soalnya mau pers conference.Jagoan kita gimana?"
Laras menunjukkan si dempluk Varell dengan video call,"Dia nangis terus ....sepertinya tahu kalau papanya lagi galau..."
Vino terharu,"Aku memang ga bisa bohongi kamu Ras...."
Laras melihat baby Varell menguap,'Anak dan papa ikatan batinnya kuat sekali.Bener2 anak papa nih ...begitu papanya nelpon langsung anteng.'
Namun Vino ga bisa cerita karena sudah ditunggu awak media,"Maaf ya sayang nanti saja ceritanya...aku telpon lagi nanti ya...peluk cium buat jagoan kita ya...Aku mencintai kalian..."
Laras menjawab,"Kami juga mencintaimu...selalu mendukungmu."
Vino merasa mendapat kekuatan baru usai telpon Laras,"Mari Sean!"
Para wartawan terpana melihat siapa yang datang ke ruang pers conference,"Itu kan Alvino Adijaya???...Milyarder Adijaya come back!!"
Wah pertanyaan mereka banyak nian,"Selama ini apa yang terjadi dengan Anda?Benarkah Anda di luar negeri?...Apakah kembalinya Anda berarti Anda akan kembali menduduki kursi Presdir di Adijaya Group?"
Semua pertanyaan dijawab dengan tenang oleh Vino,"Saya selama ini ada di suatu tempat namun masih di dalam negeri.Saya memang akan kembali mengelola Adijaya Group mulai dari sekarang."
Saat wartawan kumpul sibuk di ruang pers conference,Bimo membawa Rani keluar dari kantor pusat.Marco melihat konferensi pers lewat tv,"Kacau!!kacau semuanyaa!!"
Akankah Vino memaafkan Revan?Bersambung....

Part 517***I AM HIS QUEEN
Into the sepulchre...
Vino berdiri dari kursinya,"Maaf saya tidak bisa lama di sini tapi semua pertanyaan kalian akan dijawab oleh sekretaris saya.Selamat siang."
Vino memandang Sean,"You handle from here."
Sean mengerti,"Ok Vin.You can trust me."
Vino keluar diikuti bodyguard,"Rais,tolong siapkan mobil!Aku ingin pergi ke suatu tempat." Di mobil Vino menelepon Laras,"Sayang,aku mau ziarah ke makam papa.Gpp kan?"
Laras menjawab,"Sebenarnya aku ingin sekali ikut.Tapi keadaan tidak memungkinkan.Varell masih kecil.Pergilah Vin,salam buat Papa Adijaya.Semoga kau mendapatkan jawaban kegundahan hatimu."
Vino tersenyum,"Kamu selalu tahu isi hatiku..."
Laras mesem,"Kamu itu kalau sedang galau,dua tempat pasti kamu tuju.Kalau ga pantai pasti makam papa kamu."
Vino menjawab,"Tiga tempat sekarang.Yang ketiga adalah dirimu.Kau adalah pelabuhan hatiku.Kau adalah anugerah terindah dalam hidupku.Dan itulah kenapa aku tak bisa membenci Revan karena dialah yang menyatukan kita tanpa disadarinya.Aku sangat mencintaimu Ras."
Laras terharu,"Kau jadi puitis sejak kembali dari pulau itu Vin...Aku semakin mencintaimu..."
Vino ingat pulau dimana ia terdampar dulu bersama Sean,"Di pulau itu aku belajar bersyukur.Bahwa semua yang kita punya hanyalah milik-Nya semata.Dialah pemrakarsa semuanya.Hidup itu bukanlah mencapai sesuatu tetapi menjaga hati kita tetap berkenan di hadapan-Nya.Jika Tuhan berkenan dengan jalan hidup kita maka musuh kitapun akan didamaikan-Nya dengan kita.Sayang,aku tahu bahwa papa juga sayang pada Revan.Dan aku juga tak ingin menyakiti mama.Aku tak mau membuat dia sedih.Itulah kenapa aku mau menenangkan diriku dengan datang ke makam papa."
Sementara Vino otw ke makam.Sebuah mobil telah sampai lebih dulu di sana.Pemilik mobil itu disapa oleh penjaga makam,"Mas mau ke makam siapa?"
Yang ditanya jawab,"Saya mau ke makam ...Michael Adijaya...Bapak lupa ya sama saya?"
Penjaga makam itu mikir,'Siapa ya?Pak Michael Adijaya setahu punya putra hanya satu tapi beliau menikah lagi dan isterinya itu punya putra dari pernikahan sebelumnya.Oh iya...aku ingat...'
Si penjaga makam menebak,"Mas Revan ya?Sendirian Mas?"
Bersambung...♣♣♧♣♣..........


Part 518 *** I AM HIS QUEEN
Is there....
Sepeninggal Vino,Sean jadi sasaran pertanyaan wartawan.Sean ga berani bicara terlalu banyak,"Okay...Please pay attention to me!Right now I can not tell much to you all.But the important is that from now Adijaya Group is back to my cousin,I mean Mr Alvino Adijaya.And thank you for your time.I must return to my office now.Good day for you.Oh one more...Kalian semua sudah disiapkan makan siang di ruang sebelah.Please enjoy it."
Semua awak media hepi deh ga jadi tanya2 macam2,"Asyik dapat makan siang nih dari Adijaya Group.Yuk makan dulu!"
Sean mendekati Sandra,"Thanks ya buat ide makan siang gratis buat awak media.Mereka langsung ga berulah."
Sandra tersenyum,"Give first and then you will receive.Bukannya itu prinsip kamu?Lupa ya?"
Sean memandang Sandra,'Kamu ga lupa sama aku selama ini.'
Sean berkata,"I am hungry..kau udah makan belum?Temani aku makan yuk?"
Sandra hendak menerima ajakan itu tapi tiba2 Lola datang,"Sean!!My honey baby!!"
Sandra didorong gitu hampir aja jatuh untung Sean megangi dia,"Lola,hati2!Sandra hampir aja jatuh lho."
Lola malah main peluk Sean,"Aku kangen sama kamu.Kamu makin ganteng deh Sean..."
Sandra merasa jadi obat nyamuk,"Maaf Sean sepertinya aku makan di kantor aja.Permisi."
Sean hendak mengejar tapi Lola mencegah,"Ngapain sih ngurusi cewek itu?Aku kan ada di sini.Ngapain kamu ajak dia makan?Yuk kita pergi makan.Di sana ada restoran baru lho.Mewah lagi.Aku mau coba dong!"
Seanpun terpaksa pergi dengan Lola.Sandra diam2 memperhatikan mereka dari jauh,'Walaupun kamu bersama orang lain tapi melihatmu kembali ke duniamu yang semula dan kau baik2 saja.Itu cukup buat aku Sean.Kini aku bisa meninggalkan Indonesia dengan tenang.'
Sementara itu Revan mencari ketenangan dengan datang ke makam papanya Vino,"Sudah lama sekali Revan ga kemari Papa Adijaya...Maafin Revan ya Pa?Revan ga tahu kalau papa begitu sayang sama Revan...ampuni Revan ya Pa...Revan ga pantas sebenarnya manggil papa ...Revan jahat ..."
Revan tergugu di sana.Tersungkur di depan makam mewah Michael Adijaya.Gerimis turun tapi Revan ga beranjak dari sana,"Revan sudah salah sangka selama ini.Revan dibutakan oleh iri hati."Tbc......

Part 519 *** I AM HIS QUEEN
Ashamed of me.....
Mobil Vino memasuki area pemakaman,namanya juga mobil branded suaranya halus.Apalagi disertai gerimis turun makin meredam suara mobilnya.Bodyguardnya menyiapkan payung untuknya,"Itu mobilnya Mas Revan Mas...apa perlu saya pastikan dulu aman tidaknya?"
Vino menggeleng,"Tak perlu.Berikan saja payungnya."
Sementara itu penjaga makam menyambut kedatangan Vino,"Ini pasti Mas Vino...Selamat datang."
Vino menyalami penjaga makam,"Sudah lama kakak saya datangnya Pak?"
Si bapak jawab,"Belum ada satu jam Mas.Padahal gerimis tapi tetap saja bersimpuh di sana."
Vino melangkah,"Saya ziarah dulu.Oh ya ini buat Bp sekeluarga."
Si bapak seneng banget dapat amplop dari Vino,"Makasih Mas...makasih."
Vino melangkah masuk area pemakaman.Sementara Revan masih menyesali diri,"Papa Adijaya...jika saja waktu bisa diulang,Revan ingin sekali kembali ke masa dulu.Saat papa Adijaya masih hidup.Revan akan mengucapkan terima kasih atas kasih sayang dan kebaikan papa.Revan juga akan menjadi anak yang baik....sayangnya waktu tak bisa diputar mundur...Revan ini anak durhaka...bukan...orang jahat.Sungguh jahat.Revan ga pantas disebut anak papa...Benar2 ga pantas..."
Revan tak tahu seseorang telah berdiri di belakangnya memayunginya,mendengar apa yang baru saja diucapkannya.Mata orang itu berkaca2 tertutup oleh rintik gerimis,"Kakak salah...mendiang papa sayang sekali sama kakak...bahkan aku sering berpikir siapa sebenarnya yang anak kandung beliau."
Revan tercekat mendengar suara orang itu,"Kau...Vino?"
Revan segera berdiri,"Aku tidak pantas ada di sini...aku bukan siapa2...aku orang jahat..."
Vino menahan lengan Revan,"Kakak ..."
Revan mencoba melepaskan tangan Vino,"Aku tak pantas dipanggil kakak,Vin..."
Vino malah melepas payungnya dan meraih Revan dalam pelukannya,"Sama seperti papa akupun sayang pada kakak..."
Revan terpana dipeluk begitu,ia merasa tak layak,"Tidak Vin...aku tidak pantas mendapat kasih sayang keluarga Adijaya...aku ini jahat Vin...apalagi padamu..."
Vino berkata sambil berkaca2,"Bagiku kau adalah kakakku...kau adalah bagian dari keluarga Adijaya."
Revan menangis,"Tapi Vin...kau tak tahu apa yang telah kulakukan..."
Tbc........

Part 520***I AM HIS QUEEN
Taste of death....
Revan tak menyangka Vino masih sudi memanggil dia sebagai kakak,"Vin,aku ga pantes Vin...aku terlalu jahat.Aku ini monster Vin...aku telah melakukan banyak hal yang jahat padamu Vin..."
Vino memegang bahu Revan,"Aku tahu kak...kecelakaan pesawatku waktu itu kan?"
Revan terpana,"Kamu tahu?Tapi mengapa kau tak melaporkan aku ke polisi Vin?"
Vino menggeleng,"Kakak,aku selalu ingat betapa sayangnya papa ke kakak dan bagaimana mama Rani juga sayang sama aku." Revan tertunduk,"Kamu ga marah sama aku Vin?Kau tidak ingin membalas perbuatanku?"
Vino kembali menggeleng,"Mungkin kakak mereka2kan yang tidak baik kepadaku tapi Tuhan mengubahkannya menjadi kebaikan."
Revan mengerti,"Maksudmu Laras bukan?"
Vino mengangguk,"Benar.Dibalik semua hal yang tidak baik ternyata membuahkan cinta antara aku dan Laras."
Revan menyadari,'Kamu benar Vin.Mungkin jika aku tidak dibutakan iri hati pasti Laras akan menjadi milikku.Aku yang pertama bertemu dengannya tapi karena kejahatan aku malah menyerahkannya padamu Vin...Aku sungguh2 telah menyia2kan semua yang baik yang diberikan Tuhan padaku.Jika saja aku menerima semua dengan penuh rasa cukup dan syukur pasti akulah ayah Alvarell.Dan bukan Vino.Namun penyesalan selalu datang belakangan,nasi sudah menjadi bubur.Hidupku sudah hancur.'
Revan bersimpuh di hadapan Vino,"Maafkan aku Vin...aku siap jika kau mau membawa perkara ini ke ranah hukum.Aku pasrah Vin...Aku pantas dipenjara."
Vino meraih kakaknya untuk berdiri,"Kakak aku sudah memaafkan kakak,aku tak mau membuat mama sedih jika membawa masalah ini ke pihak berwajib.Hanya aku minta kakak jangan membuat mama sedih lagi.Itu saja yang aku minta dari kakak.Kasihan mama kak.Beliau adalah mama kandung kakak.Vino mohon,minta maaflah sama mama kak."
Revan meneteskan air mata,"Kamu begitu baik Vin...pantas Laras begitu mencintaimu.Semua orang begitu sayang padamu."
Vino mengajak Revan berlutut didepan makam,"Sini kak...bilang sama papa kalau kakak menyesal dan akan berubah.Janji didepan makam papa,kalau kakak akan menjaga perasaan mama mulai sekarang.Kalau kakak akan menjadi manusia yang baru.Tidak lagi melakukan hal yang buruk.Kakak mau kan?"
Tbc..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar