Part 101 》》BANDARA CINTA
Bound to thank...
Wilona segera mencium tangan papa barunya,"Papa..."
Dokter Rudy bagai melihat Dinda yang menyambutnya,"Papa
dengar kalian mau pergi....bukannya Nak Verrel masih sakit ya..."
Verrel langsung berdiri menyambut camer cie...,"Oh saya sudah
sehat kok Om...ini Wilona pingin ke makamnya......"
Dokter Rudy tersenyum,"Gpp...mau ke makam Dinda kan?Om juga
mau ke sana.Sekalian aja yuk!"
Wilona sumringah,"Beneran Wilona boleh keluar rumah
papa?Makasih!!"
Verrel iri banget lihat Wilona meluk Om Rudy,"Aku ga dapat
pelukan juga Wil?Idenya kan dari aku..."
Dokter Rudy mesem,"Om ambil sesuatu di kamar dulu ya..."
Wilona melirik Verrel,malu2 gitu dia,"Tuan kenapa cemberut
gitu?Katanya mau pergi?Saya ambilkan jaket dulu ya..."
Verrel malah manyun,"Kok ditinggalin sih?Uhhh..."
Wilona kembali bawa jaket,"Ini jaketnya Tuan...sekarang
sedang cuaca dingin anginnya kenceng Tuan...pakai ya..."
Verrel malah pura2 masih sakit lengannya,"Aduh...masih ngilu
...auww..."
Wilo akhirnya bantuin makaiin tuh jaket,saat itulah Verrel sok
limbung dan meluk Wilona,'Akhirnya dapat pelukan juga meski harus berjibaku
penuh perjuangan.Semangat 45!!'
Wilona merona dipelukan Verrel,"Tuan gpp?Masih lemas ya?Apa
perginya lain kali saja?"
Verrel hepi,"Ga ...aku gpp kok..."
Agak kecewa juga karena cuma bentar bisa meluk Wilona soalnya Om
Rudy mendekat,"Gimana udah siap?"
Mereka akhirnya berangkat.Sepanjang jalan Wilona takjub melihat
pemandangan,"Wah...Solo asri ya..."
Verrel bahagia banget lihat ekspresi ceria Wilona,'Bahagia itu
ternyata sederhana...lihat orang yang kita sayang ceria,hatiku rasanya hepiii
nian...'
Sementara Dokter Rudy malah sedang deep in thought,'Aku bawa surat
dari Dinda buat Wilona...kurasa ini saat yang tepat untuk memberikannya...'
Apa ya kira2 isi suratnya?Sementara Bianca masih gelisah nungguin
Reza diperiksa,'Mami mana sih katanya mau datang?'
Yang datang malah Bu Sutradara,"Gimana kondisi Reza
Bianca?"
Bianca malah nangis menghambur ke pelukan Bu Merry,"Saya
takut Bu...saya ga mau kehilangan Cupu...ga mau..."
Nyanyi sik...kalau sudah tiada baru terasa kalau kehadirannya
....sungguh berharga...Bersambung..
Part 102 》》BANDARA CINTA
Her dream....
Tempat yang dituju pertama adalah pemakaman.Baru lihat
gerbangnya aja udah nangis Wilona,"Tuan...saya sedih..."
Verrel menggenggam jemari gadis yang menawan hatinya
itu,"Seperti keping mata uang punya dua sisi,dunia ini juga sama.Ada suka
ada duka.Ada siang ada malam.Ada senang ada sedih.Aku disini akan selalu
bersamamu lewati semuanya.Ayo kita masuk..."
Dokter Rudy memandang keduanya,'Mereka memang diciptakan untuk
bersama.Dinda memang benar.Ada ikatan khusus diantara mereka.Seakan ada benang
merah mengikat keduanya.'
Memasuki area pekuburan,suasana haru memenuhi mereka.Wilona
bersimpuh memanjatkan doa,"Non Dinda terima kasih banyak buat donor
matanya,buat harapan baru yang diberikan pada saya.Non,saya ga tahu harus
membalas dengan apa..."
Dokter Rudy mendekat memberikan surat untuk Wilona,"Ini dari
Dinda...bacalah kau akan tahu apa yang dia inginkan...saat di Bandung,Dinda
sempat menulis surat untukmu...buat Verrel juga ada.Ini!"
Verrel menerimanya,"Ingat juga putri Om sama saya..."
Verrel membaca suratnya,'Hello manusia jangkrik...he..he..Awas
kalau kamu macem2 sama Wilona...walaupun kamu itu orangnya ngeselin tapi aku
tahu kok kamu tulus sayang sama Wilona...Bantu dia ya meraih impiannya.Sekali
lagi awas kalau berani macam2 atau sampai bikin Wilona sedih.Dari Dinda.'
Verrel geleng kepala,"Lihat Om!Masak putri Om ngancam saya
...wah ga bener nih..."
Norman malah menakuti,"Wah saya kok jadi merinding
ya...jangan2 ntar malam Mas Verrel bakal ga bisa tidur nih...Ini kan belum ada
40 hari Non Dinda tiada...kata orang pada masa itu mereka yang meninggal suka
menampakkan diri pada orang2 yang dekat dengan mereka.Hhhi..."
Benarkah?Bersambung...
Part 103 》》BANDARA CINTA
Direct...
Dokter Rudy memperhatikan ekspresi Wilona saat membaca surat dari
Dinda,"Apa yang kakakmu tulis Sayang?"
Wilona terharu dianggap sebagai adik Dinda,"Saya boleh
panggil Non Dinda dengan sebutan kakak,Papa?"
Jelas Dokter Rudy mengangguk,"Tentu saja bagi Papa kalian itu
satu malah.Panggil saja Dinda dengan sebutan 'Kakak',dia bukan majikan kamu
sayang...dia itu kakakmu.Jangan panggil dia dengan sebutan 'Non' lagi ya?"
Wilona mengangguk haru,"Iya Papa...mulai sekarang Wilo akan
panggil dengan sebutan 'kakak'..."
Verrel mendekat penasaran dia sama isi surat untuk
Wilona,"Apa kakak baru kamu itu juga pakai acara ngancam ke
kamu,Wil?"
Wilona mulai membaca,"Hay,adikku...Wilona yang berhati
malaikat...aku ingin sekali mendengarmu memanggilku kakak sebenarnya sebelum
aku pergi meninggalkan semuanya.Tapi,aku bahagia sekali mengenalmu dan memiliki
adik sepertimu.Adik yang sangat baik.Sejak dulu aku tak punya saudara.Tak
disangka ya menjelang akhir waktuku Tuhan mengabulkan keinginanku dan memberiku
banyak kebahagiaan.Aku yang selama ini melihat hidup sebagai suatu
ketidakberuntungan dan kemalangan, kini aku melihat hidup itu sebagai suatu
kesempatan.Kau yang mengajari semua itu dik...terima kasih.Hubunganku dengan
papa juga dipulihkan berkat kau.Keterbatasan dan ketidaksempurnaanmu yang kau
terima dengan penuh ucapan syukur membuat aku malu.Kau lebih muda dariku tapi
kau jauh lebih dewasa menyikapi kehidupan ini.Oleh karena hatimu yang selalu
ingin memberi meski kau memiliki keterbatasan tetap saja kau ingin memberi bagi
orang di sekitarmu.Hatimu mulia dan sangat kaya.Kekuranganmu tak mengurangi
keinginanmu untuk memberi dan menjadi insan yang berguna.Adikku sayang,oleh
karena itu kakak ingin kamu bisa melihat lagi.Bila kau sudah bisa melihat lagi
maukah kau mewujudkan impian kakakmu ini adikku?"
Wilona terisak,"Pasti kakak...adik akan melakukan apapun demi
membalas budi baik kakak..."
Verrel ikut terharu diusapnya air mata di pipi Wilo,'Melihat dia
menangis aku juga pingin nangis...ya ampun kok aku jadi melow berat gini sih?'
Norman malah nyodorin sekotak
tissue,"Mas,tissuenya...kayaknya Mas Verrel matanya juga berkaca2.."
Bersambung.....
Part 104 》》BANDARA CINTA
Follow after...
Wilona berhenti sejenak dari membaca,dia memegang tangan Verrel
yang mengusap pipinya,"Tuan...mata Tuan berair juga..."
Diambilnya tissue yang disodorkan Norman,"Kalau Tuan sedih
saya jadi lebih sedih..."
Verrel ga tahan lagi diraihnya Wilona dalam pelukannya,didekapnya
dengan hangat,"Kamu juga jangan sedih...biar aku ga sedih...tapi kalau mau
nangis...nangis aja."
Siapa sih yang ga luluh dipeluk seorang Verrel Bramasta?Wilona
emang sedih kehilangan Dinda,air matanya tumpah didada sang tuan,"Kenapa
orang baik perginya cepat ya Tuan...dulu orang tua saya...sekarang kakak
saya...hiks...hiks...Bahkan saya belum sempat manggil kakak sama
dia...hiks..hiks..."
Dokter Rudy ikut meneteskan air mata,"Dia sudah dengar
sayang...kakakmu sudah dengar kau manggil dia kakak..."
Verrel mengelus punggung Wilona,ikut nangis malah,"Aku juga
ga tahu jawabnya Wilo...itulah kemahakuasaan Tuhan.Dialah yang tahu waktu dan
masa."
Norman malah terharu lihat perlakuan Verrel pada Wilona,'Seumur2
kerja sama Bu Windy baru kali ini saya lihat Mas Verrel selembut ini sama
cewek.Aduh jadi ikut mewek nih...'
Asal jangan termehek2 aja Pak Norman...Wilona udah lega bisa
mengungkapkan kesedihannya,tapi lihat akibatnya sama baju
Verrel,"Tuan...bajunya jadi basah...maaf ya Tuan..."
Verrel malah senyum,"Cuma baju...gpp.Kamu tenang aja,ayo
lanjut lagi bacanya.Penasaran aku ..."
Norman malah nyeletuk,"Tumben Mas Verrel jadi manusia kepo
he..he.."
Verrel kasih warning,"Norman...kamu mau disuruh jaga si
kembar putih iya?"
Waduh...Norman kebayang dua anjing putih milik mamanya
Verrel,"Makasih Tuan...ups maksud saya mas Verrel he..he..atas tawarannya
tapi ga usah Mas Verrel...saya jagain mbak Wilona aja he..he.."
Verrel malah marah,"Yang boleh manggil aku Tuan itu cuma Wilo
ya...ingat itu...kamu jangan ikut2an!Aneh kalau kamu yang manggil..."
Norman langsung minta maaf,"Ya maaf Mas...ga akan saya
ulangi.Habis kayaknya enak bener denger mbak Wilona manggil gitu ke
mas...he..he.."
Verrel mesem,'Emang enak...aku aja berasa melayang kalau dipanggil
gitu...he..he..'
Wilona melanjutkan membaca surat dari Dinda,"Adikku,sejak
dulu aku ingin sekali jadi artis..."
Artis?Tbc
Part 105 》》BANDARA CINTA
Wilona ga kebayang Dinda bakal minta dia jadi artis,"Ini
gimana Tuan...saya kan ga ada bakat jadi artis.Dandan aja ga bisa...saya jadi pelayan
Tuan Verrel saja ya..."
Verrel meraih jemari Wilona,"Kamu belum mencoba sudah bilang
ga bisa.Aku dulu juga gitu di awal karir aku jadi artis.Mana ada potongan
selebriti.Aku tuh anak badung di sekolah.Mama dan papa cekcok terus.Aku sedih
dan aku jadi ga betah di rumah.Aku balapan motor jarang banget di rumah.Aku
juga ga bayangin bakal jadi artis.Aku tuh impiannya bukan jadi artis tapi
pengusaha kayak papaku dan mamaku."
Wilona menatap wajah tampan tuannya,"Terus gimana ceritanya
Tuan bisa jadi artis setenar sekarang?"
Verrel cerita,"Waktu itu aku ngantar temenku ikut ajang cover
boy gitu.Motor dia lagi diservice ...sebagai temen aku antarin dia.Aku tuh
nunggu di luar gitu eh lha kok ketua panitianya lewat dan lihat aku nanya
gini,kok ga masuk ke dalam.Lha aku jawab aja aku ga ikut cuma nungguin temen
aja.Eh lha malah disuruh ikut.Katanya wajahku he...he..wajahku gimana
Man?"
Norman jawab mantap,"Ganteng Mas!!"
Wilona mesem,"Saya yakin pasti Tuan yang kepilih kan jadi
cover boy nya?"
Verrel merona deh,"Ya kamu benar Wil,aku juga ga ngerti kok
bisa padahal aku ga niat ikut lho malah yang ketiban rejeki.Makanya kamu jangan
pesimis dulu.Aku akan bantu kamu kok.Kamu tenang saja."
Dokter Rudy juga angkat bicara,"Iya sayang,papa juga akan
bantu kamu.Papa akan masukkan kamu ke sekolah artis.Atau ke sanggar.Kamu pasti
akan diajari bagaimana akting dan yang lainnya."
Didukung oleh dua pria terdekat dalam hidupnya jelas membuat
Wilona ga bisa menolak permintaan Dinda,"Baiklah saya akan berusaha
mewujudkan keinginan kakak.Terima kasih atas dukungan kalian.Kalianlah kini
keluarga bagiku."
Verrel malah bayangin yang lebih lagi,'Ya...keluarga...kita akan
jadi keluarga yang sesungguhnya kelak...'
Bayangin apa sih Rell?Sementara itu di Yogya,Syamsul
memarahi anaknya yang mencoba membawa kabur Wilona dari Rumah Sakit.Lola
menyalahkan ibunya,"Ibu sih Pak yang nyuruh katanya Ibu mau bicara gitu
sama Wilo Pak..."
Syamsul kesal,"Kamu mau ngomong apa sama ponakanmu itu
Tari?"
Tari mau apa ya?Tbc.....
Part 106 》》BANDARA CINTA
Is real...
Tari berkilah,"Aku tuh cuma mau minta maaf aja Mas.Emang ga
boleh orang bertobat?"
Syamsul kok malah ga percaya,"Kamu mau minta maaf?Kalau kamu
niat kamu datang aja ke sana.Kamu kan bisa pinjem temen kamu buat ongkos ke
sana ngapain harus bawa Wilona ke sini?Aku ga percaya.Kamu pasti punya rencana
lain.Tapi asal kamu tahu ya...Wilona sekarang sudah bisa melihat.Dia ga buta
lagi."
Tari denger itu malah mikir beda,'Dia ga buta lagi wah tambah
mahal dong kalau kujual jadi gadis penghibur.Aku akan susun rencana baru.Tapi
Lola ga akan aku libatkan bikin kacau aja kerjanya.'
Sementara Tari menyusun new plan,Dokter Rudy lega Wilona mau
mengikuti kemauan Dinda menjadi artis.Diajaknya Wilona belanja ke mall eh
Wilona malah bilang,"Pakaian kakak saja banyak nian Pa...saya pakai itu
aja.Ga usah beli lagi."
Verrel tahu kenapa Wilona menolak,"Kalau gitu cari makan aja
yuk.Sekalian kamu mengenang moment waktu kamu sama mendiang kakak baru
kamu.Katanya habis diajak keliling2 kota Solo kan waktu itu?"
Wilona mau diajak makan,merekapun nyari tempat yang nyaman
dan terkenal enak di Solo.Kita lihat aja ke RS disana ada Bianca yang lagi nungguin Si
Reza.Bimo ngabari soal itu juga ke Verrel,"Iya Mas rupanya kejadian Mas
ribut sama pemeran2 pembantu itu ada yang dalangi Mas."
Verrel kaget,"Apa?Bianca dalangnya?Sekarang dia kena batunya
Mas.Kayaknya bakal diganti deh peran dia sama Bu Merry.Ini lagi dibahas.Mas
lagi dimana?"
Verrel jawab,"Lagi jalan2 wisata kuliner sama Wilo dan Om
Rudy.Gimana kabarnya Reza?Dia gpp?Kasihan dia..."
Wilona bangga banget sama tuannya,'Tuan ga dendam sama orang yang
udah jahat sama dia.Malah nanya kabarnya.Hatinya lembut banget.'
Wilona malah usul untuk nengokin saja ke RS.Verrel mah oke aja
yang penting sama Wilo,"Kamu ga masalah ketemu sama Bianca lagi?"
Wilona menggeleng,"Buat apa membalas kejahatan dengan
kejahatan.Kebaikan jauh lebih kuat dari kejahatan.Kita beli buah dulu ya
Tuan..."
Buah?Tbc
•
Part 107
》》BANDARA CINTA
Fruit....
Kebiasaan orang kaya apa2 beli dimall,untungnya ada mini market di
dalam RS.Wilona bilang biar dia saja yang beli tapi Verrel kekeh
nemeni,"Ga!Aku ikut.Selama aku ada kamu itu tanggung jawab aku."
Dokter Rudy berdehem,"Ehem!Nak Verrel lupa ya kalau Wilona
itu putri Om sekarang?"
Ups...wajah Verrel langsung merona,"Maaf Om maksud VB soal
keamanannya he..he.."
Wilona hafal dengan perangai tuannya yang kalau punya mau harus
kesampaian,"Ya udah..."
Baru mau masuk aja dah diserbu fans Verrelnya,"Itu kan Verrel
Bramasta?Ya ampun gantengnya!!Verrel!!Minta foto dong!!VB!!"
Astaga...Verrel langsung dikepung fans yang pating jlerit ga
jelas.Wilona masuk ke dalam mini market,'Tuh kan dibilang juga apa.Ga mau
dengerin sih.Mending aku belanja ah...'
Melihat tumpukan apel membangkitkan kenangan lama,'Tuan....ga
sangka dari buah apel pertemuan kita.Tapi apa Tuan juga inget ya?'
Sementara Verrel panik nyari Wilona,"Man!!Wilona mana?"
Norman jawab sambil cari jalan,"Di mini market Mas....aduh ni
orang apa lautan..."
Untung Bimo sama Anabel coming,"Mohon kasih
jalan!Panas!!...Barang panas lewat!!"
Verrel akhirnya bisa masuk ke mini market dan diclose dulu
sementara,"Wilo!!"
Para fans ditahan oleh three musketeer kita.Siapa?Norman,Anabel
dan Bimo.Weleh...itu team ketir2...namanya.
Wilona kaget ketika Verrel masuk dan langsung meluk dia,"Kamu
baik2 aja kan Wilo?"
Penjaga mini marketnya sampai mupeng,'Ya ampun ....mau dong
dipeluk gitu sama VB...omg...ga sangka bakal lihat adegan syuting di sini...'
Siapa yang syuting coba?Heran deh.Wilona merona plus sesek nafas
soale Verrelnya erat nian meluknya,"Uhukk..Tuan...ini ditempat
umum..."
Verrel ga peduli,"Biarin!Ntar kalau ditanya tinggal bilang
ini lagi syuting.Gampang kan?"
Weleh...syuting jadi alasan.Wilona malah mikir,'Kalau aku jadi
artis berarti bakal bisa dipeluk Tuan kayak gini dong?Atau dipeluk aktor
lain.Ga mau...maunya sama Tuan aja...'
Weleh...pilihan bagus Wil.Lanjutkan!Udah puas meluk sang pujaan
hati,Verrel terpana lihat buah apel.Senyum dia.Bilang sama yang
jaga,"Mbak,apelnya saya borong semua ya."
Wilona kaget,"Banyak nian Tuan...Segini aja cukup."
Penjaganya jelas hepi,"Iya Mas."Tbc..
•
Part 108
》》BANDARA CINTA
New person....
Mendapat pelukan dari seorang aktor sepopuler Verrel Bramasta jelas bikin Wilona salting,apalagi sang tuan sampai borong apel segala.Yang jaga mini market hepi soale dikasih kesempatan foto bareng sang artis,"Mau aku pamerin di ig ah....biar pada ngiri."
Emang ya dunia lagi zaman suka pamer.Dunia sudah rusak.Wilona jalan digandeng Verrel.Apelnya?Dibawa sama Norman,Bimo dan Anabel.Weleh...
Kehadiran Verrel bikin heboh para pengunjung dan pasien.Bahkan perawat dan dokter juga.Astaga.
Bianca ga sangka Verrel bakal datang,"Gimana nih Cupu?VB menuju kemari...Dia pasti dah tahu semuanya."
Reza coba nenangin nonanya,"Non...jangan panik!Saya akan lindungi Non..."
Perawatnya mesem,'Gimana mau melindungi lha dirinya sendiri aja parah gitu...kayaknya nih pasien suka sama majikannya.Hmm...'
Bianca dah keder sampai Bu Sutradara yang ada di situ dipeganginya,"Bu Merry,tolong saya Bu.Jangan sampai VB ngamuk ke saya.Saya rela deh diganti peran saya.Asal saya ga diamuk VB....please Bu tolongin saya!!"
Eh VB dah sampai depan pintu,"Asisten kamu gpp Bi?Nih aku bawain apel."
Jreng...jreng!Bianca malah sembunyi dibalik badan Bu Merry.Bu Merry malah lihat Wilona,'Itu kan gadis buta yang biasanya sama Verrel.Kenapa sekarang beda ya cara jalannya.Ga meraba2 lagi.'
Reza malah hendak turun dari bed,"Mas VB tolong jangan marah sama Non Bianca.Saya mohon.Kalau mau marah ke saya saja."
Verrel malah makan apel,"Siapa yang mau marah2 di sini?Hey Reza kamu makan apel saja nih banyak nih.Habisin!"
Wah segera Reza makan apelnya kayak lomba makan kerupuk aja,"Baik Mas!Akan saya habisin apelnya tapi janji ya jangan marahi Nona saya.Kriuk...kriuk...auww..."
Bianca mendekati Reza,"Kenapa Cupu?"
Reza berdarah mulutnya,"Gigiku kayaknya ada yang goyah kena pukul...auw..."
Weleh...tapi si Reza kekeh makan apelnya.Wilona bujuk Verrel,"Tuan...kasihan dia...."
Verrel malah jawab,"Siapa yang mulai perkara..."
Bianca ga tega lihat Reza,"VB aku minta maaf sama kamu.Aku yang salah bukan Reza."
VB jawab,"Gitu dong!Dari tadi kek.."
Bu Merry malah deketi Wilona,"Kamu kan gadis yang pernah diajak Verrel ke Bandung waktu itu kan?Kamu bisa melihat sekarang?"
Bersambung..........
New person....
Mendapat pelukan dari seorang aktor sepopuler Verrel Bramasta jelas bikin Wilona salting,apalagi sang tuan sampai borong apel segala.Yang jaga mini market hepi soale dikasih kesempatan foto bareng sang artis,"Mau aku pamerin di ig ah....biar pada ngiri."
Emang ya dunia lagi zaman suka pamer.Dunia sudah rusak.Wilona jalan digandeng Verrel.Apelnya?Dibawa sama Norman,Bimo dan Anabel.Weleh...
Kehadiran Verrel bikin heboh para pengunjung dan pasien.Bahkan perawat dan dokter juga.Astaga.
Bianca ga sangka Verrel bakal datang,"Gimana nih Cupu?VB menuju kemari...Dia pasti dah tahu semuanya."
Reza coba nenangin nonanya,"Non...jangan panik!Saya akan lindungi Non..."
Perawatnya mesem,'Gimana mau melindungi lha dirinya sendiri aja parah gitu...kayaknya nih pasien suka sama majikannya.Hmm...'
Bianca dah keder sampai Bu Sutradara yang ada di situ dipeganginya,"Bu Merry,tolong saya Bu.Jangan sampai VB ngamuk ke saya.Saya rela deh diganti peran saya.Asal saya ga diamuk VB....please Bu tolongin saya!!"
Eh VB dah sampai depan pintu,"Asisten kamu gpp Bi?Nih aku bawain apel."
Jreng...jreng!Bianca malah sembunyi dibalik badan Bu Merry.Bu Merry malah lihat Wilona,'Itu kan gadis buta yang biasanya sama Verrel.Kenapa sekarang beda ya cara jalannya.Ga meraba2 lagi.'
Reza malah hendak turun dari bed,"Mas VB tolong jangan marah sama Non Bianca.Saya mohon.Kalau mau marah ke saya saja."
Verrel malah makan apel,"Siapa yang mau marah2 di sini?Hey Reza kamu makan apel saja nih banyak nih.Habisin!"
Wah segera Reza makan apelnya kayak lomba makan kerupuk aja,"Baik Mas!Akan saya habisin apelnya tapi janji ya jangan marahi Nona saya.Kriuk...kriuk...auww..."
Bianca mendekati Reza,"Kenapa Cupu?"
Reza berdarah mulutnya,"Gigiku kayaknya ada yang goyah kena pukul...auw..."
Weleh...tapi si Reza kekeh makan apelnya.Wilona bujuk Verrel,"Tuan...kasihan dia...."
Verrel malah jawab,"Siapa yang mulai perkara..."
Bianca ga tega lihat Reza,"VB aku minta maaf sama kamu.Aku yang salah bukan Reza."
VB jawab,"Gitu dong!Dari tadi kek.."
Bu Merry malah deketi Wilona,"Kamu kan gadis yang pernah diajak Verrel ke Bandung waktu itu kan?Kamu bisa melihat sekarang?"
Bersambung..........
Part 109 》》BANDARA CINTA
Like twin....
Wilona mengangguk,"Benar,Bu saya pernah ke Bandung.Waktu itu
saya belum bisa melihat.Sekarang saya sudah bisa."
Bu Merry merhatiin terus ke arah Wilo,'Aha saya ada ide
cemerlang.Tapi akan saya diskusikan dulu dengan Produser.'
Merry malah mohon diri,"Saya pergi dulu ya...saya mau bicara
penting dengan Pak Adam."
Bianca malah heran,'Katanya mau kasih punishment lha kenapa malah
pergi?'
Bianca lihatin Wilona yang mau bantuin Reza,entah kenapa dia ga
suka aja lihatnya.Verrel juga sama malah langsung narik Reza,"Biar aku
aja.Dasar manusia manja..."
Reza jelas kesakitan ditarik dengan paksa oleh
Verrel,"Auuuww!!Sakit tahu!"
Bianca belain,"Rell,biar aku aja yang bantuin.Lagian semua
salah aku juga.Maafin aku ya Reza..."
Wilona ditarik Verrel ke dekatnya,posesif bener,"Tolong
potongin apel dong,Wil..."
Wilona nurut cuma bingung juga mau motong pakai apa....untung
Norman tanggap dia beli cutter di mini market,"Bentar saya beliin cutter
mbak..."
Verrel nyeletuk,"Gitu dong tanggap situasi.Cap cus.Apa perlu
diajarin Si kembar Putih?"
Sementara itu Merry menemui produsernya dan berkata,"Pak saya
ada ide nih...gimana kalau asistennya VB ikut main di sinetron kali
ini.Bagaimana Pak?"
Setujukah?***See you next eps***
Part
110 》》BANDARA CINTA
Jealous....
Pak Adam nanya lagi sama Bu Merry,"Maksudnya bagaimana ya kok
saya kurang paham?"
Merry menjelaskan,"Bianca telah membuat kesalahan.Berperilaku
buruk.Saya ingin memberi dia pelajaran.Jujur saya melihat rating sinetron kita
ini jadi turun.Saya lihat itu karena banyak yang koment VB tidak ada
chemistrynya sama Bianca.Bianca kurang bisa memerankan sosok Cinta,begitu
koment di sosmed."
Adam masih kurang paham,"Maksudnya kita mengubah pemeran
utama wanita begitu?"
Merry melanjutkan,"Tidak secara frontal but slow...ide saya
adalah kita masukkan tokoh baru bernama Mentari.Nah dia adalah kembaran Cinta
ternyata.Penonton akan kita giring untuk menyukai tokoh baru ini.Dengan
karakter yang baik,tulus dan caring gitu kepribadiannya.Sementara tokoh Cinta
pelan2 akan kita redupkan atau kita bikin aja dia alami bencana gitu atau sakit
parah.Dan dia berpesan untuk menitipkan Bintang yang diperankan VB kepada sosok
Mentari.Bagaimana Pak Adam?"
Adam Jordan akan mempertimbangkannya,"Not bad idea.Saya juga
sependapat bahwa sinetron kita kurang greget dan terancam semakin kurang
diminati jika kita terus mempertahankan Bianca sebagai pemeran utama
wanita.Animo pemirsa untuk melihat sinetron kita ini kian merosot.Ini harus
segera diambil tindakan.Saya ingin bertemu dulu dengan asisten VB itu dulu
sebelum memutuskannya.Anda bisa mengaturnya?"
Merry malah heran,"Pak Adam ga ingin melakukan audisi atau
casting dulu pada gadis itu?"
Adam berdiri,"Pertemukan saja saya dengannya tentunya VB juga
harus ada.Saya mau melihat chemistry diantara mereka.Saya harus
pergi.Permisi."
Merry senang sekali idenya dipertimbangkan oleh
produsernya,"Silakan Bapak.Saya akan segera mengatur semuanya."
Merry menelpon Anabella,"Ana,besok saya minta VB dan
asistennya untuk datang menemui saya.Pak Adam ingin membicarakan sesuatu.Saya
akan kirim alamat lokasi pertemuannya nanti.Okay?Don't forget.."
Anabella jadi heran,'Ada apa ya?Tumben sampai Pak Produser minta
ketemuan.Mau bahas apa ya?Jangan2...Mas VB ganteng mau diganti karena sering
berulah...aduhhhh gimana nih...bagaimana jika Bu Windy tahu?Aduh...'
Bimo heran lihat manajernya VB itu,"Kamu kenapa?Mukanya kusut
gitu?"Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar