Aku sedang asyik memandangi tanaman yang tumbuh di kebun kecilku.Daunnya lebar dan kasar bila diraba.Mengingatkanku akan salah satu temanku,Wati namanya.Dia itu pernah jadi sahabatku.Selama di SMA kami punya genk gitu.Berempat sama dua temenku lainnya yaitu Yuli dan Lisa.Bila Wati orangnya ceplas ceplos asal nyolot apalagi kalau marah maka Yuli itu orangnya tk terduga.Kayaknya alim gitu tapi ternyata parah.Aku tahunya kala sering nginep di rumah dia.Biasa ikuti trend di luar negeri,sleepover.Aku jadi makin tahu watak asli ketiga sobatku dengan tidur di rumah mereka.Oh si Wati itu orangnya emang si pedas lidah.Ketua genk gitu dia.Lha paling berani dia.
Kalau Lisa mah unthul bawang istilah jawanya,istilah kerennya Follower sejati.Diajak ke sana ikut,ke sini ikut.Miss Air julukan kita buat dia.Tapi dengan Yulilah aku bermasalah.Niatku tuh baik jaga Yuli agar ga kian terjerumus dalam berhubungan dengan cowok ga jelas.Cowok yang jelas mereti dia,manfaatin dia dan lagian orang tuanya juga ga suka sama tuh cowok.Perokok lagi aduh...Aku tuh sebagai sahabat jelas berusaha kasih tahu kalau dia jangan mendukakan hati orang tuanya.Masak kita berempat kan mau renang dan dah janji ga bawa gandengan.Just for us.Eh lha kok dia malah bawa cowok itu.Padahal aku dah pamitin dia ke ortunya kalau kita mau renang dan hanya kita berempat aja.Ortunya ijinin.Namun aku jelas kesal lihat Yuli bawa cowok,"Gimana sih Yul?Kamu kok bawa dia sih?"
Yuli berwajah melas gitu jawab aku,"Lha aku kangen banget sama dia.Please sekali ini aja...help me ok?"
Bete juga aku sebenarnya.Tapi Wati sama Lisa belain dia,"Udah deh udah sampai sini juga masak kita usir...yuk renang aja."
Aku ingat banget gimana aku minta maaf sama ortunya Yuli karena anaknya malah habis renang ngelayap sama tuh cowok.Aduh udah dibilangin cepet balik malah ngilang sama cowok itu.Keadaan makin runyam kala orang tua Yuli tahu kost2an cowok itu dan gerebek ke sana.Aku yang dikira bocorin dan bilang ke mereka kalau Yuli suka nginep di sana.Aduh....aku emang akrab sama orang tua Yuli karena orang tuanya teman baik orang tuaku.Aku emang kasih tahu kost2annya sebab aku ga tega lihat mereka nyari anak gadisnya.Tapi aku ga jelek2in Yuli ke mereka.Malah kaget kala tahu Yuli digerebek sedang pesta miras di sana.
Hubungan kami berempat akhirnya rusak dengan marah2nya Wati ke aku lewat sms.Maki2 resik peceran gitu dia.Semua binatang di Ragunan dia sebut.Ibuku sampai kaget bacanya,"Ya ampun Lin,temenmu ini kenapa?Semarah ini sama kamu?Emang kamu salah apa sama dia?Bukannya kalian sangat akrab?Ibu ga sangka anak gadis bisa sekasar ini perkataannya."
Aku jelasin ke ibu,"Semua karena Yuli Bu.Dia digerebek warga sedang pesta miras sama cowok2 gitu di kost2an pacarnya."
Ibu heran,"Ya ampun nak Yuli yang suka pakai celana pendek dan baju ketat itu kan?Pesta miras sama cowok2?Lha terus ngapain temanmu yang ini marah2 ke kamu via sms?"
Aku sendiri juga heran sebenarnya,"Wati emang selalu belain Yuli Bu.Makhlum anak broken home jadi dia dukung Yuli ribut sama ortunya.Dia ngira aku jelek2in Yuli Bu ke ortunya maka terjadi penggerebekan itu.Ya ampun Bu aku tuh cuma kasih tahu alamat kostnya aja.Soale aku kasihan Bu lihat ibunya nangis nyari Yuli...aku sama sekali ga ngerti kalau Yuli itu ternyata malah pesta miras di sana."
Persahabatanku hancur sudah.Kubelai daun tanaman itu,"Tumbuhlah yang baik ya jangan menjalar ke rumah tetangga.Berbahaya he..he...itu kawasan orang lain.Jangan melanggar batasan ok?"
Ibu tersenyum melihatku,"Tanaman kok diajak ngomong sih Lin?Ada2 aja...oh ya Nak Ibas kabarnya dah nikah Lin.Sama pilihan ibunya.Semoga kamu juga segera nyusul ya Lin?"
Aku kembali memandang tanamanku yang lain,tanaman salak.Durinya tajam2.Mengingatkanku pada mantan pacarku.Kenapa ya aku selalu gagal soal menjalin hubungan.Dulu persahabatan,walau kita bertiga sempat ketemu lagi dan bersay hay setelah sekian tahun berlalu namun habis itu ngilang lagi semuanya.Wati kabarnya jadi perusak rumah tangga orang.Jadi isteri kedua dan kini buka usaha laundry.Tapi belum punya anak.Entah karma entah apa.Dia makin kelihatan hitam dan kurus.Lalu Yuli dah punya anak dan nikah sama pilihan orang tuanya.Konon dia hamil dan anaknya ga jelas anaknya siapa,pacarnya bilang,bukan hanya dia yang tidur sama Yuli.Semua yang mabuk waktu itu semua bisa jadi dah tidur sama dia.Astaga!Aku tahu ini dari Lisa.
Akhirnya cowok yang mau nikahi Yuli adalah pilihan ortunya.Sejak itu Yuli berubah jadi nurut banget sama ortunya.Diem di rumah.Terus dibawa ke tempat yang jauh sama suaminya untuk memulai hidup baru.Masih ada ya pria yang mau terima dia?Baik banget tuh pria.Rupanya dia merasa berhutang budi sama orang tuanya Yuli karena pernah nolongin dulu saat keluarganya kena musibah.Emang orang menabur pasti menuai.Kalau Lisa anak orang kaya sih makin gemuk dia.Makan terus.Senang2 terus.Gonta ganti pacar terus.Kalau putus makan yang banyak.Kalau stress larinya ke makanan.Oh my...tapi soal ga beruntung dengan pria kita sama.
Aku juga pernah kecewa sama pria.Namanya Ibas.Aku pikir dia pria sopan dan berbakti gitu sama ortunya.Ibunya janda.Ayahnya sudah meninggal.Dia nurut banget sama ibunya.Semua harus dapat acc ibunya.Rupanya dia dimanfaatin ibunya buat mereti para cewek.Aku pernah diajak ke rumah dia.Semua keluarganya diem ga bicara apa2.Aku jelas merasa aneh.Katanya ngajak mau serius kok malah misterius.Akupun selidiki ke tetangganya ternyata oh ternyata....Ibas itu dah terkenal suka mainin perempuan.Pantas dia pernah bilang ke aku,"Aku mau nikah sama kamu tapi bayar dulu hutang ibuku.Kamu mau ga?Kasihan ibuku hutangnya banyak."
Aku pikir dia itu bercanda waktu itu ternyata beneran to...Juga saat aku beli hp dia berlagak minjem gitu tapi ga dibalikin.Mana keluaran baru lagi.Aku beli dengan kerja kerasku jadi staff di sebuah instansi pemerintah.Terus aku beli motor eh dia juga bergaya minjem,bilang motor bututnya rusak.Awalnya aku pinjami tapi lama2 kok malah jadi dia yang makai deh.Aku mulai merasa ga beres nih cowok.Dia bilang kerja di mall jadi penjaga studionya.Tapi kok mukanya item amat ya.Kayak orang kepanasan terus?Selidik punya selidik dia cuma tukang parkir di mall itu.Aku sampai mengerahkan teman2ku yang kerja jadi polisi buat minta kendaraanku.Cowok aneh!Mata duitan! Bagus deh kalau sekarang dah nikah.Biar ga bikin onar lagi.Jujur aku kasihan sama isterinya.Sudah habis apa aja tuh dapat dia.Sawah,rumah,harta atau perhiasan mungkin.Aku kibaskan kotoran rayap di tanganku,"Untung Ibas sudah kukibaskan Bu.Elina mau lebih arif sekarang soal menjalin hubungan.Jangan sampai pahit hati lagi Bu."
Ibu malah godain,"Mau lebih arif apa mau sama Nak Arief he..he..?"
Aku tersipu deh,tahu aja deh ibu aku lagi deket sama Arief.Kenal via face book.Aku pernah denger kisah cinta seorang cacat di Amerika yang dapat isteri sangat cantik asal Australia.Kenalnya via fb.Wow!Mereka lalu menikah dan punya anak.Bahagia sekali padahal sang pria cacat ga normal fisiknya.Eh aku juga kenal Mas Arief he..he..pakai mas manggilnya nih....via fb.Walau aku ga langsung main percaya aja kayak dulu.Pengalaman pahit dengan Ibas dan juga sahabat2ku dulu membuat aku jadi selektif dan hati2 menjalin hubungan.Apalagi kenalnya via medsos.Makin ekstra hati2 nih.
Rupanya dia orang Yogya.Pantas santun nian ngomongnya dan hormat gitu kalau ngomongin ayah dan ibuku.Katanya sih dia mau datang ke rumah main gitu lagian dia dapat kerja dekat tempat aku tinggal.Wah aku beritahu ibu segera,"Bu!Mas Arief mau main sini boleh ga?"
Ibu malah menyuruhku bilang ayahku,"Tanya bapakmu dulu.Tuh bapak di depan lagi ngopi sama ngobrol sama tanamannya.Persis kayak kamu anak bapak suka tanaman.Nurun ternyata..."
Aku segera jawab Mas Arief via inbox,"Aku tanya Bapak dulu ya mas..."
Aku lalu ke depan tanya sama bapak,"Bapak...Ehm...ehm..."
Bapak jawab tapi pandangannya masih ke arah tanamannya,"Ada apa?"
Aku gugup juga ngomongnya,"Ehm...temen Elina mau main sini Pak,boleh ga?"
Bapak mengelus2 dedaunan di depannya,"Laki apa perempuan?"
Aku jawab pelan,"Laki2 Pak..."
Bapak memandangku,"Orang mana?"
Akhirnya aku malah cerita soal Mas Arief ke bapak,"Kerjanya di Perusahaan dekat situ itu lho Pak....dia jadi mekanik di situ.Katanya....aslinya Yogya Pak....tepatnya daerah Sleman.Gimana Pak boleh nggak?"
Bapak ijinin kalau emang niatnya baik datang bertamu lewat depan.Ga main belakang.Wah aku seneng banget.Sekaligus penasaran aslinya mas Arief itu kayak apa sih?Beneran ga kayak di foto yang selalu dia pajang.Aku deg2an menyambut kedatangannya.Hingga tiba harinya dia mau datang.Kutunggu dan sudah kusiapkan segala macam penganan buat jamu dia.Tapi kok belum datang juga.Kutanya sampai mana belum dibalas juga.Saat aku pikir paling dia sama kayak Ibas eh terdengar ketukan di pintu,"Tok...tok...Permisi..."
Ibu yang bukain pintu,"Kisanak cari siapa?"
Berdiri di sana seorang pria dengan tubuh tegap,wajah ramah dan bawaannya banyak nian,"Maaf Ibu saya mencari rumah dik Elina.Saya dari Yogya...sempat nyasar tadi ...katanya pak siapa tadi ya...ini rumahnya..."
Ibu langsung tanggap,"Nak Arief ya?"
Pria itu mengangguk,"Iya Bu.Saya Arief.Jadi benar ini rumah dik Elina ya?Syukurlah...."
Aku ketawa dibalik pintu,ketawa dalam hati,gimana ga ketawa dia bawa barang tuh kayak bawa seserahan aja.Bawa aneka hasil bumi gitu.Ya ampun ....dia lucu.Aku suka... Akhirnya aku keluar menemui dia,dia salting dan minta maaf gitu,"Maaf ya dik hpnya low bate...oh ya ini buat bapak sama ibu juga keluarga adik...ada salak pondoh,ada pisang raja,ada bakpia,ada geplak,juga ini dodol,terus ini..."
Aku tersenyum melihat bawaannya,"Banyak amat Mas?Ya kalau ketemu alamatku kalau ga?"
Ia mengusap keringat di wajahnya,"Aku yakin ketemu kok.Masak zaman canggih gini ga ketemu nyari alamat he..he.."
Kita ngobrol dan aku melihat ketulusan hatinya.Bagaimana ia begitu menghormati orang tuaku.Bapak aja malah seneng ngobrol sama dia.Padahal baru sekali ketemu,"Salaknya nanam sendiri ini Nak?"
Arief jawab,"Nggih Pak...walau ga luas tanahnya tapi lumayan Pak hasilnya...manis kan rasanya." Bapak malah bahas tanaman sama dia.Cocok gitu mereka,"Oh jadi tanaman salak itu harus menyatukan bunga jantan dan betina ya?Oh gitu...harus nemu jodohnya gitu kali ya?He..he.."
Aku mesem kala mas Arief memandangku,"Iya Pak...seperti mencari jodoh...he..he.."
Ibuku mesem2 melihat aku tersipu.Itulah pertama kali mas Arief main ke rumah.Selanjutnya dia ga pernah absen tiap malam minggu.Tetep aja bawa buah tangan buat bapak sama ibu.Selalu itu ga pernah dia lupa.Kini kami akan menikah.Orang tuanya sudah datang melamarku.Akhirnya aku menemukan bukan hanya kearifan dalam hidup tapi juga Arief dalam hidupku.Kami akhirnya menikah secara adat Yogya.Wah walau agak ribet juga pakaiannya tapi aku bahagia.Suamiku orangnya apa adanya.Jujur dan tulus hati.Aku sayang padanya,makin kenal dia makin kurasakan rasa sayang itu.Dia itu tipe orang ga bisa bohong.Mukanya itu lugu poll.Nurun deh ke anaknya.Anakku Resvan mirip banget sama Mas Arief.Persis plek.Kini kami tengah menunggu buah hati yang kedua.Semoga kali ini lebih mirip aku he..he...***THE END***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar