Part
391**I AM HIS QUEEN
Rooted in His Word...
Laras tersenyum melihat
suaminya,"Hpnya bunyi tuh...suka bener lagunya White Lion.Itu bukannya
lagu sedih ya...Till death do us part.Tumben suka lagu melow gitu?"
Vino mesem mengambil
hpnya,"Aku jawab telpon dulu ya..."
Laras mengangguk,turun dari ranjang nelpon dapur buat bawa
sarapan Vino ke kamar.Vino malah bicara sama Sean soal sesuatu hal,rahasia gitu
kayaknya.Untung Laras ga merhatiin soale sibuk sama telponan dengan Ahua.Kala
Vino nutup hpnya pas Laras juga nutup telponnya,'Untung Laras ga dengerin
pembicaraan aku sama Bimo.Bagus deh...'
Vino merencanakan apa sih?Ya
meneketehe situ yang nulis nanya aye.Terus ente nanya siapa?...wk..wk..wk..
Siangnya Vino jemput Laras diajak
lihat rumah baru.Laras hepi nian,"Wah bagus ya Vin...bagus nian."
Usai lihat rumah,Vino mengajak
Laras ke salah satu ruangan di rumah baru itu.Beberapa anggota BOD juga diminta
hadir,notaris serta kuasa hukum Vino juga hadir semua.Bimo jelaslah.Anabell
juga.Laras heran,"Ada apa sih Vin kok sampai ada notaris juga?"
Vino berkata,"Oh begini
sayang...rumah ini mau kuberikan atas nama kamu.Makanya aku minta kuasa hukumku
ke mari.Ayo kamu tanda tangan ya..ini berkas2nya."
Laras heran lihat
berkasnya,"Banyak nian yang harus kutanda tangani Vin?Kenapa harus atas
nama aku sih Vin?Pakai nama kamu aja kenapa?"
Vino mesem,"Sayang,aset atas
namaku udah banyak.Lagian aku ingin memberi buat kamu...apa ga boleh seorang
suami memberikan sesuatu buat isterinya?"
Laras kalah deh kalau debat sama
Vino,"Iya deh aku teken...aku ga baca lho Vin...aku percaya sama kamu
lho..."
Vino mesem lagi,"Iya just sign
it...percaya sama aku."
Laraspun teken sambil lihatin para
saksi yang ada disitu,'Vino ga mungkin nyuruh aku teken yang ga2 deh...teken
aja deh...walau agak aneh juga...'
Usai Laras teken,Vino tampak
lega.Laras merhatiin,"Kamu kenapa Vin?"
Vino mengalihkan
pembicaraan,"Ehm...gpp sayang hanya aku senang aja sekarang rumah ini
adalah milikmu."
Laras mengelus perutnya,"Milik
kita...kamunya aja yang maksa diatasnamakan aku...huhh!"
Sementara itu Sean menghubungi Vino
kalau dia ada agenda mengunjungi resort besok,"Oh ya Sean.Besok aku akan
ke sana."Resort?Tbc.....
Part
392**I AM HIS QUEEN
·
The
Thing Formed....
Rencana
kepergian Vino ke resort memang sudah direncanakan oleh partner kerjanya.Robert
menghubungi Marco,"Semua sudah sesuai rencana.Besok target akan masuk
perangkap kita.Ingat janjimu padaku Marco..."
Marco
memperhatikan Vino yang tengah diwawancarai wartawan seputar perubahan logo
yang tiba2 dilakukannya,"Logo Adijaya Group diubah karena ada
filosofinya.Dalam hidup ini perubahan selalu ada dan saya percaya bahwa Adijaya
Group akan tetap maju,unggul dan terus berkarya bagi bangsa."
Revan
datang,"Danur sudah siap Pa...besok kita akan beraksi.Everything is
ready.Dokumennya sudah siap juga kan Pa?"
Marco memakai
kaca mata hitamnya,"Besok akan menjadi hari tergelap bagi Adijaya
Group.The darknest hour is coming."
Danur?Bukannya
Danur adalah teknisi yang menyabotase pesawat Vino dulu?Hmm...bakal dapat job
sabotase apalagi nih.Malamnya Vino tidak bisa tidur,Laras sampai
heran,"Kamu kenapa sih Vin?Lihatin aku terus...kangen ya?Kayaknya tadi dah
ketemu kan?Dirumah baru..."
Vino malah
memeluk sang isteri,"Seorang suami memandangi isterinya apa ga boleh?Atau
kamu mau aku mandangi wanita lain?"
Laras
mencubit lengan Vino,"Awas ya berani melirik wanita lain!!Aku lurusin ntar
rambutnya..."
Vino ketawa
malahan,"Wah aku jadi ingat permintaan ketigaku waktu
itu...he..he..."
Waduh Laras
jadi blingsatan,"Vino ah...ada dedek bayi denger lho."
Vino malah menyibakkan
rambut sang isteri,biasa cari spot fave,"Kenapa emang kalau dedek bayi
denger...papanya kangen sama mamanya apa ga boleh?Hmm...."
Wah wis ga
bisa jawab deh Laras malah mapan dia.Nyandar di dada Vino.Sajake perlu disensor
say...lho piye sih?Kan ga ngapa2in?Nggak ngapa2in dari Hongkong...lihat
tuh...ra ketok ki say..Lha lampune dimatiin.Ups....berhubung mati lampu maka
diharapkan pakai lampu emergency.Lampu emergency yang ada lampu disconya itu
lho say keren...What?Lha malah bikin mual itu.Udah cepet pasang banner
sensornya...oh iya he..he..♥♡ MATI LAMPU ♥♡
Aduh itu mah
bukan sensor itu belum bayar listrik say....kan pakai pulsa.Whatever....yang
pasti malam itu Vino memuaskan rindu pada sang isteri.Bahkan meski Laras dah
pulas,ia masih memandangi sang isteri.Why?Tbc........
Part 393 ** I AM HIS QUEEN
Grieveth Me
much....
Vino tak bisa
tidur,'Aku sedih sekali...entah mengapa aku merasa seperti malam ini adalah
malam terakhir aku bisa melihatmu sayang...dalam hatiku seperti ada firasat
buruk tapi aku tak tahu..aku cuma percaya bahwa Tuhan yang menyatukan kita.Dia
sanggup menjaga pernikahan kita.Aku ingin menceritakan semua tapi kondisimu
sekarang tak boleh banyak beban pikiran.Aku sudah melakukan apa yang Tuhan
taruh dalam hatiku.Jagai kami ya Tuhan...walau aku punya pengawal tapi Kaulah
Tempat Perlindungan kami.Rasa aman kami.Perlindungan manusia sia2 jika Kau tak
turut berjaga2 bersama kami.'
Semalaman
Vino berlutut dilantai dekat ranjang sembari menahan tangis,'Jagai semua orang
yang kusayang ya Tuhan...jagai mereka.'
Paginya Sean
tak sengaja mendengar percakapan Sandra dengan seseorang di telepon,"Iya
pagi ini rencananya ...tapi kalian ga akan celakai Vino kan?Kalian bilang hanya
ingin bicara empat mata dengannya...Kalian ga bohong kan?"
Sean kaget dengar
nama Vino disebut,'Mencelakai Vino?Pagi ini...Astaga jadi selama ini ...'
Sean merebut
hp Sandra dan melihat nama Revan di sana,"Apa hubunganmu dengan Revan?Kau
kaki tangan Revan ya?Kalian mau mencelakai Vino...tak kusangka...aku takkan
biarkan kalian mencelakai Vino...aku akan hubungi dia.."
Sandra
melihat kekecewaan di wajah Sean,"Sean!!Listen to me first!!Sean!!"
Sean pergi
sambil mencoba menghubungi Vino tapi ga diangkat2,"Vin...angkat!!Kau dalam
bahaya!!"
Sandra
menghubungi Revan,"Van,Sean tahu ...dia mau memberitahu Vino...bagaimana
ini?!"
Revan
terkekeh,"Tenang saja.Sejak dulu dia selalu jadi pengganggu.Akan
kubereskan..."
Sandra
bergidik mendengarnya,"Apa maksudmu membereskan?Kau akan sakiti Sean?Van
kumohon jangan sakiti Sean!Aku mohon..."
Revan malah
meledek,"Kau memohon demi Sean?Sepertinya kau sudah jatuh hati
padanya,Sandra..."
Sandra
terpaku,'Jatuh hati...benarkah itu....ga...ini ga mungkin...Yang kusuka adalah
Revan bukan Sean...tapi kenapa aku malah mencemaskan Sean?Aku harus menyusul Sean...'
Namun dijalan
Sean dihadang anak buah Marco malah sampai dibikin pingsan,Sandra yang melihat
spontan hendak menolong Sean,meski cewek jago bela diri juga dia.Bersambung...
Part
394**I AM HIS QUEEN
Farewell...
Marco heran
melihat Sandra balik membela Sean,"Kamu ini sebenarnya di pihak
siapa?!"
Sandra
berkata,"Om,saya mau bantu Om karena saya hanya ingin membalas kebaikan Om
pada papa saya saat usaha beliau mau bangkrut.Tapi saya ga akan biarkan Om
menyakiti orang yang tak bersalah."
Marco malah
mengancam Sandra,"Aku akan biarkan Sean tetap hidup asal kamu bisa membawa
Laras keluar dari rumah Adijaya.Akan kulepaskan Sean untukmu."
Sandra balik
nanya,"Kalian mau apakan Laras?Dia sedang hamil.Aku menyesal membantu
Om.!!"
Marco
terkekeh,"Aku hanya ingin menggertak Vino,ga akan terjadi apa2 pada
Laras.Aku tak sekejam itu.Jika tak mau maka besok akan beredar berita kematian
Sean.Tentunya dengan cara yang mengenaskan.Semua tergantung padamu."
Sandra
akhirnya menuju ke kediaman Adijaya,'Aku tak tahu apa rencana Om Marco tapi aku
takkan beranjak dari sisi Laras.'
Sementara
Vino sedang pamitan sama Laras,memeluk Laras dari belakang lama nian,"Aku
ingin mengajakmu tapi kondisimu tak memungkinkan.Bimo kutinggal di sini biar
jagain kamu.Aku sudah menunda berkali2 kepergian ke resort ini."
Laras makin
merasa aneh kala Vino bahkan bicara banyak hal sama dedek bayi sampai berlutut
segala,"Dedek papa pergi ya?Kamu sama mama dulu ya...papa pasti akan
kembali kok.Kamu baik2 ya sama mama.Kamu harus jadi kekuatan buat mama
kamu.Okey...anak papa..."
Sandra
datang,Vino heran juga,"Tumben kamu ga sama Sean.Sean mana?Kok hpnya ga
bisa dihubungi ya?"
Sandra
berkata,"Oh Saya kemari karena Sean...maksud saya...Sean dia berpesan
kalau dia sudah duluan ke kapal.Ya tadi dia pesan gitu.Makanya saya kemari.Oh
iya kemarin Bu Laras katanya mau nyari hadiah ya...saya tahu tempat yang
bagus."
Laras
tertarik,"Oh iya aku mau cari hadiah buat he..he..boleh ya Vin aku pergi
sama Sandra.Bentar aja."
Vino ijinin
asal Bimo ikut,"Baiklah aku juga mau pergi.Pakai mobil aku aja Bim ngantar
Laras."
Apa yang akan
terjadi pada Laras dan Vino?Buat some one ...ini perpisahan yang bikin
penasaran pastinya.**to be continue**
Part 395**I AM HIS QUEEN
Dealt very
bitterly...
Vino akhirnya
mengecup dahi Laras dan pamitan,"I love you...forever and ever..."
Laras
memejamkan mata menikmati moment sweet tiap kali Vino mau pergi emang selalu
gitu,"I love you too...lebih dari selamanya..."
Vino lebih
lama mengecup dahi Laras hari itu,Laras sampai heran,"Vin,ada orang
tahu..."
Vino
tersenyum,"Just for a couple minutes please...."
Sandra miris
melihatnya,'Ya Tuhan what have I done....'
Rani juga
dipamiti sama Vino,"Vino pergi dulu ya Ma...titip Laras ya..."
Rani
mengangguk,"Pasti Mama akan jaga Laras.Kamu ini kayak mau kemana aja
bilang kayak begitu...Doa Mama kamu selalu selamat balik lagi ke rumah...ga
kurang suatu apa.Tuhan akan selalu melindungimu sayang..."
Vino pergi dengan mobilnya sedang Laras pergi sama
Bimo dan Sandra.Vino menuju ke dermaga.Sudah dinanti oleh Robert di
sana,"Kapalnya sudah siap.Mari masuk!"
Norman dan
team mengikuti Vino masuk ke kapal.Kapalpun mulai meninggalkan dermaga.Sampai
di resort Vino heran karena Marco sudah menunggu di sana,"Anda?Anda kan
papanya Revan..untuk apa Anda di sini?"
Norman cs
bersiap di sekitar Vino,Marco tersenyum,"Saya mau bicara bisnis sama
kamu...bisnis resort ini hanya umpan buat saya mendapatkan ikan besar..."
Vino melihat
banyak anak buah Marco,"Apa maksud Anda?Umpan?Jadi kalian bekerja
sama?"
Robert yang
jawab,"Perusahaanmu yang begitu hebat itu telah membuat hidup keponakan
saya hancur.Adijaya Group akan saya hancurkan.Dulu saya menawari keponakan saya
kerja sama saya tapi dia memilih Adijaya Group karena bonafid dan lebih
hebat.Pernikahannya juga batal karena calon suaminya lebih milih Adijaya
Group daripada dia.Wow...begitu hebatnyakah Adijaya Group itu?"
Vino ga
ngerti,"Keponakan?Siapa maksud Anda Pak Robert?"
Robert
menjawab,"Sonya.Kamu pernah dengar nama itu?"
Vino ingat
Sean pernah membicarakan soal Sonya dulu,"Semua di perusahaan saya selalu
ada prosedur kerja dan penilaian.Anda pasti salah paham..."
Robert ga
peduli,"Saya cuma ingin menghancurkan Adijaya Group biar arwah ponakan
saya tenang.Kebetulan Marco juga satu misi dengan saya."
Norman mendekat,"Mas
Vino kita lawan saja mereka..."
Marco
terkekeh,"Percuma saja.Lihat ini!"Tbc
Part
396**I AM HIS QUEEN
The death of
thine husband...
Marco membawa
Sean yang dalam keadaan pingsan,"Kau suruh anak buahmu menyerah atau kau
mau sekretarismu ini kehilangan nyawanya?Pilih saja."
Vino
kaget,"Sean!!Kalian apakan dia?"
Marco
mengeluarkan sebuah dokumen,"Aku tak mau dia merusak rencanaku.Jadi
terpaksa...aku harus main kasar."
Vino hendak
mendekati Sean tapi dicegat sama Joni,"Kalian mau apa sebenarnya?"
Marco
menunjuk dokumen di meja,"Tanda tangani dokumen ini!"
Vino membaca
dokumennya,"Hand over letter...kau mau aku menyerahkan Adijaya Group
padamu?!"
Marco
tertawa,"Aku tahu pasti berat bagimu...tapi bagaimana jika ditukar dengan
keselamatan wanita yang kaucintai dan bayi dalam kandungannya?"
Vino
terbelalak,"Laras?Kalian jangan sakiti dia!!"
Revan
datang,"Tergantung...kau tinggal pilih kok Vin...lihat ini!"
Vino ga
sangka,"Revan?Apa ini?Kalian punya rencana apa sama Laras?!"
Vino melihat
video bagaimana Laras dan Sandra masuk ke sebuah mall dikawal sama Bimo,diikuti
oleh seorang pria.Pria itu seperti pernah ia lihat,"Dia...dia .."
Revan
ngekek,"Kau ingat ya...dia salah satu teknisi pesawatmu...kau tahu dia
juga yang menyabotase pesawatmu waktu itu..sekarang dia akan menyabotase lift
yang dinaiki isterimu."
Vino lihat
bagaimana Laras masuk ke dalam lift,"Kalian gila!!Isteriku sedang
mengandung.Lepaskan dia!!Van,kau tega lakukan ini pada Laras?"
Revan
berkata,"Sebenarnya aku ga tega tapi aku yakin kau akan menyelamatkan
isterimu.Ayo sekarang teken saja.Cepatlah sebelum Danur merusak lift itu."
Marco
menyodorkan berkasnya,"Serahkan semua yang kaumiliki kepadaku.Semua aset
Alvino Adijaya akan diberikan padaku.Marco Hutama.Atau kau perlu digertak
ya...Revan!"
Revan segera
menelpon Danur,Danur ada di ruang kendali lift,"Siap Boss!"
Lift yang
dinaiki Laras dan Sandra macet,Sean mulai sadar,"Vino?"
Sean melihat
apa yang dilihat Vino,"Sandra juga di lift itu?Kalian kan bekerja
sama?Kenapa kalian mau mencelakai dia juga?"
Vino yang
kaget,"Kerja sama?Maksudmu Sandra orang mereka?"
Sean
mengiyakan,"Iya Vin..."
Marco menaruh
pena di meja,"Cepat tanda tangani kalau kau mau anak isterimu juga
pengawal kesayanganmu selamat.Danur bisa membuat lift itu rusak."Tbc
Part 397**I AM HIS QUEEN
Zeal for
more...
Di mall
dimana Laras berada kepanikan terjadi karena lift tiba2 macet.Laras segera
berpegangan,"Ini kenapa ya?"
Sandra
kasihan lihat Laras,'Ya ampun apa ini rencana Om Marco ya...Kejam mereka.'
Bimo
berteriak,"Hey!!Cepat panggil bantuan liftnya macet!!Hey!!"
Vino tahu
bahayanya guncangan buat kandungan isterinya,"Aku akan tanda tangan."
Revan
menunggu sampai Vino selesai teken,baru ia nelpon Danur,"Bebaskan
target."
Lift akhirnya
kembali normal,Laras merasa takut dan dipapah oleh Sandra,"Aku mau nelpon
Vino...aku mau bicara sama Vino...aku mau denger suara Vino."
Bimo segera
menghubungi Vino tapi kala Vino mau mengangkat hpnya,dibius sama Revan,demikian
juga dengan Sean dan Norman cs.Robert bertanya,"Sekarang kita apakan
mereka?Kita bunuh saja mereka semua."
Marco punya
rencana,"Bawa mereka semua ke kapal.Kita harus buat seakan mereka alami
kecelakaan di tengah laut."
Robert
memuji,"Wow pemikiran yang cerdas kawan!!Ga perlu kita turun tangan
sendiri."
Sementara itu
Laras merasakan sakit di perutnya,"Aww...sakit...perutku sakit..."
Bimo segera
membawa Laras ke dokter kandungan,"Tenang mbak Laras...tenang...saya akan
coba hubungi mas Vino lagi.."
Tapi kembali ga bisa,bagaimana bisa lha Vino aja ga
sadarkan diri.Di kapal,Revan dan Marco menyekap Vino dan Sean.Revan nampak
senang melihat Vino terikat tak berdaya,"Vino..Vino...sekarang kau tak
punya apa2 lagi.Apa Laras akan masih mencintaimu bila kau kembali?"
Vino yang
sudah sadar menjawab,"Laras mencintaiku bukan hartaku.Apapun kondisiku dia
tetap akan mencintaiku."
Revan
kesal,"Apapun kondisimu....bagaimana jika kau tak pernah bisa kembali
padanya?Sepertinya satu2nya cara agar bisa membuat Laras berhenti mencintaimu
adalah kematian."
Vino
terpana,"Van,kau ini kenapa masih mengharap cinta Laras?Bukankah kau sudah
punya Bianca?Kalian kan sudah bertunangan.Atau itu semua hanya trik saja."
Revan
berkata,"Kau memang smart,tapi sekarang semua kepintaranmu tak ada
gunanya...tapi tenang saja kau tak sendirian."
Vino masih
berusaha menyelamatkan Sean dan Norman cs,"Lepaskan mereka.Kau butuh saksi
hidup untuk menyatakan bahwa aku telah tiada."
Benarkah Vino
akan mati?Bersambung.
Part 398** I AM HIS QUEEN
Leave them...
Marco setuju dengan
Vino,"Keluarga Adijaya memang tak akan percaya sembarang berita.Kecuali
berita itu datang dari orang2 mereka sendiri.Aku akan selamatkan para
pengawalmu.Tapi tidak dia!"
Sean yang dimaksud Marco,"Aku
juga tidak akan meninggalkan Vino menghadapi semuanya sendirian."
Revan ngekek,"Bagus sekali!Kamu
memang sepupu yang sangat baik Sean.Tapi bodoh!Kau tahu kali ini kau bukan
menemani Vino bersenang2 atau berlibur tapi menuju kematian."
Robert juga sangat
senang,"Bagus jika seluruh penerus Adijaya sudah disingkirkan.Tak ada lagi
gangguan ke depannya."
Marco membawa kapal ke tengah laut,mesin kapal dimatikan dan
ditinggalkan peledak di dalam kapal.Vino dan Sean sendiri diikat.Helicopter datang
siap menjemput Marco dkk,tapi kala Robert mau naik dihalangi sama
Marco,"Helicopternya sudah penuh.Kau tak bisa ikut dengan kami."
Robert kaget,"Kenapa?Aku adalah
satu team dengan kalian.Kenapa kalian tak mau memberi tempat buatku?"
Marco malah menembak
Robert,"Dor!!"
Robert jatuh ke kapal,"Kau
terlalu banyak tahu dan aku yakin kau akan meminta bagian juga.Lebih baik kau
dilenyapkan sekalian karena kau sudah tidak dibutuhkan lagi.Ha..ha..kita
pergi!"
Robert baru sadar,"Aku bersalah
padamu Vino Adijaya...maafkan aku."
Vino berkata,"Lepaskan ikatan
kami supaya kami bisa menolongmu...kita harus pergi secepatnya dari kapal
ini.Waktunya terus berjalan."
Robert hanya bisa melepaskan ikatan
Vino,"Aku sudah tak kuat lagi.Maafkan aku...."
Robert menghembuskan nafas terakhir
tergeletak di dekat Vino.
Sean berteriak,"Pergi
Vin!!Cepat!! Sebentar lagi kapalnya akan meledak!!Tinggalkan aku!!"
Vino tak mau,"Kau tak mau
meninggalkanku demikian juga aku.Kita adalah sepupu.Kau lupa?"
Sean terharu,"Tapi ini darurat
Vin!Cepat pergi!!"
Sementara itu dari atas helicopter
Marco melihat,"Sebentar lagi..."
Dan tampak ledakan di tengah
lautan,Norman cs meratap,"Mas Vino!!!Mas Sean!!"
Revan mengancam mereka,"Kalian
beruntung punya mantan tuan sebaik Vino yang menyelamatkan kalian.Tapi aku tak
sebaik Vino.Ups..almarhum Vino he..he..karena jika kalian tidak menuruti
perintahku maka nyawa keluarga kalian dalam genggamanku.Kalian
mengerti?!"Tbc.......
Part 399 ** I AM HIS QUEEN
Knowing Him....
Laras merasakan sakit di
perutnya,"Sakit sekali Sandra...kenapa ya?Perasaanku juga ga
enak...Aduhhh..."
Bimo membawa Laras ke RS,Rani juga
segera diberitahu,"Bu Rani,mbak Laras Bu...mbak Laras masuk RS..."
Rani jelas panik,'Aduh...mana Vino
lagi ga ada.Revan juga katanya ada urusan sama Bianca.Gimana ini?Anabella!!Ayo
cepat kita ke RS!!"
Rani ga bisa hubungi hp Vino,Revan
malah nyambung,"Van,kamu bisa cepet pulang ga?Laras masuk RS.Kamu segera
pulang ya?"
Revan memang memakai alasan Bianca
untuk menutupi rencananya,"Iya Ma...Revan segera pulang.Kirim saja alamat
RS sama ruangannya.Bye Ma..."
Ketawa Revan,"Ha..ha..Kuharap
anak dalam kandungan Laras tak bisa bertahan.Dengan begitu,aku ga perlu repot2
menyingkirkannya nanti.Iya ga Pa?"
Marco malah sedang memikirkan hal
lain,"Coba saja mamamu ada di sini merayakan keberhasilan kita menguasai
Adijaya Group dan seluruh aset Alvino Adijaya."
Revan segera menuju mobilnya yang
berwarna biru,"Soal mama perlu waktu Pa.Sekarang Papa buat skenario supaya
kesannya Vino alami kecelakaan kapal.Revan pergi dulu lihat Laras.Bye
Pa..."
Dengan wajah terlihat inoncencia
gitu Revan menemui Bianca dulu,"Sorry ya sayang,aku ada urusan
mendadak...kamu sama mama kamu dah belanja apa aja tadi?"
Bianca cerita beli aneka macam
barang,"Mami tuh beli gaun,aksesories macam2..lama bener
milihnya...makasih ya Van dah manjain kami."
Revan malah ajak ke RS,"Yuk
ikut aku ke RS.Kandungan Laras bermasalah.Mamaku nelpon tadi.Yuk!"
Dokter yang memeriksa Laras
nanya,"Suaminya mana ya?Saya ingin bicara..."
Rani yang mewakili,"Saya ibu
dari suaminya.Suaminya sedang ada bisnis.Memang ada yang gawat Dok?Cucu saya
gpp kan Dok?"
Dokter menjawab,"Memang ada
flek tapi tidak membahayakan janin.Tapi saya sarankan jangan banyak bergerak
dulu.Sementara biar dirawat di RS.Namun saya minta psikologis Nyonya Laras juga
dijaga."
Laras sendiri terus nanyain
Vino,"Vino mana Ma?Kok ga datang2?Nelpon juga ga.Vino kok hpnya ga bisa
dihubungi ya Ma?"
Setiap ada yang datang pasti
ditanyai soal Vino,"Pak Bimo dapat kabar dari Vino ga?Dari Norman
mungkin..."
Hp Norman juga ga bisa
dihubungi.Bersambung....
Part 400 ** I AM HIS QUEEN
A Worthy man....
Revan datang bersama Bianca ke
RS,"Gimana kondisi Laras Ma?Bayinya gpp kan?"
Rani yang cemas dengan kondisi Laras
lega melihat Revan,"Syukurlah kamu datang sayang!Mama bingung Laras nanya
terus soal adik kamu."
Revan sok ga tahu,"Emang Vino
kemana sih Ma?Isteri lagi kayak gini malah ngilang ga jelas."
Rani menjawab,"Vino mengunjungi
resort dengan rekan bisnisnya.Hpnya ga bisa dihubungi.Hp Sean juga ga bisa.Hp
Norman juga.Mama takut sayang...gimana kalau terjadi sesuatu pada adikmu?"
Revan memeluk mamanya,"Tenang
Ma.Vino itu kan anaknya kuat Ma.Inget kan pas dulu kecelakaan pesawat,dia bisa
selamat dan balik ke Jakarta.Jadi Mama ga usah khawatir,Vino pasti akan
kembali."
Amin!Biasanya perkataan itu punya
kekuatan bila telah diucapkan.Laras saja terhibur mendengar ucapan Revan,'Revan
benar.Aku harus yakin bahwa Vino pasti akan pulang dan kembali ke sisiku.Vino
sangat mencintaiku.Juga anak kami.Dia tak mungkin acuh tak acuh pada keadaan
kami.Sebaiknya aku berdoa saja.Kekhawatiran tidak akan membawa kemanapun.'
Sementara itu Sandra mendekati
Revan,"Van,mana Sean?Aku sudah lakukan apa yang kamu inginkan sekarang
penuhi janjimu."
Bianca tak sengaja
mendengar,"Janji apa Van?Kamu ada janji apa sama cewek ini?Kalian kayaknya
sudah akrab."
Revan berdalih,"Oh ini cuma
urusan bisnis saja.Sandra ini teman papa aku.Kamu jangan posesif gitu dong
Sayangku..."
Bianca lega mendengarnya,"Oh
cuma urusan bisnis.Kupikir apaan."
Sandra kian cemas soal Sean,mana hp
Sean juga ga aktif.Tapi mau ngejar Revan kayaknya Revan menjauh,'Kalau aku
makin kejar bisa2 malah membahayakan Sean dan Vino.Aku sebaiknya menemui Om
Marco saja.'
Marco sendiri tengah sibuk membuat
skenario untuk mempublikasikan kematian Vino.Norman cs dibuat tak sadarkan diri
dan dilepaskan di dekat dermaga,tentu saja mereka ditemukan nelayan
setempat.Bimo diberitahu soal itu,"Apa?Norman ditemukan tak sadarkan diri
di pantai?Ya aku segera ke sana."
Norman cs segera dijemput oleh
Bimo,"Man,katakan apa yang terjadi?Mana Mas Vino?"
Norman malah menangis,"Mas
Vino...Mas Vino sudah tiada Pak Bimo...."
Jelas saja Bimo
shock,"Apa??!!Kamu jangan bercanda Man!Aku serius."
Tbc............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar