I AM HIS QUEEN PART 431-440


  • Part 431**I AM HIS QUEEN
    Greater plan...
    Bila di pulau Vino dan Sean sibuk membuat rakit maka Revan sibuk dengan rencana barunya.Pertama ia ingin mutusin Bianca dulu.Untuk itu ia ajak Bianca ke acara reunian,"Dandan yang cantik ya my baby sweety.Aku mau memperkenalkan kamu ke temen2 aku."
    Bianca seneng banget,'Yes!Revan bakal ngenalin aku ke temen2nya.Itu bukti kalau dia serius sama aku.Yes!Latihan dulu ah...'
    Berdiri depan kaca rias,Bianca latihan,"Kenalkan saya Nyonya Revan Hutama.Ups...saya tunangannya Revan Hutama...he..he.."
    Di acara reuni Bianca beneran dikenalkan ke teman2 Revan,"Kenalkan guys...ini Bianca.Cantik kan?"
    Pas nian lagunya yang diputer lagunya Sibad,"Hey sayang kini aku syantik...bagai bidadari..."
    Bianca menyalami seorang cowok tampan,"Bianca..."
    Cowok itu tersenyum,"Namaku Eza...Revan emang jago kalau milih cewek.Seleranya tinggi."
    Bianca merona,'Revan saja ga pernah muji aku kayak gitu.Jadi baper deh...'
    Revan bahkan sengaja ninggalin Bianca dan Eza,"Maaf aku harus ke toilet bentar...titip jagain my princess ya?"
    Eza sama Bianca asyik ngobrol.Nyaman gitu Ezanya.Revan terus berusaha meyakinkan Laras bahwa Vino sudah melupakannya,"Buat apa kau terus mènunggunya Ras?Aku yakin di luar negeri sana,Vino sudah punya yang lain.Ia sudah bosan padamu Ras.Buktinya ia tidak memberi kabar.Lupakan saja Vino Ras."
    Laras malah nangis,"Tidak!Vinoku tidak seperti itu....aku akan terus menunggunya."
    Rani memarahi Revan,"Apa yang kaulakukan Revan?Laras sedang hamil tua.Kau malah membuatnya sedih?"
    Revan berargumen,"Ma,Laras harus menerima kenyataan Ma..bahwa Vino tidak akan kembali."
    Rani malah heran,"Mengapa kamu begitu yakin bahwa Vino tidak akan kembali?"
    Revan menjawab,"Aku tahu soal kecelakaan kapalnya Vino,Ma...lebih baik Laras tahu bahwa Vino masih hidup tapi telah memulai hidup yang baru dengan wanita lain daripada dia tahu yang sebenarnya.Dia akan lebih shock Ma."
    Rani tanya lagi,"Darimana kamu tahu soal kecelakaan kapal itu?"
    Revan malah balik nanya,"Mama mencurigai anak kandung Mama sendiri?Ma,tanya Bianca sana,waktu itu aku bersama dia.Mama memang hanya sayang pada Vino."
    Revan pergi dengan kesal.Rani mengejarnya,"Revan tunggu!"
    Bersambung........
  •  Part 432**I AM HIS QUEEN
    Till He Come....
    Perkataan Revan meresahkan hati Laras,'Vino punya wanita lain?Ga!Vino ga mungkin lakukan itu sama aku.Dia berjanji padaku bahwa dia akan setia padaku.Meski dimanapun dia berada.Vin,pulanglah...katakan pada semua orang bahwa kau setia padaku.'
    Dedek bayi ga suka mamanya meragukan sang papa,nendang2 dia.Bikin Laras tersenyum,"Apa sayang?Kok kayak marah sih?...Oh mau lihat laut ya?Ayo,kebetulan mama lagi galau nih...mikirin papa kamu.Kita ke laut ya..."
    Saking galaunya sampai Laras minta diantar ke pantai,"Pak Bimo,saya ingin ke pantai."
    Team bodyguard segera mengawal,barikade Adijaya ceritane,"Semua waspada dan jangan biarkan siapapun mendekati Mbak Laras.Pastikan spot yang dituju disurvei dulu.Sterilkan dulu okay?!Mengerti semua?!!"
    Team bodyguard menjawab,"Mengerti!!Siap laksanakan!!"
    Team bodyguard memang bukan orang sembarangan,ada bekas orang militer,polisi,preman,macem2.Semua loyal pada Vino.Area pantai disterilkan dan dipastikan aman dulu sebelum Laras tiba di sana.Ngerik!Laras memang menjelma jadi wanita bisnis yang terkenal.Wajahnya mulai menghiasi halaman2 depan majalah bisnis hingga fashion.Tajuk utamanya : Wanita Hebat di belakang Milyarder Muda Alvino Adijaya.Belum koran dan tabloid : Bidadari di Kerajaan Bisnis Adijaya.Sampai di pantai,dedek bayi hepi diem anteng gitu dalam perut mamanya seakan mau ngasih tahu bahwa sang papa hatinya cuma buat sang mama doang.Laras ga jadi galau,"Melihat laut membuat hatiku tenang.Seakan Vino di sini sedang memelukku.Mengatakan bahwa dia hanya milikku.Dia selalu ingat padaku,memikirkanku juga anak kami.Vin,aku mencintaimu dan akan selalu menunggumu sampai kau datang.Aku percaya cinta kita akan membawamu kembali padaku."
    Bimo mendengarnya dengan haru,'Mas Vino pulang Mas...kami semua merindukan Mas...semoga saja benar mimpi mbak Laras bahwa Mas Vino masih hidup.Semoga Norman cs membawa kabar baik...'
    Di pulau tak bernama,Vino yang sedang membuat rakit tiba2 berlari ke pantai,"Ras...Laras!!Aku akan segera pulang Ras!!Sebentar lagi rakitnya jadi.Tunggu aku ya Ras.Jaga anak kita!Aku mencintai kalian!"
    Sean yang sedang milih2 bambu jadi heran,"Vino kenapa ya?Tiba2 kok pergi?"Tbc.
  •  Part 433**I AM HIS QUEEN
    The same manner...
    Sean lari mendapatkan sepupunya,"Ada apa Vin?Ada binatang buas atau apa?Kamu kok tiba2 lari ninggalin aku?"
    Vino malah bersimpuh di pantai matanya berkaca2,"Baru kali ini aku merasa aku ini begitu tak berdaya Sean...aku ini bukan siapa2.Bukan suami yang baik,bukan ayah yang baik,anak yang baik...aku merasa Laras seperti memanggilku...dia butuh aku Sean..."
    Sean jadi ikut berkaca2,"Sama Vin...aku juga merasa begitu..."
    Weii...lha Vino langsung berdiri,"Apa?Kamu juga merasa Laras memanggil kamu?Ga mungkin!Kamu pasti salah dengar!!Ga mungkin Laras manggil kamu,dia itu hanya mencintaiku.Dia milikku!!"
    Sean keder langsung angkat tangan dia,"Wait!Wait!!Vin,kamu salah paham!Aku ga bilang gitu tadi.Aku itu bilang..."
    Vino malah sudah berasap weleh,kemutuk,didekatinya Sean dengan wajah mencereng,"Bilang apa?Ayo katakan!"
    Sean kepojok deh di pohon kelapa,"Ehm gini aku tuh tadi...I am just want to say that I am feel the same as you feel.That feel so desperate,hopeless....ehm..Vin lihat itu!!Aku ada ide!"
    Vino heran lihat Sean nunjuk ke atas,"Ada apa?Kamu jangan ngalihin perhatian ya...aku belum selesai soal tadi!"
    Sean malah ceria,"Buah kelapa!Kita bisa bawa buah kelapa untuk bekal minum selama perjalanan sekaligus bekal makan.Kita kan ga tahu berapa lama kita di lautan nanti."
    Vino mikir,"Iya ya Sean.Bener juga.Tapi awas ya kamu harus ingat baik2 bahwa Laras just mine.Only mine!!"
    Sean mesem,"Iya...Laras is yours Vin.Just yours bro!!"
    Sean malah ingat Sandra,'Apa Sandra mikirin aku ya?Merasa kehilangankah?Ga mungkin.Dia kan anteknya Marco.Lola juga ga mungkin mikirin aku.Dia cuma cinta uangku.Dia ga peduli padaku.Aku lebih nelangsa dari kamu Vin.Setidaknya kamu punya seseorang yang jelas nunggu kamu.Merindukan kamu.Sedang aku...keluargaku di Filipina.Nanya kabar aku aja jarang.Sedihnya...'
    Merana uripku...Vianisty!!Astaga....
    Sean dan Vino makin semangat membuat rakit,"Yang kuat Sean!Biar aman kalau diterjang ombak.Dikasih tempat juga buat tempat bahan makanan.Kita bawa juga air dari mata air di gua.Taruh dalam bambu saja.Bawa buah2an juga yang banyak!"
    Vino kayak mau jualan buah saja weleh...Sukseskah mereka pulang?Tbc.........
  • Part 434**I AM HIS QUEEN
    Bond or free...
                 Revan berhasil menjebak Bianca.Tiap kali ia sengaja mendekatkan Bianca dengan temannya apalagi yang namanya Eza sepertinya memang suka sama Bianca.Eza pernah dikhianati ceweknya sehingga dia ga begitu agresif soal cewek sebenarnya.Ngajak makan eh Revan pura2 ada urusan dan malah ninggalin Bianca sama Eza,"Sorry ya.Emergency nih!Biasa papa.Za,titip cewek aku ya..."
    Bianca malah jadi kenal sama Eza,"Kamu kok bisa di sini sih?"
    Eza jawab,"Ayahku yang punya resto ini.Aku nerusin aja.Jarang2 lho Revan mampir sini."
    Bianca kagum,"Oh ini resto keluarga kamu.Lumayan rame lho.Berarti kamu bisa masak dong?"
    Eza mesem,"Mau lihat aku masak?Ayo!"
    Bianca emang suka pria yang pinter masak.Bianca apa penulise ki?Hush!!Jangan buka rahasia...weleh.Diam2 Revan nyuruh mata2 memfoto kedekatan Bianca dan Eza,"Pastikan dapat foto yang bagus.Yang mesra habis.Oke?"
                  Jepret!Jepret!Foto2 itu ditunjukkan Revan ke mamanya,"Lihat nih Ma.Kelakuan calon menantu mama.Revan kan udah bilang jangan jodohin Revan..."
    Rani ga sangka,"Cowok ini siapa?Jangan asal tuduh.Bisa saja saudaranya atau kerabat jauh Bianca."
    Revan lihat Laras datang,"Pokoknya Revan ga bisa nerusin hubungan ini Ma....Ga bisa!"
    Laras heran lihat Revan pergi dengan muka kesal,"Revan kenapa Ma?Apa ada masalah?"
    Rani megangi kepalanya,"Mama pusing sayang...Revan mergoki Bianca sama pria lain."
    Laras nanya,"Bianca selingkuh Ma?Kayaknya ga mungkin deh Ma...kayaknya Bianca serius sayang sama Revan."
    Rani malah ingat Marco,"Apa ini kutukan dalam keluarga saya ya?Selalu saja gagal dalam urusan cinta."
    Revan mesem dengerin,'Bagus!Sebentar lagi aku bisa menyandang status jomblo lagi.Bisa bebas deketi Laras.Laras sekarang penguasa semua aset Vino.Dia pasti butuh ayah untuk anaknya.Aku harus bisa meyakinkan mama kalau Laraslah wanita yang kucintai.Jika mama yang bujuk Laras pasti Laras akan dengerin.Toh aku sama Vino kan ga ada hubungan darah.Sebentar lagi Ras,kamu akan jadi milik aku.Kamu dan semua aset Vino.Ups mendiang Vino.Ha..ha..'
                 Sementara itu Vino dan Sean sudah jadi rakitnya.Rakit sederhana dan membuat dayung sederhana juga.Goyang dayung dulu...Yo yo Ayo...yo ayo yo..!!
    Vino berlayar?Tbc...
  • Part 435**I AM HIS   QUEEN
    Never forget....
    Semua bahan makanan dan minuman sudah dimuat ke atas rakit,"Ayo,naik Vin!!"
    Vino melihat untuk terakhir kalinya pada pulau yang telah menjadi tempat bertahan hidup baginya,"Terima kasih Tuhan buat pulau ini.Tanpa pulau ini pasti aku dan Sean sudah tinggal nama."
    Vino naik ke atas rakit,"Kita berdoa dulu Sean."
    Sean memejamkan mata sedang Vino yang pimpin doanya,"Tuhan,kami akan memulai perjalanan kami.Kami mohon tuntun rakit kami agar kami bisa kembali ke Jakarta.Bertemu kembali dengan keluarga kami.Lindungi kami selama di lautan ya Tuhan.Biarlah pertolongan-Mu selalu menyertai kami."
    Rakitpun berangkat.Sementara itu Norman cs terus mencari pulau demi pulau disusuri,"Ini sudah pulau yang ke lima yang kita kunjungi.Tapi tak ada satupun warga yang merasa menemukan orang asing di daerahnya.Aku jadi ragu Mas Vino sama Mas Sean masih hidup."
    Bodyguard lain tetap ga nyerah,"Kita dulu orang yang ga punya harapan dan masa depan.Ditolak masyarakat tapi Mas Vino mau menerima kita.Malah mengorbankan diri demi selametin kita.Kita ini di tanah leluhur sendiri,hutang budi dibawa mati.Ayo jangan nyerah!Mas Vino orang baik pasti dilindungi.Kalau perlu kita susuri semua semua pulau baik yang ada di peta atau yang ga ada di peta.Ayo semangat!!"
    Wah heroik nian mereka.Kebayang deh gimana dulu kehidupan mereka.Mungkin mereka dulu mantan preman.Normanpun bangkit lagi semangatnya,"Ayo!!Wakanda!!"
    Weleh pakai acara wakanda segala.Artine apa aja ga ngeh.Tapi ada lho yang ga semangat.Siapa?Di Jakarta,Bianca sedih kala Revan batalin pertunangan dan malah minta putus.Apalagi alasannya ga masuk akal,"Aku selingkuh?Sama siapa dan mana buktinya?"
    Revan melempar foto2 yang diperolehnya di meja,"Lihat nih!!Ini bukti kalau kamu emang perempuan penggoda!Aku ga sangka kamu selingkuh sama sobat aku sendiri.Keterlaluan kamu Bianca!!Laras saja bisa setia sama suaminya yang ga jelas ada dimana.Kamu malah asyik sama pria lain.Kamu itu ga tahu ya artinya komitmen?"
    Bianca ga terima dituduh selingkuh,"Van,ini foto bisa aku jelasin.Kamu juga tahu kenapa aku bisa bersama Eza.Kamu kan yang sering ninggalin aku sama sobat kamu.Kamu jebak aku ya Van?"
    ♣Bersambung♣
  • Part 436 ** I AM HIS QUEEN
    New movement...
    Revan malah melepas cincin pertunangannya dengan Bianca,"Ini buat kamu aja.Aku ga butuh tunangan kayak kamu.Aku itu menguji kamu dan ternyata kamu ga lolos.Sorry,kamu ga pantas buat aku.Kita putus.Ambil aja cincinnya anggap aja sebagai kenang2an.Mau kamu jual juga terserah."
    Bianca patah hati,"Van!Revan!Sejak awal kamu emang ga cinta beneran kan sama aku?Tega ya kamu Van?Kamu bohongi aku!Aku benci kamu Van!!"
    Revan pergi dengan santainya,'Bodo amat mau kamu benci aku atau mau kenang aku.Emang aku pikirin?Di pikiranku cuma Laras dan semua aset Vino.Satu step sudah terlewati.Sekarang menuju tahap selanjutnya.Mengambil hati Laras.Aku harus kasih dia perhatian.Lagipula mau sampai kapan dia nunggu Vino.Orangnya sudah the end di laut sana.Mungkin malah sudah dimakan ikan hiu.'
    Revan lihat penjual bunga,"Aha...aku beliin bunga saja.Biasanya kan perempuan suka dikasih bunga.Warna apa ya?Kalau merah kayaknya ga deh terlalu agresif kesannya.Kalau pink abg banget.Kalau kuning kayak ucapan perpisahan saja.Ah benar kuning saja sekalian aku bisa curhat soal putusnya aku sama Bianca jadi biar dia tahu kalau aku available gitu.He..he.."
    Revan dengan riang membeli bunga buat Laras.Sementara di rakit sederhananya,Vino mendayung dengan semangat.Kemeja dia dijadikan layar.Elahe...bisa dibayangke...
    Seorang milyarder baju aja lusuh dan dekil.Vino ...Vino...kondisinya terbalik dengan Laras yang pakaiannya jadi trend fashion untuk wanita hamil masa kini.Weleh...Revan kian terpesona pada Laras,"Ras,bunga ini untukmu..."
    Laras memandang pada Anabel seakan minta pendapat,diterima kagak?Revan segera berkata,"Jangan salah sangka dulu.Bunga ini awalnya mau kukasih ke Bianca.Dia itu suka warna kuning gitu.Tapi malah kami bertengkar dan akhirnya kami malah putus.Jadi bunganya kukasih kamu aja.Sayang kalau dibuang."
    Laras hampir menerimanya tapi tiba2 dedek bayi nendang2 gitu,"Auww!!Aduh!!"
    Anabel jadinya yang terima bunganya,sedang Revan segera membantu Laras duduk di sofa,"Kamu gpp Ras?"
    Lastri dan Mety segera datang jauhin Laras dari Revan,"Mari ke kamar saja mbak Laras..."
    Revan sewot,'Pembantu2 sialan!Ganggu aja.Padahal tadi kesempatan emas.'Tbc.
  • Part 437**I AM HIS QUEEN
    They were going....
    Rani datang ke kamar utama,"Sayang,kamu gpp?Katanya perut kamu sakit?Mama panggilin dokter ya?"
    Revan juga masuk ke dalam,"Atau aku antar ke dokter kandungan Ras?Disana pasti peralatan medisnya lebih lengkap.Aku siap antar jaga kamu Ras."
    Laras berbaring,"Laras ga papa Ma.Ga perlu ke dokter juga.Dedek bayinya cuma nendang2 aja.Laras kecapekan kali Ma..."
    Bimo ngajak Revan keluar kamar,"Mas Revan sebaiknya kita diluar saja.Biarkan Mbak Laras istirahat."
    Revan kesal terus saja dijauhkan dari Laras,"Kenapa sih Bim?Mama aja masih disini kok.Tuh Mety sama mbak Lastri juga."
    Bimo jelasin,"Mereka kan perempuan semua Mas.Wajarlah jika mereka masih mau bicara sama mbak Laras.Biasa urusan wanita.Mas ini laki to?"
    Revan akhirnya keluar juga tapi sempat lihatin foto2 Vino yang dipajang disetiap dinding kamar,'Semua foto Vino.Gede2 lagi.Lihat saja ntar kalau Laras jadi isteri aku kubuang semua tuh foto.Kubakar kalau perlu.Akan kuganti semua dengan foto aku.'
    Rani nyuruh Mety buatin juice buat Laras.Sementara Lastri bantu Laras berbaring,Rani melihatnya,'Semua pembantu di sini sayang pada menantuku.Memperlakukannya seakan Vino ada di sini.'
    Rani akhirnya pergi ke dapur,"Oh ya mama dulu juga suka gitu pas hamil Revan,waktu itu papanya Revan juga ga ada di sisi mama.Kayak kamu sekarang Sayang.Mama akhirnya makan makanan kesukaan papanya Revan.Baru deh perut mama enakan.Mama akan masakin makanan kesukaan Vino buat kamu.Kamu tunggu ya.."
    Laras terharu,"Makasih Ma...begitu perhatiannya sama Laras.Perut Laras udah mendingan kok."
    Rani kekeh mau masak,"Gpp.Sudah tugas mama jagain kamu.Mama kan ibu mertua kamu.Lastri,kamu temeni Laras ya.Kalau dia butuh apa2 kamu layani dengan baik."
    Lastri emang dah niat sejak tadi ga akan ninggalin Laras,"Siap Bu Rani!Buat Mbak Laras saya siap jadi bodyguard.Mbak Laras kan amanat Mas Vino."
    Sepeninggal Rani,Laras lihatin foto2 Vino sambil mengelus2 perutnya yang makin besar saja,'Vin,dedek bayinya sudah 8 bulan lebih sekarang.Kamu belum pulang juga.Katanya kamu mau nungguin aku pas kelahirannya.Ingat janji kamu Vin.Aku takut Vin...aku butuh kamu disini sama anak kita.'
    Lastri lihat Laras berkaca2.Tbc....
     Part 438**I AM HIS QUEEN
    In the wilderness...
    Lastri mendekati nyonya mudanya,"Mbak Laras jangan nangis dong...saya kan jadi ikut mewek nih..."
    Laras menyeka air matanya dengan sapu tangan milik Vino,"Saya takut mbak Lastri...bagaimana jika saat saya melahirkan,Vino belum juga pulang.Saya takut jika kejadian yang menimpa ibu saya dulu kejadian pada saya mbak Lastri...lalu anak saya gimana mbak Lastri...gimana kalau sesuatu terjadi pada saya.Vino entah dimana...saya takut menghadapi kelahiran ini pertama kalinya dalam hidup saya..."
    Lastri menguatkan majikannya,"Mbak Laras kenal Mas Vino kan?Ke pelayan saja kayak saya,kalau janji pergi ke perjalanan bisnis bawa oleh2 pasti ditepati kok.Apalagi sama isterinya?Wanita yang dicintainya...pasti akan berusaha sekuat tenaga buat menuhi janjinya..."
    Pak Syamsul datang,"Benar Ras kata mbak Lastri,Nak Vino itu orangnya bisa dipercaya.Bertanggung jawab dan hatinya itu baik ga akan dia melupakan kamu sayang...apalagi kamu sedang mengandung darah dagingnya...sama Bu Rani saja Nak Vino selalu hormat dan berbakti apalagi ke isteri dan anaknya sendiri...kamu itu jangan mikir yang negatif.Mikir itu yang baik2 saja.Semuanya pasti ada jalan."
    Laras mengangguk,"Iya Ayah.Laras akan mikir yang baik2 saja.Doain ya Ayah supaya Vino cepet pulang.Syukur2 sebelum lahiran..."
    Pak Syamsul membelai kepala putrinya,"Tentu Nak,Ayah selalu mendoakan kalian biar selalu bersama dan berbahagia.Selamat semuanya."
    Sementara yang didoain tengah terkatung2 ditengah laut,bahan makanan mulai menipis.Sean bingung dengan arah,"Vin,kita ini ga salah arah kan?Dimana2 air..aku bingung Vin..."
    Untung saja jam tangan Vino bermerk dan ada kompasnya,"Seingatku resortnya di utara Jakarta.Berarti kita harus ke selatan.Untung saja jam ini ga mati kena air.Yang aku pikirkan sekarang adalah air,Sean.Air minum kita tinggal sedikit.Kita ga mungkin minum air laut.Aku juga ga lihat daratan sejak tadi.Kapal atau helikopter juga ga ada.Semoga kita segera mendapat pertolongan..."
    Sean memandang hamparan air di sekelilingnya,"Rasanya lucu juga ya Vin,ditengah air tapi kehausan...kenapa juga ga ada yang nyari kita ya Vin?Jangan2 kita dilupakan sama mereka?"
    **Bersambung.......
     Part 439**I AM HIS QUEEN
    Help from above...
               Ironi ya berada di tengah kupengan air tapi kehausan.Itulah kondisi Vino dan Sean sekarang.Terik matahari kian membuat mereka dehidrasi.Mata sudah berkunang2 kurang aqua.Weleh...Melihat sekeliling bagai melihat fatamorgana.Sean malah nekad hendak minum air laut tapi asinnya bikin dia urung,"Vin,apa kita emang ditakdirkan ending di sini ya Vin?How pity of us..."
    Vino terus saja mengajaknya berharap,"Pasti ada pertolongan Sean...pasti..."
    Sean sudah terkapar di rakit,"Aku sudah ga tahan lagi Vin...bibirku kering...lemes aku Vin..."
    Vino malah mikir Laras,'Laras gimana ya di sana?Mau kembali saja laut seakan tak bertepi...kepalaku jadi pusing...pandanganku kok jadi kabur ya..."
    Ambruk Vinonya nyusul Sean.Dua tubuh itu sudah lemah semua.Sementara itu Laras terbangun dari tidurnya,"Vin!!Vino!!"
    Lastri yang nungguin didekatnya sampai kaget,"Mbak Laras...ada apa?Mimpi mas Vino ya?Minum dulu ya...saya ambilkan nih..."
    Laras lihatin air di gelas yang dibawa mbak Lastri,nangis dia,"Saya mimpi Vino ditengah padang gurun Mbak Lastri...dia kehausan mbak...tidak saya ga mau minum...saya mau berdoa...mbak Lastri ayo kita berdoa buat Vino.Katanya kalau berdua sepakat akan didengar Tuhan."
    Lastri siap berdoa dengan sepenuh hati,siap mengaminkan setiap perkataan Nyonya mudanya.Laras menuju akses taman dari kamarnya,menengadah ke langit tangannya,"Tuhan,lindungi suami hamba.Berikan pertolongan yang dibutuhkannya.Curahkan kebaikanmu yang tak bisa diterima nalar.Jika benar suami hamba baik2 saja,berikanlah hamba tanda."
    Lastri kaget kala hujan tiba2 turun,'Weii...kok tiba2 hujan?Padahal kan tadi panas ngenthak2...Wah jangan2 ini tanda dari Yang Diatas...buat Mbak Laras...'
    Melihat tangannya basah oleh air hujan,Laras merasakan suasana yang teduh di hatinya,"Terima kasih Tuhan...terima kasih...sudah menjaga suami hamba...Vino baik2 saja diluar sana..."
    Lastri sampai ikut berkaca2,"Amin...amin..."
    Ternyata hujan juga turun ditengah laut,Vino tersadar oleh tetesan air hujan di bibirnya,"Air...air...tawar..."
    Segera Vino bangunin Sean,"Sean!!Bangun Sean!!Ada air!!Air dari langit Sean!!"
    Sean malah ga percaya,"Ga mungkin Vin...ini kemarau."Tbc.
     ♣♣PART 440 ♣♣I AM HIS QUEEN
    Should Not Perish...
    Vino segera menampung air hujan,"Sean lihat air tawar!Langsung dari langit.Ini keajaiban Sean!!Kita tidak akan binasa!"
    Sean segera bangun,"Water...rainfall..thank you God!You are so good."
    Mereka melanjutkan perjalanan namun bahaya selanjutnya masih ada.Ombak yang tinggi membuat mereka harus sekuat tenaga terus berada di atas rakit.Belum bahan makanan habis.Sean sudah bunyi terus perutnya,"Lapar Vin...mau makan apa?"
    Tiba2 Vino melihat sesuatu di kejauhan,"Sean itu apa?Sepertinya ada yang bergerak menuju ke arah kita."
    Sean sudah loyo,"Itu pasti hiu deh Vin,kita siap2 saja Vin...jadi santapannya...tamat bener nih Vin..."
    Vino sudah nanar tapi segera mengambil sikap waspada jika benar bahaya datang,"Kita harus bertahan hidup,Sean!Aku tak rela mati sia2 di sini..."
    Benda yang mendekat itu kian besar,Vino terpana,"Sean...itu kapal Sean!!"
    Vino segera melambai2kan tangan,"Hoy!!!Tolong kami!!Help us!!"
    Sean mencoba bangun,"Kapal?Kapal apa Vin?Jangan2 bajak laut..."
    Vino sudah sempoyongan,"Itu kapal berbendera Indonesia Sean!!Kita selamat Sean!!"
    Kapal apakah itu?***See you next part***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar