Seorang gadis kecil nan cantik,rambut sebahu berkulit putih dengan mata nan besar indah bersinar nampak berjalan mengikuti ibunya.Sang ibu bernama Sherly itu nampak menarik tangan gadis kecil itu agar berjalan lebih cepat,"Ayo Abel!Cepetan!Ibu ga mau terlambat ketemu dengan calon ayah barumu."
Abel demikian nama si gadis kecil itu hanya menatap heran pada ibunya,'Ayah baru?Ayah kandung Abel memang kemana sih kok ga pernah datang nengok Abel?'
Ditengah pemahaman anak yang masih belia,Abel hanya menurut.Sherly memang sudah pisah dari ayahnya Abel.Sherly ogah hidup miskin sedangkan ayahnya Abel kerja saja juga ga jelas.Kadang kerja kadang ga.Akhirnya mereka pisah juga.Sherly lalu bertemu dengan Darma yang masih single dan mau nerima dia yang sudah janda.Darma anak sulung dalam keluarganya.Anak kesayangan ibunya.Kedua orang tuanya PNS dan terkenal kaya.Sherly kemecer membayangkan kemewahan hidup bakal didapatnya bila menikah dengan Darma.Namun jalan ke pelaminan ga mudah dicapai,orang tua Darma menentang habis anaknya dapat janda beranak satu,"Apa ga ada perempuan lain di dunia hingga kamu milih janda Darma!!Kamu ga peduli apa dengan martabat keluarga.Mau ditaruh dimana muka orang tuamu kalau semua tetangga tahu kamu dapat janda.Amit2!!"
Darma kekeh mempertahankan hubungannya dengan Sherly.Cinta yang dimulai dari pertemuan di mall itu akhirnya kian membentang kala ditentang.Sherly yang kesehariannya kerja di mall itu akhirnya malah hamil dengan Darma.Mau tak mau orang tua Darma akhirnya menikahkan keduanya daripada aib itu kian tersebar.Sherly akhirnya keluar dari kerjaannya.Tinggal bersama mertuanya di rumah yang jelas lebih bagus dari rumahnya yang berada di kawasan preman.Merasa menang karena sedang hamil,Sherly manja banget sama ibu mertuanya,"Ibu...dirumah ga ada makanan.Sherly lapar belum makan sejak pagi...Mas Darma kerja.Beliin makanan Bu..."
Ibu mertuanya yang sedang kerja di sebuah instansi pendidikan itu akhirnya ngalahi pulang cepat.Memang ia sangat mendamba punya cucu.Makanya ia sayang banget dengan bayi dalam kandungan menantu yang sebenarnya tidak ia sukai itu.Namun kepada Abel,ia memandang sebelah mata.Baginya Abel itu noda dalam keluarganya yang terhormat.Diperlakukannya Abel dengan buruk.Apalagi saat cucunya lahir.Seorang bayi perempuan dengan rambut keriting.Mirip sekali dengan Darma.Iyalah ayahnya.Diberi nama Gaby.Jelas sekali bagaimana Gaby begitu disayang dan Abel begitu diabaikan.Tahun demi tahun,Gaby sudah menjadi balita.Abel mulai sekolah.Bila ada teman kerja yang main,ibu mertua Sherly akan menyuruh Abel pergi bermain,"Sana main ke lapangan sana!Jangan dirumah dulu!Terserah mau main sampai sore juga gpp.Sana!"
Abel pergi sambil menahan tangis.Hanya ayah tirinya yang sayang sama dia di rumah.Namun ayahnya kerja.Sore kadang malam baru pulang.Sore tiba Abelpun kembali ke rumah dengan harapan akan bertemu dengan ayah tirinya,namun kala masuk rumah ternyata tamu Neneknya belum pulang.Mereka heran melihatnya,"Itu siapa jeng?"
Ibu mertua Sherly segera menjawab,"Oh itu anak tetangga kok.Suka main ke sini.Biasa orang ga punya jadinya suka nonton tv di sini."
Abel lalu disuruh keluar,"Kamu udah dibilangin jangan dirumah dulu.Malah pulang.Sana main diluar rumah saja!"
Abel merajuk,"Tapi Abel lapar Eyang...Abel ingin makan."
Sang nenek malah menutup pagar,"Sudah sana!Makannya nanti aja!Tunggu tamunya pulang." Abelpun menanti di luar rumah,ibunya juga ga berani membantah mertuanya.Hingga Darma pulang,Abel senang sekali melihatnya,"Ayah!!Ayah!!"
Darma meraih Abel dalam pelukannya,"Kok diluar sayang?Kan sudah mau malam?Kenapa ga masuk rumah?Banyak nyamuk lho."
Abel tak bisa bohong,"Eyang bilang Abel ga boleh masuk dulu.Ada tamu.Ayah bawa makanan tidak?Abel lapar."
Darma mengusap kepala putri tirinya itu,"Abel kan putri Ayah juga.Ayo masuk!Nih ada burger buat Abel dan Gaby.Yuk masuk!"
Bila ada Darma,Abel baru diperlakukan dengan baik oleh Neneknya.Itulah kenapa Abel sayang banget sama ayah tirinya.Darma akhirnya memilih punya rumah sendiri.Semua demi kebaikan Abel juga.Ia ga mau ibunya terlalu turut campur dalam keluarganya.Kasihan Abel.Meski bukan anak kandungnya namun baginya Abel sudah seperti anaknya sendiri.Tahun demi tahun berlalu.Abel tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.Lebih cantik dari Gaby.Gaby juga sudah punya adik laki2.Gemesin banget.Abel yang diajari menyayangi oleh Darma juga sayang dengan Gaby dan adik barunya.Namun tetap saja di mata neneknya,ia anak yang tak dianggap.Gaby terus yang dipuja puji,"Lihat nih Gaby cantik banget kan rambutnya dibuat spiral gini.Mahal lho keriting model gini.Jutaan."
Abel hanya bisa diam dan menjauh jika neneknya datang.Ia lebih memilih belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah daripada nimbrung dekat Neneknya. Hatinya riang bila ayahnya pulang kerja,"Ini Abel buatkan minum Yah...Ayah pasti capek kan?Abel pijitin ya?"
Darma tersenyum dan menanyakan perihal sekolahnya,"Gimana di sekolah?Ada yang nakali Abel ga?"
Abel lalu cerita ini itu dan baru masuk kamar jika melihat ayahnya perlu istirahat juga atau berkumpul dengan adik2nya.Abel dan Gaby hidup rukun.Malah Gaby sayang banget sama kakak tirinya itu.Baginya Abel itu trendcenter.Panutan gitu. Waktu terus berlalu Abel sudah lulus SMU tapi ga diijinkan kuliah sama Neneknya,"Ngapain habisin uang buat anak orang lain.Mending uangnya buat jatah kuliah Gaby aja.Kuliah sekarang kan mahal.Ibu ga mau ya nopang keuangan kamu terus. Enak aja.Mending nikahin aja Abel biar cepet pergi dari rumah ini."
Abel yang hendak menyajikan minuman tak sengaja mendengarnya,'Segitunya Eyang putri benci sama aku...apa salahku?'
Darma malah ribut sama ibunya karena masalah itu,"Ibu berhenti memperlakukan Abel seperti ini.Dia juga anak Darma Bu.Mohon ibu mengerti."
Abel akhirnya yang menengahi,"Tidak apa2 Ayah.Abel gapapa ga kuliah kok.Abel akan menurut juga jika memang Eyang ingin Abel segera menikah."
Sang Nenek merasa diatas angin,"Tuh dia aja ga masalah kok.Udah kamu cari aja jodoh buat dia.Ibu mau tahu beres aja."
Darma menghela nafas,"Baiklah Darma akan menuruti keinginan Ibu.Tapi Darma yakin saat nanti Abel pergi dari rumah ini,Ibulah yang akan merasa paling sedih."
Sang ibu cuma ngekek. Darma ga sembarangan mencarikan jodoh buat Abel.Ia ga mau Abel menikah dengan pria ga jelas.Hingga suatu hari ia bertemu teman lama,wah ngobrol kesana kemari hingga kemudian temannya itu main ke rumah dan melihat Abel,"Wow...putrimu cantik sekali Darma.Itu yang namanya Gaby ya?"
Darma lalu cerita,"Bukan dia putri pertamaku namanya Abel.Kamu punya kenalan ga yang punya anak yang baik gitu buat putriku itu."
Lewat teman lamanya itu Abel diperkenalkan dengan sebuah keluarga.Keluarga itu sangat baik.Mereka memiliki dua anak laki2.Anak pertama sudah berkeluarga.Anak yang bungsu yang belum.Namanya Allan.Orangnya sangat sibuk kerja.Sampai ga sempat mikir soal cewek.Memang keluarga Allan keluarga kaya raya.Perusahaan mereka skala nasional.Akhirnya agar bisa menarik perhatian Allan,Abel dijadikan sekretarisnya.Abel jelas jadi sering berinteraksi dengan Allan.Apalagi yang meminta secara khusus adalah ayahnya,"Allan,kamu harus melatih Abel agar menjadi sekretaris yang kompeten.Abel itu anak temen Ayah.Kamu harus perlakukan dia dengan baik.Ingat itu."
Allan ga tahu kalau Abel akan dijodohkan dengan dia.Dia nuruti saja mau ayahnya.Diajarinya Abel di kerjaan,"Ini format template budget yang harus kamu kerjakan.Fontnya Myriad pro dengan besar huruf 12.Ingat diprintnya landscape ya."
Abel juga merasa nyaman dekat Allan,"Pak,Myriad pro tidak ada di daftar hurufnya.Bagaimana Pak?"
Allan mendekat lagi,"Nanti saya akan kirim fontnya.Ntar kamu copy all terus buka C dan paste di window folder font.Ok?"
Abel sempat bingung tapi kemudian Allan membantunya,malah pegangan tangan deh mereka.Keduanya saling pandang dan tersenyum.Allan yang sedang flu itu segera kembali ke mejanya,"Tolong kamu pesan makan siang ya.Seperti biasa."
Abel segera menelpon,"Tolong kirim ke lantai 4 ya ....lunch seperti biasa buat Pak Allan tapi jangan pakai es ya kali ini.Ok...makasih."
Allan memandang heran,"Kenapa ga pakai es Abel?"
Abel tersenyum sembari meletakkan tempat tissue di meja bossnya itu,"Bapak kan sedang flu.Puasa es dulu ya..."
Allan kian terpesona pada Abel yang perhatian dan selalu di dekat dia.Cintapun tumbuh di hatinya.Iapun menceritakan soal Abel pada kakak iparnya,"Dia itu baik kak.Dia luar biasa.Jujur,telaten,perhatian dan sangat cantik.He..he.."
Wah jelas saja sang kakak ipar segera memberitahu ayah mertuanya dan sukacita segera memenuhi rumah Allan.Allan lalu dikerjai,ayahnya memaksanya menikah dengan pilihannya,"Ayah sudah punya calon buat kamu.Kamu harus nurut sama ayah.Ayah ga suka dibantah."
Allan sedih gitu tapi nurut juga.Namun alangkah terkejutnya ia kala tahu siapa yang dijodohkan dengan dia,"Abel?Kamu...gadis yang dijodohkan dengan aku?!!"
Abel menunduk malu,"Iya Pak..."
Wah Allan senang bukan kepalang,"Ayah ini ga bohong kan?Iya kan kakak ?Kakak ipar juga tahu soal ini?"
Semua mengangguk dan tertawa melihat rona bahagia di wajah Allan. Abel juga sangat bahagia akan dinikahkan dengan Allan.Gaby saja bisa nebak,"Kak Abel sayang ya sama kak Allan?Hayo ngaku aja!Wajahnya berseri2 gitu."
Mereka malah kejar2an dan tampak riang.Darma senang melihatnya.Tapi yang marah malah ibunya Darma,"Kamu itu milihin jodoh buat Abel ga perlu selektif.Asal aja.Lha kok malah milihin anak orang kaya.Gimana sih kamu?Aturan kan Nak Allan kan buat Gaby aja.Gimana sih kamu ini?!" Darma hanya menjawab,"Aku akan perlakukan mereka sama Bu.Itu kewajiban aku sebagai ayah mereka.Aku ga mau berdebat sama ibu.Yang pasti dalam waktu dekat Abel akan menjadi isteri Allan."
Menjelang hari pernikahan musibah terjadi.Waktu itu menjelang tahun baru,lagi musim petasan dan kembang api.Eh malah kembang apinya masuk rumah sehingga terjadi kebakaran.Abel terkejut dan segera membantu ibunya keluar rumah.Namun Gaby masih didalam rupanya.Neneknya histeris memanggil2 Gaby,"Cucuku!!Cucuku!!Selamatkan Gabyku!!"
Makhlum cucu kesayangan.Abel segera lari ke dalam rumah mencari Gaby,"Gaby!!Gaby kamu dimana?"
Berhasil ia temukan tapi malang Abel malah jadi terjebak dalam api.Darma yang datang berusaha menyelamatkan tapi malah jatuh dari tangga.Untunglah Allan pas datang,ia segera menerobos api dan menyelamatkan pujaan hatinya,"Abel!!Aku akan menyelamatkanmu."
Abel sudah pingsan dan segera dilarikan ke RS.Disitulah hati sang nenek disadarkan betapa ia sangat berhutang budi pada Abel,'Aku pasti akan kehilangan Gaby jika Abel tidak menyelamatkannya.Betapa aku telah jahat pada dia selama ini.Ampuni aku Tuhan...ampuni aku.' Abel opname di RS tapi untunglah ayah Allan orang kaya raya,didatangkannya dokter2 ahli yang handal dan mumpuni untuk menangani Abel.Abelpun sembuh.Meski sempat tertunda,pernikahan Abel dan Allan akhirnya dilangsungkan dengan meriah.Tentu saja rumah Darma direnovasi dulu karena pestanya dilangsungkan di sana.Seperti permintaan Abel.Rumah itu malah kian bagus karena Ayah Allan membantu renovasinya.Memberikan tenaga2 ahli dan pastinya dana.Namanya juga orang behave.Semua kagum dan berterima kasih tapi apa jawab Ayah Allan pada mereka,"Semua demi menantu kesayanganku.Abel.Bagiku dia adalah harta dimana hati putraku berada." Saat melepas Abel pergi karena ia akan ikut suaminya tinggal di rumah mertuanya yang sangat besar,sang nenek menangis sedih,"Maafkan Eyang ya Abel...cucuku..."
Abel terharu sekali mendengarnya,"Eyang panggil Abel apa?"
Sang nenek malah menangis,"Kau adalah cucu Eyang juga...cucu yang sangat baik..."
Keduanya berpelukan haru.Allan mengerti dan mengusap pundak isterinya itu,"Ayo kita ke rumah kita.Ayah sudah menunggu."
Abel lalu memeluk ayah tirinya,"Terima kasih ya Ayah,walau aku bukan darah daging ayah tapi ayah melebihi ayah kandungku.Aku sayang ayah.Jika ayah butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama Abel ya...Abel juga akan sering mengunjungi ayah.Boleh kan?"
Darma mengusap wajah Abel,"Tentu saja.Kau kan putri ayah.Putri yang sangat baik."
Pada Gaby,Abel berpesan,"Jaga Ayah juga ibu,juga adik kita.Jaga Eyang juga.Semuanya kini kuserahkan padamu.Kau anak tertua kini.Tapi kau tetap bisa datang pada kakak kapan saja.Jangan lupa Ayah suka minum air putih tiap pagi.Ingat itu ya..."
Semua melepas Abel dengan haru.Anak yang dulu tak dianggap kini menjadi anak kesayangan.Allan lalu membawa isterinya masuk ke mobil mewahnya.Dan orang yang paling terakhir masuk rumah usai rombongan Abel pergi adalah neneknya.***The End*** Wah panjang juga ternyata.Saya dah kehabisan energi nih...cerbungnya nanti ya.Lagu penuntunnya aja belum milih.Weleh...ok ***see you later***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar