I AM HIS QUEEN PART 441-450


Part 441**I AM HIS QUEEN
The ship...
Didalam kapal sang nakhoda melihat sesuatu terapung di laut,"Sepertinya ada sesuatu di sana!"
Ia segera menyuruh untuk menurunkan sekoci,"Ada yang butuh pertolongan di sana.Kita harus menolong mereka.Turunkan sekoci!!"
Vino lega sekali akhirnya ada jalan untuk pulang,"Ras,aku akan pulang sayang....aku akan pulang..."
Bilang gitu langsung ambruk Vinonya,untunglah ia segera dibawa ke bagian medis kapal.Keduanya segera diperiksa dan mendapat perawatan,"Mereka mengalami dehidrasi.Sepertinya sudah cukup lama mereka terkatung2 dilautan."
Sean sadar,"Ini dimana?Apa aku sudah mati?"
Kapten kapal menjawab,"Anak muda...kalian ini kenapa bisa ada ditengah lautan?Untung saja kalian bertemu dengan kami.Bagaimana jika bertemu dengan teroris yang suka menculik orang sebagai sandera?"
Vino membuka mata,"Kepalaku pusing sekali...Sean...Sean..."
Vino hendak bangun tapi terhuyung,"Infus...apa ini di RS?Tapi kenapa goyang ya?"
Petugas medis yang menjawab,"Tubuh kalian sangat lemah.Kurang nutrisi dan dehidrasi.Kalian ada di kapal ekspedisi kelautan milik pemerintah."
Vino berterima kasih,"Terima kasih kalian telah menyelamatkan kami.Apakah kalian menuju Jakarta?"
Kaptennya menjawab,"Maaf,kami bertugas mengunjungi pulau2 terluar dari Indonesia.Kalian tinggal di Jakarta?"
Sean malah nanya,"Apa ini sudah dekat Filipina?"
Mereka menggeleng,"Kalian ada di Laut Cina Selatan.Bagaimana jika kalian memberikan identitas kalian supaya kami bisa menghubungi keluarga kalian?"
Sean hendak memberitahu tapi Vino mencegahnya,"Kami tak punya kartu identitas.Tapi kami sungguh warga negara Indonesia.Bolehkah kami menumpang sampai perhentian terdekat?"
Mereka mengijinkan,"Kami akan turunkan kalian di pelabuhan terdekat.Sebaiknya kalian istirahat supaya cepat pulih staminanya."
Begitu mereka pergi,Sean bertanya pada Vino,"Vin,kenapa kamu ga bilang siapa kamu sebenarnya?Mereka pasti akan segera menelpon ke Jakarta."
Vino menggeleng,"Tidak Sean...jika kita gegabah maka keselamatan keluarga kita jadi taruhannya.Apalagi Laras sedang mengandung.Jika Revan tahu kita masih hidup maka ia akan nekad Sean.Aku tak mau itu terjadi Sean..."
Sean mengerti,"Kamu benar Vin..." TBC...
 Part 442 ** I AM HIS QUEEN
His sacrifice....
            Vino dan Sean akan diturunkan di pelabuhan terdekat di pulau Kalimantan.Sebelum turun Vino berpikir,'Aku butuh alat komunikasi.Aku butuh hp.'
Salah satu kelasi merhatiin jam tangan Vino,"Dimana kau beli itu?Itu kan jam mahal."
Vino melihat hp ditangan kelasi itu walaupun hp agak jadul gitu,"Kamu mau barter tidak?Hpmu akan kuganti dengan jam tanganku."
Wah ya jelas mau orangnya,"Beneran?Ga nyesel nih?"
Vino jawab,"Tapi sekalian sim cardnya
 ya?Bagaimana?"
            Berapa sih harga kartu perdana?Ya jelas maulah kelasinya,"Oke!Sekalian kuminta sama temenku kirimin pulsa dan kuota buat kamu."
Sean berbisik sama Vino,"Vin,jam kamu mahal banget lho.Kamu yakin?"
Vino yakin,"Ini supaya kita bisa menghubungi keluarga kita dengan mudah.Gpp Sean."
Jam tangannya langsung dipakai sama kelasinya,"Weii..lihat nih keren kan?"
Sementara itu kapal milik Norman cs bertemu dengan kapal ekspedisi itu,"Kami sedang mencari orang tapi kehabisan bahan bakar.Apa kalian punya?Nanti akan kami ganti."
Kelasi yang barter sama Vino kebetulan yang ngurusi bahan bakar,disitulah Norman melihat jam tangan kelasi itu,'Kayak jam tangannya Mas Vino deh...terakhir kan pakai itu.Iya bener...aku inget.Masak kelasi bisa punya jam begituan.Lagian punya Mas Vino didesign khusus.Ada huruf V nya gitu.'
Norman ngecek,"Jam kamu bagus beli dimana?"
Kelasinya cerita,"Dari orang yang kami temukan.Orang itu kasihan terkatung2 di tengah laut bersama temannya."
Norman kian kaget kala merhatiin ada huruf V di jam tangan itu,"Ga salah lagi ini jam tangan Mas Vino!'
Norman segera mengeluarkan hpnya,"Apa orangnya kayak gini?Atau kayak gini?"
Foto Vino dan Sean ditunjukkan,"Kalau rambut mereka dipotong pendek ya mirip."
Norman antusias,"Dimana mereka sekarang?Merekalah orang yang kami cari!!"
Kelasinya jawab,"Ada di ruang medis."
Wah Norman segera minta ijin,"Bolehkah aku menemui mereka.Mereka adalah majikan aku."
Kelasinya heran,"Apa majikan?Mereka kumel gitu.Majikan?"
Kapten kapal nanyai,"Ada apa ini?Apa sudah selesai?"
Kelasinya mengutarakan maksud Norman,"Pak,orang ini sepertinya kenal dengan dua orang yang kita temukan.Bolehkah dia menemui orang2 itu?"
Bolehkah?♣BERSAMBUNG♣

  • Part 443**I AM HIS QUEEN
In their mind....
Norman minta ijin pada kapten kapal ekspedisi tersebut,"Saya cuma ingin mastiin itu bener orang yang saya cari apa bukan?Boleh ya Pak ya..."
Ya bolehlah.Norman segera menuju ruang medis.Saat itu Vino sedang memandang lautan,ia sudah tidak diinfus lagi.Hanya Sean yang didalam ruang medis,kala Norman masuk.Sean tengah tidur,kondisinya lebih lemah dari Vino.Norman mendekati bed,melihat sosok yang sedang tidur,segera ia mengenali dibalik kurusnya dan rambut yang gondrong,juga kulit yang kecoklatan terbakar sinar matahari di tengah lautan.Norman berkaca2,"Mas Sean....Mas Sean!Syukurlah ya Tuhan Mas Sean masih hidup..."
Sean terbangun,sumringah dia,"Norman?Apa aku ini mimpi?Ini ga mimpi kan?"
Norman segera memeluk Sean,"Ga Mas...Mas ga mimpi...saya dan team memang ditugaskan mencari Mas Vino dan Mas Sean...kapal kami kehabisan bahan bakar dan bertemu kapal ekspedisi kelautan ini."
Norman mengedarkan pandangan,"Mas Vino mana Mas?...Mas Vino sama Mas Sean kan?.??.Mas Vino masih hidup kan?"
Sean melihat bergetar bibir Norman mengatakan itu semua,"Vino diluar...mencari signal sekalian mau lihat lautan...Vino selamat.Dia lebih kuat malah dari aku...Temuilah dia.He must be happy to see you,Man...Go a head.See him!"
Norman berkaca2 mengetahui Vino beneran masih hidup,segera ia menuju ke arah yang ditunjukkan Sean,"Ke arah sini Mas?"
Sean mengangguk lega,"Iya."
Vino sejak tadi ga dapat sinyal,'Tuhan,kenapa susah sekali mau menghubungi rumah?Pasti ada jalan.Pasti ...Ras kamu sabar ya...suamimu ini pasti akan mencari jalan pulang...Tuhan,brikanlah hambamu ini jalan...Apalagi ini mendekati kelahiran anak hamba...Hamba ingin pulang Tuhan.'
Vino tidak tahu bahwa Tuhan sudah menyediakan pertolongan bahkan sebelum ia memintanya,Norman.Norman melihat seorang berambut gondrong berdiri membelakanginya,'Dari posturnya memang mirip mas Vino walau agak kurusan memang.Aku ga bisa lihat wajahnya,tapi gaya berdirinya itu...aku hapal banget.Itu Mas Vino...'
Norman memanggil,"Mas Vino!"
Vino terpana,'Suara ini?Kayak suara Norman...ga ga mungkin...Norman kan di Jakarta.Aku pasti berhalusinasi...'
Norman memanggil sekali lagi,"Mas Vino!!"
Tbc..........

    • Part 444**I AM HIS QUEEN
Watching you....
Panggilan Norman yang kedua membuat Vino menoleh,angin menyibakkan rambut panjangnya,terpana tak percaya ia melihat sosok bodyguardnya berdiri tak jauh darinya,"Ini fatamorgana apa bukan ya?Coba kucek mata dulu...sapa tahu alami dejavu..."
Dikucek matanya,eh malah Norman mendekat dan langsung sujud syukur dihadapannya,"Lho?Hilang kan?"
Astaga kaget Vino lihat kebawah,Norman nangis di kakinya,"Maafin saya Mas...demi saya Mas sampai jadi kayak gini...saya ga tahu lagi mau bilang apa sama Mas...rela berkorban demi saya...saya ini cuma orang biasa mantan preman malah...ya ampun duh Gusti...matur nuwun banget sudah jawab doa saya...sudah menyelamatkan majikan saya yang super baik ini..."
Vino bersimpuh masih setengah ga percaya,"Ini bener kamu Man?!!"
Norman malah tergugu sambil mengangguk2,"Iya Mas...ini saya...Norman..hu..hu.."
Malah tangisan keduanya.Vino memeluk erat Norman,"Terima kasih Tuhan...kamu baik2 saja Man..."
Norman tambah kembeng2 matanya,Sean juga keluar bawa tiang infusnya lihat mereka ikut berkaca2 juga dia,'Dikasihi orang memang lebih baik daripada harta yang banyak...Kamu orang yang sangat baik Vin kepada semua orang.Tak heran kamu mendapat kasih mereka.'
Vino nanya Norman,"Isteriku gimana Man?Laras baik kan?Kandungannya sehat kan?Mama?Rumah semua gimana?"
Sean berteriak,"Didalam aja ceritanya Vin!Anginnya kencang di sini.Aku juga mau dengar."
Norman sempat jawab,"Mbak Laras sekarang gantiin posisi Mas di perusahaan.Bayi Mas baik2 saja..."
Vino lega mendengarnya dan mengajak Norman ke dalam,"Kita bicara di dalam saja.Ceritain semuanya.Ceritain juga gimana kamu bisa tahu kami ada di kapal ekspedisi ini."
           Mereka masuk ke ruang medis.Sementara di Jakarta,Laras masuk ke kamarnya,membuka kado yang mau ia berikan ke Vino di tujuh bulanan kandungannya dulu,nangis dia meraba sebuah jam tangan yang sudah ia siapkan untuk Vino kala itu,"Vin...kapan kamu pulang?Aku memberi kamu jam tangan sebab aku ingin mengatakan bahwa setiap waktu aku ingin bersamamu,mendengar detak jantungmu ditelingaku...aku kangen kamu Vin...huhu...hu.."
Waduh nangis ki piye dik?Kok nangis kabeh ta diajeng?Lha gen udan...weleh apa hubungane.TBC
    • Part 445**I AM HIS QUEEN
      Need of patience....
      Norman cerita bagaimana kondisi keluarga Adijaya sekarang pakai nunjukin foto2 dan video rekaman yang ia punya,"Lihat ini Mas...ini mbak Laras saat di konferensi pers.Ini dapat dari Pak Bimo saya..."
      Vino ga bisa menahan rasa haru yang memenuhi hatinya,diusapnya layar hp sambil menahan tangis,"Laras sayang....syukurlah kau sangat kuat sayang...aku bangga padamu..."
      Sean malah merhatiin Sandra yang juga ketangkep kamera,"Itu Sandra!Dia kok bersama Laras?Bukannya dia dipihak Marco?"
      Norman hendak menjelaskan eh kelasi yang beli jam Vino datang menemui Norman,"Kapalmu sudah kami isi bahan bakarnya.Maaf,kapal ekspedisi ini harus berangkat.Kami masih harus mengunjungi pulau2 terluar dari wilayah maritim Indonesia.Apakah benar mereka orang yang kamu cari?"
      Norman berdiri,"Benar.Aku ingin membawa mereka bersama kapalku."
      Vino berdiri,"Bisa aku bicara dengan kaptenmu?Aku ingin pamitan padanya."
      Vino dibawa menemui kapten kapal,Normanpun menunjukkan identitas Vino,"Ini alamat dan no telepon serta dokumen2 yang menunjukkan bahwa mereka benar majikan saya yang hilang di laut."
      Kapten kapalnya terpana,"Oh...Pebisnis Alvino Adijaya yang terkenal itu?Wow...saya tak  mengira bertemu seorang konglomerat di tengah laut..."
      Vino menjabat tangan sang kapten,"Budi baik Anda tidak akan saya lupakan.Terima kasih atas pertolongan dan kebaikannya pada kami."
      Kelasi yang tadi melongo kala dengar siapa Vino sebenarnya,'Ya ampun pantesan jam tangannya bagus bener...lha rupanya seorang taipan punya...jagat dewa batara...padahal cuma kubarter sama hp jadul...layarnya aja udah garis.Waduhhh...'
      Si kelasi mendekati Vino sebelum ia turun ke kapal Norman,"Mas Taipan...jamnya saya balikin ya.Saya ga enak...ini jam pasti mahal banget deh..."
      Vino tersenyum dan menggeleng,"Itu milikmu sekarang.Saya tidak akan menarik kembali apa yang sudah saya berikan.Anggap saya ucapan terima kasih sudah menolong kapal bodyguard saya."
      Norman berbisik pada kelasi itu,"Sudah terima saja.Anggap aja rejeki.Kamu tahu ga itu jam yang dibeli Boss aku di luar negeri.Makasih ya ..."
      Kapal ekspedisi itu akhirnya melanjutkan perjalanan.Demikian juga Vino dan Sean.Bersambung...
    • Part 446 ** I AM HIS QUEEN
When the time come...
Vino diceritain sama Norman seputar keadaan setelah menghilangnya dia,"Mbak Laras awalnya sedih banget Mas.Apalagi,Mas ga jelas kabarnya.Pak Bimo sama Non Sandra mengarang cerita supaya mbak Laras ga shock bila tahu bahwa sebenarnya semuanya rekayasa jahat Pak Marco dan Mas Revan."
Vino iba membayangkan isterinya,"Laras pasti sangat sibuk.Apalagi dengan kondisi tengah hamil tua.Tak seharusnya aku melibatkannya dalam masalah seberat ini."
Norman berkata,"Justru jika Mas Vino ga mengalihkan aset ke mbak Laras saya yakin kondisi mbak Laras pasti lebih menyedihkan.Lagipula Mas tenang saja.Para pengawal,pengurus rumah bahkan para staf kantor semua loyal dan sayang sama Mbak Laras.Mbak Laras itu jadi makin mirip Mas lho..."
Vino heran,"Mirip gimana?"
Norman jawab,"Saya ga tahu apa itu kali ya yang namanya jodoh.Kebiasaan Mas Vino jadi kebiasaan mbak Laras.Kalau udah di ruang kerja betah banget."
Vino terus dengerin Norman cerita sementara kapal mereka terus melaju menuju Jakarta.
Di Jakarta,Laras disodori amplop sama Revan,"Nih lihat!Aku dapat foto kaleng.Isinya foto2 Vino diluar negeri sama perempuan asing.Lihat mesra kan?"
Laras ga percaya,"Ini ga mungkin!Ini pasti cuma editan bukan?Ini ga mungkin!"
Revan ga habis akal,sengaja ia menyuruh orang membuat berita palsu seputar Vino,"Lihat ini!!Masak berita di koran ini bohong.Nih baca saja.Bisnisman muda Alvino Adijaya terlihat jalan mesra sama seorang model di luar negeri."
Laras galau,"Bohong!Ini bohong.Vino ga mungkin lakukan ini sama aku.Ga mungkin...."
Masih belum puas,Marco memakai hp Vino yang lama dan mengirim text ke Laras bahwa ia akan menceraikan Laras.Laras menangis,"Tidaaak!Ini ga mungkin...Aduhhh..."
Perut Laras sakit.Dedek bayi ga terima mamanya dipermainkan.Revan sok care gitu,"Ras,kamu gpp?Aku antar ke dokter ya?"
Bimo take over,"Biar saya saja Mas.Mas Revan sebaiknya menemui Bu Rani saja karena beliau juga perlu ke dokter sepertinya."
Revan kekeh,"Biar Laras sama aku Bim...dia butuh aku.Dia butuh seseorang yang bisa jaga dia dengan benar.Ga kayak Vino.Apa yang dia lakukan?Malah senang2 sama perempuan lain di luar negeri sana.Bener2 ga punya hati!"
Tbc..
    • Part 447** I AM HIS QUEEN
The Call....
Norman menghubungi Pak Bimo,"Pasti Pak Bimo seneng banget deh saya berhasil menemukan Mas Vino dan Mas Sean."
Namun Bimo sedang ribut sama Revan soal Laras,"Mas Revan soal mbak Laras biar saya saja yang bawa ke RS."
Revan kekeh,'Aku harus bisa bawa Laras.Aku akan memanfaatkan bayinya untuk membuat dia menyerahkan semua hartanya padaku.Vino sudah tiada.Apalagi yang paling berarti buat dia selain anaknya.Aku akan buat dia mau menjadi isteriku.Ha...ha...'
Bimo tak mau ngalah,"Mas Revan!Mengenai mbak Laras itu tugas saya.Jadi biar saya saja yang mengantar mbak Laras."
Karena ribut sama Revan itu membuat Bimo ga berani menerima panggilan dari Norman,'Norman ngebel?Ada apa ya?Kalau kuterima pasti Mas Revan curiga.Kureject saja dulu.'
Untunglah Rani datang,"Revan!Bimo!Kalian apa2an?Lihat Laras kesakitan itu!!Bimo cepat bawa Laras ke RS.Saya akan segera menyusul.Saya mau bicara sama Revan!"
Bimo lega dan segera membawa Laras ke RS,"Mari mbak Laras."
Laraspun dibawa ke RS.Norman heran,"Kok direject sih?Aneh..."
Vino berpikir,"Bimo ga mungkin lakukan itu tanpa alasan.Atau terjadi sesuatu pada Laras?Man,kita harus segera sampai Jakarta.Tambah kecepatan Man!"
Sean menenangkan Vino,"Vin,calm down!Jangan panik okay?Kita jangan gegabah.Jika kita salah langkah nyawa Laras malah terancam.Kita harus sadari bahwa musuh kita itu licik dan liat.Terburu2 justru akan membuat mereka waspada.Biarkan mereka anggap kita sudah mati.Setelah kita mengamankan orang2 yang kamu sayangi,kita akan buat perhitungan."
Vino setuju,"Kamu benar Sean.Yang utama bagiku adalah menyelamatkan Laras dan bayiku dari Revan dan Marco."
Norman cs siap mendukung,"Saya senang Mas Vino akhirnya kembali.Semua akan pulih segera.Kami siap melakukan apa saja buat Mas."
Sementara Bimo malah mikir,'Norman ngebel ada apa ya?Nanti saja aku akan call back.Setelah aku pastikan kondisi mbak Laras baik2 saja.Aku juga harus waspada dengan Mas Revan dan Marco.Kayaknya aneh saja Mas Revan jadi baik gitu sama Mbak Laras.Mencurigakan...'
Di RS Laras merasa mendingan perutnya,rupanya dedek bayi cuma pingin mamanya jauh dari Revan.Sedang Revan disidang sama Rani,"Ini apa Revan?!!"
Bersambung..
    • Part 448** I AM HIS QUEEN
      Welcome Home...
      Rani menunjukkan sebuah surat kabar,"Mama ga sangka...kamu biarkan papa kamu melakukan ini pada Laras!"
      Revan yang niatnya mau nyusul Laras ke RS jadi urung,"Ma...ini justru membantu Laras melupakan Vino.Daripada dia shock tahu bahwa Vino sudah mati di laut."
      Rani marah,"Jaga ucapan kamu Revan!Mama yakin adik kamu itu masih hidup!Mama yakin itu!!"
      Revan mendengus kesal,"Wake up Mam!Kalau Vino masih hidup kenapa dia ga pulang2?Vino anak mama itu sudah berbulan2 pergi.Dia yang katanya cinta mati sama Laras,ninggalin Laras saat dia hamil.Suami macam apa itu?Sudah Ma...Revan mau nyusul Laras ke RS."
      Revan bertekad,'Aku harus merebut hati Laras.Aku harus selalu disampingnya.Mumpung Vino ga ada.Vino...Vino...kalaupun kamu bisa selamat dari ledakan kapal.Bisa ga kamu bertahan di tengah lautan?Apalagi sekarang lagi marak bencana alam.Pasti Laras takut banget.Ini kesempatan aku ngambil hatinya Laras.'
      Rani malah curiga,'Revan begitu yakin bahwa Vino sudah tiada.Seakan dia menyaksikannya sendiri.Ini aneh...Kalau dia pergi dengan Bianca di hari itu kenapa dia bicara soal Vino seakan dia tahu sesuatu.'
      Rani bergegas memberi perintah pada Mety dan Lastri,"Cepat siapkan semua keperluan Nyonya muda kalian.Lastri kamu ikut saya ke RS.Kamu jagai Laras selama di RS.Saya lebih tenang jika Laras stay di RS saja sampai anaknya lahir."
      Sementara Rani bersiap menuju ke RS,kapal yang dinaiki Vino cs sudah sampai di Jakarta.Vino langsung berkaca2,"Ras...suamimu pulang.Aku pulang Ras...Vino kamu pulang..."
      Norman berkata,"Mas,sebaiknya Mas menyamar.Pakai kumis saja.Rambut Mas kan udah panjang.Biarin saja gitu.Saya aja kalau ga hafal gaya Mas pasti saya ga tahu kalau itu Mas.Saya akan hubungi Pak Bimo mencari tahu kondisi mbak Laras."
      Sean juga nyamar.Sementara Bimo lega Laras gpp,'Sekarang situasi aman terkendali.Aku akan menghubungi Norman ah....'
      Bimo menghubungi Norman,"Ada apa Man?Sorry tadi aku bawa mbak Laras ke RS dulu."
      Norman malah nanya,"Memang ada apa dengan mbak Laras,Pak?Apa mau melahirkan?"
      Vino spontan mengambil hp Norman begitu dengar soal Laras masuk RS,"Bim..."
      Bimo terpana,"Ini kan suara..."
      Eh Revan datang,"Suara apa Bim?"Tbc.
Part 449**I AM HIS QUEEN





His name....

Bimo terkesiap,"Oh...ini Pak Syamsul nelpon.Suaranya cemas gitu kecampur suara sekitar jadi saya ga begitu jelas denger..."

Bimo yakin itu suara familiar banget,'Kayak suara Mas Vino...sayang Mas Revan muncul kalau ga aku bisa mastiin.'

Revan malah minta hp Bimo,"Sini biar aku bicara sama Ayahnya Laras.Aku mau tenangin beliau bahwa aku akan jaga Laras."

Bimo belum matiin telponnya jadi Vino bisa denger semuanya,'Revan di sana,benar kata Norman sebaiknya aku menyamar saja.Aku harus ke RS.Aku harus temani Laras.'

Bimo bingung cari alasan,'Waduh...gimana kalau Mas Revan tahu bahwa yang nelpon Norman.Bisa curiga dia.'

Untunglah Pak Syamsul datang bersama Rani,"Ah itu Pak Syamsul!Silakan Mas Revan bicara langsung saja."

Revan heran,'Kenapa Bimo ga mau kasih lihat hpnya?Benarkah tadi Pak Syamsul yang nelpon?Whatever...aku harus merebut hati Pak Syamsul juga.'

Pak Syamsul nampak cemas,"Laras bagaimana?"

Pak Bimo jelasin,"Sudah gpp Pak.Ada di dalam sana.Sedang sama perawat."

Lastri segera ke dalam.Revan bicara sama Pak Syamsul,"Bapak tenang saja saya akan jaga Laras.Apapun keperluan Laras akan saya sediakan dan pastinya yang terbaik."

Pak Syamsul masih ingat gimana dia dulu disekap,'Saya ga percaya sama perkataan kamu.Kamu itu ga pernah tulus.Selalu ada maksudnya.Beda dengan Nak Vino.Saya tetap yakin Nak Vino pasti kembali.Dia ga mungkin nelantarin Laras dan bayinya.'

Kehadiran Revan kembali bikin suasana ga nyaman di perut Laras,"Aduhh!!Sakit...."

Lastri heboh panggil perawat,"Suster!!Tolong Nyonya muda saya!!"

Rani minta Revan keluar,"Van,sebaiknya kamu diluar saja okay?Biarkan Laras ditangani dulu."

Revan kesal,'Kenapa sih susah amat deketi Laras?Ada Lastri pula di sini.'

Rani nelpon Anabel yang ada di kantor pusat,"Anabel,kamu handle dulu dikantor ya?Bilang sama Sandra,Laras sementara off dulu biar fokus menjelang persalinan.Bila ada yang urgent bawa saja kemari berkasnya.Okay?"

Sandra diberitahu Anabel,"Bu Laras di RS?Aku mau kesana nanti usai dari kantor."

Sementara Vino akhirnya tiba di RS diantar Sean dan Norman cs,"Mas harus hati2.Untung Pak Bimo ga nyebut nama Mas tadi di telpon."

Bagaimana cara Vino menemui Laras?Tbc..



 Part 450**I AM HIS QUEEN

There is a man....

Revan terus memperhatikan gerak gerik Bimo,'Aku harus tahu tadi dia bicara sama siapa?Pak Syamsul sejak tadi sama mama dan kata mama Bimo ga nelpon tadi.Bimo membohongiku.Dia menyembunyikan sesuatu.'

Karena merasa diamati,Bimo malah waspada,'Mas Revan sejak tadi di sini.Apa dia punya rencana terhadap mbak Laras ya?Aku akan siagakan lebih lagi orang.Aku akan atur penjagaan lebih ketat lagi.Aku ga bisa hubungi Norman.Semoga saja tadi benar suara Mas Vino.Aku ga mungkin salah.Cara dia manggil aku kan khas banget.Jika Mas Vino benar masih hidup pasti dia menuju kemari.Aku harus jauhin Mas Revan dari sini.'

Vino memang sudah sampai di RS dimana Laras berada,"Aku akan mencari cara agar bisa menemui Laras.Kamu disini saja Sean.Kalau aku butuh bantuan baru kamu aku hubungi.Oke?"

Sean nurut dan lihat beberapa petugas kebersihan RS,"Vin,aku ada ide.Lihat itu!"

Vino mengerti dan segera mengikuti para petugas itu,dia menyamar jadi cleaning service,'Untung ada petugas yang ga masuk.Seragamnya bisa kupakai.'

Bimo cari akal nyingkirin Revan,"Mas Revan ga kerja?Kayaknya mbak Laras belum tentu melahirkan dalam hari ini.Mas tinggal aja kan ada saya."

Revan malah sedakep,"Aku ingin ada di saat moment penting dalam hidup Laras.Ga kayak bossmu...ups maksudku mendiang bossmu...huhh!"

Saat itulah Lastri dengar,'Apa?Mendiang boss?Maksud Mas Revan siapa ya?Ya ampun...masak Mas Vino?Jadi sebenarnya Mas Vino udah ga ada?Ya ampun....hu..hu...kasihan mbak Laras...'

Laras heran lihat Lastri berkaca2 matanya,"Mbak Lastri kenapa?Kayak habis nangis.Mbak Lastri ada masalah?Bilang saja sama saya."

Lastri ga berani ngomong,"Ga pa pa Mbak Laras...ini cuma kelilipan."

Laras heran,'Aneh.RS sebersih ini masak ada debu sih?'

Saking sedihnya Lastri sampai ga konsent,jatuhin minuman,"Pyaar!!!"

Lastri hendak bersihin tapi dilarang perawat,"Biar petugas kebersihan mbak yang bersihin.Sekalian dipel.Mbak silakan keluar."

Vino celingukan nyari ruangan Laras,'Ah ini dia area ibu hamil yang mau melahirkan.'

Perawat yang tadi manggil,"Mas bersihin kamar VVIP di sana ya.Ada pecahan kaca.Bawa pel sekalian!Yang bersih ya."

Vino jawab,"Segera saya kerjakan."

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar