Part 401**I AM HIS QUEEN
Lie...
Norman menceritakan seperti yang
disuruh Marco,"Terjadi kecelakaan Pak Bimo.Mas Vino menyuruh kami pergi
dulu.Keadaan begitu panik.Yang saya tahu kapalnya kemudian meledak."
Bimo ga percaya,"Kenapa bisa
terjadi ledakan?Apa kapalnya disabotase?Kenapa kamu malah menyelamatkan diri
lebih dulu.Kamu itu bodyguard,Man!!Keselamatan Mas Vino itu yang utama!!"
Norman malah nangis,"Maafkan
saya Pak Bimo...tapi Mas Vino memaksa kami pergi dulu."
Bimo nanya lagi,"Dimana
kejadiannya?Kita harus memastikan kebenarannya.Bisa saja Mas Vino masih hidup."
Norman bingung mau jawab
apa,"Tempatnya lumayan jauh dari resortnya...tapi saya ga tahu
pasti...semua air."
Bimo berusaha mencari tapi kian
nelangsa hatinya karena cuma menemukan puing2 kapal yang terbakar,"Mas
Vino!!Dimana kamu Mas?Apa yang harus saya katakan pada Mbak Laras?"
Kepada Anabella saja Bimo ga berani
cerita,'Aku harus mengarang cerita setidaknya sampai mbak Laras kuat menerima
berita ini.Tapi aku harus nutupi dengan apa?'
Bimo akhirnya mengarang cerita kalau Vino keluar negeri mendadak.Semua
dibantu oleh Sandra yang sebenarnya juga mencari Sean,"Saya akan bantu Pak
Bimo.Selama keadaan belum jelas,saya akan bantu menutupi ini dari Laras."
Pencarian dilakukan tapi secara
diam2,sementara Sandra memberitahu Laras kalau Vino ke luar negeri,"Sean
kirim pesen sama aku Ras.Kalau dia sama Vino keluar negeri.Ini mendadak.Karena
kamu tahulah Ras,kadang keputusan bisnis harus dilakukan segera."
Bimo kasih foto2 yang dukung dusta
itu,"Ini Mas Vino kirim fotonya."
Laras merasa janggal,"Tapi kenapa
Vino ga bilang sama aku dulu?Ini ga biasanya...Memang Vino kemana sih?Aku mau
nyusul Vino ke sana."
Bimo ngeliatin
Sandra,"Ehm...mbak Laras kondisinya kan lagi hamil nih bahaya melakukan
perjalanan jauh.Apalagi naik pesawat."
Laras kekeh,"Pokoknya aku mau
nyusul Vino!!"
Sandra berkata,"Ras,Vino itu ke
Alaska.Disana sedang terjadi badai salju.Jadi jadwal penerbangan masih kacau di
sana.Harus nunggu cuaca membaik."
Laras terdiam kecewa dia ga bisa
nyusul Vino,"Harus nunggu ya?"
Bimo berkata,"Mbak Laras tenang
saja kalau cuaca sudah baik di sana,saya akan temani mbak Laras ke sana."
Laras percaya?Tbc........
Part 402** I AM HIS QUEEN
Powerfull...
Bimo lega Laras menerima cerita karangannya soal Vino sedang di luar
negeri dan belum bisa balik karena cuaca buruk.Walaupun sebenarnya Laras ga
sepenuhnya teryakinkan dengan berita itu justru makin sedih dia,'Kok Vino ga
beritahu aku sih?Main pergi aja keluar negeri.Biasanya mau kemana aja selalu
bilang.Ke toilet,ke kantor atau ke mana aja selalu bilang kok.Ini kok bukan
Vino banget ya?'
Saking kangennya sama sang suami
tercinta,Laras sampai makai kemeja Vino buat tidur,'Cepet pulang ya Vin...aku
kangen banget sama kamu...jangan lama2 ya perginya...'
Rani kala ditunjukin foto Vino yang
dikirim ke Laras merasa curiga,"Itu kan foto lama,pas Vino masih kuliah di
luar negeri.Saya tahu betul ini soalnya saya yang memfoto waktu itu."
Matreng!Bimo mati gaya,akhirnya dia
ngaku ke Rani soal kecelakaan kapal Vino.Tentu saja Rani kaget,"Apa??Kapal
yang dinaiki Vino meledak?Apa kalian menemukan buktinya?Bagaimana bisa?"
Norman disuruh cerita walaupun sudah
pasti Norman ga cerita bahwa semua adalah ulah Marco dan Revan.Saking sedihnya
denger kabar itu Rani sampai jatuh sakit.Laras jadi cemas,"Mama kenapa
sampai bisa sakit?Baru aja Laras keluar dari RS.Sekarang Mama malah gantian
sakit.Mama banyak pikiran ya?"
Rani malah nahan tangis lihat
menantunya itu,"Gpp sayang...Mama cuma capek saja."
Miris hati Rani lihat Laras dengan
perut yang besar,kerap membicarakan soal Vino,"Mama pernah ke
Alaska?Memang disana sering terjadi badai salju ya Ma?"
Rani mengangguk pedih,bagaimanapun
ia ga mungkin bilang soal Vino yang entah masih hidup atau sudah
tiada,"Mama pernah ke sana sayang.Waktu itu menemani mendiang papanya Vino
...memang disana kalau sudah badai salju bisa berbulan2.Komunikasi
susah,penerbangan semua dicancel.Kamu harus sabar ya sayang..."
Laras kian sedih
dengernya,"Berbulan2?Berarti Vino bisa lama baru pulang?Ga bisa dihubungi
juga ya...apa nanti waktu 7 bulanan Vino ga bisa datang ya Ma?"
Rani menghibur Laras,"Kita
doakan saja ya Sayang,Vino cepat pulang..."
Anabella aja sampai keluar ruangan
saking ga tahan melihat keduanya,"Ya ampun Bim...aku ga tega lihat Mbak
Laras sama Bu Rani...kasihan mereka."
7 bulanannya gimana?Tbc.........
Part 403 ** I AM HIS QUEEN
Sea....
Benarkah Vino tidak selamat dari ledakan?Mari kita flash back ...
Usai melepaskan ikatan Vino,Robert
menghembuskan nafas terakhirnya.Vino memeriksa nadinya,"Ya Tuhan...dia
sudah tiada Sean.."
Sean segera dilepaskan oleh
Vino,Sean menolak sebenarnya,"Udah cepat loncat Vin!!Tinggalin aku!!"
Vino kekeh,"Ga Sean!Kita harus
sama2.Aku ga akan ninggalin kamu."
Akhirnya bisa lepas juga ikatan
Sean,langsung terjun mereka ke laut.Byur!!Tak lama meledak
kapalnya,"Bum!"
Gelombang panasnya menghempaskan
mereka.Vino tergulung ombak,terbawa dia ke tengah laut,"Sean??Dimana
Sean?Aku lelah sekali..."
Vino lemas dan terbawa pusaran air ke dasar laut.Antara sadar dan tidak
dia mendengar suara,"Putraku...Mama tahu suatu hari nanti kau akan
membutuhkan mama...Mama akan membawamu ke tempat aman sayang...Jangan
takut..."
Vino sudah muser2 rasanya dimana2
air kayak bergulung2 mengitarinya,'Mama...tolong Vino Ma...bawa Vino pulang ke
Laras...'
Saat itulah Sean didorong ombak ke
arah Vino berada,"Itu Vino!!"
Sean segera menarik tangan Vino,'Aku
harus bawa Vino naik!'
Dengan segera Sean menaikkan Vino ke
permukaan,"Bangun Vin!!Sadar!!Vino wake up!!"
Enaknya dikasih lagu Bring Me to
Life deh say....weleh...Wake me up...I can't wake up...save me...save me from
the dark....
Vino akhirnya
sadar,"Hhh...hhh..."
Tapi lemes lagi.Makhlum Marco ga kasih nutrisi sih ...jadi lemes
bin lunglai deh...Sean yang panik,'Aku harus bawa Vino ke daratan...tapi aku ga
lihat daratan....'
Kembali ombak membawa mereka ke
sebuah area,Sean girang,"Ada pulau di sana!!Vin,kamu harus bertahan
Vin!Disana ada pulau!!"
Vino sempat membuka mata,"Aku
ingin pulang Sean...aku mau melihat Laras...dan anak aku..."
Tapi Sean juga kelelahan,"Iya
Vin...setidaknya kita selamat dulu Vin...sebentar lagi sampai Vin...bertahan
ya...."
Vino ga sadarkan diri.Sean juga
kelelahan...sampaikah mereka di pulau antah berantah itu?Selamatkah Sean dan
Vino?Kita balik ke Jakarta.Rani terbangun dari mimipinya,"Vino!!"
Anabella sampai kaget,"Ada apa
Bu Rani?"
Rani terengah2,"Saya denger
Vino manggil2 saya Anabel...Saya yakin sesuatu terjadi padanya.Saya takut
Anabel..."
Apakah yang akan terjadi
selanjutnya?Tbc..
Part 404 ** I AM HIS QUEEN
He suffered....
Anabella nanya,"Memang mimpi
apa Bu Rani?"
Rani malah nangis,"Vino
dia...dia sedang saya gandeng jalan2 di tepi pantai...tiba2..ombak besar datang
menyeretnya ke tengah laut...Saya takut Anabel...Suasananya gelap lagi.Itu
pertanda buruk ya?"
Anabel belum sempat jawab eh Bimo
datang,"Anabel,saya mau pergi dulu.Mbak Laras tiba2 sakit perutnya tapi ga
mau dibawa ke dokter.Malah minta dibawa ke dermaga.Mau lihat laut
katanya.Katanya kalau lihat laut perutnya rasanya enakan.Kamu jaga Bu Rani ya.Aku
pergi dulu."
Rani ga berani cerita soal mimpinya ke Laras takut kandungannya kenapa2
kalau dikasih tahu.Namun Laras tetep punya connection heart dengan Vino.Kayak
lagu fave saya...dimanapun kau berada,yieehaaa...kau selalu kucinta....walau tak
bersama...weleh....Laras pamitan sama Rani,"Laras ke pantai dulu ya
Ma...ga tahu nih bawaannya pingin lihat laut terus.Laras pergi dulu ya
Ma...paling cuma sampai sunset saja.Boleh kan Ma?"
Rani mengusap air matanya,"Iya
sayang...pergilah.Bim,jaga menantu dan cucu saya."
Ga disuruhpun Bimo dah pasang badan kok,dia berjanji akan menjaga keluarga
Adijaya dengan sepenuh hati.Di pantai Laras memandang laut di hadapannya,'Wahai
laut sampaikan rinduku pada Vino...Bilang padanya untuk cepat pulang.Besok 7
bulanan anak kami.Katanya mau tukar kado.'
Air mata menetes tanpa
terasa,'Tuhan,jaga suamiku...dimanapun dia berada...Berikanlah pertolongan dan
anugerah-Mu agar ia cepat pulang padaku.Pada kami.Hiks..hiks..."
Bimo memperhatikan dengan
nelangsa,'Sepertinya aku harus menghubungi Pak Syamsul...Kasihan Mbak
Laras.Mungkin kehadiran ayahnya akan memberi kekuatan tersendiri.'
Pak Syamsul jelas kaget saat dikasih
tahu,"Apa Nak Vino hilang di laut?Laras sama sekali ga boleh dikasih
tahu?...Ya ya Saya akan segera ke sana."
Pak Syamsul langsung dijemput dengan helicopter pribadi.Dipelukan ayahnya
Laras menumpahkan air matanya,"Vino keluar negeri Ayah...belum
pulang2...Perasaan Laras ga enak Ayah...hu...hu...Laras merasa takut Ayah...Vino
akan kembali kan Ayah?"
Pak Syamsul memandang lukisan foto
Vino,"Iya Ras...Nak Vino pasti pulang...kamu tunggu saja ya Nak...ingat
kamu sedang mengandung sekarang."Tbc.....
Part 405**I AM HIS QUEEN
He taketh away...
Rani tetap mengadakan acara tujuh bulanan sekalian doa bersama untuk
keselamatan bayi dan ayahnya yang entah ada dimana.Entah gimana nasibnya.Bimo
tetap kasih foto2 Vino diluar negeri sebagai bukti pada Laras padahal foto2nya
yang ngasih Rani.Foto lama diedit dikit.Dikasih kesan seakan Vino beneran masih
kejebak badai salju di Alaska sono.Pas acara 7 bulanan,eh malah Marco datang
ngagetin semua yang hadir.Apalagi Rani,"Untuk apa kamu kemari Marco?"
Revan yang jawab,"Memang apa
salahnya Ma...Pak Marco kan papanya Revan.Masih bisa dibilang keluarga juga
kan?"
Sandra dan Bimo segera protektif
menjaga Laras.Marco malah dengan santai duduk dekat Rani,"Oh...kamu masih
antipati sama saya ya Ran?Tapi tenang saja semua akan berubah setelah kau
melihat dokumen yang kubawa."
Rani menatap tajam pada mantan suaminya
itu,"Dokumen apa yang kamu maksud Marco?"
Marco memanggil bodyguard
favenya,"Jon!"
Mr money..eh mr Jon coming bawa
dokumennya,"Ini bang!"
Revan yang duduk dekat Bianca
mesem,'Show time!'
Rani memanggil Bimo,"Apa isinya
Bim?Coba kamu lihat!"
Bimo membukanya,"Hand over
letter Bu Rani...ini ga mungkin...ini kan tanda tangan Mas Vino?"
Anabella dan Rani mendekat,Laras juga didampingi oleh Sandra yang memang
sejak Vino ngilang jadi lebih dekat dengan Laras.Makhlum merasa senasib
sepenanggungan.
Marco berkata,"Itu hanya copy
dokumennya aslinya ada pada kuasa hukum saya.Tapi jelas bukan...bahwa sekarang
semua aset Alvino Adijaya menjadi milik saya karena Vino sudah menyerahkannya
pada saya."
Rani heran,"Bagaimana bisa kamu
mendapatkan tanda tangan Vino?!"
Marco mendekat,"Ini beneran
asli.Tanya saja sama Norman!Dia ada pas Vino teken."
Norman dihadirkan,"Iya benar Bu
Rani.Mas Vino sendiri yang menandatanganinya.Saya lihat sendiri.Waktu itu di
resort."
Bimo mendekati Norman,"Kenapa
kamu ga cerita soal ini pada saya,Man??!"
Norman ketakutan plus merasa
bersalah juga,"Saya ...saya ga bisa Pak Bimo..."
Bimo curiga,"Apa maksudmu ga
bisa hehh?!"
Revan sok
mediator,"Udah....jangan pada emosi bisa ga sih?Lagian jika Vino dah teken
kenapa kalian sewot?Kalian harus patuh dong sama majikan kalian.Benar
kan?"
Bagaimana nasib Laras?Tbc....
.
- Part 406 ** I AM HIS QUEEN
Never taketh away....
Marco merasa diatas angin
memegang dokumen yang telah ditanda tangani oleh Vino secara langsung dengan
saksi2 para bodyguard Vino pula.Laras justru merasa aneh,'Jika Vino sempat
tanda tangan surat itu berarti Pak Marcolah orang terakhir yang ditemui Vino
sebelum keluar negeri...Aku harus tanya pada dia benarkah Vino keluar negeri?'
Laras mendekati Marco,"Pak Marco,jika benar Vino yang
teken,apakah Vino benar keluar negeri setelah itu?Benarkah dia pergi ke
Alaska?"
Bimo malah jadi curiga,'Apakah kecelakaan kapal Mas Vino ada
hubungannya dengan Marco?Apakah Revan juga terlibat?Aku harus tanya Norman.'
Marco menjawab pertanyaan Laras,"Pergi keluar
negeri?"
Sandra mendekati Marco,"Om...bisa bicara sebentar?Maaf
ya Ras..."
Sandra mengancam Marco,"Jika Om sampai bilang bahwa
Vino alami kecelakaan kapal maka saya akan bongkar siapa Om sebenarnya pada Bu
Rani.Om akan jatuh di mata Bu Rani.Saya tahu Om sangat ingin mendapatkan Bu
Rani bukan?Apakah Om pikir Bu Rani akan masih sudi menerima Om jika tahu apa
yang telah Om lakukan pada Vino dan Sean?!"
Marco meradang,"Kau mengancam saya ya?Oke...aku tak
akan katakan yang sebenarnya.Tapi kau harus membantu saya supaya Rani mau
kembali pada saya.Bagaimana?"
Sandra terpaksa mau semua demi kandungan
Laras,"Ok..tapi jangan katakan apapun soal Vino pada Laras.Setidaknya
sampai bayinya lahir."
Marco akhirnya kembali ke ruangan utama,"Saya berikan
kalian waktu untuk meneliti dokumennya apa benar asli atau tidak tanda tangan
Vino di situ.Silakan kuasa hukum kalian menelitinya.Siap2 saja Adijaya Group
akan menjadi Marco Hutama Group.Ha..ha.."
Bimo ingat pesan Vino,'Tunggu dulu...waktu itu Mas Vino nyuruh
aku bawa semua dokumen aset atas nama dia ke rumah baru.Aku harus lihat lagi
dokumen itu.'
Revan malah mendekati Laras,"Tenang saja Ras,aku akan
jaga kamu.Vino tega ya lakuin ini ke kamu...untung aja aku dekat sama papa.Ntar
aku bujuk papa deh supaya aset itu tetep atas nama Vino tapi...pasti ga mudah
juga..."
Akan diterimakah bantuan Revan oleh Laras?***bersambung***
Part 407**I AM HIS QUEEN
Hand over ....
Bimo menemui kuasa hukum Keluarga Adijaya,memastikan kecurigaannya.Kuasa Hukum memberitahu
pada Bimo,"Walaupun tanda tangan Mas Vino di dokumen itu asli tapi Mas
Vino sudah melakukan tindakan preventif.Pantas saja waktu itu Mas Vino meminta
para kuasa hukum dan jajaran BOD berkumpul semua di rumah baru beliau."
Bimo lega sekaligus terharu,"Mas
Vino sepertinya sudah kerasa bakal terjadi hal ini...Tuhan melindungi keluarga
Adijaya."
Laras sedih Vino ga ada di sisinya saat 7 bulanan kandungannya.Pak Syamsul jadi
sedih juga melihatnya,'Laras ga sesedih ini saat ditinggal Nak Revan dulu ke
Jakarta,Nak Vino...pulang ya Nak...demi putri bapak...'
Sandra membawa Laras ke
kamar,"Kamu istirahat saja Ras.Kamu sedang hamil tua sekarang jangan
banyak pikiran kasihan bayimu.Ingat itu buah cinta kamu dengan Pak Vino.Jaga
baik2...kamu harus yakin...kita sebenarnya...kita berdua harus yakin bahwa
orang yang kita sayang pasti akan kembali..."
Sandra meneteskan air mata setiap
kali mengingat Sean,Laras mengerti dan merasa ga sendirian,"Makasih ya
San,kamu selalu nguatin aku.Kamu juga ingin Sean pulang ya?Untunglah Vino
bersama Sean jadi dia juga ga semdirian di luar sana.Kamu sayang ya sama
Sean?"
Sandra mengangguk,"Awalnya aku
ga menyadari perasaan ini Ras.Lagipula Sean sudah punya Lola.Tapi aku sedih
saat dia ga didekat aku.Kenapa perasaan ini ada ya Ras?Aku ga ingin merusak
hubungan orang.Aku cuma ingin Sean kembali dan setelah memastikan dia baik2
saja,aku akan kembali ke Amerika Ras...aku mau menenangkan diri di sana."
Laras jadi kasihan sama
Sandra,"Kau mencintai Sean,Sandra...dan jujur aku merasa Sean juga sama
kok perasaannya ke kamu.Kata Vino,Sean suka cerita soal kamu...daripada soal
Lola..."
Sandra malah menahan tangis
mendengarnya,"Benarkah itu Ras...kini aku tahu artinya kehilangan...dan
penyesalan...sangat menyakitkan Ras...makanya kamu jangan sedih ya Ras...kamu
wanita kuat karena punya suami sehebat Pak Vino..."
Laras ingat soal tukar
kado,"Kamu benar San,makasih ya...aku akan istirahat."
Sepeninggal Sandra,Laras mengunci
pintu kamarnya dari dalam dan mengambil kotak yang disiapkan Vino untuknya.Apa
isi kotaknya?Tbc....
Part 408 ** I AM HIS QUEEN
His dream...
Bimo membawa berkas2 dari kuasa hukum Keluarga Adijaya.Maksudnya
mau menemui Laras tapi Anabella dah didepan pintu,"Maaf Bim,mbak Laras
sedang istirahat.Ga bisa diganggu."
Bimo berkata,"Tapi ini soal
penting dan urgent Anabell!Ini soal nasib keluarga Adijaya."
Anabella mengangkat
bahu,"Pintunya dikunci dari dalam.Kita harus menunggu..."
Laras memang ga mau diganggu saat
membuka kado dari Vino,karena ia ga mau ada yang lihat betapa hancurnya hatinya
jauh dari Vino.Buka kotaknya aja sampai gemeteran nangis lagi,"Harusnya
kamu disini Vin sama aku...mengelus perut aku...ngucapin selamat 7 bulanan sama
aku...tapi kamu malah pergi...kau menghilang penuh misteri...aku sedih...ga
biasanya kamu kayak gini Vin...ga pamit ga kasih tahu...hu...hu...."
Gembok kotaknya dibuka,ada surat dilipat disana.Dan sebuah kotak
lagi,"Di dalam kotak masih ada kotak lagi...ada tulisannya pula...'baca
suratnya dulu baru buka kotaknya'..Suratnya sampai beberapa lembar...Vino nulis
apa ya?"
Lembar pertama dibuka oleh
Laras,"Selamat 7 bulanan sayangku...entah kenapa aku merasa berat menulis
ini padamu.Karena aku merasa saat kau membaca surat ini,mungkin aku tak ada di
sisimu.Aku terus bermimpi di hari2 sebelum aku menulis ini.Apalagi saat aku
puasa kerasa sekali dalam hatiku sebuah suara berkata bahwa aku takkan bisa
mendampingimu saat 7 bulanan.Bahkan hatiku gelisah terus akhir2 ini.Seakan
seperti sesuatu akan terjadi.Sesuatu yang besar.Sayang...jangan menangis...jika
benar aku tak disampingmu sekarang...karena hati kecilku berkata aku pasti akan
kembali padamu.Cinta kan membawaku kembali.Jangan meragukan cintaku
padamu.Jangan mau dirisaukan oleh kabar apapun yang kaudengar diluar sana.Aku
terus bermimpi yang sama,aku mimpi kita sedang ditepi pantai membangun istana
pasir.Istana itu kita beri tulisan nama kita masing2.Punyaku Alvino Adijaya dan
punyamu Laras Adijaya.Namun kemudian ombak menerpa istana yang kita
bangun.Anehnya istana atas namamu masih kokoh berdiri sedang punyaku lenyap
tersapu ombak.Sayang...malam selanjutnya mimpi itu terulang lagi tapi berbeda
situasinya...bacalah lembar keduanya...."
Apa mimpi Vino kedua?Apa arti mimpi
itu?Tbc.....
·
Part
409**I AM HIS QUEEN
Second dream....
Rani tak habis pikir dengan dokumen yang dibawa
Marco,"Bagaimana bisa Vino menyerahkan semua aset miliknya kepada
Marco?Punya hubungan kerja aja ga.Ini aneh!Vino ga mungkin lakukan ini.Kalau
dia mau menyerahkan semua hartanya setidaknya ke Laras atau anak mereka.Itu
masuk akal!Tapi ini?Apa Marco ada kaitannya dengan menghilangnya Vino?Jangan2
Vino dalam tekanan saat menandatangani dokumen itu...Ini ga benar.Aku harus
selidiki!Bimo!!Anabell!!Mana mereka?!"
Rani melihat keduanya didepan kamar utama,"Kalian
disini?Apa menantu saya baik2 saja?Kalian nampak tegang gitu..."
Anabel jawab,"Mbak Laras mengunci pintunya
Bu...katanya ingin istirahat...saya takut Bu Rani gimana kalau Mbak Laras
mencoba bunuh diri."
Bimo negur,"Jangan sembarangan ngomong
Anabel!Mbak Laras itu sedang mengandung ga mungkin lakukan hal itu.Mbak Laras
itu cuma mau menenangkan diri.Saya janji akan bantu Mbak Laras lewati ini
semua.Sst!Ada Pak Syamsul..."
Rani
dan Pak Syamsul serta Bimo dan Anabel semua menunggu Laras keluar dari
kamar.Sementara Laras mulai membaca lembar kedua surat
Vino,"Sayang...jangan basahi surat ini dengan air matamu...karena aku
sudah membasahinya lebih dulu dengan air mataku saat menulisnya.Aku punya ide
tukar kado sebenarnya hanya untuk menyampaikan semua ini kepadamu.Aku mimpi
lagi cuma bukan di pantai tapi di kantor.Aku melihatmu duduk di kursiku.Kau
sangat elegan sayang...aku takjub melihatnya.Kau melakukan apa yang biasa
kukerjakan.Memimpin rapat,menemui kolega2 bisnis dan teken tender2.Sayang,mimpi
itu meyakinkanku bahwa bisnis keluarga akan aman ditanganmu.Jika masih dibawah
namaku maka hal justru akan musnah.Sia2 semua perjuangan mendiang papaku.Oleh
karena itu sayang,maafkan suamimu ini sebelumnya...saat kau tanda tangan aset
rumah kita yang baru sebenarnya kau juga menandatangani semua aset atas
namaku.Semua kuberikan kepadamu.Semua dibawah namamu sayang.Itulah petunjuk
Tuhan yang kudapatkan kala berdoa dan berpuasa.Usai memutuskan menyerahkan
semuanya atas namamu kurasakan damai luar biasa.Aku merasa telah melakukan hal
yang benar.Sayang...maaf jika kutak memberitahu semuanya lebih dulu...alasannya
di lembar ketiga."
·
Tbc.
Part 410**I AM HIS QUEEN
Lama ga
lihat kondisi Vino,yuk kita cek masih hidup kagak.Chalo pize...Sean kelelahan
juga akhirnya,"Aku ga kuat lagi Vin..."
Si Vino dah TKO semampir dipundak Sean eh ditambah Sean juga
siap terkapar.Untunglah gelombang menghantarkan mereka ke sebuah pulau.Kasih
nama apa ya enake pulaune?Antah berantah wae.Biar berkesan singup nian.Vino dan
Sean terhampar di pantai.Sama2 ga sadarkan diri.Hanya debur air yang terus
mencoba membangunkan Vino dari pingsannya.Bak belaian seorang ibu yang mengelus
pipi anaknya yang tengah tidur,demikianlah air datang bergulung dengan lembut
menyentuh wajah Vino.Sementara Laras di kamarnya juga tengah membelai wajah
Vino yang dilukis ayahnya,"Vin...jangan pergi untuk selamanya...aku tak
bisa hidup tanpamu....bagaimana mungkin aku menggantikan
posisimu?Vin,kembalilah...kembali padaku...kau bilang akan menjadi ayah yang
baik buat anak kita.Tapi mana buktinya?Kenapa kau harus pergi
mengapa???Hu....hu...."
Lembar
ketiga surat Vino jatuh dari genggaman Laras,susah buat Laras
mengambilnya.Akhirnya ia malah duduk di karpet membacanya,"Kau pasti marah
padaku kan sayang?Kau kecewa padaku bukan?Aku bukan sengaja meninggalkanmu
sayang.Itu yang harus kau tahu.Aku sendiri bertanya dan meminta pada Tuhan apa
jawabannya.Mengapa aku merasakan firasat yang begitu kuat bahwa sesuatu akan
memisahkan kita.Namun Tuhan menjawabnya juga lewat mimpi.Aku melihat kegelapan
dimana2.Kau juga tak ada di sisiku.Kucari dirimu sampai kemudian kusadari aku
ada di pantai lagi.Matahari terbit.Dan disanalah kumelihatmu.Kau
menantiku.Sayang hatiku berkata perpisahan ini hanya sementara seperti matahari
yang selalu terbit setiap pagi demikianlah kupercaya bahwa aku akan
kembali.Kegelapan yang banyak kalah oleh sinar meski sedikit saja.Tunggulah aku
kembali sayang...aku akan kembali padamu dan anak kita...Aku titip
mama,perusahaan,rumah semuanya...aku juga titip anak kita...jaga dia
buatku...dia penerus Adijaya's family.Tunggu suamimu kembali.Aku
mencintaimu...lebih dari selamanya...Dari suamimu,Alvino Adijaya."
Laras menahan tangis membacanya,'Iya Vin...aku akan memenuhi
semua pesanmu.Aku janji.Tapi apa isi kotak ini ya?'
Apakah isi kotaknya?Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar