Part 71 》》BANDARA CINTA
Taken away...
Bimo bingung juga mau jawab,"Begini Bu Windy...Mas Verrel
tidak konsentrasi saat adegan laga.Jadi kena pukul ga sengaja...hidungnya
sempat berdarah..."
Windy memeluk putra sulungnya,"Sayang,kayaknya ga sekali ini
deh kamu kena pukul pas syuting.Cuma baru kali ini mama lihat kamu sampai kayak
ga punya semangat buat syuting...Biasanya ya putra mama itu selalu on fire buat
kerja.Always be profesional.But now...look at you...you look so sad...what
happen?Tell to your mother and I am promise will give what you want..."
Verrel baru sumringah mendengarnya,"Bener Ma?Mama akan
berikan apa yang Verrel inginkan?"
Windy jawab dengan mantap,"Sure.Promise.Kamu mau apa sih?Ya
ampun sampai ga ada semangatnya kayak gini...Mau mobil baru mama beliin.Mau apa
liburan ke luar negeri?Just tell me!"
Verrel jawab,"Verrel mau ke Solo Ma..."
Jelas Windy heran,"Ke Solo.Buat apa?"
Verrel berkata,"Mau nyusul my angel Ma..."
Windy kian penasaran,"My angel...Maksud kamu siapa sayang?Oh
mama tahu maksud kamu gadis penjual buah itu...bukannya kamu habis dari
Solo?Kamu ga ketemu dia?"
Verrel jawab,"Sudah tapi dia balik lagi ke sana Ma.Verrel
sedih..."
Malah meluk guling Verrelnya weleh...Akhirnya Windy nanya
Bimo,"Oh jadi gadis itu sebenarnya sudah mulai belajar kerja dengan
Verrel...A working girl..."
Windy ingat mimpinya bahwa putranya akan selamat jika disampingnya
ada seorang gadis.Sayang bayangan gadis itu saja yang bisa ia lihat.Bayangan
hitam,'Mungkin bayangan hitam itu adalah si gadis penjual buah itu...aku jadi
ingin bertemu.Jika aku bertemu maka akan tahu...'
Akhirnya Windy bicara dengan produsernya.Syutingpun akan dilanjut
di Solo.Verrel gembira sekali,"Yes!Akhirnya aku bisa ketemu Wilona
laginbSementara di Solo,kondisi Dinda kian kritis.Dia berpesan pada
Wilona,"Janji ya Wil...kamu jadi artis kayak Verrel ya?Janji ya Wil...aku
juga titip papaku ya...Anggap dia sebagai ayahmu...mau ya Wil?"
Wilona jawab,"Kalau soal ayah Non Dinda jangan khawatir.Saya
akan ijin ke Tuan Verrel buat nengok ayah Non...tapi soal jadi artis kayaknya
itu ga mungkin deh Non...saya ini kan buta Non...mana ada yang mau jadiin saya
artis...Non ini bisa saja."
Bisakah?Tbc...
Part 72 》》BANDARA CINTA
Receive comfort...
Dokter Rudy tahu bahwa saat2 terakhir putrinya telah
tiba,"Jangan tinggalkan papa sayang...papa mohon.Papa akan
sendirian...siapa yang akan menemani papa?"
Dinda dengan wajah pucat mengusap air mata dipipi
papanya,"Siapa bilang papa akan sendirian?Papa lupa ya...Dinda tidak akan
pergi.Dinda akan terus bersama Papa.Dinda akan terus menemani papa.Dinda akan
hidup dalam diri Wilona..."
Dokter Rudy melihat ke arah Wilona yang terpaku di sudut
ruangan,"Wilona kemari Nak...sini..Dinda mencarimu..."
Wilona mendekat,"Iya Om..."
Dinda meraih jemari Wilona,"Ingat janjimu padaku ya
Wil...selamat tinggal..."
Bunyi alat monitor jantung membuat Dokter Rudy menangis.Tapi dia
tahu ini saatnya dia harus bekerja,"Siapkan ruang operasi!!Cepat!!"
Wilona merasa aneh,"Non Dinda kenapa Om?Kok alatnya bunyi
begitu?Apa dia perlu dioperasi?"
Norman berbisik sambil menahan sedih,"Non Dinda sudah tiada
mbak...."
Wilona menangis,"Apa??Non...Non Dinda..."
Dokter Rudy meraih tangan Wilona,"Dinda memang sudah pergi
tapi dia akan kembali...Ayo,kamu ikut Om!"
Wilona tak mengerti tapi dia menurut saja dibawa ke ruang
operasi.Berita meninggalnya Dinda disampaikan Norman ke Bimo,"Non Dinda
sudah tiada Mas...Baru saja."
Windy diberitahu juga oleh Bimo,"Ya ampun..berarti timing
kita ke Solo tepat.Kasihan Rudy...pasti berat sekali baginya kehilangan anak
semata wayangnya..."
Verrel yang sejak tadi lihatin luar jendela begitu denger Norman
nelpon, segera berbinar,"Man?Wilona mana?Apa dia baik2 saja?Dia pasti
sedih banget."
Windy membelai kepala putranya,"Mama ga tahu andai kamu jadi
naik pesawat waktu itu...Mungkin seperti itu perasaan mama sekarang..."
Norman jawab,"Iya Mas Verrel.Mbak Wilona saat ini bersama
Dokter Rudy di ruang operasi."
Verrel jenggirat,"Di ruang operasi?Buat apa Norman?Apa
terjadi sesuatu pada my angel?Awas ya Man sampai Wilona kenapa2."
Norman keder,"Saya juga bingung Mas soalnya tahu2 mbak Wilona
dah diajak Pak Rudy...ke ruang operasi."
Verrel heran,"Bukannya Dinda sudah tiada?Kenapa masih
melakukan operasi?"
Norman jelas ga tahu,"Saya juga ga tahu Mas."
Verrel kesal,"Gimana sih Man?Cari tahu dong!!"
Berhasilkah operasinya?TBc.....
Part 73 》》BANDARA CINTA
To offer sacrifice....
Tak hanya Bimo yang diberitahu soal kematian Dinda,Wilona
juga memberitahu pamannya.Jelas langsung heboh Lola mau ikut ayahnya melayat ke
Solo,"Pak,Lola ikut ya?Lola kan mau ketemu Wilona...kangen gitu..."
Kangen dari Belanda kali.Cie...
Lola hepi banget ayahnya ngijinin dia ikut,"Tapi di sana
jangan bikin bapak malu lho ya?Awas kalau sampai kamu bikin mama wirang di
sana.Ga akan bapak kasih uang saku seminggu!"
Lola punya rencana,'Aku bakal merayu Wilona supaya ngajak aku
tinggal dengan dia.Kalau dia kerja sama Mas Ganteng berarti dia bakal tidur di
rumah Mas Ganteng dong.Wah ini tuh kesempatan emas buat jadi artis tenar.Aku
harus bawa peralatan riasku.Harus banyak dandan.Celakan sik!'
Mau layat say bukan mau ke kondangan...astaga...
Tari juga mau ikut tapi ga dibolehin sama Pak Syamsul,"Kita
ini kurang uang,lagian ini itu mau layat bukan piknik!Uang yang ada cuma bisa
buat dua orang pp."
Tari protes,"Masak sih mas buat naik pramex saja ga ada
duit?Miskin amat?!"
Syamsul kesal,"Lha kamu dah pakai uangnya buat beli hp
baru.Gimana sih?"
Akhirnya Tari ga ikut.Sementara itu Wilona tanya pada
Dokter Rudy,"Katanya Non Dinda yang mau dioperasi supaya bisa tetap
hidup...kok saya juga harus masuk ruang operasi Om?"
Dokter Rudy berkata sambil berlinang air mata,"Karena donor
mata buat kamu sudah ada sayang..."
Wilona kaget,"Apa?Donor mata buat saya?Ya ampun siapa
orangnya yang begitu baik mau mendonorkan matanya buat saya?"
Dokter Rudy berkata,"Nanti kamu juga akan tahu...sekarang
bersiap ya..operasi akan segera dilaksanakan."
Sementara Verrel resah sepanjang perjalanan,"Gimana Bim?Ada
kabar lagi ga?" Bersambung.......
Part 74 》》BANDARA CINTA
The father...
** Resah dan gelisah menunggu di sini...di sudut sekolah tempat
yang kau janjikan ...ingin jumpa denganku walau mencuri waktu...**
Lagu lawas itu seakan menggambarkan hati Verrel yang tengah gundah
gulana di dalam mobil,'Mama juga sih kenapa kekeh ga mau naik
pesawat.Malah naik mobil sama rombongan syuting pula.Lama kan jadinya nyampai
Solo.'
Megangi hp terus lihatin foto Wilona yang dipajang jadi wallpaper.Waduh
untung ga ketahuan sang mama.Wk..wk..wk..
Windy sendiri begitu mendengar Dinda sudah tiada malah
urung naik pesawat.Dia ga mau kejadian di Yogya terulang lagi,"Naik mobil
saja ke Solonya.Sekalian bareng sama team produksi.Ini keputusan mama.Mama ga
mau denger kata -tidak-."
Wah Verrel kian gegana sampai ga bisa tidur sepanjang
perjalanan,'Wilona juga ga bisa dihubungi.Kenapa sih aku kok resah gini...coba
wa aja sama Atha.Siapa tahu bisa kasih solusi tuh anak.'
Wa dia sama adiknya,'Lagi ngapain?Main game ya?'
Atha jawab,'Lagi lihat Piala Dunia nih.Kakak lagi galau ya?'
Verrel heran,'Kok tahu sih?Padahal ga video call lho.Jadi cenayang
ya kamu?'
Atha ngekek kasih gambar emoticon gitu,bunder2 he..he..,'Ya
tahulah...kakak itu ga akan inget aku kalau ga sedang wong kita
galau...ha..ha..'
Verrel gemes sama adiknya itu,'Ga usah ngakak deh...ga tahu sih
rasanya ...'
Atha melanjutkan,'Makanya jangan cepet dewasa...jadi bayi gede
aja.Biar ga jadi wong kito galo....'
Verrel mesem baca balasan adiknya,'Bayi gede kamu itu...pikirannya
seneng2 melulu.Main game,nonton bola,lihat motogp...grow up dong!'
Atha balas,'Ga mau ah...ntar gerhana matahari kayak
kakak..wk..wk...begitu ga lihat rembulannya langsung total
eclipse...wk..wk..wk..'
Verrel mendengus,'Langsung gelap nih rasanya ga ada my angel...ga
bisa dihubungi lagi.'
Atha godain,'Cie...sampai segitunya yang jauh dari yayang
tsenya...hebat ya kakak cantik itu...bisa membuat seorang aktor ngetop
gegana...ha..ha..'
Verrel sebel diledekin terus,'Kamu ini malah ngece saja sejak
tadi...udah aku mau nikmati lagu melow aja.'
Atha balas,'Wah...saking galaunya sampai selera lagu langsung
banting setir.Biasanya ya...yang up beat ini melow mendayu...cie..'
Verrel nutup wa-nya.Bersambung.
Part 75 》》BANDARA CINTA
To supply your lack...
Bila Verrel galau otw Solo,di Solo Wilona juga merasakan
hal yang sama.Apalagi ia mendengar Om Rudy bicara dengan admin dari Bank Mata
Indonesia via telepon,"Iya sudah siap donor matanya.Sesuai prosedur saya
memberitahu kurang dari 6 jam usai pendonor meninggal dunia.Bukankah di
Indonesia hanya diperbolehkan donor mata dilakukan setelah pendonor
meninggal dunia?Sekarang pendonornya sudah tiada...baru saja..."
Wilona tercekat mendengarnya,'Meninggal dunia?Baru
saja?Maksudnya...
Non Dinda adalah...pendonor mata buat aku?'
Suara isak tangis ditahan dari Om Rudy kian
mengkonfirmasi,"Putri saya...hiks...hiks..."
Wilona jadi merasa tidak enak,"Om...Om...maaf saya tak
sengaja mendengar pembicaraan Om barusan...tapi benarkah bahwa bahwa Non Dinda
mendonorkan matanya buat saya?"
Om Rudy mengusap kepala Wilona,"Itu benar...itu adalah amanat
terakhirnya.Katanya inilah cara supaya dia terus bisa hidup."
Wilona menangis,"Saya ga tahu harus bilang apa sama Om...saya
sudah banyak menyusahkan Om bahkan keluarga Om...jika ini berat buat
Om...dibatalin tidak apa Om...lagipula Tuan Verrel tidak masalah saya tak bisa
melihat."
Om Rudy menggeleng,"Tidak Nak...Saya sudah berjanji pada
Dinda.Saya akan menepatinya.Lagipula yang diambil kan cuma korneanya bukan bola
matanya...kamu harus puasa karena ini termasuk operasi besar.Bagi saya justru
ini mengurangi kesedihan saya karena saya akan melihat Dinda lagi dalam
dirimu.Kamu mau kan jadi putri Om?"
Tentu saja Wilona mau,mengangguk haru dan dipeluk sama Om Rudy bak
seorang ayah saja,"Tentu Wilona mau jadi putri Om..."
Om Rudy berkata,"Bila nanti kamu sudah dioperasi,mulai
panggil saya dengan cara Dinda menyebut saya...Papa...Kamu bisa?"
Wilona mengangguk.Om Rudy lalu menyuruh perawat membawa Wilona ke
ruangan lain sembari menunggu petugas dari Bank Mata datang,"Kamu sama
perawat ya...operasinya nanti ga lama kok.Paling lama 2 jam.Kamu ikut dengan
perawat dulu.Saya mau lakukan persiapan dulu."
Wilona dibawa ke ruangan lain,dikasih tahu banyak hal,"Nanti
matanya diberi penekanan dulu ya biar rata...Walinya belum datang ya?"
Wilona menjawab,"Paman saya dalam perjalanan kemari."
Bersambung.....
Part 76 》》BANDARA CINTA
Beware of evil workers...
Di mobilnya Bianca meradang,"Ini bener2 kelewatan!!Kita semua
harus rempong pindah lokasi syuting cuma buat nemuin VB sama si buta dari gua
hantu itu?Ini lebay tahu ga sih?!"
Untung di mobil dia cuman ada Reza sama stylish dia.Keduanya juga
cuma bisa diem dengerin Bianca kesal,"VB itu anak emas ya
rupanya?Dimanjain banget.Bu Sutradara juga kurang tegas sih!!Aktor begitu tuh
harusnya ditegur bukannya malah diturutin...Mana lewat jalan darat
lagi.Bete!!"
Reza yang fokus nyetir sampai kaget dibentak Bianca yang lagi teng
blekuthuk,"Cupu!!!Kok diam aja sih?Kamu ga dengerin aku omong sampai
berbusa gini?!!Ditanggapin kek!!Diem aja kayak lagi sakit gigi!"
Rezapun menanggapi,"Non...ehm...ini tuh sudah jadi keputusan
para penggede kita ikuti aja.Yang penting syuting tetep lanjut daripada batal
tayang filmnya."
Bianca diem deh walau sambil mrenguti
Reza,"Hmm...whatever...aku ngantuk.Capek aku!Mana bantal leherku?"
Stylishnya mengambilkan,"Ini Mbak..."
Dalam hati stylishnya malah mikir,'Dari tadi sewot eh begitu
diomongin sama Mas Reza langsung diem.Kayaknya cuma Mas Reza deh yang bisa
ngatasi mbak Bianca.Kok bisa tahan ya Mas Reza sama kelakuan mbak Bianca?Heran
deh...jangan2..ada udang di balik bakwan.Wah jadi kepo nih..'
Memang sih Reza sayang nian sama Bianca.Lihat Bianca tidur,Reza
langsung setel musik yang disukai Bianca.Bawa mobil aja smooth
nian.Waduh...berasa kayak lagi mau piknik aja.Senyum2 lagi Rezanya lihatin
Bianca,'Tidur gini manis nian.Ga ribet.Ga cerewet.Tidur yang nyenyak ya my
princess...aku pasti jagain kamu.Mau syuting ke Solo kek,ke Danau Toba
kek...bahkan ke antariksa sekalipun aku akan temeni.Apapun yang terjadi kukan
selalu ada untukmu...'
Kayak lagu...Everyone has beauty but not everyone sees
it.Yang otw Solo...Pak Syamsul juga dah siap naik pramex menuju Solo,"Lola
ya ampun kamu ini menor amat dandannya?Kita ini mau layat bukan mau jagong ya
nduk..."
Lola nyengir malahan,"Bapak ini ga usah gagas dandanan
aku.Ini tuh buat karir aku ke depan.Aku tuh bakalan jadi artis tenar.Calon
pasangannya Mas Ganteng Verrel Bramasta..."
Para penumpang lain nyinyir denger,'Tuh cewek sajake kurang
seentong.'Tbc...
Part 77 》》BANDARA CINTA
Longed for...
Wilona memasuki ruang operasi,dingin sekali.Itu hal yang
langsung dirasakannya,'Dingin banget.Ini ruangan kayak ada esnya deh...'
Perawat memberitahunya,"Tunggu sebentar ya.Kami sedang
menyiapkan anestesi."
Dokter Rudy sudah siap dengan pakaian operasi,"Jangan takut
ya Sayang...Semua akan lebih baik.Pikirkan hal yang membuat kamu
tenang.Berdoalah karena Tuhan itu dokter di atas segala dokter.Dialah sumber
segalanya."
Wilona berdoa,'Tuhan,terima kasih untuk kebaikan-Mu.Untuk Non
Dinda yang begitu baik rela mendonorkan korneanya buat hamba.Juga buat Om
Rudy...Papa baru hamba..beliau begitu baik pada hamba.Juga buat Tuan
Verrel...yang pasti sedang syuting sekarang.Jagain Tuan ya Tuhan...dia itu
bukan hanya majikan buat hamba...jika nanti hamba bisa melihat...hamba ingin
melihat Tuan Verrel.Selama ini cuma bisa meraba wajahnya.Tanpa tahu seperti apa
dia.'
Mikirin Verrel membuat Wilona tersenyum.Sementara itu Pak Syamsul
sudah tiba di Solo dan langsung menuju RS karena dokter Rudy memberitahu bahwa
Wilona harus ada walinya.Operasi baru akan dilaksanakan jika wali pasien sudah
ada.Pak Syamsulpun menandatangani administrasi.Sementara Lola ribet,"Kok
ke RS sih Pak?Apa mayatnya masih di ruang jenazah?Iih...serem amat!"
Norman hendak memberitahu Verrel soal Wilona yang mau
dioperasi,"Pak Bimo,Mas Verrel ada?Saya mau kasih info terupdate
nih..."
Lola kebetulan denger,'Apa Verrel?Mas Ganteng?Orang ini siapanya
Mas Ganteng?Kepoin ah...'
Verrel jawab,"Apa Man?Wilona kok ga sama kamu?Wilona ga
kenapa2 kan Man?Dia dimana sih?"
Bimo sampai geleng kepala,"Mas nanyanya satu2...Norman itu
rada lemot loadingnya...malah bingung nanti jadinya...Mas Verrel harus
tenang..."
Verrel malah mencereng,"Tenang gimana sih Bim?Aku itu sudah
depresi tahu ga sih?Galau tingkat dewa!Suruh tenang2..Ga!!Aku harus tahu soal
Wilona...perasaanku mengatakan dia sedang alami big moment Bim dan dia butuh
aku.Man!!Cepet jawab !!"
Walah malah tambah parah.Norman sampai gagap malah,walah!Norman
belibet gitu beritahu,"Ini mas...soal Mbak Wilona....saya sekarang di
Rumah Sakit..."
Denger kata Rumah Sakit kian panik Verrel,"RS?Bim,benarkan
feeling aku..."
Bersambung.......
Part 78 》》BANDARA CINTA
Passion dalam berkarya...
Windy mengajak mereka berhenti untuk makan,"Verrel
sayang,makan dong lihatin hp melulu.Paling besok kita sampai Solo.Kamu harus
makan."
Verrel cuma makan beberapa suap,'Coba ada Wilo..pasti aku akan
semangat dalam perjalanan.Mau lama sekalipun aku pasti akan menikmatinya.'
Windy merhatiin gerak-gerik putra sulungnya,'Mungkin Atha
benar,Verrel sedang jatuh hati.Tapi aku ga sangka dia jatuh hati pada gadis
tuna netra itu.Aku saja belum pernah bertemu dengannya.Seperti apa dia.Pastinya
sangat istimewa karena dia bisa membuat putra sulungku sampai seperti
ini.Padahal ini menu kesukaan Verrel tapi dia ga selera makan.Hmm...gadis itu
pasti sangat menarik.Tapi jika tak seperti bayangan dalam mimpiku aku takkan
menyetujuinya.Gadis yang mendampingi Verrel haruslah gadis yang ada dalam
mimpiku...Tidak boleh yang lain!'
Seperti apa sih gadis dalam mimpi mamanya Verrel?Windy
masih ingat gadis itu berambut panjang hampir ke pinggang.Gadis itu memanggil
Verrel,"Tuan..."
Windy takkan pernah lupa mimpinya itu,'Tuan...ya aku ingat sekali
dia memanggil putraku dengan sebutan itu...sayangnya aku tak bisa melihat
wajahnya...karena saat itu matahari mau terbenam.'
Sementara itu Lola yang mendengar pembicaraan Norman dan Verrel
menyusun rencana,'Jika nanti Mas Ganteng datang,aku akan merayu Wilona biar aku
juga diajak ikut kerja sama Mas Ganteng.Rumahnya kan pasti gede tuh.Pastinya
butuh banyak asisten rumah tangga.Lagian Wilona kan belum tentu bisa lihat
juga.Bisa jadi operasinya gagal.Moga aja gagal.Jika gagal Mas Ganteng mana mau
punya asisten buta.Pastinya ga mau lah alamat ngrepoti.Makan gaji buta emang
ada tapi gaji orang buta?Ah ga mungkin banget.'
Wilona sendiri sudah mulai dibius,yang bikin dia ga takut adalah
mengingat kata2 Verrel,"Aku akan menjagamu...siapapun yang mengusik Wilona
berarti mengusik Verrel!"
Kata2 itu terus terngiang dalam pikirannya hingga kemudian ia
sudah tak sadar.Syarat operasi adalah pasien harus dalam keadaan sehat.Untung
saja Wilona sehat,ikut Verrel ke Bandung diperhatikan bener sama
Verrel.Anabella sampai malah tugasnya ngurusi Wilona daripada Verrel
sendiri.Weleh...jane sing ndara sapa?Tbc........
Part 79 》》BANDARA CINTA
Give thanks....
Operasinya sudah selesai.Pak Syamsul segera mendekati Wilona yang
dibawa ke ruang pasca operasi,"Bagaimana rasanya Wilona?"
Wilona berkata,"Rasanya kayak ada banyak pasir di mata Wilona
Paman."
Dokter Rudy memberi pesan,"Jangan keluar dulu ya.Istirahat
saja.Badan kamu pasti masih pegel.Biasa efek anestesi."
Wilona berkata,"Tapi Wilo mau menghadiri prosesi pemakaman
Dinda Om...eh...Pa..."
Dokter Rudy mengerti,"Tapi Papa sarankan kamu tidak kemana2
dulu selama beberapa hari.Lagipula Dinda juga berpesan supaya kamu mengutamakan
keberhasilan operasi ini.Kamu di RS saja.Ada Pak Norman juga di sini.Papa juga
akan kasih satu perawat pribadi buat kamu."
Lola menawarkan diri,"Lola aja yang rawat Wilo Om Dokter.Lola
kan sepupu dia.Lola pasti akan jaga Wilo dengan super ekstra.Suer!!"
Pak Syamsul yang ga percaya,"Ga usah!Kamu sama bapak
saja.Kita menghadiri pemakaman.Kayak Bapak ga tahu kamu aja!!"
Lola kesal,'Sial!Padahal ini kesempatan buat ketemu sama Mas
Ganteng.Gimana kalau ntar dia datang ke sini?'
Namun Windy mengajak Verrel ke rumah Dokter Rudy terlebih dulu
untuk menghadiri pemakaman,"Kita ke Solo buat melayat.Mampir beli bunga ya
Bim!"
Verrel nurut aja yang penting udah di Solo,'Wilo pasti juga
menghadiri pemakaman.Dia kan sayang sama Dinda.Ga sangka ya Dinda yang suka
ngrecoki aku itu udah tiada.Moga Om Rudy tabah menjalani semua ini.'
Pakai hem hitam Verrel menghadiri pemakaman,Windy juga
datang dengan berpakaian serba hitam.Rudy senang dengan kedatangan
Windy,"Terima kasih ya Win,kamu jauh2 datang."
Kedatangan Verrel jelas bikin heboh warga,"Wah bintang ngetop
ada di sini.Wow!!Ikut layat ah...."
Verrel malah repot nyalami orang sambil celingukan nyari
Wilona,'Kok Wilo ga kelihatan sih?Telpon Norman aja ah...'
Baru mau telpon eh disamperin warga yang ngefans sama dia.Ga jadi
deh.Bimo melihat Pak Syamsul dan memberitahu Windy,"Itu Pamannya gadis
yang menyelamatkan Mas Verrel dari penerbangan maut,Bu."
Windy melihat Pak Syamsul bersama seorang gadis berambut
panjang,'Siapa gadis itu?'
Pak Syamsul mendekati Bimo,"Masih ingat sama saya to?Kenalin
ini putri saya namanya Lola."
Lola lihat Verrel mendekat.Windy merhatiin.Tbc...
Part 80 》》BANDARA CINTA
Master...
Windy melihat Lola dari atas sampai bawah,'Rambutnya memang
panjang tapi aku mau tahu gimana dia berinteraksi dengan Verrel.Sebaiknya
kupanggil saja Verrel.'
Windy manggil putranya,"Sayang sini!!"
Tapi langkah Verrel diinterupsi oleh Lola,"Mas
Ganteng!!Ketemu lagi sama aku to...Kita emang jodoh kan?Jodoh itu emang ga akan
kemana."
Verrel nampak risih dan terus jalan deketi mamanya,"Jangan
pegang2 bisa ga sih?!"
Windy memperhatikan,'Disentuh saja ga mau Verrelnya.Padahal kalau
di mimpiku mereka gandengan terus.Kagak lepas2.Aneh...dan cewek itu nyebutnya
juga beda.Ga kayak yang di mimpi.Berarti bukan dia.Aku salah sangka.'
Verrel duduk dekat mamanya,"Ma..Wilona kok ga ada sih?Aku mau
telpon Norman aja."
Eh Lola dempel2,"Mas Ganteng cari sepupuku yang buta itu
to?Aku tahu dimana dia."
Verrel baru ngeh,"Oh iya aku inget kamu cewek yang gangguin
Wilona di bandara kan?Sepupu?Kagak ada miripnya."
Lola malah kepedean,"Ya jelaslah aku lebih cantik dong."
Verrel malah koment,"Sok cantik kali...whatever Wilona
mana?Katanya kamu tahu."
Lola jawab,"Tapi dengan syarat Lola ikut kerja sama Mas
Ganteng.Gimana?Atau Lola diorbitin jadi artis juga gpp...Bagaimana?"
Pak Syamsul ga suka dengan sikap putrinya,"Lola apa2an
sih?!Itu Mas Verrel putranya Bu Windy yang membiayai semua operasi Wilona.Jaga
sikap tahu!Jangan bikin malu Bapak!"
Windy geleng kepala,"Oh dia ini putri Anda?Kata Bimo Anda ini
pamannya gadis yang sudah menyelamatkan kedua putra saya.Saya mengucapkan
terima kasih kepada Anda sekaligus saya mau minta ijin Anda untuk mengajaknya
ikut dengan saya."
Dokter Rudy mendekat,"Untuk saat ini Wilona belum bisa ikut
Win,dia masih di RS pasca operasi mata.Biarkan dia tinggal di sini dulu."
Verrel langsung heboh,"Wilona di RS?Ma...Verrel mau lihat
Wilo Ma..."
Windy jawab,"Ya tapi setelah dari makam ya..."
Bertemu Wilona?Bersambung.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar