My 44th stories
:
OLDEST PRINCE
Kisah ini terinspirasi dari serial
India yang tayang di salah satu stasiun tv tiap jam 9 pagi.Bagi yang mengikuti
mungkin sudah tidak asing dengan nama2 yang akan saya pakai nanti.Bagi yang
belum atau tidak mengikuti,please be patient with me he..he..
Kisahnya versi kingdom jadi ga akan
sama kayak serialnya yang versi modern.Entah akan jadi berapa part nanti.Enjoy
the story.Ini kali pertama kayaknya saya bikin story pakai pairing serial
India.Oke sambil menemani sahur,saya mau nulis ceritanya.Met baca!
Seorang pria muda dengan mata
seperti telaga weleh...wajahnya kayak yang di profil saya...waduh.Ganteng,usianya
baru 24 tahun.Baru saja seminggu yang lalu kerajaan merayakan hari
jadinya.Kerajaan?Apa dia seorang pangeran?Benar.Lihat saja pakaiannya.Walau
pakaian perang tapi lebih bagus dari yang lainnya.Lihat juga kudanya.Kuda putih
apa hitam enaknya?Putih aja kan lakon utama.Hitam aja biar misteri.Coklat aja
deh netral.Down to earth.Wk...wk...wk..
Pria muda itu mendapat tugas dari
ayahandanya,Raja Durga Prasad,untuk membantu kerajaan Bengali melawan musuh
mereka.Memang kerajaan Maheswari dan Bengali menjalin persahabatan sejak
lama.Bahkan keduanya berniat mengikat tali persahabatan menjadi keluarga dengan
rencana perjodohan.Siapa yang dijodohkan?Sabar...aku aja belum kasih tahu nama
pangerannya tadi.Sabar jeng...katanya kalau sabar bakal subur terus jedul
thokolan.Weleh...bikin laper aja.
Pria muda tadi memandang sekitarnya dengan perasaan aneh,'Mereka tadi
lari ke arah sini tapi kenapa tempat ini sepi?Ayah selalu bilang air yang
tenang menghanyutkan.Aku harus waspada.' Kepala pasukannya
mendekat,"Pangeran,sebaiknya kita kembali saja.Bisa jadi ini sebuah
perangkap.Setidaknya musuh sudah kita usir dari Bengali.Tugas kita selesai
Pangeran."
Pria muda yang disebut pangeran tadi diam sejenak,"Baiklah.Mari
kita kembali ke Bengali dulu.Kita ada di perbatasan mereka.Kita harus
melaporkan semuanya dan kembali ke Maheswari dengan damai."
Namun kala hendak berbalik
arah tampak kepulan asap dan teriakan minta tolong dari sebuah tempat tak jauh
dari lokasi mereka berada.Salah satu prajurit melapor,"Pangeran,lihat
disana!!Disana ada sebuah desa.Sepertinya musuh membakar desa itu."
Pria muda tadi teringat pesan ayahnya,"Saanskar,kau adalah
putra sulungku.Kelak kaulah yang akan menggantikanku menjadi raja.Seorang raja
itu akan kokoh tahtanya dengan kebenaran dan cinta dari rakyatnya.Miliki hati
yang peduli pada rakyatmu meski mereka tak bisa membalas kebaikanmu.Ingat itu
putraku."
Oh namanya Pangeran
Saanskar.Akhirnya tahu juga.Putra sulung penguasa Maheswari itu segera memacu
kudanya menuju ke perkampungan yang terbakar itu,"Ayo semua!!Kita tolong
rakyat disana!!Selamatkan mereka!!Utamakan itu!!"
Semua segera mengikuti,sementara itu di istana Maheswari,permaisuri
Sujata,ibunda Pangeran Saanskar nampak gelisah mondar-mandir di taman
istana.Baginda Raja Durga Prasad mendekatinya,"Permaisuri,apa yang
meresahkan hatimu?Apakah karena putra kita pergi ke medan perang?Bukan kali ini
saja Saanskar kita pergi ke medan laga.Kau tahu ia begitu sangat ingin
melindungi rakyat.Tuhan juga pasti akan melindunginya.Kau jangan
cemas,Permaisuri."
Permaisuri Sujata lalu menceritakan keresahannya,"Yang
Mulia,semalam saya bermimpi.Saya melihat putra kita Sanskar,ia masih kecil di
mimpi saya itu dan ia dibawa pergi oleh pria berbadan besar dan berpakaian
hitam.Mimpi ini terulang sampai dua kali Yang Mulia.Saya takut..."
Durga Prasad berdiri,"Sebaiknya kau berdoa saja.Kekhawatiran tidak
akan membawamu kemanapun.Aku akan memanggil Anapurna untuk menemanimu."
Anapurna adalah isteri kedua Raja
Maheswari.Ia mendapatkannya karena menang perang.Ia sudah menolaknya namun
Anapurna mengancam akan bunuh diri jika tidak diterima menjadi
isterinya.Akhirnya Sujata menerima kehadirannya dan mencoba hidup damai
dengannya.Anapurna melahirkan seorang pangeran juga bagi Raja Maheswari namanya
ntar ya.Julit penulise...
Durga Prasad berpapasan dengan isteri keduanya kala meninggalkan taman
istana,"Anapurna,pergi temani Sujata.Dia resah memikirkan putra
sulungku.Coba kau hibur dia.Tenangkan hatinya." Anapurna segera
melaksanakan titah suaminya,'Baginda memang sangat sayang pada kakak
Sujata.Putra sulung...dia selalu menyebut putra kak Sujata dengan sebutan
itu.Putra sulung.Jelas sekali bahwa tahta Maheswari kelak akan jatuh ke tangan
putra kak Sujata.Sejak awal aku tahu bahwa Baginda menerimaku karena
terpaksa.Itu sebabnya ia selalu menolak hadiah perang sejak kejadian itu.Semua
hadiah perang akan ia kembalikan atau ia bagikan pada rakyat.'
Sampai di taman,Anapurna melihat Sujata bersiap
berdoa,"Kakak,Baginda mengatakan kakak sedang cemas.Ada apa kak?"
Sujata menceritakan mimpinya,"Begitulah adik.Oh ya dimana
putramu,Laksya.Aku tidak melihatnya sejak tadi?"
Oh pangeran satunya namanya Pangeran
Laksya.Gantengan mana sama Saanskar?Sama ganteng sih cuma Saanskar lebih putih
kayaknya dan wajahnya kotak cute gitu.Gampang ntar dikasih gambarnya kok.
Anapurna membetulkan selendangnya,"Laks pergi keluar istana seperti biasa
kak.Anak itu memang bandel.Sukanya kelayapan.Coba ia meniru kakaknya,Pangeran
Saanskar pasti aku tidak akan pusing memikirknya."
Sujata tersenyum,"Anak2 memang selalu membuat kita
cemas.Bagaimana jika kau temani aku berdoa saja.Bukankah berdoa dalam kesatuan
hati katanya akan lebih didengarkan?"
Anapurna mengangguk dan
merekapun berdoa bersama dengan isi doa masing2.Sujata berdoa,"Ya Penguasa
langit dan bumi,semua kerajaan adalah milik-Mu.Semua yang bergerak maupun yang
tidak bergerak ada dalam kendali-Mu.Juga segala yang bernafas adalah
punya-Mu.Kumohon Kau melindungi putraku,Saanskar juga adiknya Laksya agar mereka
menjadi alat kebaikan-Mu di bumi ini.Jaga mereka ya Penguasa Langit dan
Bumi,jagai dari marabahaya dan celaka ataupun siasat jahat orang.Kau telah
memberikan mereka dalam rahim kami,maka berikanlah kekuatan pada kami untuk
mengasuh dan membimbing mereka menjadi orang2 yang berkenan di hati-Mu."
Anapurna mengaminkannya tapi hanya
untuk putranya,Laksya.Ia melirik pada Sujata yang bersimpuh di dekatnya,'Kau
selalu mendapat yang terbaik dari Yang Diatas.Cinta Baginda juga putra yang
selalu dibanggakan Baginda.Putra sulung...ia jarang menyebut nama Saanskar bila
di balairung istana,selalu beliau menyebut Putra Sulungku...Aku benci
mendengarnya.Semoga putra sulung kebanggaan Baginda itu akan mengalami
celaka,lenyap ditelan bumi namanya,biar Baginda menyadari bahwa dia masih
memiliki seorang putra lagi yang lahir dari rahimku,isteri yang dinikahinya
karena terpaksa.Aku akan membuat Putraku menjadi kesayangannya.Bukankah dunia
itu selalu berputar?Kita lihat saja doa siapa yang akan dikabulkan oleh Yang Diatas.Sanggupkah
Yang Diatas melepaskan Saanskar dari rencana yang telah kususun?Laksya
sebenarnya kusuruh pergi ke Bengali untuk membantu kakaknya disana namun
sengaja kusuruh berangkat sekarang karena dialah yang akan menjadi pahlawan di
sana nanti dan mendapat nama.Tentunya setelah kusingkirkan Putra Sulung
Baginda....ha..ha...'
Wah Anapurna punya siasat apa ya?Jadi
deg2an sama kondisi Pangeran Saanskar.Yuk balik ke perbatasan Bengali! Ketika
Pangeran Laks tiba di medan laga,keadaan sudah terkendali.Namun ia tidak
melihat kakaknya,'Dimana kakak?Dimana dia?"
Raja Shekar,penguasa di Bengali menyambut kedatangan Putra kedua Raja
Maheswari itu,"Pangeran,sungguh senang menyambut kedatangan Anda.Perang
ini takkan berhasil dimenangkan tanpa bantuam dari Maheswari.Kami sungguh
berterima kasih.Mari kita ke istana saya,kami akan menjamu kalian semua."
Laks menolak,"Maaf Yang Mulia,saya tidak akan merayakan apapun
tanpa kakak saya.Dimana dia?Saya tidak melihatnya?"
Raja Shekar juga heran,"Panglima dimana Pangeran Sulung
Maheswari?Apakah ada yang melihatnya?"
Panglimanya menjawab,"Tadi Pangeran Sulung menuju ke arah
sana.Musuh melarikan diri ke sana.Saya akan menyusul ke sana Baginda!"
Laks segera naik ke kudanya,"Aku juga ikut Paman!Aku ingin
memastikan kakakku baik2 saja.Ibu Sujata pasti mencemaskannya."
Kala mereka tiba di perkampungan
yang terbakar alangkah terkejutnya mereka melihat mayat bergelimpangan
disana.Apalagi ditengah2 perkampungan tampak sesosok mayat dengan kondisi
terbakar tergeletak.Laks mengenali pakaian yang
dikenakannya,"Kakak!!Tidak!!"
Panglima yang bersamanya ikut memeriksa,"Wajahnya sudah terbakar
sulit dikenali.Denyut nadinya sudah tidak ada.Pangeran yakin ini kakak
Pangeran?"
Laks menunjukkan jemari pria yang tewas terbakar itu,"Lihat cincin
ini Paman!Ini milik kakakku.Ini hadiah dari Ibu Sujata.Tak mungkin aku salah
mengenalinya.Apa yang harus kukatakan pada Ibu Sujata?Aku tak sanggup
mengatakan semua ini padanya.Kakaaak....kenapa kau pergi secepat ini kak?Siapa
yang tega melakukan semua ini padamu?Kakakk...."
Laks meratapi kakaknya.Bagaimana
kerajaan Maheswari menerima berita ini?**see you in next part**
Part 2 OLDEST PRINCE : The
Sorrows of Death
Kisah ini dilatarbelakangi
kerajaan.Mengapa begitu?Karena serialnya masih tayang dan saya ga ingin pembaca
confused dengan cerita saya.Jadi kalau saya bikin versi kingdom,jelas beda
banget kan bayangannya?Nah kemarin di part 1 sudah muncul beberapa tokoh yaitu
:
◇◇ Pangeran Saanskar Maheswari →Dia adalah putra sulung Raja Durga
Prasad → Penguasa di kerajaan Maheswari.
◇◇ Permaisuri Sujata → Ibu Pangeran Saanskar.Isteri yang dicintai oleh
Durga Prasad.
◇◇ Pangeran Laksya → Putra kedua Raja Durga Prasad yang dilahirkan oleh
isteri keduanya yaitu Annapurna.
◆◆ Annapurna →Ibu Pangeran Laksya.Ia dinikahi oleh Raja Durga
Prasad karena hadiah perang.Ia sangat iri pada Permaisuri Sujata yang mendapat
cinta raja.
◇◇ Raja Shekar → Penguasa kerajaan Bengali. Nah sekarang kita lanjutkan
kisahnya.
◆◆ PART 2 PANGERAN SULUNG
: Kesedihan dari Kematian
Raja Shekar ikut berdukacita
atas tewasnya Pangeran Saanskar.Ia bahkan merasa sangat bersalah
karenanya,"Ini sungguh tak disangka,demi membantu kerajaanku,Raja
Maheswari harus kehilangan putra sulungnya,pewaris tahtanya.Apa yang harus
kukatakan padanya?"
Laksya mengkafani jenazah kakaknya sambil meneteskan air
mata,"Kakak,Kak Saanskar...ayahanda pasti sedih jika mengetahui bahwa kau
sudah....pergi mendahului kita semua...pergi untuk selama2nya...mengapa langit
berlaku tidak adil,kau begitu baik dan sangat menyayangi rakyat.Kau tidak
pernah membeda2kan orang.Bahkan ayah kerap meminta pendapatmu dalam berbagai
perkara.Mengapa langit justru mengambil putra2 terbaiknya?Mengapa??...Aku
selalu menirumu kakak,kau adalah panutanku.Tapi kini ....kau sudah
pergi...Apalagi kau pergi dengan cara yang sangat mengenaskan...aku bahkan tak
bisa mengenali lagi wajahmu...jika bukan karena pakaian dan cincin yang kau
kenakan mungkin ...aku tak tahu bahwa itu kau kakak...aku akan membawamu pulang
ke Maheswari kak...kau akan dikuburkan dengan layak disana."
Raja Shekar datang mendekat,"Pangeran Laks,aku akan menemani
kembali ke Maheswari.Semua ini terjadi karena kerajaanku.Aku akan ke sana untuk
meminta maaf pada ayahmu.Ayo Pangeran.Semakin cepat kita sampai semakin
baik."
Raja Shekar berpamitan pada
putrinya,Ragini.Dialah sebenarnya yang akan dijodohkan dengan Saanskar namun
rencana itu masih tahap wacana.Belum dibicarakan lebih lanjut karena kondisi
darurat perang.Ragini memandang dari balik tirai ke arah Pangeran Laksya,"Kenapa
pria itu menangis,dayang?Apa mayat yang terbakar itu kerabatnya?"
Dayangnya juga seorang gadis yang seumuran dengan dia,"Saya akan
mencari tahu Tuan Puteri." Namun kala melihat ayahnya datang,Ragini segera
mencegah dayangnya,"Dayang Swara,jangan...kau kembali saja ke
belakang.Ayahku datang."
Raja Shekar berpapasan dengan
Swara,hatinya menjadi pilu.Swara membungkuk memberi hormat padanya,"Yang
Mulia...putri Ragini ada di dalam..."
Shekar malah berkaca2,'Sampai kapan kau akan terus memanggilku dengan
sebutan itu putriku...aku ini ayahmu Swara....kau dan Ragini adalah saudara
hanya saja beda ibu.Aku tidak seberuntung sahabatku,Durga Prasad yang bisa
menikahi wanita yang ia cintai yaitu Permaisuri Sujata.Aku bahkan tak bisa
mengakui cintaku dan darah dagingku.Aku mencintai ibumu Swara,dulu dia juga
dayang di istana ini.Dia juga cantik sepertimu.Berambut panjang,berhati lembut
dan sangat peduli dengan sekitarnya.Sayang ibuku menentang hubungan
kami.Katanya aku ini calon raja tak seharusnya jatuh cinta dengan kelas
rendah.Sharmita pergi dan aku tak tahu kalau kau sudah dalam kandungannya waktu
itu.Setelah isteriku tiada aku baru memiliki keberanian untuk menemui Sharmita
lagi dan baru kutahu bahwa kau adalah putriku.Aku ingin menikahi Sharmita tapi
ibu pasti menentangnya.Aku hanya bisa menjadikanmu sebagai dayang.Setidaknya
aku bisa melihatmu setiap hari Swara.Maafkan ayahmu ini.'
Ragini melihat ayahnya melamun,"Ayah...?"
Shekar terkesiap,"Oh...kau Ragini,Ayah akan pergi ke Maheswari
mengantar jenazah Pangeran Saanskar.Sungguh sangat tak diduga bahwa pangeran
Saanskar gugur di medan perang..."
Ragini malah teringat pada Laksya,"Kalau pria yang meratapi
jenazah itu Ayah?Siapa dia?"
Shekar menjawab,"Oh itu adik Pangeran Sanskar.Namanya Pangeran
Laksya."
Ragini menyimpan nama itu dalam hatinya,'Pangeran Laksya...dia sungguh
menawan hatiku.'
Sebelum pergi ke Maheswari,Shekar menemui Swara dan
memintanya untuk menjaga Ragini.Swara terharu melihat perhatian Shekar pada
Ragini,'Putri,sungguh beruntung memiliki seorang ayah yang sangat baik.Andai
saja aku pernah bertemu dengan ayahku.Kata ibu ayah sudah tiada.Tapi dimana
makamnya ibu juga tak pernah menunjukkannya.Katanya pertempurannya ditempat
yang jauh sekali.Jadi jenazahnya tak bisa dibawa pulang.Kata para
prajurit,pangeran sulung Maheswari gugur di perang kali ini.Itu pasti
jenazahnya.Kasihan dia jenazahnya sampai seperti itu hitam terbakar.Tega sekali
orang yang telah membunuhnya.Mengapa pula harus membakar jenazahnya?Kecuali
agar tak dikenali.Ya pelakunya pasti ingin menyamarkan identitas mayat yang
sebenarnya.Benar,sebaiknya perkara ini diselidiki dulu sebelum diumumkan ke
khalayak ramai.' Swara mengatakan hal itu ke Raja Shekar,"Maaf
Baginda,bisa jadi jenazah itu hanya rekayasa semata.Maksud hamba,mungkin
seseorang memang ingin supaya semua orang mengira bahwa itu adalah..."
Laksya yang mendengarnya jadi berang,"Kau pikir aku tak bisa
mengenali jenazah kakakku sendiri?Kakakku itu mengenakan cincin hadiah dari
Ibunya dan aku mengenali cincin itu..."
Shekar menengahi keduanya,"Maafkan dia Pangeran.Dia hanya
mengutarakan pendapatnya saja.Ayo kita sebaiknya berangkat."
Laksya dan Shekar akhirnya
berangkat juga ke Maheswari.Kedatangan mereka disambut oleh Durga Prasad dan ia
sangat shock mengetahui Putra Sulungnya sudah tiada.Permaisuri Sujata bahkan
langsung pingsan.Hanya Annapurna yang diam2 tersenyum melihat semuanya,dan
segera menyelinap keluar istana.Laksya heran melihatnya,"Ibu mau
kemana?Ayahanda dan Ibu Sujata sedang berduka tapi ibu malah ..."
Annapurna berdalih,"Aku hanya ingin mencari sesuatu.Kau temani
saja mereka.Aku tidak akan lama."
Rupanya Annapurna menemui seseorang di tepi hutan,"Ini emas
yang kujanjikan padamu.Segera pergi tinggalkan Maheswari.Jangan sampai masalah
ini terbongkar.Kau mengerti?"
Pria itu terkekeh,"Siapa sangka seorang wanita bangsawan sepertimu
bisa melakukan ini pada keluarganya sendiri.Kau tenang saja.Rahasiamu aman
padaku."
Annapurna lalu segera pergi sementara pria itu memandang kepergiannya
sambil menyeringai penuh kelicikan,'Jika pada keluargamu sendiri kau bisa
sekejam itu.Bagaimana jika terhadap orang lain?Aku tidak bodoh.Sementara biar
kau mengira bahwa aku telah mengikuti permainanmu tapi sebenarnya kaulah yang
mengikuti permainanku.Aku sangat bodoh jika menghabisi Pangeran Saanskar begitu
saja,justru aku akan lebih menghasilkan banyak uang jika ia masih hidup.Suatu
saat nanti jika emas2 ini sudah habis aku masih punya sumur emas lainnya
ha..ha..'
Seorang pria lain datang,"Perintahmu sudah kulaksanakan."
Pria misterius tadi tersenyum,"Bagus!Sekarang mari kita kembali ke
negeri kita.Aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan.Semua orang harus
mengikuti permainanku.Aku Rajat,akan menjadi penguasa semua kerajaan di muka
bumi ini.Ha..ha..."
Jadi penasaran apakah
Pangeran Sanskar benar sudah mati atau belum ya?Jawabannya ada di part
selanjutnya.**see you next part**
Part 3 OLDEST PRINCE : Union
( Penyatuan )
Sebelumnya saya mau
mengucapkan "Met Lebaran pada semua pembaca cerbung saya.Yang jauh diluar
pulau ataupun yang dekat masih di Jawa,buat semua aja lintas agama dan suku
bangsa mohon maaf atas segala kesalahan,kekurangan,maupun hal2 lain yang telah
saya lakukan.Kiranya semua dilapangkan hatinya dan kembali menjadi bangsa yang
rukun dan damai."
Spesial buat moment Lebaran maka
saya juga pilihkan tiket spesial.Tiket ini saya ambil waktu itu berdasar
request Mia,ini dia tiket A.Bagi yang suka Kehilangan dan Debu2 Jalanan serta
Dasi & Gincu,maka akan menyukai tiket ini karena inilah kombinasi angkanya
yang lumayan panjang →00104-11-12-235.Dan di tiap dua cerbung saya next akan
diselingi dengan Oldest Prince.Bagi yang sedang mudik kiranya tulisan karya
saya mampu menjadi teman selama di perjalanan.Oke kita simak kelanjutan Oldest
Prince dulu ya.Apa ada tokoh baru di part 2?Ada dong.Ini dia mereka :
◆ Swara →seorang dayang di istana Bengali.Namun sebenarnya dia masih
keturunan raja Shekar.Dia adalah kakak Ragini karena lahir lebih dulu dari
Putri Ragini.Sama ayah beda ibu.Ibunya dulu juga seorang dayang istana bernama
Sharmista.Sayang Ibu Suri menentang hubungannya dengan Raja Shekar.Hingga ia
diusir dari istana dan Raja Shekar lalu menikah dengan Ibunya Ragini.
Ragini →Putri Raja Shekar.Awalnya dialah yang dijodohkan dengan
Saanskar tapi kematian Saanskar mengubah segalanya.
Rajat →Raja dari kerajaan Mumbai.Dialah yang disuruh Annapurna
melenyapkan penerus tahta Kerajaan Maheswari.Namun dia punya rencana sendiri
karena berambisi menguasai seluruh kerajaan. Nah kini kita masuk ke segmen
cerita.Lanjut!!
▲▲▲ KERAJAAN MAHESWARI...
Rombongan yang membawa
jenazah Pangeran Saanskar telah tiba di depan istana Maheswari nan megah.Rakyat
berkerumun ingin mengetahui siapa yang meninggal.Kala mendengar raja Shekar
akan datang,Durga Prasad sudah bersiap menyambut di halaman istananya.Namun
kala gerbang dibuka dan melihat wajah sedih putra keduanya dan wajah tertunduk
raja Shekar tahulah Durga Prasad bahwa hal buruk telah terjadi.Ia mengedarkan
pandangannya mencari sosok putra sulungnya,"Dimana putra tertuaku?Dimana dia?Kenapa
putraku Saanskar tidak kembali bersama kalian?"
Raja Shekar segera mendapatkan sahabatnya itu,"Durga,aku mohon kau
memaafkan sahabatmu ini karena kedatanganku kemari untuk mengantarkan putra
sulungmu,namun..."
Durga melihat Laksya turun dari kereta dan matanya
berkaca2,"Laksya,dimana kakakmu?Apa dia terluka?Kenapa kau malah diam!!Dan
mengapa kau malah sedih begini??"
Permaisuri Sujata jadi cemas,'Apa yang ada di dalam tandu itu?'
Tandu berisi jenazah Pangeran
Saanskar ditunjukkan ke hadapan raja Durga dan kala membuka penutupnya dan
melihat cincin di jemari jenazah itu raja segera tersungkur sambil
menangis.Rakyatpun segera berlutut semua dengan kepala tertunduk.Tahulah mereka
bahwa penerus tahta telah mangkat.Laksya memeluk ayahnya,"Kakak sudah
tiada Ayah...waktu aku datang ke sana,keadaannya sudah tak bernyawa...maafkan
aku ayah aku harusnya datang lebih awal ke sana." Permaisuri Sujata juga
mendekat ke arah jenazah dan kala melihat cincin pemberiannya melingkar di jari
mayat yang terbakar itu,ia langsung histeris,"Tidak!!...Tidak
mungkin...Saanskar....putraku..."
Sujata pingsan untung Durga Prasad menangkap segera
menangkap tubuh isterinya dan segera membawanya ke dalam.Dimintanya Annapurna
menjaga Sujata.Annapurna menghasut raja,"Yang Mulia,mata jahat telah
memandang ke Maheswari.Semua ini takkan terjadi jika kerajaan kita tidak
membantu Bengali melawan musuh mereka.Jika kita tetap menjalin persahabatan
dengan mereka maka mata jahat itu akan terus memandang istana kita dan..."
Durga berang,"Apa maksud perkataanmu ini Annapurna??"
Annapurna segera bersujud,"Yang Mulia,semua ini hanya untuk
menyelamatkan putra hamba,satu2nya penerus Yang Mulia yang masih tersisa.Hanya
itu Yang Mulia."
Durga pergi tanpa mengatakan
apapun.Namun Annapurna tahu bahwa raja akan termakan hasutannya.Kehilangan
putra kesayangannya adalah pukulan besar.Ia tersenyum sambil melirik ke arah
Sujata yang masih tak sadarkan diri,'Sekarang putrakulah yang akan menjadi
penerus tahta Maheswari...Raja akan menyayanginya dan kemudian semua wanita
akan menyebutku berbahagia ha..ha..karena akulah yang melahirkan pewaris tahta
Maheswari.'
Annapurna memang benar Durga termakan hasutannya dan memutuskan
persahabatan dengan Bengali,"Mulai kini antara Maheswari dan Bengali yang
ada adalah permusuhan!Jika kau masih mengasihi nyawamu sebaiknya kau pergi dari
sini Shekar!!Apapun yang pernah kita sepakati selama ini semua kini tak ada
lagi!!"
Shekar terus meminta maaf
namun apa daya Durga terlanjur murka dan masih berduka.Ia akhirnya pergi dengan
kecewa,'Jika saja Pangeran Saanskar masih hidup...semua takkan jadi
begini...dua kerajaan takkan jadi retak hubungannya...'
Kerajaan Maheswari
berduka.Rakyat berkabung atas kematian Putra mahkota mereka.Hanya Annapurna
yang tampak masih bisa tersenyum diantara linangan air mata pura2nya,'Aku sudah
menyuruh Rajat kembali ke negerinya.Tak ada yang tahu bahwa penyerangan Mumbai
ke Bengali akulah yang merencanakannya.Aku meminta Rajat menyerang Bengali dan
melenyapkan Saanskar.Kini era baru telah dimulai di Maheswari dan inilah masa
kejayaanku dan putraku.Pangeran Mahkota Laksya Maheswari.Ha..ha..'
Selama setahun akan dilakukan
perkabungan atas meninggalnya Pangeran Saanskar.Sebuah tanda betapa sayangnya
Durga Prasad pada mendiang putra sulungnya.Namun benarkah Pangeran Saanskar
telah wafat?Sorry jawabannya masih next part **see you next part**
Part 4 OLDEST PRINCE : Drawn
Away
Habis lihat Swaragini
nih.Masih di tahap dimana Swara masih belum mencintai Saanskar tapi slow but
sure the love will bloom.Saya senang sekali serial ini karena di libur panjang
ini bisa lihat.Oke kita lanjut kisah Swasan karya saya.Ini dia Oldest Prince
part 4 dengan subjudul 'Terbawa jauh'. Seperti janji saya mari kita cari
kebenaran soal Putra Sulung Raja Maheswari.
°¤ DI SEBUAH PULAU ...
Sebuah perahu menyusuri perairan di
pulau itu.Prajurit yang bertugas mengendalikan perahu memandang pria yang
menjadi penumpangnya dan melihat bawaannya,"Hey,apa isi karungmu itu
sepertinya sangat berat?Apa isinya makanan?"
Pria berbadan besar itu segera mencengkeram baju prajurit itu,"Kau
mendayung saja Prajurit!!Apa yang kubawa dan apa isinya itu bukan urusanmu!Bawa
saja perahumu ke tujuanku.Cepat!!"
Prajurit itu memandang karungnya,'Aku yakin pasti isinya orang.Siapa
lagi yang dibawa kemari?Kenapa harus dimasukkan dalam karung?'
Sampai di tujuan gerbang jeruji menanti,pria bertubuh besar itu berkata
pada petugasnya,"Buka gerbangnya!Aku membawa pesan dari Paduka!"
Ia menunjukkan sesuatu pada
mereka dan gerbangpun dibuka.Sampai di dalam pria bertubuh besar itu disapa
oleh penjaga disana,"Sahil,kali ini siapa yang kau bawa?Apa dari kalangan
bangsawan lagi?"
Pria kekar itu turun dari perahu dan membuka karung yang ia
bawa,"Kalian akan terkejut melihat apa isi karungku."
Dari karung itu seorang pria
muda nan tampan tampak tak sadarkan diri.Prajurit yang mendayung perahu tadi
melihatnya,'Itu kan Pangeran Saanskar.Pewaris tahta kerajaan Maheswari yang
dikabarkan sudah tewas?Bagaimana ia bisa jatuh di tangan Sahil?Dugaanku benar
Rajat menyembunyikan tahanan2 pentingnya di sini.Aku harus menyelidiki lebih
lagi kemungkinan besar Raja Ram juga disekap di sini.Tak mungkin Raja Ram sudah
tiada seperti yang diberitakan,apa yang terjadi pada Pangeran Saanskar mungkin
juga dilakukan pada Raja Ram.Kematian rekayasa demi meraih kekuasaan.'
Sahil berkata pada penjaga,"Kata Paduka tawanan ini harus
ditempatkan di sel khusus.Ingat dia ini putra sulung Durga Prasad yang terkenal
itu.Kalian harus menjaga dia baik2!"
Usai mengatakan itu Sahil kembali
naik perahu dan meninggalkan pulau itu.Di perjalanan prajurit perahu itu
mencoba mengorek keterangan lebih lagi,"Anda sungguh hebat Tuan!Mampu
menjadi kepercayaan Paduka Rajat.Pasti hebat sekali kemampuan Anda.Bolehkah
Anda mengajariku supaya akupun bisa seperti Anda?"
Sahil malah menenggak minuman,"Aku belajar dari Paduka Rajat.Dia
selalu memakai akal lebih dari otot.Pangeran Saanskar dan Raja Ram itu sama
karakternya,mereka itu sangat peduli pada rakyatnya maka aku cukup memanfaatkan
sisi kepedulian mereka untuk menjebak mereka dalam perangkapku.Ha..ha..."
Prajurit itu makin yakin bahwa Raja Ram juga disekap di pulau itu,'Aku
telah mencari sekian lama,akhirnya benar pulau ini menjadi tempat dimana Raja
Ram,kakak Rajat,ditawan.Rajat pasti telah membuat kematian palsu seperti yang
ia lakukan pada Putra Sulung Raja Durga.Aku harus mencari jalan untuk
membebaskan mereka.Tapi bagaimana?Kurasa aku harus ke Bengali.Raja Shekar akan
senang jika tahu bahwa Pangeran Sanskar masih hidup.Bukankah dia yang
disalahkan atas kematian pewaris tahta Maheswari itu?Benar,aku akan ke
Bengali.'
Siapa itu sebenarnya Raja
Ram?Dia adalah penguasa Mumbai sebenarnya,kakak Raja Rajat.Namun Rajat
memalsukan kematiannya dan naik tahta.Mari kita lihat ke dalam ruang tahanan
saja.
°~ RUANG TAHANAN ...
Tubuh Saanskar dimasukkan ke
sebuah sel.Tak bisa melihat apapun selain jeruji besi dan tahanan lain.Seorang
pria seusia Durga Prasad mendekati jeruji untuk melihat siapa yang dibawa kali
ini oleh para penjaga.Penjaga segera mengunci ruang tahanan Saanskar dan
berkata pada pria itu,"Hey Pak Tua...ada teman untukmu.Kau tak akan
kesepian lagi sekarang!Nasibnya juga tak beda jauh darimu ha..ha.."
Pria tua itu menunggu sampai para penjaga pergi baru ia mendekati ruang
tahanan Saanskar,"Anak muda!Bangunlah..."
Saanskar mulai membuka matanya,kepalanya terasa sakit dan ia heran
melihat sekitarnya,"Dimana ini?Mengapa aku bisa ada di
sini?Aduh...kepalaku..."
Pria tua itu bertanya dari balik jerujinya,"Siapa kau anak
muda?Aku sudah lama di tempat ini.Entah sudah berapa lama aku sampai tidak
tahu.Namaku Ram.Siapa namamu?Bagaimana kau bisa berurusan dengan adikku
Rajat?"
Saanskar mencoba untuk bangun,namun terhuyung,"Rajat itu adik
Paman?Jadi Paman adalah Raja Ram yang dikabarkan sudah tiada itu?...Maaf
Paman,ayahku sering bercerita tentang Paman.Paman pasti mengenal ayahku,Raja
Durga Prasad Maheswari.Aku putra sulungnya,namaku..."
Pria bernama Ram itu menyahut,"Pangeran Saanskar Maheswari...Durga
sangat bangga padamu.Aku ingat ia memperkenalkanmu kala berkunjung ke
Mumbai.Kau putra kesayangannya...Kau sudah besar sekarang.Setahuku Mumbai tidak
bermusuhan dengan Maheswari.Lalu mengapa kau bisa ada di sini?"
Saanskar duduk bersandar di dinding,"Saya hanya ingat bahwa saya
sedang membantu kerajaan Bengali melawan musuh.Mumbai ingin menguasai Bengali
dan sebagai sahabat,Maheswari memberikan bantuannya.Terakhir saya ingat sedang
membantu penduduk yang rumahnya dibakar musuh.Saya mendengar teriakan minta
tolong dari dalam rumah yang terbakar dan saya segera bergegas masuk untuk
menolong tapi tiba2 semua gelap.Saya tidak ingat apa2 lagi setelah itu."
Ram merasa iba mendengarnya,"Rajat memang sangat licik.Dia memakai
cara apa saja demi mencapai tujuannya.Aku tak sangka bukan hanya padaku ia
melakukan hal serendah itu tapi juga kepadamu.Ayahmu pasti sedih
kehilanganmu.Atau mungkin ia juga mengira kau sudah tiada.Kau harus keluar dari
tempat ini Nak..."
Saanskar melihat sekitarnya,"Tapi ini dimana Paman?"
Ram berkata,"Inilah penjara pulau Bagallan.Pulau yang dikelilingi
oleh lautan.Penjagaannya juga terkenal ketat.Kerajaan Mumbai memakai pulau ini
sebagai tempat pembuangan."
Saanskar memandang langit2,'Ayahanda...Ibunda...bagaimana aku bisa
keluar dari sini?'
Pangeran sulung Maheswari
ternyata masig hidup tapi bisakah dia keluar dari penjara itu?**see you next
part**
Part 5 OLDEST PRINCE : Find
None
Saya menulis kisah ini karena
suka banget dengan pairing Swasan di serial Swaragini.Sejak awal melihat yang
membuat serial ini berbobot di mata saya malah bukan pemeran utamanya karena
waktu itu Saanskar belum muncul.Yang muncul hanya Swara,Ragini,Laksya dan kedua
keluarga mereka yang selalu ribut.Nah tokoh yang memukau saya justru Ayah
Laksya,Durga Prasad Maheswari.Penampilannya yang beda dengan kepala gundul
sungguh bagi saya memperkuat karakternya yang tegas dan berwibawa.Saya tidak
heran jika pemirsa kurang berminat melihat awalnya tapi jika sudah mengikuti
kisah kakak beradik Swara dan Ragini juga saudara sepupu Saanskar dan Laksya
maka akan terpikat dengan karakter mereka.Swara yang begitu sayang pada adiknya
Ragini bahkan rela melepas pria yang ia cintai demi kebahagiaan adiknya.Sayang
Ragini malah begitu licik dan jahat pada kakaknya karena terobsesi pada
Laksya.Laksya sendiri awalnya pemuda yang bengal dan playboy namun sejak kenal
Swara berubah menjadi baik.Hal yang sama juga terjadi pada Saanskar yang
awalnya berkomplot dengan Ragini karena dibutakan dendam terhadap keluarga
Maheswari yang telah memisahkannya dari wanita yang ia cintai yaitu
Kavita.Kavita dikabarkan dibunuh oleh Durga Prasad lewat preman2 namun Swaralah
yang kemudian membongkar tragedi itu dan ternyata Kavita masih hidup.Disinilah
indahnya drama manakala pemirsa harus berubah pairing karena Swara telah mengikhlaskan
Laksya untuk Ragini dan Saanskar malah jatuh hati pada Swara.Awalnya serial ini
menggiring penonton pada pairing SwaLak karena Saanskar belum muncul disana
namun kala alur cerita berubah maka serial ini justru menarik hati
saya.Bagaimana dua saudara sepupu berebut seorang wanita yang sama.Dan siapakah
yang akhirnya berhasil mendapatkan hati Swara?Tentu saja dengan membaca karya
saya ini,pembaca tahu jawabannya.Oke kita lanjut kisah Oldest Prince.Let's go!
●°
KERAJAAN BENGALI...
Raja Shekar kembali ke
istananya dengan wajah muram.Ragini jadi cemas,"Kenapa Ayahanda?Apa Raja
Maheswari menyalahkan Ayah atas kematian putra sulungnya?"
Shekar malah meminta maaf pada putrinya itu,"Ayah bisa mengerti
kemarahan Raja Durga.Dia sedang sangat berduka.Kau tahu kan betapa ia sangat
menyayangi Putra sulungnya itu.Ayah juga heran kenapa musuh bisa melakukan ini
pada Pangeran Saanskar.Dia pangeran yang baik dan dicintai rakyat.Dan anehnya
lagi pasukan Mumbai kemudian pergi usai membunuh Pangeran Saanskar.Ayah merasa
ada yang aneh dengan semua ini."
Ragini jadi sedih,"Apakah ini artinya kini Maheswari dan Bengali
bermusuhan Ayah?"
Raja Shekar mengangguk,"Aku coba menjelaskan semuanya tapi
Raja Durga Prasad begitu terluka dengan kehilangan putra tertuanya.Maafkan
Ayahmu ini Ragini karena jika saja Raja Durga tak memutuskan persahabatan
dengan Bengali maka perjodohan diantara kedua kerajaan pasti masih akan
dilanjutkan.Beliau masih punya putra lain dan kau tentu akan menikah dengan
pangeran dari Maheswari."
Ragini kembali ke kamarnya
dengan murung,Swara coba menghiburnya.Dayang yang sebenarnya putri Raja Shekar
juga itu memainkan alat musik untuk menghibur junjungannya.Swara memang pandai
bermain alat musik,"Swara,mainkan untukku musik yang sedih.Hatiku sedang
gundah sekarang."
Swara menurutinya,'Kenapa Putri tampak sedih sejak kepulangan
Baginda?Apa yang sebenarnya terjadi?Apa karena kematian Pangeran Saanskar yang
penuh misteri itu?Aku bahkan ngeri melihat jasadnya.Padahal dari yang aku dengar
Pangeran Sulung kerajaan Maheswari itu berwajah sangat tampan.Tapi musuh telah
membakar jasadnya.Sungguh kejam mereka.Dari yang aku dengar mereka musuh
sengaja mundur hingga ke perbatasan sehingga Pangeran Saanskar terus
mengejarnya.Entah kenapa aku merasa jasad yang ditemukan itu palsu.Karena untuk
apa musuh melakukan itu sementara pada pasukannya saja mereka tidak
membakarnya.'
Swara menghentikan permainan musiknya,"Putri sedih karena
meninggalnya Pangeran Saanskar ya?Mungkin putri memang tidak ditakdirkan untuk
menikah dengannya.Jodoh memang bisa diatur tapi Langit juga yang
menentukan.Jangan bersedih putri.Putri sangat cantik lagipula bukankah Raja
Maheswari memiliki dua orang putra?"
Ragini berdiri dan menatap ke langit,"Kau benar Swara bahwa jodoh
itu ditetapkan oleh Langit.Tapi aku telah jatuh hati pada Pangeran dari
Maheswari."
Swara heran,"Bukannya Putri belum pernah bertemu dengan
Pangeran Saanskar?Bagaimana bisa Putri jatuh hati padanya?"
Ragini mendekati dayangnya itu,"Yang kubicarakan bukan Pangeran
Sulung Maheswari tapi Pangeran kedua Maheswari.Kau ingat dia datang kemari
untuk menjemput kakaknya."
Swara ingat,'Oh Pangeran yang memarahiku waktu itu ya?'
Ragini meneruskan ucapannya,"Jika Maheswari tak lagi mau menjalin
hubungan dengan Bengali lalu bagaimana kisah cintaku akan terwujud Swara?"
Swara terdiam bingung juga mau jawab
apa.Ia malah mondar-mandir sambil berpikir,"Menurut saya putri Pangeran
Saanskar itu masih hidup.Musuh sengaja membakar mayatnya supaya kita mengira
bahwa dia benar sudah tiada.Hanya saja...saya tidak punya bukti untuk
itu...karena menurut saya kematian itu sangat aneh Putri."
Ragini berkata,"Kau ini mengada2 Swara...oh ya bukannya biasanya
kau pulang?Pulanglah ibu dan nenekmu pasti merindukanmu.Sudah lama kau tidak
mengunjungi mereka."
Swara senang bisa pulang.Namun
kala sampai di gerbang,ia melihat seorang pria yang diusir oleh penjaga
gerbang.Pria itu terus memohon ingin bertemu Raja,"Penjaga ijinkan aku
masuk.Aku membawa berita yang sangat penting.Ini mengenai Pangeran
Saanskar."
Penjaga malah menertawakannya,"Hey semua orang sudah tahu bahwa
Pangeran Saanskar telah wafat.Kau ini benar2 orang aneh!Pergi sana!!Raja sedang
tidak mau bertemu siapapun."
Swara mendekati pria itu,"Tuan,aku dayang dari putri Raja
Shekar.Kau bisa katakan padaku apa yang ingin kau sampaikan pada Raja.Aku akan
menyampaikannya nanti."
Pria itu rupanya si prajurit perahu,"Sampaikan pada Raja bahwa
sebenarnya...Pangeran Saanskar masih hidup.Aku akan mengatakan dimana dia berada
jika Raja mau membantuku."
Swara kaget mendengarnya,"Pangeran Saanskar masih hidup?Tunggu
disini.Aku akan beritahu Putri soal ini."
Swara kembali ke dalam istana
dan memberitahu Ragini mengenai apa yang dikatakan prajurit perahu
tadi.Raginipun memberitahu ayahnya.Raja Shekar segera menemui pria tadi dan
menanyakan banyak hal padanya,"Sungguh kau melihat sendiri bahwa Pangeran
Saanskar masih hidup?Kau tidak berbohong bukan?"
Pria itu menjawab,"Hamba tahu hukumannya jika berbohong pada
Raja.Selama ini hamba hanya ingin memulihkan kembali kerajaan Mumbai.Sejak
Rajat berkuasa rakyat menderita.Pajak begitu tinggi.Sementara Rajat hidup mewah
di istananya.Keluarga hamba dulu ditolong oleh Raja Ram dan hamba tak percaya
jika beliau sudah tiada.Jika Paduka bersedia membantu saya menemukan raja Ram
maka saya akan menunjukkan tempat dimana mereka menyekap Pangeran
Saanskar."
Raja Shekar bersedia dan mengirim panglimanya serta pasukan khusus
untuk ikut dengan pria itu,"Bawalah Pangeran Saanskar kepadaku.Jika benar
dia masih hidup maka permusuhan antara Maheswari dan Bengali takkan ada
lagi.Panglima,kau pergilah dengannya.Bantu dia menemukan Raja Ram juga.Jika
Pangeran Saanskar sudah kau temukan segera bawa dia kemari."
Ragini berkata,"Ayah,apa tidak sebaiknya kita memberitahukan
berita ini kepada kerajaan Maheswari.Mereka pasti akan sangat senang mendengar
berita ini."
Raja Shekar berpendapat lain,"Jika kita memberitahu mereka tanpa
bukti pasti mereka mengira kita mempermainkan mereka.Sebaiknya kita temukan dulu
Pangeran Saanskar dan baru memberitahu mereka.Lagipula Panglimaku telah
mengenal seperti apa Pangeran Saanskar,ia akan mengenalinya.Aku tak sangka
Rajat begitu licik."
Akhirnya pasukan itu berangkat menuju pulau Bagallan.Mari kita lihat
kondisi di Maheswari.
●• ISTANA MAHESWARI...
Permaisuri Sujata terus saja
bersedih.Raja Durga sendiri juga bermuram durja.Para menteri tak berani
mengusik Raja.Annapurna meminta Laksya untuk menghibur ayahnya,"Temani
Baginda.Kau kini putranya satu2nya.Kau harus mengambil alih posisi
kakakmu."
Laksya berkata,"Sampai kapanpun posisi kakak di hati Ayah takkan
pernah terganti Ibu.Aku tahu benar bagaimana bangganya Ayah pada kak
Saanskar.Dan aku tak pernah iri akan hal itu Ibu.Kakak memang berhak
mendapatkan semua kasih sayang dari Ayah bahkan dari semua orang.Ibu ingat aku
selalu membuat masalah di istana,aku kerap menentang Ayah tapi kakak selalu
melindungiku.Aku takkan mengambil tempatnya Ibu."
Annapurna kesal mendengar bahkan putranya sendiri mengagumi putra Sujata,"Terserah
apa yang kau katakan.Ibu hanya minta kau lebih meluangkan waktu untuk bersama
ayahmu.Kau harus belajar menjadi penerus tahta seperti yang biasa dilakukan
kakakmu yang telah tiada."
Laksya ingat ucapan Saanskar dulu,"Adik!Kau harus menghormati ayah
dan ibu.Karena merekalah yang telah diberi kepercayaan untuk merawat
kita.Mereka telah mengorbankan banyak hal untuk kita.Ayah memarahimu bukan
karena tak sayang padamu.Ia ingin kau menjadi orang yang lebih baik.Jika aku
salah ayah juga akan melakukan hal sama padaku.Karena sudah menjadi tugas
beliau untuk membimbing kita.Kau mengerti?"
Laksya berkaca2 mengingat semua itu,"Kakak...aku janji akan
menjaga ayah dan kedua ibu kita.Aku janji kak..."
Laksya menemui ayahnya.Durga yang tengah mengenang Saanskar mengira
Laksya adalah putra sulungnya,"Saanskar...kau datang Putraku...lihatlah
banyak laporan menumpuk...ayo kemarilah dan bantu ayah
menyelesaikannya..."
Laksya menahan pedih melihat sikap ayahnya,"Ayah...ini
Laksya..."
Durga terpaku dan terduduk
dengan lesu.Gulungan2 laporan dari para pejabat terlepas dari
genggamannya,Laksya memungutnya kembali,"Ayah...aku tahu bahwa aku tak
sebanding dengan kakak...tapi aku akan berusaha menjadi seperti dia dan
membantu Ayah seperti yang biasa dilakukannya.Aku bahkan tidak keberatan jika
Ayah terus mengira aku adalah kakak...jika itu bisa mengurangi kesedihan
ayah..."
Durga terdiam dan dipeluknya
Laksya.Annapurna tersenyum melihatnya dari jauh,'Baginda akan menyadari bahwa
putranya kini hanyalah putraku.Ia harus menerima kenyataan bahwa putra sulung
yang begitu ia banggakan telah mati.Tahta Maheswari akan menjadi milik
putraku.Dunia akan menertawakan Sujata,karena meski aku bukan permaisuri namun
putrakulah yang akan duduk di tahta.'
Benarkah Laksya yang akan menduduki tahta Maheswari kelak?***see you
next part***
Part 6 OLDEST PRINCE : Heaven
On Earth ( Surga Di Bumi )
Barusan lihat motogp dan saya
menemukan rider baru di kelas moto2 yaitu Miguel Oliviera.Saya itu sebenarnya
sudah punya rider fave di kelas moto2 tapi yang satu sedang cidera karena
kecelakaan tunggal di race sebelumnya.Sedang satunya ga perform sampai
finish.Padahal di dua race sebelumnya moto2 ga dilive.Eh giliran dilive malah
rider2 jagoan saya ga tampak di layar kaca.Saat itulah saya melihat motor
dengan no 44 punya KTM,wah pembalapnya siapa ya?Dan akhirnya saya hunting siapa
pembalap itu.Dan saya kini punya tiga rider fave di moto2.Saya kalau lihat film
atau serial juga gitu,ga mesti saya mau lihat karena pemeran utamanya.Saya juga
ga nonton semua serial India,hanya tertentu saja yang menawan hati saya karena
saya itu seorang analisis aslinya.Jadi melihat gitu ga asal lihat.Saya mending
matiin tv daripada nonton tayangan yang ga saya bener2 sukai.By the way,yuk
lanjut ceritanya.
~~PULAU BAGALLAN...
Sahil ternyata bukan orang bodoh,dia
tahu bahwa kelakuan prajurit perahu yang ia temui sungguh mencurigakan.Ia lalu
memperketat penjagaan terutama pada Sanskaar.Alhasil kala pasukan khusus
suruhan Raja Bengali menyusup ke penjara itu,mereka kesulitan membebaskan Raja
Ram dan Pangeran Sanskaar.Panglima Bengali senang sekali melihat Sanskaar masih
hidup,"Pangeran!Ayo kita keluar dari sini.Maheswari berduka dan Raja Durga
sangat sedih mengira Pangeran sudah tiada." Prajurit perahu juga senang
sekali menemukan Raja Ram,"Paduka,ternyata benar Paduka masih
hidup,sekarang kami akan membawa Paduka keluar dari penjara ini."
Sahil muncul dan berhasil menangkap lagi Raja Ram,"Enak saja
kalian mau pergi membawa kabur tawanan khususku.Aku tidak akan biarkan!!"
Medan pulau Bagallan yang
dikepung air menyulitkan mereka namun Sanskaar berhasil mengalahkan
Sahil.Sayang Sahil menyandera Raja Ram.Raja Ram berkata,"Sudah kalian
pergi saja tanpa aku.Bawa saja Pangeran Sanskaar pergi dari sini dan selesaikan
kesalahpahaman diantara kedua kerajaan."
Tapi Sanskaar malah menyelamatkan Raja Ram dari cengkeraman
Sahil,"Tidak Paman.Paman yang harus pergi.Paman sudah lama berada di
sini.Kondisi Paman lebih lemah dariku.Aku lebih muda Paman aku akan baik2
saja.Pergilah kalian ke Maheswari dan katakan pada ayahku bahwa aku ada di
sini.Bahwa aku masih hidup.Cepatlah!Aku akan mengecoh Sahil ke arah lain.Ia
akan memilih mengejarku.Hanya ini cara satu2nya kalian bisa pergi dari sini.Kita
harus berpencar.Kalian ke sana dan aku ke arah lain.Cepatlah sebelum pasukan
Mumbai kemari!"
Mereka mengikuti saran
Sanskaar dan memang berhasil mengecoh Sahil namun Rajat datang bersama
pasukannya dan menangkap Sanskaar.Ia memindahkan Sanskaar ke penjara lain
secara diam2.Rajat berpikir,'Saat ini Durga Prasad sedang berduka dan aku yakin
dalam waktu dekat ia akan menyerang Mumbai.Aku akan menghabiskan banyak emas
untuk membiayai perang ini.Apalagi Bengali sudah mendapatkan kakakku Ram,aku
yakin ia akan menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa putra sulungnnya ada di
sini.Dan jika ia mendengarkan perkataan itu dan menemukan putranya benar disini
maka ia akan memusuhi Mumbai dan berdamai dengan Bengali.Jika mereka bersahabat
lagi maka akan sulit bagiku menguasai kerajaan2.Saat ini Annapurna takkan mau
membantuku karena pewaris tahta Maheswari baru akan diumumkan setelah
perkabungan usai.Dan itu masih satu tahun lagi.Nanti saja setelah waktu itu
tiba aku akan mengancam dia lagi dengan keberadaan Sanskaar.Ia pasti akan
memberiku banyak emas.Kini aku harus tunjukkan pada Durga Prasad bahwa Mumbai
tak ada hubungannya dengan kematian anak sulungnya.Jika perlu aku akan
menunjukkan semua penjara Mumbai padanya.Mengenai Ram aku yakin ia takkan turut
campur karena itu adalah intern masalah kerajaan Mumbai.Aku akan pura2 gembira
kakakku kembali dan menyerahkan tahta padanya.Namun aku akan menyusun kekuatan
kembali.Lagipula seluruh harta dan emas di Mumbai sudah kuambil dan kusimpan di
tempat yang aman.Kak Ram akan memerintah kembali Mumbai yang sudah
miskin.Ha..ha...'
~~ ISTANA MAHESWARI...
Sebelum Raja Ram tiba di
Maheswari,Rajat menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa ia ikut berduka cita
atas kematian pangeran Sanskaar dan menyatakan bahwa pelakunya bukan pasukan
Mumbai karena di Mumbai sendiri juga mengalami kejadian sama dengan Raja
sebelum dia.Annapurna jelas mendukungnya karena ia tak mau Rajat membongkar
kebusukannya.Bahkan Rajat memutarbalikkan fakta dengan mengatakan,"Itulah
kenapa saya menyerang Bengali karena dari mata2ku aku mengetahui Raja Shekar
menyekap kakakku.Jika Kau tak percaya mari ikutlah aku ke sana."
Durga Prasad berpikir,'Seandainya ada Sanskaar maka aku akan meminta
pendapatnya karena ...'
Durga masih ingat bagaimana banyak hal pelik diselesaikan oleh
putranya itu.Masih terngiang2 perkataan putra sulungnya itu,"Ayah,semua
perkara tak seperti kelihatannya di permukaan.Jika kita salah membuat keputusan
maka rakyat yang akan menderita."
~~ PERBATASAN BENGALI...
Ia lalu ikut dengan Rajat ke
Bengali tapi baru sampai perbatasan ia bertemu Raja Shekar yang hendak menuju
ke Maheswari bersama Raja Ram.Ram berkata,"Sahabatku Durga kau jangan
termakan hasutan adikku.Aku bisa berada di Bengali karena raja Shekar
menolongku dari penjara Rajat.Bahkan aku bertemu putra sulungmu,Pangeran
Sanskaar disana."
Durga Prasad terpana mendengarnya,"Sanskaar masih
hidup?Benarkah?Mengapa kalian tak membawanya serta?"
Rajat malah bergaya menangis bahagia bertemu kakaknya lagi,"Oh
Kakakku aku sungguh bahagia melihat kau baik2 saja Kak.Kembalilah ke Mumbai
Kak.Aku tak secakap dirimu memimpin kerajaan.Aku ingin mengembalikan semuanya
kepadamu saja."
Ram malah curiga,"Rajat,kau jangan coba membodohi kami.Kau menyekapku
di pulau Bagallan bertahun2 dan kau bilang bahwa Raja Shekar yang melakukan
semuanya?Aku akan membawa Raja Durga ke pulau itu untuk menunjukkan padanya
bahwa kaulah yang melakukan semuanya.Bahwa Pangeran Sanskaar masih hidup.Ayo
kita ke pulau itu saja!"
Ram terkekeh dalam hati,'Kalian semua masuk perangkapku.Seluruh raja2
menuju penjaraku dan kalian tidak sadar bahwa kalian menuju sarang
ular.Ha..ha..'
Mereka semua berangkat ke
pulau Bagallan.Namun mereka tak menemukan Sanskaar di sana.Rajat malah menangis
bombay kala Ram menuduhnya menyembunyikan Sanskaar,"Buat apa aku
sembunyikan Pangeran Sanskaar kak?Mumbai tak pernah bermusuhan dengan
Maheswari.Aku menyerang Bengali karena aku dengar merekalah yang menyekap
kakak.Lihat saja bagaimana mereka tahu kakak di sini."
Semua jadi bingung dengan
ucapan Rajat,apalagi kala ia menyerahkan tahta Mumbai kembali pada Ram.Durga
akhirnya memilih kembali ke Maheswari,ia sangat marah pada Shekar karena tak
bisa menemukan pelaku pembunuhan pada Sanskaar.Shekar berusaha bicara
padanya,"Durga dengarkan aku.Aku sungguh tidak bohong padamu,panglimaku
sendiri melihat putra sulungmu disekap di sini.Buat apa aku bohong
padamu?"
Durga berkata,"Sampai aku melihat putraku kembali baru hubungan di
antara kita akan seperti sebelumnya.Aku pergi!"
Ram berjanji pada Shekar akan
membantunya memulihkan hubungan antara Maheswari dan Bengali.Ram lalu kembali
ke Mumbai.Rajat tersenyum melihat semuanya,'Bagus,jika mereka saling bermusuhan
maka mudah sekali menghancurkan mereka.'
Wah lalu gimana nasib Pangeran Sanskaar ya?***see you next part***
Part 7 OLDEST PRINCE : Roles
( Peran )
Akun ini saya ganti namanya
dengan nama pairing fave saya dalam Swaragini yaitu Swara dan suaminya Sanskaar
Maheswari.Apa yang membuat saya suka mereka?Swara itu nama aslinya Helly
Shah,dia punya hidung mancung,mata berbinar,rambut panjang nan indah tapi yang
paling saya suka adalah bibirnya.Sangat menawan dan membuat wajahnya terlihat
so cute.Perannya sebagai kakak Ragini satu ayah beda ibu sungguh menawan hati saya
walau awalnya saya justru suka penampilan Ragini yang lugu,halus dan nampak
anggun.Namun kemunculan Varoon Kapoor sebagai Sanskaar Ram Maheswari,saya lupa
eps berapa ya..sungguh memukau saya.Padahal waktu itu saya ogah2an lihat
Swaragini,soale lakon saya kesannya bakal sedih.Saya pikir waktu itu Sanskaar
bakal jadi pasangannya Ragini karena Laksya dan Swara saling mencintai,saat itu
lho ya he..he..Nah muncul sebagai orang gila dengan penampilan lusuh,kotor dan
dekil justru membuat saya interest dan penasaran dengan peran Sanskaar.
Saya pun kepoin siapa dia
sebenarnya di keluarga Maheswari.Kok bisa gila?Rupanya dia anak sulung Ram
Maheswari dan Sujata.Adiknya bernama Utarra.Dia adalah kakak sepupu Laksya.Dia
mengira pacarnya mati dibunuh Durga Prasad Maheswari dan Laksya membantu
pembunuhan itu.Itulah kenapa dia mau membantu Ragini balas dendam pada keluarga
Maheswari.Namun kala melihat Swara menjadi korban balas dendamnya padahal Swara
ga ada sangkut paut apapun dengan masa lalunya membuat Sanskaar sadar betapa
kejamnya Ragini.Ia lalu memutuskan kerja sama dengan Ragini karena tak ingin
menyakiti Swara.Bahkan Swaralah yang menyadarkannya dari niat balas dendam dan
menjadi orang yang baik dan memaafkan keluarganya karena pembunuhan Kavita
masih misteri.Nah sejak itulah Sanskaar berada di pihak Swara dan mendukungnya
dengan setia hingga ia rela berpura2 menjadi suami Swara.Namun kebersamaan
mereka yang intens bahkan sering satu ruangan membuat ia jatuh hati pada
Swara.Namun Swara hanya menganggapnya teman dan masih trauma dengan cinta.
Gagalnya pernikahannya dengan
Laksya membuat Swara menutup pintu hatinya rapat2.Namun Sanskaar tetap terus
mendukungnya dan sadar bahwa cintanya hanya sepihak,ia tak menuntut Swara
membalas cintanya.Ia hanya ingin mencintai Swara bahkan ia berkata pada ibunya
bahwa ia takkan menikah selain dengan Swara.Ketulusan dan dukungan Sanskaar
diam2 menumbuhkan benih cinta di hati Swara pada kakak sepupu Laksya
itu.Sayang,kala ia hendak memperjuangkan cinta keduanya itu,Kavita hadir
kembali dalam hidup Sanskaar.Siapakah yang akan dipilih Sanskaar kali ini?Cinta
pertamanya yang membuat dia sampai pura2 gila atau cinta keduanya yang diawali
dari pernikahan pura2?Silakan tebak dan saksikan sendiri he..he..Nah saking sukanya
sama pairing Swasan maka saya buat kisah Oldest Prince.Baiklah sekarang kita
lanjut cerita saya.Chalo!
¤¤ SATU TAHUN KEMUDIAN DI ISTANA MAHESWARI...
Tampak Laksya sedang dipakaikan pakaian kebesaran oleh
ibunya,"Ibu,aku tidak mau memakai pakaian ini..."
Annapurna terus memaksa putranya,"Jika kau terus membantah ibumu
ini maka kau akan melihat mayat ibu..."
Tentu saja Laksya terkejut mendengarnya,"Apa yang ibu
katakan?Ibu,aku tak mau ibu menyakiti diri ibu sendiri...Aku hanya merasa bahwa
ini tidak benar Ibu...posisi putra mahkota aku tak pernah menginginkannya
ibu...itu milik kak Sanskaar ibu...aku tak pernah ingin posisi itu..tapi ibu
terus memaksa ayah untuk memberikan posisi itu kepadaku.Kenapa ibu tak peduli
apa yang menjadi keinginanku?"
Annapoorna meminta semua pelayan dan
pengawal untuk pergi dari ruangan,ia tak mau mereka mendengar bahwa Laksya
menolak menjadi putra mahkota.Dihadapkannya putranya padanya,"Semua orang
tahu bahwa kakakmu sudah tiada.Dan waktu berkabung telah usai.Satu tahun telah
berlalu.Ibu tahu ayahmu telah mencari ke seluruh pelosok negeri perihal berita
bahwa kakakmu itu masih hidup.Tapi tak ada hasil.Susah payah ibumu ini
meyakinkan ayahmu untuk melanjutkan kelangsungan hidup kerajaan dan kau mau
menyia2kan usaha ibumu ini?"
Laksya teringat ucapan Sanskaar dulu kala ia hendak berangkat ke
medan perang,"Laksya,aku titip ayah,segala sesuatu bisa terjadi di medan
perang.Berjanjilah padaku kau akan mematuhi ayah dan membantunya saat aku tidak
di sisi beliau.Kerajaan kita begitu besar,banyak perkara yang harus beliau
tangani.Kau dan aku kita adalah saudara,kita harus menjadi
mata,telinga,tangan,dan kaki bagi ayah kita.Aku tidak akan marah bahkan jika
kaulah yang dipilih ayah menjadi penerus tahtanya.Kau tahu kenapa?Karena kita
adalah sama.Kita sama2 putra ayah."
Laksya terdiam,'Kakak...entah kenapa aku merasa kau masih hidup entah
dimana...segeralah kembali kakak...aku tak bisa memikul tanggung jawab sebesar
ini.Ayah membutuhkan kakak...hari demi hari beliau semakin lemah kak...ibu
Sujata juga lebih sering berpuasa daripada makan...istana ini tak semeriah dulu
lagi.Kakak...kumohon kembalilah...'
Satu tahun memang telah
berlalu sejak kematian Sanskaar.Maheswari berbenah dan Raja Durga sadar bahwa
posisi putra mahkota tak boleh kosong.Iapun menobatkan Laksya,putra keduanya
menjadi penerus tahtanya kelak.Namun sebelum acara dimulai seorang kurir datang
menemui Annapurna,Rajat memerasnya lagi dan kali ini Annapurna tidak mau
menurut begitu saja,'Apakah benar bahwa Sanskaar masih hidup?Selama ini setiap
kali Baginda pergi mencari kebenaran berita itu aku selalu menyertakan mata2ku
didalamnya.Dan hasilnya tidak ada.Tapi kali ini Rajat memakai berita itu untuk
meminta emas lagi padaku dan jumlah yang dia minta kali ini lebih banyak dari
sebelumnya.Aku tak boleh terus diperasnya.Aku akan mengirim mata2ku untuk
mengawasi dia.Aku harus melihat dulu bahwa Sanskaar benar2 masih hidup.Kalau
dia tak bisa menunjukkannya maka jangan harap aku akan memberikan emas itu
padanya.'
Rajatpun menyetujui syarat
dari Annapurna dan menyuruh Sahil menjemput Sanskaar.Annapurna diam2 mengutus
Adarsh,pengawal kepercayaannya untuk mengikuti gerak gerik Sahil,"Sahil
adalah orang kepercayaan Rajat maka dia pasti tahu dimana Sanskaar disembunyikan.Jika
dia hanya menggertakku maka dia akan mendapatkan balasannya.Jika nanti kau
temukan,bunuh saja Sanskaar.Sahil sangat suka dengan wanita yang pandai menari
dan bernyanyi.Kau carilah cara untuk membuat dia lengah."
Adarsh lalu mencari seorang penari untuk memperdaya Sahil.Mencari
keterangan soal keberadaan Sanskaar.
¤¤ PENJARA BAWAH TANAH...
Adarsh berhasil mendapatkan
keterangan dimana Sanskaar berada.Ia segera menuju ke sana.Sanskaar senang
sekali melihatnya,"Adarsh,bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?"
Adarsh melihat sekitarnya,"Ceritanya panjang Pangeran.Ayo kita
pergi dulu dari sini."
Sanskaar memandang dirinya,"Aku dirantai Adarsh.Kaki dan tanganku
dibelenggu.Bagaimana kau akan membebaskan aku?Hanya Sahil yang punya kuncinya."
Adarsh menunjukkan kunci di tangannya,"Tenang saja.Kuncinya ada
pada saya."
Adarsh lalu membawa Sanskaar keluar
dari penjara bawah tanah.Sanskaar lega sekali bisa melihat lagi dunia
luar,"Aku sungguh berterima kasih padamu Adarsh.Katakan padaku bagaimana
kabar keluargaku?Mereka baik2 saja kan?"
Adarsh merasa iba melihat kondisi Sanskaar,'Tegakah aku membunuhnya?Dia
lusuh dan dekil.Tak ada yang akan mengira bahwa dia adalah seorang
pangeran.Rambutnya kumal,kotor dan sudah seperti orang gila saja.Tapi apa yang
harus kukatakan pada Selir Annapurna?Apa yang harus kulakukan?'
Sanskaar melihat seorang pemanah,"Adarsh awas!!"
Sanskaar menyelamatkan
Adarsh,disitulah Adarsh sadar bahwa Annapurna tak mempercayainya dan mengirim
seseorang untuk membunuhnya.Tiba di sebuah tebing,Adarsh menceritakan
semuanya,"Sebenarnya hamba disuruh untuk membunuh pangeran.Semua ini
adalah siasat Selir Annapurna.Bahkan kematian Pangeran dia juga yang
merencanakannya namun Rajat memanfaatkannya.Pangeran harus segera kembali ke
Maheswari.Jika sampai Pangeran Laksya dinobatkan jadi putra mahkota maka
seluruh Maheswari akan berada dalam genggaman selir Annapurna karena Pangeran
Laksya dikendalikan olehnya."
Sanskaar terpana mendengarnya,"Jadi semua ini diatur oleh Ibu
Annapurna dibantu oleh Rajat?"
Si pemanah menyerang lagi kali ini
sasarannya Sanskaar,Adarsh menjadikan dirinya perisai dan mengorbankan diri
untuk Sanskaar,"Pergilah Pangeran!Ingatlah pada keluarga hamba jika kelak
pangeran kembali ke Maheswari."
Adarsh meninggal dan larilah
Sanskaar menghindari si pemanah.Saat itulah Sahil datang dan hendak menangkap
Sanskaar lagi.Tapi si pemanah berhasil melukai Sanskaar dan Sahil sehingga
keduanya jatuh dari tebing.Sahil langsung tewas menghantam bebatuan sungai tapi
tubuh Sanskaar hanyut terbawa arus menuju kawasan Bengali.
~~ BENGALI...
Swara seperti biasa kembali ke
rumahnya.Ia lihat cuma ada nenek dan ibunya di rumah,"Ibu,dimana kakek?Apa
kakek pergi mencari ikan ke sungai lagi?"
Sarmista mengangguk,"Benar sayang.Kau tahu kan kakekmu sangat suka
ikan.Jemputlah kakekmu kalau tidak beliau akan seharian di sungai.Pergilah
Nak!"
Swara bergegas pergi ke sungai sambil membawa penganan untuk
kakeknya,'Seperti biasa Baginda selalu memberiku banyak hadiah tiap kali aku
pulang.Tapi kenapa beliau selalu melarangku mengatakan kalau itu semua dari
beliau.Entah kenapa setiap kali aku berada di dekat Yang Mulia rasanya seperti
aku bukan dayang tapi putrinya.Beliau memperlakukanku sama seperti beliau
memperlakukan Putri Ragini.Bahkan setiap bepergian beliau selalu membelikan
sesuatu sama juga seperti yang diberikan kepada Putri Ragini.Katanya beliau
sudah menganggapku sebagai putrinya sendiri.Bahkan beliau selalu menawarkan
tandu untuk mengantarku pulang.Aku sungguh beruntung bisa mendapat kebaikan
beliau.'
Sampai di sungai,Swara bertanya pada para nelayan,"Apa ada yang
tahu dimana kakekku?"
Seorang nelayan menjawab,"Oh kamu Swara!Kakekmu tadi ke arah
sana.Cobalah kau cari di sebelah sana!"
Swara segera menuju ke arah yang dimaksud dan melihat kakeknya
dari jauh,"Kakek!!"
Sang kakek melambaikan tangannya,"Swara sini!Bantu kakek!!Ada yang
butuh pertolongan di sini!!" Swara bergegas mendekat dan memang ada
seorang pria tertelungkup di tepi sungai,"Kakek siapa dia?Apa dia masih
hidup?Aku akan memeriksanya kakek."
Swara lega pria itu masih hidup,"Tuan!Tuan!Bangunlah!Kakek...kita
harus menolongnya.Lihat kepalanya berdarah kakek.Dia terluka.Lihat di bagian
lain dia juga terluka kakek.Kasihan dia." Kakeknya lalu memanggil nelayan
yang lain,"Hoi!!Kemari!Bantu aku membawa orang ini ke rumahku!!"
Para nelayan segera datang
membantu.Swara juga memanggil tabib untuk memeriksa luka2 di tubuh pria
itu.Sarmista segera membuatkan bubur,"Swara berikan padanya jika dia sudah
sadar nanti.Kasihan dia..."
Swara melihat tabib sudah selesai memeriksa,"Tabib,bagaimana
keadaannya?Apa dia akan baik2 saja?"
Tabib malah kagum dengan kebaikan hati keluarga Swara,"Kalian
sungguh berhati mulia.Kalian tidak mengenalnya tapi mau menolongnya.Luka di
kepalanya sepertinya terbentur sesuatu.Tapi ia akan segera sadar.Aku sudah
memberinya ramuan.Tolong nanti di tempelkan di kepalanya dan juga di bagian
lengannya.Ada luka goresan di sana.Seperti bekas kena panah.Mungkin ia akan
demam nanti.Luka itu cukup parah.Disisi lain tubuhnya sangat lemah.Ia seperti
tidak terawat dalam waktu yang cukup lama."
Jelas saja pria itu adalah
Sanskaar.Ia dipenjara selama satu tahun.Swara mengingat baik2 semua pesan tabib
dan segera melihat keadaan pria asing itu.Pria itu membuka
matanya,"Tuan.Kau sudah sadar?Syukurlah."
Sanskaar melihat sekelilingnya,"Dimana ini?Kalian siapa?"
Swara menjawab,"Kau ada di rumah kami.Kami menemukanmu di pinggir
sungai Kissan.Itu kakekku,nenekku dan ibuku.Kalau aku namaku Swara.Kau sendiri
siapa namamu?Bagaimana kau bisa terluka?Apa yang terjadi padamu?"
Sanskaar memegangi kepalanya,"Aku?Siapa aku?...Aaah...apa yang
telah terjadi padaku?Aku..tidak ingat apapun..."
Tabib berkata,"Sepertinya ia kehilangan ingatannya akibat luka
dikepalanya.Kondisi ini butuh waktu untuk sembuh.Aku pergi dulu."
Kakek dan nenek mengantar tabib keluar,Swara ingat pesan ibunya dan
segera menyuapi Sanskaar dengan bubur,"Kau pasti lapar.Makanlah...tubuhmu
sangat lemah..."
Sanskaar memandang gadis di hadapannya,"Kalian sungguh baik
padaku.Terima kasih..."
Swara sangat perhatian pada
Sanskaar.Malamnya Sanskaar demam seperti kata tabib,dia gelisah dalam
tidurnya,"Ayah...ibu...tolong aku..."
Swara mendengarnya dan segera mengambil kompres,'Dia demam
tinggi...kasihan dia...jika kakek tidak menemukannya mungkin nyawanya tidak
akan tertolong...'
Sarmista memberikan ramuan,"Ini Swara,berikan padanya.Dulu ibu
juga pernah merawat orang sakit seperti ini demam tinggi dan mengigau.."
Sarmista tak meneruskan ucapannya,ia ingat pada masa
lalunya,'Shekar...Baginda...dulu kau juga pernah sakit seperti ini...kau pulang
dari medan perang dengan luka yang cukup parah...aku diperintahkan
merawatmu...sejak itulah kita menjadi dekat...dan...'
Sarmista keluar dari kamar dimana Sanskaar terbaring,Swara melihat
ibunya mengusap air mata kala melangkah keluar,'Aneh kenapa ibu menangis?'
Swara hendak pergi tapi Sanskaar memegang selendangnya,"Jangan
tinggalkan aku...."
Swara tidak jadi pergi,'Dia terus mengigau...nanti saja aku akan bicara
dengan ibu...'
Sanskaar tiba di Bengali tapi
kehilangan ingatannya.Sementara itu Laksya akan dinobatkan menjadi putra
mahkota Maheswari.Akankah Sanskaar bisa kembali ke Maheswari?
**see you next part**
Part 8 SWASAN STORIES
"OLDEST PRINCE" : Fight For Your Family
( Berjuang Untuk Keluargamu )
Dulu saya kecewa sekali karena cuma
bisa lihat serial Swaragini kalau di hari libur saja.Hari Sabtu dan
Minggu.Sekali tayang saja di Antv bisa 5 eps versi aslinya.Tapi kala hp saya
rusak eh adik saya malah mengajari saya cara download video di
youtube.Wow!!Saya langsung cari video2 Swaragini.Saya paling suka itu video pas
Sanskaar puasa buat Swara sampai terhuyung mau pingsan.Juga video saat pakaian
Swara nyangkut pada benang suci Sanskaar.Kini kalau saya pingin lihat Swaragini
saya tinggal klik video di hp saya.Sekarang saya ga perlu sedih lagi karena ga
bisa nonton Swaragini.Apalagi saya bisa menuangkan impian saya seputar mereka
dalam stories saya.Oke yuk lihat Swasan di cerita saya!Oke....
~~ RUMAH SWARA...
Sanskaar sudah turun
demamnya,Swara iba melihatnya.Dipandanginya pria malang dihadapannya
itu,'Syukurlah demamnya sudah turun.Kupikir aku adalah anak yang malang di
dunia ini karena tak tahu soal ayahku.Tapi pria ini dia jauh lebih malang
dariku.Setidaknya aku masih punya ibu,kakek dan nenek yang sangat
menyayangiku.Sedang dia....namanya sendiri saja dia tak ingat.Apalagi
keluarga.Rambutnya panjang dan berjambang sepertinya dia tak terurus dengan baik.Jika
orang melihatnya pasti mengira dia adalah orang gila.Entah kenapa melihat dia
hatiku ini jadi ikut sedih...'
Kakek Swara datang,"Cucuku kau seharian menjaganya.Sekarang
istirahatlah,kakek akan menjaganya di sini."
Swara menggeleng,"Tidak Kakek.Swara takut jika tiba2 demamnya
muncul lagi.Kakek saja yang tidur."
Dalam tidurnya Sanskaar
bermimpi melihat dia dikejar2 orang lalu dia juga melihat orang2 tapi dia tak
tahu siapa mereka.Mereka semua begitu menghormatinya.Sanskaar terbangun sambil
terengah2,"Hhh...hhh..."
Swara memberinya minum,"Kau demam tinggi tadi.Apa kau sudah ingat
siapa dirimu?"
Sanskaar menggeleng lemah,"Aku melihat orang2 dalam mimpiku tapi
aku tak tahu siapa mereka...maaf aku merepotkan keluargamu..."
Swara gantian yang menggeleng,"Nenekku bilang melakukan kebaikan
pada orang lain sama artinya kita sedang menabur kebaikan untuk kita
sendiri.Karena hidup itu seperti cermin apa yang kau lemparkan akan
terpantulkan kembali nanti."
Sanskaar tersenyum dan mencoba bangun tapi lengannya masih terasa
nyeri,"Aahh..."
Swara membantunya kembali berbaring,"Luka di lenganmulah yang
membuat kau demam tinggi,aku akan membersihkan lagi lukanya..."
Sanskaar menatap terpesona pada Swara,"Terima kasih...kau..."
Swara menaruh ramuan di luka Sanskaar,"Swara...panggil aku
Swara...kau tahan ya karena ini akan terasa sedikit perih..."
Sanskaar tidak merasa perih karena perhatiannya tertuju pada gadis
cantik di hadapannya,'Swara...nama yang sangat indah...seindah hatinya...ia
merawatku padahal nama saja aku tak punya...'
Sanskaar berbunyi perutnya,ia malu
sekali.Kebetulan Sarmita datang membawa nampan,"Sayang,kau belum makan
sejak tadi.Ini ibu bawakan juga bubur buat ..."
Swara menerimanya dan punya ide,"Kami kesulitan
memanggilmu...bagaimana jika kami memberimu nama saja?Apa kau setuju?Ibu juga
setuju bukan?"
Sarmista mengambil makanan Swara karena ia lihat putrinya itu malah
memilih menyuapi pria asing yang mereka tolong,"Terserah kau saja
sayang.Tapi kita akan memberi nama apa?"
Swara memandang Sanskaar,"Hmm...bagaimana jika Kissan saja ?Kami
menemukanmu di tepi sungai Kissan.Bagaimana?"
Sanskaar setuju,"Kissan...kedengarannya bagus....namaku
Kissan...Kau Swara dan Ibu..."
Sarmista tersenyum,"Namaku Sarmista..."
Sanskaar berkata,"Terima kasih Swara dan Ibu Sarmista,kalian
sungguh baik padaku..."
Swara memandang Sanskaar,"Kau ini terus saja berterima
kasih.Sekarang habiskan buburnya...biar perutmu tak memanggil namaku
terus..."
Sanskaar tak mengerti,Swara
tertawa.Sarmista menggelengkan kepala,"Nak Kissan jangan heran dengan
putri ibu ini dia memang suka bercanda..."
Sanskaar akhirnya mengerti,"Oh...maksudnya perutku bersuara
ya..."
Swara tersenyum melihat Sanskaar
tersenyum,mereka saling pandang.Sarmista memperhatikannya,"Kau juga harus
habiskan makananmu sayang..."
Begitulah Sanskaar tinggal di rumah Swara.Ia akan membantu apa saja
yang bisa ia lakukan dengan kondisi fisiknya yang masih dalam tahap
pemulihan.Hingga tiba waktunya bagi Swara untuk kembali ke istana,Sarmista
tampak sedih mempersiapkan segala sesuatunya.Sanskaar heran,"Ibu terlihat
sedih.Apa ada yang bisa saya bantu Ibu?"
Sarmista tersenyum,"Kau sudah banyak membantu ibu seharian
Kissan,ibu hanya sedih karena Swara harus kembali ke istana..."
Mendengar kata istana,Sanskaar merasa tidak asing mendengarnya dan
melihat kelebatan istana Maheswari di kepalanya,"Istana?"
Swara datang,"Benar Kissan.Aku bekerja di istana Bengali sebagai
dayang.Istana itu sangat indah,megah dan Yang Mulia sangat baik padaku."
Sanskaar melihat kelebatan bangunan istana dengan pilar2nya yang
indah,dan kala Swara menyebut kata 'Yang Mulia ',ia merasa tidak asing disebut
begitu.
~~ "Yang Mulia,para pejabat sudah berkumpul di balairung
utama..."
"Yang Mulia tiba!!...."
" Salam Yang Mulia..."~~
Melihat Sanskaar memegangi
kepalanya,Swara menjadi cemas.Didekatinya Sanskaar,"Kau baik2
saja,Kissan?"
Sanskaar duduk,"Aku melihat bayangan2 lagi Swara.Tapi semuanya
masih samar."
Swara berpesan padanya,"Kau harus ingat untuk memakai ramuannya.Kau
juga harus makan dengan teratur supaya ..."
Swara tersipu dan tak melanjutkan
kata2nya dan malah berpamitan pada keluarganya.Sanskaar memandang pada Sarmista
dan Sarmista mengangguk,"Pergilah Kissan.Antar Swara kami ke istana dengan
selamat."
Sanskaar segera pergi menyusul Swara,"Swara!!Tunggu!!"
Swara berhenti mendengar teriakan Sanskaar,"Kissan ada apa?Kenapa
kau mengikutiku?Pulanglah,kau masih belum pulih benar."
Sanskaar menjawab,"Aku ingin melihat istana.Mungkin jika aku
melihatnya aku akan ingat sesuatu.Bolehkan?"
Swara tak bisa menolaknya,"Baiklah.Tapi kau harus menurut
padaku."
Sanskaar senang dan pergilah ia
bersama Swara ke istana Bengali.Swara merasa tenang ada Kissan yang
menemaninya,'Nanti aku akan minta tabib istana untuk memeriksa Kissan.Kasihan
dia.' Akankah Sanskaar akan kembali
ingat masa lalunya jika melihat istana Bengali?**see you next part**
Part 9 ◆◆ OLDEST PRINCE :
Resolving ( Menyelesaikan )
Swaragini pindah jam tayang
jadi lebih pagi menggantikan Punarvivaah yang sudah tamat sepertinya.Jujur
lihat eps2 sekarang dimana muncul tokoh Kavya rasanya agak sebal2 gimana
gitu.Soalnya saya suka peran Roop di Anandhi sebagai Sanchi atau isteri Vivek
Kabra tapi saya ga suka peran jahat dia di Swaragini.Yang pasti nanti bakal kebongkar
semua.Lihat Swaragini itu seperti lihat kartun conan.Detektif ria.Tapi jujur
saya suka alurnya yang ga boseni.Penuh teka teki dan romantis habis.Moga aja
kisah saya buat mereka juga bisa romantis he..he..Oke kita lanjut aja story
saya.Bayangkan suasananya kayak di Jodha Akbar.Hamesha....
□◇□ ISTANA BENGALI...
Raja Shekar nampak memandang dari
sotoh istananya,ia memandang ke arah taman sari.Tampak Putri Ragini memainkan
alat musik,ibu suri mendekati dan memuji permainannya,"Cucuku memang serba
bisa.Alangkah beruntungnya pangeran yang mendapatkan engkau kelak,cucuku."
Ragini memberi salam hormat pada neneknya,"Nenek terlalu
memuji.Swara lebih hebat dariku soal memainkan alat musik.Nenek harus melihat
permainannya."
Ibu suri mengernyitkan dahinya,"Swara?Siapa dia?"
Ragini bercerita,"Dia dayang yang sering bersamaku Nenek.Dia sudah
seperti saudariku saja." Minuman yang dipegang Ibu Suri lepas seketika
dari tangannya kala mendengar ucapan Ragini,"Saudari...?"
Ia memandang ke arah putranya
yang nampak menerawang di sotoh istana.Teringat olehnya masa lalu.Masa dimana
ia mengusir seorang dayang dari istana karena berani mencintai putranya.Bahkan
ia mengancam akan menggugurkan bayi yang dikandung dayang itu jika berani
memberitahu putranya bahwa ia sedang mengandung darah dagingnya,"Selama
aku hidup,takkan kubiarkan silsilah kerajaan ternoda oleh darah orang kelas
rendahan!!Sebaiknya kau pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di
istana ini atau aku akan membunuh bayi haram yang kaukandung itu!!"
Dayang itu pergi dan tak ada
kabarnya lagi.Ia hanya tahu bahwa ia melahirkan anak perempuan dan tinggal di
pinggiran Bengali.Ragini mendekati neneknya,"Nenek,baik2 saja?Wajah nenek
terlihat agak pucat.Sebaiknya nenek kuantar istirahat saja di dalam.Di sini
anginnya kencang.Mari nenek,aku akan antar nenek..."
Parwati mengangguk,"Cucuku,kau jangan terlalu akrab dengan
dayangmu.Mereka tetaplah orang yang bekerja untuk melayani kita.Jadi perlakukan
mereka sewajarnya saja."
Ragini malah curiga,'Aneh,menyebut soal dayang,wajah Nenek jadi
berubah.Ada apa sebenarnya?' Raja Shekar yang mendengar percakapan ibunya
dengan Ragini merasa sedih,'Bagaimana aku akan membawa kebenaran ini ke hadapan
ibu jika beliau masih keras hatinya?Sarmista,pantas kau selalu menolak untuk
kubawa kembali ke istana.Walau dengan susah payah aku bisa membujukmu agar
Swara bisa berada dekat denganku.Putri kita seharusnya mendapat seperti apa
yang didapat Ragini sekarang tapi karena aku tak mampu melawan kehendak ibuku
maka semuanya menjadi seperti sekarang.Maafkan ayahmu ini Swara...mengapa kau
belum juga kembali?Ayah rindu padamu...' Kasih sayang
seorang ayah terbelenggu oleh tingginya tembok istana.Mari kita lihat sampai
dimana perjalanan Swara menuju istana.
¤÷¤ MENDEKATI IBU KOTA BENGALI...
Swara dan Kissan berjalan
menuju ibu kota Bengali dimana istana Bengali berada.Swara yang berparas jelita
menutupi wajahnya dengan kerudung.Kissan heran,"Kenapa kau harus menutupi
wajahmu?"
Swara berbisik padanya,"Aku ingin mengajakmu melihat keramaian ibu
kota.Selagi aku ada diluar istana.Ayo!Nanti aku akan mengajakmu makan
pucha.Enak sekali rasanya.Kau pasti suka." Mendengar itu Kissan jadi
lapar,"Makanan?Aku mau2..."
Swara tersenyum dan meraih tangan Kissan,"Kalau begitu ayo
cepat!"
Kissan memandang tangannya yang dipegang Swara,'Kenapa hatiku merasa
hangat bila bersamanya?'
Merekapun memasuki ibu kota dan
menikmati keramaian di sana.Kissan kembali mendapat kilasan memorinya,'Aku juga
pernah melihat kota seramai ini tapi dimana?'
Swara melihat penjual makanan,"Kissan,ayo kita ke sana!"
Mereka menikmati makanan
bersama,Kissan sangat bahagia.Swara menyuapinya,"Coba yang ini!Ini lebih
pedas tapi nikmat!"
Kissan memakannya dari tangan Swara,"Iya enak sekali.Apalagi kalau
makannya dari tangan orang lain.He..he.."
Swara malu dan memandang ke tempat lain,"Kissan,lihat ada penjual
boneka.Ayo ke sana!"
Kissan mengikuti Swara,namun kala
sedang memilih boneka yang akan dibeli,datanglah segerombolan pria meminta uang
keamanan kepada si penjual boneka.Mereka kasar sekali,"Hey Pak Tua!Cepat
berikan uang keamanannya!!"
Si penjual ketakutan dan segera memberikan uang,"Ini Tuan.."
Namun mereka tidak puas,"Apa2an ini sedikit sekali?Kau pikir kami
pengemis?"
Swara tak suka melihatnya,"Kurasa kalian bahkan lebih buruk dari
seorang pengemis...setidaknya seorang pengemis tidak meminta dengan
paksa..."
Mendengar hal itu mereka marah dan hendak menarik kerudung
Swara,"Rupanya kau seorang gadis cantik yang pintar bicara...sebaiknya kau
ikut kami sebagai gantinya..."
Kissan segera menghajar mereka,"Jangan berani menyentuh gadis
ini!!"
Merasa kewalahan salah satu dari mereka mengeluarkan pisau,Swara
menjerit melihatnya,"Kissan awas!!"
Kissan terluka tangannya menahan
pisau tapi berhasil mengalahkan mereka semua.Saat itulah Swara melihat pengawal
istana datang,"Pengawal!!Tangkap mereka!"
Pengawal itu mendekat,"Bukankah kau dayang putri Ragini?"
Swara mengangguk,"Benar,aku dayang Tuan Putri.Mereka ini
menggangguku,cepat kau bawa mereka!"
Para penjahat itu ditangkap sedang Swara segera membalut luka
Kissan,"Kau jadi terluka karena aku...maaf..."
Kissan tersenyum,"Tidak perlu minta maaf justru aku kagum pada
keberanianmu membela kebenaran..."
Si penjual boneka mendekati mereka,"Kalian telah menolongku,para
berandalan tadi sering meresahkan para pedagang disini.Sebagai ucapan terima
kasih kumohon terimalah boneka ini." Sepasang boneka diberikan pada
Kissan,"Sebaiknya ini untukmu Swara..."
Swara menyimpannya,"Sepasang boneka pengantin.Ini indah
sekali.Terima kasih..."
Swara memandang Kissan yang terluka,"Sebaiknya kita segera ke
istana.Disana ada tabib yang bisa mengobatimu dengan lebih baik."
Merekapun sampai di gerbang
istana,Swara memberitahu siapa dirinya,"Aku dayang putri Ragini.Ijinkan
aku masuk."
Swara boleh masuk tapi Kissan dilarang masuk,"Siapa dia?"
Swara menjawab,"Dia datang bersamaku.Biarkan dia masuk.Aku yang
akan menjaminnya." Kissanpun diperbolehkan masuk.Apakah yang
akan terjadi dengan Kissan di istana Bengali?**see you next part **
SWASAN STORIES "OLDEST
PRINCE" Part 10 : Rekindle Love In Family
( Mengobarkan Cinta Dalam
Keluarga )
Swaragini memasuki eps2
mendebarkan,menyedihkan dan menegangkan.Rajat hilang dan muncul newcomer yaitu
Sahil.Banyak hal yang akan dilakukan Sahil untuk mendapatkan Swara.Menyamar
sebagai pendeta,menculik Swara bahkan mencoba membunuh Sanskaar dengan gas
beracun dan penembak jitu.Bersiaplah melihat action Sanskaar berkelahi sampai
terluka dan kemudian Swara merawat lukanya dan keduanya malah bermesraan.Tapi
itu masih lama.Harus melewati fase Kissan dulu.Jadi sekarang kita lanjut aja
kisah swasan versi saya:Pangeran Sulung.Yeh vadahai....
¤♡¤ ISTANA MAHESWARI....
Permaisuri Sujata baru saja selesai berdoa kala Pangeran Laksya datang
menemuinya,"Salam hormat Ibu Ratu..."
Sujata memberkati Laksya,"Semoga diberkati...Kenapa kau malah
kemari?Bukankah harusnya kau menemui Yang Mulia?"
Laksya sedih memandang Sujata yang nampak lebih kurus,"Aku tidak
akan pergi tanpa restu Ibu.Lagipula sebenarnya aku tak ingin penobatan
ini.Bagiku posisi Penerus Tahta adalah milik..." Sujata tersenyum
pilu,"Walau telah satu tahun berlalu tapi kita tetap tak bisa menghapus
kenangan Sanskaar dalam istana ini.Laksya,meski ibu bukan ibu kandungmu tapi
kau sudah ibu anggap putra ibu sendiri.Kau harus menerima penobatan ini.Kau
tahu bagaimana kakakmu akan kecewa jika kau tidak menerima posisi ini.Kau ingat
apa yang selalu kaujanjikan padanya bukan?"
Laksya menghela nafas,"Tentu Ibu.Aku berjanji bahwa aku akan
selalu membantunya menjaga kerajaan dan membantu ayah."
Laksya berkaca2,"Tapi tetap saja aku merasa bahwa aku tidak pantas
untuk menjadi pewaris tahta Ibu.Kak Sanskaar jauh lebih mengerti mengenai tata
negara daripada aku,Ibu."
Sujata mengusap wajah Laksya,"Kau adalah bayangannya.Kalian
itu sama.Kau ingat sejak kecil Sanskaar menjagamu.Ia sangat sayang padamu.Ia
akan bahagia jika kau bisa memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya yang tak
bisa ia penuhi."
Laksya memandang ke arah kamar kakaknya,'Biasanya kakak akan
menghabiskan waktu dengan tanaman2 peliharaannya bila sedang dalam dilema.Mulai
kini aku akan merawat tanaman2nya.Ya aku juga akan merawat kerajaan ini.Kakak
tenang saja.'
Sujata ingat akan mimpinya semalam,'Aku bermimpi tentang Sanskaar
semalam.Dia menunjukkan peta kerajaan Bengali padaku.Aneh sekali...apa artinya
ya?'
Laksya heran melihat Sujata tampak gelisah,"Ada apa Ibu?Ada yang
mengganggu Ibu?"
Sujata melangkah bersama Laksya menuju balairung utama,"Ibu hanya
merasa bahwa ayahmu telah membuat keputusan yang kurang bijak Laksya.Ini
mengenai kerajaan Bengali.Dulu kita bersahabat dan pasti dalam acara sepenting
ini kita akan mengundang mereka untuk datang.Tapi kini kedua kerajaan tak lagi
bersahabat.Ibu harap kau bisa membujuk ayahmu untuk perkara ini.Sampai kini ibu
yakin kakakmu itu masih hidup.Ibu yakin suatu saat ia akan kembali kepada
kita."
Laksya jadi teringat ucapan Swara dulu,'Benarkah perkataan dayang itu
bahwa jasad yang ditemukan itu bukan jasad kak Sanskaar?Benarkah semua ini
rekayasa seseorang?Tapi siapa yang tega melakukan hal serendah itu?Jika ayah
mencurigai adik raja Ram dari Mumbai lalu kenapa ayah masih memusuhi Bengali?'
Saat itu mendekatlah Annapoorna ke arah mereka,"Rupanya kau bersama
Permaisuri Sujata..." Laksya memandang ibunya,"Salam ibu..."
Annapoorna melirik Sujata,"Maafkan putraku Sujata dia pasti
membuatmu terkenang pada mendiang putramu.Aku sudah menasehatinya untuk tidak
mengganggumu.Tapi kau tahu sendiri,ia tak pernah menurut padaku..."
Sujata tercekat mendengarnya,'Sejak hilangnya Sanskaar,Annapoorna
selalu mengejekku.Ia seperti begitu bahagia atas apa yang menimpa putraku.Tapi
tak apa...biarkan saja.'
Sujata tak menanggapi sindiran Annapoorna,"Yang Mulia sudah
menunggu,mari kita bergegas..." Laksya malah berjanji dalam hatinya,'Aku
akan membujuk ayah untuk memaafkan Bengali.Lagipula buat apa raja Bengali
mencelakai kak Sanskaar?'
¤~¤ ISTANA BENGALI...
Sanskaar memandangi indahnya bangunan istana Bengali,"Ini sangat
indah Swara...lihat tamannya sangat asri..."
Swara tersenyum,"Wajahmu berseri2 sekali melihat
tanaman,Kissan."
Sanskaar kembali mendapat kilasan memorinya,ia melihat bangunan
sama megahnya dengan istana Bengali,'Dimanakah tempat yang kulihat dalam
ingatanku itu?Dimana?'
Sanskaar memegangi kepalanya,Swara jadi cemas,"Kau pusing
lagi?Sebaiknya kita ke tabib istana dulu.Ayo aku akan membawamu ke sana."
Sanskaar menurut dan mengikuti
Swara.Sementara itu berita kedatangan Swara sampai ke telinga Putri Ragini,"Benarkah
Swara sudah kembali?Bagus sekali!Suruh ia menghadapku."
Raja Shekar yang kebetulan bersama dengan putrinya ikut senang
mengetahuinya,'Akhirnya Swara kembali.Putriku satunya kembali...'
Akan bertemukah Sanskaar dengan Raja
Shekar?**see you next part**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar