OLDEST PRINCE PART 11-20

Part 11 " OLDEST PRINCE / PANGERAN SULUNG " : Heaven & Joy ( Surga dan Sukacita )
Iis Swasan Stories·9 Agustus 2017
          Maaf jika saya lama update story saya,karena saya habis sakit.Vertigo kambuh dan darah rendah.Lemes dan pusing berputar sampai mual dan muntah2.Buat semua pembaca saya,saya sarankan jangan terlalu sering memakai Headset.Karena vertigo berhubungan dengan keseimbangan dan pusatnya di telinga kita.Teman saya malah kehilangan empat anggota keluarganya dalam waktu kurang dari 1 tahun.Pertama kakeknya lalu ayahnya.Pas lebaran adiknya dan kemarin sabtu ibunya.Saya merasa aneh sebenarnya tapi itulah kehidupan.Susah diselami dan dimengerti alias penuh misteri.Bicara soal keluarga,Sanskar ingat ga ya sama keluarganya?Yuk lihat kondisi Sanskar yang kini ada di istana Bengali dengan nama Kissan.Har dil jo pyar karega....

 ¤♧ ISTANA BENGALI... ¤
           Swara melangkah bersama Sanskar menuju ruang pengobatan dimana tabib istana biasa berada.Namun dari arah yang berlawanan tampak Raja Shekar dan Ragini tengah asyik berjalan sambil mengobrol.Raja Shekar mencemaskan kondisi ibu suri,"Putriku,bagaimana kata tabib?" Ragini menjawab,"Nenek hanya butuh istirahat Ayahanda...Ayah tak perlu cemas.Aku akan menjaga Nenek."
Raja Shekar lega mendengarnya,"Andai saja saudarimu disini...dia pasti akan membantumu merawat Ibu Suri."
Ragini terpana,"Ayahanda bilang apa barusan?Saudari?"
Raja Shekar gugup tapi kemudian ia melihat Swara datang,"Ehm...maksud Ayah ...andai Swara dayangmu itu ada disini ...ia akan membantumu sayang...Lihat siapa itu yang datang!"
Ragini senang sekali melihat Swara,"Swara!!!"
 Swara segera memberi hormat pada Raja Shekar,"Yang Mulia...hormat hamba."
Swara memandang ke sampingnya hendak memperkenalkan Kissan namun yang punya nama ga ada,"Kissan?Kissan?Kemana dia?"
Ragini malah heran,"Siapa Kissan?"
          Swara mengedarkan pandangannya,rupanya Kissan bersama tukang kebun istana.Ia melihat satu tanaman yang membuatnya mengingat sesuatu,'Aku pernah menanam tanaman itu...dan seseorang berada di dekatku...dia berkata...'
Saat itulah si tukang kebun berkata pada Kissan,"Nak,kau suka bunga bakung?"
Kissan terkejut dan menjatuhkan pot yang ia pegang,"Maaf Paman,maafkan saya...Paman mengingatkan saya akan seseorang...ucapan kalian sama."
Tukang kebun menepuk pundak Kissan,"Aku senang di kerajaan ini masih ada yang menyukai tanaman sepertimu.Kebanyakan pria muda menyukai seni bela diri dan berlatih senjata tapi kau berbeda.Oh ya siapa kau Nak?"
Kissan menjawab,"Aku biasa dipanggil Kissan.Aku teman dayang Swara.Kau mengenalnya?" Tukang kebun itu memandang ke arah dimana Swara berada,"Tentu saja.Dia adalah dayang kesayangan Putri Ragini.Oh ya aku butuh bantuanmu Nak.Maukah kau membantuku memindahkan tanaman yang disana itu?"
 Kissan senang sekali,"Tentu saja Paman.Aku memang menyukai berkebun."
           Kissan malah membantu tukang kebun. Swara hendak mendekati Kissan tapi Ragini mencegahnya,"Nanti saja kau kenalkan orang itu pada kami Swara,sekarang kau harus ikut aku.Nenekku kurang enak badan,aku ingin kau menghiburnya dengan permainan alat musik.Ayo!" Swara memandang ke arah Kissan,"Tapi,Putri Ragini..."
Raja Shekar melihat ke arah Kissan,"Kau pergilah bersama Ragini,mengenai temanmu itu sepertinya ia sangat menyukai berkebun.Kebetulan ada yang ingin kubicarakan dengan tukang kebun istana.Kalian pergi saja."
Swara memberi hormat pada Raja,"Baik Yang Mulia.Hamba permisi."
Ragini menggoda Swara,"Kau sepertinya sangat memperhatikan pemuda berambut panjang itu.Aku jadi penasaran seperti apa pria yang bisa menawan hati dayangku ini..."
Swara tersipu,"Putri...Dia itu pria yang malang.Kakek hamba menemukannya tak sadarkan diri di tepi sungai Kissan.Itulah kenapa kami menyebutnya Kissan.Dia kehilangan ingatannya.Hamba membawanya ke mari supaya tabib istana dapat memeriksanya.Kasihan dia,saat ditemukan tubuhnya terluka dimana2.Ehm...putri bolehkan hamba membawanya ke tabib istana?"
Ragini mengangguk,"Tentu saja Swara.Kau sudah kuanggap seperti saudaraku.Temanmu berarti temanku juga.Semoga dia segera pulih.Pasti sulit jika berada di posisi dia.Kehilangan ingatan,masa lalu dan orang2 terdekat.Aku telah kehilangan ibuku.Sampai kini hanya kenangannya yang menghibur hatiku."
Swara terharu,"Putri jangan sedih.Dayangmu ini sudah kembali dan akan membuat tuan putri ceria kembali."
Ragini tersenyum,"Kau benar.Istana adalah surga bagiku dan kehadiranmu selalu membawa sukacita bagiku.Entah kenapa aku kadang berpikir seharusnya kau terlahir sebagai saudaraku saja karena kau sangat mengerti aku Swara."
            Keduanya tertawa lepas.Andai saja Ragini tahu bahwa Swara memang adalah saudaranya.Berdua mereka menemui ibu suri,melihat keakraban Ragini dengan dayangnya,Parwati jadi ingat masa lalu.
--flasback---
Raja Shekar sedang bersama Sarmista kala ia datang melihat kondisinya,"Ibunda,ini Sarmista.Dia pintar sekali menari dan memainkan alat musik ibu.Ibu harus dengar permainannya."
Ia melihat ketertarikan Shekar pada dayang istana itu tapi ia datang untuk membicarakan soal perjodohan.Wajah Shekar segera berubah rona,keceriaannya hilang seketika.
--end flashback--
Ragini mendekati neneknya,"Nenek?Nenek kenapa?Nenek tidak apa2?"
 Parwati menggeleng,"Aku tidak apa2 cucuku.Baiklah coba tunjukkan bakat dayangmu itu.Nenek mau dengar."
Swarapun mengambil alat musik dan mulai memainkannya.Kita tinggalkan mereka dan kita lihat keadaan di Maheswari.

 ¥♧◆  ISTANA MAHESWARI....
           Raja Durga Prasad memang telah mengambil keputusan akan menobatkan putra keduanya yaitu Pangeran Laksya untuk menjadi putra mahkota namun jauh didalam hatinya,ia masih merasa bahwa ia telah melakukan hal yang tidak benar.Dengan galau ia melangkah menuju balairung utama.Baru sampai di pertengahan jalan,sesuatu menarik perhatiannya.Tanaman bunga bakung di kiri kanan koridor istana membuatnya berhenti,"Tunggu!"
          Para pengawalnya mengerti dan segera memposisikan diri mereka berjaga di sekitar area tersebut.Raja Durga Prasad berjongkok menyentuh tanaman yang beraneka jenis warna bunganya itu,"Sanskar...kau tahu betapa ibumu sangat menyukai bunga bakung.Itulah kenapa kau meminta istana dihiasi dengan tanaman ini.Putraku ...kau akan selalu tersenyum setiap kali berkeliling istana.Aku masih ingat waktu itu perkataanmu..."
---flasback---
         Pangeran Sanskar dengan pakaian kebesaran seorang putra mahkota berjalan2 memeriksa keadaan istana bersama ayahandanya.Sanskar dan Durga Prasad sampai di taman istana,"Apakah ayah tahu alasan aku meminta istana dihiasi oleh aneka jenis bunga bakung?"
Durga Prasad menjawab dengan yakin,"Tentu Putraku...semua ini karena bunga ini adalah kesukaan ibumu bukan?"
Sanskar mendekati satu bunga bakung yang berwarna merah,"Bukan hanya itu Ayah.Ibu telah membagi rahasianya kenapa beliau sangat menyukai bunga bakung kepadaku.Maknanya sangat dalam Ayah."
Durga Prasad memetik satu bunga bakung yang berwarna merah itu dan mengamatinya,"Benarkah?Sepertinya ayahmu ini terlalu sibuk dengan urusan kerajaan sampai tidak tahu soal rahasia ini.Bisa kau bocorkan rahasia itu pada ayah supaya bila nanti ibumu menanyakannya ayah bisa menjawabnya.Kau tahu ibumu kan kalau dia marah maka ia akan mengatakan banyak hal pada ayahmu ini."
Sanskar tertawa,"Tentu Ayah...he..he..kata ibu seorang raja harus belajar kerendahan hati pada bunga ini.Coba perhatikan setiap bunga ini ayah,setiap jenisnya begitu indah.Bahkan pakaian kebesaran raja manapun tak mampu menandingi indahnya salah satu bunga ini Ayah."
Durga Prasad tersenyum,"Kau benar Putraku.Lalu apalagi?"
           Apalagi ya?Kita lanjut lain kali ya?Saya harus kerja.**see you next part**

PART 12 "OLDEST PRINCE":Gentleness and Hunger
 ( Kelembutan Hati dan Rasa Lapar )
Iis Swasan Stories·17 Agustus 2017
           Sebelumnya saya mau mengucapkan "DIRGAHAYU INDONESIAKU KE-72"!! Doa saya diberkatilah negeriku dengan para pemimpin yang tulus dalam bekerja,mengabdi bukan pada uang tapi dengan kesungguhan hati dan takut akan Tuhan.Jayalah selalu bangsaku,terhormat di mata dunia dan diperhitungkan dalam ekonomi global.Indonesia yang tetap bersatu,tidak kehilangan nilai2 aslinya dan kesopanan dalam hidup berbangsa dan bernegara serta saling menghargai antar umat beragama.Bukankah itu kekuatan kita selama ini?Teguh jaya dan damai senantiasa Indonesiaku!!Merdeka!! Kedua buat teman saya yang ultah juga hari ini dimana saja kalian berada met panjang umur dan sehat selalu baik jiwa maupun raga.Bagi yang udah kangen cerbung2 saya,yuk lanjutin love story swasan versi kingdom saya.Oldest Prince.
"Tanah yang subur...tanah airku...tumpah darahku...tanah yang indah permai nyata...ditepi pantai...daunnya melambai..."
            Makhlum sisa tirakatan kemarin pada karaokenan sampai malam bingitz...harap dimakhlumi....he..he..
 --lanjutan flashback---
Putra mahkota Sanskar melangkah ke bunga bakung lain yang berwarna putih dengan semburat kuning,"Ayahanda,bunga ini tidak memintal,mereka tidak bekerja untuk membuat diri mereka begitu indah seperti ini.Mereka didandani oleh Yang Kuasa dengan begitu indahnya.Bahkan dimanapun mereka berada,mereka tetap tampil dengan pesona mereka masing2.Ananda merasa kagum dengan pemeliharaan Yang Ilahi pada mereka.Jika begitu besar perhatian Dia pada tanaman yang hari ini ada mungkin esok sudah layu betapa lebihnya kita harus mempercayai pemeliharaan-Nya dalam kehidupan ini.Itulah kenapa Ananda tidak pernah merasa harus mengkhawatirkan banyak hal karena Dia akan membantu kita memelihara apa yang Dia percayakan pada kita.Termasuk kerajaan ini.Tahta,rakyat dan masa yang akan datang semua ada dalam pemeliharaan-Nya.Jadi Ayahanda,jangan terlalu mencemaskan ananda,dimanapun ananda berada baik di istana maupun di medan perang semua ada dalam kendali-Nya."
Durga Prasad memegang pundak putra sulungnya itu,"Putraku,kau sungguh membuat Ayahmu ini bangga memiliki penerus sebaik dirimu.Kau adalah kebanggaan Ayah.Kebanggaan kerajaan ini." Sanskar berbalik,"Jangan bangga hanya padaku Ayah.Laksya juga putra ayah,dia juga bisa menjadi kebanggaan Ayah.Berilah dia kesempatan untuk membuktikan hal itu Ayah.Bukankah seorang raja harus adil Ayah?"
---end flash back---
Kembali ke istana Maheswari,Durga Prasad berkaca2 sambil memegang satu kuntum bunga bakung di tangannya,saat itulah Laksya,Annapoorna dan Sujata mendekat.Sujata memandang bunga bakung di tangan suaminya,"Yang Mulia,mengapa termenung di sini?Putra kita baik2 saja,aku bisa merasakannya.Baginda harus percaya tapi sekarang bukan saatnya untuk hal ini,kepentingan kerajaan harus didahulukan.Kerajaan membutuhkan kepastian posisi putra mahkota.Kita berdua tahu bahwa Sanskar pasti juga setuju dengan keputusan ini.Ia juga menyayangi Laksya.Lihat Laksya kita sudah siap!"
Durga Prasad memandang putra keduanya namun yang dilihatnya malah Sanskar tersenyum di sana dekat Laksya berdiri,'Kau benar Sanskar...seorang raja harus bersikap adil.Dan Ayahmu ini percaya bahwa kau berada dalam pemeliharaan Yang Maha Kuasa.Tahta dan kerajaan ini hanyalah titipan-Nya semata.'
Durga lalu memeluk putra keduanya,"Mari Putraku.Saatnya untuk penobatanmu sebagai Putra Mahkota."
Annapoorna senang sekali melihatnya,"Benar kata Ayahmu Laksya.Saatmu sudah tiba Putraku." Mereka lalu berjalan menuju balairung utama,Sujata berkata pada Raja Durga Prasad,"Kerajaan Bengali seharusnya kita undang juga Yang Mulia.Sudah saatnya kita menghentikan permusuhan ini.Bengali bukanlah musuh kita.Keadilan untuk putra kita akan nyata kelak Yang Mulia saat dia kembali nanti."
 Annapoorna tersenyum sinis mendengarnya,'Sujata yakin sekali kalau putranya akan kembali.Padahal dari kabar yang disampaikan padaku Pangeran Sanskar telah tewas bersama Sahil.Mereka jatuh dari tebing.Tubuh Sahil sudah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.Walaupun memang mayat Pangeran Sulung belum ditemukan tapi anak buahku telah menyisir sekitar area itu.Kemungkinan untuk selamat sangat kecil.Jika dia selamat tentunya sudah kembali ke Maheswari.Aku yakin kali ini putra kebanggaan Yang Mulia itu benar2 telah tiada.'
Durga setuju dengan saran permaisurinya,"Kau benar Sujata.Aku akan segera mengirim undangan ke Bengali dengan penunggang kuda cepat.Sudah saatnya permusuhan ini diakhiri.Biar dengan perdamaian ini banyak doa yang akan tertuju kepada Putra Mahkota Maheswari."
Sujata lega demikian juga dengan Laksya,'Jika aku bertemu lagi dengan dayang itu aku akan minta maaf padanya.Tapi apa dia masih di sana ya?'
          Pesta penobatan Laksya akan dilangsungkan setelah mendapat jawaban dari Kerajaan Bengali,Laksya tidak masalah dengan hal itu.Utusan cepat segera dikirim ke Bengali.Sementara itu bagaimana keadaan Sanskar di Bengali?

 [[[~BENGALI'S PALACE....
Raja Shekar mendekati tukang kebun istana yang tengah bersama Kissan,"Istanaku semakin indah dengan sentuhan tanganmu.Aku sungguh senang dengan pekerjaanmu."
Tukang kebun segera memberi hormat,"Yang Mulia.Salam hormat saya.Maafkan hamba karena tidak mengetahui kedatangan Yang Mulia."
Shekar memandang Kissan yang juga segera memberi hormat padanya,"Benarkah kau yang datang bersama putriku...maksudku dayang putriku Anak muda?"
Kissan merasa seperti pernah bertemu dengan pria di hadapannya itu,"Nama hamba Kissan Yang Mulia.Hamba memang datang bersama seorang dayang istana.Namanya Swara."
Kissan mengedarkan pandangannya tapi tak melihat Swara,'Gawat!Kemana Swara ya?Aku seharusnya tak meninggalkannya tadi...'
Raja Shekar mengerti kebingungan Kissan,"Kau mencari Dayang Swara?Dia bersama putriku." Kissan lega,"Kalau begitu bolehkah hamba membantu pekerjaan di sini Yang Mulia?Hamba bisa membantu merawat tanaman di sini."
          Raja Shekar tak mengenali kalau Kissan adalah Sanskar makhlum saja dengan rambut panjang dan jamggut wajah tampan Sanskar tertutupi.Raja mengabulkan permintaan Kissan,"Aku memang melihat bahwa taman istana memerlukan banyak perhatian.Baiklah,kau bisa mulai bekerja besok." Saat itulah seorang pengawal datang dan memberitahukan sesuatu pada Raja,"Baginda,ada laporan dari perbatasan.Seorang utusan datang dari Maheswari ingin menyampaikan sesuatu pada Baginda." Mendengar kata Maheswari,Kissan kembali mendapat kilasan ingatannya,'Maheswari?Kenapa nama itu sepertinya tidak asing bagiku?'
Kissan terhuyung,Raja Shekar heran,"Kau tidak apa2 Anak Muda?Sepertinya kau kurang sehat.Pengawal,antar dia ke tabib istana.Suruh tabib untuk memeriksa kondisinya."
          Raja Shekar pergi menuju ruang utama.Kissan diantar pengawal menuju ruang pengobatan.Sementara itu Parvati merasa kagum dengan permainan Swara,"Kau sungguh jeli memilih dayang,Cucuku.Dia sungguh berbakat."
Ragini berkata,"Nenek juga akan kagum dengan kemampuannya dalam menari.Dia sangat luwes." Swara jadi malu dipuji,"Putri terlalu memuji hamba."
Hari itu Parvati senang sekali dihibur oleh Swara dengan tariannya,"Luar biasa sekali dayangmu ini Ragini."
Ragini lega neneknya terhibur,"Kata Swara semua bakatnya itu diturunkan dari Ibunya Nenek.Dulu ibunya juga seorang dayang.Ehm siapa namanya Swara aku lupa?"
Jawaban Swara mengejutkan Parvati,"Ibu hamba bernama Sharmista Putri."
Mangkuk buah kering ditangannya terlepas,"Apa??!"
Swara segera membersihkan,"Yang Mulia baik2 saja?"
Parvati merasa bagai disambar petir,'Jangan2 dia adalah...ini tidak mungkin!Aku sudah mengusir dia dari istana.Tak mungkin dia memberitahu Shekar kalau dia sedang hamil.Aku sudah menyuruhnya untuk pergi jauh kalau tidak dia akan kehilangan bayinya itu...Aku harus mencari tahu semua ini.' Parvati mendorong Swara agar menjauh darinya,"Jangan menyentuhku!!Kau ini cuma dayang!Jangan kaupikir bahwa dengan menjadi dayang kesayangan cucuku maka kau lantas menjadi bangsawan!Kau ini cuma pelayan!Pergi kau dari sini!"
Swara terkejut sekali,"Hamba minta maaf Nenek Suri,hamba..."
Parvati kian marah,"Jangan panggil aku nenek!!Aku bukan nenekmu!!"
 Ragini jadi heran dengan kemarahan neneknya yang tiba2,"Nenek?Nenek kenapa?Kenapa tiba2 Nenek marah pada dayangku?Dia hanya mencemaskan keadaan Nenek saja..."
Swara segera permisi,"Putri hamba pergi dulu...."
Sambil menangis ia keluar dari sana,'Apa salahku?Kenapa Nenek Suri marah seperti itu padaku?Dia yang menjatuhkan mangkuk itu bukan aku.Kenapa dia harus membentakku?Sebaiknya aku mencari Kissan saja.Kasihan dia.Dia belum pernah kemari.Dia pasti mencariku...'
          Kissan memang kebingungan mencari Swara usai diperiksa tabib istana.Ia berjalan tak tentu arah,'Tabib bilang aku tak boleh terlalu banyak memaksa untuk mengingat masa laluku.Semua akan kembali dengan sendirinya pada waktunya.Dia juga menyuruhku menjaga kesehatanku,dia bilang perutku akan mudah sakit jika aku terlambat makan.Dia benar....aku lapar sekali...tapi aku hanya akan makan jika sudah bertemu Swara.Dimana kamu Swara.Istana ini begitu besar bagaimana aku akan mencarimu?Sebaiknya aku kembali ke tempat terakhir aku melihat Swara.Aku akan bertanya pada penjaga dimana tempat itu tadi.Tapi...bukannya itu Swara?'
Kissan mendekati sosok yang sedang tergugu di dekat taman,"Swara?"
Swara segera berbalik,"Kissan!!"
          Swara segera menghambur ke pelukan Kissan,tentu saja Kissan terpana.Namun ia menanti sampai gadis itu tenang dulu,Swara merasa damai di pelukan Kissan.Kissan bertanya,"Aku mencarimu kemana2 Swara.Kau kenapa?Apa kau baik2 saja?"
Swara melepas pelukannya dengan wajah merona,"Kau membuatku cemas tahu!!Aku juga mencarimu.Tapi aku tahu kalau kau pasti akan kemari lagi."
Kissan memperhatikan mata Swara yang sembab,"Kau menangis?Apa ada yang memarahimu?Apa seseorang menyakiti hatimu?Katakan padaku siapa orang itu!"
Swara tersenyum,Kissan jadi heran,"Tadi kau menangis sekarang kau bisa tersenyum....Wanita itu ternyata memang sulit dipahami...tapi siapa yang mengatakan itu padaku ya?"
            Kissan mencoba mengingat siapa yang mengatakan hal itu padanya tapi ia malah merasa kepalanya jadi nyeri lagi.Swara malah jadi cemas,"Kissan,kau merasa pusing lagi?Ayo,aku sekarang akan membawamu menemui tabib!"
Swara meraih tangan Kissan,tapi Kissan menggeleng,"Aku sudah diperiksa tabib Swara.Lihat,dia memberiku banyak ramuan untuk diminum..."
Swara melihat apa yang ditunjukkan Kissan,"Lalu kenapa kau belum meminum ramuannya?Jika kau sudah meminumnya kau takkan seperti ini.Kau ini bagaimana Kissan?"
Kissan menunduk,"Aku baru akan meminumnya jika aku sudah bertemu denganmu.Kau pergi tanpa bilang apapun padaku.Kau meninggalkanku di istana sebesar ini..."
 Swara mengitari Kissan,"Kau yang sendirian bisa mengalahkan banyak penjahat di pasar bisa merasa ketakutan sendirian di istana?Apa kau Kissan yang sama yang kutemukan di tepi sungai waktu itu?"             Kissan merajuk tapi tak tahu harus bicara apa dan perutnya yang menjawab pertanyaan Swara,perutnya berbunyi.Swara tertawa mendengarnya,"Kissan,ayo kau ikut aku!"
 Kissan jadi malu ketahuan kelaparan,"Swara,kita mau kemana lagi?Kau mau membawa aku kemana?"
Swara menarik lengan Kissan,"Sudah kau ikut saja!Kau akan suka tempat itu."
Kissan memandang tangan Swara yang memegang lengannya,'Kemanapun kau membawaku Swara,aku akan ikut denganmu.Aku ingin selalu bersamamu...'
Ada yang tahu mereka mau kemana?**see you next part**
dalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

Part 13 OLDEST PRINCE : Mercy ( Kemurahan Hati )
Iis Swasan Stories·20 Agustus 2017
          Tadi saya dah nulis,untunglah belum banyak karena tiba2 keluar sendiri dari browser.Adik saya karaokenan kenceng banget nih kayak ada kondangan aja di rumah.Astaga!Buat semua yang kecewa hilangnya jam tayang Swaragini di Antv tiap sabtu dan Minggu,cerbung ini semoga bisa menghibur Anda sekalian.Termasuk penulise he..he..Pyar Kiya To Darna Kiya...

 >>> ISTANA BENGALI...
          Swara membawa Kissan ke dapur istana,disana banyak sekali makanan.Kissan langsung terang matanya,"Wow...apakah aku boleh makan di sini Swara?"
Swara segera mengambilkan sepiring makanan,"Kau makanlah ini dulu.Aku akan membuatkan makanan spesial untukmu.Makanan yang akan membuat perutmu itu diam dan tidak memanggilku terus."
Kissan lalu duduk,"Baiklah Tuan Putri.Aku akan duduk dan menantimu selesai memasak.Tapi kau harus menemaniku makan nanti!Bagaimana?"
         Swara melihat sekitar untung hanya ada sedikit orang di dapur saat itu,ia lalu mendekati Kissan.Ia berbisik pada Kissan,"Jangan panggil aku Tuan Putri,Kissan!Aku cuma dayang di sini.Aku bukan tuan putri.Yang Mulia hanya punya satu putri dan itu adalah Putri Ragini.Sebutan Tuan Putri itu miliknya.Aku tak mau kau kena masalah karena perkataanmu ini.Hari ini saja,Nenek...maksudku Ibunda Yang Mulia sudah memarahiku..."
          Swara jadi sedih dan membalikkan tubuhnya,Kissan mendekatinya.Dipegangnya bahu gadis itu,"Kau dimarahi?Apa kau melakukan kesalahan?Itukah sebabnya kau menangis tadi?"
Swara hendak cerita tapi ada yang datang,"Aku akan membuatkanmu sesuatu.Kau makan saja gorengan itu dulu..."
         Kissan mengerti dan menurut,ia malah jadi ingat soal pertemuannya dengan Raja Shekar.Sambil makan ia cerita,"Kau tahu Swara aku tadi bertemu Yang Mulia.Dia baik sekali.Kau tahu dia memintaku menjadi tukang kebun istana.Kata beliau istana ini begitu besar dan membutuhkan banyak tukang kebun."
Swara senang sekali mendengarnya,"Benarkah?Kau akan menjadi tukang kebun istana?Itu berita bagus Kissan!Yang Mulia memang sangat baik.Terkadang aku iri pada Putri Ragini karena dia memiliki seorang ayah seperti Yang Mulia.Tidak sepertiku..."
Kissan melihat air mata menggenang di mata Swara,"Kau tahu kau lebih beruntung dariku.Setidaknya kau tahu siapa keluargamu.Kau punya ibu yang sayang padamu.Punya kakek dan nenek juga.Aku sudah berjanji pada mereka akan menjagamu.Seperti mereka juga telah menjagaku selama aku sakit.Kau tahu Swara kaulah yang memberi identitas baru padaku.Entah aku ini anak siapa darimana dan seperti apa aku dulunya semuanya masih misteri bagiku.Kau lebih beruntung dariku Swara."
 Swara selesai memasak,"Kau tahu Kissan kadang aku berpikir mungkin kau adalah anak seorang yang sangat bijak.Kau selalu saja melihat segala sesuatu dengan kebaikan.Kau pasti anak kebanggaan ayahmu.Aku yakin itu."
Kissan mencium bau masakan Swara,"Hmm...sepertinya enak sekali.Aku akan coba ah..."
Tapi Swara menahan jemarinya,"Tunggu dulu.Ini masih panas Kissan.Baru saja matang.Biar kuambilkan.Nah ini cobalah..."
 Kissan makan dari tangan Swara,"Rasanya enak sekali apalagi bila kita makan dari tangan orang yang membuatnya...rasanya seperti ada bintang2 didalam mulutku..."
Swara tersipu,"Kau ini sekarang aku berpikir kau adalah anak seorang penyair..."
Kissan gantian menyuapi Swara,"Kau juga harus makan Swara dan ceritakan padaku semua yang membuat hatimu sedih.Kau tahu seseorang pernah bilang padaku bahwa saat kita makan maka kita akan jadi lebih terbuka dengan orang yang kita ajak makan bersama.Sayangnya aku tidak ingat siapa yang mengatakan itu padaku..."
 Swara tersenyum dan karena suasana sudah sepi,ia lalu cerita kejadian bersama Neneknya Putri Ragini.Kissan mendengarkan dengan seksama,"Sepertinya Nenek Suri itu marah setelah mendengar nama ibumu.Bukankah kau bilang ibumu dulu pernah menjadi dayang di sini?Mungkin saja pernah ada sesuatu diantara mereka.Tapi,itu hanya pendapatku..."
Swara memikirkan ucapan Kissan,'Kissan benar.Sebelumnya Nenek Suri selalu memujiku dan senang dengan apa yang kulakukan.Tapi kala aku menyebutkan siapa ibuku,beliau langsung berubah sikap.Aku akan tanyakan hal ini pada ibu jika aku pulang nanti.'
Swara dan Kissan selesai makan,Swara senang Kissan mau mendengarkan keresahan hatinya,"Kissan,terima kasih ya kau mau mendengarkan ceritaku.Kau juga selalu menjagaku.Oh ya mana ramuanmu biar kubuatkan dan segera bisa kau minum."
Kissan memberikan ramuan dari tabib,"Aku yang harus berterima kasih padamu Swara,kau dan keluargamu telah merawatku padahal kalian tidak kenal siapa aku.Aku saja tidak tahu siapa aku sebenarnya.Kalian telah menunjukkan kemurahan hati pada orang asing ini.Terima kasih."
Swara menyeduh obatnya,"Ibuku selalu bilang bahwa jika kau ingin mendapat kemurahan maka kau harus murah hati terlebih dulu.Itu yang selalu ibu ajarkan padaku."
          Kissan tersenyum dan kian terpesona pada kebaikan hati Swara.Saat itulah tukang kebun yang tadi dijumpai Kissan datang,"Rupanya kau disini.Aku mencarimu."
 Swara menyapanya,"Paman,apa kau mau teh?"
Tukang kebun itu menjawab,"Oh Swara,rupanya dia ini temanmu ya?Kau tahu anak muda kau sangat beruntung bisa dekat dengan Swara,dia ini pandai memasak,menari bahkan memainkan alat musik.Apalagi kau perhatikan saja kecantikannya tidak kalah dari Putri Ragini."
Swara jadi tersipu,"Paman bicara apa?Kissan kau jangan dengarkan dia..."
 Tukang kebun itu memandang Kissan,"Anak muda jika kau mengira bisa mendapatkan hati Swara dengan penampilanmu yang seperti ini kau salah.Apalagi kau akan bekerja di istana.Kau harus rapi dan bersih.Habis ini kau ikut aku.Aku akan membenahi penampilanmu supaya besok kau tidak dimarahi Yang Mulia dan supaya gadis2 tertarik padamu.Apalagi gadis yang saat ini membuatkan teh untuk kita..."
Kissan memegang rambutnya yang panjang,"Aku sendiri tidak ingat bagaimana rambutku bisa sepanjang ini.Entah apa yang telah terjadi padaku hingga aku seperti ini..."
 Swara memberikan obat pada Kissan dan teh pada tukang kebun,"Paman,tolong bantu Kissan di istana ini ya.Dia itu kehilangan ingatannya jadi dia kadang merasa pusing.Jika dia lupa minum obatnya paman beritahu saja aku maka aku akan memarahinya."
 Si paman melirik Kissan,"Kissan,dia memperlakukanmu seakan kau ini suaminya.Haha...ha.."
Swara jadi tersipu sedang Kissan tersenyum.Seorang dayang datang,"Swara,kau dicari Putri Ragini." Swara menitipkan Kissan pada si tukang kebun,"Paman,tolong tunjukkan kamar Kissan.Aku harus pergi.Kissan...habiskan obatnya dan jangan terlambat makan lagi.Kau mengerti?"
 Si tukang kebun geleng2 kepala sedang Kissan mengangguk,"Iya Swara.Aku akan mengingat semua pesanmu.Kau tenang saja.Aku akan baik2 saja."
 Swara pergi menemui Putri Ragini sedang Kissan menatapnya tanpa berkedip,'Aku bersyukur kepada Tuhan karena membawaku bertemu Swara.Apapun yang terjadi padaku di masa lalu aku percaya semua ada dalam kendali-Nya untuk mereka2kan yang baik saja kepadaku.'
Sementara itu Raja Shekar terkejut mendapat undangan penobatan Pangeran Laksya menjadi putra mahkota Maheswari,"Apa ini mimpi?Raja Durga Prasad mengundang Bengali dalam penobatan putra keduanya?Ini kabar baik.Aku akan segera membalas suratnya ini."
Raja Shekar begitu gembira dan memberitahukan hal itu pada ibunya,"Ibu,lihat Raja Durga Prasad tidak lagi membenci kita.Ia mengundang kita ke acara penobatan putranya.Ragini pasti senang mendengar hal ini.Aku akan beritahukan ini padanya."
 Parvati tampak tidak memperhatikan,Shekar heran dan mendekati ibunya,"Ibu kenapa?Ibu tidak mendengarkan apa yang barusan kukatakan.Ada yang mengganggu pikiran Ibu?"
Parvati berkilah,"Tidak Shekar.Aku baik.Aku hanya memikirkan sepertinya kau saja yang pergi ke sana bersama Ragini.Ibu di sini saja."
Parvati mengatakan itu karena ia ingin menyelidiki siapa sebenarnya Swara,'Jika benar dia adalah anak dayang itu maka aku harus melenyapkannya.Jangan sampai Shekar tahu bahwa dia memiliki satu putri lagi.'
 Ragini senang sekali mengetahui bahwa ia akan diajak ayahnya ke Maheswari untuk acara penobatan Laksya,"Benarkah aku boleh ikut ayah?Aku senang sekali."
         Tentu saja Ragini senang karena ia akan bertemu dengan Laksya.Pujaan hatinya.Apakah Swara akan ikut dengannya?**see you next part**

Part 14 -- OLDEST PRINCE--> Got Me Servant 
( Mempunyai Pelayan )
Iis Swasan Stories·23 Agustus 2017
           Kemarin di "It Was You" saya dah kasih tahu daftar aktris Bollywood fave saya,maka kini giliran aktornya.Soal aktor ga selalu masalah ketampanan yang menjadi kriteria saya namun juga totalitas dalam berakting.Ini dia mereka :
* ROJAT TOKASH
 Pemeran Jalaludin Akbar ini benar2 pas meranin tokoh Jalal.Badan kekar,gagah,serta wajah nan tampan.Ditambah kulit yang bersih membuatnya berani melakukan adegan mandi dan topless.Sayangnya perannya poligami dalam Jodha Akbar.Andai saja main bareng Paridhi Sharma dalam genre yang romantic habis pasti bakal booming lagi.
** VARUN KAPOOR
Namanya melambung setelah sukses memerankan Sanskaar Maheswari atau suami Swara dalam Swaragini.Wajahnya hampir mirip Vivian Dsena menurut saya.Sayang sudah menikah.Kalau ga pasti bakal jadi real life kisah cintanya dengan Swara.Moga aja Swaragini diputar ulang dengan jam tayang malam supaya bisa lihat akting Varun yang bikin baper he..he..
*** ARJUN RAMPAL
Terpesona saya lihat dia main di Dil Ka Rista sama Ais meranin seorang bisnisman yang menewaskan dalam sebuah kecelakaan suami dari wanita yang ia cintai.Tapi saya lebih suka jika dia main bareng Mahima Choudary.
 *** SONI DEOL
Wajahnya memang sendu namun saya emang suka pria bermata sendu.Aktingnya yang memukau adalah kala main bareng adiknya sendiri memperebutkan cinta Urmila Matondkar.Wow itu film meski diputar berapa kalipun akan saya tonton.
*SANJAY DUTT
Kembali mata sendunya menawan hati saya.Apalagi kala main sama Madhuri Dixit dalam Saajan sebagai Tuan Sagar.Seorang penyair yang cacat.Romantis habis.
** HRITHIK ROSHAN
Dari sekian film dia yang selalu prima dalam akting baik laga maupun melow scene maka Muhjse Dosti Karoge adalah fave saya.Apalagi kala dia menyanyi lagu Kahona Pyaar Hai dalam medleynya.Kostumnya di film itu juga sangat bagus.
* AJAY DEVGAN
Suami Kajol ini memang hitam kulitnya tapi matanya sendu nian.Ajay adalah aktor laga yang hebat.Apalagi kalau pasangan mainnya sang isteri.
* MISHAL RAHEJA
 Pemeran Datta ( awal sampai pertengahan serial Nakusha ) sangat tinggi juga berpendidikan.Sayangnya perannya diganti sebelum kelar filmnya.
* VIVIAN DSENA
Memerankan RK dalam Madhubala,dua peran sekaligus sungguh mencuri perhatian saya.Kala saya ga bisa lihat Varun Kapoor dalam Swaragini maka di hari libur saya masih bisa lihat Vivian Dsena di Madhubala. Sebenarnya banyak aktor bagus di India cuma itulah yang menduduki top rating di mata saya.Lain kali mungkin saya akan kupas film2 Bollywood fave saya. Nah sekarang lanjut storynya.Hote2 Pyaar Ho Ghaya....

 ¤~¤~¤ ISTANA BENGALI....
           Ragini senang sekali kala tahu akan ikut ayahnya menghadiri penobatan Pangeran Laksya sebagai putra mahkota Maheswari.Begitu senangnya dia sampai Swara heran melihatnya,"Swara,kau harus siapkan pakaian2ku yang paling bagus.Juga perhiasan2ku...hmm...apalagi ya...sebentar..." Swara tahu betapa sukanya Ragini pada Pangeran kedua Maheswari itu,"Putri tenanglah...saya akan mempersiapkan semuanya dengan baik.Lagipula saya kan sudah sering ikut tuan putri bepergian..." Namun tiba2 Parvati datang,"Siapa yang mengatakan bahwa kau akan ikut cucuku ke Maheswari,dayang Swara?"
Ragini segera menyambut neneknya itu,"Nenek?Memang Swara tidak akan ikut bersamaku ke sana Nenek?Lalu siapa yang akan mengurus keperluanku selama disana?"
Parvati memandang ke arah Swara yang nampak tertunduk,"Ada Urvashi yang akan menggantikan Swara mengurus keperluanmu selama di Maheswari.Nenek membutuhkan Swara disini untuk menemani dan menghibur dengan permainan musiknya.Nenek suka mendengarkannya.Kau tidak masalah kan sayang?"
           Tentu saja Ragini menurut,dia tak mungkin membantah Parvati.Swara sendiri juga senang,'Syukurlah Nenek Suri tidak marah padaku.Buktinya ia malah memintaku melayaninya.Walau aku ingin sebenarnya pergi ke Maheswari.Katanya istananya sangat indah.Tapi bisa melayani Nenek Suri itu suatu kebahagiaan bagiku.'
Parvati lalu pergi,'Aku akan menyelidiki siapa sebenarnya Swara itu?Karena dari yang aku dengar,Shekar juga sangat sayang padanya.Apakah Shekar menyukai dia karena Swara mengingatkannya akan Sharmista atau ada hal lain yang aku belum tahu?'
 Sementara itu Ragini nampak kecewa karena Swara tak bisa ikut dengannya,"Aku sebenarnya ingin kau ikut Swara karena kalau denganmu aku bisa cerita apa saja.Apalagi aku akan bertemu dengan..." Swara mengerti,"Putri menyukai Pangeran Kedua Maheswari ya?Putri tenang saja saya akan memberitahu Urvashi apa saja yang harus dia bawa.Sudah malam.Saya permisi Putri."
          Swara pergi dari kamar Putri Ragini dan hendak mencari Kissan.Ia merasa senang karena Parvati tidak marah lagi padanya,'Aku harus cerita pada Kissan.Lagipula aku mau tahu apa dia sudah minum ramuannya atau belum.Aku akan bawa makanan juga ah...Kissan kan suka lapar.Apa dia kurang diperhatikan makannya ya sebelumnya,dia itu pasti telah mengalami hal berat.Kasihan dia..'              Memang Sanskaar telah dipenjara sebelum ditemukan tak sadarkan diri ditepi sungai Kissan oleh Kakek Swara.Sering ia hanya makan sehari kadang malah tak diberi makan.Itulah kenapa pencernaannya dan tubuhnya menjadi lemah.Swara datang malam2 ke area kamar para pekerja istana,ia menutupi mukanya dengan selendang.Paman tukang kebun melihatnya,"Kau mencari Kissan ya?Kau tunggu di sana saja aku akan suruh dia keluar menemuimu.Tapi jangan terkejut kalau kau melihatnya nanti."
Swara merasa heran,"Baiklah Paman.Aku akan menunggu dia di dekat taman.Tanyakan padanya apa dia sudah minum ramuannya atau belum ya Paman?"
Si paman pergi,'Swara cantik dan baik.Kissan cocok sekali dengannya.Akan kuberitahu dia kalau Swara mencarinya.' Kissan sedang mengamati wajahnya di depan cermin,'Benarkah itu aku?'
Kissan memang telah dipotong rambutnya dan dirapikan sehingga wajah tampannya terlihat jelas bahkan paman tukang kebun saja takjub melihatnya,"Kau ini seperti seorang putra raja Kissan.Kau tampan sekali.Coba kau ingat2 siapa dirimu Kissan.Siapa tahu terkaanku benar he..he.."
 Kissan meraba wajahnya,"Aku seorang putra raja?Seorang pangeran?"
Kissan mendapat kilasan memorinya lagi kali ini ia melihat dirinya berdiri di depan cermin besar dan seseorang berdiri dibelakangnya berkata,"Kakak memang tampan.Putri manapun akan terpesona melihat kakak..."
Kissan tak melihat dengan jelas siapa yang menyebut dia kakak itu,'Kakak...jika dia memanggilku kakak berarti aku punya seorang adik.Dan dia menyebut soal putri...'
Renungan Kissan dibuyarkan oleh kehadiran si tukang kebun,"Hey Kissan!Kau ini kenapa?Cepat pergilah ke taman.Tuan putrimu mencarimu..."
Kissan terhenyak,"Apa ?Tuan Putriku?"
Si paman terkekeh,"Swara maksudku anak muda..cepat kau temui dia.Oh iya dia tanya apa ramuan dari tabib sudah kau minum.Dia itu sangat perhatian ya kepadamu...he..he.."
Kissan senang sekali mengetahui Swaralah yang mencarinya,"Aku segera ke taman Paman." Bagaimana reaksi Swara melihat wajah tampan Kissan nanti?**see you next part**

Part 15 ◆◆ OLDEST PRINCE : Peace Maker 
( Pembawa Damai )
Idy Olive Tree·27 Agustus 2017
             Hari ini ada kirab di kota saya lebih tepatnya di kelurahan dimana saya tinggal dan kakak ipar saya terlibat menjadi perwakilan kampung bersama pak Rt dkk.Pakai pakaian daerah Ponorogo hitam2 dan ikat kepala gitu.Ga nyana saya ternyata walikota datang.Wah rame sekali suasananya beberapa hari terakhir ini.Ada pertunjukan wayang,ada bothekan,kirab,bazaar dan gerak jalan santai.Suasana yang meriah di hari ultah bangsa kita.Sambil nunggu motogp race di Silverstone mulai,mari kita bahas tiket baru.Ada yang masih kangen Gala2 katanya,nah di tiket ini,tiket T ada Gala2.Ini dia kombinasi angkanya 15-11-47-26.Romansa Angel Khan dan It Was You kembali hadir.Buat yang minta Aku Orang Tak Punya dan Ratu Hatiku moga terobati kangennya.Tapi tidak lupa drama menegangkan Bumipun Turut Menangis juga tak kalah seru untuk disimak.Sambil makan tape yang belum jadi,yuk lihat reaksi Swara dengan perubahan penampilan Kissan/Sanskaar.Janam...janam...

 ♧  TAMAN ISTANA BENGALI...
Kissan melangkah dengan cepat ke arah taman,'Ada apa ya Swara sampai mencariku?Apa dia dimarahi lagi?'
           Kala Kissan sampai di taman,Swara berdiri membelakanginya.Rembulan bersinar dengan indahnya dan cahayanya mengenai wajah Swara.Kissan terpesona,'Dia cantik sekali.Rambut panjangnya tergerai dengan indah.Sepertinya dia tidak sedang sedih.Semoga saja dia selalu bahagia...' Angin malam menerbangkan selendang Swara sehingga menutupi wajah Kissan kala pangeran Maheswari yang sedang kehilangan ingatan itu mendekatinya,"Swara..."
Perkataan Kissan terhenti karena keharuman selendang Swara menutupi wajahnya,sementara Swara begitu mendengar suara yang dikenalnya tak segera berbalik malah berkata sambil memandang rembulan,"Kau tahu tadi aku dipanggil Putri Ragini dan ia mengatakan bahwa ia akan pergi ke Maheswari untuk menemani Yang Mulia menghadiri penobatan Pangeran Laksya menjadi Putra Mahkota..."
Kissan tercekat mendengar nama Maheswari dan Laksya,"Maheswari?"
Swara masih tak berbalik,"Iya Maheswari ...kerajaan yang dulu merupakan sahabat baik Bengali tapi kemudian sesuatu terjadi dan hubungan kedua kerajaan menjadi renggang.Tapi kini sepertinya itikad perdamaian mulai dikibarkan.Ini berita bagus..."
Kissan malah penasaran,"Memang apa yang membuat hubungan kedua kerajaan menjadi rusak?" Swara memetik sekuntum bunga,"Semua berawal dari misteri kematian Pangeran Sulung Maheswari kala ia membantu Bengali berperang melawan musuh."
Kissan masih membiarkan selendang Swara menutupinya,"Pangeran sulung Maheswari?Apa yang terjadi padanya?" Swara tertunduk,"Aku tak tahu secara pasti tapi aku melihat jenazahnya sungguh mengenaskan.Ia terbakar dan tak bisa dikenali lagi padahal kata orang ..."
Kissan penasaran,"Apa kata orang tentang dia?"
 Swara berbalik dan tertawa melihat Kissan terselubungi selendangnya,"Kissan kau ...ha.ha.."
Kissan berkata,"Ayo katakan padaku apa yang orang katakan tentang pangeran sulung Maheswari itu Swara?"
Swara menarik selendangnya dan terpana melihat wajah tampan pria di hadapannya,"Kata orang wajahnya sangat ...tampan...."
Kissan membetulkan selendang Swara,"Apa kau pernah melihat dia ?"
Swara menggeleng,"Tidak...hanya jenazahnya saja...mungkin dia akan tampan sepertimu.....wow Kissan ini benar kau?"
Kissan tersipu,"Iya ini aku Swara.Menurutku kau juga lebih pantas menjadi seorang tuan putri Swara.Kau sangat cantik..."
 Swara merona wajahnya dipuji Kissan,"Aku cuma seorang dayang Kissan..."
Kissan mengajak Swara duduk,"Di dunia ini semua orang sama Swara...kedudukan hanyalah titipan dari langit.Hati seseoranglah yang menentukan mulia tidaknya seseorang..."
Swara memandang kagum pada Kissan,"Kau tahu kau sangat bijaksana...kau sepertinya begitu terpelajar..."
Kissan tersenyum,"Kenapa malah membahas diriku?Kau tidak dimarahi lagi kan?"
Swara menggeleng,"Justru Nenek Suri menginginkan aku melayaninya selama putri Ragini pergi ke Maheswari."
Kissan lega mendengarnya,"Berarti kau tidak ikut ke Maheswari.Kau akan tetap di sini.Syukurlah..." Swara memandang penuh curiga,"Kau sepertinya senang aku tidak jadi pergi ke Maheswari ya?Kau ini..."
Kissan memandang Swara,'Aku senang kau tidak jauh dariku Swara...'
Swara ingat kalau ia membawa makanan,"Oh ya Kissan aku punya makanan enak nih...kau pasti suka..."
Kissan jelas senang sekali,"Makanan?"
Swara mengerti betapa makanan sangat disukai Kissan,"Tuan yang suka lapar,jangan hanya ingat untuk makan ya.Apa ramuannya sudah kau minum?Bagaimana luka di tanganmu?"
Swara memeriksa luka Kissan,"Tabib bilang luka di tanganku tidak terlalu dalam Swara.Akan segera sembuh."
 Swara melihat bintang jatuh,"Kisaan lihat ada bintang jatuh!Ayo buat permintaan!"
 Kissan malah melihat ke arah Swara yang segera menutup mata berdoa,"Apa yang kau minta Swara?" Swara tak mau mengatakannya,"Kalau dikatakan nanti tidak terkabul."
Kissan lalu menutup matanya,'Aku minta kabulkanlah apapun yang Swara minta ya Tuhan...'
           Apakah yang diminta oleh Swara?Dayang cantik itu melangkah kembali ke kamarnya,'Aku minta pada Yang Kuasa agar ingatanmu kembali Kissan.Supaya kau ingat siapa dirimu dan selalu mendapat perlindungan-Nya.'
Sementara itu di peraduannya,Ragini nampak tersenyum membayangkan Pangeran Laksya,'Pangeranku...aku akan datang ke istanamu.Aku merindukanmu...'
Resah dan gelisah membuat Ragini tak bisa tidur dan ia pergi menatap langit malam,ia juga melihat bintang jatuh dan segera menutup mata,'Ya Yang Maha Agung,dengarkanlah seruan hatiku...satukanlah aku dengan pria yang kucintai.Satukanlah aku dengan Pangeran Laksya.'

 ¤``¤ ISTANA MAHESWARI...
           Pangeran Laksya sangat berterima kasih pada Permaisuri Sujata karena telah membujuk Raja Durga untuk berdamai dengan kerajaan Bengali.Sujata menaruh kepala Laksya dipangkuannya,"Kau tak perlu berterima kasih pada ibu keduamu ini Laksya.Ibunda hanya ingin kebaikan bagi semua orang.Lagipula jika kakakmu mengetahui bahwa Maheswari dan Bengali bermusuhan karena dia,apakah dia akan senang?"
 Laksya menerawang,"Tidak Ibu.Kakak akan sangat sedih jika rakyat menjadi korban karena peperangan."
Sujata mengelus kepala Laksya dengan penuh sayang,"Kau tahu dulu ibumu ini pernah merasa sakit hati karena Baginda mengambil isteri lagi usai peperangan.Ibu merasa dikhianati namun kala kau lahir,melihat matamu yang begitu jernih hati ibu kehilangan rasa pedihnya.Tangisanmu membuat istana ini semarak.Sanskaar selalu berlari ke kamarmu jika mendengar kau menangis.Kau tahu apa yang dikatakannya waktu itu?"
 Laksya terharu mendengarnya,"Apa kata Kakak,Ibunda?"
Sujata mengusap air matanya,"Dia bilang:Ibu adikku menangis ayo lihat dia!Ayo lihat dia Ibu!" Kehadiran Annapoorna mengejutkan keduanya,"Calon putra mahkota rupanya kau disini...ibu mencarimu kemana2.Ini sudah larut putraku biarkan Permaisuri Sujata istirahat." Laksya perlahan berdiri dan berpamitan pada Sujata,"Ibu Ratu,ananda pergi dulu."
Annapoorna memandang Sujata dan pergi bersama Laksya,'Aku senang sekali melihat air mata di matamu Sujata.Aku senang melihat kau merasakan sedihnya kehilangan orang yang kau sayang.Begitulah perasaanku selama ini setiap kali Baginda menatap penuh cinta pada dirimu.Bahkan saat bersamakupun,ia menyebut namamu.Aku akan tersenyum besok kala putrakulah yang akhirnya duduk sebagai penerus tahta.Ha..ha...ha...'
 Laksya melihat bintang jatuh dan berhenti,'Ya Maha Pencipta,bawalah kakakku kembali.Aku sedih melihat ayah dan ibu berduka.Jika benar kakak masih hidup bawa dia kembali ya Pemilik Kehidupan.Bagaimanapun caranya bahwa dia kembali ke istana ini.Aku mohon padamu.'
 Raja Durga sendiri juga tak bisa tidur,ia mondar mandir di ruang kerjanya,'Dengan mengambil inisiatif perdamaian setidaknya aku bisa menunda penobatan Laksya sebagai putra mahkota.'
 Ia melangkah ke jendela,'Ya Hyang Widi,bukan aku tidak sayang pada putra keduaku tapi aku yakin Putra Sulungku masih hidup.Sanskaarku masih hidup.'
Raja Durga juga melihat bintang jatuh dan memohon sesuatu,'Berilah aku petunjuk kepada siapa tahta aku serahkan ya Tuhan?'
Permohonan siapakah yang akan dikabukan?**see you next part**

Part 16 Swasan stories "OLDEST PRINCE":Warrior Call 
( Menjadi Pahlawan )
Olive Brave To Live·1 September 2017
             Walau saya kecewa karena ga ada Swaragini tapi saya senang karena Nakusha hari ini bagus banget.Datta bertemu dengan Nakusha akhirnya di sebuah danau.Serial Antv selanjutnya yang akan tayang yaitu Bidaai ceritanya hampir mirip dengan Swaragini.Peran Swara dimainkan Sadhana yang berparas cantik namun kehilangan orang tuanya.Sedang peran Ragini dimainkan Ragni yang berkulit hitam.Sanskar dimainkan oleh Alex yang gangguan mental dan kemudian memang menjadi suami Sadhana.Mirip kan Sanskaar dulu juga berpura2 gila dan kemudian mendapatkan Swara.Sedangkan Laksya diperankan oleh Ranvier.Hanya bedanya serial ini lebih dulu hadir daripada Swaragini.Menurut saya ending Swaragini lebih bagus daripada ending Bidaai dimana tokoh utama nanti Sadhana mati dalam ledakan dan Alex menikah lagi.Ranvier juga mati dan Ragni menikah lagi dengan teman Ranvier yaitu Anmol.Sebenarnya saya suka plot ceritanya yang mirip dengan Swaragini tapi endingnya saya ga suka.Saya lihat Nakusha dan Madhubala aja.Kekecewaan ga bisa lihat Swaragini saya obati dengan membuat love story soal Swasan saja.Rencana saya nanti 12 window saya akan berisi pairing2 yang berbeda2.Bagi yang suka Sasuke-Sakura,Zuko-Katara,Swara-Sanskaar,Varun-Helly,Sesshomaru-Kagome dll akan bisa menikmati kisah2 seputar mereka.Oldest Prince ini sebuah uji coba bagi saya membuat kisah cinta dengan pairing dari serial India.Baiklah ini dia Swasan versi kingdom!Soldier...soldier...

 ¤~¤ BENGALI PALACE...
            Keesokan harinya Swara memberitahu Urvashi apa saja yang perlu diperhatikan kala berada di Maheswari bersama Putri Ragini.Urvashi adalah dayang kepercayaan Nenek Ragini,Parvati.Ia tidak menyukai Swara karena ia mengira Swara punya keinginan menjadi isteri Raja Shekar.Raja Shekar memang tak mau menikah lagi sejak isterinya Janki meninggal.Janki sebenarnya diracun oleh Urvashi hanya saja ia sangat pintar menutupi perbuatannya sehingga orang lain yang dihukum.Urvashi memandang sinis pada Swara,"Kau tak usah mengajariku.Aku ini dayang senior disini.Kaulah yang harusnya belajar dariku Swara!"
Swara terdiam dan segera minta maaf,"Maaf Urvashi aku hanya mencemaskan Putri Ragini.Itu saja." Urvashi memasukkan perhiasan Putri Ragini ke sebuah kotak,"Kau itu cuma dayang biasa.Jangan berpikir bahwa kau adalah anggota keluarga kerajaan.Lagipula hal itu jelas tak akan bisa terjadi selama masih ada aku disini."
 Swara heran,"Apa maksud ucapanmu Urvashi?"
 Urvashi berkata dengan mata tajam,"Aku tahu kau kecewa karena tak bisa ikut ke Maheswari bukan?Kau kecewa karena tak bisa merebut perhatian Yang Mulia.Kau ini bermimpi terlalu tinggi Swara..." Swara kesal dituduh begitu,"Aku tahu aku cuma dayang cuma pelayan tapi tak pernah terlintas niat seperti itu di hatiku...Aku menghormati Baginda seperti aku menghormati ayahku."
 Urvashi terkekeh,"Memang kau tahu siapa ayahmu?Yang aku dengar kau ini anak haram bukan?Sebaiknya sebelum kau bicara kurang ajar soal Raja kau selidiki dulu siapa kau ini.Kasihan sekali kau ini Swara..."
Swara sakit hatinya dihina begitu,"Ibuku bilang ayahku seorang prajurit yang gugur di medan perang.Peperangannya begitu jauh sehingga kuburnya tidak diketahui."
Urvashi mencibir,"Itu hanya karangan ibumu.Aku kenal ibumu.Dia dulu juga sepertimu suka menggoda Baginda.Itulah kenapa ia diusir.Anak dan ibu ternyata sama saja.Cihh!"
 Parvati mendengar percakapan itu dan terkejut,'Jadi benar Swara adalah anak Sharmista.Dia adalah anak Shekar...'
Parvati gemetar,'Aku harus singkirkan gadis itu sebelum Shekar tahu kebenaran ini.Jika dia tahu akan hal ini pasti dia akan menjadikan gadis itu sebagai putri kerajaan.Dan aku akan menodai silsilah leluhurku karena ada garis orang jelata di keturunanku.Ini tidak boleh terjadi.Aku harus lakukan sesuatu.Selagi Ragini dan Shekar tidak ada di sini,aku harus mencari cara untuk melenyapkan Swara.' Ragini datang bersama ayahnya,"Nenek,kami akan segera berangkat.Nenek yakin tidak mau ikut dengan kami?"
Parvati menggeleng,"Tidak Cucuku.Kalian pergilah dan sampaikan salamku pada Ratu Sujata dan Annapoorna."
Shekar melihat Swara keluar dari ruangan Ragini dengan mata berlinang,"Swara,kau baik2 saja?"                    Parvati dan Urvashi memperhatikan perhatian Shekar itu,Urvashi menatap dengan cemburu sedangkan Parvati menatap penuh selidik.Swara tak mau semua salah paham,"Salam Yang Mulia.Hamba tidak apa2."
 Parvati menambahkan,"Dia hanya sedih karena terpisah dari Cucuku.Itu saja.Jangan terlalu dirisaukan,Shekar."
 Shekar tetap saja menghibur Swara bak seorang ayah,"Kami akan segera kembali Swara.Kau tak perlu sedih."
Ragini juga menghibur Swara,"Kau tahu bagiku kau lebih dari sekedar dayang Swara.Aku juga akan merindukanmu tapi perjalanan ini sangat penting bagiku Swara."
Swara tersenyum,"Putri jangan pikirkan hamba.Hamba hanya terbawa perasaan saja.Hamba akan baik2 saja disini.Lagipula ada teman hamba di istana ini.Putri ingat kan temanku kemarin?"
Ragini mengangguk lega,"Baguslah kalau begitu.Aku akan pergi dengan tenang.Layanilah Nenekku dengan baik."
Swara mengangguk.Rombongan raja Shekar segera berangkat menuju Maheswari.

 ~`~ MAHESWARI PALACE...
Raja Durga mendapat balasan dari Raja Shekar,ia segera menemui Permaisuri Sujata,"Sujata...Raja Shekar akan kemari.Ia bahkan mengajak putrinya ikut bersamanya.Dia tidak dendam pada kita Sujata."
Tentu saja Sujata senang mengetahuinya,"Akhirnya kedamaian akan tercipta dan hubungan kedua kerajaan akan dipulihkan.Ini berita bagus Yang Mulia."
 Durga Prasad merengkuh isterinya itu,"Semoga saja takkan ada lagi perselisihan lagi atau kesalahpahaman lagi.Dan semoga putra kita akan segera kembali sehingga rencana perjodohan bisa dilanjutkan."
Sujata berkata,"Biarlah cinta menemukan jalannya sendiri Yang Mulia.Sesuatu yang dipaksa itu tidak baik hasilnya.Tidak baik jika kita mengikat Putri itu pada sesuatu yang belum pasti Yang Mulia.Walaupun aku yakin putra sulungku akan kembali tapi tetap saja kita hanya manusia biasa yang tidak tahu masa dan waktu.Jika kita menyuruh putri itu menunggu putra kita maka kita telah bersikap tidak adil padanya.Biarkan semua mengalir saja Yang Mulia."
Durga setuju dengan saran isterinya,"Kau memang bijaksana Sujata.Pantas Sanskaar kita juga begitu bijaksana.Rupanya dia mewarisi sifatmu."
Laksya datang hendak menemui Sujata tapi kala melihat ayahandanya bersama Sujata ia mengurungkan niatnya,"Maaf ayah ibu...ananda tidak bermaksud mengganggu...sebaiknya ananda datang lain kali saja..."
Sujata menahan langkah Pangeran Laksya,"Kau tidak mengganggu Pangeran Laksya...kemarilah.Kau adalah juga putra kami.Kehadiran seorang anak tidak pernah mengganggu kedua orang tuanya.Kemarilah!"
Laksya duduk diantara mereka berdua,"Ayahanda ibunda...kumohon jangan terus bermuram durja.Anggaplah ananda sebagai kak Sanskaar..."
Durga membelai kepala putra bungsunya,"Kau juga permata hati ayahmu ini Laksya.Kau bukan pengganti Sanskaar.Kalian memiliki tempat spesial di hati kami."
Laksya berkaca2,"Ananda janji Ayah akan menuruti semua perintah Ayah seperti yang kakak lakukan.Ananda tidak akan mengecewakan ayah dan ibu."
 Sujata bertanya,"Ada apa kau ingin menemui ibumu ini Laksya?"
Laksya menyeka air matanya,"Ananda ingin menunjukkan sesuatu ..."
Kedua orang tuanya heran apalagi kala Laksya memanggil seorang pengawal,"Bawakan benda itu!" Apakah yang akan ditunjukkan Laksya?**see you next part**

Part 17 "OLDEST PRINCE" : Revival ( Kebangkitan )
Olive Brave To Live·4 September 2017
           Pasti banyak yang heran kenapa saya suka sekali memberi judul dalam bahasa Inggris di tulisan saya.Saya itu ingin fasih berbahasa Inggris,soalnya bahasa internasional.Oleh karena itu saya perlu belajar dan tahu banyak kosakata dalam bahasa Inggris.Sebenarnya jika saya menulis baik tema,judul,subjudul ataupun lirik lagu dalam bahasa Inggris,itu adalah usaha saya untuk belajar.Lalu mengapa tulisan kali ini berjudul Oldest Prince?Awalnya kisah ini mau saya kasih ke pairing Sesskag,animasi kartun Jepang yaitu Inuyasha dimana anehnya saya malah terpesona lihat kakak tirinya Inuyasha yang penampilannya bak pangeran,berwibawa,cool dan arogan namanya Sesshomaru.Jadi Sesshomaru itu anak sulung dari ayah Inuyasha.Satu ayah beda ibu.Ibu Sesshomaru sangat cantik tak heran jika anaknya tampan rupawan.Yang bikin saya makin suka adalah Sesshomaru itu ternyata mirip Yoko,tangannya ga ada satu terpotong saat melawan Inuyasha.Makanya saya suka judulnya Oldest Prince.
          Saya memang unik kadang melihat sebuah serial atau movie,ga selalu pemeran utama jadi lakon fave saya.Lihat Naruto juga gitu,yang disuka malah Sasuke.Lihat Pakhie yang saya suka malah Veer.Lihat Anandhi yang saya suka malah Sanchi dan Vivek.Nah pas lihat Swaragini saya pikir Ragini adalah lakonnya eh lha kok Swara yang hatinya mulia.Saya juga ga suka peran Laksya di situ yang angin2an kadang begini kadang begitu.Membingungkan.Playboy lagi.Nah disaat saya hampir mutusin ga mau lihat lagi eh Sanskaar muncul sebagai orang gila.Kumuh,kucel,lusuh tapi ganteng dan total aktingnya.Saya pikir ini mungkin yang akan menjadi pasangan Ragini soalnya Laksya kan sukanya sama Swara.Saya baru kepoin internet cari benar tidak dugaan saya.Ternyata salah besar!Namun saya terlanjur terpukau sama peran Sanskaar.Peran orang gangguan jiwa lalu jahat dan kemudian berubah menjadi protagonis.Sebuah perubahan karakter pemain utama sangat menarik perhatian saya.Mengubahkan hati seseorang itu tidak mudah.Perlu proses panjang dan jelimet.Dan saya kagum sekali dengan penulis naskahnya,luar biasa.Dan juga salut buat Varun Kapoor yang menjadi magnet tersendiri serial Swaragini.Pantas memang dapat penghargaan aktor pria terbaik.Tapi saking padunya akting dan romansa diantara Sanskaar dan Swara maka saya hanya mau lihat akting Varun kalau sama Helly Shah aja.Best jodi mereka.Helly juga dapat penghargaan sebagai aktris terbaik karena serial Swaragini.Bahkan bersama Varun mendapat penghargaan Best Jodi.Wow!Banyak ide cerita buat mereka tapi saya mau fokus bikin Oldest Prince dulu sebagus mungkin.Buat semua yang suka pairing Swasan,ini dia kisah cinta mereka versi kerajaan.Mitwa....

 ☆☆ MAHESWARI'S PALACE....
           Pangeran Laksya telah menyiapkan sesuatu buat menghibur kedua orang tuanya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan hilangnya putra sulung mereka,Sanskaar Maheswari.Dua orang pengawal masuk dan meletakkan sebuah lukisan besar yang ditutupi dengan kain.Durga Prasad dan Permaisuri Sujata berpandangan penuh rasa ingin tahu apa yang dilukis dibalik kain penutup itu.Laksya tersenyum pada mereka,"Ayah Ibu,ananda tahu kalian sangat kehilangan kakak,demikian juga ananda.Tapi kalian jangan lupa bahwa Maheswari memiliki dua pangeran.Ananda memang takkan pernah bisa dan tak ingin menggantikan posisi kakak di hati kalian bahkan di istana ini.Ananda hanya ingin kalian melihat bahwa kami,putra2 kalian adalah satu kesatuan.Kami bukan berdiri sendiri2.Ananda ingat kakak pernah berkata bahwa tahta,harta dan nama besar takkan bisa menandingi indahnya kasih sayang.Jadi biar lewat lukisan ini kalian selalu ingat bahwa putra kalian selalu ada bersama kalian.Dimanapun kami berada,kami adalah satu jiwa.Kami adalah satu kekuatan Maheswari."
            Laksya lalu membuka kain penutup lukisan dan Sujata terharu kala melihat lukisan itu.Air mata haru tak bisa ia bendung,"Laksya,ini lukisan kau dan Sanskaar dengan pakaian kebesaran Maheswari.Ini indah sekali sayang...."
           Durga Prasad juga berkaca2 melihat lukisan kedua putranya dengan latar belakang tembok istana Maheswari.Keduanya segera merengkuh Laksya,"Terima kasih..."
Laksya juga menitikkan air mata,"Ayah ibu...aku dan kakak adalah perisai Maheswari.Kami ada untuk melindungi Maheswari,melindungi keluarga kerajaan,menjaga seluruh rakyat kami.Kami putra kalian.Saat melihatku bayangkanlah bahwa kakak juga bersamaku."
           Annaporna datang mencari putranya,ia tahu pasti Laksya ada bersama Sujata namun ia tak mengira Baginda juga ada disana.Niatnya mau menyakiti perasaan Sujata jadi urung ia lakukan,"Maaf Yang Mulia saya tidak tahu kalau Baginda ada disini..."
           Sujata memberi kode pada suaminya agar membiarkan Annapoorna masuk,Durga Prasad mengerti dan menyuruh Annapoorna untuk masuk.Annapoorna terkesiap kala melihat lukisan besar kedua pangeran Maheswari terpajang di hadapannya,"Apa ini Putraku?Mengapa ada lukisan kau dan kakakmu disini?"
Laksya hendak menjawab tapi Sujata menggeleng,"Biar Ibu yang jawab Laksya.Annapoorna,Laksya hanya ingin menghibur kami dengan memberikan lukisan ini.Kau sungguh beruntung memiliki dia Annapoorna."
Annapoorna memandang lukisan tersebut sekali lagi,'Apa maksud putraku dengan lukisan itu?Aku akan menanyainya nanti.Maheswari kini hanya punya satu pangeran yaitu putraku.Tidak ada lagi putra sulung yang ada adalah putra tunggal yaitu Putraku Putra Mahkota selanjutnya.Tahta Maheswari hanya untuk Laksyaku.Sepertinya aku harus meyakinkan Baginda bahwa putranya benar2 telah tiada bahwa Sujata terganggu pikirannya sehingga terus saja mengatakan bahwa putranya masih hidup.Jika Sanskaar benar masih hidup mengapa ia tidak kembali ke mari?Bukankah Adars telah memberitahu semuanya ?Sebaiknya aku fokus dulu pada penobatan Laksya.Gara2 Sujata penobatan ditunda sampai Raja Bengali datang.Aku dengar ia akan membawa putrinya kemari.Aku akan membuat putri itu menyukai Laksyaku sehingga rencana perjodohan yang dulu akan dilanjutkan kembali.Raja Shekar tidak memiliki seorang putra maka pastinya suami dari putrinya yang akan menjadi raja nanti.Bengali akan menjadi satu dengan Maheswari.Kekuasaan putraku akan sangat besar.Ini sungguh kesempatan besar.'
             Annapoorna tidak tahu bahwa Raja Shekar masih memiliki satu putri lagi yaitu Swara.Dan ia juga tidak tahu bahwa Putra sulung Maheswari masih hidup dan kini sedang berada di Bengali menjadi tukang kebun istana.

 ♧♧  BENGALI'S PALACE...
            Kissan sedang asyik bekerja di taman istana.Para pekerja yang lain juga sangat menyukainya.Para dayang apalagi sangat senang melihat ketampanan Kissan.Wajah tampannya jadi perbincangan di antara mereka,"Kau tahu tukang kebun yang baru itu lebih pantas menjadi seorang pangeran daripada tukang kebun.Dia tampan sekali."
           Namun yang ada di hati Kissan hanya satu dayang.Dayang itu selalu membuat jantungnya berdegup kencang bila melewati taman.Ia akan berhenti setiap melihatnya lewat,'Swara...ayo lihatlah padaku sebentar saja.'
           Swara yang baru saja dari dapur istana itu benar2 menoleh ke arah Kissan.Malah ia melangkah mendekati Kissan,"Kissan!Lihat apa yang kubawa..."
 Kissan mendekat dengan wajah sumringah,'Dia bukan hanya menoleh...bahkan dia menuju ke arahku...'
 Swara mengajak Kissan duduk di sebuah batu besar,"Kau pasti suka ini...ini makanan kesukaan Nenek Suri...bagian dapur membuat lebih jadi aku diberi.Coba deh enak kan?"
Kissan memandang tangannya yang kotor kena tanah,"Tanganku kotor.Aku akan mencuci tanganku dulu..."
Swara memegang lengannya,"Tidak perlu!Biar kusuapi.Makanan ini paling enak kalau dimakan dalam keadaan masih panas.Buka mulutmu..."
            Kissan membuka mulutnya,Swara memasukkan makanan itu ke mulutnya.Kissan kian terpesona,dipandangnya Swara tanpa berkedip.Kissan berkata,"Benar ini enak sekali Swara.Apalagi makannya dari tanganmu Swara...."
 Swara tersipu dan memakan juga,"Nenekku juga pernah membuatkan makanan ini untukku...aku jadi merindukannya...dia akan menyuapiku seperti aku menyuapimu..."
Kissan tersenyum,'Aku hanya mengenalmu di dunia ini kala semua ingatanku direnggut.Tapi aku tidak akan marah pada Yang Diatas karena hal ini justru aku bersyukur dan percaya bahwa apapun yang kualami akan membawa kebaikan padaku pada akhirnya.Terima kasih telah mempertemukan aku dengan Swara ya Maha Pencipta...Terima kasih.'
 Swara melihat Kissan melamun,"Hey Kissan!Kau dipanggil Paman Gopal itu!"
Kissan tersadar,"Oh...iya Paman!!Aku segera ke sana!"
Swara tersenyum melihat Kissan segera lari ke arah tukang kebun yang bekerja bersamanya,"Paman memanggilku?"
Gopal heran,"Tidak.Aku tidak memanggilmu.Siapa yang bilang aku memanggilmu?"
Kissan memandang ke arah Swara yang berlari sambil tertawa,"Hi...hi..."
Kissan tersenyum,'Awas kau Swara....kau mengerjaiku...tapi aku senang melihat dia tertawa seperti itu...aku tak tahan jika melihat dia menangis...jika dengan mengerjaiku membuatmu selalu tertawa,aku tidak akan marah Swara...'
 Gopal bertanya,"Kissan,menurutmu tanaman Mahkota Dewa ini kita tanam di sebelah mana ya bagusnya?...Kisaan!Astaga....kali ini aku benar2 memanggilnya dan ia tidak mendengarku ....pemuda zaman sekarang memang aneh..."
Kissan malah senyum2 sendiri membuat Gopal geleng2 kepala dan memandang ke arah mata Kissan memandang,'Hmmm...rupanya dia sedang kasmaran...dasar anak muda...'
            Sementara itu seorang prajurit datang membawa sesuatu dan tak sengaja ditabrak oleh Kissan,benda yang dibawanya hampir jatuh.Prajurit itu marah,"Hey matamu kemana!Kau tahu barang ini pesanan Yang Mulia Parvati!"
Kissan segera minta maaf dan hendak membantu tapi ditepis oleh prajurit itu,"Sudah ga usah!Pergi saja sana!Dasar kau ini baru ya di sini?"
Kissan mengangguk,"Iya aku memang baru di sini...maaf..."
Kissan memperhatikan benda yang dibawa prajurit itu,'Aneh apa isinya sampai dia begitu ketatnya menjaga benda itu?'
           Kissan makin aneh kala prajurit itu tidak menuju ke ruangan dimana Parvati berada,tapi malah menuju ke sebuah taman yang berpagar khusus.Kissan merasa curiga,'Jangan2 orang itu punya niat jahat.Aku harus mengikutinya.'
Usai menaruh benda itu di taman khusus,prajurit itu segera menemui Parvati,"Yang Mulia semua sudah siap."
Parvati tersenyum,"Bagus.Ini terimalah!"
           Prajurit itu menerima sekantung uang dari Parvati dan segera pergi.Sementara Kissan mengintip di taman khusus itu,ia terkejut kala melihat apa yang bergerak keluar dari benda yang diletakkan prajurit itu,'Itu kan....ular berbisa?'
           Buat apa Parvati memesan ular berbisa?**see you next part**

Part 18 ' OLDEST PRINCE ' : With Tears ( Dengan Air Mata )
Olive Brave To Live·8 September 2017
           Banyak hal yang terjadi sejak saya memutuskan puasa dari hari Senin kemarin.Saya itu senang sekali jika ada program puasa dari gereja saya,saya pasti ikut.Walau hanya saya ambil saat saya kerja.Kebetulan ada acara conference,semua diminta mendukung lewat puasa.Sayapun dengan gembira ikut puasa.Ternyata kala saya puasa,banyak hal baik terjadi dalam hidup saya.Mulai dari hari : * Senin→Jaringan wifi yang selama ini jauh dari ruangan saya tiba2 dipindah ke ruangan saya.Dulu aja minta susah nian.Eh dalam sehari tuh wifi berada di meja saya.Wow!
** Selasa→Saya dilepaskan dari sebuah masalah keuangan.
*** Rabu → Saya dibuatkan sebuah aplikasi yang selama ini saya dianjurkan untuk pakai.Dan saya menyukai aplikasi itu karena memudahkan saya berhubungan dengan keluarga saya.
** Kamis → Saya menemukan sesuatu yang saya cari selama ini.Juga orang yang selama ini bersikap kurang menyenangkan pada saya keluar dari kerjaan.
* Jumat →Hp saya yang selama ini berat banget buat navigasi eh dibenerin sama adik saya.Dikasih aplikasi pembersih junk.Dihapus file2 yang ga penting. Ternyata puasa buat orang lain tetep aja untung buat yang puasa juga.Saya masih akan lanjut puasa minggu depan di hari kerja.Apa lagi kebaikan2 yang akan saya alami ya?Bicara soal baik dan buruk,ada yang punya niat buruk sama dayang fave kita,Swara.Niat buruk seperti apa?Yuk ikuti Swasan love story kali ini.O sahiba...o sahiba...

 °•○ RUANGAN NENEK SURI...
           Swara menyajikan hidangan untuk Parvati,"Yang Mulia,hidangan sudah hamba siapkan.Karena Yang Mulia sedang bosan makan hidangan yang biasanya,ini hamba siapkan naan,ayam tandoori dan juga ada samosa.Silakan dinikmati Yang Mulia."
Parvati berkata,"Aku lebih suka kalau saat makan badanku segar.Jadi aku ingin mandi dulu.Siapkan keperluan mandiku dulu.Jangan lupa bunga yang banyak.Aku suka mandi dengan taburan bunga dari taman khusus di sana itu.Ambillah bunga dari sana."
Swara segera bergegas melaksanakan perintah itu,"Baik Yang Mulia.Hamba akan segera ke sana.Permisi Yang Mulia."
Parvati tersenyum licik,"Ya dan pilih bunga yang bagus.Jangan menyuruh tukang kebun untuk mengambilnya.Tangan mereka kotor."
           Tanpa curiga,Swara segera menuju taman khusus itu.Taman itu memang dikhususkan karena di sana ada makam mendiang permaisuri,ibu dari Ragini.Hanya orang tertentu saja yang boleh masuk ke sana.Melihat Swara pergi,Parvati malah menyantap hidangan yang disiapkan tadi,'Pergilah ke sana anak haram!Dan temuilah ajalmu segera.Dengan begini tak akan ada yang tahu bahwa kau adalah darah daging Shekar.Rahasia itu akan terkubur selamanya dengan kematianmu.Aku juga tidak akan disalahkan karena tidak ada yang tahu bahwa aku telah menyuruh orang untuk menaruh ular berbisa di taman itu.Aku akan menikmati gurih dan renyahnya samosa ini dulu sambil aku menunggu berita soal kematianmu.Ha..ha..'
          Namun Parvati tidak tahu bahwa Kissan tahu soal keberadaan ular berbisa di taman khusus itu.Ia lalu mencari cara untuk masuk ke sana,tapi ga bisa.Semua harus seijin Parvati selama Raja dan Putri Ragini tidak ditempat.Kissan lalu berkata,"Tapi aku tukang kebun istana,aku hanya ingin membersihkan taman itu dan merawat tanaman yang ada di sana."
Penjaga gerbangnya berkata,"Jika memang kau sudah mendapat ijin pasti kau sudah membawa kuncinya."
           Kissan pergi dengan lesu dan berpapasan dengan Swara,mereka bertabrakan.Hampir saja Swara jatuh tapi dengan sigap Kissan menangkap tubuh gadis itu,"Maaf Swara aku tak sengaja..." Swara merona berada dalam pelukan Kissan,"Kau bisa lepaskan aku.Aku tidak apa2..."
Kissan jadi salting dan melihat keranjang kecil jatuh dari kejadian tadi,"Kau mau mengambil bunga?" Swara menerima keranjangnya dari Kissan,"Benar.Nenek suri ingin mandi dengan taburan bunga dari taman disana."
Kissan kaget,"Apa?Taman yang itu?"
Swara mengangguk,"Benar.Sudah ya aku tak mau Beliau menunggu."
Kissan bergegas mengikuti Swara,"Ehm...biar aku saja yang memetik bunganya Swara.Kau berdiri saja di luar taman."
Swara menggeleng,"Tak bisa.Nenek suri bilang aku harus mengambilnya sendiri tak boleh menyuruh orang lain."
Kissan panik,"Kalau begitu,biar aku menemanimu masuk ke sana Swara.Aku lihat taman itu sudah banyak rumput liarnya.Aku hanya ingin membersihkannya."
 Swara heran juga,"Kau ngotot sekali,Kissan.Baiklah kau boleh ikut masuk tapi begitu aku selesai kau juga harus ikut keluar.Setuju?"
Kissan lega,"Setuju!Tunggu sebentar aku akan ambil sesuatu dulu."
Swara melihat Kissan mengambil bambu,"Kau mau apa dengan itu Kissan?"
Kissan hanya tersenyum,"Buat membersihkan dahan2 kering Swara..."
Kissan lalu berbisik,"Siapa tahu saja didalamnya ada binatang berbahayanya Swara...seperti ular mungkin...soalnya..."
           Swara membuka gerbangnya dan hendak masuk,Kissan tak melanjutkan ucapannya dan segera ikut masuk,penjaga membiarkannya sebab Swara bersamanya. Kissan langsung mengawasi sekelilingnya,"Jangan jauh2 dariku Swara!"
Swara hanya terkekeh,"Aku sering masuk ke sini Kissan bersama Putri Ragini,tidak ada apa2 disini yang berbahaya Kissan."
Kissan tetap waspada,'Kemana ular itu?Aku jelas melihatnya tadi.Yang penting aku harus menjaga Swara.'
 Swara asyik memetik bunga,"Disana ada bunga kenanga...aku akan ke sana."
Saat itulah terdengar suara mendesis,Swara heran,"Suara apa itu?"
Kissan melihat sesuatu bergerak ke arah Swara,"Swara awas!"
Swara melihat seekor ular bergerak dengan pelan ke arahnya,"Ular??"
Kissan segera melindungi Swara,"Berdiri di belakangku Swara!Seekor ular makin pelan gerakannya makin berbisa Swara."
Kissan memakai bambu menjangkau ular itu dan menahan ularnya agar tak bergerak sementara Swara memanggil pengawal,"Pengawal!Cepat kemari!!"
Pengawal yang berjaga kebetulan membawa lembing,Kissan segera berteriak,"Lempar lembingmu kemari!"
           Kissan segera menangkap lembingnya dan membunuh ular berbisa itu,Swara sangat ketakutan.Swara yang ketakutan segera memeluk Kissan,"Untung ada kau Kissan...terima kasih..." Ularnya diurus oleh para pengawal,sementara Kissan malah berpikir,'Aneh sekali.Ibunda dari Raja menyuruh orang menaruh ular berbisa di sini lalu ia menyuruh Swara kemari untuk memetik bunga.Apakah dia mau mencelakai Swara?Mengapa diadalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

Part 19  OLDEST PRINCE : Hero ( Pahlawan )

            Awalnya saya menulis kisah ini hanya untuk prolog Benang Biru namun saya kesengsem sama pairingnya dan berencana akan membuat kisah ini panjang melebihi Tabir Kepalsuan.Banyak ide akan saya tuangkan di cerita ini.Bahkan saya juga akan mencari referensi seputar India baik makanannya,perayaan2nya,dan apa aja yang menarik dari sana.Cerita ini saya buat tiap dua eps cerbung saya supaya mood nulis saya terjaga.Kadang kejenuhan adalah momok bagi seorang penulis.Gaya menulispun akan saya variasi biar pembaca ga ikut jenuh.Kadang pov,narasi,normal pov,dsb.Sekarang saya mau coba gaya menulis pov campur narasi di kisah ini.Koi mil gaya....

 DENGAN SHARMISTA....★★
           Sejak semalam hatinya resah,Dida melihatnya dengan cemas.Dida mendekati putrinya itu,"Sumi,ada apa?Ibu lihat kau terus saja melihat ke pintu dan tampak gelisah.Jangan diam saja cerita sama ibu."
Sumi melihat keluar,"Aku mencemaskan Swara,Bu.Sepertinya dia dalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

SWASAN STORIES >>> OLDEST PRINCE <<< Part 20 >>> 
Overcoming The Enemy <<< Mengalahkan Musuh
Iis Swasan Stories·17 September 2017
           Swaragini besok tamat ya?Gantinya Thapki season 2.Season 1 aja saya ga lihat.Kerja juga.Kini hanya 3 serial India yang masih bisa saya lihat yaitu Nakusha,Madhubala,dan Jodha Akbar.Kalau Nakusha emang sih agak kecewa soale pemeran Datta tiba2 diganti.Ceritanya juga jadi aneh dengan munculnya tokoh2 baru.Tapi saya penasaran sama pengganti Mishal Raheja.Saya pernah lihat aktingnya di Lonceng Cinta.Saya rasa pas kali kalau meranin Datta.Coba dari awal aja sekalian.Jadi imajinasi penonton itu ga putus dan harus bangun lagi dari awal minat untuk lihatnya.Kalau Madhubala juga muncul tokoh baru yaitu Sultan dan anaknya.Tapi lihat RK itu bak lihat Sanskar dalam Swaragini jadi ga bisa ke lain hati.Walau RK kasar dan arogan tapi ntar cinta keduanya akan diteruskan oleh putrinya yang juga dinamai Madhubala.RK juga main lagi jadi pria yang mencintai Madhubala.Setidaknya pemeran utamanya ga ganti kayak di Nakusha.Walau RK dan Madhubala yang pertama nanti meninggal semua dalam ledakan tapi kisahnya dilanjutkan anak mereka dengan pemeran yang sama.Thank you buat penulis ceritanya karena tahu menjaga mood pemirsanya.Kalau Jodha Akbar sih saya jarang bisa lihat soale kendala ngantuk.Nah sekarang lanjutin kisah cinta Swasan versi saya.Hum Tumhara hain tumhara sanam...

 >>>DENGAN SWARA....
           Tangannya gemetar memegang keranjang berisi bunga,Kissan mengajaknya keluar dari taman. "Ularnya sudah mati Swara.Pengawalnya sudah mengurus bangkainya",Kissan mencoba menenangkannya. Swara mengangguk,"Terima kasih Kissan.Untung ada dirimu.Kalau tidak mungkin aku sudah..."
Kissan memegang bahu gadis itu,"Aku telah berjanji pada keluargamu untuk menjagamu Swara.Kau juga telah menyelamatkanku dulu.Astaga aku lupa memberitahu keluargamu kalau aku mendapat pekerjaan di sini.Mereka pasti cemas."
 Swara berkata,"Aku akan mengirim surat pada mereka lewat penjaga yang akan bertugas di perbatasan."
Swara ingat pada bunga yang diminta Parvati,"Aku harus pergi.Yang Mulia Parvati pasti menungguku.Aku pergi dulu Kissan!"
 Kissan galau,'Ibu dari Raja kenapa membuat rencana untuk menyakiti Swara ya?Apa salah Swara begitu besar?Bukankag ada hukum di kerajaan ini?Aku akan mencari tahu alasannya.Akan kucari prajurit pembawa ular itu.Aku masih ingat wajahnya.'

 ▲▲▲ DENGAN PARVATI....
           Berita heboh adanya ular di taman khusus memang sampai ke telinga Parvati.Ia sudah membayangkan bagaimana kabar duka akam segera ia terima,'Heboh sekali...sebaiknya aku pura2 panik dan ingin tahu...'
Parvati keluar dari ruangannya dan bertanya pada pengawal yang lewat,"Apa yang terjadi?Ada kehebohan apa?"
Pengawal yang ditanya menjawab,"Ada ular di taman khusus Yang Mulia.Ular berbisa.Untunglah Yang Mulia tidak pergi ke sana hari ini."
 Parvati bertanya lagi,"Bagaimana bisa ada ular di sana?!Disana ada makam menantuku.Ayo cepat kesana dan bunuh ularnya!Kalian ini bagaimana!?"
Swara datang,"Ularnya sudah dibunuh Yang Mulia."
Parvati kaget melihat Swara tidak apa2,'Dia masih hidup?!Bagaimana bisa?'
Swara tergopoh2 menceritakan apa yang terjadi,"Maaf hamba membuat Yang Mulia menunggu...tadi saat hamba sedang memetik bunga ada ular di sana Yang Mulia...untung saja ada Kissan Yang Mulia...dialah yang menyelamatkan hamba..."
Parvati heran,"Siapa Kissan?"
Swara menjawab,"Dia tukang kebun baru Yang Mulia.Dia hendak membersihkan taman waktu itu...hamba takut sekali Yang Mulia..."
Parvati kesal mengetahui rencananya gagal,'Seorang tukang kebun menyelamatkan Swara...sepertinya anak haram ini punya keberuntungan.Tapi aku pasti menemukan cara lain untuk melenyapkannya.Noda itu harus dihapus.'
           Seorang prajurit datang memberitahu Swara kalau kakeknya datang ingin bertemu.Swara gembira sekali,"Benarkah?Kakek kemari?.."
 Parvati mengijinkannya menemui kakeknya,"Pergilah.Aku akan pergi mandi.Biar dayang lain yang melayaniku..."
 Swara bahagia,"Terima kasih Yang Mulia...hamba permisi..."
Parvati malah menemukan ide baru,'Aha...kenapa aku tidak menyuruh Swara untuk pergi ke rumahnya?Jika aku tak bisa menghabisinya di istana.Maka diluar istana juga bisa.'

 ÷÷÷ GERBANG ISTANA BENGALI...
Kakek Prem lega sekali kala bertemu cucunya,"Syukurlah kau baik2 saja Cucuku.Ibumu mencemaskanmu.Katanya ia mimpi kau dikejar ular,Swara.Katakan,kau baik2 saja bukan?"
 Swara memeluk kakeknya itu,"Aku baik Kek."
 Swara terharu mengetahui perhatian keluarganya,"Katakan pada ibu aku baik kakek."
Kakek Prem ingat soal Kissan,"Lalu dimana Nak Kissan?Kenapa dia tidak kembali ke rumah?Apa dia kembali ke keluarganya?"
Kebetulan Kissan disuruh mengambil tanaman diluar istana,ia melihat Swara dan kakeknya,"Itu kan kakek?"
Iapun mendekat,"Kakek?"
Tentu saja kakek Prem heran,"Swara dia ini siapa?"
Swara tersenyum,"Kakek,dia ini Kissan Kakek...coba perhatikan baik2..."
 Kakek Prem memperhatikan pemuda dihadapannya,"Kamu Kissan?"
 Kissan memberi hormat pada Kakek Prem,"Iya Kek ini Kissan.Orang yang kakek temukan di sungai waktu itu..."
 Kakek masih tak percaya,"Kau terlihat berbeda sekali...kau tampan sekali ..."
Kissan jelas jadi tersipu,"Kakek bisa saja ...Kissan mau minta maaf karena tidak memberi kabar kalau Kissan dapat kerjaan disini Kek...Baginda bersedia menerima Kissan menjadi tukang kebun di sini Kek."
Kakek ikut senang,"Kakek lega kalau kalian gpp.Kakek akan kembali saja biar kalian bisa kembali bekerja."
 Swara menggeleng,"Tidak Kakek.Aku sudah diberi ijin menemui Kakek.Ayo,kakek kita ke dalam.Kakek pasti lelah.Setidaknya kakek harus makan masakan buatanku."
Kissan ikutan membujuk,"Benar Kakek.Swara pintar memasak.Kakek pergi saja dulu dengan Swara.Aku akan menyelesaikan mengambil tanaman dulu.Nanti aku akan menyusul."
Kakek Prem lalu pergi dengan Swara.Sementara itu bagaimana kondisi Ragini di Maheswari?Yuk kepoin!

 }¤}¤} MAHESWARI PALACE...
          Rombongan Raja Shekar disambut dengan meriah oleh Raja Durga.Laksya mencari2 sosok Swara diantara rombongan,'Mana dayang yang waktu itu ya?Kok ga ada?Bukankah waktu itu dia dayang dari Putri Ragini?'
Ragini merona bahagia melihat pujaan hatinya,'Pangeran Laksya.Dia gagah sekali dengan pakaian berwarna biru.Kenapa dia seperti mencari seseorang ya?Apa dia mencariku?Aku jadi malu...'
 Durga menyambut Shekar dengan hangat,"Selamat datang di Maheswari,Sahabatku."
Shekar terpana mendengarnya,"Apa aku tidak salah dengar,Raja Maheswari memanggilku sebagai sahabatnya?"
 Durga segera memegang bahu Raja Shekar,"Tidak ada gading yang tak retak.Namun persahabatan bukanlah benda itu adalah hubungan.Hubungan yang retak karena kesalahpahaman kiranya bisa dirajut kembali dengan sebuah permintaan maaf dariku teman."
 Shekar memandang Durga,"Persahabatan adalah masalah kepercayaan sobat.Meminta maaf bukanlah merendahkan martabat seseorang justru kian menaikkan derajatnya bila dilakukan dengan ketulusan."
Keduanya berpelukan,Sujata terharu melihatnya,'Raja Ram meyakinkanku bahwa Sanskar pernah dipenjara dengannya.Aku yakin bahwa Raja Shekar tidak terlibat dalam hilangnya putraku.Buat apa dia melakukan itu?Musuh hanya ingin terjadi keretakan hubungan diantara kedua kerajaan.Siapapun yang bermaksud jahat pada putraku pastilah punya tujuan besar.Sayang sekali Rajat yang diduga dalang dari semua ini justru menghilang entah kemana.Semua petunjuk hilang.Tapi aku yakin putraku masih hidup.Dia hidup dan berada di suatu tempat.'
Raja Durga juga menyambut kedatangan Ragini.Shekar memperkenalkan putrinya,"Ini putriku.Dialah yang kumaksud saat dulu kita membicarakan mengenai rencana mempererat hubungan kedua kerajaan dengan pernikahan kedua anak kita."
Ragini memperkenalkan dirinya,"Salam Yang Mulia.Nama saya Ragini."
Annapoorna mendekat,"Laksya,ajaklah Putri Ragini berkeliling istana kita."
           Laksya memandang pada Sujata,meminta persetujuannya.Sujata mengangguk,"Pergilah Laksya.Upacara penobatan baru akan dilaksanakan besok.Biar rombongan dari Bengali menyegarkan diri dulu setelah perjalanan jauh.Pergilah!"
Laksyapun memandang Ragini,"Mari Putri ..."
 Ragini segera mengikutinya. Annapoorna berkata pada Raja Durga,"Bukankah mereka itu serasi Yang Mulia?Bagaimana jika perjodohan yang dulu sempat direncanakan dilanjutkan saja Yang Mulia?"
Durga malah berkata,"Annapoorna,apa jamuan sudah disiapkan?"
Annapoorna kesal,"Akan kuperiksa Yang Mulia..."
            Sujata juga ikut pergi dengan Annapoorna. Shekar dan Durga kembali akrab.Akankah perjodohan yang dulu akan dilanjutkan?***see you next eps***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar