Part 51》》BANDARA CINTA
Your heart shall live forever...
Didalam kamar superstar kita,Wilona malah sedang
bermimpi.Karena ketiduran akibat perasaan nyaman berada dekat Verrel sama kayak
deket sama mendiang ayahnya dulu,dalam mimpinya Wilona ketemu ayahnya.Ayah dan
ibunya memakai pakaian putih2 dan nampak segar bugar ga ada bekas kecelakaan
atau luka apapun,"Ayah!Ibu!!Kalian mau pergi ya?Wilona ikut ya?"
Namun sang ayah menggeleng,"Tidak sayang.Kamu tak bisa ikut
kami.Ayah dan ibu pergi ke tempat yang jauh.Wilona di sini saja ya..."
Jelas Wilona kecewa,"Kenapa Wilona ga boleh ikut?Wilona mau
ikut kalian.Masak kalian tega ninggalin Wilona sendirian?Wilona kan
takut..."
Sang ibu malah tersenyum,"Siapa bilang kami meninggalkanmu
sendirian?Justru kini kami tenang karena kamu sudah ada yang menjaga.Seorang
penjaga yang sangat baik.Kamu tidak sendirian.Dia akan selalu menjagamu."
Wilona heran,"Dia?Siapa dia?"
Sang ayah melambaikan tangan,"Di saat kau merasa nyaman
seakan ayah ada bersamamu,kau akan tahu siapa dia.Jangan pernah jauh darinya
sayang...hanya bersamanya tempatmu yang paling aman.Ingat pesan ayah ini.Kami
pergi sayang..."
Wilona mencoba mengejar tapi mereka keburu naik ke
atas,"Ayah!!Ibu!!"
Ditambah suara gaduh diluar membuat Wilona terbangun dari tidur
indahnya,meraba2 dia dan merasa bingung,'Rupanya aku mimpi ya?Pantas aku kok
bisa melihat tadi.Rupanya aku mimpi ayah dan ibu.Tapi siapa yang mereka maksud
sebagai penjaga jiwaku ya?Merasa nyaman kayak senyaman aku dekat ayah...'
Wilona mencium bau yang beda,'Kok kayak bukan kamar Non Dinda
deh...ini baunya beda.Lebih maskulin.Tapi kenapa rasanya nyaman banget ya tidur
sini...ini kamar siapa sih?Tunggu dulu terakhir aku kan bersama Tuan
Verrel.Astaga!Aku dimana ini?'
Wilona beringsut turun meski pelan2,'Kok seperti ada suara orang
ribut ya.Suaranya ga asing deh.Aku ke sana aja.'
Diluar Verrel lagi kekeh ga mau Dinda masuk kamarnya,"Mau
laporin?Silakan ntar juga kulaporin ke papa kamu soal ulah kamu di mall
tadi.Emang kamu aja yang punya kartu As?Ya ga Bim?"
Dinda mau nyolot balik tapi kemudian pintu kamar Verrel dibuka
dari dalam,dan langsung terbelalak.
Verrel jelas langsung nengok ke belakang dia.Bersambung.
Part 52》》 BANDARA CINTA...
Hear his voice...
Soal mata memang Wilona cacat tapi soal pendengaran wow jangan
ditanya.Terlatih dia,'Seperti suara Tuan Verrel.Ah bener itu suara Tuan
Verrel.Kalau ada Tuan aku pasti aman.'
Menuju asal suara sambil meraba2,Wilona akhirnya bisa buka
pintunya,"Tuan Verrel?"
Yang dipanggil Verrel eh yang nyahut malah Dinda,"Wilo?Kamu
kok keluar dari situ?Itu kan kamarnya Pangeran Kecoak ini?"
Verrel yang seneng namanya dipanggil sama Wilona langsung jadi
bete denger ucapan Dinda,"Apa?Pangeran Kecoak?Berani ya kamu!"
Wilona segera ditarik sama Dinda,"Kamu ga diapa2in kan?Kok
bisa sih kamu keluar dari sana?"
Verrel meradang dan merebut Wilona,"Jelas Wilona ga kenapa2
kan aku yang jagain.Lagian Bimo lihat semua kok.Aku ini ga mungkin punya niat
jahat sama my angel.Ga kayak kamu tuh...pagar makan tanaman."
Dinda balik narik Wilona,"Wilona ga mungkin bisa ada di dalam
sana kalau ga kamu apa2in?Ngaku aja!"
Bimo mencoba menengahi,"Mas Verrel bener mbak Dinda...Mbak
Wilona tadi ketiduran di dekat kursi makanya Mas Verrel bawa mbak Wilona ke
dalam.Kan kamar Mas Verrel paling deket."
Dinda mikir beda,"Modus itu?Kamu sengaja kan bawa Wilona ke
dalam?Biar kamu bisa manfaatin kekurangan dia?"
Wilona malah yang bela Verrel,"Ga Non Dinda...Tuan Verrel itu
orang baik.Saya yakin...maksud hatinya hanya ada kebaikan."
Verrel terpana bin haru mendengarnya,"Kamu percaya sama aku
Wilona?"
Pak Bimo mesem melihat Verrel megang tangan Wilona,'Coba aja Mbak
Wilona bisa lihat.Betapa dalamnya tatapan Mas Verrel kepadanya.Ga salah
lagi.Mas Verrel sedang jatuh cinta.Fix!'
Dinda mesem melihat chemistry antara Verrel dan Wilona,'Aku makin
mantap mendonorkan mataku kelak buat Wilona.Bukan hanya Papa yang akan bahagia
tapi juga si Pangeran kecoak ini.Jelas banget dia sayang sama Wilona.Aku bisa
lihat dari tatapannya ke Wilona.'
Om Rudy datang,"Ini ada apa ya?Ramai nian.Kok nyebut2 kecoak
juga.Apa ada kecoak?"
Dinda yang jawab,"Iya Pa..ada kecoak tadi didalam kamar tamu
agung papa ini.Tapi dah diusir kok Pa...tinggal satu aja yang
ketinggalan.Pangerannya...he..he.."
Verrel manyun tapi berubah hepi kala Wilona berkata
padanya,"Terima kasih ya Tuan.."
For what?Bersambung..
Part 53》》BANDARA CINTA
Far from me...
Wilona mendengar semuanya bagaimana ia ketiduran di kursi
saat Verrel main gitar terus karena ga mau membangunkannya,Verrel gendong dia
ke kamarnya.Seperhatian itu Verrel padanya ditunggui pula diluar kamar dan ga
boleh siapapun mengusik tidurnya.Iapun tersentuh,"Tuan...terima kasih ya
udah menjagai saya...sampai Tuan rela tidur diluar demi saya,Wilona ini cuma
pelayan Tuan Verrel tapi Tuan sepeduli itu sama saya.Makasih ya Tuan..."
Oh...wajah Verrel berbunga2 mendapat ucapan makasih dari his
angel,'Kenapa ya cuma kata terima kasih dari bibir Wilona aja dah bikin aku
hepi banget.Berasa kayak habis dapat hadiah dari mama.Aku kenapa ya...'
Karena Verrel malah mandangi Wilona ga kedip lagi,Wilona jadi
cemas,"Tuan?Tuan ngantuk ya?Ya udah Tuan ke kamar ya tidur ya...Wilona
akan kembali ke kamar Non Dinda.Selamat beristirahat Tuan."
Verrel dengan berat hati melepas Wilona,adegannya kayak mau dipisah
ke tempat yang jauh aja,"Wilona...jangan pergi..."
Dinda narik Wilona pergi sehingga lepas deh tangan Wilona dari
genggaman Verrel,"Malam...Tuan Verrel...tidur yang nyenyak ya..."
Om Rudy hendak balik ke kamarnya,"Oke...berarti ga ada kecoak
lagi kan?"
Verrel bawa bantalnya,"Oh ga ada Om!Kecoaknya dah ga
ada.Whooahh..Verrel ngantuk Om.Verrel ke kamar dulu ya...capek tadi MNG di
mall."
Bimo ngikutin Verrel ke dalam,mau mastiin aja majikannya
beneran tidur.Jangan2 begadang.Namun Verrel segera mapan,'Di sini tadi Wilona
tidur...di atas kasur ini...hmm...aku pasti bakal mimpi indah malam ini.Berasa
Wilona ada di sini...oh aku mau selimutan juga ah...'
Bimo merhatiin tingkah bossnya,'Tumben selimutan?Biasanya suka AC
nya dingin...ini malah kerubutan gitu?Ya ampun senyum2 lagi ...wah bener2
nih...waduh hp aku bunyi lagi.Pasti Bu Windy nih.'
Bimo keluar,"Maaf Mas saya terima telpon dulu..."
Verrel ra gagas blas malah asyik dengan tempat tidurnya,'Baunya
harum Wilona...hmm...dia tadi berbaring di sini...omg!'
Wis kayake Verrel dah kena sindrom demam asmara.Lihat Bimo aja
diluar,"Oh Mas Verrel baik2 saja Bu.Ada dikamarnya.Besok Mas Verrel harus
ke Bandung.Iya untuk syuting film.Iya Bu...saya akan jaga Mas Verrel.."
Verrel gimana?Tbc............
Part 54》》BANDARA CINTA
Be ready...
Di Bandung seorang gadis berambut panjang nampak turun dari mobil
pinknya,kayaknya aktris deh soalnya begitu turun dari mobil yang nyamperin
minta tanda tangan banyak banget,"Bianca!!Bianca!!Minta tanda tangan
dong...."
Bianca risih sebenarnya melayani mereka soalnya kadang fans itu
suka nyubitin,"Iya...iya...sabar oke."
Walau agak bete karena kecapekan di perjalanan namun Bianca tetep
mencoba senyum,'Aduh...pegel tangan aku.Cupu mana sih?Nurunin barang aja lama
bener?'
Siapa cupu?Seorang pria muda seusia Bianca tergopoh2
mendekat,"Maaf Non agak lama soalnya bawaannya banyak nian."
Bianca memakai kaca mata hitamnya,"Cepetan kalau kerja
itu.Gercep gitu lho!Dasar udik kamu itu!Buruan Reza!Ayo!"
Astaga Reza to...iya say soalnya kecewa sama plot cerita
Reza di STJC jadinya aku bawa aja Reza ke BC.Mau kubikin sweet deh dia di
sini.Malah curhat...
Reza segera buka jalan untuk sang majikan lewat.Majikan?Reza itu
memang pemuda desa.Anak pembantunya Bianca.Dari kecil dah ikut ibunya ke kota
tinggal di rumah Bianca.Sekolah aja satu sekolah sama Bianca.Dah kayak pengawal
pribadi gitu.Bayangin dari sejak SMP lho....wah kenal banget sama watak Bianca
dong.Pastinya.Bianca itu ikut modelling trus ikutan audisi eh jadi artis.Tenar
karena main bareng Verrel.Booming gitu filmnya.Nah Si Reza itu alias si Cupu
selalu nemenin Bianca kemanapun.Termasuk ke Makasar dulu itu.Emang dah diwanti2
sama ortunya Bianca untuk jagain Bianca.Makhlum Bianca anak tunggal.Reza dah
biasa dipanggil2,"Cupu!!!Mana script aku!!Cupu!!!Tas aku
mana?Cupu!!!Ambilin minum!etc..."
Namun bagi Reza semua itu dijalani dengan legowo karena dia selalu
ingat kebaikan ortunya Bianca,'Tuan Besar sama Nyonya Besarlah yang nolong ibu
saat luntang lantung di Jakarta cari kerja.Sekolah aku aja dibiayai.Masih
digaji juga.Makan tinggal ambil.Di kampung hidup susah.Sampai nenek meninggal
baru kemudian aku diboyong ibu ke Jakarta.Ayah sudah ga ada.Kata ibu majikannya
baik mau nyekolahin aku.Ga sangka disekolahin di sekolah yang sama dengan
anaknya.Elit lagi sekolahannya.'
Meski manja dan rebek Biancanya tapi Reza ga pernah
ngeluh,"Ini minumnya Non...ini korannya Non...ini dan ini..."
Tbc...
Part 55 》》 BANDARA CINTA
Mine Angel...
Atha kangen sama kakaknya,"Ma,aku pingin ngobrol dong sama
kakak."
Windy nanya sama Bimo,"Bim,Atha mau ngomong sama Verrel.Coba
kamu lihat Verrel dah tidur belum...soalnya hpnya ga aktif."
Bimopun kembali ke kamar Verrel,"Waduh udah pules mas
Verrelnya Bu.."
Windy kasih tahu Atha,"Udah tidur kakakmu.Kecapekan kali.Udah
kamu juga tidur gih.Jangan main game terus.Ntar mata panda lho."
Atha balik ke kamar,'Tumben kakak dah tidur jam
segini?Mencurigakan...Dia itu kan susah banget kalau tidur.Harus dengerin musik
dulu...baca dulu atau apa kek.Ini udah tidur.'
Bimo aja gumun sampai mastiin lagi,'Beneran dah
tidur.Astaga!Kerubutan lagi.Apa karena selimutnya bekas dipakai mbak Wilona?Ya
ampun sampai kayak gitu kerubutannya.Mukanya hampir ga ketok.'
Verrel memang dah terbang ke dunia mimpi.Lala land.Dia
mimpi lagi syuting film.Lagi duduk bete gitu dia,'Huhh pasti sama Bianca lagi
deh syutingnya.Nyebelin.'
Eh kala lihat siapa pemeran utama wanitanya dia terpana,"Itu
kan my angel...Wilona?Wow dia kok ga meraba2 jalannya?Cantik banget
lagi..wow!"
Langsung manggil2 deh Verrel,"Wilona!!Will!!Aku
disini.Wilona!!"
Wilona memandang Verrel dan mendekat,"Tuan
Verrel?Tuan..."
Wah berpelukan gitu mereka.Sampai Bimo manggil megang
pundaknya,"Mas!Mas Verrel?Mas!!"
Verrel geragapan bangun,"Apaan sih Bim?"
Bimo lega majikannya gpp,"Mas Verrel itu teriak2 tahu ga
sih?Manggil2 nama Mbak Wilona sambil muser2 ga jelas.Meluk guling kenceng
banget lagi.Aduh...saya pikir mas diganggu makhluk halus.Istilah orang sini itu
tindien.Jadi mainan lelembut."
Verrel kaget,"Masak sih Bim?Aku tidur manggil2 Wilona?Tapi my
angel ga ke sini kan Bim?"
Bimo mesem,"Soal itu tenang Mas.Mbak Wilona kan kamarnya
jauh.Dibawah sana.Ya mana denger teriakan Mas Verrel."
Verrel lega,"Syukur deh...ya ampun kalau sampai dia tahu aku
tidurnya kayak gangsing bisa2 dia illfeel sama aku."
Bimo malah ngekek,"Mas Verrel lupa ya...mbak Wilona kan ga
bisa lihat."
Verrel malah teringat mimpinya,'Tapi dalam mimpiku Wilona bisa
lihat tuh.Jadi artis pula.Aduh aku ini terlalu mikirin dia kali ya...sampai ke
bawa mimpi.'
Bimo beritahu,"Mas minum dulu aja biar lebih tenang.Saya
ambilkan ya."
Tbc
Part 56 》》BANDARA CINTA
His servant...
Verrel diberitahu Anabel by phone his next agenda,"Ke
Bandung?Syuting FTV...sama Bianca?Aduh...apa kagak ada aktris lain sih?Kalau
syuting sama dia NG berkali2.Capek ngulangnya."
Anabel jawab,"Soal itu saya dah berusaha.Tapi mau gimana
lagi.Ortunya Bianca itu punya banyak koneksi."
Verrel nyerah deh,"Ya...ya..aku ke sana."
Verrel nutup telpon dengan kesal,"Baru juga ketemu sama my
angel...eh dah pisah lagi.Jadi artis ternyata ada ga enaknya juga."
Atha nelpon,"Morning My big bro...gimana ketemuannya sama itu
tuh...kakak cantik...he..he.."
Verrel malah curhat,"Coba dulu kita lahirnya kembar."
Atha ga ngeh,"Maksudnya?"
Verrel meluk guling,"Kalau kita kembar kan kamu bisa gantiin
aku pas kondisi kayak gini."
Atha kian kepo,"Maksudnya kayak gini?"
Verrel jawab,"Ya gini ...aku harus syuting ke Bandung
sementara my angel ada di sini.Aku ingin ada di dekat dia."
Atha koment,"Cie my angel...bukannya harusnya my servant
ya..."
Verrel baru ngeh,"My servant?Iya juga ya..wah Atha makasih ya
kamu emang jenius dua rius malah...selalu kasih solusi buat masalah
kakak..kadang2 maksudnya..Bye."
Atha gumun,"Lho kok ditutup sih?Maksudnya apa coba?Ga beres
nih kakak.Benar2 lagi setengah dewa kayaknya..."
Verrel segera manggil Bimo,"Bim!!Siapin barang2 ya aku mau ke
Bandung.Ada job!!"
Wilona dah bangun dan denger kehebohan kalau Verrel mau ke
Bandung,sedih dia.Sarapan sampai ga disentuh sama sekali.Dinda heran,"Kamu
ga lapar Wil?Aku yang sakit aja kupaksain makan lho.Makan gih..."
Wilona malah berdalih nunggu Verrel,"Saya nunggu Tuan
Verrel."
Verrel turun dengan Bimo dibelakangnya,"Itu dia!"
Verrel menyapa semuanya,"Pagi Om Rudy!Pagi my angel...pagi
Bik!"
Dinda sewot ga disapa,"Kok aku ga?"
Verrel malah minum dulu,"Ehm...lagi haus..."
Verrel duduk samping Wilona,"Kamu ga makan?Masih utuh tuh
makanannya.Ayo dimakan."
Dinda yang jawab,"Nungguin kamu tuh.Yang ditungguin aja ga
ngeh.Malah sibuk sendiri."
Verrel malah menyuapi Wilona,"Kamu makan ya soalnya nanti
lama di perjalanan.Solo Bandung berapa lama Bim?"
Bimo jawab,"Kalau naik pesawat sih cepat Mas.Kalau naik mobil
yang lama."
Wilona terpana,"Perjalanan ke Bandung?"
Wilona ikut ke Bandung?Tbc.
Part 57》》BANDARA CINTA
Also...
Wilona hepi banget bakal diajak Verrel ke Bandung,"Tuan
Verrel beneran mau ajak saya ke Bandung?"
Verrel mantap jawab,"Ya iyalah!Kamu kan kerja sama aku.Ya
ikut aku dong.Lagian aku butuh kamu."
Dinda ga setuju,"Enak aja bawa Wilona pergi!Dia itu harus
disini.Kan harus operasi mata."
Verrel nampak diam sejenak nanya sama Dokter Rudy,"Apa itu
benar Om?Sudah dapat donor matanya?"
Dokter Rudy menjawab,"Calon pendonornya sudah ada tapi waktu
operasi belum bisa dipastikan."
Lihatin Wilona dia,'Kayaknya Wilona ingin sekali ikut Verrel.'
Om Rudy nanya,"Begini saja.Biar semua senang.Kita semua ikut
kamu ke Bandung.Dinda bisa bersama Wilona dan Wilona bisa lakuin tugasnya
bekerja buat kamu Nak Verrel.Om juga akan ikut.Om ingin bersama putri Om.Om kan
sering sibuk."
Dinda seneng banget papanya mau luangkan waktu buat
dia,"Beneran Papa?Yes!"
Verrel sih yang penting Wilona ikut,"Oke kalau semua mau
ikut.Siap2 ya karena sebentar lagi kita berangkat.Kamu juga siap2 ya Wil...tapi
tenang aja ding semua yang kurang ntar kubeliin di sana.Bandung kan kota
fashion dan kuliner.Kamu pasti suka di sana."
Bagi Wilona mah yang penting deket Verrel mau di Bandung
kek Batang kek Bangkok kek ga jadi masalah.Didalam mobil menuju bandara,Verrel
duduk aja selalu milih sebelah Wilona,"Aku sebelah Wilo...ga bisa diganggu
gugat."
Dinda akhirnya pilih semobil sama papanya,"Wil,bareng mobil
aku aja yuk!"
Wilona dipegangi tangannya sama Verrel,"Sama aku aja
Wil?Kepala aku pusing nih?Butuh dipijitin...kamu kan kerja buat aku?"
Wah Bimo nahan senyum lihat Verrel berakting,'Aktor ngetop ya
meyakinkan deh aktingnya...pasti Mbak Wilona luluh tuh...'
Ga beraktingpun dah luluh Pak!Lha bau parfum Verrel aja dah
melayang rasanya bagi Wilona.Weleh...
Dinda sebel lihat Wilona milih Verrel,"Maaf ya Non
Dinda...Tuan Verrel membutuhkan saya...kepalanya sedang sakit.."
Dinda nyolot,"Akting tuh Wil.Dia cuma mau kamu di dekat
dia.Biar ada yang disuruh2 tuh..."
Verrel malah nyandar di bahu Wilona sok migran gitu
dia,"Tutup kacanya ya Wil...aku ga tahan angin."
Padahal ga mau denger suara Dinda.Weleh...segitunya...
Dinda berkata pada papanya,"Lihat tuh Pa!Tebakan aku bener
kan?"Apa?Tbc..
Part 58 》》BANDARA CINTA
Is she thy companion...
Dokter Rudy bingung,"Nebak apa?"
Dinda malah mesem,"Itu anak teman papa,Mr Selebriti...dia itu
suka sama anak papa..."
Langsung kaget Dokter Rudy,"Maksudmu Nak Verrel suka sama
kamu?Masak sih perasaan Nak Verrel malah perhatiannya sama Wilona deh
sayang..."
Dinda ngekek,"Emang sama Wilo Pa...Wilona ntar kan juga anak
papa...gimana sih?"
Dinda malah menerawang,"Ntar kalau Dinda dah ga ada...Dinda
minta kasih semua hak Dinda ke Wilo ya Pa...baik itu
warisan,barang2,baju2,sepatu,semua termasuk kasih sayang papa.Kasihan Wilo
Pa....selama ini kalau denger kisah hidupnya aku suka miris Pa...lagian Dinda
selalu dimanja sama Papa...ternyata ya diluar sana masih banyak orang yang
hidupnya jauh lebih memprihatinkan..."
Dinda malah nyandar dilengan papanya,father and his daughter's
time.Sementara Verrel nyender manja dilengan Wilona,bergaya sok pusing
ria.Padahal modus tingkat dewa,"Kalau nyender gini mendingan
Wil...migrannya jadi hilang...apalagi kalau dipijitin kepalanya Wil...biasanya
Mama aku suka mijitin kepala aku kalau pusing gini Wil..."
Wah Bimo ngelirik,'Pasti mbak Wilona bakal mijitin tuh...nah kan
bener...'
Wilona meraba kepala Verrel,"Tuan...mau dipijitin?Kepalanya
taruh aja di pangkuan saya...jadi saya bisa pijitin Tuan...."
Wah Verrel ya jelas mapan,"Begini?"
Wilona mijitin kepala Verrel,"Kalau ga enak bilang ya
Tuan..."
Verrel malah mesem2,"Wah ini mah nyaman banget Wil...aku
malah bisa tidur kalau gini..."
Verrel kian hepi kala penerbangannya delay,"Yes!Mending ke
Bandungnya naik mobil aja deh...kalau nunggu delay alamat lama nih."
Dinda heran,"Apa ga lebih lama naik mobil ya?Dasar Mr
Modus..."
Wilona mah ngikut aja mau naik pesawat kek baling2 bambu kek sepur
kek mobil kek asal deket Verrel ga protes dia,"Saya terserah Tuan Verrel
saja...enaknya gimana."
Verrel kekeh naik mobil aja,"Kalau kalian mau naik pesawat
silakan.Saya ngerti kok Anak Om ini kan lagi sakit jadi mending Om sama dia
naik pesawat saja.Kalau Verrel sama Wilona naik mobil saja.Bagaimana?Win2
solution kan?"
Dokter Rudy juga mikir gitu,"Oke gini aja.Om akan naik
pesawat sama Dinda dan Wilona.Kalian nai
k mobil."
Verrel ga setuju.Wilona?Tbc..
Part 59 》》BANDARA CINTA
The fatherless...
Verrel manyun melihat Om Rudy menentang rencananya ke Bandung by
car,"Om ga percaya ya saya bakal jagain Wilona?Om tahu kan saya ini publik
figur,ga akan saya berani kurang ajar sama Wilona Om.Percaya deh sama
saya.Lagipula Pak Bimo juga Norman ikut kok."
Dinda malah koment,"Itu namanya kayak judul sastra
deh...Perawan di sarang penyamun...bahaya itu!Jangan biarin Pa Wilona ikut
mereka.Wilona sama kita aja.Telpon Tante Windy aja Pa laporin nih kalau putra
sulungnya nakal.Biar kapok!"
Wilona kasihan pada Verrel,"Jangan telpon mamanya Tuan Verrel
ya Om....Wilona ga mau Tuan Verrel dimarahi.Ya udah Wilona akan ikut kalian aja
naik pesawat.Wilona akan bujuk Tuan Verrel biar mau nunggu pesawatnya..."
Verrel dibujuk sama Wilona,"Tuan...kita tunggu pesawatnya
saja ya...daripada Tuan dimarahi.Saya sedih jika Tuan dimarahi...saya ga mau
Tuan dimarahi siapapun...apalagi sama mama Tuan.."
Waduh langsung meleleh deh Verrel lihat muka Wilona yang mau
nangis itu,"Iya deh aku akan nunggu sampai pesawatnya tiba.Tapi aku mau
duduk sebelah kamu.Aku ga mau duduk sebelah mereka.Huhh!"
Wilona lega,sementara yang lain geleng2 kepala lihat Verrel
dah ceria lagi.Bimo apalagi sampai gumun,'Kok bisa ya Mbak Wilona bujuk Mas
Verrel sampai bisa ceria lagi.Dikasih jurus apa ya?Lihat aja tuh Mas Verrel
senyum2 sendiri pakai joget2 pula.Astaga...kalau sampai Bu Windy tahu soal ini
bisa2 dikira Mas Verrel kesambet kali...wah gawat.'
Verrel emang hepi banget denger ucapan Wilona saat bujuk dia,'Dia
tadi bilang ...kalau dia sedih jika aku dimarahi mama...aduh...berarti dia
mikirin aku dong...oh yes!!Verrel Bramasta ada di hati Wilona ...yes3!!'
Lagi asyik yas yes yas yes eh hpnya bunyi,"Apa?!..Ini lagi di
bandara..pesawatnya delay...kenapa?Ya meneketehe...iya aku pasti sampai di
Bandung kok.Rebek!Dah...low bate nih...bye Miss Rebek!"
Pasti Bianca deh.Emang!Bianca kesal telponnya diputusin,"VB
gimana sih?Ditanyai kenapa belum sampai2 juga malah nyolot!Biasanya kan dia
paling uring2an kalau aku telat datang ke lokasi syuting,lha ini dia yang telat
malah aku tetep kena damprat.Sebel!!Cupu!!Sini!!"
Reza mendekat dengan cepat,flash gordon ninjutsu...wesss!Tbc
•
Part 60 》》BANDARA CINTA
The master....
Untuk pertama kalinya Wilona naik pesawat,takut dia dan megangi tangan Verrel,"Tuan jangan jauh2 ya dari saya?Saya takut..."
Verrel malah langsung meriah tangan Wilona,"Kamu pegang aja tanganku jangan dilepas.He..he..Aku ga kemana2 kok."
Lega deh Wilona.Sampai Bandung,Dinda dan papanya cari hotel sedang Wilona diajak Verrel langsung ke lokasi syuting.Walau sempat debat tapi Verrel kekeh,"Saya itu butuh Wilo Om kan dia kerja buat Verrel.I am her master he..he.."
Verrel meyakinkan,"Wilona itu bawa hoki buat Verrel Om makanya dia harus ikut Verrel dong...iya kan Bim?Mama bilang gitu kan Bim?"
Bimo jelas ngedukung Verrel dong.Sampai di lokasi syuting kehadiran Wilona di dekat Verrel jadi heboh,"Itu kan gadis yang menyelamatkan Verrel ya..."
Bianca apalagi,"Siapa dia Rel?Asisten kamu?Kok buta?Ga salah kamu Rel,mempekerjakan orang kayak gini?Paling malah ngrepotin kerjanya..."
Verrel jawab,"Mau dia ngrepotin itu kan urusanku ngapain kamu yang rempong?Kamu aja punya asisten kenapa aku ga boleh?"
Bianca seneng mengira bahwa Verrel punya rasa ke dia,"Oh ceritanya cemburu nih karena aku punya asisten cowok?"
Verrel malah tertawa,"Susah ngomong sama kamu...mending aku persiapan syuting."
Wilona juga dikenalkan kepada Anabel,"Ini manager aku Wil...kenalin Miss Anabella.Calonnya Bimo he..he.."
Bimo yang kaget,"What?!Jangan dengerin mbak Wilona,Mas Verrel ini cuma bercanda saja.."
Anabel yang sewot,"Ayolah Bim ga usah ngeles...he..he..."
Sementara itu Bianca merhatiin dari jauh,'Heran deh yg normal aja banyak,ngapain Verrel mempekerjakan seorang tuna netra?Aku harus cari tahu.Aku tahu gadis itu kan yang udah nylametin Verrel dari penerbangan maut di bandara Adi Sucipto.Tapi kan cukup say thanks aja sama uang kek.Ngapain dijadiin asisten segala?Apa ga bikin repot aja?Seorang Verrel Bramasta yang dingin tiba2 jadi seorang yang care gini?Aha kusuruh saja Cupu deketin cewek buta itu.Kelihatannya sih sama2 udik.Ide bagus.'
Verrel sibuk mempelajari script,"Wil,aku dapat adegan susah nih.Kamu bantu aku ya?"
Wilona yang duduk dekat Tuannya itu seneng denger Verrel butuh bantuan dia,"Bantu apa Tuan?Saya seneng kalau bisa bantu Tuan."
Tbc.....
The master....
Untuk pertama kalinya Wilona naik pesawat,takut dia dan megangi tangan Verrel,"Tuan jangan jauh2 ya dari saya?Saya takut..."
Verrel malah langsung meriah tangan Wilona,"Kamu pegang aja tanganku jangan dilepas.He..he..Aku ga kemana2 kok."
Lega deh Wilona.Sampai Bandung,Dinda dan papanya cari hotel sedang Wilona diajak Verrel langsung ke lokasi syuting.Walau sempat debat tapi Verrel kekeh,"Saya itu butuh Wilo Om kan dia kerja buat Verrel.I am her master he..he.."
Verrel meyakinkan,"Wilona itu bawa hoki buat Verrel Om makanya dia harus ikut Verrel dong...iya kan Bim?Mama bilang gitu kan Bim?"
Bimo jelas ngedukung Verrel dong.Sampai di lokasi syuting kehadiran Wilona di dekat Verrel jadi heboh,"Itu kan gadis yang menyelamatkan Verrel ya..."
Bianca apalagi,"Siapa dia Rel?Asisten kamu?Kok buta?Ga salah kamu Rel,mempekerjakan orang kayak gini?Paling malah ngrepotin kerjanya..."
Verrel jawab,"Mau dia ngrepotin itu kan urusanku ngapain kamu yang rempong?Kamu aja punya asisten kenapa aku ga boleh?"
Bianca seneng mengira bahwa Verrel punya rasa ke dia,"Oh ceritanya cemburu nih karena aku punya asisten cowok?"
Verrel malah tertawa,"Susah ngomong sama kamu...mending aku persiapan syuting."
Wilona juga dikenalkan kepada Anabel,"Ini manager aku Wil...kenalin Miss Anabella.Calonnya Bimo he..he.."
Bimo yang kaget,"What?!Jangan dengerin mbak Wilona,Mas Verrel ini cuma bercanda saja.."
Anabel yang sewot,"Ayolah Bim ga usah ngeles...he..he..."
Sementara itu Bianca merhatiin dari jauh,'Heran deh yg normal aja banyak,ngapain Verrel mempekerjakan seorang tuna netra?Aku harus cari tahu.Aku tahu gadis itu kan yang udah nylametin Verrel dari penerbangan maut di bandara Adi Sucipto.Tapi kan cukup say thanks aja sama uang kek.Ngapain dijadiin asisten segala?Apa ga bikin repot aja?Seorang Verrel Bramasta yang dingin tiba2 jadi seorang yang care gini?Aha kusuruh saja Cupu deketin cewek buta itu.Kelihatannya sih sama2 udik.Ide bagus.'
Verrel sibuk mempelajari script,"Wil,aku dapat adegan susah nih.Kamu bantu aku ya?"
Wilona yang duduk dekat Tuannya itu seneng denger Verrel butuh bantuan dia,"Bantu apa Tuan?Saya seneng kalau bisa bantu Tuan."
Tbc.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar