CERPEN KE-18 : XUAN YEH LOVE
STORY
Di sebuah istana nan bertembok tinggi,seorang pria muda nampak mengendap2 menuju sebuah lorong rahasia,'Kalau melihat dari peta rancang bangun istana di sini ada lorong rahasia dimana keluarga kekaisaran bisa menyelamatkan diri bila terjadi sesuatu di istana.Pasti ada di sekitar sini..'
Sedang asyik mencari,ia dikagetkan oleh suara pengawal yang sedang patroli,"Siapa disitu??!"
Ia segera bersembunyi dan menahan nafas.Namun kemudian terdengar suara yang sangat ia kenal,"Ini hanya aku Pengawal!Aku disuruh Kaisar mencari tanaman obat yang tumbuh di sekitar sini."
Pengawal itu lalu memberi hormat dan pergi melanjutkan patrolinya.Pria muda itu lega namun ia tahu bahwa aksinya sudah diketahui oleh tangan kanannya.Pengasuhnya sejak kecil,Kasim Thu.Sang kasim memberi hormat pada junjungannya itu,"Yang Mulia,jika Baginda bosan di istana jangan coba melarikan diri begini.Bilang saja pada hamba.Lebih aman jika hamba menemani Paduka keluar istana daripada Paduka sendirian."
Rupanya pria muda itu adalah kaisar Xuan Yeh.Ia kaisar pada zaman dinasti Qing.Dinasti Qing merebut kerajaan dari tangan dinasti Ming.Xuan Yeh masih kecil kala itu.Ia berbadan lemah sehingga dilarang keluar dari istana.Meski begitu Xuan Yeh sangat pandai dalam tata negara dan berhati bijak juga adil.Ia tak memperlakukan buruk orang2 Han yaitu orang2 sisa dinasti Ming.Ia memerintah dengan kebenaran dan sangat disegani.Walau usianya masih sangat muda.Bila bosan dengan urusan negara Baginda akan kabur dari istana.Kok kabur?Ia akan pergi dengan kasimnya jalan2 diluar istana menyamar jadi rakyat jelata.Seringnya sih nyamar jadi tuan muda gitu.Pakaian kebesaran ia tanggalkan dan ia ganti dengan pakaian kaum menengah atau kaum pedagang.Disinilah awal mula kisah cintanya dengan seorang putri dari dinasti Ming. Salah satu pejabat istana pernah ditolong oleh dinasti Ming sehingga demi membalas budi pejabat itu mau menyelamatkan putri dinasti Ming saat sang putri masih bayi.Dipeliharanya sang putri bak anak kandung sendiri.Diberi nama Huai Yi.Karena dimanja sang putri tumbuh dengan tabiat periang dan usil orangnya.Suka menyamar sebagai pria dan main keluar rumah sampai lama.Keusilannya itulah yang mempertemukannya dengan Sang Kaisar Qing,Xuan Yeh.Pertemuan pertama di acara lelang barang.Saling menawar barang.Ribut dan ujung2nya berkelahi.Weleh...Kaisar Xuan Yeh yang tengah menyamar ditemani kasimnya jadi bulan2an Huai Yi yang berpakaian pria.Xuan Yeh yang berbadan lemah ngos2an mengejar Huai Yi,"Paman Thu...ahh...hh...aku capek...pandanganku berkunang2...aku...aku..."
Kaisar malah hampir pingsan.Huai Yi jadi kasihan dan berhenti lari,"Kenapa tuan mudamu ini?"
Kasim Thu hampir saja salah bicara saking paniknya lihat Xuan Yeh sempoyongan,"Yang Mu...ups...Tuan Muda...istirahat dulu.Ingat kondisi Anda."
Huai Yi minta maaf,"Maaf aku tak tahu kalau kau sedang sakit..."
Xuan Yeh malah tertawa,"Tak usah minta maaf...justru aku senang bisa lari2 seperti tadi...aku tidak apa2 kok..."
Mereka lalu jadi teman baik tapi Xuan Yeh masih tak tahu kalau Huai Yi itu perempuan.Ia menyebutnya 'adik' karena memang usia Huai Yi jauh lebih muda.Persahabatan mereka makin seru kala hadir anak perdana menteri bergabung.Walau begitu anak perdana menteri itu tahu kalau Huai Yi perempuan.Namun ia diam saja dan malah jatuh hati pada Huai Yi.Sedang Xuan Yeh tetap menganggap Huai Yi sebagai laki2 sehingga banyak kejadian lucu diantara mereka.Xuan Yeh asyik aja ganti baju depan Huai Yi.Tentu saja Huai Yi jadi merona dan segera ngacir.Bertiga mereka mengangkat saudara dan punya julukan masing2.Anak Perdana Menteri sebut saja Shiong dijuluki kakak pertama karena paling tua.Lalu Kaisar Xuan Yeh disebut Kakak ke-2.Lalu Huai Yi disebut adik ke-3.Shiong tahu siapa Xuan Yeh sebenarnya.Tapi Huai Yi tidak tahu.Ia baru tahu siapa Xuan Yeh kala menyusup ke istana Qing.Alangkah terkejutnya ia melihat siapa yang duduk di tahta kaisar,"Kamu??Kamu...kaisar?"
Huai Yi pingsan dan dibaringkan di peraduan Kaisar,"Kamu kok malah pingsan adik ke-3?Hey!!"
Kasim Thu tahu kalau Huai Yi itu perempuan tapi ia bingung mau mengatakannya pada kaisar atau biar kaisar tahu sendiri.Akhirnya ia punya ide.Diselidikinya siapa Huai Yi dan diajaknya Kaisar berkunjung ke rumah pejabat yang mengadopsi Huai Yi.Tentu saja sang pejabat kaget didatangi kaisar.Walau dengan menyamar tapi wibawa kaisar tetap terlihat.Disanalah Xuan Yeh kaget kala melihat Huai Yi dalam pakaian wanita,"Kau...perempuan?Kau ternyata wanita???"
Wah Huai Yi jadi salting apalagi ia telah usil selama ini pada Xuan Yeh.Keduanya malah saling jatuh hati.Huai Yi selalu tersenyum bila ingat bagaimana ia mengerjai sang kaisar.Xuan Yeh juga sama.Ia tak bisa tidur memikirkan Putri Huai Yi.Sampai bikin pusing kasim Thu,"Paduka...ini sudah malam...mau kemana lagi dengan pakaian prajurit begitu?"
Xuan Yeh ingin menemui Huai Yi secara diam2.Di sebuah taman ia mengungkapkan isi hatinya pada Huai Yi.Namun status kaisar menghalanginya apalagi ia dengar Xuan Yeh akan dijodohkan dengan putri pilihan ibu suri.Ia kecewa dan menyuruh Xuan Yeh pulang ke istana,"Tak pantas seorang kaisar mengemis pada rakyatnya...pulanglah..."
Xuan Yeh sedih dan drop kesehatannya.Ia jadi sakit2an dan menolak menikah dengan pilihan ibu suri.Ibu suri berang lalu merencanakan pembunuhan pada Huai Yi yang dianggap sebagai biang masalah.Ia jerat keluarga Huai Yi dalam masalah besar sehingga demi keluarganya Huai Yi harus mau pergi mengasingkan diri menjadi biksuni.Namun rencana itu terdengar oleh kaum Pemberontak Ming juga Xuan Yeh.Kaum pemberontak hendak membawa kabur Huai Yi sedang Xuan Yeh pergi menyusul Huai Yi untuk mencegah dia jadi biksuni.Bentrokan tak dapat dihindari.Kaum pemberontak berusaha membunuh Xuan Yeh yang jelas musuh mereka.Sedang Xuan Yeh mengira mereka adalah suruhan ibu suri untuk membunuh Huai Yi.Tahu ga siapa yang terluka?Kaisar.Pedang menembus dadanya kala ia berusaha melindungi wanita yang ia cintai.Meninggalkah Xuan Yeh?Mau tahu?Ikuti nanti dalam cerbungnya ya he..he..edisi julit nih. Cerbungnya nanti akan saya beri judul "The Great Wall ".
Di sebuah istana nan bertembok tinggi,seorang pria muda nampak mengendap2 menuju sebuah lorong rahasia,'Kalau melihat dari peta rancang bangun istana di sini ada lorong rahasia dimana keluarga kekaisaran bisa menyelamatkan diri bila terjadi sesuatu di istana.Pasti ada di sekitar sini..'
Sedang asyik mencari,ia dikagetkan oleh suara pengawal yang sedang patroli,"Siapa disitu??!"
Ia segera bersembunyi dan menahan nafas.Namun kemudian terdengar suara yang sangat ia kenal,"Ini hanya aku Pengawal!Aku disuruh Kaisar mencari tanaman obat yang tumbuh di sekitar sini."
Pengawal itu lalu memberi hormat dan pergi melanjutkan patrolinya.Pria muda itu lega namun ia tahu bahwa aksinya sudah diketahui oleh tangan kanannya.Pengasuhnya sejak kecil,Kasim Thu.Sang kasim memberi hormat pada junjungannya itu,"Yang Mulia,jika Baginda bosan di istana jangan coba melarikan diri begini.Bilang saja pada hamba.Lebih aman jika hamba menemani Paduka keluar istana daripada Paduka sendirian."
Rupanya pria muda itu adalah kaisar Xuan Yeh.Ia kaisar pada zaman dinasti Qing.Dinasti Qing merebut kerajaan dari tangan dinasti Ming.Xuan Yeh masih kecil kala itu.Ia berbadan lemah sehingga dilarang keluar dari istana.Meski begitu Xuan Yeh sangat pandai dalam tata negara dan berhati bijak juga adil.Ia tak memperlakukan buruk orang2 Han yaitu orang2 sisa dinasti Ming.Ia memerintah dengan kebenaran dan sangat disegani.Walau usianya masih sangat muda.Bila bosan dengan urusan negara Baginda akan kabur dari istana.Kok kabur?Ia akan pergi dengan kasimnya jalan2 diluar istana menyamar jadi rakyat jelata.Seringnya sih nyamar jadi tuan muda gitu.Pakaian kebesaran ia tanggalkan dan ia ganti dengan pakaian kaum menengah atau kaum pedagang.Disinilah awal mula kisah cintanya dengan seorang putri dari dinasti Ming. Salah satu pejabat istana pernah ditolong oleh dinasti Ming sehingga demi membalas budi pejabat itu mau menyelamatkan putri dinasti Ming saat sang putri masih bayi.Dipeliharanya sang putri bak anak kandung sendiri.Diberi nama Huai Yi.Karena dimanja sang putri tumbuh dengan tabiat periang dan usil orangnya.Suka menyamar sebagai pria dan main keluar rumah sampai lama.Keusilannya itulah yang mempertemukannya dengan Sang Kaisar Qing,Xuan Yeh.Pertemuan pertama di acara lelang barang.Saling menawar barang.Ribut dan ujung2nya berkelahi.Weleh...Kaisar Xuan Yeh yang tengah menyamar ditemani kasimnya jadi bulan2an Huai Yi yang berpakaian pria.Xuan Yeh yang berbadan lemah ngos2an mengejar Huai Yi,"Paman Thu...ahh...hh...aku capek...pandanganku berkunang2...aku...aku..."
Kaisar malah hampir pingsan.Huai Yi jadi kasihan dan berhenti lari,"Kenapa tuan mudamu ini?"
Kasim Thu hampir saja salah bicara saking paniknya lihat Xuan Yeh sempoyongan,"Yang Mu...ups...Tuan Muda...istirahat dulu.Ingat kondisi Anda."
Huai Yi minta maaf,"Maaf aku tak tahu kalau kau sedang sakit..."
Xuan Yeh malah tertawa,"Tak usah minta maaf...justru aku senang bisa lari2 seperti tadi...aku tidak apa2 kok..."
Mereka lalu jadi teman baik tapi Xuan Yeh masih tak tahu kalau Huai Yi itu perempuan.Ia menyebutnya 'adik' karena memang usia Huai Yi jauh lebih muda.Persahabatan mereka makin seru kala hadir anak perdana menteri bergabung.Walau begitu anak perdana menteri itu tahu kalau Huai Yi perempuan.Namun ia diam saja dan malah jatuh hati pada Huai Yi.Sedang Xuan Yeh tetap menganggap Huai Yi sebagai laki2 sehingga banyak kejadian lucu diantara mereka.Xuan Yeh asyik aja ganti baju depan Huai Yi.Tentu saja Huai Yi jadi merona dan segera ngacir.Bertiga mereka mengangkat saudara dan punya julukan masing2.Anak Perdana Menteri sebut saja Shiong dijuluki kakak pertama karena paling tua.Lalu Kaisar Xuan Yeh disebut Kakak ke-2.Lalu Huai Yi disebut adik ke-3.Shiong tahu siapa Xuan Yeh sebenarnya.Tapi Huai Yi tidak tahu.Ia baru tahu siapa Xuan Yeh kala menyusup ke istana Qing.Alangkah terkejutnya ia melihat siapa yang duduk di tahta kaisar,"Kamu??Kamu...kaisar?"
Huai Yi pingsan dan dibaringkan di peraduan Kaisar,"Kamu kok malah pingsan adik ke-3?Hey!!"
Kasim Thu tahu kalau Huai Yi itu perempuan tapi ia bingung mau mengatakannya pada kaisar atau biar kaisar tahu sendiri.Akhirnya ia punya ide.Diselidikinya siapa Huai Yi dan diajaknya Kaisar berkunjung ke rumah pejabat yang mengadopsi Huai Yi.Tentu saja sang pejabat kaget didatangi kaisar.Walau dengan menyamar tapi wibawa kaisar tetap terlihat.Disanalah Xuan Yeh kaget kala melihat Huai Yi dalam pakaian wanita,"Kau...perempuan?Kau ternyata wanita???"
Wah Huai Yi jadi salting apalagi ia telah usil selama ini pada Xuan Yeh.Keduanya malah saling jatuh hati.Huai Yi selalu tersenyum bila ingat bagaimana ia mengerjai sang kaisar.Xuan Yeh juga sama.Ia tak bisa tidur memikirkan Putri Huai Yi.Sampai bikin pusing kasim Thu,"Paduka...ini sudah malam...mau kemana lagi dengan pakaian prajurit begitu?"
Xuan Yeh ingin menemui Huai Yi secara diam2.Di sebuah taman ia mengungkapkan isi hatinya pada Huai Yi.Namun status kaisar menghalanginya apalagi ia dengar Xuan Yeh akan dijodohkan dengan putri pilihan ibu suri.Ia kecewa dan menyuruh Xuan Yeh pulang ke istana,"Tak pantas seorang kaisar mengemis pada rakyatnya...pulanglah..."
Xuan Yeh sedih dan drop kesehatannya.Ia jadi sakit2an dan menolak menikah dengan pilihan ibu suri.Ibu suri berang lalu merencanakan pembunuhan pada Huai Yi yang dianggap sebagai biang masalah.Ia jerat keluarga Huai Yi dalam masalah besar sehingga demi keluarganya Huai Yi harus mau pergi mengasingkan diri menjadi biksuni.Namun rencana itu terdengar oleh kaum Pemberontak Ming juga Xuan Yeh.Kaum pemberontak hendak membawa kabur Huai Yi sedang Xuan Yeh pergi menyusul Huai Yi untuk mencegah dia jadi biksuni.Bentrokan tak dapat dihindari.Kaum pemberontak berusaha membunuh Xuan Yeh yang jelas musuh mereka.Sedang Xuan Yeh mengira mereka adalah suruhan ibu suri untuk membunuh Huai Yi.Tahu ga siapa yang terluka?Kaisar.Pedang menembus dadanya kala ia berusaha melindungi wanita yang ia cintai.Meninggalkah Xuan Yeh?Mau tahu?Ikuti nanti dalam cerbungnya ya he..he..edisi julit nih. Cerbungnya nanti akan saya beri judul "The Great Wall ".
Tumben ga nama lagu
diajeng?Iya mau tampil beda.Spesial edition tempat wisata.Satu tempat yang
sangat ingin saya kunjungi.Tembok Besar China.Kalau dalam kasetnya eps serial
itu sampai 94 lho.Wow!Semoga saya bisa segitu juga.Pairingnya?Kemungkinan besar
saya kasih ke Chen Xiao dan isterinya Michelle Chen.Itu pemeran Yoko atau ke
Vic Zhou dan sang isteri Reen Yu.Tinggal lihat nanti kliknya ke
mana.He..he..Bisa juga saya kasih ke pairing domestik tapi kemungkinan itu
sangat kecil.Atau malah ke anime kali larinya.Wah...bisa juga itu.Sailormoon
atau Sesskag bisa nih.Samurai Kenshin juga belum saya kasih cerbung.One piece
juga.Wah....bisa2...
CERPEN KE- 18 : XUAN YEH LOVE STORY part 2
Flash back dikit ya.Huai Yi belum tahu siapa dirinya sebenarnya.Ia rela mengikuti keinginan Ibu Suri demi keselamatan keluarganya.Walau berat baginya meninggalkan pria yang ia cintai,Kaisar Xuan Yeh.Sampai di tempat pengasingan,ia terkejut kala dipaksa untuk menjadi biksuni.Ia meronta namun apa daya ia cuma bersama pelayan setianya.Untunglah saat prosesi pemotongan rambut akan dilakukan,Xuan Yeh datang,"Hentikan!!Ini perintah Kaisar!!" Jelas semua suruhan Ibu Suri keder lihat Kaisar sendiri yang datang,semua segera sujud memberi hormat.Kaisar marah sekali pada Ibu Suri,"Mengapa Ibu melakukan ini pada Huai Yi?Apa salah dia?"
Kala mereka bersitegang,pemberontak Ming datang menyerang.Niat mereka jelas ingin menyelamatkan Putri Huai Yi,satu2nya sisa keturunan bangsawan kerajaan Ming.Namun kala melihat Kaisar Qing yaitu Xuan Yeh di sana,mereka berniat menghabisi sang kaisar sekaligus.Kaisar jelas anak berbakti,meski marah pada Ibu Suri tetap saja ia meminta pengawal melindungi ibunya.Ia sendiri malah diserang dari berbagai arah.Huai Yi juga dikepung namun tidak dilukai oleh pemberontak Ming.Mengira bahwa wanita yang ia cintai dalam bahaya,Xuan Yeh bergerak mendekati Huai Yi,"Kasim Thu selamatkan Putri Huai Yi!!"
Namun salah satu pemberontak berhasil menusuk kaisar dengan golok,"Jlep!!"
Disitulah untuk pertama kalinya Huai Yi menyebut nama asli Kaisar dalam jeritan,"Wan Xuan Yeh!!Tidakkk!!!"
Berhasil melukai kaisar,para pemberontak Ming kabur karena pengawal berdatangan seiring kedatangan Kasim Thu.Memang Xuan Yeh datang sendirian berkuda tanpa pengawal ke situ.Huai Yi segera berlari mendekati kaisar yang terluka parah.Ibu Suri bahkan miris kala melihat Huai Yi menarik golok yang menghunjam dada kaisar,"Aacck!"
Darah terus mengalir dari luka kaisar namun ditengah kondisi sekaratpun kaisar malah lebih memperhatikan Huai Yi,"Kau...tak...apa2...ahh..ahh?"
Huai Yi merengkuh pria yang ia cintai itu,air matanya tak henti mengalir,"Aku tidak apa2...tapi ...kau..."
Xuan meraih jemari putri Ming itu,"Aku senang ...karena kau ...memanggil namaku...tadi.."
Huai Yi hanya bisa tersenyum getir,ia memang sudah jatuh hati pada kaisar hanya saja ia tak mau mengungkapkannya.Kaisar kian sempoyongan namun kala melihat Ibu Suri mendekat,ia berkata,"Ibu...berjanjilah padaku...jangan bunuh Huai Yi...aku mencintainya...membunuhnya berarti Ibu membunuhku...janji padaku Ibu...aku mohon..."
Anggukan Ibu Suri melegakan kaisar yang kemudian tak sadarkan diri dalam pelukan Huai Yi,"Kaisaaar!!"
Kaisar segera dibawa ke kembali ke istana.Huai Yi memang tak dibunuh namun oleh Ibu Suri dijebloskan dalam penjara.Bahkan oleh putri yang hendak dijodohkan dengan kaisar,Huai Yi disiksa,"Kalau kau ingin menemui kaisar kau harus dicambuk dulu.Bagaimana?"
Demi bisa melihat kaisar,Huai Yi rela.Ia hanya ingin berada di dekat pria yang ia cintai itu apalagi kaisar terus menolak minum obat jika Huai Yi tidak disisinya.Kondisi Kaisar kian memburuk,tiap kali sadar dari pingsannya selalu saja ia mencari Huai Yi.Namun Ibu Suri tetap tak mengijinkan Huai Yi menemui kaisar.Dengan tubuh pucat pasi kaisar malah menggelar sidang melawan Ibu Suri,"Jika Ibu menganggap Huai Yi bersalah menentang perintah Ibu.Maka aku juga bersalah!Ibu juga harus menghukum aku!!"
Wah para petinggi kerajaan keder kala kaisar berkata demikian,"Wah gawat ini...kaisar marah besar...Kita harus patuh pada siapa?Ibu Suri atau Kaisar?"
Sidang ditunda karena Kaisar kembali pingsan.Semua tabib istana tak berdaya karena kaisar kekeh tak mau minum obatnya kalau Huai Yi tidak didekatnya.Disitulah anak perdana menteri,sang kakak 1 melihat betapa kaisar sangat mencintai Huai Yi.Demikian juga Huai Yi.Ia bersama adik perempuan kaisar membujuk ibu suri agar membiarkan Huai Yi menemui kaisar.Ibu Suri akhirnya menurut,dijemputnya Huai Yi dari penjara.Namun saat hendak menuju peraduan kaisar,terdengar bunyi ratapan dimana2.Kaisar sudah tiada.Kaisar muntah darah lalu menyebut nama Huai Yi kemudian menghembuskan nafas terakhir.Ibu Suri dan semua penghuni istana segera berlutut ke tanah tanda berkabung.Namun Huai Yi tidak.Ia lari ke kamar Kaisar,"Tidakkk!Kaisar tak boleh meninggalkanku!!Tidakkk!"
Diluar peraduan kaisar nampak Kasim Thu menangis sambil berlutut,"Putri!Kaisar terus memanggil nama Putri....bahkan hingga nafas penghabisan..."
Huai Yi juga melihat para tabib bersujud semua tanda berkabung.Ia lalu menerobos masuk menuju pembaringan kaisar.Nampak di sana pria yang ia cintai sudah menutup mata dan terbujur tanpa nyawa,"Tidak!Kau tak boleh pergi!Kisah kita masih panjang...Aku tak akan biarkan kau pergi..."
Dengan tangan gemetar ia meraih ramuan obat yang disiapkan para tabib lalu pelan2 diminumkannya pada kaisar,"Minum Xuan Yeh...kau harus hidup..."
Ajaib!Kaisar kembali bernafas,"Uhuk!..Uhuk!"
Semua takjub dan istana kembali ceria.Walau kaisar masih belum sadar namun semua lega karena tak kehilangan kaisar mereka.Memang Xuan Yeh sangat dicintai oleh rakyat karena adil dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.Ibu Suri tak lagi melarang Huai Yi berada dekat Kaisar.Karena memang Huai Yilah obat bagi kaisar.Ia ijinkan Huai Yi merawat kaisar.Siang malam Huai Yi berada di sisi kaisar.Merawat pria yang ia cintai dengan segala kelembutan dan perhatian.Tengah malam kala Huai Yi tertidur di sisi pembaringan kaisar,Xuan Yeh sadar.Ia senang sekali kala melihat Huai Yi di dekatnya.Huai Yi terbangun,"Kaisar...kau sudah sadar?Aku akan segera panggil tabib!"
Namun kaisar sampai jatuh dari tempat tidur mencegah Huai Yi,"Jangan!Aacck....!Bruk!"
Wah Huai Yi panik dan ga jadi keluar memanggil tabib,"Yang Mulia tidak apa2?"
Kaisar menggeleng,"Aku tidak apa2 asal kau di dekatku...kaulah yang kubutuhkan bukan tabib...jangan tinggalkan aku...tetaplah disisiku...aku mencintaimu.."
Malam itu mereka malah menyatu.Dua pewaris tahta dinasti yang bermusuhan malah bersatu dalam cinta.Huai Yi kemudian menjadi isteri kaisar.Walau banyak dilema dan intrik istana namun cinta kaisar hanya padanya.Dua insan itu terkenal saling mencintai.Anak perdana menteri akhirnya menikahi adik kaisar.Namun pemberontak Ming terus melakukan gerakan ingin menggulingkan dinasti Qing.Mereka berhasil menemui Huai Yi yang saat itu berada di luar istana.Huai Yi jelas kaget kala diberitahu bahwa ia adalah putri dari dinasti Ming,"Tidak mungkin!Aku adalah isteri kaisar Qing.Aku isteri kaisar bangsa Manchuria.Bukan Han."
Huai Yi malah pingsan.Rupanya ia sedang hamil anak kaisar Qing,anak dari Xuan Yeh.Pemberontak Ming tak suka dengan kehamilan itu,"Bayi itu harus digugurkan!Darah Ming tak boleh bercampur dengan darah dinasti Qing!Putri harus minum ramuan ini!" Huai Yi jelas tak mau menggugurkan kandungannya,"Tidak!Anak ini adalah buah cinta ku dengan Xuan Yeh.Aku takkan membunuhnya.Tidakk!!"
Huai Yi kabur dan Xuan Yeh datang menyelamatkannya.Tentu saja dengan menyamar.Meski menyamar tetap saja para pemberontak Ming tahu dan mereka menyerangnya.Huai Yi mendorong kaisar agar tak terbunuh tapi malah dia yang kena serangan.Huai Yi pingsan.Kaisar cemas,"Huai Yi..Segera kembali ke istana!"
Huai Yi diperiksa tabib istana,"Yang Mulia,kondisi Putri Huai Yi tidak berbahaya.Bahkan sangat menggembirakan."
Kaisar heran,"Menggembirakan?Kalian bicara apa?Isteriku terluka tapi kalian bilang ini kabar gembira?"
Tabib memberitahu kaisar,"Putri Huai Yi sedang hamil Paduka.Selamat!Kaisar akan memiliki penerus tahta."
Wah Xuan Yeh senang sekali.Ia sangat bahagia.Ia akan menjadi seorang ayah.Namun Huai Yi sadar bahwa ia adalah putri Ming dan kelak hal itu pasti akan menjadi masalah dalam istana.Iapun kabur dari istana.Jelas Kaisar panik.Ia pikir Huai Yi marah padanya.Dikejarnya Huai Yi yang ternyata sedang menemui para pemberontak Ming,"Lepaskanlah Kaisar.Ia adalah kaisar yang baik.Ia tidak semena2 pada bangsa kita.Aku mohon kalian berhenti berusaha membunuhnya." Kaisar kaget mengetahui semuanya,"Kau adalah putri dinasti Ming?"
Kaisar disekap oleh para pemberontak Ming namun kemudian dibebaskan oleh Huai Yi,"Kita tak mungkin bersatu Yang Mulia.Leluhur kita bermusuhan."
Kaisar dengan berat hati menerima keputusan Huai Yi untuk pergi meninggalkannya.Namun kala akan berpisah Huai Yi sadar ia tak bisa hidup tanpa Xuan Yeh,'Aku memang putri Ming.Namun aku mencintai Kaisar Dinasti Qing dan kini aku tengah mengandung anaknya.Tegakah aku memisahkan ayah dan anak?Demi apa?Demi dendam dan tahta?Sia2kah perjalanan cinta selama ini?Tidak!Aku tak bisa...'
Huai Yi yang sudah melangkah meninggalkan Kaisar akhirnya berbalik.Tampak Xuan Yeh juga masih belum pergi,malah kaisar Qing itu memanggil namanya,"Huai Yi....jangan pergi." Berlarilah keduanya dan mereka tak jadi berpisah,"Aku tak bisa jauh dari mu.. Xuan Yeh.Aku akan hadapi apapun demi cinta kita.Aku takkan pisahkan anakku dari ayahnya."
Xuan Yeh sangat bahagia,"Mari kita membuka lembaran baru dimana tak ada lagi bangsa Han atau Man.Kita adalah satu.Biarlah permusuhan dinasti berakhir dalam cinta kita."
-The End-
Akhirnya kelar juga.Kisah itu sungguh romantis sebenarnya.Banyak kejadian di istana yang mengharu biru.Namun itu adalah intinya.Bagaimana cinta mengakhiri dendam dua dinasti.Lebih detilnya bisa dinikmati nanti di cerbungnya.The Great Wall
CERPEN KE- 18 : XUAN YEH LOVE STORY part 2
Flash back dikit ya.Huai Yi belum tahu siapa dirinya sebenarnya.Ia rela mengikuti keinginan Ibu Suri demi keselamatan keluarganya.Walau berat baginya meninggalkan pria yang ia cintai,Kaisar Xuan Yeh.Sampai di tempat pengasingan,ia terkejut kala dipaksa untuk menjadi biksuni.Ia meronta namun apa daya ia cuma bersama pelayan setianya.Untunglah saat prosesi pemotongan rambut akan dilakukan,Xuan Yeh datang,"Hentikan!!Ini perintah Kaisar!!" Jelas semua suruhan Ibu Suri keder lihat Kaisar sendiri yang datang,semua segera sujud memberi hormat.Kaisar marah sekali pada Ibu Suri,"Mengapa Ibu melakukan ini pada Huai Yi?Apa salah dia?"
Kala mereka bersitegang,pemberontak Ming datang menyerang.Niat mereka jelas ingin menyelamatkan Putri Huai Yi,satu2nya sisa keturunan bangsawan kerajaan Ming.Namun kala melihat Kaisar Qing yaitu Xuan Yeh di sana,mereka berniat menghabisi sang kaisar sekaligus.Kaisar jelas anak berbakti,meski marah pada Ibu Suri tetap saja ia meminta pengawal melindungi ibunya.Ia sendiri malah diserang dari berbagai arah.Huai Yi juga dikepung namun tidak dilukai oleh pemberontak Ming.Mengira bahwa wanita yang ia cintai dalam bahaya,Xuan Yeh bergerak mendekati Huai Yi,"Kasim Thu selamatkan Putri Huai Yi!!"
Namun salah satu pemberontak berhasil menusuk kaisar dengan golok,"Jlep!!"
Disitulah untuk pertama kalinya Huai Yi menyebut nama asli Kaisar dalam jeritan,"Wan Xuan Yeh!!Tidakkk!!!"
Berhasil melukai kaisar,para pemberontak Ming kabur karena pengawal berdatangan seiring kedatangan Kasim Thu.Memang Xuan Yeh datang sendirian berkuda tanpa pengawal ke situ.Huai Yi segera berlari mendekati kaisar yang terluka parah.Ibu Suri bahkan miris kala melihat Huai Yi menarik golok yang menghunjam dada kaisar,"Aacck!"
Darah terus mengalir dari luka kaisar namun ditengah kondisi sekaratpun kaisar malah lebih memperhatikan Huai Yi,"Kau...tak...apa2...ahh..ahh?"
Huai Yi merengkuh pria yang ia cintai itu,air matanya tak henti mengalir,"Aku tidak apa2...tapi ...kau..."
Xuan meraih jemari putri Ming itu,"Aku senang ...karena kau ...memanggil namaku...tadi.."
Huai Yi hanya bisa tersenyum getir,ia memang sudah jatuh hati pada kaisar hanya saja ia tak mau mengungkapkannya.Kaisar kian sempoyongan namun kala melihat Ibu Suri mendekat,ia berkata,"Ibu...berjanjilah padaku...jangan bunuh Huai Yi...aku mencintainya...membunuhnya berarti Ibu membunuhku...janji padaku Ibu...aku mohon..."
Anggukan Ibu Suri melegakan kaisar yang kemudian tak sadarkan diri dalam pelukan Huai Yi,"Kaisaaar!!"
Kaisar segera dibawa ke kembali ke istana.Huai Yi memang tak dibunuh namun oleh Ibu Suri dijebloskan dalam penjara.Bahkan oleh putri yang hendak dijodohkan dengan kaisar,Huai Yi disiksa,"Kalau kau ingin menemui kaisar kau harus dicambuk dulu.Bagaimana?"
Demi bisa melihat kaisar,Huai Yi rela.Ia hanya ingin berada di dekat pria yang ia cintai itu apalagi kaisar terus menolak minum obat jika Huai Yi tidak disisinya.Kondisi Kaisar kian memburuk,tiap kali sadar dari pingsannya selalu saja ia mencari Huai Yi.Namun Ibu Suri tetap tak mengijinkan Huai Yi menemui kaisar.Dengan tubuh pucat pasi kaisar malah menggelar sidang melawan Ibu Suri,"Jika Ibu menganggap Huai Yi bersalah menentang perintah Ibu.Maka aku juga bersalah!Ibu juga harus menghukum aku!!"
Wah para petinggi kerajaan keder kala kaisar berkata demikian,"Wah gawat ini...kaisar marah besar...Kita harus patuh pada siapa?Ibu Suri atau Kaisar?"
Sidang ditunda karena Kaisar kembali pingsan.Semua tabib istana tak berdaya karena kaisar kekeh tak mau minum obatnya kalau Huai Yi tidak didekatnya.Disitulah anak perdana menteri,sang kakak 1 melihat betapa kaisar sangat mencintai Huai Yi.Demikian juga Huai Yi.Ia bersama adik perempuan kaisar membujuk ibu suri agar membiarkan Huai Yi menemui kaisar.Ibu Suri akhirnya menurut,dijemputnya Huai Yi dari penjara.Namun saat hendak menuju peraduan kaisar,terdengar bunyi ratapan dimana2.Kaisar sudah tiada.Kaisar muntah darah lalu menyebut nama Huai Yi kemudian menghembuskan nafas terakhir.Ibu Suri dan semua penghuni istana segera berlutut ke tanah tanda berkabung.Namun Huai Yi tidak.Ia lari ke kamar Kaisar,"Tidakkk!Kaisar tak boleh meninggalkanku!!Tidakkk!"
Diluar peraduan kaisar nampak Kasim Thu menangis sambil berlutut,"Putri!Kaisar terus memanggil nama Putri....bahkan hingga nafas penghabisan..."
Huai Yi juga melihat para tabib bersujud semua tanda berkabung.Ia lalu menerobos masuk menuju pembaringan kaisar.Nampak di sana pria yang ia cintai sudah menutup mata dan terbujur tanpa nyawa,"Tidak!Kau tak boleh pergi!Kisah kita masih panjang...Aku tak akan biarkan kau pergi..."
Dengan tangan gemetar ia meraih ramuan obat yang disiapkan para tabib lalu pelan2 diminumkannya pada kaisar,"Minum Xuan Yeh...kau harus hidup..."
Ajaib!Kaisar kembali bernafas,"Uhuk!..Uhuk!"
Semua takjub dan istana kembali ceria.Walau kaisar masih belum sadar namun semua lega karena tak kehilangan kaisar mereka.Memang Xuan Yeh sangat dicintai oleh rakyat karena adil dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.Ibu Suri tak lagi melarang Huai Yi berada dekat Kaisar.Karena memang Huai Yilah obat bagi kaisar.Ia ijinkan Huai Yi merawat kaisar.Siang malam Huai Yi berada di sisi kaisar.Merawat pria yang ia cintai dengan segala kelembutan dan perhatian.Tengah malam kala Huai Yi tertidur di sisi pembaringan kaisar,Xuan Yeh sadar.Ia senang sekali kala melihat Huai Yi di dekatnya.Huai Yi terbangun,"Kaisar...kau sudah sadar?Aku akan segera panggil tabib!"
Namun kaisar sampai jatuh dari tempat tidur mencegah Huai Yi,"Jangan!Aacck....!Bruk!"
Wah Huai Yi panik dan ga jadi keluar memanggil tabib,"Yang Mulia tidak apa2?"
Kaisar menggeleng,"Aku tidak apa2 asal kau di dekatku...kaulah yang kubutuhkan bukan tabib...jangan tinggalkan aku...tetaplah disisiku...aku mencintaimu.."
Malam itu mereka malah menyatu.Dua pewaris tahta dinasti yang bermusuhan malah bersatu dalam cinta.Huai Yi kemudian menjadi isteri kaisar.Walau banyak dilema dan intrik istana namun cinta kaisar hanya padanya.Dua insan itu terkenal saling mencintai.Anak perdana menteri akhirnya menikahi adik kaisar.Namun pemberontak Ming terus melakukan gerakan ingin menggulingkan dinasti Qing.Mereka berhasil menemui Huai Yi yang saat itu berada di luar istana.Huai Yi jelas kaget kala diberitahu bahwa ia adalah putri dari dinasti Ming,"Tidak mungkin!Aku adalah isteri kaisar Qing.Aku isteri kaisar bangsa Manchuria.Bukan Han."
Huai Yi malah pingsan.Rupanya ia sedang hamil anak kaisar Qing,anak dari Xuan Yeh.Pemberontak Ming tak suka dengan kehamilan itu,"Bayi itu harus digugurkan!Darah Ming tak boleh bercampur dengan darah dinasti Qing!Putri harus minum ramuan ini!" Huai Yi jelas tak mau menggugurkan kandungannya,"Tidak!Anak ini adalah buah cinta ku dengan Xuan Yeh.Aku takkan membunuhnya.Tidakk!!"
Huai Yi kabur dan Xuan Yeh datang menyelamatkannya.Tentu saja dengan menyamar.Meski menyamar tetap saja para pemberontak Ming tahu dan mereka menyerangnya.Huai Yi mendorong kaisar agar tak terbunuh tapi malah dia yang kena serangan.Huai Yi pingsan.Kaisar cemas,"Huai Yi..Segera kembali ke istana!"
Huai Yi diperiksa tabib istana,"Yang Mulia,kondisi Putri Huai Yi tidak berbahaya.Bahkan sangat menggembirakan."
Kaisar heran,"Menggembirakan?Kalian bicara apa?Isteriku terluka tapi kalian bilang ini kabar gembira?"
Tabib memberitahu kaisar,"Putri Huai Yi sedang hamil Paduka.Selamat!Kaisar akan memiliki penerus tahta."
Wah Xuan Yeh senang sekali.Ia sangat bahagia.Ia akan menjadi seorang ayah.Namun Huai Yi sadar bahwa ia adalah putri Ming dan kelak hal itu pasti akan menjadi masalah dalam istana.Iapun kabur dari istana.Jelas Kaisar panik.Ia pikir Huai Yi marah padanya.Dikejarnya Huai Yi yang ternyata sedang menemui para pemberontak Ming,"Lepaskanlah Kaisar.Ia adalah kaisar yang baik.Ia tidak semena2 pada bangsa kita.Aku mohon kalian berhenti berusaha membunuhnya." Kaisar kaget mengetahui semuanya,"Kau adalah putri dinasti Ming?"
Kaisar disekap oleh para pemberontak Ming namun kemudian dibebaskan oleh Huai Yi,"Kita tak mungkin bersatu Yang Mulia.Leluhur kita bermusuhan."
Kaisar dengan berat hati menerima keputusan Huai Yi untuk pergi meninggalkannya.Namun kala akan berpisah Huai Yi sadar ia tak bisa hidup tanpa Xuan Yeh,'Aku memang putri Ming.Namun aku mencintai Kaisar Dinasti Qing dan kini aku tengah mengandung anaknya.Tegakah aku memisahkan ayah dan anak?Demi apa?Demi dendam dan tahta?Sia2kah perjalanan cinta selama ini?Tidak!Aku tak bisa...'
Huai Yi yang sudah melangkah meninggalkan Kaisar akhirnya berbalik.Tampak Xuan Yeh juga masih belum pergi,malah kaisar Qing itu memanggil namanya,"Huai Yi....jangan pergi." Berlarilah keduanya dan mereka tak jadi berpisah,"Aku tak bisa jauh dari mu.. Xuan Yeh.Aku akan hadapi apapun demi cinta kita.Aku takkan pisahkan anakku dari ayahnya."
Xuan Yeh sangat bahagia,"Mari kita membuka lembaran baru dimana tak ada lagi bangsa Han atau Man.Kita adalah satu.Biarlah permusuhan dinasti berakhir dalam cinta kita."
-The End-
Akhirnya kelar juga.Kisah itu sungguh romantis sebenarnya.Banyak kejadian di istana yang mengharu biru.Namun itu adalah intinya.Bagaimana cinta mengakhiri dendam dua dinasti.Lebih detilnya bisa dinikmati nanti di cerbungnya.The Great Wall
Tidak ada komentar:
Posting Komentar