OLDEST PRINCE PART 1-10 ( SWASAN PAIRING )


My 44th stories : 

OLDEST PRINCE

          Kisah ini terinspirasi dari serial India yang tayang di salah satu stasiun tv tiap jam 9 pagi.Bagi yang mengikuti mungkin sudah tidak asing dengan nama2 yang akan saya pakai nanti.Bagi yang belum atau tidak mengikuti,please be patient with me he..he..
         Kisahnya versi kingdom jadi ga akan sama kayak serialnya yang versi modern.Entah akan jadi berapa part nanti.Enjoy the story.Ini kali pertama kayaknya saya bikin story pakai pairing serial India.Oke sambil menemani sahur,saya mau nulis ceritanya.Met baca!

          Seorang pria muda dengan mata seperti telaga weleh...wajahnya kayak yang di profil saya...waduh.Ganteng,usianya baru 24 tahun.Baru saja seminggu yang lalu kerajaan merayakan hari jadinya.Kerajaan?Apa dia seorang pangeran?Benar.Lihat saja pakaiannya.Walau pakaian perang tapi lebih bagus dari yang lainnya.Lihat juga kudanya.Kuda putih apa hitam enaknya?Putih aja kan lakon utama.Hitam aja biar misteri.Coklat aja deh netral.Down to earth.Wk...wk...wk..
          Pria muda itu mendapat tugas dari ayahandanya,Raja Durga Prasad,untuk membantu kerajaan Bengali melawan musuh mereka.Memang kerajaan Maheswari dan Bengali menjalin persahabatan sejak lama.Bahkan keduanya berniat mengikat tali persahabatan menjadi keluarga dengan rencana perjodohan.Siapa yang dijodohkan?Sabar...aku aja belum kasih tahu nama pangerannya tadi.Sabar jeng...katanya kalau sabar bakal subur terus jedul thokolan.Weleh...bikin laper aja.
Pria muda tadi memandang sekitarnya dengan perasaan aneh,'Mereka tadi lari ke arah sini tapi kenapa tempat ini sepi?Ayah selalu bilang air yang tenang menghanyutkan.Aku harus waspada.' Kepala pasukannya mendekat,"Pangeran,sebaiknya kita kembali saja.Bisa jadi ini sebuah perangkap.Setidaknya musuh sudah kita usir dari Bengali.Tugas kita selesai Pangeran."
Pria muda yang disebut pangeran tadi diam sejenak,"Baiklah.Mari kita kembali ke Bengali dulu.Kita ada di perbatasan mereka.Kita harus melaporkan semuanya dan kembali ke Maheswari dengan damai."
           Namun kala hendak berbalik arah tampak kepulan asap dan teriakan minta tolong dari sebuah tempat tak jauh dari lokasi mereka berada.Salah satu prajurit melapor,"Pangeran,lihat disana!!Disana ada sebuah desa.Sepertinya musuh membakar desa itu."
 Pria muda tadi teringat pesan ayahnya,"Saanskar,kau adalah putra sulungku.Kelak kaulah yang akan menggantikanku menjadi raja.Seorang raja itu akan kokoh tahtanya dengan kebenaran dan cinta dari rakyatnya.Miliki hati yang peduli pada rakyatmu meski mereka tak bisa membalas kebaikanmu.Ingat itu putraku."
          Oh namanya Pangeran Saanskar.Akhirnya tahu juga.Putra sulung penguasa Maheswari itu segera memacu kudanya menuju ke perkampungan yang terbakar itu,"Ayo semua!!Kita tolong rakyat disana!!Selamatkan mereka!!Utamakan itu!!"
Semua segera mengikuti,sementara itu di istana Maheswari,permaisuri Sujata,ibunda Pangeran Saanskar nampak gelisah mondar-mandir di taman istana.Baginda Raja Durga Prasad mendekatinya,"Permaisuri,apa yang meresahkan hatimu?Apakah karena putra kita pergi ke medan perang?Bukan kali ini saja Saanskar kita pergi ke medan laga.Kau tahu ia begitu sangat ingin melindungi rakyat.Tuhan juga pasti akan melindunginya.Kau jangan cemas,Permaisuri."
Permaisuri Sujata lalu menceritakan keresahannya,"Yang Mulia,semalam saya bermimpi.Saya melihat putra kita Sanskar,ia masih kecil di mimpi saya itu dan ia dibawa pergi oleh pria berbadan besar dan berpakaian hitam.Mimpi ini terulang sampai dua kali Yang Mulia.Saya takut..."
Durga Prasad berdiri,"Sebaiknya kau berdoa saja.Kekhawatiran tidak akan membawamu kemanapun.Aku akan memanggil Anapurna untuk menemanimu."
          Anapurna adalah isteri kedua Raja Maheswari.Ia mendapatkannya karena menang perang.Ia sudah menolaknya namun Anapurna mengancam akan bunuh diri jika tidak diterima menjadi isterinya.Akhirnya Sujata menerima kehadirannya dan mencoba hidup damai dengannya.Anapurna melahirkan seorang pangeran juga bagi Raja Maheswari namanya ntar ya.Julit penulise...
Durga Prasad berpapasan dengan isteri keduanya kala meninggalkan taman istana,"Anapurna,pergi temani Sujata.Dia resah memikirkan putra sulungku.Coba kau hibur dia.Tenangkan hatinya." Anapurna segera melaksanakan titah suaminya,'Baginda memang sangat sayang pada kakak Sujata.Putra sulung...dia selalu menyebut putra kak Sujata dengan sebutan itu.Putra sulung.Jelas sekali bahwa tahta Maheswari kelak akan jatuh ke tangan putra kak Sujata.Sejak awal aku tahu bahwa Baginda menerimaku karena terpaksa.Itu sebabnya ia selalu menolak hadiah perang sejak kejadian itu.Semua hadiah perang akan ia kembalikan atau ia bagikan pada rakyat.'
Sampai di taman,Anapurna melihat Sujata bersiap berdoa,"Kakak,Baginda mengatakan kakak sedang cemas.Ada apa kak?"
Sujata menceritakan mimpinya,"Begitulah adik.Oh ya dimana putramu,Laksya.Aku tidak melihatnya sejak tadi?"
          Oh pangeran satunya namanya Pangeran Laksya.Gantengan mana sama Saanskar?Sama ganteng sih cuma Saanskar lebih putih kayaknya dan wajahnya kotak cute gitu.Gampang ntar dikasih gambarnya kok. Anapurna membetulkan selendangnya,"Laks pergi keluar istana seperti biasa kak.Anak itu memang bandel.Sukanya kelayapan.Coba ia meniru kakaknya,Pangeran Saanskar pasti aku tidak akan pusing memikirknya."
 Sujata tersenyum,"Anak2 memang selalu membuat kita cemas.Bagaimana jika kau temani aku berdoa saja.Bukankah berdoa dalam kesatuan hati katanya akan lebih didengarkan?"
           Anapurna mengangguk dan merekapun berdoa bersama dengan isi doa masing2.Sujata berdoa,"Ya Penguasa langit dan bumi,semua kerajaan adalah milik-Mu.Semua yang bergerak maupun yang tidak bergerak ada dalam kendali-Mu.Juga segala yang bernafas adalah punya-Mu.Kumohon Kau melindungi putraku,Saanskar juga adiknya Laksya agar mereka menjadi alat kebaikan-Mu di bumi ini.Jaga mereka ya Penguasa Langit dan Bumi,jagai dari marabahaya dan celaka ataupun siasat jahat orang.Kau telah memberikan mereka dalam rahim kami,maka berikanlah kekuatan pada kami untuk mengasuh dan membimbing mereka menjadi orang2 yang berkenan di hati-Mu."
          Anapurna mengaminkannya tapi hanya untuk putranya,Laksya.Ia melirik pada Sujata yang bersimpuh di dekatnya,'Kau selalu mendapat yang terbaik dari Yang Diatas.Cinta Baginda juga putra yang selalu dibanggakan Baginda.Putra sulung...ia jarang menyebut nama Saanskar bila di balairung istana,selalu beliau menyebut Putra Sulungku...Aku benci mendengarnya.Semoga putra sulung kebanggaan Baginda itu akan mengalami celaka,lenyap ditelan bumi namanya,biar Baginda menyadari bahwa dia masih memiliki seorang putra lagi yang lahir dari rahimku,isteri yang dinikahinya karena terpaksa.Aku akan membuat Putraku menjadi kesayangannya.Bukankah dunia itu selalu berputar?Kita lihat saja doa siapa yang akan dikabulkan oleh Yang Diatas.Sanggupkah Yang Diatas melepaskan Saanskar dari rencana yang telah kususun?Laksya sebenarnya kusuruh pergi ke Bengali untuk membantu kakaknya disana namun sengaja kusuruh berangkat sekarang karena dialah yang akan menjadi pahlawan di sana nanti dan mendapat nama.Tentunya setelah kusingkirkan Putra Sulung Baginda....ha..ha...'
         Wah Anapurna punya siasat apa ya?Jadi deg2an sama kondisi Pangeran Saanskar.Yuk balik ke perbatasan Bengali! Ketika Pangeran Laks tiba di medan laga,keadaan sudah terkendali.Namun ia tidak melihat kakaknya,'Dimana kakak?Dimana dia?"
Raja Shekar,penguasa di Bengali menyambut kedatangan Putra kedua Raja Maheswari itu,"Pangeran,sungguh senang menyambut kedatangan Anda.Perang ini takkan berhasil dimenangkan tanpa bantuam dari Maheswari.Kami sungguh berterima kasih.Mari kita ke istana saya,kami akan menjamu kalian semua."
Laks menolak,"Maaf Yang Mulia,saya tidak akan merayakan apapun tanpa kakak saya.Dimana dia?Saya tidak melihatnya?"
Raja Shekar juga heran,"Panglima dimana Pangeran Sulung Maheswari?Apakah ada yang melihatnya?"
Panglimanya menjawab,"Tadi Pangeran Sulung menuju ke arah sana.Musuh melarikan diri ke sana.Saya akan menyusul ke sana Baginda!"
Laks segera naik ke kudanya,"Aku juga ikut Paman!Aku ingin memastikan kakakku baik2 saja.Ibu Sujata pasti mencemaskannya."
          Kala mereka tiba di perkampungan yang terbakar alangkah terkejutnya mereka melihat mayat bergelimpangan disana.Apalagi ditengah2 perkampungan tampak sesosok mayat dengan kondisi terbakar tergeletak.Laks mengenali pakaian yang dikenakannya,"Kakak!!Tidak!!"
Panglima yang bersamanya ikut memeriksa,"Wajahnya sudah terbakar sulit dikenali.Denyut nadinya sudah tidak ada.Pangeran yakin ini kakak Pangeran?"
Laks menunjukkan jemari pria yang tewas terbakar itu,"Lihat cincin ini Paman!Ini milik kakakku.Ini hadiah dari Ibu Sujata.Tak mungkin aku salah mengenalinya.Apa yang harus kukatakan pada Ibu Sujata?Aku tak sanggup mengatakan semua ini padanya.Kakaaak....kenapa kau pergi secepat ini kak?Siapa yang tega melakukan semua ini padamu?Kakakk...."
          Laks meratapi kakaknya.Bagaimana kerajaan Maheswari menerima berita ini?**see you in next part**


Part 2 OLDEST PRINCE : The Sorrows of Death

           Kisah ini dilatarbelakangi kerajaan.Mengapa begitu?Karena serialnya masih tayang dan saya ga ingin pembaca confused dengan cerita saya.Jadi kalau saya bikin versi kingdom,jelas beda banget kan bayangannya?Nah kemarin di part 1 sudah muncul beberapa tokoh yaitu :
◇◇ Pangeran Saanskar Maheswari →Dia adalah putra sulung Raja Durga Prasad → Penguasa di kerajaan Maheswari.
◇◇ Permaisuri Sujata → Ibu Pangeran Saanskar.Isteri yang dicintai oleh Durga Prasad.
◇◇ Pangeran Laksya → Putra kedua Raja Durga Prasad yang dilahirkan oleh isteri keduanya yaitu Annapurna.
 ◆◆ Annapurna →Ibu Pangeran Laksya.Ia dinikahi oleh Raja Durga Prasad karena hadiah perang.Ia sangat iri pada Permaisuri Sujata yang mendapat cinta raja.
◇◇ Raja Shekar → Penguasa kerajaan Bengali. Nah sekarang kita lanjutkan kisahnya.

 ◆◆ PART 2 PANGERAN SULUNG : Kesedihan dari Kematian
            Raja Shekar ikut berdukacita atas tewasnya Pangeran Saanskar.Ia bahkan merasa sangat bersalah karenanya,"Ini sungguh tak disangka,demi membantu kerajaanku,Raja Maheswari harus kehilangan putra sulungnya,pewaris tahtanya.Apa yang harus kukatakan padanya?"
Laksya mengkafani jenazah kakaknya sambil meneteskan air mata,"Kakak,Kak Saanskar...ayahanda pasti sedih jika mengetahui bahwa kau sudah....pergi mendahului kita semua...pergi untuk selama2nya...mengapa langit berlaku tidak adil,kau begitu baik dan sangat menyayangi rakyat.Kau tidak pernah membeda2kan orang.Bahkan ayah kerap meminta pendapatmu dalam berbagai perkara.Mengapa langit justru mengambil putra2 terbaiknya?Mengapa??...Aku selalu menirumu kakak,kau adalah panutanku.Tapi kini ....kau sudah pergi...Apalagi kau pergi dengan cara yang sangat mengenaskan...aku bahkan tak bisa mengenali lagi wajahmu...jika bukan karena pakaian dan cincin yang kau kenakan mungkin ...aku tak tahu bahwa itu kau kakak...aku akan membawamu pulang ke Maheswari kak...kau akan dikuburkan dengan layak disana."
Raja Shekar datang mendekat,"Pangeran Laks,aku akan menemani kembali ke Maheswari.Semua ini terjadi karena kerajaanku.Aku akan ke sana untuk meminta maaf pada ayahmu.Ayo Pangeran.Semakin cepat kita sampai semakin baik."
           Raja Shekar berpamitan pada putrinya,Ragini.Dialah sebenarnya yang akan dijodohkan dengan Saanskar namun rencana itu masih tahap wacana.Belum dibicarakan lebih lanjut karena kondisi darurat perang.Ragini memandang dari balik tirai ke arah Pangeran Laksya,"Kenapa pria itu menangis,dayang?Apa mayat yang terbakar itu kerabatnya?"
Dayangnya juga seorang gadis yang seumuran dengan dia,"Saya akan mencari tahu Tuan Puteri." Namun kala melihat ayahnya datang,Ragini segera mencegah dayangnya,"Dayang Swara,jangan...kau kembali saja ke belakang.Ayahku datang."
           Raja Shekar berpapasan dengan Swara,hatinya menjadi pilu.Swara membungkuk memberi hormat padanya,"Yang Mulia...putri Ragini ada di dalam..."
Shekar malah berkaca2,'Sampai kapan kau akan terus memanggilku dengan sebutan itu putriku...aku ini ayahmu Swara....kau dan Ragini adalah saudara hanya saja beda ibu.Aku tidak seberuntung sahabatku,Durga Prasad yang bisa menikahi wanita yang ia cintai yaitu Permaisuri Sujata.Aku bahkan tak bisa mengakui cintaku dan darah dagingku.Aku mencintai ibumu Swara,dulu dia juga dayang di istana ini.Dia juga cantik sepertimu.Berambut panjang,berhati lembut dan sangat peduli dengan sekitarnya.Sayang ibuku menentang hubungan kami.Katanya aku ini calon raja tak seharusnya jatuh cinta dengan kelas rendah.Sharmita pergi dan aku tak tahu kalau kau sudah dalam kandungannya waktu itu.Setelah isteriku tiada aku baru memiliki keberanian untuk menemui Sharmita lagi dan baru kutahu bahwa kau adalah putriku.Aku ingin menikahi Sharmita tapi ibu pasti menentangnya.Aku hanya bisa menjadikanmu sebagai dayang.Setidaknya aku bisa melihatmu setiap hari Swara.Maafkan ayahmu ini.'
Ragini melihat ayahnya melamun,"Ayah...?"
Shekar terkesiap,"Oh...kau Ragini,Ayah akan pergi ke Maheswari mengantar jenazah Pangeran Saanskar.Sungguh sangat tak diduga bahwa pangeran Saanskar gugur di medan perang..."
Ragini malah teringat pada Laksya,"Kalau pria yang meratapi jenazah itu Ayah?Siapa dia?"
Shekar menjawab,"Oh itu adik Pangeran Sanskar.Namanya Pangeran Laksya."
Ragini menyimpan nama itu dalam hatinya,'Pangeran Laksya...dia sungguh menawan hatiku.'                         Sebelum pergi ke Maheswari,Shekar menemui Swara dan memintanya untuk menjaga Ragini.Swara terharu melihat perhatian Shekar pada Ragini,'Putri,sungguh beruntung memiliki seorang ayah yang sangat baik.Andai saja aku pernah bertemu dengan ayahku.Kata ibu ayah sudah tiada.Tapi dimana makamnya ibu juga tak pernah menunjukkannya.Katanya pertempurannya ditempat yang jauh sekali.Jadi jenazahnya tak bisa dibawa pulang.Kata para prajurit,pangeran sulung Maheswari gugur di perang kali ini.Itu pasti jenazahnya.Kasihan dia jenazahnya sampai seperti itu hitam terbakar.Tega sekali orang yang telah membunuhnya.Mengapa pula harus membakar jenazahnya?Kecuali agar tak dikenali.Ya pelakunya pasti ingin menyamarkan identitas mayat yang sebenarnya.Benar,sebaiknya perkara ini diselidiki dulu sebelum diumumkan ke khalayak ramai.' Swara mengatakan hal itu ke Raja Shekar,"Maaf Baginda,bisa jadi jenazah itu hanya rekayasa semata.Maksud hamba,mungkin seseorang memang ingin supaya semua orang mengira bahwa itu adalah..."
 Laksya yang mendengarnya jadi berang,"Kau pikir aku tak bisa mengenali jenazah kakakku sendiri?Kakakku itu mengenakan cincin hadiah dari Ibunya dan aku mengenali cincin itu..."
Shekar menengahi keduanya,"Maafkan dia Pangeran.Dia hanya mengutarakan pendapatnya saja.Ayo kita sebaiknya berangkat."
           Laksya dan Shekar akhirnya berangkat juga ke Maheswari.Kedatangan mereka disambut oleh Durga Prasad dan ia sangat shock mengetahui Putra Sulungnya sudah tiada.Permaisuri Sujata bahkan langsung pingsan.Hanya Annapurna yang diam2 tersenyum melihat semuanya,dan segera menyelinap keluar istana.Laksya heran melihatnya,"Ibu mau kemana?Ayahanda dan Ibu Sujata sedang berduka tapi ibu malah ..."
Annapurna berdalih,"Aku hanya ingin mencari sesuatu.Kau temani saja mereka.Aku tidak akan lama."
 Rupanya Annapurna menemui seseorang di tepi hutan,"Ini emas yang kujanjikan padamu.Segera pergi tinggalkan Maheswari.Jangan sampai masalah ini terbongkar.Kau mengerti?"
Pria itu terkekeh,"Siapa sangka seorang wanita bangsawan sepertimu bisa melakukan ini pada keluarganya sendiri.Kau tenang saja.Rahasiamu aman padaku."
Annapurna lalu segera pergi sementara pria itu memandang kepergiannya sambil menyeringai penuh kelicikan,'Jika pada keluargamu sendiri kau bisa sekejam itu.Bagaimana jika terhadap orang lain?Aku tidak bodoh.Sementara biar kau mengira bahwa aku telah mengikuti permainanmu tapi sebenarnya kaulah yang mengikuti permainanku.Aku sangat bodoh jika menghabisi Pangeran Saanskar begitu saja,justru aku akan lebih menghasilkan banyak uang jika ia masih hidup.Suatu saat nanti jika emas2 ini sudah habis aku masih punya sumur emas lainnya ha..ha..'
Seorang pria lain datang,"Perintahmu sudah kulaksanakan."
Pria misterius tadi tersenyum,"Bagus!Sekarang mari kita kembali ke negeri kita.Aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan.Semua orang harus mengikuti permainanku.Aku Rajat,akan menjadi penguasa semua kerajaan di muka bumi ini.Ha..ha..."
            Jadi penasaran apakah Pangeran Sanskar benar sudah mati atau belum ya?Jawabannya ada di part selanjutnya.**see you next part**


Part 3 OLDEST PRINCE : Union ( Penyatuan )

           Sebelumnya saya mau mengucapkan "Met Lebaran pada semua pembaca cerbung saya.Yang jauh diluar pulau ataupun yang dekat masih di Jawa,buat semua aja lintas agama dan suku bangsa mohon maaf atas segala kesalahan,kekurangan,maupun hal2 lain yang telah saya lakukan.Kiranya semua dilapangkan hatinya dan kembali menjadi bangsa yang rukun dan damai."
          Spesial buat moment Lebaran maka saya juga pilihkan tiket spesial.Tiket ini saya ambil waktu itu berdasar request Mia,ini dia tiket A.Bagi yang suka Kehilangan dan Debu2 Jalanan serta Dasi & Gincu,maka akan menyukai tiket ini karena inilah kombinasi angkanya yang lumayan panjang →00104-11-12-235.Dan di tiap dua cerbung saya next akan diselingi dengan Oldest Prince.Bagi yang sedang mudik kiranya tulisan karya saya mampu menjadi teman selama di perjalanan.Oke kita simak kelanjutan Oldest Prince dulu ya.Apa ada tokoh baru di part 2?Ada dong.Ini dia mereka :
◆ Swara →seorang dayang di istana Bengali.Namun sebenarnya dia masih keturunan raja Shekar.Dia adalah kakak Ragini karena lahir lebih dulu dari Putri Ragini.Sama ayah beda ibu.Ibunya dulu juga seorang dayang istana bernama Sharmista.Sayang Ibu Suri menentang hubungannya dengan Raja Shekar.Hingga ia diusir dari istana dan Raja Shekar lalu menikah dengan Ibunya Ragini.
Ragini →Putri Raja Shekar.Awalnya dialah yang dijodohkan dengan Saanskar tapi kematian Saanskar mengubah segalanya.
Rajat →Raja dari kerajaan Mumbai.Dialah yang disuruh Annapurna melenyapkan penerus tahta Kerajaan Maheswari.Namun dia punya rencana sendiri karena berambisi menguasai seluruh kerajaan. Nah kini kita masuk ke segmen cerita.Lanjut!!

 ▲▲▲ KERAJAAN MAHESWARI...
            Rombongan yang membawa jenazah Pangeran Saanskar telah tiba di depan istana Maheswari nan megah.Rakyat berkerumun ingin mengetahui siapa yang meninggal.Kala mendengar raja Shekar akan datang,Durga Prasad sudah bersiap menyambut di halaman istananya.Namun kala gerbang dibuka dan melihat wajah sedih putra keduanya dan wajah tertunduk raja Shekar tahulah Durga Prasad bahwa hal buruk telah terjadi.Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok putra sulungnya,"Dimana putra tertuaku?Dimana dia?Kenapa putraku Saanskar tidak kembali bersama kalian?"
Raja Shekar segera mendapatkan sahabatnya itu,"Durga,aku mohon kau memaafkan sahabatmu ini karena kedatanganku kemari untuk mengantarkan putra sulungmu,namun..."
Durga melihat Laksya turun dari kereta dan matanya berkaca2,"Laksya,dimana kakakmu?Apa dia terluka?Kenapa kau malah diam!!Dan mengapa kau malah sedih begini??"
 Permaisuri Sujata jadi cemas,'Apa yang ada di dalam tandu itu?'
           Tandu berisi jenazah Pangeran Saanskar ditunjukkan ke hadapan raja Durga dan kala membuka penutupnya dan melihat cincin di jemari jenazah itu raja segera tersungkur sambil menangis.Rakyatpun segera berlutut semua dengan kepala tertunduk.Tahulah mereka bahwa penerus tahta telah mangkat.Laksya memeluk ayahnya,"Kakak sudah tiada Ayah...waktu aku datang ke sana,keadaannya sudah tak bernyawa...maafkan aku ayah aku harusnya datang lebih awal ke sana." Permaisuri Sujata juga mendekat ke arah jenazah dan kala melihat cincin pemberiannya melingkar di jari mayat yang terbakar itu,ia langsung histeris,"Tidak!!...Tidak mungkin...Saanskar....putraku..."                    Sujata pingsan untung Durga Prasad menangkap segera menangkap tubuh isterinya dan segera membawanya ke dalam.Dimintanya Annapurna menjaga Sujata.Annapurna menghasut raja,"Yang Mulia,mata jahat telah memandang ke Maheswari.Semua ini takkan terjadi jika kerajaan kita tidak membantu Bengali melawan musuh mereka.Jika kita tetap menjalin persahabatan dengan mereka maka mata jahat itu akan terus memandang istana kita dan..."
Durga berang,"Apa maksud perkataanmu ini Annapurna??"
Annapurna segera bersujud,"Yang Mulia,semua ini hanya untuk menyelamatkan putra hamba,satu2nya penerus Yang Mulia yang masih tersisa.Hanya itu Yang Mulia."
           Durga pergi tanpa mengatakan apapun.Namun Annapurna tahu bahwa raja akan termakan hasutannya.Kehilangan putra kesayangannya adalah pukulan besar.Ia tersenyum sambil melirik ke arah Sujata yang masih tak sadarkan diri,'Sekarang putrakulah yang akan menjadi penerus tahta Maheswari...Raja akan menyayanginya dan kemudian semua wanita akan menyebutku berbahagia ha..ha..karena akulah yang melahirkan pewaris tahta Maheswari.'
Annapurna memang benar Durga termakan hasutannya dan memutuskan persahabatan dengan Bengali,"Mulai kini antara Maheswari dan Bengali yang ada adalah permusuhan!Jika kau masih mengasihi nyawamu sebaiknya kau pergi dari sini Shekar!!Apapun yang pernah kita sepakati selama ini semua kini tak ada lagi!!"
            Shekar terus meminta maaf namun apa daya Durga terlanjur murka dan masih berduka.Ia akhirnya pergi dengan kecewa,'Jika saja Pangeran Saanskar masih hidup...semua takkan jadi begini...dua kerajaan takkan jadi retak hubungannya...'
           Kerajaan Maheswari berduka.Rakyat berkabung atas kematian Putra mahkota mereka.Hanya Annapurna yang tampak masih bisa tersenyum diantara linangan air mata pura2nya,'Aku sudah menyuruh Rajat kembali ke negerinya.Tak ada yang tahu bahwa penyerangan Mumbai ke Bengali akulah yang merencanakannya.Aku meminta Rajat menyerang Bengali dan melenyapkan Saanskar.Kini era baru telah dimulai di Maheswari dan inilah masa kejayaanku dan putraku.Pangeran Mahkota Laksya Maheswari.Ha..ha..'
           Selama setahun akan dilakukan perkabungan atas meninggalnya Pangeran Saanskar.Sebuah tanda betapa sayangnya Durga Prasad pada mendiang putra sulungnya.Namun benarkah Pangeran Saanskar telah wafat?Sorry jawabannya masih next part **see you next part** 


Part 4 OLDEST PRINCE : Drawn Away

           Habis lihat Swaragini nih.Masih di tahap dimana Swara masih belum mencintai Saanskar tapi slow but sure the love will bloom.Saya senang sekali serial ini karena di libur panjang ini bisa lihat.Oke kita lanjut kisah Swasan karya saya.Ini dia Oldest Prince part 4 dengan subjudul 'Terbawa jauh'. Seperti janji saya mari kita cari kebenaran soal Putra Sulung Raja Maheswari.

 °¤ DI SEBUAH PULAU ...
          Sebuah perahu menyusuri perairan di pulau itu.Prajurit yang bertugas mengendalikan perahu memandang pria yang menjadi penumpangnya dan melihat bawaannya,"Hey,apa isi karungmu itu sepertinya sangat berat?Apa isinya makanan?"
Pria berbadan besar itu segera mencengkeram baju prajurit itu,"Kau mendayung saja Prajurit!!Apa yang kubawa dan apa isinya itu bukan urusanmu!Bawa saja perahumu ke tujuanku.Cepat!!"
Prajurit itu memandang karungnya,'Aku yakin pasti isinya orang.Siapa lagi yang dibawa kemari?Kenapa harus dimasukkan dalam karung?'
Sampai di tujuan gerbang jeruji menanti,pria bertubuh besar itu berkata pada petugasnya,"Buka gerbangnya!Aku membawa pesan dari Paduka!"
           Ia menunjukkan sesuatu pada mereka dan gerbangpun dibuka.Sampai di dalam pria bertubuh besar itu disapa oleh penjaga disana,"Sahil,kali ini siapa yang kau bawa?Apa dari kalangan bangsawan lagi?"
Pria kekar itu turun dari perahu dan membuka karung yang ia bawa,"Kalian akan terkejut melihat apa isi karungku."
           Dari karung itu seorang pria muda nan tampan tampak tak sadarkan diri.Prajurit yang mendayung perahu tadi melihatnya,'Itu kan Pangeran Saanskar.Pewaris tahta kerajaan Maheswari yang dikabarkan sudah tewas?Bagaimana ia bisa jatuh di tangan Sahil?Dugaanku benar Rajat menyembunyikan tahanan2 pentingnya di sini.Aku harus menyelidiki lebih lagi kemungkinan besar Raja Ram juga disekap di sini.Tak mungkin Raja Ram sudah tiada seperti yang diberitakan,apa yang terjadi pada Pangeran Saanskar mungkin juga dilakukan pada Raja Ram.Kematian rekayasa demi meraih kekuasaan.'
Sahil berkata pada penjaga,"Kata Paduka tawanan ini harus ditempatkan di sel khusus.Ingat dia ini putra sulung Durga Prasad yang terkenal itu.Kalian harus menjaga dia baik2!"
          Usai mengatakan itu Sahil kembali naik perahu dan meninggalkan pulau itu.Di perjalanan prajurit perahu itu mencoba mengorek keterangan lebih lagi,"Anda sungguh hebat Tuan!Mampu menjadi kepercayaan Paduka Rajat.Pasti hebat sekali kemampuan Anda.Bolehkah Anda mengajariku supaya akupun bisa seperti Anda?"
Sahil malah menenggak minuman,"Aku belajar dari Paduka Rajat.Dia selalu memakai akal lebih dari otot.Pangeran Saanskar dan Raja Ram itu sama karakternya,mereka itu sangat peduli pada rakyatnya maka aku cukup memanfaatkan sisi kepedulian mereka untuk menjebak mereka dalam perangkapku.Ha..ha..."
Prajurit itu makin yakin bahwa Raja Ram juga disekap di pulau itu,'Aku telah mencari sekian lama,akhirnya benar pulau ini menjadi tempat dimana Raja Ram,kakak Rajat,ditawan.Rajat pasti telah membuat kematian palsu seperti yang ia lakukan pada Putra Sulung Raja Durga.Aku harus mencari jalan untuk membebaskan mereka.Tapi bagaimana?Kurasa aku harus ke Bengali.Raja Shekar akan senang jika tahu bahwa Pangeran Sanskar masih hidup.Bukankah dia yang disalahkan atas kematian pewaris tahta Maheswari itu?Benar,aku akan ke Bengali.'
            Siapa itu sebenarnya Raja Ram?Dia adalah penguasa Mumbai sebenarnya,kakak Raja Rajat.Namun Rajat memalsukan kematiannya dan naik tahta.Mari kita lihat ke dalam ruang tahanan saja.

 °~ RUANG TAHANAN ...
           Tubuh Saanskar dimasukkan ke sebuah sel.Tak bisa melihat apapun selain jeruji besi dan tahanan lain.Seorang pria seusia Durga Prasad mendekati jeruji untuk melihat siapa yang dibawa kali ini oleh para penjaga.Penjaga segera mengunci ruang tahanan Saanskar dan berkata pada pria itu,"Hey Pak Tua...ada teman untukmu.Kau tak akan kesepian lagi sekarang!Nasibnya juga tak beda jauh darimu ha..ha.."
Pria tua itu menunggu sampai para penjaga pergi baru ia mendekati ruang tahanan Saanskar,"Anak muda!Bangunlah..."
Saanskar mulai membuka matanya,kepalanya terasa sakit dan ia heran melihat sekitarnya,"Dimana ini?Mengapa aku bisa ada di sini?Aduh...kepalaku..."
 Pria tua itu bertanya dari balik jerujinya,"Siapa kau anak muda?Aku sudah lama di tempat ini.Entah sudah berapa lama aku sampai tidak tahu.Namaku Ram.Siapa namamu?Bagaimana kau bisa berurusan dengan adikku Rajat?"
Saanskar mencoba untuk bangun,namun terhuyung,"Rajat itu adik Paman?Jadi Paman adalah Raja Ram yang dikabarkan sudah tiada itu?...Maaf Paman,ayahku sering bercerita tentang Paman.Paman pasti mengenal ayahku,Raja Durga Prasad Maheswari.Aku putra sulungnya,namaku..."
Pria bernama Ram itu menyahut,"Pangeran Saanskar Maheswari...Durga sangat bangga padamu.Aku ingat ia memperkenalkanmu kala berkunjung ke Mumbai.Kau putra kesayangannya...Kau sudah besar sekarang.Setahuku Mumbai tidak bermusuhan dengan Maheswari.Lalu mengapa kau bisa ada di sini?"
Saanskar duduk bersandar di dinding,"Saya hanya ingat bahwa saya sedang membantu kerajaan Bengali melawan musuh.Mumbai ingin menguasai Bengali dan sebagai sahabat,Maheswari memberikan bantuannya.Terakhir saya ingat sedang membantu penduduk yang rumahnya dibakar musuh.Saya mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah yang terbakar dan saya segera bergegas masuk untuk menolong tapi tiba2 semua gelap.Saya tidak ingat apa2 lagi setelah itu."
Ram merasa iba mendengarnya,"Rajat memang sangat licik.Dia memakai cara apa saja demi mencapai tujuannya.Aku tak sangka bukan hanya padaku ia melakukan hal serendah itu tapi juga kepadamu.Ayahmu pasti sedih kehilanganmu.Atau mungkin ia juga mengira kau sudah tiada.Kau harus keluar dari tempat ini Nak..."
Saanskar melihat sekitarnya,"Tapi ini dimana Paman?"
Ram berkata,"Inilah penjara pulau Bagallan.Pulau yang dikelilingi oleh lautan.Penjagaannya juga terkenal ketat.Kerajaan Mumbai memakai pulau ini sebagai tempat pembuangan."
Saanskar memandang langit2,'Ayahanda...Ibunda...bagaimana aku bisa keluar dari sini?'
            Pangeran sulung Maheswari ternyata masig hidup tapi bisakah dia keluar dari penjara itu?**see you next part** 


Part 5 OLDEST PRINCE : Find None

           Saya menulis kisah ini karena suka banget dengan pairing Swasan di serial Swaragini.Sejak awal melihat yang membuat serial ini berbobot di mata saya malah bukan pemeran utamanya karena waktu itu Saanskar belum muncul.Yang muncul hanya Swara,Ragini,Laksya dan kedua keluarga mereka yang selalu ribut.Nah tokoh yang memukau saya justru Ayah Laksya,Durga Prasad Maheswari.Penampilannya yang beda dengan kepala gundul sungguh bagi saya memperkuat karakternya yang tegas dan berwibawa.Saya tidak heran jika pemirsa kurang berminat melihat awalnya tapi jika sudah mengikuti kisah kakak beradik Swara dan Ragini juga saudara sepupu Saanskar dan Laksya maka akan terpikat dengan karakter mereka.Swara yang begitu sayang pada adiknya Ragini bahkan rela melepas pria yang ia cintai demi kebahagiaan adiknya.Sayang Ragini malah begitu licik dan jahat pada kakaknya karena terobsesi pada Laksya.Laksya sendiri awalnya pemuda yang bengal dan playboy namun sejak kenal Swara berubah menjadi baik.Hal yang sama juga terjadi pada Saanskar yang awalnya berkomplot dengan Ragini karena dibutakan dendam terhadap keluarga Maheswari yang telah memisahkannya dari wanita yang ia cintai yaitu Kavita.Kavita dikabarkan dibunuh oleh Durga Prasad lewat preman2 namun Swaralah yang kemudian membongkar tragedi itu dan ternyata Kavita masih hidup.Disinilah indahnya drama manakala pemirsa harus berubah pairing karena Swara telah mengikhlaskan Laksya untuk Ragini dan Saanskar malah jatuh hati pada Swara.Awalnya serial ini menggiring penonton pada pairing SwaLak karena Saanskar belum muncul disana namun kala alur cerita berubah maka serial ini justru menarik hati saya.Bagaimana dua saudara sepupu berebut seorang wanita yang sama.Dan siapakah yang akhirnya berhasil mendapatkan hati Swara?Tentu saja dengan membaca karya saya ini,pembaca tahu jawabannya.Oke kita lanjut kisah Oldest Prince.Let's go! ●°

 KERAJAAN BENGALI...
           Raja Shekar kembali ke istananya dengan wajah muram.Ragini jadi cemas,"Kenapa Ayahanda?Apa Raja Maheswari menyalahkan Ayah atas kematian putra sulungnya?"
Shekar malah meminta maaf pada putrinya itu,"Ayah bisa mengerti kemarahan Raja Durga.Dia sedang sangat berduka.Kau tahu kan betapa ia sangat menyayangi Putra sulungnya itu.Ayah juga heran kenapa musuh bisa melakukan ini pada Pangeran Saanskar.Dia pangeran yang baik dan dicintai rakyat.Dan anehnya lagi pasukan Mumbai kemudian pergi usai membunuh Pangeran Saanskar.Ayah merasa ada yang aneh dengan semua ini."
Ragini jadi sedih,"Apakah ini artinya kini Maheswari dan Bengali bermusuhan Ayah?"
 Raja Shekar mengangguk,"Aku coba menjelaskan semuanya tapi Raja Durga Prasad begitu terluka dengan kehilangan putra tertuanya.Maafkan Ayahmu ini Ragini karena jika saja Raja Durga tak memutuskan persahabatan dengan Bengali maka perjodohan diantara kedua kerajaan pasti masih akan dilanjutkan.Beliau masih punya putra lain dan kau tentu akan menikah dengan pangeran dari Maheswari."
           Ragini kembali ke kamarnya dengan murung,Swara coba menghiburnya.Dayang yang sebenarnya putri Raja Shekar juga itu memainkan alat musik untuk menghibur junjungannya.Swara memang pandai bermain alat musik,"Swara,mainkan untukku musik yang sedih.Hatiku sedang gundah sekarang."
Swara menurutinya,'Kenapa Putri tampak sedih sejak kepulangan Baginda?Apa yang sebenarnya terjadi?Apa karena kematian Pangeran Saanskar yang penuh misteri itu?Aku bahkan ngeri melihat jasadnya.Padahal dari yang aku dengar Pangeran Sulung kerajaan Maheswari itu berwajah sangat tampan.Tapi musuh telah membakar jasadnya.Sungguh kejam mereka.Dari yang aku dengar mereka musuh sengaja mundur hingga ke perbatasan sehingga Pangeran Saanskar terus mengejarnya.Entah kenapa aku merasa jasad yang ditemukan itu palsu.Karena untuk apa musuh melakukan itu sementara pada pasukannya saja mereka tidak membakarnya.'
Swara menghentikan permainan musiknya,"Putri sedih karena meninggalnya Pangeran Saanskar ya?Mungkin putri memang tidak ditakdirkan untuk menikah dengannya.Jodoh memang bisa diatur tapi Langit juga yang menentukan.Jangan bersedih putri.Putri sangat cantik lagipula bukankah Raja Maheswari memiliki dua orang putra?"
Ragini berdiri dan menatap ke langit,"Kau benar Swara bahwa jodoh itu ditetapkan oleh Langit.Tapi aku telah jatuh hati pada Pangeran dari Maheswari."
 Swara heran,"Bukannya Putri belum pernah bertemu dengan Pangeran Saanskar?Bagaimana bisa Putri jatuh hati padanya?"
Ragini mendekati dayangnya itu,"Yang kubicarakan bukan Pangeran Sulung Maheswari tapi Pangeran kedua Maheswari.Kau ingat dia datang kemari untuk menjemput kakaknya."
Swara ingat,'Oh Pangeran yang memarahiku waktu itu ya?'
Ragini meneruskan ucapannya,"Jika Maheswari tak lagi mau menjalin hubungan dengan Bengali lalu bagaimana kisah cintaku akan terwujud Swara?"
          Swara terdiam bingung juga mau jawab apa.Ia malah mondar-mandir sambil berpikir,"Menurut saya putri Pangeran Saanskar itu masih hidup.Musuh sengaja membakar mayatnya supaya kita mengira bahwa dia benar sudah tiada.Hanya saja...saya tidak punya bukti untuk itu...karena menurut saya kematian itu sangat aneh Putri."
Ragini berkata,"Kau ini mengada2 Swara...oh ya bukannya biasanya kau pulang?Pulanglah ibu dan nenekmu pasti merindukanmu.Sudah lama kau tidak mengunjungi mereka."
           Swara senang bisa pulang.Namun kala sampai di gerbang,ia melihat seorang pria yang diusir oleh penjaga gerbang.Pria itu terus memohon ingin bertemu Raja,"Penjaga ijinkan aku masuk.Aku membawa berita yang sangat penting.Ini mengenai Pangeran Saanskar."
Penjaga malah menertawakannya,"Hey semua orang sudah tahu bahwa Pangeran Saanskar telah wafat.Kau ini benar2 orang aneh!Pergi sana!!Raja sedang tidak mau bertemu siapapun."
Swara mendekati pria itu,"Tuan,aku dayang dari putri Raja Shekar.Kau bisa katakan padaku apa yang ingin kau sampaikan pada Raja.Aku akan menyampaikannya nanti."
Pria itu rupanya si prajurit perahu,"Sampaikan pada Raja bahwa sebenarnya...Pangeran Saanskar masih hidup.Aku akan mengatakan dimana dia berada jika Raja mau membantuku."
Swara kaget mendengarnya,"Pangeran Saanskar masih hidup?Tunggu disini.Aku akan beritahu Putri soal ini."
           Swara kembali ke dalam istana dan memberitahu Ragini mengenai apa yang dikatakan prajurit perahu tadi.Raginipun memberitahu ayahnya.Raja Shekar segera menemui pria tadi dan menanyakan banyak hal padanya,"Sungguh kau melihat sendiri bahwa Pangeran Saanskar masih hidup?Kau tidak berbohong bukan?"
Pria itu menjawab,"Hamba tahu hukumannya jika berbohong pada Raja.Selama ini hamba hanya ingin memulihkan kembali kerajaan Mumbai.Sejak Rajat berkuasa rakyat menderita.Pajak begitu tinggi.Sementara Rajat hidup mewah di istananya.Keluarga hamba dulu ditolong oleh Raja Ram dan hamba tak percaya jika beliau sudah tiada.Jika Paduka bersedia membantu saya menemukan raja Ram maka saya akan menunjukkan tempat dimana mereka menyekap Pangeran Saanskar."
Raja Shekar bersedia dan mengirim panglimanya serta pasukan khusus untuk ikut dengan pria itu,"Bawalah Pangeran Saanskar kepadaku.Jika benar dia masih hidup maka permusuhan antara Maheswari dan Bengali takkan ada lagi.Panglima,kau pergilah dengannya.Bantu dia menemukan Raja Ram juga.Jika Pangeran Saanskar sudah kau temukan segera bawa dia kemari."
Ragini berkata,"Ayah,apa tidak sebaiknya kita memberitahukan berita ini kepada kerajaan Maheswari.Mereka pasti akan sangat senang mendengar berita ini."
Raja Shekar berpendapat lain,"Jika kita memberitahu mereka tanpa bukti pasti mereka mengira kita mempermainkan mereka.Sebaiknya kita temukan dulu Pangeran Saanskar dan baru memberitahu mereka.Lagipula Panglimaku telah mengenal seperti apa Pangeran Saanskar,ia akan mengenalinya.Aku tak sangka Rajat begitu licik."
Akhirnya pasukan itu berangkat menuju pulau Bagallan.Mari kita lihat kondisi di Maheswari.

 ●• ISTANA MAHESWARI...
            Permaisuri Sujata terus saja bersedih.Raja Durga sendiri juga bermuram durja.Para menteri tak berani mengusik Raja.Annapurna meminta Laksya untuk menghibur ayahnya,"Temani Baginda.Kau kini putranya satu2nya.Kau harus mengambil alih posisi kakakmu."
Laksya berkata,"Sampai kapanpun posisi kakak di hati Ayah takkan pernah terganti Ibu.Aku tahu benar bagaimana bangganya Ayah pada kak Saanskar.Dan aku tak pernah iri akan hal itu Ibu.Kakak memang berhak mendapatkan semua kasih sayang dari Ayah bahkan dari semua orang.Ibu ingat aku selalu membuat masalah di istana,aku kerap menentang Ayah tapi kakak selalu melindungiku.Aku takkan mengambil tempatnya Ibu."
Annapurna kesal mendengar bahkan putranya sendiri mengagumi putra Sujata,"Terserah apa yang kau katakan.Ibu hanya minta kau lebih meluangkan waktu untuk bersama ayahmu.Kau harus belajar menjadi penerus tahta seperti yang biasa dilakukan kakakmu yang telah tiada."
Laksya ingat ucapan Saanskar dulu,"Adik!Kau harus menghormati ayah dan ibu.Karena merekalah yang telah diberi kepercayaan untuk merawat kita.Mereka telah mengorbankan banyak hal untuk kita.Ayah memarahimu bukan karena tak sayang padamu.Ia ingin kau menjadi orang yang lebih baik.Jika aku salah ayah juga akan melakukan hal sama padaku.Karena sudah menjadi tugas beliau untuk membimbing kita.Kau mengerti?"
Laksya berkaca2 mengingat semua itu,"Kakak...aku janji akan menjaga ayah dan kedua ibu kita.Aku janji kak..."
Laksya menemui ayahnya.Durga yang tengah mengenang Saanskar mengira Laksya adalah putra sulungnya,"Saanskar...kau datang Putraku...lihatlah banyak laporan menumpuk...ayo kemarilah dan bantu ayah menyelesaikannya..."
Laksya menahan pedih melihat sikap ayahnya,"Ayah...ini Laksya..."
           Durga terpaku dan terduduk dengan lesu.Gulungan2 laporan dari para pejabat terlepas dari genggamannya,Laksya memungutnya kembali,"Ayah...aku tahu bahwa aku tak sebanding dengan kakak...tapi aku akan berusaha menjadi seperti dia dan membantu Ayah seperti yang biasa dilakukannya.Aku bahkan tidak keberatan jika Ayah terus mengira aku adalah kakak...jika itu bisa mengurangi kesedihan ayah..."
          Durga terdiam dan dipeluknya Laksya.Annapurna tersenyum melihatnya dari jauh,'Baginda akan menyadari bahwa putranya kini hanyalah putraku.Ia harus menerima kenyataan bahwa putra sulung yang begitu ia banggakan telah mati.Tahta Maheswari akan menjadi milik putraku.Dunia akan menertawakan Sujata,karena meski aku bukan permaisuri namun putrakulah yang akan duduk di tahta.'
Benarkah Laksya yang akan menduduki tahta Maheswari kelak?***see you next part***


Part 6 OLDEST PRINCE : Heaven On Earth ( Surga Di Bumi )

          Barusan lihat motogp dan saya menemukan rider baru di kelas moto2 yaitu Miguel Oliviera.Saya itu sebenarnya sudah punya rider fave di kelas moto2 tapi yang satu sedang cidera karena kecelakaan tunggal di race sebelumnya.Sedang satunya ga perform sampai finish.Padahal di dua race sebelumnya moto2 ga dilive.Eh giliran dilive malah rider2 jagoan saya ga tampak di layar kaca.Saat itulah saya melihat motor dengan no 44 punya KTM,wah pembalapnya siapa ya?Dan akhirnya saya hunting siapa pembalap itu.Dan saya kini punya tiga rider fave di moto2.Saya kalau lihat film atau serial juga gitu,ga mesti saya mau lihat karena pemeran utamanya.Saya juga ga nonton semua serial India,hanya tertentu saja yang menawan hati saya karena saya itu seorang analisis aslinya.Jadi melihat gitu ga asal lihat.Saya mending matiin tv daripada nonton tayangan yang ga saya bener2 sukai.By the way,yuk lanjut ceritanya.

 ~~PULAU BAGALLAN...
          Sahil ternyata bukan orang bodoh,dia tahu bahwa kelakuan prajurit perahu yang ia temui sungguh mencurigakan.Ia lalu memperketat penjagaan terutama pada Sanskaar.Alhasil kala pasukan khusus suruhan Raja Bengali menyusup ke penjara itu,mereka kesulitan membebaskan Raja Ram dan Pangeran Sanskaar.Panglima Bengali senang sekali melihat Sanskaar masih hidup,"Pangeran!Ayo kita keluar dari sini.Maheswari berduka dan Raja Durga sangat sedih mengira Pangeran sudah tiada." Prajurit perahu juga senang sekali menemukan Raja Ram,"Paduka,ternyata benar Paduka masih hidup,sekarang kami akan membawa Paduka keluar dari penjara ini."
Sahil muncul dan berhasil menangkap lagi Raja Ram,"Enak saja kalian mau pergi membawa kabur tawanan khususku.Aku tidak akan biarkan!!"
           Medan pulau Bagallan yang dikepung air menyulitkan mereka namun Sanskaar berhasil mengalahkan Sahil.Sayang Sahil menyandera Raja Ram.Raja Ram berkata,"Sudah kalian pergi saja tanpa aku.Bawa saja Pangeran Sanskaar pergi dari sini dan selesaikan kesalahpahaman diantara kedua kerajaan."
Tapi Sanskaar malah menyelamatkan Raja Ram dari cengkeraman Sahil,"Tidak Paman.Paman yang harus pergi.Paman sudah lama berada di sini.Kondisi Paman lebih lemah dariku.Aku lebih muda Paman aku akan baik2 saja.Pergilah kalian ke Maheswari dan katakan pada ayahku bahwa aku ada di sini.Bahwa aku masih hidup.Cepatlah!Aku akan mengecoh Sahil ke arah lain.Ia akan memilih mengejarku.Hanya ini cara satu2nya kalian bisa pergi dari sini.Kita harus berpencar.Kalian ke sana dan aku ke arah lain.Cepatlah sebelum pasukan Mumbai kemari!"
           Mereka mengikuti saran Sanskaar dan memang berhasil mengecoh Sahil namun Rajat datang bersama pasukannya dan menangkap Sanskaar.Ia memindahkan Sanskaar ke penjara lain secara diam2.Rajat berpikir,'Saat ini Durga Prasad sedang berduka dan aku yakin dalam waktu dekat ia akan menyerang Mumbai.Aku akan menghabiskan banyak emas untuk membiayai perang ini.Apalagi Bengali sudah mendapatkan kakakku Ram,aku yakin ia akan menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa putra sulungnnya ada di sini.Dan jika ia mendengarkan perkataan itu dan menemukan putranya benar disini maka ia akan memusuhi Mumbai dan berdamai dengan Bengali.Jika mereka bersahabat lagi maka akan sulit bagiku menguasai kerajaan2.Saat ini Annapurna takkan mau membantuku karena pewaris tahta Maheswari baru akan diumumkan setelah perkabungan usai.Dan itu masih satu tahun lagi.Nanti saja setelah waktu itu tiba aku akan mengancam dia lagi dengan keberadaan Sanskaar.Ia pasti akan memberiku banyak emas.Kini aku harus tunjukkan pada Durga Prasad bahwa Mumbai tak ada hubungannya dengan kematian anak sulungnya.Jika perlu aku akan menunjukkan semua penjara Mumbai padanya.Mengenai Ram aku yakin ia takkan turut campur karena itu adalah intern masalah kerajaan Mumbai.Aku akan pura2 gembira kakakku kembali dan menyerahkan tahta padanya.Namun aku akan menyusun kekuatan kembali.Lagipula seluruh harta dan emas di Mumbai sudah kuambil dan kusimpan di tempat yang aman.Kak Ram akan memerintah kembali Mumbai yang sudah miskin.Ha..ha...'

 ~~ ISTANA MAHESWARI...
            Sebelum Raja Ram tiba di Maheswari,Rajat menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa ia ikut berduka cita atas kematian pangeran Sanskaar dan menyatakan bahwa pelakunya bukan pasukan Mumbai karena di Mumbai sendiri juga mengalami kejadian sama dengan Raja sebelum dia.Annapurna jelas mendukungnya karena ia tak mau Rajat membongkar kebusukannya.Bahkan Rajat memutarbalikkan fakta dengan mengatakan,"Itulah kenapa saya menyerang Bengali karena dari mata2ku aku mengetahui Raja Shekar menyekap kakakku.Jika Kau tak percaya mari ikutlah aku ke sana."
Durga Prasad berpikir,'Seandainya ada Sanskaar maka aku akan meminta pendapatnya karena ...'                    Durga masih ingat bagaimana banyak hal pelik diselesaikan oleh putranya itu.Masih terngiang2 perkataan putra sulungnya itu,"Ayah,semua perkara tak seperti kelihatannya di permukaan.Jika kita salah membuat keputusan maka rakyat yang akan menderita."

 ~~ PERBATASAN BENGALI...
           Ia lalu ikut dengan Rajat ke Bengali tapi baru sampai perbatasan ia bertemu Raja Shekar yang hendak menuju ke Maheswari bersama Raja Ram.Ram berkata,"Sahabatku Durga kau jangan termakan hasutan adikku.Aku bisa berada di Bengali karena raja Shekar menolongku dari penjara Rajat.Bahkan aku bertemu putra sulungmu,Pangeran Sanskaar disana."
Durga Prasad terpana mendengarnya,"Sanskaar masih hidup?Benarkah?Mengapa kalian tak membawanya serta?"
Rajat malah bergaya menangis bahagia bertemu kakaknya lagi,"Oh Kakakku aku sungguh bahagia melihat kau baik2 saja Kak.Kembalilah ke Mumbai Kak.Aku tak secakap dirimu memimpin kerajaan.Aku ingin mengembalikan semuanya kepadamu saja."
Ram malah curiga,"Rajat,kau jangan coba membodohi kami.Kau menyekapku di pulau Bagallan bertahun2 dan kau bilang bahwa Raja Shekar yang melakukan semuanya?Aku akan membawa Raja Durga ke pulau itu untuk menunjukkan padanya bahwa kaulah yang melakukan semuanya.Bahwa Pangeran Sanskaar masih hidup.Ayo kita ke pulau itu saja!"
Ram terkekeh dalam hati,'Kalian semua masuk perangkapku.Seluruh raja2 menuju penjaraku dan kalian tidak sadar bahwa kalian menuju sarang ular.Ha..ha..'
           Mereka semua berangkat ke pulau Bagallan.Namun mereka tak menemukan Sanskaar di sana.Rajat malah menangis bombay kala Ram menuduhnya menyembunyikan Sanskaar,"Buat apa aku sembunyikan Pangeran Sanskaar kak?Mumbai tak pernah bermusuhan dengan Maheswari.Aku menyerang Bengali karena aku dengar merekalah yang menyekap kakak.Lihat saja bagaimana mereka tahu kakak di sini."
           Semua jadi bingung dengan ucapan Rajat,apalagi kala ia menyerahkan tahta Mumbai kembali pada Ram.Durga akhirnya memilih kembali ke Maheswari,ia sangat marah pada Shekar karena tak bisa menemukan pelaku pembunuhan pada Sanskaar.Shekar berusaha bicara padanya,"Durga dengarkan aku.Aku sungguh tidak bohong padamu,panglimaku sendiri melihat putra sulungmu disekap di sini.Buat apa aku bohong padamu?"
Durga berkata,"Sampai aku melihat putraku kembali baru hubungan di antara kita akan seperti sebelumnya.Aku pergi!"
           Ram berjanji pada Shekar akan membantunya memulihkan hubungan antara Maheswari dan Bengali.Ram lalu kembali ke Mumbai.Rajat tersenyum melihat semuanya,'Bagus,jika mereka saling bermusuhan maka mudah sekali menghancurkan mereka.'
Wah lalu gimana nasib Pangeran Sanskaar ya?***see you next part***


Part 7 OLDEST PRINCE : Roles ( Peran )

            Akun ini saya ganti namanya dengan nama pairing fave saya dalam Swaragini yaitu Swara dan suaminya Sanskaar Maheswari.Apa yang membuat saya suka mereka?Swara itu nama aslinya Helly Shah,dia punya hidung mancung,mata berbinar,rambut panjang nan indah tapi yang paling saya suka adalah bibirnya.Sangat menawan dan membuat wajahnya terlihat so cute.Perannya sebagai kakak Ragini satu ayah beda ibu sungguh menawan hati saya walau awalnya saya justru suka penampilan Ragini yang lugu,halus dan nampak anggun.Namun kemunculan Varoon Kapoor sebagai Sanskaar Ram Maheswari,saya lupa eps berapa ya..sungguh memukau saya.Padahal waktu itu saya ogah2an lihat Swaragini,soale lakon saya kesannya bakal sedih.Saya pikir waktu itu Sanskaar bakal jadi pasangannya Ragini karena Laksya dan Swara saling mencintai,saat itu lho ya he..he..Nah muncul sebagai orang gila dengan penampilan lusuh,kotor dan dekil justru membuat saya interest dan penasaran dengan peran Sanskaar.
           Saya pun kepoin siapa dia sebenarnya di keluarga Maheswari.Kok bisa gila?Rupanya dia anak sulung Ram Maheswari dan Sujata.Adiknya bernama Utarra.Dia adalah kakak sepupu Laksya.Dia mengira pacarnya mati dibunuh Durga Prasad Maheswari dan Laksya membantu pembunuhan itu.Itulah kenapa dia mau membantu Ragini balas dendam pada keluarga Maheswari.Namun kala melihat Swara menjadi korban balas dendamnya padahal Swara ga ada sangkut paut apapun dengan masa lalunya membuat Sanskaar sadar betapa kejamnya Ragini.Ia lalu memutuskan kerja sama dengan Ragini karena tak ingin menyakiti Swara.Bahkan Swaralah yang menyadarkannya dari niat balas dendam dan menjadi orang yang baik dan memaafkan keluarganya karena pembunuhan Kavita masih misteri.Nah sejak itulah Sanskaar berada di pihak Swara dan mendukungnya dengan setia hingga ia rela berpura2 menjadi suami Swara.Namun kebersamaan mereka yang intens bahkan sering satu ruangan membuat ia jatuh hati pada Swara.Namun Swara hanya menganggapnya teman dan masih trauma dengan cinta.
            Gagalnya pernikahannya dengan Laksya membuat Swara menutup pintu hatinya rapat2.Namun Sanskaar tetap terus mendukungnya dan sadar bahwa cintanya hanya sepihak,ia tak menuntut Swara membalas cintanya.Ia hanya ingin mencintai Swara bahkan ia berkata pada ibunya bahwa ia takkan menikah selain dengan Swara.Ketulusan dan dukungan Sanskaar diam2 menumbuhkan benih cinta di hati Swara pada kakak sepupu Laksya itu.Sayang,kala ia hendak memperjuangkan cinta keduanya itu,Kavita hadir kembali dalam hidup Sanskaar.Siapakah yang akan dipilih Sanskaar kali ini?Cinta pertamanya yang membuat dia sampai pura2 gila atau cinta keduanya yang diawali dari pernikahan pura2?Silakan tebak dan saksikan sendiri he..he..Nah saking sukanya sama pairing Swasan maka saya buat kisah Oldest Prince.Baiklah sekarang kita lanjut cerita saya.Chalo!

 ¤¤ SATU TAHUN KEMUDIAN DI ISTANA MAHESWARI...
Tampak Laksya sedang dipakaikan pakaian kebesaran oleh ibunya,"Ibu,aku tidak mau memakai pakaian ini..."
Annapurna terus memaksa putranya,"Jika kau terus membantah ibumu ini maka kau akan melihat mayat ibu..."
Tentu saja Laksya terkejut mendengarnya,"Apa yang ibu katakan?Ibu,aku tak mau ibu menyakiti diri ibu sendiri...Aku hanya merasa bahwa ini tidak benar Ibu...posisi putra mahkota aku tak pernah menginginkannya ibu...itu milik kak Sanskaar ibu...aku tak pernah ingin posisi itu..tapi ibu terus memaksa ayah untuk memberikan posisi itu kepadaku.Kenapa ibu tak peduli apa yang menjadi keinginanku?"
          Annapoorna meminta semua pelayan dan pengawal untuk pergi dari ruangan,ia tak mau mereka mendengar bahwa Laksya menolak menjadi putra mahkota.Dihadapkannya putranya padanya,"Semua orang tahu bahwa kakakmu sudah tiada.Dan waktu berkabung telah usai.Satu tahun telah berlalu.Ibu tahu ayahmu telah mencari ke seluruh pelosok negeri perihal berita bahwa kakakmu itu masih hidup.Tapi tak ada hasil.Susah payah ibumu ini meyakinkan ayahmu untuk melanjutkan kelangsungan hidup kerajaan dan kau mau menyia2kan usaha ibumu ini?"
 Laksya teringat ucapan Sanskaar dulu kala ia hendak berangkat ke medan perang,"Laksya,aku titip ayah,segala sesuatu bisa terjadi di medan perang.Berjanjilah padaku kau akan mematuhi ayah dan membantunya saat aku tidak di sisi beliau.Kerajaan kita begitu besar,banyak perkara yang harus beliau tangani.Kau dan aku kita adalah saudara,kita harus menjadi mata,telinga,tangan,dan kaki bagi ayah kita.Aku tidak akan marah bahkan jika kaulah yang dipilih ayah menjadi penerus tahtanya.Kau tahu kenapa?Karena kita adalah sama.Kita sama2 putra ayah."
Laksya terdiam,'Kakak...entah kenapa aku merasa kau masih hidup entah dimana...segeralah kembali kakak...aku tak bisa memikul tanggung jawab sebesar ini.Ayah membutuhkan kakak...hari demi hari beliau semakin lemah kak...ibu Sujata juga lebih sering berpuasa daripada makan...istana ini tak semeriah dulu lagi.Kakak...kumohon kembalilah...'
           Satu tahun memang telah berlalu sejak kematian Sanskaar.Maheswari berbenah dan Raja Durga sadar bahwa posisi putra mahkota tak boleh kosong.Iapun menobatkan Laksya,putra keduanya menjadi penerus tahtanya kelak.Namun sebelum acara dimulai seorang kurir datang menemui Annapurna,Rajat memerasnya lagi dan kali ini Annapurna tidak mau menurut begitu saja,'Apakah benar bahwa Sanskaar masih hidup?Selama ini setiap kali Baginda pergi mencari kebenaran berita itu aku selalu menyertakan mata2ku didalamnya.Dan hasilnya tidak ada.Tapi kali ini Rajat memakai berita itu untuk meminta emas lagi padaku dan jumlah yang dia minta kali ini lebih banyak dari sebelumnya.Aku tak boleh terus diperasnya.Aku akan mengirim mata2ku untuk mengawasi dia.Aku harus melihat dulu bahwa Sanskaar benar2 masih hidup.Kalau dia tak bisa menunjukkannya maka jangan harap aku akan memberikan emas itu padanya.'
            Rajatpun menyetujui syarat dari Annapurna dan menyuruh Sahil menjemput Sanskaar.Annapurna diam2 mengutus Adarsh,pengawal kepercayaannya untuk mengikuti gerak gerik Sahil,"Sahil adalah orang kepercayaan Rajat maka dia pasti tahu dimana Sanskaar disembunyikan.Jika dia hanya menggertakku maka dia akan mendapatkan balasannya.Jika nanti kau temukan,bunuh saja Sanskaar.Sahil sangat suka dengan wanita yang pandai menari dan bernyanyi.Kau carilah cara untuk membuat dia lengah."
Adarsh lalu mencari seorang penari untuk memperdaya Sahil.Mencari keterangan soal keberadaan Sanskaar.

 ¤¤ PENJARA BAWAH TANAH...
           Adarsh berhasil mendapatkan keterangan dimana Sanskaar berada.Ia segera menuju ke sana.Sanskaar senang sekali melihatnya,"Adarsh,bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?"
Adarsh melihat sekitarnya,"Ceritanya panjang Pangeran.Ayo kita pergi dulu dari sini."
Sanskaar memandang dirinya,"Aku dirantai Adarsh.Kaki dan tanganku dibelenggu.Bagaimana kau akan membebaskan aku?Hanya Sahil yang punya kuncinya."
Adarsh menunjukkan kunci di tangannya,"Tenang saja.Kuncinya ada pada saya."
          Adarsh lalu membawa Sanskaar keluar dari penjara bawah tanah.Sanskaar lega sekali bisa melihat lagi dunia luar,"Aku sungguh berterima kasih padamu Adarsh.Katakan padaku bagaimana kabar keluargaku?Mereka baik2 saja kan?"
Adarsh merasa iba melihat kondisi Sanskaar,'Tegakah aku membunuhnya?Dia lusuh dan dekil.Tak ada yang akan mengira bahwa dia adalah seorang pangeran.Rambutnya kumal,kotor dan sudah seperti orang gila saja.Tapi apa yang harus kukatakan pada Selir Annapurna?Apa yang harus kulakukan?'
Sanskaar melihat seorang pemanah,"Adarsh awas!!"
          Sanskaar menyelamatkan Adarsh,disitulah Adarsh sadar bahwa Annapurna tak mempercayainya dan mengirim seseorang untuk membunuhnya.Tiba di sebuah tebing,Adarsh menceritakan semuanya,"Sebenarnya hamba disuruh untuk membunuh pangeran.Semua ini adalah siasat Selir Annapurna.Bahkan kematian Pangeran dia juga yang merencanakannya namun Rajat memanfaatkannya.Pangeran harus segera kembali ke Maheswari.Jika sampai Pangeran Laksya dinobatkan jadi putra mahkota maka seluruh Maheswari akan berada dalam genggaman selir Annapurna karena Pangeran Laksya dikendalikan olehnya."
Sanskaar terpana mendengarnya,"Jadi semua ini diatur oleh Ibu Annapurna dibantu oleh Rajat?"
         Si pemanah menyerang lagi kali ini sasarannya Sanskaar,Adarsh menjadikan dirinya perisai dan mengorbankan diri untuk Sanskaar,"Pergilah Pangeran!Ingatlah pada keluarga hamba jika kelak pangeran kembali ke Maheswari."
          Adarsh meninggal dan larilah Sanskaar menghindari si pemanah.Saat itulah Sahil datang dan hendak menangkap Sanskaar lagi.Tapi si pemanah berhasil melukai Sanskaar dan Sahil sehingga keduanya jatuh dari tebing.Sahil langsung tewas menghantam bebatuan sungai tapi tubuh Sanskaar hanyut terbawa arus menuju kawasan Bengali.

 ~~ BENGALI...
          Swara seperti biasa kembali ke rumahnya.Ia lihat cuma ada nenek dan ibunya di rumah,"Ibu,dimana kakek?Apa kakek pergi mencari ikan ke sungai lagi?"
Sarmista mengangguk,"Benar sayang.Kau tahu kan kakekmu sangat suka ikan.Jemputlah kakekmu kalau tidak beliau akan seharian di sungai.Pergilah Nak!"
Swara bergegas pergi ke sungai sambil membawa penganan untuk kakeknya,'Seperti biasa Baginda selalu memberiku banyak hadiah tiap kali aku pulang.Tapi kenapa beliau selalu melarangku mengatakan kalau itu semua dari beliau.Entah kenapa setiap kali aku berada di dekat Yang Mulia rasanya seperti aku bukan dayang tapi putrinya.Beliau memperlakukanku sama seperti beliau memperlakukan Putri Ragini.Bahkan setiap bepergian beliau selalu membelikan sesuatu sama juga seperti yang diberikan kepada Putri Ragini.Katanya beliau sudah menganggapku sebagai putrinya sendiri.Bahkan beliau selalu menawarkan tandu untuk mengantarku pulang.Aku sungguh beruntung bisa mendapat kebaikan beliau.'
Sampai di sungai,Swara bertanya pada para nelayan,"Apa ada yang tahu dimana kakekku?"
Seorang nelayan menjawab,"Oh kamu Swara!Kakekmu tadi ke arah sana.Cobalah kau cari di sebelah sana!"
 Swara segera menuju ke arah yang dimaksud dan melihat kakeknya dari jauh,"Kakek!!"
Sang kakek melambaikan tangannya,"Swara sini!Bantu kakek!!Ada yang butuh pertolongan di sini!!" Swara bergegas mendekat dan memang ada seorang pria tertelungkup di tepi sungai,"Kakek siapa dia?Apa dia masih hidup?Aku akan memeriksanya kakek."
Swara lega pria itu masih hidup,"Tuan!Tuan!Bangunlah!Kakek...kita harus menolongnya.Lihat kepalanya berdarah kakek.Dia terluka.Lihat di bagian lain dia juga terluka kakek.Kasihan dia." Kakeknya lalu memanggil nelayan yang lain,"Hoi!!Kemari!Bantu aku membawa orang ini ke rumahku!!"
          Para nelayan segera datang membantu.Swara juga memanggil tabib untuk memeriksa luka2 di tubuh pria itu.Sarmista segera membuatkan bubur,"Swara berikan padanya jika dia sudah sadar nanti.Kasihan dia..."
Swara melihat tabib sudah selesai memeriksa,"Tabib,bagaimana keadaannya?Apa dia akan baik2 saja?"
Tabib malah kagum dengan kebaikan hati keluarga Swara,"Kalian sungguh berhati mulia.Kalian tidak mengenalnya tapi mau menolongnya.Luka di kepalanya sepertinya terbentur sesuatu.Tapi ia akan segera sadar.Aku sudah memberinya ramuan.Tolong nanti di tempelkan di kepalanya dan juga di bagian lengannya.Ada luka goresan di sana.Seperti bekas kena panah.Mungkin ia akan demam nanti.Luka itu cukup parah.Disisi lain tubuhnya sangat lemah.Ia seperti tidak terawat dalam waktu yang cukup lama."
         Jelas saja pria itu adalah Sanskaar.Ia dipenjara selama satu tahun.Swara mengingat baik2 semua pesan tabib dan segera melihat keadaan pria asing itu.Pria itu membuka matanya,"Tuan.Kau sudah sadar?Syukurlah."
Sanskaar melihat sekelilingnya,"Dimana ini?Kalian siapa?"
Swara menjawab,"Kau ada di rumah kami.Kami menemukanmu di pinggir sungai Kissan.Itu kakekku,nenekku dan ibuku.Kalau aku namaku Swara.Kau sendiri siapa namamu?Bagaimana kau bisa terluka?Apa yang terjadi padamu?"
Sanskaar memegangi kepalanya,"Aku?Siapa aku?...Aaah...apa yang telah terjadi padaku?Aku..tidak ingat apapun..."
Tabib berkata,"Sepertinya ia kehilangan ingatannya akibat luka dikepalanya.Kondisi ini butuh waktu untuk sembuh.Aku pergi dulu."
Kakek dan nenek mengantar tabib keluar,Swara ingat pesan ibunya dan segera menyuapi Sanskaar dengan bubur,"Kau pasti lapar.Makanlah...tubuhmu sangat lemah..."
Sanskaar memandang gadis di hadapannya,"Kalian sungguh baik padaku.Terima kasih..."
            Swara sangat perhatian pada Sanskaar.Malamnya Sanskaar demam seperti kata tabib,dia gelisah dalam tidurnya,"Ayah...ibu...tolong aku..."
Swara mendengarnya dan segera mengambil kompres,'Dia demam tinggi...kasihan dia...jika kakek tidak menemukannya mungkin nyawanya tidak akan tertolong...'
Sarmista memberikan ramuan,"Ini Swara,berikan padanya.Dulu ibu juga pernah merawat orang sakit seperti ini demam tinggi dan mengigau.."
 Sarmista tak meneruskan ucapannya,ia ingat pada masa lalunya,'Shekar...Baginda...dulu kau juga pernah sakit seperti ini...kau pulang dari medan perang dengan luka yang cukup parah...aku diperintahkan merawatmu...sejak itulah kita menjadi dekat...dan...'
Sarmista keluar dari kamar dimana Sanskaar terbaring,Swara melihat ibunya mengusap air mata kala melangkah keluar,'Aneh kenapa ibu menangis?'
Swara hendak pergi tapi Sanskaar memegang selendangnya,"Jangan tinggalkan aku...."
Swara tidak jadi pergi,'Dia terus mengigau...nanti saja aku akan bicara dengan ibu...'
           Sanskaar tiba di Bengali tapi kehilangan ingatannya.Sementara itu Laksya akan dinobatkan menjadi putra mahkota Maheswari.Akankah Sanskaar bisa kembali ke Maheswari?
**see you next part**


Part 8 SWASAN STORIES "OLDEST PRINCE" : Fight For Your Family 
( Berjuang Untuk Keluargamu )

          Dulu saya kecewa sekali karena cuma bisa lihat serial Swaragini kalau di hari libur saja.Hari Sabtu dan Minggu.Sekali tayang saja di Antv bisa 5 eps versi aslinya.Tapi kala hp saya rusak eh adik saya malah mengajari saya cara download video di youtube.Wow!!Saya langsung cari video2 Swaragini.Saya paling suka itu video pas Sanskaar puasa buat Swara sampai terhuyung mau pingsan.Juga video saat pakaian Swara nyangkut pada benang suci Sanskaar.Kini kalau saya pingin lihat Swaragini saya tinggal klik video di hp saya.Sekarang saya ga perlu sedih lagi karena ga bisa nonton Swaragini.Apalagi saya bisa menuangkan impian saya seputar mereka dalam stories saya.Oke yuk lihat Swasan di cerita saya!Oke....

 ~~ RUMAH SWARA...
            Sanskaar sudah turun demamnya,Swara iba melihatnya.Dipandanginya pria malang dihadapannya itu,'Syukurlah demamnya sudah turun.Kupikir aku adalah anak yang malang di dunia ini karena tak tahu soal ayahku.Tapi pria ini dia jauh lebih malang dariku.Setidaknya aku masih punya ibu,kakek dan nenek yang sangat menyayangiku.Sedang dia....namanya sendiri saja dia tak ingat.Apalagi keluarga.Rambutnya panjang dan berjambang sepertinya dia tak terurus dengan baik.Jika orang melihatnya pasti mengira dia adalah orang gila.Entah kenapa melihat dia hatiku ini jadi ikut sedih...'
Kakek Swara datang,"Cucuku kau seharian menjaganya.Sekarang istirahatlah,kakek akan menjaganya di sini."
Swara menggeleng,"Tidak Kakek.Swara takut jika tiba2 demamnya muncul lagi.Kakek saja yang tidur."
           Dalam tidurnya Sanskaar bermimpi melihat dia dikejar2 orang lalu dia juga melihat orang2 tapi dia tak tahu siapa mereka.Mereka semua begitu menghormatinya.Sanskaar terbangun sambil terengah2,"Hhh...hhh..."
Swara memberinya minum,"Kau demam tinggi tadi.Apa kau sudah ingat siapa dirimu?"
Sanskaar menggeleng lemah,"Aku melihat orang2 dalam mimpiku tapi aku tak tahu siapa mereka...maaf aku merepotkan keluargamu..."
Swara gantian yang menggeleng,"Nenekku bilang melakukan kebaikan pada orang lain sama artinya kita sedang menabur kebaikan untuk kita sendiri.Karena hidup itu seperti cermin apa yang kau lemparkan akan terpantulkan kembali nanti."
Sanskaar tersenyum dan mencoba bangun tapi lengannya masih terasa nyeri,"Aahh..."
Swara membantunya kembali berbaring,"Luka di lenganmulah yang membuat kau demam tinggi,aku akan membersihkan lagi lukanya..."
Sanskaar menatap terpesona pada Swara,"Terima kasih...kau..."
Swara menaruh ramuan di luka Sanskaar,"Swara...panggil aku Swara...kau tahan ya karena ini akan terasa sedikit perih..."
Sanskaar tidak merasa perih karena perhatiannya tertuju pada gadis cantik di hadapannya,'Swara...nama yang sangat indah...seindah hatinya...ia merawatku padahal nama saja aku tak punya...'
          Sanskaar berbunyi perutnya,ia malu sekali.Kebetulan Sarmita datang membawa nampan,"Sayang,kau belum makan sejak tadi.Ini ibu bawakan juga bubur buat ..."
Swara menerimanya dan punya ide,"Kami kesulitan memanggilmu...bagaimana jika kami memberimu nama saja?Apa kau setuju?Ibu juga setuju bukan?"
Sarmista mengambil makanan Swara karena ia lihat putrinya itu malah memilih menyuapi pria asing yang mereka tolong,"Terserah kau saja sayang.Tapi kita akan memberi nama apa?"
Swara memandang Sanskaar,"Hmm...bagaimana jika Kissan saja ?Kami menemukanmu di tepi sungai Kissan.Bagaimana?"
Sanskaar setuju,"Kissan...kedengarannya bagus....namaku Kissan...Kau Swara dan Ibu..."
Sarmista tersenyum,"Namaku Sarmista..."
Sanskaar berkata,"Terima kasih Swara dan Ibu Sarmista,kalian sungguh baik padaku..."
Swara memandang Sanskaar,"Kau ini terus saja berterima kasih.Sekarang habiskan buburnya...biar perutmu tak memanggil namaku terus..."
           Sanskaar tak mengerti,Swara tertawa.Sarmista menggelengkan kepala,"Nak Kissan jangan heran dengan putri ibu ini dia memang suka bercanda..."
Sanskaar akhirnya mengerti,"Oh...maksudnya perutku bersuara ya..."
          Swara tersenyum melihat Sanskaar tersenyum,mereka saling pandang.Sarmista memperhatikannya,"Kau juga harus habiskan makananmu sayang..."
Begitulah Sanskaar tinggal di rumah Swara.Ia akan membantu apa saja yang bisa ia lakukan dengan kondisi fisiknya yang masih dalam tahap pemulihan.Hingga tiba waktunya bagi Swara untuk kembali ke istana,Sarmista tampak sedih mempersiapkan segala sesuatunya.Sanskaar heran,"Ibu terlihat sedih.Apa ada yang bisa saya bantu Ibu?"
Sarmista tersenyum,"Kau sudah banyak membantu ibu seharian Kissan,ibu hanya sedih karena Swara harus kembali ke istana..."
Mendengar kata istana,Sanskaar merasa tidak asing mendengarnya dan melihat kelebatan istana Maheswari di kepalanya,"Istana?"
Swara datang,"Benar Kissan.Aku bekerja di istana Bengali sebagai dayang.Istana itu sangat indah,megah dan Yang Mulia sangat baik padaku."
Sanskaar melihat kelebatan bangunan istana dengan pilar2nya yang indah,dan kala Swara menyebut kata 'Yang Mulia ',ia merasa tidak asing disebut begitu.
~~ "Yang Mulia,para pejabat sudah berkumpul di balairung utama..."
"Yang Mulia tiba!!...."
 " Salam Yang Mulia..."~~
          Melihat Sanskaar memegangi kepalanya,Swara menjadi cemas.Didekatinya Sanskaar,"Kau baik2 saja,Kissan?"
Sanskaar duduk,"Aku melihat bayangan2 lagi Swara.Tapi semuanya masih samar."
Swara berpesan padanya,"Kau harus ingat untuk memakai ramuannya.Kau juga harus makan dengan teratur supaya ..."
          Swara tersipu dan tak melanjutkan kata2nya dan malah berpamitan pada keluarganya.Sanskaar memandang pada Sarmista dan Sarmista mengangguk,"Pergilah Kissan.Antar Swara kami ke istana dengan selamat."
Sanskaar segera pergi menyusul Swara,"Swara!!Tunggu!!"
Swara berhenti mendengar teriakan Sanskaar,"Kissan ada apa?Kenapa kau mengikutiku?Pulanglah,kau masih belum pulih benar."
Sanskaar menjawab,"Aku ingin melihat istana.Mungkin jika aku melihatnya aku akan ingat sesuatu.Bolehkan?"
Swara tak bisa menolaknya,"Baiklah.Tapi kau harus menurut padaku."
          Sanskaar senang dan pergilah ia bersama Swara ke istana Bengali.Swara merasa tenang ada Kissan yang menemaninya,'Nanti aku akan minta tabib istana untuk memeriksa Kissan.Kasihan dia.'            Akankah Sanskaar akan kembali ingat masa lalunya jika melihat istana Bengali?**see you next part**


Part 9 ◆◆ OLDEST PRINCE : Resolving ( Menyelesaikan )

            Swaragini pindah jam tayang jadi lebih pagi menggantikan Punarvivaah yang sudah tamat sepertinya.Jujur lihat eps2 sekarang dimana muncul tokoh Kavya rasanya agak sebal2 gimana gitu.Soalnya saya suka peran Roop di Anandhi sebagai Sanchi atau isteri Vivek Kabra tapi saya ga suka peran jahat dia di Swaragini.Yang pasti nanti bakal kebongkar semua.Lihat Swaragini itu seperti lihat kartun conan.Detektif ria.Tapi jujur saya suka alurnya yang ga boseni.Penuh teka teki dan romantis habis.Moga aja kisah saya buat mereka juga bisa romantis he..he..Oke kita lanjut aja story saya.Bayangkan suasananya kayak di Jodha Akbar.Hamesha....

 □◇□ ISTANA BENGALI...
          Raja Shekar nampak memandang dari sotoh istananya,ia memandang ke arah taman sari.Tampak Putri Ragini memainkan alat musik,ibu suri mendekati dan memuji permainannya,"Cucuku memang serba bisa.Alangkah beruntungnya pangeran yang mendapatkan engkau kelak,cucuku."
Ragini memberi salam hormat pada neneknya,"Nenek terlalu memuji.Swara lebih hebat dariku soal memainkan alat musik.Nenek harus melihat permainannya."
Ibu suri mengernyitkan dahinya,"Swara?Siapa dia?"
Ragini bercerita,"Dia dayang yang sering bersamaku Nenek.Dia sudah seperti saudariku saja." Minuman yang dipegang Ibu Suri lepas seketika dari tangannya kala mendengar ucapan Ragini,"Saudari...?"
           Ia memandang ke arah putranya yang nampak menerawang di sotoh istana.Teringat olehnya masa lalu.Masa dimana ia mengusir seorang dayang dari istana karena berani mencintai putranya.Bahkan ia mengancam akan menggugurkan bayi yang dikandung dayang itu jika berani memberitahu putranya bahwa ia sedang mengandung darah dagingnya,"Selama aku hidup,takkan kubiarkan silsilah kerajaan ternoda oleh darah orang kelas rendahan!!Sebaiknya kau pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di istana ini atau aku akan membunuh bayi haram yang kaukandung itu!!"
           Dayang itu pergi dan tak ada kabarnya lagi.Ia hanya tahu bahwa ia melahirkan anak perempuan dan tinggal di pinggiran Bengali.Ragini mendekati neneknya,"Nenek,baik2 saja?Wajah nenek terlihat agak pucat.Sebaiknya nenek kuantar istirahat saja di dalam.Di sini anginnya kencang.Mari nenek,aku akan antar nenek..."
 Parwati mengangguk,"Cucuku,kau jangan terlalu akrab dengan dayangmu.Mereka tetaplah orang yang bekerja untuk melayani kita.Jadi perlakukan mereka sewajarnya saja."
Ragini malah curiga,'Aneh,menyebut soal dayang,wajah Nenek jadi berubah.Ada apa sebenarnya?' Raja Shekar yang mendengar percakapan ibunya dengan Ragini merasa sedih,'Bagaimana aku akan membawa kebenaran ini ke hadapan ibu jika beliau masih keras hatinya?Sarmista,pantas kau selalu menolak untuk kubawa kembali ke istana.Walau dengan susah payah aku bisa membujukmu agar Swara bisa berada dekat denganku.Putri kita seharusnya mendapat seperti apa yang didapat Ragini sekarang tapi karena aku tak mampu melawan kehendak ibuku maka semuanya menjadi seperti sekarang.Maafkan ayahmu ini Swara...mengapa kau belum juga kembali?Ayah rindu padamu...'      Kasih sayang seorang ayah terbelenggu oleh tingginya tembok istana.Mari kita lihat sampai dimana perjalanan Swara menuju istana.

 ¤÷¤ MENDEKATI IBU KOTA BENGALI...
           Swara dan Kissan berjalan menuju ibu kota Bengali dimana istana Bengali berada.Swara yang berparas jelita menutupi wajahnya dengan kerudung.Kissan heran,"Kenapa kau harus menutupi wajahmu?"
Swara berbisik padanya,"Aku ingin mengajakmu melihat keramaian ibu kota.Selagi aku ada diluar istana.Ayo!Nanti aku akan mengajakmu makan pucha.Enak sekali rasanya.Kau pasti suka." Mendengar itu Kissan jadi lapar,"Makanan?Aku mau2..."
Swara tersenyum dan meraih tangan Kissan,"Kalau begitu ayo cepat!"
Kissan memandang tangannya yang dipegang Swara,'Kenapa hatiku merasa hangat bila bersamanya?'
          Merekapun memasuki ibu kota dan menikmati keramaian di sana.Kissan kembali mendapat kilasan memorinya,'Aku juga pernah melihat kota seramai ini tapi dimana?'
Swara melihat penjual makanan,"Kissan,ayo kita ke sana!"
          Mereka menikmati makanan bersama,Kissan sangat bahagia.Swara menyuapinya,"Coba yang ini!Ini lebih pedas tapi nikmat!"
Kissan memakannya dari tangan Swara,"Iya enak sekali.Apalagi kalau makannya dari tangan orang lain.He..he.."
Swara malu dan memandang ke tempat lain,"Kissan,lihat ada penjual boneka.Ayo ke sana!"
         Kissan mengikuti Swara,namun kala sedang memilih boneka yang akan dibeli,datanglah segerombolan pria meminta uang keamanan kepada si penjual boneka.Mereka kasar sekali,"Hey Pak Tua!Cepat berikan uang keamanannya!!"
Si penjual ketakutan dan segera memberikan uang,"Ini Tuan.."
Namun mereka tidak puas,"Apa2an ini sedikit sekali?Kau pikir kami pengemis?"
Swara tak suka melihatnya,"Kurasa kalian bahkan lebih buruk dari seorang pengemis...setidaknya seorang pengemis tidak meminta dengan paksa..."
Mendengar hal itu mereka marah dan hendak menarik kerudung Swara,"Rupanya kau seorang gadis cantik yang pintar bicara...sebaiknya kau ikut kami sebagai gantinya..."
Kissan segera menghajar mereka,"Jangan berani menyentuh gadis ini!!"
 Merasa kewalahan salah satu dari mereka mengeluarkan pisau,Swara menjerit melihatnya,"Kissan awas!!"
          Kissan terluka tangannya menahan pisau tapi berhasil mengalahkan mereka semua.Saat itulah Swara melihat pengawal istana datang,"Pengawal!!Tangkap mereka!"
Pengawal itu mendekat,"Bukankah kau dayang putri Ragini?"
Swara mengangguk,"Benar,aku dayang Tuan Putri.Mereka ini menggangguku,cepat kau bawa mereka!"
Para penjahat itu ditangkap sedang Swara segera membalut luka Kissan,"Kau jadi terluka karena aku...maaf..."
Kissan tersenyum,"Tidak perlu minta maaf justru aku kagum pada keberanianmu membela kebenaran..."
Si penjual boneka mendekati mereka,"Kalian telah menolongku,para berandalan tadi sering meresahkan para pedagang disini.Sebagai ucapan terima kasih kumohon terimalah boneka ini." Sepasang boneka diberikan pada Kissan,"Sebaiknya ini untukmu Swara..."
Swara menyimpannya,"Sepasang boneka pengantin.Ini indah sekali.Terima kasih..."
Swara memandang Kissan yang terluka,"Sebaiknya kita segera ke istana.Disana ada tabib yang bisa mengobatimu dengan lebih baik."
          Merekapun sampai di gerbang istana,Swara memberitahu siapa dirinya,"Aku dayang putri Ragini.Ijinkan aku masuk."
Swara boleh masuk tapi Kissan dilarang masuk,"Siapa dia?"
Swara menjawab,"Dia datang bersamaku.Biarkan dia masuk.Aku yang akan menjaminnya."    Kissanpun diperbolehkan masuk.Apakah yang akan terjadi dengan Kissan di istana Bengali?**see you next part **


SWASAN STORIES "OLDEST PRINCE" Part 10 : Rekindle Love In Family
 ( Mengobarkan Cinta Dalam Keluarga )

           Swaragini memasuki eps2 mendebarkan,menyedihkan dan menegangkan.Rajat hilang dan muncul newcomer yaitu Sahil.Banyak hal yang akan dilakukan Sahil untuk mendapatkan Swara.Menyamar sebagai pendeta,menculik Swara bahkan mencoba membunuh Sanskaar dengan gas beracun dan penembak jitu.Bersiaplah melihat action Sanskaar berkelahi sampai terluka dan kemudian Swara merawat lukanya dan keduanya malah bermesraan.Tapi itu masih lama.Harus melewati fase Kissan dulu.Jadi sekarang kita lanjut aja kisah swasan versi saya:Pangeran Sulung.Yeh vadahai....

 ¤♡¤ ISTANA MAHESWARI....
Permaisuri Sujata baru saja selesai berdoa kala Pangeran Laksya datang menemuinya,"Salam hormat Ibu Ratu..."
Sujata memberkati Laksya,"Semoga diberkati...Kenapa kau malah kemari?Bukankah harusnya kau menemui Yang Mulia?"
Laksya sedih memandang Sujata yang nampak lebih kurus,"Aku tidak akan pergi tanpa restu Ibu.Lagipula sebenarnya aku tak ingin penobatan ini.Bagiku posisi Penerus Tahta adalah milik..." Sujata tersenyum pilu,"Walau telah satu tahun berlalu tapi kita tetap tak bisa menghapus kenangan Sanskaar dalam istana ini.Laksya,meski ibu bukan ibu kandungmu tapi kau sudah ibu anggap putra ibu sendiri.Kau harus menerima penobatan ini.Kau tahu bagaimana kakakmu akan kecewa jika kau tidak menerima posisi ini.Kau ingat apa yang selalu kaujanjikan padanya bukan?"
 Laksya menghela nafas,"Tentu Ibu.Aku berjanji bahwa aku akan selalu membantunya menjaga kerajaan dan membantu ayah."
Laksya berkaca2,"Tapi tetap saja aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk menjadi pewaris tahta Ibu.Kak Sanskaar jauh lebih mengerti mengenai tata negara daripada aku,Ibu."
 Sujata mengusap wajah Laksya,"Kau adalah bayangannya.Kalian itu sama.Kau ingat sejak kecil Sanskaar menjagamu.Ia sangat sayang padamu.Ia akan bahagia jika kau bisa memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya yang tak bisa ia penuhi."
Laksya memandang ke arah kamar kakaknya,'Biasanya kakak akan menghabiskan waktu dengan tanaman2 peliharaannya bila sedang dalam dilema.Mulai kini aku akan merawat tanaman2nya.Ya aku juga akan merawat kerajaan ini.Kakak tenang saja.'
Sujata ingat akan mimpinya semalam,'Aku bermimpi tentang Sanskaar semalam.Dia menunjukkan peta kerajaan Bengali padaku.Aneh sekali...apa artinya ya?'
Laksya heran melihat Sujata tampak gelisah,"Ada apa Ibu?Ada yang mengganggu Ibu?"
Sujata melangkah bersama Laksya menuju balairung utama,"Ibu hanya merasa bahwa ayahmu telah membuat keputusan yang kurang bijak Laksya.Ini mengenai kerajaan Bengali.Dulu kita bersahabat dan pasti dalam acara sepenting ini kita akan mengundang mereka untuk datang.Tapi kini kedua kerajaan tak lagi bersahabat.Ibu harap kau bisa membujuk ayahmu untuk perkara ini.Sampai kini ibu yakin kakakmu itu masih hidup.Ibu yakin suatu saat ia akan kembali kepada kita."
Laksya jadi teringat ucapan Swara dulu,'Benarkah perkataan dayang itu bahwa jasad yang ditemukan itu bukan jasad kak Sanskaar?Benarkah semua ini rekayasa seseorang?Tapi siapa yang tega melakukan hal serendah itu?Jika ayah mencurigai adik raja Ram dari Mumbai lalu kenapa ayah masih memusuhi Bengali?'
Saat itu mendekatlah Annapoorna ke arah mereka,"Rupanya kau bersama Permaisuri Sujata..." Laksya memandang ibunya,"Salam ibu..."
Annapoorna melirik Sujata,"Maafkan putraku Sujata dia pasti membuatmu terkenang pada mendiang putramu.Aku sudah menasehatinya untuk tidak mengganggumu.Tapi kau tahu sendiri,ia tak pernah menurut padaku..."
Sujata tercekat mendengarnya,'Sejak hilangnya Sanskaar,Annapoorna selalu mengejekku.Ia seperti begitu bahagia atas apa yang menimpa putraku.Tapi tak apa...biarkan saja.'
 Sujata tak menanggapi sindiran Annapoorna,"Yang Mulia sudah menunggu,mari kita bergegas..." Laksya malah berjanji dalam hatinya,'Aku akan membujuk ayah untuk memaafkan Bengali.Lagipula buat apa raja Bengali mencelakai kak Sanskaar?'

 ¤~¤ ISTANA BENGALI...
Sanskaar memandangi indahnya bangunan istana Bengali,"Ini sangat indah Swara...lihat tamannya sangat asri..."
Swara tersenyum,"Wajahmu berseri2 sekali melihat tanaman,Kissan."
 Sanskaar kembali mendapat kilasan memorinya,ia melihat bangunan sama megahnya dengan istana Bengali,'Dimanakah tempat yang kulihat dalam ingatanku itu?Dimana?'
Sanskaar memegangi kepalanya,Swara jadi cemas,"Kau pusing lagi?Sebaiknya kita ke tabib istana dulu.Ayo aku akan membawamu ke sana."
          Sanskaar menurut dan mengikuti Swara.Sementara itu berita kedatangan Swara sampai ke telinga Putri Ragini,"Benarkah Swara sudah kembali?Bagus sekali!Suruh ia menghadapku."
Raja Shekar yang kebetulan bersama dengan putrinya ikut senang mengetahuinya,'Akhirnya Swara kembali.Putriku satunya kembali...'
          Akan bertemukah Sanskaar dengan Raja Shekar?**see you next part**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar