CERPEN KE-37 : ANAKKU KORBAN MEDSOS
Hujan turun membasahi RS dimana anakku,Ade dirawat.Udara dingin seketika terasa sedingin hatiku saat ini.Aku sedih karena anakku yang masih belum ada setahun itu,tiba2 sakit parah.Ingin rasanya aku marah pada isteriku,Lindri.Masih sempat2nya dia upload ke medsos segala sesuatu dalam kesehariannya.Aku lihat ia tengah memegang hpnya saat ini,sibuk dengan teman2 medsosnya.Teman Face book,Instagram,belum BBM dan WA.Aku pernah cek hpnya.Astaga,dalam sehari dia bisa upload dan ubah status hingga sembilan kali.Entah gambar lagi ngapa,lagi jalan2,shoppinglah,inilah itulah.Bahkan foto2 pernikahan kami diupload semua ke medsos dengan bangganya.Ternyata aku menikahi ratu medsos.Dia bahagia sekali jika bisa pamer ke teman2 medsosnya seputar kehidupannya.Pantas dulu dia ngancam aku kalau nikahnya ga dibesarkan dia milih nikah sama pilihan ortunya aja.Aku pandangi putraku yang nampak pucat,'Kasihan kamu Sayang....cepet sembuh ya...Ayah sedih kalau Ade sakit...'
Ibuku mendekat,"Aldi,kamu belum makan apapun sejak tadi.Makan gih...ini ada roti kalau ga mau makan nasi..."
Aku menerimanya,"Untung ada ibu kalau ga Aldi pasti sudah emosi sama Lindri..."
Aku memang hampir saja membanting hp isteriku kala dia malah sibuk dengan teman2 medsosnya daripada ngurusi anak kami.Anak sampai sakit parah gini,eh dia masih asyik upload foto dan balas inboxan.Aku benar2 geram...Aku ingat dulu ayah ibuku menentang aku dapat Lindri.Mereka melihat Lindri itu wanita yang suka menuntut.Sawah sampai dijual demi membesarkan pernikahan aku.Aku merasa sangat bodoh kala itu,saking cinta butanya sama Lindri.Apapun kulakukan demi Lindri.Awal mula kami bertemu adalah di kerjaan.Dia crew dan aku supervisor.Aku kost saat itu.Masa pacaran sebenarnya sudah kuperhatikan sifat Lindri yang suka upload apa aja ke medsos.Foto2 dia berapa saja di rumah dia upload.Tapi tak kusangka setelah berumah tangga,dia makin menjadi2.Karena peraturan perusahaan tak boleh satu kerjaan maka dia keluar dari kerjaan.Aku kerja sampai 12 jam dia protes,akhirnya akupun keluar juga dari kerjaan.Lindri suka sekali kehidupan mewah.Aku kepayahan mengikuti maunya.Sudah sampai jadi sales juga,kerja dobel dan buka counter hp.Aku makin kesal kala dia uring2an bila ribut sama teman medsosnya.Sampai maki2 gitu di status.Aku lelah ngasih tahu dia,"Lin,mending kamu berdoa atau main sama Ade daripada ngurusi medsos melulu.Ade sudah makan belum tuh..."
Aku sampai deg2an kalau pulang kerja,Ade pasti kucek pertama kali.Kasihan anakku apa dia kelelahan ya kemarin kita main ke rumahku,sebenarnya aku dah kasih tahu kalau lagi banjir tapi isteriku kekeh mau pamer anaknya ke mertua katanya.Padahal aku yakin dia dah terlanjur pamer mau jalan2 ke sana di medsos.Dia mau unggah foto di sana.Aku mau cari udara segar. Aku ga bisa menyalahkan semuanya pada Lindri,aku kepala keluarga harusnya aku bisa membimbing dia.Jauh di lubuk hatiku ada sesal kurasa.Aku lelah sekali ya Tuhan...hidup bersama wanita ini.Orangtuaku sampai merelakan tanahnya dijual demi aku bisa menyenangkan Lindri.Aku ini suami macam apa?Aku ini anak macam apa?Menikahi wanita yang hanya membawa duka di hati orang tuanya.Kulihat Lindri mendekat,"Mas, Ade gawat Mas!!!"
Aku segera ke dalam,tadi kayake baik2 saja.Aku tinggal bentar kok langsung kritis.Ade dibawa ke ruang intensif care.Dalam kondisi seperti itu masih saja Lindri megangi hpnya terus.Posting kesedihan dan kecemasan dia ke medsos,"Lagi sedih nih...anakku opname...doain ya teman2..."
Ibuku hanya bisa menatap sedih padaku,"Yang sabar Di,yang sabar..."
Aku lelah luar biasa,jiwa dan raga.Aku hanya bisa bersimpuh di kaki ibuku,"Ampuni Aldi Bu...selama ini sudah bikin hati ibu dan bapak sedih...Ampuni Aldi..."
Ibu mengusap kepalaku,"Tidak apa2,sudah jangan dipikir lagi...kita berdoa saja buat Ade..."
Aku cemas sekali,tanganku gemetaran.Perasaanku hampa entah kenapa.Aku hanya bisa menanti dengan cemas.Dan ternyata itu malam terakhir bagi anakku.Dia pergi malam itu.Aku histeris,"Tidak!!!Ini ga mungkin!!Beberapa hari lalu dia baik2 saja ,ini ga mungkin!!Tidakkk!!!Ade!!!"
Aku kehilangan anakku.Disaat dia sedang lucu2nya.Bagaimana bisa ya Tuhan,hanya karena diare bisa sampai Kau ambil dia dariku?Bagaimana bisa?Aku tergugu di pusara anakku.Aku ga peduli walau hujan masih turun.Aku ga peduli!Lindri tak berani mendekatiku.Saking takutnya padaku,hp nya sampai jatuh dan retak.Teman2 kerjaku dulu datang.Mereka menghiburku,"Sabar Di...Tuhan yang memberi Tuhan pula yang mengambil...Ikhlaskan semuanya..."
Sejak detik itu aku merasakan kehidupan rumah tanggaku hampa.Lindri masih upload dan eksis di medsos.Tapi aku sudah lelah ....aku akhirnya memilih bercerai.Aku ingin wanita yang sederhana saja,bukan Ratu Medsos.Aku pulang ke rumah orang tuaku,berbaur dengan suasana desa.Menenangkan hati dan pikiran.Lindri ga masalah kami cerai,ia malah sudah pamer ke medsos kalau ia dah punya gandengan.Seorang pria kaya.Walau lebih tua darinya.Tapi ia bangga sekali pajang foto mereka sedang berpose depan mobil gitu.Aku males banget ikuti dia jadi aku tekan 'Berhenti mengikuti'.Aku mau menentramkan hati saja.Setahun berlalu aku sudah menata hidupku lagi.Aku kerja keras dan berhasil menyenangkan hati orang tuaku.Hingga aku melihat seorang anak kecil seusia Ade dulu menangis di mini marketku,"Hwaaa!!Hwaaa!"
Aku dekati dia bersamaan dengan seorang wanita juga mendekatinya,"Sayang..."
Aku terpana karena dia mengenalku,"Mas Aldi?..."
Aku ingat dia teman SMU ku dulu,"Riri..?Ini anakmu?"
Ia mengangguk,"Iya Mas...Dede ayo salim sama Om..."
Anak kecil itu sungguh mengingatkanku akan Ade,anakku yang telah tiada.Kugendong dia,"Dede mau mainan ya?Sini sama Om...pilih saja mau yang mana..."
Dia seneng banget,ga nangis lagi.Aku tanya sama Riri,"Ayahnya mana?Apa kerja ?"
Riri terdiam sejenak,"Sudah tiada Mas...Setahun yang lalu karena liver.Saat itu aku sedang hamil tua.Kasihan Dede ga pernah kenal ayahnya."
Aku peluk Dede penuh sayang,bak melihat Ade hidup kembali.Aku sayang dia dan aku juga jadi sayang sama ibunya,Riri.Dia beda banget dari Lindri.Dia gaptek soal hp.Dia hidup dari berjualan rujak dan lotis.Akhirnya aku minta restu ibu dan bapak untuk menikah lagi,"Aldi ketemu teman lama Bu...namanya Riri,dia janda Bu...anaknya satu...Aldi sayang mereka Bu...apa ibu setuju jika aku serius dengan mereka?"
Ibu minta aku ajak mereka ke rumah,ibu menyukai Riri.Bapak juga setuju apalagi Riri ga neko2 ga nuntut macam2...aku juga bagai menemukan anakku yang telah tiada dalam diri Dede.Hatiku terharu kala dia memanggilku,"Ayah!Ayah!"
Air mata langsung menetes di pipiku,"Anakku sayang...ini Ayah!Sini!"
Ibuku juga berkaca2 melihat Dede langsung nemplok ke pelukanku.Riri juga sama berkaca2 memandang anaknya merasa nyaman denganku.Akhirnya aku menikah dengan Riri.Walau aku punya anak dengan Riri tapi Dede tetap kusayangi seperti aku menyayangi Ade.Tuhan memukul tapi juga membebat.***The End***
Walau endingnya saya dramatisasi tapi intinya saya ambil dari kehidupan nyata.Semoga kisah ini memberi faedah bagi pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar