I AM HIS QUEEN PART 411-420


Part 411**I AM HIS QUEEN

Endure tribulation...

Bagai mendengar suara memanggil namanya Vino akhirnya sadar juga,pelan dia membuka matanya,"Dimana ini?"

Meski masih lemah,Vino mengedarkan pandangannya,bangun ia walau sedikit terhuyung,"Tempat ini asing bagiku...tapi setidaknya aku ada di daratan...oh ya...Sean!Sean!!"

Terseok2 Vino melangkah mencari sepupunya,ga jauh ia melihat sesosok tubuh tergolek,"Itu kayaknya Sean...Semoga dia gapapa..."

Vino segera mendekati,lega dia kala membalikkan tubuh itu,"Sean!!!Syukurlah kamu masih hidup Sean!!Terima kasih Tuhan,Kau tak membiarkan hamba sendirian lewati ini semua."

Sean sadar,"Where is this?Apa kita sudah mati Vin?"

Weleh...Vino malah memeluk Sean,"Ga Sean!Aku lega kamu masih hidup.Kita harus tetap hidup Sean.Kita harus kembali ke Jakarta,Sean.Kita harus berjuang!"

Maju tak gentar!!Yippi2...Merdekaa!!Ups sorry soale kebawa nuansa kemerdekaan...

          Ga cuma Vino dan Sean yang berjuang mempertahankan diri di sebuah pulau,di Jakartapun Laras juga berjuang dalam penantian cinta.Cie..puitis temen enggane...

Tenang ntar akan ada puisi buat anguish scene kok...tapi sabar.Sesabar Bimo dan yang lain menanti Laras membuka pintu kamarnya,"Ini sudah waktunya makan malam.Mbak Laras belum juga keluar...apa saya perlu ambil kunci cadangan Bu Rani?"

Rani belum sempat jawab eh Laras dah membuka pintunya,semua segera berdiri.Laras nampak beda,"Kalian semua disini?Ini bukannya waktunya makan malam?Ayo kita semua ke ruang makan."

          Bagai robot diprogram semua mengikuti langkah Laras,walau sambil pandang2an.Mereka pikir akan menemui sosok Laras yang rapuh seperti hari2 sebelumnya tapi sorot dan gestur Laras beda sekarang.Anabel sampai lirik2an sama Rani saking bingungnya.Laras duduk di kursi yang biasa diduduki Vino,"Mari semua silakan duduk.Ada yang ingin saya beritahukan pada kalian semua."

Makin tambah kepo bin penisirin eh penasaran deh mereka.Bimo sampai batin,'Kenapa aku merasa Mas Vino kayak ada di sini ya...mbak Laras kok jadi mirip Mas Vino ya...apa mbak Laras kesambet?Weleh...mikir apa aku ini.'

Pak Syamsul duduk dekat Laras,"Ras,kamu mau beritahu apa ke kami semua?Kamu baik2 saja kan Nak?"

Laras tersenyum.Laras mau ngomong apa?Tbc.

Part 412**I AM HIS QUEEN
By letter...
Perubahan Laras mencengangkan semuanya,apalagi kala ia memberitahu bahwa ia sekarang akan menggantikan Vino mengurus perusahaan,"Vino lewat suratnya menitipkan perusahaan pada saya.Jadi mulai besok saya akan masuk kerja."
Bimo malah heran,'Mas Vino mengirim surat pada mbak Laras?Kapan?Jangan2 mbak Laras berhalusinasi nih...tapi kok jadi mirip Mas Vino ya gaya bicaranya...'
Rani juga jelas kaget,"Sayang,kamu itu sedang hamil tua yakin mau ngurus perusahaan?Lagipula keadaan sedang chaos kayak gini.Belum masalah Marco yang mau mengambil alih semua aset Vino termasuk perusahaan."
Laras malah memandang lukisan Vino yang juga ada di ruang makan,"Laras pasti bisa Mama...tapi Laras minta bantuan dan dukungan kalian semua."
Anabel dan para pembantu yang semangat malah dukung Laras,"Kami semua pendukungmu Mbak Laras!!"
Weleh...sampai kaget para bodyguard,mereka juga ga mau kalah,"Team bodyguard juga siap mengawal mbak Laras!!"
Bahkan Norman dan para bodyguard yang diancam Marco juga langsung siap bela negara ups bela Laras maksudnya,"Kami juga siap!!Dihukumpun kami rela,asal kami tetap melayani keluarga Adijaya!!"
Laras lega,"Terima kasih atas dukungan kalian.Sudah malam silakan beristirahat karena besok hari yang baru buat kita semua."
Rani dan Pak Syamsul masih tak beranjak,demikian juga Bimo yang mau nyerahin berkas2 penting.Laras mendekati Rani,"Mama restui Laras dalam melaksanakan amanat Vino ya Mama..."
Pada ayahnya juga Laras meminta restu,"Vino selalu meminta restu sebelum melakukan pekerjaannya,Laras juga akan bersikap sama.Ayah...mohon doa restunya supaya Laras kuat sampai Vino kembali ke tengah kita."
Rani malah miris mendengarnya,nangis dia,"Mama restu sayang...Mama restu...kamu tahu sayang...Mama seperti melihat Vino di diri kamu..."
Rani lalu ke kamarnya ga tahan dia menahan air matanya,"Mama ke kamar dulu ya sayang..."
Pak Syamsul juga sama,"Ayah akan selalu berdoa buat kamu dan Nak Vino...restu Ayah selalu buat kalian...lakukan apapun yang menurut kamu baik."
Bimo mendekat,"Mbak Laras ada dokumen penting yang harus mbak Laras lihat..."
Laras melangkah,"Kita bicara di ruang kerja Vino saja Pak Bimo..."
Bersambung....
 Part 413**I AM HIS QUEEN
Water...
           Bila Laras tengah berjuang mempertahankan bisnis keluarga Adijaya maka Vino tengah berjuang untuk bisa bertahan hidup di pulau dimana ia dan Sean terdampar.Rasa haus mendera mereka,Sean bahkan sudah berkunang2 mencari air yang bisa diminum,"Banyak air tapi air laut.Airnya asin.Ga bisa diminum."
Vino ada ide,never give up dia,"Kita harus masuk ke dalam lagi Sean.Lihat ada pohon buah2an.Sementara kita bisa mengatasi haus dengan air yang terkandung dalam buah.Kamu tunggu sini ya Sean.Aku akan memanjat pohon itu."
Vino melihat dari atas pohon,"Tuhan,berilah hamba air untuk diminum.Tidak mungkin tak ada air di pulau ini.Jika Kau membawa kami ke sini pasti Kau akan menyediakan apa yang kami butuhkan di sini."
Vino mengambil buah2an dan memberikannya pada Sean,"Ayo kamu makan Sean.Kandungan airnya lumayan menghilangkan haus.Aku mau ke sana.Siapa tahu ada air di sana."
Sean kagum pada sepupunya itu,"Kau semangat sekali Vin...memang kau tidak haus?"
Vino malah berkata,"Aku gampang,Sean!"
Namun yang dijumpai Vino adalah tebing2 cadas,"Cuma tebing2 batu...tapi hatiku pingin sekali ke sini."
Vino duduk dibawah tebing2 itu,"Mencari air saja susah..bagaimana aku mau pulang ke Jakarta?Tuhan,tolong hamba..."
           Vino bersandar di salah satu tebing eh tiba2 geser batunya,dan dibaliknya ada gua.Disana ada mata airnya.Wah Vino langsung sujud syukur,"Air!!!Terima kasih Tuhan!!"
Lari dia ke tempat Sean menanti,"Sean!!Aku menemukan air!!Sean!!!"
Sean awalnya ga percaya,"Air?Beneran Vin?Kamu berhalusinasi kali Vin..."
Vino menunjukkan gua yang ia temukan,"Lihat itu airnya!!Bening kan?Tawar rasanya ga asin.Coba deh!"
Bersambung....
 Part 414 ** I AM HIS QUEEN
Be saved...
Sean segera mengambil airnya dengan tangannya,"Iya Vin airnya tawar.Seger lagi.Guanya juga  bisa kita jadikan tempat bernaung dari hujan dan terik matahari.Kamu kok bisa sih Vin nemuin tempat ini?"
Vino juga segera minum,haus dia mulutnya sampai kering belum lengket rasanya badannya,bau amis laut dan keringat jadi satu,"Aku juga ga sengaja menemukannya.Hatiku tuh kayak dituntun kesini.Sekarang kita bisa aman tinggal di gua ini.Aku akan cari sesuatu yang bisa buat alas tidur.Kita juga harus bikin api.Kita kan ga tahu dipulau ini ada binatang buasnya ga.Kalau malam kita harus cari penutup buat gua kita biar ga dingin dan ga ada bintang liar masuk.Kita harus survive Sean.Selama nyawa kita masih ada masih ada harapan.Kita harus hidup supaya kita bisa kembali ke Jakarta.Aku mencemaskan Laras,Sean.Dia sedang mengandung.Dia butuh aku di sisinya."
Sean jadi iba pada sepupunya,"Kamu benar Vin,kita harus survive di pulau ini demi orang2 yang kita sayang yang menanti kita pulang.Aku kasihan sama keluarga Adijaya,papa kamu udah bekerja keras mendirikan Adijaya Group sekarang semuanya akan menjadi milik papanya Revan.Revan kok jahat gitu ya Vin?Tuh anak kenapa ya?"
Vino mencuci mukanya,"Aku juga heran Sean.Tapi soal bisnis Adijaya kamu jangan cemas Sean karena semua aset atas namaku sebelumnya sudah kupindahkan atas nama Laras."
Sean kaget campur lega,"Kapan kamu lakuin itu Vin kok aku ga tahu?"
Vino duduk dekat Sean,"Sengaja aku ga kasih tahu kamu karena aku melihat dari monitor cctv sikap2 mencurigakan dari Sandra.Ternyata benar dia kaki tangan Marco."
Sean jadi sedih bila ingat Sandra,"Aku juga ga sangka soal itu Vin...maafkan aku ya Vin ga seharusnya aku merekrut dia.Kenapa sih aku selalu saja ngecewain kamu Vin..."
Vino menoleh,"Selalu?Kamu ini ngomong apa sih Sean?Bukan salah kamu kok.Kita itu ga mungkin menyenangkan semua orang.Pasti tetap ada yang ga suka sama kita.Udah jangan diambil hati,aku juga ga nyalahin kamu.Justru aku bersyukur ada kamu dekat aku.Apalagi sekarang,dipulau asing seperti ini."
Sean malah mikir,'Sepertinya ini saat yang tepat untuk menceritakan ke Vino soal rasa bersalah aku selama ini.'
Soal tanda tangan?Tbc
 Part 415 ** I AM HIS QUEEN
Paint my love...
Sean mendekati Vino,"Vin,aku ingin mengatakan sebuah rahasia yang selama ini kusimpan.Aku ingin menyelesaikannya supaya aku tidak terus dicekam rasa bersalah."
Vino malah curiga,"Rahasia apa Sean?Jangan bilang kalau kamu suka sama isteri aku.Awas kalau iya!!Aku ga akan biarin kamu deket2 sama Laras!"
Sean panik apalagi Vino pakai acara nyengkeram baju Sean,"Wait!!Not like that!!Laras is yours!!Only yours...."
Vino melepaskan cengkeramannya,"Terus soal apa?Ga ada hubungannya sama Laras kan?"
Sean gugup,"Ada hubungannya sama Laras..."
Walah dalah Vino segera miting Sean,"Kamu ini sengaja mancing emosi ya Sean?Mau aku kasih lihat kalau aku marah iya??!!"
Sean kelabakan sampai merah mukanya,meringis sisan,"Aduhhhh sakit Vin!!Dengerin dulu Vin...please hear me first will you...ini soal tanda tangan kamu Vin..."
Vino mikir,"Tanda tangan?Maksudmu pas pernikahan aku yang pertama itu?Aku memang heran karena tanda tangan aku asli di situ...rupanya kamu terlibat ya?Kamu anteknya Revan?!!"
Tambah serem wajah Vino sampai Sean manjat tebing,"Vin,aku akan cerita dari atas sini...kamu dengerin ya..."
Vino malah jadi cemas lihat Sean,"Sean jangan ke situ!Disitu bahaya!Sean turun!!"
Sean ga mau,"Vin,kamu janji dulu akan dengerin aku jangan emosi dulu okay?"
Vino janji,"Iya aku janji...cepet turun...aku ga mau sendirian di pulau ini."
Sean lalu turun.Apakah Vino akan marah nanti?***see you next part***
 Part 416◆◆I AM HIS QUEEN
His time...
           Bila Vino sedang dengerin Sean cerita maka di kediaman papanya,Revan tengah celebration.Toast sama sang papa,"Ide papa memang brilian!Jika aku yang ambil alih aset Vino maka Laras akan benci sama aku.Tapi kalau papa yang take over maka dia akan ngira semua about bisnis yang dia ga ngerti.Laras kan orang kampung.Mana ngerti dia soal dunia begituan.Ha..ha..."
Marco memainkan gelas ditangannya,"Papa yakin dengan semua aset Vino Adijaya ditangan papa,keluarga Adijaya akan kesulitan untuk melanjutkan hidup.Pasti bukan hanya Laras yang akan memohon bantuan ke kamu untuk merayu papa ngembaliin aset Vino tapi mama kamu pasti akan menyadari bahwa dia ga bisa hidup tanpa papa."
Joni juga senang karena kedua majikannya sedang hepi,"Selamat ya Bang...aset dan kekayaan Abang akan semakin bertambah."
Marco tersenyum penuh kemenangan,"Sehebat2nya tupai melompat pasti akan jatuh juga.Kejatuhan keluarga Adijaya sudah diambang mata.Besok kita akan datang ke kantor pusat Adijaya Group.Papa akan ambil alih kendali perusahaan.Joni jangan lupa besok kamu panggil reporter dan wartawan2 biar berita ini cepat tersebar bahwa Adijaya Group sudah the end.Ha..ha.."
Joni jelas yes bang.Marco berdiri mendekati putranya,"Dan kamu Revan,kamu harus berkesan seakan kamu ga tahu soal ini.Kamu berkesan ga setuju dengan ini semua.Ambil hati Laras.Bilang ke dia kalau kamu ga terlibat semua ini.Kamu ga ada kaitannya dengan semua ini.Bilang aja kamu sedang sibuk dengan persiapan pernikahan dengan Bianca.Oh ya bagaimana dengan gadis itu?"
Revan malah terkekeh,"Revan ga pernah suka sama dia Pa..Revan hanya manfaatin dia sebagai alibi saja.Bahwa waktu itu Revan lagi sama Bianca ga sama Papa."
Revan melihat jam,"Sudah jam segini Pa...Revan pulang dulu.Mama pasti nyariin."
Marco bertanya,"Kalau kamu ditanya habis dari mana kamu jawab apa?"
Revan jawab,"Habis bujuk papa supaya ngembaliin aset Vino...ha..ha..good excuse kan?"
Marco tersenyum,"Kamu emang anak papa...jenius."
Revan menuju mobilnya,'Laras akan jadi milik aku.Kejadian ini kayak dulu.Pertama jumpa Laras...dia panik butuh uang untuk biaya berobat ayahnya...dia ga punya siapa2 ga punya apa2..'.
Bersambung....
  • Part 417**I AM HIS QUEEN
Saith the law....
Vino kini mengerti kenapa teken dia signature dia asli saat nikah dengan Laras pertama kali,"Jadi kamu nyelipin kertas kosong di berkas yang harus kutandatangani karena kamu diancam sama Revan?Kenapa kamu ga bilang sama aku waktu itu Sean?Aku pasti tolongin kamu."
Sean merasa bersalah,"Aku panik Vin...Revan bilang dia memata2i setiap gerak gerikku.Sekali ada yang mencurigakan dia ga segan2 akan menghabisi keluargaku.Seperti yang papanya lakukan ke Pak Robert.Kamu lihat sendiri kan?Sama sekutu aja tega apalagi sama musuh?Bayangin aja kagak berani aku Vin...Please forgive me...."
Vino malah senyum dan menyuruh Sean turun,"Ayo turun sini.Aku ga marah kok..."
Sean lega meski masih deg2sir juga,"Beneran kagak marah kamu Vin,kamu maafin aku?"
Vino malah merangkul Sean,"Aku malah mau bilang makasih sama kamu Sean.Walau orang mereka2 yang jahat namun Tuhan sanggup mengubahkannya menjadi kebaikan.Aku takkan kenal Laras tanpamu..."
Sean terharu keduanya malah kayak teletubbies...berpelukan.Hmm...
Malam menjelang,suasana pulau kian mencekam.Vino susah payah mendapatkan api dengan cara menggosok dua batu,"Ternyata ga segampang yang kita pikir ya Sean.Susah ternyata..."
           Lama baru bisa nyala,Sean sudah menggigil di pojokan gua.Depis manis di sana.Vino untung sudah ngumpulin ranting2 dan daun2 kering lumayan buat penghangat tubuh,"Sean sini!Disini hangat.Kamu tidur aja dekat api unggun.Aku akan jaga apinya.Kamu tidur duluan ya...habis itu aku."
Sean meringkuk dekat api,"Kamu memang pemimpin yang baik Vin.Penjaga jiwa bener.Pantas Laras jatuh hati sama kamu."
Vino malah lihatin batu2 di sekitar dia,"Aku kangen sama Kepala Batu...lagi apa ya dia?"
Sean memahami,"Di Jakarta ada banyak orang Vin semua pasti akan jagain Laras dan bayi kalian...kamu jangan resah..."
          Namanya juga punya tanggung jawab ya pasti mikirin dong Sean.Makanya kamu buruan merit ntar tahu deh rasanya jadi aku.Jauh dari orang2 yang kita sayang...apalagi isteri sedang berbadan dua.?Moga Laras bisa lewati semua ini..."
Di Jakarta Laras juga tengah merindukan Vino.Diruang kerjanya Vino,Laras menunggu sampai Bimo keluar dari ruangan baru dia menangis.Bersambung....
 Part 418**I AM HIS QUEEN
Most miserable....
Bagi Laras menggantikan posisi Vino bukan yang membuatnya berat,"Ketidakhadiranmu Vin...itu yang memilukan hatiku.Kau janji akan jagai aku jagai anak kita.Tapi kau malah pergi entah kemana.Meninggalkan pesan dan sebuah pena bersalut emas.Vin,aku ingin menulis hidupku bersamamu...cepat pulang Vin...hiks...hiks..."
Lastri lihat lampu di ruang kerja Vino masih nyala,'Jam segini kok masih nyala ya?Apa Mas Vino dah pulang?Biasanya cuma Mas Vino yang suka malam2 disitu...'
Kaget Lastri kala ngintip,'Lho mbak Laras to yang didalam?Astaga...kok makin mirip Mas Vino ya kelakuannya.Apa rohnya Mas Vino masuk dalam diri Mbak Laras?Atau gawan bayi ya?Mending aku bawain minuman hangat atau susu aja buat mbak Laras.Sekalian bujuk mbak Laras biar juga cepet istirahat.Kan besok mau ngantor...'
Laras makasih sekali dengan minuman hangat yang dibawa mbak Lastri,"Makasih ya mbak...Tahu aja kalau saya haus.Mana dingin lagi."
Lastri lihat mata majikannya sembab,"Mbak Laras habis nangis ya?Kangen ya sama Mas Vino?"
Laras mengangguk,"Mbak Laras tahu aja.Iya mbak saya kangen banget sama Vino...moga dia baik2 saja diluar sana ya mbak.Biasanya saya yang merhatiin keperluannya setiap hari.Sekarang dia ada dimana saja saya ga tahu pasti."
Lastri ngantar Laras ke kamar,"Mbak Laras jangan banyak pikiran.Serahkan semua pada Tuhan.Dia itu penjaga umat-Nya.Mas Vino itu orang yang baik pasti dilindungi dimanapun berada.Mikir yang baik2 saja."
            Laras akhirnya berbaring di ranjang tapi seperti biasa makai piyama Vino,ga bisa tidur kalau ga mencium bau khas sang suami.Vino di gua juga sama gelisah resah gegana.Miring sana hadap sana serong ke kiri serong ke kanan lala.la.la...Weleh...ini scene sedih apa lucu to jeng?Meneketehe...penulise lagi syukuran bisa posting lagi di ig tuh.Makanya rasanya nano2.Rame rasanya.Vino akhirnya lihat bintang di langit,'Aku ingat waktu aku melamar kamu di rumah lama.Kita tidur di tenda.Menghitung bintang dan berselimut bersama...Ras...aku kangen banget sama kamu...sayang...'
Sayang...apa kowe krungu jerite atiku mengharap engkau kembali...sayang...weleh kok jadi vianisty nih.Beginilah bila kebanyakan lihat Asian games.Tbc....
 Part 419**I AM HIS QUEEN
Liberality....
Laras sekuat hati menahan tangis dan kepedihan hatinya,'Vin,biasanya kamu tidur di sini.Disamping aku...memelukku...tapi kini...'
Mobil Revan memasuki kediaman Adijaya,satpamnya dimaki2 sama Revan,"Lama bener buka gerbangnya?!Dasar manusia lemot!!"
Satpamnya ngedumel,"Gitu aja marah?Melebihi Mas Vino lagaknya.Mas Vino aja sabar orangnya.Ini Boss bukan,yang punya rumah juga bukan...marah2."
Revan denger rupanya turun dia dari mobil,"Kamu barusan bilang apa?!!Aku bukan Boss?Ayo ulang sekali lagi apa yang barusan kamu omongin!!"
Jelas si satpam ga berani,"Ampun Mas!!Saya tadi khilaf Mas."
Revan mencengkeram krah satpam itu,"Minta maaf ga?Ayo berlutut kamu minta maaf sambil cium sepatu saya!!Buruan!!"
Untung Bimo datang,"Mas Revan sudah pulang rupanya.Ada apa ini?"
Revan nahan diri,"Kamu ajari satpam di sini biar sopan sikapnya.Mamaku dimana?"
Bimo menjawab,"Diruang keluarga Mas.Nunggu Mas dari tadi."
Revan pergi dengan kesal,'Awas saja kalau nanti rumah ini jadi milik aku.Kupecat semua orang yang berani kurang ajar sama aku.'
Satpamnya curhat sama Bimo,"Makasih Pak Bimo.Untung Pak Bimo datang tepat waktu.Kalau tidak saya pasti sudah dipermalukan tadi...saya kangen sama Mas Vino.Kapan Mas Vino kembali ya Pak?Rasanya jadi gimana gitu ga ada Mas Vino."
Satpam aja kangen gimana keluarganya.Apalagi Laras.Rani menanyai Revan,"Darimana kamu Van?"
Revan tertegun,'Tumben Mama manggil nama aku langsung?Apa lagi marah sama aku?Apa mama mencurigaiku?'
Revan duduk di sofa,"Mama kenapa?Kok kayak galau gitu?"
Rani malah berdiri,"Kamu ga jawab pertanyaan Mama.Malah balik nanya.Kamu pasti habis nemui papa kamu.Iya kan?"
Revan malah menyalakan tv,"Mama jangan salah paham dulu.Aku ke sana untuk membujuk papa."
Rani melirik anaknya,"Membujuk?Sejak kapan papamu itu mau mendengarkan pendapat orang lain?"
           Di tv ditayangkan bahwa besok Marco akan mengadakan konferensi pers di lobby Kantor Pusat Adijaya Group.Jelas membuat orang2 bertanya2.Rani mematikan tvnya,"Jauhi papa kamu.Dia itu hanya membawa pengaruh buruk bagimu."
Revan berdiri,"Mama,setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua.Mama buka hati dikit aja buat papa."
Maukah Rani?Bersambung.....
 Part 420**I AM HIS QUEEN
Fire....
Bimo menenangkan satpam pos depan,"Selama Mas Vino belum kembali,kita harus hati2.Lebih waspada apalagi di sekitar Mas Revan.Kita fokus saja pada tugas utama kita melindungi keluarga Adijaya terutama Mbak Laras.Mbak Laras sedang mengandung darah daging Mas Vino.Penerus keluarga Adijaya."
Bimo lalu membriefing semua bodyguard buat acara besok.Sementara Revan malah berselisih pendapat dengan mamanya.Capek dia,"Terserah Mama.Aku mau ke kamar dulu.Malam Ma.Jangan cemaskan yang sudah pergi.Sebaiknya Mama tidur karena besok adalah big day.Hari bersejarah."
             Sementara di pulau,Vino resah pikirannya terus melayang ke Laras dan rumah.Sean sudah pules meski ga beralas kasur empuk.Vino menarik nafas,'Ras,kamu mungkin sudah baca surat aku.Aku tidak meragukan soal dirimu Sayang.Tapi aku mencemaskan keadaanmu.Apalagi Revan ada di dekatmu.Jaga diri ya Sayang.Hati manusia itu sangat dalam.Bimo,jagai rumah ya Bim...Kuharap kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.'
Kecemasan Vino beralasan karena Revan menuju kamar Laras,diketuknya pintu,"Tok!Tok!"
Laras tercekat,'Siapa itu?Apakah Vino?Ga mungkin!Kalau Vino pasti langsung masuk.Kan tidak kukunci.'
Baru mau membuka pintunya Revan dihadang sama Ahua,"Mas Revan apa ga salah kamar ya?Apa sedang dalam pengaruh minuman kayak biasanya?"
Revan kaget,"Ahua!!Kamu bilang apa tadi?Kamu pikir aku mabuk?Kau pikir aku pemabuk gitu?Kurang ajar ya kamu!!"
Laras deg2an denger suara ribut2,'Seperti suara Revan dan Pak Ahua.Ya ampun mau apa Revan nyari aku malam2?Aku jadi serem deh...Sebaiknya lain kali aku kunci saja pintunya dari dalam.'
Ahua sengaja bersuara kenceng biar Laras denger kalau ada Revan diluar,'Please jangan keluar mbak Laras...didalam aja.Saya akan jaga depan pintu kalau perlu.Cepet kunci pintunya dari dalam.'
Revan kesal ga bisa menemui Laras,"Pelayan2 di sini semua menyebalkan!"
Ahua lega lihat Revan menjauh menuju kamarnya sendiri,'Aku akan lapor sama Pak Bimo biar diperketat penjagaan buat mbak Laras terutama depan kamarnya.'
Ahua mengetuk pintu,"Mbak Laras?Ini saya mbak...Ahua!"
Laras yang berdiri di belakang pintu ragu hendak membuka pintu,"Pak Ahua...diluar sudah aman?"
Amankah?Bersambung......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar