CERPEN KE 15^^^ ZAI VS JAY



CERPEN KE-15 : ZAI VS JAY
Seorang wanita nampak memakai cadar mengendap2 di sebuah perkampungan nan kumuh sembari membawa seorang bayi dalam gendongannya,'Tempat ini sungguh cocok buat aku membuang bayi ini.Bayi pertama hasil perselingkuhan suami aku dengan dayangku.Tega sekali mereka menjalin cinta di belakangku.Aku memang ga bisa punya anak tapi aku ga sudi dikhianati.Untung saja sepasang pengkhianat itu rela minum racun daripada kubunuh anak kembarnya.Tapi aku ga sebaik yang mereka pikir,aku memang tak membunuh anak kembar mereka tapi aku akan membalaskan dendamku pada buah cinta mereka.Akan kupisahkan keduanya.Yang ini akan kubuang di sarang para penjahat.Ditempat penuh orang2 ga jelas hidupnya.Dan satunya akan kupelihara dan kujadikan manusia yang seperti keinginanku.Dia harus patuh padaku.Dan bila tiba saatnya nanti akan kubuat mereka saling menghancurkan bahkan kalau perlu saling menghabisi.Biar orang tua mereka menangis darah di alam kuburnya.Ha..ha..itulah balasan atas perbuatan mereka padaku.Aku adalah Ratu Bunga dan aku paling benci dikhianati.' Usai meletakkan bayi laki2 yang dipegangnya di sebuah sudut emperan rumah,Sang Ratu Bunga lalu pergi bersembunyi melihat reaksi penghuni rumah.Pemilik rumah kebetulan sepasang suami isteri yang belum juga dikaruniai anak,"Isteriku!!Lihat ada bayi dibuang disini.Isteriku!!Bayinya lucu sekali.Siapa yang tega membuangnya?Kasihan bayi ini." Sang isteri juga timbul kasih sayangnya melihat bayi itu,"Bagaimana jika kita pelihara dia suamiku?Aku harap dengan begini dia akan membuka kemurahan langit bagi kandunganku." Sang suami setuju dan mereka menamai anak itu Jay.Sementara itu saudara kembar Jay dipelihara oleh Ratu Bunga di istananya.Diberilah nama Zai.Dia hidup dalam asuhan para dayang Ratu Bunga.Merekalah yang dipercaya Ratu merawat Zai.Zai mengira dirinya adalah anak kandung Ratu Bunga.Ia mendambakan kasih sayang seorang ibu namun Ratu Bunga selalu mengabaikan dan mendidiknya dengan keras.Ia akan dihukum bila tidak patuh.Kasihan Zai,ia tumbuh dalam arogansi seorang wanita yang sebenarnya telah membunuh orang tuanya.Baik Zai dan Jay tumbuh sebagai pemuda yang tampan.Walau wajah mereka ga identik sama namun ada kemiripan jika diperhatikan dengan seksama.Berpuluh tahun berlalu.Keduanya sudah menjadi pria dewasa hanya beda dalam penampilan,latar belakang dan gaya hidupnya.Jay tumbuh dalam kasih sayang suami isteri yang merawatnya.Walau mereka hidup dalam keprihatinan dan dikelilingi para penjahat namun Jay dididik dalam kebaikan dan nilai2 yang baik.Ia ceria dan malah membuat banyak para penjahat berubah menjadi orang yang baik.Jay memiliki seorang adik bernama Vivian.Adik tiri,anak suami isteri yang menemukannya.Vivian sangat cantik.Halus budi pekertinya.Ia bekerja sebagai dayang di istana Ratu Bunga.Setiap hari ia melihat bagaimana Zai diperlakukan dengan keras oleh Sang Ratu.Ia iba melihatnya,'Kasihan Pangeran Zai selalu saja tidak dianggap oleh Sang Ratu.Aneh...ibu macam apa ya itu?Melakukan yang tak dikenan Ratu dimarahi didepan para pejabat kerajaan,melakukan yang sesuai kehendak Ratu juga ga dapat pujian.Kasihan padahal kerap ia berlelah2 demi mematuhi perintah Ratu.' Vivianlah yang selalu merawat Zai bila pangeran muda itu terluka di medan perang atau dihukum oleh Ratu Bunga,"Pangeran,jangan bangun dulu lukanya masih belum pulih.Nanti jahitannya terbuka." Zai tertatih2 melangkah melihat ke jendela,"Aku sungguh tak berguna.Selalu saja gagal melaksanakan perintah Ibunda." Vivian membantu sang pangeran kembali ke pembaringannya,disuapinya dan dirawatnya dengan penuh sayang.Ya Vivian memang jatuh hati pada Pangeran Zai sejak awal ia masuk istana.Pangeran Zailah yang menolongnya dari amukan Ratu Bunga karena ia tak sengaja memecahkan vas kesayangan sang Ratu,"Jangan hukum dia Ibunda.Anandalah yang mengejutkannya sehingga vas itu jatuh dan pecah." Bukan hanya itu saja Pangeran Zai juga yang menyelamatkannya saat beberapa prajurit hendak melecehkannya,"Apa2an ini!!Kalian prajurit bukan sekumpulan penjahat!!Kalian akan dihukum atas tindakan ini!!" Vivian takkan pernah lupa bagaimana Zai rela dihukum cambuk demi menggantikannya dihukum oleh Ratu Bunga karena sesuatu hal yang tidak ia lakukan.Ia difitnah dan Ratu percaya namun Pangeran Zai membelanya dan malah ditantang oleh Ratu,"Jika kau ingin menyelamatkan nyawanya kau harus menggantikan hukumannya dicambuk bagaimana Putraku Zai?Apakah kau rela berkorban demi dayang rendahan seperti dia?" Zai mau,"Ananda yakin dia tidak melakukan hal itu Ibunda.Namun Ananda tak punya bukti atas kejadian itu.Ananda rela menggantikan hukumannya namun biarlah ia menjadi dayang ananda usai ini Ibunda supaya ananda bisa mengawasinya." Permintaan itu dikabulkan dan dicambuklah Pangeran Zai.Vivian menangis haru bila ingat bagaimana sang pangeran menahan sakit kala cambukan mengoyak punggungnya.Sang Ratu malah nampak menikmati menyiksa putranya.Vivian heran dan mulai curiga mengenai status pangeran Zai,'Seorang ibu kok tega ya sama anaknya begitu ya...Jahat sekali Ratu itu...' Zai berhasil melewati cambukan terakhir namun saat menuju kamarnya ia pingsan dan kemudian dirawat oleh Vivian.Zai merasa nyaman dengan Vivian menjadi dayangnya.Benih2 cinta mulai tumbuh di hati keduanya.Namun sang Ratu mengetahuinya dan benci melihatnya,'Aku benci melihat orang saling mencintai.Kelakuan Zai mengingatkanku pada ayahnya.Bagaimana ia mencintai dayangku dan kabur dari istanaku.Untung aku berhasil menemukannya walau terlambat.Dayang penggoda itu melahirkan anak kembar baginya.Sial!!Aku akan mencarikan jodoh buat Zai.Seorang puteri pastinya.Akan kuundang putri itu kemari.Zai tak mungkin menolak perintahku.Mana berani dia...ha..ha..aku senang menghancurkan dia...ha..ha..' Adalah Putri Lisa yang dijodohkan dengan Zai.Namun dalam perjalanan sang putri malah dihadang kawanan penyamun,untung ditolong oleh Jay.Sang putri jatuh hati pada Jay.Sementara Vivian hancur hatinya kala mendengar niat sang Ratu untuk menikahkan Pangeran Zai dengan Putri Lisa.Pangeran Zai sebenarnya menolak,"Ananda memang selalu patuh pada Ibunda.Tapi mengenai pernikahan ananda tak bisa Ibunda.Ananda mencintai Dayang Vi,Ibunda." Sang Ratu murka dan menyekap Vivian di ruang bawah tanah.Ia mengancam akan membunuh Vivian jika Zai tak menurut.Sementara itu lewat kurir ia memprovokasi Jay agar membenci Zai.Dengan tuduhan telah membunuh Vivian.Pakaian Vivian yang berlumuran darah diberikan sebagai bukti.Juga kalung pemberian Jay diberikan sebagai bukti.Tentu saja Jay terpancing dan menantang Zai duel.Zai dipaksa Ibunya,"Bunuh pria bernama Jay itu baru Ibu akan bebaskan dayang yang kau cintai itu dan kau boleh menikah dengannya." Tentu saja Zai menganggap itu satu2nya jalan keluar dan bertarunglah ia dengan saudara kembarnya sendiri.Untunglah Putri Lisa cerdik dan berhasil membebaskan Vivian dan membongkar kedok Ratu Bunga,"Jay!!Berhenti bertarung!!Adikmu masih hidup!Vivian masih hidup Jay!!" Jay yang hampir membunuh Zai berhenti mengayunkan pedangnya ke arah adik kandungnya itu,"Benarkah Vivian masih hidup?!!Kau tidak bohong padaku kan Lisa?" Lisa menunjukkan Vivian,"Kakak!!Jangan sakiti Pangeran Zai,dia itu...sebenarnya saudara kembar kakak..." Zai dan Jay terpana mendengarnya,"Apa???!!" Ratu Bunga marah kedoknya terbongkar.Ia hendak membunuh Lisa dan Vivian namun dihalangi oleh saudara kembar Zai dan Jay.Akhirnya Ratu Bunga kalah dan malah kena perangkap jahatnya sendiri,mati keracunan senjata rahasia dia sendiri.Zai memerintah istana Bunga dan Vivian menjadi permaisurinya.Sedang Jay menikah dengan Putri Lisa dan menjadi raja di kerajaan Putri Lisa.***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar