CERPEN KE 41 :^^^ LAUNDRY MAUT


 ↓^^^↓ CERPEN KE-41  : LAUNDRY MAUT
          Di sebuah kampung didaerah perkotaan,ada sebuah gang nan sepi.Banyak orang menghindari untuk lewat gang tersebut padahal jalannya ga jelek lho.Mobil saja muat lewat situ.Ga ada polisi tidur pula.Dulu banyak anak2 kecil bermain di sepanjang jalan itu.Entah main bola,bulu tangkis,engklek,kelereng,sepedaan atau petak umpet.Namun sekarang gang itu sepi.Anak2 milih main di lapangan atau gang lain.Ada sebuah rumah bertingkat dekat mulut gang yang terasa singup kalau lewat di depannya.Bahkan ada yang memilih memutar jalan agar tak lewat di depan rumah itu.Padahal rumah itu tergolong masih baru lho.Maksudnya masih baru jadi atau direnovasi.Tak terlihat seperti bangunan kuno atau rumah tua.Didepan rumah itu ada papan iklan sebuah usaha laundry dengan nama "WW Laundry".Dimulut gang juga ada plang yang sama.Pantas saja dilantai atas tampak area jemuran pakaian.Rumah itu sudah ditulisi "DIJUAL Hubungi no berikut ".Namun setiap orang yang datang untuk membelinya begitu mendengar kisah mengapa rumah itu dijual urung membelinya malah langsung tancap gas pergi.Weleh... Padahal tuh rumah menarik lho tampilannya.Serba keramik dan dekat warung pula.Kiri kanan dan depannya juga kosong alias rumah2 tak berpenghuni.Jadi lingkungannya ga ramai alias tenang.Eh tetep aja ga ada yang berani nempati tuh rumah.Dari hasil investigasi kepada penduduk setempat,akhirnya diketahuilah kisah dibalik rumah itu.
            Dulu ada seorang pria bernama Wijaya.Ia memiliki seorang isteri dan seorang anak perempuan.Ia bekerja serabutan.Apa saja dikerjakan demi mendapat uang.Seperti namanya yang jaya,ia bisa dibilang mapan.Hingga ia tergoda seorang wanita pelacur.Sebenarnya tuh wanita penggoda ga cantik2 amat,hitam malah kulitnya.Rambutnya keriting lagi.Matanya besar2 nampak rasa ingin tahunya sangat kuat.Plus super cerewet.Banyak yang bilang kalau bibir bawah kerap dipakai maka bibir atas juga sama pasti suka koar2.Alias liat gitu orangnya. Singkat cerita wanita penggoda tadi,namanya Gika,berhasil merebut Wijaya dari isterinya.Wijaya klepek2 dan nurut sama Gika.Malah Gika kemudian yang menempati rumah Wijaya.Waktu itu rumahnya masih kecil belum tingkat. Gika orangnya sangat pintar mengadu domba orang demi keuntungannya pribadi.Keluarganya sendiri saja ga suka dengan kelakuannya.Masak tanah milik saudara2nya dia jual.Salah satu kerabatnya sampai ga sudi mampir ke rumah dia,"Menyakitkan sekali.Dia bisa senang2 diatas penderitaan orang lain.Ga peduli mau keluarga atau kerabat,semua ga pwnting buat dia.Yang dia utamakan itu gimana caranya dapat uang."
          Ga cuma tanah milik keluarganya,Gika juga ngompori suaminya untuk menyerobot tanah milik orang lain.Memang sejak menikah dengan Gika,Wijaya seret keuangannya.Rekan2 bisnisnya menjauh tahu dia tergoda perempuan ga bener.Wijaya lalu usaha rongsok.Namun selidik punya selidik,barang2 yang dia jual ternyata hasil mencuri dan menipu.Dia mendengarkan Gika dan menuruti semua cara2 licik Gika.Gayanya tuh bawa mobil pick up terus mendatangi rumah2 bergaya bertamu atau nyari alamat.Yang diincar tuh rumah kosong.Bel dipencet kalau ga ada sahutan atau reaksi dari penghuni rumah berarti tuh rumah kosong.Maka dia gasak barang2 di rumah itu.Kaca2 dipecahin terus kendaraan yang ada disikat.Motor parkir aja diangkut pakai pick up kok.Makanya hati2 kalau parkir di jalan.Sebaiknya kendaraan dibawa masuk rumah saja.Kalau perlu dikunci stang weleh...
           Gika mencoba meraih simpati warga kampung dengan mengikuti berbagai aktivitas kampung seperti PKK,arisan dll.Modal pinter ngomong dan politik devide et impera membuatnya dijuluki Nyi Rempong.Dia sudah memecah belah beberapa keluarga.Ada yang dibikin bertengkar sampai berkelahi dan usir2an.Bahkan ada yang sampai ga tahan dan pindah rumah.Orang yang menganggur dia hina terus sampai stress,"Kamu itu pria kok cuma dirumah?Cari kerja sana!Apa kamu ga tahu to hidup itu butuh uang!Uang itu penting!"
           Setiap hari tetangganya yang menganggur itu dia kata2i terus sampai akhirnya jadi gila.Disekap didalam kamar karena buang air besar sembarangan.Eh dia malah makai kesempatan itu buat mencuri.Saudara yang gila itu punya toko kelontong.Aneka kebutuhan sehari2 ada di sana.Pura2 nengok yang gila itu,dia ternyata mengambil uang warung dan beberapa bungkus rokok.Biasa buat suaminya.Pinter dia,habis nyuri dia dan suaminya pasti pergi dari rumah.Alasan ke rumah saudaralah atau ada bisnislah.Begitu yang punya toko menyadari dia kehilangan,Gika ga dirumah.Selain pintar bikin perang saudara,mencuri dan nyerobot milik orang,Gika juga pintar menipu.Ada orang titip uang arisan sama dia eh dia bilang terimanya ga sesuai jumlah yang diserahkan kepadanya.Kalau hutang juga ga bayar2 meski yang nagih sampai memohon2 kayak pengemis minta uangnya sendiri.Gika punya teman,sohib gitu.Sohibnya itu ia manfatin dan ia peralat buat kepentingannya.Uang di dompetnya dia curi,kalau mereka kerja maka dia nyari enaknya sendiri.Teman Gika itu namanya Widya.Dia dipercaya jaga rumah neneknya.Eh malah diajari sama Gika buat ga usah merhatiin tuh neneknya,dia malah bujuk buat diracuni saja biar cepet tiada jadi tanahnya bisa diambil alih.Rencana itu dipandang baik oleh Widya dan dilaksanakan.Sang nenek diberi racun tikus terus ditinggal pergi.Namun usaha menguasai tanahnya tak berhasil karena cucu2 neneknya yang lain heran dan curiga dengan kematian nenek mereka.Malah Widya kemudian digelandang ke polisi karena pembunuhan berencana.Tentu saja Gika bisa berkelit,dia keluar dari kerjaannya bersama Widya di sebuah laundry.Malah dia buka laundry sendiri.Langganan mantan juragannya diserobot.Hotel2 dan rumah2 kost.Dia bangga sekali bisa mendirikan laundry.Suaminya sampai ikut bantuin.Namun rupanya itulah awal malapetakanya.Usaha laundrynya ramai karena dia akan maki2 orang2 yang ga mau langganan sama dia.Atau dia akan cereweti orang itu sampai mau makai laundry dia.Berhubung Gika ga punya anak,maka dia fokus nyari uang dengan ngurus laundry dia.Mulai jarang kongko2 dia.Dia disibukkan dengan mencuci baju,menyetrika,menjemur pakaian dll.Sampai punya karyawan juga.Lalu dia bangun rumahnya.Anak suaminya ngrecoki minta bagian warisan maka dibagi dualah rumah itu.Gika minta rumahnya ditingkat dan ada tempat buat jemur.Dibuatlah lantai paling atas sebagai tempat untuk menjemur.Saat pengerjaan salah satu tukang ada yang jatuh hingga luka parah,dia ga mau tanggung jawab.Owel keluar uang.Disumpahi sama keluarga tukangnya,"Dasar perempuan ga bener!Kelak kamu akan merasakan apa yang kami rasakan.Lihat saja,Gusti ora sare!!Karmamu pasti datang!"
           Gika malah ngekek2.Tak lama setelah kejadian itu,rumahnya selesai.Gika bangga sekali dengan usaha laundrynya dia bisa bangun rumah sampai tingkat pula.Tapi salah satu tetangga yang ga suka malah doain yang jelek,"Paling ga lama habis ini apes dia.Lihat saja orang bangun rumah itu kalau ga bener caranya pasti habis itu kalau ga stroke ya apes!Uang darimana itu yang dia pakai buat bangun kalau ga hasil dari kejahatan.Aku tahu siapa kamu Gika...Gika...kamu dan suamimu itu keduanya orang jahat.Cuma pinter omong doang.Modal mulut saja.Tapi aku yakin suatu hari Yang Diatas akan menghakimi dengan cara-Nya.Gusti ora sare!!"
          Doa orang yang tertindas emang biasanya didengar.Suatu hari cuaca ekstrim,Gika banyak nian jemurannya.Sprei2 gitu.Dia ke lantai atas niatnya mau ngambili jemuran soalnya mendung.Anginnya kenceng pula.Saat itu suaminya sedang ngantar pakaian ke sebuah hotel.Gika terburu2 karena gerimis mulai turun,"Sial!Malah hujan!Mana sprei2 lagi aduh....karyawanku ga masuk lagi.Repot2!!"
          Saat hendak mengambil salah satu sprei eh tuh sprei kabur kebawa angin,Gika mengejarnya malah kesrimpet dan jatuh dari lantai atas terjun ke jalan depan rumahnya.Tetangganya heboh,"Tolong!!Tolong!!"
Di tempat lain,suaminya sedang dijalan saat dihubungi kalau isterinya jatuh dari lantai atas,"Apa?!!Kok bisa??!!Ya ya aku segera ke sana!"
           Wijaya ngebut padahal cuaca sedang ga baik.Angin ribut melanda dan sebuah pohon setinggi 10 meter roboh menimpanya.Wijaya meninggal di jalan.Gika tak tertolong di RS.Meninggal saat di ambulance.Gika tak meninggalkan seorang anakpun.Harta dan usahanya ditinggalkan dan diwarisi anak dari isteri pertama suaminya.Benar kata pepatah,orang fasik mengumpulkan harta tapi  meninggalkannya untuk orang benar.Carilah harta di sorga bukan di bumi.***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar