Part 421**I AM HIS QUEEN
Self Destruction....
Laras keluar kamar,"Terima kasih ya Pak
Ahua...sudah menjaga saya."
Ahua kasih saran,"Mulai sekarang kunci saja
Mbak kamarnya dari dalam.Tahu sendiri kan Mas Revan orangnya nekad."
Laras lalu mengunci kamarnya,'Untuk apa Revan
mencariku malam2 begini?Aku ga boleh takut.Rasa takut itu melumpuhkan.Aku harus
tegar.'
Revan masuk kamarnya dengan
kesal,'Sial!!Pelayan2 dirumah ini bikin aku kesal!Tenang Revan.Kendalikan
dirimu.Besok semua akan berubah.Adijaya Group akan jatuh.Saatnya mengambil alih
semuanya.Termasuk Laras.'
Keesokan harinya Marco sudah siap dengan segala persiapan untuk pers
conference bahkan Revan sudah dimintanya untuk memastikan Laras dan keluarga
Adijaya datang ke kantor pusat.Tapi dasar Revan selalu saja kesiangan.Rani dan
Laras malah sudah siap.Rani melihat ke arah jam,"Mama akan pergi denganmu
Sayang.Revan biar menyusul.Anak itu memang susah sekali bangun pagi."
Laras tampil elegan meski tengah berbadan
dua.Semua pelayan kian segan melihatnya,"Mbak Laras terlihat beda
ya?Berwibawa gitu.Berasa kayak ada Mas Vino di sini."
Pas Laras,Rani dan Bimo cabut eh Revan baru
bangun,"Astaga!Jam segini?Kenapa Mama ga bangunin sih?"
Mety kini giliran yang kena amuk,"Kamu
kenapa ga bangunin saya Mety!!Aku harus dampingi Laras.Dasar kacung!!"
Mety bantah,"Lho saya udah mau bangunin
Mas.Tapi Bu Rani ga bolehin.Katanya beliau yang akan dampingi Mbak Laras.Gitu
Mas Revan..."
Revan kian dongkol,"Berani ya kamu bantah
omongan aku?Lihat aja sebentar lagi akulah penguasa rumah ini dan kupastikan
kau orang pertama yang akan kupecat!"
Mety dibela Ahua,"Mas Revan kok nyalahin
Mety sih?Dia kan cuma membela diri atas tuduhan Mas."
Wah malah tambah muring Revan,"Kalian
berdua akan menyesal nanti!!"
Marco sibuk sama reporter soal urusan dia di
kantor pusat Adijaya Group,"Kalian akan tahu nanti.Yang pasti akan ada
kejutan besar mengenai nasib Adijaya Group.Hanya itu yang bisa saya
katakan."
Marco
menunggu sampai rombongan keluarga Adijaya datang baru ia mengumumkan
semuanya.Mobil Laras memasuki halaman kantor pusat.Marco melihat dengan senyum
kemenangan,'Saatnya tiba...'
Marco memulai konferensinya.Apa yang akan
terjadi?Tbc.......
- Part 422 ** I AM HIS QUEEN
The owner...
Marco
ingin sekali menunjukkan pada Rani bahwa dia lebih hebat dari mendiang
Adijaya,papanya Vino.Rani justru kian illfeel lihat kelakuan Marco,'Untuk apa
memanggil reporter dan awak media segala.Padahal semuanya masih belum
jelas.Hatiku mengatakan putraku itu baik2 saja dan akan segera kembali.'
Marco mempersilahkan semua duduk tapi keluarga
Adijaya masih tetap berdiri,"Terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas
kehadiran rekan2 jurnalis dan media di sini.Hari ini adalah hari
bersejarahTerutama bagi Adijaya Group.Kenapa?Karena mulai hari ini pucuk
pimpinan tertinggi,kendali tertinggi dan ownernya bukan lagi Alvino
Adijaya."
Semua jelas kaget dan heboh,"Bagaimana bisa
Pak?Iya bagaimana bisa?Apa yang terjadi?"
Joni meminta semua tenang,"Semuanya harap
tenang!!"
Marco melanjutkan,"Kertas ini
buktinya.Alvino Adijaya telah menyerahkan semua asetnya kepada saya.Ini
asli.Pakar telah menyelidikinya.Biasa dalam bisnis semua bisa terjadi.Kalau
kalian tidak percaya silakan kalian tanya pada keluarga Adijaya."
Bimo mendekat,"Pembicara pertama dalam
sebuah perkara tampaknya benar tapi kemudian datanglah orang yang menyelidiki
perkaranya.Adijaya Group tidak akan menjadi milik Marco Hutama."
Kembali para insan media heboh,"Bukannya
Pak Alvino Adijaya sendiri sudah menyerahkan asetnya pada Pak Marco?Tanda
tangannya asli pula."
Kuasa hukum keluarga Adijaya dan jajaran direksi
Adijaya Group menjelaskan,"Perkara ini harus dijelaskan secara
kronologis.Tanggal penandatanganan hand over letter antara Pak Alvino Adijaya
dengan Pak Marco Hutama terjadi di akhir bulan.Sementara kalian harus lihat
dokumen berikut ini yang lebih dulu ditanda tangani oleh Pak Alvino
Adijaya.Hand over letter juga."
Kamera segera menyorot ke dokumen yang
ditunjukkan.Marco penasaran,"Dokumen apa itu?"
Revan datang saat itu,'Wah tampaknya Papa sudah
membuat publik terkejut....wait!Kok Papa kayak gitu wajahnya?'
Bagian Board of Director Adijaya Group angkat
bicara,"Pak Alvino tidak bisa menyerahkan Adijaya Group pada Marco Hutama
karena Adijaya Group telah lebih dulu beliau serahkan pada isterinya.Laras
Adijaya."
Laras muncul diiringi Anabella,Sandra dan
bodyguard.Tbc....
- Part 423**I AM HIS QUEEN
Presiden Director...
Kehadiran Laras dengan elegan mengejutkan semuanya,"Itukan isterinya Pak Alvino Adijaya?Berwibawa ya seperti suaminya..."
Marco tertawa mengira semua adalah lelucon,"Tidak mungkin!Tidak mungkin Alvino Adijaya sendiri yang menandatangani dokumen saya!"
Laras dipersilakan duduk,para Board of Director berkata,"Kami juga saksi hidup bahwa sejak Pak Vino menyerahkan semua asetnya kepada Bu Laras maka aset itu bukan lagi atas nama beliau.Jadi Pak Alvino Adijaya sebenarnya tidak menyerahkan apapun kepada Anda,Pak Marco Hutama karena beliau sudah tidak memiliki aset apapun apalagi Adijaya Group."
Revan shock,'Aku ga sangka Vino jauh lebih cerdik dariku.Siapa yany bocorin rencana ini ke dia.Pasti Sandra.Ya pasti dia.Tapi dia kan juga ga tahu soal ini.Sial!!'
Rani tersenyum lega,"Kau lihat kan Marco bahwa sampai kapanpun Adijaya Group akan menjadi milik keluarga Adijaya.Laras akan menjadi Presdir yang baru."
Marco melirik Laras,"Aku ucapkan selamat kepada menantumu ini Rani.Tapi semua orang juga tahu siapa dia bagaimana latar belakangnya.Dia itu bukan Vino yang paham tentang bisnis.Sampai kapan dia akan sanggup mempertahankan Adijaya Group?Aku akan lihat..."
Para wartawan bertanya pada Laras,"Apa yang terjadi dengan suami Anda sehingga Pak Alvino menyerahkan semua asetnya pada Anda?...Apakah ada keretakan rumah tangga?...Apakah kalian sudah bercerai?...Dimana Pak Alvino sekarang?....Apakah Anda akan menjadi Presdir Adijaya Group?Mulai kapan?"
Akehe pertanyaannya.Bimo menyibak kegaduhan,"Tenang2 semua akan dijawab oleh Mbak Laras.Silakan Mbak Laras..."
Laras memandang semuanya,"Saya adalah Laras Adijaya.Sampai kapanpun saya adalah isteri Alvino Adijaya.Rumah tangga kami baik2 saja.Kami saling mencintai.Suami saya sedang ada diluar sana.Tapi saya percaya dia akan kembali.Selama suami saya belum kembali,sesuai amanatnya saya akan memegang kendali atas semua asetnya.Termasuk Adijaya Group.Mulai hari ini saya akan mengisi posisi suami saya.Sekian dari saya dan maaf saya ada meeting koordinasi dengan seluruh jajaran manajemen Adijaya Group dan komisaris.Terima kasih atas kehadiran kalian semua di sini."
Laras berdiri.Bersambung..... - Part
424** I AM HIS QUEEN
For me....
Laras dikawal bodyguard menuju ruangan rapat.Jajaran manajemen berdiri menyambut kedatangannya,"Selamat datang Ibu Presdir."
Semua segan karena Laras menatap mereka seperti cara Vino,"Kenapa berasa Pak Vino ada di sini ya?Merinding aku..."
Laras malah mempersilahkan mereka semua duduk,"Silakan duduk..."
Semua duduk termasuk Rani dan Sandra,hanya Bimo dan Anabella yang tetap berdiri di kiri kanan Laras.Laras berkata,"Mulai hari ini saya akan mengambil alih sementara posisi suami saya untuk menjabat sebagai Presiden Director di Adijaya Group.Ini memang hal baru bagi saya namun saya percaya kalian akan mendukung saya supaya Adijaya Group tetap teguh jaya.Kalian semua bersedia ?"
Bisa kompak mereka jawab,"Kami semua siap Bu Presdir!!"
Rani sampai kagum,'Luar biasa!Menantuku ternyata punya sisi pemimpin.Vino memang tidak salah pilih isteri.'
Sementara Revan galau,'Apa yang harus kulakukan?Ini sungguh diluar dugaan.Bagaimana bisa jadi kacau gini??!!'
Revan berpikir,'Kejadian ini bukannya skenario awal dari rencanaku dulu.Aku harus dapatin Laras karena semua harta Vino milik Laras sekarang.Tapi bagaimana cara meyakinkan dia kalau aku beneran cinta sama dia?Ah aku tahu aku harus putusin Bianca.'
Kasihan Bianca cuma dimanfaatin sama Revan.Akan maukah Bianca diputusin Revan?***Bersambung***
- Part 425**I AM HIS QUEEN
-
Be a partaker....Marco sangat malu dengan apa yang telah terjadi,ditambah para wartawan terus mencecarnya,"Bapak sebagai pengusaha besar masak ga tahu sih Pak kalau aset Pak Vino sudah terlebih dulu dipindahtangan ke Bu Laras?"Joni segera membawa Marco pergi,"Bang,sebaiknya kita pergi saja dari sini Bang..."Revan juga ditanya reporter,"Mas Revan akan memihak siapa dalam perseteruan antara keluarga Adijaya dengan ayah kandung Mas?"Revan malah berkata,"Apa yang dilakukan papa saya itu tak ada kaitannya sama saya.Saya tinggal dengan mama saya,Rani Adijaya.Jadi kalian tahu saya ada di pihak siapa tanpa harus saya jawab."Pernyataan Revan itu membuat Joni emosi,"Lihat Bang!Putra abang sendiri meninggalkan abang.Padahal abang melakukan semua ini juga buat dia.Saya ga terima Bang."Marco mencegah bodyguardnya itu,"Jon,biarkan saja.Kita pergi saja dari sini."Didalam mobil Marco menjelaskan,"Saya tahu jalan pikiran Revan.Dia tak mau jatuh di pandangan mamanya dan juga Laras.Jika dia membela saya,maka Rani akan curiga kalau Revan terlibat dengan hilangnya Vino.Keluarga Adijaya tak bisa dianggap remeh.Orang yang mau mati saja seperti Vino bisa membuat saya dipermalukan seperti ini.Kita lihat saja,bisakah seorang Laras Adijaya menggantikan posisi Vino?Saya akan memblock semua gerak bisnisnya.Lihat saja!Apa sih yang bisa dilakukan seorang wanita kampung,lagi hamil pula?"Marco memandang rendah Laras.Beda dengan Rani yang sangat mendukung Laras,"Mama bangga sama kamu sayang.Adijaya Group selamat."Sandra saja kagum,"Pak Vino sungguh pebisnis besar.Pemikirannya jauh ke depan.Seakan sudah tahu bahwa bakal terjadi seperti ini."Revan datang menemui Laras,"Ras,walau Pak Marco itu papa kandung aku tapi aku akan selalu dipihak kamu Ras.Kamu bisa andalin aku."Sandra jadi illfeel lihat Revan,'Munafik kamu Revan!Aku tahu siapa kamu.Tapi aku janji aku takkan biarkan kau menyakiti Laras.Ternyata selama ini aku salah membantu kamu dan ayahmu.Kalian orang2 jahat.Bahkan Sean jadi celaka karenanya.'Laraspun tidak menanggapi malah menuju ruangan Vino,"Banyak hal yang harus saya kerjakan.Sandra kamu bisa bantu saya?"Revan kesal melihatnya.Tbc....
- Part 426** I AM HIS QUEEN
Higher level...
Revan mendekati mamanya,"Mama mau pulang pastinya.Biar Revan antar ya?"
Rani pamitan dulu sama Laras dan Bimo,"Bim,jaga baik2 menantu saya.Sekarang dia bukan hanya menantu bagi saya tapi juga putri saya."
Di mobil Rani terus menyatakan kegembiraannya atas selamatnya Adijaya Group dari tangan Marco,"Mama ga sangka Vino jauh2 hari sudah membuat pencegahan untuk kejadian sebesar ini.Adikmu itu memang punya insting bisnis yang tajam.Sekarang kamu ga boleh deket2 sama Papa kamu itu.Mama ga mau kamu terpengaruh dia.Mama mohon sayang,ikuti nasehat Mama.Okay?"
Revan cuma manggut2 tapi sebenarnya malah lagi mikir hal lain,'Vino sudah tiada.Hartanya juga sudah atas nama Laras semua.Kini tinggal caraku meyakinkan Laras bahwa aku bisa menjadi pengganti Vino.Aku harus yakinin dia bahwa aku ini masih mencintainya.Dia butuh pilar untuk bertopang dan aku akan menjadi pilar baginya.Aku harus putusin Bianca.Tapi gimana caranya?Aha...kubikin kesan aja dia yang selingkuh.Akan kukenalkan sama temen aku.Aku kan punya banyak temen hangout.Tapi siapa ya yang pas...'
Sementara itu di kantor Vino,Laras minta semua bekerja seperti biasa.Anabella dan Bimo saja yang standby dekat Laras,"Aku ingin istirahat sebentar."
Bimo dan Anabel menjawab,"Baik Mbak Laras.Akan kami katakan jika mbak sedang tak ingin diganggu.Silakan istirahat mbak Laras."
Laras masuk ke kamar rahasia,"Vin,andai kamu di sini sama aku...aku harap aku ga salah melakukan semua ini.Aku harap ini sesuai keinginanmu...amanatmu..hiks..aku butuh kekuatan Vin..."
Laras mengambil jas Vino yang tersimpan di kamar itu,dipakainya dan dirasakannya seakan Vino hadir memeluknya dan berkata,"Aku selalu bersamamu...Darah dagingku akan menjadi kekuatanmu...Anak kita...kuatkan hatimu,jangan tawar hati.Teguhkan hatimu sayangku...Cintaku selalu bersamamu..."
Laras tertidur di sana dalam balutan jasnya Vino.Sementara di pulau antah berantah...weleh...
Vino mencari ikan di tepi pantai,'Kini aku mengerti kenapa kau menyuruhku memancing ikan waktu itu sayang...kini ikan2 ini yang menjadi makanan aku dan Sean.Sayang,aku rindu masakanmu...aku rindu memelukmu...kuharap kalian baik2 saja di sana.'
Bersambung.. - Part
427**I AM HIS QUEEN
Experiencing Real Freedom...
Sean mendekati Vino yang coba menangkap ikan dengan ranting yang ia runcingkan dengan batu,"Vin,udah dapat ikan?Aku lapar...lagipula hari sudah siang.."
Vino sejak tadi cuma bisa nangkap dua ikan itupun yang satu dibawa ombak,"Baru dapat dua Sean.Gini aja kamu buat api untuk membakar ikan ini sedang aku akan mencari umbi2an di hutan.Gimana?Ikan saja tak akan kenyang kayaknya...tak ada nasi di sini."
Sean mencoba membuat api tapi ga bisa,"Ya ampun kok ga bisa sih?Coba ada korek gas di sini.Tinggal jress beres.Ampun susahnya jadi Tarzan..."
Vino datang bawa umbi2an,"Ini aku bawa ketela rambat.Sama singkong.Lumayan buat hari ini.Lho apinya belum jadi?"
Sean menggeleng,"Aku ga bisa Vin...batunya basah kali ya Vin kena air..."
Vino akhirnya nyari batu lagi,eh malah lihat sesuatu.Lihat apaan?Penampakan?Dipanggilnya Sean,"Sean!Sini!"
Sean mendekat,"Ada apa?Apa ada binatang buas?Jangan nakutin aku Vin...serem tahu..."
Vino nunjuk ke sebuah celah tanah,"Itu kayak nyala api kan?"
Sean memeriksa,"Iya Vin!Oh ini mungkin ya kayak yang di Dieng itu api abadi gitu kali ya Vin..kita ga perlu susah2 bikin api Vin!!Hore!!"
Mereka segera membakar ikan dan umbi yang mereka temukan,Sean makan dengan lahap.Lapar dia.Vino malah makan sambil mikir,"Aku rasa tak ada orang tinggal di sini selain kita Sean.Kita harus mencari bantuan.Atau kita cari cara agar bisa kembali ke Jakarta."
Sean malah pesimis,"Bisa bertahan hidup di sini saja susah...kembali ke Jakarta..."
Tapi Vino bertekad,"Kita harus bisa kembali Sean...Laras butuh aku Sean.Dia butuh aku..."
Sean minta maaf,"Sorry Vin...aku hanya menjatuhkan mentalmu.Kau punya orang yang menantimu di sana.Sedang aku?Lola kalau butuh uang saja baru menghubungiku.Dia ga peduli perasaanku."
Vino menepuk bahu Sean,"Terkadang cara Tuhan mempertemukan jodoh seseorang itu unik.Buktinya aku justru lewat Revanlah kutemukan Laras.Mungkin kaupun sama."
Sean teringat Sandra,"You think so?Sandra tahu soal Revan.Aku merasa justru dia mendekatiku demi Revan.Andai saja she love me like Laras to you..."
Vino melihat mendung diluar gua,"Sepertinya mau turun hujan Sean."
Hujan turun beneran.Bersambung..... - Part 428 ** I AM HIS QUEEN
Waiting for you...
Laras terbangun dan terkejut melihat sekitarnya,'Pepohonan?Astaga kenapa aku bisa ada di hutan?Bukannya tadi aku di kantornya Vino?'
Laras berdiri,'Ini dimana?Tempat ini asing,aku ga pernah melihat hutan seperti ini lebatnya.'
Laras memegangi kandungannya,seekor ular berbisa mendekat.Laras gemetaran melihat ular itu,'Oh tidak!Bagaimana ini?Kata orang di kampung ular yang gerakannya lamban justru berbisa.Aku harus segera pergi dari sini...'
Lari Laras sambil membawa sebatang ranting untuk menghalau ularnya jika mendekat,"Tolong!!Tolong!" Tak melihat jalan didepannya Laras hampir saja terperosok lubang untung sepasang lengan menangkapnya.Laras terpana melihat siapa penolongnya,"Vino?"
Seraut wajah tampan yang begitu dirindukannya memandang penuh kecemasan padanya,"Sayang,kau tak apa2?"
Laras langsung menghambur memeluk pria yang ia cintai itu,"Vino!!Kamu kemana saja?Hu...hu...kamu jangan tinggalin aku...hu..hu..."
Vino melihat ularnya mendekat dan berbisik pada Laras,"Ras,tunggu sebentar...biar kuusir dulu ularnya."
Dengan sebilah bambu Vino berhasil melempar ularnya jauh masuk jurang.Laras lega dan segera memeluk Vino lagi,"Aku mencintaimu..."
Vino menggendong Laras,"Kau pasti lelah...kakimu juga terluka.Aku akan membawamu ke tempatku..."
Laras tersenyum melihat suaminya,"Kamu kok jadi seperti Tarzan deh Vin...beda banget.Kulitmu jadi agak coklat...kamu beda deh Vin..lagipula tempat apa ini?"
Vino berkata,"Aku ada di sini sayang...sekarang tidurlah dalam gendonganku..."
Laras tertidur deh dengerin detak jantung sang suami yang kini sudah seperti Tarzan weleh...Bangun2 kaget Laras,"Vin...Vin?Vino?"
Astaga kok sudah balik lagi ke kantor Vino?Laras melihat foto Vino yang dipajang besar di kamar rahasia itu,"Ya Tuhan,aku bermimpi...aku bertemu Vino...dia...dia ada di sebuah hutan...Vino ..."
Weleh ngimpi to?Sandra mencari Laras,"Pak Bimo,Bu Laras sudah makan siang belum?Ini saya bawa rujak dan makanan kesukaannya."
Laras sudah keluar dari ruang rahasia,"Kebetulan sekali aku lapar.Ayo sini Sandra temani aku makan."
Eh Anabel segera menghadang,"Tunggu dulu!Semua makanan dari luar harus ditester dulu sama saya."
Bersambung.. - Part 429**I AM HIS QUEEN
His Love....
Sandra mengerti kenapa Anabel bersikap begitu,"Saya yang akan makan duluan Bu Anabel.Jadi semua tak perlu was2 ada racun di dalamnya.Silakan Bu Anabel yang tunjukin mana yang harus saya test."
Laras mendekat dan duduk,"Maafkan Bu Anabel,Sandra.Mereka memang sangat protektif akhir2 ini."
Anabel jawab,"Semua ini demi Tuan Vino.Saya sudah janji akan menjaga keluarga Adijaya.Apalagi mbak Laras kan sedang mengandung suksesor keluarga Adijaya."
Sandra malah kagum,"Keluarga Adijaya sungguh beruntung mendapat pengurus rumah yang begitu setia dalam mengabdi.Luar biasa.Ada atau tidak ada Bossnya kerjanya tetap excellent.Wow!"
Anabella seneng dipuji,"Ya jelas Anabella gitu lho...asisten terpercaya no 1."
Bimo mesem.Laras malah jadi ingat sesuatu,"Pak Bimo,saya merasa Vino tidak pergi ke luar negeri."
Bimo tercekat demikian juga Sandra,'Apa mbak Laras sudah tahu soal kecelakaan kapalnya Mas Vino?Siapa yang ngasih tahu?'
Lirik2an sama Sandra dia,Sandra menggelengkan kepala,'Saya ga kasih tahu Pak..'
Laras melihatnya,"Kalian kenapa?"
Jreng!Jreng!Langsung Bimo berkata,"Oh saya tidak mengerti maksud Mbak Laras...mengapa mbak Laras tiba2 berkata bahwa Mas Vino tidak diluar negeri?"
Laras menjawab,"Hati saya mengatakan demikian.Vino ada di Indonesia.Karena saya baru saja bermimpi dan mimpi itu terasa nyata sangat nyata..."
Sandra malah jadi nanya,"Apa Sean juga ada di mimpimu?"
Laras cerita,"Aku tidak melihat Sean tapi aku melihat sebuah tempat yang asing tapi tak ada salju di sana.Justru hutan lebat.Seperti hutan tropis.Bila benar Vino diluar negeri seharusnya salju disana.Tapi Vino di mimpiku kulitnya bahkan sampai kecoklatan.Aku yakin San,Vino ada di Indonesia.Dia masih di dalam negeri."
Bimo menyimak,'Hutan?Apa Mas Vino selamat dan terdampar di sebuah pulau yang ada hutannya?Aku harus kerahkan team untuk ini.Oh ya Norman dkk saja akan kutugaskan mencari tempat itu.Mereka harus menyisir satu demi satu pulau2 di sekitar lokasi kejadian.Tapi aku akan lakukan secara diam2.Keluarga Adijaya kan punya kapal juga.Aku akan meeting koordinasi segera.'
Hutan tropis menjadi petunjuk baru keberadaan Vino.Semua segera bergerak sesuai instruksi.Tbc.... - Part 430**I AM HIS QUEEN
Responsif...
Mimpi Laras menjadi sebuah petunjuk ilahi bagi keluarga Adijaya tentang keberadaan Vino.Norman dkk segera melaksanakan mandat menyusuri pulau2 dimana puing2 kapal Vino ditemukan.Sandra ingin ikut tapi Bimo punya pendapat berbeda,"Jika mbak Sandra ikut maka Marco pasti curiga.Mbak lebih dibutuhkan di sini mendampingi mbak Laras.Dia butuh mbak untuk menghadapi Marco.Saya yakin Marco pasti tidak akan melepaskan begitu saja Adijaya Group.Dia pasti akan mencari cara lagi agar Adijaya Group jatuh ke tangannya.Jadi sebaiknya mbak di sini saja."
Sandra menatap lautan di hadapannya,'Sean,kau harus hidup ...kau harus bertahan diluar sana...aku tak ingin terjadi sesuatu apapun padamu.Kembalilah Sean...'
Seakan tahu hal buruk tengah mengincar Sean,Sandra nun jauh dari pulau antah berantah mendoakan Sean,'Jaga Sean ya Tuhan.Aku tak tahu kalau aku sangat kehilangan dia.Aku mencintainya...'
Dipulau Sean yang sedang asyik mengambil buah tidak menyadari ada ular mendekatinya,'Sepertinya ini cukup buat hari ini.Wah ada tanaman bambu di sini.Bisa untuk mengambil buah yang di atas itu.Tapi bagaimana memotongnya?Pakai batu yang ditajamkan Vino kemarin saja.Vino memang cerdas.Lumayan bisa buat pisau primitif.'
Sean sibuk mengambil bambu sementara ularnya kian mendekat,"Sss....sss...."
Pakai acara ngeses segala diajeng?Biar horor dikit.Weleh...
Untunglah Vino datang,"Awas Sean!!Ada ular!!"
Sean panik dan terpojok,"Vin,tolong aku..."
Vino mengambil bambu dan menghalau ularnya dengan itu,"Pergi kau ular!!Aku tidak akan membunuhmu karena isteriku sedang mengandung sekarang.Tapi aku minta kau jangan mengusik kami!Kami tidak merusak hutan ini."
Ularnya dilempar jauh2 oleh Vino,"Ularnua sudah pergi Sean.Kau tidak apa2?"
Sean gemeter juga,"Sepertinya kamu benar Vin.Kita harus mencari jalan untuk pergi dari pulau ini dan kembali ke Jakarta.Disini tidak ada orang adanya binatang buas.Serem Vin..."
Vino melihat tanaman bambu,"Sean aku ada ide.Kita buat saja rakit.Lihat ini ada bambu."
Sean melihat sulur2an dan akar pohon,"Iya Vin kamu benar.Untuk mengikatnya bisa dengan akar2an pohon itu.Kita harus membuatnya secepatnya Vin."
Vino tersenyum,"Jakarta..."Tbc.
- Part 426** I AM HIS QUEEN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar