Part 141 》》BANDARA CINTA
Spoken of him...
Verrel berkejaran dengan waktu,kabut dari puncak gunung
mulai turun dan menghalangi pandangan.Sementara Bimo juga terus mencari,'Moga
Mas Verrel menemukan Mbak Wilona.Aku ga menemukan apa2 sejak tadi.Tanda jejak
kaki juga ga ada.Penduduk dekat sini juga ga lihat ada gadis melintas di sekitar
sini.'
Sementara Verrel makin yakin bahwa Wilonalah yang menulis
huruf2 di pohon,"Man,aku yakin ini Wiloku yang nulis Man."
Norman heran,"Mas kok bisa yakin gitu?Ini huruf 'A'lho
yang kita temui.Bukan 'L'!Mbak Wilona ngapain nulis 'TUA'.Ini paling orang iseng
mas.Harusnya mbak Wilona itu nulis huruf 'L',jadi kita tahu kalau dia butuh
pertolongan.Lha kok malah huruf 'A'.Maksudnya ki apa?"
Verrel ga mau jawab malah kian bergegas nyari petunjuk lagi
sambil teriak yang kenceng,"Wiloku!!!Aku datang!!"
Barulah Norman ngeh kala menemukan huruf
selanjutnya,'Oh...mudeng aku sekarang kenapa Mas Verrel wajahnya jadi enerjik
gitu.Lha Mbak Wilona rupanya menulis panggilan sayangnya ke Mas Verrel.Lha ini
huruf 'N ' yang ditemukan.Mbak Wilona itu manggil Mas Verrel agar menuju ke
arah dia.Makanya nulis 'TUAN'.Ini mah udah jelas mereka itu emang saling
sayang.'
Verrel tersenyum kala meraba ukiran huruf keempat yang ia
temukan,'Wilo aku datang.Tuanmu datang!'
Wilona kecapekan,ia duduk di sebongkah batu,'Ya ampun makin
sore.Gimana ini?Aku lihat kakiku dulu ah.'
Baru mau melipat celana panjangnya yang dibawah lutut eh
Wilona melihat sesuatu bergerak,'Ya ampun ular!Gimana ini?Aku ga bisa lari
dengan kondisi kaki begini.Untung batu ini cukup tinggi.Aku juga pegang ranting
agak panjang buat menyangga tubuh aku tadi.Aku pakai aja ranting itu buat
mengusir ularnya.Semoga ada pertolongan datang.'
Ularnya mendekat,Wilona mengusirnya dengan
ranting,"Pergi!!Jangan dekat2!!Tolong..!Tuan Tolong!!"
Verrel mendengarnya walau sayup2,"Man,kamu dengar
itu?Itu suara Wiloku!!Arah sana Man!!Ayo Man!!"
Norman segera following.Senangnya Verrel lihat
Wilona,"Wilo!!!"
Wilona juga senang tapi ia memperingatkan
Verrel,"Tuan!!Tuan,awas ada ular!"
Norman segera maju,"Biar saya Mas yang hadapi
ularnya.Ular lawan kamu adalah saya."
Berhasilkah Norman melumpuhkan ular?Tbc..........
Part 142 》》BANDARA CINTA
The place... Norman berhasil menjepit ularnya dengan bambu yang ia bawa sepanjang perjalanan,"Kena kau!Saya buang dulu Mas ularnya!" Verrel langsung main peluk Wilona saja,"Kamu gpp kan?Aku takut banget kehilangan kamu." Wilona tenang di pelukan Verrel,"Saya yakin Tuan bakal kemari.Saya yakin itu.Saya senang Tuan ada di sini.Hiks..." Norman kembali dari buang ular,'Ohh...manis sekali.Jangan disamperin dulu ah.Mending aku cari buah2an yang bisa dimakan.' Norman malah nemu gubuk tua,'Wei...siapa diriin gubuk di sini?Kayaknya buat berteduh dari hujan kali ya.Paling para pendaki gunung nih yang buat.' Verrel ingat soal bercak darah yang ia temukan,"Kamu terluka ya?Aku lihat di tulisan kamu.Ehm...kamu kan yang nulis huruf2 itu?" Wilona mengangguk,"Iya.Cuma Tuan yang ada di pikiran saya.Saya ga mau jauh lagi dari Tuan..." Verrel mengusap air mata di pipi Wilona,"Aku ada di sini.Jangan takut lagi.Coba aku lihat lukamu.Bagaimana sampai kamu bisa ada di hutan sendirian lagi?Luka pula?" Wilona lalu cerita bagaimana ia diajak salah satu kru nyari kalung yang hilang,"Saya ga ngira dia ninggalin saya sendirian di sini.Medannya licin lagi.Saya jatuh tadi.Sakit buat jalan." Verrel geram sekali,'Awas saja kalau aku nemuin orangnya.Aku pasti akan bikin perhitungan.Berani sekali mau menyakiti gadis yang aku sayang.Minta dihajar pakai jurus barakuda kali ya.' Norman datang,"Mas Verrel gerimis lagi nih.Mau gelap pula.Mending berteduh di sana.Ada gubuk di sana." Verrel mendekati Wilona,Wilona heran,"Tuan mau apa?" Verrel tersenyum,"Gendong kamu.Kaki kamu kan sakit.Mau gendong depan apa belakang?" Wilona bingung akhirnya Verrel yang mutusin,"Depan aja.Hujan turun nih..." Dalam pelukan Tuannya,Wilona tersenyum dan merona pula,'Ya ampun sedekat ini sama Tuan Verrel.Terima kasih ya Tuan,sudah jauh2 nyusul Wilo sampai ke mari.Pasti Tuan capek banget.Selama dekat Tuan,Wilo akan aman.' Wilona ingat kata2 orang tuanya dalam mimpi dulu,'Ayah ibu,Wilo tahu kini arti mimpi itu.Wilona akan selalu di dekat Tuan.Selalu...' Sampai di gubuk,hujan turun dengan derasnya.Verrel menurunkan Wilo pelan2,"Nah kamu duduk sini.Aku akan lihat lukamu.Man kotak P3K nya mana?" Tbc..... |
Part 143 》》BANDARA CINTA
The upright man...
Norman segera mengeluarkan isi tas ransel yang dibawanya
sejak tadi,"Bentar Mas.Masalahnya kayaknya tadi kotak P3K nya paling bawah
deh..."
Wilona malah heran,"Tuan tumben bawa begitu banyak
perlengkapan?Tahu saja kalau saya terluka..."
Verrel bingung jawabnya,"Ehm...aku emang bagus
instingnya.Peka gitu he..he.."
Norman bantah,"Itu bukan insting Mas tapi panik.Begitu
tahu mbak Wilo ga ada di lokasi pertama langsung deh dijalan Mas Verrel itu
bingungi.He..he.."
Verrel jelas malu rahasianya dibongkar,"Man,buruan
kotak P3Knya!Malah siaran berita..."
Norman merapat ke dekat Wilona,"Mbak,gitu tuh
tadi.Heboh gitu.Sampai2 barang2 yang ada di mobil dimasukin semua ke tas.Lihat
nih sampai tissue,apalagi nih senter,minuman botol wah..wah..pantas berat
bener..."
Wilona sumringah lihat air minum,Verrel memperhatikannya dan
segera mengambilnya,"Kamu haus ya?Biar kubukakan.Nih minum pelan2 ya?Biar
aku pegangi..."
Wilona minum dengan haru,apalagi habis minum dilap pakai
tissue sama Verrel.Aduh Norman aja sampai merona lihatnya,'Ya ampun mereka
serasi banget deh...'
Wilona tersipu,"Saya seharusnya yang melayani Tuan
bukan sebaliknya."
Verrel memandangnya penuh sayang,"Kamu boleh manggil
aku 'Tuan',bukan karena aku majikan kamu tapi karena itu adalah panggilan
sayang buat aku.Kamu mengerti kan?"
Eh malah Norman kepencet senter sehingga cahayanya menyinari
wajah Norman,Wilona jelas kaget,"Wuaaahhh!!"
Langsung nempel dia ke Verrel,"Tuan,itu apa?"
Verrel sih seneng,'Norman tumben kerjanya bagus he..he..'
Weleh...lha Norman ya bikin nyengkirik aja.Mana udah gelap
lagi,"Ketemu kotaknya!!Hore!!"
Wilona jadi tersipu menyadari dia memeluk Tuannya erat
pula,"Ehm...maaf Tuan...Pak Norman bikin kaget tadi..."
Verrel mesem menang banyak sih,"Gpp.Norman emang gitu
modelnya.Mana Man senternya?"
Wilona berkata,"Biar saya saja yang pegang senternya
Tuan..."
Norman beresin gubuk itu,"Sawangnya banyak
bener..."
Verrel memegang kaki Wilona yang luka,"Lutut kamu memar
nih...sakit sebelah sini?"
Wilona berdebar2 dipegang kakinya oleh Verrel,"Iya
Tuan...disitu nyeri ..."
Norman bersih2 sambil melirik,'Mas Verrel cocok bener jadi
dokter he..he..'
Tbc......
Part 144 》》BANDARA CINTA
Lighten my darkness...
Bagi Wilona yang membuatnya tak merasa sedih lagi adalah kehadiran Verrel di sisinya.Dulu ia melalui setiap jam dengan hinaan orang karena ia buta,ngrepotin,belum yang lainnya.Namun Verrel ga pernah memandangnya seperti itu,"Terima kasih ya Tuan dibelain nyusul saya sampai berada di sini?Maaf sudah ngrepotin Tuan...Harusnya Tuan sedang istirahat sepulang syuting malah kemari."
Verrel mengoles luka Wilona dengan obat merah,"Berhenti mikir kayak gitu okay?Kamu itu ga pernah ngrepotin aku...Nah sudah diobatin lukanya.Mengenai terkilirnya nanti kita ke dokter.Kamu pasti lapar.Man,ada makanan ga?"
Norman menjawab,"Ada buah2an Mas.Saya nemu mangga nih.Buahnya aneka jenis ukurannya.Ga tahu nih kayaknya yang kecil2 ini mangga madu deh...terus yang ini manalagi.Kalau ini kayaknya mangga sengir...Nih saya ada cutter...Silakan."
Wilona mau mengupas mangganya buat Verrel tapi dicegah sama sang tuan,"Biar aku saja.Tangan kamu kan sakit.Kamu mau yang mana mangganya?"
Wilona pilih yang kecil2,"Ini saja Tuan.Dulu saya pernah dihukum ga dikasih makan sama Bibi saya karena saya mecahin piringnya.Tuan tahu,sebelah rumah paman saya tumbuh pohon mangga,saya makan itu.Buahnya kecil2 gini..."
Verrel malah ngenes dengernya,"Kamu ga dikasih makan sama bibi kamu?Kok tega dia?Kamu ga bilang sama paman kamu?"
Wilona menggeleng,"Saya ini numpang di rumah paman saya.Itu aja saya dah makasih banget.Saya ga mau paman dan bibi ribut gara2 saya.Lagian saya juga salah mecahin piring.Sejak itu saya kalau makan pakai piring seng."
Verrel sedih dengernya,'Ya ampun..pakai piring seng?Anjing peliharaan mama saja makannya punya piring khusus.Kasihan banget Wiloku.'
Lihat Wilona makan mangga,Verrel terharu,'Aku janji mulai kini aku akan pastiin kamu dapat yang terbaik.Mulai dari makanan,minuman,pakaian semuanya.Sepertinya aku akan cabut aja deh dari nih sinet.Wiloku sampai luka gini kakinya...Apalagi habis ini masih padat lagi jadwalnya.Aku akan bicara sama Bu Merry nanti.'
Bimo akhirnya mutusin nyusul Verrel ke hutan setelah hujan reda,'Aku ga tenang diem aja.Aku bertanggung jawab pada Bu Windy.Gimana kalau Mas Verrel kenapa2?'
Lighten my darkness...
Bagi Wilona yang membuatnya tak merasa sedih lagi adalah kehadiran Verrel di sisinya.Dulu ia melalui setiap jam dengan hinaan orang karena ia buta,ngrepotin,belum yang lainnya.Namun Verrel ga pernah memandangnya seperti itu,"Terima kasih ya Tuan dibelain nyusul saya sampai berada di sini?Maaf sudah ngrepotin Tuan...Harusnya Tuan sedang istirahat sepulang syuting malah kemari."
Verrel mengoles luka Wilona dengan obat merah,"Berhenti mikir kayak gitu okay?Kamu itu ga pernah ngrepotin aku...Nah sudah diobatin lukanya.Mengenai terkilirnya nanti kita ke dokter.Kamu pasti lapar.Man,ada makanan ga?"
Norman menjawab,"Ada buah2an Mas.Saya nemu mangga nih.Buahnya aneka jenis ukurannya.Ga tahu nih kayaknya yang kecil2 ini mangga madu deh...terus yang ini manalagi.Kalau ini kayaknya mangga sengir...Nih saya ada cutter...Silakan."
Wilona mau mengupas mangganya buat Verrel tapi dicegah sama sang tuan,"Biar aku saja.Tangan kamu kan sakit.Kamu mau yang mana mangganya?"
Wilona pilih yang kecil2,"Ini saja Tuan.Dulu saya pernah dihukum ga dikasih makan sama Bibi saya karena saya mecahin piringnya.Tuan tahu,sebelah rumah paman saya tumbuh pohon mangga,saya makan itu.Buahnya kecil2 gini..."
Verrel malah ngenes dengernya,"Kamu ga dikasih makan sama bibi kamu?Kok tega dia?Kamu ga bilang sama paman kamu?"
Wilona menggeleng,"Saya ini numpang di rumah paman saya.Itu aja saya dah makasih banget.Saya ga mau paman dan bibi ribut gara2 saya.Lagian saya juga salah mecahin piring.Sejak itu saya kalau makan pakai piring seng."
Verrel sedih dengernya,'Ya ampun..pakai piring seng?Anjing peliharaan mama saja makannya punya piring khusus.Kasihan banget Wiloku.'
Lihat Wilona makan mangga,Verrel terharu,'Aku janji mulai kini aku akan pastiin kamu dapat yang terbaik.Mulai dari makanan,minuman,pakaian semuanya.Sepertinya aku akan cabut aja deh dari nih sinet.Wiloku sampai luka gini kakinya...Apalagi habis ini masih padat lagi jadwalnya.Aku akan bicara sama Bu Merry nanti.'
Bimo akhirnya mutusin nyusul Verrel ke hutan setelah hujan reda,'Aku ga tenang diem aja.Aku bertanggung jawab pada Bu Windy.Gimana kalau Mas Verrel kenapa2?'
Ketemukah Bimo?Tbc.....
Part 145 》》BANDARA CINTA
Thank you... Hujan yang turun menghalangi pandangan,Bimo disarankan oleh kru yang lain untuk menunggu,malah datanglah Bu Merry bersama Rizky.Rizky mencemaskan keadaan Wilona,"Mana Wilona?Kok dia ga kelihatan?" Bimo menjawab dengan tertunduk,"Saya lengah Mas.Mbak Wilona hilang.Sekarang malah saya juga kehilangan Mas Verrel yang pergi ke hutan sebelah sana nyari mbak Wilona.Mana hujan lagi.Ga ada sinyal pula." Merry merasa bersalah,"Harusnya saya ga biarin semua ini terjadi.Harusnya saya tetap berprinsip.Saya gagal melindungi team saya." Rizky mau nekad nyari,"Pak Bimo ayo kita ke hutan cari Wilona.Saya biasa naik gunung hadapi medan sulit.Bapak juga pastinya pernah hadapi medan2 berat.Ayo Pak!" Bimo setuju,"Mas Rizky benar.Ayo Mas!Mumpung hujannya ga sederas tadi." Merry berpesan,"Hati2 kalian!Saya tunggu kabar baiknya di sini." Rizky dan Bimo bergegas menyusuri hutan.Sementara Wilona tak mau jauh2 dari Verrel,depis dekat sang tuan,"Tuan,jangan tinggalin saya ya?Saya takut..." Verrel tersenyum,diraihnya jaketnya,"Pakai ini sebagai selimut.Udara dingin.Aku ga kemana2.Aku disini jagain kamu." Norman mah ronda,"Tenang mbak Wilona.Selama ada Mas Verrel,mbak ga usah cemas.Lagian kan saya juga ada.Kalian tidur istirahat saja biar saya yang jaga.Kalau lihat cuaca kayaknya mending malam ini nginep sini aja Mas.Kaki mbak Wilona kan sakit,jalanan pasti licin.Bahaya.Mana gelap lagi.Besok pagi saja kita keluar dari hutan ini." Verrel setuju,"Benar Man tumben kamu cerdas.Apa karena makan mangga hutan?Bisa jadi..." Wilona kedinginan,direngkuh sama Verrel,"Sini tidur saja dekat aku.Pakai paha aku jadi bantal." Wilona tidur dengan kepala dipangkuan Verrel,'Senangnya ada Tuan di sini.Walau apapun yang terjadi asal Tuan disampingku hatiku tenang.Aku ga merasa sendiri.' Verrel malah merhatiin Wilona yang tidur dengan senyum diwajahnya,'Syukurlah aku berhasil menemukanmu.Apa artinya hidupku jika kau tak kutemukan.Tuhan,terima kasih telah menciptakan dia untukku...' Norman berkata,"Mas tidur saja.Saya akan jaga.Mas santai aja.Siapin buat tenaga besok." Verrel heran,"Emang besok ada apa?" Norman mesem lihat Wilona hampir terbangun,"Jangan kenceng2 Mas..."Tbc�
Thank you... Hujan yang turun menghalangi pandangan,Bimo disarankan oleh kru yang lain untuk menunggu,malah datanglah Bu Merry bersama Rizky.Rizky mencemaskan keadaan Wilona,"Mana Wilona?Kok dia ga kelihatan?" Bimo menjawab dengan tertunduk,"Saya lengah Mas.Mbak Wilona hilang.Sekarang malah saya juga kehilangan Mas Verrel yang pergi ke hutan sebelah sana nyari mbak Wilona.Mana hujan lagi.Ga ada sinyal pula." Merry merasa bersalah,"Harusnya saya ga biarin semua ini terjadi.Harusnya saya tetap berprinsip.Saya gagal melindungi team saya." Rizky mau nekad nyari,"Pak Bimo ayo kita ke hutan cari Wilona.Saya biasa naik gunung hadapi medan sulit.Bapak juga pastinya pernah hadapi medan2 berat.Ayo Pak!" Bimo setuju,"Mas Rizky benar.Ayo Mas!Mumpung hujannya ga sederas tadi." Merry berpesan,"Hati2 kalian!Saya tunggu kabar baiknya di sini." Rizky dan Bimo bergegas menyusuri hutan.Sementara Wilona tak mau jauh2 dari Verrel,depis dekat sang tuan,"Tuan,jangan tinggalin saya ya?Saya takut..." Verrel tersenyum,diraihnya jaketnya,"Pakai ini sebagai selimut.Udara dingin.Aku ga kemana2.Aku disini jagain kamu." Norman mah ronda,"Tenang mbak Wilona.Selama ada Mas Verrel,mbak ga usah cemas.Lagian kan saya juga ada.Kalian tidur istirahat saja biar saya yang jaga.Kalau lihat cuaca kayaknya mending malam ini nginep sini aja Mas.Kaki mbak Wilona kan sakit,jalanan pasti licin.Bahaya.Mana gelap lagi.Besok pagi saja kita keluar dari hutan ini." Verrel setuju,"Benar Man tumben kamu cerdas.Apa karena makan mangga hutan?Bisa jadi..." Wilona kedinginan,direngkuh sama Verrel,"Sini tidur saja dekat aku.Pakai paha aku jadi bantal." Wilona tidur dengan kepala dipangkuan Verrel,'Senangnya ada Tuan di sini.Walau apapun yang terjadi asal Tuan disampingku hatiku tenang.Aku ga merasa sendiri.' Verrel malah merhatiin Wilona yang tidur dengan senyum diwajahnya,'Syukurlah aku berhasil menemukanmu.Apa artinya hidupku jika kau tak kutemukan.Tuhan,terima kasih telah menciptakan dia untukku...' Norman berkata,"Mas tidur saja.Saya akan jaga.Mas santai aja.Siapin buat tenaga besok." Verrel heran,"Emang besok ada apa?" Norman mesem lihat Wilona hampir terbangun,"Jangan kenceng2 Mas..."Tbc�
Part 146 》》BANDARA CINTA Setteth me upon... Bimo dan Rizky mencoba
menembus hutan tapi hujan kembali turun,dingin banget lagi,"Mas
Rizky,kayaknya terlalu beresiko deh.Kita cari tempat berteduh dulu.Atau balik
saja dulu mumpung belum jauh." Akhirnya mereka melihat cahaya di kejauhan,"Itu
kayak ada cahaya Pak Bimo.Kita ke sana saja." Norman melihat sesuatu
bergerak mendekat,'Itu kayak bayangan orang deh.Tapi jangan2 makhluk halus
penunggu hutan..apa aku bangunin Mas Verrel ya?Aduh...mana pules lagi Mas
Verrel.Aku ini bodyguard.Masak takut sama lelembut.Hadapi!!' Rupanya Bimo sama
Rizky yang datang,namun Norman masih ga yakin,'Tunggu dulu.Kayak Pak Bimo
deh.Tapi makhluk halus kan juga suka nyamar jadi orang yang kita kenal.Tetep
harus waspada.' Bimo juga merasa familiar dengan sosok di kejauhan,"Itu kayak
Norman...Ah bener itu Norman.Aku hafal betul gestur tubuhnya.Mas Rizky itu
Norman!" Rizky kian semangat,"Norman,pengawal Verrel?Ayo Pak lebih
cepat!" Bimo akhirnya sampai di gubuk,"Man!" Norman malah
nyoroti kaki Bimo,'Ngambah tanah ga?Jangan2 melayang...serem...' Bimo
celingukan,"Man,Mas Verrel mana?Kamu ini ngapain?Aku ini manusia Man.Mbak
Wilona ketemu ga?" Norman lega lihat kaki Bimo menapak
tanah,"Pyuhh...Pak Bimo asli to he..he..Mas Verrel didalam sama mbak
Wilona.Kita mau nerusin jalan hujan..mana kaki mbak Wilona cidera lagi."
Rizky lega,"Wilona ketemu?Syukurlah...Mana dia?" Main masuk saja
Rizky dan terpana lihat pemandangan di hadapannya.Wilona tidur dengan kepala di
pangkuan Verrel.Verrel sendiri tidur dengan posisi duduk dan tangan yang protektif
siap melindungi Wilona.Bimo juga masuk,'O...o...' Rizky melihat kaki
Wilona,'Memang tempat teraman bagi kamu adalah bersama Verrel.Aku ga bisa
jagain kamu.Malah adik aku sendiri yang mengatur semua ini.Walaupun aku sedih
karena ga ada bersama kamu di saat kamu membutuhkan aku namun aku lega kamu
baik2 saja.Itu cukup buatku.Melihat kamu baik2 saja aku sudah bahagia.Verrel
pasti sangat sayang sama kamu,Wil.Dibelain jauh2 nyusul kamu.Aku ga ngira
seorang Verrel Bramasta bisa tidur di tempat seperti ini.Gubuk tua ditengah
hutan.Ternyata kamu bukan anak manja,Rell.' Bimo juga lega lihat anak
majikannya.Tbc........
Part 147 》》BANDARA CINTA Bring them down... Verrel merasa ada
bayangan mendekat,iapun membuka mata,"Bimo?" Bimo mesem,"Iya Mas
ini saya.Ssst...jangan bergerak.Mas disitu saja.Mas gpp kan?" Verrel
mengangguk dan melihat Rizky,"Kamu juga disini?Bukannya katanya kamu ada
urusan penting di Solo?" Rizky duduk di dekat Wilona,"Udah kelar
urusannya.Wilona luka ya?" Verrel kembali mengangguk,"Iya.Saat aku
menemukannya dia sudah cidera.Aku terlambat...Kasihan Wiloku..." Wilona
sempat bergerak tapi diusap rambutnya oleh Verrel ga jadi bangun deh,bobok lagi
berbantalkan paha tuannya.Akhirnya semua kembali tidur,Bimo giliran yang
jaga.Norman langsung cari spot buat tidur.Keesokkan harinya Wilona bangun lebih
dulu,tersenyum ia karena langsung dapat pemandangan wajah tampan sang
tuan,'Tuan tidur sambil duduk terus.Ya ampun aku semalaman jadiin Tuan sebagai
bantal?Ups...' Merona ria deh wajah Wilona,pelan ia bangun tapi kakinya ga bisa
diajak kompromi,nyeri digerakkan,"Aduh..." Langsung deh Verrel dan
Rizky bangun dan mendekat,"Kamu gpp Wil?" Bimo tersenyum
melihatnya,'Ya ampun sampai barengan nanyanya...Sama2 sayang ke mbak Wilona.Mas
Verrel dapat saingan nih...' Wilona kaget lihat Rizky,"Kamu disini?Kapan
sampai sini?" Rizky seneng dapat perhatian Wilona,"Semalam.Kamu pas
tidur.Gimana kaki kamu?Masih sakit?" Wilona melihat kakinya,"Udah
mendingan.Kemarin dikasih obat sama Tuan...Cuma masih nyeri aja dibagian deket
lutut." Verrel membantu Wilona duduk,"Tenang saja nanti aku akan
gendong kamu.Terus nanti kita ke dokter tulang.Biar kaki kamu
diperiksa.Dirontgen dan difisioterapi." Wilona tenang,"Terima kasih Tuan.Saya
ngrepotin Tuan terus.Saya juga nyusahi para crew karena syuting jadi terganggu
dengan sakitnya kaki saya." Rizky yang ganti bicara,"Tenang saja ntar
aku akan minta sama Papa aku biar jalan ceritanya agak diubah.Sesuai kondisi
kamu.Jadi kamu masih bisa ikut syuting." Wilona lega,"Sungguh?Terima
kasih Rizky..." Verrel manyun,"Sama aku kok ga bilang makasih?"
Wilona meraih tangan tuannya,"Kalau buat Tuan jelaslah....saya ga tahu
harus bilang apa sama Tuan...kata makasih kayaknya ga cukup." Verrel senang,Rizky
yang agak cemburu,"Tuan...Tuan macam apa itu..."Tbc.......
Part 148 》》BANDARA CINTA My strenght... Verrel malah ribut sama
Rizky,"Kamu kenapa sih?Ga suka amat Wilo manggil aku dengan sebutan
'Tuan'?Oh aku tahu kamu juga pingin dipanggil gitu.Iya?No way!!Itu sebutan just
for me.The one and only!!" Rizky balas,"Itu sebutan nunjukin kalau
kamu itu emang cuma majikan aja ke Wilo.Nunjukin jarak dan perbedaan.Bahwa
kalian itu beda kasta.Disebut gitu aja bangga amat!" Verrel berdiri,"Kamu
ngapain sih?Itu tuh bukan aku yang suruh ya...itu Wilo yang suka manggil aku
gitu.Lagian kamu rempong amat jadi orang pakai acara nyusul kemari pula."
Rizky ga mau kalah,"Kamu sendiri jauh2 dari lokasi syuting kamu juga
nyusul kemari.Emang cuma kamu doang yang boleh nyusul Wilo?Kamu apanya Wilo
hehh?!" Verrel geram dan Bimo akhirnya melerai keduanya,"Mas
Verrel..Mas Rizky saya mohon hentikan.Kalian membuat mbak Wilona sedih.Tuh
lihat...mbak Wilona nangis tuh...dan jalan keluar lho.Kalian sampai ga tahu
kan?" Verrel segera sadar dan ngejar Wilona,"Wiloku!!Kamu jangan
jalan sendiri.Tunggu!!" Rizky tersenyum pada Bimo,"Saya hanya ingin
tahu keseriusan Verrel pada Wilona.Karena anak manja kayak dia itu harus
dibikin ngeh kalau ga ya bakal ga maju2..." Bimo baru ngeh,"Oh gitu...hanya
ngetest ya..." Rizky lihatin gimana Verrel membujuk Wilona,'Kamu ga akan
bisa marah ke Verrel,Wil...kamu sayang banget sama dia.' Memang benar Wilona ga
bisa marah lama,saat sang tuan jongkok didepan dia hatinya langsung
lumer,"Ihh...Tuan mau ngapain?Saya udah ga marah lagi kok.Tapi Tuan jangan
ribut lagi sama Rizky.Ayo Tuan berdiri..." Verrel nengok,"Ayo naik ke
punggung aku Kaki kamu kan sakit.Jalanan masih basah.Aku gendong kamu sepanjang
jalan.Ayo!" Wilona agak ragu,"Tapi saya berat Tuan...nanti Tuan malah
sakit punggung lagi.Ga ah saya ga mau Tuan sakit." Verrel
meyakinkan,"Aku itu kuat ya Wil.Ayo buruan.Nanti keburu hujan lagi
lho." Wilona akhirnya naik ke punggung Verrel,tangannya memeluk leher sang
Tuan,"Gini ya Tuan?" Verrelpun berdiri,"Yup!!Ayo kita keluar
dari hutan ini.Come on guys!!" Wilona berdebar sekaligus hepi diatas
punggung Tuannya,'Tuan baunya khas.Perasaan kemarin ga mandi deh tapi kenapa
masih harum ya.' Merekapun berangkat.Bersambung....
Part 149 》》BANDARA CINTA
Your back...
Sepanjang perjalanan Norman cerita ke Pak Bimo gimana dia dan Verrel bisa nemuin Wilona.Rizky dengerin,'Oh jadi Wilona menulis huruf di batang pohon dengan sebongkah batu.Dan ia menulis 'Tuan',semakin jelas betapa di saat apapun di hatinya hanya Verrel seorang.Heran,kenapa bisa sebegitu berartinya Verrel bagi Wilona ya?Aku jadi penasaran bagaimana awal mereka bertemu.'
Rizky melihat ke arah Wilona yang ada di punggung tuannya,'Senyum malu2 tampak jelas di wajahnya.Ia sangat bahagia bisa dekat dengan si anak manja itu.Dulu aku pikir tuh anak cuma artis karbitan tapi makin kenal dia jadi tahu kalau dia itu punya sisi lembut dan care yang begitu dalam.Satu sisi yang baru terlihat bila Wilona di dekatnya.'
Verrel melangkah dengan hati2,Rizky akhirnya pilih berada paling depan buka jalan,padahal ga tahan dia lihat Wilona digendong Verrel,"Awas ada akar pohon!Pelan2 saja jalannya."
Verrel merhatiin bener2 setiap step yang dia ambil,bawa cargo berharga ya Rell?Norman berbisik pada Bimo,"Lihat tuh Mas Verrel,bawa tas ransel sendiri aja ga mau eh begitu bawa mbak Wilona yang jelas jauh lebih berat dari tas ransel malah mau.Ini fenomena apa fatamorgana ya Pak Bimo?"
Bimo mau jawab eh Verrel dah nyahut,"Man,aku denger lho...!"
Bimo nahan senyum,"Tuh denger!Kebanyakan gaul sama Anabel sih makanya bibirnya jadi ceriwis.Rasain!"
Bimo sebenarnya juga merhatiin anak majikannya,'Mas Verrel berubah sejak ada Mbak Wilona.Dulu ya ampun uring2an melulu.Sesuatu yang ga perfect pasti jadi masalah.Tapi sekarang,ga ada lagi sungut2.Makan aja sekarang suka yang sederhana kayak yang mbak Wilona suka.Gitu aja wajahnya nampak bahagia banget.Syuting molor wah betenya dulu tapi kini jangankan bete malah langsung ngibrit sorak hore nyamperin mbak Wilona.Astaga...mood swing banget.Kalau ga ada mbak Wilona wajahnya kayak baju laundry belum disetrika.Begitu nyebut nama mbak Wilona aja sumringahnya kayak matahari baru terbit di pagi hari.Inikah fenomena cinta?'
Bimo jadi inget Bu Windy,ia suka merhatiin semua gerak gerik mamanya Verrel itu.Weii...Kok ga Anabel Pak Bimo?Anabel mah lagi sebel karena harus jagain Si Tari,Pak Rudy ternyata ada jadwal operasi.Tbc.
Your back...
Sepanjang perjalanan Norman cerita ke Pak Bimo gimana dia dan Verrel bisa nemuin Wilona.Rizky dengerin,'Oh jadi Wilona menulis huruf di batang pohon dengan sebongkah batu.Dan ia menulis 'Tuan',semakin jelas betapa di saat apapun di hatinya hanya Verrel seorang.Heran,kenapa bisa sebegitu berartinya Verrel bagi Wilona ya?Aku jadi penasaran bagaimana awal mereka bertemu.'
Rizky melihat ke arah Wilona yang ada di punggung tuannya,'Senyum malu2 tampak jelas di wajahnya.Ia sangat bahagia bisa dekat dengan si anak manja itu.Dulu aku pikir tuh anak cuma artis karbitan tapi makin kenal dia jadi tahu kalau dia itu punya sisi lembut dan care yang begitu dalam.Satu sisi yang baru terlihat bila Wilona di dekatnya.'
Verrel melangkah dengan hati2,Rizky akhirnya pilih berada paling depan buka jalan,padahal ga tahan dia lihat Wilona digendong Verrel,"Awas ada akar pohon!Pelan2 saja jalannya."
Verrel merhatiin bener2 setiap step yang dia ambil,bawa cargo berharga ya Rell?Norman berbisik pada Bimo,"Lihat tuh Mas Verrel,bawa tas ransel sendiri aja ga mau eh begitu bawa mbak Wilona yang jelas jauh lebih berat dari tas ransel malah mau.Ini fenomena apa fatamorgana ya Pak Bimo?"
Bimo mau jawab eh Verrel dah nyahut,"Man,aku denger lho...!"
Bimo nahan senyum,"Tuh denger!Kebanyakan gaul sama Anabel sih makanya bibirnya jadi ceriwis.Rasain!"
Bimo sebenarnya juga merhatiin anak majikannya,'Mas Verrel berubah sejak ada Mbak Wilona.Dulu ya ampun uring2an melulu.Sesuatu yang ga perfect pasti jadi masalah.Tapi sekarang,ga ada lagi sungut2.Makan aja sekarang suka yang sederhana kayak yang mbak Wilona suka.Gitu aja wajahnya nampak bahagia banget.Syuting molor wah betenya dulu tapi kini jangankan bete malah langsung ngibrit sorak hore nyamperin mbak Wilona.Astaga...mood swing banget.Kalau ga ada mbak Wilona wajahnya kayak baju laundry belum disetrika.Begitu nyebut nama mbak Wilona aja sumringahnya kayak matahari baru terbit di pagi hari.Inikah fenomena cinta?'
Bimo jadi inget Bu Windy,ia suka merhatiin semua gerak gerik mamanya Verrel itu.Weii...Kok ga Anabel Pak Bimo?Anabel mah lagi sebel karena harus jagain Si Tari,Pak Rudy ternyata ada jadwal operasi.Tbc.
Part 150 ♣
BANDARA CINTA
His love....
Kaget juga Dokter Rudy kala sampai rumahnya ada Tari dan Pak
Syamsul,"Wah ada tamu to?Maaf saya baru bisa pulang ada jadwal operasi di
luar kota."
Tari kegenitan gitu,"Oh gpp.Rumahnya nyaman kok.Besar
lagi.Perabotannya mewah2 lagi.Saya betah di sini."
Pak Syamsul nyikut isterinya,"Bikin malu aja.Ayo kita
pamit pulang."
Tari ga mau kekeh dia mau nunggu Wilona kembali dari
syuting.Anabel datang,"Kayaknya Mbak Wilona ada masalah di lokasi
syuting.Ini Bu Merry baru aja kasih kabar."
Jelas Rudy khawatir,"Masalah gimana?Wilona gpp
kan?"
Anabel jawab,"Kata Bu Merry,Mbak Wilona hilang Pak.Mas
Verrel nyariin juga ikut hilang.Oh tidak!!!"
Rudy bergegas mau nyusul ke TW,"Saya harus ke
sana."
Tari mau ikut,"Saya ikut ya Pak Dokter?Saya mencemaskan
keponakan saya."
Syamsul juga ikut cemas,"Saya juga ikut Pak.Soal kerja
saya akan tukar libur nanti sama sejawat saya."
Anabel juga ikutlah.Akhirnya mereka pergi semua ke TW.Nyusul
Wilona.Sementara Wilona malah mengkhawatirkan tuannya,"Tuan ga capek
gendong saya?Istirahat dulu ya?Tuh Tuan keringatan."
Merekapun istirahat karena Wilona maksa.Disekanya keringat
Verrel dengan sapu tangannya,"Tuan,minum dulu ya.Ini ada buah juga.Pak
Bimo kayaknya masih ada roti ya?"
Bimo memberikan roti krumpul pada Wilona,"Iya
mbak.Ini."
Wilona malah nyuapi Verrel,"Tuan ga suka isi kacang
ya.Ini rasa nanas saja."
Rizky mendekat,"Capek ya Rell?Gantian aku aja yang
gendong Wilo."
Verrel langsung menolak,"Ga!!Aku ini keringatan karena
kena sinar matahari pagi.Bukan karena kecapekan.Enak aja!Wilona itu tanggung
jawab aku.Katamu aku ini tuannya kan?"
Rizky merayu Wilona,"Wil,kamu sama aku aja gendongnya.Lihat
tuh tuan kamu kepayahan lho.Namanya juga anak mama mana pernah kerja
berat.Kalau aku kan sering panjat tebing dan mendaki gunung jadi udah
biasalah."
Wilona lihatin tuannya,eh Verrel malah langsung jongkok
depan Wilona,"Ayo naik!Aku ini pria yang kuat!Dan Wilo kamu janji kan akan
nuruti aku?"
Wilona ga punya pilihan,naik dia di punggung
Verrel,"Maaf Rizky.Aku ikut kemauan Tuan saja.Saya aman kok dengan
Tuan."
Norman sama Pak Bimo saling pandang,mesem mereka.Mau dirayu
kayak tetep aja Tuannya numero uno.Tbc.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar