Part 31》》BANDARA CINTA
Nature of angel...
Banyak ucapan terima kasih mengalir buat Wilona.Bahkan yang tadi dorong2 Wilona sampai minta maaf naik ke panggung,"Maafkan saya ya?Saya ga tahu kalau Anda menyelamatkan artis kesayangan saya...maaf ya..."
Verrel lega melihatnya,'Mulai kini fans aku akan ikut menjaga Wilona karena dia ga pantas diperlakukan semena2.Dia malah layak mendapat tempat di hati mereka.'
Wilona sendiri terus saja megang erat2 tangan Verrel,denger suara riuh fans keder juga dia,'Untung aku ga keinjek2 tadi.Leganya ketemu sama Tuan Verrel lagi.Kenapa ya aku merasa kalau ada dekat dia,damai banget hatiku?Rasanya ga sendirian lagi.Oh iya Dinda dimana ya...moga dia gpp.Tapi di sini ada Pak Bimo...aku bisa minta tolong padanya...'
Bimo memang bertemu dengan Dinda saat mencari Norman,"Mbak Dinda nyari mbak Wilona ya?Itu di panggung sama mb Wilona.Tunggu saja mbak sampai mereka selesai."
Dinda juga mikir gitu,"Iya Pak Bimo.Ntar aja.Yang penting Wilona baik2 aja soalnya tadi sempat kepisah gitu kita.Pak Bimo tahu sendiri gimana crowdednya di sini.Saya akan tunggu di back stage aja.Lagian capek juga..."
Norman juga mendekat,dimarahi sama Bimo,"Kamu ini gimana sih Man!!!???Jaga satu orang aja ga becus!!Untung ada Mas Verrel gimana kalau ga?Kenapa kamu bisa ceroboh kayak gini sih??!!"
Dinda membela Norman,"Saya juga ikut bersalah Pak.Soalnya saya maksa ngajak Wilona masuk ke dalam."
Norman selamat deh dari amukan Bimo,"Untung Mas Verrel datang tepat waktu.Kalau ga habis kamu."
Verrel sendiri ga cuma memberi ucapan terima kasih ke Wilona tapi juga mengekspresikan dengan cara lain,"Gimana kalau satu lagu buat Wilona?Kalian setuju ga?"
Jelas fans setuju,"Setuju!!"
Verrel nanya ke Wilona,"Kamu suka lagu apa?Akan kunyanyikan buat kamu."
Dinda merhatiin dari belakang stage,'Aku suka menciptakan lagu tapi buat apa jika usiaku ga lama lagi.Pasti indah banget jika lagu aku bisa dinyanyikan artis tenar kayak Verrel.Tapi mana dia mau ya...'
Apa jawab Wilona kira2?***Bersambung***
Nature of angel...
Banyak ucapan terima kasih mengalir buat Wilona.Bahkan yang tadi dorong2 Wilona sampai minta maaf naik ke panggung,"Maafkan saya ya?Saya ga tahu kalau Anda menyelamatkan artis kesayangan saya...maaf ya..."
Verrel lega melihatnya,'Mulai kini fans aku akan ikut menjaga Wilona karena dia ga pantas diperlakukan semena2.Dia malah layak mendapat tempat di hati mereka.'
Wilona sendiri terus saja megang erat2 tangan Verrel,denger suara riuh fans keder juga dia,'Untung aku ga keinjek2 tadi.Leganya ketemu sama Tuan Verrel lagi.Kenapa ya aku merasa kalau ada dekat dia,damai banget hatiku?Rasanya ga sendirian lagi.Oh iya Dinda dimana ya...moga dia gpp.Tapi di sini ada Pak Bimo...aku bisa minta tolong padanya...'
Bimo memang bertemu dengan Dinda saat mencari Norman,"Mbak Dinda nyari mbak Wilona ya?Itu di panggung sama mb Wilona.Tunggu saja mbak sampai mereka selesai."
Dinda juga mikir gitu,"Iya Pak Bimo.Ntar aja.Yang penting Wilona baik2 aja soalnya tadi sempat kepisah gitu kita.Pak Bimo tahu sendiri gimana crowdednya di sini.Saya akan tunggu di back stage aja.Lagian capek juga..."
Norman juga mendekat,dimarahi sama Bimo,"Kamu ini gimana sih Man!!!???Jaga satu orang aja ga becus!!Untung ada Mas Verrel gimana kalau ga?Kenapa kamu bisa ceroboh kayak gini sih??!!"
Dinda membela Norman,"Saya juga ikut bersalah Pak.Soalnya saya maksa ngajak Wilona masuk ke dalam."
Norman selamat deh dari amukan Bimo,"Untung Mas Verrel datang tepat waktu.Kalau ga habis kamu."
Verrel sendiri ga cuma memberi ucapan terima kasih ke Wilona tapi juga mengekspresikan dengan cara lain,"Gimana kalau satu lagu buat Wilona?Kalian setuju ga?"
Jelas fans setuju,"Setuju!!"
Verrel nanya ke Wilona,"Kamu suka lagu apa?Akan kunyanyikan buat kamu."
Dinda merhatiin dari belakang stage,'Aku suka menciptakan lagu tapi buat apa jika usiaku ga lama lagi.Pasti indah banget jika lagu aku bisa dinyanyikan artis tenar kayak Verrel.Tapi mana dia mau ya...'
Apa jawab Wilona kira2?***Bersambung***
Part 32 》》 BANDARA CINTA
Hear his voice....
Verrel tak menduga jawaban Wilona,"Waktu itu saya dengar di tipi...Tuan nyanyi merdu banget...lagunya barat gitu...liriknya gini...When I look into your eyes...."
Verrel malah terpana,'Jadi saat aku nyanyi lagu itu di Makasar dia dengar?Lagu itu kan memang buat dia.Ya ampun ternyata lagunya sampai ke yang dituju...sungguh ga kusangka...'
Wilona jadi heran karena Verrel diam saja,"Tuan?Tuan Verrel masih di sini kan?Tuan Verrel...jangan tinggalin saya..."
Verrel menangkap tangan Wilona yang meraba2 mencari dirinya,"Tenang saja...Aku disini kok sejak tadi...kamu ga usah takut.Aku ga akan ninggalin kamu."
Wilona lega banget,sampai berkaca2 dia dipeluk sama Verrel.Jelas fans langsung heboh pingin juga dipeluk kayak gitu,"Verrel!!Verrel!!"
Verrel berkata,"Lagu ini spesial buat Wilona ungkapan terima kasih dari saya...lagu yang pernah saya bawakan juga saat di Makasar.When I look into your eyes..."
Musikpun dimainkan,Verrel menyanyikan lagu itu penuh penghayatan.Apalagi orang yang dituju ada didepan mata,'Selama ini aku selalu mencari seseorang yang melihatku bukan secara lahiriah atau kasat mata.Orang yang melihat kedalaman hatiku.Orang yang melihat aku sebagai pribadi bukan artis tenar.Seseorang yang membuatku merasa berharga.Sejak mama dan papa bercerai,aku merasa cinta itu hanyalah isapan jempol belaka.Hanya ada di dongeng2.Hanya karangan para penulis cerita yang mendramatisir keadaan.Namun yang sebenarnya aku haus akan cinta.Aku coba lari menjadi artis dipuja2 banyak fans namun aku masih merasa ada yang kosong dalam diriku.Teman2 tak mampu mengisi bagian itu.Ketenaran dan kemewahan hidup juga tidak.Hingga aku melihatmu...memunguti buah apel yang jatuh satu demi satu...betapa berharganya apel2 itu bagimu.Kau cari dengan meraba2 kau sampai jongkok...betapa aku menyadari betapa aku jauh lebih buta darimu...dan aku makin malu kala melihat matamu yang bahkan tak tahu bahwa aku ada di hadapanmu menatapmu sejak tadi...kau buta...sejak itu aku tak bisa berhenti memikirkanmu...ingin menyayangimu...aku sayang padamu...'
Semua haru mendengar Verrel melantunkan lagu itu,"When I look into your eyes..."
Wilona berkaca2.Why?Bersambung.
Hear his voice....
Verrel tak menduga jawaban Wilona,"Waktu itu saya dengar di tipi...Tuan nyanyi merdu banget...lagunya barat gitu...liriknya gini...When I look into your eyes...."
Verrel malah terpana,'Jadi saat aku nyanyi lagu itu di Makasar dia dengar?Lagu itu kan memang buat dia.Ya ampun ternyata lagunya sampai ke yang dituju...sungguh ga kusangka...'
Wilona jadi heran karena Verrel diam saja,"Tuan?Tuan Verrel masih di sini kan?Tuan Verrel...jangan tinggalin saya..."
Verrel menangkap tangan Wilona yang meraba2 mencari dirinya,"Tenang saja...Aku disini kok sejak tadi...kamu ga usah takut.Aku ga akan ninggalin kamu."
Wilona lega banget,sampai berkaca2 dia dipeluk sama Verrel.Jelas fans langsung heboh pingin juga dipeluk kayak gitu,"Verrel!!Verrel!!"
Verrel berkata,"Lagu ini spesial buat Wilona ungkapan terima kasih dari saya...lagu yang pernah saya bawakan juga saat di Makasar.When I look into your eyes..."
Musikpun dimainkan,Verrel menyanyikan lagu itu penuh penghayatan.Apalagi orang yang dituju ada didepan mata,'Selama ini aku selalu mencari seseorang yang melihatku bukan secara lahiriah atau kasat mata.Orang yang melihat kedalaman hatiku.Orang yang melihat aku sebagai pribadi bukan artis tenar.Seseorang yang membuatku merasa berharga.Sejak mama dan papa bercerai,aku merasa cinta itu hanyalah isapan jempol belaka.Hanya ada di dongeng2.Hanya karangan para penulis cerita yang mendramatisir keadaan.Namun yang sebenarnya aku haus akan cinta.Aku coba lari menjadi artis dipuja2 banyak fans namun aku masih merasa ada yang kosong dalam diriku.Teman2 tak mampu mengisi bagian itu.Ketenaran dan kemewahan hidup juga tidak.Hingga aku melihatmu...memunguti buah apel yang jatuh satu demi satu...betapa berharganya apel2 itu bagimu.Kau cari dengan meraba2 kau sampai jongkok...betapa aku menyadari betapa aku jauh lebih buta darimu...dan aku makin malu kala melihat matamu yang bahkan tak tahu bahwa aku ada di hadapanmu menatapmu sejak tadi...kau buta...sejak itu aku tak bisa berhenti memikirkanmu...ingin menyayangimu...aku sayang padamu...'
Semua haru mendengar Verrel melantunkan lagu itu,"When I look into your eyes..."
Wilona berkaca2.Why?Bersambung.
Part 33 》》BANDARA CINTA
Put my trust in him.....
Mendengar suara Verrel saja,Wilona dah tenang banget.Ia mempercayai Verrel,'Aku kini hidup sendiri,ga ada paman lagi yang merawatku.Selain paman hanya Tuan Verrel yang kupercaya.Aku tidak merasa sendiri lagi jika ada Tuan Verrel di sampingku.Aku rela jadi pembantu atau pelayan seumur hidup di rumah Tuan Verrel.Ga masalah.Asal ada Tuan Verrel di sana.'
Verrel selesai menyanyikan lagunya dan membawa Wilona ke belakang stage.Ia ingin menenangkan gadis itu,"Awas pelan2,ada tangganya dikit lagi...pegangan sama aku aja."
Dinda merhatiin,'Wilo..Wilo andai kamu bisa lihat.Seorang Verrel Bramasta pandangan matanya cuma ke kamu.Cara dia menatap kamu aduh...dalam banget.Kelihatan kalau dia itu sayang banget sama kamu Wil...'
Dinda hendak manggil Wilona tapi ga jadi sampai Pak Bimo heran,"Lho bukannya mbak Dinda mau nyariin mbak Wilona ya?Itu mbak Wilona."
Dinda malah ndelik,"Ntar aja Pak Bimo...biar sama Verrel dulu.Lihat wajahnya nangis gitu."
Bimo ngerti,'Saya heran juga sama Mas Verrel,yang sehat dan normal banyak seabrek tapi yang mendapat perhatiannya malah mbak Wilona yang ga bisa lihat.Hati orang itu emang ga bisa diduga.'
Verrel bawa Wilona ke area rest room dia,"Nah sini lebih nyaman.Kamu bisa duduk di sini.Ini tempat buat aku break.Kamu haus ga?Ini ada minuman.Minum dulu ya biar lebih tenang."
Wilona malah geleng kepala,"Buat Tuan saja...saya kan harusnya melayani Tuan Verrel kan nantinya saya kerja jadi pelayan di rumah Tuan Verrel.Begitu kata Pak Bimo."
Verrel terdiam,'Oh jadi mama akan bawa Wilona kerja jadi pelayan di rumah?Wah aku jadi bisa lihat Wilo tiap hari dong.Yes!!'
Verrel langsung goyang khas dia,untung aja Wilona ga lihat.Kalau lihat pasti gumun tuh.Bimo senyum2 lihat dari balik pintu,'Mas Verrel sampai sesenang itu dekat mbak Wilona.Beneran hepi banget.Baru kali ini lihat Mas Verrel seceria ini.Aneh juga ya...mbak Wilona kan buta malah bisa bikin bahagia Mas Verrel.Bingung saya sama jalan pikiran Mas Verrel.'
Wilona nyari Verrel,"Tuan pasti haus kan sejak tadi.Tuan minum ya..."
Verrel nurut minum,"Kamu tunggu di sini ya tungguin aku sampai selesai acara.Kamu tenang aja Bimo akan jagai kamu."Tbc.....
Put my trust in him.....
Mendengar suara Verrel saja,Wilona dah tenang banget.Ia mempercayai Verrel,'Aku kini hidup sendiri,ga ada paman lagi yang merawatku.Selain paman hanya Tuan Verrel yang kupercaya.Aku tidak merasa sendiri lagi jika ada Tuan Verrel di sampingku.Aku rela jadi pembantu atau pelayan seumur hidup di rumah Tuan Verrel.Ga masalah.Asal ada Tuan Verrel di sana.'
Verrel selesai menyanyikan lagunya dan membawa Wilona ke belakang stage.Ia ingin menenangkan gadis itu,"Awas pelan2,ada tangganya dikit lagi...pegangan sama aku aja."
Dinda merhatiin,'Wilo..Wilo andai kamu bisa lihat.Seorang Verrel Bramasta pandangan matanya cuma ke kamu.Cara dia menatap kamu aduh...dalam banget.Kelihatan kalau dia itu sayang banget sama kamu Wil...'
Dinda hendak manggil Wilona tapi ga jadi sampai Pak Bimo heran,"Lho bukannya mbak Dinda mau nyariin mbak Wilona ya?Itu mbak Wilona."
Dinda malah ndelik,"Ntar aja Pak Bimo...biar sama Verrel dulu.Lihat wajahnya nangis gitu."
Bimo ngerti,'Saya heran juga sama Mas Verrel,yang sehat dan normal banyak seabrek tapi yang mendapat perhatiannya malah mbak Wilona yang ga bisa lihat.Hati orang itu emang ga bisa diduga.'
Verrel bawa Wilona ke area rest room dia,"Nah sini lebih nyaman.Kamu bisa duduk di sini.Ini tempat buat aku break.Kamu haus ga?Ini ada minuman.Minum dulu ya biar lebih tenang."
Wilona malah geleng kepala,"Buat Tuan saja...saya kan harusnya melayani Tuan Verrel kan nantinya saya kerja jadi pelayan di rumah Tuan Verrel.Begitu kata Pak Bimo."
Verrel terdiam,'Oh jadi mama akan bawa Wilona kerja jadi pelayan di rumah?Wah aku jadi bisa lihat Wilo tiap hari dong.Yes!!'
Verrel langsung goyang khas dia,untung aja Wilona ga lihat.Kalau lihat pasti gumun tuh.Bimo senyum2 lihat dari balik pintu,'Mas Verrel sampai sesenang itu dekat mbak Wilona.Beneran hepi banget.Baru kali ini lihat Mas Verrel seceria ini.Aneh juga ya...mbak Wilona kan buta malah bisa bikin bahagia Mas Verrel.Bingung saya sama jalan pikiran Mas Verrel.'
Wilona nyari Verrel,"Tuan pasti haus kan sejak tadi.Tuan minum ya..."
Verrel nurut minum,"Kamu tunggu di sini ya tungguin aku sampai selesai acara.Kamu tenang aja Bimo akan jagai kamu."Tbc.....
Part 34 》》BANDARA CINTA
The Work Finished...
Verrel berat meninggalkan Wilona,tangan Wilona ga dilepas2.Bimo mendekat,"Mas Verrel,sudah ditunggu tuh...mau games.Mas Verrel diminta kembali ke stage.Soal Mbak Wilona biar saya yang jaga di sini.Mas Verrel tenang saja."
Wilona mendengarnya dan melepaskan tangan Verrel,"Tuan Verrel bekerja saja dengan tenang.Saya ga akan kemana2 kok.Saya akan tungguin Tuan sampai selesai.Lagian saya juga ga bisa lihat mau kemana juga."
Verrel memandang Wilona sekali lagi sebelum kembali ke panggung,"Jagain ya Bim!Aku kerja dulu ya...tunggu di sini.Ga boleh kemana2 tanpa sepengetahuan aku."
Begitu Verrel pergi,Dinda masuk ke rest room.Langsung manggil,"Wil!"
Wilona langsung ceria,"Dinda?Kamu gpp?Aku bingung nyariin kamu...Untung ada Tuan Verrel."
Dinda meledek,"Aku ga sangka lho kalau kamu malaikat pelindungnya seorang Verrel Bramasta.Wow!!Siapa sangka seorang gadis..."
Dinda ga lanjutin ucapannya,"Maaf...aku jadi kebablasan deh..."
Wilona tersenyum,"Gpp...aku kan emang buta.Mau gimana lagi.Ini memang kondisi aku.Bahkan jika aku ga dapat donor matapun aku ga akan marah atau kecewa kok sama Tuhan.Dia tetap baik dimataku.Meski aku ga bisa melihat rencana-Nya buatku.Aku sudah sangat bahagia Tuan Verrel mau jadiin aku pembantu dia.Setidaknya hidupku berguna."
Dinda terkesima,'Wow...betapa aku sangat malu,aku telah sering menyusahkan papa selama ini.Coba bunuh diri pula.Kasihan papa.Aku akan berubah.Aku harus jadi orang yang berguna selagi aku ada.Makasih ya Wil,kamu mungkin buta tapi sebenarnya kamu melihat lebih jelas dari aku soal kehidupan.Pantas Verrel sayang banget sama kamu.Kamu memang bukan gadis biasa.'
Verrel terus melirik ke back stage selama acara,mastiin Wilona masih di sana.Dinda ngetest benar tidak Verrel tulus sayang ke Wilona.Dia bilang ke Wilona kalau Verrel minta dia nunggu di tempat lain,Wilona ga percaya,"Tuan Verrel tadi bilangnya suruh saya nunggu di sini kok...Iya kan Pak Bimo?Pak Bimo denger sendiri kan?"
Bimo jelas dukung lha faktanya emang iya,"Benar mbak Wilona..."
Dinda manyun ke arah Pak Bimo,'Gimana sih...Pak Bimo malah ga bantuin...'
Pura2 minta ditemeni ke toilet,Dinda berhasil ngumpetin Wilona.Verrel?Tbc
The Work Finished...
Verrel berat meninggalkan Wilona,tangan Wilona ga dilepas2.Bimo mendekat,"Mas Verrel,sudah ditunggu tuh...mau games.Mas Verrel diminta kembali ke stage.Soal Mbak Wilona biar saya yang jaga di sini.Mas Verrel tenang saja."
Wilona mendengarnya dan melepaskan tangan Verrel,"Tuan Verrel bekerja saja dengan tenang.Saya ga akan kemana2 kok.Saya akan tungguin Tuan sampai selesai.Lagian saya juga ga bisa lihat mau kemana juga."
Verrel memandang Wilona sekali lagi sebelum kembali ke panggung,"Jagain ya Bim!Aku kerja dulu ya...tunggu di sini.Ga boleh kemana2 tanpa sepengetahuan aku."
Begitu Verrel pergi,Dinda masuk ke rest room.Langsung manggil,"Wil!"
Wilona langsung ceria,"Dinda?Kamu gpp?Aku bingung nyariin kamu...Untung ada Tuan Verrel."
Dinda meledek,"Aku ga sangka lho kalau kamu malaikat pelindungnya seorang Verrel Bramasta.Wow!!Siapa sangka seorang gadis..."
Dinda ga lanjutin ucapannya,"Maaf...aku jadi kebablasan deh..."
Wilona tersenyum,"Gpp...aku kan emang buta.Mau gimana lagi.Ini memang kondisi aku.Bahkan jika aku ga dapat donor matapun aku ga akan marah atau kecewa kok sama Tuhan.Dia tetap baik dimataku.Meski aku ga bisa melihat rencana-Nya buatku.Aku sudah sangat bahagia Tuan Verrel mau jadiin aku pembantu dia.Setidaknya hidupku berguna."
Dinda terkesima,'Wow...betapa aku sangat malu,aku telah sering menyusahkan papa selama ini.Coba bunuh diri pula.Kasihan papa.Aku akan berubah.Aku harus jadi orang yang berguna selagi aku ada.Makasih ya Wil,kamu mungkin buta tapi sebenarnya kamu melihat lebih jelas dari aku soal kehidupan.Pantas Verrel sayang banget sama kamu.Kamu memang bukan gadis biasa.'
Verrel terus melirik ke back stage selama acara,mastiin Wilona masih di sana.Dinda ngetest benar tidak Verrel tulus sayang ke Wilona.Dia bilang ke Wilona kalau Verrel minta dia nunggu di tempat lain,Wilona ga percaya,"Tuan Verrel tadi bilangnya suruh saya nunggu di sini kok...Iya kan Pak Bimo?Pak Bimo denger sendiri kan?"
Bimo jelas dukung lha faktanya emang iya,"Benar mbak Wilona..."
Dinda manyun ke arah Pak Bimo,'Gimana sih...Pak Bimo malah ga bantuin...'
Pura2 minta ditemeni ke toilet,Dinda berhasil ngumpetin Wilona.Verrel?Tbc
Part 35 》》 BANDARA CINTA
Ceased from his own works....
Wilona diajak Dinda ke toilet,"Temeni aku yuk ke toilet.Kebelet nih...perut aku juga rasanya mual nih..."
Jelas ga tega deh Wilona,"Ya udah...Pak Bimo saya pergi nemeni Dinda ya...kasihan takut dia kenapa2...ntar balik lagi kok.Ya kan Din?"
Dinda mengangguk2,"Ya Pak Bimo bentar doang kok...lagian Verrel masih belum selesai kan?"
Bimo tahu soal penyakit kanker yang diderita Dinda akhirnya bolehin deh tapi dia minta Norman ikuti mereka,"Man,jagain mbak Wilona!Jaga yang bener!"
Norman segera ngikutin.Tapi Dinda pinter mengelabui,"Pak,ya ampun obat saya ketinggalan di mobil.Tolong ambilin dong.Di dashboard ya Pak.Ini kunci mobilnya."
Norman jelas ga bisa nolak,"Tapi jagain mbak Wilona ya Non...please."
Dinda ngekek dalam hati,"Iya Pak tenang aja...Wilona aman sama saya.Cepetan ya Pak..saya mual banget nih...wooeeek..."
Normanpun cabut,Dinda segera bawa Wilona ke tempat lain.Wilona diajak ke tempat sepi.Disuruh nunggu di sana,"Wil,aku cari minum dulu ya bentar.Buat minum obat nanti.Kamu tunggu sini ya."
Wilona malah cemasin Dinda,"Coba aku bisa lihat ya...aku akan bantu kamu Din...maaf ya..."
Dinda celingukan,"Gpp...dah ya kamu di situ aja."
Dinda lalu balik ke toilet.Sementara itu Verrel ga tenang dan akhirnya minta break buat minum alasane.Padahal dia cuma mau ngecek Wilona.Kaget dia lihat Wilona ga ada,"Lho Bim,Wilona mana?Kok ga ada?"
Bimo jawab,"Ke toilet Mas sama mbak Dinda.Norman ikutin kok.Cuma kok ga balik2 ya..."
Verrel langsung galau,"Gimana sih kamu Bim kok malah nyuruh Norman sih?Kenapa ga kamu aja?"
Bimo ingat pesan Bu Windy,"Tapi Bu Windy nyuruh saya jaga Mas.Saya ga berani bantah Mas."
Verrel langsung menuju toilet,"Ayo cari Bim!!Ini kan Solo Bim bukan Yogya.Wilona asing dengan tempat ini."
Bimo nenangin,"Tapi wong Solo baik2 kok Mas...kota ini kan terkenal dengan ketenangan dan kehalusan orang2nya."
Verrel melangkah cepat,"Bahaya itu bisa ada dimana aja Bim.Solo kan juga pernah rusuh tahun 1998.Kamu lupa?"
Bimo mati kutune,'Diem ah...daripada menghadang badai.Bisa diamuk ntar...Norman juga mana sih dikontek ga jawab2...'
Malah ketemu sama Norman mereka,"Lho Man,kamu kok ga sama mbak Wilona?"Tbc..
Ceased from his own works....
Wilona diajak Dinda ke toilet,"Temeni aku yuk ke toilet.Kebelet nih...perut aku juga rasanya mual nih..."
Jelas ga tega deh Wilona,"Ya udah...Pak Bimo saya pergi nemeni Dinda ya...kasihan takut dia kenapa2...ntar balik lagi kok.Ya kan Din?"
Dinda mengangguk2,"Ya Pak Bimo bentar doang kok...lagian Verrel masih belum selesai kan?"
Bimo tahu soal penyakit kanker yang diderita Dinda akhirnya bolehin deh tapi dia minta Norman ikuti mereka,"Man,jagain mbak Wilona!Jaga yang bener!"
Norman segera ngikutin.Tapi Dinda pinter mengelabui,"Pak,ya ampun obat saya ketinggalan di mobil.Tolong ambilin dong.Di dashboard ya Pak.Ini kunci mobilnya."
Norman jelas ga bisa nolak,"Tapi jagain mbak Wilona ya Non...please."
Dinda ngekek dalam hati,"Iya Pak tenang aja...Wilona aman sama saya.Cepetan ya Pak..saya mual banget nih...wooeeek..."
Normanpun cabut,Dinda segera bawa Wilona ke tempat lain.Wilona diajak ke tempat sepi.Disuruh nunggu di sana,"Wil,aku cari minum dulu ya bentar.Buat minum obat nanti.Kamu tunggu sini ya."
Wilona malah cemasin Dinda,"Coba aku bisa lihat ya...aku akan bantu kamu Din...maaf ya..."
Dinda celingukan,"Gpp...dah ya kamu di situ aja."
Dinda lalu balik ke toilet.Sementara itu Verrel ga tenang dan akhirnya minta break buat minum alasane.Padahal dia cuma mau ngecek Wilona.Kaget dia lihat Wilona ga ada,"Lho Bim,Wilona mana?Kok ga ada?"
Bimo jawab,"Ke toilet Mas sama mbak Dinda.Norman ikutin kok.Cuma kok ga balik2 ya..."
Verrel langsung galau,"Gimana sih kamu Bim kok malah nyuruh Norman sih?Kenapa ga kamu aja?"
Bimo ingat pesan Bu Windy,"Tapi Bu Windy nyuruh saya jaga Mas.Saya ga berani bantah Mas."
Verrel langsung menuju toilet,"Ayo cari Bim!!Ini kan Solo Bim bukan Yogya.Wilona asing dengan tempat ini."
Bimo nenangin,"Tapi wong Solo baik2 kok Mas...kota ini kan terkenal dengan ketenangan dan kehalusan orang2nya."
Verrel melangkah cepat,"Bahaya itu bisa ada dimana aja Bim.Solo kan juga pernah rusuh tahun 1998.Kamu lupa?"
Bimo mati kutune,'Diem ah...daripada menghadang badai.Bisa diamuk ntar...Norman juga mana sih dikontek ga jawab2...'
Malah ketemu sama Norman mereka,"Lho Man,kamu kok ga sama mbak Wilona?"Tbc..
Part 36 》》BANDARA CINTA
Finding You....
Norman jelas ketakutan dan keringat dingin begitu bertemu dengan Verrel,"Wilona mana Man?
"Waduh pertanyaannya langsung bikin kaget.Norman segera jawab,"Tadi sama mbak Dinda Mas.."
Bimo marahin Norman,"Man,kamu yang ditugasin jaga mbak Wilona kok malah ninggal mbak Wilona gitu aja ke mbak Dinda?!"
Norman bela diri,"Tapi Pak Bimo,saya kan pergi ambil obat buat Non Dinda.Mbak Wilona juga ga masalah..."
Verrel nanya lagi,"Terus mereka dimana sekarang?"
Norman jawab sambil nunjuk,"Di toilet sana itu Mas.Mari saya tunjukkan!"
Verrel segera mengikuti langkah Norman,eh di sana cuma ada Dinda yang begitu lihat Verrel segera bersiap melancarkan aksinya,'Nah kan.Lihat gesturnya aja kelihatan galau banget deh Verrel.Sebelum dia interogasi aku akan kutanya duluan aja.'
Dinda pura2 lemes gitu dan panik,"Pak Norman dapat obatnya kan?Mana?Saya mual banget nih..."
Norman nyerahin obatnya sambil nanya,"Non ...mb Wilonanya mana?Kok cuman ada Non saja?"
Verrel juga nanya,"Kamu yang namanya Dinda ya?Wilona mana?"
Dinda pura2 panik,"Verrel ini kamu kan?Aku ngefans lho sama kamu?Boleh minta tanda tangan ga?Atau foto bareng gitu?...."
Verrel jawab,"Soal itu gampang bisa diatur nanti.Sekarang saya mau tahu dimana Wilona?Kok disini ga ada?"
Dinda bergaya kebingungan,"Lho tadi dia disini kok...aku tadi ke dalam soalnya perut aku mual gitu...Jangan2 dia diculik lagi...kan lagi marak tuh..."
Verrel jadi cemas,"Wilona?Wil?Kamu dimana?Ayo Bim kita harus cari.Tutup semua akses keluar dari mall ini.Cepetan Bim!!"
Bimo segera bersiap,"Baik Mas.Saya akan hubungi penyelenggara acaranya.Man!Kamu jaga Mas Verrel!!Mbak Dinda di sini saja ya siapa tahu mbak Wilona balik sini."
Dinda ngekek dalam hati lihat paniknya Verrel,"Iya Pak.Tenang aja."
Verrel kesal,"Wilona pegang hp ga Bim?"
Bimo jawab,"Ga ada tuh Mas.Soalnya Bu Windy ga nyuruh saya beliin hp buat mbak Wilona."
Verrel galau,"Gimana sih Bim?Terus gimana kalau terjadi apa2?Ya udah cepet ke penyelenggara acara sana!!Aku mau cari di sebelah sana!Man kamu sebelah sana.Kita kontek2an.Sudah pada punya nonya semua kan?"
Dinda jawab,"Aku ada no nya Pak Bimo sama Pak Norman kok."
Norman malah ngikuti Verrel.Tbc..
Finding You....
Norman jelas ketakutan dan keringat dingin begitu bertemu dengan Verrel,"Wilona mana Man?
"Waduh pertanyaannya langsung bikin kaget.Norman segera jawab,"Tadi sama mbak Dinda Mas.."
Bimo marahin Norman,"Man,kamu yang ditugasin jaga mbak Wilona kok malah ninggal mbak Wilona gitu aja ke mbak Dinda?!"
Norman bela diri,"Tapi Pak Bimo,saya kan pergi ambil obat buat Non Dinda.Mbak Wilona juga ga masalah..."
Verrel nanya lagi,"Terus mereka dimana sekarang?"
Norman jawab sambil nunjuk,"Di toilet sana itu Mas.Mari saya tunjukkan!"
Verrel segera mengikuti langkah Norman,eh di sana cuma ada Dinda yang begitu lihat Verrel segera bersiap melancarkan aksinya,'Nah kan.Lihat gesturnya aja kelihatan galau banget deh Verrel.Sebelum dia interogasi aku akan kutanya duluan aja.'
Dinda pura2 lemes gitu dan panik,"Pak Norman dapat obatnya kan?Mana?Saya mual banget nih..."
Norman nyerahin obatnya sambil nanya,"Non ...mb Wilonanya mana?Kok cuman ada Non saja?"
Verrel juga nanya,"Kamu yang namanya Dinda ya?Wilona mana?"
Dinda pura2 panik,"Verrel ini kamu kan?Aku ngefans lho sama kamu?Boleh minta tanda tangan ga?Atau foto bareng gitu?...."
Verrel jawab,"Soal itu gampang bisa diatur nanti.Sekarang saya mau tahu dimana Wilona?Kok disini ga ada?"
Dinda bergaya kebingungan,"Lho tadi dia disini kok...aku tadi ke dalam soalnya perut aku mual gitu...Jangan2 dia diculik lagi...kan lagi marak tuh..."
Verrel jadi cemas,"Wilona?Wil?Kamu dimana?Ayo Bim kita harus cari.Tutup semua akses keluar dari mall ini.Cepetan Bim!!"
Bimo segera bersiap,"Baik Mas.Saya akan hubungi penyelenggara acaranya.Man!Kamu jaga Mas Verrel!!Mbak Dinda di sini saja ya siapa tahu mbak Wilona balik sini."
Dinda ngekek dalam hati lihat paniknya Verrel,"Iya Pak.Tenang aja."
Verrel kesal,"Wilona pegang hp ga Bim?"
Bimo jawab,"Ga ada tuh Mas.Soalnya Bu Windy ga nyuruh saya beliin hp buat mbak Wilona."
Verrel galau,"Gimana sih Bim?Terus gimana kalau terjadi apa2?Ya udah cepet ke penyelenggara acara sana!!Aku mau cari di sebelah sana!Man kamu sebelah sana.Kita kontek2an.Sudah pada punya nonya semua kan?"
Dinda jawab,"Aku ada no nya Pak Bimo sama Pak Norman kok."
Norman malah ngikuti Verrel.Tbc..
Part 37 》》BANDARA CINTA
For this cause...
Di Grandmall,Verrel jalan2 jelas jadi pusat
perhatian,"Verrel!!Verrel!!"
Bimo ditegur sama penyelenggara acara,"Mas Verrel gimana
sih?Kok malah ngilang?Ditungguin penggemar tuh!"
Bimo jawab,"Sudah!Atur aja kasih games atau apa gitu...Oh ya
akses keluar mall tolong ditutup untuk sementara...soalnya ada kondisi
darurat."
Panitianya panik,"Ada teroris maksudnya?"
Bimo jelasin,"Teman Mas Verrel yang tadi diajak naik ke
panggung ga ada.Takutnya ini penculikan."
Penyelenggara acara jadi ikutan heboh,"Waduh gimana kalau
bener mana lagi heboh kejadian teror dimana2 lagi."
Verrel desperate nyari Wilona sampai ga gagas teriakan fans
sepanjang jalan yang ia lewati,"Verrel!!Verrel!!"
Verrel malah celingukan ga jelas lihatin siapa tahu ada sosok yang
ia cari,'Tuhan,tolong jaga Wilona...dia ga bisa lihat..sendirian lagi...kemana
sih kamu Wil?Aku cemas tahu...'
Dinda diam2 mengikuti Verrel,'Benarkan dugaanku dia cemas bukan
main.Benar2 kayak anak ayam kehilangan induknya...lucu juga lihatnya..he..he..'
Norman yang mengikuti Verrel malah kena semprot
Verrel,"Gimana sih kamu Man?Aku suruh nyari Wilona malah ngikuti aku?!Kamu
cari area sana!!Cepetan!!"
Verrel menghela nafas lalu makai hoodynya lagi biar ga
dikenali,'Kemana lagi aku harus nyari...mending aku nanya aja.Siapa tahu ada
yang lihat.'
Verrel nanya sama para panjaga stand2,"Lihat gadis buta ga
mbak?Rambutnya panjang..cantik...itu yang tadi dipanggung sama saya...ada yang
lihat ga?"
Ada yang lihat,"Oh mbak cantik yang selametin Mas Verrel dari
penerbangan maut itu ya?Saya lihat tadi di pojok sana."
Verrel berbinar,"Pojok mana?Oh sana?Ya udah saya ke sana
dulu.Terima kasih ya!"
Eh malah minta foto selfie dulu sebagai hadiah dah kasih informasi
penting.Verrel nuruti tapi cuma sekali jepret habis itu dia langsung
cabut,"Sudah ya?Saya buru2!"
Verrel menuju ke spot yang dimaksud sampai lari2 dia.Lega dia
lihat bener ada Wilona di sana,"Pyuhh!Hehhh...hhh..."
Verrel hendak manggil tapi sepertinya ada dua orang mencurigakan
tengah menganggu Wilona,"Mbaknya kok sendirian sih?Saya temani ya?Saya
traktir minuman deh...atau kita jalan2 aja yuk...Solo itu asri lho...banyak
hotel pula..."
Tbc.
Part 38 》》BANDARA CINTA
Through fear...
Wilona heran juga Dinda ga balik2,'Dinda mana sih?Serem tahu di
sini.Perasaan aku ga enak.Mana ini kota yang asing buatku.Tuan Verrel pasti
marah sama aku nggak nuruti pesen dia.Aduh...aku nanya aja ke orang2 kali
ya...mereka pasti bisa bawa aku balik ke Tuan Verrel.Aku takut di sini...'
Wilona merentangkan tangannya,"Maaf apa ada orang di sekitar
sini?Mbak Mas?Pak Bu?"
Eh yang dekat malah dua pria ga jelas,"Lihat itu coy!Bisa nih
jadi mangsa.Laku tuh kayaknya.Cantik!"
Temannya jawab,"Bener bro!Walau kayaknya buta tapi bodynya
oke juga tuh.Yuk samperin!"
Wilona dideketi mereka pura2 mau bantuin gitu,"Oh adiknya mau
ke tempat rest area artis itu ya?Mas bisa bantuin kok.Yuk ikut Mas akan Mas
bawa ke sana."
Wilona risih mereka mau pegang2 tangan dia,"Ga usah aja.Kasih
petunjuk saja saya bisa kok jalan sendiri."
Mereka tersenyum licik,"Susah lho jalannya naik turun
tangga...yuk biar saya tuntun saja."
Wilona kekeh ga mau,"Jangan sentuh saya!Kalian ini mau apa
sebenarnya?!Pergi kalian!!Atau saya akan teriak!!"
Mereka malah ketawa,"Disini ramai banget jumpa fans.Ga akan
ada yang denger teriakanmu.Udah nurut aja susah bener sih?Buta2 susah
diatur!!"
Wilona berusaha kabur sambil teriak,"Tolong!!Tolong
saya!!Tuan Verrel tolong saya!!"
Diketawain sama premannya,"Tuan Verrel?Ha..ha..Verrel Bramasta
itu artis ngetop ya ga mungkin mau sama cewek buta kayak kamu...udah sama kita2
aja dijamin pasti kita manjain kok.Iya ga coy?"
Wilona sedih banget,"Saya ga mau ikut kalian!Lepasin!!"
Saat itulah the hero come,"Lepasin dia!!"
Wilona terpana mendengar suara penolongnya,"Tuan
Verrel?!"
Verrel segera menghajar dua preman itu,"Hyaat!"
Baku hantam tak terelakkan,Wilona segera diraih oleh
Verrel,"Tunggu di sini.Aku akan hajar mereka!"
Dua preman itu keok lawan Verrel.Ya iyalah Verrel Bramasta
kok dilawan.Otot kawat balung wesi...thuk..thuk..thuk...malah wayangan
penulise.Ups!
Wilona mencemaskan Verrel,"Tuan gapapa?Ada yang luka?"
Diraba gitu wajah Verrel,sementara security mengamankan dua preman
tadi.Bimo juga datang.Lega dia tuan mudanya baik2 saja,'Leganya Mbak Wilona dah
ketemu.Mas Verrel juga gpp.'
Verrel malah asyik menikmati sentuhan.Tbc.
Part 39 》》BANDARA CINTA
Alone...
Wilona mencemaskan Verrel,"Tuan gpp?Apa ada yang luka?Ada
yang berdarah tidak?Coba saja saya bisa melihat.Saya sedih kalau begini..."
Memang sih hal yang paling menyedihkan adalah saat kita
dalam posisi ga berdaya terbatas untuk menolong orang yang dekat di hati
kita.Waduh ada yang curhat nih kayaknya...
Verrel yang jago bela diri mengusap air mata di pipi Wilona,"Ssh...aku
gpp.Ga ada yang bisa melukai Verrel Bramasta.Aku ini kuat.Tuh
otot2ku...kuat kan?Aku gpp...beneran...justru aku cemasin kamu.Kenapa kamu
sendirian di sini?Kok kamu di sini?Ngapain?Kan aku suruh nungguin aku
selesai acara?Sendirian lagi di sini?"
Wilona malah menghambur ke pelukan Verrel,nangis dia.Nangis
karena haru dikhawatirkan sedemikian rupa oleh seorang superstar.Nangis karena
lega selamat dari para pria hidung belang.Zebra dong?Belang2?Whatever...
Nangis karena Verrel selalu ada untuknya.Saat dalam bahaya,saat
dia sendirian,saat situasi yang tak bisa ia atasi.Di saat badai bergelora...ia
menemukan damai.Calm place to rely on.Cie...
Verrel mengusap kepala Wilona,"Jangan nangis lagi ya...aku di
sini...kau aman bersamaku....sshh..."
Bimo lihat ada paparazi,'Waduh!Gawat!Bisa jadi bahan pemberitaan
nih...'
Dinda juga lihat,'Wah aku lupa kalau di sini banyak awak
media...kayaknya dah cukup deh ngerjainnya...'
Keduanya mendekati pasangan kita yang lagi berpelukan...Dinda
narik Wilona,"Wil,maaf ya aku ninggalin kamu di sini...soalnya badan aku
ga enak tadi...maaf ya.Yuk kita pulang!"
Bimo narik Verrel,"Mas Verrel...di sini banyak nyamuk
Mas...hati2 Mas...lagian Mas ditunggu tuh di panggung..."
Wilona dan Verrel malah pegangan tangan ga mau terpisah
lagi,reflek sih.Verrel malah denger ucapan Dinda ke Wilona,"Oh jadi kamu
yang bawa Wilona ke sini?Kamu ngerti ga sih ulah kamu bahayain dia?!"
Wilona malah dengerin omongan Bimo ke Verrel,"Nyamuk?Memang
di sini dekat sawah ya?Kita bukannya masih di Grandmall ya?"
Weleh....iki piye dik?Dinda bingung jawab kekesalan
Verrel,"Aku ga maksud bawa dia dalam bahaya sungguh...aku pikir di sini
karena sepi aman buat dia.Aku tadi nyari minum buat minum obat.Iya kan
Wil?"
Wilona jawab apa ya?Dukung atau ga?Bersambung.............
Part 40 》》BANDARA CINTA
There was darkness...
Wilona ga mau siapapun disalahkan karena keterbatasan
penglihatannya,"Tuan Verrel,tadi memang keadaan darurat jadi daripada saya
ngrepoti mending saya di sini..."
Melihat wajah sedih Wilona,Verrel meraih gadis itu,"Aku ga
salahin siapapun kok.Buat aku yang penting kamu gpp.Aku ga mau terjadi hal yang
buruk padamu.Kayak dua pria tadi...pokoknya kamu harus didekat aku.Kamu
mengerti?"
Wilona mengangguk,"Iya Tuan...saya akan nurut.Tolong maafkan
Dinda ya?Dia kan sedang sakit."
Verrel ga bisa menolak,"Iya.Aku maafin kali ini.Tapi next
semua yang berhubungan dengan kamu harus seijin aku."
Dinda tersenyum,"Protectifnya sama temen aku..."
Wilona meralat ucapan Dinda,"Kamu salah Din,Tuan Verrel
lakukan itu karena dia kan majikan aku nanti.Aku nanti akan kerja sama Tuan
Verrel."
Bimo mesem,"Semangatnya yang mau kerja sama Mas
Verrel.Hmm..."
Verrel malah sedih karena Wilona kayaknya cuma anggap dia sebagai
Tuan,"Dah malam Bim.Yuk antar Wilona pulang.Lagian katamu pihak
penyelenggara acara nyariin aku.Kali ini aku belum interogasi kamu soal
kejadian ini.Ntar aja.Oh ya Norman mana?"
Norman datang ngos2an,"Rupanya kalian pada kumpul di
sini.Saya diuber sama team acara itu.Ah mbak Wilona juga dah
ditemukan.Amin...amin."
Verrel malah gandeng tangan Wilona,"Telat kamu
Man!Yuk,Wil!"
Dinda dan Pak Bimo merhatiin gimana carenya Verrel sama
Wilona.Mereka lalu ngikuti di belakang.Acara meet n greet akhirnya
kelar.Dilanjut acara tanda tangan dan jumpa pers.Jelas saja Wilona jadi sorotan
tersendiri,malah ada yang nanya,"Pernah kebayang ga bakal menyelamatkan
seorang aktor ngetop seperti Verrel Bramasta?"
Verrel kasih mikrofon ke Wilona,dia juga penasaran dengan
jawaban Wilona.Wilona menjawab,"Saya ini ga bisa melihat.Ga pernah saya
kepikiran bakal bertemu Tuan Verrel di bandara waktu itu."
Verrel batin,'Gpp sekarang dia anggap aku sebagai majikan tapi
ntar aku pasti bisa dapatin hatinya.Verrel Bramasta pantang nyerah!'
Wartawan malah kepo,"Kok manggilnya gitu?Pakai title
Tuan?"
Verrel malah yang jawab,"Ceritanya begini mas...waktu itu dia
nanya apa saya ini Tuhan sebab kok baik mau bantuin dia."
Pers malah menyimpulkan sendiri.Apa?Tbc....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar