Part 111 》》BANDARA CINTA
New wave...
Anabella memberitahu Bimo soal VB dipanggil sutradara.Tanggapannya
Bimo malah santai,"Cuma ajakan makan aja pusing gitu.Kirain ajakan
apaan!"
Anabella sewot,"Kamu itu ga peka amat sih Bimo...Ini itu
signal kalau karir Mas VB sedang terancam.Gimana sih?Enteng bener
tanggapannya."
Eh VB datang,"Karir aku kenapa?Kalian bahas apaan sih?"
Wilona ngikutin sambil bawa potongan apel,disuapkannya ke mulut
Tuannya,"Tuan,main pergi aja...katanya mau makan apel."
Anabella ragu menjawab,"Oh ini mas VB...saya tadi menerima
telpon dari Bu Merry...soal..."
Bimo nyahut,"Soal undangan Mas...buat Mas VB sama Mbak
Wilona..."
VB makan apel suapan Wilona,"Hmm...undangan?Bu Merry mau
merit?Sama siapa?"
Weleh....Ana nyikut Bimo,"Bicaramu kok malah jadi kondangan
sih Bim?Ga jelas banget."
Wilona ikut heran sambil nyuapi sang tuan yang ga bisa
diem,"Kondangan?Wah...saya juga boleh datang?"
Ana kian pusing,"Begini ...sebenarnya besok Mas VB dan mbak
Wilona diajak ketemu sama Pak Adam.Mau ada yang dibicarain gitu.Tapi saya belum
tahu apa tujuannya..."
VB malah hepi,"Wah kebetulan aku mau minta pendapat Bu Merry
sama Pak Adam supaya Wiloku bisa dapat peran figuran atau apa gitu.Lumayan buat
belajar akting juga."
Wilona malah mikir,"Wiloku siapa Tuan?"
Weleh...Norman yang jawab,"Mbak Wilona dong..."
Tuing!Malah jadi merona semua.Weleh...
Verrel sampai pura2 makan apel biar ga ketok grogi,"Apelnya
manis ya...he.he.."
Bimo berbisik sama Norman,"Manisan mbak Wilona ya Man?"
Verrel denger,"Kalian jangan jadi pagar makan tanaman
ya?!!Tanamannya sudah ada yang punya!!"
Wilona nanya Anabel,"Tanaman apa sih Bu Anabel sampai Tuan
marah gitu kayaknya?"
Weleh...Anabel jawab sekenanya,"Oh tanaman merambat di dekat
pagar rumah Mamanya Mas Verrel ..."
Gantian ketiga pria yang melongo,"Tanaman merambat?"
Semua lihatin Anabel dengan penuh tanda tanya besar diatas
kepala,Anabel malah pegang jidat,"Maksud saya masalah undangan ini sudah
merambat kemana2...Saya butuh obat sakit kepala.Permisi..."
Wilona deketi tuannya,"Bu Anabel sakit ya Tuan?Kenapa ga
diperiksa sekalian mumpung masih di RS."
VB malah gandeng tangan Wilona,"Dia cuma pusing aja.Aku nih
yang laper."Tbc....
Part 112 》》BANDARA CINTA
Offered....
Verrel dan Wilona akhirnya meninggalkan RS.Mereka hendak pergi
untuk makan tapi tiba2 Om Rudy bilang kalau ia ada panggilan darurat dari
RS.Wilona dan Verrel akhirnya pergi dengan Bimo dan Anabel.Wilona sempat heran
juga diundang,tapi asal deket Verrel mah ga masalah dia.Merasa aman gitu.Verrel
berniat membelikan baju baru untuk Wilona untuk dipakai di acara dinner bareng
Pak Adam,"Bim,Solo daerah mana yang merupakan pusat fashion?"
Wilona malah ga mau dibelikan,"Ga usah Tuan.Pakaian punya
Kakak saya kan banyak banget.Bagus2 lagi.Saya pakai itu aja.Gunakan barang yang
sudah ada saja.Tak perlu beli baru."
Mau dibantah kekeh Wilonanya,Verrel ga bisa maksa deh.Anabel
berkata,"Tenang Mas VB,nanti saya akan bantu mbak Wilona dandan dan milih
baju."
Lega deh Verrel.Makin sayang aja dia sama Wilona,'Makan aja
sukanya sayuran.Makanan sederhana.Ga suka shopping ataupun hura2.Malah beliin
anak jalanan makanan.Baik bener hatimu Wilo...'
Sementara Tari mau ke Solo,'Aku harus bertindak cepat sebelum
Wilona dibawa ke Jakarta.Aku harus bisa bawa dia pergi.Enak aja selama ini dah
bikin susah hidup aku sekarang main pergi aja.Ini ga bisa dibiarin!'
Tari sudah dapetin alamat
Dokter Rudy dari Lola.Pas suaminya shift pagi pula.Tari pun meluncur ke Solo
naik bus Yogya Solo.Rencana jahat disiapkannya,'Aku akan kaya bila aku berhasil
membawa Wilona bersamaku lagi.Lagipula punya hak apa si aktor itu membawa
dia?Aku adalah walinya.Aku isteri dari pamannya yang selama ini merawatnya.Aku
berhak atasnya.'
Dirumah Dokter Rudy,Wilona diajari Anabel table manner,cara jalan
dengan hak tinggi dan cara dandan.Ia ga mau Wilona membuat malu VB di hadapan
Produser,"Kalau nanti makanan yang disajikan adalah daging dan disediakan
pisau di sana.Kamu pegang pisaunya di sebelah kanan.Maksudnya pakai tangan
kanan.Sedang garpunya pakai tangan kiri.Nah sekarang coba."
Wilona manggut2,juga soal jalan diajari,"Kalau jalan yang
tegak kepalanya jangan nunduk kayak sedang nyari perhiasan hilang di
jalan."
Wilona yang biasanya meraba2 pelan2 kalau jalan sekarang harus
jalan bak kucing maksude catwalk.Verrel merhatiin semuanya sambil telponan sama
sang mama.TBC....
Part 113 》》BANDARA CINTA
Greater Glory...
Tari ketiduran di dalam
bus,sampai di terminal Tirtonadi tasnya ga ada,panik dia.Nanya sama
kondekturnya,"Mas,lihat tas saya ga?Tadi saya kempit lho kok ga
ada...Jangan2 busnya ini ada copetnya!"
Kondekturnya berkata,"Tahu sendiri busnya penuh sesak.Barang
bawaan penumpang ya itu bukan tanggung jawab kami kecuali ditaruh di
bagasi.Makanya hati2 Bu kalau bepergian pakai kendaraan umum!"
Tari bingung gitu,"Aduh gimana nih?Hpku juga disitu.Alamat
Wilona juga di situ.Aduh...apes bener sih?"
Makanya jangan jahat
jadi orang.Dijahatin orang kan.Tari pusing mau balik ga bisa.Mau nyari Wilona
ga tahu alamatnya.No hp suami sama anak aja lupa.Weleh...
Lengkap sudah penderitaannya.Penuh aura negatif sih makanya yang
mendekat juga hal negatif.Beda sama Wilona yang selalu ingin membuat orang lain
bahagia.Inginnya yang positif buat orang lain akhirnya dapat hal2 yang positif
juga.Bukan cuma bisa melihat lagi bahkan dapat ayah baru yang sayang dengan
sepenuh hati belum benda2 peninggalan Dinda.Belum kasih sayang dari mamanya
Verrel,pengawalan dari Bimo dan Norman apalagi bisa deket sama aktor tenar
seperti Verrel Bramasta.Terkadang hidup punya kejutannya sendiri.Yang penting
itu selalu jadi orang yang baik dimanapun berada.Kebajikan dan kemurahan akan
mengikuti langkah kita.Dulu saja jalan aja meraba2 kadang malah
kejeglong.Untung kagak masuk selokan.Weleh...belum kesandung lha ga kitok.Belum
ditertawain orang,dilihatin orang,belum kalau dihina lha dirumah pamannya
aja disia2.Tapi tetep aja dia tabah dan berusaha jadi pribadi yang
berguna.Sekarang menuai deh.Sekarang kemana aja dikawal bodyguard.Mau nyenggol
bisa repot.Dapat donor mata gratis pula.Dulu kehilangan orang tua eh sekarang
dianggap anak sendiri sama Dokter Rudy dan Windy.Komplit to?Masih dapat rumah
mewah untuk berteduh.Juga kerjaan sebagai asisten aktor tenar bin tampan.Ga
usah pakai test psiko..psikonan...Biasanya dirumah pamannya dah kayak babu bak
upik abu.Suruh ini itu.Sekarang diajari jadi wanita terhormat,"Pandangan
lurus.Punggung lurus.Iya...coba jalan ke arah Mas Verrel mbak..."
Jelas ga biasa dong Wilona,mana pakai sepatu high heels
pula.Mentiung deh...Tbc
Part
114 》》BANDARA CINTA
Never doubt ...
Tubuh oleng Wilona langsung
ditahan oleh sepasang lengan milik sang tuan.Disitulah Wilona merasakan
jantungnya berdegup kencang,"Tuan...."
Sang Tuan tak melepaskan pandangan maupun rengkuhannya,"Aku
takkan membiarkan kau jatuh...Kau aman bersamaku..."
Anabella,Bimo dan Norman bahkan simbok pembantu yang datang
nyediain minuman dan cemilan diam2 angkat kaki semua secara teratur dari
ruangan.Meninggalkan dua insan itu.Wilona bagai tersihir tak berkedip menatap
Verrel,teringat ia akan mimpinya dimana orang tuanya berkata akan satu tempat
dimana ia akan aman.Kata2 Verrel yang terakhir seakan terus bergema dalam
hatinya,'Kau aman bersamaku...'
Bagai dejavu ia melihat kedua orang tuanya bahkan Dinda bergandeng
tangan mengelilingi mereka dan berkata,"Itu benar ...didekatnyalah
tempatmu..."
Melihat Wilona yang disoriented justru membuat Verrel jadi
khawatir,"Wilo?Hey...Wilona?Kau baik2 saja?Apa ada yang sakit?"
Wilona memejamkan mata,back to the real,"Saya tidak apa2
Tuan...saya akan baik2 saja bersama Tuan...ya...bersama Tuan..."
Verrel lega,"Tentu saja.Kau akan selalu bersamaku.Aku akan
selalu menjagamu.Iya kan Bim?"
Ga ada sahutan,Verrel gumun,"Bimo?Anabel?Norman?"
Wilona mesem lihat ga ada siapapun selain mereka
berdua,"Sepertinya mereka sudah pergi Tuan..."
Verrel jadi keki,garuk2 kepala deh,"Ehm...aku jadi haus.Itu
ada minuman.Kayaknya seger.Pasti buat kita.Lihat juice apel!Wah ...seger!"
Wilona langsung duduk dekat kaki sang tuan,"Ada makanan juga
Tuan...Tuan mau yang mana prastel atau sosis?"
Verrel malah meletakkan minumannya,"Kamu kok dibawah?Nanti
bajunya kotor lho.Diatas aja dikursi."
Wilona tersenyum,"Asal dekat Tuan dimanapun ga
masalah...kalau bajunya kotor nanti saya cuci Tuan..."
Tiba2 Dokter Rudy datang,"Ehem...Papa kok ga ditawari
makanannya Sayang?"
Langsung berdiri deh Wilona,"Papa!Papa sudah pulang?Urusan di
RS sudah selesai?"
Dokter Rudy malah terpana melihat Wilona spontan menyambutnya
dengan ceria,'Kenapa aku merasa seperti melihat Dinda ya?Seakan ia masih
hidup.'
Bimo dan yang lainnya datang memberitahu bahwa makan malam sudah
siap,"Bau makan malamnya bikin laper...ada kuliner khas Solo..."
Tbc.........
Part 115 》》BANDARA CINTA
In the darkness....
Disaat Wilona makan enak
drngan keluarga barunya,dengan hidangan khas Solo yang terkenal gurih sukanya
di sisi lain Tari,sang bibi yang jahat selama ini sama Wilona kala masih
buta,tengah menahan lapar di salah satu pojokan terminal,'Aku laper...gimana
ini?Apa jam tanganku kujual aja ya?Laper banget.Ya ampun.Masak aku ngemis
sih...'
Keesokkan harinya seperti biasa Wilona
dah bangun pagi bantu simbok di dapur,"Sekarang saya bisa lihat bi..jadi
bisa bantu bibi masak deh.Mau menanak nasi?Biar saya uang cuci berasnya."
Simboknya jelas keder plus sungkan,"Mboten sah Non,bibi biasa
ngerjain sendiri.Non Wilona mau dibikinin sarapan apa?"
Wilona ga mau diam aja,"Udah pokoknya bibi tenang aja,ga ada
yang akan marahi bibi.Okay?"
Anabella datang ke dapur,"Lho Mbak Wilona kan mau diajak ke
salon,spa,menicure pedicure tekukure...sejenis itu pokoke.Malah asyik masak di
dapur.Waduhhh!"
Bimo sama Norman datang,"Bi...kami mau kopi dong...biar melek
matanya."
Wilona malah yang bikinin,"Ini Pak Bimo dan Pak
Norman..."
Eh Verrel masih pakai piyama datang,"Eitt!!Kopi itu buat aku
semua!!Karena buatan Wilona.Bibi kopi mereka diganti ya?"
Wilona mendekat,"Tuan...Tuan kan suka mulas kalau minum
kopi.Lupa ya?"
Verrel ga jadi minum,"Ups!Aku lupa...untung kamu ingetin
Wil...ya udah ini boleh kalian minum.Kalian beruntung!"
Norman sama Bimo toast,"Kopi bikinan bidadari."Tbc.
Part
116 》》BANDARA CINTA : I Will Not Return
Verrel malah nimbrung di dapur sembari menikmati segelas teh
hangat,'Lihat Wilo pakai apron,masak di dapur bikin sarapan buat aku....hmm
pasti bahagianya pria yang dapat dia.Wait!Wilo hanya milikku.She is mine.'
Bayangannya dah jauh sampai ga sadar kalau Wilona dah selesai
masak,"Tuan Verrel...Tuan?"
Verrel geragapan,"Oh ya Wil?Ada apa?"
Wilona malah meriksa sang tuan,"Tuan masih belum sehat ya?Apa
demam?Dahinya ga panas.Aneh...."
Verrel malah megang tangan Wilona,"Aku udah sehat kok...kamu
ga perlu cemas.Walaupun aku seneng sih kamu perhatian gitu sama
aku.He..he.."
Wilona jadi merona,"Saya akan selalu merhatiin Tuan,kebahagiaan
Tuan adalah kebahagiaan saya juga...kebaikan Tuan adalah kebaikan bagi saya
juga."
Keduanya malah berpandangan tanpa menyadari bahwa Verrel masih
memegang tangan Wilona.Bimo sama Norman jadi pandang2an juga,bikin Anabel
curiga,'Kenapa Bimo sama Norman kok juga pandang2an gitu ya?Apa mereka ...'
Anabel langsung heboh,"Bimo!Norman!Kalau kalian meneruskan
sikap kalian ini,aku akan laporkan sama Bu Windy!"
Sontak kaget dong keduanya termasuk Wilona dan
Verrel,"Anabel?!Apa2an sih?Pagi2 teriak ngagetin tahu!Bikin jantungan
aja.Ganggu tahu!"
Wilona malah lihatin tangan Verrel yang masih megangi
tangannya,'Tuan putih nian tangannya...saya aja kalah putih...ya ampun kulit
apa porselin...halus bener.'
Weleh malah jadi bisa merhatiin wajah Verrel dari dekat,'Ya ampun
pantas diuber banyak fans perempuan lha ganteng nian.Mimpi apa aku bisa sedekat
ini sama aktor ngetop.'
Mimpikah diriku...melihat dirimu...malah nyanyi...
Verrel memandang ke arah Anabel dan kedua
bodyguardnya,"Apa2an sih sampai bawa2 nama mama?Kalian ributin
apaan?"
Anabel segera minta maaf,"Maaf Mas Verrel,ini Bimo sama
Norman agak gaje gitu Mas..."
Verrel malah berdiri ngajak Wilona,"Kalian bertiga emang ga
jelas semua.Yuk sarapan Wil,aku jadi lapar nih pingin makan masakan buatan
kamu.Kalau lama2 disini ntar ketularan gaje lagi kayak mereka tuh.Yuk ke ruang
makan aja.Pasti Om Rudy dah bangun juga."
Wilona nurut aja,"Pak Bimo,Pak Norman dan Bu Anabel...mari
sarapan juga."
Ketiga manusia gaje itu segera patuhi komando,"Siap!"
Tbc........
Part 117 》》BANDARA CINTA
Clean your heart...
Lagi asyik sarapan eh hp Verrel bunyi,"Iihh...siapa sih pagi2
dah nelpon?"
Rupanya sang adik tergokil,"Halo my big brother!!Tahu ga
kak,aku sekarang lagi dimana?"
Verrel males2an jawab,"Paling masih di kasur.Masih bau pulau
he..he..."
Atha kangen banget sama celometan sang kakak,"Bau pulau
...enak aja.Aku udah ga ngileran yaw...Ga kayak kakak..woekkk!Gimana ya kalau
kakak cantik tahu soal pulau2 yang pernah kakak bikin di bantal
aku...wk..wk.."
Verrel segera permisi,"Maaf...sepertinya sinyalnya disini
kurang bagus...he..he.."
Di pojokan dekat taman,Verrel lanjut ngobrol sama sang adik yang
guemesin,"Atha bener2 ya kamu...awas aja kalau sampai Wilona tahu aku
bikin pitak kamu.Aku juga ga akan kasih pinjem mobil lagi.Forever!!"
Wuihh Atha malah ngekek,"Sorry ya kak aku dah ga akan pinjem
mobil kakak lagi soalnya aku dah punya mobil sendiri.Warna putih juga kayak
punya kakak.He..he.."
Verrel heran,"Dasar follower.Kok bisa kamu punya mobil?Habis
ngerayu mama ya?Merengek manja ala Atha?Iya..."
Atha gemes,"Mama lagi hepi habis pulang dari Solo.Kayaknya
mama kayak habis nemu berlian segede durian soalnya mama senyum2 ga
habis2.Emang ada apa di Solo kak?Aku jadi kepo.Tumben mama girang gitu.Aku tuh
niatnya mau merayu mama biar bujuk kakak agar boleh minjemin aku mobilnya eh
malah aku dibeliin.Wah rejeki anak sholeh."
Verrel manyun,"Sholeh dari Huangzhou kali..."
Atha ketawa,"Pokoknya kakak lihat aja nih mobil baru
aku.Cie...ga kalah keren kan dari mobil kakak.Ya udah I must go now.Salam buat
kakak cantik.Daah!"
Verrel bergumam,"Dasar tukang pamer.Kirain ada apa...Tapi
mama tumben jadi soft gini sama si badung itu...apa karena Wilona?"
Wilona jedul,"Emang saya kenapa Tuan?"
Jumbul Verrelnya,matanya kiri kanan oke,maksude piye kuwi?Ya
begonolah...kayak orang nyebrang maju mundur syantik.Weleh...
Verrel kalau udah bingung garuk kepala dia,"Ehm...itu Atha
kirim salam buat kamu.Tapi salam dia ga penting...yuk ke dalam lagi."
Wilona heran,'Kok ga penting sih?Jadi bingung...adik kakak yang
aneh...'
Dokter Rudy memuji masakan Wilona,"Kalau kayak gini terus
papa bisa gemuk nih sayang...masakan kamu lezat."
Wilona seneng.Tbc..........
Part 118 》》BANDARA CINTA
Heart of father...
Dokter Rudy dengan lahap menyantap sarapannya,"Ini enak sekali.Bumbunya
kerasa.Pas di lidah.."
Verrel nambahi,"Iya Om.Mantap!Verrel mau nambah ah..."
Wilona segera berdiri,"Biar saya ambilkan Tuan..."
Dokter Rudy tersenyum,"Masih saja panggil gitu sayang.Panggil
saja nama Nak Verrel.Iya kan Nak Verrel?"
Verrel ga jawab soalnya mulutnya penuh
makanan,"Mmmh...mhh.."
Wilona yang angkat bicara,"Itu Wilo yang mau papa...Sejak
pertama bertemu di bandara saya malah mengira Tuhan yang saya temui.Makanya
saya panggil Tuan..."
Verrel malah terkenang moment itu,kayak dejavu gitu.Terkenang dia
kala nolongin seorang gadis buta penjual buah di bandara Yogya,'Wilo masih
ingat saat itu...dia tidak pernah melupakannya.Dia pikir aku adalah malaikat
kali...diutus Tuhan...padahal kebalik.Dialah malaikat yang diutus Tuhan
untukku...'
Lihat Verrel senyum sendiri semua jadi lihatin ke arah aktor
ganteng kita.Lihat grakk!
Weleh...emang mau upacara apa?Hormat senjata!!Weleh...
Bimo dan Anabel juga Norman lirik2an.Wilona jadi ikut lihatin sang
tuan,"Tuan kenapa?"
Dokter Rudy berkata,"Tenang saja sayang.Mungkin lagi latihan
adegan syuting.Ya udah papa harus ke RS ada rapat hari ini.Papa pergi dulu
ya.."
Wilona mencium tangan Dokter Rudy,"Selamat bekerja
Papa..."
Saat Dokter Rudy menoleh,ia bagai melihat Dinda juga melambaikan
tangan padanya,"Daah Papa...."
Haru meliputi hatinya,"Daah sayang..."
Sementara Verrel dikerumuni sama Bimo,Anabel dan Norman.Mereka
lihatin sang majikan yang masih senyum2 sendiri,"Kayaknya ini sejenis
wabah baru ...ya virus baru...apa ini yang disebut kena jurus semar mesem?Oh
iya kayaknya...gawat nih...Perlu dilaporkan Bu Windy tidak nih?"
Wilona mendekat dengan heran,'Mereka ngapain ya?'
Malah lihatin Verrel semua.Verrel baru sadar kala sendok di
tangannya jatuh,"Ups...kalian kok lihatin aku sih?"
Semua bubar,Anabel narik Wilona,"Ayo mbak Wilona ikut
saya.Kita akan ke beauty care,salon and spa."
Verrel segera nyelesaiin makannya,"Hey!!Tunggu aku
ikut!!Wilona harus bersamaku!!"
Wilona memang mau dimake over biar lebih kinclong.Kan mau
dikenalin ke Pak Produser dan Bu Sutradara.Verrel nemeni.Ikut rapiin
rambut,macem2.Tbc.
Part 119 》》BANDARA CINTA
Before the elders....
Wilona ga pernah ke salon,boro2 nyalon dandan aja ga bisa lihat
dulu,"Mbaknya cantik lho wajahnya.Oriental gitu.Belum dimake over aja dah
kelihatan cantiknya.Apalagi kalau udah dimake over..."
Norman malah nyanyi,"Oh sayangku...lihatlah diriku.."
Eh lha Verrel yang melototi Norman,"Kamu sebut apa sama
bidadari aku Man?!Mau didown grade jadi penjaganya Si kembar putih?Iya?!!"
Walah yang punya salon sampai keder,"Waduh kalau jadi
berantem gimana nasib salon saya?"
Wilona mendekati Verrel,"Tuan..."
Kayak kena remote control ,Verrel langsung melepaskan
Norman,"Oh...ada apa ya Wil?"
Wilona berkata,"Tuan,saya ga mau kuku saya dikasih warna.Saya
ga suka."
Verrel berkata pada Anabel,"Anabel,Jangan maksain sesuatu
yang Wilona ga suka....mengerti?"
Anabel segera menjawab,"Baik Mas Verrel."
Verrel lega,'Kirain Wilona mau memarahi aku....'
Ketika melihat penampilan baru Wilona,Verrel yang telponan sama
Bryan sampai terpana,"Wow...."
Bryan heran,"Apaan sih Rell?Aku bilang kalau aku lagi bete
malah kamu bilang wow....Gimana kalau aku potong rambut aja?"
Verrel merhatiin dari ujung rambut sampai ujung kaki
Wilona,"Cantiknya...."
Bryan bingung,"Apa?Aku cantik?Rell,kok cantik sih?Aku kan
cowok?Aduh... Kalau aku pelihara kumis,menurut kamu gimana?Kayaknya lagi trend
deh..."
Verrel lihat Wilona berjalan ke arahnya,"Anggun
sekali..."
Bryan kaget,"What??!Anggun?Rell kamu ini kok ga nyambung gini
sih?Kamu kesambet ya??"
Wilona menatap tuannya penuh tanya,Verrel mendekat dan
berkata,"Aku suka...."
Bryan geleng kepala dan berkata,"Rell,kamu kok malah suka sih
kesambet?Aduh...Kamu itu jangan sembarangan makanya kalau syuting dekat area
kraton.Jangan2 kamu melanggar pantangan di sana.Iya Rell?"
Disaat bersamaan Wilona nanya,"Tuan suka penampilan
saya?"
Verrel jawab masih pegang hp,"Tentu saja..."
Wah Bryan melotot,"What???Beneran kamu itu ya emang sejak
dari zaman sekolah dah badung...susah dibilangi.Capek deh...ngerik deh jangan2
yang aku ajak bicara ini bukan kamu yang asli Rell.Aku matiin aja.Weee...serem
mak!"
Verrel pas banget juga lepas hpnya dari genggaman karena terpesona
sama yang didepan mata.Untung Anabel sigap nangkap hpnya.Tbc..
Part
120 》》BANDARA CINTA
Just Like That...
Kata orang cinta itu dari
mata turun ke hati tapi bagi Wilona yang dulu pernah buta,cinta itu dari apel
turun ke hati.Weleh...
Tampil bak foto model,Wilona yang biasanya ndesit berhasil membuat
sang majikan terpesona.
Terpesona kupada pandangan pertama dan tak kuasa....
Semua treatment yang dilakukan pada Wilona membuat Wilona bagai
bintang korea.Decak kagum juga terlontar dari para pengawalnya.Anabel yang
mendampingi sejak tadi di sisi Wilona saja ga nyana,'Ya ampun ga sangka Mbak
Wilona bisa begini cantiknya...ini mah udah kayak Sanchai di Meteor Garden...'
Bimo dan Norman keduanya disuruh Verrel nunggu diluar,"Kalian
berdua tunggu diluar saja.Okey?Mata jangan kemana2!"
Meski bernada mengusir mereka mesem,"Mas Verrel ...Mas Verrel
posesifnya langsung keluar.Tapi wajar sih habis mbak Wilona disulap jadi foto
model gitu..."
Wilona malah deg2an lihat sang tuan mengusir keluar Bimo dan
Norman,"Tuan kenapa menyuruh mereka keluar?Tuan marah ya?"
Verrel melihat ketakutan untuk pertama kalinya di mata Wilona
terhadapnya,segera dipandangnya wajah jelita di
hadapannya,"Hey..hey...siapa yang marah?Tatap aku...Apa yang kau
takutkan?"
Wilona memandang wajah tampan sang tuan,"Saya takut Tuan
tidak suka saya begini ...saya ga pantas pakai baju sebagus ini..."
Rasa minder membuat Wilona hendak balik ke dalam,tapi dicegah sama
Verrel,"Aku tidak marah pada Bimo dan Norman...Aku juga tidak marah
padamu...kau tahu kenapa aku suruh mereka pergi?Karena aku ingin menjadi pria
pertama yang mengatakan betapa indahnya dirimu...kau cantik ...sangat
cantik..."
Wilona lega banget.Baginya tak ada yang lebih penting selain
pendapat sang tuan.Senyum kembali tersungging di wajahnya.Verrel dengan posesif
gandeng Wilona menuju lokasi pertemuan.Pak Adam punya rumah di daerah Solo selatan.Area
elite gitu.Makanya ia ga masalah kala syutinh dipindah ke Solo.Pak Adam
memiliki dua orang anak.Yang pertama laki namanya Rizky,lebih tua dikit dari
Verrel.Sedang anak bungsunya seorang perempuan seusia Wilona namanya
Yuki.Keduanya lebih suka tinggal di Solo apalagi sejak sang mama tiada.Yuki
ngefans banget sama Verrel,"Verrel beneran bakal kemari
Pa?"Tbc.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar