■□ CERPEN KE-43 : QUIET GIRL
Disebuah desa yang sudah lama mengalami kekeringan dan wabah penyakit juga gagal panen nampak kepala desa sedang mengadakan pertemuan di halaman rumahnya.Ia merasa semua bencana yang terjadi disebabkan oleh adanya kutukan di desa,"Semua musibah di desa kita ini karena kita dikutuk.Kira2 apa yang membuat sampai kita dikutuk oleh langit?"
Semua diam merenung dan dari sebuah sudut seseorang mengutarakan pendapatnya,"Sejak dulu bila ada anak kembar pasti membawa bencana bila keduanya dibiarkan hidup.Lagipula kita sudah lama tidak memberi korban pada dewa hujan."
Penatua lain juga setuju,"Iya dewa pasti marah pada kita.Kita harus mengorbankan sesuatu pada dewa supaya keadaan kembali makmur."
Seorang wanita tua nampak sedih,'Aku punya dua orang putri kembar.Apa mereka hendak mengorbankan salah satu dari mereka?Tidak!Aku harus menyuruh mereka lari saja dari desa sebelum mereka membunuhnya.'
Kepala desa melihat wanita tua itu hendak pergi diam2 meninggalkan pertemuan,"Kaede,kau mau kemana?Kita belum selesai apalagi hanya kaulah yang punya anak kembar di desa ini."
Kaede segera bersujud,"Mohon jangan bunuh putri kembarku.Mereka adalah darah dagingku.Biarkan mereka pergi dari desa ini,asal jangan kaubunuh."
Kepala desa menyuruhnya berdiri,"Sudah menjadi tradisi bahwa kita hanya akan mengorbankan satu gadis yang masih perawan untuk dewa hujan.Kau tak perlu pergi dari desa asal salah satu anak gadismu ada yang rela dikorbankan pada dewa."
Lalu dipanggillah kedua anak gadis wanita tua itu,wajah mereka benar2 mirip.Yang lahir pertama adalah Kikyo.Dia berambut panjang hitam dan tatapan matanya dingin.Yang kedua bernama Kagome.Rambutnya agak bergelombang dan tatapan matanya hangat.Dia biasa membantu ibunya yang adalah tabib di desa itu.Mengetahui niat para penduduk hendak mencari korban,Kikyo lalu menunjuk adiknya,"Aku ini sudah memiliki seorang tunangan,jadi tak mungkin aku kalian korbankan.Adikku saja dia itu belum terikat dengan seorang pria.Dia jelas lebih pantas untuk dikorbankan."
Kaede terkejut mendengar ucapan putri sulungnya,"Kikyo,tega sekali kau mengajukan adikmu sendiri sebagai korban.Dia itu adikmu.Kalian itu kembar!"
Kagome sendiri malah merasa bahwa tak seharusnya penduduk melakukan ritual pengorbanan,"Ritual seperti ini tidak benar.Setiap orang berhak untuk hidup.Apa salah kami jika kami terlahir kembar?"
Namun penduduk sudah bertekad bulat akan mengadakan ritual itu dan kagome yang terpilih.Malam itu Kagome diikat dan diletakkan di sebuah altar untuk besok dikorbankan pada dewa dengan cara dilempar dari tebing.Kagome hanya bisa pasrah dengan nasibnya.Dipandanginya langit malam yang hanya berhiaskan bulan sabit,'Tuhan jika memang Kau ada,lakukanlah keajaiban padaku.'
Malam itu hanya bulan sabit yang menemani Kagome.Sementara itu disebuah kastil seorang pria tua nampak resah,"Pengawal panggil putra pertamaku untuk menghadapku!Aku ada tugas untuknya."
Sang pengawal segera melaksanakan perintah Rajanya,"Baik Yang Mulia!"
Dibangunan kastil sebelah barat,tampak seorang pria muda tengah berlatih pedang dengan panglimanya,"Pangeran terus menunjukkan peningkatan.Luar biasa Pangeran!"
Pria muda dengan rambut putih keperakan itu menghentikan gerakannya,"Cukup untuk hari ini.Ada yang datang kemari."
Panglimanya juga mendengar langkah kaki mendekat,"Pendengaran Pangeran memang luar biasa.Sehebat kemampuan pedangnya."
Pengawal utusan Raja mendekat dan memberi hormat pada pria muda yang didahinya ada tanda bulan sabitnya itu,"Pangeran Sesshomaru,Baginda memanggil Pangeran."
Sesshomaru mengangguk pada panglimanya lalu mengikuti pengawal itu menuju ruangan dimana ayahandanya berada.Rupanya Sesshomaru diminta ayahnya untuk mencari adiknya.Namanya Inuyasha.Sesshomaru memang beda ibu dengan Inuyasha namun ia tahu betapa sayangnya ayahnya pada adik tirinya itu.Sementara adiknya itu malah sibuk mengejar seorang wanita desa bernama Kikyo.Walau begitu,Sesshomaru tetap melaksanakan tugas itu.Iapun menuju ke desa dimana wanita idaman adiknya tinggal.Sesshomaru tiba di desa itu kala fajar menjelang,ia heran melihat desa itu sepi,'Kemana orang2 di desa ini?Ah itu ada wanita tua disana.Lebih baik kutanya padanya.'
Namun kala mendekat alangkah terkejutnya Sesshomaru karena wanita tua itu mencoba bunuh diri,"Apa yang kaulakukan ?"
Wanita itu ternyata Kaede yang meratapi putrinya Kagome yang akan dikorbankan pagi itu,"Tuan,biarkan aku mati.Untuk apa aku hidup lagi.Putriku yang baik hati sebentar lagi juga akan mati.Aku sangat menyayanginya namun aku tak berdaya menolongnya."
Sesshomaru heran mendengar ucapannya,"Hidup itu adalah anugerah dari langit.Kenapa kau malah tidak menghargainya?Apa diperbuat putrimu sehingga ia harus mati?"
Kaede lalu menceritakan semuanya,dan kala ia menyebut nama Kikyo tahulah Sesshomaru bahwa wanita itu adalah ibu dari wanita impian adiknya.Kebetulan sekali,"Apa kau melihat pria berpakaian merah disekitar sini?"
Kaede menatap pria dihadapannya,"Apa maksud Tuan adalah Pangeran Inuyasha?"
Sesshomaru tersenyum,"Benar dimana dia?"
Kaede menunjuk ke arah tepi desa,"Mungkin dia sedang bersama putriku menyaksikan ritual pengorbanan di tebing sana.Tuan,kumohon tolonglah putriku.Ia tidak bersalah apapun ia tak pantas dikorbankan.Jika dia mati aku juga akan mati saja."
Sesshomaru terdiam dan segera menuju ke arah tebing.Ia sebenarnya bukan tipe orang yang suka turut campur masalah orang namun jujur ia heran mengapa ritual seperti itu masih ada di desa itu.Sampai di dekat tebing ia melihat adik tirinya sedang bertarung dengan seorang pria memperebutkan Kikyo.Sesshomaru hanya bisa menggelengkan kepalanya,'Dari yang kudengar tentang Kikyo sepertinya ia tak pantas untuk diperebutkan,dasar pria2 aneh.Sebaiknya aku menuju tebing dulu.'
Kikyo nampak bahagia melihat adiknya siap dilemparkan ke jurang,'Rasain kamu!Kini gadis tercantik di desa ini adalah aku!Ha...ha.'
Kagome hanya bisa pasrah apalagi Kikyo dengan bangganya menjadi orang yang akan mendorongnya dari tebing.Kepala desa memberi aba2,"Wahai dewa hujan,kami bersalah padamu.Terimalah persembahan kami.Kikyo dorong dia!!"
Dengan semangatnya Kikyo mendorong Kagome jatuh dari tebing.Kagome hanya bisa teriak,"Kakak,titip ibu!!"
Kagome memejamkan mata,merasakan tubuhnya jatuh menuju ke bebatuan di dasar jurang.Namun ia tidak merasakan sakit membentur bebatuan justru ia merasakan sesuatu yang hangat melingkupinya.Dibukanya matanya,tampak disana sebuah bulan sabit,'Bukannya ini sudah pagi kenapa ada bulan sabit?'
Sepasang lengan menangkap tubuhnya dan melesat membawanya pergi dari bahaya maut.Siapakah yang menolong Kagome?**To be continue** Berhubung ada dua angka 9 di tiket ini maka cerpen ini akan saya bagi jadi dua part.Storynya ntar ya di part 2 juga.**See you in part two**
Part 2 CERPEN "Quiet Girl"
PART 2 CERPEN KE-43 : QUIET GIRL / Gadis Pendiam
Maaf sebelumnya lama ga next story soale lagi sibuk di IG.Banyak yang lagi sedih jadi saya merasakan dorongan yang kuat untuk menguatkan mereka.Bila di Fb saya menjadikannya sebagai ajang nulis kreatif he..he..Just in my sight lho...maka Ig bagi saya sebagai ajang menulis indah dimana disitu saya punya cara menulis yang beda.Lebih ke spiritual dan memperhatikan sajak.Itu terinspirasi dari acara Mata Najwa dimana pembawa acaranya selalu membacakan semacam puisi nan memotivasi pemirsa.Nah ig saya penuh dengan puisi sekaligus narasi namun penuh nilai2 moral.Kira2 begitulah.Saya senang sekali karena ada satu rider moto2 yang juga fave saya juga ikut ngelike postingan saya.Ga sangka apalagi waktu itu yang saya posting pas gambar Pak Ahok he..he..Mengenai apa yang terjadi pada Pak Ahok semua sudah saya ungkapkan di ig.Jadi mari kita lanjut ke cerpen aja.Saya ga jadi mau lanjutin cerpen di next eps BB karena yang namanya oneshot itu hanya sekali aja ditampilkan bukan berseri.Emang motogp?He..he..jadi akan saya lanjut dulu cerpennya sampai kelar.Here we go!
<< FLASH BACK...
Kagome dikorbankan dengan cara dilempar ke dasar tebing oleh saudara kembarnya sendiri yaitu Kikyo.Namun bukannya kematian yang merenggut Kagome,justru seorang pria dengan tanda bulan sabit di dahinya yang merenggutnya dari kematian tragis.Siapa pria itu? Bagi Sesshomaru bukanlah kebiasaannya untuk merepotkan diri dengan urusan kelas awam seperti yang ia lakukan sekarang.Pewaris tahta kerajaan Western itu sebenarnya heran juga,'Aku ini kenapa ya?Peduli amat sama nasib gadis ini?Sampai bela2in melesat menyelamatkannya seperti saat ini?Kenapa aku malah jadi seperti Inuyasha,mempedulikan gadis dari kelas jelata?Entah apa yang merasuki sebenarnya?' Kagome yang berada dalam rengkuhan Sesshomaru juga ga kalah herannya,'Siapa dia?Tampan sekali.Apalagi di dahinya ada tanda bulan sabit warna ungu.Itu kan tanda kebangsawanan.Apakah dia dari istana?Apakah aku ini mimpi ya?Jangan2 aku sudah mati sekarang.Kucubit ah tanganku.' Kagome menjerit pelan kala lengannya ternyata sakit dicubitnya sendiri,"Auww!"
Sesshomaru segera mencari tempat aman dan memandang gadis di pelukannya,"Kau kenapa?Apa mereka menyakitimu?"
Kagome segera turun dari gendongan pria penolongnya dan segera memberi hormat,"Terima kasih Tuan.Anda telah menolong saya.Saya tidak apa2 mereka hanya mengikat saya semalaman." Sesshomaru menatap gadis itu,"Kalau begitu aku akan membawamu kepada ibumu.Ia mencemaskanmu.Aku tak suka melihat seorang ibu menangis."
Kagome segera mengikuti langkah pria tampan dihadapannya,"Tuan sudah bertemu ibu saya?Apakah ibu saya yang menyuruh Anda untuk menyelamatkan saya?Siapa nama Anda biar saya bisa membalas budi baik Anda nanti.Oh ya nama saya Kagome.Saya..."
Sesshomaru tiba2 menghentikan langkahnya sehingga Kagome menabrak punggungnya,"Hey gadis...apa kau terbiasa bertanya sebanyak itu?Lagipula aku ini bukan pesuruh siapapun,hanya ayahku yang punya wewenang memerintahku.Jadi sebaiknya kau diam..."
Kagome segera minta maaf,"Maafkan saya Tuan...saya tidak bermaksud..."
Sesshomaru menghela nafas,"Cukup!Dan berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan,kau bukan pelayanku jadi panggil saja namaku."
Kagome bergumam sendiri,"Sejak tadi tidak menyebutkan nama ya mana aku tahu...dasar pria aneh...ganteng2 tapi aneh.."
Sesshomaru melangkah lagi sambil berkata,"Namaku Sesshomaru...ayo kita temui Ibumu."
Kagome jadi malu karena rupanya pria yang bersamanya itu mendengar ucapannya barusan,'Sesshomaru...nama itu sepertinya aku pernah dengar deh...tapi dimana ya?'
Akhirnya mereka sampai pada Kaede,wanita tua itu terpana kala melihat putrinya bersama Sesshomaru,"Kagome?"
Kagome segera berlari memeluk ibunya,"Ibu!!"
Melihat ibu dan anak itu berpelukan,hati Sesshomaru jadi teringat mendiang ibunya,'Ibu...aku juga merindukanmu...'
Kaede memeriksa anaknya,"Kau baik2 saja?Ibu senang sekali melihat kau tidak apa2.Apa Pangeran Sesshomaru menyelamatkanmu?"
Kagome kaget mebdengar sebutan itu,"Pangeran?Jadi dia adalah..."
Kaede segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Terima kasih Pangeran...atas pertolongannya pada putri saya..."
Sesshomaru meminta tabib wanita itu berdiri,"Mulai sekarang jangan menangis lagi.Putrimu sudah bersamamu.Aku harus pergi...."
Sesshomaru hendak melangkah pergi namun Kaede segera bersimpuh di hadapannya,"Pangeran saya mohon bawalah putri saya bersama Anda,kalau dia disini maka para penduduk akan membunuh dia.Biarlah mereka mengira Kagomeku sudah mereka korbankan.Jadi saya mohon biarlah Kagome mengikuti Pangeran...saya mohon.."
Sesshomaru mendengar di kejauhan para penduduk mulai kembali dari tebing,'Ibu ini ada benarnya.lagipula aku juga butuh pelayan untuk mengurus keperluanku sehari2.'
Kagome juga ikut berlutut,"Benar Pangeran Sesshomaru,saya bersedia menjadi pelayan Anda...ibu benar kalau penduduk tahu saya masih hidup pasti akan sangat murka mereka..."
Sesshomaru menghembuskan nafas,'Kenapa aku malah jadi terikat begini pada gadis itu?Tapi aku juga tak mau membuat ibunya sedih...Sesshomaru2...kenapa kau lembut begini?'
Sesshomaru melangkah pergi tanpa mengucapkan apapun,Kagome nampak sedih namun kala kemudian Sesshomaru menoleh kepadanya tahulah ia bahwa pria itu ingin ia mengikutinya.Kagome segera bangkit,"Ibu,jaga diri ibu baik2 ya?Hiduplah dengan baik bersama kakak.Maafkan Kagome tak bisa merawat dan membantu ibu lagi.Tapi jika ibu ada masalah ibu tahu harus kemana mencari Kagome.Selamat tinggal ibu.Kagome sayang ibu..."
Mereka berpelukan dan Kaede melepas putrinya dengan isak tangis,"Ibu lebih rela melepasmu pergi dengan Pangeran Sesshomaru daripada melihatmu dikorbankan di tebing,Kagome.Patuhi Pangeran.Ibu yakin dia akan menjagamu dengan baik."
Sesshomaru mengangguk pada Kaede lalu pergilah ia diikuti Kagome mencari Inuyasha.Kagome tak banyak bicara karena ia tahu Sesshomaru tak suka ia banyak bicara.Ia berjanji akan patuh pada pria didepannya itu.Sampai di kereta miliknya,Sesshomaru mengambil mantelnya,"Pakai ini dan masuklah ke dalam kereta.Tunggu aku disana.Pengawalku akan menjagamu.Aku akan segera kembali.Ingat namamu sekarang adalah Miko.Jika ada yang bertanya apapun,katakan kau akan berbicara kalau aku ijinkan.Mengerti?" Kagome bertanya,"Siapa Miko itu?" Tampak kilatan kesedihan di mata indah Sesshomaru,melihat itu Kagome segera bersimpuh,"Ampuni hamba Pangeran,hamba takkan bertanya lagi..."
Sesshomaru melihat ke langit yang mendung,"Dia adalah adikku yang sudah tiada tak lama setelah ibuku meninggal usai melahirkannya.Hujan akan turun.Masuklah ke kereta."
Kagome jadi merasa bersalah,dan segera masuk ke dalam kereta namun ia berjanji akan menghapus kesedihan Sesshomaru dengan menjadi Miko yang menyukakan hatinya,'Aku akan menghapus kesedihanmu Pangeran seperti kau menghapus kesedihan ibuku dan kesedihanku...'
Sementara itu Sesshomaru menemui Inuyasha,adiknya di tepi hutan.Adiknya nampak kewalahan melawan seorang pria yang ia tahu adalah Pangeran dari kerajaan lain yang terkenal bengis dan kejam.Kikyo nampak ada juga disitu,"Ayo Inuyasha kalahkan Naraku jika kau ingin aku menjadi milikmu."
Memang Kikyo sudah bertunangan dengan Naraku namun Inuyasha tak peduli dan terus mendekatinya,namun mengalahkan Naraku bukan perkara mudah.Pria itu licik dan tak terduga orangnya.Kala Kikyo membuat Inuyasha tak fokus dengan pertarungan,ia melesatkan senjata rahasia ke arah Inuyasha namun anehnya Inuyasha tidak apa2 karena seseorang telah menangkis semua senjata rahasia itu dengan pedangnya.Inuyasha terpana melihat siapa yang datang,"Sesshomaru?" Kikyo malah terpesona melihat ketampanan Sesshomaru,'Wow!Siapa dia?Tampan sekali dan penuh wibawa.Dia juga hebat dalam pedang.Kenapa bukan dia yang kutemui lebih dulu?'
Naraku geram melihat usahanya gagal,"Pangeran Sesshomaru,bukan sikap ksatria ikut campur urusan orang lain!"
Kikyo kian terpana mendengar Naraku mengenali pria tampan yang menolong Inuyasha itu,'Pangeran Sesshomaru?Dia kan pewaris tahta Kerajaan Western?Kakak Inuyasha.Bodohnya aku kenapa aku menerima tunangan Naraku dulu.Bodoh..bodoh kau Kikyo.Ternyata masih ada pria yang jauh lebih hebat lagi di dunia ini.Untunglah Kagome sudah mati jadi aku akan leluasa mendapatkan siapa saja.'
Memang selama ini orang selalu membanding2kan dirinya dengan Kagome.Kagome begitu disukai karena sikap baiknya dan tak pernah terlibat dengan pria2 seperti dirinya.Namun ia tertawa kala ingat kejadian di tebing,'Buat apa menjadi orang baik toh akhirnya dia dikorbankan juga.Justru karena kebaikannya dan kesuciannya,penduduk melihat dia lebih pantas untuk dikorbankan pada dewa.Ha..ha...kasihan kau adikku ha..ha..'
Sesshomaru mencengkeram lengan adiknya,"Aku rasa kaulah yang tidak ksatria Naraku!Memakai senjata rahasia kala lawan lengah.Lagipula aku takkan membiarkan siapapun mengusik keluargaku.Inuyasha,kita pergi!!"
Inuyasha tak bisa protes karena Sesshomaru segera melesat membawanya pergi meninggalkan Kikyo dan Naraku.Naraku segera meraih tangan Kikyo,"Kita pulang ke kerajaanku!Aku akan segera mengadakan pernikahan untuk kita."
Kikyo malah menoleh ke arah Sesshomaru pergi,'Beruntungnya wanita yang mendapatkan pria bernama Sesshomaru itu.' Siapakah nanti yang akan mendapatkan hati Sesshomaru?Cerpen ini ternyata super panjang jadi akan saya lanjut ke part 3.
◆◇◆ CERPEN KE 43 : Quiet Girl part 3
Flashback ~ Kagome meninggalkan Kaede karena jika tetap didesa itu ia akan dibunuh juga oleh penduduk desa.Sesshomaru menerimanya menjadi pelayannya.Kikyo menyesal menerima pinangan Naraku kala melihat ketampanan Sesshomaru.Sementara Inuyasha berhasil dibawa kembali oleh kakak tirinya dan kini keduanya bersiap kembali ke kastil Western. Kagome duduk di antara barang2 jadi tidak di kereta utama.Awalnya ia disuruh menunggu di kereta utama oleh Sesshomaru namun kepala pengawal Sesshomaru yang bernama Jaken heran melihatnya,dan menanyainya usai junjungannya pergi.Jaken yang berwajah buruk dan bertubuh pendek itu menatap tajam pada Kagome yang memakai mantel Sesshomaru,"Hey perempuan!Siapa yang mengijinkanmu berada di kereta utama?Pangeran Sesshomaru bilang kau ini pelayannya jadi sebaiknya kau duduk diantara barang2 sana!!Juga lepaskan mantel itu!Itu milik Pangeran,ia tak suka barang2nya disentuh orang lain!!Berikan padaku!!"
Kagome lalu ingat janjinya bahwa ia hanya akan berbicara jika diijinkan Sesshomaru,Kagome lalu keluar dari kereta utama dan menyerahkan mantel yang ia pakai.Udara dingin menusuk kulitnya seketika.Ia lalu masuk ke kereta barang dan menanti Sesshomaru kembali disana,'Dinginnya...semalam aku sudah dibiarkan dalam alam terbuka terikat pula sekarang sepertinya tubuhku mulai merasakan efeknya.Aku juga belum makan.Aku lapar.' Untunglah ga lama dua pangeran Western kembali,tentu saja Inuyasha protes pada kakaknya,"Kenapa sih kakak biarin Naraku ?Kakak bisa kalahkan dia!Aku yakin itu!"
Sesshomaru memandang langit yang kian gelap,"Ayah tak mau kau dijadikan umpan oleh Naraku untuk menyulut peperangan antar kastil.Kau tahu betapa liciknya dia.Lagipula kau ini membuat Ayah cemas selalu kelayapan tanpa pengawal pula.Sudah!Masuklah kita kembali ke Ayah!"
Inuyasha masuk ke dalam kereta tapi sebelum sempat masuk,Sesshomaru mencegahnya,"Tunggu dulu!"
Inuyasha menyilangkan tangannya di dada,"Feh!Apalagi sekarang?"
Sesshomaru heran tak melihat Kagome di dalam kereta,'Kemana gadis itu?Cuma ada mantelku di sini.Apa dia kabur?'
Sesshomaru mengambil mantelnya,"Sekarang kau boleh masuk Inuyasha.Aku mau bicara dulu dengan Jaken."
Sesshomaru memanggil,"Jaken!"
Namun belum sempat ia bertanya,ia mendengar suara Kagome bersin,"Hatshiuu...hatshiu..!"
Jaken datang dan berkata,"Pangeran,pengawalmu yang setia ini sudah menyelamatkan wibawa pangeran dengan ..."
Sesshomaru malah segera melangkah ke kereta barang,"Diam kau Jaken..."
Sesshomaru menengok ke dalam kereta barang tampak Kagome meringkuk disana.Entah mengapa ia lega melihat gadis itu tidak kabur seperti dugaannya,"Miko,rupanya kau disini.Kenapa kau tidak mematuhi perintahku?"
Kagome terkejut kala melihat Sesshomaru,"Pria pendek itu ...dia..."
Jaken yang mengikuti Sesshomaru segera menyela perkataan Kagome,"Pangeran dia ini kan cuma pelayan tak seharusnya berada di kereta utama,apalagi memakai mantel Pangeran.Pengawalmu sudah melakukan yang benar Pangeran."
Sesshomaru mendengar perut Kagome bunyi,"Jaken,gadis ini adalah pelayan pribadiku jadi hanya aku yang bisa memerintah dia.Kau mengerti?Apapun yang kulakukan padanya bukan urusanmu!Sekarang kau tunjukkan pada pelayanku ini dimana kau menyimpan makanan dan ajari dia menyajikannya dan bawa kemari!Miko kau ikut dengannya!"
Kagome segera mengikuti Jaken ke kereta lain,sementara Sesshomaru mengeluarkan beberapa barang yang ada dikereta barang dan membuat ruang yang nyaman untuk Kagome lalu dialasinya dengan matras kecil,'Dia adalah kembaran Kikyo jadi akan memancing masalah jika Inuyasha sampai tahu aku membawanya bersamaku.Lebih baik ia disini.'
Tak lama Kagome kembali membawa satu nampan makanan,"Makanan Anda Pangeran."
Sesshomaru memberi kode untuk Jaken pergi,pengawal itu segera pergi.Kagome nampak gemetar kala menaruh nampan itu diatas sebuah peti.Sesshomaru lalu menyuruhnya masuk,"Kau kedinginan dan kelaparan.Makanlah.Juga pakai mantel ini.Aku tak mau kau jatuh sakit."
Kagome tak bergerak,"Tapi pengawal tadi bilang...seorang pelayan tak boleh makan makanan yang disediakan untuk tuannya...saya tidak berani...makanan itu untuk Pangeran..."
Sesshomaru melirik keluar,"Tuanmu aku atau dia?!"
Kagome kaget dan segera mengambil makanannya,"Maafkan saya Pangeran...saya akan segera makan...terima kasih atas perhatian Pangeran..."
Melihat Kagome mematuhinya,Sesshomaru tersenyum namun ia segera keluar kereta agar Kagome tak melihat senyum itu,"Kereta akan segera berangkat.Kau istirahatlah selama perjalanan.Besok pagi kita baru akan sampai."
Kagome hanya bisa membungkuk memberi hormat melepas langkah Sesshomaru kembali ke kereta utama.Ia lalu melanjutkan makan lagi,'Pangeran Sesshomaru sungguh baik...perutku kini kenyang...enak sekali.Apalagi dia menata tempat ini jadi nyaman buat aku tidur.Mantelnya bahkan ditinggalkannya disini untukku.Ga sangka dibalik wajah dinginnya ada hati yang begitu hangat.' Melihat kakaknya kembali dengan senyum di wajahnya heranlah Inuyasha,"Wah apa yang terjadi diluar sehingga kau kembali dengan hati riang begini?Kau pasti menertawakanku bukan?Kau dan aku itu beda Sesshomaru.Kau belum pernah jatuh cinta sih!Gimana mau jatuh cinta,kau selalu di medan perang!Sibuk membantu ayah mengurus kastil.Kau ini telah menyia2kan hidupmu kau tahu!" Sesshomaru menatap tajam pada adiknya itu,"Sebaiknya kau diam Inuyasha.Kau ini hanya tahu bersenang2 dan membuat cemas orang.Jika kau sering membantu ayah kurasa Naraku bukan lawan berat bagimu."
Inuyasha terdiam.Memang dia paling malas latihan bela diri.Ia tak suka melihat orang berperang.Selanjutnya perjalanan dalam suasana hening.Masing2 pangeran Western itu tenggelam dengan pikiran mereka masing2.Inuyasha memikirkan kekasih hatinya,'Kikyo,kenapa kau memilih Naraku daripada aku?Bukannya kau berjanji akan menungguku?'
Sementara Sesshomaru memikirkan Kagome,'Sekarang dia pasti sudah tidur..selamat malam Kagome...'
Sementara yang dipikirkan Sesshomaru sudah pulas terbang ke alam mimpi. Mimpi melihat ibunya menangis dan lenyap entah kemana hanya suara ibunya terdengar,"Kebahagiaanmu ada di langit putriku...lihatlah ke langit!"
Ia melihat ke atas dan tampak malam dihiasi bulan sabit,"Bulan sabit?Apa maksud dengan bulan sabit Ibu?"
Kembali suara ibunya terdengar,"Ikutilah kemanapun bulan sabit itu pergi.Itulah tempatmu putriku...Jangan pikirkan ibu."
Apa arti mimpi Kagome?Jawabannya ada di part 4.Sorry jadi panjang.**see you next part**
So kita ikuti yuk gimana kehidupan Kagome di kastil Western.Menyenangkan atau nyenengkeh?Secara tuannya kan Mr.Arogan alias Sesshomaru.He..he..
°° DINI HARI DI KERETA BARANG...
Kagome sudah bangun,mimpinya membuatnya tak bisa tidur lagi.Dilihatnya diluar masih berkabut.Dingin memang tapi ia merasa nyaman dalam mantel bergambar hexagon milik Sesshomaru,'Aku ada dimana sekarang?Pastinya jauh dari ibu.Semoga ibu baik2 saja di desa.Kini aku jauh dari ibu ga bisa bantu2 lagi.Satu2nya yang kukenal kini adalah Pangeran Sesshomaru.Aku tahu dia tampak dingin tapi kalau ada dia hatiku tenang.Aku akan menjadi pelayannya...kira2 gimana kehidupannya sehari2 ya?Aku harus mempelajari semua kebiasaannya dan melakukan semuanya dengan sebaik mungkin...semoga aku tidak membuat kesalahan...aku tak ingin dia marah padaku...' Sedang asyik melamun tiba2 kereta berhenti bergerak,'Kok berhenti?Apa sudah sampai ya?Kuintip ah...'
Kagome terpana melihat sebuah bangunan nan megah berdiri dihadapannya,lalu terdengar suara Jaken berteriak memukul pintu kereta barang,"Bangun!Kita sudah sampai!!Cepat keluar!!"
Kagome segera merapikan alas tidurnya dan keluar dari kereta barang,ia memakai mantel Sesshomaru hingga mukanya terlindungi,Sesshomaru juga sudah keluar dari keretanya dan kala penjaga gerbang melihat siapa yang datang segeralah gerbang dibuka,"Beritahukan pada Lord Touga bahwa Pangeran Sesshomaru sudah kembali!!Buka Gerbang!!"
Sesshomaru berkata pada Jaken,"Bawa pelayanku ke kamarku dan jangan teriak2 lagi padanya.Atau kau mau menjadi lawan tanding di latihan pedangku?"
Jaken segera bersimpuh,"Ampun Pangeran kasihanilah pengawalmu ini..."
Sesshomaru memang terkenal mahir dalam ilmu pedang,ga tanggung2 ia membawa dua pedang sekaligus dan siapapun di kastil tahu betapa hebatnya dia.Hanya Ayahnya yang berani menjadi lawan tanding kala ia latihan.Bila ayahnya berhalangan atau sibuk maka Sesshomaru akan berlatih dengan alam.Dedaunan yang beterbangan akan menjadi lawan tandingnya.Bagaimana ia akan meliuk2kan pedang mengikuti desir angin,indah sekali.Apalagi perawakan Sesshomaru yang seperti malaikat sungguh kian menambah decak kagum yang melihat latihannya.Jaken jelas tak mau kehilangan nyawa membangkitkan amarah Pangeran Pertama.Ia segera menuju ke kereta barang dan berbicara yang perlu saja dengan Kagome,"Pangeran minta kau ikuti aku.Akan kutunjukkan kamar Pangeran.Kau nanti akan bertugas disana."
Kagome memandang ke arah Sesshomaru dan baru mengikuti Jaken kala melihat Sesshomaru mengangguk,"Ikuti dia Miko!Tunggu aku di sana.Aku akan menemui Ayahku dulu..."
Saat itulah Inuyasha keluar dari kereta sambil merentangkan tangannya,"Whoooahhh!!Sudah sampai ya?Kenapa kau tak bangunkan aku Sesshomaru?!"
Sesshomaru malah melangkah menuju gerbang,"Aku bukan pelayanmu Inuyasha...Ayo kita temui Ayah..."
Inuyasha menggerutu,"Feh!Sekarang kau memerintahku bak pelayanmu saja!Pantas tak ada satupun pelayanmu yang betah he..he..kecuali Jaken tentunya..."
Sambil melirik ke arah Jaken,Inuyasha melangkah mengikuti kakaknya.Namun kemudian ia menengok lagi ke arah Jaken,'Hey!Siapa yang memakai mantel itu?Kayaknya seorang wanita deh...Wah jangan2 Sesshomaru diam2 punya wanita nih...cari tahu ah...'
Inuyasha melesat ke arah Jaken dan Kagome berada,"Hey Jaken!Kau bersama siapa itu?Kenapa tidak kaukenalkan padaku?Aku adalah pangeran juga di kastil ini kau tahu itu kan Jaken?"
Kagome menunduk menutupi mukanya dengan mantel Sesshomaru,'Gawat!Sepertinya aku pernah melihat pria ini...dia kan yang sering menemui Kikyo...kalau dia datang Kikyo selalu menyuruhku pergi...bagaimana ini ?'
Inuyasha mendekati Jaken dan Kagome,Jaken lalu memberitahu,"Pangeran kedua gadis ini adalah pelayan Pangeran Sesshomaru.Namanya Miko.Dia bukan tamu.."
Inuyasha mendekati Kagome,"Tidak sopan sekali dia tak menunjukkan wajahnya padaku...aku penasaran apa wajahmu sejelek wajah Jaken?Hmm..."
Karena tak jua mendapat respon dari Kagome,Inuyasha hendak menyentuh mantel penutup muka gadis itu namun sebuah pedang melayang menancap di dinding kastil tepat di lengan baju Inuyasha,"Sslasssh!"
Inuyasha kaget karenanya,namun kala melihat pedangnya tahulah ia siapa pelakunya,"Sesshomaru..." Sesshomaru seketika sudah didepannya,"Aku tak suka ada yang menyentuh milikku...kau tahu itu kan Inuyasha?...Miko adalah pelayanku dia ada dibawah perlindunganku jadi jauhkan tanganmu yang usil ini darinya!Atau lain kali pedangku tak akan meleset seperti ini!"
Kagome lega dan segera mengikuti Jaken,'Astaga!Aku deg2an...untung ada Pangeran Sesshomaru...' Saat kedua kakak adik itu saling menatap tajam datanglah Lord Touga,"Putra2ku akhirnya kalian kembali!"
Sesshomaru segera mengambil pedangnya,"Hormat Ayahanda...ananda sudah berhasil membawa Inuyasha kembali..."
Inuyasha memandang kesal pada kakaknya,"Ayah aku hanya jalan2 saja...kenapa harus menyuruh Kakak menjemputku segala.Aku bukan anak kecil lagi..."
Lord Touga meraih Inuyasha dalam rengkuhannya sedang pada Sesshomaru ia hanya menepuk pundaknya saja mengatakan bahwa Sesshomaru sudah melakukan semuanya dengan baik.Gestur berbeda itu sekilas biasa saja namun sebenarnya sudah melukai hati Sesshomaru,'Di mata ayah aku hanyalah anak penerus tahta.Tapi di hati ayah Inuyashalah anak yang paling dikasihi.Bahkan pada Rinpun ayah tak sesayang ini...'
Siapakah Rin?Kita ikuti Kagome saja untuk tahu hal itu.Kagome sudah sampai di kamar peraduan Sesshomaru.Kamar yang luas.Tempat tidurnya saja bisa muat empat orang.Belum kamar mandinya.Semua rapi dan bersih.Jaken memberitahu,"Ingat Pangeran Sesshomaru suka semuanya bersih dan rapi.Jika kau tak bisa mengikuti standar di sini mungkin kau takkan lama disini seperti nasib pelayan2 sebelumnya.Sudah beberapa bulan ini pangeran gonta ganti pelayan sampai akhirnya tak memakai pelayan pribadi lagi sampai kau muncul.Makanya aku heran juga kenapa Pangeran tiba2 mau punya pelayan pribadi lagi.Kuharap kau tak bikin malu di sini.Susah sekali mendapat kepercayaan Pangeran kau harus jaga itu!"
Kagome mengangguk dan berkata,"Terima kasih Pengawal Jaken...aku akan ingat pesanmu itu..." Jaken terhenyak,"Kau bisa bicara rupanya?Kupikir kau bisu..."
Kagome tersenyum dan melepas mantelnya,"Pangeran bilang aku harus mendengarkanmu juga...jadi Pangeran tak melarangku bicara denganmu..."
Jaken walau masih belum mengenal gadis dihadapannya namun ia melihat kepatuhan gadis itu memukaunya,'Dia sangat setia pada Pangeran.Kurasa dia akan membantuku menjaga Pangeran...Aku ini berwajah buruk tapi diterima oleh Pangeran Sesshomaru makanya aku setia padanya.Kurasa gadis ini pasti juga berharga di mata Pangeran sehingga ia membawanya kemari...aku juga harus baik padanya mulai sekarang.'
Kala Jaken menunjukkan kamar Sesshomaru termasuk taman di sekitarnya tampaklah seorang gadis kecil tengah asyik memetik bunga di sana,"Jaken!!Apa Kakak Pertama sudah pulang?Asyik!!" Kagome heran dan bertanya,"Siapa gadis kecil itu,Jaken?"
Jaken belum sempat menjawab karena Rin sudah berada di depannya juga memberondong dengan berbagai pertanyaan,"Mana kakak pertama Jaken?Siapa kakak ini?Apa kakak pertama menemui Ayah?Jaken kenapa kau diam saja!!??"
Jaken lalu menjawab,"Putri Rin maafkan saya.Pangeran Pertama dan kedua sedang bersama Yang Mulia sekarang..."
Rin memandang Kagome,"Lalu kakak cantik ini?Apa dia calon isteri kakak pertama?Yeah...akan ada pesta yeah..yeah..."
Kagome jadi blingsatan,apalagi Jaken,"Putri...dia ini hanya pelayan pribadi...namanya Miko..." Kagome memberi hormat pada gadis kecil itu,"Dayang Miko...kau cantik..."
Kagome tersipu,"Putri juga cantik..."
Rin segera pamitan pergi mencari kakak2nya.Jaken ditariknya serta,"Dayang Miko pengawal Jaken kupinjam dulu..."
Kagome tersenyum,"Silakan Putri..."
Kagome lalu memandang sekitarnya,'Tempat baru aku datang...'
Sementara itu berita bahwa Sesshomaru membawa seorang gadis untuk menjadi pelayan pribadinya segera menyebar di kalangan para dayang istana.Ada yang pro dan ada yang kontra.Seorang dayang yang sudah lama mengincar posisi itu nampak kesal,'Kupikir dengan membuat dayang2 lain kasus maka Pangeran akan melirikku menjadi pelayan pribadinya tapi malah mengambil gadis dari luar kastil.Beruntung sekali gadis itu.Menjadi dayang pribadi adalah sebuah kesempatan emas untuk bisa mengambil hati Pangeran.Apalagi Pangeran Sesshomaru adalah pewaris tahta jelas sebuah kesempatan emas jika bisa mengambil hatinya dan menjadi permaisuri yang akan datang...'
Namun pelayan lain justru menyambut gembira,'Aku akan menyambut ramah gadis itu.Akan kubantu dia supaya awet di kastil ini.Aku tak punya teman disini kuharap dia mau berteman denganku...' Sementara itu diruang kerja Lord Touga,tampak Sesshomaru dan Inuyasha dinasehati oleh ayah mereka,"Inuyasha...aku tahu kau sedang mengenal apa itu cinta dan wanita...tapi ayah harap kau juga harus memikirkan masa depan kerajaan kita ini...kau tahu Pangeran Naraku adalah pewaris kerajaan Eastern,jika mengganggu wanitanya kau sama saja mengibarkan bendera perang anakku..."
Inuyasha manyun,"Tapi aku mencintai Kikyo Ayah..."
Sesshomaru memandang adiknya,"Inuyasha wanita itu sudah menerima pinangan Naraku!Dia tak mencintaimu...Dia memilih orang lain.Kau harus menerima kenyataan Inuyasha...cinta itu tak bisa sepihak..."
Inuyasha balik memandang kakaknya,"Kau ini tahu apa soal cinta Tuan Ahli Pedang?Yang kau tahu hanyalah pedang dan perang...jangan menasehatiku mengenai sesuatu yang kau tak tahu!"
Kilatan tajam tampak di mata indah Sesshomaru,Lord Touga melihatnya,"Jangan diteruskan!Sesshomaru kau tentu lelah,kembalilah ke kamarmu dan beristirahatlah..."
Saat itulah Rin datang,"Kakak!!Aku kangen kalian!!"
Jika Lord Touga menyambut Inuyasha dengan rengkuhan hangat maka Rin menyambut Sesshomaru jauh lebih hangat daripada ke kakak kandungnya,Inuyasha. Rin memeluk Sesshomaru,"Aku kangen kakak pertama...lihat aku petik banyak bunga untuk kakak!!Bagus kan?" Melihat Jaken bersama Rin,Sesshomaru bertanya,"Jaken dimana Miko?"
Eh yang jawab Rin,"Oh dayang cantik itu?..Dia di kamar Kakak..."
Lord Touga malah jadi penasaran,"Dayang cantik?"
Inuyasha sedakep,"Itu pelayan pribadi Sesshomaru Ayah...Melihat wajahnya saja aku tak boleh...ga mungkin cantik...wanita cantik itu hanya Kikyo...paling selera Kakak ya mirip2 Jakenlah ha..ha.." Sesshomaru berdiri,"Jangan melihat hanya luarnya Inuyasha tak semua yang indah diluar juga indah didalam...Ayah ananda ke kamar dulu..."
Lord Touga mengangguk,"Pergilah putraku..."
Rin hendak ikut tapi ditahan oleh Ayahnya,"Rin biarkan kakak pertamamu...apa kau tidak kangen dengan kakak keduamu juga?Ayah juga kangen dengan putri ayah ini...kemarilah sayang..."
Rin lalu menyerahkan bunga yang ia pegang pada Sesshomaru,"Ini buat kakak...selamat istirahat..." Sesshomaru menerimanya dan pergi dengan Jaken.Begitu putra pertamanya pergi,Lord Touga bertanya pada Rin,"Ceritakan pada Ayah mengenai dayang cantik yang namanya siapa tadi...?" Inuyasha yang menjawab,"Miko...Aneh kenapa namanya aneh begitu?"
Lord Touga terdiam,'Miko adalah nama mendiang putriku dari isteri pertamaku,Ibunya Sesshomaru.Dia meninggal usai melahirkan Miko,yang tak lama kemudian juga meninggal.Apa kastilku dikutuk ya kenapa tiap melahirkan anak perempuan isteriku meninggal.Isteri keduaku,ibunya Inuyasha juga meninggal usai melahirkan Rin.Untunglah Rin selamat semua berkat Sesshomaru menjaganya dengan penuh waspada sejak kecil.Makanya dia lengket pada Sesshomaru.Sesshomaru pasti trauma kehilangan adik perempuannya maka ia tak mau kehilangan lagi.Tapi dayang bernama Miko ini dipilih Sesshomaru karena namanya sama dengan nama mendiang adik perempuannya atau dia yang sengaja memberi nama itu pada gadis itu ya?Jika dia yang memberikannya maka berarti dayang itu sungguh istimewa di mata putraku...berarti pintu hatinya sedikit demi sedikit mulai bisa menerima kehadiran cinta seorang wanita...aku jadi ingin tahu gadis macam apa yang bisa memukau hati putra sulungku?'
Wah benarkah kastil itu dikutuk?Apakah kutukan itu turun temurun?Kayaknya ga bisa kelar deh di part 4 so we will soon update this story.**see you in part 5**
>>> FLASH BACK
Kagome sudah tiba di kastil Western.Disana ia mulai memahami sosok penolongnya yang sangat mahir dengan pedang.Kemudian dia mulai menjadi buah bibir di kalangan dayang.Gimana situasi di sana selanjutnya?
>> KAMAR SESSHOMARU...
Dalam perjalanan menuju kamarnya,banyak dayang mencoba menarik perhatian Pewaris tahta Western itu.Apalagi melihat Pangeran Pertama Western itu membawa bunga ditangannya,wah pada heboh berharap diberi bunga itu langsung dari tangan sang pangeran.Rambut panjang Sesshomaru yang berwarna keperakan tampak terurai indah membuat siapa saja terpesona memandangnya,sudah seperti rambut wanita saja indahnya.Namun tak ada yang berani menyentuhnya kecuali mereka yang diijinkan oleh sang pangeran saja seperti Rin,Jaken atau mendiang ibunya.Sesshomaru tak sedikitpun mempedulikan para dayang yang menyapanya,ia hanya ingin segera sampai ke kamarnya dan merebahkan diri di peraduannya.Inuyasha sudah membuatnya kesal hari ini baik dengan sikapnya terhadap dayang barunya ataupun perkataannya dihadapan ayahnya.Sepanjang koridor istana pikiran Sesshomaru terus terngiang ucapan Inuyasha padanya,'Cinta...dia bilang aku tidak tahu apa2 soal cinta?Cinta itu membuat sedih saja.Karena begitu mencintai ayah,ibu ingin memberinya seorang anak perempuan namun semua itu membuat ia kehilangan nyawa.Dan ayah kembali berduka kala ibu Inuyasha juga tiada usai melahirkan anak perempuan.Aku tak mau jatuh cinta...aku tak mau isteriku nanti juga akan bernasib sama...tidak!'
Tanpa disadarinya,ia sudah sampai di kamarnya tampak Kagome sedang didepan pintu menantinya sambil tertunduk.Para dayang yang ingin menarik perhatian Sesshomaru diam2 mengikuti dan melihat dari jauh dan mereka terpana kala Sesshomaru menyodorkan bunga yang dibawanya pada Kagome,"Ini..."
Kagome jelas heran dan menatap Sesshomaru,"Ini untuk saya Pangeran?"
Sesshomaru tak menjawab dan malah melangkah masuk,"Aku ingin mandi siapkan keperluanku..." Kagome mencium bunga ditangannya,'Mmhh baru sekali ini aku dapat bunga dari seorang pria lagi...aduh...dalam rangka apa ya?'
Jaken geleng kepala melihat Kagome,"Hey Dayang Miko cepat siapkan semua keperluan mandi Pangeran!Pangeran tak suka menunggu..."
Kagome tersadar dan segera menaruh bunga yang dipegangnya di vas yang telah diisi dengan air,'Bunga kau disini dulu ya?Aku harus kerja sekarang...'
Kagome telah mempelajari isi kamar Sesshomaru selama ditinggal pergi.Ia segera menyiapkan handuk dan pakaian ganti.Walau masih sering bertanya juga pada tuannya,"Pangeran mau pakai pakaian yang mana?"
Sesshomaru melihat ke arah rambut Kagome yang berwarna hitam kontras sekali dengan warna rambutnya yang putih keperakan,"Yang hitam saja ...ya yang itu..."
Sesshomaru melepas pedangnya,lalu masuk ke kamar mandi.Kagome sendiri sibuk mencari tempat untuk menaruh vas bunganya,'Kutaruh dimana ya?Aha di ujung sini saja dekat jendela.'
Sementara itu para dayang yang mengikuti Sesshomaru kembali ke dapur sambil membicarakan Kagome,"Kenapa Pangeran memberikan bunga itu pada seorang dayang baru?Siapa dia?Darimana asalnya?Nanti kalau dia ke dapur kita interogasi dia!"
Yang lain setuju dengan ide itu,"Benar Kagura!Kaukan dayang senior di sini harusnya kaulah yang menempati posisi dayang pribadi pangeran pertama.Bukan pendatang baru seperti dia!Ya kan teman2?"
Semua mendukung dan dayang bernama Kagura itu kian mendidih darahnya bila ingat bagaimana Kagome berani menatap mata Sesshomaru,'Pangeran pertama biasanya paling benci ada pelayan yang berani padanya tapi gadis itu dia bisa memandang bertatap muka dengan Pangeran dan sedikitpun dia tak nampak marah...aneh sekali...apa istimewanya gadis itu?Apa???'
Usai mandi,Sesshomaru sebenarnya tidak lapar tapi ia mendengar bunyi perut dayangnya,"Miko...aku lapar...pergilah ke dapur dan ambilkan aku makanan.Bilang saja aku yang menyuruhmu mereka akan mengerti."
Kagome segera permisi dan bertanya pada Jaken yang berdiri di depan,"Dapur sebelah mana ya?" Sesshomaru mendengar bagaimana Jaken menerangkan jalurnya,"Kau tahu pintu masuk tadi nah di sebelah kanannya ada jalan menuju ke arah dapur jika terus kau ikuti ..."
Kagome coba mengingatnya,"Oh begitu baiklah...aku akan mencarinya..."
Kagome kembali mengenakan penutup mukanya agar aman bila tiba2 ketemu Inuyasha lagi,celingak-celinguk Kagome melihat seorang dayang tengah membawa nampan,"Maaf namaku Miko aku dayang baru disini,bisakah kau beritahu aku dimana dapurnya?"
Dayang itu tersenyum ramah padanya,"Rupanya kau dayang baru Pangeran Sesshomaru?Maaf aku tak bisa menjabat tanganmu...namaku Sango.Senang bertemu denganmu..Dapurnya disana lurus saja.Tapi saranku jangan buat masalah dengan dayang bernama Kagura.Dia berbahaya.Maaf aku sudah ditunggu Pangeran Inuyasha.Dia lapar kalau jam2 begini."
Kagome jadi ingat Sesshomaru,'Kakaknya juga lapar di waktu yang sama.Keturunan keluarga...' Kagome berterima kasih pada Sango,"Terima kasih Dayang Sango...semoga kau mau menjadi temanku..."
Kagome melangkah menuju dapur dan kala menginjakkan kaki di dapur semua mata segera tertuju padanya,"Akhirnya yang dinanti datang juga..." Kagome segera memberi salam dengan membungkukkan badan pada semuanya,"Perkenalkan saya dayang baru nama saya Miko mohon bimbingan teman2 semua..."
Baru hendak menuju koki dapur, badan Kagome dihempaskan ke dinding oleh seseorang,"Kau ini dayang baru jadi kau perlu tahu peraturan di sini...ada tradisi di sini dayang baru harus mencium kaki dayang senior...kau dayang baru bukan?"
Kagome ketakutan,"Tapi Pangeran tidak memberitahu soal tradisi itu...Lagipula aku sedang menjalankan perintah Pangeran.Aku tak mau membuatnya menunggu..."
Koki tak tega melihatnya,"Kagura lepaskan dia!Tidak ada tradisi seperti itu disini.Apa kau mau membuatnya kena marah Pangeran Pertama?Biarkan dia membawa makanan untuk Pangeran!" Kagura tak menggubris perkataan kokinya,"Kau jangan ikut campur urusanku!Siapkan saja keperluan Pangeran.Aku yang akan membawanya dan bukan gadis ini!"
Kagome dilemparnya ke lantai,"Sekarang kau cium kakiku cepat!!"
Semua dayang yang ada di dapur menahan nafas melihat Kagome mengaduh kesakitan karena Kagura membuka tudungnya dan menjambak rambutnya,"Cepat!!"
Saat Kagome terpojok,pintu dapur terbuka dan masuklah Jaken,"Ada apa ini?!!"
Kagura segera pura2 seakan tak terjadi apapun,"Pengawal Jaken tumben kau masuk ke dapur?Pasti Pangeran marah ya lama menanti hidangannya...dayang baru ini membuat kacau dia menghambat kerja koki..lihat jalan saja tak becus pakai jatuh segala...Sebaiknya aku yang membawa makanan ke kamar Pangeran.Bahaya jika dibawa dayang baru ini bisa tumpah nanti di jalan..."
Namun Jaken merebut makanan yang disiapkan untuk Sesshomaru dari tangan Kagura,"Tidak!Perintah khusus Pangeran aku tak berani melanggar.Biar Miko yang membawanya.Aku akan dihukum jika melanggarnya.Miko bangun dan cepat bawa makanan ini ke Pangeran!"
Kagome segera berdiri dan menerima nampannya,"Terima kasih Jaken..."
Jaken memandang Kagura dengan tajam sebelum pergi mengikuti Kagome,'Kini kutahu kenapa Pangeran memintaku menjemput Miko...'
Sesshomaru resah entah kenapa,'Kenapa aku terus memikirkan gadis itu?'
Saking resahnya Sesshomaru sampai berdiri di depan pintu kamarnya dan baru masuk kala mendengar suara Jaken di kejauhan,"Miko...kau harus hafal tempat ini...jangan sampai tersesat..." Sesshomaru tersenyum sambil memandang bunga di vas yang ditaruh Kagome di dekat jendela,'Kamar ini terasa beda sejak Miko datang...'
Kagome akhirnya tiba di kamar Sesshomaru,"Maafkan saya Pangeran...sudah membuat Pangeran menunggu..."
Sesshomaru memperhatikan tangan dayangnya,"Kenapa tanganmu?"
Kagome bingung mau menjawab apa,"Ini hanya luka gores tidak apa2..."
Sesshomaru memandang Jaken,"Jaken..."
Jaken lalu menceritakan apa yang ia lihat di dapur,Sesshomaru mendengarnya dan berkata,"Besok suruh dayang itu menghadapku...kau boleh pergi Jaken."
Kagome segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Saya mohon Pangeran jangan hukum dayang itu!Saya tak mau mereka makin membenci saya karenanya.Lagipula ini hanya luka kecil Pangeran...nanti juga akan sembuh..."
Kagome segera mengobati lukanya dan berdiri dekat Sesshomaru. Sesshomaru malah mengambil saputangannya dan mengikat tangan Kagome dengan saputangan itu,"Jika dibalut begini kau takkan merasa sakit...sekarang temani aku makan."
Kagome terpana,"Tapi...saya..."
Sesshomaru menyela,"Bunyi perutmu sangat menggangguku...Duduk dan makanlah!"
Kagome menurut dan duduk di depan Sesshomaru,walau terkesan dingin namun Kagome merasakan Sesshomaru sebenarnya sangat perhatian.Ia makan sambil menunduk.Entah kenapa ia tak kuasa menatap mata indah Sesshomaru.Usai makan Sesshomaru menunjuk sebuah bilik dekat kamarnya,"Itu kamarmu.Kau bisa tidur di sana.Bilik itu terhubung dengan kamarku jadi sewaktu2 aku bisa memanggilmu.Istirahatlah..."
Kagome membereskan semuanya lalu kembali ke dapur,kala ia tiba di dapur semua dayang tertuju perhatiannya pada kain yang membalut tangan Kagome,''Itu kan kain berlambang hexagon dan hanya Pangeran Sesshomaru yang memilikinya...Berani sekali gadis itu mengambilnya!"
Kagura kesal melihatnya dan segera mendekati Kagome yang tengah menaruh piring2 kotor di tempatnya,"Hey!!!Dari mana kau dapat kain ini??Apa kau mencurinya??!!Lancang sekali kau!!" Namun kala Kagura hendak melepas kain di tangan Kagome sebuah suara mengejutkannya,"Kau yang lancang!!"
Para dayang yang ada di dapur segera memberi hormat kala tahu siapa yang bicara,"Hormat kami Pangeran Sesshomaru..."
Kagura terkesiap kala melihat Sesshomaru sudah berdiri di depan pintu dapur,"Siapa kau berani membentak dayang pribadiku?Apakah ini kelakuan seorang dayang senior di belakangku?Aku jadi ingin tahu lebih tajam mana lidahmu dari pedangku?"
Kagura segera bersujud meminta ampun,"Ampuni hamba Pangeran.Hamba hanya ingin mengajari dayang baru ini supaya menghormati benda2 milik Pangeran..."
Sesshomaru memandang dengan dingin pada semuanya,"Aku tak perlu minta ijinmu untuk memberikan benda2 milikku pada siapa saja,bukan?Atau kau lebih tinggi dari ayahku kedududannya di kastil ini?"
Kagura gemetar dan segera sujud hingga mukanya menyentuh lantai dapur,"Maafkan hamba Pangeran...hamba tidak tahu kalau ..."
Sesshomaru berkata pada semuanya,"Jika bukan karena dayangku telah memohon padaku untuk mengampunimu maka aku takkan segan2 menghukummu...ini juga berlaku bagi yang lainnya!Miko kita pergi!"
Kagome segera mengikuti Sesshomaru keluar dari dapur.Sango yang juga ada di dapur saat itu melempar senyum pada Kagome,'Tak kusangka demi dayangnya Pangeran Sesshomaru turun tangan sendiri membela...hmm...sepertinya dayang bernama Miko ini bukan sekedar dayang saja..dimata Pangeran...'
Sementara itu Kagome mencium bau harum rambut Sesshomaru yang mengenai wajahnya,'Hmm..indahnya rambut Pangeran...seindah tatapan matanya...aku makin menyadari inilah arti mimpiku bahwa tempat teraman bagiku adalah didekat Pangeran Sesshomaru...ibu kini aku mengerti arti ucapanmu dalam mimpiku...'
Angin menyibakkan penutup muka Kagome dan saat itulah Inuyasha melihatnya dari balik pilar kastil,'Itu kan Kikyo?Kenapa dia bersama Sesshomaru?'
Wah apakah Kagome akan terbongkar asal usulnya?**see you in part 6**
QUIET GIRL part 6 : Seek Thy Servant
Note dari penulis : Sebenarnya tak ada angka 9 di tiket ini tapi kisah ini telah lama ada dalam hati saya sehingga passion untuk meneruskannya dan menyelesaikannya begitu kuat jadi tiap dua cerbung saya next saya beri jeda lanjutan kisah ini.Cerita kartun Inuyasha sendiri aslinya adalah karya seorang penulis Jepang,kalau ga salah namanya Rumiko.Kisah ini hanyalah ide saya karena begitu ngefansnya sama pairing Sesskag.So jangan bosan ya?Let's continue the story!
<< FLASH BACK
Pangeran Sesshomaru sangat protektif terhadap mereka yang berada dalam perlindungannya.Termasuk pada Kagome.Meski cuma dayang namun kehadiran Kagome menghebohkan istana belakang Western.Jelas sekali betapa sayangnya Sesshomaru pada dayang barunya itu.Namun Inuyasha memergoki Kagome tanpa pelindung muka kala berjalan didekat Sesshomaru.Apa yang akan dilakukan oleh pangeran kedua Western itu melihat kemiripan Kagome dan Kikyo?
>> ISTANA WESTERN...
Angin bertiup kencang siang itu di istana Western.Bila Kagome nampak terpesona dengan keindahan rambut tuannya maka yang empunya rambut malah sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Kenapa aku begitu memcemaskan Miko?Sejak ia melangkah kembali ke dapur,sebenarnya aku sudah hendak beristirahat tapi kemudian aku ingat bahwa ia baru saja terluka kala mengambil makanan untukku.Ada yang berani mengusik milikku!Pasti mereka akan kembali melakukannya dan ternyata dugaanku benar.Berani benar dayang senior itu!Dia berani menyakiti Miko!',wajah tampan nan rupawan Sesshomaru menegang tanpa ia sadari.
Sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya pada seorang dayang pula.Seorang yang hanya bertugas sebagai pembantu sebenarnya. Begitu terbenam dengan pikirannya tak membuat kewaspadaan pewaris tahta Western itu lenyap,"Miko,tetap dibelakangku!"
Kagome terhenyak mendengarnya dan menubruk punggung tuannya,rambut panjang Sesshomaru menutupi mukanya,"Ups...Maaf Pangeran..."
Kagome segera berdiri dibelakang Sesshomaru dan membetulkan penutup mukanya,'Ada apa ya?Hmm...Pangeran tubuhnya baunya segar sekali...seperti bau hutan yang segar usai diguyur hujan...aku jadi ingat,Pangeran kan mandinya kuberi tambahan beberapa ekstrak dedaunan supaya ia tidak kecapekan habis perjalanan jauh.Ia menyukainya...untung aku selalu membawa tanaman2 herbal itu bersamaku.Itu tanaman herbal terakhir yang kucari untuk ibu...ibu menyuruhku menyimpannya dan ternyata memang berguna.Hmm...'
Khayalan Kagome buyar oleh suara Sesshomaru,"Kau ada perlu denganku Inuyasha?Cepat katakan!" Kagome gugup mendengar nama itu disebut,'Nama itu lagi?Astaga tadi tudungku sempat lepas...ini gawat!Sebaiknya aku jangan jauh2 dari Pangeran Sesshomaru,hanya dia yang bisa melindungiku di sini.'
Melihat kakaknya mengetahui keberadaannya dibalik sebuah pilar,Inuyasha terkekeh,"Wow!!Bahkan kaupun bisa tahu aku ada di sini ...sungguh Ayah telah melatihmu dengan baik Sesshomaru!Aku terkesan...tapi aku lebih terkesan lagi dengan sosok dibelakangmu itu.Ternyata kau diam2 menculik wanita yang kucintai!!Kikyo,kenapa kau sembunyi dibelakang kakakku!Mengapa kau mengkhianatiku lagi?Kikyo!!"
Kagome ketakutan dan malah kian menempelkan dirinya di belakang Sesshomaru,Sesshomaru mengatur emosinya,"Kau ini ternyata memang harus dilatih lebih lagi Inuyasha!Kau bahkan tidak mengenal dengan baik wanita yang kaupuja2 itu.Dayangku ini bukan Kikyomu!!Dia Miko!!Dia itu ada dalam perlindunganku."
Inuyasha hendak mendekati Kagome tapi Sesshomaru menghadangnya,"Jangan membuatku lepas kendali Inuyasha!!Atau kau akan merasakan tajamnya pedangku!"
Inuyasha malah mengambil pedangnya,"Aku tahu kau ini memang iri padaku kan Sesshomaru?Kau diam2 menculik dan membawa Kikyoku kemari.Kau pura2 menjemputku tapi sebenarnya kau sendiri tertarik dengan Kikyo!!Mengakulah!"
Sesshomaru juga mengambil salah satu pedangnya,"Sudah kubilang dia bukan Kikyo!Dia Miko!Dan aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan itu Inuyasha!Jaga mulutmu!"
Pengawal yang melihat kejadian itu segera melapor pada Lord Touga,"Gawat Yang Mulia!Kedua pangeran..."
Lord Touga yang sedang bersama Rin heran melihat wajah panik pengawal yang datang,"Ada apa pengawal?Kenapa dengan kedua putraku?"
Rin jadi ikut memperhatikan,pengawal segera menjawab sambil membungkukkan badan,"Maafkan hamba Yang Mulia,hamba sedang berpatroli dan kemudian hamba melihat kedua pangeran bertengkar.Mereka sudah menghunus pedang masing2 Yang Mulia..."
Rin segera menarik lengan ayahnya,"Ayah!Ayo kita lihat Ayah!!"
Lord Touga segera mengikuti langkah pengawalnya diiringi Rin yang nampak cemas juga.Sepanjang koridor istana Lord Touga menanyai pengawalnya,"Apa yang sebenarnya membuat mereka bertengkar? Siapa saja yang ada disana?Apa yang kaulihat?"
Pengawal itu menjelaskan,"Hamba juga kurang tahu dengan pasti Yang Mulia karena kala hamba tiba keduanya sudah bersiap hendak saling menyerang.Selain kedua pangeran cuma ada seorang dayang,itu dayang Pangeran Sesshomaru yang baru karena cuma dayang Pangeran Pertamalah yang berpakaian beda memakai pelindung kepala."
Lord Touga mendengar bunyi pedang beradu,'Kakak beradik ribut sampai menghunus pedang...sepertinya Inuyasha telah membuat kakaknya marah...Apa lagi yang dilakukannya sehingga Sesshomaru sampai menghunus pedangnya?Gawat!Putra pertamaku biasanya hanya mengeluarkan pedangnya untuk perkara serius.Apa ini soal dayang baru itu?Aku semakin penasaran dengan dayang itu...Pasti ada yang istimewa padanya sehingga mampu membuat Putra pertamaku jadi emosi begini.Bukan kebiasaan Sesshomaru bersikap begitu protektif seperti ini.'
Inuyasha bukanlah lawan Sesshomaru apalagi soal pedang.Hanya dalam beberapa gerakan saja pedang Inuyasha sudah terpental dan pedang Sesshomaru siap mengarah ke sasaran namun Sesshomaru menahannya,sehingga tidak melukai Inuyasha,"Ini peringatanku yang kedua Inuyasha..." Lord Touga tiba di lokasi,"Sesshomaru...apa yang terjadi?"
Sesshomaru segera menyarungkan kembali pedangnya dan memberi hormat pada ayahnya,"Ayah...hormat ananda.."
Rin segera mendekati Kagome,"Dayang Miko apa yang terjadi?Kenapa kakak2ku bertengkar?" Kagome segera memberi salam hormat juga pada Lord Touga dan Rin,"Salam hormat Yang Mulia.Putri Rin."
Lord Touga memandang pada dayang baru Sesshomaru,"Kau rupanya dayang baru putra pertamaku...sepertinya Rin punya banyak pertanyaan untukmu.Rin,ajak dayang baru itu ke ruang kerja Ayah.Ayah ingin bicara dengannya setelah ayah bicara dengan kedua kakakmu ini tentunya." Kagome segera memandang ke arah Sesshomaru dan Sesshomaru mengangguk padanya,"Ikuti Rin,Miko..."
Kagome memberi hormat pada semuanya lalu mengikuti Rin.Lord Touga terus memperhatikan semuanya,'Sepertinya dayang itu sangat patuh pada Sesshomaru.Pandangannya hanya tertuju pada Sesshomaru...lalu kenapa dengan putra keduaku?Bukannya dia sudah punya dayang sendiri?'
Usai Kagome pergi dengan Rin,Lord Touga mendekati putra keduanya yang nampak kesal wajahnya,"Inuyasha...kenapa kau membuat kakakmu marah?Apa yang sebenarnya kalian ributkan?" Inuyasha mengambil pedangnya,"Kakak menculik dan menjadikan Kikyo dayangnya Ayah!!Aku tidak terima.Bahkan Kikyo tak ingat lagi padaku..."
Sesshomaru menyelanya,"Ayah,yang dikatakan adik tidak benar.Dayangku bernama Miko bukan Kikyo.Wajahnya memang mirip tapi dia bukan Kikyo.Dia adalah..."
Lord Touga memandang putra pertamanya dengan penuh selidik,"Dayang Miko...siapa dia sebenarnya Sesshomaru?Aku yakin nama Miko itu adalah pemberianmu.Benar bukan?"
Inuyasha melirik kakaknya,"Bahkan ayah juga curiga padamu Kakakku...kau tak bisa mangkir lagi sekarang.Dayang itu adalah Kikyoku!!"
Sesshomaru tak tahan lagi,"Miko bukan Kikyo!Aku sudah berulang kali mengatakan itu padamu Inuyasha!!Dia bukan Kikyo!"
Inuyasha mendekat dengan marah,"Lalu kenapa dia begitu mirip dengan Kikyoku?Apa kau pikir aku takkan bisa mengenalinya?Itukan sebabnya kau menyuruhnya memakai penutup wajah?!Kau tak mau aku mengenalinya!!Iya kan Sesshomaru???!"
Lord Touga melerai kedua putranya yang sepertinya siap untuk bertarung lagi,Sesshomaru sudah memegang gagang pedangnya,demikian juga Inuyasha,"Hentikan!!Kalian sungguh membuat aku malu!!Ribut karena persoalan wanita!Sesshomaru ceritakan tentang asal mula kau bertemu dayangmu itu.Ceritakan semua dan jangan ada yang ditutupi!Ayah akan tahu bila kau berbohong atau tidak.Dan kau Inuyasha tenangkan dirimu!Dan berhenti memikirkan Kikyo!Dengarkan dulu kakakmu bicara!" Kedua pangeran Western itu terdiam dimarahi ayah mereka.Akhirnya Sesshomaru menceritakan semuanya,"Miko memang mirip dengan Kikyo karena dia adalah kembarannya.Nama sebenarnya adalah Kagome.Waktu itu..."
Inuyasha terpana mendengarnya,'Kembarannya Kikyo?Jadi selama ini Kikyo punya kembaran?Kenapa aku ga tahu?Ternyata aku belum mengenal sepenuhnya Kikyo.Dulu aku pernah melihat dia di hutan sedang mengumpulkan tanaman namun kemudian dia lari begitu melihatku dan kemudian Kikyo muncul dengan penampilan yang beda dengan yang kulihat tadi.Jadi saat itu aku sebenarnya sudah sempat melihat kembarannya Kikyo.Lalu kenapa Kikyo menyembunyikan semua ini dariku?Seperti ia juga menyembunyikan hubungannya dengan Naraku.Apakah kakak benar bahwa Kikyo itu tidak sungguh mencintaiku?'
Sementara itu Kagome resah menanti di ruang kerja Lord Touga bersama Rin.Ia berharap ia tidak diusir dari kastil dan tetap bersama Sesshomaru.Rin melihat kecemasannya,"Dayang cantik kenapa sedih wajahnya?Ayahku tidak jahat kok."
Kagome menunduk,"Hamba hanya takut jika diusir dari sini Putri dan tidak diperkenankan lagi melayani Pangeran Sesshomaru..."
Rin menghiburnya,"Kakak pertama takkan diam saja jika itu terjadi.Rin yakin!Lagipula Rin ingin Dayang cantik menjadi kakak Rin juga..."
Kagome heran mendengarnya,"Menjadi kakak Putri?Maksud Tuan Putri?"
Rin malah senyum2 dan menunjukkan lukisannya,"Seperti ini..."
Kagome tersipu kala melihat lukisan Rin. Apa yang dilukis oleh Putri Rin?÷÷ See you in next part÷÷
QUIET GIRL °• Part 7 : Burning Desire
•○ FLASH BACK
Identitas Kagome akhirnya diungkap juga oleh Sesshomaru akibat ulah Inuyasha.Lord Touga menyadari bahwa kedua putranya akan terus bertengkar jika ia tidak ikut campur.Rin sendiri lebih berharap Kagome bersama kakak pertamanya daripada dengan kakak keduanya yang justru kakak kandungnya.Kehidupan kastil yang kompleks kan?
○● RUANG KERJA LORD TOUGA...
Rupanya sejak awal Rin sedang melukis apa yang menjadi keinginannya.Kagome memandang hasil karya adik tiri Sesshomaru itu dengan wajah merona,bagaimana tidak di lukisan itu ada gambar Sesshomaru yang berambut keperakan tengah bergandengan tangan dengan seorang wanita berambut hitam di sebuah taman dan di antara bunga2 ada seorang anak kecil tengah memetik bunga ditemani seorang pengawal yang pendek tubuhnya.Kagome menunjuk ke arah gambar anak kecil itu,"Ini putri kan?"
Rin mengangguk gembira,"Iya.Ini Rin dan ini Jaken!Jaken selalu disuruh menjaga Rin bila tidak diberi tugas oleh Kakak pertama.Oh iya tahukah kau dayang Miko aku punya julukan buat kakak pertama dan kakak keduaku lho."
Kagome ingin tahu,"Bukannya Pangeran Sesshomaru sudah punya banyak sebutan di kastil ini?Hamba pernah dengar Pangeran Sesshomaru disebut juga Ahli Pedang kemudian Putra Mahkota.Lalu Pangeran Pertama.Apa masih ada lagi?"
Rin berbisik ke telinga Kagome,"Kepada kakak pertama aku menyebutnya Kakak Putih dan kepada kakak kedua aku menyebutnya Kakak Merah.Kau tahu kenapa dayang?"
Kagome berpikir,"Saya tahu Putri.Pasti karena pakaian yang sering mereka pakai kan?"
Rin bertepuk tangan,"Hebat!Dayang Miko memang cerdas."
Keceriaan Rin terhenti oleh langkah kaki Lord Touga,"Kalian sangat cocok rupanya."
Rin segera lari ke pelukan ayahnya,"Ayah!!"
Lord Touga lalu mengusap kepala Rin,"Rin,bisa ambilkan ayah sesuatu?Sini,ayah akan beri kau misi rahasia."
Rin dibisiki ayahnya lalu segera permisi dari ruangan itu,"Dayang Miko aku pergi menjalankan misi rahasia dulu ya!Aku akan segera kembali!"
Kagome segera berdiri memberi hormat pada penguasa Western.Lord Touga memang mirip dengan Sesshomaru hanya saja garis di pipinya hanya satu dan berwarna biru sedang Sesshomaru dua dan berwarna merah maroon.Serta memiliki tanda bulan sabit di dahinya.Sebuah tanda yang unik.Lord Touga memandang ke luar disana ditaman ia melihat Rin ditemani dua kakaknya asyik melaksanakan misi darinya.Ia lalu bertanya pada Kagome,"Namamu sebenarnya adalah Kagome bukan?Kau adalah kembaran Kikyo,wanita yang disukai oleh putra keduaku,Inuyasha.Benarkah itu?" Kagome menunduk,"Benar Yang Mulia."
Penguasa Western itu melanjutkan kembali,"Apakah kau tahu kalau Putra keduaku menjalin hubungan dengan kakakmu?"
Apa jawab Kagome?**see you next part**
Part 8 QUIET GIRL : My Heart's Desire
♧ TAMAN ISTANA...
Melihat Rin keluar dari ruangan ayahnya,Sesshomaru dan Inuyasha segera mendekati adik mereka itu.Rin memandang keduanya dengan mata besarnya,"Kalian jangan bertengkar ya?Rin sedih kalau kalian berkelahi.Rin sayang kalian berdua."
Sesshomaru berjongkok,"Kami hanya berbeda pendapat Rin.Bukan berkelahi."
Inuyasha menyilangkan kedua tangannya,"Rin tidak bisa kau bodohi Sesshomaru!Dia tahu bahwa kita memang tak pernah akur.Semua karena kau selalu iri padaku!"
Sesshomaru menahan emosinya mendengar ucapan Inuyasha,"Aku tidak mau ribut lagi denganmu Inuyasha.Aku tak mau membuat ayah sedih.O ya Rin,kita cari bunga saja yuk."
Rin tersenyum,"Kebetulan sekali Rin disuruh ayah mencari dua jenis bunga.Ayo kak Inuyasha ikut juga.Kakak kan jarang menemani Rin bermain di taman.Ayo!!"
Inuyasha digandengan Rin disebelah kiri dan Sesshomaru di sebelah kanan.Ketiganya berjalan menuju area dimana banyak aneka jenis bunga tumbuh di sana.Sesshomaru sempat memandang ke arah ruangan ayahnya dimana dayangnya berada,'Miko...semoga ayah tak mengusirmu dari kastil ini.Kini semua tergantung keputusan ayahku.Apakah kau akan dikembalikan kepadaku atau kau akan menjadi dayang umum.Entah kenapa aku merasa sedih jika kau tak ada di dekatku lagi.Perasaan apa ini yang kurasakan?'
Rin memandang kakak pertamanya,"Kakak putih kenapa?Mencemaskan dayang Miko ya?Tenang saja kak,nanti kalau ayah marah,Rin akan bicara dengan ayah."
Sesshomaru tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu tapi kedahuluan oleh Inuyasha,"Seorang Putra Mahkota searogan dia,ga mungkin memikirkan seorang dayang,Rin...dia itu tidak selembut itu ha..ha.."
Inuyasha mendapat tatapan tajam bukan hanya dari Sesshomaru tapi juga dari Rin.Pangeran kedua Western yang suka memakai pakaian berwarna merah itu malah memanjat pohon dan duduk diatas sebuah dahan sambil tertawa,"Sesshomaru...mempedulikan seorang dayang ha.ha...lucu sekali...ha..ha..."
Rin menoleh ke kakak pertamanya,"Jangan hiraukan kakak merah,Kak!Dia memang senang membuat kakak marah.Yuk cari bunga saja.Ah itu dia bunga warna merah...!!"
Sesshomaru duduk di bawah pohon sakura sambil meredam gemuruh di hatinya.Sementara Rin berlari ke sana kemari mencari bunga yang disuruh ayahnya untuk dipetik.Gadis kecil itu mengedarkan pandangannya,'Kurang bunga warna putih.Bunga warna putih jarang sekali berbunga.Tapi ayah bilang aku harus mendapatkan dua jenis warna bunga yaitu merah dan putih.Merah sudah dapat,kurang yang putih.Pasti ada...aku harus lebih jeli lagi.'
Tak bisa melampiaskan kekesalannya pada Inuyasha,Sesshomaru melampiaskan emosinya pada bunga yang tumbuh di dekatnya.Dipetik dan dibelah2nya dengan menggunakan pedangnya.Hingga Rin mengejutkannya dengan berteriak,"Kakak pertama!Jangan!!"
Sesshomaru menghentikan gerakan pedangnya,disana diujung pedangnya sekuntum bunga berwarna putih siap dibelahnya menjadi kepingan2.Inuyasha ikut menoleh ke arahnya.Rin mendekat dan mengambil bunga putih itu dari ujung pedang Sesshomaru,"Untung masih utuh.Ayah menyuruhku mencari bunga warna merah dan putih Kak.Susah mencari bunga warna putih.Untung saja belum kakak hancurin.Sekarang Rin akan bawa bunga2 ini ke ayah."
Sesshomaru termangu,'Buat apa ayah menyuruh Rin mencari bunga merah dan bunga putih ya?Aneh...apa ada hubungannya dengan Miko?Aku tidak akan pergi dari sini sampai jelas bagaimana nasib Miko selanjutnya.'
Ia melihat dayang Inuyasha datang membawa makanan untuk adiknya itu,'Bagaimana jika ayah ternyata memberikan Miko pada Inuyasha?Miko kan mirip dengan Kikyo,dengan demikian Inuyasha takkan mencari Kikyo lagi.Tapi akulah yang membawa Miko ke kastil ini.Setidaknya ayah harus membicarakan itu denganku.Tapi Inuyasha kan kesayangan ayah...apa pendapatku penting buatnya?' Sesshomaru nampak resah,melihat itu Inuyasha menyuruh dayangnya memberikan juga makanan pada kakaknya itu,namun pemberian itu ditolak oleh Sesshomaru,"Katakan pada tuanmu,aku berterima kasih atas perhatiannya tapi aku sudah punya dayang sendiri yang mengurus segala keperluanku termasuk soal makanan."
Inuyasha terkekeh mendengarnya,"Sango,kalau kakakku ga mau kamu habiskan saja.Biarkan dia!" Sesshomaru memandang ke arah ruangan ayahnya,'Miko...'
¤¤ RUANGAN KERJA LORD TOUGA...
Sementara itu Kagome menjawab pertanyaan demi pertanyaan Lord Touga,"Hamba hanya tahu bahwa Pangeran Inuyasha sering bertemu dengan kakak hamba tapi setelah kakak hamba menerima pinangan Pangeran Naraku.Mereka bertemu di luar desa.Hamba suka mencari tanaman obat di tepi hutan jadi pernah Pangeran Inuyasha mengira hamba adalah kakak hamba,Tuanku."
Lord Touga melihat kejujuran di mata Kagome,'Jika demikian berarti wanita bernama Kikyo itu memang bukan perempuan baik2...dia bermain api.Memberi harapan pada putra keduaku sementara dia sendiri sudah menerima pinangan Naraku.'
Lord Touga berdiri dekat jendela.Dari sana ia bisa melihat kedua putranya,"Kata putra pertamaku,ia menyelamatkanmu dari sebuah ritual pengorbanan.Lalu atas permintaan ibumu,ia menerimamu menjadi dayangnya.Tahukah kau apa arti menjadi seorang dayang?"
Kagome hanya bisa menjawab sambil menunduk,"Menjadi dayang itu sama artinya menjadi pelayan,Yang Mulia."
Lord Touga mendengar langkah kaki,ia memandang ke arah pintu,Rin datang dengan wajah ceria membawa dua kuntum bunga seperti yang ia minta,"Ayah!!Rin sudah dapat bunganya.Lihatlah!" Lord Touga menunjuk ke arah meja,"Taruh di sana Rin.Lalu kembalilah bermain dengan kedua kakakmu.Jaga mereka supaya tak berkelahi lagi.Kamu mengerti?"
Rin menaruh bunganya di atas meja didepan Kagome,"Mengerti ayah.Dayang Miko titip bunganya ya..."
Kagome mengangguk sambil memandang dua jenis bunga di hadapannya,pandangannya tertuju pada bunga yang berwarna putih,'Pangeran Sesshomaru...kenapa kau tidak disini?Aku takut sendirian di sini...kau dimana?'
Lord Touga merasakan keresahan Kagome,"Dayang Miko atau sebaiknya kupanggil saja Dayang Kagome...kau tahu bahwa kedua putraku sampai ribut karena dirimu.Selama ini aku tahu,aku terlalu memanjakan Inuyasha selalu menuruti keinginannya.Hal itu membuatnya menjadi seperti sekarang ini.Kini aku mau bersikap adil.Biar kau yang menentukan siapa yang ingin kau layani.Didepanmu sudah ada dua jenis bunga.Satu merah dan yang satu putih.Merah itu lambang putra keduaku.Kau tahu sendiri ia suka sekali memakai baju berwarna merah.Sama seperti mendiang ibunya suka sekali warna merah.Sedang bunga satunya berwarna putih...itu lambang dari..."
Kagome telah mengambil bunga itu dan membelainya,"Pangeran Sesshomaru..."
Lord Touga tak meneruskan ucapannya karena bahkan tanpa perlu ia jelaskan lagi,ia sudah tahu siapa yang diinginkan oleh Kagome untuk menjadi tuannya.Lord Touga berkata padanya,"Kembalilah pada tuanmu dayang Kagome...ia menunggumu diluar sana.Aku tidak akan menghukummu karena kau memang tidak melakukan kesalahan.Kau adalah Kagome dan bukan Kikyo.Kau memiliki kehidupan sendiri.Aku tak bisa memaksamu untuk menjadi Kikyo.Itu tidak adil bagimu.Pergilah..."
Kagome segera memberi hormat dan keluar dari ruangan sambil mendekap bunga putih didadanya,"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia.Hamba permisi..."
Kagome mencari dengan segera dimana Sesshomaru berada,demikianpun juga dengan Sesshomaru,ia segera melesat ke arah dayangnya,"Miko..."
Inuyasha juga segera meloncat turun dari pohon yang dinaikinya,namun kala melihat bunga yang dipegang Kagome tahulah ia bahwa bukan dirinya yang dipilih oleh dayang bernama Miko itu,'Kata ayah,yang ia akan memberi penyelesaian atas masalah dayang yang mirip Kikyo itu.Rupanya dayang itu lebih memilih Sesshomaru sebagai tuannya dan bukan aku.Dia jelas bukan Kikyoku.Kalau dia Kikyoku dia akan memilihku dan bukan si arogan itu!'
Kagome segera mendekat ke arah Sesshomaru,"Pangeran!!"
Keduanya malah berpegangan tangan dan Rin jelas yang paling bahagia melihatnya,"Yeah!!Yippi2!!" Keduanya tersipu malu.Sesshomaru segera melepas pegangannya,"Miko,aku lapar.Ayo kita kembali!"
Kagome tersenyum dan segera mengikuti tuan yang dipilihnya.Lord Touga melihat semuanya dari balik jendela,'Sesshomaru akhirnya bisa tersenyum juga...tak sangka tugas yang kuberikan padanya mempertemukannya dengan kebahagiaannya.Sekarang tinggal Inuyasha,bagaimana supaya ia berhenti membuat masalah?Isayoi,apa yang harus kulakukan padanya?'
Isayoi adalah ibu Inuyasha dan Rin.Berita perkelahian dua pangeran dengan cepat menyebar di kalangan dayang.Kaguralah yang paling kesal mendengarnya.Apalagi hampir seisi kastil membicarakannya,"Kalian tahu tidak?Pangeran Inuyasha dan Pangeran Sesshomaru hampir saling bunuh karena seorang dayang.Keduanya sudah menghunus pedang masing2 dan semua itu karena seorang wanita..."
Dayang yang lain berkata,"Wah hebat sekali dayang itu bisa merebut perhatian dua pangeran sekaligus.Aku iri padanya...dia pasti begitu istimewa ya?"
Sango yang adalah dayang Inuyasha ikut menambahkan,"Bahkan Pangeran Sesshomaru hanya mau makan kalau dilayani oleh dayangnya itu."
Koki dapur jadi penasaran,"Lalu akhirnya bagaimana?Siapa yang kemudian mendapatkan dayang itu?"
Seorang pengawal yang menjawab pertanyaan itu,"Yang Mulia membebaskan dayang itu untuk memilih sendiri siapa Pangeran yang ingin dilayaninya.Dan kalian tahu siapa yang dipilih oleh dayang itu?"
Kagura menjawab dengan sinis,"Pasti dia memilih Pangeranku...Putra mahkota Pangeran Sesshomaru...aku yakin itu..."
Pengawal tadi membenarkan,"Wah kau hebat Kagura!Kau bisa tahu tanpa melihat semuanya.Pantas kau disebut dayang senior di sini."
Bukannya senang dipuji eh Kagura malah pergi dengan kesal,'Dasar perempuan sial!Sejak kedatangannya kastil ini menjadi tidak nyaman lagi untukku.Aku harus lakukan sesuatu sebelum Pangeran idamanku makin jatuh dalam pesonanya.Tunggu saja aku pasti akan merebut Pangeran Sesshomaru darinya!'
Wah mau apa ya Kagura?**see you next part**
Part 9 QUIET GIRL : My Sword
==> PEDANGKU
Sesshomaru memiliki dua pedang di pinggangnya.Satu namanya Tokijin dan satunya Tensaiga.Pedang pertama sangat ampuh melawan musuh dalam jumlah banyak.Namun pedang kedua tak pernah ia gunakan karena pedang itu kata ayahnya harus ia temukan sendiri dimana letak kekuatannya.Pedang itu pemberian kakeknya,ayah dari ibunya,Totosai.Seorang ahli pembuat pedang.Apa kekuatan pedang itu?
==>ISTANA SAYAP BARAT...
Disayap sebelah barat memang terletak kamar Sesshomaru.Kamar yang luas dan dikelilingi taman sekitarnya.Kagome telah makin hafal segala kebiasaan Sesshomaru,kapan dia bangun,kapan makan,kapan berlatih pedang dan membantu ayahnya membahas masalah kastil.Meski masih tak banyak bicara namun Kagome kian mendapat nama di kastil sebagai dayang kesayangan Putra Mahkota Western.Kagura memang dayang senior tapi tak lagi menjadi dayang yang diperbincangkan di istana belakang.Semua membicarakan Kagome,"Dayang Pangeran Pertama orangnya tak banyak bicara ya?Persis seperti Pangeran Pertama,pendiam tapi penuh wibawa.Aku yakin kelak dialah yang akan menjadi pendamping Pangeran Sesshomaru."
Sango juga berpikir demikian,'Kalau soal tahta Pangeran Sesshomaru memang lebih pantas mendapatkannya.Tapi kalau soal wanita,Pangeran Inuyasha lebih berpengalaman.Dia disukai banyak dayang karena dia lucu dan suka bercanda.Beda dengan Putra Mahkota,dia kaku dan tidak suka keramaian.Tapi,mungkin Dayang Miko itu akan membuatnya lebih ceria.Bisa saja...cinta bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik.Semoga benar...'
Kagome pergi menyiapkan makanan untuk Sesshomaru seperti biasa,namun kali ini ia ingin memasak sesuatu yang istimewa untuk pria itu.Ia dengar dari Rin bahwa hari ini adalah hari lahir Sesshomaru,dan ia ingin memberi hadiah berupa masakan yang lezat.Ia juga kian akrab dengan koki dapur,mereka dengan senang hati membantunya.Sesshomaru sendiri tengah sibuk dengan ayahnya melakukan patroli di daerah kekuasaan mereka,Western Land.Lord Touga sengaja tak merayakan hari lahir Sesshomaru karena Putra sulungnya itu memang tak menyukai suasana pesta.Biasanya akan diadakan makan malam bersama saja.Koki menceritakan itu pada Kagome,"Jadi Pangeran Sesshomaru memang tak suka pesta ya?Tapi tidak ada salahnya bukan jika kita menghias ruang makan utama dengan sedikit lebih meriah.Bagaimana?"
Sango yang ikut membantu Kagome memasak setuju dengan ide itu,"Benar itu!Selama ini kelahiran Pangeran Inuyasha saja dirayakan dengan begitu megah.Mengapa tidak dengan kelahiran Pangeran Sesshomaru?Apalagi bukankah dia yang akan menjadi penguasa Western nantinya?"
Kagome malah merenung sambil mengaduk masakannya,'Aku ingin melihat Sesshomaru bahagia,tertawa seperti lainnya.Dia pria yang baik.Walau dia dingin namun kepadaku dia menjadi pribadi yang hangat dan sangat pelindung.Aku ingin membalas semua kebaikannya.'
Rin ternyata juga setuju dengan usul Kagome,dia memetik bunga dan dirangkainya membentuk mahkota.Kagome menyiapkan hidangan dan menghias kamar Sesshomaru dengan lebih meriah.Walau ia berdebar juga takut bila ternyata Sesshomaru takkan menyukai semua itu.Inuyasha sendiri tengah kesal karena mendapat undangan pernikahan Naraku dan Kikyo,'Kenapa semua orang terlihat begitu bahagia?Naraku mendapatkan wanita yang kuinginkan sedangkan ayah melarangku keluar istana.Sesshomaru berulangtahun hari ini,sepertinya semua sibuk tak seperti biasanya.Kakak kan sedang pergi patroli dengan ayah.Pasti sore baru kembali.Aku akan mencari hadiah juga buat kakakku itu.Kira2 hadiah apa ya?'
Sango melihat Inuyasha mondar-mandir ga jelas,"Maaf Pangeran...Sepertinya Pangeran sedang resah.Apakah saya bisa membantu?"
Inuyasha menceritakan keinginannya,"Menurutmu apa yang mungkin disukai oleh kakakku itu?Kau ada ide?"
Sango berpikir sebentar,"Bagaimana jika sebuah pedang Pangeran?Bukankah Pangeran Pertama sangat menyukai pedang?"
Inuyasha setuju dan segera mengutus Sango untuk pergi ke rumah seorang pembuat pedang,"Pilih pedang yang paling bagus dan pastikan tak ada yang tahu soal ini.Aku ingin ini menjadi kejutan bagi kakakku.Aku ingin melihat ekspresinya kala tahu bahwa aku bisa memberikan dia sesuatu."
Sango segera berangkat dan Kagura ternyata mencuri dengar pembicaraan itu.Dan ia jadi punya ide karenanya. Kagura punya rencana ingin melenyapkan Kagome,'Aku pastikan kali ini takkan ada yang bisa menolongmu Dayang baru!Bahkan siapapun takkan bisa menyalahkanku nanti.' Rin seharian menemani Kagome menghias kamar Sesshomaru,ia sangat gembira.Saat menghias ruang makan utama,Kagura mendekatinya,"Putri Rin,apakah putri tahu bahwa tahun ini Pangeran Kakak Putri akan memberi hadiah juga bagi Putra Mahkota?"
Rin tak percaya,"Sungguhkah?Kau tahu dari mana dayang?"
Kagura berbisik padanya,"Tadi hamba mendengar sendiri Pangeran Inuyasha menyuruh dayang Sango untuk menaruh sebuah hadiah diam2 di kamar Putra mahkota.Putri jangan beritahu siapa2 ya?" Rin memandang Kagome yang sedang sibuk menata hidangan,"Kalau dayang Miko?"
Kagura tersenyum,"Kalau dia tak apa justru dia harus tahu Putri.Tapi jangan bilang kalau saya yang memberitahu semua ini ya?"
Rin mengangguk,Kagura tersenyum.Rencananya berjalan dengan mulus,'Putri Rin akan membuat Jaken pergi.Aku akan menyamar sebagai Sango dan menaruh hadiah itu.Dayang baru itu akan membawanya ke dalam.Dan ia tak tahu apa yang sudah menunggunya.Ha...ha..'
Rin senang mengetahui bahwa Inuyasha ingin berbaikan dengan Sesshomaru dengan memberi hadiah,'Pasti kakak merah malu kalau ketahuan bahwa hadiah itu darinya.Aku akan menyuruh dayang Miko merawat hadiah itu.'
Kagura lalu membuat rencana bersama Rin untuk mengelabui Jaken,rencanapun dilaksanakan.
☆♧ DI PERBATASAN WESTERN...
Sementara itu Sesshomaru dan ayahnya bertemu Sango di jalan,"Bukankah itu dayang Inuyasha,ayah?Kenapa dia keluar kastil?"
Sango segera memberi hormat,"Yang Mulia dan Putra Mahkota..."
Lord Touga bertanya,"Apakah putra keduaku melanggar perintahku dengan keluar istana?"
Sango yang tak mengira akan bertemu dengan Lord Touga dan Sesshomaru,bingung ditanya begitu,"Tidak Yang Mulia.Pangeran kedua masih didalam kastil."
Sesshomaru melihat Sango membawa sebuah kotak panjang,"Lalu mengapa kau ada di luar kastil?Apa kau mendapat tugas khusus dari adikku?Apa itu?"
Sango bingung mau jawab apa,wajahnya gugup.Pangeran Sesshomaru memandang penuh selidik pada dayang adiknya itu.Sango memang terkenal bisa bela diri diantara dayang lainnya.Itulah kenapa ia dijadikan dayangnya Inuyasha.Biar bisa mengimbangi Inuyasha yang suka bertingkah kabur dari istana. Akankah Sango akan mengatakan semuanya dan bagaimana pula dengan siasat Kagura?Siapakah yang akan celaka nantinya?**see you next part**
Part 10 QUIET GIRL : Life From The Dead
←← Flashback
Inuyasha ingin memberi hadiah pedang di ultah kakaknya itu dengan menyuruh Sango keluar istana.Kagura memakai moment itu untuk menyusun siasat jahat pada Kagome yang ditinggal Sesshomaru patroli bersama ayahnya.Namun Sango malah bertemu Lord Touga dan Sesshomaru di dekat perbatasan Western.Sementara di istana,Kagura mulai memasang perangkap.
★★ KAMAR SESSHOMARU...
Kagome melihat kelebatan orang meletakkan sesuatu di depan pintu utama kamar Putra Mahkota.Ia ingat pesan Putri Rin bahwa Sango akan datang dan menaruh sebuah hadiah untuk Sesshomaru dari Inuyasha.Ia tersenyum dan segera keluar kamar,'Pasti ini hadiahnya.Mengapa harus diam2 memberikannya?Aneh?Kenapa ga masuk saja toh Pangeran Sesshomaru ga ada juga.Jaken juga tumben ga ada di sini?Apa Pangeran Inuyasha malu jika ketahuan itu hadiah darinya ya?Ternyata sebenarnya kedua pangeran itu saling menyayangi.Sebaiknya kubawa masuk saja.Sebelum ada yang lihat.'
Kagome tanpa curiga membawa masuk kotak panjang didepan pintu utama itu,'Apa sebuah pedang ya?Tapi kok dibungkus kain juga ya?Kubuka saja kainnya lalu kutaruh kotaknya dimeja.'
Kagura tersenyum dari tempat persembunyiannya melihat Kagome membawa masuk kotak yang ia letakkan,'Bagus!Ayo bawa masuk ular berbisa itu dayang baru...begitu kainnya kau buka maka ular ganas itu akan keluar lewat lubang yang ada di kotak itu.Dan kau akan digigitnya sampai mati.Tak ada Jaken ataupun siapapun disini untuk menolongmu.Tidak juga Sango apalagi Pangeran Sesshomaru.Saat ia sampai di sini kau sudah tak bernyawa karena ular itu sangat berbisa.Sangat mematikan ha..ha..'
Kagura lalu bermain dengan Rin supaya alibinya kuat bahwa ia tak berada di lokasi.Sementara itu Kagome kembali asyik merias kamar Sesshomaru tanpa menyadari bahwa seekor ular berbisa keluar dari kotak pedang yang dibawanya masuk tadi.Hingga ia mendengar suara mendesis,'Aneh suara apa ya itu?'
Ular berbisa itu mematuk Kagome dan tergeletaklah Kagome meregang nyawa di lantai kamar Sesshomaru,"Tolong..."
Sementara itu perasaan Kaede tak enak,'Aku akan ke istana.Aku ingin melihat Kagome.Sekaligus aku ingin memberitahu dia bahwa kakaknya akan segera menikah.'
Kaede menanti di depan gerbang kastil Western,namun ia tak diperbolehkan masuk sampai Sesshomaru tiba,"Pangeran Sesshomaru tidak ada di istana.Tunggu saja disini.Tapi jangan banyak berharap,para putri raja saja dia tak mau menemui apalagi wanita tua sepertimu.Lagipula untuk apa kau ingin bertemu Putra Mahkota?"
Kaede hendak menjawabnya namun kemudian Sesshomaru tiba bersama ayahnya dan Sango,pengawal segera membuka gerbang,"Buka gerbang!!Raja dan Putra Mahkota sudah datang!!" Sesshomaru segera turun dari kudanya begitu melihat Kaede,"Ibu ingin bertemu Kagome?Mari silahkan masuk!"
Pengawal heran melihat Sesshomaru menyambut Kaede dengan baik,'Lho kok malah dengan wanita tua begitu Pangeran malah mau menemui?Aneh...sepertinya perempuan tua itu orang penting bagi Pangeran.Aku harus menjaga sikapku di depan perempuan tua itu.'
Kaede memberi hormat pada Lord Touga,"Salam hormat Yang Mulia."
Lord Touga mengangguk dan masuk ke dalam sementara itu Rin menyambut Sesshomaru dengan ceria,"Kakak!!Ayo ke ruang makan ada kejutan buat kakak.Dayang Miko sudah memasak menu spesial buat Kakak.Ayo!!"
Sesshomaru tak melihat Kagome,"Rin,dimana dayang Miko?"
Rin menjawab,"Pasti di kamar kakak,sejak tadi Rin disini asyik menghias ruangan ini bersama dayang Kagura..."
Rin juga mendekati Sango dan heran melihat Sango membawa sebuah kotak ,"Dayang Sango bukannya hadiahnya sudah kau berikan tadi lalu ini apa?"
Sango heran,"Ini hadiah untuk Pangeran Sesshomaru.Bagaimana mungkin saya sudah memberikannya?Saya baru saja tiba Putri."
Sesshomaru jadi resah,"Hadiah apa Rin?"
Sementara itu Jaken datang dengan tergopoh2,"Pangeran!!Ampuni saya Pangeran!!"
Sesshomaru heran,"Jaken ada apa?"
Jaken segera bersimpuh,"Dayang Miko...dia dia..."
Sesshomaru segera melesat ke kamarnya,yang lain segera mengikuti sedang Kagura diam2 melarikan diri,'Gawat!Sango rupanya datang bersama Pangeran Sesshomaru.Aku harus pergi dari sini sebelum semuanya terbongkar.'
Sesshomaru nampak cemas,'Ada yang tak beres.Kenapa pedangku Tensaiga bergetar begini.Biasanya dia tak pernah begini.'
Sesshomaru masuk ke kamarnya dan melihat seekor ular sudah mati di sana,'Ular?Lalu Miko?'
Ia mengedarkan pandangannya,"Miko?Aku sudah kembali!Miko..."
Sesshomaru melihat dayangnya tergeletak di lantai,"Miko!!Miko?Miko bangun!"
Kagome segera diangkatnya dan dibaringkannya di peraduannya,"Jaken!!Panggil tabib!!Cepat!!" Kaede segera mendekat,"Tuan Pengawal,saya tabib.Siapa yang sakit?"
Jaken segera memberitahu,"Dayang Putra Mahkota digigit ular berbisa.Aku berhasil membunuh ularnya tapi sepertinya dayang itu sudah digigit sejak tadi...ayo masuklah!"
Kaede masuk dan melihat Sesshomaru meratapi Kagome,"Miko...jangan tinggalkan aku Miko!..Ibu,selamatkan dia!Aku mohon..."
Kaede segera melihat gigitannya,"Kagome...kenapa nasibmu malang sekali putriku...?Kenapa kau pergi secepat ini anakku...hu..hu..."
Lord Touga yang mendengar berita itu segera datang ke kamar Sesshomaru bersama Inuyasha,'Baru kali ini aku melihat putra sulungku keluar emosinya.Dia menangis...dia mencintai dayang Kagome...' Sesshomaru merengkuh Kagome di pelukannya,"Miko!Kau harus hidup.Aku tak bisa hidup tanpamu...Miko bangun Miko..."
Tabib lain memeriksa tapi semua menggeleng dan menundukkan kepala,"Dayang itu sudah tiada Pangeran...Maafkan kami..."
Sesshomaru bangun dan menghunus pedangnya,"Jaken!!Katakan bagaimana seekor ular berbisa bisa masuk ke kamarku?!Mengapa kau tidak mematuhi perintahku untuk menjaga Miko??!!"
Lord Touga mendekati putranya,"Sesshomaru,ayah akan menyelidiki perkara ini.Kau tenangkan dirimu Putraku!Masih ada cara untuk menyelamatkan dayangmu..."
Sesshomaru memandang ayahnya,"Maksud ayah?"
Lord Touga menyuruh yang lain keluar dari kamar Sesshomaru,usai keluar semua ia menyuruh Sesshomaru mengambil Tensaiga,"Apakah kau merasakan sesuatu dengan Tensaiga?"
Sesshomaru merasakan pedang itu terus bergetar sejak ia memasuki area kamarnya,"Benar ayah.Pedang ini tak biasanya bergetar seperti ini.Apa artinya ini ayah?Apa hubungannya pedang ini dengan keselamatan Miko?Katakan ayah,aku ingin Miko bisa diselamatkan..."
Lord Touga lalu membuka sebuah rahasia,"Pedang itu dibuat khusus untukmu.Dia hanya akan mematuhimu.Dia akan bergetar kala hatimu memanggilnya.Ayunkan pedang itu ke arah dayangmu dan ia akan menunjukkan kekuatannya."
Sesshomaru segera mendekati Kagome dan mengayunkan Tensaiga ke arah tubuh Kagome yang telah tak bernyawa,"Tensaiga!!"
Sesshomaru mengayunkan sampai berkali2,namun tak terjadi apapun,"Ayah,mana kekuatan itu?Tidak terjadi apapun."
Sesshomaru memegang pedang itu dan meraih Kagome dalam pelukannya,"Miko...bangun Miko..Kagome....Bangun...Aku mencintaimu.."
Air mata Sesshomaru menetes di pipi Kagome dan saat itulah pedang Tensaiga bersinar dan sinar itu begitu menyilaukan.Ketika itu Kagura sudah siap dengan kudanya untuk kabur dari istana tapi tiba2 sebuah cahaya melesat menembus jantungnya lalu cahaya itu melesat lagi.Kagura mati seketika tergeletak di tanah.Penjaga yang menemukan mayatnya segera melaporkan kejadian itu.Sementara itu Sesshomaru memeluk erat tubuh Kagome kala cahaya melingkupi kamarnya.Kala ia membuka mata,ia melihat Kagome membuka matanya,"Pangeran...kau sudah kembali?" Sesshomaru menangis haru,"Miko...kau hidup??Kau sungguh hidup???"
Dipeluknya Kagome erat2,Lord Touga tersenyum dan meninggalkan keduanya,'Legenda itu benar.Pedang itu akan menghidupkan kembali orang yang telah mati asal tuannya menghendakinya.' Sampai di luar,pengawal melapor padanya,"Yang Mulia,dayang Kagura ditemukan tak bernyawa di dekat kandang kuda.Sepertinya ia bermaksud kabur Yang Mulia."
Lord Touga segera menyuruh Inuyasha menyelidiki perkara itu,"Inuyasha,semua masalah ini ada hubungannya denganmu.Jika kau tak mau mendapat amarah kakakmu,selidiki perkara ini sampai tuntas!"
Inuyasha melaksanakan perintah itu. Sementara itu Sesshomaru tengah bahagia karena wanita yang ia cintai kembali hidup,Kagome malah heran melihat putra mahkota Western itu menangis,"Pangeran kenapa?Kenapa menangis?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome,"Aku menangis karena bahagia.Kau tahu kau tadi sudah tak bernyawa dan aku ingin tahu bagaimana kejadiannya."
Kagome lalu menceritakan semuanya,"Itu yang hamba ingat Pangeran...hadiah itu..oh iya Pangeran berulang tahun hari ini.Ehm...apa pangeran suka hiasan yang saya pasang di kamar ini?"
Sesshomaru malah memandang Kagome lekat2,"Aku menyukainya tapi aku lebih menyukai yang menghiasnya...apa kau mau mengerti maksudku Miko?"
Kagome terpana mendengarnya,apalagi ketika Sesshomaru menciumnya.Ia tidak menolaknya dan makin terpana kala Sesshomaru mengungkapkan isi hatinya,"Aku mencintaimu Miko...apa kau juga mencintaiku?"
Kagome melingkarkan lengannya di leher Sesshomaru,"Tapi saya hanya seorang dayang...apa boleh saya mencintai Pangeran?"
Sesshomaru tersenyum,"Cinta itu tidak memandang kasta.Katakan bahwa kau juga mencintaiku Miko..."
Kagome tersipu dan menyandarkan kepalanya di dada Sesshomaru,"Saya mencintai Pangeran...aku mencintaimu Sesshou..."
Keduanya saling pandang dan hampir saja berciuman lagi kalau tidak diinterupsi oleh Rin,"Kakak,bagaimana...ups..."
Sesshoumaru dan Kagome tersipu,Kagome segera turun dari ranjang,dan memeluk Rin,"Kenapa Putri juga menangis?"
Rin menangis di pelukan Kagome,"Rin sedih katanya dayang Miko digigit ular berbisa...dan tak bisa diselamatkan...Hiks..hiks..."
Sesshomaru menyarungkan kembali Tensaiga ke tempatnya sambil melihat Kagome menenangkan adiknya,"Saya tidak apa2 Putri.Bukannya hari ini hari bahagia.Hari lahir kakak putri.Si putih he..he..ayo kita rayakan,saya sudah masak seharian di dapur,ayo kita nikmati!"
Sesshomaru menyelipkan kembali Tensaiga di pinggangnya,"Benarkah kalian sudah bersusah payah hari ini demi aku?Kalau begitu mari kita rayakan hari ini.Ayo kita makan.Aku lapar sekali seharian patroli."
Rin dengan gembira lari duluan sedangkan Sesshomaru menggandeng tangan Kagome,"Oh ya Miko,ibumu ada di sini.Kebetulan sekali."
Kagome memandang wajah tampan Sesshomaru,"Ibuku?Disini?Benarkah?Ini berita bagus Sesshou...ada dimana ibuku?"
Sesshomaru malah menggendong Kagome dan melesat ke ruang makan utama,"Begini akan lebih cepat sampainya."
Kagome jelas tersipu kala semua anggota keluarga kerajaan melihatnya dalam gendongan Sesshomaru,"Sesshou...ehm..Pangeran turunkan saya.."
Kaede jelas sangat gembira melihat putrinya masih hidup,"Gome!!Kau hidup Nak?"
Sesshomaru menurunkan kekasih hatinya dan membiarkan Kagome melepas rindu pada ibunya.Kaede heran,"Bagaimana ini bisa ?Ibu kira kau..."
Lord Touga mendekati ketiganya,"Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu putraku.Bukankah begitu?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome dan keduanya sujud didepan Lord Touga dan Kaede,"Ayah ibu restuilah kami...kami saling mencintai dan kami ingin selamanya bersama.Ijinkanlah kami menikah." Kaede terpana dan meminta mereka segera berdiri,"Pangeran...Saya terserah Kagome saja,saya hanya ingin kebahagiaannya."
Kagome angkat bicara,"Ibu,saya ingin selalu bersama Pangeran Sesshomaru...saya mencintainya Ibu...tapi saya tahu saya ini hanya seorang dayang..."
Lord Touga menyela,"Bagiku kau adalah kebahagiaan putraku,Kagome.Aku belum pernah melihat dia seemosional ini.Apalagi melihatnya sujud begini.Kau telah membuatnya berubah Kagome.Aku yakin kelak kau akan membawa keceriaan dalam hidupnya.Aku merestui kalian."
Semua ikut gembira melihatnya dan malam itu menjadi semarak karena bukan hanya merayakan hari kelahiran putra mahkota tapi juga bangkitnya Kagome dari kematian serta rencana pernikahan keduanya.Inuyasha juga sadar bahwa Kagome memang diciptakan untuk kakaknya,"Selamat ya kak.Maaf jika hadiah dariku diwarnai insiden ular berbisa.Semua telah diselidiki dan semua itu ulah dayang Kagura.Beberapa dayang mencurigai sikapnya yang aneh akhir2 ini sejak kedatangan dayang...maksudku calon kakak ipar...he..he.."
Sesshomaru memandang ke arah Kagome yang tersipu disebut begitu,"Kau membuat calon kakak iparmu merona,Inuyasha...tapi aku senang kau sudah membunuh dayang Kagura."
Lord Touga yang duduk di kursi utama berkata,"Bukan Inuyasha yang membunuh Dayang Kagura,Putraku.Dia mati secara aneh.Ayah rasa ini ada hubungannya dengan Tensaiga."
Sesshomaru meraba pedang Tensaiga di pinggangnya,'Ternyata pedang ini sangat dahsyat.Untung ada pedang ini.Terima kasih Tensaiga.Kini aku akan memandang lebih hormat padamu.'
Pernikahan Sesshomaru dengan Kagome dilaksanakan selang beberapa hari setelah pernikahan Naraku dengan Kikyo.Jelas tamu undangan lebih banyak yang hadir di pernikahan Putra Mahkota Western karena nama besar Western Land sebagai kerajaan paling kuat dari kerajaan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar