CERPEN KE 39 : ALIT PRIHATINO^^^

 ↓•↓• CERPEN KE-39 : ALIT PRIHATINO
           Badanku memang kecil,ga gagah.Kurus lagi.Seperti orang kekurangan makan.Memprihatinkan.Pas memang aku dinamai Alit Prihatino.Alit itu artinya kecil.Kata ibuku waktu aku lahir badanku kecil banget.Berat cuma 2,4 kg.Udah gitu kondisi pas aku lahir sangat memprihatinkan alias penuh kesusahan.Ayahku diphk,kemalangan silih berganti datang.Ibu sampai sedih banget kata nenekku.Akhirnya aku diberi nama belakang Prihatino.Alias diharapkan aku tabah kelak.Alamat punya nasib jelek nih,kata teman2ku.Aku sering diledekin di sekolah,"Cungkring!!Kurus kering!Manusia melas!"
Bahkan kalau ada acara dana sosial gitu aku pasti jadi bahan ledekan,"Prihatino sekalian tuh disumbang biar ga prihatin terus hidupnya ha..ha..."
            Aku hanya bisa diam,emang kondisi keluargaku ga punya alias miskin terus gimana?Protes sama Yang Diatas?Aku sering minder karena namaku.Jika namaku disebut pasti seisi kelas ketawa,"Prihatin terus sampai tua ha..ha..!!"
 Aku sampai malas dolan,hari2ku kuhabiskan buat menggembalakan kambing punya tetangga aku.Aku anak terakhir tapi anak paling ga dibanggakan.Kakakku2 semua gagah2 badannya.Aku punya 7 kakak laki2.Ada yang jadi kuli bangunan,buruh tani,tapi kebanyakan merantau ke Jakarta.Kasihan ayah dan ibu,ditinggal begitu saja tanpa dikirimi apa2.Kasih kabar saja ga mereka.Mereka lelah hidup miskin.Kebanyakan mereka menyalahkan ayah dan ibu karena punya anak banyak.Apalagi setelah aku lahir,aku sering sakit2an dan menghabiskan uang saja kata mereka.Anak ngrepoti gitu aku dimata mereka.Mereka sebel kalau disuruh jaga aku.Kebanyakan milih dolan sama temannya daripada main sama aku.Aku bahkan pernah dengar beberapa kakakku bilang malu punya adik kayak aku.Biang sakit,jelek lagi dan katanya bawa apes.Aku menahan pedih hatiku dengan menyingkir menggembalakan kambing domba milik tetanggaku.Aku betah sendirian bersama binatang2 itu di tegalan atau di dekat lapangan.Aku sering menengadah ke langit,'Tuhan,apa aku ini produk gagal-Mu?Apa aku ini memang ditakdirkan hidup susah,prihatin dan selamanya jadi wong kecil.Wong alit?'
           Aku tak mendapat jawaban.Apa aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang ya?Weleh...emang Ebiet.Aku diam saja saat temen2ku lewat dan meledekku,"Dijaga tuh kambing dombanya Alit!!Jangan sampai kurus kayak kamu ha..ha..!!"
 Aku pandangi kambing domba yang cuma tiga ekor itu,"Mereka gemuk kok!Kan aku carikan tempat yang banyak rumputnya!"
           Mereka pergi dengan tawa menghias wajah mereka.Aku sedih sekali.Akhirnya aku malah jadi suka bikin lagu.Siapa tahu aja ada yang mau nyanyiin laguku he..he..Melas nian!Aku juga belajar gitar selama jaga kambing domba.Kian lama kambing dombanya jadi banyak.Mereka terawat dengan baik.Karena ga ada biaya buat kuliah aku pilih masuk STM.Siapa tahu bisa buka usaha sendiri.Julukanku berubah kala masuk sekolah menengah itu,aku jadi 'Cah anggon'.Aku kesal sekali dijadikan bahan sindiran,akhirnya aku teriak2 di lapangan pas hujan turun dengan derasnya,"Tuhan!!Kalau Engkau memang menggariskan aku bernasib jelek kirim saja petirmu biar aku disambar!Aku lelah Tuhan hidup jadi bahan hinaan!Aku lelah!!"
          Eh petir dan hujan seketika berhenti.Matahari tiba2 bersinar dengan cerahnya padahal tadi mendungnya gelap banget.Aku heran,"Kok malah panas kayak gini?"
Akupun pulang dengan basah kuyup,nenek sampai heran,"Kamu kehujanan ya Lit?Kamu itu jangan hujan2an nanti bisa sakit.Kasihan ayah ibumu yang merawat kamu.Nenek juga sedih kalau kamu sakit.Ayo mandi dulu.Habis itu makan."
Aku terharu mendengar ucapan nenek,"Nenek ga malu punya cucu kayak Alit?"
 Nenek mengambilkan aku handuk,"Kenapa Nenek harus malu.Tuhan saja menciptakan kamu di dunia.Itu artinya kamu punya tujuan di dunia ini.Tuhan itu selalu merancang yang baik ga pernah yang buruk bagi kita.Jadi kamu jangan berpikiran yang buruk pada Dia.Jika kamu belum melihat rencana-Nya buat kamu,kamu harus percaya akan kebaikan-Nya dan terus melakukan kebaikan.Nanti yang baik akan datang mengejarmu."
            Aku manggut2 dan sejak itu aku berubah.Dulu tiap bangun tidur aku benci lihat cermin,wajahku biasa saja pesek lagi hidungnya.Tapi kini aku berkata pada cermin itu,"Halo Alit yang disayang Tuhan...senyum dulu dong!Ingat kamu punya masa depan yang baik!Ingat itu!" Akupun ga mengaminkan setiap hal negatif tentang diriku.Bila ada yang menghina aku ga mengasihani diri sendiri,"Biar kurus gini tapi absenku bagus lho.Jarang sakit.Masuk terus!Iya nggak ?"
            Aku menjadi orang yang percaya diri alias ga minderan lagi.Kusapa semua orang dengan ramah,"Pagi Pak Rt!Ada job anggon ga buat saya he..he..?"
Semua orang mulai menyukaiku bukan karena penampilanku yang keren tapi karena aku belajar selalu menabur kebaikan.Memberi bantuan tenaga atau apa saja bagi yang butuh bantuan.Tuhan memang baik,aku bisa lulus STM dan kerja di sebuah bengkel.Uang hasil kerja kuberikan pada ibu buat beli beras dan keperluan sehari2.Kasihan ibu,ayah kan sudah semakin tua.Mana kakak2ku dah ngurus rumah tangganya masing2.Cuma aku yang belum nikah.Lagian siapa juga yang mau sama aku he..he...Aku cuma berpikir,'Jika memang aku ditakdirkan menikah nanti bakal ketemu juga sama jodohku.Entah gimana caranya.Yang pasti aku percaya Tuhan akan memberi yang terbaik.'
             Aku mau fokus merawat ayah dan ibu juga nenek.Namun aku kembali goyah kala nenek meninggal.Aku sedih banget.Ditambah bengkel tempat aku kerja mengalami kebakaran.Aku merasa sangat apes.Seakan kemalangan mengejarku.Aku kembali jadi gembala kambing.Saat sedang bawa kambing2 itu mencari rumput,ada temen sekolahku dulu lewat dan pamer kalau dia udah sukses.Bawa mobil,pakaian rapi dan bisa gandeng penyanyi di kampungku jadi pacar dia.Aku malah diejek sama dia,"Lha namamu Prihatin makanya ya susah terus hidupmu Li!Emang dah nasib kamu jadi wong cilik terus ha..ha..!!"
            Aku menghela nafas dengan sedih,ngalamun malah.Sampai ga merhatike kalau ada motor lewat.Motornya bingung mau menghindari aku,aku bingung mau nyelametin kambing gembalaanku.Akhirnya malah babak semua.Apa emang nasibku apes tenan ya? Anehnya orang yang di boncengan malah berterima kasih sama aku,dia mendekatiku dan malah minta tolong sama aku,"Mas !Tolong saya orang yang bonceng saya itu kayaknya orang jahat.Dia bilang mau bantu saya nyari bengkel malah bawa saya ke sini.Kenceng lagi bawa motornya.Mobil saya di sana."
 Aku lihat yang bawa motor itu langsung kabur lihat wanita yang dia bonceng minta tolong sama aku,"Tolongin saya Mas dari dia!!"
           Aku segera menuju mobil wanita itu,dia cantik nian.Untung dia gpp.Aku malah yang agak terseok2 karena disempret tadi.Kambing2 kukembalikan dulu ke tetanggaku.Untung kambingnya gpp.Bayaran kalau kenapa2.Dengan pengalaman pernah kerja di bengkel aku berhasil memperbaiki mobil wanita itu.Dia mengeluarkan dompetnya,"Ini buat Mas."
Aku menolak,"Ga usah Neng.Makasih.Neng emang mau kemana sampai lewat sini?"
 Dia jawab,"Saya mau ke Peternakan Bina Karya.Disini sinyalnya ga ada.Mas tahu arah ke sana ga?Masih jauh ga ya dari sini?"
            Aku jelas tahu itu peternakan terkenal,tetanggaku kan kerja di sana.Makanya dia bisa punya kambing domba juga.Katanya Bossnya baik.Aku segera ikut dia nunjukin jalan.Dia yang pegang setir.Aku bisa sih nyetir tapi ga mobil sebagus ini.Kamipun kenalan,"Nama saya Alit.Neng lurus saja ikuti jalan ini.Nanti ada perempatan ambil kanan.Terus nanti lewati jembatan kecil sampai 5 kali terus ada pertigaan ambil kiri dah situ deh."
Dia pusing denger petunjukku,"Nama saya Dewi.Untung ada Mas,kalau nggak udah ga tahu saya gimana tadi.Makasih ya Mas."
            Dia ayu kayak namanya Dewi.Seperti dewi turun dari kahyangan.Akhirnya kami sampai di peternakan,kulihat seorang pria setengah baya menyambutnya,"Syukurlah kamu gpp sayang..."
Aku dengar Dewi memanggil pria itu dengan sebutan ayah.Aku segera mohon diri,"Permisi ya Neng.Pak..."
Aku lihat tetanggaku muncul,kaget dia lihat aku,"Alit?Kamu kok disini?Kakimu kenapa?"
 Aku mesem,"Gpp Pakdhe.Cuma keseleo dikit.Diurut juga baikan."
Eh malah tetanggaku itu disuruh ngantar aku pulang sama Ayahnya Dewi,"Kamu pulang saja Jo,sekalian antar anak muda itu pulang.Kalian kenal ya?"
 Padhe Tarjo,tetanggaku itu jawab,"Iya Gan.Dia ini tetangga saya."
Aku akhirnya pulang sama tetanggaku,nebeng motor dia.Dewi kembali berterima kasih padaku sebelum aku pergi,"Makasih ya Mas..."
            Aku ga sangka kalau Dewi itu putrinya pemilik peternakan.Tetanggaku heran aku bisa kenal putri majikannya,"Aku ketemu di jalan Pakdhe waktu anggon kambingnya Pakdhe."
 Aku dipijiti sama ibu sesampainya dirumah,"Baru gemukan dikit aja udah babak gini kamu Lit...lain kali hati2 di jalan..."
Aku meringis-ringis gitu,"Iya Bu..."
           Keesokan harinya aku kaget kala tetanggaku datang bersama Dewi,bawa barang2 gitu,ucapan terima kasih gitu.Bahkan aku ditawari kerja di peternakan Bina Karya.Ya jelas aku mau.Daripada nganggur.Akupun kerja di sana.Ngurus sapi dan kambing di sana.Kalau istirahat aku gitaran nyanyi.Dewi rupanya bantu ngurus bisnis ayahnya.Aku malah jadi akrab sama dia.Walau begitu aku ga berani punya harapan tinggi,who am I?Kalau gundah gulana mikirin dia aku buat lagu.Aku buat band gitu di kampung he..he..walau vokalisnya bukan aku tapi aku seneng laguku dipakai.Aku pegang gitar.Pede aja lagi lagian aku ga melakukan hal yang buruk.Berkarya seni kan baik,lagu2ku juga berisi nilai2 kehidupan yang baik.Karena anggota bandnya badannya kurus2 semua akhirnya dinamai Querus Band.Ga sangka ayahnya Dewi mau mendanai band kami.Kata Dewi,paman dia produser rekaman.Bandku mulai merambah dunia radio.Seneng juga masyarakat suka.Banyak yang request.Aku malah jadi fokus manggung.Kalau ga ada job,aku ke peternakan ngurus kambing dan sapi gitu.Aku ga malu.Malah punya alasan deket sama Dewi.Hingga aku pernah ditanya pas diwawancara di sebuah tv lokal soal lagu ciptaanku yang booming.Aku jawab inspirasinya dari kisah nyata aku,bahwa memang ada yang kusuka cuma aku ga pede bilang perasaanku gitu.Makanya kutuang dalam lagu.Eh malah booming.Padahal dapat syairnya sambil ngurus binatang2 di peternakan.Wah aku diledekin sama temen2 bandku,"Aku tahu siapa itu he..he.."
             Aku jadi sukses meski wajah ga seganteng artis tapi laguku melejit di pasaran.Hingga Dewi bertanya padaku,"Lagu itu buat siapa sih Mas?Beruntung banget cewek yang Mas buatin lagu."
Aku kaget denger dia ngomong gitu,"Beruntung?"
Dia langsung salting,"Iya mas kan orangnya baik.Sayang sama orang tua.Suka menolong.Apa adanya juga.Siapa sih gadis yang mas maksud lewat lagu itu?"
Aku memberanikan diri mengungkapkan perasaanku,'Kalau ditolak aku akan legowo.Lagian aku sadar aku ini wajah pas2an,ntar aku akan bikin lagu broken heart kalau emang aku ditolak.Dah ga kaget lagi ditolak orang...sejak kecil dah biasa dihina...'
Kuraih jemari Dewi dan kunyanyikan reff lagu itu,"....jadilah pengantinku...aku takut kehilanganmu...karena aku takut kehilanganmu..."
Dewi tersenyum padaku,dan memelukku,"Aku sudah lama nunggu mas...bilang kayak gini..."              What???Dia nunggu aku.Orang kayak aku.Ayahnya muncul demikian juga pamannya.Juga teman2 bandku dan tetanggaku.Wah kami disoraki dan diberi ucapan selamat.Ayahnya restu dapat aku.Wow!!Aku ga sangka dapat bidadari.Ibu dan ayahku sampai heran kala kukenalkan Dewi ke mereka,"Ya ampun Lit...calonmu cantik tenan.Byuh..byuh..."
            Kakak2ku aja heran apalagi pernikahanku megah,ayah dan ibu bangga gitu punya besan orang kaya.Weleh...aku mah dah mapan.Semua karena aku menolak nasib jelek yang disandang di namaku.Ketika anak pertamaku lahir aku beri dia nama yang baik,Agung Sentosa.Harapanku dia akan menjadi orang besar dan hidup sentosa.Nama boleh ga oke tapi nasib tetap oke dong!
***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar